Anda di halaman 1dari 3

Beberapa ahli panas bumi diantaranya Sanyal (2005) dan DiPippo (2008) mengklasifikasikan sumber

daya panas bumi yang terdapat di bawah permukaan menjadi 4 jenis. sebutkan jenis jenis sumberdaya
panas bumi tersebut dan jelaskan ciri ciri dari masing masing sumber daya tersebut!
Sumber daya panas bumi yang diklasiIikasikan oleh sanyal adalah hydrothermal reservoirs, geopressured
reservoirs, hot dry rock reservoir, dan magma reservoir.
Pertama adalah hydrothermal reservoir. Reservoir ini adalah batuan dengan tingkat porositas dan permeabilitas
yang baik. Batuan ini berisi uap air atau air panas yang berada pada kedalaman yang mampu ditembus oleh
lubang bor yaitu kurang dari 4 Km. Walaupun ada sumur yang menembus 5 km di Iceland.
Pada reservoir hydrothermal ini, air berasal dari permukaan akibat jatuh dari hujan. Air ini kemudian masuk
karena adanya perekahan batuan. Air tersebut terakumulasi di dalam reservoir. Sumber panasnya berasal dari
hasil intrusi magma akibat tumbukan antar lempeng. Akibatnya panas dari magma tersebut dialirkan secara
konduksi melalui batuan hingga panasnya merambat ke reservoir. Pada reservoir yang sudah berisi air, terjadilah
arus konveksi sehingga memanaskan semua air di dalam reservoir tersebut.
Menurut DiPippo, ada 5 hal yang sangat penting dimiliki oleh sistem hidrotermal yaitu memiliki sumber panas
yang besar, memiliki permeabilitas yang besar, berisi air dari permukaan, ditutup oleh lapisan yang
impermeable, dan memungkinkan terjadinya recharge.
Kedua adalah geopressured reservoir.Lokasi reservoir ini lebih dalam daripada reservoir hydrothermal.
Reservoir ini beisi air panas yang mengandung banyak sekali gas methane sehingga berada pada lingkungan
yang gradien tekanannya lebih besar daripada gradien hidrostatik. Percobaan dalam skala lab sudah dilakukan
yaitu dengan memproduksikan Iluida tersebut ke permukaan. Kemudian gas methane dipisahkan dari air
panasnya. Gas methane dibakar untuk memanasi air sehingga meningkatkan harga entalpi air.
Ketiga adalah hot dry rock reservoir. Reservoir ini memiliki kedalaman yang sangat dalam sehingga
permeabilitasnya menjadi lebih kecil. Sumber panasnya bisa berasal dari intrusi magma atau gradient
geotermalnya. PemanIaatannya masih dalam bentuk proposal saja yaitu dengan membor reservoir ini kemudian
melakukan hydraulic Iracturing dimana air diinjeksikan dengan tekanan yang besar sehingga mengakibatkan
rekahan di reservoir. Hal ini diupayakan untuk meningkatkan permeabilitas batuannya.
Terakhir adalah magma reservoir. Eksploitasi ini sangat berbahaya sehingga belum banyak dilakukan kajian.
Caranya adalah dengan mncari reservoir yang berisi magma pada kedalaman yang relatiI dangkal kemudian
mengambil magma tersebut dari sebuah sumur dan memanasi suatu heat exchanger. Bahaya banget kan?
Sanyal (2005) mengklasifikasi sumber daya panas bumi berdasarkan temperaturnya. 1elaskan klasifikasi
tersebut! Adakah klasifikasi dari ahli ahli panas bumi yang lain? Apabila ada, bandingkanlah!
Sanyal mengklasiIikasi sumber daya panas bumi berdasarkan suhu ke dalam 7 kelompok :
Kelas 1 (Suhu kurang dari 100C). Pada kelas ini, belum bisa dimanIaatkan untuk pembangkit listrik.
kelas 2 (100C sampai 150C). Pada suhu reservoir seperti ini, Iase mobil di reservoir masih cair. Kenapa?
Karena tekanan reservoir juga besar. Beda halnya kalau tekanan atmosiIir, suhu segitu sudah jadi vapor. Pada
kelas ini, Iluida diangkat dengan pompa. Setelah dipermukaan maka masuk ke dalam exchanger dimana
memanaskan Iluida organik yang memiliki temperatur didih lebih rendah. Akibatnya Iluida organik tersebut
yang akan menguap dan menggerakkan turbin.
Kelas 3 (150C sampai 190C). Pada kelas ini, setibanya dipermukaan, sudah banyak vapor namun masih perlu
penggunaan pompa. Pada akhir range suhunya, aliran bisa mengalir sendiri sehingga tak perlu pompa.
Tergantung dari kapasitas alir reservoirnya. Kalau vapornya belum ekonomis, bisa gunakan single Ilash steam.
Kelas 4 (190C sampai 230)C.
Kelas 5 (230 sampai 300)
kelas 5 (300)
Kelas 6 (240 dengan mobile Iluidnya di reservoir adalah steam.
Sebutkan 4 komponen utama pembentuk sistem hydrothermal!
