Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL MODUL 12 PEMERIKSAAN KOTORAN ORGANIK DALAM AGREGAT HALUS

KELOMPOK 11 Berliana Cahya Chihiya Nur Fitria Dila Anandatri Gary Alfrits Muntu Nazra Ikrima Sesaria Marina Raissa 1006680700 1006680732 1006680764 1006773856 1006660900 1006680985

Tanggal Praktikum Asisten Praktikum Tanggal Disetujui Nilai Paraf Asisten

: 15 Oktober 2011 : Sucipta Laksono : : :

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2011

A.

TUJUAN PERCOBAAN Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan adanya bahan organik dalam pasir alam yang akan digunakan sebagai bahan campuran mortar atau beton. Kotoran organik adalah bahan-bahan organik yang terdapat di dalam pasir dan menimbulkan efek merugikan terhadap mutu mortar beton.

B.

PERALATAN 1. 2. 3. Botol gelas tidak berwarna mempunyai tutup dari karet, gabus atau lainnya yang tidak larut dalam larutan NaOH, dengan isi sekitar 350 ml. Standar warna (organic plate) Larutan NaOH

C.

BAHAN Agregat halus 300 gram

D.

PROSEDUR 1. 2. 3. Masukkan benda uji ke dalam botol Tambahkan larutan NaOH 3%. Setelah dikocok isinya harus mencapai kira-kira 2/3 isi botol. Setelah 24 jam bandingkan warna cairan yang terlihat di atas benda uji dengan standar warna

E.

TEORI DASAR Kandungan bahan organik yang berlebihan pada unsur bahan beton dapat mempengaruhi kualitas beton. Kadar organik adalah bahan-bahan yang terdapat di dalam pasir dan menimbulkan efek kerugian terhadap suatu mortar atau beton. Bahan organik berasal dari pohon-pohon dan dedaunan yang telah tercampur dalam pasir dan bisaanya sudah membusuk. Standar untuk SNI adalah "Tidak ada kandungan Bahan Organik". Dalam PBI 1971 ditetapkan bahwa pasir yang akan dipakai untuk bahan bangunan tidak boleh mengandung terlalu banyak zat organic, yang dapat dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrams Hander. Agregat halus yang baik adalah agregat halus yang tidak mengandung bahan-bahan organik terlalu banyak yang dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrams-Harder, dengan syarat warna tingkat 1 dan 2. Standar warna yang digunakan no. 3, jika warna lebih muda dari warna standar, yaitu no. 1 dan no. 2, maka dapat disimpulkan pasir mengandung sedikit zat organic dan dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Sedangkan, jika warnanya lebih tua dari standar warna, yaitu no. 4 dan seterusnya, maka agregat tersebut banyak mengandung bahan organic dan tidak layak digunakan sebagai bahan bangunan. Agregat yang tidak memenuhi syarat percobaan ini bisa dipakai apabila kekuatan tekan adukan agregat tersebut pada umur 7 dan 28 hari tidak kurang dari 95% dari kekuatan adukan beton dengan agregat yang sama tapi dicuci dalam larutan 3% NaOH yang kemudian dicuci dengan air hingga bersih pada umur yang sama. Kandungan kadar organik tinggi dapat mengurangi kekuatan semen terutama berbahaya untuk kekuatan beton. Dalam mortar bahan organik akan mengurangi kekuatan ikatan dan akan terlihat sebagai noda coklat atau kuning di acian dan cat.

F.

DATA PRAKTIKUM Setelah didiamkan selama 2x24 jam, warna cairan yang terlihat di atas benda uji sama dengan warna standar pada nomor 3.

G. ANALISA i. Analisa Percobaan Praktikum ini bertujuan untuk menentukan adanya bahan organik dalam agregat halus yang akan digunakan sebagai bahan campuran mortar atau beton. yang menjadi benda uji dalam percobaan kali ini. Pertama-tama, praktikan menimbang NaOH seberat 9 gram, kemudian praktikan juga mengambil air sebanyak 300 ml. Lalu praktikan menuangkan NaOH seberat 9 gram tersebut ke dalam gelas yang sudah berisi air dan mengaduknya dengan menggunakan batang plastik. Setelah itu, praktikan menimbang agregat halus sebanyak 300 gram. Sesudah ditimbang, agregat halus tersebut dipindahkan ke dalam botol gelas. Saat memindahkan pasir, botol gelas harus ditepuk dan digoyang agar pasir dapat dimasukkan semuanya ke dalam botol. Kemudian, praktikan menuangkan larutan NaOH 3% yang telah dibuat ke dalam erlenmeyer yang telah dituangkan pasir. NaOH harus dituang pelan-pelan supaya NaOH dapat mengenai seluruh pasir yang ada di dalam tabung erlenmeyer. Setelah seluruh pasir dan larutan NaOH 3% dimasukkan seluruhnya ke dalam tabung erlenmeyer, campuran ini harus didiamkan dulu minimal 24 jam sebelum dicek perubahan warnanya. Setelah didiamkan lebih dari 24 jam, praktikan membandingkan warna cairan yang ada dengan standar warna atau organic plate. ii. Analisa Hasil Dari pembandingan warna yang dilakukan, didapatkan bahwa warna cairan di atas benda uji sesuai dengan warna no. 3. Warnanya lebih gelap bila dibandingkan dengan warna no. 2 dan lebih terang bila dibandingkan dengan warna no. 4. Hal ini menunjukkan bahwa agregat halus yang diuji mengandung bahan organic, walaupun sedikit. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), agregat halus yang digunakan dalam pembangunan tidak boleh mengandung bahan organic, karena kandungan

bahan organik yang berlebihan pada unsur bahan beton dapat mempengaruhi kualitas beton. Tapi menurut percobaan warna dari Abrams-Harder, warna pada no. 3 masih bisa digunakan dalam pembangunan. iii. Analisa Kesalahan Pada dasarnya pada praktikum kali ini tidak diperoleh pengolahan data untuk menunjukkan adanya kesalahan realtif dari data praktikum. Namun, pada saat praktikum dapat terjadi beberapa kesalahan yang akan mempengaruhi hasil yang diperoleh, kesalahan tersebut antara lain: 1) Air yang digunakan bisa saja tidak tepat 300 ml, karena pada saat pengambilan mata praktikan tidak sejajar dengan gelas ukur.
2)

Pada saat memasukkan pasir ke tabung erlenmeyer, ada kemungkinan pasirnya ada yang jatuh atau tertiup angin. Sehingga, pasir yang masuk ke dalam tabung tidak tepat 300 gram.

H. REFERENSI American Society for Testing and Materials. Standards Test Method for Organic Impurities in Fine Aggregates for Concrete, No. ASTM C 40-04. Annual Book of AST, Standards, Vol 04.02. Badan Standarisasi Nasional. Meode pengujian kotoran organik dalam pasir untuk campuran mortar atau beton, SNI 03-2816-1992

I.

LAMPIRAN