Anda di halaman 1dari 3

Seperti kita ketahui lap top merupakan perangkat elektronik yang mengeluarkan sinar

radiasi elektromagnetik. Saat ini lap top banyak dilengkapi dengan Wi-Ii ( wireless Iidelity )
yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nir kabel, yang semakin populer penggunaannya
dinegara maju maupun negara berkembang. Dengan Wi-Ii orang bisa masuk ke jaringan internet
tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon. Dibalik kemudahan
yang ditawarkan Wi-Ii ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-Ii berdampak
negatiI terhadap kesehatan, diantara bahaya yang ditimbulkannya adalah bahaya yang
ditimbulkannya dapat mengakibatkan nyeri dikepala, gangguan tidur (insomania), mual-mual
terutama bagi mereka yang electrosensitiI.
Apakah jaringan nirkabel wireless-Iidelity (Wi-Fi) benar-benar menjadi ancaman kesehatan bagi
manusia.?
Pertanyaan itu muncul dan memancing perdebatan setelah Apakah jaringan nirkabel
wireless-Iidelity (Wi-Fi) benar-benar menjadi ancaman Panoramaprogram stasiun televisi
Inggris, BBCmenyiarkan hasil investigasinya pada awal pekan lalu.
Menurut temuan Panorama, tingkat radiasi yang dipancarkan perlengkapan Wi-Fi pada
satu sekolah di Norwich, yang memiliki lebih dari seribu murid, lebih tinggi ketimbang tingkat
radiasi yang dipancarkan dari menara transmisi operator telepon seluler umumnya. Pengukuran
Panorama menunjukkan kekuatan sinyal Wi-Fi di dalam ruang kelas itu tiga kali lebih kuat
daripada intensitas radiasi dari menara ponsel.
Temuan ini dianggap signiIikan karena anak-anak memiliki tengkorak yang lebih tipis
ketimbang orang dewasa dan masih dalam tahap pertumbuhan. Pengujian menunjukkan bahwa
anak-anak menyerap radiasi yang lebih banyak daripada orang dewasa.
Di perkotaan Inggris, hotspot Wi-Fi muncul bak jamur. Menurut Panorama, dalam 18
bulan terakhir ada 2 juta pengguna Wi-Fi baru. Wi-Fi digunakan pada 70 persen sekolah
secondary dan 50 persen sekolah primer.
Berbeda dengan Panorama, pengukuran tingkat radiasi di sekolah Norwich itu jauh di
bawah ambang batas keamanan yang dibuat pemerintah. Bahkan masih 600 kali di bawah
ambang batas. Tapi sebagian ilmuwan menduga basis ambang batas itu tidak benar. Para saintis
juga prihatin dengan tidak adanya penelitian tentang dampak radiasi jaringan nirkabel (Wi-Fi).
Padahal untuk riset serupa pada ponsel dan menara radio ada ribuan.
EIek radiasi bagi kesehatan, menurut ProIesor Olle Johansson dari Karolinska Institute in
Swedia, yang diwawancarai Panorama, 'Jika melihat literatur, Anda bisa temukan sejumlah eIek
radiasi, seperti kerusakan kromosom, berdampak pada kapasitas konsentrasi dan menurunnya
memori jangka pendek, serta meningkatnya kejadian berbagai tipe kanker.

#adiasi sangat mengganggu jaringan tubuhmanusia terutama pada kulit, telinga, mata,
sistem syaraIdan dapat menyebabkan gangguan sel yang menyebabkan mutasi gen. Seperti juga
yang terjadi pada laptop. Alat komunikasi yang satu ini sudah membudaya penggunaannya .
Selain penggunaannya kadang sembarang juga kerap kali akrab dibawa kemana-mana dan sangat
akrab dengan prilaku pemilikinya.Untuk menghindari hal-hal yang tidakdiinginkan tadi sebisa
mungkin kita menghindaripengaruh radiasi yang hebat pada monitor serta sistem mekanisnya.
Karena dalam sebuah riset ditemukan pada 30.000 kasus pada pekerja komputer tahun 1969,
menemukan kasus mayoritas yang terjadi adalah selain kanker otak juga gangguan sistem saraI
pusat manusia juga menyebabkan kematian.
Jika dibandingkan dengan layar monitor PC, layar laptop menghasilkan radiasi yang jauh
lebih sedikit. Akan tetapi, 'jauh lebih sedikit tidak sama dengan 'tidak ada. Sebabnya banyak
piranti elektronik di rumah kita yang menghasilkan radiasi dengan kadar tertentu, mulai dari
televisi, DVD player, dan tentu saja telpon genggam. Piranti-piranti ini semua seakan telah
menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita sehingga hampir tidak mungkin
membayangkan hidup tanpanya.
#isiko untuk mengalami masalah kesehatan akibat keterpaparan radiasi meningkat
dramatis apabila kita menghabiskan banyak waktu di dekat radiasi ini dan khususnya ketika
menggunakan teknologi nirbakel (wireless), seperti banyak diantara kita yang lakukan ketika
menggunakan laptop. Kekhawatiran utama dengan laptop adalah bahwa seringkali laptop
diletakkan di atas paha, yang mana sangat dekat dengan organ reproduksi sehingga sangat logis
jika hal tersebut dikatakan dapat mengganggu kesuburan dan menyebabkan kanker.
Tetapi benarkah bahwa radiasi laptop memang berbahaya? Terlepas dari apakah
pertanyaan ini telah terjawab atau tidak, hal yang pasti adalah bahwa radiasi bisa berbahaya
dalam dosis besar. Lalu bagaimana dengan laptop?
Isu ini masih kontroversial karena ada yang mengatakan bahwa tidak ada bukti sama
sekali untuk mendukung klaim-klaim yang menyatakan bahwa radiasi laptop berbahaya,
sementara yang lain sangat yakin bahwa radiasi laptop benar-benar berbahaya dan eIek negatiI
tersebut semakin buruk, khususnya karena sekarang ini semakin banyak anak-anak yang
menggunakan laptop untuk mengerjakan P#, bermain game, dan lain-lain, sementara kita tahu
bahwa anak-anak lebih berisiko karena radiasi.
Menghentikan penggunaan laptop hanya karena alasan risiko yang terkait dengan radiasi
saya pikir tidak mungkin, tetapi setidaknya ada beberapa tindakan yang bisa kita lakukan untuk
membatasi keterpaparan jika memang radiasi laptop terbukti berbahaya.
Pertama, jika memungkinkan letakkanlah laptop Anda pada permukaan yang lain jangan
di paha Anda, dan ini khususnya penting jika Anda perlu menghabiskan waktu yang lama
dengan laptop secara reguler. Saat menggunakan laptop upayakan beristirahat setiap 15 menit
atau setiap jam dan jangan duduk terlalu dekat dengan dengan layar.
Tindakan lain yang bisa Anda lakukan adalah membeli laptop shield yang dapat
menyaring sebagian radiasi. Sekalipun begitu belum ada yang benar-benar tahu secara pasti
apakah radiasi laptop adalah sesuatu yang harus dikhawatirkan atau tidak dan sebelum ini
terbukti benar, tidak banyak yang dapat kita lakukan selain hanya menunggu hasil penelitian-
penelitian terbaru.
Dalam pada itu, hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk melindungi diri kita adalah
memastikan bahwa kita memiliki kesehatan yang baik dan mengkonsumsi banyak buah-buahan
segar dan sayuran dalam diet sehingga mendapatkan lebih banyak antioksidan kesehatan yang
akan membantu membersihkan semua toksin-toksin dan radikal bebas dari tubuh kita.

Beri Nilai