Anda di halaman 1dari 7

GEDUNG UTAMA DEPLU - RI

INSTALASI ELEKTRIKAL DAN ELEKTRONIK


BAB C - DISTRIBUSI UTAMA, SUB-UTAMA TR DAN ALAT BANTUNYA
C.1 UMUM Cakupan pekerjaan pada pasal ini adalah untuk suplai, pemasangan dan penyambungan kabel-kabel utama dan sub-utama TR dan trunking busbar seperti diuraikan dalam pasal ini, termasuk semua bahan-bahan yang diperlukan, hingga pemasangannya selesai. Semua pekerjaan yang dilakukan dalam pasal ini harus berdasarkan standar peraturan pelaksanaan yang berlaku di Indonesia. Pemasangan kabel utama dan sub-utama harus dilakukan berdasarkan persyaratan yang ditentukan untuk tiap jenis kabel. Kabel-kabel tersebut harus berada di bawah tanah, atau dalam trench kabel, duct, trunking atau konduit atau ladder atau tray seperti ditunjukkan di gambar spesifikasi dan/atau diuraikan dalam spesifikasi ini. Tarikan-tarikan serta duct-duct kabel dimana ditunjukkan dalam gambar spesifikasi adalah hanya sebagai petunjuk umum dan kontraktor harus bertanggung jawab dalam memeriksa dan memastikan kemungkinan tarikantarikan tersebut dapat dilakukan dan kelayakan duct-duct kabel tersebut dengan memberikan gambar-gambar dimensional secara detail semua pekerjaan dan membuat perubahan yang diperlukan agar sesuai dengan kondisi di lapangan dan agar memenuhi keinginan Pemberi Tugas. Sistem pendukung (supporting) harus dipasang dalam riser vertikal untuk memudahkan pemasangan kabel , trunking busbar, trunking kabel, tray, ladder, dan sebagainya. Detail-detail sistem frame/support harus diserahkan ke pemberi tugas untuk diperiksa. Mock up juga harus dibuat jika diperlukan oleh Pemberi Tugas. Konduktor-konduktor dengan ukuran kurang dari 2,5 mm2 digunakan dalam sirkuit tegangan utama. C.2 KODE-KODE KABEL Singkatan-singkatan berikut ini adalah kode-kode kabel yang digunakan dalam spesifikasi dan gambar : (i) PVC (NYM) - Polyvinyl chloride insulated (hanya digunakan untuk instalasi penerangan dan stop kontak biasa) - Polyvinyl chloride sheathed insulated dan polyvinyl chlore tidak diperbolehkan

(ii) (iii) (iv) (v) (vi)

PVC/PVC (NYY) PVC/SWA/PVC (NYFGBY) XLPE XLPE/PVC XLPE/SWA/PVC

- Polyvinyl chloride insulated single seel wire armoured dan polyvinyl chloride sheathed - Cross linked polyethylene insulated - Cross linked polyethylene insulated dan polyvinyl chloride sheathed - Cross linked polyethylene insulated, single steel are armoured dan polyvinyl chloride sheathed - Mineral insulated copper covered - Fire resistant cable

