Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH PENYULUHAN METODE DAN TEKNIK PENYULUHAN Oleh: Kelompok 3: Anang F.R. Asthervina W.P. Zakaria Zainudin A.

Dwi Septiani N. 0810820001 0910833018 105080400111018 105080401111021

Angga Bagus Irmawan 0910830086

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

1 .PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, ditegaskan bahwa penyuluhan yang merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum, merupakan hak asasi bagi warga negara Republik Indonesia. Pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang berkelanjutan merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan dan bahan baku industri; memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha; meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya petani, pekebun, peternak, nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan dan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan; mengentaskan masyarakat dari kemiskinan khususnya di pedesaan; meningkatkan pendapatan nasional; serta menjaga kelestarian lingkungan. Untuk lebih meningkatkan peran sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, andal, serta berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis sehingga pelaku pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan mampu membangun usaha dari hulu sampai dengan hilir yang berdaya saing tinggi dan mampu berperan serta dalam melestarikan hutan dan lingkungan hidup sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. . Rumusan Masalah Masalah yang akan dikaji dalam makalah Metode dan Teknik Penyuluhan ini antara lain : Apa pengertian umum dari Metode dan Teknik Penyuluhan? Bagaimana Metode dan Teknik Penyuluhan perikanan secara umum? Bagaimana Metode dan Teknik Penyuluhan perikanan menurut UU No. 16 Tahun 2006? Apa saja faktor yang mempengaruhi Metode dan Teknik Penyuluhan perikanan?

Tujuan Penyusunan Masalah Tujuan penulisan makalah Metode dan Teknik Penyuluhan ini antara lain adalah : Dapat menjelaskan Metode dan Teknik Penyuluhan perikanan secara umum Dapat menjelaskan Metode dan Teknik Penyuluhan perikanan menurut UU No. 16 Tahun 2006 Dapat memahami Dapat dan mengetahui faktor-faktor dan yang Teknik mempengaruhi menjelaskan Metode

Penyuluhan perikanan

2. TINJAUAN PUSTAKA Penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan yang mengandung proses belajar mengajar. Agar proses belajar-mengajar berlangsung dengan efektif dan efisien, diperlukan suasana belajar-mengajar yang tepat. Metoda Penyuluhan adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan oleh penyuluh kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau, dan mampu menggunakan inovasi baru. Teknik penyuluhan dapat didefinisikan sebagai keputusan-keputusan yang dibuat oleh sumber atau penyuluh dalam memilih serta menata simbol dan isi pesan menentukan pilihan cara, dan frekuensi penyampaian pesan serta menentukan bentuk penyajian pesan Metoda Penyuluhan tidak lain adalah suasana belajar mengajar yang diciptakan oleh sumber belajar (dengan partisipasi dari peserta belajar) untuk merangsang dan mengarahkan kegiatan belajar (Leagens, 1960). Sebagai seorang penyuluh (agen pembaharu), kita harus dapat menentukan pilihan method mengajarkan apa yang harus dipakai dalam suatu kegiatan pendidikan penyuluhan. Karena ada berbagai metoda yang biasa digunakan dalam penyuluhan pertanian (Sukandar W, 1978). Penentuan method pengajaran apa yang akan digunakan dalam suatu kegiatan pendidikan penyuluhan, hendaknya dilakukan dengan memperhatikan karakteristik-karaktliteristik pada warga belajar. Hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan dalam bidang ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaanperbedaan cara belajar dikalangan warga belajar penyuluh, yang menyebabkan ada cara-cara mengajar tertentu yang lebih menarik bagi kelompok kelompok warga belajar tertentu. Ada 2 kelompok warga belajar yang dapat mengambil manfaat yang lebih besar dari 1. Pendekatan Visual (gambar), 2. Pengalaman pengalaman verbal (mendengar dan membaca). * Ada lagi aktivitas-aktivitas fisikal dan manipulasi obyek-obyek pembantu belajar, pertimbangan dalam memilih Metoda

