Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI PERCOBAAN IV

KEHAMILAN HCG

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK E4
SRI NURASIAH SUKARTIN ROHMINI SULASTRI ISKANDAR 11264 11265 11266

TANGGAL PERCOBAAN NAMA ASDOS

: 13 NOVEMBER 2011 : FITRI

AKADEMI KEBIDANAN SALEWANGAN MAROS 2011/2012

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: Kehamilan HCG. Makalah ini kami susun berdasarkan hasil praktikum yang telah kami lakukan. Kami menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini, berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak terutama kepada dosen pembimbing kami dr. ROMY HEFTA MULYA dan asisten dosen FITRI. Untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu. Kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Dan kami juga sangat berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Maros,13 November 2011

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.3 TUJUAN PRAKTIKUM BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 3.1 ALAT DAN BAHAN 3.2 CARA KERJA BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL 4.2 PEMBAHASAN BAB V PENUTUP 5.1 KESIMPULAN 5.2 SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Makalah ini kami buat agar pembaca mengetahui adanya hormone HCG di dalam urine untuk tes kehamilan dengan tekhnik imunologik secara aglutinasi ibu dan hamil. chromatografi. HCG HCG (Human Choriotik Gonadotropin) adalah hormone yang terkandung atau terdapat pada urine/darah merupakan golongan glikoprotein, gonadotropin yang di produksi oleh plasenta sedangkan FSH dan LH diproduksi oleh hipofisis anterior. Harus diketaui bahwa hormone HCG hanya terdapat pada ibu hamil. HCG dapat dideteksi melalui 2 cara yaitu : Melalui urine : dapat dideteksi jika usia kehamilan 1 2 minggu atau 7 14 hari setelah pembuahan Melalui darah : dapat dideteksi jika usia 8 10 minggu setelah pembuahan. HCG dihasilkan oleh tropoblas (bakal janin). Pada awal trimester pertama kadar HCG meningkat sehingga corpusliteum gravilitasi. Pada termister ke 2 3 kadar HCG meningkat karena menghasilkan plasenta. Dimana disini menghasilkan steroid yang dihasilkan yaitu :Androgen,Estrogen,dan Progesteron.

1.2 Rumusan Masalah a.Apa pengertian dari HCG? b..Apa fungsi dari androgen, estrogen dan progesterone? c.Mengapa control positif jika ditambah antiserum dapat menggumpal (positif)? d.Jelaskan hormone yang terdapat pada kehamilan HCG?

1.3 Tujuan Praktikum Untuk mengetahui apa pengertian dari HCG? Mampu menentukan adanya hormone HCG di dalam urine untuk tes kehamilan dengan tekhnik imunologik secara aglutinasi dan chromatografi. Untuk mengetahui fungsi HCG. Untuk mengetahui macam macam hormone steroid seks dan fungsinya.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Hormone steroid seks terdiri atas 3 hormon yaitu hormone androgen, hormone estrogen, hormone progesterone. Hormone androgen terdiri atas 4 macam yaitu 5 dihidrotestosteron (100%), Testosterone (50%), Androstenedion (8%), Dihidroepiandrosteron (14%). Hormone tersebut memiliki fungsi dalam diferensiasi mudigah pria, karakteristik seks sekunder pada pria, spermatogenesis, perilaku seksual dan agresif, penengkatan pertumbuhan, anbolisme protein, osifikasi dan eritropoiesis. Hormon estrogen terdiri atas 3 macam yaitu Estradiol -17 (E2) (100%), Estriol (E3) (100%), dan Estron (E1) (1%). Hormon tersebut memiliki fungsi dalam mempersiapkan uterus untuk ovulasi dan pembuahan, karakteristik seks sekunder wanita, efek vascular meningkatkan aliran darah, neovaskularisasi. Efek meningkatkan pertumbuhan pada endometrium dan payu dara, mempersiapkan kerja endometrium untuk kerja progesterone, anabolic ringan, meningkatkan kalsifikasi tulang, mungkin berkaitan dengan perilaku seksual. Hormone progesterone terdiri atas 3 macam yaitu progesterone (100%), 17 hidroksiprogesteron (17 - OHP) (40 70%), 20 hidroksiprogesteron (5%). Hormone tersebut memiliki fungsi mempersiapkan uterus untuk kehamilan, mempertahankan kehamilan, merangsang pertumbuhan kelenjar payudara, mempengaruhi rasa lapar dan haus, laju metabolism kepekaan terhadap karbohidrat.

