Laporan Tahunan 2009 Annual Report

........... weathering the storm

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

Sumber / Source: Bapepam - LK

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Daftar Isi
CONTENTS
6 10 18 34 34 36 39 41 52 56 64 64 75 85 94 94 97 98 100 101 01 VISI DAN MISI / VISION AND MISSION 02 SAMBUTAN KETUA / CHAIRMAN»S STATEMENT 03 ORGANISASI / ORGANIZATION 04 PERKEMBANGAN INDUSTRI PASAR MODAL / DEVELOPMENT OF CAPITAL MARKET INDUSTRY 4.1. Kinerja Pasar Modal Tahun 2009 Capital Market Performance in 2009 4.2. Emiten dan Perusahaan Publik Issuer and Public Listed Company 4.3. Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek Securities Company and Securities Company Representative 4.4. Pengelolaan Investasi Investment Management 4.5. Profesi dan Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Professional and Institutions 4.6. Pasar Modal Syariah Sharia Capital Market 05 PERKEMBANGAN INDUSTRI LEMBAGA KEUANGAN NON-BANK / DEVELOPMENT OF NON-BANK FINANCIAL INSTITUTIONS INDUSTRY 5.1. Industri Pembiayaan dan Penjaminan Financing and Guarantee Industry 5.2. Industri Perasuransian Insurance Industry 5.3. Industri Dana Pensiun Pension Fund Industry 06 PELAKSANAAN PROGRAM-PROGRAM STRATEGIS / STRATEGIC PROGRAMMES 6.1. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) National Social Security System (NSSS) 6.2. Implementasi Good Corporate Governance bagi Industri Asuransi The Implementation of Good Corporate Governance in Insurance Industry 6.3. Financial Sector Assessment Program (FSAP) Financial Sector Assessment Program (FSAP) 6.4. Kajian Pendirian Lembaga Penjamin Pemegang Polis Study of Policyholders Protection Plan Establishment 6.5. Satuan Tugas Penanganan dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi Task Force for Handling of Illegal Acts Allegation in Public Fund Raising and Investment Management 6.6. Identifikasi Risiko dalam Rangka Penerapan Risk Based Supervision Risk Identification for Risk Based Supervision 6.7. Penyempurnaan Rasio-Rasio dan Pedoman Early Warning System Ratios and Early Warning System Guidelines Improvement 6.8. Pengembangan E-Reporting Perasuransian Development of Insurance E-Reporting 6.9. Pengembangan Database Profil Risiko untuk Setiap Lini Usaha Development of Risk Profile Database for Every Business Line 6.10. Pembuatan Sistem Monitoring Laporan MKBD dan Pengembangan Sistem Pelaporan Elektronik Perusahaan Efek MKBD Report Monitoring System Construction and Electronic Reporting System Development for Securities Company 6.11. Pengembangan Sistem Monitoring Portofolio Efek Development of Securities Portfolio Monitoring System 6.12. Pengembangan E-Reporting BAE Development of E-Reporting BAE

104 105 106 106 107

107 108

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

110 111 113 113 115 125 128 128 131 136 138 138 152 159 160 165 167 171

07 PERUNDANG-UNDANGAN / REGULATORY 7.1. Rancangan Undang-Undang Drafts of Laws 7.2. Peraturan Presiden Presidential Regulation 7.3. Peraturan Menteri Keuangan Minister of Finance Regulation 7.4. Peraturan Bapepam - LK Bapepam - LK Regulation 7.5. Buletin Akuntansi Staf (BAS) Staff Accounting Bulletin (SAB) 08 PENEGAKAN HUKUM, PENETAPAN SANKSI DAN PELAYANAN HUKUM / LAW ENFORCEMENT, SANCTION AND LEGAL COUNSEL 8.1. Penegakan Hukum Law Enforcement 8.2. Penetapan Saksi Imposition of Sanction 8.3. Pelayanan Hukum dan Litigasi Legal Counsel and Litigation 09 AKTIVITAS PENGAWASAN / SURVEILLANCE ACTIVITY 9.1. Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Supervision on Issuer and Public Company 9.2. Pengawasan dan Uji Kepatuhan Terhadap Lembaga Efek Supervision and Compliance Audit on Securities Exchange Institutions 9.3. Pengawasan Perdagangan Market Surveillance 9.4. Pengawasan dan Uji Kepatuhan Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal Supervision and Compliance Audit on Capital Market Supporting Institution and Profession 9.5. Pengawasan Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura Supervision on Finance Companies and Venture Capital Companies 9.6. Pengawasan Perusahaan Perasuransian Supervision on Insurance Company 9.7. Pengawasan Dana Pensiun Supervision on Pension Fund 10 PERKEMBANGAN INTERNAL / INTERNAL DEVELOPMENT 10.1. Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Bureaucracy Reform Program 10.2. Internal Audit Internal Audit 10.3. Pengelolaan Kinerja Bapepam - LK Bapepam - LK Performance Management 10.4. Penerapan Manajemen Risiko Risk Management Implementation 10.5. Sumber Daya Manusia Human Resource 10.6. Pengembangan Sistem Teknologi Informasi Information Technology System Development 10.7. Pelayanan Informasi Publik dan Penanganan Pengaduan Public Information and Complaint Handling Service 10.8. Penataan Ruang Kerja Gedung Bapepam - LK Work Place Re-Layout in Bapepam-LK Building 10.9. Realisasi Anggaran Bapepam - LK Bapepam-LK Budget Realization 11 AKTIVITAS RISET / RESEARCH ACTIVITY 11.1. Riset tentang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank Research on Capital Market and Non-Bank Financial Institutions 11.2. Pengembangan Infrastruktur Infrastructure Development 13 KERJASAMA KELEMBAGAAN DOMESTIK DAN INTERNASIONAL / DOMESTIC AND INTERNATIONAL INSTITUTION COOPERATION 12.1. Kerjasama Kelembagaan Domestik Domestic Institutional Cooperation 13.2. Kerjasama Kelembagaan Internasional International Institutional Cooperation 14 IKHTISAR DALAM ANGKA / THE YEAR IN NUMBER 15 KALENDER PERISTIWA PENTING TAHUN 2009 / CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009

180 180 183 184 187 189 196 197 201 202 206 206 216 218 219 219

236 264

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

yang mampu mewujudkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global. Vision Becoming trusted and professional Capital Market and Financial Institution Regulator which is capable of creating capital market and non .bank financial institutions industries.Misi VISION-MISSION Visi Menjadi otoritas pasar modal dan lembaga keuangan yang amanah dan profesional.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . as generators to establish a strong and globally competitive economy.6 01 Visi . BAPEPAM .

accountability. INSTITUTION MISSION Creating Bapepam .7 Misi MISI DI BIDANG EKONOMI Menciptakan iklim yang kondusif bagi perusahaan dalam memperoleh pembiayaan dan bagi pemodal dalam memilih alternatif investasi pada industri Pasar Modal dan Jasa Keuangan Non Bank. MISI DI BIDANG KELEMBAGAAN Mewujudkan Bapepam-LK menjadi lembaga yang melaksanakan tugas dan fungsinya memegang teguh pada prinsip-prinsip transparansi.bank financial institutions in making investment and financing decisions. upholds principles of transparency. akuntabilitas. CULTURAL MISSION Creating Indonesian Society that has understanding of and orientation to capital market and non . independensi.bank financial institution industries.LK as an institution that discharges its duties and functions. independency. integrity and constantly transform itself into an international standard institutions. integritas dan senantiasa mengembangkan diri menjadi lembaga berstandar internasional. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . MISI SOSIAL BUDAYA Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang memahami dan berorientasi pasar modal dan jasa keuangan non bank dalam membuat keputusan investasi dan pembiayaan. Mission ECONOMIC MISSION Creating friendly environment for corporations to obtain funding and for investors to select investment alternatives in capital market and non .

LK Continuous Improvement for a Brighter Future .8 BAPEPAM .

9 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

to the extent that some performance can be categorized as among the best in regional.37 triliun di tahun 2009. Leading indicators in both industries showed very positive growth. SYNERGY • INTEGRITY • TRUSTWORTHY • RESPECTABLE • TRANSPARENCY • ACCOUNTABILITY Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional. Nilai Kapitalisasi Pasar BEl naik 87. Riding the wave of domestic economic recovery following the global financial crisis.98%. These increasing values in leading capital market indicators were followed by significant growth in total net asset under management in the investment fund industry.37 trillion in 2009. Riding the wave of domestic economic recovery following the global financial crisis. encouraging growth in 2009. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEl) mencatat pertumbuhan sebesar 86.10 Sambutan Ketua Chairman’s Statement 02 Sambutan Ketua C H A I R M A N ’S S T A T E M E N T Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional. dari hanya Rp14 triliun di tahun 2008 menjadi Rp31 triliun di tahun 2009. as well as in global financial markets.06 trillion in 2008 to Rp114. BAPEPAM . encouraging growth in 2009.98%.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . dari Rp74. Indonesian capital market and non-bank financial industries posted significant.40%. an increase of 54. Emisi obligasi korporasi mengalami peningkatan yang signifikan hingga 120%.59%. terbaik di kawasan ASEAN dan terbaik nomor 2 di dunia.06 triliun di tahun 2008 menjadi Rp114. Total market capitalization on the IDX increased by 87. up from Rp14 trillion in 2008 to Rp31 trillion in 2009.40%. The composite Index (CI) of the Indonesian Stock Exchange (IDX) recorded annual growth of 86. Indonesian capital market and non-bank financial industries posted significant. industri pasar modal dan keuangan non-bank Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat menggembirakan di tahun 2009. The total value of corporate bond issuance experienced a 120% annual increase. industri pasar modal dan keuangan non-bank Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat menggembirakan di tahun 2009. the best in the ASEAN region and the second fastest growth in the world.59%. up from Rp74. Peningkatan beberapa indikator utama pasar modal tersebut juga mendorong peningkatan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana hingga 54. Indikator-indikator utama pada kedua industri tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat positif bahkan beberapa diantaranya termasuk yang terbaik di tingkat regional maupun global.

10 (sepuluh) peraturan di sektor pasar modal dan 7 (tujuh) peraturan di sektor IKNB dan menyempurnakan 15 peraturan lama yang terdiri dari 12 peraturan di sektor pasar modal dan 3 (tiga) peraturan di sektor IKNB. Total assets in finance companies during the same period followed this growth trend. supervision. Di sektor pengaturan. Fuad Rahmany Ketua / Chairman Pertumbuhan yang menggembirakan juga terjadi di sektor industri keuangan non bank (IKNB).59 trillion and Rp90. sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK telah mengeluarkan 17 peraturan baru.50 triliun menjadi Rp174.59 triliun dan Rp90.35 trillion in 2008 to Rp315. dan penegakan hukum di pasar modal dan IKNB. During the year. Good news also emerged in non-bank financial industry (NBFI) sector. These increases in leading indicators from both capital market and NBFI were fueled by improvements in domestic macroeconomic circumstances as well as by policy measures and strategic actions implemented by Bapepam-LK and other related industry participants in 2009.11 A.62 triliun dan Rp102.50 trillion in 2009 respectively.35 triliun di tahun 2008 menjadi Rp315. 12 of which related to capital market and 3 (three) to NBFI. there was particular focus on regulation. The total values of assets in the insurance and pension fund industries increased from Rp243. pengawasan. Regarding regulation.50 triliun di tahun 2009. Bapepam-LK also revised 15 pieces of legislation during the period.50 trillion to Rp174.40 trillion. Total aset perusahaan perasuransian dan dana pensiun meningkat masing-masing dari Rp243. 10 (ten) of which related to developments in capital market and 7 (seven) in NBFI. Demikian juga dengan aset dari perusahaan pembiayaan yang dalam periode yang sama mengalami peningkatan dari Rp168. Bapepam-LK issued 17 new regulations during 2009. Kebijakan dan langkah strategis dimaksud antara lain di sektor pengaturan.40 triliun. albeit in less substantial fashion with an increase from Rp168. and enforcement in capital market and NBFI. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .62 and Rp102. Peningkatan beberapa indikator utama pasar modal dan keuangan non bank di atas selain dipengaruhi oleh membaiknya kondisi makro perekonomian nasional juga didorong oleh beberapa kebijakan dan langkah strategis yang diambil Bapepam-LK dan pelaku industri terkait di tahun 2009 lalu.

by sourcing funds from the capital market. business valuation. Bapepam-LK juga berperan aktif dalam proses penerbitan 4 (empat) Peraturan Menteri Keuangan yang terkait dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. In line with this purpose. BAPEPAM . The nature and extent of surveillance will intensify moving forward and will continue to be given the highest priority by Bapepam-LK because of its importance and strategic significance in maintaining the credibility of industry in years to come. efek syariah. Bapepam-LK sepanjang tahun 2009 mengeluarkan aturan yang terkait dengan solvabilitas perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi. while at the same time promoting protection of the interests of investors. Efforts to revise and improve regulation in the capital market sector were geared toward enforcing principles of fairness and transparency by way of issuing and revising a number of rules related to credit rating agencies. Surveillance activities pertaining to securities trading and to ethics.12 Sambutan Ketua Chairman’s Statement Pembenahan dan penyempurnaan regulasi di sektor pasar modal diorientasikan pada penegakan prinsip fairness dan transparansi antara lain melalui penerbitan dan penyempurnaan beberapa aturan yang terkait dengan lembaga pemeringkat efek. sebagai wujud komitmen Bapepam-LK untuk turut mendorong pertumbuhan ekspor nasional dan pengembangan infrastruktur di tanah air. penyempurnaan regulasi utamanya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan sustainabilitas pertumbuhan IKNB. lembaga pembiayaan. Bapepam-LK issued during the 2009 period various pieces of legistion related to the solvability of insurance and re-insurance companies. dan profesi serta lembaga penunjang pasar modal dan IKNB. perusahaan perasuransian. penilaian usaha. and corporate actions. lembaga penilaian harga efek. as well as to the conduct of market participants in capital market and NBFI were among the top priorities of Bapepam-LK in 2009. Di sektor IKNB. In the NBFI sector. In addition. the securities pricing agency. and finance institutions. dasar penilaian investasi dana pensiun. to showcase Bapepam-LK»s commitment to boosting domestic export growth and to developing domestic infrastructure. efforts to revise regulation in capital market were directed to simplifying the process of securities issuance and providing business with more access to finance. dan pedoman pemeriksaan perusahaan penjaminan kredit dan perusahaan penjaminan ulang kredit. pension funds. insurance companies. Selain itu. the bases for valuing investments in pension funds. dan aksi korporasi. and guidelines for auditing credit guarantee companies and credit re-guarantee companies. dana pensiun. penyempurnaan aturan di pasar modal juga dilakukan guna menyederhanakan proses emisi dan meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku bisnis untuk memperoleh sumber pendanaan di pasar modal Indonesia dengan tetap mengedepankan aspek perlindungan terhadap kepentingan pemodal. Sejalan dengan tujuan tersebut. In addition to this work. Aktivitas pengawasan terhadap perdagangan efek dan terhadap disiplin serta perilaku pelaku pasar modal dan IKNB menjadi salah satu prioritas Bapepam-lK di tahun 2009. Kuantitas terlebih kualitas pengawasan terhadap para pelaku tersebut akan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu dan akan terus menjadi agenda kerja utama Bapepam-LK mengingat penting dan strategisnya peran mereka dalam menjaga kredibilitas industri ini di masa mendatang.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . regulation was revised for the purpose of improving the strength and sustainability of the sector»s growth. Selain itu. Throughout the year Bapepam-LK conducted compliance audits and routine inspections in scores of securities companies. Sepanjang tahun 2010 Bapepam-lK melakukan uji kepatuhan dan pemeriksaan rutin terhadap puluhan perusahaan efek. as well as for capital market supporting institutions and professionals. Islamic-based securities. Bapepam-LK actively contributed to the process of issuing 4 (four) Minister of Finance Decrees regarding the Indonesian Export Financing Institution.

526 billion. Melanjutkan komitmen reformasi birokrasi pemerintah khususnya pada Kementerian Keuangan yang telah dicanangkan sekitar 3 tahun lalu. 2 (two) securities companies. Written admonitions were sent to 14 issuers. 3 (tiga) Biro Administrasi Efek. Sanksi administratif berupa denda dijatuhkan kepada 288 Emiten. in which the the Chairman and Directors signed performance contracts which provided benchmarks for performance evaluation. dan 39 perusahaan pembiayaan mulai yang berupa surat peringatan. suspension of registration letters for 4 (four) public accountants and 3 (three) appraisers. which have been incorporated in standard operating procedures (SOP). license and business suspension as well as revocation of business license in the case of 54 insurance companies. 127 securities companies. Aktivitas penegakan hukum di sektor IKNB bermuara pada pengenaan sanksi administratif terhadap 54 perusahaan perasuransian. Bapepam-LK added its quickwin services products. serta sanksi berupa larangan menjadi Direktur atau Komisaris pada Perusahaan Efek bagi 1 (satu) Direktur dan 2 (dua) Komisaris dari Manajer Investasi. dan 1 (satu) Komisaris Manajer Investasi. hingga pencabutan ijin usaha. by employing the Balanced Score Card Method. aktivitas penegakan hukum di tahun 2009 juga bermuara pada pencabutan ijin orang perorangan dari 4 (empat) Wakil Manajer Investasi. Bapepam-LK completed 17 of the 22 cases managed during 2009.13 Di sektor penegakan hukum pasar modal. 77 public accountants. Enforcement activities in the NBFI sector resulted in the imposition of administrative sanctions in the form of written admonitions. pembekuan ijin dan kegiatan usaha. Total nilai denda yang dikenakan kepada pelaku di sektor IKNB pada tahun 2009 adalah sebesar Rp2. 27 Penilai. Administrative sanctions in the form of fines were imposed on 288 issuers. The total value of fines imposed on those capital market participants was Rp9. especially within the Ministry of Finance. fines. and 1 (one) member of the board of commissioners of an investment manager. 77 Akuntan Publik. 127 Perusahaan Efek. which started 3 years ago. and 3 (three) custodian banks. during 2009 Bapepam-LK also implemented a performance evaluation system at the level of Chairman and Directors. Bapepam-LK telah menuntaskan 17 dari 22 kasus pasar modal yang diperiksa di tahun 2009. Selain itu. In the area of capital market enforcement. pembekuan Surat Tanda Terdaftar dari 4 (empat) akuntan publik dan 3 (tiga) penilai. Furthermore. denda. and a sanction in the form of prohibition to become director or commissioner in any securities company for 1 (one) director and 2 (two) commissioners of investment managers. 27 appraisers. increasing from 7 (seven) SOPs in 2008 to 10 (ten) SOPs in 2009. enforcement action in 2009 led to revocation of individual licences of 4 (four) investment manager representatives. 33 dana pensiun. Keberadaan SOP tersebut menunjukkan komitmen dan keseriusan Bapepam-LK untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya.dan 3 (tiga) Bank Kustodian. Building on government commitment to reform bureaucracy. Peringatan tertulis dikenakan kepada 14 Emiten. 33 pension funds. 2 (dua) Perusahaan Efek. di tahun 2009 Bapepam-LK juga mulai menerapkan sistem penilaian kinerja untuk Ketua dan pejabat eselon II dengan menggunakan Balanced Score Card dimana para pejabat tersebut diwajibkan untuk menandatangani Kontrak Kinerja yang dijadikan sebagai tolak ukur penilaian kinerja mereka. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK menambah produk layanan unggulannya yang tertuang dalam bentuk Standar Operating Procedures (SOP) dari 7 (tujuh) SOP di tahun 2008 menjadi 10 (sepuluh) SOP di tahun 2009. Selain itu.53 milliar. The existence of these SOPs reflects Bapepam-LK»s commitment and dedication to constantly improving the quality of services offered to stakeholders and the general public.526 milliar. 1 (satu) Manajer Investasi. 1 (one) investment manager. The total values of fines imposed on market players in NBFI sectors in 2009 reached Rp2. and 39 finance companies. 3 (three) securities administration bureaus. In addition. Total nilai denda yang dikenakan kepada pelaku pasar modal tersebut tercatat sebesar Rp9.53 billion.

The improvements in industry performance and market achievements noted earlier would not have materialized without the full support of government and market participants in the strategic programs initiated by Bapepam-LK in 2009. Strategic reform measures directed toward investor protection include implementing the system for investors called Securities Ownership Reference (AKSES in Indonesian). Dukungan tersebut kami yakini akan terus diberikan di tahun 2010 dan tahun-tahun selanjutnya guna menciptakan industri pasar modal dan IKNB yang sehat. stable and highly-competitive capital market and NBFI industries with sustainable growth into the future. operasionalisasi Straight Through Processing (STP) guna meningkatkan likuiditas pasar.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Fuad Rahmany Ketua Chairman BAPEPAM . berdaya saing tinggi dan sustainabel pertumbuhannya di masa mendatang.14 Sambutan Ketua Chairman’s Statement Reformasi di sektor industri juga terus dilanjutkan. We believe we will continue to have the same support in 2010. May 2010 Membaiknya kinerja industri dan pencapaian beberapa prestasi yang diukir tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah dan pelaku pasar terhadap program-program kerja strategis Bapepam-LK di tahun 2009. operating Straight Through Processing (STP) to increase market liquidity. These three systems. Let»s welcome the year of 2010 with the spirit of optimism and let»s strengthen our commitment to advance our domestic capital market and NBFI. will be implemented by Bapepam-LK together with SROs and related market participants. Mari kita songsong tahun 2010 dengan lebih optimis. and developing the Single Investor Identity (SID) to ensure data accuracy and provide comfort for investors. dan mari kita tingkatkan terus komitmen kita untuk kemajuan pasar modal dan IKNB di tanah air. Beberapa langkah pembaharuan strategis ke arah tersebut antara lain berupa aktivasi sistem Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSES) untuk investor. which are expected to be fully operational in 2011. as well as in coming years as we work toward the common goal of creating healthy. stabil. Penerapan ketiga sistem tersebut yang diharapkan akan beroperasi secara penuh pada 2011 akan dilakukan Bapepam-LK bersama dengan SROs dan pelaku pasar terkait. Jakarta. khususnya terkait dengan tekad Bapepam-LK untuk memberikan perlindungan maksimal kepada pemodal dan masyarakat. Jakarta. dan pengembangan Single Investor Identity (SID) untuk menjamin akurasi data dan memberikan kenyamanan kepada investor. The reform agenda in the capital market and NFBI industries will be carried forward. Mei 2010 A. especially regarding those aspects related to Bapepam-LK»s commitment to deliver maximum protection to investors and the general public.

15 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

16 BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

17 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

BAPEPAM .01/2008 concerning Organization and Job Description. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/ PMK. dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. mengatur. Indonesia Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency has duties to supervise daily activities of capital market and execute the policies and technical standards in financial institutions area. in accordance to policies which have been set by the Ministry of Finance and based on prevailing laws and regulations. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas membina. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.18 Organisasi Organization 03 Organisasi ORGANIZATION Struktur Organisasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Organization Structure of Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (or Bapepam-LK in Indonesian Acronym) Based on Minister of Finance Regulation Number 100/ PMK.01/2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Departemen Keuangan. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

persetujuan. Ratification of company disclosure principles for Issuers and Public Companies. 4. 3. approvals. Penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. Penegakan peraturan di bidang pasar modal. 4. In performing the duties Bapepam-LK has the following functions: 1. 2. Capital market rule making. Capital market law enforcement.19 Dalam melaksanakan tugas tersebut Bapepam dan Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : 1. registrations from the agency and other institutions in capital market area. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. Monitoring of Persons who obtain business licenses. 3. Penyusunan peraturan di bidang pasar modal. 2. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

11. 10. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. non-bank financial institution and venture capital company. 7. Formulation of standards. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. pension fund. Providing technical guidance and evaluation in financial institutions area. Kliring dan Penjaminan. usaha jasa pembiayaan serta modal ventura. Execution of policies in financial institutions area in accordance with the current regulations. and Custodian and Settlement Institution. 8. Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. 6. Pelaksanaan tata usaha Badan. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 8. Settlement of appeal by Persons imposed sanctions by Stock Exchange. 11. Bapepam-LK organization is led by 1 (one) chairman as a 1st echelon officer under the Ministry of Finance who supervises thirteen of 2nd echelon units which consists of 1 (one) executive secretariat and 12 technical bureaus that are responsible for supervision of capital market. norma. Perumusan standar. Organisasi Bapepam dan Lembaga Keuangan terdiri dari 1 (satu) Ketua Badan sebagai eselon I dan membawahi 13 unit eselon II (1 (satu) Sekretariat dan 12 Biro Teknis) dimana lingkup pembinaan dan pengawasan meliputi aspek pasar modal. Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. Preparation of policies formulation in financial institutions area. criteria and procedures guidelines in financial institutions area. perasuransian. BAPEPAM . norms. dana pensiun. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. insurance.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 6. Pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. 7. 9. Ratification of accounting provisions in capital market area. Execution of agency administration. Clearing and Guarantee Institution. 5.20 Organisasi Organization 5. 10. 9.

Biro Kepatuhan Internal. Market Institutions and Transactions Bureau. Investment Management Bureau. Research and Information Technology Bureau. Insurance Bureau. Pension Fund Bureau. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. Financing and Guarantee Bureau. Services Sector Corporate Finance Bureau. Accounting Standards and Disclosure Bureau. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Biro Perasuransian. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Biro Transaksi dan Lembaga Efek.21 Adapun 12 biro yang berada di Bapepam-LK yaitu : Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Biro Dana Pensiun. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Real Sector Corporate Finance Bureau. : Regulation and Legal Counsel Bureau. Biro Pengelolaan Investasi. There are 12 bureaus within Bapepam-LK i. Enforcement Bureau. Biro Riset dan Teknologi Informasi. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan.e. Internal Compliance Bureau.

Sekretaris Badan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . HEAD OF BUREAUS AND SENIOR ADVISORS PROFILES BAPEPAM .22 Organisasi Organization Profil Ketua. Kepala Biro & Tenaga Pengkaji CHAIRMAN. EXECUTIVE SECRETARY.

23 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

Master of Arts bidang Ekonomi dari Duke University.24 Organisasi Organization DR. Robinson Simbolon. Fuad Rahmany mulai menjabat sebagai Ketua Bapepam-LK sejak 27 April 2006. A. Beliau memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia dan gelar Master of Science dari Illinois University.H.. Robinson Simbolon mulai menjabat sebagai Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK sejak 1 Oktober 1999. Ngalim Sawega mulai menjabat sebagai Sekretaris BapepamLK sejak 29 Desember 2006. University of Indonesia in 1981. Tennessee.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . USA in 1997. BAPEPAM . 2006. He obtained his law degree from University of Indonesia and Master degree of Science from Illinois University. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1981. Tennessee. USA pada tahun 1987 dan gelar Doktor di bidang Ekonomi dari Vanderbilt University di Nashville. He graduated from the Faculty of Economics. A.H. Fuad Rahmany has started his term as Chairman of Bapepam-LK since April 27. Nashville. Robinson Simbolon earned his law degree from Jayabaya University in 1982 and a Diploma of Specialty Regulation Program from University of Indonesia in 1988. S. Ngalim Sawega has started his assignment as Executive Secretary of Bapepam-LK since December 29. Ngalim Sawega. S. USA pada tahun 1997. Robinson Simbolon has started his office term as Head of Regulation and Legal Counsel Bureau since October 1. Fuad Rahmany A. USA in 1987 and earned his doctoral degree of Economics from Vanderbilt University. obtained his Master of Arts in Economics from Duke University. 1999. USA pada tahun 1992. USA in 1992. Beliau merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jayabaya pada tahun 1982 dan Program Diploma Ahli Perundang-undangan Universitas Indonesia pada tahun 1988. 2006. MSc.

. the University of Birmingham. Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari Saint Louis University. MA Yoopi Abimanyu mulai menjabat sebagai Kepala Biro Riset dan Teknologi Informasi Bapepam-LK sejak 29 Desember 2006. USA pada tahun 1997. Yoopi Abimanyu has started his term as Head of Research and Information Technology Bureau of Bapepam-LK since December 29. USA in 1998. his undergraduate degree in Law from Faculty of Law University of Indonesia and earned his Master degree in Business Administration from Saint Louis University. Ann Arbor. Birmingham. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada. Drs.25 DR. Sarjito. 2008. the University of Birmingham. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Birmingham.) Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK sejak 10 Oktober 2008.E. S. MBA Djoko Hendratto menjabat sebagai Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK sejak tanggal 16 Mei 2006. Sarjito has been appointed as Head of Enforcement Bureau of Bapepam-LK since October 10. Djoko Hendratto memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret dan memperolah gelar Master of Business Administration dari University of Colorado. Beliau memperoleh gelar Master dalam Applied Economics dari University of Michigan.D degree from the Faculty of Commerce. England in 1997.. Djoko Hendratto. He obtained his Master degree in Applied Economics from University of Michigan. Ann Arbor.H. USA pada tahun 1998. MBA Sarjito mulai ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt. England pada tahun 1997. USA in 1997.D dari Faculty of Commerce. Yoopi Abimanyu. He graduated from the Faculty of Economics of Sebelas Maret University and obtained his Master degree in Business Administration from University of Colorado. USA pada tahun 1992 dan Ph. 2006. USA in 1992 and earned his Ph. S. He graduated from the Faculty of Economics of Gadjah Mada University. 2006. Djoko Hendratto has become Head of Investment Management Bureau of Bapepam-LK since May 16.

USA pada tahun 1995. M. Beliau merupakan alumnus Institut Teknologi Tekstil. She graduated from Institute Technology Textile. Nurhaida. Louis University. He graduated from Gadjah Mada University in 1982 and earned his Master degree in Finance and Accounting from St. 2008. Bloomington. MBA Anis Baridwan mulai menjabat sebagai Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK sejak 16 September 2008. Beliau merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada pada tahun 1982 dan memperoleh gelar Magister di bidang keuangan dan akuntansi dari St. Anis Baridwan. USA in 1991. M. Anis Baridwan has become Head of Real Sector Corporate Finance Bureau of Bapepam-LK since September 16. MBA Nurhaida mulai menjabat sebagai Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK sejak 16 September 2008. Louis University. USA in 1988. Drs. USA pada tahun 1991. 2000. MA M.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Noor Rachman. Noor Rachman memimpin Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK sejak 6 Juni 2000. M. Nurhaida has been appointed as Head of Securities Transaction and Institution Bureau of Bapepam-LK since September 16. Bloomington. BAPEPAM . USA in 1995. Noor Rachman has been appointed as Head of Service Sector Corporate Finance Bureau of Bapepam-LK since June 6. Bandung in 1985 and obtained her Master degree in Business Administration from Indiana University. USA pada tahun 1988. Bandung pada tahun 1985 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari Indiana University. Noor Rachman adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada tahun 1982 dan memperoleh gelar Master of Arts bidang Ekonomi dari Colorado State University.26 Organisasi Organization Ir. He graduated from the Faculty of Economics of Gadjah Mada University in 1982 and earned his Master of Arts in Economics from Colorado State University. 2008. Drs.

Ihsanudin mulai menjabat sebagai Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan sejak 2 Februari 2009. Beliau memperoleh gelar Sarjana Diploma IV Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 1990. Canada pada tahun 1994. He graduated from the Faculty of Mathematics and Natural Science of Institute of Technology. Moch. MBA Etty Retno Wulandari mulai menjabat sebagai Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan sejak 13 Agustus 2009. Ir. Canada in 1994. Singapore in 2005. Beliau memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Sebelas Maret. USA in 1993 and Doctoral degree from Nanyang Technology University. obtained her Master degree in Business Administration from University of Rochester. 2006. MM Moch. Bandung in 1990 and obtained his Master degree in Mathematic from the University of Waterloo. Ihsanudin. Math Isa Rachmatarwata mulai menjabat sebagai Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK sejak 16 Mei 2006. Master of Business Administration dari University of Rochester. Moch. Drs. 2009. She graduated from State College of Accountancy (STAN) in 1990.27 DR. Etty Retno Wulandari has started her office term as Head of Accounting Standards and Disclosure Bureau of Bapepam-LK since August 13. New York. New York. USA tahun 1993 dan gelar doktor dari Nanyang Technology University. Beliau merupakan alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung pada tahun 1990 dan memperoleh gelar Master of Mathematic dari University of Waterloo. 2009. Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Tahun 1988 dan gelar Magister Manajemen pada tahun 2000. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Ak. Isa Rachmatarwata has been Head of Insurance Bureau of Bapepam-LK since May 16. M. He graduated from the Faculty of Economics of Sebelas Maret University in 1988 and earned his Master degree in Management in 2000. Isa Rachmatarwata. Singapura tahun 2005. Etty Retno Wulandari. Ihsanudin has been Head of Financing and Guarantee Bureau of Bapepam-LK since February 2.

Beliau merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1982 dan memperoleh gelar Master of Arts bidang Ekonomi dari Indiana University. Bloomington. Bloomington. USA pada tahun 1990. Abraham Bastari. He graduated from the Faculty of Economics of University of Indonesia in 1982 and earned his Master of Arts in Economics from Indiana University. BAPEPAM .28 Organisasi Organization Drs. He graduated from the Faculty of Psychology of Padjadjaran University in 1984 and and earned his Master degree in Business Administration from Cleveland State University. MA Mulabasa Hutabarat mulai menjabat sebagai Kepala Biro Dana Pensiun Bapepam-LK sejak 16 Mei 2006.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Mulabasa Hutabarat has started his career as Head of Pension Fund Bureau of Bapepam-LK since May 16. Beliau adalah alumnus Fakultas Psikologi Jurusan Industri dan Organisasi Universitas Padjadjaran pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari Cleveland State University. 2006. MBA Abraham Bastari mulai menjabat sebagai Kepala Biro Kepatuhan Internal Bapepam-LK sejak 29 Desember 2006. USA in 1993. USA pada tahun 1993. Abraham Bastari has started his career as Head of Internal Compliance Bureau of Bapepam-LK since December 29. Mulabasa Hutabarat. Drs. 2006. USA in 1990.

IB.USA tahun 1997. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .E. MBA Dumoli Freddy Pardede mulai menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Lembaga Keuangan sejak 13 Agustus 2009. Gonthor R. Universitas Sumatera Utara tahun 1989 dan gelar Master of Business Administration dari Cleveland State University. He graduated from the Faculty of Law of Universitas Pancasila . He graduated from the Faculty of Agriculture of University of North Sumatra in 1989 and earned his Master degree in Business Administration from Cleveland State University. USA in 1997. Beliau adalah alumnus Fakultas Ekonomi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran tahun 1990 dan memperoleh gelar Master of Accountancy dari Case Western Reserve University. Gonthor R.Washington DC.H. M. Cleveland.Washington D. Ir. IB. Dumoli Freddy Pardede. Aditya Jayaantara has become Senior Advisor for Capital Market Development since August 13. 2009.Jakarta di tahun 1992 dan Master Degree in Laws dari American University . Aziz mulai menjabat sebagai Tenaga Pengkaji bidang Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Kebijakan Internasional sejak 13 Agustus 2009. He graduated from the Faculty of Economics of Pembangunan Nasional Veteran University in 1990 and earned his Master degree in Accountancy from Case Western Reserve University. USA tahun 1998. Aditya Jayaantara mulai menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Pasar Modal sejak 13 Agustus 2009. Beliau memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Pancasila . Aditya Jayaantara. S. Aziz.29 IB. USA in 1998.. LLM Gonthor R.. at Cleveland. S.Jakarta in 1992 and earned his Master Degree in Laws from American University . Aziz has been appointed as Senior Advisor for Organisational Capacity and International Policy Development in August 2009.C. 2009. USA tahun 1994. USA in 1994.Acc. Beliau memperoleh gelar Insinyur dari Fakultas Pertanian. Dumoli Freddy Pardede has become Senior Advisor for Financial Institution Development since August 13.

LK Sekretaris Badan The Executive Secretary Kepala Biro Perundang .30 Organisasi Organization Struktur Organisasi ORGANIZATIONAL STRUCTURE Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan Chairman of Bapepam .Undangan & Bantuan Hukum Head of Regulation & Legal Counsel Bureau Kepala Biro Riset & Teknologi Informasi Head of Research & Information Technology Bureau Kepala Biro Pemeriksaan & Penyidikan Head of Enforcement Bureau Kepala Biro Pengelolaan Investasi Head of Investment Bureau Kepala Biro Transaksi & Lembaga Efek Head of Market Institution & Transactions Bureau Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Head of Services Sector Corporate Finance Bureau Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Head of Real Sector Corporate Finance Bureau Kepala Biro Standar Akuntansi & Keterbukaan Head of Accounting Standards & Disclosure Bureau Kepala Biro Pembiayaan & Penjaminan Head of Financing & Guarantee Bureau Kepala Biro Perasuransian Head of Insurance Bureau Kepala Biro Dana Pensiun Head of Pension Fund Bureau Kepala Biro Kepatuhan Internal Head of Internal Compliance Bureau BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

pengkajian. Senior Advisor for Organizational Capacity and International Policy Development whose functions overall review and in depth analysis on relevant issues as well as producing the required diagnosis and recommendations for further strategic development of Bapepam-LK organizational capacity and international policy.31 Tenaga Pengkaji SENIOR ADVISORS Perkembangan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank yang semakin cepat yang diikuti pula dengan semakin meningkatnya kompleksitas dan keragaman instrumen keuangan telah melahirkan berbagai tantangan baru bagi Bapepam-LK dalam mengemban fungsi pengaturan dan pengawasannya. The three advisors structurally reports directly to the Chairman of Bapepam-LK. Senior Advisor for Capital Market Development whose functions includes overall review and in depth analysis on relevant issues as well as producing the required diagnosis and recommendations for further strategic development of Indonesian capital market. dan penyusunan rekomendasi tentang strategis pengembangan di bidang lembaga keuangan. Operationally. 3 (three) new senior positions was established in April 2009 namely: 1. in executing their mandate. and 3. 2. pengkajian. Tenaga Pengkaji bidang Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Kebijakan Internasional dengan tugas pokok untuk melakukan penelaahan. dalam melaksanakan tugasnya ketiganya tetap harus melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja terkait lainnya di lingkungan Bapepam-LK. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Ketiga Tenaga Pengkaji tersebut secara struktural langsung berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua Bapepam-LK. Tenaga Pengkaji bidang Pengembangan Lembaga Keuangan dengan tugas pokok untuk melakukan penelaahan. dan penyusunan rekomendasi tentang strategi pengembangan hal-hal yang menyangkut kapasitas organisasi Bapepam-LK dan kebijakan internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Tenaga Pengkaji bidang Pengembangan Pasar Modal dengan tugas pokok untuk melakukan penelaahan. dan penyusunan rekomendasi tentang strategis pengembangan di bidang pasar modal. Senior Advisor for Financial Institutions Development whose functions overall review and in depth analysis on relevant issues as well as producing the required diagnosis and recommendations for further strategic development of Indonesian NBFI. 2. Namun demikian. In response to these challenges. the advisors work hand in hand with the relevant bureaus within Bapepam-LK organization. The rapid growth of Indonesian capital market and non bank financial institution (NBFI) industry brings about significant challenges to Bapepam-LK regulatory and supervisory role due to the increasing complexity and diversity of products. market and institutions. Salah satu upaya untuk merespon tantangan-tantangan tersebut adalah dengan membentuk 3 (tiga) jabatan senior baru di lingkungan Bapepam-LK terhitung sejak April 2009 yang terdiri dari: 1. dan 3. pengkajian.

32 BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

33 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

The IDX Composite Index was the second best performance index in 2009. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesa mengalami penguatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.98% compared to 2008 closing position.34 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 04 4.1. BAPEPAM .36. and it was the highest IDX Composite Index has ever reached in 2009. IHSG terendah selama tahun 2009.1 4.534.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Indeks ditutup pada posisi 2.256. which was the 9th (ninth) best performance.36 or an increase of 86. This achievement was better if compared to that of 2008 achievement.1 CAPITAL MARKET PERFORMANCE IN 2009 Stock Price Index Tahun 2009.1 4.1.534. The Indonesia Stock Exchange (IDX ) Composite Index experienced a significant upturn compared to that of last year. The lowest position of the IDX Composite Index in 2009 took place on March 2. berada pada posisi 1.98% bila dibandingkan pada posisi penutupan di tahun 2008 dan merupakan indeks tertinggi yang dicapai oleh BEI selama tahun 2009. 2009 at 1.109 dan terjadi pada 2 Maret 2009 .109.256. In 2009. mengalami kenaikan sebesar 86.1 KINERJA PASAR MODAL TAHUN 2009 Indeks Harga Saham 4. IHSG di tahun 2009 menempati urutan kinerja indeks terbaik kedua. The index was closed at 2. Prestasi ini lebih baik bila dibandingkan tahun 2008 yang menempati urutan kinerja terbaik ke 9 (sembilan).

05 10.25 63.355.39[a9] 18.897.25 63.647.872.62 734.1 Indeks Harga Saham pada Bursa Efek di Kawasan Asia Pasifik akhir tahun 2009 Table 4. di tahun 2009 Bapepam-LK telah memberikan persetujuan kepada Bursa atas penyempurnaan Peraturan Bursa Nomor II.30 1.81 17.36 2.36[a8] 10.54 734. Bapepam-LK granted approval to the Stock Exchange upon amendment of Stock Exchange Regulation Number II.188.03 81.35 Tabel 4.04 -71. Bapepam-LK melakukan peninjauan on the spot pada saat BEI melakukan Mock Trading untuk memastikan kesiapan Bursa sebelum sistem JATS-NextG diterapkan.A.98 79. menggantikan sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).22 1.761.31 9. Bapepam-LK also conducted on the spot observation during Mock Trading conducted by IDX to ensure the readiness of the Stock Exchange before implementing the JATS-NextG.859.98 86.68 21. One of the amendment made was fraction adjustment and the maximum span of price adjustment which could be conducted on real-time basis. also to provide market with a convenient and an efficient trading system.02 52.34 64.82 18.14 3.56 1.052.11 8.272.201.872.534.98 81. Salah satu penyempurnaan yang dilakukan dalam peraturan tersebut adalah perubahan fraksi dan jenjang maksimum perubahan harga yang dapat dilakukan secara real time.50 21.859.96 449.052.68 3.534.82 Indonesia Stock Exchange Bombay Stock Exchange Shanghai Stock Exchange Taiwan Stock Exchange 2) 3) 3) 3) Stock Exchange of Singapore Stock Exchange of Thailand 3) 2) Philippine Stock Exchange Stock Exchange of Hongkong Hong Kong Stock Exchange Kuala Lumpur Stock Exchange Tokyo Stock Exchange New York Stock Exchange 1) Penutupan tanggal 29 Desember / Closing price index as of December 29 2) Penutupan tanggal 30 Desember / Closing price index as of December 30 3) Penutupan tanggal 31 Desember / Closing price index as of December 31 Dalam rangka mengantisipasi dan mendukung perkembangan Pasar Modal Indonesia ke depan serta memberikan kemudahan dan efisiensi perdagangan.12 86.56 449.98 78.81 4.277.820.50 1. regarding Securities Trading in 2009. In order to anticipate and support future developments of Indonesia Capital Market.355.75 876.00 63.48 14.41 9.02 45.34 1.34 2.820.75 8.81 3.277.872.39 8.17 19.44 2.78 1. tentang Perdagangan Efek.36 17.272.428.201.85 14.78 10.591.534.188.03 79.12 117.872.49 64.11 2.05 % Perubahan / % of Change 117.30 553.39 1) 3) 3) 2) 3) 3) Des 09 / Dec 09 1.62 2. These adjustments were to accomodate the implemention of the new trading system in Indonesia Stock Exchange (IDX) named JATS-NextG to replace the Jakarta Automated Trading System (JATS).34 78.546.387.14 8.00 52.81 1.647.897.464.1 Stock Price Indices of Stock Exchange in Asia Pacific at the end of 2009 Bursa Efek / Stock Exchange Shenzhen Stock Exchange Indeks / Index Shenzen Composite Index Shenzen Stock Exchange Composite Index[a7] Indonesia Stock Exchange Composite Index Mumbai Stock Exchange Sensex 30 Shanghai Stock Exchange Composite Index Taiwan Stock Exchange Index Taiwan Stock Exchange Weighted Index Straits Times Index Bangkok Stock Exchange of Thailand Index Stock Exchange of Thailand Index Philippine Stock Exchange Index Hangseng Index Kuala Lumpur Stock Exchange Composite Index Nikkei-225 Stock Exchange Dow Jones Industrial Average Des 08 / Dec 08 553.56 8.A.776.54 3. Perubahan tersebut kemudian diakomodir dengan mengimplementasikan sistem perdagangan baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinamakan JATS-NextG.41 1.591.49 63.56 8.17 45.761.776.48 876.464.428.96 1. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .31 1.22 4.85 1.387.

Emiten adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum.59%.076. Graphic 4.50 trillion in 2008 to Rp2.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Afterward.1 IDX Composite Stock Price Index 2000-2009 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Grafik 4.1. Grafik 4.2 Kapitalisasi Pasar 2000-2009 Graphic 4. Penawaran Umum adalah kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang.2 Market Capitalization Nilai kapitalisasi pasar di BEI pada akhir perdagangan 2009. kontribusi pasar modal Indonesia terhadap GDP naik dari 21. from 21.1. yakni dari Rp1.38 triliun pada akhir perdagangan tahun 2009. from Rp1. suatu perusahaan wajib terlebih dahulu menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada According to the Laws Number 8 Year 1995 regarding Capital Market.076.50 triliun pada akhir perdagangan tahun 2008 menjadi Rp2. Bapepam-LK shall scrutinize such Registration Statement BAPEPAM .97% in 2009. Sejalan hal tersebut.019.38 in 2009.2 Market Capitalization 2000-2009 2500 2000 1500 1000 500 0 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 4. Indonesia capital market has given bigger contribution toward the GDP. Issuer is a Party that performs Public Offering. naik 87.2 Nilai Kapitalisasi Pasar 4.1 Indeks Harga Saham Gabungan BEI 2000-2009 Market capitalization in IDX at the closing day of 2009 increased by 87.72% in 2008 to 35.2 EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK 4.72 % di tahun 2008 menjadi 35. jika dibandingkan dengan akhir perdagangan tahun sebelumnya.59% compared to that of last year.36 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 4.2 ISSUER AND PUBLIC-LISTED COMPANY Berdasarkan Undang Undang Nomor No.019. On that ground.97 % di tahun 2009. Before conducting a Public Offering. Public Offering is activity performed by Issuer to sell the Securities to the public based on procedures regulated under the prevailing laws. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Sebelum melakukan Penawaran Umum. a company is beforehand required to submit Registration Statement to Bapepam-LK.

2. share offering decreased compared to last year performance. PT Katarina Utama Tbk. The 13 companies that performed Initial Public Offering in 2009 were PT Trikomsel Oke Tbk.1 Penawaran Umum Saham Pada tahun 2009 terdapat 13 perusahaan yang melakukan Penawaran Umum perdana saham. In 2009. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . In 2009. either in term of total number of companies performing the Public Offering or total value of share issuance. Despite a Public Company does not conduct a public offering. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.000. Jumlah ini menunjukkan penurunan sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya adalah 17 perusahaan. On contrary.725. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. In 2009. untuk penawaran umum saham. Throughout 2009. baik dari segi jumlah perusahaan yang melakukan Penawaran Umum maupun dari sisi jumlah nilai obligasi yang ditawarkan kepada masyarakat. Public Company is a Company which shares have been owned by 300 shareholders at minimum. 4. Selanjutnya Bapepam-LK menelaah Pernyataan Pendaftaran tersebut untuk melihat pemenuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku di Pasar Modal. either in term of total number of companies performing the Public Offering or total value of bond offered to the public.087. Public Company is still required to submit the Registration Statement to Bapepam-LK. Sebagai organisasi yang terus mengembangkan diri.at minimum or a certain amount of shareholders and paid-in capital as determined under Government Regulation. PT Metropolitan Kentjana Tbk.000. 13 companies have performed Initial Public Offering. seperti melakukan sosialisasi pasar modal.000. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk. Perusahaan Publik wajib pula menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam-LK. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk. Sepanjang tahun 2009 tidak terdapat Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan Perusahaan Publik di Pasar Modal Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. examination toward Registration Statements conducted by Bapepam-LK has fully complied with time frame as specified in SOP of Superior Services.000. and which has already had paid-in capital at the amount of Rp 3. there was zero Registration Statement submitted by Public Company Indonesia Capital Market. Meskipun tidak melakukan Penawaran Umum. Pada tahun 2009 penawaran umum obligasi mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 13 perusahaan yang melakukan Penawaran Umum perdana saham tahun ini adalah PT Trikomsel Oke Tbk. examining Registration Statement by shortening the examination period of such Registration Statement from 45 days to 35 days. bond offering experienced a significant increase.. Nilai Penawaran Umum perdana saham tahun ini adalah Rp4. serta penyempurnaan beberapa peraturan yang ditujukan untuk mempermudah proses Penawaran Umum.000.2. PT Bumi Citra Permai Tbk. PT Katarina Utama Tbk.37 Bapepam-LK.130. PT Metropolitan Kentjana Tbk. These numbers showed a decrease by 24% compared to last year performance of 17 companies. PT Inovisi Infracom Tbk. improving Standard Operating Procedures (SOP). to discern its compliance to the Capital Market rules and regulations..000. such as: organizing capital market socialization.000.menurun sebesar 83% dibanding tahun sebelumnya. and improving certain regulations which are aimed at simplifying the Public Offering process.atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.725. mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya baik dalam jumlah perusahaan yang melakukan Penawaran Umum maupun dari sisi jumlah nilai emisi saham...1 Share Offering 4. Perusahaan Publik adalah Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp3. As a sustained developing organization. yakni memperpendek jangka waktu penelaahan Pernyataan Pendaftaran dari 45 hari menjadi 35 hari. The total value of Initial Public Offering was Rp4.130.decreased by 83% compared to the previous year. PT Bumi Citra Permai Tbk. PT Inovisi Infracom Tbk. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. Namun demikian. Bapepam-LK has carried out certain efforts to increase the number of Issuers that perform Public Offering in Indonesian capital market. Bapepam-LK telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan jumlah Emiten yang melakukan Penawaran Umum di pasar modal Indonesia.000. penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP) penelaahan Pernyataan Pendaftaran.087. Selama tahun 2009 penelaahan Bapepam-LK atas Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum telah sepenuhnya memenuhi jangka waktu yang ditetapkan dalam SOP Layanan Unggulan.

dengan nilai penawaran sebesar Rp15.671. 4.- BAPEPAM .000. PT Garda Tujuh Buana Tbk. . PT Indoexchange Tbk.-.000. After the crisis»s passed through.-. The numbers of total Right Issuance showed a decrease by 40%.779.2 Penawaran Umum Obligasi Korporasi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.700.2.000. PT BW Plantation Tbk.000.000.• 8 (eight) Syaria Bonds (sukuk) with a total value of Rp1.2. PT Darma Henwa Tbk. PT Pacific Utama Tbk. PT Sentul City Tbk dan PT Energy Mega Persada Tbk.000.000. PT Sentul City Tbk and PT Energy Mega Persada Tbk.090.671. PT Bank Bukopin Tbk.000. Such increase occurred due to.2 Corporate Bond Offering Pada tahun 2009 terdapat 28 perusahaan yang melakukan Penawaran Umum Obligasi. PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk.- In 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 4.885. Penurunan nilai emisi saham tahun 2009 antara lain disebabkan oleh dampak krisis ekonomi global yang masih terasa pada kuartal pertama tahun 2009. among others. Jumlah nilai penawaran ini menunjukkan peningkatan sebesar 120% dibandingkan tahun sebelumnya.090.-.000. dengan total nilai penawaran mencapai Rp31.000.000. the impact of global economic crisis during the first-quarter of 2009. PT Pelat Timah Nusantara Tbk.804. a decrease in bank interest rate which made bond becoming a relatively less expensive financing source. dan • obligasi sub ordinasi sebanyak 2 (dua) penawaran dengan nilai Rp5. Jumlah penawaran ini menunjukkan penurunan sebesar 40%.000.000. with total offering of Rp15.000. PT Garda Tujuh Buana Tbk. PT Bank Capital Indonesia Tbk.700. while the total offering in value decrease by 72% compared to last year. PT Excelcomindo Pratama Tbk.38 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. PT Bank Agroniaga Tbk.000. Emiten yang melakukan Right Issue adalah PT Bank Danamon Indonesia Tbk.-.831. PT Bank Capital Indonesia Tbk.804. dibanding tahun sebelumnya.000. there were 15 companies conducting Right Issue. PT Pelat Timah Nusantara Tbk.000. PT Bank Kesawan Tbk. sedangkan nilai penawaran menunjukkan penurunan sebesar 72%. dan PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. among others. PT BW Plantation Tbk. The Issuers that performed Right Issue were PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Emiten dan Perusahaan Publik cenderung lebih fokus mempertahankan kelangsungan operasionalnya. PT Darma Henwa Tbk.000.811.000.-. sehingga obligasi menjadi sumber pendanaan yang relatif lebih murah.-. PT Ancora Indonesia Resources Tbk. PT Pool Advista Indonesia Tbk. PT Ancora Indonesia Resources Tbk.-. PT Bank Kesawan Tbk.000. PT Excelcomindo Pratama Tbk. PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk.000. PT Pool Advista Indonesia Tbk.• obligasi syariah (sukuk) sebanyak 8 (delapan) penawaran dengan nilai Rp1. This showed an increase of 120% compared to last year. Issuers as well as Public Companies tended to be more focus on maintaining their operational activities. In 2009. The total value of share issuance decreased in 2009 was due to.000. PT Berlian Laju Tanker Tbk. a Public Offering by Shareholder has been conducted by PT Grahabuana Kreasi Baru upon its shares ownership in PT Indonesia Paradise Property Tbk up to the amount of Rp20.779. Pada tahun 2009 terdapat 15 Penawaran Umum saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu . In addition to the abovementioned activities. PT Bank Bukopin Tbk.831.500.000. Peningkatan ini antara lain disebabkan oleh penurunan suku bunga bank.500.000. PT Bank Agroniaga Tbk. Selain itu.885. Penawaran Umum yang dilakukan oleh Pemegang Saham (PUPS) dilakukan oleh 1 (satu) pihak yaitu PT Grahabuana Kreasi Baru yang melakukan Penawaran Umum atas kepemilikan sahamnya pada PT Indonesia Paradise Property Tbk sejumlah Rp20.000. Penawaran umum obligasi yang dilakukan tahun 2009 terdiri dari beberapa jenis obligasi berikut : • obligasi konvensional sebanyak 26 penawaran dengan nilai Rp23. and • 2 (two)Subordinated Bonds with a total value of Rp5. Setelah berlalunya krisis tersebut.811.000.000. PT Indoexchange Tbk.000. there were 28 companies that performed Bond Offering with a total offering of Rp31. PT Berlian Laju Tanker Tbk.-. and PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. Bond offerings that were made in 2009 comprised of the following types of bond: • 26 Conventional Bonds with a total value of Rp23. PT Pacific Utama Tbk.