Supply air dari permukaan ke reservoir melalui rekahan, sumber panas akibat intrusi magma, tersimpannya air di
dalam media berpori dan mampu mengalir karena permeabilitasnya reservoir, dan adanya tudung sebagai
pembentuk terjadinya peristiwa konveksi.
Sebutkan 2 jenis sistem hydrothermal menurut Grant et al(1982) serta keunggulan dan keterbatasannya!
Japor-dominated system
Keunggulannya adalah memiliki nilai entalphy lebih tinggi sehingga energi untuk memutarkan turbin lebih
besar, mengalir secara selI Ilowing sehingga tidak perlu pompa. Adapun keterbatasannya adalah sangat jarang
dijumpai. Di dunia baru ada lardrello di italia, geyser di amerika serikat, serta kamojang dan darajat di Indonesia.
liquid-dominated system
Keunggulannya adalah relatiI lebih banyak ditemukan. Selain digunakan untuk masalah pembangkit listrik, bisa
juga digunakan pemanIaatannya untuk yang lain seperti untuk berendam, areal wisata, jasa air panas, dan lain
sebagainya. Adapun keterbatasannya adalah kurang memiliki enthalpy yang tinggi jika langsung menggerakkan
turbin, perlu banyak peralatan tambahan di permukaan seperti heat exchanger, Ilasher, separator dan lain
sebagainya.
Sebutkan perbedaan antara sistem geotermal dengan sistem migas !
Pada sistem geotermal, jenis Iluida yang dicari adalah air atau uap air sedangkan pada migas adalah hidrokarbon.
Suhu bagi reservoir panas bumi relatiI lebih tinggi dibandingkan dengan sistem migas. Batuan pada panas bumi
memiliki banyak sekali rekahan sebagai syarat mengalirnya air ke dalam reservoir. Fluida yang diproduksikan
pada sistem hidrotermal sebagian besar diinjeksikan kembali ke dalam reservoir, untuk merecharge komposisi
air di dalam reservoir hydrothermal. Pencarian reservoir hydrothermal harus berawal dari maniIestasi sedangkan
pada migas tidak. Sistem panas bumi pasti berada pada jalur kontak antar lempeng.
Gambarkan skema PLTP untuk direct dry steam dan berikan contoh lapangannya di Indonesia!
Contohnya di Indonesia adalah di Kamojang dan Darajat
Gambarkan skema PLTP untuk separated steam dan berikan contoh lapangannya di Indonesia!
Contohnya adalah di lapangan Awibengkok-Gunung Salak, Lahendong, Dieng, dan Sibayak
Ditulis dalam geotermal , Leave a reply
Posted on 22 September 2011 by Rachmat Galuh
Reply
'Aku telah diperlihatkan di dalam surga yang di dalamnya dihuni kebanyakan oleh orang-orang miskin. Dan aku
telah diperlihatkan di dalam neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.
uhammad SAW
Ditulis dalam Nilai Hidup , Leave a reply
CPF Tidak enjadi Relevan Ketika Investigasi
Posted on 8 September 2011 by Rachmat Galuh
Reply
CPF adalah metoda yang umum dipakai oleh Drilling Engineer untuk menentukan keekonomisan pahat dalam
upaya pemboran. Namun CPF memiliki kelemahan seperti diperlukannya data yang akurat tentang mekanika
batuan sehingga dapat memprediksi nilai jarak penembusan dalam beberapa hari dan round trip, dan CPF bisa
naik tiba tiba ketika menembus Iormasi yang keras dan dapat turun secara tiba tiba ketika menembus Iormasi
yang lunak.
Selain itu yang akan saya bicarakan disini adalah kelemahan CPF pada saat upaya testing. Biasanya CPF dipakai
oleh seorang ahli pemboran dalam waktu yang tidak mengenal berhenti. Kalau mereka berhenti melakukan
pemboran maka nilai CPF akan naik karena terkait masalah parameter yang tergantung dengan waktu (day).
Padahal dalam melakukan pemboran, operasi pemboran perlu berhenti dalam situasi situasi seperti melakukan
analisa data eksplorasi seperti logging dan sampling/coring. Hal ini dikaitkan untuk menentukan stratigraIi dan
parameter penting dalam produksi. Kalau begitu, metoda CPF menjadi metoda yang kurang baik dikala
investigasi terlebih lagi untuk harga bit yang sangat mahal.
Cost per day /CPD adalah solusi ketika kita melakukan investigasi terhadap Iormasi. Prinsipnya adalah pada
kedalaman berapa sumur akan diinvestigasi, kemudian pilihlah pahat yang memiliki CPD paling murah di
kedalaman tersebut. Sebagai hasil searching di internet, harga untuk investigasi geotechnical berkisar antara
$2200 3400.
Namun CPD hanya baik pada investigasi yang memakan waktu yang lama. Perlu dibandingkan dengan metoda
CPF sehingga ditemukan waktu investigasi maksimum untuk penggunaan CPF. Jika lebih dari waktu maksimum
tersebut maka dipakailah metoda CPD.