Anda di halaman 1dari 14

Pembimbing : dr. H. Bambang Widjanarko, Sp.

OG

Amanda Anandita 2007730009

Emboli cairan amnion adalah suatu gangguan kompleks yang secara klasik ditandai oleh terjadinya hipotensi, hipoksia, dan koagulopati konsumtif secara mendadak.

Insidensi AFE 1:8000 sampai dengan 1:30000 dengan mortalitas maternal sebesar 85%. Emboli air ketuban dapat terjadi setiap saat dalam kehamilan namun sebagian besar terjadi pada saat inpartu (70%) , pasca persalinan (11%) dan setelah Sectio Caesar (19%)

Kegagalan perfusi secara masif Bronchospasme Renjatan

Multipara Solusio plasenta IUFD Partus presipitatus Suction curettahge Terminasi kehamilan Trauma abdomen Versi luar Amniosentesis

1. 2. 3.

Sistem respirasi berupa distress pernafasan dan sianosis Hemodinamik berupa edema pulmonal dan syok hemoragik Neurologis berupa konfusi dan koma

Diagnosis pasti AFE dibuat hanya setelah otopsi maternal menunjukkan adanya sel skuamous, lanugo, atau material fetal dan air ketuban lainnya di dalam vaskulatur arterial pulmonal.

Resusitasi cairan Infuse Dopamin untuk memperbaiki cardiac output Adrenalin untuk mengatasi anafilaksis Terapi DIC dengan fresh froozen plasma Terapi perdarahan pasca persalinan dengan oksitosin Segera rawat di ICU

Mortalitas perinatal kira kira 65% dan sebagian besar yang selamat baik ibu maupun anak akan mengalami skualae neurologi yang parah.