P. 1
Pengaruh Ekspor Pertanian Dan Migas Terhadap an Nasional (Studi Kasus Indonesia 2003-2009)

Pengaruh Ekspor Pertanian Dan Migas Terhadap an Nasional (Studi Kasus Indonesia 2003-2009)

|Views: 2,703|Likes:
Dipublikasikan oleh Taufik Adi Saputra

More info:

Published by: Taufik Adi Saputra on Nov 22, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

Dalam analisis makro ekonomi selalu digunakan istilah “pendapatan

nasional” atau “national income” dan biasanya nilai ini dimaksudkan untuk

menyatakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Dengan

demikian dalam konsep tersebut istilah pendapatan nasional mewakili arti

Produk Domestik Bruto atau produk Nasional Bruto.

Produk Domestik Bruto (PDB) dapat diartikan sebagai nilai barang

dan jasa dalam suatu negara yang di produksi oleh faktor-faktor produksi

milik negara tersebut dan milik warga negara asing. Sedang Produk Nasional

Bruto (PNB) dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang di produksi

oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara yang dari negara

yang pendapatan nasionalnya dihitung (Sadono Sukirno,1994). Di negara-

negara berkembang konsep Produk Domestik Bruto adalah konsep yang

paling penting dalam pendapatan nasional. Dalam perekonomian suatu negara,

baik negara maju maupun negara sedang berkembang, barang dan jasa

24

diproduksi tidak hanya oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut tetapi

oleh penduduk negara lain.

Dalam konsep ekonomi makro, menurut metode produksi, nilai

produksi digunakan untuk mengukur pendapatan nasional, yaitu dengan cara

menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap

sektor produksi dalam suatu negara selama periode tertentu (Sadono Sukirno

1996). Di Indonesia periode waktu tersebut adalah satu tahun kalender dan

sektor-sektor Produksi dibagi menjadi ( sektor Yaitu : pertanian;

pertambangan; dan penggalian; industri pengolahan; listrik; air minum dan

gas; bangunan; pengangkutan dan komunikasi; perdagangan; hotel dan

restoran; keuangan persewaan dan jasa perusahaan dan jasa-jasa lainya.

Jumlah nilai produksi barang-barang dan jasa yang dihasilkan sektor tersebut

selama tahun fiskal disebut Gross Domestik Bruto (GDP) yang dalam bahasa

Indonesia disebut Produk Domestik Bruto (PDB) (Lincolin Arsyad, 1999).

PDB sektor pertanian tidak lain merupakan hasil penjumlahan nilai

produksi dari subsektor-subsektor pertanian. Di Indonesia sektor pertanian

dalam arti luas ini dipilah-pilah menjadi lima bagian subsektor yaitu :

subsektor tanaman pangan, subsektor peternakan, subsektor perkebunan,

subsektor kehutanan dan subsektor perikanan. Perhitungan dilakukan olah

Badan Pusat Statistik. Sumber data sebagian lagi berasal dari instansi teknis

seperti Departemen Pertanian, departemen Kehutanan, Departemen

Perindustrian dan Perdagangan. (Dumairy, 1996)

Pendapatan Nasional dapat dihitung berdasarkan harga berlaku dan

25

harga tetap. Pendapatan Nasional pada harga berlaku adalah nilai nilai barang-

barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam tahun dan

menurut harga-harga yang berlaku pada tahun tersebut. Pendapatan Nasional

berdasarkan harga tetap yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu

negara dalam satu tahun yang dinilai berdasarkan harga tetap yaitu harga yang

berlaku pada tahun tertentu dan seterusnya digunakan untuk menilai barang

dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun lain. Untuk mengukur pertumbuhan

dalam suatu perekonomian seringkali digunakan konsep pendapatan nasional

berdasarkan harga tetap bukan harga berlaku karena jika menggunakan

pendapatan nasional pada harga berlaku terdapat kecenderungan yang selalu

meningkat dari tahun ke tahun akibat dari pertambahan fiskal barang dan jasa

yang dihasilkan dalam perekonomian dan kenaikan harga –harga yang berlaku

dari suatu periode ke periode lainnya karena pendapatan nasional pada harga

berlaku memasukan faktor inflasi.

