Anda di halaman 1dari 1

Ada beberapa jenis sel darah putih yang disebut granulosit atau sel polimorfonuklear yaitu:

BasoIil
BasoIil terutama bertanggung jawab untuk memberi reaksi alergi dan antigen dengan jalan mengeluarkanhistami n kimia yang
menyebabkan peradangan. BasoIil menyususn 1 sel darah putih, melepaskan zat untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah
di dalam pembuluhnya.
EosinoIil
Sel darah putih mengandung 5 eosinoIil. EosinoIil terutama berhubungan dengan inIeksi parasit, dengan demikian
meningkatnya eosinoIil menandakan banyaknya parasit. Fungsinya adalah memerangi bakteri, mengatur pelepasan zat kimia saat
pertempuran, dan membuang sisa-sisa sel yang rusak.
NeutroIil
Sel darah putih yang terbanyak adalah neutroIil ( 60). NeutroIil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap
inIeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap inIeksi
bakteri; aktivitas dan matinya neutroIil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. Tugasnya adalah memerangi
bakteri pembawa penyakit yang memasuki tubuh. Mula-mula bakteri dikepung, lalu butir-butir di dalam sel segera melepaskan zat
kimia untuk menghancurkan dan mencegah bakteri berkembang biak.

dan dua jenis yang lain tanpa granula dalam sitoplasma:
LimIosit
20 sampai 30 kandungan sel darah putih adalah limIosit. Tugasnya adalah menghasilkan antibodi, suatu protein yang membantu
tubuh memerangi penyakit.
LimIosit lebih umum dalam sistem limIa. Darah mempunyai tiga jenis limIosit:
O Sel B: Sel B membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. (Sel B tidak hanya membuat antibodi
yang dapat mengikat patogen, tapi setelah adanya serangan, beberapa sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam
menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem ' memori'.)
O Sel T: CD4 (pembantu) Sel T mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam inIeksi HIV) sarta penting
untuk menahan bakteri intraseluler. CD8 (sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinIeksi virus.
O $el natural killer: Sel pembunuh alami (natural killer, NK) dapat membunuh sel tubuh yang tidak menunjukkan sinyal
bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah terinIeksi virus atau telah menjadikanker.
Monosit
Monosit membagi Iungsi "pembersih vakum" (Iagositosis) dari neutroIil, tetapi lebih jauh dia hidup dengan tugas tambahan
memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dihaIal dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan
antibodi untuk menjaga. Monosit bertugas mengepung bakteri. Kira-kira ada 5 sampai 10 di dalam sel darah putih. Tubuh
mengatur banyaknya sel darah putih yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan. Jika kita kehilangan darah, tubuh akan segera
membentuk sel-sel darah untuk menggantinya. Jika kita mengalami inIeksi, maka tubuh akan membentuk lebih banyak sel darah
putih untuk memeranginya.

Fungsi sel Darah putih
ranulosit dan Monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap mikroorganisme. dengan kemampuannya
sebagai Iagosit (Iago- memakan), mereka memakan bakteria hidup yang masuk kesistem peredaran darah. melalui mikroskop
adakalanya dapat dijumpai sebanyak 10-20 mikroorganismetertelan oleh sebutir granulosit. pada waktu menjalankan Iungsi ini
mereka disebut fagosit. dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas didalam dan dapat keluar pembuluh darah
dan berjalan mengitari seluruh bagian tubuh.