Anda di halaman 1dari 11

Fisika Eksperimen II

LINTASAN ELEKTRON
DALAM MEDAN MAGNET
(P 1)


Nama : Fella TiIIanny
NPM :140310090046
Partner : Lina Riyandi
NPM : 140310090048
Asisten :



LABOLATORIUM FISIKA LANJUT
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2011

LEMBAR PENGESAHAN
LINTASAN ELEKTRON
DALAM MEDAN MAGNET
(P 1)

Nama : Fella TiIIanny
NPM : 140310090046
Hari / Tgl. Praktikum : Kamis,6 Oktober 2011
Waktu : 14.30-17.00 WIB
Asisten :





Asisten



I. Pendahuluan
9 9
I.1 Latar Belakang
Pada praktikum 'Lintasan Elektron dalam Medan Magnet ini kita
akan menyelidiki, bagaimana karakteristik suatu elektron bila dilewatkan
dalam suatu medan magnet, terutama lintasannya ketika dia bergerak. Pada
percobaan kali ini kita akan menentukan muatan spesiIik e/m melalui
pembelokan berkas elektron oleh medan magnetik homogen. Dimana
Elektron pada suatu medan magnet memiliki suatu karakteristik tertentu,
berbeda dengan elektron bebas .Untuk mengetahui karakteristik tersebut kita
menggunakan suatu media yang ideal konservatiI, yaitu digunakan suatu
tabung hampa udara / Vakum yang disebut tabung Helmholtz Coil With
Holder (HC). Yang tidak ada pengaruh luar baik gaya maupun energi lain
yang dapat mempengaruhi lintasan elektron yang sedang bergerak dan hanya
dipengaruhi oleh medan magnet.
I.2 IdentiIikasi Masalah
Pada praktikum ini akan didapat nilai muatan spesiIik electron
dengan bantuan medan magnetic homogen yang dapat mendeIleksikan sinar
electron sehingga dari sini akan dipancarkan suatu sinar deIleksi pada suatu
tabung hampa udara yang melingkar dengan jari-jari tertentu dari besar
tegangan dengan arus yang diberikan pada kumparan yang dimaksudkan untuk
menciptakan medan magnet yang diinginkan, sehingga besar medan magnet
dapat mempengaruhi pergerakan electron.
I.3 Tujuan Percobaan
Menghitung muatan spesiIik e/m melalui pembelokan barkas elektron oleh
medan magnetik homogen.


II. Teori Dasar
Elektron merupakan suatu partikel yang memiliki suatu massa tertentu
dan memiliki muatan dengan nilai yang sangat tertentu. Karena elektron
memiliki suatu nilai muatan tertentu dan memiliki massa yang tertentu maka
akan menimbulkan suatu muatan spesiIik yang merupakan perbandingan dari
muatan yang dimiliki oleh elektron tersebut dengan nilai massa yang juga
dimiliki oleh elektron tersebut.
Ketika elektron lepas dari kulitnya karena dipancarkan oleh pemancar
elektron maka elektron tersebut menerima energi, dan ketika elektron tersebut
kembali pada kulitnya elektron tersebut akan memancarkan energi berupa sinar
yang merupkan deIleksinya yang biasa disebut sinar Ioton tetapi pada
percobaan ini Irekuensinya sangat lemah karena energi yang dilepaskannyapun
sangat lemah.
Pada saat elektron keluar dari pemancar elektron maka ia akan langsung
terpengaruhi oleh suatu medan yang sengaja dibuat yaitu medan magnet
homogen, sehingga dari sini akan timbul suatu gaya yang biasa disebut gaya
lorentz yang disebabkan oleh interaksi dari muatan yang dimiliki oleh elektron
yang bergerak dan besar kuat medan magnetik homogen disertai dengan
kecepatan dari elektron tersebut bergerak.
Gaya yang dialami partikel bermuatan yang bergerak dalam medan
magnetic
Dari hasil suatu pengamatan diperoleh kesimpulan yaitu :
'Partikel bermuatan yang bergerak di dalam suatu daerah medan
magnetik akan mengalami gaya. Gaya ini disebut gaya lorentz.
Sebuah electron yang begerak dengan kecepatan konstan v dibawah
pengaruh medan magnet homogen B yang arahnya tegak lurus terhadap arah
gerakan electron akan mengalami gaya Lorentz sebesar:

L
=
Jika muatan listrik adalah e dan bergerak dengan kecepatan v maka
kuat arus adalah sebagai berikut :
t
q
i

Dengan demikian diperolah :
t
l
q l
t
q
il
lintasan yang ditempuh oleh suatu muatan dalam suatu selang waktu
sama dengan besar kecepatan ( t l v / ), sehingga :
qv il
t
l
q il


selanjutnya kita masukan hubungan ini ke rumus gaya Lorentz sehingga
kita dapatkan rumusan sebagai berikut :
7
7
sin
sin
qvb F
ilB F


Karena lintasan gerak electron berupa lingkaran dan tegak lurus dengan
arah medan magnetic yang diciptakan oleh kumparan maka antara medan
magnetic dengan arah kecepatan electron bergerak memiliki suadut 90
0
,
dengan demikian diperoleh rumus sebagai berikut :
qvB F

Bila sebuah partikel bermuatan listrik bergerak tegak lurus dengan
medan magnet homogen yang mempengaruhi selama geraknya, maka muatan
akan bergerak dengan lintasan berupa lingkaran. Sebuah muatan positiI
bergerak dalam medan magnet B (dengan arah menembus bidang) secara terus
menerus akan membentuk lintasan lingkaran dengan gaya Lorentz yang timbul
menuju ke pusat lingkaran.


Gaya Lorentz yang membentuk lingkaran ini dan mengarah ke pusat
disebut juga dengan gaya sentripetal. Setiap benda yang bergerak membentuk
lintasan lingkaran harus tetap diberikan gaya agar benda tersebut terus
berputar. Anda dapat membuktikannya dengan mengikat sebuah
benda 8ebaiknya berbentuk bulat atau 8egiempat) pada salah satu ujung tali.
Setelah itu putarlah tali tersebut, sehingga benda tersebut ikut berputar. Jika
anda menghentikan putaran, maka benda tersebut perlahan-lahan berhenti. Hal
dikarenakan tidak ada gaya yang diberikan. Agar benda tetap berputar maka
harus diberikan gaya secara terus menerus, yang dalam hal ini adalah tangan
anda yang memutar tali.

Besarnya gaya tersebut, dapat dihitung dengan Hukum II Newton untuk
komponen radial :

R
v
m F
8
2


Partikel (electron) yang bergerak tersebut memiliki energy kinetic
akibat beda potensial V yang besarnya:

=
Sehingga kecepatan elektronnya dapat ditentukan dengan persamaan:
=
_


Karena elektron bermassa m dan mutan e tersebut bergerak dalam
medan magnetik (dalam kumparan helmholtz) maka akan mengalami gaya
lorentz yang menyebabkan elektron bergerak melingkar dengan jari-jari r dan
menghasilkan gaya sentripetal.Pada gerak melingkar ini besar gaya sentripetal
sama dengan besar gaya medan magnet pada electron,sehingga didapat
persamaan berikut:

s
=
L


R
v
m
2

=

; non =
_

=
_

=

()



III. Percobaan
III.1 Alat alat percobaan
1. Fine Beam tube (FBT)
Digunakan sebagai tabung hampa udara untuk menempatkan electron
sehingga bebas bergerak .
2. Helmholtz Coil With Holder (HC)
Digunakan untuk menempatkan FBT dan kumparan sehingga keduanya
saling berhubungan.
3. Tesla meter
Digunakan untuk mengukur besar medan magnetic.
4. Tangansial B Probe
5. Stabilis power supply
Digunakan untuk memberikan tegangan masukan pada rangkaian sehingga
rangkaian percobaan dapat berjalan dengan baik.
6. Volt meter
Digunakan untuk mengukur tegangan yang mempengaruhi rangkaian
EFBT.
7. Controllable Current Source
Digunakan untuk mengontrol besarnya aliran arus yang dimasukan
kedalam rakaian sehingga pemancaran electron lebih terencana.
8. AV meter
Digunakan untuk mengukur arus dan tegangan.
9. Jangka sorong
Digunakan untuk mengukur diameter lingkaran dari lintasan electron yang
berupa deIlesi sinar electron.
10. Kabel-kabel penghubung
Digunakan untuk menyambungkan rangkaian yang satu ke rangkaian yang
lainnya.

