Anda di halaman 1dari 10

Alat Ukur Azas Induksi

Asep Supriatna NIM : 05311008



Induksi adalah suatu keadaan listrik hasil akibat adanya medan magnet yang bangkit disekitar
kumparan berarus listrik. Bila suatu konduktor ditempatkan dalam medan magnit dari arus
bolak-balik, maka arus-arus putar akan dibangkitkan didalam konduktor tersebut. Medan-medan
magnit dari arus-arus putar ini dan dari arus bolak-balik yang menyebabkannya, akan
memberikan interaksi yang menimbulkan momen gerak pada konduktor; dan prinsip ini akan
mendasari kerja daripada alat-alat ukur induksi.
Alat ukur induksi ini mempunyai sistem perputaran sederhana dan kokoh, lagi pula, mudah
dibuat sebagai alat ukur dengan sudut penunjukan yang lebar. Suatu aspek yang lain daripada
alat ukur induksi ini, adalah kemungkinan didapatkannya momen putar yang relatiI besar. Akan
tetapi alat ukur ini penggunaanya hanya untuk arus balak-balik, dan sebagai alat penunjuk ,
hanya dipergunakan pada panil-panil listrik.
Alat ukur induksi ini dapat diklasiIikasikan dalam medan yang berputar atau medan yang
bergerak; akan tetapi pada bagian ini hanya dari type medan yang bergerak, akan dijelaskan lebih
lanjut. Prinsip ini juga dipergunakan dalam alat-alat ukur enersi pada arus balak-balik.
Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa alat ukur azas induksi ini hanya dapat digunakan
untuk besar AC, dan pada umumnya hanya digunakan sebagai alat ukur energi (energy kWh-
meter). Prinsip kerjanya berdasarkan gaya interaksi antara Ilux magnet AC dengan arus Eddy
pada piringan aluminium atau piringan tembaga.

Terdapat 2 jenis alat ukur induksi, yaitu:

Ferraris Type (Tipe belah phasa)
Beda phasa diperoleh dengan cara menambahkan tahanan shunt pada salah satu rangkaian
kutubnya.

Shaded Pole
Beda phasa diperoleh dengan cara memasang ring atau cincin pada salah satu kutubnya. Ring
atau cincin ini bekerja seperti lilitan sekunder traIo, dimana akan terjadi induksi terlebih dahulu
pada ring,sehingga Iluksnya akan menjadi terlambat dibandingkan dengan Ilux dari kutub yang
satunya. Alat ukur induksi menggunakan redaman arus Eddy, jadi piringan berIungsi untuk
menghasilkan torsi kerja dan sekaligus berIungsi untuk menghasilkan torsi redam.
Karakteristik alat ukur induksi:

1. Hanya untuk besaran AC
2. Tingkat ketelitian rendah
3. Redaman eIektiI
4. Pemakaian daya
5. Terpengaruh Irekuensi dan suhu
6. Skala tidak uniIorm.


Gambar 17. Prinsip kerja alat ukur induksiAlat ukur induksi mempunyai kelebihan yaitu sistem
perputarannya yangsederhana tapi kokoh, sudut penunjukkannya lebar karena
penyimpangan untuk skala penuh dapat melebihi 200
0
serta tidak banyak dipengaruhi medan eksternal.Akan tetapi kelemahan alat ukur ini terbatas
penggunaannya pada arus bolak-balik , biasanya hanya dipergunakan pada panel-panel listrik
serta mengkonsumsi dayayang cukup banyak.
B. Amme t e r I n d u k s i
KonIigurasi alat ukur arus tipe induksi ini ditunjukkan pada gambar 18Gambar 18. Ammeter
jenis induksi34


Untuk alat ukur ammeter induksi, torsi total yang bekerja pada piringanadalah

Apabila kedua Iluks yang dihasilkan oleh listrik bolak-balik yang diukur sama
dengan harga maksimumnya adalah
m
I
maka
u
e
sin
22
I K T

. Untuk sudut
u
dan untuk Irekuensi tertentu, torsi sebanding dengan kuadrat arus. Jika piringanmempunyai
kontrol pegas, piringan akan mencapai posisi simpangan stabil waktutorsi kontrol sama dengan
torsi penyimpang.Ammeter induksi terbagi menjadi tiga jenis yaitu:1 . Al a t u k u r p i r i n g a n
d e n g a n k u mp a r a n I a s e b e l a h , j e n i s s i l i n d e r d e n g a n kuumparan Iase-
belah2. Alat ukur jenis silinder dengan kumparn Iase- belah3. Ammet er i nduks i
kut ub ba ya nga n1.Alat ukur piringan dengan kumparan Iase belah (Ierraris
type)Pada da sar nya be da I a se di per o l e h de nga n car a me na mba hka n
t aha na nshunt pada salah satu rangkaian kutubnya
(
gambar 19
).
Kumparan pada duamagnet yang berlapis- lapis P1 dan P2 dihubungkan secara seri.
Kumparan P2dihubungkan paralel dengan tahanan R sehingga kumparan ketinggalan arus
total.Sudut pergeseran Iase
u
yang dihasilkan Iluks magnet
1

dan
2

oleh P1 dan P2yang diperlukan adalah 60
0
. Apabila histerisis diabaikan, maka masing-masingIluks magnet sebanding dengan arus
yang diukur yaitu I
dimana I merupakan harga rmsApabila digunakan kontrol pegas, maka