Perubahan endokrin pada kehamilan Perubahan fisiologis pada kehamilan dikendalikan oleh perubahan sekresi hormone. Sel tropoblastik menghasilkan hCG, yang merangsang sekresi dari korpus luteum, meningkatkan produksi hormone steroid ovarium. Seiring dengan perkembangannya, plasenta juga menghasilkan estrogen dan progesterone. Namun, fungsi endokrin plasenta jauh lebih luas karena plasenta membentuk berbagai hormone dan releasing factors yang serupa dengan yang dihasilkan oleh hipotalamus dan organ endrokrin ibu lainnya baik sirkulasi ibu maupun sirkulasi janin sehingga produk tersebut dapat mempengaruhi fisiologi ibu dan perkembangan janin. Hormon steroid Kadar progesterone mula mula menigkat secara bertahap. Tidak banyak perubahan dalam sekresi progesterone antara minggu ke 5 dan ke 10, tetapi setelah minggu ke 10 kadar meningkat secara lebih nyata (Tulchinsky dan Hobel, 1973). Pada akhir trimester pertama, kadar progesterone 50% lebih tinggi dari pada kadar face luteal dan pada aterm, kadar sudah meningkat sampai tiga kali lipat. Sinsitiotrofoblas menggunakan kolesteron ibu sebagai substrat untuk membentuk progesterone. Produksi progesterone oleh plasenta sudah memadai pada minggusetelah ovariektomi (ooforektomi, pengangkatan ovarium), walaupun korpus letium esensial bagi kehamilan mamalia lain (Lutjen et al, 1984). Produksi 17 hidroksi progesterone oleh korpus luteum manusia menurun dari minggu ke 6 samapi 9 seirin dengan peningkatan produksi dari plasenta. Pengukuran metabolit progesterone menggambarkan fungsi plasenta. Gonadotropin chorionic manusia hCG mula mula diproduksi oleh sel lapisan lusr blastokista. Sel ini berdiferensiasi menjadi sel trofoblas, menjadi plasenta. Sinsitiotrafoblas, yang berkembang dari trofoblas, terus menghasilkan hCG, hCG disekresikan, dan dapat dideteksi, di sekresi vagina sebelum implantasi. Biasanya hCG

dapat dideteksi di darah ibu 8 - 10 minggu setelah pembuahan. Saat lacuna mulai terbentuk oleh invasi sinsitiotrofoblas hormone kemudian dapat berdifusi kedalam darah ibu. Pembentukan hCG maksimal pada 60 90 hari, kemudian turun ke kadar renadah yang menetap selama kehamilan. Kadar hCG yang terus menerus rendah berkaitan gangguan perkembangan plasenta atau kehamilan. Kadar hCG memiliki struktur yang sangat mirip dengar bekerja pada reseptor LH sehingga usia korpus luteum memanjang. Apabila hCG diberikan kepada wanita hamil, korpus luteum dipertahankan dan sekres teron meningkat.sebaliknya, antibody terhadap hCG diberikan kepada wanita hamil menyebabkan korfus leteum menyusut. Hcg, adrenal meningkat selama kehamilan. Laktogen plasenta manusia Seiring dengan penurunan kadar hCG, terjadi peningkatan sekresi hPL. Kadar hPL meningkat sejajar dengan ukuran plasenta dan berkorelasierat dengan berat janin dan plasenta. hPL memiliki sifat serupa dengan hormone pertumbuhan dan prolaktin, yaitu bersifat laktogenik dan merangsang pertumbuhan jaringan ibu dan janin. Relaksi Relaksin dapat diisolasi dari korpus luteum. Zat ini mungkin disintesis di ovarium dan disimpan di plasenta. Kadar relaksin paling tinggi pada trimester pertama. Relaksin memiliki peran dalam pelunakan ligamentum elastic tulang panggul dan telah digunakan secara klinis pada pematangan serviks selama induksi peersalinan. Hormone adrenal dan hipofisis Ukuran dan aktivitas kelenjar adrenal meningkat selama kehamilan. Estrogen merangsang pembentukan kortisol kortisol (trans oleh adrenal dengan menghambat metabolism kortin). Progesterone

meningkatkan resistensi jaringan terhadap kortisol dengan bersaing di tingkat reseptor dan mengikat protein pengikat kortisol ;hal ini juga menyebabkan peningkatan produksi kortisol. Sekresi kortisol diatur oleh corticotrophin releasing hormone dari hipotalus, yang mempengaruhi pekepasan ACTH, MH, dan endorphin dari kelenjar untuk menghasilkan kortilasol. ` Peningkatan kadar kortisol dalam darah menimbulkan efek positif pada penyakit tertentu, misalnya arthritis rheumatoid dan eczema. Pengamatan ini mendorong digunakannya secara klinis kortisol eksogen sebagai pengobatan untuk secara klinis kortisol eksogen sebagai pengobatan untuk penyakit tersebut. Baik progesterone maupun estrogen bekerja secara sirnergistis untuk meningkatkan produksi mineralokortikoid. Sintesis andro gen, estrogen, progesterone, dan kolesterol oleh adrenal meningkat selama kehamilan. Selama kehamilan, kelanjar hipofisis membesar secara mencolok. Sebagian besar besar peningkatan ukuran ini disebabkan oleh peningkatan jumlah dan aktivitas sel kelenjar hipofisis anterior. Jumlah gonadotrof menurun karena konsentrasi estrogen yang meningkat menghambat pelepasan FSH dan LH, yang sulit dideteksi pada hamper sepanjang kehamilan. Namun, di bawah pengaruh progesterone dan estrogen, sel penghasil prolaktin meningkatkan dari 10% menjadi 50% populasi sel. Kadar prolaktin meningkat secara progresif sepanjang kahamilan sampai kadarnya 20 kali lipat dari pada kadar prahamil.

