Anda di halaman 1dari 5

PERLUASAN WILAYAH

Perluasan wilayah yang dilakukan pada masa Bani Umayyah itu meliputi tiga Iront
penting, yaitu daerah-daerah yang telah dapat dicapai dan terhenti disitu gerakan perluasan Islam
yang dilakukan sampai masa KhaliIah Utsman bin AIIan. Ketiga Iront itu adalah:
Pertama, Iront pertempuran melawan bangsa Romawi di Asia Kecil. Di masa Daulah
Bani Umayyah, pertempuran di Iront ini telah meluas, sampai meliputi pengepungan terhadap
kota Konstantinopel, dan penyerangan terhadap beberapa pulau di Laut Tengah.
Kedua, Iront AIrika Utara. Front ini meluas sampai ke pantai Atlantik, kemudian
menyebrangi Selat Jabal Tarik dan sampai ke Spanyol.
Ketiga, Iront Timur. Ini meluas dan terbagi kepada dua cabang yang satu menuju ke
Utara,ke daerah-daerah di seberang Sungai Jihun (Amu Dariah). Dan cabang yang kedua menuju
ke Selatan, meliputi daerah Sind.
1

7439 melawa3 ba38a R4mawi di A8ia Kecil
Front ini sangat penting bagi Daulah Umayyah karena Daulah ini mengambil kota
Damaskus sebagai ibu kota Imperium Islam yang luas itu. Dengan demikian ibu kota tersebut
dekat sekali letaknya ke tapal batas kerajaan Byzantium. Mu`awiyah sebagai penguasa pertama
Daulah ini bermaksud menjatuhkan Imperium Byzantiium ini dengan cara merebut ibu kotanya
'Konstantinopel. Usaha ini, dilakukan Mu`awiyah dengan mengadakan persiapan-persiapan dan
memperbesar armadanya, hungga terdiri dari 1700 kapal, lengkap dengan perbekalan dan
persenjataan. Kemudian melakukan penyerangan hingga ke Laut Tengah dan berhasil
menduduki pulau Rhodes pada tahun 53 H, dan pulau Kreta pada tahun 54 H. Diserangnya lagi
pulau-pulau Sicilia, dan sebuah pulau yang bernama Arwad, tidak jauh dari kota Konstantinopel.
Itu semua disamping pulau Cyprus yang telah ditaklukkan Mu`awiyah pada masa KhaliIah
Utsman. Penyerangan pulau-pulau tersebut dipimpin oleh Janadah bin Abi Umayyah.
Setelah berhasil menguasai daerah darat dan laut, Mu`awiyah maju menuju tujuan
utamanya yaitu mengepung ibu kota Konstaantinopel, yang dipimpin oleh Yazid bin Mu`awiyah
anaknya sendiri didampingi oleh pahlawan Islam kenamaan antara lain: Abu Ayyub al-Anshar,
Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Umar, dan Ibn Abbas. Namun kota itu sanggup menghadapi
pengepungan yang lama itu, yang berlangsung sekitar tujuh tahun (54 H - 61 H). Dalam

1
A. Salabi, $efarah Kebudayaan Islam Jilid 2, 003, Jakarta: Pustaka Al-Husna, hal. 115
pertempuran ini tewas seorang shahabi yang termasyhur yaitu Abu Ayyub al-Anshari. Armada
ini mengundurkan diri seiring dengan akhir masa pemerintahan Mu`awiyah.
Penyerangan dilakukan kembali pada masa KhaliIah Abdul Malik setelah ia berhasil
menumpas kekacauan dalam negeri sehingga berhasil menaklukkan kembali daerah Armenia.
Disusunnya rencana untuk musim dingain dan musim panas. Pada tahun 84 H, Abdul Malik
mengirim pasukan di bawah pimpinan Abdullah bin Abdul Malik menyerang kekuasaan Romawi
dan berhasil menaklukkan Mashaishah.
Penyerangan dilanjutkan kembali oleh KhaliIah Al-Walid, hingga dia berhasil melakukan
penaklukkan ke daerah-daerah sekitar Konstantinopel sebelum melakukan penyerangan ke sana
walaupun kota ini berhasil melepaskan diri dari pengepungan.


7439 Af7ika U9a7a.
Mu`awiyah melakukan perluasan wilayah ke AIrika Utara yang masih dibawah
kekuasaan Romawi, yang dipimpin oleh panglima masyhur -Uqbah bin NaIi` al Fihri- yang
telah menetap di Barqah sejak daerah itu ditaklukkan. Dan Uqbah merusaha menarik bangsa
Barbar untuk masuk Islam. Ia barhasil menaklukkan daerah Tripoli dan Fazzan, kemudian terus
ke Selatan hingga sampai ke negeri Sudan
Mu`awiyah mengangkat Mslamah bin Makhlad al-Anshari sebagai gubernur Maghribi
dan berhasil menguasai seluruh daerah Maghribi, Mesir, Barqah, AIrika dan Tripoli. Dia
memecat panglima Uqbah dari kedudukannya di AIrika dan diangkat kembali oleh KhaliIah
Yazid, dan berhasil maju hingga ke pantai Atlantik.
Pengiriman satuan besar dilakukan kembali pada masa pemerintahan Abdul Malik
dibawah pimpinan Hasan bin Nu`man al-Ghassani. Satuan ini berhasil menumpas satuan-satuan
Romawi dan menghalau mereka dari AIrika Utara serta menindas perlawanan bangsa Barbar.
Dengan demikian kekuasaan Islam sampai ke Lautan Atlantik.
3