(vii) MI (viii) FRC

INSTALASI ELEKTRIKAL

C-1

AS

GEDUNG UTAMA DEPLU - RI

(ix) (x) C.3

EPR TRS

- Ethylene propylene rubber - Tough rubber sheathed

KABEL-KABEL PVC DAN PVC/PVC Kabel-kabel PVC & PVC/PVC harus mampu bekerja sampai dengan 450/750 volt dan terdiri dari konduktor-konduktor tembaga high conductivity stranded dengan ukuran seperti ditunjukkan pada gambar spesifikasi. Insulasi PVC dan PVC sheated harus mengikuti standar IEC atau B.S 6746. Kabel-kabel PVC/PVC harus dipasang diatas cable tray atau ladder lengkap dengan supportnya. Semua tarikan kabel arah vertikal yang menuju Switchboard, dan sebagainya harus dipasang cable ladder. Untuk tarikan horizontal, kabel-kabel PVC/PVC ini harus dipasang dengan baik pada cable tray atau ladder. Pemasangan (fixing) harus dilakukan dengan rawlbolt atau dengan alat lainnya yang telah diperiksa oleh Pemberi Tugas. Detail-detail tarikan kabel dan sistem supportnya harus diserahkan ke Pemberi Tugas untuk diperiksa. Ujung-ujung kabel-kabel PVC dan PVC/PVC harus diberi konektor tinned copper compression dengan ukuran yang sesuai agar memenuhi persyaratan standar B.S atau IEC.

C.4

KABEL-KABEL XLPE DAN XLPE/PVC XLPE dan XLPE/PVC harus memiliki klas 600/1000 volt dan terdiri dari konduktor tembaga high conductivity stranded yang dibuat dan diuji berdasarkan standar IEC atau B.S 5468. PVC sheath untuk kabel-kabel XLPE/PVC harus sesuai dengan standar IEC atau B.S 6746. Untuk kabel-kabel XLPE DAN XLPE/PVC, detail-detail pemasangannya harus sesuai seperti dengan spesifikasi untuk kabel-kabel PVC dan PVC/PVC.

C.5

KABEL-KABEL PVC/SWA/PVC Semua kabel-kabel PVC/SWA/PVC harus memiliki klas 600/1000 dan terdiri dari konduktor tembaga high conductivity stranded yang dibuat dan diuji berdasarkan standar IEC atau B.S 6346. Penyambungan (jointing) kabel-kabel PVC/SWA/PVC steel wire armoured harus dilakukan oleh petugas ahli yang resmi dan berpengalaman dan bukti-bukti yang mendukungnya harus diberikan ke Pemberi Tugas sebelum jointing dilakukan. Semua joint yang ditanam di tanah harus terpendam (compound filled). Disain kotak dan komposisinya harus tertutup secara rapat untuk mencegah bertambahnya kelembaban pada ferrule konduktor dan armour clamp. Ujung kabelkabel PVC/SWA/PVC harus dipasang gland jenis kompresi yang dilengkapi dengan kotak terminal. Gland kompresi yang dipasang harus sedemikian rupa sehingga kabel tersebut tidak menjadi twisted (pecah) ketika gland tersebut diperketat. Gland-gland tersebut harus memberi kemudahan untuk pengikatan (bonding).

C.6

KABEL XLPE/SWA/PVC Kabel-kabel XLPE/SWA/PVC harus berkelas 600/1000 volt yang terdiri dari konduktor-konduktor tembaga high conductivity stranded yang dibuat dan diuji sesuai standar IEC atau B.S 5468. Detail dan metoda pemasangannya harus sesuai seperti dengan ketentuan dalam Spesifikasi mengenai kabel PVC/SWA/PVC.