Hormone tiroid Estrogen, hCG, dan perubahan fungsi hati dan ginjal menyebabkan kadar T3, T4, dan globulin peningkatan tiroid (thyroid binding globulin, TBG) berubah. Estrogen merangsang sintesis TBG oleh hati 50 100 kali lipat yang menyebabkan peningkatan jumlah total T3 dan T4, walaupun konsentrasi

bentuk bebas tetap dalam rentang fisiologis normal. hCG memiliki aktivitas TSH ringan sehingga zat ini merangsang pembentukan T4 dan T3 di jaringan perifer. Keadaan hamil mirip dengan hipertiroidisme pada beberapa aspek, misalnya peningkatan suhu tubuh, peningkatan nafsu makan, dan rasa lelah. Pada 70% wanita hamil, kelenjar tiroid membesar karena aktivitas tiroid meningkat dan pengeluaran iodium melalui ginjal meningkat. System reproduksi o Pembuluh darah Pembuluh daraj uterus mengalami sejumlah perubahan yang mencolok dank has selama kehamilan. Aliran darah uterus meningkat ; garis tengah pembuluh membesar dan resistansi vascular turun. Perubahan ini mengakomodasi peningkatan aliran darah ke plasenta, yang dipetahankan di bawah kondisi tekanan darah yang rendah. Perjalanan darah melalui arteri yang melebar dan berkelok kelok menyebabkan uterin souffle, yang dapat didengar melalui steteskop atau dengan bantuan sonicaid. Uterus Uterus mengalami peningkatan ukuran dan perubahan bentuk. Endometrium menebal menjadi desidua. Ketiga lapisan miometrium menjadi semakin jelas karena otot uterus mengalami hiperlansi (pembentukan serat baru) dan hipertrofi (peningkatan panjang dan kerebalan serat otot yang sudah ada). Seiring dengan kemajuan kehamilan, saat timbul ddan kecepatan potensial aksi miometrium berubah, sedangkan sel otot meningkat kandungan protein kontraktil, taut celah, ritikulum sarkoplasma, dan mitokondria.

Pada awal kehamilan, ismus uterus memanjang dari sekitar 7 menjadi 25 mm. dari minggu ke 32 sampai ke 34, ismus membentuk Segmen Bawah Uterus (SBU). Seiring dengan terjadinya pendataran (effacement) pada sekitar 36, os eksternal menyatu ke SBU. (Sumber : Buku Ajar Biologi Reproduksi, dr. Romy Hefta Mulya dan dr. Sardina)

ORGAN PEREMPUAN UNTUK PEMBENTUKAN KETERUNAN Organ untuk pembiakan atau organ reproduksi dapat dibagi dalam organ externa dan organ interna. Organ interna bersama sama di kenal sebagai vulva dan terdiri dari atas bagian bagian berikut : mons veneris, sebuah batalan lemak yang terletak di dapan simpisis pubis. daerah ini di tutupi oleh bulu pada masa pubertas. labia mayora(bibir besar) adalah dua lipatan tebal yang membentuk sisi vulva dan terdiri atas kulit dari lemak, dan jaringan otot polos, pembuluh darah dan serabut saraf. labia mayora panjangnya kira kira 7,5 cm. mimfae atau labia minora (bibir kecil), adalah dua lipatan kecil dari kulit di antara lapisan atas labiamayora. labianya mengandung jaringan erektil klitoris (kelentit) adalah sebuah jaringan eraktil kecil yang serupa dengan penis laki laki. letaknya anterior dalam vestibula. vestibula di setiap sisi di batasi oleh lipatan labia dan bersambung dengan lapisa n vagina. kelanjar festibularis mayor (beartholini) terletak tepat di dalam labia mayora di setiap sisi.

VAGINA vagina adalah tabung berotot yang dilapisi membrane dari jenis epithelium bergaris yang khusus, dialiri pembeluh darah dan serabut saraf secara berlimpah. Panjang vagina dari vestibula sampai uterus. dinding dindingnya bersamabuang secara normal dan mengelilingi bagian bawah servix uteri, dan di sebelah belakang naik lebih tinggi dari yang di depan. Lakukan sempit di depan di sebut fornix anterior dan ysng di sisi sisinya disebut fornix lateral, sedangkan yang di belakang disebut fornix posterior vagina. Struktur : Dinding vagina terdiri dari atas tiga lapisan yaitu : lapisan dalam adalah selaput lendir (membrane mukosa) yang dilengkapi lipatan lipatan atau rungae, sehingga mempunyai rupa seakan akan ditutupi pipilae (selaput lendir vagina terdiri sel epitel gepeng berlapis.). lapisan luar adalah lapisan otot yang terdiri atas serabut longitudinal dan melingkar; dan antara kedua lapis ini terdapat sebuah lapisan dari jaringa eraktil terdiri atas jaringan areoler, pembuluh darah dan beberapa serabut otot tak bergaris.Organ Reproduksi Bagian Dalam, yang terletak did ala velvis, adalah uterus, dua ovarium dan tuba uterine (Fallopian). UTERUS Struktur ; uterus adalah organ yang tebal, berotot, berbentuk buah pir, terletak di dalam pelvis. ototnya disebut miometrium dan selaput lendir yang melapisi sebelah daalamnya disebut endometrium mentupi sebagian besar permukaan luar uterus.letak uterus sedikit ante fleksi pada bagian lehernya dan antr versi (meliuk agak memutar ke depan) dengan fondusnya terlatak di atas kandung kencing.Di bawah bersambung dengan vagina dan di sebelah atasnya tuba uterinya masuk dalamnya. Persedian darah di dapat dari arteri uterinya dan arteri ovaria.Panjang uterus adalah 5 s/d 8 cm da beratnya 3060 gr.Uterus terbagi atas tiga bagian yaitu;