7439 Timu7.
Front ke daerah Timur ini dilakukan di daerah seberang Sungai Jihun dan di Sind. Pada
masa pemerintahan KhaliIah Al-Walid kaum muslimin telah mendapat kamajuan dan stabilitas
di 'Daerah Seberang Sungai Jihun, sehingga penaklukkan itu sempurna pada masa

Ibid hal. 115-11


3
Ibid hal. 1-16
pemerintahan KhaliIah Sulaiman bin Abdil Malik, dibawah pimpinan panglima Yazid bin
Muhallab.
Front Timur ini sangat erat hubungannya dengan negeri Persia, yang ditaklukkan pada
masa KhaliIah Umar, dan negeri Khurasan yang telah dicapai oleh KhaliIah Umar dan Utsman
namun belum stabil. Pada masa KhaliIah Al Walid, Iront ini dibagi dua oleh Al Hajjaj bin YusuI
yang menunjuk dua orang panglima yaitu Al Muhallab bin Abi ShuIrah dan Muhammad ibn
Qasim as TsaqaIi (menantunya sendiri). Panglima pertama dikirim ke arah Timur Laut
menaklukkan negeri-negeri yang berada di daerah Sungai dan panglima kedua dikirim ke arah
Tenggara menaklukkan negeri Sind.
4



EKSPANSI
Dijaman Muawiyah Tunisia dapat ditaklukkan. Disebelah timur, Muawiyah dapat
menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan AIganistan sampai ku Kabul. Angkatan
lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibu Kota Bizantium, Konstantinopel. Ekspansi ke timur
yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh KhaliIah Abd Al-Malik, dia menyeberangi
sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Baikh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan
Samarkand. Mayoritas penduduk dikawasan ini kaum Paganis. Pasukan islam menyerang
wilayah Asia Tengah pada tahun 41H / 661M. pada tahun 43H / 663M mereka mampu
menaklukkan Salistan dan menaklukkan sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45H / 665M.
Mereka sampai kewilayah Quhistan pada tahun 44H / 664M. Abdullah Bin Ziyad tiba
dipegunungan Bukhara. Pada tahun 44H / 664M para tentaranya datang ke India dan dapat
menguasai Balukhistan,Sind, dan daerah Punjab sampai ke Maitan.
Ekspansi kebarat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul
Malik (705M-714M). Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran dan
ketertiban. Umat islam merasa hidup bahagia, tidak ada pemberontakan dimasa pemerintahanya.
Dia memulai kekuasaannya dengan membangun masjid Jami` di Damaskus. Masjid Jami` ini
dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah, dia juga membangun Kubbatu Sharkah dan
memperluas masjid Nabawi, disamping itu juga melakukan pembangunan Iisik dalam skala
besar. Pada masa pemerintahannya terjadi penaklukan yang demikian luas, penaklukan ini

4
Ibid hal. 133-141
dimulai dari AIrika utara menuju wilayah barat daya, benua eropa yaitu pada tahun 711M.
Setelah Al Jazair dan Maroko dapat ditaklukkan, Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan islam
dengan pasukannya menyebrangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa
dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal nama Bibraltar (Jabal Tariq). Tentara
Spanyol dapat dikalahkan, dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi. Selanjutnya Ibu
Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai, menyusul setelah itu kota-kota lain
seperti Sevi`e, Elvira, dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya
Kordova. Pasukan islam memperoleh dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita
akibat kekejaman penguasa. Pada masa inilah pemerintah islam mencapai wilayah yang
demikian luas dalam rentang sejarahnya, dia waIat pada tahun 96H / 714M dan memerintah
selama 10 tahun.
Dijaman Umar Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak ReIormasi
dan perbaikan. Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak produktiI,
menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid. Dia mendistribusikan sedekah dan
zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan tidak ada lagi dijamannya. Dimasa
pemerintahannya tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat ataupun sedekah. Berkat
ketaqwa`an dan kesalehannya, dia dianggap sebagai salah seorang KhulaIaur Rasyidin.
Penaklukan dimasa pemerintahannya pasukan islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan
melewati pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan ProIanes, lalu
melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis. Namun kaum muslimin tidak
berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis. sangat sedikit terjadi perang dimasa
pemerintahan Umar. Dakwah Islam marak dengan menggunakan nasehat yang penuh hikmah
sehingga banyak orang masuk Islam, masa pemerintahan Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek.
Dijaman Hasyim Ibn Abd Al-Malik (74-743M) pemerintahannya dikenal dengan
adanya perbaikan-perbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktiI. Dia membangun kota
RasyaIah dan membereskan tata administrasi. Hasyim dikenal sangat jeli dalam berbagai perkara
dan pertumpahan darah. Namun dia dikenal sangat kikir dan pelit. Penaklukan dimasa
pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman Al-GhaIiqi. Ia mulai dengan menyerang
Bordeau, Poitiers, dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun dalam peperangan yang
terjadi diluar kota Tours, Al-GhaIiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada
tahun 114H / 73M. peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan
Eropa.