Metoda penyuluhan yang harus dipilih atas dasar pemikiran yang cermat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut: 1. Tujuan Instruksional, diklasifikasikan menjadi: a) Memperkenalkan suatu hal b) Memperbaiki suatu sikap atau tindakan c) Mempercepat, memperkaya atau membangun ketrampilan akademik d) Mengajar ketrampilan-ketrampilan tengah e) Mengajarkan konsep, f) Mengajarkan cara berfungsi dan bekerjanya alat g) Mengembangkan kerja sama h) Memperbaiki penalaran dan kemampuan mencurahkan masalah. 2. Isi penalaran Sifat isi pelajaran, baik dalam hal stabilitasnya, apakah isinya verbal atau tentang cara kerja? Apakah mudah atau rumit? Sangat menentukan pilihan metoda. 3. Peserta Belajar Dalam hal ini mempertimbangkan meliputi: - Jumlahnya - Tingkat Pendidikan - Kematangan atau Kedewasaan - Pengalaman dan sebagainya. Serta keragaman sifat-sifat itu diantara peserta. 4. Sumber Belajar Jumlah dan kompetensi penyuluh merupakan factor yang penting untuk di pertimbangkan 5. Fasilitas Ruangan atau tempat, alat-alat dan bahan serta fasilitas lain sering diperlukan untuk menyelenggarakan suatu method perlu dipertimbangkan fasilitas yang diperlukannya.

6. Waktu Methoda tertentu memerlukan suatu jangka waktu. Kecukupan waktu merupakan syarat dapat dilaksanakannya suatu methoda. 7. Biaya Biaya diperlukan dalam kaitannya dengan uang lelah sumber belajar, sewa fasilitas dan biaya-biaya lain. Perlu juga dipertimbangkan biaya hendaknya seimbang dengan efektifitas penyuluhan.

Pada prinsipnya metoda penyuluhan dapat digolongkan sesuai dengan macam-macam pendekatannya : A. DILIHAT DARI SEGI KOMUNIKASI Metoda penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu : 1. Metoda-metoda yang langsung (direct Communication/face to face

Communication) dalam hal ini penyuluh langsung berhadapan muka dengan sasaran Umpannya: obrolan ditempat peternakan, dirumah, dibalai desa, di kantor, dalam kursus tani, dalam penyelenggaraan suatu demonstrasi dan lain-lain. 2. Metoda-metoda yang tidak langsung (indirect Communication)

dalam hal ini penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran, tetapi dalam menyampaikan pesannya melalui perantara (media) B. PENGGOLONGAN BERDASARKAN PENDEKATAN KEPADA SASARAN. Penggolongan ini berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah : 1. Metoda Berdasarkan Perorangan

Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan. Umpamanya :

a. Kunjungan ke rumah petani, ataupun petani berkunjung kerumah penyuluh dan kekantor. b. Surat menyurat secara perorangan. c. Demonstrasi pilot. d. Belajar perorangan, belajar praktek. e. Hubungan tilpon 2. Metoda dengan pendekatan kelompok

Dalam hal ini penyuluh berhubungan dengan kelompok sasaran umpamanya : a. dan lain-lain. b. c. d. e. f. g. 3. Perlombaan. Demonstrtasi cara/hasil. Kursus tani. Musyawarah/diskusi kelompok/temu karya. Karyawisata. Hari lapangan petani (farm field day). Metode dengan pendekatan masal. pertemuan (contoh : di rumah, di saung, di balai desa,

Dalam hal ini penyuluh menyampaikan pesannya secara langsung maupun tidak langsung kepada sasaran dengan jumlah banyak secara sekaligus. Umpamanya : a. Rapat (pertemuan umum) b. Siaran pedesaan melalui Radio/TV c. Pemuatan film/slide d. Penyebaran bahan tulisan : (brosur, leaflet, folder, booklet dan sebgainya) e. Pemasangan Foster dan Spanduk f. Pertunjukan Kesenian