fundus,bagian sembung pada bgian muara uterine badan uterus melebar dari fundus ke serviks sedangkan antara badan dan serviks terdapat ISTEMUS. Ligamen-ligamen pada uterus; Ligamentum teres uteri ada dua buah, di sebelah kiri dan di sebelah kanan terdiri atas jaringan ikat dan otot berisi pembuluh darah dan ditutupi peritoneum.Ligamen ini berjalan dari sudut atas uterus kedepan dank e samping melalui analus inguinalis profundus kekanalis inguinalis.Setiap ligament panjangnya 10-12,5 cm.peritoneum melipat di antara badan uterus dan kandung kencing di depannya membentuk kantong utero vasikuler. Ligamen lebar(LIGAMEN LATU UTERI) peritoneum yang menutupi uterus ,di garis tengah badan (korpus) uterus melebar ke lateral pada setiap sisi uterus sampai dinding velviks,membentuk ligament lebar. fungsi uterus; untuk menahan ovum yang telah di buahi selama perkembangan. sebutir ovum,sesudah keluar ovarium,di antarkan melalui tuba uterine dan uterus. endometrium di siapkan untuk menyiapkan penerimaan ovum yang telah dibuahi itu dan ovum itu sekarang tertanam didalamnya.

OVARIUM Sruktrur ; kedua ovarium adalah kelenjar berbentuk terletak di kanan dan kiri uterus, di biji buah kenari, tuba uterine

bawah

danterikatdi sebelah belakang oleh ligamentum latum uteri.

Siklus menstruasi Siklus menstruasi terdiri atas perubahan perubahan terus dan di dalam ovarium dan uterus. Masa menstruasi berlangsung kira kira 5 hari; selama masa ini epithelium permukaan lepas dari dinding uterus dan pendarahan pun terjadi. Masa sesudah menstruasi adalah tahap perbaikan dan pertumbuhan yang berlangsung sembilan hari ketika selaput terlepas untuk diperbaharui. Tahap ini dikendalikan oleh ustrogen, yang disekresikan oleh ovarium, sedangkan pengeluaran ustrogen sendiri dikendalikan oleh FSH (folicle stimulating hormone = hormone perangsang folicle) dari hipofisis. Ovulasi terjadi pada 14 hari pertama, kemudian di susul 14 hari tahap sekretorik, yang dikembalikan oleh progesterone yang dikeluarkan oleh korpus luteum. Endrometrium menjadi tebal dan lembut, siap untuk ditanami ovum yang dibuahi, tetapi bila tidak ada ovum yang dibuahi maka terjadi bendengungan di dalam kapiler kapiler dan siap untuk disusul dengan masa menstruasi. Pada masa siklus menstruasi rata rata 28 hari, 14 hari persiapan untuk ovulasi, dan 14 hari selanjutnya. Endometrium disiapkan untuk kedatangan ovum yang dibuahi, pada kira kira hari ke21. Bila hanya ovum yang tidak di buahi yang tiba dalam uterus maka pada hari ke 28 endometrium runtuh dan menstruasi pun terjadi, dan siklus diulang sekali lagi. Pembuahan adalah hasil penggabungan sel reproduktif laki laki, spermatozoon, dengan ovum dan sel telur yang secara normal terjadi di dalam tube uteruna sebagai lanjuta hubungan kelamin. Sejumlah spermatozoa di tumpahkan ke dalam vagina. Spermatozoa itu berjalan melalui uterus dan masuk melalui tuba uterine. (Sumber : Buku Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, Evelyn C. Parce)

PERUBAHAN YANG TERJADI PADA ENDOMETRIUM Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu : o Endometrium Endometrium terletak pada lapisan paling dalam o Myometrium Myometrium merupakan lapisan otot yang terletak di bagian tengah o Perimetrium Perimetrium merupakan lapisan peritoneum yang melapisi dinding sebelah luar. Dengan hormone progesterone yang dihasilkan oleh corpus luteum, kelenjar pada endometrium akan tumbuh berkelok kelok menghasilkan banyak secret yang berupa cairan. Pembuluh darah juga berkelok kelok, lapisan endometrium semakin menebal dan akhirnya lapisan endometrium terbagi atas tiga lapisan yaitu : o Lapisan paling luar (dekat dengan myometrium) disebut stratum balase o Lapisan tengah yang agak longgar disebut stratum spongiosa o Lapisan paling dalam merupakan lapisan yang paling padat disebut atratum compscta Apabila tidak terjadi fertilisasi, corpus luteum menjadi corpus albicans, produksi hormone progesterone menurun, mucosa endometrium tidak dapat dipertahankan lagi, akibatnya terjadi kontriksi pembuluh darah arteri, darah keluar bersama sama dengan lapisan endometrium (stratum spongiosa dan stratum compacta) akan terlepas berupa potongan potongan kecil jaringan ikat dan kelenjar sebagi darah menstruasi. Sifat utama darah menstruasi adalah tidak dapat membeku disebabkan adanya enzim proteolytic yang bmerusak zat zat pembeku yang ada di dalam darah. Jumlah darah yang hilang pada waktu menstruasi rata rata 50 60 ml dalam waktu 2 7 hari.

