Anda di halaman 1dari 35

Tugas Kelompok

JMKT 742 Brand Management (BRAND) - IGS

Corporate Identity
PT. INFOMEDIA NUSANTARA

Oleh:

Ika Nursari
Resdy
Vanina Dina Ranti

PM-EM-09

29 November 2006

Prasetiya Mulya Business School


2006
Corporate Identity Infomedia

Melakukan redefinisi nama untuk bisnis yang sedang dijalankan bukan merupakan pekerjaan yang
sederhana dan mudah. Nama memiliki peran lebih dari sekedar identitas dari perusahaan. Pelanggan
mengetahui siapa dan apa yang dijalankan perusahaan dan gambaran bagaimana melakukan bisnis yang
dijalankan. Jika pendefinisian dilakukan dengan tepat, nama akan membedakan kita dengan pemain lain
dalam lingkup bisnis yang sama, meningkatkan ketertarikan pelanggan untuk melakukan investigasi lebih
jauh terhadap apa yang sedang ditawarkan.

Perusahaan perlu mempertimbangkan untuk mengganti nama yang sudah usang sesuatu yang efektif.
Untuk menciptakan nama yang efektif, kunci yang perlu diperhatikan adalah nama harus merefleksikan
identitas dan merupakan aspek esensial dari branding. Perusahaan akan melakukan promosi bagi nama ini
dan membawanya muncul ke permukaan untuk diketahui oleh publik. Nama harus merefleksikan identitas
dan merupakan aspek esensial dari branding. Perusahaan akan melakukan promosi bagi nama ini dan
membawanya muncul ke permukaan untuk diketahui oleh publik.

Corporate branding merujuk kepada penggunaan nama perusahaan sebagai merek. Hal tersebut dilakukan
sebagai usaha untuk meningkatkan ekuitas merek perusahaan dengan cara menciptakan brand recognition
terhadap produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan. Bisa dikatakan bahwa merek tersebut
merupakan umbrella brand. Dalam praktik branding, Disney dapat dijadikan contoh yang bagus. Paper ini
mengungkap redefinisi nama Infomedia oleh PT Infomedia Nusantara.

PT Infomedia Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa penyedia informasi direktori di
seluruh Indonesia. Berdiri sejak tahun 1980 dan pada tahun 1984 menjadi PT Elnusa Yellowpages.
Perubahan terjadi kembali, yaitu pada tahun 1995 menjadi PT Infomedia Nusantara, hal ini terjadi dengan
masuknya PT Telkom menjadi salah satu pemegang saham dari PT. Infomedia Nusantara. Bersama-sama
Telkom dan Elnusa, membangun Infomedia menjadi 3 pilar bisnis, yaitu :
1. Layanan Direktori – pilar bisnis yang bergerak dalam penyediaan direktori yang dapat diakses
melalui beragam media.
2. Layanan Call Center – pilar bisnis yang memberikan layanan berdasarkan outbound dan inbound
call.
3. Layanan Konten – pilar bisnis dimana bertanggung jawab dalam mengatur perkembangan dan
memasarkan database yang dimiliki oleh Infomedia.
Latar belakang

 Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan oleh lembaga independen (Frontier), didapatkan
kesimpulan bahwa nama Infomedia dirasa kurang populer.

 Perkembangan Bisnis Infomedia yang semula hanya memiliki single pilar telah maju berkembang
dimana saat ini Infomedia memiliki tiga pilar bisnis.

 Adanya kesadaran internal untuk menyesuaikan identitas perusahaan dengan perubahan yang ada
(khususnya dengan adanya perkembangan pilar bisnis menjadi 3) : banyak produk, pentingnya
image perusahaan
 Nama perusahaan bersifat generik :
 info – media – nusantara  tidak unik, saat ini nama tersebut telah banyak digunakan oleh
perusahaan lain.