C. PENGGOLONGAN BERDASARKAN INDERA PENERIMA 1. Metode-metode yang dilakukan dengan jalan memperlihatkan Dalam hal ini pesan dilampirkan melalui penglihatan. Umpamanya :

a. Pesan yang tertulis b. Pesan yang bergambar c. Pesan yang terproyeksi : seperti film/slide tanpa penjelasan vocal/bisu 2. metode-metode yang disampaikan melalui pendengaran

Dalam hal ini pesan diterima oleh sasaran melalui indera pendengaran. Umpamanya : a. Siaran pedesaan melalui radio/TV b. Hubungan tilpon c. Pidato, ceramah, rapat.

3.

Metode yang disampaikan melalui beberapa macam alat

indera secara kombinasi Dalam hal ini pesan diterima oleh sasaran bias melalui pendengaran, penglihatan, diraba, dicium ataupun dikecap secara sekaligus a. b. c. Demonstrasi Peragaan dengan penjelasan Dan lain-lain

METODE PENYULUHAN Menurut UU No. 16 Tahun 2006 Penyuluhan pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan bagi petani, pekebun, peternak, nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan dan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan. Demikian pula penyuluhan dapat dilakukan oleh penyuluh PNS, swadaya, maupun swasta sebagaimana diamanatkan Undang-Undang No. 16 Tahun 2006. A. Metode Penyelenggaraan Penyuluhan 1. Penyelenggaraan penyuluhan pada prinsipnya merupakan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang mengintegrasikan sub system manajemen yang meliputi berbagai fungsi manajemen. 2. Dalam penyusunan fungsi-fungsi manajemen penyelenggaraan penyuluhan dikonsultasikan oleh Kepala Bapeluh kepada Bupati..

B. Metode Perencanaan Penyuluhan 1. Sebagai pedoman untuk mencapai tujuan, penyelenggaraan penyuluhan diawali dengan fungsi perencanaan. 2. Perencanaan disusun dengan mempertimbangkan hasil monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan penyuluhan tahun yang lalu. 3. Perencanaan disusun dalam bentuk program kerja maupun programa penyuluhan. 4. Perencanaan disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya. 5. Programa penyuluhan yang disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya. 6. Programa penyuluhan mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia. 7. Programa penyuluhan yang disusun harus terukur, realistis, bermanfaat, dan Dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif, terpadu, transparan, demokratis, dan bertanggung gugat. B.1. Metode Penyusunan Programa a. Programa penyuluhan disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian pada setiap tingkat (programa penyuluhan desa atau kelurahan, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten, programa penyuluhan provinsi, dan programa penyuluhan nasional). b. Programa penyuluhan desa atau kelurahan, dan programa penyuluhan kecamatan disahkan oleh Kepala Balai Penyuluhan, programa penyuluhan kabupaten disahkan oleh Kepala Bapeluh. c. Alur penyusunan programa penyuluhan adalah sebagai berikut: 1) Dengan teknik PRA dalam rembug desa yang melibatkan pelaku utama, digali potensi dan masalah untuk dijasikan program penyuluhan desa dan program kegiatan desa. 2) Program penyuluhan da program kegiatan desa melaui Balai Penyuluhan dan/atau UPTD disampaikan ke Bapeluh serta