Setelah selesai pendarahan, terjadi kembali pertumbuhan endometrium dalam tiga fase, yaitu fase menstruasi, ploriferasi, dan fase sekresi. (Sumber : Buku Ajar Anatomi Umum, FK UNHAS 2009)

SIKLUS MENSTRUASI Siklus menstruasi pada wanita terdiri dari tiga fase yaitu fase proliferasi, fase sekresi,dan fase menstruasi. 1. Fase Proliferasi Fase ini dikendalikan hormon estrogen maka disebut juga fase estrogenic. Setiap bulan setelah haid, hipofisis anterior mensekresikan FSH. Hormon ini berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan pematangan ovum dan folikel.Graaf selama pertumbuhan folikel menjadi folikel graaf terjadi proses pembentukan dan pengeluaran hormon estrogen. Estrogen berfungsi untuk membangun endometrium rahim menebal hingga 5-7 cm.Selain itu, estrogen juga memengaruhi kelenjar serviks untuk menghasilkan cairan encer. Adanya estrogen akan menghambat pegeluaran FSH dan memacu pengeluaran LH yang dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis.Pada tahap akhir,dengan pecahnya folikel graaf,ovum terlepas dan terlempar keluar,disebut ovulasi kira-kira ke-14 dari suatu siklus. 2. Fase Sekresi (fase progestero) Fase ini terjadi pada hari ke-14 sampai hari ke-28 dari siklus.Folikel graaf yang pecah pada saat ovulasi berubah menjadi korpus rubrum yang mengandung banyak darah.Selama membesar fase dan ini endometrium terus menebal.Arteri-arteri kelenjar endometrium

tumbuh.Perubahan endometrium dipengaruhi oleh hormone estrogen

dan progesteron yang disekresikan oleh korpus luteum sesudah ovulasi.Jika tidak ada kehamilan korpus liteum berdegenerasi sehingga progesteron dan estrogen menurun bahkan sampai hilang. 3. Fase menstruasi Tahap ini berlangsung selam 4-6 hari dalam satu siklus.Oleh karena hormon estrogen dan progesteron berhenti dikeluarkan,maka endometrium mengalami degenerasi.Dara,mucus,dam sel-sel evites dikeluarkan sebagai darah haid dari rongga uterus ke vagina. Dengan menurunnya dan hilangnya progesterone dan estrogen FSH aktif diproduksi lagi dan siklus dimulai kembali.

FERTILISASI KEHAMILAN Fertilisasi adalah penggabungan sperma dan ovum.Setelah ejakulasi ke dalam saluran reproduksi wanita,sperma akan tetap hidup selama beberapa hari.Sedangkan ovum akan tetap vertil selama 24 jam setelah ovulasi.Setelah sperma memasuki uterus,kontraksi pada dinding uterin akan membantu sperma,mendekati ovum. Setelah sperma bertemu dengan ovum,muncul bukaan dibagian okrosom sperma.Bukaan tersebut akan mengeluarkan enzim pelarut pelusida pada oosit sekunder.Setelah sperma memasuki ovum,akan segerah terjadi perubahan yang mencegah sperma lain masuk.Biasanya sperma akan kehilangan ekornya saat masuk untuk membuahi ovum. Proses masuknya sperma akan merangsang oosit sekunder menyelesaikan pembelahan miosis keduanya.Kepala sperma yang bersifat haploid membengkak dan membentuk prunukleus. Pronukleus jantan akan melebur dengan pronikleus betina,kemudian membentuk pronukleus zigot yang diploid.

Zigot akan tumbuh menjadi embrio dalam uterus sejak terjadi vertilisasi hingga dilahirkan.Waktu kehamilan berkisar antara 266 hari atau 38 minggu.

PERKEMBANGAN EMBRIO DALAM RAHIM Proses perkembangan embrio dalam rahim adalah sebagai berikut: Telur yang telah dibuahi oleh sperma akan membentuk zigot,kemudian zigot digerakkan oleh silia oviduk menuju ke uterus.Setelah 24 jam,terjadilah pembelahan sel pembelahan ini terjadi saat telkur dibuahi berjalan dari oviduk ke uterus yang memakan waktu 3-5 hari. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pembelan menjadi dua sel,empat sel,delapan sel dan akhirnya akan membentuk kelompok sel baru.Yang merupakan suatu benda bulat seperti buah murbei yang disebut stadum atau fase morula.Morula membentuk bola berongga,yang disebut blastosit.

Blastosit berdiferensiasi menjadi tiga bagian yaitu : 1.sel-sel telur disebut tropoblas. 2.sel-sel bagian dalam di sebut embrioblas. 3.rongga berisi cairan di sebut blastosol. Proses perubahan morula menjadi blastosit disebut blastulasi kemudian turun keuterus menanamkan diri diindometrium atau melakukan inflantasi.Inflantasi terjadi pada hari ke-7 atau ke-8 inflantasi terjadi karena sel tropoplas mengeluarkan enzim proteolitik.Kemuadian embrioblas membelah diri sehinggah menjadi satu kelompok sel yang sedikit mennonjol yang diberi nama titik benih.Akan tetapi antara bintik benih dengan trosih

berhubungan pada suatu tempat yang disebut selom(ceolom).Stadium fase ini disebut dengan fase blastula. Setalah terjadi blastula maka stadium selanjutnya adalah stadium grastula.Pada stadium ini,bintik benuh mengalami pertumbuhan sel yang berbedah yang berbagi diri menjadi beberapa lapisan sel yang berbedah sifat. Saat embrio tumbuh,endoderma berkembang menjadi batas evitalium gastroinfestinum,alat pernapasan,sejumlah organ.Mesoderma membentuk peritoneum,otot tulang dan jaringan ikatan jaringan lain.Etoderma membentuk system saraf.