Terdapat beberapa istilah dan pengertian tentang konsep pendapatan

nasional yang biasa digunakan dalam perhitungan, hal ini dijelaskan sebagai

berikut :

a. Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP)

PDB atau GDP adalah semua barang dan jasa yang di produksikan

dalam suatu negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya 1 tahun.

Dinamakan produk domestic bruto karena dijumlahkan dengan nilai

tambah produk yang berbentuk barang dan jasa. Nilai tambah barang dan

jasa ini dikelompokkan dalam 9 golongan berdasarkan lapangan usaha.

26

Dinamakan domestik karena produk yang dihasilkan berbeda

dalam batas wilayah negara tanpa memperhatikan apakah produk itu

dihasilkan oleh faktor produksi dalam negeri atau luar negeri. Dinamakan

bruto karena didalamnya termasuk sejumlah penyusutan barang dan modal

untuk produksi.

b. Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP)

PNB atau GNP adalah barang dan jasa akhir yang diproduksikan

oleh faktor faktor produksi yang dimiliki warga negara dari negara yang

pendapatan nasionalnya dihitung. Dalam GNP tidak dihitung produksi

yang diwujudkan oleh faktor-faktor produksi milik penduduk negara lain.

Cara penghitungan GNP adalah sebagai berikut : GNP = GDP –

pendapatan netto terhadap luar negeri

c. Produk Nasional netto (PNN) atau Net National Product (NNP)

NNP adalah nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan dalam

waktu tertentu oleh suatu negara sesudah dikurangi penyusutan. NNP

dihitung dengan rumus sebagai berikut :

NNP = GNP – Penyusutan

d. Pendapatan National Neto (PNN) atau Net National Income (NNI)

NNI adakah NNP yang dikurangi pajak tidak langsung, yang dapat

dirumuskan sebagai berikut :

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

e. Pendapatan pribadi (PP) atau Personal Income (PI)

PI dapat diartikan sebagai semua jenis pendapatan, termasuk

27

pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apapun

yang diterima oleh penduduk suatu negara. PI dapat dirumuskan sebagai

berikut :

PI = NNI – (Pajak Perusahaan + Laba ditahan)

f. Pendapatan Disposabel (PD) atau Disposable Income(DI)

DI adalah pendapatan yang digunakan oleh para penerimanya yaitu

semua rumah tangga yang ada dalam perekonomian. Untuk membeli

barang dan jasa yang diinginkan. DI juga dapat diartikan sebagai berikut :

DI = PI – (Pajak Langsung Konsumen + Iuran Jaminan

Sosial) + (transfer)

Perhitungan pendapatan nasional dapat dilakukan dengan 3 metode,

yaitu :

a. Metode Produksi (Production Approach)

Metode ini dilakukan dengan menjumlahkan nilai seluruh barang

dan jasa yang dihasilkan oleh beberapa lapangan usaha dalam

perekonomian. Di Indonesia terdapat 9 lapangan usaha meliputi :

pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan; pertambangan dan

penggalian; hotel dan restoran; pengangkutan dan komunikasi; keuangan,

persewaan dan jasa perusahaan; serta jasa-jasa.

b. Metode Pengeluaran (expenditure Approach)

Metode ini dilakukan dengan menjumlahkan pengeluaran-

pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, perusahaan, pemerintah

dan luar negeri atas barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara.

28

Secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

Y = C + I + G +(X-M)

Keterangan :

Y = Pendapatan Nasional

C = Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga

I = Pengeluaran Investasi

G = Pengeluaran Pemerintah

X-M = Ekspor Netto (ekspor-impor)

c. Metode Pendapatan (Income Approach)

Metode ini dilakukan dengan menjumlahkan pendapatan seluruh

faktor produksi yang dilakukan dalam proses, yaitu pendapatan dari tenaga

kerja, modal, tanah dan skill pengusaha. Secara sistematis dapat dituliskan

sebagai berikut :

Y = wage + interest + rent + profit

Keterangan :

Y

= Pendapatan Nasional

Wage = Upah Tenaga Kerja

Interest = Bunga Modal

Rent = Sewa Tanah

Profit = keuntungan perusahaan

29

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->