C.7

KABEL-KABEL FRC

INSTALASI ELEKTRIKAL

C-2

AS

GEDUNG UTAMA DEPLU - RI

Kabel-kabel tahan api harus berkelas 600/1000 volt yang terdiri dari konduktorkonduktor tembaga high conductivity, berinsulasi dengan extruded thermoset flame retardant dan tahan api, tahan lembab dan dibungkus dengan copolymer coated aluminium strip extruded dengan special flame retardant PVC outer jacket. Insulasi kabel dan sheathnya harus berbahan bebas halogen yang diuji berdasarkan standar IEC754-2. Semua kabel tahan api harus diuji agar memenuhi B.S 6387 dimana harus tahan api minimal selama 3 jam pada suhu 7500 C dan harus disetujui oleh instansi berwenang untuk penggunaan sebagai kabel tahan api. Kabel-kabel FR harus dipasang berdasarkan rekomendasi dan petunjuk pabrik pembuatnya. Kabel FR harus dipasang diatas cable tray, konduit, trunking atau cable ladder tergantung pada ukuran kabel tersebut. Semua pemasangan asesori harus berdasarkan standar pabrik pembuatnya. Gland kabel harus tahan api seperti kabelnya. C.8 TRUNKING BUSBAR DAN UNIT TAP-OFF (i) Semua trunking busbar (vertikal dan horizontal) harus terbuat dari tembaga dengan bar pentanahan yang terpadu yang terdapat dalam trunking steel sheet dan harus memiliki kapasitas arus seperti ditunjukkan pada gambar spesifikasi. Trunking busbar secara keseluruhan harus memenuhi standar B.S 5486, berimpedansi rendah (low impedance) dan ramping. Trunking harus terbuat dari saluran baja ringan yang dilipat, berukuran tidak kurang dari 2 mm. Ujung-ujungnya harus sama untuk mengurangi fitting yang dibutuhkan dan untuk memudahkan pemasangan. Plat sambungan harus dipasang di tiap joint yang secara mekanis menyambung trunkingtrunking tersebut. Susunan busbar harus rapat dan aman dari serangga. Pemasangan trunkingtrunking harus dilengkapi dengan support baja galvanis eksternal dan sangkar yang sesuai untuk pemasangan di dinding/plafon. (ii) Kapasitas Trunking busbar harus dapat menahan tekanan-tekanan listrik, mekanik dan termal yang dihasilkan pada keadaan hubung singkat sebesar 45 MVA atau 31 MVA seperti ditunjukkan pada gambar spesifikasi pada tegangan 380 volt selama 3 detik seperti dinyatakan dalam standar Standard Internasional/B.S 5486 jika tidak dinyatakan lain. (iii) Busbar Busbar harus berupa tembaga HDHC persegi, memiliki kapasitas arus sesuai dengan gambar spesifikasi, dibuat dan diuji mengikuti standar IEC atau B.S 5486 dan tebaganya harus diinsulasi/dibungkus dengan lapisan tipis PVC tanpa kelim (seamless) dan dibungkus kaca tahan lama (non-ageing) berisi film polyester dengan sifat penghantar panas yang baik. Pemasangan support pada busbar harus terbuat dari bahan insulator berkualitas tinggi. Ukuran busbar untuk netralya harus sama dengan ukuran busbar fasenya. Busbar untuk fase dan netralnya harus dibedakan menurut warnanya sesuai dengan PUIL 2000. Support-support busbar harus dilapis dan diberi jarak yang cukup antara permukaan konduktor dan kotak busbarnya. Bahan-bahan insulasi harus memiliki tahanan yang tinggi (high-resistivity), non-hygroscopic, non-ignitable,

INSTALASI ELEKTRIKAL

C-3

AS

GEDUNG UTAMA DEPLU - RI

non-tracking, kuat dan dibentuk menumpuknya debu dan kotoran.