Pembentukan membran embrio Membran-membran ini berada diluar embrio yang berfungsi melindungi dan member makan embrio.membran-membran tersebut adalah kantong kuning telur,amnion,korion dan alantois. Kantong kuning telur Kantong ini adalah membrane yang dibatasi endoderma.Pada beberapa spesies,kantong kuning telur berfungsi menyediakan nutrisi utama bagi embrio.Kantong kuning telur mengandung sel yang akan berkembang menjadi spermatogonium atau oogenium setelah dewasa. Amnion Amnion merupakan pelindung yang tebal. Saat embrio tumbuh, amnion menyelubungi embrio dan membentuk ruang yang berisi cairan amnion. Cairan amnion berfungsi melindungi embrio dari gesekan dan membantu regulasi suhu tubuh embrio. Korion

Korion merupakan devirat dari ektoderma dan mesoderma tropoblas. Korion menjadi bagian utama plasenta. Korion ini menyelubungi amnion dan kantong kuning telur. Alantois Alantois berupa membrane vascular kecil yang merupakan tempat mula-mula pembentukan darah. Fungsi alantois adalah untuk respirasi, saluran makanan, dan ekskresi. Pembentukan Plasenta Pada bulan ketiga, terjadi pembentukan plasenta(ari-ari atau tembuni). Plasenta berbentuk pipih dan berkembang dari korion dan sebagian endometrium. Fungsi plasenta adalah sebagai berikut : a) Memungkinkan oksigen dan makanan dari darah ibu berdifusi ke darah janin. b) Memungkinkan karbondioksida dan sisa metabolisme janin berdifusi ke darah ibu. c) Menyuplai makanan seperti karbohidrat, protein, kalsium, dan besi ke tubuh janin. d) Menghasilkan beberapa hormone yang dibutuhkan untuk memelihara kehamilan.

KELAHIRAN GANDA Kelahiran ganda (multiple birth) adalah kelahiran dua atau lebih individu pada satu masa kehamilan yang sama.Jika anak yang dihasilkan tiga disebut triplets.Jika anak empat disebut guadrublets,dan jika lima guingtuplets.Kelahiran ganda yang umum terjadi adalah kembar dua(twins).Kembar dua terjadi jika ada dua invidu didalam uterus pada satu masa kehamilan yang sama.Ada dua jenis kelahiran kembar yaitu kembar

praternal dan identik.Pada kelahiran praternal kembar yang lahir bisa berbedah kelamin,pada kelahiran identik kembar yang lahir memiliki jenis kelamin yang sama. Pada kembar praternal,dua embrio berasal dari dua ovum yang dibuahi oleh dua sperma.anak-anak kembar pratenal dapat terlihat mirip satu sama lain,tapi juga dapat terlihat sangat berbedah.Kembar identik berasal dari satu ovum yang dibuahi oleh satu sel sperma.Peleburan itu menghasilkan satu zigot,yang kemudian membelah menjadi dua embrio.Kedua embrio tumbuh menjadi petus pada rahim yang sama.Anakanak kembar identik memiliki penampakan yang mirip,walaupun pada akhirnya akan terlihat berbedah karena pilihan gaya hidup masing-masing. Kembar siam terjadi jika zigot yang kembar identik gagal berpisah secara sempurna.Kebanyakan kembar siam terjadi pada perempuan (sekitar 70-75%). (Sumber:Biologi untuk SMA kelas XI,Maryanti,Sri dkk)

Hormon dalam kehamilan Proses kehamilan dipengaruhi oleh beberapa hormone.Adapun hormone yang dimaksud sebagai berikut: Progesteron dan estrogen Hormon progestreron dan estrogen yang dihasilkan oleh korpus liteum ini berperan selama 3-4 bulan pertama masa kehamilan.HOrmon Prolaktin ini berperan mempertahankan ketebalan endometrium untuk implantasi dan memelihara janin.

Hormon ini disekresikan oleh plasenta dan berperan memacu kelenjar susu memproduksi air susu sehingga pada waktu yang diperlukan sudah siapa digunakan oleh bayi. HCG (hormon chorionic gonadotropin) Hormon ini bekerja dari hari kedelapan hingga minggu kedelapan kehamilan.HCG ini melindungi kehamilan dengan cara menstimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron sehinggah mencegah terjadinya menstruasi.Hormon ini dapat ditemukan pada urin wanita hamil,sehingga dapat digunakan untuk uji kehamilan.Semakin tua umur kandungan jumlah estrogen di dalam darah semakin banyak.Sebaliknya berkontraksi jumlah progestron progesterone semakin sedikit.Hal ini berhubungan dengan sifat estrogen yang merangsang uterus untuk sehingga mencegah kontraksi uterus.Progesteron dan estrogen juga merangsang pertumbuhan kelenjar susu tetapi setelah kelahiran hormon prolaktin yang dihasilkan kelenjar hipofisislah yang merangsang produksi air susu. (Sumber:Biologi untuk SMA Kelas XI,Nurhadi,dkk