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). In 2009. PT Matahari Putra Prima Tbk.3. and PT Mitra Adiperkasa. PT Danareksa (Persero). PT Indosat Tbk. Perum Pegadaian.3. PT Bank Jabar Banten. PT Berlian Laju Tanker Tbk. PT Bakrieland Development Tbk. PT Sinar Mitra Sepadan Finance. Perum Pegadaian.A. PT Bank Jabar Banten. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Pan Indonesia Tbk. PT Berlian Laju Tanker Tbk. namely PT. PT Bank Tabungan Negara (Persero). PT Summit Oto Finance. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.3 PERUSAHAAN EFEK DAN WAKIL PERUSAHAAN EFEK Perusahaan Efek These Bond Offerings were performed by the following Issuers: PT Medco Energi Internasional Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). PT Oto Multiartha. Ramayana Artha Perkasa (broker dealer license) and PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia (broker dealer and underwriter licenses). Dengan demikian jumlah total Perusahaan Efek hingga akhir tahun 2009 berjumlah 157 perusahaan. PT Matahari Putra Prima Tbk. PT Bakrieland Development Tbk. PT Astra Sedaya Finance.Commonwealth Securities.1 Yang dimaksud dengan Perusahaan Efek adalah Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek. PT Bank Ekspor Indonesia (Persero). PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. PT Bank Tabungan Negara (Persero). PT Indofood Sukses Makmur Tbk. PT Apexindo Pratama Duta Tbk. PT Federal International Finance. PT Oto Multiartha. Bapepam-LK telah memberikan 2 (dua) izin usaha baru untuk Perusahaan Efek yaitu satu izin usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) kepada PT. the total number of Securities Companies up to the end of 2009 was 157 companies. PT Pupuk Kalimantan Timur. The revocation of such licenses was conducted due to violation capital market laws and regulations. A Securities Company is a Party who engages in the business of Underwriter. 4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perantara Pedagang Efek. Broker-Dealer and/or Investment Manager. dan atau Manajer Investasi. PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. PT Salim Ivomas Pratama.A. PT Bank Ekspor Indonesia (Persero).1 4. PT Indomobil Finance Indonesia. PT Sinar Mitra Sepadan Finance. terdapat pencabutan izin usaha yang dilakukan terhadap dua Perusahaan Efek yaitu kepada PT. license revocation were made toward two Securities Companies.Erdhikha Elit Sekuritas. selama tahun 2009. dan PT Mitra Adiperkasa.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek. PT Indosat Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Danareksa (Persero). and one underwriter license to PT. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . PT Indomobil Finance Indonesia.Erdhikha Elit Sekuritas. Proses perizinan Perusahaan Efek diberikan berdasarkan Peraturan Bapepam-LK Nomor V. PT Federal International Finance. PT Indofood Sukses Makmur Tbk.39 Penawaran Umum obligasi tersebut dilakukan oleh Emiten sebagai berikut PT Medco Energi Internasional Tbk. In addition to such license granting.1 regarding Licensing of Securities Company. PT Apexindo Pratama Duta Tbk. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).Commonwealth Securities dan satu izin usaha sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE) kepada PT. Ramayana Artha Perkasa (izin usaha sebagai PPE) dan PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia (izin usaha sebagai PPE dan PEE). PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pencabutan izin terhadap Perusahaan Efek tersebut dilakukan karena adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan pasar modal. Bapepam-LK granted 2 (two) new business licences comprising of one broker dealer license to PT.3 SECURITIES COMPANY AND SECURITIES COMPANY REPRESENTATIVE Securities Company 4. PT Astra Sedaya Finance. PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. Selain itu. Licensing process of Securities Company is provided pursuant to Bapepam-LK Regulation Number V. PT Pupuk Kalimantan Timur. PT Salim Ivomas Pratama. 4. Selama tahun 2009. PT Bank Pan Indonesia Tbk. in 2009. PT Summit Oto Finance. Thereby.

bringing up to 453 branch offices. there were 64 new branch openings and 22 branch office closings conducted by Securities Companies during 2009. This licensing SOP was one of the Superior Service SOPs and has become one of Bapepam-LK performance contracts with the Ministry of Dalam rangka meningkatkan pelayanan perijinan Wakil Perusahaan Efek. The reformation was made by shortening the duration of licensing process in SOP from 45 days to 21 days. Pemberian izin usaha baru Perusahaan Efek New business license of Securities Companies . Bapepam-LK melakukan reformasi dalam proses Perizinan Wakil Perusahaan Efek khususnya Perijinan Wakil Penjamin Emisi Efek/ Wakil Perantara Pedagang Efek.1 tentang Perizinan Wakil Perusahaan Efek.Penjamin Emisi Efek .B. 2 1 4. terdapat 64 pembukaan cabang baru serta 22 penutupan kantor cabang oleh Perusahaan Efek sepanjang tahun 2009.2 License Revocation and Conferral of Securities Companies Jumlah / Number 1.3.3 Wakil Perusahaan Efek In line with the capital market development policy.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .2 Pemberian dan Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Efek No.1 regarding Licensing of Securities Company Representatives.Broker Securities dealer .B. Reformasi tersebut dilakukan dalam bentuk mempersingkat jangka waktu proses perizinan dalam SOP yang semula 45 hari menjadi 21 hari.3. Bapepam-LK has encouraged the extension of service coverage of Securities Company. Bapepam-LK has gone through reformation in licensing process for Securities Company Representatives especially for underwriter representatives/ broker dealer representatives. 4.3. It was an important policy Bapepam-LK had to make to improve the role of capital market as the engine of national economic growth. To improve the licensing service of Securities Company Representatives. The opening of Securities Companies in the regions will provide opportunities to potential investors in local areas to get access to invest their fund in Indonesia capital market.2 Branch Opening Sejalan dengan arah kebijakan pengembangan pasar modal. Selama tahun 2009. Hal ini penting dilakukan dalam rangka meningkatkan peran pasar modal sebagai penggerak perekonomian nasional. 63 Securities Companies have carried out business expansion by opening new business activities in many cities in Indonesia.40 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry Tabel 4. SOP perizinan ini termasuk dalam salah satu SOP Layanan Unggulan dan menjadi salah satu kontrak kinerja BAPEPAM .2 Pembukaan Cabang 4.Securities Underwriter 1 1 2. In detail.Securities Underwriter Pencabutan izin usaha Perusahaan Efek License Revocation of Securities Companies . tercatat sebanyak 63 Perusahaan Efek melakukan pemekaran perusahaan dengan membuka kegiatan di lokasi lain yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Uraian / Description Table 4. 4. Throughout 2009.3 Securities Company Representative Yang dimaksud dengan Wakil Perusahaan Efek adalah orang perseorangan yang melakukan kegiatan Perusahaan Efek wajib memiliki izin Wakil Perusahaan Efek yang diatur dalam Peraturan Bapepam-LK Nomor V. sehingga total terdapat 453 kantor cabang. Secara rinci.Perantara Pedagang Efek . Securities Company Representative is defined as an individual who performs Securities Company activities and is required to have Securities Company Representative license as stipulated in Bapepam-LK Regulation Number V.Perantara Pedagang Efek .Broker Securities dealer .3. Pembukaan Perusahaan Efek di daerah-daerah akan memberikan kesempatan bagi pemodal potensial didaerah-daerah untuk mendapatkan akses untuk melakukan investasi di pasar modal Indonesia.Penjamin Emisi Efek . Bapepam-LK mendorong perluasan cakupan penyediaan jasa Perusahaan Efek.

Investment Fund industry experienced an uplifting growth. Disamping itu. batasan-batasan investasi Reksa Dana.19 triliun pada tahun akhir 2007 menjadi sebesar Rp74. .778 izin sebagai WPPE dan WPEE telah dikeluarkan oleh BapepamLK hingga akhir tahun 2009. proporsi jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana Terproteksi terhadap jumlah total Unit Penyertaan seluruh Reksa Dana merupakan porsi terbesar.4. Namun. The licenses were inclusive of 480 broker dealer representatives licenses and 40 underwriter representatives licenses. It was shown from a significant increase of the number of Participation Unit of Capital Protected Investment Fund compared to those of other Investment Fund and the proportion against total number of Participation Unit of overal Investment Fund was the biggest one. The global crisis has also influenced investor preference in selecting the type of Investment Fund product. payment time limit upon redemption of Investment Fund participation unit.778. The phenomenon took place due to several policies taken by Bapepam-LK throughout 2009 as follow: • Relaxation Policy Relaxation Policy on certain provisions pursuant to Investment Fund management was released through Circular Letter Number SE-03/BL/2009 dated April 16. Throughout 2009. Selama tahun 2009. dan lain-lain. The relaxation policy issued among others were securities Fair Market Value determination for securities in the Investment Fund portfolio.4 4. investment limitations for Investment Fund. Izin tersebut terdiri dari 480 izin sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan 40 izin sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE).06 triliun pada akhir tahun 2008.4 4.4. Reksa Dana Terproteksi menjadi jenis Reksa Dana pilihan utama bagi investor. Global economy crisis in 2008 has brought a severe impact to the growth of Investment Fund industry as reflected from decreasing net asset value from Rp92.06 trillion at the end of 2008. baik dari segi jumlah Reksa Dana yang beredar. Krisis global juga telah mempengaruhi preferensi investor dalam memilih jenis produk Reksa Dana. 2009. Advance Profession Education program for Investment Fund Selling Agent Representative.19 trillion in 2007 to Rp74. 4.1 PENGELOLAAN INVESTASI Produk Investasi Finance. Tingginya minat investor terhadap jenis Reksa Dana Terproteksi dapat dipahami mengingat jenis Reksa Dana ini dianggap memiliki tingkat risiko yang rendah karena memiliki fitur proteksi terhadap nilai pokok investasi nasabah. batas waktu pembayaran atas penjualan kembali unit penyertaan Reksa Dana. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . compared to 2008. batasan minimum dana kelolaan Reksa Dana. the total number of broker dealer representatives and underwriter representatives licenses granted by Bapepam-LK was 6. pada tahun 2009 industri Reksa Dana mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Perkembangan ini tidak terlepas dari beberapa kebijakan yang telah dilakukan oleh Bapepam-LK sepanjang tahun 2009 antara lain : • Kebijakan Relaksasi Kebijakan relaksasi atas beberapa ketentuan terkait pengelolaan Reksa Dana dikeluarkan melalui Surat Edaran No: SE-03/BL/2009 tanggal 16 April 2009. program Pendidikan Profesi Lanjutan bagi Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. etc. Kebijakan ini diterbitkan dalam rangka memelihara keberlangsungan industri Reksa Dana dari dampak kondisi perekonomian global yang pada saat itu sedang mengalami krisis. Kebijakan relaksasi yang dikeluarkan antara lain mengenai penentuan Nilai Pasar Wajar Efek dalam portofolio Reksa Dana. dimana selama 3 tahun berturut-turut. jika dibandingkan dengan tahun 2008. Bapepam-LK telah memberikan 520 izin orang perseorangan. Yet. total amount of net asset value of overall Investment Fund. limitation of minimum Net Asset Value for an Investment Fund. The policy was issued in the course of keeping the continuity of Investment Fund industry which suffered from global economic crisis. Bapepam-LK has granted 520 new licenses. Capital Protected Investment Fund had become the most preferred Investment Fund to investors. 4. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana Terproteksi yang cukup signifikan dibandingkan dengan peningkatan jumlah Unit Penyertaan jenis Reksa Dana lainnya. Up until the end of 2009. Total sebanyak 6. in which for 3 years in a row. either in term of total number of outstanding Investment Fund. or total number of outstanding Participation Unit.1 INVESTMENT MANAGEMENT Investment Product Krisis perekonomian global di tahun 2008 telah mempengaruhi laju pertumbuhan industri Reksa Dana yang tercermin dari penurunan NAB dari sebesar Rp92.41 Bapepam-LK kepada Menteri Keuangan. Nilai Aktiva Bersih seluruh Reksa Dana maupun jumlah Unit Penyertaan yang beredar. The investor interest toward Capital Protected Investment Fund was high for this kind of Investment Fund was considered to have low risk as it has protection scheme against its principal value of client»s investment.

Pembenahan Distribusi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Pemetaan terhadap Agen Penjual Efek Reksa Dana dilakukan dalam bentuk pemeriksaan kepatuhan baik di kantor pusat maupun di kantor cabang di beberapa kota besar di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknis pegawai Bapepam-LK mengenai Compliance bagi Manajer Investasi serta dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi Manajer Investasi dalam melaksanakan kepatuhan dan manajemen risiko.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .42 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry • Peningkatan capacity building. Di samping itu. PPATK dan Kementerian Perdagangan. Kegiatan sosialisasi kepada pemodal di daerah Selain itu. to minimize illegal investment practices and to initiate joint-monitoring for financial investment products. • • Distribution restructuring of Investment Fund Selling Agent Mapping toward Investment Fund Selling Agent was conducted in the form of compliance audit either in head office or branch officess in big cities all over Indonesia. • Improving capacity building. Bapepam-LK bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) secara konsisten memberikan pemahaman maupun sosialisasi kepada masyarakat pemodal khususnya yang berada di daerah-daerah yang berpotensi secara ekonomi. . have organized a training for Bapepam-LK functionaries and staffs concerning Compliance for Investment Manager held on January 2009. Bapepam-LK. in cooperation with Indonesia Investment Fund Manager Association. BAPEPAM . Kejaksaan. Sementara itu untuk menekan maraknya investasi ilegal sekaligus merintis pengawasan bersama terhadap produk-produk investasi keuangan. Meanwhile. Additionally. A training was also arranged for all Investment Manager registered in Bapepam-LK in the form of Workshop on Compliance and Risk Management for Investment Manager held on October 2009. Bapepam-LK have involved in intensive cooperation and coordination with relevant institutions. Bapepam-LK secara intensif telah menjalin kerjasama dan kordinasi dengan instansi terkait seperti Bank Indonesia. Pelatihan juga diberikan kepada seluruh Manajer Investasi yang terdaftar di Bapepam-LK dalam bentuk Workshop on Compliance and Risk Management for Investment Manager yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2009. Public Prosecutor. Police Force. The activities were aimed at improving knowledge and technical competences of Bapepam-LK staffs on Compliance for Investment Manager and improving knowledge of Investment Manager in respect of compliance and risk management. and Ministry of Trade. • • Socialization Activity for Domestic Investors In the course of developing domestic investor basis. kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan Agen Penjual Efek Reksa Dana dan pegawai tenaga pemasaran pemegang izin Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) dalam kegiatannya memasarkan Reksa Dana. Market Surveillance and Enforcement. The mapping was carried out to obtain a clear picture of Investment Fund marketing distribution in all regions of Indonesia. Additionally. have consistently provided information and socialization to investors especially to economic-potential areas. Market Surveillance dan Enforcement. facilitated by Australasian Compliance Institute (ACI). in 2009 Bapepam-LK. Investment Education. Edukasi Investasi. such as Bank Indonesia. Kepolisian. Bapepam-LK has also engaged in cooperation with ASIC in the areas of compliance in Investment Fund industry. dalam rangka pengembangan basis investor domestik. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran mengenai distribusi pemasaran Reksa Dana di seluruh daerah di Indonesia. selama tahun 2009 Bapepam-LK bekerja sama dengan Australasian Compliance Institute (ACI) telah menyelenggarakan pelatihan bagi pejabat dan pegawai Bapepam-LK dalam bentuk workshop mengenai Compliance for Investment Manager. risk management dan kepatuhan Manajer Investasi Sejak tahun 2007 Bapepam-LK juga telah melakukan kerjasama dengan ASIC yang meliputi bidang Kepatuhan di Industri Reksa Dana. Indonesian Financial Transaction Reports and Analysis Centre. Sementara itu. the mapping was also aimed at increasing the compliance level of Investment Fund Selling Agent and marketing staffs holding Investment Fund Selling Agent Representative licence in their activities of marketing Investment Fund. risk management and compliance of Investment Manager Since 2007.

international rating institution. Sementara itu. and a good debt management.25% pada lelang tanggal 4 Desember 2008 menjadi 6. pada Jumat.5% at auction on December 3. the rating increase was also caused by better credit profile incurred as the result of prudent policy. A deficit in the State Budget which was relatively low and a sturdy economic growth shall reduce the government and private debts. Disamping penurunan suku bunga SBI. S&P also set Indonesian sovereign rating at BBfor long term foreign currency sovereign credit rating and BB+ for long term local currency sovereign credit rating. Perkembangan industri pengelolaan Investasi pada tahun 2009 juga ditandai dengan terbitnya produk baru berupa penerbitan KIK-EBA pertama diawal tahun The positive growth of Investment Fund in year 2009 was also encouraged by supporting factors which brought conducive investment climate to fixed income market or equity market as reflected from a decrease of the Certificate of Bank Indonesia (SBI) rate and an increase of Jakarta Composite Index (JCI) of Indonesia Stock Exchange (IDX).41. Outlook dari peringkat itu adalah stabil. Sedangkan IHSG BEI telah mengalami peningkatan yang cukup tajam. Standard & Poor»s Rating Services (S&P). the development of investment management industry was also marked by the issuance of new product named Collective Investment Contract . dimana pada akhir tahun 2009 ditutup pada posisi 2. revised Indonesia rating on Friday.534.43 Perkembangan industri Reksa Dana yang positif di tahun 2009 ini juga didorong oleh beberapa faktor yang mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif baik di pasar surat utang maupun pasar saham yang tercermin dari penurunan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). The government solvability was predicted to be stable as well.36 atau terjadi peningkatan sebesar 86. rating shortterm sovereign adalah «B». Additionally. S&P juga menetapkan rating pada outlook long term foreign currency sovereign credit rating adalah BB.36 at the end of 2009 or increased 86. Meanwhile. Tingkat suku bunga SBI telah mengalami penurunan sebesar 275 basis point selama kurun waktu satu tahun dari posisi 9.534. 23 Oktober 2009.Asset Laporan Tahunan 2009 Annual Report .98% compared to 2008 of 1. Defisit APBN yang relatif rendah dan pertumbuhan ekonomi yang kuat akan menurunkan utang pemerintah dan swasta. October 23. perbaikan outlook ini dilandasi oleh pengurangan utang dan kehati-hatian pengelolaan fiskal yang menjadi kunci kebijakan makro ekonomi. Kemampuan (membayar) utang pemerintah juga diperkirakan masih stabil. IDX JCI increased significantly up to 2.355.25% at auction on December 4. S&P menyatakan. reformasi struktural dan manajemen utang yang baik. Sementara itu Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor»s Rating Services (S&P). Kenaikan peringkat itu disebabkan oleh perekonomian Indonesia yang relatif tangguh menghadapi resesi global disamping juga prospek pertumbuhan jangka pendek yang sehat. 2009. In 2009. structural reformation. industri Reksa Dana diuntungkan dengan keputusan Moody»s Investors Service yang menaikkan peringkat utang dalam valas dan mata uang lokal Indonesia dari «Ba3» menjadi «Ba2». Besides the decrease of SBI rate.355. Kenaikan peringkat ini juga disebabkan oleh membaiknya profil kredit yang diturunkan dari kehatihatian kebijakan. 2008 to 6. The rating improvement occurred owing to a relatively solid economy of Indonesia in dealing with the global recession as well as fine shortterm growth prospect. meningkatkan rating outlook Republik Indonesia menjadi positive dari sebelumnya stable. On contrary.dan untuk long term local currency sovereign credit rating adalah BB+.98% jika dibandingkan tahun 2008 yang ditutup pada posisi 1. SBI rate has decreased by 275 basis point within one year from 9. Investment Fund industry also got benefit from Moody»s Investors Service decision which scaled up the Indonesia sovereign rating for foreign and local currencies from «Ba3» to «Ba2» with stable outlook. from stable to positive outlook. S&P declared that improvements on such outlooks were made based on debt reduction and prudent fiscal policy as the key for macroeconomics policy. 2009.5% pada lelang tanggal 3 Desember 2009. While the rating outlook for short-term sovereign was «B».41.

06 trillion at the end of 2008. Total Net Asset Value of all Investment Fund.43% dari sebesar Rp74. 4.1. Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) seluruh Reksa Dana maupun jumlah Unit Penyertaan. Despite a decrease in 2008.06 triliun di akhir tahun 2008.33%. from 45 business days before the reformation to 35 business days.4.98 billion.4. disusul oleh Reksa Dana Pendapatan Tetap (21. Investment Fund industry experienced an uplifting development throughout 2009. Reksa Dana Campuran (19. In the course of bureaucracy reformation.1.04% dari GDP tahun 2009 yang mencapai Rp5.44 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry dan disusul kemudian penerbitan berikutnya di bulan Oktober. Reksa Dana Pasar Uang (4. total number of outstanding Participation Unit at the end of 2009 increased up to 69. 4.38%. Money Market Investment Fund (4.17% atau naik sebesar 4. In the meantime. Peningkatan NAB terjadi pada semua jenis Reksa Dana kecuali ETF. Sementara itu. Net Asset Value of Investment Fund was still relatively low.58%).05% compared to last year performance. BAPEPAM .4 triliun.52 billion units or an increase by 14.4 trillion. Apabila dibandingkan dengan Gross Domestic Product (GDP).17% or an increase by 4.1 Investment Fund Investment Fund is a vehicle used by Investment Manager to gather fund from the public investors for investment in a Securities Portfolio. total Net Asset Value of all Investment Fund grew up to the amount of Rp114.28%). which was 2. as well as Index Fund and Exchange Traded Fund (ETF) by 0. From such numbers. If it was compared to Gross Domestic Product (GDP). followed by Fixed Income Investment Fund (21.1 Reksa Dana Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Sampai dengan akhir Desember 2009 jumlah Reksa Dana yang beredar telah meningkat menjadi 607 Reksa Dana atau mengalami peningkatan sebesar 7. or total Participation Unit. yaitu 2. or an increase of 54. The service provided is a completion schedule which is faster than the one provisioned in prevailing laws and regulations governing capital market.613. diikuti Reksa Dana Backed Securities (KIK-EBA) in the beginning of the year followed by next issuance on October.33% respectively. Peningkatan NAB tertinggi terjadi pada Reksa Dana Indeks yang meningkat 187.04% against 2009 GDP with Rp5. with 567 Investment Fund. Dari jumlah tersebut.37 trillion at the end of 2009. atau mengalami peningkatan sebesar 54.28%) Equity Investment Fund (12.58%). Mixed Investment Fund (19.613. setelah dokumen diterima dengan lengkap dan memenuhi ketentuan dalam Peraturan perundang-undangan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan yang cukup signifikan baik dari segi jumlah Reksa Dana yang beredar. Meanwhile.05% dibandingkan dengan akhir tahun 2008 dengan 567 Reksa Dana. Capital Protected Investment Fund dominated the proportion by 42. Reksa Dana Terproteksi mendominasi proporsi dengan prosentase sebesar 42.28%) dan Reksa Dana Indeks dan ETF masing masing 0.43% dari tahun 2008 yang proporsinya mencapai 37.37 triliun di akhir tahun 2009. Sedangkan jumlah Unit Penyertaan yang beredar pada akhir tahun 2009 meningkat menjadi 69.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .01% jika dibandingkan dengan jumlah unit penyertaan di akhir tahun 2008 sebesar 60. Up until December 2009.43% of 2008 proportion which was 37.74%. Janji pelayanan yang diberikan adalah jangka waktu penyelesaian lebih cepat dari yang ditetapkan oleh Peraturan Perundang-undangan di Bidang Pasar Modal dari sebelum reformasi selama 45 hari kerja menjadi 35 hari kerja setelah reformasi birokrasi.38%.98 miliar.74%. industri Reksa Dana mengalami perkembangan yang cukup meggembirakan setelah mengalami penurunan di tahun 2008.03%). Dalam rangka Reformasi Birokrasi. NAB Reksa Dana masih sangat kecil. pelayanan pendaftaran Reksa Dana berbentuk KIK masuk dalam SOP Layanan Unggulan. It was reflected from significant increase in term of total number of outstanding Investment Fund. or on earlier date in the event that effective statement by Bapepam-LK has reached 100% from the target. total number of Investment Fund was 607 or increased 7. total Nilai Aktiva Bersih seluruh Reksa Dana tumbuh menjadi Rp114. Selama tahun 2009.03%).28%) Reksa Dana Saham (12. following the receipt of complete documents and the compliance of provisions under laws and regulations. Net Asset Value increase also occurred to all types of Investment Fund except ETF. atau pada tanggal lebih awal jika dinyatakan efektif oleh Bapepam-LK telah mencapai 100% dari target yang telah ditetapkan.01% compared to total Participation Unit at the end of 2008 of 60. The highest Net Asset Value increase occurred to Index Investment Fund by 187.43% from Rp74. registration service of Collective Investment Scheme Investment Fund is included in Superior Service SOP.52 miliar unit atau mengalami peningkatan sebesar 14.

22% from Rp 10. Net Asset Value of Money Market Investment Fund experienced a significant increase by 126.94%. Despite a decrease of Money Market Investment Fund by 10. Jumlah Reksa Dana Saham mengalami kenaikan sebesar 8.79% dari Rp2. Walaupun Jumlah Reksa Dana Pendapatan Tetap mengalami penurunan sebesar 7.31 trillion at the end of 2009. Walaupun jumlah Reksa Dana Pasar Uang mengalami penurunan sebesar 10.96% from 67 Investment Fund at the end of 2008 to 73 Investment Fund throughout 2009. Fixed Income Investment Fund (84. Jumlah Reksa Dana Campuran mengalami kenaikan sebesar 4.09% dari sebanyak 141 pada akhir tahun 2008 menjadi 131 pada akhir tahun 2009.22 triliun pada akhir tahun 2009. diikuti dengan peningkatan NAB Reksa Dana Campuran yakni sebesar 57.55 triliun pada tahun 2009. Mixed Investment Fund 57.02%). such an increase was followed by a significant increase of Equity Investment Fund Net Asset Value by 88.02% from a total amount of Rp20.96% dari sebanyak 67 pada akhir tahun 2008 menjadi 73 pada akhir tahun 2009.31 triliun pada akhir tahun 2009.61%dari Rp11 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp18.76%). Reksa Dana Fixed Income (84.46% from 112 Investment Fund throughout 2008 to 117 Investment Fund at the end of 2009.12%).30 trillion in 2008 to Rp5. Reksa Dana Saham (88. Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. Reksa Dana Campuran 57.38 trillion at the end of 2008 to Rp38.22 trillion at the end of 2009. namun NAB Reksa Dana Pasar Uang mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 126.76%).19 triliun pada akhir tahun followed by Money Market Investment Fund (126.55 trillion in 2009.30 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp5.22% dari Rp10.45 Pasar Uang (126. Sementara itu NAB Reksa Dana ETF mengalami penurunan sebesar 7.61% from Rp 11 trillion in 2008 to Rp 18.19 trillion at the end of 2008 to Laporan Tahunan 2009 Annual Report . namun NAB Reksa Dana Pendapatan Tetap mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 68.52% and Capital Protected Fund (20. Net Asset Value of Fixed Income Fund increased significantly by 68.79% from Rp2.52% dan Reksa Dana Terproteksi (20. Total number of Equity Investment Fund increased by 8. Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari aktivanya dalam bentuk Efek yang bersifat utang.12%). Reksa Dana Saham Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek yang bersifat Ekuitas.79%).79%). Mixed Investment Fund Mixed Investment Fund means an Investment Fund that invests in Equity Securities and debt Securities in proportions other than those referred to Fixed Income Investment Fund and Equity Investment Fund.34% from 29 Investment Fund at the end of 2008 to 26 Investment Fund at the end of 2009. Equity Investment Fund (88. peningkatan ini juga diikuti dengan peningkatan yang cukup signifikan dari sisi NAB Reksa Dana Saham yakni sebesar 88.94%. Reksa Dana Campuran Reksa Dana Campuran adalah Reksa Dana yang melakukan investasi dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat utang yang perbandingannya tidak termasuk dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham.02%).46% dari sebanyak 112 Reksa Dana pada akhir tahun 2008 menjadi 117 Reksa Dana pada akhir tahun 2009. On contrary.38 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp38. Despite a decrease of total Fixed Income Fund by 7. Total number of Mixed Investment Fund increased by 4.34% dari sebanyak 29 pada akhir tahun 2008 menjadi 26 pada akhir tahun 2009. Fixed Income Fund Fixed Income Investment Fund means an Investment Fund that invests at least 80% (eighty percent) of its assets in debt Securities. Net Asset Value of ETF decreased by 7.09% from 141 Investment Fund throughout 2008 to 131 Investment Fund at the end of 2009. followed by an increase of Balanced Investment Fund Net Asset Value by 57. Money Market Investment Fund Money Market Investment Fund means an Investment Fund that invests only in debt Securities which have an initial maturity date of less than 1 (one) year.02% dari Rp20. Equity Investment Fund Equity Investment Fund means an Investment Fund that invests at least 80% of its assets in Equity Securities.

Namun demikian bila dilihat dari dari komposisi NAB secara keseluruhan.36 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp35. in terms of total Participation Unit and total Investment Fund.38% from Rp100 billion at the end of 2008 to Rp290 billion at the end of 2009.27 trillion at the end of 200 Throughout 2009. Capital Protected Fund experienced the highest increase by 19.06 trillion at the end of 2009.38% dari Rp100 milliar pada akhir tahun 2008 menjadi Rp290 milliar pada akhir tahun 2009. Jumlah Reksa Dana Indeks tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu tetap sebanyak 2 (dua) Reksa Dana. Capital Protected Fund earned the hightest position and became the most preferred Investment Fund for investors. Terbukti selama tahun 2009 tidak ada perkembangan yang berarti dari Reksa Dana jenis ini. Capital Protected Fund Capital Protected Fund is Investment Fund in which its investment is in debt Securities with investment grade. namun apabila dilihat dari perbandingan NAB-nya. Net Asset Value of Capital Protected Fund experienced an increase by 20. Sementara itu NAB Reksa Dana Terproteksi mengalami peningkatan sebesar 20.12% from Rp29.12% dari Rp29. Despite the constant number of Index Fund which remained stable at 2 (two) Investment Fund compared to 2008.06 triliun pada akhir tahun 2009. While in term of overall Net Asset Value composition. Jumlah Reksa Dana Terproteksi mengalami kenaikan yang paling tinggi yaitu sebesar 19. Capital Protected Fund Net Asset Value stayed at the second position below Equity Investment Fund. enabling Securities value of which on maturity date to be no less than total value protected. BAPEPAM .36 trillion at the end of 2008 to Rp35. Sampai dengan tahun 2009.27 triliun pada akhir tahun 2009. Securities portfolio of which comprises of Securities contained in certain index that has similar composition with such index to replicate the index fluctuation. Rp16. Up until 2009. Meanwhile. Reksa Dana Indeks Reksa Dana Indeks adalah Reksa Dana yang portofolio Efeknya terdiri atas Efek yang menjadi bagian dari sekumpulan Efek dari suatu indeks dengan komposisi yang sama dengan indeks tersebut dengan maksud untuk mereplikasi pergerakan indeks acuannya.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . It was shown from the insignificant development this Investment Fund has experienced in 2009. Reksa Dana Terproteksi masih menduduki posisi tertinggi dan menjadi pilihan sebagian besar investor. Sepanjang tahun 2009 bila dilihat dari jumlah Unit Penyertaan maupun jumlah Reksa Dana. Reksa Dana Terproteksi Reksa Dana Terproteksi adalah Reksa Dana yang investasinya pada Efek bersifat utang yang masuk dalam kategori layak investasi (investment grade) sehingga nilai Efek bersifat utang pada saat jatuh tempo sekurangkurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang diproteksi.46 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 2008 menjadi Rp16. the Investment Fund Net Asset Value experienced the highest incease by 187. Index Fund Index Fund is Investment Fund. Reksa Dana indeks masih belum diminati oleh investor. NAB Reksa Dana Terproteksi berada pada posisi kedua setelah Reksa Dana Saham. Reksa Dana Indeks mengalami peningkatan yang paling tinggi yaitu sebesar 187.63% dari sebanyak 214 Reksa Dana pada tahun 2008 menjadi 256 Reksa Dana pada tahun 2009. Index Fund was less attractive to investor.63% from 214 Investment Fund in 2008 to 256 Investment Fund in 2009.

as per January 21. ETF was the only Investment Fund that experienced a decrease by 7.4. per tanggal 21 Januari 2010 dapat diketahui bahwa dari sejumlah 64 RDPT yang memiliki dana kelolaan adalah 54 RDPT sejumlah Rp16.57 trillion. ETF is a combination of open and closed Investment Fund. Reksa Dana Berbentuk KIK yang Unit Penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek atau sering disebut dengan Exchange Traded Fund (ETF) adalah sebuah Reksa Dana yang merupakan suatu inovasi dalam dunia industri Reksa Dana yang sifatnya mirip dengan suatu perusahaan terbuka dimana unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa. Bapepam-LK recorded 37 Private Equity Fund (RDPT).Professional Investor is an investor that has ability to purchase Participation Units and to perform risk analysis on Private Equity Fund as regulated by Bapepam-LK»s rule.4. dan membubarkan 7 (tujuh) RDPT sehingga jumlah RDPT menjadi 64 atau mengalami peningkatan sebesar 83. Total number of ETF experienced no change compared to 2008 which stayed at 2 (two) Investment Fund. and cancelled 7 (seven) RDPTs. namun apabila dilihat dari perbandingan NAB-nya. Based upon currency denomination. However. ETF is a new innovation in Investment Fund industry having similarity to public-listed company.3 Reksa Dana KIK Penyertaan Terbatas (RDPT) Reksa Dana Berbentuk KIK Penyertaan Terbatas adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari Pemodal Profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada portofolio Efek. 4.2 Reksa Dana Berbentuk KIK yang Unit Penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek 4. Namun berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Bapepam-LK. Those RDPTs were managed by 18 Investment Manager and administered by Custodian Bank.1. ETF ini merupakan kombinasi dari Reksa Dana tertutup dan Reksa Dana terbuka.1.4. ETF adalah satu-satunya jenis Reksa Dana yang mengalami penurunan NAB sebesar 7. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .3 Private Equity Fund (RDPT) Private Equity Fund is a vehicle used by an Investment Fund Manager to gather funds from Professional Investors to be invested in securities portfolio.4. Throughout 2009. 2010 only 54 RDPTs were identified to have asset under management up to the amount of Rp16.1. asset under management of such RDPT comprised of 47 RDPTs in Rupiah denomination and 7(seven) RDPTs in US Dollar denomination.2 Investment Fund in the form of Collective Investment Contract (KIK) with Participation Unit traded at Stock Exchange Exchange Traded Fund (ETF) Exchange Traded Fund (ETF) is an investment fund that its Participation Unit traded on Stock Exchange. dan ETF ini biasanya merupakan Reksa Dana yang mengacu kepada indeks saham. Jumlah ETF juga tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu tetap sebanyak 2(dua) Reksa Dana.94% dari Rp730 milliar pada akhir tahun 2008 menjadi Rp670 milliar pada akhir tahun 2009. Based on mapping result conducted by Bapepam-LK. It contributed to a total number of 64 RDPTs or an increase by 83.94% from Rp730 billion at the end of 2008 to Rp670 billion at the end of 2009.1. and it usually refers to equity index. Pemodal Profesional adalah pemodal yang memiliki kemampuan untuk membeli Unit Penyertaan dan melakukan analisis risiko terhadap Reksa Dana Berbentuk KIK Penyertaan Terbatas sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam-LK. Participation Unit of which can be traded at Stock Exchange. in term of Net Asset Value. Berdasarkan denominasi mata uang. Sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK mencatatkan 37 Reksa Dana KIK Penyertaan Terbatas (RDPT). RDPT tersebut dikelola oleh 18 Manajer Investasi dan diadministrasikan oleh 11 Bank Kustodian.47 4.33% compared to total RDPTs in 2008 which was 36 RDPTs.57 triliun. dana kelolaan RDPT tersebut terdiri dari 47 RDPT berdenominasi Rupiah dan 7(tujuh) RDPT berdenominasi Dollar Amerika Serikat.33% dibanding RDPT tahun 2008 sebanyak 36. 4.

serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut.KPR BTN and EBA Danareksa SMF II-KPR BTN.KPR BTN dated October 30. Credit Enhancement Facility. BAPEPAM . Effective Statement of Bapepam-LK issued on January 29. were compiled claims of Housing Loan (KPR) selected from PT Bank Tabungan Negara (Persero). tidak hanya akan memperkaya alternatif investasi bagi para investor. Pernyataan efektif Bapepam-LK diterbitkan pada tanggal 29 Januari 2009 melalui surat Nomor S-647/BL/2009 untuk produk investasi baru berbasis sekuritisasi dengan menggunakan wadah Kontrak Investasi Kolektif yaitu Efek Beragun Aset Danareksa SMF I . Bagi para Manajer Investasi. 2009 with Effective Statement letter Number S-9604/BL/2009 at the amount of Rp360 billion. PT Danareksa Investment Management as Investment Manager.KPR BTN (Housing Loan) of Rp100 billion followed by Danareksa SMF II Asset Backed Securities . dan PT Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank Kustodian.KPR BTN dan EBA Danareksa SMF II-KPR BTN.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .4 Efek Beragun Aset (EBA) EBA merupakan Efek yang diterbitkan oleh Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial. but it could also become a facility for real sector development through capital market financing. It was expected by Bapepam-LK that the new investment product not only could enrich the investment alternatives for investor. Kualitas KPR tersebut dapat dilihat dari peringkat idAAA yang diberi Pefindo untuk kedua seri EBA ini. Both EBA put good-quality KPR BTN assets as collateral. development of Investment Products based upon their types can be found in table below.4. hal ini dapat dijadikan momentum untuk lebih kreatif dalam mengembangkan produk-produk investasi baru yang akan memperkaya pasar modal Indonesia.KPR BTN sebesar Rp100 milliar disusul dengan Efek Beragun Aset Danareksa SMF II-KPR BTN pada tanggal 30 Oktober 2009 dengan surat Pernyataan Efektif Nomor S-9604/BL/2009 sebesar Rp360 milliar. pemberian kredit kepemilikan rumah atau apartemen. housing or apartment loan provision. It was also a good momentum for Investment Manager to be more creative in developing new products that could enrich the Indonesia capital market. Efek bersifat hutang yang dijamin Pemerintah. Quality of such KPR was shown by idAAA rating provided by Pefindo to both EBA series. PT Danareksa Investment Management bertindak sebagai Manajer Investasi.1. as well as financial assets equivalent and other financial assets related to such financial assets. tetapi juga dapat menjadi sarana untuk ikut serta mengembangkan sektor riil melalui pembiayaan pasar modal. 4. PT Bank Tabungan Negara (Persero) sebagai Kreditur Asal. and PT Bank Rakyat Indonesia as Custodian Bank. Underlying asset of EBA Danareksa SMF I . Secara garis besar. claim inccurred from commercial papers. Penerbitan kedua EBA ini didukung oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Koordinator Global dan Pembeli Siaga. EBA Danareksa SMF I .1. menggunakan underlying asset berupa kumpulan tagihan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terpilih dari PT Bank Tabungan Negara (Persero). Debt Securities guaranteed by the Government. portfolio of which comprises of financial assets. The issuance of this two EBA was supported by PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) as Global Coordinator and Stand-by Buyer. Bapepam-LK berharap dengan hadirnya produk investasi baru ini.4 Asset Backed Securities (EBA) EBA is Securities issued by Asset Backed Securities Collective Investment Contract.48 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 4. e. PT Bank Tabungan Negara (Persero) as Creditor.g. perkembangan Produk Investasi berdasarkan jenisnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.4. Kedua EBA ini menggunakan aset KPR BTN berkualitas baik sebagai agunan. In general. Sarana Peningkatan Kredit. 2009 through letter Number S-647/BL/2009 for new investment product with securitization basis by using Collective Investment Contract was issued for Danareksa SMF I Asset Backed Securities .

It was reaffirmed In Regulation Number V. dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Reksa Dana KIK Penyertaan Terbatas / Private Equity Fund Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Asset Backed Securities 9.3 tentang ditegaskan kembali bahwa Manajer Investasi dapat melakukan kegiatan usaha berupa: 1) pengelolaan portofolio Efek untuk kepentingan 4. that.2. Bapepam-LK has issued 2 (two) regulations.38 5.4.67 0. and mapping process was followed in 2009.29 0. Reksa Dana Pasar Uang/ Money Market Investment Fund Reksa Dana Pendapatan Tetap/ Fixed Income Fund Reksa Dana Saham/ Equity Investment Fund Reksa Dana Campuran/ Mixed Investment Fund Reksa Dana Terproteksi/ Capital Protected Fund Reksa Dana Indeks/ Index Fund Exchange-Traded Fund (ETF) Total 1-7 29 2.3 Tentang Perizinan Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Manajer Investasi dan Peraturan Nomor V.19 7.27 32.22 2. Bapepam-LK telah menerbitkan 2 (dua) peraturan. 2 0.3 regarding Licensing of Securities Company Acting as Investment Manager.06 7. yaitu Peraturan Nomor IV.33 6.D.30 2. 2 0.21 2 0.00 9. Structuring process of Investment Manager has been conducted since 2007. Proses penataan Manajer Investasi telah dilakukan sejak tahun 2007 dan proses pemetaan tersebut dilanjutkan di tahun 2009.3 that Investment Manager could conduct business activities of: 1) Securities portfolio management for the benefit of certain Laporan Tahunan 2009 Annual Report . and Regulation Number V. 112 10.73 0. dana pensiun. manages Securities Portfolios or collective investment Portfolios for clients or groups of clients.2.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi.1 Manajer Investasi Manajer Investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.17 131 18.4.3 Perkembangan Produk Investasi No Jenis Produk Investasi / Investment Product Jumlah RD/ Total Investment Fund Table 4.A. which were Regulation Number IV.1 Investment Manager An Investment Manager is a Person other than an insurance Company.31 11.A. 67 20. - 2 - 2 0.49 Tabel 4.22 5.4.4.10 0. 141 11. 214 29.16 7.A. pension fund or bank with respect to its own lawful activities.13 567 36 74.71 73 38.D.57 69.11 regarding regarding Guidelines for Implementation of Investment Manager Functions. Dalam peraturan No.2 Pihak yang Melakukan Aktivitas Pengelolaan Investasi 4.46 N/A 4.3 Investment Product Development Tahun / Year 2008 NAB (Triliun)/ NAV (Trillion Rupiah) Jumlah UP (Miliar)/ Total Participation Unit Jumlah RD/ Total Investment Fund 2009 NAB (Triliun)/ NAV (Trillion Rupiah) Jumlah UP (Miliar) / Total Participation Unit (Billion Rupiah) 1. kecuali perusahaan asuransi.37 16. In the course of improving the quality and profesionalism of Investment Manager.2 Parties in Investment Management Activities 4.52 N/A 8.30 26 5.A.60 117 16.70 4.36 28.98 N/A 607 64 114. V.88 256 35. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme Manajer Investasi.06 N/A 60.38 12. as a business.11 2 0.55 12.61 3.

b. 3) Compliance. 4) PT. b. 7) Investor complaint handling. 1 (satu) perusahaan karena melakukan pelanggaran peraturan di Bidang Pasar Modal. Republic Fund. 5) Trading. 6) Penyelesaian transaksi Efek. investor as stipulated under bilateral and individual fund management agreement organized based Bapepam-LK regulation. 3) PT. 2 (dua) perusahaan karena tidak memenuhi ketentuan sebagai Manajer Investasi. CIMB-GK Securities. 8) Research and information technology. dan 10) Akuntansi dan keuangan. 3) Kepatuhan. Jumlah dana pihak ketiga yang dikelola oleh Manajer Investasi berdasarkan laporan bulanan periode Desember With such 7 (seven) revocations of Investment Manager license. karena perusahaan mengembalikan izin usaha dan melakukan spin off dengan membentuk PT. Bapepam-LK revoked 7 (seven) licenses for Securities Company Acting as Investment Manager with the following details: a. maka pada akhir tahun 2009 jumlah Manajer Investasi yang masih ada sebanyak 93 perusahaan. 7) Penanganan keluhan investor. namely PT Antaboga Delta Sekuritas. 1 (one) company due to violation of capital market regulation. 2) collective investment portfolio management for a group of investors through vehicle or products provisioned under Bapepam-LK regulation. During 2009. Momentum Synergy Asset Management. yaitu: 1) PT. 4) Marketing. 5) Perdagangan. 2) PT. Ramayana Artha Perkasa.11 Manajer Investasi diwajibkan untuk sekurang-kurangnya mempunyai dan melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: 1) Investasi. 6) Securities transaction settlement. Alberta Investment Management. c. 2) PT. Seiring dengan belum dicabutnya SK Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-69/BL/2007 tanggal 13 April 2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Manajer Investasi. 4) PT.11 stated that Investment Manager was obligated to at least have and perform the following functions: 1) Investment. 4) Pemasaran. 2007 regarding Temporary Suspension of Licensing of Securities Company Acting as Investment Manager. 9) Human resource development. To cope with the non-revocation of SK Chairman of Bapepam-LK Decree Number Kep-69/BL/2007 dated April 13. Total amount of third party»s fund managed by Investment Manager based on monthly report in December 2009 was BAPEPAM . Pratama Capital. namely: 1) PT. Dengan dicabutnya 7 (tujuh) izin usaha Manajer Investasi tersebut.V.D. and 10) Accounting and finance. 2) Risk management.50 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry nasabah tertentu berdasarkan perjanjian pengelolaan dana yang bersifat bilateral dan individual yang disusun sesuai peraturan Bapepam-LK. Bapepam-LK telah mencabut 7(tujuh) izin usaha Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai Manajer Investasi dengan perincian sebagai berikut: a. 2) PT. Sedangkan dalam peraturan No.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . While Regulation Number V. Momentum Synergy Asset Management. namely: 1) PT. CIMB-GK Securities. and/or 3) other activities as provisioned under Bapepam-LK regulation. 8) Riset dan teknologi informasi. 4 (empat) perusahaan karena mengembalikan izin usaha sebagai Manajer Investasi. 9) Pengembangan sumber daya manusia. Ramayana Artha Perkasa. Kharisma Asset Management. Pratama Capital. 2 (two) companies due to the non-compliance of Investment Manager requirements.D. 2) Manajemen risiko. total number of Investment Manager left in 2009 was 93 companies. Kharisma Asset Management. c. due to returning of business license and spin off by establishing PT. yaitu PT Antaboga Delta Sekuritas. yaitu: 1) PT. 2) PT. 3) PT. Selama tahun 2009. 2) pengelolaan portofolio investasi kolektif untuk kepentingan sekelompok nasabah melalui wadah atau produk-produk yang diatur dalam peraturan Bapepam-LK. Republic Fund. 4 (four) companies due to returning of business license as Investment Manager. Alberta Investment Management. selama Tahun 2009 (hingga akhir November 2009) Bapepam-LK tidak mengeluarkan izin baru Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai Manajer Investasi. dan/atau 3) kegiatan lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam-LK. throughout 2009 (up until November 2009) Bapepam-LK granted no new license for Securities Company Acting as Investment Manager.

4. Yet.3 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Agen Penjual Efek Reksa Dana adalah Pihak yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksa Dana.23% dibandingkan dengan proporsi tahun 2008 sebesar 96.2.79 triliun.98 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 47.52% dari total dana keseluruhan atau sedikit mengalami penurunan sebesar 1.98 trillion or an increase by 47. Jumlah nasabah mengalami perubahan yang sangat signifikan dari 303. for a fee.38% compared to 2008 which was Rp122. 1 (one) APERD returned its license. Bapepam-LK granted 1 (one) license as Investment Advisor to PT EMCO Adidaya International. Selama tahun 2009. 4.38% dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar Rp122. Dana nasabah dari dalam negeri masih mendominasi dengan proporsi sebesar 95.51 2009 mencapai Rp180.2. total number of investor increased significantly from 303.4 Wakil Manajer Investasi Wakil Manajer Investasi (WMI) adalah Orang Perseorangan yang mendapat ijin dari Bapepam-LK yang bertindak mewakili kepentingan Perusahaan Efek untuk kegiatan yang bersangkutan dengan pengelolaan Portofolio Efek.48% pada tahun 2009. none of them have met Bapepam-LK consideration.4 Investment Manager»s Representative Investment Manager»s Representative (WMI) is an individual who gets license from Bapepam-LK to act on behalf of Securities Company. Total number of Investment Fund Selling Agent up until December 2009 was 26 Bank.65%.2.23% compared to 2008 proportion which was 96. Bapepam-LK has processed 3 (three) applications of new APERD registration. Total number of Investment Advisor was 8 (eight) parties comprising of 5 (five) Individual Investment Advisors and 3 (three) Company Investment Advisor. Selama Tahun 2009 Bapepam-LK memberikan 1 (satu) ijin perusahaan sebagai Penasihat Investasi yaitu PT EMCO Adidaya International.300 investors in 2008 to 304.177 in vestors in 2009 an increase by 0.29%. sehingga jumlah Penasihat Investasi adalah 8 (delapan) pihak yang terdiri dari 5 (lima) Penasihat Investasi Perorangan dan 3 (tiga) Penasihat Investasi Perusahaan. 4.4.65%. foreign proportion of investor fund experienced an increase from 3.2 Investment Advisor An Investment Advisor is a Person who. renders advice to others regarding the sale or purchase of Securities During 2009.3 Investment Fund Selling Agent (APERD) An Investment Fund Selling Agent is a Person that performs business of selling Investment Fund based on contract between the Investment Fund Selling Agent and Investment Fund Manager During 2009.4. 4. Meanwhile.2. Domestic investor fund was still dominated the proportion by 95.300 nasabah pada tahun 2008 menjadi 304.35% in 2008 to 4. Bapepam-LK granted individual license of WMI to 48 persons and revoked 4 (four) individual Laporan Tahunan 2009 Annual Report .52% of the total fund or a slight decrease by 1.2. at the same period.177 nasabah pada tahun 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 0. 4.48% in 2009. Bapepam-LK memproses 3 (tiga) pengajuan pendaftaran baru APERD dan belum dapat mempertimbangkan ketiga pengajuan pendaftaran tersebut. Meanwhile. Throughout 2009.4.2.79 trillion.4. for activities related to Securities Portfolio management. 4. At the same time. Perusahaan Efek dalam hal ini adalah Manajer Investasi Selama tahun 2009 Bapepam-LK memberikan izin orang perseorangan sebagai WMI sebanyak 48 orang dan Rp180.4. Investment Manager. Sementara itu pada periode yang sama 1 (satu) APERD mengembalikan ijin sehingga jumlah seluruh Agen Penjual Efek Reksa Dana sampai dengan Desember 2009 sebanyak 26 Bank.35% pada tahun 2008 menjadi 4.2 Penasihat Investasi Penasihat Investasi adalah Pihak yang memberi nasihat kepada Pihak lain mengenai penjualan atau pembelian Efek dengan memperoleh imbalan jasa. Sedangkan proporsi dana nasabah dari luar negeri mengalami kenaikan dari 3.29%.4.

