Anda di halaman 1dari 13

Successful Brand Manager

Kelompok 10 :
Adi - Romi - Vega
Tugas Utama
Brand Manager

Menciptakan, melindungi,
dan mengembangkan
brand equity dari suatu
brand.
Interview Brand Manager

• Ibu Sari Insaniwati, Brand Manager


kartuAS – PT. Telkomsel

• Ibu Deananda P. Sudijono, Brand


Development Manager Holcim – PT.
Holcim Indonesia, Tbk

• Bapak Andra Wibisana, Brand


Manager Caxon Enace, Caxon Ion C
– PT. Bintang Toedjoe
Brand Profile
• kartuAS dimiliki oleh Telkomsel, kartu prabayar
pertama yang menggarap segmen low-end dan
launching 24 Mei 2004 di Jakarta

• Holcim launching di Indonesia pada 1 Januari 2006


setelah membeli PT. Semen Cibinong Tbk. Produk
yang dimiliki : semen, clinker, mineral component,
cement bag, cement bulk, cement readymix, oil well
cement.

• Caxon launching pertama kali pada September 2005


(Caxon Enace) dan Januari 2006 (Caxon Ion C),
dimana berupa minuman serbuk untuk panas dalam
dan suplemen kesehatan (Caxon Enace), dan
minuman isotonik (Caxon Ion C).
Product Manager vs
Brand Manager
• Product Manager melakukan pengembangan
produk baru; Brand Manager menangani segala
sesuatu yang berhubungan dengan Brand yaitu
Brand Equity, Brand Awareness, Promosi dan
Launching. (Sari Insaniwati)

• Holcim tidak memiliki Product Manager. Brand


Manager bertanggung jawab terhadap Brand Equity
Holcim. (Deananda P. Sudijono)

• Product Manager lebih menekankan pada produk


daripada ke konsumen (sell what manufacturer
could make), sedangkan Brand Manager lebih
banyak menjalankan kegiatan marketing dengan
berorientasi kepada konsumen (making what
manufacturer could sell). (Andra Wibisana)
Tanggung Jawab Brand Manager

• Mengelola brand equity dan brand


awareness, termasuk juga promosi dan
launching produk. (Sari Insaniwati)

• Brand Manager bertanggung jawab terhadap


brand equity. Disamping itu, bertanggung
jawab untuk membentuk brand awareness,
mengubah mind-set orang sehingga lebih
peduli terhadap brand (Deananda P.
Sudijono)

• Business development & innovation,


marketing execution, marketing control, dan
marketing plan. (Andra Wibisana)
Tugas Brand Manager
• Tugas utama Brand Manager di Telkomsel
adalah mengelola brand equity dan brand
awareness. (Sari Insaniwati)

• Tugas Utama brand manager Holcim adalah


untuk membentuk brand equity Holcim agar
tinggi sehingga brand Holcim akan menjadi
prioritas utama konsumen. (Deananda P.
Sudijono)

• Tugas utama Brand Manager Caxon adalah


men-generate profit untuk perusahaan
dengan membesarkan brand yang
dipasarkan. (Andra Wibisana)
Kualifikasi Brand Manager
• Latar belakang pendidikan tidak terlalu
diperhatikan. Yang penting berjiwa marketing
(sense of marketing) dan sudah berpengalaman di
departemen niaga karena hal ini akan sangat
membantu dalam menjalankan tugas-tugas sebagai
Brand Manager. (Sari Insaniwati)

• Untuk menjadi seorang Brand Manager Holcim tidak


dibutuhkan kualifikasi pendidikan yang khusus. Yang
penting memiliki pengalaman didalam me-manage
brand. (Deananda P. Sudijono)

• Setiap orang bisa menjadi marketer, tinggal apakah


mau atau tidak. Tidak ada disiplin khusus untuk
berkarir di brand management. Biasanya
perusahaan mempekerjakan brand manager
berdasarkan pengalamannya atau background
jurusan pendidikannya dan disesuaikan dengan apa
yang dijual perusahaan tersebut. (Andra Wibisana)
Tantangan Brand Manager
• Tantangan ke depan semakin berat karena
persaingan di industri telekomunikasi sangat ketat
serta makin berkembangnya teknologi komunikasi
sehingga harus pandai mencari keunggulan produk
dibanding pesaing. (Sari Insaniwati)

• Tantangan kedepannya sangat tinggi terutama


menghadapi kompetisi. Sehingga dituntut membuat
impactfull strategy, mengubah consumer’s mind
agar orang lebih aware terhadap brand semen dan
membuat kepercayaan konsumen lebih tinggi lagi
terhadap Holcim. (Deananda P. Sudijono)

• Brand manager harus bisa mencapai objective


perusahaan (profit) di tengah kondisi hyper-
competitive. Dibutuhkan banyak terobosan dan
‘blue ocean’ dalam berbagai hal untuk bisa survive
di pasar. (Andra Wibisana)
Karakteristik Brand Manager Sukses

• Brand Manager mampu bekerja sama dengan bagian


lain, good communication skill, good
networking/relationship, memiliki kreativitas tinggi,
aktif melakukan promosi, rajin melihat pasar, rajin
mencari informasi perkembangan teknologi, melihat
peta persaingan, memperkuat jalur distribusi serta
rajin melakukan marketing research (Sari
Insaniwati)

• Brand Manager mampu membentuk brand-nya


diterima oleh masyarakat sehingga memiliki brand
equity yang tinggi, memperhatikan faktor distribusi,
mengerti akan kebutuhan pasar, sering melakukan
riset pasar. (Deananda P. Sudijono)

• Brand Manager yang mengerti konsumennya, mampu


melihat peluang pasar, kreatif, passionate, punya
ketekunan/ulet, punya mindset, dan wawasan
global, terus belajar, serta melengkapi diri dengan
skill yang diperlukan. (Andra Wibisana)
Evaluasi Kinerja Brand Manager
• Evaluasi kinerja Brand Manager kartuAS dilakukan
tiap kuarter (per 3 bulan) melalui target jumlah
pelanggan yang harus dicapai, target revenue, top
of mind, dan market share. (Sari Insaniwati)

• Pengukuran evaluasi kerja berdasarkan Brand


Equity Index yang dilakukan setiap tahun, market
share, dan nilai Earning Before Income Tax
Depreciation and Acquisition (EBITDA)-nya untuk
melihat apakah brand tersebut masih profit atau
tidak. (Deananda P. Sudijono)

• Mengukur sukses tidaknya performance Brand


Manager, Bintang Toedjoe menggunakan sistem
penilaian KRA dengan skala 1-5. (Andra Wibisana)
Tips dari Brand Manager
• Rajin melakukan FGD,marketing research dan
harus pintar “ngecap” dalam arti mengemas dan
meyakinkan pihak-pihak terkait tanpa berbohong
kepada mereka. (Sari Insaniwati)

• Brand Manager harus mampu berkomunikasi yang


baik dengan semua pihak, memiliki teamwork yang
bagus, dan kreatif. (Deananda P. Sudijono)

• Brand Manager harus selalu belajar, banyak


membaca, banyak mengamati perilaku konsumen
dan trend yang tengah berkembang, menonton TV
bukan cuma acaranya tapi juga iklannya,
menganalisa STP dari pesan yang disampaikan,
serta banyak mengamati kondisi ekonomi makro.
(Andra Wibisana)
Terima Kasih