 Nama perusahaan yang terlalu panjang, 9 suku kata  membuatnya menjadi susah untuk diingat.
 Identitas yang sekarang digunakan merupakan brand identity salah satu produknya

Tujuan

 Tercipta identitas korporat untuk mendukung peningkatan pemahaman bisnis korporat, citra positif
dan eksistensi perusahaan.

 Tersusunnya sistem identitas yang mampu menjaga konsistensi citra perusahaan


 Terciptanya sistem identitas yang dapat diterapkan masa sekarang & akan datang

Proses Pembuatan

 (November 2003) Dibuat TOR Pembuatan Corporate Identity


 (Desember 2003) Analisis & Identifikasi Permasalahan dengan survey internal & eksternal/frontier.
 (Jan–Peb2004) Penyusunan Konsep Corporate Identity
 (Maret – April 2004) Pengembangan Konsep
 (Mei 2004) Penyusunan manual book/house style

Proses Penyusunan Konsep

Proses penyusunan diawali dengan pencarian dan pengembangan ‘nama sebutan’ yang memiliki makna,
keunikan dan kemudahan untuk diingat serta diucapkan.
Alternatif Logo Infomedia :

Alasan dari dilakukannya pemilihan nama ‘Infomedia’ adalah :


 Dekat dengan nama resmi (legal)
 Sudah dipopulerkan dari tahun 1996
 Sering diucapkan dikalangan pelanggan

Dari banyaknya pilihan yang ada akhirnya terdapat 3 alternatif yang disediakan untuk dipilih dimana disesuai
kan dengan konsep bahwa logo tersebut dapat mewakili ke-3 pilar bisnis yang dimiliki oleh Infomedia.
Alternatif tersebut adalah :

Pilihan 1

Personality :
• Friendly
• highly available – always there when you need it - Public oriented services.
Pilihan 2

Personality :
• A strong and established global corporate. Developing and networking subsidiaries
• Smart & Creative solution provider

Pilihan 3

Personality :
• A strong and aggressive organization dynamic and competitive

Dari ketiga alternatif, dilakukan pengembangan pada alternatif 1 & 3 :


Value
Dinamis, bersahabat, modern, mendunia (global) dan terpercaya
Personality
bersahabat, sederhana dan terbuka, tercermin dari bentuk huruf kecil (lower case)

Dua alternatif identitas perusahaan yang diusulkan :

Pilihan 1

Personality :
Mapan, Kompeten, Kredibel, Bagian tak terpisahkan dari dinamika global.
Pilihan 2 (satelit)

Personality :
Mapan, kompeten, kredibel, service/solution provider yang setia. Bola biru menunjukkan inovasi produk &
layanan Infomedia.

Rencana Tindak Lanjut

 Juni ’04 Sosialisasi Internal (intranet, sarasehan, board, kayan, dekom, dll)
 Juli ’04 Sosialisasi eksternal (preconditioning, press release, konferensi pers, iklan, billboard, dll )
 Juni ’04 Launching New Corporate Identity, bersamaan dengan HUT Infomedia

Konsep yang dirasa dapat mewakili identitas perusahaan :


Typographis huruf avant garde (huruf tanpa kait), memancarkan modern dan lugas. Sebagai penggambaran
kematangan, berpengalaman dan terpercaya (kredibel & kokoh) digunakan jenis huruf ‘bold’. Huruf lower
case menggambarkan kesan bersahabat dan akrab, sebagai pemberi pelayanan. Warna biru tua pada huruf
“infomedia”, sebagai gambaran yang melambangkan kemapanan. Huruf ‘i’ diperkaya dengan taburan 9 butir
benih berwarna merah, hangat, bernas, mengandung vitalitas bagi kemanusiaan, tersusun bagaikan berlian,
melambangkan kesempurnaan. Jumlah 9 melambangkan kekayaan daya cipta karena angka 9 dalam
sistem numerik merupakan nilai tertinggi.

Value :
Mapan, Kredibel, Kompeten, Strong, Friendly, Dinamis, Canggih, Penyebar benih kemajuan,

Logo baru, lambang aspirasi dan harapan masa depan.