5 CAPITAL MARKET SUPPORTING PROFESSIONAL AND INSTITUTION Capital Market Supporting Professional 4.1 4. Bapepam-LK granted WAPERD license to 2.657 individuals. 4.495 orang pada tahun 2008 menjadi 21.1 Akuntan Akuntan Publik mempunyai tugas.52 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry mencabut izin orang perseorangan sebagai WMI sebanyak 4 (empat) orang. 4. The licensing SOP is included in Superior Service SOP which is one of Performance Contract of Chairman of Bapepam-LK to the Minister of Finance.783 orang.4.2. and providing guidance for proper book-keeping (if necessary). total number of accountant registered in were 538 accountants.37%. memeriksa pembukuan apakah sudah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia dan ketentuan Bapepam-LK sebagai regulator dan memberikan petunjuk pelaksanaan cara-cara pembukuan yang baik (apabila diperlukan).5 PROFESI DAN LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL Profesi Penunjang Pasar Modal licenses of WMI. sehingga pemegang izin orang perseorangan sebagai WAPERD mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dari 18. jumlah Akuntan yang telah terdaftar di Bapepam-LK adalah 538 Akuntan. antara lain melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapatnya. Tahun 2009 Bapepam-LK memberikan izin orang perseorangan sebagai WAPERD sebanyak 2. In 2009.831 atau mengalami peningkatan sebesar 2. it made individual license as WAPERD increased significantly from 18.69% from last year which were 1. Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan mengingat pentingnya peran WAPERD dalam industri pengelolaan investasi.4. Bapepam-LK granted capital market professional registration certificates (STTD) to 35 accountants.5 Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) adalah orang perseorangan yang mendapatkan izin dari BapepamLK untuk bertindak sebagai penjual Efek Reksa Dana. Sepanjang tahun 2009 ini. SOP perizinan ini termasuk dalam salah satu SOP Layanan Unggulan yang menjadi salah satu Kontrak Kinerja Ketua Bapepam-LK kepada Menteri Keuangan. Bapepam-LK has conducted reformation in WAPERD licensing process. Throughout 2009.1 Accountant Public Accountant is responsible for among others performing examination upon company»s financial reports and providing relevant comment. total individual license of WMI was 1.5. Consequently.152 persons in 2009 or an increase by 14.1.5 Investment Fund Selling Agent Representative (WAPERD) Investment Fund Selling Agent Representative (WAPERD) is an individual who gets license from Bapepam-LK to act as Investment Fund»s sales. 4.831 or an increase by 2.1 4. Sehingga sampai dengan akhir Desember 2009.657.5. examining the bookkeeping to cope with Indonesia Accounting Principles and provisions of Bapepam-LK as regulator. BAPEPAM . Dengan demikian total pemegang izin orang perseorangan sebagai WMI adalah sejumlah 1.69% dari tahun sebelumnya yaitu 1. yang semula 45 hari kerja menjadi 21 hari kerja setelah dokumen diterima dengan lengkap dan memenuhi ketentuan dalam Peraturan perundangundangan yang berlaku.152 orang pada tahun 2009 atau mengalami kenaikan sebesar 14.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bapepam-LK melakukan reformasi dalam proses Perizinan WAPERD. In order to improve the services and considering that such WAPERD has an important role in investment management industry. 4. Therefore.783 persons.1. Up until December 2009.5. Reformasi tersebut dilakukan dalam bentuk perpendekan jangka waktu dalam SOP pelayanan proses perizinan.2. Such Reformation was made in the form of shortening the licensing process in SOP from 45 business days to 21 business days following the receipt of complete documents which have complied to provisions of the prevailing laws and regulations.5. Bapepam-LK telah mengeluarkan Surat Tanda Terdaftar (STTD) untuk Profesi Penunjang Pasar Modal sebanyak 35 STTD untuk Akuntan.37%. 4.495 persons in 2008 to 21.

termasuk menerima dividen. including collection of dividends. 4. Di tahun 2009. Up until December 2009. Bapepam-LK issued Registration Letter of Capital Market Supporting Professional to 13 Legal Consultants. and other entitlements. During 2009. Commercial Bank that acts as custodian is called custodian bank. there were 110 Appraisers registered in Bapepam-LK. dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.1. Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah menerbitkan STTD bagi 40 Notaris. jumlah bank kustodian mengalami pengurangan karena Bapepam-LK telah membatalkan satu persetujuan Bank Umum sebagai Bank Kustodian terhadap 4.1. 4.A. yaitu pendapat atas nilai wajar aktiva yang disusun berdasarkan pemeriksaan menurut keahlian para penilai. During 2009. there were 656 Legal Consultants registered in Bapepam-LK.1 regarding Approval for Commercial Bank as Custodian.1.1.5. Bapepam-LK issued Registration Letter of Capital Market Supporting Professional to 40 Notaries. the settlement of Securities Transactions. Therefore.1 Custodian Bank A Custodian is a Party who provides safekeeping services with respect to Securities and Securities-related assets and other services. 4.2. total number of custodian bank decreased for Bapepam-LK has cancelled one Commercial Bank approval as Custodian Bank which was PT Bank Lippo Tbk Laporan Tahunan 2009 Annual Report .5.2 Capital Market Supporting Institution 4. Throughout 2009.2 Konsultan Hukum Konsultan Hukum mempunyai tugas antara lain melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dari segi hukum (legal audit) dan memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion) terhadap Emiten dan Perusahaan Publik. Sepanjang tahun 2009 ini.4 Notaris Notaris mempunyai tugas antara lain membuat Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham. dan hak-hak lain. Bank umum yang bertindak sebagai kustodian disebut bank kustodian. Dengan demikian sampai dengan akhir tahun 2009 jumlah Notaris yang telah terdaftar di Bapepam-LK sebanyak 1227.5. at the end of 2009.5. and preparing legal documents for securities issuance. up to the end of 2009. Dengan demikian sampai dengan akhir tahun 2009 jumlah Konsultan Hukum yang telah terdaftar di Bapepam-LK adalah 656 Konsultan Hukum. Bapepam-LK telah mengeluarkan Surat Tanda Terdaftar (STTD) untuk Profesi Penunjang Pasar Modal sebanyak 5 (lima) STTD untuk Penilai. 4. jumlah profesi yang telah terdaftar di Bapepam-LK adalah 110 Penilai.2 Legal Consultant Legal Consultant is responsible among others for performing overall legal audit and providing legal opinion to issuer and publi-listed company.53 4.5.3 Penilai Penilai mempunyai tugas antara lain menerbitkan dan menandatangani Laporan Penilai. drawing up Amendment Act of Articles of Association.4 Notary Notary is responsible among others for providing official report of general shareholders meeting. and agency services for clients who are account holders.2 Lembaga Penunjang Pasar Modal 4. menyelesaikan transaksi Efek. interest.5. 4. membuat Akte Perubahan Anggaran Dasar dan menyiapkan perjanjian-perjanjian dalam rangka emisi efek.5. Bapepam-LK issued Registration Letter of Capital Market Supporting Professional to 5 (five) Appraisers. bunga.5.2.5.1 tentang Persetujuan Bank Umum sebagai Kustodian. Therefore.3 Appraiser Appraiser is responsible among others for issuing and signing Appraisal Report which is an opinion given upon asset fair value organized based on audit performed by appraiser. During 2009. Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah menerbitkan Surat Tanda Terdaftar bagi 13 Konsultan Hukum. Sehingga sampai dengan akhir Desember 2009.A. Permohonan Bank Umum sebagai kustodian diajukan kepada Bapepam-LK berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor VI. 4.1. total number of Notaries registered in Bapepam-LK were 1227 notaries.1.5.1 Bank Kustodian Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain. The application of Commercial Bank for becoming custodian is submitted to Bapepam-LK pursuant to Bapepam and LK Regulation Number VI.

Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. During 2009. Yang dimaksud inhouse BAE adalah Emiten/ Perusahaan Publik yang melaksanakan sendiri administrasi Efeknya.B.C. there was 1 (one) inhouse BAE that mergerd to other BAE.3 regarding Securities Price Valuation Institution.3 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek. izin pembentukan Lembaga Penilaian Harga Efek telah dimuat dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.2. Namun untuk mewujudkan terbentuknya Lembaga Penilaian Harga Efek yang independen dan sehat.C. BAE is responsible for safe-keeping Securities or book-keeping records under its management. leaving the total number of inhouse BAE decreased to 17 inhouse BAE from 18 inhouse BAE in 2008. number of BAE registered in Bapepam-LK remained constant. Perizinan Biro Administrasi Efek diatur berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor VI. revision upon such regulation was conducted in 2009 pursuant to Chairman Bapepam and LK Decree Number: Kep-266/BL/ 2009 dated August 10.5. Biro Administrasi Efek mempunyai tugas menjaga sebaikbaiknya setiap Efek maupun catatan pembukuan dalam pengelolaannya dan wajib membuat salinan dari catatan pembukuan yang disimpan di tempat yang terpisah dan aman. under contract. The price serves as benchmark in transparent fixed income market and becomes reference in sell-buy transactions. It happened due to effective merger of the Company with PT Bank CIMB Niaga Tbk.2 Securities Administration Agency (BAE) A Securities Administration Agency is a Party that. There were 21 custodian bank up to the end of 2009. Di tahun 2009. there was a change in number of inhouse BAE.B.1. Meanwhile. During 2007. 4.2 Biro Administrasi Efek Biro Administrasi Efek (BAE) adalah Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek. 4. 2009. sehingga total inhouse BAE mengalami penurunan menjadi 17 inhouse BAE dari 18 inhouse BAE di tahun 2008.3 Securities Price Valuation Institution Securities Price Valuation Institution (LPPHE) is a Party that performs valuation of debt securities and sukuk for fair market price. maka dilakukan penyempurnaan peraturan tersebut di tahun 2009 berdasarkan Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-266/BL/2009 tanggal 10 Agustus 2009.5.1. In accordance with such amended Bapepam and LK regulation Number V. independently. However. terdapat 1 (satu) inhouse BAE yang bergabung dengan Biro Administrasi Efek yang lain.5. 2009. license of Securities Price Valuation Institution establishment has been adopted in Bapepam and LK Regulation Number V. Bapepam-LK granted business and operational licenses to PT Penilai Harga Efek BAPEPAM . The existence of this institution is required in providing a fair and efficient fixed income market development by setting up a fair market price of debt Securities and sukuk objectively.2.3 Lembaga Penilaian Harga Efek Lembaga Penilaian Harga Efek (LPHE) adalah Pihak yang melakukan penilaian harga Efek bersifat utang dan Sukuk dan untuk menetapkan harga pasar wajar. Keberadaan lembaga ini dibutuhkan dalam mengembangkan pasar surat utang yang efisien dan sehat dengan menetapkan harga pasar wajar Efek bersifat Utang dan Sukuk secara objektif. independen. During 2009. Harga tersebut sebagai acuan dalam pasar surat utang sehingga menjadi lebih transparan dan menjadi referensi dalam transaksi jual beli serta sebagai Harga Valuasi dalam menghitung nilai portofolio/aset bersih (NAB) harian. Di tahun 2007.C.2. kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada tahun 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .C. and accountably.54 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry PT Bank Lippo Tbk berdasarkan Keputusan Bapepam-LK Nomor:216/BL/2009 tanggal 21 Juli 2009. 4. to create an independent and fair Securities Price Valuation Institution. which were 10 (ten) companies. Hal ini disebabkan perseroan tersebut telah efektif bergabung dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. and it serves as valuation Price as well in daily portfolio/net asset value (NAB). 4. Bapepam-LK memberikan izin pursuant to Bapepam-LK Decree Number:216/BL/2009 dated July 21. Licensing of BAE is regulated in accordance to Bapepam and LK Regulation Number VI.5.3 regarding Bond Pricing Agency. Total bank kustodian hingga akhir tahun 2009 adalah 21 perusahaan. Namun. maintains ownership records of an Issuer»s Securities and distributes entitlements on such Securities. and is required to provide copy of such book-keeping records kept in a secure and separate site. Inhouse BAE is Issuer/Public-listed Company that performs its own Securities administration. terdapat perubahan jumlah inhouse BAE.2. tidak ada perubahan jumlah Biro Administrasi Efek (BAE) yang telah memperoleh izin dari Bapepam-LK yaitu tetap berjumlah 10 (sepuluh) perusahaan.3 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek yang telah disempurnakan tersebut.

berdasarkan peraturan tersebut merupakan opini tentang kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran secara tepat waktu oleh suatu Pihak: 1) sebagai entitas (company rating).55 usaha dan izin operasional sebagai Lembaga Penilaian Harga Efek kepada PT Penilai Harga Efek Indonesia (PT PHEI). Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah memberikan Surat Tanda Terdaftar (STTD) sebagai Wali Amanat kepada 1 (satu) Bank yaitu Bank Sinar Mas. BapepamLK has issued 6 (six) relevant regulations related to credit rating company in the midst of 2009. Bapepam-LK pada pertengahan 2009 telah mengeluarkan 6 (enam) peraturan terkait dengan perusahaan pemeringkat efek.4 Perusahaan Pemeringkat Efek Perusahaan Pemeringkat Efek adalah Penasihat Investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat. dengan Nomor STTD: 01/BL/ STTD-WA/2009. serta menyediakan informasi pasar EBU dan Sukuk. it was expected that management and monitoring activities toward credit rating companies could be improved. only 10 (ten) of them were active in the capital market.2. terdapat 2 (dua) Perusahaan Pemeringkat Efek yang aktif melakukan kegiatan di pasar modal Indonesia. This legal entity performs was later known as Indonesian Bond Pricing Agency or IBPA that performs valuation and fair pricing of debt Securities.2.2. However. Adapun 3 (tiga) Wali Amanat berstatus tidak aktif sementara dan 1 (satu) Indonesia (PT PHEI) as the Securities Price Valuation Institution. Dengan adanya ke enam peraturan ini diharapkan pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan pemeringkat efek dapat lebih ditingkatkan. Bapepam-LK performed Revocation of Credit Rating Company License to PT Moody»s Indonesia (d/ h PT Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia) upon own request. and/or 2) Related to Securities issued by respective Party being rated (instrument rating). The issuance of those six regulations. 4. and provides information of debt Securities. Sukuk.5 Wali Amanat Wali Amanat merupakan Pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek yang bersifat utang.2. Sampai dengan akhir tahun 2009. Badan hukum ini kemudian dikenal dengan nama Indonesian Bond Pricing Agency atau IBPA yang menilai dan menetapkan harga pasar wajar atas Efek bersifat Utang. namely PT Pemeringkat Efek Indonesia and PT Fitch Ratings Indonesia. 4. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan good corporate governance dan sejalan dengan mandat G-20.#: 01/BL/STTDWA/2009 to 1 (one) Bank as Trust Agent. Resignation of PT Moody»s Indonesia from Indonesia capital market was part of the internal restructuring program of PT Moody»s Inc. Sedangkan yang dimaksud dengan peringkat.dan/ atau 2) berkaitan dengan Efek yang diterbitkan oleh Pihak dimaksud yang diperingkat (instrument rating). While rating is defined as opinion on Party»s capability to fulfill its payment obligation timely: 1) As entity (company rating).5.5. Sampai dengan akhir tahun 2009. Up to the end of 2009. Namun demikian hanya 10 (sepuluh) Wali Amanat yang masih aktif di pasar modal. terdapat 14 Surat Tanda Terdaftar Wali Amanat yang telah dikeluarkan oleh Bapepam-LK. During 2009.5. Up until 2009. At the end of 2009. and other securities. there were 2 (two) Credit Rating Companies actively involved in Indonesia capital market activities. Sukuk Market. Sukuk dan surat berharga lainnya. there were 14 Registration Letter of Capital Market Supporting Professional as Trust Agent have been issued by Bapepam-LK. 4. yakni PT Pemeringkat Efek Indonesia dan PT Fitch Ratings Indonesia. Pada akhir 2009 Bapepam-LK telah melakukan Pencabutan Izin Usaha sebagai Pemeringkat Efek atas nama PT Moody»s Indonesia (d/h PT Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia) atas permintaan sendiri. There rest were 3 (three) temporary inactive Trust Agents and 1 (one) Laporan Tahunan 2009 Annual Report . As part of the efforts to improve good corporate governance and to be in line with G-20 mandate. 4.5 Trust Agent A Trust-Agent is a Person who represents the interests of holders of debt Securities.5.4 Credit Rating Company Credit Rating Company is Investment Advisor in form of Limited Liabilities that performs rating activities and provides rating. namely Bank Sinar Mas. Pengunduran PT Moody»s Indonesia dari pasar modal Indonesia merupakan bagian dari program restrukturisasi internal PT Moody»s Inc. Bapepam-LK granted Registration Letter of Capital Market Supporting Professional ref.

377. kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.328.498. sampai dengan Desember 2009 sukuk yang telah diterbitkan sebanyak 43 sukuk atau meningkat sebesar 48. comprising of corporate sukuk (sharia bond) and Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/sukuk negara) as well as sharia investment fund experienced an increase by 166. sharia product growth in Indonesia capital market. Indonesia capital market showed an uplifting growth. 4.00 n. It was shown from sharia product growth in Indonesia capital market. During 2009.2009: BAPEPAM .a 723.973. there were 43 sukuks was issued or an increase by 48.16% from Rp12. 4.110 billion (US$1 = Rp9. Secara kumulatif.6.203.629.a 2.110 miliar dengan kurs dollar Rp9. Pertumbuhan Produk Syariah Throughout 2009.40 4.4 Sharia Product Growth Produk / Product Sukuk (Obligasi Syariah) / Sukuk (Sharia Bond) SBSN (Sukuk Negara) Reksa Dana Syariah / Sharia`Investment Fund Jumlah / Total Pertumbuhan / Growth 2006 2. as well as sharia investment fund as illustrated in the table below: Table 4. Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan produk syariah di Pasar Modal Indonesia yang meliputi sukuk (obligasi syariah) korporasi dan sukuk negara.174.41% 2009 7.6.97 triliun di akhir tahun 2009.1 SHARIA CAPITAL MARKET Sharia Capital market Growth Selama tahun 2009.56 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry Wali Amanat telah berstatus tidak aktif tetap.1.00 n.6.012.16%.699.400 dan Sukuk yang tidak diperdagangkan Berdasarkan data statistik di atas. yaitu dari Rp12.005.00 78.1 Sukuk During 2009. maka dapat dilihat bahwa pertumbuhan produk syariah di Pasar Modal secara total yang meliputi sukuk (obligasi Syariah) korporasi dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk Negara) serta reksa dana syariah dari tahun 2008 sampai dengan akhir tahun 2009 telah tumbuh sebesar 166.or.16% Keterangan : Note: Source: Bapepam-LK Statistics and www.1. the main indicators for sharia product in Indonesia capital market.22 31. showed a substantial growth. sukuk and sharia investment fund. 14 sukuks of 8 (eight) Issuers got effective statement from Bapepam-LK.or.814. beberapa indikator utama produk syariah di Pasar Modal yaitu sukuk dan reksa dana syariah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.id * inclusive of Foreign Exchange Sukuk Negara (Global) of US$650 million or about Rp6.015. 4.99* 4.1 PASAR MODAL SYARIAH Pertumbuhan Pasar Modal Syariah Trust Agent with inactive status. Selama tahun 2009. comprising of corporate sukuk (sharia bond) and sukuk negara.01 trillion in 2008 up to Rp31.97 trillion in 2009.40 2007 3.91% 2008 5.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .dmo.00 5.282.40 3. serta reksadana syariah sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4.61 166. up until December 2009. The following table shall give an illustration of sukuk issuance against total issuance of bond and sukuk in 2002 .6.28% compared to 2008 which was only 29 sukuks.4.dmo.1 Sukuk Selama tahun 2009 terdapat 14 sukuk dari 8 (delapan) Emiten yang memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK.70 1.80 12.6 4. 4. Accumulatively.40 20.6 4.01 triliun di tahun 2008 menjadi Rp31. Berikut tabel perbandingan penerbitan sukuk dengan total penerbitan obligasi dan sukuk dari tahun 2002-2009: According to the above statistical data.90 123.400) and untraded Sukuk Sumber : Statistik Bapepam-LK dan www.id * termasuk Sukuk Negara Valas (Global) sebesar US$650 juta atau sekitar Rp6.28% dibandingkan pada akhir tahun 2008 sebanyak 29 sukuk.

total sukuk issuance value was Rp1.517 triliun.4 Comparison of Total Sukuk Issuance and Total Bond & Sukuk Issuances 200000 Miliar Rupiah Billion Rupiah 150000 100000 50000 0 2002 Bond & Sukuk Sukuk 37. selama tahun 2009.282 2007 134.517 trillion during 2009.59% dibandingkan pada akhir tahun 2008 sebesar Rp5.005 1. total nilai emisi penerbitan sukuk berjumlah Rp1.835 740 2004 83.57 Grafik 4.640 2.174 2008 148. Berikut tabel perbandingan total nilai emisi penerbitan sukuk dengan total nilai emisi penerbitan obligasi dan sukuk dari tahun 2002-2009: Jumlah Penerbitan Total Issuance In term of issuance value.530 7.015 3.812 175 2003 63.59% compared to 2008 which was Rp5. total value of sukuk issuance up until December 2009 was Rp7.015 trillion or increased 27.115 5.3 Total Number of Sukuk Bond Issuers 500 400 300 200 100 0 2002 Bond & Sukuk Sukuk 200 1 2003 257 6 2004 296 13 2005 318 16 2006 333 17 2007 378 21 2008 412 29 2009 440 43 Jika dilihat dari nilai emisi.015 triliun atau meningkat sebesar 27.498 triliun.424 2005 91.190 2.4 Perbandingan Total Nilai Emisi Sukuk dengan Total Nilai Emisi Obligasi dan Sukuk Graphic 4. Below is comparison table of total value of sukuk issuance against total value of bond and sukuk issuance in 2002-2009: Grafik 4.015 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .009 2006 102. Accumulatively.3 Total Emiten Penerbit Sukuk dan Obligasi Graphic 4.498 trillion.498 2009 178. secara kumulatif sampai dengan Desember 2009 nilai emisi sukuk telah mencapai Rp7. Dengan demikian.

000.000. 2.000.000.000.000. 6. 5. 2. 21.000. 3.000 130.000 28. 13.000.000.000.000.000. 11.5 Outstanding Sukuk in 2009 Tanggal Efektif / Effectife Date Tanggal Jatuh Tempo / Maturity Date Nilai Nominal (Rp) / Nominal Value (Rp) 240.5 Sukuk Yang Masih Beredar Pada Tahun 2009 No Nama Sukuk / Sukuk Name Struktur Akad / Transaction Structure Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Mudharabah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Mudharabah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Nama Penerbit Efek / Securities Issuer Table 4. 7.000.000 570. 13.000.000 39. 30-Jun-03 30-Jun-03 18-Sep-03 22-Okt-03 18-Mar-04 28-Apr-04 14-Jun-04 30-Jun-04 1-Nov-04 2-Dec-04 10-Des-04 7-Jul-05 10-Jul-08 15-Jul-10 26-Sep-08 31-Okt-08 26-Mar-09 11-May-09 25-Jun-09 9-Jul-09 11-Nov-09 15-Des-09 17-Des-09 12-Jul-10 45.000.000 60.000.6 Sukuk Yang Sudah Dilunasi Pada Tahun 2009 No Nama Sukuk / Sukuk Name Struktur Akad / Transaction Structure Nama Penerbit Efek / Securities Issuer Table 4.58 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry Tabel 4. 7.000.000. OS Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 OS I Subordinasi Bank Muamalat Tahun 2003 OS Mudharabah Ciliandra Perkasa Tahun 2003 OS Mudharabah Bank Syariah Mandiri Tahun 2003 OS Mudharabah PTPN VII Tahun 2004 OS Ijarah I Matahari Putra Prima Tahun 2004 OS Ijarah Sona Topas Tourism Industry Tahun 2004 OS Citra Sari Makmur I Syariah Ijarah Tahun 2004 OS Ijarah Indorent I Tahun 2004 OS Ijarah Berlina I Tahun 2004 OS Ijarah I HITS Tahun 2004 OS Ijasah I Ricky Putra Globalindo Tahun 2005 *) Mudharabah Mudharabah Mudharabah Mudharabah Mudharabah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijasah PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk PT Ciliandra Perkasa PT Bank Syariah Mandiri PT PTPN VII (Persero) PT Matahari Putra Prima Tbk PT Sona Topas Tourism & Industry Tbk PT Citra Sari Makmur PT CSM Corporatama PT Berlina Tbk PT Humpus Intermoda Transportasi Tbk PT Ricky Putra Globalindo Tbk. 17. 4.000.000.000 150.000 75. 14.000.000 285.400.000.000.000.000 100.000.000.000.000.000 1. 24 25 26 27 28 29 30 OS Ijarah ApexndoPratama Duta I Tahun 2005 OS Ijarah Indosat Tahun 2005 OS Ijarah I Ricky Putra Globalindo Tahun 2005 OS Ijarah PLN I Tahun 2006 Sukuk Ijarah Indosat II Tahun2007 Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker Tahun 2007 Sukuk Ijarah Mudharabah I Adhi Tahun 2007 Sukuk Ijarah PLN II Tahun 2007 Sukuk Ijarah Indosat III Tahun 2008 Sukuk Mudharabah I Mayora Indah Tahun 2008 Sukuk Ijarah I Summarecon Agung Tahun 2008 Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 Sukuk Ijarah Metrodata Eletronics I Tahun 2008 Sukuk Subordinasi Mudharabah Bank Muamalat Tahun 2008 Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 seri A Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 seri B Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Th.000 100.000.400.000 55. 22.000 60. 2009 seri A Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Th.000.000 30.000 125.000. 2009 seri B Sukuk Ijarah Salim Ivomas Pratama I tahun 2009 Sukuk Ijarah Pupuk Kaltim I Tahun 2009 Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 Seri A Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 Seri B PT Apexindo Pratama Duta Tbk PT Indosat Tbk PT Ricky Putra Globalindo Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Indosat Tbk PT Berlian Laju Tanker PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Perseroan Listrik Negara (Persero) PT Indosat Tbk PT Mayora Indah Tbk PT Summarecon Agung Tbk PT Aneka Gas Industri PT Metrodata Electronics Tbk PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Matahari Putra Prima Tbk PT Matahari Putra Prima Tbk PT Berlian Laju Tanker Tbk PT Berlian Laju Tanker Tbk PT Bakrieland Development Tbk PT Bakrieland Development Tbk PT Salim Ivomas Pratama PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) PT Indosat Tbk PT Indosat Tbk PT Mitra Adiperkasa Tbk PT Mitra Adiperkasa Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 30-Mar-05 13-Jun-05 7-Jul-05 12-Jun-06 29-May-07 5-Jul-07 6-Jul-07 10-Jul-07 27-Mar-08 28-May-08 13-Jun -08 26-Jun-08 26-Jun-08 30-Jun-08 31-Des-08 31-Des-08 1-Mar-09 1-Mar-09 15-Mei-09 15-Mei-09 29-Jun-09 29-Jun-09 20-Nov-09 24-Nov-09 30-Nov-09 30-Nov-09 8-Des-09 8-Des-09 31-Des-09 31-Des-09 8-Apr-10 21-Jun-11 12-Jul-10 21-Jun-16 29-May-14 5-Jul-12 6-Jul-12 10-Jul-17 9-Apr-13 5-Jun-13 25-Jun-13 8-Jul-13 4-Jul-13 10-Jul-18 9-Jan-14 9-Jan-16 14-Apr-12 14-Apr-14 28-May-12 28-May-14 7-Jul-11 7-Jul-12 1-Des-14 4-Des-14 8-Des-14 8-Des-16 16-Des-12 16-Des-14 12-Jan-17 12-Jan-20 Jumlah / Total 5.000 160.000.000.000.000.000.000.000 52.000 278.000.000.000 400.000.000.000 200. 8.000.000 136.000.000.000. 12. 8.000 45. 11.000 172.000.000.000. 10.000 90.000 90. 14. 6.000.000.000.000.000 96.000 200.000.000 85.000.000.000. 12.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .591. 3.000.000. 20.000.000.000 314.000.000. 9.000.000.000 467.000.000 BAPEPAM .000.000. 23. 15 16.000 200.000.000.000.000 Tabel 4.000 30. 9.000.000. 18 19.000.000 92.000 293.000 200. 4.000.000.000.000. 5.000 131.6 Repaid Sukuk in 2009 Tanggal Efektif / Effectife Date Tanggal Jatuh Tempo / Maturity Date Nilai Nominal (Rp) / Nominal Value (Rp) 1.000 90.000.000.000 167.000 200.000.424.000.000 Jumlah / Total 1.000.000.000 300.000.000.000 200.000. 10.

Secara kumulatif jumlah Reksa Dana Syariah sampai dengan akhir Desember 2009 adalah 46 Reksa Dana Syariah atau meningkat sebesar 27.59 4.038 593 2004 29. total NAB Reksa Dana Syariah pada akhir Desember 2009 mencapai Rp4.732 4. Comparison of Sharia Investment Fund Net Asset Value and Total Investment Fund Net Asset Value 150000 Miliar Rupiah Billion Rupiah 100000 50000 0 2002 Total Cumulative Investment Fund NAB 69.190 2. total Sharia Investment Fund Net Asset Value as of December 2009 was Rp4.620 723 2006 92. there were 46 Sharia Investment Fund up until December 2009 or an increase by 27. Accumulatively.08% dibandingkan pada akhir tahun 2008 sebesar Rp1. Berikut tabel perbandingan total NAB Reksa Dana Syariah dengan total NAB Reksa Dana dari tahun 2003-2009: Grafik 4.1.203 2007 74.78% compared to 2008 which was 36 Sharia Investment Fund.6.815 triliun.08% compared to 2008 which was Rp1.2 Sharia Investment Fund Throughout 2009.6. Below is comparison chart of Sharia Investment Fund Issuance in 2003-2009: Grafik 4.629 trilion or an increase by 155.1.5 Sharia Investment Fund Issuance and Total Investment Fund Issuance 800 Jumlah Penerbitan Total Issuance 600 400 200 0 2002 Total Reksa Dana Komulatif Reksa Dana Syariah 186 4 2003 246 11 2004 328 17 2005 403 23 2006 473 26 2007 603 36 2008 610 46 Ditinjau dari Nilai Aktiva Bersih (NAB).065 1.2 Reksa Dana Syariah Selama periode tahun 2009.815 2008 116. 11 Sharia Investment Fund were granted effective statement from Bapepam-LK. Perbandingan Total NAB Reksa Dana Syariah dan Total NAB Reksa Dana In term of Net Asset Value.6.6. The following table shows the comparison of total Sharia Investment Fund Net Asset Value and total Investment Fund Net Asset Value in 2003-2009: Graphic 4.448 Total Sharia Investment Fund NAB 67 2003 104.78% dibandingkan pada akhir tahun 2008 sebanyak 36 Reksa Dana Syariah.629 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .405 559 2005 51.5 Penerbitan Reksa Dana Syariah dan Total Penerbitan Reksa Dana Graphic 4.815 trillion. terdapat 11 Reksa Dana Syariah yang memperoleh pernyataan efektif dari BapepamLK. Berikut grafik perbandingan penerbitan Reksa Dana Syariah dengan total penerbitan Reksa Dana dari tahun 2003-2009: 4.629 triliun atau mengalami peningkatan 155.

343.95 USD.62 122.164.308.16 64.370.38 16.52 36.443.00 36.844. namely Development of sharia principles legal framework in Capital Market.089.447.02 112. kegiatan yang dilakukan Bapepam-LK tahun 2009 difokuskan kepada 3 (tiga) hal utama yaitu Pengembangan kerangka hukum penerapan prinsip syariah di Pasar Modal.32 29.950.6.856.300.399.615.158.356.211.449.517.00 557.204.129.739.271.2 Activities of Capital Market Sharia Principles Selanjutnya.154.353.147.095.00 235.70 292.44 37.055.32 52.733.07 35.493.233.542.202.00 262.27 144.208.374. The Profile of Sharia Investment Fund as of December 2009 Jenis Type Campuran Campuran Pendapatan Tetap Campuran Pendapatan Tetap Campuran Pendapatan Tetap Pendapatan Tetap Campuran Campuran Campuran Indeks Campuran Campuran Campuran Campuran Saham Campuran Saham Campuran Saham Saham Saham Saham Saham Campuran Saham Saham Saham Terproteksi Saham Pendapatan Tetap Campuran Pendapatan Tetap Pendapatan Tetap Saham Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Campuran Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Nilai Aktiva Bersih (Rp) Net Asset Value (Rp) 115.379.294.058.54 224.512.63 5.407. Profil Reksa Dana Syariah Per Desember 2009 No Nama Reksadana Investment Fund Name Reksa Dana PNM Syariah Danareksa Syariah Berimbang Reksa Dana BNI Dana Syariah Reksa Dana BNI Danaplus Syariah PNM Amanah Syariah Reksa Dana Mandiri Investa Syariah Berimbang Big Dana Muamalah Reksa Dana Haji Syariah Reksa Dana AAA Amanah Syariah Fund Reksa Dana Capital Syariah Fleksi Reksa Dana IPB Syariah Reksa Dana Danareksa Indeks Syariah Reksa Dana Mega Dana Syariah CIMB-Principal Islamic Balanced Growth Syariah Reksa Dana Euro Peregrine Syariah Balanced Plus Rd Trim Syariah Berimbang Rd Trim Syariah Saham Syariah Batasa Kombinasi Reksa Dana Batasa Equity Syariah Reksa Dana Syariah Fortis Pesona Amanah Si Dana Saham Syariah Reksa Dana PNM Ekuitas Syariah CIMB-Principal Islamic Equity Growth Syariah Mandiri Investa Atraktif-Syariah Reksa Dana Syariah Fortis Equitra Amanah Cipta Syariah Balance Cipta Syariah Equity Reksa Dana Batasa Equity Syariah Reksa Dana BNIS Saham Syariah Batavia Proteksi Syariah Mataram Reksa Dana Mega Dana Saham Syariah Reksa Dana Syariah Batasa Sukuk Optima Campuran Syariah Optima Obligasi Syariah Mandiri Investa Dana Syariah Reksa Dana Manulife Syariah Sektoral Amanah Mandiri Syariah Terproteksi Pendapatan Prima 3 RDT Mandiri Syariah Terproteksi Pendapatan Prima 2 Reksa Dana Terproteksi Mandiri Syariah Terproteksi Pendapatan Prima 1 Terproteksi CIMB Islamic Sukuk I Syariah Schroder Syariah Balanced Fund Reksa Dana Terproteksi Trim Syariah Terproteksi Prima 1 Trim Syariah Terproteksi Prima 2 Mandiri Amanah Syariah Protected Dollar Fund Mandiri Amanah Syariah Protected Rupiah Fund Reksa Dana Terproteksi Lautandhana Proteksi Syariah I Tanggal Efektif Effectif Date 15 Mei 2000 24 November 2000 21-Apr-04 21-Apr-04 26 Agustus 2004 14 Oktober 2004 29 Oktober 2004 13 Januari 2005 17 Juni 2005 08 Agustus 2005 14 Desember 2005 17 Maret 2006 11-Sep-06 12-Sep-06 29 November 2006 26 Desember 2006 26 Desember 2006 29 Maret 2007 18-Apr-08 9-Apr-07 16 Juli 2007 26 Juli 2007 06 Agustus 2007 19 Desember 2007 24 Maret 2008 16-Apr-08 16-Apr-08 18-Apr-08 04 Juli 2008 20 Agustus 2008 3-Sep-08 3-Sep-08 10 November 2008 10 November 2008 22 Desember 2008 16 Januari 2009 27 Februari 2009 27 Februari 2009 27 Februari 2009 27 Februari 2009 22-Apr-09 19 Mei 2009 19 Mei 2009 30 Juni 2009 21 Juli 2009 03 Agustus 2009 Table 4.944.354.2 Kegiatan Terkait Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal 4.134.599.354.848. dalam rangka pengembangan kerangka hukum Pasar Modal syariah Bapepam-LK secara berkelanjutan melakukan penyusunan peraturan terkait dengan penerapan prinsip syariah di Pasar Modal. dan sosialisasi tentang prinsip syariah di Pasar Modal.176.87 47.532.66 534.122.761.7.082.71 23.591.995.690. Bapepam-LK maintains its efforts of constructing relevant regulations concerning sharia principles in Capital Market to support the development of sharia capital market legal framework.815.957.17 16.91 32.204.072.60 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry Tabel 4.1 Developmenf of Sharia Principles Legal Framework In line with the targets and objectives as defined in 20052009 Indonesia Capital Market Master Plan.604.755.720.75 180.767.593.062.659.00 25. development of sharia products in Capital Market. BAPEPAM .175.21 257. pengembangan produk syariah di Pasar Modal.09 161. untuk mendukung percepatan perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia.878. 8.421.367.35 17.70 53.193.438.173.31 1.97 5.730.89 92.817.81 27.70 144.1 Pengembangan Kerangka Hukum Penerapan Prinsip Syariah Sejalan dengan prioritas sasaran dan target yang telah ditetapkan dalam Master Plan Pasar Modal Indonesia 2005-2009. Bapepam-LK activities were focused on 3 (three) major activities.767.629.099.863.121.070.055.95 50.100.114.212.304.00 142.437.6.82 370.012.584.6.220. 4.99 N/A N/A 22.235.00 53. .116.183.00 30.370.053.675.967.982.2.508.078.202.7.616.052.943.27 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 4.867.017.678.762.257.580.067.53 42.986.113.000.20 84.433.711.094.419. 4.116.621.758.878.154.957. and socialization concerning sharia principles in Capital Market.317.604.23 14.293.6.087.2.697.255.480.LK Continuous Improvement for a Brighter Future To accelerate the development of Sharia Capital Market in Indonesia.971.

While the objective of the drafts is to comply with sharia principles in capital market. Penyusunan draft peraturan ini bertujuan untuk memberikan pedoman kepada Emiten yang menerbitkan sukuk dalam menyajikan laporan keuangannya. 2) Bapepam-LK saat ini sedang melakukan pembahasan penyempurnaan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.A. It was expected that the amendment upon such regulations could provide a clearer guidance to Issuers and or Public Companies which intend to issue Sharia Securities and to Investment Managers that manage Sharia Investment Fund as well as other investors who intends to put their investment in Sharia Securities.61 Bapepam-LK juga melakukan kerjasama dengan DSN-MUI terkait pengembangan fatwa Pasar Modal dan penambahan fatwa terkait Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). The draft is intended to provide guidance of financial reports presentation to Issuers that issue sukuk. Penyusunan draft peraturan ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk melakukan pemberdayaan pelaku pasar dalam pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal. Selain itu. The drafts serves as one of the efforts to optimize the function of market players in capital market sharia principles development. accelerating Sharia Securities growth.14 tentang Akad-akad yang digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah di Pasar Modal. Hal-hal utama dalam penyempurnaan peraturan tersebut adalah usulan penambahan akad Musyarakah dan akad Istishna sebagai dasar akad dalam penerbitan Efek Syariah.A. Revision of such regulation is aimed at broadening akad alternatives as the basis for Sharia Securities Issuance and finally. Activities which have been performed in 2009 among others were: 1) On June 30. 2) Bapepam-LK has been conducting revision upon Bapepam and LK Regulation Number IX. Bapepam-LK actively involved in composing draft of PSAK concerning Sukuk Accounting with Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).K.14 regarding Terms Applied in Sharia Securities Issuance in Capital Market. 3) 3) At present. 2009. Bapepam-LK issued 2 (two) amended regulation concerning sharia principles in Capital Market which was Bapepam and LK Regulation Number IX.13 tentang Penerbitan Efek Syariah dan penyempurnaan Peraturan Bapepam dan LK Nomor II. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Penyempurnaan peraturan ini diharapkan dapat menjadi panduan yang lebih jelas bagi Emiten dan atau Perusahaan Publik yang akan menerbitkan Efek Syariah serta bagi Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana Syariah dan investor lain yang akan menginvestasikan dananya pada Efek Syariah.1 regarding Criteria and Issuance of Sharia Securities List. Bapepam-LK saat ini sedang melakukan penyusunan draft peraturan terkait dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) serta peraturan terkait dengan Ahli Syariah di Pasar Modal.A. 4) Bapepam-LK saat ini sedang melakukan penyusunan draft peraturan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan Emiten yang Menerbitkan Sukuk. Besides. Kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2009 antara lain sebagai berikut : 1) Bapepam-LK pada tanggal 30 Juni 2009 telah menerbitkan 2 (dua) penyempurnaan peraturan terkait dengan penerapan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal yaitu Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. Bapepam-LK also worked together with DSN-MUI in connection with Capital Market fatwa development and fatwa addition related to Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Adapun tujuan penyusunan peraturan ini adalah dalam rangka menjaga pemenuhan kepatuhan terhadap prinsip syariah di Pasar Modal.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.13 regarding Sharia Securities Issuance and Bapepam and LK Regulation Number II. 4) Bapepam-LK has been composing draft of Presentation Guidance for Financial Reports of Issuers conducting Sukuk Issuance. The main points are suggestion of akad Musyarakah and akad Istishna addition as basic akad in Sharia Securities issuance. Bapepam-LK is preparing draft of relevant regulations with Dewan Pengawas Syariah (DPS) and Sharia experts in Capital Market. Bapepam-LK secara aktif terlibat dalam penyusunan draft PSAK tentang Akuntansi Sukuk bersama Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Penyempurnaan peraturan ini bertujuan untuk lebih memperluas alternatif akad yang dapat dijadikan dasar dalam penerbitan Efek Syariah sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan Efek Syariah.A.

Penerbitan DES insidentil ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi reksa dana syariah dan investor lainnya yang memilih produk syariah untuk melakukan pemesanan efek tersebut saat masa penawaran pada pasar perdana. Bapepam-LK also issued incidental Sharia Securities List in connection with Initial Public Offering performed by Issuer. DES yang diterbitkan tanggal 30 November 2009 dimana efekefek yang masuk DES terdiri dari 6 (enam) SBSN.2. Penyusunan DES periodik juga diperlukan sebagai acuan bagi pihak yang akan membuat indeks syariah. Bapepam-LK telah menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) yang dilakukan baik secara periodik maupun insidentil. 26 Sukuks. Selama penerbitan DES periodik tersebut. and 196 shares of sharia securities category. 46 Unit Penyertaan Reksadana Syariah dan 196 Saham yang termasuk kategori efek syariah. it was issued on November 30. 26 Sukuk.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Pada tahun 2009. 23 Sukuks and 185 shares of sharia securities category.2.6. First. 2009 comprising of 6 (six) SBSN. The activity is aimed at providing reference to sharia investment fund for its fund management. seperti Jakarta Islamic Index (JII). Second.62 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 4. Di samping itu. During the issuance of such periodic Sharia Securities List. e. Bapepam-LK has issued Periodic Sharia Securities List 2 (two) times. Jakarta Islamic Index (JII). The objective of incidental Sharia Securities List is to provide equal opportunities to sharia investment fund and other sharia investors in making securities subscription during offering period at primary market. DES ini juga secara umum dapat digunakan oleh investor yang ingin berinvestasi pada efek syariah. Pertama. Periodic Sharia Securities List structuring is also required to serve as reference to party that creates sharia index. in general.2 Pengembangan Produk Syariah di Pasar Modal Dalam rangka mendorong pengembangan produk berbasis syariah terutama untuk memberikan kesempatan yang lebih luas dalam berinvestasi. Sharia Securities List can be applied by investors that intend to make sharia securities investment.2 Sharia Product Development in Capital Market To support the development of sharia products and to provide a broader investment opportunities. 23 Sukuk dan 185 Saham yang termasuk kategori efek syariah. Bapepam-LK telah menerbitkan DES periodik sebanyak 2 (dua) kali. DES yang diterbitkan tanggal 29 Mei 2009 dimana efek-efek yang masuk DES terdiri dari 4 (empat) SBSN. 46 Sharia Investment Fund Participation Unit.g. Besides. it was issued on May 29. 4. 2009 in which Sharia Securities List inserted securities comprising of 4 (four) SBSN. In 2009. Bapepam-LK juga menerbitkan DES insidentil terkait dengan Emiten yang melakukan Penawaran Umum Saham Perdana. BAPEPAM . Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi reksa dana syariah dalam pengelolaan dananya. Kedua. Bapepam-LK has issued Sharia Securities List periodically and incidentally.6.

63 Good news also emerged in non-bank financial industry (NBFI) sector.62 and Rp102. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . The total values of assets in the insurance and pension fund industries increased from Rp243.59 trillion and Rp90.50 trillion to Rp174.50 in 2009 respectively.40 trillion. albeit in less substantial fashion with an increase from Rp168.35 trillion in 2008 to Rp315. Total assets in finance companies during the same period followed this growth trend.

Perusahaan Modal Ventura dan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur. namely: Finance Companies. there are 3 (three) types of Financing Institutions. yaitu: Perusahaan Pembiayaan. Sedangkan Lembaga Penjaminan adalah Perusahaan Penjaminan dan Perusahaan Penjaminan Ulang sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan. Bapepam-LK also regulate and supervise toward 2 (two) Specific Financing Institutions: Secondary Mortgage Facility Company (PT Sarana Multigriya Finansial) and Indonesia»s Export Credit Agency.1 INDUSTRI PEMBIAYAAN DAN PENJAMINAN 5. Secondary Mortgage Facility Institution is a financing institution that conducts medium and/or longterm fund distribution activities to bank or financial institution by performing securitization. Based on Presidential Regulation Number 9/2009 regarding Financing Institution.64 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry 05 5. while Indonesia»s Export Facility Institution BAPEPAM . In addition. dimana terdapat 3 (tiga) jenis Lembaga Pembiayaan. Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan adalah lembaga pembiayaan yang menyelenggarakan kegiatan penyaluran dana jangka menengah dan/atau Financing institution is a business entity that conducts financing activities in form of making a loan and leasing activities. While Guarantee Institution is Credit Guarantee Corporations and Credit Reguarantee Companies as stipulated in Presidential Regulation Number 2/2008 regarding Guarantee Institution.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Venture Capital Companies and Infrastructure Finance Companies. Guarantee Institution is a legal entity conducting guarantee or reguarantee as the principal business activity. Lembaga Penjaminan adalah badan hukum yang bergerak di bidang keuangan dengan kegiatan usaha pokok melakukan Penjaminan maupun kegiatan usaha Penjaminan Ulang. Selain itu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan juga melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap 2 (dua) Lembaga Pembiayaan Khusus yaitu Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan (PT Sarana Multigriya Finansial) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.1 FINANCING AND GUARANTEE INDUSTRY Lembaga Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan.

Furthermore. working capital. telah diterbitkan 2 (dua) izin usaha perusahaan pembiayaan baru sehingga pada akhir 2009 Bapepam-LK membina dan mengawasi 198 perusahaan pembiayaan. In order to improve the role and capacity of such industry. dan menegakkan peraturan dalam rangka meningkatkan kepercayaan konsumen. factoring. monitor. Perusahaan Pembiayaan juga diwajibkan memiliki rasio pinjaman terhadap modal sendiri (debt to equity ratio) maksimal sebesar 10 (sepuluh) kali dan rasio piutang pembiayaan terhadap total aset minimal sebesar 40%. Perusahaan Pembiayaan diwajibkan untuk memiliki modal disetor minimum Rp100 milliar untuk perusahaan swasta dan patungan sedangkan untuk koperasi dengan simpanan pokok dan simpanan wajib minimum Rp50 milliar pada saat pendirian dengan batas maksimal kepemilikan saham asing sebesar 85%. Finance Company is required to have debt to equity ratio up to 10 times at maximum and financing receivable ratio against total asset at a minimum of 40%. The major advantages of the Finance Company Industry are the capability to provide quick lending for investment. Bapepam-LK requires Finance Company to deliver periodical report to in form of monthly. Selain itu.65 panjang kepada bank atau lembaga keuangan yang memiliki aset keuangan dengan melakukan sekuritisasi sedangkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia adalah lembaga pembiayaan yang dibentuk untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada badan usaha termasuk perorangan dalam rangka mendorong ekspor nasional. 5. Rincian perusahaan pembiayaan yang memperoleh izin usaha baru dan yang telah dicabut izin usahanya selama tahun 2009 adalah sebagai berikut: Finance Company is a business entity specifically established to conduct leasing. and improve market discipline of Finance Company in order to maintain the trusts of consumers. Finance Company is required to have a minimum of Rp100 billion paid-up capital for private & investee companies. atau semata-mata untuk barang yang akan dipakai sendiri (konsumsi). kreditur. Details of Finance Companies which obtained new business licenses and had their business licenses revoked in 2009 were as follows: Laporan Tahunan 2009 Annual Report . bringing up a total of 198 Finance Companies under Bapepam-LK supervision at the end of 2009. anjak piutang.1 Finance Companies Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang khusus didirikan untuk melakukan sewa guna usaha. In line with Bapepam-LK commitments to supervise. Peranan yang menonjol dari industri jasa pembiayaan adalah kemampuannya untuk menyediakan dana bagi masyarakat yang memerlukan pembiayaan baik untuk keperluan investasi. and minimum basic contribution as well as obligatory deposit of Rp50 billion for cooperatives on the establishment with maximum foreign ownership up to 85%. Sejalan dengan komitmen Bapepam-LK untuk membina. mengawasi. Additionally. revocation of business license has been conducted to 16 Finance Companies in 2009. semesteran maupun tahunan. semi-annually. and the public.1. or personal consumption. or annually reports At the beginning of 2009. Bapepam-LK mewajibkan Perusahaan Pembiayaan untuk menyampaikan laporan berkala kepada baik bulanan. Bapepam-LK supervised 212 Finance Company. 5. dan masyarakat terhadap industri perusahaan pembiayaan maka selama tahun 2009 telah dilakukan pencabutan izin usaha terhadap 16 perusahaan pembiayaan. Selain itu. pembiayaan konsumen dan/atau usaha kartu kredit. Dalam rangka meningkatkan peran dan kapasitas industri ini. Bapepam-LK membina dan mengawasi 212 perusahaan pembiayaan. Pada awal tahun 2009. investors. 2 (two) business licenses have been issued to new Finance Companies.1 Perusahaan Pembiayaan was a financing institution that was established to provide financing facility to business entities including individuals to encourage the national export activity.1. creditors. investor. modal kerja. consumer financing and/or credit card activities. Dalam rangka menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan. To perform its supervision function.

10/2009 8 Januari 2009 KEP-13/KM. 3.10/2009 23 Desember 2009 Grafik 5. 13.66 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry Tabel 5.10/2009 24 Agustus 2009 KEP-354/KM. 8. 7. 16.2 Tabel Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan Tahun 2009 No 1.10/2009 31 Juli 2009 KEP-253/KM.1 Growth of Finance Companies in 2004 .2 Business License Revocation of Finance Companies in 2009 Izin Usaha / Business License KEP-03/KM.10/2009 4 Juni 2009 KEP-246/KM. Inti Karya Megah Finance PT Sahabat Multifinance PT Grand Pacific Tamara PT Duta Kirana Finance Tbk PT SG Consumer Finance Indonesia PT Evergreen Finance PT Putra Mandiri Finance PT Eastern Finance PT Hanil Bakrie Finance Corporation PT Kalimaya Perkasa Finance PT Putra Modern PT Infiniti Finance PT Artha Persada Finance PT Priska Prima Multifinance Table 5.10/2009 27 Mei 2009 KEP-146/KM. 15.10/2009 8 Oktober 2009 KEP-474/KM. 9. PT Anugerah Buana Central Multi Finance Tabel 5.10/2009 18 Mei 2009 KEP-121/KM. Nama Perusahaan / Company Name PT Hitachi Construction Machinery Finance Indonesia Table 5. 10.10/2009 8 Januari 2009 KEP-345/KM. Nama Perusahaan / Company Name PT Tridana Pratama Finance PT Primarindo Finance Corporation PT. 14. 2.10/2009 10 Agustus 2009 KEP-284/KM.10/2009 15 April 2009 KEP-120/KM.10/2009 21 Desember 2009 KEP-359/KM.10/2009 3 Februari 2009 KEP-48/KM. 4.10/2009 8 Januari 2009 KEP-04/KM.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 5.10/2009 16 September 2009 2.10/2009 31 Maret 2009 KEP-73/KM.1 Perkembangan Jumlah Perusahaan Pembiayaan 2004 .1 Business License Conferral to Finance Companies in 2009 Izin Usaha / Business License KEP-01/KM.1 Pemberian Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan Tahun 2009 No 1.2009 240 237 236 22 230 217 212 210 214 220 16 200 7 190 3 2 0 2004 0 2005 1 0 2006 2007 0 2008 2009 2 2 198 180 170 BAPEPAM .10/2009 29 September 2009 KEP-359/KM.10/2009 18 Mei 2009 KEP-128/KM. 12.2009 Graphic 5. 11. 6.