sedemikian

rupa

untuk

mencegah

Busbar yang meregang harus dipasang expansion joint. Joint-joint ini harus berupa tembaga yang berinsulasi yang memiliki kapasitas membawa arus tidak kurang dari kapasitas konduktornya. Gerakan expansion joint atau konduktor tidak boleh melebihi jarak minimum antar joint atau konduktor yang disyaratkan. (iv) Sambungan (joint) Sambungan harus dilakukan dengan memakai mur berinsulasi yang melewati konduktor. Sambungan-sambungan tidak boleh mengakibatkan perubahan bentuk kotak (casing). Permukaan kontak dalam sambungan busbar, ujung-ujung, dan titik-titik tapoff semua harus diberi timah secara elektrolitik dan sambungan-sambungan harus dikencangkan dengan baik. Unit bend, elbow dan tee standar harus dipasang lengkap dengan semua fixing yang diperlukan. Contoh-contoh unit tersebut harus diserahkan ke Pemberi tugas untuk diperiksa sebelum pemasangan. (v) Penghalang Api (Fire Stop) Penghalang-penghalang tahan api (fire stop) yang tahan selama 2 jam harus dipsang dalam trunking busbar yang melalui slab lantai atau dinding tahan api; Penghalang-penghalang tahan api tersebut juga harus dipasang disekitar (luar) trunking busbar agar memenuhi persyaratan Perizinan Gedung yang berlaku. C.9 PEMASANGAN KABEL Lingkup untuk pemasangan kabel harus termasuk berikut ini: (i) (ii) (iii) Semua pengukuran, memberi tanda dan pemotongan. Sealing sementara ujung kabel dimana diperlukan dan pengujian potongan tersebut sebelum penyambungan. Suplai, pengiriman dan pengangkatan semua rak, clamp, saddle, tray, support, sistem framing, bush dan lainnya yang diperlukan untuk pengangkatan dan pemasangan kabel-kabel termasuk penggalian dimana diperlukan. Disain, pengangkatan dan pengecatan pekerjaan baja pendukung tambahan. Pengikatan sheath dalam kotak kabel-kabel core tunggal termasuk suplai material yang diperlukan. Pembentukan bend yang diperlukan, pemasangan permukaan pada intervalinterval tertentu dan penamaan fasa core dengan warna PVC sleeving yang sesuai. Penyegelan kabel dalam pipa atau duct dimana diperlukan. Pengujian di lapangan dalam penyelesaian termasuk kontinuitas, penghapusan (setahap demi setahap) dan pemasangan tahanan antar konduktor dan sheath yang memakai alat uji 500 V `Megger'.

(iv) (v) (vi) (vii) (viii)

Dalam riser/duct vertikal, semua kabel yang melalui lantai-lantai harus disegel secara efektif dengan material tahan api 2 jam yang sesuai agar memenuhi persyaratan Instansi berwenang dan Pemberi Tugas. Semua kabel yang melalui lantai atau tempat-tempat yang mudah rusak akibat alat-alat mekanis atau lainnya, harus dilindungi oleh pipa baja pendek yang diberi bush untuk mencegah gesekan kabel.

C.10

PENYAMBUNGAN (JOINTING)

INSTALASI ELEKTRIKAL

C-4

AS

GEDUNG UTAMA DEPLU - RI

Sub-kontraktor bertanggung jawab penuh atas sealing dan penyambungan semua kabel yang diangkat dan disambung (jointed) dalam kontrak ini. Sealing dan penyambungan tersebut harus berdasarkan panduan yang terbaik dan dilakukan oleh petugas ahli. Bilaimana sheat kabel digunakan sebagai konduktor pentanahan, gland harus memiliki permukaan kontak yang diperlukan atau strap agar memberikan nilai tahanan yang rendah dalam kondisi fault. C.11 PEMASANGAN KABEL BAWAH TANAH C.11.1 Penggalian Trench Penggalian trench harus meliputi semua pengurukan trench dan ketentuan ketentuan lain yang dibutuhkan termasuk mesin-mesin, peralatan, tanah-tanah tambahan, bahan bakar dan material lainnya untuk kesempurnaan pekerjaan tersebut. Semua trench harus berukuran yang cukup agar memungkinkan jarak minimum antar kabel dapat dijaga tetap, yaitu: Antara kabel TM & TR Antar kabel TR Antara kabel TM & ETR Antara kabel TR & ETR : 300 mm : 75 mm : 1.800 mm : 300 mm

