P. 1
Penggalan Novel

Penggalan Novel

|Views: 119|Likes:
Dipublikasikan oleh Adi Rinaldi

More info:

Published by: Adi Rinaldi on Nov 20, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Lelaki Bersayap Emas

Karya : Kirana Kejora
Jejak Sang Timur

¨Lelah aku dengan kembara cinta..capek! Kita akhiri semua cerita cyber ini. Terima kasih atas
persinggahanmu pada pelabuhan rentaku.aku tak lebih hanya sepenggal sepimu yang hilang,
sosok bayang yang merasa ada ketika tak ada rindang bersemayam dalam masamu.¨
Tak berapa lama, terdengar My in Mortal-nya Evanescence, sms masuk ke dalam handphone-
nya, yang tergeletak di sisi kanan Laskar. Lalu diambilnya dengan lesu, dibacanya SMS paling
atas inbox, tertera nama Elang Timur, menjawab sms tajamnya barusan.
¨Plok.plok..plok.. bagus. bagus. bagus! Kejora memang seorang penulis hebat merangkai
kata dengan imajinasi-imajinasinya, lalu dibuat alur dan kesimpulan. Sampai-sampai pembaca
hanyut dibuatnya. Kehebatanmu menyimpulkan alur, tidak berarti kehebatanmu menerka dan
menyimpulkan hati dan perasaanku. Jora salah besar. Aku penuh kejutan, penuh misteri, sukar
ditebak, dan nggak mau diatur. Apalagi didikte, tapi jujur aku sangat mencintaimu.¨
Segera Jora membalas sms itu dengan gusar. Dan bersahut-sahutlah sms-sms mereka dalam
melagukan emosi, ego hati yang mulai saling terusik.
¨Kamu tidak komitmen tentang hubungan kita. Katamu kita jalan bersama, setiap saat bisa saling
menyapa, tapi nyatanya kita jalan sendiri-sendiri. Aku tak pernah merasakan ada kamu di sisiku!
Sibuk dengan riset? I don`t care! You are an ice man, loner! No more!¨
¨Harusnya seorang Jora bisa melihatku sejak awal. Aku memang cool. Ekspresi tak menggelora,
tak bergejolak, juga tak menggebu. Aku tetap dengan satu komitmen meski tanpa warta, tanpa
suara. Kalau hati sudah bertaut kenapa risau? Tak lari gunung dikejar. Gundah dan risaumu
adalah ciptaanmu sendiri.¨
¨Lupakan aku dan kupu-kupu saljuku! Karena aku hanya setetes embun di lelah persinggahan
hausmu sesaat!¨
¨Jangan jadi penyair tolol, pujangga cengeng. Tak lekang karena panas, tak lapuk karena hujan.
Tapi hancur luluh merana karena syair-syair yang dikarang dan ditulisnya sendiri.¨
¨Aku hanya penulis. Bukan pujangga. Tak usah kau singgahi kami kembali. Kepedulianmu
hanya semu saat kosong bersemayam dalam rindang pohonmu!¨
¨Kepedulian abadi tak harus diurai dengan kata-kata. Tapi dengan upaya nyata. Aku datang. Aku
menyetubuhimu, aku berbagi rejeki, aku memikirkan solusi.¨
¨Akhirnya seorang Elang Timur terusik juga?! Apa yang membuatmu tiba-tiba peduli menjawab
semua gejolak tanyaku malam ini?!¨
¨Kenapa aku terusik? Karena ceritanya sudah pada episode puncak. Episode perpisahan. Aku
nggak akan mau!¨
Jora nampak kesal dengan pertengkaran mereka malam itu. Walau demikian, kekakuan lelaki
yang sering menyebalkannya itu tetap punya nilai tersendiri yang tak bisa dipungkirinya begitu
saja. Lelaki arogan namun elegan karena terkesan kuat sanggup membuktikan suatu eksistensi
tanpa harus membangun banyak gudang kata.
Jora lalu mematikan handphone-nya, memeluk pangeran kecilnya yang mulai terusik dengan
desah emosinya. Kembali hati Jora bimbang dengan pilihannya kali ini.
Kembali terngiang nasehat ibunya beberapa hari yang lalu, ketika datang menjenguk Laskar yang
sedang sakit demam.
¨Sudah saatnya Laskar punya Iigur ayah yang sesungguhnya. Menurut ibu, lebih baik Timur
daripada Laut buat dia Jora.¨
Sambil memeras sapu tangan kecil dan mengompreskannya ke kening Laskar, Jora menghela
naIas panjang, lalu menjawab pertanyaan sang ibu yang sudah terlalu sering dilontarkan lewat
telepon atau SMS kepadanya.
¨Bu, cinta saya masih berat buat Laut. Timur kaku orangnya, posesiI, pencemburu sekali. Saya
takut kami sulit beradaptasi. Saya masih belum bisa mencintainya dengan sungguh bu.¨
¨MaaIkan Jora kalau ibu terkesan mendiktemu lagi. Ibu tahu, Laut mungkin masih cinta sejatimu
yang datang kembali pada saat yang tepat. Saat Laskar rindu belaian seorang ayah. Dan kamu,
merasa menemukan kembali cintamu yang hilang. Ketahuilah, kenyamanan bisa dibentuk apabila
kita diguyur cinta yang tulus dan dari orang yang bisa membuktikan cintanya dari tindakannya.¨
Ada nada menyindir Laut dalam kalimat sang ibu. Jora melihat wajah tua sang ibu yang begitu
menyiratkan sebuah penyesalan besar karena dulu menjodohkannya dengan Abi. Ibunya lebih
berhati-hati sekarang dalam bertutur, takut melukai hati Jora. Hanya karena dorongan kasih tulus
seorang ibulah maka dia memberanikan diri untuk menawarkan opsi yang terbaik, berdasarkan
pengalaman hidup yang telah membelajarkan banyak hal buatnya selama ini. Berharap sangat
bahwa kali ini sarannya tepat untuk buah hatinya.

Sumber : hLLpť//klranake[oraŦmulLlplyŦcom/[ournal/lLem/62?Ǝshow_lnLersLlLlalƹ1Ǝuƹ/[ournal/lLem


nama ť Adl 8lnaldl
kelas ť xllŦlÞA
noŦ Absen ť 01

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->