8% -9.187 branch offices spread out all over Indonesia throughout 2009.0 Leasing Anjak Piutang 3. There were 2.2 trillion in 2008 to Rp142.2 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp142.5 4.67 Selain itu. within which 287 licenses of 32 companies were issued for new branch office opening.2 50.4 212 168.0 93.7% 41. Furthermore.5% 3.6 45. total number of companies decreased from 212 companies in 2008 to 198 companies in 2009 or a decrease by 6.4% 27.3% -5.9% -16. from Rp 168.0 62.5% 26. Besides.5 137.3 Development of Finance Companies Business Activity in 2005 .0 1.4 triliun pada 2009.3% -5. Tabel 5.5 Total Assets Piutang Pembiayaan 102.6%.8 triliun pada tahun 2009.9% 27.8 26.9 49. the total assets of Finance Companies industry increased as well by 3.8% in 2009.0 Factoring Kartu Kredit 1.3.9 92. 4 (four) closing of 2 (two) companies were conducted.8 2006 -9. jumlah perusahaan menurun cukup tajam dari 212 perusahaan pada 2008 menjadi 198 perusahaan pada akhir 2009 atau turun 6. Table 5.5% 45.4 3.8% -4.3% -42.3% 0.9% dari Rp6.8 3.9 Financing Delivery Joint Financing 10. laba bersih industri perusahaan pembiayaan tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 21.8 trillion in 2009.5 20. pihak perbankan sebagai salah satu sumber pendanaan utama industri perusahaan pembiayaan juga terlihat mengurangi penyaluran pembiayaan mereka ke industri ini.0 6.7% -97. dalam rangka memperluas jangkauan penyediaan jasa pembiayaan terhadap masyarakat.4 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp7.2 58.9 7.3.0 56.3% 32.9% from Rp6.6% -5.0 Consumer Financing Penyaluran Pembiayaan 21.5% -17. net profit of Finance Companies industry experienced an increase in 2009 by 21.2% -11. At the same time.4 198 174.2 47. Hal ini tercermin pada menurunnya penyaluran pembiayaan melalui mekanisme joint financing yang menurun sebesar 5.3 Perkembangan Kegiatan Usaha Perusahaan Pembiayaan 2005-2009 In addition. seperti dapat dilihat pada tabel 5.2 1. total aktiva industri Perusahaan Pembiayaan juga meningkat sebesar 3. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .6%.5 triliun pada 2008 menjadi Rp174. terdapat 2. as shown in table 5.8% 203.0 9.9% Rincian / Description 2005 Jumlah (Triliun Rupiah) / Ammount (Trilion Rp) 2006 2007 2008 2009 214 108.4 67.8% pada 2009.1 83.5 Financing Credit Sewa Guna Usaha 32.1% -21. Compared to 2008.1% 3400% 8. It was reflected from a decrease of joint financing by 5.8% 0.3% 38. Penurunan pembiayaan melalui mekanisme joint financing ini tentu berakibat pada menurunnya pendapatan operasional perusahaan pembiayaan terutama pendapatan dari pembiayaan bersama.5 trillion in 2009.7 39. Likewise. Sampai dengan akhir tahun 2009.0 1. to provide a broader financing service to the public.0% 21.5% -6.9% -9.4% 23.9% or increased from Rp137.9% -8.5% yaitu naik dari Rp168. the total receivables went up by 3.4 Channeling 11.1 217 127.4 trillion in 2008 to Rp7.2009 Pertumbuhan (%) / Growth (%) 2007 2008 2009 1.7 2. Namun demikian. However. Begitu pula total piutang pembiayaan industri ini juga mengalami peningkatan sebesar 3. Finance Companies also had or opened branch offices in many cities in Indonesia.0% -32.9 9.5% 24. Dibandingkan dengan tahun 2008.0% -9. The year 2009 was a challenging year for Finance Companies industry.0 7.187 kantor cabang Perusahaan Pembiayaan di seluruh Indonesia di mana selama tahun 2009 telah diberikan izin pembukaan kantor cabang baru sebanyak 287 kantor cabang bagi 32 perusahaan dan telah juga dilakukan penutupan terhadap 4 (empat) kantor cabang bagi 2 (dua) perusahaan.9% -2.6% 3.5 2.5 trillion in 2008 to Rp174.2 6.5 Current Income (Loss) sumber: Laporan Bulanan source: Monthly Reports Tahun 2009 adalah tahun yang penuh dengan tantangan bagi industri Perusahaan Pembiayaan.5 Laba (Rugi) tahun Berjalan 3.9% 16.1% 38.5 triliun pada tahun 2009.3 107.5 46.4 trillion in 2009.3% 12.2% 120.4% 38. Perusahaan Pembiayaan juga memiliki atau membuka kantor cabang di berbagai wilayah di Indonesia.7 36.5 Credit Card Pembiayaan Konsumen 66.4% Jumlah Perusahaan (Unit) 236 Number of Companies (Unit) Total Aktiva 96.8 0.7 12.1% 11.1% 28. The decrease occurred through joint financing mechanism inflicted to a decrease in operating income of Finance Companies. especially income from joint financing.4 142.9% yaitu naik dari Rp137.5 2.5%. banking as one of the main financing sources for Finance Companies seemed to reduce its channeling transfer to the industry.4% 16. Selain itu. Selain itu.

68

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

Peningkatan piutang pembiayaan pada tahun 2009 terutama ditopang oleh peningkatan piutang pembiayaan konsumen yang naik sebesar 11,8% yaitu naik dari Rp83,2 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp93 triliun pada 2009. Tetap tingginya nilai piutang pembiayaan di tengah menurunnya jumlah Perusahaan Pembiayaan dan penyaluran pembiayaan dari perbankan disebabkan, salah satunya, oleh kewajiban perusahaan pembiayaan untuk mempertahankan nilai piutang pembiayaan minimal sebesar 40% dari total aktiva mereka (Investment Asset Ratio 40% total aktiva) sesuai dengan Pasal 11 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan. Apabila dikaitkan dengan target pertumbuhan dana yang dikelola industri Perusahaan Pembiayaan dan pertumbuhan nilai piutang pembiayaan sebesar masingmasing 10%, maka tingkat pencapaian industri Perusahaan Pembiayaan pada tahun 2009 cukup berada jauh di bawah target. Untuk itu Bapepam-LK telah melakukan beberapa upaya pada tahun 2009 seperti penyelenggaraan Focussed Group Discussion Industri Jasa Pembiayaan dan meningkatkan kecepatan proses pemberian izin usaha dan izin pembukaan kantor cabang Perusahaan Pembiayaan. Focussed Group Discussion sendiri dilaksanakan guna memperoleh masukan dari para pelaku industri dalam upaya untuk meningkatkan kinerja dan kegiatan usaha industri Perusahaan Pembiayaan sehingga diharapkan industri Perusahaan Pembiayaan dapat berperan lebih besar dalam pembangunan nasional di masa-masa mendatang. Grafik 5.2 Sumber Dana Perusahaan Pembiayaan
180 160 140 120

Such increase of receivables in 2009 happened due to a rise in consumer financing receivables by 11.8% or increased from Rp83.2 trillion in 2008 to Rp93 trillion in 2009. Despite the decreasing number of financing companies and channeling transfers from banking, total value of financing receivables remained high, among others, due to Finance Companies»s obligation to maintain its financing receivables value by no less than 40% against the total assets (Investment Asset Ratio 40% total assets) as stipulated in Article 11 of the Minister of Finance Regulation Number 84/PMK.012/2006 regarding Finance Companies.

If referred to growth target of funds managed by Finance Companies industry and growth of financing receivables value by 10% respectively, the achievement of Finance Companies industry was far below the 2009 target. Therefore, Bapepam-LK has conducted several activities in 2009 by organizing Focussed Group Discussion for Finance Company Industry and improving the process acceleration of business and branch office opening licenses for Finance Companies. Focussed Group Discussion was held to get inputs from market players to improve the performance and business activities of Finance Companies industry so that it could give greater contributions to the national development in the years ahead.

Graphic 5.2 Sources of Finance Company Fund

Domestic Bank
100

Overseas Bank
80

Domestic Loan
60 40 20 0

Foreign Loan Bonds Capital Others 2005 2006 2007 2008 2009

Grafik 5.3 Penggunaan Dana Perusahaan Pembiayaan
180 160 140 120

Graphic 5.3 Utilization of Finance Company Fund

Others
100 80 60 40 20 0

Stock Placements Deposits Financing

2005

2006

2007

2008

2009

Beberapa kewajiban yang tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan seperti mempertahankan nilai piutang pembiayaan minimal sebesar 40% dari total aktiva,

Certain obligations as drawn up in the Minister of Finance Regulation Number 84/PMK.012/2006 regarding Finance Companies such as maintaining the financing receivables value by 40% against the total assets, maintaining the

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

69

mempertahankan nilai ekuitas minimal 50% dari modal disetor, gearing ratio maksimal 10 (sepuluh) kali dan beberapa ketentuan lain, ditujukan untuk meningkatkan kualitas Perusahaan Pembiayaan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen, investor, kreditur, dan masyarakat terhadap industri Perusahaan Pembiayaan. Berdasarkan tabel 5.4., dapat dilihat bahwa tingkat kepercayaan investor cenderung meningkat. Meningkatnya kepercayaan investor terlihat dari meningkatnya modal industri Perusahaan Pembiayaan sebesar 23,8% yaitu naik dari Rp32,4 triliun pada 2008 menjadi Rp40,1 triliun pada 2009. Selain itu, investor Perusahaan Pembiayaan yang masuk melalui instrumen obligasi juga mengalami peningkatan sebesar 18,3% yaitu naik dari Rp11,5 triliun pada 2008 menjadi Rp13,6 triliun pada 2009. Sebaliknya, kepercayaan kreditur mengalami penurunan di mana pinjaman dari sektor perbankan menurun sebesar 6,1% yaitu turun dari Rp95,0 triliun pada 2008 menjadi Rp89,2 triliun pada 2009. Pinjaman dari pihak lain juga mengalami penurunan sebesar 14,8% yaitu turun dari Rp14,9 triliun pada 2008 menjadi Rp12,7 triliun pada 2009. Penurunan nilai penjaman ini seluruhnya berasal dari penurunan pinjaman luar negeri yang sangat mungkin disebabkan oleh krisis keuangan global yang masih dapat dirasakan dampaknya di tahun 2009.

equity value by 50% at minimum against paid-up capital, gearing ratio up to 10 (ten) times at maximum, and other provisions, were intended to improve the quality of Finance Companies, and finally, it could improve the consumers, investors, creditors, and public trust toward Finance Companies industry.

Based upon table 5.4, it was clearly shown that the investors trust tended to increase. Such increase of investors trust was reflected from the rise in Finance Companies equity by 23.8%, from Rp32.4 trillion in 2008 to Rp40.1 trillion in 2009. Additionally, investors of Finance Companies which participated in bond instruments also experienced an increase by 18.3%, from Rp11.5 trillion in 2008 to Rp13.6 trillion in 2009. On contrary, creditors trust went down shown from the decreasing amount of loan from banking sector by 6.1%, from Rp95.0 trillion in 2008 to Rp89.2 trillion in 2009. A decrease by 14.8% also happened to loan from other parties, from Rp14.9 trillion in 2008 to Rp12.7 trillion in 2009. Such loan decrease in value totally came from decrease of foreign loan which possibly caused by the impact of global financial crisis in 2009.

Tabel 5.4 Kualitas Aktiva Produktif Perusahaan Pembiayaan
No. Kategori Pembiayaan / Financing Category 2008 Sewa Guna Usaha / Leasing % 2009 %

Table 5.4 Productive Assets Quality of Finance Companies
(dalam triliun rupiah / in trillion rupiah) Anjak Piutang / Factoring 2008 % 2009 % 2008 Kartu Kredit / Credit Card % 2009 % Pembiayaan Konsumen / Consumer Financing 2008 % 2009 %

1.

Lancar / Performing Diragukan / Doubtful Macet / Non-performing Jumlah / Total

50,72

98,28

47,77

98,07

1,96

85,781,86

87,32

1,17

92,83

0,96

92,31

84,11 97,03

93,41

97,35

2.

0,17

0,33

0,21

0,43

0,06

2,73

0,14

6,58

0,05

3,76

0,04

3,85

0,99

1,15

0,61

0,63

3.

0,72

1,39

0,73

1,50

0,26

11,50 0,13

6,10

0,04

3,41

0,04

3,85

1,58

1,82

1,93

2,01

51,60

100

48,71

100

2,28

100

2,13

100

1,26

100

1,04

100

86,68 100

95,95

100

Sumber : Laporan Bulanan

Source : Monthly Reports

Kepercayaan investor dan kreditur perlu dijaga dengan baik oleh industri Perusahaan Pembiayaan. Salah satu cara menjaga kepercayaan ini adalah dengan mempertahankan kualitas aktiva produktif yang dimiliki oleh Perusahaan Pembiayaan. Berdasarkan tabel 5.4 di atas, terlihat bahwa pada tahun 2009, kualitas aktiva produktif Perusahaan Pembiayaan cenderung sangat baik dengan kategori Lancar rata-rata di atas 90% kecuali untuk piutang Anjak Piutang yaitu 87,32%. Pada kategori Macet, secara umum berada di bawah 5% kecuali untuk piutang Anjak Piutang yang sebesar 6,10%. Namun demikian, kualitas piutang Anjak piutang mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2008, dimana piutang Anjak Piutang dengan

The investors and creditors trusts had to be well-maintained by the Finance Companies industry. One of them was by keeping the productive assets quality owned by Finance Companies. Based on the above table 5.4, it was shown that, in 2009, the productive assets quality of Finance Companies tended to be very good with Performing category above 90% on average, except for Factoring Receivables which was 87.32%. The Non-performing category generally lied under 5%, except for Factoring Receivables which was 6.10%. However, the quality of Factoring Receivables increased in 2009 compared to 2008, in which Factoring Receivables with Performing quality increased from 85.78% in 2008 to 87.32% in 2009, while

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

70

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

kualitas Lancar meningkat dari 85,78% pada 2008 menjadi 87,32% pada 2009 sedangkan pada kategori Macet mengalami penurunan dari 11,5% pada 2008 menjadi 6,10% pada 2009. Secara umum pada tahun 2009, kualitas aktiva produktif indutri Perusahaan Pembiayaan masih dapat diandalkan untuk menjaga kepercayaan investor dan kreditur terhadap industri ini. 5.1.2 Perusahaan Modal Ventura

the Doubtful category decreased by 11.5% in 2008 to 6.10% in 2009. Generally, the productive assets quality of Finance Companies remained reliable in 2009 to keep the investors and creditors trusts toward the industry.

5.1.2

Venture Capital Company

Perusahaan Modal Ventura merupakan badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan/penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (investee company) untuk jangka waktu tertentu dalam bentuk penyertaan saham, penyertaan melalui pembelian obligasi konversi, dan/atau pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha (profit/revenue sharing). Perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan dalam prakteknya lebih dikenal dengan sebutan Perusahaan Pasangan Usaha (PPU). Tabel 5.5 Perkembangan Jumlah Perusahaan Modal Ventura
Keterangan / Description Jumlah Perusahaan Modal Ventura / Number of Venture Capital Company Jumlah Aset (milyar rupiah) / Total Assets (billion rupiah) Jumlah Pembiayaan / Investasi (milyar rupiah) Total Financing / Investment (billion rupiah)

Venture Capital Company is a business entity that conducts financing business/equity placement in a company receiving financing assistance (investee company) for certain period of time in form of stock placement, placement through converted bonds, and/or financing based on profit and revenue sharing. The Investee Company that accepts financing assistance is familiarly known as Perusahaan Pasangan Usaha (PPU).

Table 5.5. Development of Venture Capital Company
2007 60 2008 66 2009 74

2.802

2.091

3.230

4.676

5.039

2.350

Jumlah perusahaan modal ventura sampai dengan Desember 2009 berjumlah 74 perusahaan, meningkat sebesar 12,1% dibandingkan jumlah perusahaan pada tahun 2008 yaitu sebanyak 66 perusahaan. Selama tahun 2009 Menteri Keuangan telah memberikan izin usaha modal ventura baru kepada 8 (delapan) perusahaan. Sejalan dengan peningkatan jumlah perusahaan, seperti dapat dilihat pada tabel 5.5, jumlah aset perusahaan modal ventura juga mengalami peningkatan yaitu naik dari Rp2,09 triliun pada 2008 menjadi Rp3,23 triliun pada tahun 2009 atau naik sebesar 54,5%. Namun demikian, selama tahun 2009 kegiatan perusahaan modal ventura mengalami penurunan yang cukup signifikan di mana nilai outstanding pembiayaan/investasi menurun dari Rp5 triliun pada 2008 menjadi Rp2,3 triliun pada 2009 atau turun sebesar 54%. Tabel 5.6 Instrumen Pembiayaan Modal Ventura
Keterangan / Description Penyertaan Saham / Stock Placements Obligasi Konversi / Convertible Bonds Bagi Hasil / Profit Sharing

Total number of venture capital companies up to December 2009 was 74 companies, or an increase by 12.1% compared to total number in 2008 which was 66 companies. Throughout 2009, the Minister of Finance gave new venture capital business license to 8 (eight) companies. In line with the increasing number of companies, as shown in table 5.5, total assets of venture capital companies also experienced an increase by 54.5%, from Rp2.09 trillion in 2008 to Rp3.23 trillion in 2009. However, the venture capital companies activities declined significantly in 2009, or a decrease by 54%, in which the outstanding financing/investment value went down from Rp5 trillion in 2008 to Rp2.3 trillion in 2009.

Table 5.6. Financing Instruments of Venture Capital Company
2007 0,20 % 0,01 % 99,79 % 2008 7,98 % 0,96 % 91,06 % 2009 25,28% 0,00% 74,72%

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

71

Selanjutnya, dari sisi proporsi instrumen pembiayaan modal ventura terdapat perubahan yang cukup signifikan pada tahun 2009 apabila dibandingkan dengan tahun 2008. Proporsi pembiayaan dalam bentuk penyertaan saham mengalami peningkatan dari hanya 7,89% pada 2008 menjadi 25,28% pada 2009. Sebaliknya, pembiayaan dalam bentuk bagi hasil yang pada tahun 2008 mendominasi instrumen pembiayaan modal ventura dengan proporsi sebesar 91,06% mengalami penurunan menjadi sebesar 74,72% dari total pembiayaan modal ventura pada 2009. Pembiayaan modal ventura dalam bentuk obligasi konversi tidak dilakukan pada tahun 2009. 5.1.3 5.1.3.1 Perusahaan Pembiayaan Khusus Pembiayaan Sekunder Perumahan

Furthermore, in term of instrument proportion of venture capital financing, there was a significant change in 2009 compared to 2008. Financing proportion in form of stock placements experienced an increase from 7.89% in 2008 to 25.28% in 2009. On contrary, financing in profit sharing form which dominated the venture capital instruments in 2008 by 91.06% decreased by 74.72% in 2009. Financing of venture capital in form of converted bonds was not performed in 2009.

5.1.3 5.1.3.1

Special Finance Companies Secondary Mortgage Facility

Dalam rangka meningkatkan penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau oleh masyarakat, perlu diupayakan tersedianya dana pembangunan perumahan yang lebih efektif dan efisien melalui pembiayaan sekunder perumahan. Untuk menunjang hal tersebut, melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2008, ditetapkan mekanisme pembiayaan sekunder perumahan sekaligus pendirian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang akan melaksanakan kegiatan pembiayaan sekunder perumahan dimaksud. Pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan usaha PT SMF dilakukan oleh Menteri Keuangan antara lain dengan mewajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan bulanan, laporan semesteran, dan laporan keuangan tahunan audited. Pembiayaan sekunder perumahan dilakukan melalui sekuritisasi, yaitu dengan melakukan pembelian aset keuangan dari kreditur asal dan penerbitan efek beragun aset, yang dapat dilakukan oleh PT SMF (Persero), SPV, atau Wali Amanat. Proses sekuritisasi telah dilakukan sejak awal tahun 2006 yang dimulai dengan upaya menggunakan struktur sesuai Peraturan Presiden dimana Perseroan berperan sebagai pembeli dan penerbit. Dalam perkembangannya, pelaksanaan sekuritisasi dengan menggunakan skema Peraturan Presiden terkendala antara lain oleh ketentuan perpajakan. Berdasarkan arahan Bapepam-LK, sekuritisasi KPR BTN Tahap I dan Tahap II telah dilaksanakan dengan menggunakan struktur KIK-EBA, dimana PT SMF (Persero) bertindak sebagai koordinator global. KIK-EBA KPR BTN Tahap I (Seri DSMF01) terdiri dari Kelas A sebesar Rp100 milliar dan Kelas B sebesar Rp11 miliar sedangkan KIK-EBA KPR BTN Tahap II (Seri DSMF02) terdiri dari Kelas A sebesar Rp360 milliar dan Kelas B sebesar Rp31 milliar. Dalam rangka membangun dan mengembangkan pasar sekunder perumahan, perusahaan dapat pula memberikan

In order to improve the supply of decent and affordable housing to the community, it requires the availability of a more effective and efficient housing development funds through the secondary mortgage facility. To support this, Presidential Regulation Number 19/2005 regarding Secondary Mortgage Facility as amended by Presidential Regulation Number 1/2008 established the mechanism of secondary mortgage facility as well as PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) which will undertake such secondary mortgage activities. Guidance and supervision on the business activities of PT SMF is conducted by the Ministry of Finance, among others, by requiring PT SMF to submit monthly financial reports, semiannual reports, and audited annual financial statements.

Secondary mortgage facility is done through securitization, that is by purchasing financial assets from originator and then issuing asset backed securities which could be done by PT SMF (Persero), SPV, or Securities Administration Agency. Securitization process has been conducted since the beginning of 2006, started by using the structure based on the Presidential Regulation in which PT SMF served as buyer and issuer. During implementation, securitization scheme which is based on the Presidential Regulation was constrained among others by tax provisions. Therefore, under the direction of Bapepam-LK, KPR BTN securitization Phase I and Phase II has been carried out by using the structure of the KIK-EBA, where PT SMF (Persero) served as global coordinator. The KIK-EBA of KPR BTN Phase I (DSMF01 Series) consists of Rp100 billion Class A and Class B of Rp11 billion, while the KIK-EBA KPR BTN Phase II (DSMF02 Series) consists of Rp360 billion Class A and Class B of Rp31 billion.

To build and develop a secondary housing market, PT SMF could also provide loans to bank and/or financial institution

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

72

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

fasilitas pinjaman kepada Bank dan/atau lembaga keuangan untuk disalurkan sebagai KPR. Pemberian fasilitas pinjaman dilakukan paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2008 dengan jangka waktu pinjaman paling lama 15 tahun. Penyaluran pinjaman PT SMF (Persero) telah dilakukan kepada BTN, Bank DKI, BNI Syari»ah, BTN Syari»ah, Bhakti Finance, Finansia Multifinance, dan Ciptadana Multifinance dengan total outstanding per 31 Desember 2009 sebesar Rp937,2 milliar. Selain itu untuk meningkatkan kapasitas pendanaannya, sampai dengan akhir tahun 2009, PT SMF telah melakukan 2 (dua) kali penerbitan Obligasi yaitu SMFP01 sebesar Rp300 milliar dan SMFP02 sebesar Rp251 milliar. 5.1.3.2 Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)

for funding as a housing loan (KPR). The loan facility granting is at most 10 (ten) years from the date of the enactment of Presidential Regulation Number 1/2008 with a maximum term of 15 years. PT SMF (Persero) has given loans to BTN, Bank DKI, BNI Syari»ah, BTN Syari»ah, Bhakti Finance, Finansia Multifinance, and Ciptadana Multifinance with a total outstanding of Rp937.2 billion as of December 31, 2009.

In addition, to improve its funding capacity, PT SMF has performed bond issuance twice in 2009, which are SMFP01 of Rp300 billion and SMFP02 of Rp251 billion.

5.1.3.2 Indonesia Export Credit Agency (Indonesia Eximbank) In order to support the Government policy to encourage national export, it has been issued on January 12, 2009 a Law Number 2/2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. The law stated that the national export enhancement program is conducted through financing, guarantee, and insurance toward business entity, either legal entity or non-legal entity, including individuals. Indonesia Eximbank is expected to help provide financing in areas that are not accessible by banks or financial institutions (fill the market gap) and provide financing to transaction or project that is commercially difficult to be conducted by commercial financial institutions or even by Indonesia Eximbank itself but deemed necessary by the Government to support the policy or the national export enhancement program through National Interest Account (NIA). As implementation regulation of Law Number 2/ 2009, a number of Minister of Finance Regulation have been issued in 2009 as follow: 1. PMK Number 106/PMK.06/2009 regarding Procedures of Proposal, Appointment, and Termination of Indonesia Export Credit Agency»s Board of Directors; 2. PMK Number 139/PMK.06/2009 regarding Procedures of Arrangement, Submission, and Amendment of Long-term Plan and Annual Work Plan & Budget of Indonesia Export Credit Agency; 3. PMK Number 140/PMK.010/2009 regarding Guidance and Supervision of Indonesia Export Credit Agency; 4. PMK Number 141/PMK.010/2009 regarding Good Corporate Governance Indonesia Export Credit Agency; 5. PMK Number 142/PMK.010/2009 regarding Risk Management of Indonesia Export Credit Agency; 6. PMK Number 143/PMK.010/2009 regarding Know Your Customer Principles of Indonesia Export Credit Agency.

Dalam rangka menunjang kebijakan Pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor, pada tanggal 12 Januari 2009 telah diterbitkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Dalam UU tersebut, dinyatakan bahwa program peningkatan ekspor nasional dilakukan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi kepada badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun yang tidak berbentuk badan hukum, termasuk perorangan. LPEI sebagai kepanjangan tangan Pemerintah, diharapkan dapat membantu memberikan pembiayaan di wilayahwilayah yang tidak dimasuki oleh bank atau lembaga keuangan komersial (fill the market gap) dan menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan oleh lembaga keuangan komersial maupun oleh LPEI sendiri, namun dianggap perlu oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program peningkatan ekspor nasional melalui National Interest Account (NIA). Sebagai peraturan pelaksanaan dari UU Nomor 2 Tahun 2009, selama tahun 2009, telah diterbitkan beberapa Peraturan Menteri Keuangan sebagai berikut: 1. PMK Nomor 106/PMK.06/2009 tentang Tata Cara Pengusulan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Dewan Direktur LPEI; 2. PMK Nomor 139/PMK.06/2009 tentang Tata Cara Penyusunan, Penyampaian, dan Pengubahan Rencana Jangka Panjang Serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan LPEI; 3. PMK Nomor 140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan LPEI; 4. PMK Nomor 141/PMK.010/2009 tentang Prinsip Tata Kelola LPEI; 5. PMK Nomor 142/PMK.010/2009 tentang Manajemen Risiko LPEI; 6. PMK Nomor 143/PMK.010/2009 tentang Prinsip Mengenal Nasabah LPEI.

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

3. dan prinsip mengenal nasabah (know your customer principles). Dalam menjalankan kegiatan usahanya. maximum financing limit. Indonesia Eximbank shall submit to the Minister of Finance monthly financial reports. penerapan manajemen risiko (risk management). 2009. semi-annually business activities report. including multilateral financial institutions.1.010/2009 on May 27.3. Effective since September 1. With such amount of capital. in October 2009. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan yang merupakan penyempurnaan dari Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. Participation of such private parties is required to mobilize funding sources to finance infrastructure projects in Indonesia. In addition. Indonesia Eximbank is expected to perform financing. Directorate General Budget. the Minister of Finance has issued the Minister of Finance Regulation Number 100/PMK. kualitas aktiva. Untuk mendukung keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur tersebut. risk management. Beberapa aturan yang wajib dipenuhi oleh LPEI terkait dengan prinsip kehati-hatian antara lain aturan mengenai rasio kecukupan modal. asset quality. Fiscal Policy Agency. In conducting its business. further discussion concerning Procedures of Indonesia Eximbank Receivable Write-off and Government Specific Assignment have been conducted by involving relevant parties such as Directorate General State Assets. Directorate General Treasury. insurance. and know your customer principles. Terkait dengan pembinaan dan pengawasan. As of December 2009. Indonesia Eximbank is required to comply with certain rules associated with prudential principles. Selain itu. 5.3 trillion.3 triliun. the Government encourages private sector participation. Indonesia Eximbank has been officially established with a minimum capital of Rp4 trillion. batas maksimum pemberian pembiayaan. and other information that could influence its business activities as well as financial condition. dan hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha atau keadaan keuangan LPEI. Peran serta pihak swasta tersebut diperlukan untuk memobilisasi sumber-sumber pendanaan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.3 Infrastructure Finance Companies To accelerate the infrastructure development in Indonesia. Also. Menteri Keuangan pada tanggal 27 Mei 2009 telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK. LPEI harus menerapkan prinsip kehati-hatian yang meliputi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).3 Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selanjutnya. dan LPEI. and net foreign exchange position. and guarantee activities in supporting the Government policy to encourage national export enhancement program. dan penjaminan dalam rangka menunjang kebijakan Pemerintah untuk mendorong program peningkatan ekspor nasional.010/2009 Laporan Tahunan 2009 Annual Report . laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan publik. Legal Bureau. Badan Kebijakan Fiskal. dan posisi devisa neto. LPEI secara resmi telah berdiri dengan modal awal paling sedikit Rp4 triliun. Sampai dengan akhir tahun 2009.1. Terhitung sejak 1 September 2009. audited annual financial statements. LPEI juga wajib menyampaikan laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik kepada Menteri Keuangan dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya. Furthermore. The Government has issued Presidential Regulation Number 9/2009 regarding Financing Institution which is a revision of Presidential Decree Number 61/1988 regarding Financing Institutions to support private sector involvement in financing infrastructure projects. Subsequently. 2009 regarding Infrastructure Finance Companies which is an 5. Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara.73 Selanjutnya pada bulan Oktober 2009 telah dilakukan pembahasan lanjutan RPMK tentang Tata Cara Penghapusan Piutang LPEI dan RPMK tentang Penugasan Khusus Pemerintah Kepada LPEI dengan melibatkan pihak terkait antara lain Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. to take part through Public Private Partnership (PPP) mechanism. laporan kegiatan usaha semesteran. Indonesia Eximbank is also required to submit reports on the implementation of good corporate governance to the Minister of Finance and other stakeholders. Direktorat Jenderal Anggaran. Indonesia Eximbank must apply prudential principles which covers good corporate governance. and Indonesia Eximbank. Pemerintah mendorong peran serta pihak swasta termasuk lembaga keuangan multilateral melalui mekanisme Public Private Partnership (PPP). In respect to supervision activity. Biro Hukum. Dengan modal sebesar Rp4 triliun ini diharapkan LPEI dapat melakukan kegiatan pembiayaan. total assets of Indonesia Eximbank was Rp13 trillion with outstanding financing receivable of about Rp9. asuransi. LPEI wajib menyampaikan kepada Menteri Keuangan laporan keuangan bulanan. among others: capital adequacy ratio. total aktiva LPEI adalah sebesar Rp13 triliun dengan nilai pembiayaan sekitar Rp9.

4 Perusahaan Penjaminan implementation of Presidential Regulation Number 9/2009.1. 2) Refinancing atas infrastruktur yang telah dibiayai pihak lain.010/2009 tersebut. transparent. the Minister of Finance has issued one Infrastructure Finance Companies license to PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). 2) Pemberian jasa konsultasi (advisory services).06 triliun dengan nilai pinjaman sebesar Rp49 miliar. Total aktiva PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp1. For the purpose of guidance and supervision. the Minister of Finance issued the Minister of Finance Regulation Number 222/PMK. including guarantee for infrastructure financing. 2009 was Rp1. Selain itu untuk mendukung kegiatan usaha tersebut di atas. 5. dan bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional. 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan. 3) Equity investment. 4) Upaya mencarikan swap market yang berkaitan dengan pembiayaan infrastruktur. Total assets of PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) as of December 31. and audited annual financial statements.4 Guarantee Company Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan (Perpres).010/ 2008 regarding Credit Guarantee and Credit Reguarantee Companies. the activities of Infrastructure Finance Companies include: 1) Providing direct loan (direct lending) for infrastructure financing. Menteri Keuangan menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 222/PMK. dan/atau 5) Kegiatan atau pemberian fasilitas lain yang terkait dengan pembiayaan infrastruktur setelah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan. semi-annual business activity reports.74 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry tentang Perusahaan Pembiayaan Infrasruktur yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009. and beneficial to society and national economy.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . and/or 3) Subordinated loans related to infrastructure financing. Tujuan Perpres tersebut adalah untuk mendorong agar kegiatan usaha Lembaga Penjaminan dapat dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. transparan.06 trillion with outstanding loans of about Rp49 billion. Sebagai tindak lanjut dari Perpres No. kegiatan usaha perusahaan pembiayaan infrastruktur meliputi: 1) Pemberian pinjaman langsung (direct lending) untuk pembiayaan infrastruktur. Based on the Minister of Finance Regulation Number 100/ PMK. In addition to the above business activities. dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan publik.010/2009 dated October 12. The purpose of such presidential regulation is to make the Guarantee Insitution business activities performed with prudence.1. Menteri Keuangan telah menerbitkan 1 (satu) izin usaha perusahaan pembiayaan infrastruktur yaitu kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).010/2009 tanggal 12 Oktober 2009. Based on the Minister of Finance Decree Number 396/ KMK. berkesinambungan. 2) Refinancing on infrastructure funded by other parties. 2) Advisory services. As a follow up on the Presidential Regulation Number 2/2008 regarding Guarantee Institution. Infrastructure Finance Companies could also conduct: 1) Providing credit support (credit enhancement).010/2009. efficient. efisien. termasuk penjaminan untuk Pembiayaan Infrastruktur. laporan kegiatan usaha semesteran.010/2008 tentang Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang The Government has issued Presidential Regulation Number 2/2008 regarding Guarantee Institution. 3) Penyertaan modal (equity investment). 2009. 4) Finding swap market associated with infrastructure financing. Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur wajib menyampaikan laporan keuangan triwulanan. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 396/ KMK. dan/atau 3) Pemberian pinjaman subordinasi (subordinated loans) yang berkaitan dengan Pembiayaan Infrastruktur. Dalam rangka pembinaan dan pengawasan ini. and/or 5) Other activities or facilities provision related to infrastructure financing subject to approval from the Minister of Finance. Guarantee Company is required to submit BAPEPAM . Infrastructure Finance Companies shall submit quarterly financial reports. 5. perusahaan pembiayaan infrastruktur dapat pula melakukan: 1) Pemberian dukungan kredit (credit enhancement). Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/ PMK. sustainable.

Bapepam-LK juga telah menyelesaikan pembuatan Pedoman Pemeriksaan Perusahaan Penjaminan Kredit dan Penjaminan Ulang Kredit dan telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor Per-05/BL/2009 pada tanggal 18 November 2009.2 INDUSTRI PERASURANSIAN 5.75 Kredit. special investigation has been conducted in 2009 toward 3 (three) branch offices of Guarantee Company. namely Perum Jamkrindo in Semarang.49 triliun. 2009. Currently. Dalam rangka melakukan pembinaan dan pengawasan sesuai dengan amanat Perpres dan PMK. Selama tahun 2009.686. Perum Jamkrindo merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT PKPI adalah Perusahaan Penjaminan Kredit Swasta sedangkan PT Jamkrida Jatim adalah perusahaan penjaminan kredit yang sebagian besar sahamnya dimiliki Pemerintah Daerah Jawa Timur dan baru saja mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan pada bulan Desember 2009. Perum Jamkrindo is a Stateowned Company and PT PKPI is a Private Credit Guarantee Company while PT Jamkrida Jatim is a Credit Guarantee Company which is majority owned by East Java Local Government. In order to conduct guidance and supervision in accordance with the mandate from the Presidential Regulation and the Minister of Finance Regulation. Besides shown from the huge amount of assets. indikator pertumbuhan industri asuransi dapat dilihat dari tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi. Sedangkan densitas industri merupakan pendapatan premi perusahaan asuransi dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. Total aset Perusahaan Penjaminan Kredit per Desember 2009 adalah sebesar Rp1. telah dilakukan kajian mengenai RUU tentang Usaha Penjaminan. The penetration and density level of insurance industry is one of key performance indicators stated in Bapepam-LK strategic objective.35 triliun dan outstanding kredit bukan usaha produktif yang dijamin sebesar Rp42. dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan publik.35 trillion and total outstanding non-productive business credit under guarantee up to Rp42.2 INSURANCE INDUSTRY Disamping besarnya aset. monthly financial and activity reports as well as audited annual financial statements. and just obtain its business license from the Minister of Finance on December 2009. Saat ini di Indonesia terdapat 3 (tiga) Perusahaan Penjaminan Kredit yaitu Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo). The total assets of Credit Guarantee Companies as of December 2009 was Rp1.49 trillion. Bapepam-LK has also accomplished Guidance on Investigation of Credit Guarantee and Credit Reguarantee Companies. Diharapkan dengan kajian tersebut akan menjadi dasar pembuatan RUU tentang Usaha Penjaminan dalam rangka memberikan suatu perangkat hukum yang lebih kuat terhadap industri penjaminan di masa yang akan datang. As of December 2009. pada tahun 2009 telah dilakukan pemeriksaan khusus terhadap 3 (tiga) kantor cabang Perusahaan Penjaminan yaitu Perum Jamkrindo di Semarang. There are 11 branch offices and 6 (six) representative offices of Credit Guarantee Companies spread across Indonesia. Tingkat penetrasi merupakan pendapatan premi perusahaan asuransi dibandingkan dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). 5. industry density is a premium revenue of insurance company against total Indonesia population. namely Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo). PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia (PT PKPI) dan PT Jamkrida Jatim. and it has been set based on the Bapepam and LK Rule Number Per05/BL/2009 dated November 18. the growth of insurance industry is shown from penetration and density level of insurance industry.686 terjamin. Meanwhile. Jumlah terjamin per Desember 2009 adalah sebanyak 31.67 trillion with a total amount of outstanding productive business credit under guarantee up to Rp7. Tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi merupakan salah satu satu dari beberapa indikator kinerja utama yang tercantum dalam sasaran strategis Bapepam-LK. Bandung dan Medan. It is expected that the study will form the basis for Bill of Law making in order to provide a stronger legal tool toward guarantee industry in the future. PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia (PT PKPI) and PT Jamkrida Jatim. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Saat ini terdapat 11 kantor cabang dan 6 (enam) kantor perwakilan Perusahaan Penjaminan Kredit yang tersebar di seluruh Indonesia. the total number of principal was 31. there are 3 (three) Credit Guarantee Companies in Indonesia. Bandung and Medan. a study concerning Bill of Law regarding Guarantee Activities has been performed. Throughout 2009.67 triliun dengan outstanding kredit usaha produktif yang dijamin sebesar Rp7. Perusahaan Penjaminan wajib menyampaikan laporan keuangan dan Laporan Kegiatan setiap bulan. Penetration level is a premium revenue of insurance company against Gross Domestic Income (GDI).

Chart 5.807. since 2005.76 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry Tingkat penetrasi industri asuransi komersial meningkat dari 1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .6 billion in 2005 to Rp67. from Rp118. Selama tahun 2009.807.0 milliar di tahun 2009. the total investment of insurance industry grew only 4. Sedangkan tingkat densitas industri asuransi meningkat dari Rp324. The year 2009 was a recovery year for insurance industry from the impact of global financial crisis occurred in 2008.6 billion in 2005 to Rp315. Pendapatan premi tumbuh sebesar rata-rata 23.5%. either commercial or non-commercial.079.58% per annum.689.2 milliar pada tahun 2009. especially in term of investment.255. In 2008. as targetted in BapepamLK key performance indicators.255.60% pada tahun 2009. At the same time.35% dari Rp25. 2009 was illustrated in the diagram below. while the target of insurance industry density was Rp350 thousand per person.50% sedangkan target densitas industri asuransi adalah Rp350 ribu per orang. the total invested assets grew averagely by 24. dari Rp45.1 Distribusi Investasi Sektor Asuransi The penetration level of insurance industry increased from 1.5%. target tingkat penetrasi industri asuransi adalah 1. indikator industri perasuransian menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.08% per annum on average.8 ribu per orang pada tahun 2008 menjadi Rp369.52% pada tahun 2008 menjadi 1.615.6 milliar di tahun 2005 menjadi Rp67. dari Rp139. Pertumbuhan investasi merupakan salah satu sasaran strategis yang harus dicapai sebagai bagian dari indikator kinerja utama Bapepam-LK. from Rp139. while the total investment realization in 2009 recorded a growth by 32.5 milliar pada tahun 2009. an average growth of 27. While the density level went up from Rp324.968.414. In 2009.615.60% in 2009. dari Rp118.6 milliar di tahun 2005 menjadi Rp277. Likewise. was 4%.08% per tahun.2 billion in 2009.35% was shown in average claims per annum. Kekayaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi baik komersial maupun non komersial tumbuh rata-rata sebesar 23.0 billion in 2009. Total premium revenue grew averagely by 23.52% in 2008 to 1.5%. The total assets of Insurance and Reinsurance Industries.1 Insurance Sector Investment Distribution Asuransi Jiwa / Life Insurance 45% Asuransi Kerugian / General Insurance 15% Reasuransi / Reinsurance 30% Asuransi Sosial & Jamsostek / Social & workers social security Insurance 1% Asuransi PNS & TNI / Polri Civil Servants & Armed Forces / Police Insurance 9% BAPEPAM .50%. Secara umum.7%.6 billion in 2005 to Rp277. Tahun 2009 merupakan tahun pemulihan bagi industri asuransi dari krisis global yang terjadi pada akhir tahun 2008. Investment distribution of insurance sector as of December 31.25% per tahun. sejak tahun 2005.689. Diagram 5. grew up to 23. Pertumbuhan investasi perusahaan asuransi komersial selama tahun 2009 yang ditargetkan dalam indikator kerja utama Bapepam-LK adalah 4% sedangkan realisasi pertumbuhan investasi perusahaan asuransi komersial selama tahun 2009 mencapai 32. Investment growth was one of the strategic objectives Bapepam-LK had to achieve as part of the key performance indicators.359.5 billion in 2009.7%.6 milliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp315. while total investment in 2009 recorded an increase by 31.58% per tahun. target of insurance industry penetration level was 1.4 billion in 2005 to Rp104. The total investment growth of commercial insurance company. from Rp45.7 thousand per person in 2009. Sedangkan pertumbuhan klaim rata-rata per tahun sebesar rata-rata 27.359.8 thousand per person in 2008 to Rp369.414.5%.4 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp104.2 milliar pada tahun 2009. Jika pada tahun 2008 total investasi perusahaan perasuransian hanya tumbuh 4. Distribusi investasi dari sektor asuransi per 31 Desember 2009 tergambar dalam diagram di bawah ini. insurance industry indicators showed a significant growth. terutama dari sisi investasi. Sedangkan kekayaan dalam bentuk investasi tumbuh rata-rata sebesar 24.7 ribu per orang pada tahun 2009. Generally.2 billion in 2009.968.25% per annum. selama tahun 2009 total investasi tumbuh 31. from Rp25.079.

1%. dan 3 (tiga) Perusahaan Agen Asuransi. On the other side. 29 actuary consultant.77 Pertumbuhan premi selama tahun 2009 juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan premi selama tahun 2008. klaim selama tahun 2009 tumbuh sebesar 22. Chart 5. lower than the total claims recorded in 2008 which was 40%. Adapun perusahaan penunjang usaha asuransi terdiri dari 141 perusahaan pialang asuransi. 22 perusahaan pialang reasuransi.2. and 3 (three) companies providing insurance program for Civil Servants and Armed Forces/Police.9%. lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan klaim tahun 2008 sebesar 40%.9%. In 2009. dan 13 perusahaan agen asuransi. Di sisi lain. Premium distribution of insurance sector in 2009 is shown from the diagram below. 89 perusahaan asuransi kerugian. the premium growth was 19. Diagram 5. Distribusi premi dari sektor asuransi selama tahun 2009 tergambar dalam diagram di bawah ini.3% was recorded in 2008. and 233 Insurance Supporting Business Companies. Complete insurance market structure is shown in the following table: Chart 5. and 3 (three) insurance agent companies.1 Market Structure Jumlah perusahaan perasuransian di Indonesia per Desember 2009 adalah sebanyak 377 perusahaan yang terdiri atas 140 Perusahaan Asuransi. 1 (one) insurance loss adjuste company. 29 konsultan aktuaria. 4 (four) Reinsurance Companies.2 Insurance Sector Premium Distribution Asuransi Jiwa / Life Insurance 56% Asuransi Kerugian / General Insurance 13% Reasuransi / Reinsurance 5% Asuransi Sosial & Jamsostek / Social & workers social security Insurance 3% Asuransi PNS & TNI / Polri Civil Servants & Armed Forces / Police Insurance 21% 5. comprising of 3 (three) Insurance Broker Companies. while a growth by 17. and 13 insurance agent companies. comprising of 140 Insurance Companies. The total number was inclusive of new license conferral to one life insurance company and 8 (eight) insurance supporting business companies. 4 (empat) Perusahaan Reasuransi. 89 general insurance companies.1% sedangkan selama tahun 2008 hanya tumbuh sebesar 17. 2 (two) companies providing social insurance program and workers social security.3%. total claims in 2009 also grew by 22. 22 reinsurance broker companies. The Insurance Companies comprised of 46 life insurance companies. The insurance supporting business companies comprised of 141 insurance broker companies. 28 insurance loss adjuster companies. Struktur pasar perasuransian secara lengkap disajikan dalam diagram berikut: Diagram 5. 28 perusahaan penilai kerugian asuransi. 1 (satu) Perusahaan Penilai Kerugian.2.3 Perkembangan Perusahaan Perasuransian Insurance Company Total insurance company in Indonesia as of December 2009 was 377 companies. Pertumbuhan premi tahun 2009 sebesar 19. 2 (dua) perusahaan penyelenggara program asuransi sosial & Jamsostek. 1 (one) Reinsurance Broker Companies.2 Distribusi Premi Sektor Asuransi Premium growth in 2009 also experienced a significant increase compared to 2008. Perusahaan Asuransi terdiri dari 46 perusahaan asuransi jiwa.3 Development of Insurance Company Insurance Supporting Company Life Insurance Company General Insurance Company Reinsurance Company Social & workers social security Insurance Program Civil Servants & Armed Forces / Police Insurance Program 46 89 4 Insurance Broker Company Reinsurance Broker Company Claim Appraisal Company Actuary Consultant 141 22 28 29 13 2 Insurance Agent 3 Laporan Tahunan 2009 Annual Report . dan 233 Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi. 1 (satu) Perusahaan Pialang Reasuransi. Jumlah tersebut termasuk pemberian izin baru kepada satu perusahaan asuransi jiwa dan 8 (delapan) perusahaan penunjang usaha asuransi yang terdiri dari 3 (tiga) Perusahaan Pialang Asuransi. dan 3 (tiga) perusahaan penyelenggara asuransi untuk PNS dan TNI & Polri.1 Struktur Pasar 5.

2. from Rp22.02 60.9 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp60. Claims.8 11.468.688. While the total invested assets in 2009 were Rp123.05% dari tahun sebelumnya. the total asset grew only 0.099.6 milliar atau naik rata-rata sebesar 29. yang selama tahun 2009 mulai pulih Throughout 2009. klaim bruto naik 20. The growth of total premium.05% from the previous year.311.311. The total equity of life insurance companies in 2009 was Rp20.623. premi bruto tumbuh 20.2.438.5 2.9 11.78 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry 5.71 136.099.794.3 billion in 2005.5 billion in 2005.0 milliar pada tahun 2009.468. modal sendiri dan laba bersih perusahaan asuransi jiwa Gross premium of life insurance companies grew averagely by 29.23% sedangkan total investasi justru turun 1.50% per annum on average.14 123.6 billion or an increase by 29.6 71.7 Growth of Total Premium.6 19.1 45.257.196.9 billion in 2005 to Rp60.293. Life insurance companies were generally invested their assets in the form of stocks. gross claim of life insurance companies increased by 36. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi jiwa pada tahun 2009 adalah Rp136.940. klaim.3 45.0 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp38.771.771.7 Selama tahun 2009.6 91. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp123.780.370.257. and other capital market instruments which started to recover from the global financial crisis occurred in 2008.771.5 Tahun / Year 2006 2007 27.22% dari tahun sebelumnya.221.50% per tahun dari Rp11.531.131.0 31.6 102. klaim.297.93% dari sebesar Rp45. while the total investment decreased by 1.0 billion in 2009. Meanwhile.879. total gross claim went up by 20.940. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp4.5 milliar pada tahun 2005.686.83% dibandingkan tahun sebelumnya. In 2009.293.4 milliar atau naik rata-rata sebesar 35.90% per tahun dari sebesar Rp53.0 billion in 2005 to Rp38.4 905. obligasi dan instrument pasar modal lainnya.4 4.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . from Rp11.05 38.7 milliar atau naik rata-rata sebesar 116.372.5 billion in 2005. kekayaan.196.23%.0 53. kekayaan investasi. Assets and Investment of Life Insurance Company (dalam miliar rupiah / in billion rupiah) Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 22.5 1. Total modal sendiri perusahaan asuransi jiwa pada tahun 2009 adalah Rp20. dan investasi perusahaan asuransi jiwa adalah sebagai berikut: Tabel 5.9 90. gross premium grew by 20.210. While the net income in 2009 was Rp4.372.4 102. Selama tahun 2009.93% on average from a total amount of Rp45.93% per tahun dari sebesar Rp7. sebagai dampak dari krisis keuangan global. bonds. Perusahaan asuransi jiwa pada umumnya menginvestasikan kekayaannya dalam bentuk saham.780.812.1 62. claim.196.7 billion or an increase by 116.5 billion in 2005. During 2008.034. Adapun klaim bruto perusahaan asuransi jiwa meningkat rata-rata sebesar 36.438.404.93% per annum on average from a total amount of Rp7.311.5 7.6 billion in 2009. as the impact of global financial crisis.8 milliar atau naik rata-rata sebesar 35.293.8 14.5 milliar pada tahun 2005.7 Perkembangan total premi.217.8 2. total assets and investment of life insurance companies grew more than 30% compared to that of the previous year.468. The total assets managed by life insurance companies in 2009 were Rp136.1 12.90% per annum on average from a total amount of Rp53. Throughout 2009.66% dari sebesar Rp1. jumlah kekayaan dan investasi perusahaan asuransi jiwa tumbuh lebih dari 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.3 2008 2009 50.83% from the previous year.6 milliar pada tahun 2009.91% per tahun. Selama tahun 2009.780.91% per annum since 2005.257.2 Perkembangan Perusahaan Asuransi Jiwa 5.5 milliar pada tahun 2005 Perkembangan total premi.1 20.8 billion or an increase by 35. dari Rp22.498. BAPEPAM . asset and investment of life insurance company is described as follows: Table 5.940.66% on average from a total amount of Rp1.217.2 The Growth of Life Insurance Company Premi bruto perusahaan asuransi jiwa sejak tahun 2005 tumbuh rata-rata 29.3 milliar pada tahun 2005.099. total kekayaan hanya tumbuh 0.22% from the previous year.217.580.172.372.3 14. Selama tahun 2008.438.4 billion or an increase by 35.

316.45% per annum on average.5 11. The total assets managed by general insurance companies in 2009 were Rp38.455.6 milliar pada tahun 2005.8 milliar atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 15. jauh di atas target pertumbuhan dalam indikator kinerja utama Bapepam-LK sebesar 4%.9 milliar atau naik rata-rata sebesar 12.0 7.128. The total equity of general insurance companies in 2009 was Rp21.0 16. While the net income in 2009 was Rp2.8 17.005.70% per tahun.098.2 14.2 1.5 milliar pada tahun 2009. Pertumbuhan investasi perusahaan asuransi jiwa selama tahun 2009 sebesar 36%. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp2.2.191.455.236.76% per tahun sejak tahun 2005. kekayaan.1 8. Growth of Total Premium. dan investasi perusahaan asuransi kerugian adalah sebagai berikut: Tabel 5.254.202. Growth of Total Premium. kekayaan investasi.8 2006 Tahun / Year 2007 17.930. The total gross premium of general insurance company increased by 11.53% on average from a total amount of Rp1.191.418. The total gross claims of general insurance companies increased as well in such period by 12.005.9 billion or an increase by 12.8 33. yaitu dari Rp15.751. klaim.8 27.8.803.5 billion in 2009. Claim.7 2.77% per tahun sejak tahun 2005.007.7 billion or an increase by 15. Klaim bruto perusahaan asuransi kerugian selama periode tersebut juga mengalami kenaikan yaitu rata-rata sebesar 12.803.132.76% per annum on average since 2005.5 milliar pada tahun 2009.053. klaim.148. Perkembangan total premi.009.098.6 1. The growth of total premium. asset and investment of general insurance company is described as follows: Tabel 5.45% per tahun dari Rp7.90% per annum on average from a total amount of Rp11.8.5 billion in 2005 to Rp11.053.8 milliar pada tahun 2005. kekayaan investasi. 5.8 8. While the total invested assets in 2009 were Rp27.727.3 The Growth of General Insurance Company Total premi bruto perusahaan asuransi kerugian mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 11.5 38.028. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp27.028.972.760.7 milliar atau naik rata-rata sebesar 15.803.90% per tahun dari sebesar Rp11.70% per annum on average.538.5 milliar atau naik rata-rata sebesar 17.3 Perkembangan Perusahaan Asuransi Kerugian The growth of investment in life insurance company in 2009 was 36%.316.79 dari krisis keuangan global yang terjadi pada akhir tahun 2008. Claim. claim.642.6 billion in 2005.77% per annum on average since 2005.8 billion or an increase by 15.202.128. klaim.5 19.191.5 2009 23.202.005.3 1.4 13.316.5 billion in 2009.5 billion or an increase by 17. modal sendiri dan laba bersih perusahaan asuransi kerugian.5 21.8 billion in 2005.0 23.53% dari sebesar Rp1.9 15.551. 5.1 2008 22.053.5 21.0 22.5 11.098. from Rp 7.8 2.8 16.028. Tabel 5. Asset and Investment of General Insurance Company (dalam miliar rupiah / in billion rupiah) Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 15.0 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp23.591. from Rp15. Total modal sendiri perusahaan asuransi kerugian pada tahun 2009 adalah Rp21. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi kerugian pada tahun 2009 adalah Rp38.8 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .5 7.128.2.0 28. far beyond the target of Bapepam-LK key performance indicators which was 4%. Asset and Investment of General Insurance Company Table 5.8 Perkembangan total premi.0 billion in 2005 to Rp23.8 Perkembangan total premi. modal sendiri dan laba bersih perusahaan asuransi kerugian.455.061.5 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp11.148.505.687.