Kedalaman trench harus disesuaikan dengan keadaan setempat dan minimum 1000 mm. Sebelum kabel-kabel tersebut diletakkan, bagian bawah trench harus dilapisi dengan ayakan tanah yang dipadatkan sampai ketebalan 50 mm sebagai landasan. Setelah kabel diletakkan, lapisan pertama pengurukan kembali sampai kedalaman 75 mm harus terdiri dari ayakan tanah dan diatasnya harus dipasang tutup pelindung. C.11.2 Pengurukan kembali dan Pengembalian/Pemulihan Setelah semua kabel dan tutup pelindung diletakkan, trench-trench tersebut harus diurug kembali dengan lapisan-lapisan dengan ketebalan 150 mm, dan tiap lapisan harus dipadatkan. Permukaan trench yang diurug sementara harus dipulihkan dan dijaga agar dalam dalam keadaan aman sampai pemadatan tanah tersebut selesai. Sub-kontraktor harus menyediakan material urugan yang diperlukan sebagai pengganti material galian yang tidak sesuai atau tidak layak dipakai lagi dan biaya material ini bersama dengan pengurugan, pengembalian/pemulihan dan pemindahan material yang lebih harus disertakan dalam harga kontrak. Sub-kontraktor harus menyertakan untuk semua material dan tenaga kerja untuk mengembalikan/memulihkan tanah tersebut seperti semula sebelum penggalian. C.11.3 Tutup dan Tanda Kabel Tutup kabel pelindung harus berupa beton ringan atau checker plate yang memiliki panjang 900 mm, lebar 150 mm, dan tebal 50 mm. Tutuptutup tersebut harus diatur agar interlock satu dengan yang lain baik vertikal maupun lateral. Beton datar sebagai tanda kabel berukuran minimum 460 mm kali 100 mm tebal harus dipasang dengan permukaan atas sama dengan ketinggian tanah untuk menandakan jalur kabel yang diletakkan dalam

INSTALASI ELEKTRIKAL

C-5

AS

GEDUNG UTAMA DEPLU - RI

tanah. Tanda-tanda tersebut harus ditulis dengan tulisan dengan jelas dan tahan terhadap cuaca dan bertuliskan kabel-kabel TR/TM dan jarak antara tanda-tanda kabel maksimum 30 m. C.11.4 Tag Identifikasi Kabel Semua kabel harus diidentifikasikan di kedua ujungnya memakai label tembaga yang diberi nama dengan tinggi minimum 5 mm (3/16 inchi) yang disambung pada kabel tembaga yang disolder. C.12 PENYEGELAN DAN DRUMMING Segera setelah pengujian, kedua ujung tiap kabel harus disegel dengan memakai tutup (cap) metal yang sesuai. Ujung-ujung kabel tersebut diberi tanda `A' dan `Z' sesuai dengan Standard IEC atau B.S 6480 Bagian 1. Ujung kabel dari drum harus dilindungi dengan baik untuk mencegah kerusakan selama penanganan dan pemindahan, dan bungkus PVC tipis harus dipasang sepanjang kabel tersebut untuk mencegah kotoran, debu dan guratan dan sebagainya. Drum-drum kabel harus dilag dengan papan-papan. Masing-masing drum memiliki nomor-nomor berbeda yang terbuat dari besi panas atau pahatan yang baik di sisi luar dari suatu bulatan (flange). Nomor identifikasi yang dicat tidak akan diterima. C.13 PENGUJIAN SELAMA PEMASANGAN Dimana disyaratkan dalam spesifikasi ini, dan seperti disyaratkan dari waktu ke waktu oleh Pemberi Tugas, sub-kontraktor harus melakukan pengujian tegangan dalam membuktikan suara insulasi konduktor dan fasilitas pelindungnya. C.14 SERTIFIKAT PENGUJIAN DARI PABRIK Kontraktor harus menyerahkan ke pemberi tugas untuk pemeriksaan, sebelum pengiriman kabel dari pabrik pembuatnya, sertifikat pengujian yang berhubungan dengan semua kabel yang akan dipasang sesuai kontrak. C.15 GAMBAR-GAMBAR REKORD KABEL (CABLE RECORD DRAWINGS) Cable Record Drawings atau `As-Installed' Drawings yang menunjukkan jalur kabel dan posisi semua sambungan, dan sebagainya harus diserahkan untuk diperiksa oleh Pemberi tugas. C.16 TRAY KABEL Semua tray kabel harus dibuat dari perforated epoxy coated electro-galvanised mild steel dengan ketebalan tidak kurang dari 1,5 mm untuk lebar tray yang kurang dari 450 mm dan tidak kurang dari 2 mm untuk lebar tray 450 mm atau lebih. Sambungan-sambungan tembaga harus dipasang untuk menjaga kontinuitas pentanahan tray kabel. Untuk lebar tray kurang dari 450 mm harus memiliki kedalaman 20 mm dan tidak kurang dari 25 mm untuk lebar tray 450 mm atau lebih dan harus lengkap dengan semua bend standar long radius dan fixing bracket yang terbuat dari galvanised steel dan sebagainya. Tray-tray harus bila dipasang menggantung di duct beton harus disupport oleh bantalan-bantalan. Setiap interval 1 meter cable tray ini harus disupport. Keseluruhan pemasangan tray kabel harus dilengkapi dengan semua peralatan yang diperlukan seperti bend, riser, reducer, tee, cross, drop-out, dan sebagainya.