Perjalanan yang telah ditempuh Infomedia Nusantara sejak pertama kali didirikan hingga hari ini telah
melampaui berbagai tahap perkembangan sesuai dengan pertumbuhan usaha yang semakin
meningkat.

Tantangan dimasa depan serta persaingan dunia usaha telah mendorong PT Infomedia Nusantara untuk
berbenah diri, mengembangkan produk-produk layanan, investasi, pengembangan SDM dan menggariskan
strategi pemasaran yang lebih tajam mengantisipasi dinamika pasar yang selalu berubah serta
memantapkan citra dan keberadaan perusahaan melalui program komunikasi yang tepat arah dan efektif.
Langkah strategis yang penting adalah mengembangkan logo perusahaan yang sejak awal pendirian belum
sempat dilakukan untuk menggantikan peran logo produk yang selanjutnya difungsikan sesuai strategi
komunikasi pemasaran produk.

Logo baru diciptakan untuk memantapkan keberadaan Infomedia Nusantara dihadapan masyarakat
pemakai jasa sekaligus membangun citra perusahaan yang kredibel dan mapan.

Gagasan yang dikembangkan didasarkan pada konsep bisnis informasi dan media yang menebarkan
informasi bermutu yang merupakan benih-benih kemajuan bagi kemanusiaan dan peradaban. Benih-benih
informasi tersebar bagaikan berlian yang memancarkan kesempurnaan dan keabadian. Pemilihan huruf
yang menggunakan huruf kecil melambangkan keakraban dan sikap bersahabat.

Warna biru memancarkan kemapanan berusaha, warna benih yang merah bermakna hangat, aktual,
dinamis.

Menjaga keutuhan citra


Terciptanya logo korporat Infomedia Nusantara merupakan upaya manajemen untuk memiliki asset yang
berperan mengemban fungsi-fungsi yang sangat penting yaitu menyatakan keberadaan dan membangun
citra positif perusahaan di hadapan publik.

Agar citra yang dibangun terjaga utuh dan konsisten maka dilakukan penyusunan aturan dalam penerapan
logo.

Logo INFOMEDIA merupakan unsur inti dari seluruh sistim identitas visual INFOMEDIA.
Logo INFOMEDIA merupakan unsur visual inti yang digunakan di semua perangkat usaha INFOMEDIA.
Seluruh pengembangan desain komunikasi visual INFOMEDIA mengacu kepada karakter logo INFOMEDIA .
Penggunaan Logo INFOMEDIA secara konsisten dan benar sangat penting artinya bagi citra perusahaan
dimata penglihat, baik eksteren maupun interen. Logo INFOMEDIA terdiri dari dua unsur grafis yang secara
unik menyatu, terkomposisi yakni unsur bulatan-bulatan merah dan unsur kata INFOMEDIA .

Logo INFOMEDIA merupakan satu-satunya simbol visual yang secara resmi mewakili perusahaan, tidak ada
logo perusahaan lain yang boleh digunakan menggantikannya.

Fleksibilitas Logo
o Lambang Positif Dua Warna

Warna utama perusahaan adalah INFOMEDIA Blue (Pantone 302 C atau TC 3408) dan untuk warna
simbol Merah (Pantone Red 072 C atau TC 1305).

o Lambang Positif Satu Warna


Apabila lambang tidak dapat dicetak dengan warna yang telah ditentukan karena kesulitan teknis
atau dengan alasan biaya, lambang INFOMEDIA dapat dicetak dalam warna hitam dan abu-abu
(black 40 %) dengan latar belakang putih. Tidak dibenarkan mencetak seluruh lambang dalam
warna selain dari yang telah ditentukan.

o Lambang Positif Satu Warna - Yang dapat diterima

Apabila lambang diletakkan di atas latar belakang yang berwarna terang, maka lambang hanya
dapat tampil dalam warna hitam, Apabila lambang diletakkan diatas latar belakang berwarna gelap,
maka lambang harus tampil dengan warna putih sebagai warna negatif/kebalikan.