80

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

Selama tahun 2009, jumlah kekayaan dan investasi perusahaan asuransi kerugian tumbuh lebih dari 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan asuransi kerugian tidak mengalami dampak krisis global yang signifikan karena penempatan investasinya sebagian besar di deposito berjangka dan surat berharga Negara. Pertumbuhan investasi perusahaan asuransi kerugian selama tahun 2009 sebesar 19,44%, jauh di atas target pertumbuhan dalam indikator kinerja utama Bapepam LK sebesar 4%. 5.2.4 Perkembangan Perusahaan Reasuransi Total premi bruto yang diperoleh perusahaan reasuransi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp1.841,9 milliar atau tumbuh rata-rata sebesar 14,68% per tahun dari tahun 2005. Di lain pihak klaim bruto juga mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu rata-rata sebesar 17,71% per tahun dari Rp678,8 milliar di tahun 2005 menjadi Rp1.298,7 milliar di tahun 2009. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan reasuransi pada tahun 2009 adalah Rp2.034,8 milliar atau mengalami kenaikan rata-rata sebesar 15,62% per tahun sejak tahun 2005. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp1.503,7 milliar atau naik rata-rata sebesar 17,67% per tahun sejak tahun 2005. Total modal sendiri perusahaan reasuransi pada tahun 2009 adalah Rp732,9 milliar atau naik rata-rata sebesar 17,72% per tahun dari sebesar Rp388,7 milliar pada tahun 2005. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp102,4 milliar atau naik rata-rata sebesar 12,52% dari sebesar Rp72 milliar pada tahun 2005. Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, dan investasi perusahaan reasuransi adalah sebagai berikut: Tabel 5.9 Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, investasi, modal sendiri dan laba bersih perusahaan reasuransi

During 2009, total assets and invested assets of general insurance companies increased more than 19% compared to previous year. General insurance companies were not significantly affected by the global financial crisis because their investment mostly in time deposits and government bonds. Investment of general insurance companies grew by 19.44%, far above targeted growth stated in key performance indicator which was 4%.

5.2.4 The Growth of Reinsurance Company The total gross premium earned by reinsurance companies in 2009 increased up to the amount of Rp1,841.9 billion or an increase by 14.68% per annum on average from 2005. The total gross claim also experienced a significant increased by 17.71% per annum on average, from Rp678.8 billion in 2005 to Rp1,298.7 billion in 2009.

The total assets managed by reinsurance companies in 2009 were Rp2,034.8 billion or an increase by 15.62% per annum on average since 2005. While the total assets in investment form in 2009 were Rp1,503.7 billion or an increase by 17.67% per annum on average since 2005.

The total equity of reinsurance companies in 2009 was Rp732.9 billion or an increase by 17.72% per annum on average from a total amount of Rp388.7 billion in 2005. While the net income in 2009 was Rp102.4 billion or an increase by 12.52% on average from a total amount of Rp72 billion in 2005. The growth of total premium, claim, asset and investment of reinsurance company is described as follows: Table 5.9. Growth of Total Premium, Claim, Asset and Investment of Reinsurance Company
(dalam miliar rupiah / in billion rupiah)

Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 1.074,7 678,8 1.147,3 789,4 388,7 72,0 2006

Tahun / Year 2007 1.275,6 953,1 1.369,8 978,2 524,0 77,2

2008 1.610,6 1.050,5 1.621,2 1.191,4 542,2 77,2

2009 1.841,9 1.298,7 2.034,8 1.503,7 732,9 102,4

1.122,7 810,7 1.221,5 864,8 454,8 60,4

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

81

Selama tahun 2009, jumlah kekayaan dan investasi perusahaan reasuransi tumbuh lebih dari 25% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan reasuransi juga tidak mengalami dampak krisis global yang signifikan karena penempatan investasinya sebagian besar di deposito berjangka dan surat berharga Negara. Pertumbuhan investasi perusahaan reasuransi selama tahun 2009 sebesar 26,21%, jauh di atas target pertumbuhan dalam indikator kinerja utama Bapepam LK sebesar 4%. 5.2.5 Perkembangan Perusahaan Penyelenggara Program Asuransi Sosial dan Jamsostek

During 2009, total assets and invested assets of reinsurance companies increased more than 25% compared to that of previous year. Reinsurance companies were also not significantly affected by the global financial crisis because their investment mostly in time deposits and government bonds. Investment of general insurance companies grew by 26.21%, far above targeted growth stated in key performance indicator which was 4%.

5.2.5

The Growth of Companies Administering Social Insurance Program & Workers Social Security

Total premi bruto perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek naik sebesar rata-rata 21,66% per tahun dari sebesar Rp2.379,8 milliar di tahun 2005 menjadi Rp5.102,8 milliar pada tahun 2009. Adapun klaim bruto perusahaan-perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek mengalami kenaikan rata-rata sebesar 21,67% per tahun, dari Rp1.320,5 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp2.722,6 milliar pada tahun 2009. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek pada tahun 2009 adalah sebesar Rp87.490,7 milliar, mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 21,89% per tahun dibandingkan dengan tahun 2005 yang hanya sebesar Rp40.246,8 milliar. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp84.355,5 milliar atau rata-rata naik sebesar 21,71% per tahun dibanding tahun 2005 yang hanya sebesar Rp39.102,1 milliar. Total modal sendiri perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek pada tahun 2009 adalah Rp6.685,0 milliar atau naik rata-rata sebesar 32,61% per tahun dari sebesar Rp2.820,4 milliar pada tahun 2005. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp2.305,1 milliar atau naik rata-rata sebesar 28,44% dari sebesar Rp924,1 milliar pada tahun 2005. Selama tahun 2009, kekayaan dan investasi perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek tumbuh 31%, sedangkan tahun sebelumnya hanya tumbuh 4,73%. Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, dan investasi perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek adalah sebagai berikut:

The total gross premium of companies administering social insurance program & workers social security in 2009 increased by 21.66% per annum on average, from Rp2,379.8 billion in 2005 to Rp5,102.8 billion in 2009. The total gross claim also experienced a significant increased by 21.67% per annum on average in 2009, from Rp1,320.5 billion in 2005 to Rp2,722.6 billion in 2009.

The total assets managed by companies administering social insurance program & workers social security in 2009 were Rp87,490.7 billion, an increase by 21.89% per annum on average compared to 2005 which was only Rp40,246.8 billion. While the total invested assets in 2009 were Rp84,355.5 billion or an increase by 21.71% per annum on average compared to 2005 which was only Rp39,102.1 billion.

The total equity of companies administering social insurance program & workers social security in 2009 was Rp6,685.0 billion or an increase by 32.61% per annum on average from a total amount of Rp2,820.4 billion in 2005. While the net income in 2009 was Rp2,305.1 billion or an increase by 28.44% on average from a total amount of Rp924.1 billion in 2005. In 2009, total asset and investment of company providing social insurance program & workers social security grew by 31%, while the previous year recorded a growth by 4.73% only. The growth of total premium, claim, asset and investment of company providing social insurance program & workers social security is described as follows:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

82

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

Tabel 5.10 Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, investasi, modal sendiri dan laba bersih perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek
Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 2.379,8 1.320,5 40.246,8 39.102,1 2.820,4 924,1

Table 5.10 Growth Of Total Premium, Claims, Assets And Investment Of Companies Administering Social Insurance Program & Workers Social Security
(dalam miliar rupiah / in billion rupiah) Tahun / Year 2006 2007 2.653,3 1.444,9 51.546,8 50.187,6 4.066,3 1.185,2 3.016,6 1.555,3 63.598,2 62.039,6 5.580,0 1.494,0 2008 4.340,.3 2.499,1 66.606,7 64.181,4 3.635,6 1.379,0 2009 5.102,8 2.722,6 87.490,7 84.355,5 6.685,0 2.305,1

5.2.6

Perkembangan Usaha Asuransi Pengelola Asuransi PNS dan TNI/Polri

5.2.6

The Growth of Companies Administering Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police

Asuransi PNS dan TNI/Polri dikelola oleh PT (Persero) ASKES, PT (Persero) TASPEN, dan PT (Persero) ASABRI. Jumlah premi ketiga perusahaan tersebut pada tahun 2009 tercatat sebesar Rp13.744,4 milliar atau mengalami peningkatan rata-rata sebesar 31,83% per tahun dibandingkan dengan premi tahun 2005 yang berjumlah Rp4.606,0 milliar. Sedangkan jumlah klaim yang dibayar pada tahun 2009 adalah sebesar Rp13.904,7 milliar atau mengalami kenaikan rata-rata sebesar 26,47% pertahun dibandingkan klaim tahun 2005 yang berjumlah Rp5.444,8 milliar. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi PNS dan TNI/Polri pada tahun 2009 adalah sebesar Rp51.180,2 milliar, mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 22,42% per tahun dibandingkan dengan tahun 2005 yang hanya sebesar Rp22.826 milliar. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp41.478,6 milliar atau rata-rata naik sebesar 21,00% per tahun sejak tahun 2005 yang tercatat sebesar Rp19.395,1 milliar. Total modal sendiri perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi PNS dan TNI/Polri pada tahun 2009 adalah Rp8.866,4 miliar atau naik rata-rata sebesar 39,33% per tahun dari sebesar Rp2.548,9 miliar pada tahun 2005. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp2.673,1 miliar atau naik rata-rata sebesar 49,36% dari sebesar Rp619,4 miliar pada tahun 2005. Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, dan investasi perusahaan asuransi PNS dan TNI/Polri adalah sebagai berikut:

Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police was administered by PT (Persero) ASKES, PT (Persero) TASPEN, and PT (Persero) ASABRI. Total premiums of the three companies in 2009 were Rp13,744.4 billion or an increase by 31.83% per annum on average compared to 2005 which were only Rp4,606.0 billion. While the total claims paid in 2009 were Rp13,904.7 or an increase by 26.47% per annum on average compared to 2005 which were only Rp5,444.8 billion.

The total assets managed by companies administering Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police in 2009 were Rp51,180.2 billion, an increase by 22.42% per annum on average compared to 2005 which was only Rp22,826 billion. While the total invested assets in 2009 were Rp41,478.6 billion or an increase by 21.03% per annum on average since 2005 which was only Rp19,395.1 billion. The total equity of companies administering Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police in 2009 was Rp8,866.4 billion or an increase by 39.33% per annum on average from a total amount of Rp2,584.9 billion in 2005. While the net income in 2009 was Rp2,673.1 billion or an increase by 49.36% on average from a total amount of Rp619.4 billion in 2005. The growth of total premium, claims, assets and investment of companies administering Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police is described as follows

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

83

Tabel 5.11 Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, dan investasi perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi PNS dan TNI/Polri

Table 5.11 Growth Of Total Premium, Claims, Assets And Investment Of Company Providing Insurance Program For Civil Servants & Armed Forces/Police
(dalam miliar rupiah / in billion rupiah)

Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 4.606,0 5.444,8 22.826,0 19.395,1 2.548,9 619,4

Tahun / Year 2006 2007 5.642,1 6.739,1 27.371,0 23.439,7 4.208,2 1.032,6 7.118,3 8.270,6 33.304,9 28.419,9 4.842,1 919,6

2008 9.190,9 10.513,5 39.777,5 32.670,9 5.262,7 1.670,6

2009 13.744,4 13.904,7 51.180,2 41.478,6 8.866,4 2.673,1

5.2.7

Perkembangan Usaha Asuransi dengan prinsip Syariah

5.2.7

The Growth Sharia Insurance Business

Secara keseluruhan, pangsa pasar industri asuransi dengan prinsip syariah pada tahun 2009 mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini antara lain tercermin dari peningkatan persentase jumlah premi bruto asuransi dengan prinsip syariah dibandingkan dengan presentase jumlah premi bruto industri asuransi sebesar 36,45% yaitu dari 2,14% menjadi 2,92% dan peningkatan presentase jumlah kekayaan asuransi dengan prinsip syariah dengan presentase jumlah kekayaan industri asuransi sebesar 3% dari 1,35% pada tahun 2008 menjadi 1,39% pada tahun 2009.

In overall, market share of sharia insurance industry in 2009 experienced an increase compared to the previous year. It was reflected, among others, from an increase in total gross premium percentage of sharia insurance against total gross premium percentage of insurance industry by 36.45%, from 2.14% to 2.92%, and an increase in total percentage of sharia insurance asset against total percentage of insurance industry assets by 3%, from 1.35% in 2008 to 1.39% in 2009.

Tabel 5.12 Jumlah Perusahaan Asuransi dengan prinsip syariah
No. 1 2 3 4 5 Keterangan / Description Sharia Life Insurance Company Sharia General Insurance Company Life Insurance Company having Sharia Unit General Insurance Company having Sharia Unit Reinsurance Company having Sharia Unit

Table 5.12 The Number of Sharia Insurance Companies

2005 2 1 8 13 2

2006 2 1 9 15 3

2007 2 1 12 19 3

2008 2 1 13 19 3

2009*) 2 1 17 19 3

Jumlah / Total

26

30

37

38

42

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

84

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

Tabel 5.13 Market Share Usaha Asuransi dan Reasuransi dengan prinsip syariah
No Keterangan / Description 2007 I. Seluruh Asuransi Jiwa / Total Life Insurance Asuransi Jiwa Syariah / Sharia Life Insurance Persentase Asuransi Jiwa Syariah / Percentage of Sharia Life Insurance II. Seluruh As. Kerugian & Reasuransi / Total of General Insurance and Reinsurance Asuransi Kerugian dan Reasuransi Syariah / Sharia General Insurance and Reinsurance Persentase Asuransi Kerugian dan Reasuransi Syariah / Percentage of Sharia General Insurance and Reinsurance III. Seluruh Asuransi / All Life and Non Life Insurance Seluruh Asuransi Syariah / All Life and Non Life Sharia Insurance Persentase Asuransi Syariah / Percentage of Sharia Insurance Premi Bruto / Gross Premium 2008 2009 2007

Table 5.13 Market Share of Sharia Insurance & Reinsurance Businesses
Klaim / Claim 2008 2009 2007 Kekayaan / Asset 2008 2009

45.580,6

50.370,0

60.467,97

19.686,3

31.531,0

38.099,64

102.137,2

102.404,71 136.780,6

511,37

1.153,9

1929,37

194,2

312,21

596,45

1.020,20

1.151,5

2.120,1

1,12%

2,29%

3,19%

0,99%

0,99%

1,57%

1,00%

1,12%

1,55%

18.917,7

26.933,8

24.940,37

9.491,1

10.023,3

12.352,23

29.788,3

34.790,5

39.163,64

294,18

496,83

449,52

118,40

180,1

236,37

491,28

701,8

902,62

1,56%

1,84%

1,80%

1,25%

1,80%

1,91%

1,65%

2,02%

2,25%

64.498,3

77.303,8

85.408,34

29.177,4

41.554,3

50.451,86

131.925,5

137.195,2

176.944,2

805,55

1.650,73

2.378,89

312,59

492,30

832,82

1.511,48

1.853,30

3.3022,7

1,25%

2,14%

2,79%

1,07%

1,18%

1,65%

1,15%

1,35%

1,71%

5.2.8

Perkembangan Produk Unit Link

5.2.8

The Growth of Unit Link Products

Perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) per 31 Desember 2009 sebanyak 25 perusahaan. Ringkasan Neraca perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk yang terkait investasi masing-masing terdapat pada tabel berikut : Tabel 5.14 Kekayaan dan Kewajiban Perusahaan Asuransi Jiwa Yang Terkait Produk Investasi
Jenis Perusahaan berdasarkan Kepemilikan / Type of Companies based on Ownership

Life insurance companies selling unit link products as of December 31, 2009 were 25 companies. Summary of balance sheets of such life insurance company selling unit link products is shown respectively in the following table:

Table 5.14 Total Assets and Liabilities of Investment Products of Life Insurance Companies

(1) Perusahaan Swasta Nasional / National Private Insurance Companies Perusahaan Patungan / Joint Venture Insurance Companies

Kekayaan / Assets Investasi / Non Investasi / Investment Non Investment (2) (3) 11.275,8 41.331,2 Ω 52.607,0 Ω 30,6 284,5 Ω 315,1

Kewajiban / Liabilities Utang / Cadangan / Liabilities Reserves (4) (5) 593,8 213,2 Ω 807,0 10.712,6 41.402,5

Jumlah / Total

52.115,1

5.2.9

Perkembangan Produk Asuransi Baru dan Persetujuan Kerja Sama Pemasaran dengan Bank

5.2.9

The Growth of New Insurance Products & Agreement of Joint Marketing With Bank

Selama tahun 2009, Bapepam-LK mencatat 367 produk

Throughout 2009 Bapepam-LK recorded 367 new products

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

contribution of which is specified in Pension Program regulation. EPF was allowed to provide defined benefits pensiun Laporan Tahunan 2009 Annual Report . there were 2 (two) types of pension program in such pension fund. and all contributions as well as its investment development are recorded in respective participant»s account as the pension benefit. Defined Contribution Pension Program is a pension program. Program Pensiun Manfaat Pasti adalah program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun. Bapepam-LK also granted approval for marketing of new products through bank (bancassurance) with the following details: Table 5. and inflicting obligation toward the employer. untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti. benefits of which are specified in Pension Program regulation. FIPF is a pension fund established by a bank or life insurance company to provide a defined contribution pension program for individual.16 Rincian Produk Asuransi Bancassurance Perusahaan / Company Konvensional / Conventional Besides recording new insurance products. Details of new insurance products are described as follow: Table 5. DPPK diperkenankan untuk Pension Fund in Indonesia comprised of two types. Program Pensiun Iuran Pasti adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun. baik karyawan maupun pekerja mandiri. namely Defined Benefit Pension Program (DBPP) and Defined Contribution Pension Program (DCPP).3 INDUSTRI DANA PENSIUN 5. Defined Benefit Pension Program is a pension program. EPF is a pension fund established by an individual or entity having employees. yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Meanwhile.85 baru dan menghentikan pemasaran satu produk . as the founder.3 PENSION FUND INDUSTRY Dana Pensiun di Indonesia terdiri atas dua jenis. As stipulated in Law Number 11/1992 regarding Pension Fund. dan yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. to provide a defined benefit pension program or a defined contribution pension program. bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta. DPPK adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan. Sementara itu jenis program pensiun yang dapat pada dana pensiun tersebut ada 2 (dua) jenis. Berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun.15 Details of New Insurance Products Syariah / Sharia Jumlah / Total Asuransi Jiwa / Life Insurance Asuransi Kerugian / General Insurance Jumlah / Total 247 16 263 101 3 104 348 19 367 Selain melakukan pencatatan produk baru. for the benefits of all or partial employees as participants. Rincian pencatatan produk asuransi baru adalah sebagai berikut: Tabel 5. either for employee or the employer itself. DPLK adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perorangan.15 Rincian Produk Asuransi Baru Perusahaan / Company Konvensional / Conventional and prohibited the selling of one product. namely Employer»s Pension Fund (EPF) and Financial Institution Pension Fund (FIPF).16 Details of Bancassurance Insurance Products Syariah / Sharia Jumlah / Total Asuransi Jiwa / Life Insurance Asuransi Kerugian / General Insurance Jumlah / Total 84 4 88 1 0 1 85 4 89 5. yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). selaku pendiri. tahun ini Bapepam-LK juga telah memberikan persetujuan pemasaran produk asuransi melalui kerjasama dengan bank (bancassurance) dengan rincian sebagai berikut: Tabel 5.

0% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2009 (at 2000 constant market price). Berbagai upaya telah dilakukan Bapepam-LK untuk mendukung pertumbuhan industri dana pensiun.3. increased by 11.05%). while SANBERIS was the abbreviation of risk based monitoring. From such total amount of assets. Dengan total kekayaan tersebut. The rests were distributed in other types of investments allowed in a proportion by no less than 4%. Many efforts have been taken by Bapepam-LK to support the growth of pension fund industry. Bapepam-LK granted 6 (six) authetification of new pension fund establishment. employer with permanent workers. Dari jumlah dana pensiun tersebut.77% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.01% of pension fund assets were absorbed in the form of investment. posisi per Agustus 2008).33%).86 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti. jumlah dana pensiun di Indonesia yang masih aktif adalah sebanyak 276 dana pensiun.33%). For monitoring sector. Secara umum.1 million people).44%). Sedangkan SANBERIS merupakan kepanjangan dari pengawasan berbasis risiko. FIPF was only allowed to provide defined contribution pension program.3. tersebar dalam investasi jenis lain yang diperkenankan dengan proporsi kurang dari 4%. 5. The risk basis monitoring system was known as SPERIS and SANBERIS. investasi dana pensiun di tahun 2009 tersebar ke dalam beberapa jenis investasi. Selebihnya. 5. From such total number of pension funds.1.36 trillion or about 2. banyaknya jumlah peserta tersebut baru mencakup 5. total numbers of self-employed. kinerja investasi dana pensiun (ROI) berdasarkan laporan keuangan unaudit tahun 2009 juga meningkat. Sementara itu. Performance of pension fund investments (ROI). (Sumber: Badan Pusat Statistik. Bapepam-LK telah mengesahkan 6 (enam) pengesahan pembentukan dana pensiun baru.3. Sistem pengawasan berbasis risiko ini dikenal dengan istilah SPERIS dan SANBERIS. SPERIS adalah kepanjangan dari sistem pemeringkatan risiko. 2. tahun 2009 Bapepam-LK secara penuh telah menerapkan sistem pengawasan dana pensiun berbasis risiko.1 The Growth of Total Industry In 2009. untuk kelompok self employed.81%) and Investment Funds (5. yaitu: Up until the end of 2009.226 people were recorded as pension fund participants.44%). among others by improving the services of authentication process for new pension fund establishment as well as information service of pension fund.11%).81%) dan Reksa Dana (5. Namun demikian. the total assets value of pension fund were up to Rp 112. dan employees were 52.1 Pertumbuhan Jumlah Industri Selama tahun 2009. Sedangkan DPLK hanya diperbolehkan untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. terdiri dari 251 DPPK dan 25 DPLK. sebanyak 96. as follow : BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future . stocks (14.05%). employer with permanent workers.3. obligasi (25. saham (14. as per August 2008. pension fund investments in 2009 were distributed in certain types of investment. deposito (21.1. the number of total participants were just 5. based on 2009 audited financial statements. However.36 triliun atau mencakup kurang lebih 2. 5.15% of the total productive Indonesian population. Bapepam-LK has fully applied monitoring system of risk basis pension fund in 2009. yaitu menjadi 11.0% coverage of Indonesia Gross Domestic Products (GDP) in 2009 (at 2000 constant market price).77% greater than the previous year. Masih terkait dengan investasi. dan employee sebanyak 52. Jumlah tersebut meningkat sebesar 4. 5. SPERIS was the abbreviation of risk rating system.1 Pertumbuhan Dana Pensiun program or defined contribution pension program. In general. The numbers were 4.681. nilai kekayaan dana pensiun telah mencapai Rp112. 96. among others: government securities (26. total active pension fund in Indonesia was 276 pension funds. dari jumlah dana pensiun tersebut di atas.50%. from the abovementioned total pension funds.681.226 orang telah tercatat sebagai peserta dana pensiun. Di bidang pengawasan.1 The Growth of Pension Fund Sampai dengan akhir tahun 2009. antara lain dengan meningkatkan pelayanan dalam proses pengesahan pembentukan dana pensiun baru serta pelayanan informasi dana pensiun. comprising of 251 EPFs and 25 FIPFs.15% dari jumlah penduduk Indonesia yang bekerja.01% kekayaan dana pensiun terserap dalam bentuk investasi. In the meantime. sebanyak 2.50%. bonds (25. deposits (21. However. antara lain surat berharga negara (26.11%).1 juta orang. (Source: BPS.

210 pension funds provided DBPFs and the rests of 41 pension funds provided DCPPs.DCPP 36 37 DPLK / FIPF 26 25 Jumlah / Total 312 297 9 9 226 36 26 288 216 39 26 281 210 41 25 276 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .10/2009 Kep-84/KM. Table 5. 5.DBPP 250 235 DPPK . Dari kesepuluh dana pensiun yang bubar. 3. The dismissal of the eleven pension funds made the total number of dimissed pension fund into 136 pension funds. up to the end of 2009.PPMP / EPF . 6. the increase of new pension funds in 2009 were the biggest one. Dari 251 DPPK. 6 (enam) diantaranya melanjutkan program pensiunnya tersebut ke DPLK. 210 dana pensiun diantaranya menyelenggarakan PPMP dan 41 lainnya menyelenggarakan PPIP. Bertambahnya keenam dana pensiun tersebut mengakibatkan jumlah akumulasi dana pensiun yang memperoleh pengesahan dari Menteri Keuangan menjadi 412 dana pensiun.PPIP / EPF .17 Dana Pensiun Yang disahkan tahun 2009 No.DCPP 21 23 DPLK / FIPF 9 10 Jumlah / Total 85 101 313 56 37 406 315 60 37 412 77 26 11 114 88 26 11 125 96 28 12 136 Akumulasi Perubahan Program Dana Pensiun / Accumulated Pension Fund Alteration DPPK . From the total numbers of 251 EPFs.87 Tabel 5. pertambahan jumlah dana pensiun baru di tahun 2009 tersebut merupakan pertambahan jumlah dana pensiun terbanyak. In addition to the authentification of new pension fund establishment.DBPP 311 311 312 DPPK . Nama Dana Pensiun Pension Fund Pupuk Kaltim Group PPIP Pusri Iuran Pasti BAT Indonesia Tirta Kamuning RSUD Al Ihsan Universitas Muhamadiyah Surakarta Nomor KMK KMK Number Kep-24/KM. The service became one of the superior services of the Ministry of Finance for the public.10/2009 Kep-478/KM. Bubarnya kesebelas dana pensiun tersebut mengakibatkan akumulasi dana pensiun yang telah membubarkan diri menjadi 136 dana pensiun. Therefore. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan prosedur layanan pengesahan pembentukan dana pensiun baru yang hanya membutuhkan waktu sebanyak 7 (tujuh) hari kerja setelah dokumen lengkap. comprising of 251 EPFs and 25 FIPFs. jumlah dana pensiun yang masih aktif masih sebanyak 276 dana pensiun. The achievement was made due to the adjustment on procedures of new pension fund authetification service which took only 7 (seven) business days following documents completion. 6 (six) of which continued their pension program to FIPF. Kesebelas Dana Pensiun tersebut terdiri dari 10 (sepuluh) DPPK dan 1 (satu) DPLK.DCPP 51 52 53 DPLK / FIPF 35 35 37 Jumlah / Total 397 398 402 Akumulasi Pembubaran Dana Pensiun / Accumulated Pension Fund Dismissal DPPK .10/2009 Kep-130/KM. Compared to the previous year. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya.PPIP / EPF .PPMP / EPF .18. Layanan ini juga telah menjadi salah satu layanan unggulan Kementerian Keuangan kepada publik. 4. selama tahun 2009 Bapepam-LK juga mengesahkan pembubaran dana pensiun sebanyak 11 dana pensiun.10/2009 Kep-485/KM.PPIP / EPF .DBPP 55 68 DPPK . Selain mengesahkan pembentukan dana pensiun baru.10/2009 Kep-299/KM.17 Legalized Pension Fund in 2009 Jenis Dana Pensiun Type of Pension Fund DPPK DPPK DPPK DPPK DPPK DPPK Jenis Program Pensiun Type of Pension Program PPIP PPIP PPIP PPMP PPIP PPMP 1.18 Pertumbuhan Industri Dana Pensiun Tahun / Year 2005 The total numbers of such pension fund contributed 412 pension funds to the total pension fund accumulation having authetification from the Minister of Finance.DBPP to EPF . From such numbers. The dismissal of the authetification went to 10 (ten) EPFs and 1 (one) FIPF.PPIP 6 8 9 EPPF .PPMP / EPF . Dengan demikian.PPMP ke DPPK . 2.DCPP Akumulasi Dana Pensiun Aktif / Accumulated Active Pension Fund DPPK . Tabel 5. The Growth of Total Pension Fund 2006 2007 2008 2009 Akumulasi Pendirian Dana Pensiun / Accumulated Pension Fund Establishment DPPK . sampai dengan akhir tahun 2009.10/2009 Table 5. Bapepam-LK also provided authentification of pension fund dismissal to 11 pension funds. total numbers of active pension funds were 276 pension funds. terdiri dari 251 DPPK dan 25 DPLK.

2009.Pensiun Ditunda / Deferred Pension Jumlah Peserta DPPK (1) + (2) / Total EPF Participants (1) + (2) Peserta Aktif DPLK / Active FIPF Participants .45% (3).1.706 105.85 67.785 267.681.773 429. Despite the huge difference between the average growth of new pension fund and pension fund dismissal. Lebih lanjut.Peserta Mandiri / Independent Participants . Sementara itu.328 429. as of December 31.312 677. terlihat bahwa pertumbuhan jumlah peserta DPLK jauh lebih besar dari pada pertumbuhan jumlah peserta DPPK.18% 3.88 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry Berdasarkan data pertumbuhan jumlah dana pensiun di atas terlihat bahwa selama periode tahun 2005 sampai dengan 2009.226 1.1.63% 10. during the period of 2005 up to 2009.46% 8.87% 6.3.999 From the abovementioned data. Hal ini menjadi sejalan dengan pernyataan sebelumnya yang menyatakan bahwa penurunan jumlah dana pensiun tidak mengakibatkan penurunan pada jumlah peserta dana pensiun secara keseluruhan.197. jumlah peserta dana pensiun telah mencapai 2.2 Pertumbuhan Jumlah Peserta Terkait dengan jumlah kepesertaan.559.114 participants or an increase by 4.13% 0. assets or placement value of pension fund experienced no decrease. 5.681. Therefore. it was in line with the previous statement mentioning that the decreasing numbers of pension funds inflicted no decrease in total participants of overall pension funds.981 1. in the same period.18 1. it was clearly shown that.681. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 122. total participants of pension funds were 2.461 72.272 2.302.114 peserta atau meningkat sebesar 4.226 4. tabel berikut menyajikan pertumbuhan jumlah peserta dana pensiun pada periode tahun 2007 dan tahun 2009: Tabel 5. (2).09% 8. Peserta Aktif DPPK / Active EPF Participants Peserta Pasif DPPK / Passive EPF Participants . rata-rata pertambahan jumlah dana pensiun baru per tahun adalah sebanyak 3 (tiga) dana pensiun.065 461.19 Pertumbuhan Jumlah Peserta Dana Pensiun Uraian / Description (1). hal itu tidak mengakibatkan penurunan terhadap jumlah peserta dana pensiun.2 The Growth of Total Participants In respect of total participants.Janda . the average growth of pension fund dismissal per annum was 12 pension funds.Duda / Widow / Widower .113 1. (5).711 66.023 455.594 92. The numbers increased 122.106.831 1.77% dibandingkan dengan jumlah peserta dana pensiun pada posisi tahun sebelumnya.649 2. Bila pertumbuhan peserta tersebut dilihat dari jenis dana pensiunnya.958 289.60% 45.91% 5.378.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .112 2. Meanwhile.77% 1) Based on 2008 technical report of pension fund 2) Based on 2009 technical report of pension fund BAPEPAM . Hal ini menjadi salah satu fakta adanya kelanjutan program pensiun dari dana pensiun yang bubar ke DPLK.245 Kenaikan / Penurunan -2.16% 7.226 orang.Peserta Kelompok / Group Participants Peserta Pasif DPLK (Pensiun Ditunda /) Passive FIPF Participants (Deferred Pension) Jumlah Peserta DPLK (4) + (5) Total FIPF Participants (4) + (5) TOTAL Peserta Dana Pensiun (3) + (6) TOTAL Participants of Pension Fund (3) + (6) 1) Berdasarkan data laporan teknis dana pensiun tahun 2008 2) Berdasarkan data laporan teknis dana pensiun tahun 2009 2008 1) 950. Furthermore.345 1.359 735. the growth of new pension fund per annum on average was 3 (three) pension funds.77% -0. It showed a fact that there was pension program continuation from dismissed pension fund to EPF.3.77% compared to total participants in the same period of last year.Anak / Child . In terms of type of pension fund.178.08% 8. dalam periode yang sama rata-rata pertambahan jumlah pembubaran dana pensiun per tahun adalah sebanyak 12 dana pensiun. 5. total numbers of participants.19.226 people.Pensiunan / Retired . the growth of FIPF participants was greater than the growth of total EPF participants. pada posisi per 31 Desember 2009. The Growth of Total Pension Fund Participants 2009 2) 923. (6) 2. kekayaan maupun nilai penempatan investasi dana pensiun. (4).380. Meski perbedaan antara rata-rata pertumbuhan dana pensiun baru dengan rata-rata pembubaran dana pensiun tersebut cukup besar. the following table shows the growth of total pension fund participants in 2007 and 2009: Table 5.491 96.

89 5.3%). Despite of the decrease of total pension funds in 2009 of 11 pension funds. 40 pension funds owned a total asset of Rp79. bertambahnya nilai kekayaan dana pensiun pada posisi tersebut ternyata lebih dipicu oleh pertambahan nilai kekayaan DPLK daripada DPPK PPMP maupun DPPK PPIP.09 8.36%.58% 19. Meanwhile.29% 7. It was shown in 2009 where the growth of pension fund assets got its upturn.2 The Growth of Assets Sama halnya dengan pertumbuhan jumlah peserta dana pensiun.36 % in 2009. greater than EPF-DBPP or EPFDCPP. pertumbuhan kekayaan dana pensiun terlihat sangat volatif.83 triliun atau menguasai hampir 71.91 23. nilai kekayaan dana pensiun pada akhir tahun justru 2009 bertambah sebesar Rp22. Sementara itu. the growth of pension fund assets was shown very volatile. Hal itu dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5.01 trillion or an increase by 24. the assets value of pension fund experienced an increase up to the amount of Rp22.53% 79. the growth of total assets of pension fund was not directly in line with the growth of total pension fund.00% 1) Source: financial statements of pension fund as of December 31.27% Total Kekayaan Total Assets 90. Meski demikian. 2008 2) Source: unaudited financial statements of pension as of December 31. Hal ini ditunjukkan bahwa meski jumlah dana pensiun di tahun 2009 telah berkurang sebanyak 11 dana pensiun. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .09 7.36 14.3. berdasarkan data kepemilikan kekayaan 251 DPPK.3.36% 100.01 11.25 89.7%) was much greater than the proportion of FIPF assets (13.3%). 2009 Dari tabel di atas juga terlihat bahwa proporsi nilai kekayaan DPPK (86. pertumbuhan jumlah kekayaan dana pensiun juga tidak tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah dana pensiun. From such figures. it was clearly shown that proportion of EPF assets value (86.05% of the total pension fund assets. the increase of total assets of pension fund occurred as the result of an increase in FIPF assets value. upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Bapepam-LK dalam memberi kepercayaan kepada dana pensiun untuk tidak melepas investasinya di bursa agaknya menuai hasil. However. It is shown from the following table: Table 5. From the abovementioned table. The global financial crisis occurred in 2008 gave a tremendous impact toward pension fund industry. based on assets ownership data of 251 FIPF.36 24.20 Pertumbuhan Kekayaan Dana Pensiun Jenis Dana Pensiun Jumlah Kekayaan (Rp Triliun) Similar to the growth of total participants of pension fund.7%) jauh lebih besar daripada proporsi kekayaan DPLK (13. Terbukti pada tahun 2009.83 trillion or covered almost 71.2 Pertumbuhan Kekayaan 5. The Growth of Pension Fund Assets Tahun / Year 2009 2) Jumlah Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Kenaikan (Penurunan) Increase (Decrease) % Proporsi terhadap total kekayaan Proportion Against Total Assets Type of Pension Fund Total Assets (Rp Trillion) Th. pertumbuhan kekayaan dana pensiun akhirnya bangkit kembali. Krisis global yang terjadi pada tahun 2008 sangat terasa dampaknya terhadap industri dana pensiun.01 triliun atau meningkat sebesar 24. Within the last five years. 2008 1) DPPK PPMP / EPF DBPP DPPK PPIP / EPF DCPP DPLK / FIPF 72. Dilihat dari pertambahannya.05% dari total kekayaan dana pensiun. sebanyak 40 dana pensiun ternyata memiliki kepemilikan kekayaan sekitar Rp79. the efforts Bapepam-LK has taken to make pension fund hold its investment in stock exchange seemed to reap the harvest.44% 13.20.26% 32.35 112. Dalam posisi lima tahun terakhir ini.

90 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry Grafik 5.41. the dynamics occurred in pension fund investment gave a significant impact in observing the overall growth of pension fund assets. when the stock price index reached 2.64% compared to last year.4 Pertumbuhan Kekayaan Dana Pensiun 120 100 80 60 Graphic 5. Sejalan dengan pertambahan kekayaan dana pensiun.88 24.79 23. 2009 BAPEPAM . Further descriptions of the growth of investment fair value of pension funds are shown from the following table: Table 5. the fair value of pension fund investment was Rp107.2.1 Perkembangan Investasi Dana Pensiun Meningkatnya indeks harga saham di tahun 2009 telah berdampak pula pada peningkatan nilai (wajar) investasi dana pensiun di tahun 2009.355. 5.85% 19. nilai (wajar) investasi dana pensiun mencapai Rp107.18 14.91 8. At the end of 2008. the increasing fair value of such pension funds investment was merely caused by the increasing fair value of investment in FIPF instead of EPF-DBPP or EPFDCPP. Lebih lanjut pertumbuhan nilai (wajar) investasi dana pensiun tersaji dalam tabel berikut ini: Tabel 5. nilai (wajar) investasi dana pensiun adalah sebesar Rp86.3. the fair value of pension fund investment was Rp86.534.3.36.71% Type of Pension Fund Investment Fair Value (Rp Trillion) 2008 1) 68.4 The Growth of Pension Fund Assets 30% 25% 20% 15% 10% 40 20 0 2005 2006 Total Assets 2007 2008 Growth of Assets 2009 5% 0% -5% Sebagai komponen terbesar dalam kekayaan dana pensiun. dinamika yang terjadi pada investasi dana pensiun memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam melihat pertumbuhan kekayaan industri dana pensiun secara keseluruhan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .13 DPPK PPMP / EPF DBPP DPPK PPIP / EPF DCPP DPLK / FIPF Total Nilai (Wajar) Investasi Total Investment Fair Value 84. Untuk itu.21 Perkembangan Investasi Dana Pensiun Jenis Dana Pensiun Nilai (Wajar) Investasi (Rp Triliun) As the biggest components in pension fund assets. Pada akhir tahun 2008 di saat indeks harga saham mencapai 1.2. 2008 2) Source: unaudited financial statements of pension as of December 31.355. when the stock price index reached 1.56 6. Bapepam-LK terus berupaya untuk mengawasi pengelolaan investasi yang dilakukan oleh dana pensiun. Di akhir tahun 2009 ketika indeks harga saham berada di posisi 2. 5.55 trillion.64% 100.534. Bapepam-LK kept trying to monitor the investment management conducted by pension funds.1 The Growth of Pension Fund Investment The increasing stock price index in 2009 affected the increasing fair value of pension fund investment in 2009.36.86 11.00% 1) Source: financial statements of pension fund as of December 31.58% 13.55 107.55 triliun. pertambahan nilai (wajar) investasi dana pensiun tersebut juga lebih dipicu oleh pertambahan nilai (wajar) investasi di DPLK daripada di DPPK PPMP maupun DPPK PPIP.21 The Growth of Pension Fund Investment Tahun / Year 2009 2) Nilai (Wajar) Investasi (Rp Triliun) Investment Fair Value (Rp Trillion) Kenaikan (Penurunan) Increase (Decrease) % Proporsi Terhadap Total Investasi Proportion Against Total Investment 78. Therefore.88% 86.71% 7.88 triliun atau meningkat sebesar 24. In line with the increasing assets of pension funds.41. In 2009.64% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.88 trillion or increased by 24.24% 32.

75% 3. Reksadana Tanah & Bangunan 26. Investment Fund Other Seurities.19% Dalam posisi lima tahun terakhir ini.54% 2. saham.53% 25.72% 5. it was shown that investment placement of pension funds in capital market reached by 71.42% 5.87% 26.00% 9.40% dari nilai (wajar) investasi dana pensiun secara keseluruhan.g. surat berharga negara dan obligasi merupakan jenis investasi yang paling diminati oleh dana pensiun dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. 3.58% 6. 2009. in term of investment portfolio as per December 31. as well as land and building. Diagram 5. Pen Lgsg. SPU.5 Investment Placement of Pension Fund 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 2005 30-Jun-09 Land & Building Collective Participation Unit.55% 3.47% 5.84% 2006 31-Dec-08 3. Jenis investasi seperti surat berharga negara.81% 25. bila dilihat dari portofolio investasi dana pensiun per 31 Desember 2009. SPU. sebanyak 74. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .31% 9.4 Perkembangan Investasi Dana Pensiun In the meantime. Details of investment portfolio of pension fund is described in the following pie diagram: Chart 5. surat berharga negara.60% 25.5% of pension fund investment went to long-term investment criteria.63% 22.4 Investment Portfolio of Pension Fund Surat Berharga Negara Saham Obligasi Surat Berharga Lain.84% 23. seperti obligasi. investment fund.44% 13.65% 3.15% 4. Investment types of governemnt securities.45% 26.91% 21. government securities. deposito. Chart 5.91% 23.76% 15.11% 3. Sementara itu.65% 3.89% 2008 31-Dec-06 3.40% of the overall investment fair value of pension funds. government securities.05% 3. and bonds were investment types mostly interested by pension funds compared to other investments. Deposit. SPBU Bonds Stocks Government Securities On Call Deposit.10% 29. Based on the above chart.: bonds.44% 14. Lebih lanjut portofolio investasi dana pensiun tersaji dalam diagram pie berikut ini: Diagram 5. obligasi dan deposito masih merupakan pilihan utama pengurus dana pensiun dalam menempatkan dana kelolaannya. 74.18% 2007 31-Dec-07 3.5% investasi dana pensiun masuk dalam kriteria investasi jangka panjang.79% 29. and deposits remained to be the most preferences for pension fund managements in assets placement under their management.29% 28. SBPU UPK. serta tanah dan bangunan.88% 4.91 Sementara itu.59% Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa penempatan investasi dana pensiun di pasar modal telah menjangkau 71.06% 24.77% 2009 31-Dec-05 4. portofolio investasi dana pensiun cenderung stabil.14% 25. stocks. e. Stocks placement. deposits. bonds.31% 26.49% 4. investment portfolio of pension funds tended to be stable. reksadana. Meanwhile.41% 25.5 Penempatan Investasi Dana Pensiun Within the last five years.

92 BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

93 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

Pension Fund Bureau. Jaminan Hari Tua Jaminan Pensiun Jaminan Kematian Pada tahun 2009. employer. Jaminan sosial yang harus disediakan pemerintah meliputi Jaminan Kesehatan. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Law Number 40/2004 regarding National Social Security System gave a mandate to the government to provide social security to all citizens. Menteri Keuangan telah membentuk Tim Penyusunan RPP/RPerpres terkait implementasi SJSN. Law and Legal Counsel Bureau. dan atau pemerintah. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (diwakili oleh Biro Biro Perasuransian. Bapepam-LK represented by Insurance Bureau. and or the government.94 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes 06 6. Ministry of Finance has formed Government Regulation/Presidential Regulation Structuring Team regarding implementation of NSSS. Research and Information BAPEPAM . pemberi kerja. SJSN bertujuan untuk memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyediakan jaminan sosial bagi seluruh warga negara.1 SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL (SJSN) 6. Pension Security. Accident Security. The Social Securities the government had to provide were inclusive of Health Security. The objective of the NSSS is to provide security of proper basic needs of living fulfillment to every participant. Old Age Benefit. and Death Security.1 NATIONAL SOCIAL SECURITY SYSTEM (NSSS) Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah sistem penyelenggaraan program jaminan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia yang dibiayai oleh perseorangan. dan Biro National Social Security System (NSSS) is a system of social security program for all Indonesian citizens provided by individual.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Biro Dana Pensiun. Jaminan Kecelakaan Kerja. In 2009.

pembahasan-pembahasan. Selama tahun 2009. b. Pelaksanaan Kegiatan Workshop Tahun 2009 Kegiatan workshop dengan tema ≈Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Pengaruhnya Terhadap Industri AsuransiΔ yang membahas pengaruh program Technology Bureau with Fiscal Policy Agency. Activities of Government Regulation/ Presidential Regulation Structuring Team of Old Age Benefit. the Team has conducted series of study and discussion as well as workshop for academic paper (white paper) structuring which would serve as the basis for the Government Regulation/President Regulation of Old Age Benefit. Pension Security. and Death Security program as the implementation of Law Number 40/2004 regarding National Social Security System were as follow: a. Kajian tersebut diutamakan pada desain program Jaminan Hari Tua. dan Program Jaminan Kematian. Kementerian Keuangan mendapatkan bantuan dari Asian Development Bank (ADB) berupa technical assistance dan financial assistance. Pension Security. Pension Security. Mitchell Wiener. Pension Security.95 Riset dan Teknologi Informasi) bersama Badan Kebijakan Fiskal. dan Jaminan Kematian. In 2009. Capacity Building Mr. and Death Security program in which the design shall consider government financial capability and fairness to all Indonesian people. Tim bertugas untuk melakukan atau mengkoordinasikan pengkajian. the Ministry of Finance has acquired assistance from Asian Development Bank (ADB) in form of technical and financial assistance. Directorate General of Budget and Secretariat General of Ministry of Finance are members of this team. dan Jaminan Kematian yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara dan keadilan bagi seluruh rakyat. Mitchell Wiener selaku konsultan ADB yang membantu tim dalam rangka melakukan tugas penyusunan desain Jaminan Hari Tua. Jaminan Pensiun. Jaminan Pensiun. Pension Security. 2009 Workshop Activity Workshop with a theme of ≈National Social Security System (NSSS) and the Impact toward Insurance IndustryΔ held on December 8. Tim telah melaksanakan serangkaian kajian dan diskusi serta workshop untuk menyusun academic paper (white paper) yang akan dijadikan dasar penyusunan RPP/RPerpres Program Jaminan Hari Tua. and Death Security Programs. kegiatan Tim Penyusunan RPP/RPerpres tentang Jaminan Hari Tua. and Death Security program. in his capacity as ADB consultant assisting the Team for structuring the design of Old Age Benefit. The team has duty to conduct or coordinate studies. Jaminan Pensiun. In setting up the design of Old Age Benefit. dan Jaminan Kematian sebagai Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah sebagai berikut: a. dan Jaminan Kematian dan selanjutnya menuangkan dalam RPP/RPerpres yang telah menjadi tanggung jawab Kementerian Keuangan. Program Jaminan Pensiun. and Death Security. Pension Security. has provided education to echelon I staffs of the Ministry of Finance related to Government Regulation/ Presidential Regulation preparation concerning basic knowledge of NSSS in form of training and discussion. Capacity Building Mr. Direktorat Jenderal Anggaran dan Sekretariat Jenderal Kementrian Keuangan merupakan anggota dalam tim tersebut. 2009 discussed about Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Dalam melakukan penyusunan desain Jaminan Hari Tua. b. the team shall set this programdesign into Government Regulation/ Presidential Regulation Structuring that becomes Ministry of Finance»s responsibility. The study was focused on the design of Old Age Benefit. Jaminan Pensiun. Then. discussions and drafting design of Old Age Benefit. dan penyusunan desain Jaminan Hari Tua. telah melakukan edukasi kepada pegawai Kementerian Keuangan dari berbagai eselon I yang terkait dengan penyiapan RPP/RPerpres mengenai dasar-dasar pengetahuan mengenai SJSN dalam bentuk pelatihan dan diskusi. During 2009. Jaminan Pensiun. Untuk tahun 2009. dan Jaminan Kematian. and Death Security program.

96 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes SJSN terhadap industri asuransi. Jaminan Hari Tua. pada tanggal 8 Desember 2009. Old Age Benefit. there was a meeting attended by Minister of Finance. Jaminan Pensiun. Secretary General MoF. White Paper Presentation to the Minister of Finance. c. Financing for NSSS program. Ketua Bapepam-LK. and Chief of Analysis and Policy Harmonization Centre. Asset Management in Old Age Benefit. as well as by other functionaries in the MoF institution to discussed the BAPEPAM . Pengawasan dan Pegendalian BPJS. The white paper has also obtained approval from the Minister of Finance through a meeting convened on December 7. Director of Structuring Budget. Workshop dihadiri oleh berbagai direksi dari perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi umum serta materi disampaikan oleh Kepala Bagian APUP. Biro Perasuransian. and Head of Analysis and Policy Harmonization Centre. c.Synchronisation with the existing Security Program. Pada tanggal 7 Desember 2009 telah dilaksanakan pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Keuangan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . struktur pemerintahan dan proses administrasi Sistem Jaminan Sosial Nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dan UndangUndang Dasar. peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). dan Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan d. White paper Sistem Jaminan Sosial Nasional tersebut terdiri beberapa topik pembahasan antara lain: landasan filosofis. Pension Security. and administration process pursuant to Law Number 40/2004 regarding NSSS and the Constitution. dan Definisi Kaum Miskin. Kepala Biro Perasuransian. Perluasan Cakupan kepada Sektor Informal. Presentasi White Paper kepada Menteri Keuangan. The NSSS white paper presented the government strategic vision in brief in NSSS planning. Direktur Penyusunan APBN. Direktur Jenderal Anggaran. Contribution. Manajemen Aset dalam Program Tunjangan Hari Tua. Head of Insurance Bureau. Direktur Penyusunan APBN. White Paper Discussion and Input Collection The activities of structuring of white paper draft by the Government Regulation/ Presidential Regulation Team regarding NSSS were assisted by ADB consultant. Such NSSS white paper comprised of several topic discussions. Jaminan Kecelakaan Kerja. Harmonisasi dengan Program Jaminan saat ini. Tujuan dari penyusunan white paper tersebut adalah untuk memberikan kerangka strategis untuk desain program. White Paper tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan melalui pertemuan yang diadakan pada tanggal 7 Desember 2009 dan dihadiri oleh Ketua Bapepam-LK. Director General of Budget. Accident Security. tata kelola dan administrasi SJSN. among others: philosophical ground. Bapepam-LK Chairman. Approval upon such strategic plan was the main key for NSSS design process and overall implementation. the role of Social Security Organization (SSO). Pembahasan White Paper dan Pengumpulan Pendapat Kegiatan penyusunan draft white paper oleh tim penyusun RPP/RPerpres SJSN dibantu oleh konsultan ADB. and administration. and Definition of the Needy. Kelembagaan BPJS. management. Directorate General of Budget. The structuring of such white paper was to provide strategic framework for the NSSS program design. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. The workshop was attended by directors of life insurance and general insurance companies and presented by Head of Insurance Business Conduct Analysis Division of Insurance Bureau. 2009. dan Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan serta beberapa pejabat lain di lingkungan Kementerian d. Extended Coverage to Informal Sector. SSO Monitoring & Controlling. Direktur Jenderal Anggaran. Pembiayaan untuk program SJSN. Kontribusi dan Pengumpulan Data. SSO Institution. the impact of NSSS program toward insurance industry. Kepala Biro Perasuransian. government structure. On December 7th. White paper Sistem Jaminan Sosial Nasional yang telah dibuat menyajikan secara singkat mengenai visi strategis pemerintah dalam perencanaan. and Data Compilation. Jaminan Kesehatan. 2009 and attended by Chairman of Bapepam-LK. Persetujuan atas rencana strategis adalah kunci utama proses desain dan penerapan SJSN secara keseluruhan. Health Security.

the implementation of good corporate governance (GCG) is a must in all processes of insurance business. For that reason. This guidance was prepared by joint working between Governance Policy National Committee (KNKG) and Indonesian Senior Executives Association. Bapepam-LK telah menyusun dan membahas secara internal draft peraturan Menteri Keuangan mengenai Penerapan Good Corporate Governance bagi perusahaan Asuransi. insurance company has to be capable of wellmanaging the fund raised from the public. Dalam pertemuan tersebut. business ethics and attitude. In order to fulfil the obligation promised on maturity date. raises fund from the public. GCG Guidance contains of among others: GCG principles. Therefore. dan memberi persetujuan kepada tim penyusun RPP/RPerpres SJSN untuk menyampaikan white paper tersebut kepada para pemangku kepentingan yang terkait dengan program SJSN untuk mendapatkan tanggapan dan masukan 6. company structure. Untuk itu terkait dengan peningkatan pemahaman mengenai GCG dan penerapan GCG bagi perusahaan asuransi. Bapepam-LK has prepared and provided internal discussion on draft of Minister of Finance regulation concerning the Implementation of GCG for Insurance Companies.2 abovementioned White Paper. organ perusahaan. Untuk itu. Insurance business is a business that promises to protect the insured or policyholders. to give a better understanding of GCG and its implementation to insurance companies. and at the same time. Dalam pedoman GCG dimaksud antara lain dibahas mengenai asas GCG. Penerapan tata kelola yang baik akan efektif jika semua yang terlibat dalam operasional perusahaan perasuransian dan para pemangku kepentingan memahami dengan baik mengenai GCG pada perusahaan perasuransian. para pemangku kepentingan dari perusahaan perasuransian serta praktik-praktik usaha asuransi yang sehat. Menteri Keuangan menyatakan pemahamannya akan konsep yang terdapat dalam white paper tersebut. Furthermore. THE IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE IN INSURANCE INDUSTRY Usaha perasuransian merupakan usaha yang menjanjikan perlindungan kepada pihak tertanggung atau pemegang polis dan sekaligus menghimpun dana masyarakat. A well-applied GCG shall be effective if all parties involved in the operational activities of insurance companies as well as the stakeholders have a good understanding on GCG in insurance company. etika bisnis dan pedoman perilaku. pelaksanaan tatakelola yang baik (good corporate governance/GCG) merupakan hal yang mutlak ada dalam semua proses penyelenggaraan usaha perasuransian. This activity will be continued in 2010 and becomes one of the main priorities. Selanjutnya. shareholders» rights & obligations. perusahaan perasuransian harus dapat mengelola dana yang dihimpun dari masyarakat dengan baik. pada tahun 2009 telah diterbitkan Pedoman GCG bagi perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Bapepam-LK as insurance regulator gave support and input in preparing the guidance. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada tahun 2010 dan merupakan salah satu program utama. stakeholders of insurance company.2 IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE BAGI INDUSTRI ASURANSI 6. GCG Guidance has been published in 2009 for Insurance and Reinsurance companies. and a good insurance business practices. Pedoman disusun oleh Komite Nasional Kebijakan Governance bersama Indonesian Senior Executives Association. Untuk dapat memenuhi kewajiban yang telah diperjanjikan pada saat jatuh tempo. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK selaku Pembina dan Pengawas industri perasuransian memberikan dukungan penuh dan masukan-masukan dalam rangka penyusunan pedoman GCG. hak dan tanggung jawab pemegang saham. The Minister stated her understanding about the concept incorporated in this white paper and gave her approval to Government Regulation/ Presidential Regulation-NSSS Structuring Team to present white paper to NSSS-related stake-holders in order to get feedback and input.97 Keuangan untuk mendiskusikan White Paper dimaksud.