Hamil Anggur

Apakah itu hamil anggur? Hamil anggur (mola hidatidosa) adalah kehamilan abnormal yang disebabkan oleh sel dari plasenta (sel trofoblas) yang tumbuh secara berlebihan. Umumnya pada hamil anggur ini, tidak ditemukan unsur janin yang tumbuh dan berkembang seperti umumnya ditemukan pada kehamilan normal. Jadi dengan kata lain, bukan jabang bayi yang tumbuh tetapi hanya jaringan. Tetapi kadang-kadang ditemukan juga janin yang tumbuh pada hamil anggur dan ini dikenal dengan nama hamil anggur parsialis. Hamil anggur banyak ditemukan pada perempuan yang berusia muda dan pada kehamilan pertama. Kenapa disebut dengan hamil anggur? Karena bentuk jaringan kehamilan yang bulat-bulat menggelembung seperti buah anggur. Bulatan ini berisi cairan dengan dinding yang tipis (mirip dengan anggur). Jaringan gelembung tersebut tidak memiliki pembuluh darah dengan bagian sel plasenta yang tumbuh secara berlebihan. Penyebab hamil anggur sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Tetapi berdasarkan penelitian terakhir, pada sel plasenta (sel trofoblas) hamil anggur tidak ditemukan unsur keturunan dari ibu, hanya dari ayah. Jadi, hamil anggur ini adalah hasil dari pembuahan (konsepsi)yang tidak normal yaitu hasil dari pembuahan sel telur yang tidak mengandung faktorfaktor keturunan dari ibu. Bagaimana gejala-gejala hamil anggur ini? Gejalanya terjadi seperti wanita hamil pada umumnya yaitu mual-mual, muntah dan gejala kehamilan lainnya. Tetapi pada hamil anggur ini penderita muntah secara berlebihan, denyut nadi cepat, jantung berdebar-debar. Juga terjadinya pendarahan (ini sering kali dialami oleh penderita hamil anggur) dan pembesaran kandungan

yang sangat cepat (yang sering disamakan dengan gejala ibu yang hamil anak kembar). Karena itu untuk mencegah hamil anggur tersebut, ibu hamil yang menderita gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas harus cepat-cepat memeriksakan diri secara mendalam agar diketahui apakah memang menderita hamil anggur atau tidak. Selain itu untuk mendiagnosa hamil anggur perlu dilakukan dengan pemeriksaan USG (ultrasonografi) karena gejala hamil anggur baru timbul setelah kehamilan cukup besar. Jika sudah terjadi hamil anggur bagaimana penanganannya? Pengobatan hamil anggur dilakukan dengan jalan kuret hisap yaitu melakukan kuret sambil menghisap jaringan. Tindakan ini cukup dilakukan satu kali dan dilakukan dengan sangat cepat sehingga seluruh jaringan dapat dikeluarkan dan komplikasi terjadinya pendarahan dapat dikurangi. Apakah wanita yang menderita hamil anggur dapat hamil kembali? Tentu saja, jikapenderita ditangani dengan baik dan diketahui sejak awal maka penderita dapat hamil kembali. Umunya yang tidak dapat hamil kembali jika penanganan penderita dilakukan dengan salah sehingga terjadi komplikasi dari yang ringan sampai yang berat. Jika sudah terjadi komplikasi yang berat rahim harus diangkat dan ini yang menyebabkan penderita tidak dapat hamil kembali.

(sumber:http://kedokteranfebrian.blokspot.com/2009/02/kehamilaan anggur 22.html)


_

BAB III METODOLOGI PERCOBAAN


3.1 Alat dan Bahan Alat : Pipet Pengaduk Lampu/penerang Bahan : Urine wanita hamil Satu set diagnostic hCG : Indirect Pregnancy Test terdiri dari : Antibody/antiserum/anti HCG control poitif Control negative Antigen Lateks Direct pregnancy Test terdiri dari : Antibody lateks/antiserum lateks Control positif Control negative One step cassette pregnancy test terdiri dari : Alat/kaset yang memiliki bagian membrane yang telah di label dengan anti bodi anti HCG zat warna. 3.2 Cara Kerja a. Test HCG secara langsung 1) Tempatkan seluruh reagen dan specimen pada temperature kamar sebelum digunakan. 2) Letakkan masing masing satu tetes : control positif hCG, urine sample, control negative hCG pada slide gelas yang telah bersih.

3) Tambahkan masing masing satu tetes anti serum HCG Lateks dan campur baik baik dengan pengaduk masing masing. 4) Putar/goyangkan slide pelan pelan dan tunggu 2 menit sebelum di baca hasilnya 5) Hasil akurat di baca sebelum 3 menit

a. Test HCG secara tidak langsung 1) Tempatkan seluruh reagen dan specimen pada temperature kamar sebelum digunakan 2) Letakkan masing masing satu tetes : control positif HCG, urine sample, control negative HCG pada slide gelas yang telah bersih. 3) Tambahkan masing masing satu tetes antiserum HCG dan campur baik baik dengan pengaduk masing masing. 4) Putar/goyangkan slide pelan pelan selama 30 detik. 5) Tambahkan masing masing satu antigen lateks (HCG - Lateks) dan aduk kembali. 6) Putar/goyangkan slide pelan pelan selama 2 menit dan segera dibaca hasilnya. 7) Hasilnya tes supaya dibaca sebelum 3 menit.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Untuk One Step Cassette Pragnancy a) Nama Umur Hasil Keterangan b) Nama Umur Hasil Keterangan : Ny. X : 22 tahun : 2 garis merah muda : Positive (+) : Rina suriana : 18 tahun : 1 garis merah muda : Negative (-)