Untuk kebutuhan tertentu saja, lambang juga dapat direproduksi dengan menggunakan hanya satu
warna dengan teknik cetak tertentu (hot print, manual hand press), yaitu warna perak, emas atau
cetak timbul warna, kertas/bahan (embos) untuk penerapan di atas bahan-bahan khusus seperti
logam, metal, kulit dan sebagainya.Warna-warna tersebut dapat digunakan sesuai dengan
keperluan-keperluan khusus (agar tampilan menjadi eksklusif) seperti Hari Ulang Tahun
Perusahaan, Hari Raya Nasional dan sebagainya.

o Lambang dengan efek


Penerapan logo berwarna pada fotografi diberi efek glowing gradasi putih masih diperbolehkan
sepanjang logo masih tetap tampil jelas.

o Lambang 3 dimensi
Ketebalan yang terukur dengan bantuan 1/2 dari x (x = lebar maksimum dari huruf i) menjadi
panduan untuk menentukan ketebalan bidang setiap penerapan logo bentuk 3D (tiga dimensi).

Penempatan Logo
Penempatan Logo INFOMEDIA harus diperhatikan untuk menjaga keutuhan, kekuatan dan kejelasan.Selalu
sediakan ruang kosong disekeliling logo.Batasi pengecilan dengan mempertimbangkan keterbacaan

Contoh dibawah ini memperlihatkan ruang kosong yang sedapat mungkin selalu menyertai Logo
INFOMEDIA dalam penggunaannya. Ruang Kosong ini berguna untuk memisahkan logo INFOMEDIA
dengan unsur-unsur lain (misalnya teks, gambar/ foto, bidang warna, dll), sehingga keutuhan terjaga.

Dalam menentukan ukuran Logo INFOMEDIA, selalu pertimbangkan tingkat keterbacaan dan kejelasan
bentuknya. Dalam menentukan ukuran, antara lain dipengaruhi jarak pandang penglihatan, bahan dan
warna dasar, kondisi lingkungan sekitar, serta teknik pembuatan/cetak.

Tidak boleh ada unsur lain dalam ruang kosong disekeliling logo.
Jenis Huruf
Dengan menggunakan huruf atau tipografi secara konsisten, kita akan menciptakan citra
perusahaan yang kuat.

Jenis Huruf Frutiger merupakan huruf yang telah dipilih untuk mendampingi logo INFOMEDIA dalam situasi
yang menuntut pemakaian teks tambahan dalam aplikasinya.
Kelompok huruf Frutiger adalah jenis huruf modern yang mempunyai karakter huruf mekanik dengan
sentuhan manusiawi, sederhana, dan mempunyai tingkat keterbacaan yang tinggi.

Kelompok huruf Frutiger terdiri dari bermacam-macam ketebalan (berat-ringan) yang sangat fleksibel untuk
digunakan sesuai kebutuhan dan bila digunakan bersama dengan logo INFOMEDIA akan memberikan
kesan tersendiri pada komunikasi visual kita.

Jangan gunakan huruf lain untuk menggantikan huruf yang telah ditetapkan.

Frutiger Light
Frutiger Light Italic
Frutiger Roman
Frutiger Roman Italic
Frutiger Bold
Frutiger Bold Italic
Frutiger Black
Frutiger Black Italic

Warna
Warna merupakan elemen penting di alam dan kehidupan.
Penggunaan warna secara benar dalam identitas kita akan memperkuat dampak visual dan
membedakan kita dari perusahaan lain
Warna-warna pada logo INFOMEDIA telah dipilih dengan seksama untuk mendukung citra perusahaan.
Untuk memastikan penggunaan warna yang konsisten diseluruh dunia, tabel dibawah ini menyajikan
spesifikasi warna dalam beberapa standar yang diakui internasional.

Pemakaian warna proses sedapat mungkin dihindari, kecuali ada pertimbangan ekonomis.