Dinas/Instansi terkait. 3) Dinas dan/atau instansi terkait menyampaikan program kegiatan Desa menjadi program Dinas tahun berikutnya. 4) Dinas dan/atau instansi terkait menyampaikan program Dinas ke Bapeluh. 5) Bahan masukan dari Dinas dan/atau Instansi terkait dijadikan sebagai bahan penyusunan program Bapeluh. 6) Bapeluh mengolah data dan informasi yang merupakan mesukan dari Dinas dan/atau Instansi terkait menjadi programa penyuluhan kabupaten. 7) Programa didistribusikan kepada Dinas/Instansi terkait dan Balai Penyuluhan se-kabupaten 8) Oleh Balai Penyuluhan programa penyuluhan kabupaten di breakdown menjadi programa kecamatan dan rencana penyuluhan kecamatan. 9) Penyuluhan pada Balai Penyuluhan menyusun rencana kerja tahunan. 10)Penyuluhan pada Balai Penyuluhan menyusun rencana penyuluhan berdasarkan programa penyuluhan. Metode Pengumpulan Materi Programa a. Materi programa penyuluhan kepentingan pelaku utama kehutanan. b. Materi penyuluhan dapat berisi unsur pengembangan sumberdaya manusia dan peningkatan modal sosial serta unsur ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, ekonomi, manajemen, hukum, dan pelestarian lingkungan. Metode Pelaksanaan Penyuluhan 1. Penyuluhan dilaksanakan berdasarkan programa penyuluhan yang telah disusun. 2. Penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk tim kerja penyuluhan dengan maksud untuk mencapai hasil yang optimal maupun untuk meminimalisir timbulnya kerugian sosial, ekonomi, lingkungan hidup dan atau kesehatan masyarakat. dibuat berdasarkan kebutuhan dan dan pelaku usaha dengan memperhatikan

kemanfaatan dan kelestarian sumberdaya pertanian, perikanan, dan

3. Dalam kaitanya dengan tim kerja bila memungkinkan dapat pada tingkat Pos Penyuluhan Desa, namun bila tidak memungkinkan dapat pada tingkat Balai Penyuluhan atau pada tingkat Bapeluh. 4. Penyuluhan dilaksanakan oleh penyuluhan sesuai dengan keahlian dan/atau keterampilan pada bidangnya, yakni: a. Penyuluhan pertanian mencakup semua kegiatan penyuluhan yang berkaitan dengan tanaman pangan, holtikultura, perkebunan dan peternakan dan merupakan seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran dan jasa penunjang teknologi, masyarakat. b. Penyuluhan perikanan mencakup semua kegiatan penyuluhan yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan mulai pra produksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam sistem bisnis perikanan. c. Penyuluhan kehutanan mencakup semua kegiatan penyuluhan yang berkaitan dengan sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu dan berkelanjutan. 5. Penyuluhan yang dilaksanakan oleh penyuluh di luar bidang keahliannya atau ketrampilannya harus mendapatkan rekomendasi dari Kepala Bapeluh. 6. Penyuluhan dilaksanakan secara partisipatif dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan sasaran. Metode Monitoring dan Evaluasi Penyuluhan Monitoring dimaksudkan sebagai suatu upaya untuk mengumpulkan data dan fakta nyata sebagai akibat dilaksanakannya penyuluhan. Sedangkan evaluasi dimaksudkan sebagai penilaian atas data dan fakta dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan sehingga menjadi terukur secara kuantitatif. Hasil evaluasi dipergunakan sebagai acuan penyusunan perencanaan tahun pengelolaan modal, sumberdaya kerja dan alam hayati dalam untuk agroekosistem yang sesuai dan berkelanjutan, dengan bantuan tenaga manajemen mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan

berikutnya. Monitoring dan evaluasi dapat dilaksanakan pada setiap fungsi manajemen penyelenggaraan penyuluhan. Untuk maksud-maksud tersebut ditetapkan bahwa: 1. Monitoring dan evaluasi penyuluhan dilaksanakan secara mandiri maupun berjenjang, sebagai berikut: a. Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan penyuluhan tingkat Desa dan tingkat Kecamatan dilakukan oleh Balai Penyuluhan. b. Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan penyuluhan tingkat Kecamatan dan tingkat Kabupaten dilakukan oleh Bapeluh. 2. Balai Penyuluhan menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi penyelenggaraan penyuluhan kepada Bapeluh. 3. Bapeluh menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi penyelenggaraan penyuluhan kepada Bupati. 4. Montoring dan evaluasi penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan minimal satu kali dalam satu tahun.