III.2 Prosedur Percobaan
alibrasi rus terhadap Medan Magnet (B f (I))
1. Mengangkat Fine Beam Tube dengan hati-hati, menyimpannya di
tempat yang aman
2. Menempatkan Tangential B-Probe yang sudah dihubungkan
dengan tesla meter ditengah-tengah antara kedua kumparan
Helmholtz !
3. Menghubungkan input kumparan Helmholtz dengan Controllable
Curent source!(Lihat gambar)






4. Menghubungkan tesla meter dan controllable cureent source
dengan jaringan PLN 220 V!
5. Menyalakan tesla meter dan controllable current source, mencatat
angka yang ditunjukkan tesla meter untuk setiap variasi yang
diberikan (0 2 A) !

B!engamatan 1ari-jari Lintasan Elektron sebagai fungsi dari
Tegangan r f(Ua), !ada rus onstan
1. Memastikan sumber arus dan sumber tegangan dalam keadaan
mati.
2. Membuat Rangkaian seperti pada gambar!









3. Meangkat tangential B-Probe, menempatkan dengan hati-hati Fine
Beam Tube pada tempat semula.
4. Meyalakan Stabillis Power Supply dan Contollable Curent source !
5. Memvariasikan tegangan anoda pada arus koil konstan, dengan
mengatur e dan I, ukur jarak e dan I sebagai diameter lintasan
electron untuk setiap variasi tegangan anoda !
6. Melakukan percobaan 5 minimal 10 variasi tegangan (100V
300V) !
7. Melakukan prosedur 5 dan 6 untuk arus konstan yang berbeda !
(Besar nilai arus tanyakan pada asisten)!

!engamatan 1ari-jari Lintasan Elektron sebagai fungsi dari
Medan Magnet r f(B) !ada Tegangan konstan
1. Memastikan Sumber arus den sumber tegangan dalam keadaan
mati !
2. Membuat rangkaian seperti pada gambar !
3. Meyalakan Stabilis Power Supply dan Controllable Curent Source !
4. Memvariasikan aus koil pada tegangan anoda konstan, amati dan
mencatat perubahan diameter lintasan untuk setiap varisi arus koil
dengan mengatur e dan I!
5. Melakukan percobaan 4 minimal 10 variasi tegangan (1 A 2 A)!
6. Melakukan prosedur 4 dan 5 untuk tegangan anoda konstan yang
berbeda ! (Besar nilai tegangan anoda tanyakan pada asisten)!

Mencatat rus Sebagai fungsi dari Tegangan noda (I f (Ua))
!ada 1ari-jari konstan
1. Memastikan sumber arus dan sumber tegangan dalam keadaan
mati.
2. Membuat rangkaian seperti gambar!
3. Meyalakan Stabillis Power Supply dan controllable current source,
memasukkan tegangan anoda maksimum (300 V), mengatur arus
sehingga lintasan electron mempunyai diameter tertentu !
4. Memvariasikan tegangan anoda (300 V 100 V), mengatur
kembali arus setiap variasi tegangan sehingga diameter lintasan
electron sama dengan diamter pada keadaan awal ! (minimal 10
variasi)
5. Mengulangi langkah 3-4, untuk diameter lintasan electron tertentu
lainnya!



DAFTAR PUSTAKA

Krane, Kenneth .S. 1992. Fi8ika Modern. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
http://www.scribd.com/doc/32827016/Lintasa-elektron-pada-medan-magnet
http://www.scribd.com/doc/45181050/Laporan-Awal-Lintasan-Elektron
http://docs.google.com/viewer?av&qcache:j8vnaUAzmC0J:images.uninoli.mul
tiply.multiplycontent.com/attachment/0/TWZ6FAooCyYAADGHXtI1/Laporan
2520muatan2520spesiIikasi2520elektron2520em.pdI3Fkey3Duninoli:j
ournal:3326nmid3D418033312lintasanelektrondalammedanmagnet&h
lid&glid&pidbl&srcidADGEEShaF9PLOpYFr7rjZF6N6jSSIR438MjVByr7
u44M3zsQ7Owy3BOvoK1at2Z58xnLtyz8ivpUjuW86U3MCoKa8ZVujWox-
rQlnaSYscWS-Nkjv9OeX-
q5iehU1Hp407OdgXkbXH&sigAHIEtbT6DByXRiFwJvRKiOQguuLV87zAX
w