Contoh Kesalahan Penggunaan Logo


Jika kita membiarkan kesalahan penggunaan Logo INFOMEDIA, maka citra perusahaan akan
terpengaruh, dan pada gilirannya kredibilitas dan eksistensi perusahaan akan melemah. Kita
bahkan dapat kehilangan hak legal kita terhadap identitas tersebut

Pengawasan konsistensi pada penggunaan identitas memberi gambaran bahwa INFOMEDIA sangat
mengerti pentingnya sebuah citra dan bagaimana harus tampil. Bahwa kita senantiasa berusaha profesional
dalam setiap bidang.

Kesalahan dalam penggunaan logo, seberapapun kecilnya akan mengakibatkan berkurangnya kekuatan
identitas kita dan terlihat kurang profesional.

DIBAWAH INI CONTOH BEBERAPA PENGGUNAAN LOGO YANG SALAH.


o Jangan melepaskan salah satu unsur logo. Logo INFOMEDIA harus selalu tampil utuh.

o Jangan mereproduksi logo dengan warna selain yang ditentukan, kecuali dalam keadaan yang
sangat khusus.
o Jangan meletakkan logo dalam posisi miring atau vertikal.

o Jangan menambahkan efek gradasi atau bayangan pada logo.

o Jangan mencetak logo dengan menggunakan raster (prosentase turunan dari warna solid Logo)

o Jangan mencetak logo dengan warna metalik.

o Jangan meletakkan logo diatas bidang foto atau gambar sehingga logo tidak jelas terlihat

Logo Sebagai Elemen Estetis


Logo dapat digunakan sebagai elemen estetis. Tetapi dengan catatan bahwa yang digunakan hanya titik
sembilan.

Penerapannya dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan seperti contohnya, untuk keperluan pengenalan
perusahaan atau keperluan promosi.

Disarankan masih memakai warna korporat dan turunannya.


Logo INFOMEDIA dengan Logo Telkom & Logo Layanan
Contoh penerapan Logo INFOMEDIA bila harus bersanding berdekatan dengan Logo Telkom
dan Logo Layanan.

Dalam penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan.Bila penerapan logo harus berjajar secara harizontal,
maka Logo INFOMEDIA harus selalu berada di sebelah kiri.

Dan ketika penerapannya vertikal, maka Logo INFOMEDIA harus berada di atas.

Logo Layanan INFOMEDIA

Pemakaian Logo Layanan INFOMEDIA sebagai satu kesatuan, disesuaikan dengan kebutuhan perangkat
tulis menulis yang beraneka ragam.Perbesaran atau pengecilan pada aplikasinya sesuai dengan skala yang
terlampir dibawah.
Penerapan Penggunaan Logo :
o Perangkat Tulis Menulis
Perangkat alat tulis sebuah perusahaan merupakan media komunikasi yang bersifat pribadi, namun
resmi. Penampilan alat tulis berperan penting dalam membangun citra INFOMEDIA sebagai
perusahaan yang profesional

Setiap kali mengirim surat untuk relasi bisnis, memberikan kartu nama pada seseorang, atau
mengirim memo untuk seorang rekan, INFOMEDIA mempunyai kesempatan untuk memperkuat citra
perusahaan.

Disisi lain alat tulis INFOMEDIA juga merupakan media perusahaan untuk berkomunikasi secara
formal. Surat-surat dijilid untuk keperluan penataan sistimatis. Memorandum sering berlaku sebagai
dokumentasi keputusan-keputusan internal.
o Kertas Surat
 Kertas surat korporat
 Kertas surat perwakilan/layanan