INSTALASI ELEKTRIKAL

C-6

AS

GEDUNG UTAMA DEPLU - RI

Peralatan tersebut tidak boleh difabrikasi di lapangan. C.17 LADDER KABEL Semua ladder kabel harus kuat dan terbuat dari epoxy coated electro-galvanised mild steel yang memiliki ketebalan tidak kurang dari 2 mm. Setiap ladder kabel harus memiliki panjang 3 m dan dipasang lengkap dengan kopling yang terdiri dari fishplate, splinted bolt, nut dan locking washer. Semua pemasangan ladder kabel harus dilengkapi dengan semua elbow, riser, reducer, tee, cross, drop-out, dan sebagainya dan tidak diperbolehkan fabrikasi di lapangan. C.18 PEMASANGAN KONDUIT Semua konduit, fitting dan asessori yang dipasang diatas permukaan harus berupa PVC high impact yang memenuhi standar Standard IEC atau B.S 6099. Asessori dan fitingnya harus terbuat dari bahan yang bebas halogen, memiliki rapat asap yang rendah dalam keadaan terbakar, lambat terbakar (flame-retardant) dan tahan guncangan. Semua sambungan-sambungan harus menggunakan lem yang kuat dan kedap air. Ukuran-ukuran konduit harus dipilih dengan mempertimbangkan jumlah dan ukuran kabel yang akan dipasang. Pemasangan konduit harus disusun rapih, mudah dicapai selama pemasangan sehingga akan mudah bila meghendaki pembongkaran atau pencabutan. Kabel-kabel untuk sirkuit tegangan rendah tidak boleh dimasukkan dalam konduit yang sama untuk sistem tegangan ekstra rendah. Pengabelan untuk penerangan darurat/emergency harus dilakukan dalam konduit terpisah. Bilamana konduit dipasang di daerah yang lembab, maka konduit-konduit tersebut harus diletakkan agak miring untuk mengalirkan cairan yang timbul. Permukaan bagian dalam semua konduit dan fitting yang akan digunakan dalam penyambungan harus halus dan bebas korosi. Pemasangan konduit berikut fiting dan asessori harus dipasang dengan memakai saddle yang kuat untuk menahan konduit tersebut dari permukaan. Pada tarikantarikan yang lurus, konduit tersebut harus disupport dengan saddle tiap jarak tertentu yang tidak melampaui 900 mm bila menggunakan konduit PVC 20 mm dan setiap jarak 1200 mm bila konduit yang dipasang berukuran minimal 32 mm. Semua lekukan (bend) harus disupport di tiap sisi dengan dua saddle sedekat mungkin dan kotak draw-in harus dipasang setelah dua bend dan setelah tidak lebih dari tiap 9 m tarikan. C.19 FIXING Fixing yang diperlukan untuk semua fitting, switch, socket outlet, kabel, tray kabel, trunking kabel, dan sebagainya harus dipasang diantaranya adalah sebagai berikut: (i) (ii) Dalam pekerjaan kayu dengan ukuran yang sesuai dari baut kayu. Dalam pekerjaan bata atau beton dengan ukuran yang sesuai nonshrinkable rawlplug dan sheradised roung head wood screw.

INSTALASI ELEKTRIKAL

C-7

AS