GBI/2009. insurance sector was one of financial sector assessed by FSAP assessor team. Mengingat bahwa sebagian besar ruang lingkup FSAP di Kementerian Keuangan terkait dengan pasar modal dan lembaga keuangan non bank. Preparation for FSAP assessment has begun since the beginning of year 2009 and will continue until end of year 2010. Formal Assessment: a. and to indentify the endurance/fragility of the financial system. For that purpose. In Indonesia. Sektor asuransi merupakan salah satu industri jasa keuangan yang dinilai oleh tim penilai FSAP selain pasar modal dan perbankan. BAPEPAM . the assessment did not include stress test and there is no obligation to publish the assessment results. including government bond. FSAP digunakan sebagai diagnostic test untuk memetakan kondisi sistem keuangan Indonesia dan infrastrukturnya serta mengidentifikasi daya tahan/kerentanan sistem keuangan. In addition. Beside banking and capital market. Core Principles for Systematically Important Payment Systems for Securities Settlement Systems (CPSS-IOSCO). Bapepam-LK was appointed to become coordinator of FSAP Team of the Ministry of Finance.GBI/ 2009. b. FSAP was conducted based upon request of Indonesia Government through a letter from the Ministry of Finance and the Governor of Bank Indonesia (Central Bank) to IMF and World Bank dated December 23. Financial Sector Assessment Program (FSAP) was a joint program of International Monetary Fund (IMF) and World Bank. 2008.98 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes 6.01/2009 dan Nomor 11/18/ KEP. Core Principles for Systematically Important Payment Systems for Securities Settlement Systems (CPSS-IOSCO).LK Continuous Improvement for a Brighter Future . maka Bapepam-LK ditunjuk sebagai koordinator Tim FSAP Kementerian Keuangan. Insurance sector was assessed informally which means that the assessment was not intended to observe compliance on Insurance Core Principles (ICPs) issued by International Association of Insurance Supervisor (IAIS). FSAP merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh Indonesia sesuai dengan hasil G-20 Leaders Summit yang dilaksanakan London pada tanggal 2 April 2009.3 FINANCIAL SECTOR ASSESSMENT PROGRAM (FSAP) Financial Sector Assessment Program (FSAP) merupakan joint program International Monetary Fund (IMF) dan World Bank.3 FINANCIAL SECTOR ASSESSMENT PROGRAM (FSAP) 6. FSAP di Indonesia dilaksanakan berdasarkan permintaan dari Pemerintah Indonesia melalui surat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia kepada IMF dan World Bank pada tanggal 23 Desember 2008. Formal Assessment: a. FSAP was an important thing Indonesia has to do in accordance with recommendation of G-20 Leaders Summit held in London on April 2. International Organization of Securities Commissions Objectives and Principles of Securities Regulation (IOSCO). In order to improve the transparency and accountability of government as well as Bank Indonesia policy. 2009. Dengan pelaksanaan FSAP diharapkan dapat disusun rekomendasi sebagai dasar melakukan reformasi sektor keuangan dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. International Organization of Securities Commissions Objectives and Principles of Securities Regulation (IOSCO). Considering that most of FSAP scopes in the Ministry of Finance had to do with capital market and nonbank financial institution. the implementation of FSAP was expected to bring out recommendation as the basis for reformation of financial sector. Penilaian sektor asuransi oleh Tim Penilai FSAP bersifat informal dalam arti tidak ada pengujian mengenai kesesuaian terhadap Insurance Core Principles (ICPs) yang dikeluarkan oleh International Association of Insurance Supervisor (IAIS). a Supporting team for FSAP implementation has been formed through Joint Decree of the Minister of Finance and the Governor of Bank Indonesia Number 110/KMK. Scope of FSAP performed in the Ministry of Finance comprised of: 1. Kegiatan persiapan dalam rangka menghadapi Tim Penilai FSAP ini sudah dimulai sejak awal tahun 2009 dan masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2010 Dalam rangka pelaksanaan FSAP telah dibentuk Tim Pendukung Pelaksanaan FSAP melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 110/KMK. Selain itu. penilaian sektor asuransi tidak termasuk stress test dan tidak ada keharusan untuk mempublikasikan hasil penilaian tersebut. including government bond. Ruang lingkup FSAP yang dilakukan di Kementerian Keuangan terdiri dari: 1. FSAP was applied as diagnostic test to perform a mapping of Indonesia financial system condition as well as the infrastructure.01/2009 and 11/18/KEP. b.

Perusahaan Asuransi.10 November 2009 untuk mengumpulkan informasi tambahan. such as Issuer. During this mission. assessor telah datang kembali pada tanggal 3 . Securities Companies.IOSCO) was conducted on 14 to 17 December 2009 for discussion purpose with related parties both industry player and regulator. the assessor had arrived again to Indonesia on 3 to 8 December 2009. Konsultan Hukum. On 9 October 2009. Before that. Dalam rangka persiapan FSAP. to follow up 1st Mission FSAP for assessment over IAIS Insurance Principles. This assessment was conducted in order to collect additional information.24 Juni 2009. 3. World Bank Assessor had arrived in Indonesia on 9 to 24 June 2009. World Bank Consultant for update ROSC CG had come to Indonesia on 3 to 7 August 2009 followed by Second Mission on 15 to 16 September 2009 for collecting additional information.8 Desember 2009. assessor World Bank kembali datang ke Indonesia pada tanggal 6 . as a follow up of the first visit (mission). Insurance Companies.16 September 2009 untuk mengumpulkan informasi tambahan. Additionally. pihak World Bank dan IMF berkunjung ke Indonesia dalam rangka FSAP Mission I pada tanggal 6 . official kick off meeting had been carried out between assessor team and ≈MoF and Senior Governor of Bank Indonesia. Sebagai salah satu tahapan utama dari pelaksanaan FSAP. World Bank juga mengadakan a roundtable discussion on ≈Strengthening the Quality of AuditΔ in the context of ROSC on Accounting and Auditing review exercise in Indonesia pada tanggal 17 Juni 2009.15 Oktober 2009. Update: a. As one of the main steps of FSAP Assessment. Self Regulatory Organization (SRO). Assessment atas CPSS IOSCO Recommendation for Securities Settlement System (CPSS . Update: a. ROSC on Corporate Governance (CG) Informal Assessment: IAIS Insurance Principles 2. Finance Companies. Investment Manager of Investment Funds. sebagai tindak lanjut dari FSAP Mission I untuk assessment atas IAIS Insurance Principles.99 2. Moreover.related parties. Dalam rangka update ROSC AA. Assessment over CPSS IOSCO Recommendation for Securities Settlement System (CPSS . Perusahaan Pembiayaan. Tim FSAP Kementerian Keuangan telah melakukan self assessment atas materi yang dicakup dalam ruang lingkup di atas. Akuntan Publik.IOSCO) dilakukan pada tanggal 14 . ROSC on Accounting and Auditing (AA) b.17 Desember 2009 untuk berdiskusi dengan pihak-pihak terkait baik dari kalangan pelaku pasar maupun regulator. Public Accountant. Perusahaan Efek. World Bank also arranged a roundtable discussion on ≈Strengthening the Quality of AuditΔ in the context of ROSC on Accounting and Auditing review exercise in Indonesia on 17th June 2009. Law Consultant. World Bank visited again to Indonesia on 6 to 10 November 2010. ROSC on Accounting and Auditing (AA) b. and regulator. assessor World Bank telah datang ke Indonesia pada tanggal 9 . pihak assessor telah berdiskusi dengan pihak-pihak terkait di lingkungan pasar modal dan lembaga keuangan non bank. asosiasi-asosiasi. Dalam FSAP Mission I tersebut. Pada tanggal 9 Oktober 2009 telah diadakan official kick off meeting antara tim assessor dengan Menteri Keuangan dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Manajer Investasi Reksa Dana. dan regulator. Disamping itu. untuk memberikan penjelasan tentang pelaksanaan FSAP secara umum dan kemungkinan keterlibatan mereka dalam pelaksanaannya. As an update RSCC AA. assessor had discussed with capital market and NBFI . Self Regulatory Authority (SRO). Sebagai tindak lanjut dari kunjungan pertama. Disamping itu. the Team has organized socialization to relevant parties. ROSC on Corporate Governance (CG) Informal Assessment: IAIS Insurance Principles 3. Konsultan World Bank untuk update ROSC CG telah datang ke Indonesia pada tanggal 3 . Laporan Tahunan 2009 Annual Report .7 Agustus 2009 yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kedua pada tanggal 15 . Professional Associations. Tim telah melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait seperti Emiten. Beside discussed with related parties. Then. Disamping berdiskusi dengan pihak-pihak terkait. As a preparation for FSAP. FSAP Team of the Ministry of Finance has conducted self assessment toward the materials mentioned above. to provide general introduction of FSAP implementation and possibility of their involvement in such implementation. World Bank and IMF visit to Indonesia for 1st Mission of FSAP on 6 to 15 October 2009.

A PPP is unfair to responsible consumers and insurers. 2. Bapepam-LK senantiasa memperhatikan juga para pemegang polis dari perusahaan asuransi. Bapepam-LK assisted by World Bank Consultant has conduct a study regarding the need of establishing policyholders protection plan PPF) in Indonesia. bahkan setelahnya. pada tahun 2009 Biro Perasuransian Bapepam-LK dengan dibantu konsultan dari World Bank telah melakukan kajian mengenai perlu tidaknya pendirian Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP) di Indonesia. A PPP would contribute to financial strength and stability. 3. Indonesia insurance industry is an industry with rapid development. Arguments pro for having PPP are: 1. Konsumen asuransi dan perusahaan asuransi akan terdorong untuk bersikap tidak bertanggung jawab. 2. Keberadaan LPPP juga mengurangi kemungkinan bahwa pemerintah akan dipanggil untuk menyelamatkan perusahaan asuransi yang gagal. Salah satu bentuk kepedulian terhadap para pemegang polis. The total number of policyholder and total amount of fund managed by insurance companies in Indonesia always increase every year. Adanya kerugian bagi pemegang polis jika perusahaan asuransi mengalami kegagalan. dan memberikan kontribusi ke arah moral hazard-sebagai mana dibuktikan dengan bailouts akhir-akhir ini pada sektor keuangan di Amerika Serikat dan Eropa. Tidak wajar jika LPPP bertanggung jawab terhadap tertanggung dan penanggung. Protecting consumers against the failure of an insureras is done for bank customers through deposit insurance-is the fair thing to do. As insurance regulator. For example.100 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes 6. disruptive. Adanya kontribusi LPPP terhadap kekuatan dan stabilitas keuangan. Kajian dilakukan dengan metode studi literatur. 5. interview and sending questionnaires to the insurancestake holders. BAPEPAM . mengganggu. 5. A PPP would help the insurance market to grow. 3. . In contrast. untuk menutupi kerugian yang diderita oleh pemegang polis perusahaan asuransi yang gagal. Sementara itu argumen yang tidak setuju didirikannya LPPP umumnya meliputi: 1. Such ad hoc bailouts can be costly. Adanya keterbatasan tertanggung untuk melindungi diri terhadap risiko kegagalan. Berdasarkan hasil kajian dan diketahui berbagai alasan yang diungkapkan baik yang mendukung maupun yang menolak pendirian LPPP. The study was conducted by using literature study. A PPP would encourage irresponsible behaviour by insurance consumers and insurers.4 STUDY OF POLICYHOLDERS PROTECTION PLAN ESTABLISHMENT Industri asuransi Indonesia merupakan industri yang sedang berkembang dengan pesat. and contribute to moral hazard-as evidenced by recent bailouts in the United States and European financial sectors. Consumers have limited ability to protect against the risk of failure. LPPP akan mendorong pertumbuhan pasar asuransi. Arguments against having a PPP often include the following: 1. The existence of a PPP should also decrease the likelihood that government will be called on to rescue failing insurers or to cover the losses suffered by policyholders of failed insurers. 2. 4. Beberapa argumen untuk memiliki LPPP meliputi: 1. Sebagai pembina dan pengawas industri asuransi. Based on the study. 4. in 2009 Insurance Bureau. there are arguments pro as well as cons to the establishing of PPP. Perlunya perlindungan yang wajar terhadap pemegang polis sebagaimana perlindungan terhadap nasabah perbankan. Bapepam-LK always put attention to policyholders. wawancara dan penyebaran kuesioner kepada para pemangku kepentingan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Jumlah pemegang polis dan jumlah dana yang dikelola perusahaan asuransi di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Consumers can suffer significant loss if an insurer fails.4 KAJIAN PENDIRIAN LEMBAGA PENJAMIN PEMEGANG POLIS 6. Dana talangan yang diberikan secara ad hoc tersebut dapat menjadi sangat mahal. 2.

101 3. the National Police (Badan Reserse dan Kriminal . Banyak negara tidak memiliki LPPP. Sebagian tertanggung tidak menginginkan proteksi LPPP. 7. It is due to the authority of management and monitoring upon public fund raising and investment management lies on several institutions/regulators. It would be better to strengthen insurance regulation and supervision than to establish a PPP. In 2007. mengapa Indonesia harus? 3. Task Force for handling of illegal acts allegation against the law in public fund raising and investment management (Task Force) has been established as a vehicle for such coordination.Kepolisian Negara Republik Indonesia As an effort to provide protection to the public and to improve the effectiveness of illegal acts allegation handling in public fund raising and investment management. Biaya dari LPPP dapat melemahkan secara serius perusahaan asuransi yang sehat. A PPP might lead to weaker insurance supervision. The risk of failure is so low that a PPP is not needed. Risiko kegagalan sangat rendah sehingga LPPP tidak diperlukan. para regulator di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi serta dengan aparat penegak hukum lainnya dipandang perlu untuk saling bekerja sama dan melakukan koordinasi yang lebih efektif. there are certain conditions need to be fulfilled before such program was applied. among others: the existence of PPP needed a strong insurance regulator and the insurance industry must be free from unhealthy companies so that PPP would be relieved from unnecessary burden. Lebih baik menguatkan regulasi asuransi dan pengawasan asuransi dibandingkan mendirikan LPPP. Many other countries do not have PPPs. Some consumers do not need the protection of a PPP. 5. 6. 6. However.5 TASK FORCE FOR HANDLING OF ILLEGAL ACTS ALLEGATION IN PUBLIC FUND RAISING AND INVESTMENT MANAGEMENT Sebagai bentuk upaya perlindungan kepentingan masyarakat dan untuk meningkatkan efektifitas koordinasi penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. namun demikian terdapat beberapa kondisi yang menjadi syarat utama sebelum program ini berjalan yaitu antara lain bahwa regulator asuransi harus sudah kuat dan industri asuransi sendiri harus terbebas dari perusahaan-perusahaan yang tidak sehat agar tidak membebani LPPP. 7. The costs of a PPP could seriously weaken otherwisehealthy insurers.5 SATUAN TUGAS PENANGANAN DUGAAN TINDAKAN MELAWAN HUKUM DI BIDANG PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT DAN PENGELOLAAN INVESTASI To find out people perception on PPP and whether it needs to be immediately established in Indonesia. Pada tahun 2007 telah dibentuk Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum Di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat Dan Pengelolaan Investasi (Satgas) sebagai wadah koordinasi dimaksud.Kementerian Keuangan. 6.Kepolisian Negara Republik Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mengenai LPPP dan apakah LPPP perlu segera didirikan di Indonesia.Ministry of Finance. 4. 4. 5. Badan Reserse dan Kriminal . The questionnaires result showed that majority of the stakeholders agreed with or really supported the policyholder. regulators of public fund raising and investment management as well as other law enforcer were recommended to conduct joint cooperation and effective coordination. 8. LPPP kemungkinan mendorong lemahnya pengawasan asuransi. namely Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency or Bapepam-LK . Hal ini mengingat kewenangan pengaturan dan pengawasan atas kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi berada pada beberapa instansi/regulator. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa secara keseluruhan para pemangku kepentingan setuju atau bahkan sangat setuju atas program penjaminan pemegang polis. Bapepam-LK telah menyampaikan kuesioner untuk meminta dari para pemangku kepentingan. Satgas beranggotakan instansi/regulator dan aparat penegak hukum yaitu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) . Bapepam-LK has distributed questionnaires to the stakeholders for input and comment. 6. why should Indonesia? 8. Task Force members consist of Institution/Regulator and law enforcer.

Meningkatkan koordinasi penanganan dugaan tindakan melawan hukum di masing-masing bidang investasi.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .the Ministry of Trade. Selama tahun 2009. 2. 2. Menghentikan atau menghambat maraknya kasuskasus pengelolaan investasi dengan modus operandi pengerahan dana masyarakat. antara lain melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang praktek pengerahan dana masyarakat oleh Pihak yang tidak mempunyai ijin atau penyalahgunaan ijin. Compiling the investment management cases having potential to put the public into disadvantageous. The membership extension was necessity when considering the huge number of illegal cases of public fund raising and investment management taking advantage of Cooperation legal entity as the vehicle. 3. During 2009 working period. Bank Indonesia (BI). Satgas terus melanjutkan penyelenggaraan Seminar Waspada Investasi di 4 (empat) kota di Indonesia. yaitu Jakarta. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN) . and analyzing such illegal acts over violation of law and regulation in each investment area. the Task Force working period was extended up to 2009. Indonesia or Bareskrim POLRI).102 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes (Bareskrim POLRI). During 2009. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) . Program Pencegahan Program pencegahan dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang praktik pengerahan dana masyarakat oleh pihak yang tidak mempunyai izin atau pihak yang menyalahgunakan izin. The Task Force. in which its members comprised of functionaries and officers from the abovementioned institutions. Task Force kept organizing Investment Alertness Seminar in 4 (four) cities in Indonesia.the Ministry of Trade. Mengingat masih maraknya tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. 4. Balikpapan. namely: Jakarta. dilakukan dengan menggunakan badan hukum koperasi sebagai vehicle-nya. dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). was responsible for: 1. Task Force has conducted relevant working program related to handling of illegal acts allegation in public fund raising and investment management as follow: A. In 2009. Satgas yang beranggotakan para pejabat dan pegawai dari instansi-instansi sebagaimana tersebut di atas mempunyai tugas antara lain: 1. Enhancing coordination of handling of illegal acts allegation in respective investment area. 3. Satgas telah menjalankan program kerja terkait dengan penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. Melakukan pemeriksaan secara bersama terkait dengan pelanggaran yang terjadi di masyarakat dan tindaklanjut untuk menghentikan tindakan melawan hukum tersebut. and Indonesian Financial Transactions Reports and Analysis Centre or PPATK. Prevention Program Prevention Program was performed by providing the public with socialization of public fund raising practices performed by unauthorized party or party with license abuse. Menginventarisasi kasus-kasus pengelolaan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat dan menganalisis dugaan tindakan melawan hukum tersebut yang merupakan pelanggaran di bidang peraturan perundang-undangan di masing-masing bidang investasi.Kementerian Perdagangan. Selama masa kerja periode 2009. Directorate General of Domestic Trade . keanggotaan Satgas ditambah dari pihak Kejaksaan Agung dan Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Bank Indonesia (BI). and Conducting joint examination related to violation occurred in the society and providing further actions to discontinue such illegal acts. Attorney General and the Ministry of Cooperation & Small Medium Enterprises were included in Task Force membership. Commodity Futures Trading Regulatory Agency or Bappebti . BAPEPAM . serta 4. sebagai berikut: A. Penambahan keanggotaan tersebut merupakan kebutuhan mengingat banyak kasus penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi secara ilegal. masa kerja Satgas diperpanjang untuk periode tahun 2009. Pada masa kerja tahun 2009 ini. among others through socialization to the public regarding public fund raising practices performed by unauthorized party or party with license abuse. Discontinuing or hampering the investment management cases with public fund raising modus operandi. Considering that there were many illegal acts allegation in public fund raising and investment management.Kementerian Perdagangan.

Satgas melakukan analisa secara menyeluruh dan memutuskan dalam rapat pleno instansi yang berwenang menindaklanjuti kasus yang ada. and letter. and PT Brankas Wealth Management cases. PT Berkat Lestari (Oil Pods Internasional). Semarang. melakukan analisa berdasarkan ketentuan sektor industri masing-masing. Task Force members which represented various jurisdiction. Task Force arranged Investment Alertness Seminar at one of shopping centres in Bandung for the first time. socialization for public was held by Task Force through ≈Satgas Goes to MallΔ program at Mal Cihampelas Walk. from the result of such sectoral industry analysis. Bengkulu dan Menado. Task Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Task Force made 2 (two) talkshows through PAS FM radio broadcasted to 5 (five) big cities. B. Bengkulu and Manado. Satgas juga memberikan sosialisasi ke masyarakat melalui program ≈Satgas Goes to MallΔ yang dilakukan di Mal Cihampelas Walk. made the analysis based on provisions of respective sectoral industry. Task Force also conducted handling program toward certain cases of illegal public fund raising and investment management. dan analisa substansi. Program penanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari dibukanya layanan pengaduan dari masyarakat kepada Satgas melalui beberapa media yaitu Short Message Services (SMS). and Surabaya. email. Solo.4 bulan November 2009. The handling program was a further action of the opening of complaint service from public to Task Force through several media. Satgas melakukan pemeriksaan secara bersama terhadap beberapa pihak yang diduga melakukan pelanggaran terkait dengan kasus Sunshine Empire. Pemeriksaan bersama ini dilakukan antara lain untuk meminta dokumen dan informasi lebih lanjut dalam rangka memperjelas analisa kasus dan mengambil keputusan untuk tindakan penegakan hukum selanjutnya. yaitu dari analisa pemenuhan kelengkapan administratif dari suatu pengaduan untuk dapat ditindaklanjuti. Task Force has received 65 reports related to 64 cases. The joint investgation was performed. serta melakukan pemeriksaan setempat secara bersama. Task Force provided comprehensive analysis and decided in a plenary meeting to which institution such cases needed to be followed up.22. Bandung. B. Task Force conducted preliminary analysis. Apabila dianggap perlu. To extend the education and socialization coverage. Bandung. yang mewakili berbagai yurisdiksi. Atas pengaduan tersebut. Selain itu untuk pertama kalinya Satgas melakukan sosialisasi Waspada Investasi di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung. Selanjutnya dari hasil analisa sektoral industri tersebut. dan surat. Satgas juga melakukan pemeriksaan secara bersama dengan melakukan pemanggilan dan meminta keterangan dari beberapa pihak yang dilaporkan. Task Force also conducted joint investgation by delivering a call and asking for information from suspected parties. Bandung. namely Jakarta. telephone. In performing the handling program. On November 21 . 2009. Furthermore. among others. Satgas juga telah melaksanakan program penanganan atas beberapa kasus dugaan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin. Semarang. Dalam melaksanakan program penanganan Satgas melakukan analisa awal. dan Surabaya. anggota Satgas. Upon such reports. email. telepon. If necessary. Program Penanganan Di samping program pencegahan. Satgas telah menerima 65 pengaduan terkait dengan 64 kasus. Edukasi melalui media elektronik juga dilakukan dengan penayangan iklan Satgas di jaringan bioskop Blitz Megaplex di kota Jakarta dan Bandung pada minggu ke-3 dan ke. On other cases. Pada tanggal 21 November sampai dengan tanggal 22 November 2009. which were administrative fulfillment analysis upon certain report for a follow up and substantial analysis.103 Balikpapan. Satgas juga beberapa kali mengadakan 2 (dua) kali talk show melalui media radio yaitu radio PAS FM yang dipancarluaskan ke 5 (lima) kota yaitu Jakarta. to ask for documents and further information in order to have clarification and find solution for the next actions of legal enforcement. Task Force performed joint investigation toward suspected parties in connection with Sunshine Empire. and performing local investigation jointly. Bandung. dan Up to the end of 2009. In conducting substantial analysis. such as: Short Message Services (SMS). Untuk memperluas jangkauan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat luas. Education through electronic media was also performed by Task Force advertisement placement in Blitz Megaplex network in Jakarta and Bandung on the 3rd and 4th week of November 2009. Dalam melakukan analisa substansi. In addition. Handling Program In addition to prevention program. PT Berkat Lestari (Oil Pods Internasional). Solo. Sampai dengan akhir tahun 2009.

pengawasan terhadap perusahaan Bapepam-LK has been developing Risk-Based Supervision (RBS) framework of insurance and reinsurance companies. Currently. Task Force concluded that 58 cases of which were violation against provisions of relevant institutions and required to be followed up by the institutions. Satgas melakukan koordinasi yang intensif dengan Suruhanjaya Sekuriti-Malaysia yang menangani kasus tersebut. In order to stop and minimize investment management cases with public fund raising modus operandi. termasuk membantu melakukan pemeriksaan setempat dan pengumpulan informasi dari pihak di Indonesia.6 IDENTIFIKASI RISIKO DALAM RANGKA PENERAPAN RISK BASED SUPERVISION Bapepam-LK sedang mengembangkan kerangka kerja pengawasan berbasis risiko (Risk-Based Supervision framework) untuk perusahaan asuransi dan reasuransi. From the public reports. Satgas telah memutuskan bahwa 58 kasus merupakan pelanggaran ketentuan dari institusi terkait dan perlu ditindaklanjuti oleh institusi tersebut. Satgas juga menghadiri seminar yang diduga merupakan kegiatan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi secara ilegal. atau melalui agen pemasaran di Indonesia. Also. the case handling was performed by concerning institutions and remained coordinated with relevant Task Force members. and PT Topworth Multi Rate Center. The illegal fund raising and investment management was conducted by parties from Malaysia directly to Indonesia citizens or through marketing agent in Indonesia. Henceforth. Satgas telah memutuskan bahwa kasus merupakan pelanggaran ketentuan dari instistusi terkait dan perlu ditindaklanjuti oleh institusi tersebut. Dari pengaduan masyarakat yang masuk. dimana penghimpunan dana atau pengelolaan investasi secara ilegal dilakukan oleh pihak di Malaysia secara langsung kepada masyarakat Indonesia. there were 3 (three) across-country cases. terutama apabila kasus tersebut merupakan pelanggaran dari beberapa ketentuan dari beberapa yurisdiksi.104 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes PT Brankas Wealth Management. Force performed local investgation jointly at the offices of suspected companies to collect data and relevant documents. and therefore. dan PT Topworth Multi Rate Center. Task Force attended a seminar of suspected illegal fund raising and investment management activities. yaitu Swisscash. Selanjutnya.. Terhadap kasus tersebut. Sampai dengan saat ini. 6. including local investigation and data collection from parties in Indonesia. which were Swisscash. Bhd. Selanjutnya. Kegiatan penghimpunan dana atau pengelolaan investasi seringkali dilakukan lintas negara.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . terutama apabila kasus tersebut merupakan pelanggaran dari beberapa ketentuan dari beberapa yurisdiksi.6 RISK IDENTIFICATION FOR RISK BASED SUPERVISION 6. Task Force performed intensive coordination with Suruhanjaya SekuritiMalaysia that handled the case. Bhd. From 64 cases reported. Fund raising and investment management activities are commonly conducted between countries. The publication was made among others through notification in Task Force website. Dari 64 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat hingga akhir tahun 2009.. Toward such case. Reges Enterprise Sdn. Shifting BAPEPAM . ada 3 (tiga) kasus yang merupakan kegiatan lintas negara. Task Force has made publication to the public about 11 companies having no business licenses for fund raising or investment management activities. Supervision of insurance and reinsurance companies based on compliance on regulations. penanganan dilakukan oleh instansi yang bersangkutan dengan tetap berkoordinasi dengan anggota Satgas terkait lainnya. Pada kasus lain. Particularly. it was applied to cases of violation against provisions of certain jurisdictions. it was expected that there will be no longer investment made by the public in those companies afterward. Satgas melakukan pemeriksaan setempat secara bersama di kantor beberapa perusahaan yang telah dilaporkan untuk mengumpulkan informasi dan dokumen yang diperlukan. Publication of such companies having no business licenses was considered quite effective. Dari 64 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat hingga akhir tahun 2009. Reges Enterprise Sdn. in 2009. penanganan dilakukan oleh instansi yang bersangkutan dengan tetap berkoordinasi dengan anggota Satgas terkait lainnya.

Impact. apabila terjadi kegagalan. Insurance and reinsurance companies can fulfill all future financial obligations to interested parties. Operational Risk. the possibility of a company cannot fulfill its obligations to policy holders. f. Insurance Risk. EWS ratios were applied to measure the financial performance and assess the financial soundness of insurance companies by detecting future financial problems earlier. Sistem pengawasan berbasis risiko ini diharapkan dapat membantu mendeteksi risiko. Solvability and Liquidity Risks. the consequence raised from company»s failure. Probability. e. c. Risiko Strategi dan Perencanaan. b.7 PENYEMPURNAAN RASIO-RASIO DAN PEDOMAN EARLY WARNING SYSTEM Risk evaluation framework of Insurance and reinsurance companies shall be developed based on the following categories: a. Rasio-rasio EWS digunakan untuk mengukur kinerja keuangan dan menilai tingkat kesehatan keuangan perusahaan asuransi dengan mendeteksi lebih awal permasalahan keuangan di masa yang akan datang dan mengidentifikasi perusahaan yang membutuhkan pemantauan lebih intensif dan perhatian segera. Revisi ini dimaksudkan untuk mendapatkan rasio- Throughout 2009. b. Bapepam-LK expects that the risk-based supervision system can improve the quality of insurance companies» supervision. g. c. sistem pengawasan berbasis risiko yang mengambil fokus pengelolaan terhadap risiko yang mungkin timbul dari perusahaan dapat meningkatkan kualitas pengawasan terhadap perusahaan perasuransian. The purpose of the RBS development is to ensure that: a. Perusahaan asuransi dan reasuransi telah meminimalisasi dengan optimal dampak kerugian finansial kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Insurance and reinsurance companies have minimized the impact of financial loss to interested parties in an optimum way if failure happens. RATIOS & EARLY WARNING SYSTEM GUIDELINES IMPROVEMENT Selama tahun 2009 telah dilakukan revisi terhadap rasiorasio yang digunakan dalam analisis melalui sistem peringatan dini (Early Warning System). Strategy and Planning Risks. Risiko pengelolaan Investasi.105 asuransi dan reasuransi masih dilakukan berdasarkan pemenuhan terhadap peraturan. d. Capital Adequacy.7. f. Probability. g. c. yaitu kemungkinan perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis. b. Investment Management Risk. b. yaitu akibat dari kegagalan yang ditimbulkan perusahaan apabila mengalami kegagalan. Kerangka penilaian risiko perusahaan asuransi dan reasuransi akan dikembangkan berdasarkan kategori sebagai berikut: a. to risk-based supervision is as the system focuses on managing of risks possibly revealed in the company. Risiko Asuransi. Impact. khususnya dalam hal: a. Risiko Kepengurusan (Direksi dan Komisaris). The risks that the insurance and reinsurance companies have to deal with have been well-managed and controlled. and identifying companies which may require more intensive monitoring and immediate attention. Risiko Solvabilitas dan Likuiditas. 6. b. Kecukupan Modal. c. Risiko Operasional. Tujuan dari pengembangan RBS tersebut adalah untuk memastikan bahwa: a. The risk-based supervision system is expected to help detecting risks. h. The improvements were made to obtain the most appropriate ratios which could reflect financial soundness of insurance Laporan Tahunan 2009 Annual Report . d. Risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi dan reasuransi telah dikelola dan dikontrol dengan baik. especially in term of: a. Perusahaan asuransi dan reasuransi dapat memenuhi seluruh kewajiban finansial di masa mendatang kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Management Risk (Directors and Commissioners). h. improvements have been made toward ratios applied in the analysis through Early Warning System (EWS). b. 6. Risiko Tata Kelola. Bapepam-LK memandang perlu untuk beralih ke pengawasan berbasis risiko karena dilihat dari berbagai aspek. Corporate Governance Risk. e.

To provide guidance to analists in performing EWS ratio analysis of financial condition of insurance and reinsurance companies based on submitted financial reports. The main purpose of e-reporting at the beginning was to make an automatic input for insurance companies financial and operational data and eliminate manual entry process conducted by the analists. 6. Memberikan arahan bagi analis dalam melakukan analisis EWS Ratio atas kondisi keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan perusahaan. Dalam rangka pengembangan e-reporting ini telah dilakukan pengadaan Jasa Konsultasi untuk e-reporting. Mendeteksi secara dini kondisi kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi sehingga tindakan yang diperlukan dapat segera dilakukan. it is important for the insurance company continuity to keep the balance between risk accepted and insurance premium paid. Therefore. 6. One of the principal considerations of e-reporting structuring process is the format of the financial report itself that keeps developed and improved. b. To detect financial condition of insurance and reinsurance companies in order to take appropriate actions immediately.106 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes rasio yang dianggap paling cocok dan mencerminkan kondisi kesehatan perusahaan asuransi. Pada tahun 2009 pengembangan e-reporting masih terus dilakukan. 6. Proses pengadaan disatukan dengan biro lainnya di bawah koordinasi Biro Riset dan Teknologi Informasi. Tujuan utama e-reporting pada tahap awal adalah agar data-data keuangan dan operasional perusahaan asuransi dapat otomatis masuk kedalam database tanpa adanya proses entry oleh analis secara manual. d. d. Dengan demikian keseimbangan antara risiko yang diterima dan premi asuransi yang dibayarkan merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan perusahaan asuransi. To assess financial performance of insurance and reinsurance companies. c.9 DEVELOPMENT OF RISK PROFILE DATABASE FOR EVERY BUSINESS LINE Perusahaan asuransi adalah perusahaan yang menerima pengalihan risiko dengan menerima premi asuransi yang dibayarkan oleh tertanggung. Precise and quick decision making based on brief and accurate analysis reports is required in insurance industry supervision. To get proper information that could support the Insurance Bureau in performing the duties as supervisor of Indonesia insurance industry. Penerapan EWS bertujuan untuk: a.9 PENGEMBANGAN DATABASE PROFIL RISIKO UNTUK SETIAP LINI USAHA Reporting is one of activities required in insurance industry supervision. Pengambilan keputusan yang cepat dan tepat yang didasarkan pada hasil analisis laporan yang tepat dan cepat merupakan hal yang sangat diperlukan dalam rangka pelaksanaan pengawasan industri asuransi. Proses untuk mencari keseimbangan antara premi asuransi yang Insurance company is a company that accepts risk transfer by receiving insurance premium paid by the insured. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan utama dalam proses penyusunan e-reporting adalah format laporan keuangan itu sendiri yang sampai dengan saat ini masih terus dilakukan pengembangan dan penyempurnaan. One of the ways to generate a brief analysis is by implementing e-reporting. DEVELOPMENT OF INSURANCE E-REPORTING c.8.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . The purposes of EWS implementation were: a. Menilai kinerja keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi. Salah satu upaya untuk dapat segera dihasilkan analisis yang cepat adalah dengan cara menerapkan e-reporting. To support e-reporting development. Pelaporan merupakan salah satu kegiatan yang sangat diperlukan dalam rangka pelaksanaan pembinaan dan pengawasan industri asuransi.8 PENGEMBANGAN E-REPORTING PERASURANSIAN companies. 6. Mendapatkan informasi memadai yang akan menunjang Biro Perasuransian dalam menjalankan tugasnya sebagai pembina dan pengawas industri asuransi Indonesia. The process of finding such balance cannot be performed without risk profile data for every insurance business line. b. e-reporting development was still performed. Based on the risk profile BAPEPAM . In 2009. Consulting Service for e-reporting was provided.

107

dibayarkan dan risiko yang diterima tidak bisa dilepaskan dari data profil risiko untuk setiap lini usaha asuransi. Berdasarkan data profil risiko yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir dapat ditentukan berapa tarif premi yang wajar dan dapat dijadikan referensi tarif premi murni. Pada tahun 2009 telah dilakukan updating dan pengembangan data profil risiko untuk asuransi kendaraan bermotor. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang memang harus dilakukan secara berkesinambungan dan merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Keuangan No.74/PMK 010/2007 Tentang Penyelenggaraan Pertanggungan Asuransi Pada Lini Kendaraan Bermotor. Salah satu produk akhir dari kegiatan ini adalah terbitnya Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK tentang referensi unsur premi murni dan unsur biaya administrasi dan biaya lainnya pada asuransi kendaraan bermotor tahun 2010. Perusahaan asuransi dapat menggunakan surat keputusan ketua tersebut dalam menerapkan premi murni. 6.10 PEMBUATAN SISTEM MONITORING LAPORAN MKBD DAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN ELEKTRONIK PERUSAHAAN EFEK

data obtained in a couple of years, a fair premium tariff has been set and became a reference for pure premium tariff.

In 2009, risk profile data update and development were conducted for motor vehicle insurance. It was an annual activity that had to be performed continually as the implementation of the Minister of Finance Regulation Number 74/PMK 010/2007 regarding Insurance Business Activity on Motor Vehicle Business Line. One of the final products of this activity was the issuance of Chairman of Bapepam-LK Decree regarding reference of net premium and administration cost elements, as well as other costs in 2010 motor vehicle insurance. Insurance companies could refer to such decree in determining the net premium.

6.10

MKBD REPORT MONITORING SYSTEM CONSTRUCTION AND ELECTRONIC REPORTING SYSTEM DEVELOPMENT FOR SECURITIES COMPANY

Dalam rangka meningkatkan monitoring Perusahaan Efek, pada tahun 2009, Bapepam-LK melakukan pembuatan sistem Monitoring Laporan MKBD. Sistem ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kelangsungan usaha Perusahaan Efek. Melalui sistem monitoring laporan MKBD ini diharapkan potensi risiko terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Efek dapat diketahui lebih dini. Selain itu, di tahun 2009, Bapepam dan LK juga mengembangkan Sistem Pelaporan Elektronik Perusahaan Efek atas Laporan Berkala yang wajib disampaikan kepada Bapepam-LK. Pengembangan sistem ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemantauan atas kepatuhan penyampaian kewajiban pelaporan oleh Perusahaan Efek dan kemudahan dalam melakukan monitoring terhadap kegiatan usaha Perusahaan Efek. Selain itu, sistem ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi Perusahaan Efek dalam menyampaikan kewajiban pelaporan kepada Bapepam-LK secara tepat waktu. 6.11 PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PORTOFOLIO EFEK

In order to improve the monitoring of the Securities Company, in 2009, Bapepam-LK conduct MKBD Report Monitoring system. This system aims to find out the condition of Securities Company»s business continuity. Through this MKBD Report Monitoring system is expected that potential risks of Securities Company»s business continuity can know early. In addition, in 2009, Bapepam and LK is also developing Electronic Reporting System for Securities Company of Periodic Report which must be submitted to Bapepam-LK. The development of this system is intended to improve the monitoring of compliance with reporting obligations delivery by Securities Company and simplify the monitoring of the the Company Securities» activities. Moreover, the system is intended to provide convenience to the Securities Company in reporting obligations submitted to Bapepam-LK in a timely manner.

6.11

DEVELOPMENT OF SECURITIES PORTFOLIO MONITORING SYSTEM

Pada tahun 2009, Bapepam-LK bekerjasama dengan Self Regulatory Organization (SRO) mengembangkan sistem monitoring Portofolio Efek Anggota Bursa. Sistem ini bertujuan untuk mengetahui jumlah Efek yang terdapat dalam catatan Anggota Bursa, baik Efek milik nasabah maupun Efek milik Anggota Bursa sendiri. Jumlah Efek yang tercatat di Anggota Bursa tersebut harus sesuai dengan jumlah Efek yang tercatat di KSEI. Jika terdapat

In 2009, Bapepam-LK in cooperation with the Self Regulatory Organizations (SROs) is developing a monitoring system for Securities Portfolio of Exchange Members. This system aims to determine the number of Securities contained in the Exchange members» records, both the Securities owned by customers or the Securities Exchange members own property. Number of securities recorded on such Exchange Member shall be in accordance with the

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

108

Pelaksanaan Program-Program Strategis

Strategic Programmes

ketidaksesuaian jumlah Efek antara catatan Anggota Bursa dan KSEI, maka diperlukan penjelasan lebih lanjut oleh Anggota Bursa yang bersangkutan atas selisih jumlah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar catatan jumlah Efek di Anggota Bursa adalah sesuai dengan yang dilaporkan baik kepada Bapepam dan LK, SRO dan nasabah.

number of securities recorded on KSEI. If there were discrepancies between the number of Securities recorded on Exchange Members and KSEI, further clarification on the difference is required. This is so that the number of Securities recorded on Exchange Member is the same with the reported number to Bapepam and LK, SRO and the client. 6.12 DEVELOPMENT OF E-REPORTING BAE

6.12

PENGEMBANGAN E-REPORTING BAE

Di tahun 2009, Bapepam-LK bekerjasama dengan KSEI mengembangkan sistem pelaporan elektronik yang mengintegrasikan data kepemilikan saham yang diadministrasikan oleh BAE dan Emiten yang Menyelenggarakan Administrasi Efek Sendiri, yaitu saham dalam bentuk warkat (scrip) dan saham dalam bentuk tanpa warkat (scripless) yang diadministrasikan oleh KSEI. Pengembangan sistem ini dimaksudkan agar pengelolaan dan pemanfaatan data tentang kepemilikan saham yang menjadi kewajiban pelaporan bagi BAE kepada Bapepam-LK menjadi lebih efisien dan maksimal. Penyampaian laporan BAE yang dilakukan secara manual selama ini menjadi hambatan bagi Bapepam-LK dalam pengelolaan administrasi dokumen dan analisa laporan BAE. Sistem pelaporan elektronik ini diharapkan dapat mengatasi hambatan dalam pengelolaan data tentang kepemilikan saham Emiten atau Perusahaan Publik. Sistem ini juga diharapkan dapat diakses secara langsung oleh pihak-pihak terkait sesuai dengan bidang tugas masingmasing.

In the year 2009, Bapepam- LK in cooperation with KSEI were developing an electronic reporting system that integrates stock ownership data that is administered by BAE and Issuer that conducts securities administration by itself, that stock in the form of scrip and scripless which were administered by KSEI. Development of the system was developed so that the management and the utilization data of stock ownership which became mandatory reporting for BAE to Bapepam-LK become more efficient and maximized. The manual reporting by BAE has been the obstacle to Bapepam-LK in the management of administrative documents and analysis reports by BAE. This electronic reporting system is expected to overcome the obstacles in the management of stock ownership data of Issuer or Public Company. This system is also expected to be accessed directly by the relevant parties in accordance with their respective areas of assignment.

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

109

Bapepam - LK proactively evaluated the existing regulations to deal with current situation and anticipate the future challenges.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

110

Perundang - Undangan

Regulatory

07

Dalam rangka mengantisipasi dampak krisis keuangan global tahun 2008 yang dapat mempengaruhi kegiatan Pasar modal baik langsung maupun tidak langsung di tahun 2009, maka Bapepam-LK sebagai regulator di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terus berupaya mencari terobosan baru dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi industri Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank. Situasi krisis keuangan global yang turut juga memperburuk likuiditas Pasar Modal Indonesia maka diperlukan tindakan nyata dari Regulator dalam memperkokoh dan memperkuat Pasar Modal Indonesia dan Lembaga Keuangan Non-Bank. Upaya yang dilakukan Bapepam-LK sebagai regulator Pasar Modal dan LKNB dalam proses pemulihan situasi krisis keuangan yang terjadi adalah dengan cara melakukan perbaikan pengaturan terhadap Industri Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank, pengawasan yang lebih komprehensif terhadap para pelaku pasar, serta tindakan preventif lainnya untuk menciptakan kondisi Pasar Modal Indonesia yang kuat dan tangguh. Bapepam-LK secara proaktif mengevaluasi ketentuanketentuan yang ada tentang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank untuk menghadapi situasi yang terjadi saat ini dan mengantisipasi tantangan yang akan

To anticipate the impact of global financial crisis that occurred in 2008 which could influence the capital market activities directly or indirectly in 2009, Bapepam-LK, as the regulator for capital market and financial institutions sector kept trying to search for new breakthrough in providing a conducive climate to capital market and non-bank institution industry. The global financial crisis which gave a negative impact toward Indonesia capital market liquidity required a real action from the Regulator in encouraging and strengthening the capital market and non-bank financial institution. Bapepam-LK, as Regulator of capital market and non-bank financial institution, has taken certain efforts to accelerate in the recovery of the industries from the impact of financial crisis by reviewing capital market and non-bank financial institution regulation, providing a comprehensive monitoring toward capital market players as well as other preventive actions to create a conducive and strong Indonesia capital market.

Bapepam-LK proactively evaluated the existing provisions of capital market and non-bank institution to deal with the current situation and anticipate the future challenges, and later, made necessary amendments on such regulations

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

111

datang dan selanjutnya melakukan penyempurnaan atas regulasi yang ada mengenai Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank. Disamping itu, Bapepam-LK juga melakukan penerbitan peraturan baru terkait dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dalam menjawab tantangan dan perkembangan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank terkini, diantaranya UndangUndang Nomor 2 Tahun 2009 tanggal 12 Januari 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Semakin baik pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan Pasar Modal dan LKNB akan menciptakan daya tahan bagi para pelaku yang pada akhirnya akan menciptakan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank yang teratur, wajar dan efisien serta tahan uji. Selama Tahun 2009 Bapepam-LK secara berkelanjutan melakukan penyusunan atas Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (RUUPM) sebagai upaya untuk menyempurnakan ketentuan-ketentuan khususnya yang terkait dengan pengaturan tentang Kewenangan Bapepam-LK selaku regulator Pasar Modal, Bursa Efek, Emiten dan Perusahaan Publik, kerjasama internasional, dan Pemeriksaan dan Penyidikan di Pasar Modal. Di samping itu, Bapepam-LK juga menyusun peraturan pelaksanaan pada tingkat Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Bapepam-LK yang terkait dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank. 7.1. 7.1.1. RANCANGAN UNDANG-UNDANG Rancangan Undang-Undang Pasar Modal

concerning capital market and non-bank institution. Additionally, Bapepam-LK also issued new regulations in accordance with capital market and non-bank institution activities to cope with the current challenge and development of capital market and non-bank institution, they among others were: Law Number 2/2009 dated January 12, 2009 regarding Indonesian Export Credit Agency.

A better regulating and monitoring function toward capital market and non-bank financial institution activities shall create resilient market players and finally, it would create an orderly, fair, efficient, and reliable capital market and nonbank financial institution. In 2009, Bapepam-LK has been reviewing Draft of Amendment of Capital Market Number 8/1995 as the effort to improve the provisions pursuant to Authority of BapepamLK as regulator, Stock Exchange, Issuer, and Public-listed Company, international cooperation, and Capital Market Examination & Investigation.

Additionally, Bapepam-LK also issued implementing rules of Ministry of Finance and Bapepam-LK regulations related to capital market and non-bank institution.

7. 1.

DRAFTS OF LAWS

7.1. 1. Draft of Capital Market Law Amendment Throughout 2009, team of Capital Market Law Amendment has formulated some adjusments for certain provisions in the Draft based on inputs and current development in Indonesia capital market. The team also conducted socialization on Draft in many cities, including Denpasar, Yogyakarta, Medan, and Surabaya. The socialization was carried out in cooperation with relevant associations and/or universities to obtain inputs and comments from business players, academists which would be used as inputs in drafting the provisions of Draft.

Selama tahun 2009, Tim Penyusunan RUUPM telah merumuskan ketentuan-ketentuan yang telah disesuaikan dengan masukan dan perkembangan terkini dari Pasar Modal Indonesia. Tim Penyusunan RUUPM juga melakukan sosialisasi atas draft Rancangan Undang-Undang Perubahan UU tentang Pasar Modal dimaksud ke berbagai daerah termasuk Denpasar, Yogyakarta, Medan, Surabaya. Sosialisasi tersebut dilaksanakan bersama asosiasi industri dan/atau universitas dalam rangka mendapat masukan dan tanggapan dari pelaku usaha, akademisi yang akan menjadi bahan dalam proses penyusunan ketentuan-ketentuan yang terdapat draft RUUPM.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Beberapa materi pokok yang dibahas dari RUU dimaksud antara lain adalah asuransi syariah. Tim Panitia Antar Departemen (Tim PAD) akhirnya ditetapkan. Tim PAD kemudian bekerja secara intensif agar target penyampaian naskah RUU Dana Pensiun kepada Menteri Keuangan dapat tercapai. The substances of the Draft were made in line with ICP (Insurance Core Principles) main criteria from IAIS. bentuk hukum perusahaan perasuransian.1. reliable and competitive insurance industry could give protection to policyholder or insured and play an active role in the national development. PAD Team work intensively in order to achieve target to deliver Draft of Pension Fund Law to Minister of Finance. Selain itu materi dalam RUU juga dimaksudkan untuk menyikapi dan mengantisipasi perkembangan industri asuransi pada khususnya dan perekonomian nasional pada umumnya. In a short working period.2. substances of the Draft were intended to correspond to and anticipate insurance industry development in specific and national economy in general. the PAD team obtained useful inputs and opinions to improve the Draft of Pension Fund Law. perlu dibuat kerangka pengaturan yang dapat mengakomodir dan mampu meningkatkan perkembangan perusahaan asuransi syariah. For example. legal entity for insurance company and good corporate governance for insurance company.3. At the end of 2009. the Inter-Ministry Committee Team (PAD Team) was finally determined. The major consideration was that a healthy. 7. Dari hasil pertemuan tersebut terdapat berbagai masukan dan pendapat yang berguna untuk penyempurnaan naskah RUU Dana Pensiun. penyusunan naskah Rancangan UndangUndang tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun (selanjutnya disebut RUU Dana Pensiun) telah sampai kepada tahap harmonisasi dengan lembaga lain yang terkait. In that working period. Accordingly. Sejalan dengan hal tersebut. BAPEPAM . Tim PAD akhirnya berhasil mengadakan pertemuan dengan lembaga terkait seperti Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Materi dalam RUU juga diupayakan agar dapat memenuhi beberapa kriteria utama dari ICP (Insurance Core Principles) dari IAIS. Draft of Law concerning Insurance Business Dalam tahun 2009 pembahasan atas Rancangan UndangUndang tentang perubahan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian masih dilakukan secara intensif. Rancangan Undang-Undang tentang Usaha Peransuransian 7.1. In 2009. Sebagai contoh dengan semakin berkembangnya industri asuransi syariah. Pertimbangan utama yang mendasarinya adalah bahwa industri asuransi yang sehat. Effort to amend the Draft was also made through socialization to the relevant parties.Undangan Regulatory 7. 3. pada bulan September 2009. the PAD team finally managed a meeting with relevant institutions such as the Ministry of Labor and Transmigration and Ministry of Law and Human Rights. serta tata kelola perusahaan perasuransian. Draft of Law concerning Pension Fund Tahun 2009. naskah amandemen RUU Dana Pensiun telah disampaikan kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan selanjutnya disampaikan pula kepada Menteri Keuangan. in September 2009. In addition. dapat diandalkan dan kompetitif dapat meningkatkan perlindungan bagi pemegang polis atau tertanggung dan berperan penting dalam pembangunan nasional.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . a developing sharia insurance industry required proper legal frame that could accommodate and improve the development of sharia insurance company. Penyempurnaan naskah RUU Dana Pensiun juga dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait sebagai upaya pemutakhiran RUU Dana Pensiun berkenaan dengan isu-isu yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan program pensiun dan ketenagakerjaan pada umumnya. Certain critical points of such Draft being discussed among others were sharia insurance. Rancangan Undang-Undang tentang Dana Pensiun In 2009. Pada masa kerja tersebut. the amendment Draft of Pension Fund Law was presented to Chairman of Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK) and subsequently submitted to the Minister of Finance. preparation of Draft of Law on Amendment of Law Number 11/1992 on Pension Fund (hereinafter referred as Draft of Pension Fund Law) has come to stage of harmonization with other relevant institutions. Pada akhir tahun 2009.1. From the meeting. 7. discussion on Draft of Law Amendment pursuant to Law Number 2/1992 regarding Insurance Business was still intensively performed.112 Perundang .1. The socialization was intended to gather any issues in society that were related to pension and employment. Dengan masa kerja yang tergolong singkat tersebut. 2.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report .2. Penyusunan kedua Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tersebut didasarkan pada hasil kajian tahun 2008 serta perubahan konsep RUU Dana Pensiun. 7. tata cara pendirian. pendanaan. and IFC»s guidance and supervision. PERATURAN PRESIDEN Simultaneously. 2. 2009 regarding Infrastructure Financing Company (IFC) The Minister of Finance Regulation was made in accordance with provisions under Article 8 of Presidential Regulation Number 9/2009 regarding Financing Institutions. The substances of this Presidential Regulation among others were Financing Institutions business activity. 7. reporting.2.113 Bersamaan dengan kegiatan penyusunan RUU Dana Pensiun.06/2009 tanggal 10 Juni 2009 tentang Tata Cara Pengusulan. Appointment. 7. peraturan ini disusun agar proses pengangkatan dan pemberhentian Dewan Direktur dapat berjalan secara obyektif. Venture Capital Company. capital requirement and ownership. establishment procedures. 7.3. PERATURAN MENTERI KEUANGAN 7. Selain itu. the regulation was set to make an objective appointment and termination process of Board of Directors.06/2009 dated June 10. 1. Besides. funding. Minister of Finance Regulation Number 106/ PMK. 2009 regarding Financing Institutions From which Financing Institution shall refer to Finance Company. dan Pembinaan Pengawasan. 7. Minister of Finance Regulation Number 100/ PMK. 2009 regarding Procedures of Proposal. and Infrastructure Financing Company. pemegang saham Lembaga Pembiayaan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/ PMK. pelaporan dan pembinaan pengawasan PPI. Pokokpokok pengaturan dalam Peraturan Presiden ini antara lain meliputi kegiatan usaha Lembaga Pembiayaan. The substances of the Minister of Finance Regulation includes of among others: business activities.010/2009 dated May 27.010/2009 tanggal 27 Mei 2009 tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan. 3. limitation. juga dilakukan kegiatan perumusan terhadap Rancangan Perubahan Peraturan Pemerintah Tentang Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Rancangan Perubahan Peraturan Pemerintah Tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).3. The drafting of the amendments of those two Government Regulation drafts were conducted based on the result of the study in 2008 and the amendment concept of Pension Fund Law.3. 7. MINISTER OF FINANCE REGULATION 7. and Guidance and Supervision.3. The huge need of providing financing for infrastructure development projects in Indonesia was one of the backgrounds for drafting the Minister of Finance Regulation regarding Infrastructure Financing Company. 1.2. Presidential Regulation Number 9/2009 dated March 18. Besarnya kebutuhan untuk menyediakan pembiayaan bagi proyekproyek pembangunan infrastruktur di Indonesia juga menjadi latar belakang penyusunan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur (PPI) ini. 2. permodalan dan kepemilikan. 7. 2. dan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tanggal 18 Maret 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Merupakan penyempurnaan dari Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan di mana berdasarkan peraturan ini Lembaga Pembiayaan terdiri dari Perusahaan Pembiayaan.3. the drafting of amendment of Government Regulation on Employer»s Pension Fund (DPPK) draft and Government Regulation of Financial Institution Pension Fund (DPLK) draft were also in progress. Limitation. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/ PMK. Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi kegiatan usaha. PRESIDENTIAL REGULATION 7. Perusahaan Modal Ventura. 1. Pengangkatan Dan Pemberhentian Dewan Direktur Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka memperoleh Dewan Direktur Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia yang profesional sehingga dapat menciptakan kinerja yang optimal. pembatasan. Pembatasan. 1. and Termination of Indonesia Export Credit Agency Board of Directors The Minister of Finance Regulation was made in order to get a professional Indonesia Export Credit Agency»s Board of Directors for an optimum performance. Financing Institutions shareholders.