Test HCG secara langsung

PERCOBAAN

HASIL

1.control positive + antiserum Menggumpal berarti hamil lateks 2.urin + antiserum lateks Menggumpal berarti hamil

3.control negative + antiserum Tidak menggumpal berarti tidak lateks hamil

4.2 Pembahasan Dari percobaan di atas dapat di lihat percobaan antara naracoba I dan naracoba II berbeda di karenakan dalam urine dan darah naracoba I

mengandung hormon HCG sedangkan dalam urine dan darah naracoba II tidak mengandung hormon HCG .Tanda tanda dari adanya hormon HCG yang terkandung dalam urine dan darah seseorang yaitu adanya rasa mual yang di rasakan , terutama pada pagi hari dan jika di tes kehamilan maka akan di temukan adanya tanda dua garis merah muda dengan alat (TES PECK) sedangkan pada orang yang tidak mengandung HCG dalam urinenya tidak mersakan hal tersebut dan jika di tes hanya di temukan 1 garis merah muda . Setelah melakukan percobaan ini, maka kami telah mengetahui cara pemeriksaan kehamilan HCG dengan cara : One step cassette pregnancy test dimana jika 2 garis merah muda dikatakan positif hamil, dan jika hanya terdapat 1 garis merah muda maka dikatakan negative hamil. Untuk tes HCG secara langsung dimana yang di pakai yaitu : objek glass, control positive, control negative, lateks dan urine. Jika urin yang di campur lateks terlihat menggumpal atau berkeping keping, dan jika hasil yang diperoleh tidak menggumpal ataupuan berkeping keping, maka hasilnya dikatakan negative hamil. HCG (Humasan Chorionik Gonadotropin) hormone yang mendukung perkembangan sel telur dan merangsang pelepasan telur dalam ovulasi. HCG golongan glikoprotein gonadotropin yang di hasilkan oleh plasenta HCG dapat di deteksi dalam urine dan darah. Urin dapat dideteksi pada usia kehamilan 1 2 mingggu, dalam darah 8 10. HCG mencapai puncaknya pada usia kehamilan, 50 80 hari Fungsi HCG yaitu : Merangsang pertumbuhan corpus letium Mencegaah menstruasi

Mempertahankan endometrium Sekresi hormone estrogen dan progesterone oleh corpus liteum setelah plasenta terbentuk sepenuhnya dan dapat menghasilkan progesterone dan estrogen sendiri. Pada kehamilan muda pembentukan HCG meningkat sehingga mengubah corpus liteum gravilitasis yang memproduksi estrogen dan progesterone trimester I peningkatan HCG mulai menurun estrogen dan progestron tidak dihasilkan lagi, oleh corpus liteum gravisitasi melainkan oleh plasenta pada trimester II dan III plasenta menghasilkan stroid seks. Androgen Sebagai deferensiasi mudaga pria Karakteristik sekunder pria Perilaku seksual dan agresif Peningkatan pertumbahan Estrogen Mempersiapkan uterus untuk ovulasi dan payudara Karakteristik sekunder pada wanita Meningkatkan payudara Mempersiapkan kerja endometrium untuk kerja progesteron Progesterone Mempersiapkan uterus untuk proses kehamilan Mempertahankan kehamilan Merangsang pertumbuhan kerja payudara pertumbuhan pada endrometrium dan

BAB V

PENUTUP
5.1 Kesimpulan HCG merupakan hormone yang tersusun atas protein dan termasuk glikoprotein dan gonadotropin yang diproduksi oleh plasenta, sedangkan FSH dan LH diproduksi oleh hipofisis anterior. Fungsi HCG yaitu : Merangsang pertumbuhan corpus letium Mencegaah menstruasi Mempertahankan endometrium Sekresi hormone estrogen dan progesterone oleh corpus liteum setelah plasenta terbentuk sepenuhnya dan dapat menghasilkan progesterone dan estrogen sendiri. Hormone steroid seks seks dihasilkan dari : hormone Androgen, Estrogen, dan Progesteron. Hcg dapat dideteksi melalui 2 cara yaitu melalui urin dan darah. 5.2 Saran o Untuk Laboratorium:Kami sangat mengharapkan, agar alat dan bahan yang akan dipergunakan untuk praktikum dapat dilengkapi sehingga mahasiswa dapat melaksanakan praktikum dengan lancar. o Untuk Asdos:Dalam melaksanakan praktikum Kehamilan HCG kakak telah membuat kami paham dan membantu kami dalam memahami materi yang ada dalam buku penuntun praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Hefta,R.M.Sardina.2011.Buku Ajar Fisiolog,AkbidSalewangangMaros Hefta,R.M.Sardina.Amiruddin,T.2009.Buku Ajar Biologi Reproduksi C.Pearce.Everlyn.1999.Anatomi Fisiologi untuk Paramedis,Jakarta: PT.Gramedia Atinirmala.Pratit.2006.Biologi untuk SMA Kelas XI,Pelangi Maryati.Sri.2006.Biologi SMA Kelas XI,PT.Erlangga FK Unhas.2009.Buku Ajar Anatomi Umum http://kedokteranfebrian.blokspot.com/2009/02/kehamilananggur_22. Html.