Ammeter ini menggunakan peredam arus eddy sehingga apabila piringan berputar,
maka piringan tersebut akan memotong Iluks pada celah udara mgnetdan arus eddy
yang dihasilkan menjadi peredam.Gambar 19. Ammeter induksi dengan kumparan Iase
belah2. Ammet er j e ni s s i l i nder kumpar a n Ia se be l a hAlat ukur ini bekerja
dengan cara kerja piringan dengan kumparan Iase be l a h, di ma na pi r i nga n
put ar nya di ga nt i de nga n dr um a l u muni um ber onnga. Kutub P1 menimbulkan
Iluks magnet bolak balik dan arus eddy pada bagiandrum yang terletak di bawah P2,
sedangkan kutub P2 menghasilkan Iluks magnet bolak balik dan arus eddy pada bagian drum
yang terletak di bawah P1. Terdapatgaya F1 yang sebanding dengan
21
I

serta F2 yang sebanding dengan
12
I

dimanagaya tersebut adalah tangensial terhadap permukaan drum yang
menimbulkantorsi dan memutarkan drum di seputar sumbunya. Kumparan P2 yang
dihuungkan paralel dengan tahanan R menimbulkan pergeseran Iase antara Iluks magnet
1

dan36


Agar putaran dari drum t idak berrlebih, diatasi oleh pegas kontrol yangdapat
menghentikan putaran pada suatu posisi dimana torsi penyimpang menjaadisama dengan torsi
pengontrol. Jarum penunjuk dipasang pada poros yang duaujung landasannya diberi
bantalan dari bahan intan. Int i silinder yang berlapis-l a p i s d a l a m r o n g g a d r u m
b e r I u n g s i u n t u k me n g u a t k a n I l u k s ma g n e t y a n g memotong drum. Kutub-
kutub juga dibuat berlapis-lapis dan rangkaian magnetdilengkapi dengan gandar dan
int i, sedangkan uuntuk peredam dilakukan oleharus eddy yang diinduksikan pada piringan
alumunium terpisah (gambar 20)Gambar 20. Ammeter induksi jenis silinder dengan Iase
belah3. Ammet er i nduks i kut ub ba ya nga n ( Shade d po le) Kumpar a n ya ng
di gunaka n pada a l at ukur i ni ha nya sat u bua h. Fl l uks magnet dihasilkan oleh
kumparan kemudian displit menjadi Iluks
yangmembuat pegeseran Iase sebesar
u
. Bagi a n at as da n ba wa h dar i kut ub dekat piringan terbagi dua alur yang salah
satu bgiannya diberi cincin hubung singkat.I nc i n i ni ber I ungs i s e baga i
kumpar a n s ekunder seda ngka n kumpar a n ut a ma berIungsi sebagai kumparan
primer. Arus induksi menimbulkan pergeseran Iase37


2
yangmelewat i bagian yang t idak diberi cincin dan yang diberi cincin masing-
masingmenimbulkan arus eddy dan menghasilkan torsi penggerak total

Torsi ini diimbangi dengan torsi kontrol oleh pegas kontrol sepert i ditunjukkan pada
gambar 21Gambar 21. Ammeter induksi kutub bayanganAmmeter induksi jenis kutub bayangan
yang selengkapnya ditunjukkan pada gambar 22. Ammeter ini terdiri dari piringan alumunium
atau tembaga yangdipasang pada sumbu putar (poros). Poros dengan jarum penunjuk dikontrol
oleh pegas kontrol.38


Gambar 22. Skema lengkap ammeter induksi kutub bayanganPiringan yang bergerak pada celah
udara elektromagnetik yang berlapis-l api s da n di per kuat ol e h ar us ya ng di ukur .
Per eda ma n ya ng di paka i ada l a h peredaman karena adanya arus putar yang
diinduksikan oleh magnet tetap yanga d a d i b a g i a n t e r t e n t u p a d a p i r i n g a n .
Du a I l u k s ma g n e t s a t u s a ma l a i n mmempunyai beda Iase 40
0
sampai 50
0
. Masing-masing Iluks menginduksikan arus putar pada piringan.. Karena masing-masing
dari arus putar seIase dengan Iluks, maka terdapat dua buah torsi yang saling berlawanan
arah dan menghsilkan torsitotal. Torsi ini akan memutar piringan-putaran yang dikontrol oleh
pegas kontrolagar dapat berhent i. Simpangan jarum penunjuk sebanding dengan
kuadrat arusatau tegangan yang sedang diukur.
C. Vo lt met er I nduks i
Pada a l at ukur i ni j uml a h l i l it a n kump ar a nnya ba nyak da n kec i l -
kec i l . Kumparan dihubungkan paralel dengan jaring-jaring dan mengalirkan arus
kecil5-10 mA. Supaya garis-garis gaya magnet yang dihasilkan cukup, jumlah
lilitankumparan harus banyak. KonIigurasi dari volt meter in