7. In this regulation. Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi pelaksanaan prinsip tata kelola yang baik. job and responsibilities of Board of Directors. pemeriksaan. tugas dan tanggung jawab Dewan Direktur. sumber pendanaan. pelaporan. reporting. 3. dan pelaporan realisasi dan pengawasan. penerapan manajemen risiko.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . The substances contained in the Minister of Finance Regulation are inclusive of relevant points to be adopted in the Longterm Plan and Annual Work Plan & Budget of Indonesia Export Credit Agency. and realization reporting and monitoring. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/ PMK. business activitiy. Minister of Finance Regulation Number 140/ PMK. Dan Pengubahan Rencana Jangka Panjang Serta Rencana Kerja Dan Anggaran Tahunan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 37 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Dengan adanya peraturan ini LPEI diwajibkan melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan melaporkan penerapannya secara periodik setiap tahun. rasio kecukupan modal. Indonesia Export Credit Agency is required to adhere to good corporate governance principles and report the implementation periodically every year.06/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Tata Cara Penyusunan. Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi organ. 7. capital adequacy ratio.3. sanction.010/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Prinsip Tata Kelola Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (5) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Submission. Direktur Eksekutif. fungsi audit.010/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). tata cara pengubahan.3. Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi hal-hal yang harus dimuat dalam Rencana Jangka Panjang dan Rencana Kerja Dan Anggaran Tahunan LPEI. 2009 regarding Guidance and Supervision of Indonesia Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 40 item 2 Law Number 2/ 2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. dan sanksi. investigation. The substances contained in the Minister of Finance Regulation are inclusive of structure. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/ PMK. 3.3. 7. procedures of submission & amendment. transparency. derivatives transaction. 2009 regarding Procedures of Arrangement. dan Direktur Pelaksanan dalam penerapan prinsip tata kelola yang baik. 4.06/2009 dated August 31. reporting. 7. funding source. Minister of Finance Regulation Number 139/ PMK. and Director.3. and sanction. 5. productive and non-productive assets quality. batas maksimum pemberian pembiayaan. Penyampaian.Undangan Regulatory 7.114 Perundang .3. dan pedoman penilaian prinsip tata kelola yang baik bagi LPEI. risk management implementation. 4. and guidance of good corporate governance for Indonesia Export Credit Agency. sanksi. tata cara penyampaian. audit function. maximum limit of financing facility. The substances contained in the Minister of Finance Regulation are inclusive of good corporate governance conduct.010/2009 dated August 31. kualitas aktiva produktif dan non-produktif.010/2009 dated August 31.3. Executive Director. BAPEPAM . kegiatan usaha. pelaporan. transparansi. 5. transaksi derivatif. 2009 regarding Good Corporate Governance of Indonesia Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 17 item 5 Law Number 2/ 2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 139/ PMK. Minister of Finance Regulation Number 141/ PMK. and Amendment of Long-term Plan and Annual Work Plan & Budget of Indonesia Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 37 item 3 of Law Number 2/ 2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. 7.

3. PERATURAN BAPEPAM-LK Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor Per01/BL/2009 tanggal 15 Januari 2009 tentang Dasar Penilaian Jenis-Jenis Investasi Dana Pensiun 7. kebijakan dan prosedur manajemen risiko. Re-insurance Company. Peraturan Menteri Keuangan No. Minister of Finance Regulation Number 79/ PMK. Perusahaan Reasuransi atau Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi Peraturan ini merupakan penyempurnaan atau pengaturan lebih jauh mengenai tata cara pengenaan sanksi administratif berupa denda sebagaimana diatur dalam pasal 33 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 422/KMK.010/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Manajemen Risiko Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (5) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). and Collection Procedures for Insurance Company.010/2009 dated August 31. 2009 regarding Risk Management of Indonesian Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 17 item 5 Law Number 2/2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. 6.115 7. 79/PMK. 8. 2008.010/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Prinsip Mengenal Nasabah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (5) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).06/ 2003. 2009 regarding Know Your Customer Principle of Indonesia Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 17 item 5 Law Number 2/2009 regarding Indonesian Export Credit Agency. 7.4. Indonesia Export Credit Agency is required to perform risk management and deliver risk profile report quarterly. and mechanism of transfer of default receivable to ≈Government Receivable UnitΔ / ≈Directorate General of Government AssetΔ. 7. risk management policy and procedure. 2009 regarding Valuation Basis of Pension Fund Investment Types Penerbitan peraturan ini dimaksudkan untuk memenuhi amanat Peraturan Menteri Keuangan nomor 199/PMK. Dengan adanya peraturan ini LPEI diwajibkan melaksanakan manajeman risiko dan menyampaikan laporan profil Risiko secara triwulanan. Peraturan tersebut mengatur The issuance of this regulation was intended to fulfill the Minister of Finance Regulation mandate Number 199/ PMK. organization. and sanction. In this regulation. Indonesian Export Credit Agency is required to apply know your customer principle as provisioned to other financial institutions.010/ 2009 tanggal 22 April 2009 tentang Sanksi Administratif Berupa Denda dan Tata Cara Penagihannya terhadap Perusahaan Asuransi. 4. 7.3.1. reporting.3. 7.4. Dalam PMK ini diatur Dasar Pengenaan Sanksi.3. The substances contained in the Minister of Finance Regulation are inclusive of scope of risk management. organisasi. pengawasan oleh Dewan Direktur dan Direktur Eksekutif. In this regulation. The regulation regulated that Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 7. 6.3.010/ 2008 tentang Investasi Dana Pensiun yang diterbitkan pada tanggal 5 Desember 2008. Tata cara Pembayaran dan Penagihan Denda serta Pelimpahan piutang macet kepada Panitia Urusan Piutang Negara/ Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/ PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 142/ PMK. monitoring by Board of Directors & Executive Director.06/ 2003. and Supporting Business of Insurance Company This MoF regulation was an amendment or further regulation regarding mechanism of administration sanction referring to Article 33 MoF Decree number 422/KMK. sistem pengendalian intern.010/2009 dated April 22. 7. 2009 regarding Administrative Sanction in form of Penalty.3. dan sanksi. 7.1. 7. 7.010/2008 regarding Pension Fund Investment issued on December 5.4.8. Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi ruang lingkup manajemen risiko. Minister of Finance Regulation Number 143/ PMK. Dengan adanya peraturan ini LPEI diwajibkan menerapkan prinsip mengenal nasbah sebagaimana diwajibkan bagi lembaga keuangan lainnya. internal control system. fine Collection and payment mechanisms. BAPEPAM-LK REGULATION Bapepam and LK Chairman Regulation Number Per-01/BL/2009 dated January 15. 7. This new regulation regulated basis for sanction imposition.010/2009 dated August 31. pelaporan. Minister of Finance Regulation Number 142/ PMK.

7.4. the regulation was also intended to give support to Pension Fund in facing market value fluctuation. for Insurance Company which sell guaranteed investment-linked products and for Insurance Company with sharia principle which records tabarru» funds separately from company»s funds.4. Sehingga perusahaan dikelola dan diawasi oleh profesional yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi. dan Perusahaan Asuransi dengan prinsip syariah bagi yang sudah dapat memisahkan pencatatan dana perusahaan dan dana tabarru». and objective fit & proper test for board of directors and commissioners of insurance company. 2009 regarding Guidelines for Calculation of Minimum Solvency Margin for Insurance and Reinsurance Companies Peraturan ini bertujuan untuk menyesuaikan perhitungan jumlah dana yang dibutuhkan untuk menanggulangi risiko atas komponen BTSM Perusahaan Asuransi dengan prinsip konvensional.4. Perusahaan Asuransi yang menjual Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) yang dijamin hasil minimumnya. 7.2. Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER04/BL/2009 tanggal 24 April 2009 tentang Tentang Pedoman Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Direksi Dan Komisaris Perusahaan Perasuransian The issuance of this regulation was intended to provide a more effective.3. peraturan ini juga dimaksudkan untuk lebih memberikan dukungan kepada Dana Pensiun dalam menghadapi gejolak nilai pasar. Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER03/BL/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang Pedoman Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian The regulation was aimed at adjusting calculation of funds needed to cover risks in Minimum Solvency Margin components for Insurance Company which apply conventional principle.Undangan Regulatory agar Dana Pensiun memiliki pedoman dalam menentukan nilai wajar setiap jenis investasi yang dimiliki dana pensiun termasuk pedoman penilaian untuk jenis-jenis investasi baru yang diperkenankan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Investasi Dana Pensiun. karena mengatur ketentuan penilaian yang berbeda untuk jenis investasi tertentu khususnya untuk periode laporan tahun buku 2008. 2009 regarding Guidelines for Fit & Proper Test for Board of Directors and Commissioners of Insurance Company Penerbitan peraturan ini bertujuan agar pelaksanaan penilaian kemampuan dan kepatutan anggota direksi dan komisaris perusahaan perasuransian berjalan lebih efektif.4. 7. Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER02/BL/2009 tanggal 15 Januari 2009 tentang Pedoman Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Minimal (BTSM) bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Pension Fund had to have guidelines in measuring fair value of every investment type owned including valuation guidelines for new investment types allowed as provisioned under Minister of Finance Regulation regarding Pension Fund Investment. because it regulated different valuation provisions of specific investment type especially for the fiscal year of 2008. 2009 regarding Guidelines for Fit & Proper Test for Board of Directors and Commissioners of Insurance BAPEPAM .Selain pertimbangan tersebut. 7.4. Therefore. efisien dan objektif. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-03/BL/2009 dated January 29.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 7. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-04/BL/2009 dated April 24.2. This regulation was arranged to improve the transparency through reporting obligation of Pension Fund to interested parties which conducted transfer of bonds listed on Stock Exchange and Government Bonds from group of ≈available for saleΔ and ≈tradingΔ to group of ≈hold to maturityΔ.4.116 Perundang . Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-02/BL/2009 dated January 15.4. Besides that. efficient. 7.4.3. insurance company could be managed and monitored by professionals with high competency and integrity. 2009 regarding Guidelines for Fit & Proper Test for Board of Directors and Commissioners of Insurance Company Peraturan ini menyempurnakan sekaligus menggantikan Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: Per-03/BL/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang Pedoman Penilaian Kemampuan dan The regulation was to revise and replace Bapepam-LK Chairman Regulation Number PER-03/BL/2009 dated January 29. Peraturan ini disusun untuk meningkatkan transparansi melalui kewajiban pelaporan kepada pihak yang berkepentingan bagi Dana Pensiun yang melakukan perpindahan kelompok obligasi dan Surat Utang Negara dari kelompok ≈tersedia untuk dijualΔ dan ≈diperdagangkanΔ ke dalam kelompok ≈dimiliki hingga jatuh tempoΔ .

3.3.5. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-05/BL/2009 dated November 18. and efficient for The Testing Team to conduct the assessment on Insurance Company»s Board of Directors and Commissioners competency and integrity.7. These guidelines were expected to make the investigation toward Finance Company more effective. penyempurnaan ini dilakukan agar pedoman yang ada menjadi lebih sistematis.4. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep13/BL/2008 tanggal 30 Januari 2009 tentang Direktur Lembaga Kliring dan Penjaminan.6. 7.4.4. Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER06/BL/2009 tanggal 22 Desember 2009 tentang Pedoman Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan The regulation was set in accordance with provisions under Article 65 item 1 of Minister of Finance Regulation Number 222/PMK. 2009 regarding Investigation Guidelines for Finance Company Peraturan ini disusun dalam rangka melaksanakan Pasal 2 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 166/PMK. Peraturan Bapepam dan LK Nomor III. dan Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.C. effective. The revision of such Guidelines for Fit & Proper Test was intended to improve the accountability and to set up a fair assessment standard for fit & proper test activity of Board of Directors and Commissioners of Insurance Company. 2009 regarding Central Securities Depository and Settlement Institution Director Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER05/BL/2009 tanggal 18 November 2009 tentang Pedoman Pemeriksaan Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit Company.010/ 2008 tentang Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan.3. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-12/BL/2009 dated January 30.3.010/2008 regarding Investigation of Finance Company. These guidelines were expected to make the investigation toward Credit Guarantee and Credit Re-guarantee Companies conducted professionally. Bapepam and LK Regulation Number III.010/2008 regarding Investigation of Credit Guarantee and Credit Re-guarantee Companies. Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.3 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-14/BL/2009 dated January 30. and professional. 2009 regarding Clearing and Guarantee Institution Director.4. 7.7.B. 7. Dengan telah disusunnya pedoman pemeriksaan ini diharapkan pelaksanaan pemeriksaan terhadap Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit dilakukan secara profesional sehingga pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien.B. Tujuan penyempurnaan pedoman penilaian kemampuan dan kepatutan tersebut adalah untuk meningkatkan akuntabilitas dan menetapkan standar penilaian yang lebih wajar untuk kegiatan penilaian kemampuan dan kepatutan bagi direksi dan komisaris Perusahaan Perasuransian.C.A.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-14/BL/2009 tanggal 30 Januari 2009 tentang Direktur Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian The regulation was set in accordance with provisions under Article 2 item 3 of Minister of Finance Regulation Number 166/PMK. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-13/BL/2008 dated January 30. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-06/BL/2009 dated December 22. efektif dan efisien bagi Tim Penguji untuk melakukan penilaian kompetensi dan integritas direksi dan komisaris perusahaan perasuransian. efficient.4. so that the monitoring and supervision of such companies would be run effectively and efficiently. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-12/BL/2009 tanggal 30 Januari 2009 tentang Direktur Bursa Efek. 7.010/ 2008 tentang Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit. 2009 regarding Stock Exchange Director.117 Kepatutan Bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian. Selain itu. Additionally. 7.5.6. 2009 regarding Investigation Guidelines for Credit Guarantee and Credit Re-guarantee Companies Peraturan ini disusun dalam rangka melaksanakan Pasal 65 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 222/PMK. the revision was performed to make the existing guidelines be more systematical. 7.4.A. and Bapepam and LK Regulation Number III. Dengan telah disusunnya pedoman pemeriksaan ini diharapkan pelaksanaan pemeriksaan terhadap Perusahaan Pembiayaan menjadi lebih efektif dan efisien serta profesional. Bapepam and LK Regulation Number III.

Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP.M. Surat Berharga Negara.3. which was part of Registration Statement. dan dalam melakukan penilaian kemampuan dan kepatutan calon direktur SRO.8.A. Every SRO director candidate shall go through fit and proper test managed by Committee which was formed by Bapepam-LK Chairman. including reporting time acceleration. Clearing and Guarantee Institution.M. Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi proses rekrutmen calon direktur SRO sehingga terwujud SRO yang kokoh dan mampu berdaya saing. Masa eksposur dan bookbuilding memiliki periode waktu yang lebih efisien dan efektif dalam rangka menjamin kecukupan keterbukaan dan akses investor yang optimal. The Public Offering period turned to be more flexible and shorter so it could minimize the market risk accordingly.123/BL/2009 dated May 29.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Emiten dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum. Penyempurnaan peraturan ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan Efek yang transaksinya wajib dilaporkan kepada Bapepam-LK melalui Penerima Laporan Transaksi Efek. Sukuk. transaction of which was required to be reported to Bapepam-LK through Securities Transaction Report Receiver. termasuk percepatan waktu pelaporannya.8.4. transaction of which was obligated to be reported to Bapepam-LK through Securities Transaction Report Receiver.4.4. Exposure and book building was conducted with a more effective and efficient time frame to ensure the transparency adequacy with optimum investor»s access. Issuer could adjourn the Public Offering period for 3 (three) months at maximum following the effectiveness of Registration Statement or cancel it in the event that market condition got inconducive or emergency condition. and Central Securities Depository and Settlement Institution. dan Efek lain yang ditetapkan oleh Ketua Bapepam-LK.9. The regulation was aimed at improving the transparency of recruitment process of SRO directors to create a strong and competitive SRO. Government Bonds. Lembaga Kliring dan Penjaminan. was not limited to Bonds. Efek yang transaksinya wajib dilaporkan kepada Bapepam-LK melalui Penerima Laporan Transaksi Efek tidak hanya terbatas pada Obligasi namun mencakup seluruh Efek bersifat utang.2.Undangan Regulatory Penyempurnaan peraturan-peraturan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola bagi Self Regulatory Organisations (SRO) yang terdiri dari Bursa Efek. Komite dapat dibantu oleh narasumber dengan keahlian tertentu yang berasal dari luar Bapepam-LK. 7.123/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 Tentang Pelaporan Transaksi Efek Amendment on such regulation was to improve the effectivity and efficiency of Public Offering performance by providing protection to investors. In such fit and proper test for SRO director candidates. Masa Penawaran Umum lebih fleksibel dan dapat lebih singkat sehingga dapat meminimalkan risiko pasar. the Committee could have assistance from source-persons with specific skills coming from external Bapepam-LK. 2009 regarding Registration Procedures Pursuant to Public Offering Penyempurnaan peraturan ini adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Penawaran Umum dengan tetap memperhatikan perlindungan kepada masyarakat pemodal. Securities. apabila terjadi suatu kondisi pasar yang sangat tidak kondusif atau kondisi darurat lainnya di luar kendali Emiten dan berpotensi mengganggu kelangsungan usaha Emiten secara sangat signifikan. serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Setiap calon direktur SRO akan dilakukan fit and proper test oleh Komite yang dibentuk oleh Ketua Bapepam-LK. Bapepam and LK Regulation Number X. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. 7. which could significantly affect the Issuer»s business continuity. 2009 regarding Securities Transaction Reporting.9.118 Perundang . and other Securities determined by Bapepam-LK BAPEPAM . Sukuks. 7.A. but also included of all Debt Securities. occurred beyong Issuer control. Certain substances regulated were among others: Issuer allowed to announce the Brief Prospectus.2. 7. KEP. only after Bapepam-LK has reviewed the Registration Statement and granted its approval.4. Beberapa ketentuan pokok yang diatur antara lain Emiten hanya diperkenankan mengumumkan Prospektus Ringkas yang merupakan bagian dari Pernyataan Pendaftaran setelah dilakukan penelaahan oleh Bapepam-LK dan adanya pernyataan dari Bapepam-LK. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Dengan The amendments was intended to extend scope of Securities.3. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-122/BL/2009 dated May 29. KEP-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 Tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Amendments on such regulation were made to improve the guality of good corporate governance for Self Regulatory Organisations (SRO) comprising of Stock Exchange. Bapepam and LK Regulation Number IX. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.

7. or Securities Rating Company itself and Securities or company being rated. 7. commissioner. komisaris. Besides. atau bahkan Perusahaan Pemeringkat Efek itu sendiri memiliki kepentingan terhadap Efek atau perusahaan yang akan diperingkat.C. 7. KEP-151/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 tentang Perizinan Perusahaan Pemeringkat Efek Peraturan ini memuat ketentuan antara lain Kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek untuk melakukan kegiatan pemeringkatan secara independen dan dapat dipertanggungjawabkan.155/BL/2009 dated June 22. integrity requirements. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep.4.152/BL/2009 dated June 22. diatur pula beberapa batasan atau larangan jika Perusahaan Pemeringkat Efek akan melakukan pemeringkatan atas Efek yang diterbitkan oleh Pihak terafiliasi. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. 2009 The regulation contained of minimum provisions which had to be drawn up in Securities rating agreement between Securities Rating Company and the Party having its Securities rated. Bapepam and LK Regulation Number V. or rating upon Securities in which conflict of interest occurred between director. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep. obligation to own Rating Committee & Analyst.11.H.4 regarding Guidelines for Rating Agreement. pemisahan fungsi pemeringkatan. marketing.12. serta menjamin kerahasiaan seluruh informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh Perusahaan Pemeringkat Efek dalam menjalankan tugasnya.11. atau pemeringkatan atas Efek dimana direksi.H. Dewan Komisaris dan analis Perusahaan Pemeringkat Efek.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.4. persyaratan integritas. riset. kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek untuk memiliki prosedur dan metodologi pemeringkatan yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. 2009 regarding License of Securities Rating Company The regulation contained of provisions of Securities Rating Company Obligation to conduct accountable rating activities independently. 7. pemasaran dan kepatuhan dalam struktur organisasi perusahaan.10. Securities Rating Company Obligation to own systematic and accountable rating procedure and methodology.10. Bapepam and LK Regulation Number V.12.4.4 tentang Pedoman Perjanjian Pemeringkatan. kewajiban memiliki Komite Pemeringkat dan Analis. research. Bapepam and LK Regulation Number V.4. and compliance in company»s organizational structure. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep. Selain itu.4. Peraturan ini mewajibkan Perusahaan Pemeringkat Efek antara lain untuk melakukan reviu berkala (3 tahun sekali) atas prosedur dan metodologi pemeringkatan. 7. The amendments was expected to make the investors have proper information about actual condition of Securities trading as the public could have access to information related to such Securities trading in Securities Transaction Report Receiver. kompetensi dan keahlian bagi Direksi.3 tentang Perilaku Perusahaan Pemeringkat Efek.2. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.119 perubahan peraturan ini diharapkan masyarakat pemodal mempunyai informasi yang memadai mengenai kondisi aktual perdagangan Efek tersebut mengingat masyarakat dapat mengakses informasi terkait dengan perdagangan Efek tersebut di Penerima Laporan Transaksi Efek. Commissioners and analysts of Securities Rating Company. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. rating function separation.155/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 Chairman. 2009 The regulation made Securities Rating Company obligated to among others perform periodical review (every three years) on rating procedure and methodology.152/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 7.3 regarding Securities Rating Company Behaviour. competence & expertise for Directors. certain restrictions or prohibitions were regulated in the event that Securities Rating Company performed rating upon Securities issued by affiliated Party.H. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep.C. and to assure of confidentiality of all information obtained. Peraturan ini memuat ketentuan minimum yang harus dituangkan dalam perjanjian pemeringkatan Efek antara Perusahaan Pemeringkat Efek dengan Pihak yang meminta dilakukannya pemeringkatan Efek.4.H. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-151/BL/2009 dated June 22.

2009 The regulation contained of reporting obligation.4.F.g.4.K. Pokok pikiran dalam perubahan peraturan tersebut meliputi: 1) Daftar Efek Syariah yang semula hanya menyebutkan secara umum tentang Efek Syariah yang dapat dicantumkan dalam Daftar Efek Syariah.F.6 tentang Publikasi Oleh Perusahaan Pemeringkat Efek. keeping.F. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-153/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 Peraturan ini memuat kewajiban pelaporan. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-156/BL/ 2009 tanggal 22 Juni 2009 Peraturan ini mengatur kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek untuk mempublikasikan metodologi pemeringkatan serta publikasi atas hasil pemeringkatan Efek melalui website.F. 2009 regarding Criteria and Issuance of Sharia Securities List The regulation was intended to provide detailed regulation related to Party having approval from Bapepam-LK to act as issuer of Sharia Securities List. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.4.5 regarding Document Maintenance by Securities Rating Company.4. yaitu Undang-Undang tentang Dokumen Perusahaan dan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. perubahan struktur organisasi dan perubahan metodologi pemeringkatan.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. 7.14. yaitu laporan kegiatan tahunan serta laporan kegiatan operasional triwulanan. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-154/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 Peraturan ini mengatur kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek untuk mengadministrasikan.5 tentang Pemeliharaan Dokumen Oleh Perusahaan Pemeringkat Efek.: change of director. The substances in the amendment of such regulation were as follows: 1) Sharia Securities List that previously mentioned Sharia Securities in Sharia Securities List in general was changed into detailed Sharia Securities in Sharia BAPEPAM . or periodical report.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .14. 7.4.16.120 Perundang . maupun laporan yang bersifat berkala.4 tentang Laporan Perusahaan Pemeringkat Efek. menyimpan dan memelihara dokumen yang berkaitan dengan kegiatan operasionalnya dalam bentuk dokumen (hardcopy) atau dokumen elektronik (softcopy). Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-153/BL/2009 dated June 22.13.g. KEP-180/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah Peraturan ini dimaksudkan untuk mengatur secara lebih detail terkait dengan Pihak yang dapat disetujui BapepamLK sebagai penerbit Daftar Efek Syariah.: annual report and quarter report of operational activities. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-156/BL/2009 dated June 22. Peraturan Bapepam dan LK Nomor II. 7. 2009 The regulation regulated the Securities Rating Company obligations in administering.F. diubah dengan merinci Efek Syariah yang dapat dicantumkan 7. sesuai dengan bentuk dan batas waktu penyimpanan dokumen sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan yang berlaku. Bapepam and LK Regulation Number X.K.6 regarding Publication by Securities Rating Company.15. and rating methodology. e.4. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.4. which were Laws regarding Company»s Documents and Electronic Information & Transaction. organization structure.Undangan Regulatory 7.16.13. Bapepam and LK Regulation Number II.4. and maintaining documents related to its operational activities in hardcopy or softcopy according to document storage form and time limit as provisioned in the prevailing laws and regulations.15. baik yang bersifat insidentil. 7. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-154/BL/2009 dated June 22.1 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-180/BL/2009 dated June 30. 7. Bapepam and LK Regulation Number X. 7.4 regarding tentang Securities Rating Company Report.F. 2009 The regulation regulated the Securities Rating Company obligations to publish the rating methodology as well as publication of Securities rating result through the website. misalnya perubahan direksi. e. either incidental report. Bapepam and LK Regulation Number X. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.

asset under management of Investment Fund could only be invested in Securities listed on Sharia Securities List. Bapepam and LK Regulation Number IX. Later. from those previously included in DSN-MUI fatwa having been determined in Bapepam-LK regulation and DSN-MUI fatwa prior to the issuance of this regulation. Equity Securities or Sukuk issued and traded overseas could only become portfolio of Sharia Investment Fund if they were listed on Sharia Securities List. 2009 regarding Sharia Securities Issuance The regulation was to accomodate DSN-MUI fatwa which has not been covered in Bapepam-LK related rules. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Sharia Government Securities. Previously.13. which regulated Investment Manager obligation to sell Securities no longer included in Sharia Securities category within 2 (two) days. yaitu sebagai berikut: 1) Mengubah definisi Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal yang semula hanya mencakup fatwa DSN-MUI yang telah ditetapkan dalam peraturan Bapepam-LK serta fatwa DSN-MUI sebelum ditetapkannya peraturan ini. 7. was changed into Investment Manager obligation to sell Securities no longer included in Sharia Securities category soonest and to settle them by no later than 10 (ten) business days following the effective. Amendment on definition of Sharia Principles in Capital Market. Sedangkan Efek dengan jenis Saham maupun Sukuk yang diterbitkan dan diperdagangkan di luar negeri hanya dapat menjadi portofolio Reksa Dana Syariah apabila tercantum dalam Daftar Efek Syariah.13.17.13 as follows: 1). Dana kelolaan Reksa Dana Syariah yang semula diatur bahwa dana kelolaan Reksa Dana hanya boleh diinvestasikan pada Efek yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . diubah sehingga Manajer Investasi wajib menjual Efek yang tidak lagi termasuk dalam kategori Efek Syariah secepat mungkin dan diselesaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak Efek tersebut tidak lagi menjadi Efek Syariah.13.17. and sharia commercial paper could become portfolio of Sharia Investment Fund without the necessity to be listed on Sharia Securities List. Meanwhile. Securities List issued by Bapepam-LK or other Party as determined by Bapepam-LK. menjadi seluruh fatwa DSN-MUI sepanjang fatwa dimaksud tidak bertentangan dengan Peraturan Bapepam-LK yang didasarkan pada fatwa DSN-MUI.A. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-181/BL/2009 dated June 30.4.A. 7. 3) Provisions.A. KEP-181/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Penerbitan Efek Syariah Peraturan ini adalah untuk mengakomodasi fatwa DSN-MUI yang belum tertampung setelah dikeluarkannya Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. Mengubah ketentuan mengenai persyaratan bagi Pihak yang mengajukan diri sebagai penerbit Daftar Efek Syariah untuk memiliki standar prosedur operasi dengan merinci prosedur operasi apa saja yang paling sedikit wajib dimiliki oleh Pihak dimaksud. 2) 2) Asset under management of Sharia Investment Fund. such as Sukuk. 3) Ketentuan yang mengatur kewajiban Manajer Investasi untuk menjual Efek yang tidak lagi termasuk dalam kategori Efek Syariah dalam waktu maksimal 2 (dua) hari. to all DSN-MUI fatwa if so far such fatwa did not collide with Bapepam-LK regulation. several Sharia Securities.4.121 2) 3) dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK serta Efek Syariah yang dapat dicantumkan dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pihak lain yang disetujui Bapepam-LK.A. Additional new provisions which made Party having an approval from Bapepam-LK obligated to report Sharia Securities List issued on every May 31 and November 30 of the year.date of such Securities excluded from Sharia Securities. following the issuance of Bapepam and LK Regulation Number IX. Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. 2) 3) Amendment on provisions of requirements of Party intending to become issuer of Sharia Securities List to own standard operational procedures by elaborating the minimum operational procedures the concerning Party was obligated to obtain. diubah sehingga beberapa Efek Syariah seperti Sukuk. Menambah ketentuan baru yang mewajibkan kepada Pihak yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam-LK untuk melaporkan Daftar Efek Syariah yang telah diterbitkannya per tanggal 31 Mei dan 30 November setiap tahunnya. Surat Berharga Syariah Negara dan surat berharga komersial syariah dapat menjadi portofolio Reksa Dana Syariah tanpa harus tercantum dalam Daftar Efek Syariah.

In addition. Securities Price Valuation Institution was formed. 7. To ensure such pricing mechanism.122 Perundang .C.1 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-182/BL/2009 dated June 30.21. Untuk mewujudkan LPHE yang independen.C.4. KEP-182/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Laporan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian Penyempurnaan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada publik mengenai data kepemilikan 5% atau lebih saham Emiten atau Perusahaan Publik melalui pelaporan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) serta mengumumkannya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia.C.4. Bapepam and LK Regulation Number IX.4. Selain itu.4.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. 7.20. mengingat saat ini publik baru bisa mendapatkan informasi yang terbuka untuk publik tersebut setelah meminta kepada Bapepam-LK. independensi. 2009 regarding Guidelines for Valuation and Presentation of Capital Market Business Assessment Report The regulation was intended to increase the objectivity and quality of business assessment result. and competent Securities Price Valuation Institution.19.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. and to publish it to the public through Indonesia Stock Exchange as the public got such information from Bapepam-LK on request. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-412/BL/2009 dated November 25. and objectivity of Party performing activities as Business Appraiser. Penerbitan peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan obyektifitas dan kualitas hasil penilaian usaha.18. Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. reliable. Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII. the regulation was expected to encourage professionalism.20.18. independency.4.4. Penyempurnaan peraturan ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya mekanisme pembentukan harga (price discovery mechanism) dan likuiditas pasar Efek bersifat utang dan Sukuk.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .3 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-183/BL/2009 dated June 30. Untuk memastikan mekanisme pembentukan harga maka dibentuklah Lembaga Penilaian Harga Efek (LPHE).C. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. Bapepam and LK Regulation Number X. ketentuan mengenai kepemilikan saham LPHE oleh SRO tidak dibatasi. To create an independent. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.E.19. 7.1.21. maka dalam perubahan Peraturan ini. 2009 regarding Securities Price Valuation Institution Amendment on this regulation was intended to encourage the establishment of price discovery mechanism and market liquidity of Debt Securities and Sukuk. dan obyektifitas Pihak yang melakukan kegiatan sebagai Penilai Usaha. share ownership of Securities Price Valuation Institution by the SROs was not limited in this amendment.C. sehat dan tangguh. KEP-183/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek 7. dengan adanya peraturan ini maka diharapkan dapat mendorong profesionalisme.C.4.E. 7. Kep-340/BL/2009 tanggal 5 Oktober 2009 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha Pasar Modal 7.1. 2009 regarding Clearing and Guarantee Institution Report Amendment on this regulation was intended to improve the effectiveness of information delivery to the public concerning data of 5% ownership or more of Issuer or Public-listed Company shares through Clearing and Guarantee Institution Reporting.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Bapepam and LK Regulation Number V.Undangan Regulatory 7. 2009 regarding Affiliated Transaction and Conflict of Interest Transaction Amendment on this regulation was intended to provide easiness to Issuer or Public Company to perform its business activities by maintaining the public shareholders Penyempurnaan peraturan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi Emiten atau Perusahaan Publik dalam menjalankan kegiatan usahanya dengan BAPEPAM .3 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-340/BL/2009 dated October 5.4. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu 7. Bapepam and LK Regulation Number VIII.

Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number: Kep-413/BL/2009 dated 25 November 2009 regarding Material Transaction and Core Business Shifting Amendment on this regulation was intended to provide easiness to Issuer or Public-listed Company to perform its business activities by maintaining the public shareholders interest.22. Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.4. mengubah ketentuan mengenai kewajiban untuk terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS atas rencana Transaksi Material sehingga kewajiban untuk memperoleh persetujuan RUPS hanya diperlukan jika Transaksi Material mempunyai nilai lebih besar dari 50% dari ekuitas Perusahaan. to amend the provisions of obtaining general shareholders meeting approval for Material Transaction.D.50% transaction value against company equity was only required to provide information disclosure to Bapepam-LK.2. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-476/BL/2009 tanggal 23 Desember 2009 tentang Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal Penambahan ketentuan Prinsip Mengenal Nasabah (PMN) yang terkait dengan Pendanaan Kegiatan Terorisme dan Nasabah yang Berisiko Tinggi melakukan kegiatan terkait dengan tindak pidana pencucian uang dan/atau Pendanaan Kegiatan Terorisme antara lain Orang yang Populer Secara Politis (Politically Exposed Person). Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. a transaction with 20% or more transaction value against company equity.D. Material Transaction with 20% . Commissioners. anggota Dewan Komisaris. Menambah ketentuan mengenai harga saham.4. 7. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-476/BL/2009 dated 23 Desember 2009 regarding Knowing Your Customer Principles by Financial Service Provider in Capital Market Provision addition of Knowing Your Customer Principle related to Terorism Activities Funding and Customer with high potential to perform money laundering activites and/or Terorism Activities Funding were among others Politically Exposed Person. or preferred shareholders which can inflict financial loss to concerning Company. Sedangkan untuk Transaksi Material dengan nilai transaksi 20% sampai dengan 50% dari ekuitas Perusahaan hanya diwajibkan untuk melakukan keterbukaan informasi kepada Bapepam-LK.123 tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham publik.4. 7.23. Commissioners. Beberapa pokok perubahan yang diatur dalam peraturan ini adalah mengubah ketentuan mengenai penentuan nilai materialitas suatu transaksi sehingga transaksi yang dapat dikategorikan sebagai Transaksi Material adalah transaksi dengan nilai 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan. Memperluas cakupan definisi Transaksi Afiliasi.Δ It also broadened the definition scope of Affiliated Transaction. The substances of the regulation were to amend the provisions of materiality valuation of a transaction categorized as Material Transaction. a transaction with transaction value more than 50% of company equity. 7.4. Bapepam and LK Regulation Number V. In the regulation.23. or preferred shareholders of the CompanyΔ. Dalam peraturan ini definisi Benturan Kepentingan disempurnakan sehingga menjadi ≈Perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .10. Meanwhile.10. yaitu ≈Transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan atau Perusahaan Terkendali dengan Afiliasi dari Perusahaan atau Afiliasi dari anggota Direksi. definition of Conflict of Interest was revised into ≈Disparities between Company»s economical interest and personal economical interest of members of Directors.E. which were Issuer or Public Company shares. kegiatan usahanya termasuk Usaha yang Berisiko Tinggi (High Risk Business) dan asal atau kegiatan Nasabah di Negara yang Berisiko Tinggi (High Risk Countries).2. Amendment also made upon provisions of share price in term of Material Transaction object. lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-413/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Penyempurnaan peraturan ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi Emiten atau Perusahaan Publik dalam menjalankan kegiatan usahanya dengan tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham publik. business activity of whom was categorized as High Risk Business. dalam hal obyek Transaksi Material adalah saham Emiten atau Perusahaan Publik 7. atau pemegang saham utama PerusahaanΔ. and customer provenance or activity was in High Risk Countries.E.22. which was ≈Transaction being made by Company or Controlled Company with Affiliation from the Company or Directors. Bapepam and LK Regulation Number IX. atau pemegang saham utama yang dapat merugikan Perusahaan dimaksudΔ. interest. anggota Dewan Komisaris.

4.24. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-479/BL/2009 tanggal 31 Desember 2010 tentang Perizinan Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Manajer Investasi Materi Peraturan V.25.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek dengan beberapa penyesuaian.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . dan Akuntansi dan Keuangan. Such amendments were made due to certain provisions of regulation V. Human Resource development. Accounting.A.A. and Finance. Pengembangan Sumber Daya Manusia.D.Undangan Regulatory 7.1 regarding Licensing of Securities Company with several amendments. Perdagangan (dealing). Compliance.A. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.A.4.A.25.A.3 was basically adopted from regulation V. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-480/BL/2009 dated December 31. BAPEPAM .A. 2010 regarding Guidelines for the Performance of Investment Manager Functions The regulation was basically enforced the Investment Manager to have and perform the following functions: Investment. Research & Information Technology. Penanganan keluhan investor.3. Manajemen Risiko. Pemasaran.11. Trading (dealing). Bapepam and LK Regulation Number V. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme Manajer Investasi antara lain dilakukan dengan mewajibkan Manajer Investasi untuk memiliki dan menerapkan strategi manajemen risiko dan strategi kepatuhan serta memiliki unit kerja atau pejabat yang melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dari Manajer Investasi.24. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.1 were not applicable for Investment Manager business character. Risk Management. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-480/BL/2009 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi 7. Investor complaint handling.11.1 yang kurang sesuai dengan karakter usaha Manajer Investasi. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-479/BL/2009 dated December 31.3 pada dasarnya diadopsi dari Peraturan V. 2010 regarding Licensing of Securities Company Performing Business Activity as Investment Manager Regulation materials of V.3. Penyelesaian transaksi Efek. The efforts to improve Investment Manager quality and professionalism were conducted among others by having Investment Manager obligated to own and apply risk management and compliance strategies. Peraturan ini pada intinya mewajibkan Manajer Investasi untuk mempunyai dan melaksanakan fungsi-fungsi sekurang-kurangnya sebagai berikut: Investasi. 7. Kepatuhan. Riset dan Teknologi Informasi.124 Perundang . Bapepam and LK Regulation Number V.A. Securities transaction settlement.4. Penyesuaian tersebut dilakukan mengingat adanya beberapa ketentuan dalam Peraturan V. and to have business unit or officer with Investment Manager functions.D.4. Marketing. 7.

4. but also regulate Property Appraiser to comply with code of conducts and standards as determined by the association in sofar they did not collide with Regulation Number VIII. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-478/BL/2009 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal 7.4. BAS 10 menyajikan pandangan staf mengenai perlakuan akuntansi atas saldo selisih penilaian aset dan kewajiban dalam rangka kuasi reorganisasi. Dalam menggunakan Pendekatan Penilaian. among others.125 7. they were SAB 10 and 11. dan prosedur penilaian. and to provide misleading Property Valuation Report and/or let other Party deliver misleading Property Valuation Report. Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII.5 BULETIN AKUNTANSI STAF (BAS) 7.4. and to choose and apply appropriate Valuation Approach. Bapepam and LK Regulation Number VIII. Dalam ketentuan umum.C. yaitu BAS 10 dan 11. Meanwhile. 2 (two) bulletins were completed in 2009. diatur pula bahwa Penilai Properti wajib menaati kode etik dan standar yang ditetapkan oleh asosiasi sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Nomor VIII. Diatur pula beberapa larangan kepada Penilai Properti antara lain adalah bahwa Penilai Properti dilarang mengeluarkan 2 (dua) atau lebih hasil penilaian pada obyek penilaian yang sama dan untuk Tanggal Penilaian yang sama serta menghasilkan Laporan Penilaian Properti yang menyesatkan dan/atau membiarkan Pihak lain menyampaikan Laporan Penilaian Properti yang menyesatkan. Metode Penilaian. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Pada tahun 2009 dilakukan penyusunan 2 (dua) BAS.26.C.26. Certain prohibitions to Property Appraiser were also ruled. SAB reflects interpretations and practices of accounting and auditing provisions performed by staffs of technical bureau and Accounting Standard & Disclosure Bureau.4. they did not only regulate obligations of applying Market Value in every property valuation. selain diatur mengenai kewajiban menggunakan Nilai Pasar (Market Value) dalam setiap kegiatan penilaian properti.4. dan prosedur penilaian yang sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian.4. Penilai Properti wajib menggunakan paling kurang 2 (dua) Pendekatan Penilaian untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat dan obyektif serta memilih dan menerapkan Pendekatan Penilaian. SAB 11 were about accounting treatment of underpayment tax assessment.5 STAFF ACCOUNTING BULLETIN (SAB) BAS Buletin yang berisi interpretasi dan praktik terhadap suatu ketentuan di bidang akuntansi dan auditing yang dilaksanakan oleh staf di biro teknis dan Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan dalam melaksanakan tugasnya. and Procedure according to valuation purpose and objective. Property Appraiser was prohibited to issue 2 (two) or more valuation results upon similar valuation object and valuation date.C. Metode Penilaian. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-478/BL/2009 dated December 31. Method. In the event of violation in such valuation. and Procedure. Sedangkan BAS 11 menyajikan pandangan staf mengenai perlakuan akuntansi atas surat ketetapan pajak kurang bayar. In applying Valuation Approach. Bapepam-LK could perform specific review on the Property Valuation Report issued to have second opinion. Method. Dalam hal terdapat dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan penilaian maka Bapepam-LK dapat melakukan reviu khusus terhadap Laporan Penilaian Properti yang telah diterbitkan untuk memperoleh opini kedua. Property Appraiser was obligated to apply 2 (two) Valuation Approachs at minimum to get accurate and objective valuation result. 2010 regarding Guidelines for Assessment and Presentation of Property valuation Report in Capital Market In general provisions. SAB 10 showed staffs perspective on accounting treatment of the balance of assets valuation against the liabilities related to quasi organization. 7.C.

LK Continuous Improvement for a Brighter Future .126 BAPEPAM .

127 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

However. and Custodian Banks remained stable. Besides investigating alleged violation by PT Antaboga BAPEPAM .128 Penegakan Hukum. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement. Bapepam-LK consistently has conducted continuous law enforcement. enforcement in the form of administrative sanctions toward Issuers and Public-listed Companies increased in 2009 compared to that of in 2008. Kasus-kasus yang ditangani Bapepam-LK didominasi oleh kasus yang terkait dengan dampak akibat krisis keuangan global tahun 2008. Disamping terus menindaklanjuti dugaan pelanggaran Law enforcement in Capital Market industry faced extraordinary challenge throughout 2009. efficient. In contrary. Secara umum pelaksanaan penegakan hukum dalam bentuk pengenaan sanksi administratif terhadap Emiten dan Perusahaan Publik pada tahun 2009 meningkat dibandingkan tahun 2008 baik dari sisi jumlah pihak yang dikenakan sanksi dan jumlah nominal sanksi yang dikenakan. This condition may indicate an improvement in compliance level over market participants. and globaly competitive Capital Market. wajar. 8.1 PENEGAKAN HUKUM In order to create a fair. Manajer Investasi selama tahun 2009 mengalami penurunan sedangkan pengenaan sanksi administratif terhadap Lembaga Penunjang Pasar Modal yaitu Biro Administrasi Efek dan Bank Kustodian berada pada level yang sama dalam tahun 2009 dan 2008.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Representatives. orderly. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan para pelaku pasar yang semakin membaik. the number of administrative sanctions toward Capital Market Supporting Institutions. Shares Registrars.1 LAW ENFORCEMENT Penegakan hukum di bidang Pasar Modal mengalami tantangan tersendiri selama tahun 2009. efisien serta dapat berdaya saing secara global maka Bapepam-LK secara berkelanjutan melaksanakan penegakan hukum secara konsisten. Cases handled by Bapepam-LK were still dominated by those related to the impact of global financial crisis in 2008. Sedangkan pengenaan sanksi bagi Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek. either in terms of the number of parties imposed or in monetary value. In general. Sanction and Legal Counsel 08 Dalam rangka menciptakan Pasar Modal yang teratur. the number of sanctions toward Securities Companies. and Investment Managers decreased in 2009. 8.

Bapepam-LK kembali menangani kasus yang mengakibatkan kerugian nasabah yang dilakukan oleh pengurus dan pemegang saham. dan lain-lain. Penyajian Laporan Keuangan. Informasi atau Fakta Material Yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik. The number of cases investigated by Bapepam-LK. false trading. Sampai dengan penghujung tahun 2009. Bapepam-LK also developed application system to support the administration of formal and criminal investigation process.129 yang dilakukan oleh PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia dan PT Signature Capital Indonesia. Hal-hal tersebut dilakukan demi terwujudnya efektifitas dan efisiensi proses penanganan kasus yang dihadapi oleh Bapepam-LK. Cases involving Issuers and Public-listed Companies disclosures might be: violation against provisions of Affiliated and Conflict of Interest Transactions. yaitu kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. Bapepam-LK juga melakukan pembenahan-pembenahan khususnya di bidang penegakan hukum. Bapepam-LK telah melakukan penindakan terhadap berbagai macam pelanggaran dan kejahatan atau tindak pidana di bidang Pasar Modal. Bapepam-LK also investigated PT Sarijaya Permana Sekuritas case from which clients suffered losses due to its management and shareholders misconducts. etc. Kasuskasus yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi antara lain pelanggaran perilaku oleh Manajer Investasi dan pengelolaan Reksa Dana. perdagangan semu. Kasus-kasus dugaan pelanggaran di bidang pasar modal yang ditangani Bapepam-LK adalah kasus-kasus yang berkaitan dengan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik. The improvements were achieved by enhancing the quality and quantity of Bapepam-LK investigators. As financial industry recovered from the crisis. as mandated by Article 100 of Capital Market Law. Meningkatnya jenis dan kualitas pelanggaran di bidang Pasar Modal membutuhkan proses penegakan hukum yang lebih serius dan komprehensif. Pembenahan dilakukan dengan program peningkatan kualitas dan kuantitas pemeriksa dan penyidik di bidang pasar modal. Financial Statements. and Investment Management. Kasus-kasus yang berkaitan dengan Transaksi dan Lembaga Efek antara lain dugaan pelanggaran manipulasi pasar. Securities Transactions and Institutions. Kegiatan Pemeriksaan yang dilakukan Deltasekuritas Indonesia and PT Signature Capital Indonesia. Cases related to Securities Transactions and Institutions were market manipulation. Cases handled by Bapepam-LK included those related to Issuers and Public-listed Companies disclosures. Bapepam-LK carried out certain improvements essentially in law enforcement. Bapepam-LK juga sedang mengembangkan sistem aplikasi guna menunjang kelancaran proses administrasi pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Particular Shareholder Disclosures. Sejalan dengan pulihnya kondisi industri keuangan pasca krisis global. Material Transactions. Material Information which must be disclosed to Public. Moreover. Transaksi dan Lembaga Efek. di tahun 2009. The increasing number of the nature and quality of violation in Capital Market industry requires more serious and comprehensive law enforcement actions. was 121. and insider trading. Such efforts were taken for effectiveness and efficiency in enforcing the law. Kasus-kasus yang berkaitan dengan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik antara lain adanya dugaan pelanggaran terhadap ketentuan Transaksi Afiliasi dan yang mengandung Benturan Kepentingan. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . and use of funds raised from Public Offering. Bapepam-LK has imposed sanctions toward violations and crimes against Capital Market Law. Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. In addition to constructed database for investigated parties» profile. Transaksi Material. dan perdagangan orang dalam. Selain membangun pangkalan data mengenai profil pihak-pihak yang pernah diperiksa. Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu. By the end of 2009. dan Pengelolaan Investasi. cases related to Investment Management included misconduct behaviour by Investment and Mutual Fund managers.

On August 13.JKT. Pasal 55 (ayat 1) Kesatu KUHP yang dilakukan oleh Tersangka Edy Gono C. 17 kasus dikenakan sanksi oleh Bapepam-LK dalam bentuk Sanksi Administratif dan atau perintah untuk melakukan tindakan tertentu kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. there were 11 cases under criminal investigation process according to Article 101 of Capital Market Law. Selain itu. in his capacity as Director of PT Great River International Tbk. Article 93 jo.SEL).JKT. Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Issuer and Public-listed Companies disclosures 2.1. Pada tanggal 13 Agustus 2009. Furthermore. Pengelolaan Investasi Investment Management Penyidikan Criminal Investigation 11 Dari 121 kasus Pemeriksaan. and each defendant was obligated to pay a fine of Rp25 million.130 Penegakan Hukum. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan putusan atas kasus pelanggaran terhadap Pasal 104 jo. Selanjutnya.SEL). 22 kasus telah selesai diproses dan 99 kasus masih dalam proses pengenaan sanksi maupun dalam proses pemeriksaan. 17 out of the 22 cases were imposed administrative sanctions and/or instructions to conduct certain acts. 2009.S. 5 (lima) kasus ditutup karena tidak ditemukan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. terdapat 11 kasus dugaan tindak pidana di bidang Pasar Modal yang masih dalam proses Penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 Undang-Undang Pasar Modal. The District Court of South Jakarta has given 8 months in prison served as a sentence to the Defendants with 16 months on probation.1. Article 107 of Capital Market Law jo. 5 cases were closed due to insufficient evidence. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement. BAPEPAM . selaku Direksi PT Great River International Tbk. Pasal 107 UndangUndang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal jo. Table 8. Transaksi dan Lembaga Efek Securities Transaction and Institution 3.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Investigation Activities performed by Bapepam-LK in 2009 Jumlah Kasus Total 121 57 45 19 Pemeriksaan Investigation 1. Sanction and Legal Counsel Bapepam-LK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 Undang-Undang Pasar Modal sebanyak 121 kasus.B/2008/PN. (case number 2011/Pid. 1) of Criminal Code performed by Edy Gono et al. Jumlah Kegiatan Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Selama Tahun 2009 Jenis Kasus Cases Moreover. Of 121 investigation cases. the District Court of South Jakarta pronounced verdict upon violation against Article 104 jo.B/2008/ PN. Article 55 (par. 22 were completed and 99 were still in Sanction Committee or in process of investigation. Pasal 93 jo. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan pidana terhadap para Terdakwa masingmasing selama 8 (delapan) bulan penjara dengan masa percobaan selama 16 bulan dan membebankan kepada para Terdakwa untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp25 juta.(Nomor Perkara: 2011/Pid. Tabel 8. dari 22 kasus yang telah selesai diproses tersebut.