3. PENUTUP Kesimpulan Metoda Penyuluhan adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan oleh penyuluh kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau, dan mampu menggunakan inovasi baru. Teknik penyuluhan dapat didefinisikan sebagai keputusankeputusan yang dibuat oleh sumber atau penyuluh dalam memilih serta menata simbol dan isi pesan menentukan pilihan cara, dan frekuensi penyampaian pesan serta menentukan bentuk penyajian pesan Dalam menentukan Metode dan Teknik Penyuluhan terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, Tahapan-tahapan tersebut ialah: Penentuan karakteristik kelompok-kelompok belajar, Karakteristik tersebut terbagi atas: 1. Pendekatan Visual (gambar), 2. Pengalaman pengalaman verbal (mendengar dan membaca). * Ada lagi aktivitas-aktivitas fisikal dan manipulasi obyekobyek pembantu Metoda Faktor-Faktor Penyuluhan: Tujuan Instruksional dalam penentuan Metode dan Teknik belajar, pertimbangan dalam memilih

Isi penalaran Belajar Peserta Sumber Belajar Fasilitas Waktu Biaya Penggolongan Metoda dan Teknik Penyuluhan Berdasarkan Pendekatan, ialah: A. Dilihat dari Segi Komunikasi Metoda penyuluhan dapat digolongkan kedalam 2 (dua) golongan yaitu : Langsung Tak Langsung

B. Penggolongan berdasarkan Pendekatan kepada Sasaran Penggolongan ini berdasarkan hubungan jumlah dan penggolongan dari pada sasaran adalah : a. b. Metoda Berdasarkan Perorangan Kunjungan ke rumah petani, ataupun petani berkunjung kerumah penyuluh dan kekantor. Surat menyurat secara perorangan. Demonstrasi pilot. Belajar perorangan, belajar praktek. Hubungan Telephone Metoda dengan pendekatan kelompok Pertemuan (contoh : di rumah, di saung, di balai desa, dll. Perlombaan. Demonstrtasi cara/hasil.

Kursus tani. Musyawarah/diskusi kelompok/temu karya. Karyawisata. Hari lapangan petani (farm field day). c. Metode dengan pendekatan masal. a. Rapat (pertemuan umum) Siaran pedesaan melalui Radio/TV Pemuatan film/slide Penyebaran bahan tulisan : (brosur, leaflet, folder, booklet Pemasangan Poster dan Spanduk Pertunjukan Kesenian

dan sebagainya)

C. Penggolongan Berdasarkan Indera yang menerima Metode-metode yang dilakukan melalui indera penglihatan Pesan yang tertulis Pesan yang bergambar Pesan yang terproyeksi : seperti film/slide tanpa penjelasan vocal/bisu b. Metode-metode yang disampaikan melalui pendengaran

Siaran pedesaan melalui radio/TV Hubungan tilpon Pidato, ceramah, rapat. c. Metode yang disampaikan melalui beberapa macam alat

indera secara kombinasi Demonstrasi Peragaan dengan penjelasan Dan lain-lain METODE PENYULUHAN Menurut UU No. 16 Tahun 2006, adalah: Metode Penyelenggaraan Penyuluhan Metode Perencanaan Penyuluhan

Saran

Metode Penyusunan Programa Metode Pengumpulan Materi Programa Metode Pelaksanaan Penyuluhan

Pemilihan metode dan teknik sebaiknya disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang akan diberi penyuluhan agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat menerima apa yang diberikan oleh penyuluhan sehingga tujuan dari penyuluhan dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.2011. Metode Penyuluhan Peternakan (Buku Teknis Budidaya Peternakan) Anonymousb .2011.Metode Penyuluhan Ismadi.2003.Perencanaan Program Penyuluhan. Fakultas Perikanan. Universitas Brawijaya.Malang Ismadi.2006.Penyuluhan Brawijaya.Malang Kementerian Pertanian Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian.2011.Modul Pendidikan dan Pelatihan Penyuluh Pertanian Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.Republik Indonesia Pembangunan. Fakultas Perikanan. Universitas