 Kertas surat internal

 Kertas surat lanjutan


o Amplop
 Amplop estándar korporat

 Amplop berjendela korporat

 Amplop standar perwakilan/layanan


 Amplop berjendela perwakilan/layanan

 Amplop ukuran khusus, kantor pusat

 Amplop ukuran khusus, kantor layanan/perwakilan


 Amplop ukuran khusus

o Kartu nama
 Kartu nama kantor pusat
 Kartu nama kantor perwakilan/layanan

o Lemar faximili
 Lembar faximili kantor pusat

 Lembar faximili kantor perwakilan/layanan


o Memo
 Memo kantor pusat

 Memo kantor perwakilan/layanan

 Memo internal
o Kartu komplimen
 Kartu komplimen kantor pusat

 Kartu komplimen kantor perwakilan/layanan


o Stempel

o Format Presentasi

o Formulir Perusahaan
o Formulir ukuran1
o Formulir ukuran 2
o Formulir ukuran 3
o Formulir ukuran 4

o Publikasi
Untuk menyeragamkan penggunaan logo INFOMEDIA pada setiap keperluan iklan perusahaan
(corporate advertising), maka diperlukan adanya sistematika penempatan yang stategis dan
maksimal.

Iklan dalam berbagai ragam bentuknya menjangkau masyarakat luas dan berdampak kuat terhadap
persepsi mereka tentang perusahaan dan produknya. Konsistensi penempatan identitas perusahaan
akan sangat membantu memperkuat ingatan dan perhatian masyarakat.

Terlampir terdapat beberapa alternatif komposisi dan peletakan logo perusahaan pada iklan
perusahaan sebagai contoh.
o Iklan cetak perusahaan

o Iklan cetak produk perusahaan


o Umbul-umbul
o Spanduk

o Paper bag

o Tanda pengenal
Tanda pengenal merupakan elemen penting dalam sistem identitas INFOMEDIA.
Mempunyai fungsi sebagai tanda identifikasi dan petunjuk fungsi untuk bangunan, alat
kerja,pegawai dan tamu perusahaan. Penerapan Identitas yang konsisten menguatkan citra yang
ingin kita bentuk.

Desain yang konsisten dan terorganisir pada semua keperluan tanda pengenal menjamin tampilnya
kepribadian kuat INFOMEDIA dimanapun. Sistim tanda pengenal INFOMEDIA sedapat mungkin
menyediakan pilihan sarana komunikasi yang sesuai pada suatu kondisi dan situasi di lapangan.

Pada desain tanda pengenal kendaraan atau alat kerja lain yang bentuknya bervariasi, perlu pula
dipertimbangkan pemikiran unsur dekoratif dalam pewarnaan alat, guna memperkuat konsistensi
penampilan.
o Tanda pengenal gedung
o Tanda pengenal meja resepsionis
o Tanda pengenal kendaraan

o Tanda pengenal bendera

o Tanda pengenal seragam


o Tanda pengenal produk

o Kartu tanda pengenal


Kesimpulan

1. Brand dari Infomedia harus selalu berada dalam pikiran para konsumen. Dan dalam penciptaan dari
posisi brand tersebut dapat tercipta dari gabungan antara baik persepsi maupun pengalaman yang
mereka dapatkan. Dan terciptanya hal tersebut dapat dipengaruhi.

2. The brand can be viewed as a product, a personality, a set of values, and a position it occupies in
people's minds. Brand identity is everything the company wants the brand to be seen as.

3. Merek dapat dipandang sebagai suatu produk, suatu kepribadian, satu set nilai-nilai, dan suatu
posisi [itu] menduduki pikiran masyarakat. Identitas Merek adalah segalanya [perusahaan/
rombongan] ingin merek [itu] untuk dilihat [ketika;seperti].

4. Whether you're building a new brand or energizing an existing one, Brand Identity is expected to
maximize the value-relationship between corporate profitability and the perception of your brand.

5. Apakah kamu sedang membangun yang merek baru atau energizing suatu ada , Identitas Merek
diharapkan untuk memaksimalkan value-relationship [itu] antar[a] profitabilitas
[perseroan/perusahaan] dan persepsi [dari;ttg] merek mu.

6. Infomedia have to work hard on the consumer experience to make sure that what customers see
and think is what they want them to.

7. Infomedia harus bekerja berat pada [atas] konsumen mengalami untuk meyakinkan bahwa apa yang
pelanggan lihat dan berpikir adalah apa yang mereka inginkan [mereka/nya] untuk.