2. Case Handling in 2009 Jumlah Kasus (s.Ditutup Cases Closed Kasus Masih Dalam Proses Pemeriksaan dan Pengenaan Sanksi Cases under Investigation and Sanction process Jumlah / Total Table 8. has been preserved in handling cases with broader social impact and disrupting public trust. Bapepam-LK consistently and continuously improving the quality of its law enforcement. Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah menetapkan sanksi administratif sebagai berikut: a.400. there were 288 administrative sanction letters issued in form of fine to Issuers or Public-listed Companies up to the total amount of Rp8. Imposition of Administrative Sanctions Dalam rangka meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Pasar Modal.d. Therefore. akhir tahun) Total Cases (up to year-end) 22 17 5 99 121 Bapepam-LK senantiasa berkomitmen untuk menyelesaikan kasus-kasus dugaan pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal secara akuntabel dan profesional. sehingga tercipta iklim investasi yang kondusif pasar modal Indonesia.2 IMPOSITION OF SANCTION Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah menetapkan sanksi administratif sebagai berikut: 8.000. seperti Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung RI.2 PENETAPAN SANKSI Bapepam-LK committed to accomplish the cases of alleged violation against Capital Market Law and regulations accountably and professionally.703. Bapepam-LK imposed the following administrative sanctions: a. Bapepam-LK kept trying to be consistent by imposing administrative sanction.g. Sanksi Administratif Berupa Denda Pada tahun 2009 telah ditetapkan sebanyak 288 Surat Sanksi Administratif berupa denda kepada Emiten atau Perusahaan publik dengan total denda sebesar Rp8.1. Pengenaan sanksi terhadap Pihak yang terbukti melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku di Pasar Modal dan Lembaga Keuangan merupakan implementasi dari fungsi pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bapepam-LK. Administrative Sanctions in form of Fine In 2009. Bapepam-LK imposed the following administrative sanctions: 8.000. but the most important thing was to give deterrent effect so that a conducive investment climate in Indonesian capital market could be created. The administrative sanctions were given owing to certain violations against provisions of Capital Market regulation such as: delays of periodical or incidental reports submission or other cases. e.Sanksi Administratif Administrative Sanction . terus dilakukan khususnya terkait penanganan kasus-kasus yang memiliki dampak sosial yang lebih luas dan menyangkut kepercayaan publik. Koordinasi dan kerjasama antara Bapepam-LK dengan aparat penegak hukum lain.400. 8.2. Pengenaan sanksi kepada Pihak yang melakukan pelanggaran di Pasar Modal tidak semata-mata bertujuan untuk mendapatkan manfaat secara materil namun yang lebih penting adalah memberikan efek jera bagi para pelaku. Penanganan Kasus Hingga Akhir Tahun 2009 Penanganan Kasus Case Handled Kasus Selesai Complete Cases . Sanction imposition toward the Parties who were proven to have violated applicable provisions of Capital Market and Financial Institutions was an implementation of monitoring and supervision functions of Bapepam-LK.2.1 Penetapan Sanksi Administratif Throughout 2009. 8.703. maka Bapepam-LK secara konsisten dan terus menerus berupaya meningkatkan kualitas penegakan hukumnya.: National Police and Public Prosecutor. The sanction toward the Party conducting violation in Capital Market was not merely to get material benefits.2. Throughout 2009.-..Sanksi administratif ini ditetapkan karena adanya beberapa pelanggaran atas ketentuan peraturan di Pasar Modal baik karena keterlambatan penyampaian laporan berkala atau insidentil atau To improve the investor confidence to invest in Capital Market. Coordination and cooperation between Bapepam-LK and other law enforcers.131 Tabel 8. among Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK selalu berupaya untuk selalu bersikap konsisten dalam menetapkan sanksi administratif. Oleh karena itu.

-. in respect of transfer of incollectible fine receivable to Directorate General of State Assets Management (DJKN).000.000.000.000.800.-. and technical report. Sanksi administratif berupa denda yang telah ditetapkan kepada Perusahaan Efek baik yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek maupun Perantara Pedagang Efek selama tahun 2009 sebanyak surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp579. Berkaitan dengan jumlah pengenaan sanksi denda kepada industri Dana Pensiun.-. belum seluruh sanksi denda keterlambatan penyampaian laporan berkala tersebut dapat dialihkan kepada DJKN karena masih menunggu perubahan beberapa Peraturan Menteri Keuangan terkait dengan penyampaian laporan keuangan dan laporan aktuaris. Meanwhile.dan untuk Bank Kustodian telah dikeluarkan surat sanksi denda sebanyak 3 (tiga) surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp10.400.-.000. The administrative fine sanction was part of law enforcement related to the management and supervision of insurance industry.-.700. selama tahun 2009. Sanksi denda administratif merupakan bagian dari penegakan hukum terkait pembinaan dan pengawasan terhadap industri asuransi. Those sanctions were given due to late submission of periodical financial statements to Bapepam-LK. e. Ketentuan others: violation upon material transactions and rights..500.-. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement.000. Bapepam-LK imposed sanctions in form of fine to 77 Public Accountant with total amount of fine up to Rp114.-. 6 (six) Issuers or Publiclisted Companies submitted their objections.500.telah diselesaikan oleh Pendiri Dana Pensiun. Untuk pihak-pihak yang memperoleh izin.-.000. investment report.800..000...000. To Appraiser. Kepada Biro Administrasi Efek telah dikeluarkan sebanyak 3 (tiga) surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp7. From such total cases. From the total amount of fine imposed. Sementara itu. untuk tahun 2009 dikeluarkan sebanyak 42 surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp354. and 3 (three) sanction letters to Custodian Bank with total amount of fine up to Rp10. Pengenaan sanksi denda tersebut kepada Pendiri Dana Pensiun disebabkan oleh adanya keterlambatan penyampaian laporan berkala seperti laporan keuangan. untuk industri Dana Pensiun.600. Untuk Penilai dikeluarkan sanksi denda sebanyak 27 surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp113.000. laporan investasi dan laporan teknis .000.-. Sedangkan khusus sanksi denda untuk Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi.66% atau senilai Rp707.g.214.have been settled by the Founders of Pension Fund in 2009.200. Dari total denda yang ditetapkan di tahun 2009 tersebut sebanyak 87. persetujuan dan pendaftaran dari Bapepam-LK. pada tahun 2009 telah dikeluarkan sanksi denda sebanyak 77 surat sanksi kepada Akuntan dengan jumlah denda sebesar Rp114. 27 sanctions in form of fine were issued with total amount of Rp113.132 Penegakan Hukum.200.-. Administrative sanction in form of fine was also imposed on Securities Companies performing business activity as Securities Underwriters or Securities Broker Dealer in 2009 by 127 sanction letters with total amount of fine up to Rp579. Provisions of such BAPEPAM .Dana Pensiun kepada Bapepam-LK.596.700.000.. Bapepam-LK also imposed sanctions in form of fine by 3 (three) sanction letters to Securities Administration Agencies with total amount of fine up to Rp7.66% of which or equal to Rp707. fine sanction for late submission of periodical report could not be entirely transferred to DJKN as it needed amendments of Minister of Finance Regulation related to submission of financial statements and actuary reports.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .000. for Pension Fund industry.000.: actuary report. While 42 sanction letter were imposed to Securities Companies performing business activity as Investment Manager in 2009 with total amount of fine up to Rp354.-. Dari jumlah tersebut terdapat 6 (enam) Emiten dan Perusahaan Publik yang mengajukan keberatan.596. 87. Sanction and Legal Counsel karena kasus lainnya.214. Bapepam-LK telah mengeluarkan surat sanksi denda kepada 33 Pendiri Dana Pensiun dengan total denda senilai Rp807. laporan aktuaris.000. In 2009. Bapepam-LK imposed 33 sanction letters to the Founders of Pension Fund with total amount of fine up to Rp807.-. antara lain karena pelanggaran atas transaksi material dan hak memesan efek terlebih dahulu. terkait dengan pengalihan piutang denda macet kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).600.400.000. In accordance with the administrative sanction.

.-. Sanksi Administratif Berupa Peringatan Tertulis. Pengenaan sanksi denda administratif disebabkan karena adanya keterlambatan penyampaian laporan tahunan tahun 2008. Sanction in form of prohibition to become Director or Commissioner of Securities Company has been imposed to 1 (one) Investment Manager Director and 2 (two) Investment Manager Commissioners. Bapepam-LK imposed on non-fine administrative sanction in form of written admonition. 54 insurance companies were imposed on administrative fine sanction.has been paid by insurance companies. suspension of business activity. pada tahun 2009 Bapepam-LK juga telah menetapkan sanksi administratif yang bersifat non denda baik berupa peringatan tertulis. 2 (two) Securities Companies. The imposition of such administrative fine sanction was due to late submission of 2008 annual report. Likewise.730. causing a total fine of Rp1. pembekuan kegiatan usaha maupun pencabutan izin kepada pihak-pihak yang telah memperoleh izin.. Suspension of Business Activity. b. and the total of Rp24. atau pendaftaran dari Bapepam-LK.-..with total interest amount of Rp33.have been paid by insurance companies. Dari jumlah tersebut yang sudah dibayar oleh perusahaan perasuransian adalah sebesar Rp1.-.000.010/2009 tentang Sanksi Administratif berupa Denda dan Tata cara Penagihannya terhadap Perusahaan Asuransi.500. Jumlah piutang macet yang dilimpahkan adalah sebesar Rp278.000. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Interest shall be imposed on such delay of fine payment accordingly. Perusahaan Reasuransi atau Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi.000. Meanwhile.197. From the total amount. Selain itu.730.000. Jumlah denda yang dikenakan adalah sebesar Rp1. Administrative Sanction in form of Written Admonition.000. Pada tahun 2009 terdapat 54 perusahaan perasuransian yang dikenakan sanksi denda administratif. administrative sanction has been adjusted in 2009 through issuance of Minister of Finance Regulation Number 79/PMK. pada tahun 2009 Bapepam-LK juga sudah melimpahkan tagihan Denda Administratif dan Bunga Denda kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang sudah dikatagorikan sebagai piutang macet. Sedangkan Sanksi berupa larangan menjadi Direktur atau Komisaris pada Perusahaan Efek dikenakan kepada 1 (satu) Direktur Manajer Investasi dan 2 (dua) Komisaris Manajer Investasi.479. and Revocation of Business license Despite of administrative sanction in form of fine.500. In 2009. Reinsurance Company. Administrative Sanctions in form of Revocation of Business license were given to 3 (three) Investment Manager Representatives. only Rp1. Atas keterlambatan pembayaran denda tersebut juga dikenakan bunga.010/2009 regarding Administrative Sanction in form of Fines and Collection Procedures toward Insurance Company.500.133 mengenai sanksi administratif pada tahun 2009 telah disempurnakan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK. in 2009. The total amount of such trouble/incollectible receivable was Rp278.-.000.000. Administrative sanctions in form of written admonition have been granted to 1 (one) Investment Manager Commissioner.000. Sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha dikenakan kepada 3 (tiga) Wakil Manajer Investasi.721.479.000. or revocation of business license to parties having license. administrative sanctions in form of suspension of business activity have been granted to 3 (three) Public Accountants and 3 (three) Appraisers.740.000.740..000.000. approval or registration from Bapepam-LK.197. and 11 Issuers & Public-listed Companies.-.dan sudah dibayar oleh perusahaan perasuransian adalah Rp24.-. Sanksi administratif berupa pembekuan kegiatan usaha telah diberikan kepada 3 (tiga) Akuntan Publik/Kantor Akuntan Publik dan 3 (tiga) Penilai. Jumlah bunga selama tahun 2009 adalah sebesar Rp56. Sanksi administratif berupa peringatan tertulis telah diberikan kepada 1 (satu) Komisaris Manajer Investasi. Bapepam-LK has handed over Administrative Fine and Interest to DJKN categorized as trouble/incollectible receivable.721. Also.000. Total amount of interest payable in 2009 was Rp56. 2 (dua) Perusahaan Efek dan 11 Emiten dan Perusahaan Publik.500.dengan bunga sebesar Rp33. b.000. and Supporting Business of Insurance Company. persetujuan..-. Pembekuan Kegiatan Usaha Dan Pencabutan Izin Usaha Selain penetapan sanksi administratif berupa denda.

Bapepam-LK telah menetapkan sanksi peringatan tertulis hingga pencabutan izin usaha atas pelanggaran dalam kewajiban penyampaian laporan keuangan perusahaan pembiayaan dan juga sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan yang dilakukan Bapepam-LK terhadap perusahaan pembiayaan. Bapepam-LK imposed on written admonition sanction up to revocation of business license toward violation of financial statement obligation of Finance Companies and as a follow up upon investigation Bapepam-LK performed toward Finance Companies.700 - 14 1 2 1 1 3 4 1 3 1 - - - Sanksi administratif juga dikenakan terhadap perusahaan pembiayaan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.400 7.500 114.200 113. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement. (000) Denda Fine Jumlah Surat Sanksi Total Sanction Leter 288 42 127 27 77 3 3 - Table 8.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan.400 354. Sanksi Administratif Pada Industri Pasar Modal Pihak Party Rp. Throughout 2009.3.012/2006 regarding Finance Companies. Table 8.4 Sanksi Administratif Pada Perusahaan Pembiayaan Administrative sanction was also applied to Finance Companies pursuant to Minister of Finance Regulation Number 84/PMK.134 Penegakan Hukum.4 Administrative Sanction to Finance Companies Sanksi Sanction Jumlah Perusahaan Pembiayaan Total Finance Companies Pemberian Sanksi : Sanction Imposition Peringatan I 1st Admonition Peringatan II 2nd Admonition Peringatan III 3rd Admonition Pembekuan kegiatan usaha Suspension of business avtivity Pencabutan izin usaha Revocation of business lisense Pencabutan Sanksi : Sanction Annulment Peringatan I 1st Admonition Peringatan II 2nd Admonition Peringatan III 3rd Admonition Pembekuan kegiatan usaha Suspension of business avtivity 46 28 15 6 16 1 2 2 1 BAPEPAM . Tabel 8.3.800 10. Selama tahun 2009. Sanction and Legal Counsel Tabel 8.703.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Administrative Sanction In Capital Market Industry Peringatan Tertulis Written Admonition Pembekuan Suspension Pencabutan Revocation Emiten Issuer Manajer Investasi Investment Manager Wakil Manajer Investasi Investment Manager Representative Perusahaan Efek Securities Company Penilai Appraiser Akuntan Publik Public Accountant BAE Securities Administration Agency Bank Kustodian Custodian Bank Komisaris manajer Investasi Commissioner of Investment Manager 8.600 579.

The administrative sanctions comprised of 166 sanctions to insurance and reinsurance companies.5 Revocation of Insurance Company Business License Bidang Usaha Business Field Asuransi Kerugian General Insurance Pialang Reasuransi Reinsurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Nama Perusahaan Company Name PT Indo Trisaka PT Metanoia Mulia Sejahtera Reinsurance Brokers PT Tiara Okta Pratama PT Anserv Prima Pacific PT Upaya Jatama Sempurna PT VIG Indonesia PT Jaya Insurance Broker PT Buana Proteksi Prima Selama tahun 2009 Bapepam-LK juga telah mengeluarkan 505 sanksi administratif selain denda kepada perusahaan perasuransian. 6 (enam) perusahaan pialang asuransi dan 1 (satu) perusahaan pialang reasuransi. Throghout 2009. Bapepam-LK has also issued 505 non-fine administrative sanctions in 2009 to insurance companies. Keterangan Description 1 2 3 4 5 6 7 8 Sanksi Peringatan I 1st Admonition Sanction Sanksi Peringatan II 2nd Admonition Sanction Sanksi Peringatan III 3rd Admonition Sanction Pembatasan Kegiatan Usaha Restriction of business activity Sanksi Peringatan I Otomatis Automatic 1st Admonition Sanction Sanksi Peringatan I dan Terakhir 1st & Final Admonition Sanction Sanksi Peringatan II dan Terakhir 2nd & Final Admonition Sanction Penegasan Sanksi PKU PKU Sanction Confirmation Total Asuransi Kerugian General Insurance 47 10 3 0 30 4 0 0 Asuransi Jiwa Life Insurance 31 13 7 2 10 2 1 2 Reasuransi Reinsurance 4 0 0 0 0 0 0 0 Pialang Asuransi Insurance Broker 121 72 44 12 58 6 1 2 Pialang Reasuransi Reinsurance Broker 7 12 3 0 1 0 0 0 Total 210 107 57 14 99 12 2 4 94 68 4 316 23 505 Bapepam-LK menerbitkan surat pencabutan sanksi apabila penyebab dari pengenaaan sanksi tersebut telah diatasi oleh perusahaan. Selama tahun 2009.6.6. and 339 sanctions to supporting businesses of insurance company. yang terdiri dari 1 (satu) perusahaan asuransi kerugian.135 Selama tahun 2009. Sanction of Admonition and Business Activity Restriction to Insurance Companies No. the sanctions could be imposed in form of written admonition and business activity restriction. Detail of which are described in table as follows: Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Tabel 8. Sanksi administratif selain denda dapat berupa sanksi peringatan dan sanksi pembatasan kegiatan usaha. 135 pengenaan sanksi telah dicabut yang terdiri dari 65 pencabutan sanksi kepada perusahaan asuransi/reasuransi dan 70 pencabutan sanksi kepada perusahaan pialang asuransi/reasuransi dengan rincian sebagai berikut: Bapepam-LK issued sanction annulment in the event that the causes of such sanction imposition have been handled by the companies. Bapepam-LK telah mencabut izin usaha dari 8 (delapan) perusahaan Perasuransian. Bapepam-LK has revoked 8 (eight) business licenses from insurance companies comprising of 1 (one) general insurance. Sanksi Peringatan dan Pembatasan Kegiatan Usaha Pada Perusahaan Perasuransian Besides. 6 (six) insurance brokers.5 Pencabutan Izin Perusahaan Perasuransian Table 8. Despite of fine. and 1 (one) reinsurance broker. In 2009. Sanksi administratif tersebut terdiri dari 166 sanksi kepada perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dan 339 sanksi kepada perusahaan penunjang asuransi. 135 sanction have been annulled comprising of 65 sanction annulment to insurance/reinsurance companies and 70 sanction annulments to insurance/reinsurance brokers. Tabel 8. Table 8.

8. both civil or state administrative BAPEPAM .7. BapepamLK juga menghadapi gugatan baik perdata maupun tata As one of the government institutions. Tri Sunindyo Soni Atmodjo 1.7.1. Agis PT.3 8. 9. LEGAL COUNSEL & LITIGATION Case Handling Sebagai salah satu lembaga administrasi negara. Bapepam-LK has also handled objection submitted by Parties being imposed with sanction by Bapepam-LK. Buana Finance PT. Keterangan Description 1 2 3 4 Asuransi Kerugian General Insurance Asuransi Jiwa Life Insurance 19 1 0 Table 8.136 Penegakan Hukum. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement.8.1. Herman Juwono Ir. sebagai salah satu rangkaian dalam penegakan hukum. Bhuwanatala Indah Permai PT. 1 (one) Public Accountant. 7.A. 8. Sanction Annulment to Insurance Companies Reasuransi Reinsurance 2 0 0 Pialang Asuransi Insurance Broker 29 16 7 Pialang Reasuransi Reinsurance Broker 3 2 0 Total 5 6 Pencabutan Sanksi Peringatan I 23 Annulment of 1st Admonition Sanction Pencabutan Sanksi Peringatan II 3 Annulment of 2nd Admonition Sanction Pencabutan Sanksi Peringatan III 2 Annulment of 3rd Admonition Sanction Pencabutan Pembatasan Kegiatan Usaha 0 Annulment of Business Activity Restriction Pencabutan Sanksi Peringatan I dan Terakhir 3 Annulment of 1st & Final Admonition Sanction Pembatalan Sanksi Peringatan I 8 Annulment of 1st Admonition Sanction Total 39 76 22 9 1 0 4 0 5 0 3 0 0 4 5 0 0 7 16 24 2 65 5 135 c. 2. Objection upon Administrative Sanction In addition to the administrative sanction. Bank Eksekutif International PT.8. 3. Keberatan Atas Sanksi Administratif Selain penetapan sanksi administratif. 5. 4.3. 10. Dharma Samudera Fishing Industries PT. In 2009. objections from 7 (seven) Issuers. PELAYANAN HUKUM DAN LITIGASI Penanganan Perkara 8. Nama Name PT. 6. Bapepam-LK also dealt with lawsuits. Pihak Yang Mengajukan Keberatan No. Bapepam-LK juga melakukan proses keberatan yang diajukan oleh para Pihak yang telah dikenakan sanksi oleh Bapepam-LK.P. 1 (one) Appraiser. Pencabutan Sanksi Pada Perusahaan Perasuransian No.3. Sanction and Legal Counsel Tabel 8. 1 (satu) Penilai dan 1 (satu) Wakil manajer Investasi. List Of Appellants Status Status Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Kantor Akuntan Publik Public Accountant Penilai Appraiser Wakil Manajer Investasi Investment Manager Representative Tabel 8. List of Parties who submitted such objections is shown below: Table 8. 1 (satu) Kantor Akuntan Publik. CSM Corporatama K. Pada tahun 2009 telah diproses pengajuan keberatan dari 7 (tujuh) Emiten. Y.3 8. Eratex Djaja PT. and 1 (one) Investment Manager Representative have been processed. Pihak yang mengajukan keberatan tersebut adalah sebagai berikut: c. maka berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal. as part of law enforcement effort and pursuant to Capital Market Law.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

the Governor of Bank Indonesia (Central Bank) and Bapepam-LK. Legal Counsel Selain menangani perkara-perkara baik perdata maupun TUN.G?2008/PN.JKT. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . menjadi saksi ahli atas 17 perkara dan melakukan koordinasi masalah hukum dengan Kejaksaan Tinggi Jakarta sebanyak 2 (dua) kali.SEL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan antara Direksi dan Dewan Komisaris PT. Case Number: 142/G/2008/PT UN.137 usaha negara dari para pelaku pasar yang merasa tidak puas dengan keputusan atau ketetapan yang telah dibuat oleh Bapepam-LK. 2.G/2007/PN.JKT antara Menteri Keuangan RI Cq Bapepam-LK melawan PT Eurocapital Peregrine Securities. Tingkat I & Banding-MenangKasasi 2009-2010 Degree I Appeal-Win-Appeal to Supreme Court 2009-2010 Tingkat I & Banding-MenangKasasi 2009-2010 Degree I & Appeal-Win-Appeal to Supreme Court 2009-2010 Tingkat I-Menang.JKT antara Ketua Bapepam-LK melawan Soeseno Haryo Saputro. coming out from market players who dissatisfied with any decision or decree made by Bapepam-LK.SEL.3. Perkara Nomor : 1356/PDT. Case Number: 1404/Pdt.Berkekuatan Hukum Tetap-2009-persiapan PK-2010 Appeal Unacceptable-Permanent Force of Law 2009-PK preparation2110 Tingkat I & Banding-MenangKasasi 2009-2010 Degree I Appeal-Win-Appeal to Supremen Court 2009-2010 Proses Tk 1 -2009-2010 Degree I process 2009-2010 6. Bapepam-LK juga melakukan kegiatan pelayanan hukum yaitu menjadi saksi atau ahli dari kasus-kasus perdata maupun pidana yang diproses baik di kepolisian maupun di pengadilan.JKT. pursuant to prevailing laws and regulations governing capital market.9 Rincian Perkara Yang Ditangani No Nomor Perkara Case Numbet Perkara Nomor: 331/Pdt. BapepamLK provided legal counsel by becoming witness or expert of civil or criminal cases in police office or in court.JKT.JKT. Bapepam-LK provided legal counsel as witness for 18 cases.2. a case between Chairman of Bapepam-LK against PT. Case Number: 331/Pdt. Bank Global against Maria Susianti and Uung. Pemerintah RI Cq Menteri Keuangan RI Cq Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan.2. as expert witness for 17 cases. Pengadilan Tata Usaha Negara State Administrative Court Kasasi Kalah.SEL.9 Detailed Cases Handled Kompetensi Competence Pengadilan Tata Usaha Negara State Administrative Court Pengadilan Tata Usaha Negara State Administrative Court Pengadilan Tata Usaha Negara State Administrative Court Pengadilan Negeri Keterangan Description Tingkat I-MenangBanding 2009-2010 Degree I Win-Appeal 2009-2010 1. a case between Minister of Finance Cq bapepam-LK against PT eEurocapital Perkara Nomor : 159/G/2008/PTUN.JKT.JKT. cs. a case in District Court of South Jakarta.3.G/2009/PN.JKT. Bapepam-LK menangani perkara-perkara di Pengadilan sebagai berikut: Tabel 8.JKT antara Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan melawan PT. Case Number: 794/PDT.SEL. State Court 5. Gubernur Bank Indonesia dan Bapepam-LK. a case between Rudi Wirawan Rusli as litigant against Ahmad Fuad Rahmany. Putra Mandiri Finance. between Board of Director & Commissioners of PT.G/2008/PN.JKT. 4. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan melawan Gustiawan Ganinda. a case between investors of PT Sarijaya Permana Sekuritas against PT Sarijaya Permana Sekuritas Pengadilan Negeri State Court 7. International Nickel Indonesia. Bank Global melawan Maria Susianti dan Uung.G/2007/PN.G/2008/PN.SEL antara Nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas melawan PT Sarijaya Permana Sekuritas. the Government of the Republic of Indonesia Cq Minister of Finance Cq Director of Banking and Finance Companies. Case Number: 159/G/2008/PTUN. a case between PT. Chairman of Bapepam-LK against Gustiawan Ganinda Perkara Nomor : 88/G/2008/PTUN.PST. Therefore.PST antara Rudi Wirawan Rusli melawan Ahmad Fuad Rahmany. Aside from the above civil or state administrative. Pelayanan Hukum 8.JKT. Case Number: 88/G/2008/PTUN. Sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK melakukan kegiatan pelayanan hukum menjadi saksi atas 18 perkara. Putra Mandiri Finance.JKT. Perkara Nomor : 1404/Pdt. Untuk itu berdasarkan peraturan perundangundangan yang ada.SEL antara PT. and provided legal coordination with Public Prosecutor Jakarta twice.G/2009/PN. During 2009. International Nickel Indonesia.JKT. Case Number: 1356/PDT. selama tahun 2009. cs Perkara Nomor: 142/G/2008/PTUN.Berkekuatan Hukum Tetap-2009Degree I Win Permanent Force of Law 3. Bapepam-LK handled the following lawsuits in court in 2009: Table 8.G/2008/PN. Pengadilan Negeri State Court 8. Perkara Nomor : 794/PDT. a case between Chairman of Bapepam-LK against Soeseno Haryo Saputro.

PT Sentul City Tbk.1. 9. EmitenEmiten tersebut adalah PT Bank Agro Niaga Tbk.1. PT Polysindo Eka Perkasa Tbk. PT Polysindo Eka Perkasa Tbk.1. Selama tahun 2009 terdapat 4 (empat) Emiten yang melakukan restrukturisasi hutang melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. there were 4 (four) Issuers performing debt restructuring by increasing capital without issuing Pre-Emptive Right. The activity of stock issuance to creditor was conducted through a scheme called Paid-in Additional Capital without Pre-Emptive Right. The Issuers were PT Bank Agro Niaga Tbk. dan PT Teizin Indonesia Fiber Corporation Tbk.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .1 9. Kegiatan penerbitan saham kepada kreditur ini dilakukan melalui skema yang disebut dengan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. BAPEPAM .1 Debt Restructuring Debt restructuring was performed among others by issuing stocks to creditor for debt settlement.1 PENGAWASAN EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK Aksi Korporasi 9.1.1.1 Retrukturisasi Hutang Restrukturisasi hutang antara lain dilakukan dengan menerbitkan saham kepada kreditur sebagai bentuk pelunasan hutang. and PT Teizin Indonesia Fiber Corporation Tbk.1.138 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity 09 9. Throughout 2009. PT Sentul City Tbk.1 9.1 SUPERVISION ON ISSUER & PUBLIC COMPANY Corporate Action 9.

PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk. PT Cipendawa Tbk. selling. 9. Saham Bonus adalah saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. PT Matahari Putra Prima Tbk. PT Indoexchange Tbk. PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk. PT Indoexchange Tbk. PT Plaza Indonesia Realty Tbk. PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. participation in business entity. PT Asahimas Flat Glass Tbk. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. PT Itamaraya Tbk. transferring. while bonus shares coming from shares agio and or other equity elements than retained earning are not share dividends. 9. PT Surya Dumai Industri Tbk. PT Ancora Indonesia Resources Tbk.1. PT Wicaksana Overseas International Tbk. PT Indika Energy Tbk. Material transaction is defined as any share buying or selling. PT Jasa Marga Tbk. PT Indonesia Paradise Property Tbk. PT Bayan Resources Tbk.139 9. PT Leyand International Tbk.D. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk.E. sewa menyewa aset. dan PT Betonjaya Manunggal Tbk.E. PT International Nickel Indonesia Tbk. dengan nilai 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.1.5. buying. PT Bayan Resources Tbk. PT Wicaksana Overseas International Tbk. PT Surya Dumai Industri Tbk. PT Hero Supermarket Tbk. Bonus Shares coming from retained earning are share dividends.2 Distribution of Bonus Shares Bonus share distribution is conducted based on Bapepam and LK Regulation Number IX. project. PT Indika Energy Tbk. PT Apac Citra Centertex Tbk. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk. Bonus Shares are shares granted for free to shareholders based upon shares ownership. Pada tahun 2009. PT Asuransi Bintang Tbk. PT Jasa Marga Tbk. PT Gozco Plantations Tbk.1. PT Matahari Putra Prima Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. PT Pondok Indah Padang Golf Tbk. penjualan. tukar menukar atas segmen usaha atau aset selain saham. asset rental. sedangkan saham bonus yang berasal dari agio saham dan atau unsur ekuitas lainnya di luar saldo laba bukan merupakan deviden saham.2 Pembagian Saham Bonus Pelaksanaan pembagian saham bonus mengacu pada Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.D. tercatat satu perusahaan yang melakukan pembagian saham bonus yaitu PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. PT Gozco Plantations Tbk. proyek. PT Plaza Indonesia Realty Tbk. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . PT Itamaraya Tbk. PT Pacific Utama Tbk. Saham bonus yang berasal dari saldo laba merupakan deviden saham. PT Intiland Development Tbk.1. yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan/ kegiatan. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. placing asset as collateral.5. Emiten-Emiten tersebut adalah PT Jaya Pari Steel Tbk. PT Asuransi Bintang Tbk. dan/atau kegiatan usaha tertentu. In 2009.2 yang dimaksud dengan Transaksi Material adalah setiap pembelian atau penjualan saham. PT Bank Danamon Indonesia Tbk.3 Transaksi Material Sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. and/or specific business activity. there were 34 Issuers performing Material Transaction. dan/atau memberikan jaminan perusahaan. PT Elnusa Tbk.3 Material Transaction Pursuant to Bapepam and LK Regulation Number IX.1. PT Ancora Indonesia Resources Tbk. PT Holcim Indonesia Tbk. 9. PT Elnusa Tbk. PT Leyand International Tbk. PT Asahimas Flat Glass Tbk. PT Cipendawa Tbk. pinjam meminjam dana. PT Hero Supermarket Tbk. pengalihan. PT Indonesia Paradise Property Tbk. lending borrowing fund. PT Apac Citra Centertex Tbk. PT Intiland Development Tbk. and PT Betonjaya Manunggal Tbk. there was only one company that performed share bonus distribution that is PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.1. PT Delta Dunia Property Tbk. and/or providing company guarantee up to 20% or more of Company»s equity which is performed once or in a serial of transactions for certain purpose/activity. menjaminkan aset. PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. PT Pondok Indah Padang Golf Tbk.2. Dalam tahun ini terdapat 34 Emiten yang melakukan Transaksi Material. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. penyertaan dalam badan usaha.1. pembelian. PT Pacific Utama Tbk. In 2009. PT International Nickel Indonesia Tbk. PT Delta Dunia Property Tbk. exchanging of business segment or asset other than shares. PT Holcim Indonesia Tbk.1. They were PT Jaya Pari Steel Tbk.

1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. Untuk melakukan perubahan kegiatan usaha utama Emiten atau Perusahaan Publik wajib mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. PT Wijaya Karya Tbk. Besides. Transaksi afiliasi adalah Transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan atau Perusahaan Terkendali dengan Afiliasi dari Perusahaan atau Afiliasi dari anggota Direksi. Affiliated Transaction is transaction made by Company or Controlled Company with any party affiliated to the Company or member of Board of Directors. Apabila Perseroan dihadapkan pada suatu kondisi dimana pilihan terbaik bagi Perseroan adalah untuk melakukan transaksi yang mengandung benturan kepentingan. the Company is also obligated to provide information disclosure documents to Bapepam-LK on the same date of general independent shareholders meeting notification. PT Petrosea Tbk. PT Bank BNI Tbk. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Selama tahun 2009 tercatat 4 (empat) Emiten yang melakukan perubahan kegiatan usaha utama. dan PT Panin Life Tbk.E. 9. PT Matahari Putra Prima Tbk. PT Jaya Real Property Tbk. In 2009. member of Board of Commissioners. Kegiatan Usaha Utama perusahaan adalah kegiatan usaha sesuai dengan yang tercantum dalam anggaran dasar perseroan dan telah dijalankan. PT Panin Life Tbk. there were 4 (four) Issuers conducting change of core business activity. PT Petrosea Tbk.1. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.1 regarding Affiliated Transaction and Conflict of Interest Transaction.1. Terdapat 38 Emiten yang melakukan Transaksi Afiliasi dan atau Benturan Kepentingan selama tahun 2009 yaitu PT Astra International Tbk.1. PT Singer Indonesia Tbk. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan adalah transaksi dimana terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Emiten atau Perusahaan Publik dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direktur.4 Perubahan Kegiatan Usaha Utama Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.1. PT Indoexchange Tbk. Issuer Public Company is also obligated to provide information disclosure upon such transaction to Bapepam-LK or shareholders before the General Shareholders Meeting is held.5 Affiliated Transaction and Conflict of Interest Affiliated Transaction and Conflict of Interest are regulated in Bapepam and LK Regulation Number IX. management of Issuer or Public Company is required to obtain approval beforehand from independent shareholders through General Shareholders Meeting. PT Wijaya Karya Tbk. PT Pondok Indah Padang Golf Tbk.2. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. PT Bank BNI Tbk. maka manajemen Emiten/Perusahaan Publik wajib meminta persetujuan terlebih dahulu kepada pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham. PT Ancora Indonesia Resources Tbk. anggota Dewan Komisaris atau pemegang saham utama yang dapat merugikan Emiten atau Perusahaan Publik. Selain itu Perseroan juga wajib menyampaikan dokumen keterbukaan informasi kepada Bapepam-LK bersamaan dengan pengumuman penyelenggaraan rapat umum pemegang saham independen. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk. PT Millenium Pharmacon International Tbk. Emiten atau Perusahaan Publik juga wajib untuk menyampaikan keterbukaan informasi atas transaksi tersebut baik kepada Bapepam-LK maupun kepada pemegang saham sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham. yaitu PT Delta Dunia Property Tbk.1.E. Issuer or Public Company is required to get approval from General Shareholders Meeting. PT Panin Life Tbk. PT Jaya Real Property Tbk. namely PT Delta Dunia Property Tbk.140 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity 9. In the event that company has to cope with certain condition insisting the company to make the best effort by performing conflict of interest transaction. or Company»s main shareholders that can inflict loss to Issuer or Public Company.E. company»s Core Business Activity is business activity which has been defined in company»s article of association and has been conducted. anggota Dewan Komisaris. PT Indoexchange Tbk. they were: PT Astra International Tbk. There were 38 Issuers performing Affiliated and or Conflict of Interest Transactions in 2009. PT Cowell Development Tbk. or Company»s main shareholders.5 Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. 9. PT Millenium Pharmacon International Tbk. Conflict of interest transaction is a transaction where there is difference between economical interest of Issuer or Public Company and personal economical interest of member of Board of Directors. PT Matahari Putra Prima Tbk.E. PT Pacific Utama Tbk. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. PT Singer Indonesia Tbk. and PT Panin Life Tbk. Additionally. PT Pondok Indah Padang Golf Tbk. PT Ancora Indonesia Resources Tbk. PT 9.4 Change of Core Business Activity As stipulated in Bapepam and LK Regulation Number IX.2. To change core business activity. PT Pacific Utama Tbk. atau pemegang saham utama Perusahaan. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk. PT Cowell Development Tbk.1. member of Board of Commissioners. PT Pacific BAPEPAM .1.1. Di samping itu.

In 2009. Dalam tahun 2009. PT Asahimas Flat Glass Tbk. 9. PT Tempo Scan Pacific Tbk.1. melakukan penggabungan nilai nominal saham. Merger is a legal action performed by one company or more to merge with an existing company and the merged one shall dissolve itself afterward. PT Unilever Indonesia Tbk. 9. PT Cahaya Kalbar Tbk. 9.G. PT AKR Corporindo Tbk. stock split is performed.1. PT Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk.7 Penggabungan Nilai Nominal Saham Berlawanan dengan pemecahan nilai nominal saham. there was PT Pacific Utama Tbk. dan PT Jaya Pari Steel Tbk. PT Yanaprima Hastapersada Tbk.1. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . and PT Jaya Pari Steel Tbk. There were 4 (four) Issuers performing merger in 2009. PT Aneka Tambang Tbk. and they were PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk and PT Multi Agro Persada Tbk. PT Leyand International Tbk. Issuer or Public Company can also perform reverse stock split. PT Adaro Energy Tbk.1.8 Penggabungan Usaha Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. Untuk menghindari menurunnya tingkat likuiditas saham. PT Leyand International Tbk. PT International Nickel Indonesia Tbk. 9. PT Tripolyta Indonesia Tbk. PT Aneka Tambang Tbk. PT Betonjaya Manunggal Tbk. PT Bayan Resources Tbk. PT Yanaprima Hastapersada Tbk. PT BAT Indonesia Tbk and PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Utama Tbk.1.7 Reverse Stock Split Contrary to stock split. To avoid share liquidity declining. Stock split is also intended to make the company»s shares increased in term of public shares circulated.1.1. PT Bentoel Internasional Investama Tbk.1. Emiten yang melakukan penggabungan usaha selama tahun 2009 adalah sebanyak 4 (empat) perusahaan yaitu PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dengan PT Multi Agro Persada Tbk. PT AKR Corporindo Tbk PT Holcim Indonesia Tbk.1. PT Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk. tidak terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang melakukan pemecahan nilai nominal saham. maka dilakukan pemecahan nilai nominal saham. PT Tempo Scan Pacific Tbk. PT Itamaraya Tbk. 9. dan PT BAT Indonesia Tbk dengan PT Bentoel Internasional Investama Tbk. It is conducted to make the investors especially non-institutional investors more interested in making shares transaction as the market price gets lower due to stock split. PT International Nickel Indonesia Tbk.1. 9. PT Betonjaya Manunggal Tbk. The legal action is taken for business purpose or company strategy in dealing with positive business competition or anticipating policy change. Perbuatan hukum ini dilakukan baik untuk tujuan bisnis maupun strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha yang sehat maupun mengantisipasi perubahan kebijakan. Pengabungan Usaha merupakan perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan yang telah ada dan selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri menjadi bubar.1. PT Cahaya Kalbar Tbk. PT Itamaraya Tbk. PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Pemecahan nilai nominal saham juga dimaksudkan agar saham perseroan mengalami peningkatan dari segi jumlah yang beredar di masyarakat. PT Davomas Abadi Tbk. PT Holcim Indonesia Tbk. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. In 2009. PT Apac Citra Centertex Tbk. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk.1.6 Pemecahan Nilai Nominal Saham Nilai nominal suatu saham dapat menentukan tingkat likuiditas saham di bursa karena dengan nilai nominal yang tinggi maka secara relatif menurunkan tingkat likuiditas saham tersebut. maka Emiten maupun Perusahaan Publik dapat pula melakukan pengabungan nilai nominal saham. PT Asahimas Flat Glass Tbk. performing reverse stock. Pada tahun 2009 tercatat PT Pacific Utama Tbk. Hal ini dimaksudkan agar investor khususnya pemodal non lembaga akan lebih bergairah untuk melakukan transaksi atas saham apabila harga pasarnya lebih rendah sebagai akibat dari pemecahan nilai nominal saham.1. there was no Issuer or Public-listed Company that performed stock split.8 Merger Referring to Bapepam and LK Regulation Number IX.141 Pacific Utama Tbk. PT Central Proteinaprima Tbk.G.1. PT Davomas Abadi Tbk. PT Adaro Energy Tbk. PT Bayan Resources Tbk.6 Stock Split Nominal value of a stock can determine shares liquidity level in stock exchange as high nominal value can relatively reduce the liquidity level of such shares. PT Central Proteinaprima Tbk. PT Tripolyta Indonesia Tbk. PT Unilever Indonesia Tbk. PT Apac Citra Centertex Tbk.

PT Kalbe Farma Tbk terhadap PT Enseval Megatrading Tbk. Pihak yang melakukan penawaran tender sebagai akibat dari transaksi pengambilalihan saham Emiten atau Perusahaan Publik selama tahun 2009 adalah 8 (delapan) perusahaan. terhadap PT BristolMyers Squibb Indonesia Tbk. Qatar Telecom toward PT Indosat Tbk. toward PT Multi Agro Persada Tbk. This corporate action is one of the ways to save Issuer/Public Company that is suffered from substantial negative retained earning but the company actually has good business prospect. performed Quasi Reorganization. melakukan Kuasi Reorganisasi.Ltd. PT Kalbe Farma Tbk toward PT Enseval Megatrading Tbk. yaitu British American Tobacco (2009 PCA) Limited terhadap PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Malvolia Pte. sementara perusahaan tersebut sesungguhnya memiliki prospek usaha yang baik.9 Tender Offer Bapepam and LK Regulation Number IX. Qatar Telecom terhadap PT Indosat Tbk.Ltd.1. Taisho Pharmaceutical Co. Trust Energy Resources Pte. There were 8 (eight) companies that performed tender offer on mandatory as the result of Issuer or Public Company take over.1. terhadap dan PT Itamaraya Tbk.11 Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan Program ini merupakan penawaran saham dan atau penawaran opsi atas saham baik kepada manajemen maupun karyawan.11 Employee Stock Ownership Program This program is a stock and or stock option offering to management or employee. and PT Indika Energy Tbk toward PT Petrosea Tbk. Aksi korporasi ini merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan Emiten atau Perusahaan Publik yang terbebani dengan saldo laba negatif yang material.1. Penawaran tender dapat dilakukan atas inisiatif pihak tertentu itu sendiri atau merupakan kewajiban sebagai akibat dari transaksi pengambilalihan saham Emiten atau Perusahaan Publik atau pelaksanaan dari perubahan status Emiten atau Perusahaan Publik menjadi perusahaan tertutup. Malvolia Pte.1.1. Tujuan dari program ini antara lain untuk memberikan penghargaan kepada manajemen dan 9.9 Penawaran Tender Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.1.1. Tahun 2009 tercatat PT Sierad Produce Tbk. toward PT Itamaraya Tbk.1 defines Tender Offer as an offer through mass media to get Equity Securities by buying or exchanging them with other Securities. 9.142 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity 9. it was recorded that PT Sierad Produce Tbk. Pihak yang melakukan penawaran tender atas inisiatif sendiri selama tahun 2009 adalah 1 (satu) perusahaan. HSBC Asia Pacific Holdings (Uk) Limited toward PT Bank Ekonomi Raharja Tbk.Ltd. Trust Energy Resources Pte. Taisho Pharmaceutical Co. Party that performed tender offer upon its initiative during 2009 was Kestrel Wave Investment Limited toward PT Citra Tubindo Tbk. HSBC Asia Pacific Holdings (Uk) Limited terhadap PT Bank Ekonomi Raharja Tbk dan PT Indika Energy Tbk terhadap PT Petrosea Tbk. The purposes of this program are among others to give appreciation to the management or employee for the contribution toward Issuer/Public-listed BAPEPAM .L. Quasi reorganization is a reorganization action performed by revaluing assets and liabilities accounts at fair value and eliminating negative retained earning or deficit.1. 9. 9.Ltd. Ltd. Kuasi reorganisasi merupakan tindakan reorganisasi yang dilakukan dengan menilai kembali akunakun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif atau defisit. terhadap PT Multi Agro Persada Tbk. namely British American Tobacco (2009 PCA) Limited toward PT Bentoel Internasional Investama Tbk.1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .1.1.1 mendefinisikan Penawaran Tender sebagai penawaran melalui media massa untuk memperoleh Efek bersifat ekuitas dengan cara pembelian atau pertukaran dengan Efek lainnya.F.1.L.F.10 Quasi Reorganization Every Issuer or Public Company that will perform quasi reorganization must comply with provisions as determined in Bapepam and LK Regulation Number IX. yaitu Kestrel Wave Investment Limited terhadap sahamsaham PT Citra Tubindo Tbk. shares. 9. In 2009.1. Ltd. Tender Offer can be conducted upon initiative of certain party or on mandatory as the result of Issuer or Public Company take over or an execution of going private process. toward PT Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk.10 Kuasi Reorganisasi Setiap Emiten atau Perusahaan Publik yang akan melakukan kuasi reorganisasi wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.1.

B. Maksud dan tujuan dari pelaksanaan aksi korporasi ini antara lain adalah untuk meningkatkan likuiditas saham.1. and PT Medco Energi Internasional Tbk. 9. 9. 9. This action must comply with provisions as determined in Bapepam and LK Regulation Number XI. Selain itu. PT Perusahaan Gas Negara Tbk.12 Perubahan Status Perseroan Terbuka Menjadi Perseroan Tertutup Perubahan Status Perseroan Terbuka Menjadi Perseroan Tertutup merupakan langkah yang berlawanan dengan penawaran umum saham. or to reduce paid-up capital. There was no Issuer or Public Company went private In 2009. The regulation was expected to minimize composite stock price index downturn at stock exchange as the impact of global financial crisis that Laporan Tahunan 2009 Annual Report .B. Dalam tahun ini terdapat 2 (dua) Emiten yang melaksanakan program kepemilikan saham oleh karyawan yaitu PT Metrodata Electronics Tbk.12 Go Private Going Private is the opposite action of public offering. to get profit by reselling the shares when the price is on the rise.B.14 Share Buyback During Crisis In 2008.2 which. yaitu PT Panin Insurance Tbk. Peraturan tersebut diharapkan dapat mengurangi penurunan indeks harga saham gabungan di bursa sebagai Company performance. the program is also intended to improve the motivation and commitment to the company by creating sense of belonging in the management or employee toward the Issuer/Public-listed Company. a place where they work.1. 9.1. namely PT Panin Insurance Tbk.1.1.3 regarding share buyback during the crisis. program ini juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan komitmen terhadap perusahaan dengan menciptakan rasa memiliki dari para manajemen dan karyawan terhadap Emiten/Perusahaan Publik tempat mereka bekerja. among others.1.1. There were 4 (four) Issuers or Public Companies which performed share buyback in 2009.14 Pembelian Kembali Saham pada Masa Krisis Pada tahun 2008 Bapepam-LK mengeluarkan peraturan baru yaitu Peraturan Bapepam dan LK Nomor XI.1. there were 2 (two) Issuers which performed stock ownership program by employee. PT Ace Hardware Tbk. PT Ace Hardware Tbk. Aksi ini wajib mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor XI.13 Share Buyback Share buyback is an action taken by Issuer or Public Company to repurchase shares that has been offered to the public.143 karyawan atas kontribusi terhadap kinerja Emiten/ Perusahaan Publik.1.1.1. requires an Issuer or Public Company to obtain approval from the shareholders. dan PT Polysindo Ekaperkasa Tbk. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. memperoleh keuntungan dengan menjual kembali setelah harga mengalami kenaikan. dan PT Medco Energi Internasional Tbk. Emiten atau Perusahaan Publik yang melakukan pembelian kembali saham selama tahun 2009 adalah sebanyak 4 (empat) perusahaan. Besides. In 2009. 9. The purpose and objective of this corporate action are among others to improve the share liquidity. Pada tahun 2009 tidak terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang melakukan perubahan status perseroan terbuka menjadi perseroan tertutup. It is performed by specific shareholders of Issuer or Public Company to repurchase shares circulated in the public that will cause such company no longer qualified as an Issuer or Public Company.2 yang antara lain mewajibkan adanya persetujuan pemegang saham. either through stock exchange or over the counter. Tindakan ini dilakukan oleh pemegang saham tertentu Emiten atau Perusahaan Publik untuk membeli kembali saham-saham yang beredar di masyarakat sehingga mengakibatkan perseroan tersebut tidak lagi memenuhi syarat-syarat sebagai Emiten maupun Perusahaan Publik. atau sebagai langkah untuk mengurangi modal disetor.1.13 Pembelian Kembali Saham Pembelian kembali saham merupakan tindakan yang dilakukan oleh Emiten maupun Perusahaan Publik untuk membeli kembali saham yang telah ditawarkan kepada masyarakat baik melalui bursa maupun di luar bursa. Bapepam-LK released new regulation which was Bapepam and LK Regulation Number XI.3 mengenai pembelian kembali saham pada masa krisis. 9. they were PT Metrodata Electronics Tbk. and PT Polysindo Ekaperkasa Tbk.B.

2.1. peraturan terkait dengan kewajiban penyampaian laporan mencakup batas waktu penyampaian dan substansi laporan. PT Kageo Igar Jaya Tbk.1 Laporan Berkala Laporan berkala yang wajib disampaikan Emiten atau Perusahaan Publik mencakup laporan tahunan. PT Media Nusantara Citra Tbk. PT Jaya Real Property Tbk. regarding Obligation of Issuer or Public Company to Submit Annual Report. PT Kalbe Farma Tbk. peraturan terkait dengan kewajiban penyampaian laporan mencakup batas waktu penyampaian dan substansi laporan. 9. PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. To facilitate investors to get relevant and proper information for their investment decision-making. there were 11 companies performing share buyback. By such regulation. PT Bakrieland Development Tbk. PT Global Mediacom Tbk PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. semi-annual financial reports. In the event that such annual report has been available for shareholders before the time frame ends. Kualitas keputusan investor sangat tergantung dari kualitas informasi yang mendasarinya sebagaimana didukung oleh Hipotesa Pasar Modal Efisien. relevant regulations of such information distribution include reporting time frame and report substance. Issuer or Public Company is obligated to provide periodic or incidental reports. dan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum. and they were PT Adhi Karya (Persero) Tbk.1. during crisis Issuer or Public Company can perform share buyback under certain flexible provisions such as being exempted from the obligation to obtain General Shareholders Meeting approval. Quality of investor decision depends a lot on quality of information received as supported by Efficient Capital Market Hypothesis. maka Emiten atau Perusahaan Publik diwajibkan menyampaikan laporan baik yang bersifat berkala maupun insidentil. serta tidak adanya pembatasan besarnya volume pembelian kembali saham dalam satu hari. being exempted from the limitation of share buyback volume in one day. Untuk memfasilitasi agar investor mendapat informasi yang relevan dan memadai bagi pengambilan keputusan investasi.6.1 Annual Report Pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X. and PT London Sumatra Indonesia Tbk. Oleh karena itu. tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. PT Global Mediacom Tbk. PT Adhi Karya (Persero) Tbk.1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .1.K. PT Jaya Real Property Tbk. 9.1. PT Ace Hardware Indonesia Tbk. 9.1 Periodic Report Issuer or Public Company is obligated to provide periodic reports comprising of annual report. 9.6.1. 9. laporan keuangan tahunan. laporan keuangan tengah tahunan.2.1. and report of fund received from public offering.1.K. Oleh karena itu. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Every Issuers or Public Company is obligated to submit annual report to Bapepam-LK by no later than 4 (four) months from the end of the last book year.1 Laporan Tahunan Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.2 Reporting Obligation Keterbukaan informasi merupakan hal yang sangat penting di Pasar Modal. PT Kalbe Farma Tbk.2. 9. batas maksimal menjadi 20% dari modal disetor. annual financial statements. reducing the maximum limit of paid-up capital to only 20%. dan PT London Sumatra Indonesia Tbk. In 2009. Emiten/Perusahaan Publik yang melakukan pembelian kembali saham dengan peraturan ini pada tahun 2009 adalah sebanyak 11 perusahaan yaitu.144 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity dampak dari krisis keuangan global yang melanda pasar modal di seluruh dunia. BAPEPAM .2. PT Media Nusantara Citra Tbk.2 Kewajiban Pelaporan influenced capital markets worldwide. PT Kageo Igar Jaya Tbk. Melalui peraturan tersebut Emiten/Perusahaan Publik dapat melakukan pembelian kembali sahamnya pada masa krisis dengan beberapa kelonggaran seperti tidak wajib mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. PT Bakrieland Development Tbk. PT Ace Hardware Indonesia Tbk. setiap Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyampaikan laporan tahunan kepada Bapepam-LK paling lambat 4 (empat) bulan sejak tahun buku berakhir. Therefore. Apabila laporan tahunan tersebut telah tersedia bagi pemegang saham sebelum berakhirnya Information disclosure is a very important aspect in the Capital Market.

For Issuer that only issue debt Securities.1. the obligation to submit annual report is only applied up to the completion of all obligations related to debt Securities issued.2.1. Bapepam-LK has reviewed 220 of 2008 Annual Reports of Issuers or Public Companies.d Tahun 2008 Bapepam-LK shall receive the annual report within such time frame of annual report availability for shareholders as well.2. Sedangkan mengenai substansi laporan tahunan.2.1.2 Annual Financial Report Submission of Annual Financial Report.1.K. and 23% were late. regarding Obligation of Annual Report Submission for Issuers or Public Company. The important points which got Bapepam-LK attention were among others disclosure on Board of Directors and Commissioners responsibilities upon Annual Report.145 batas waktu penyampaian tersebut. Data tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana untuk penyampaian Laporan Tahunan 2007 terdapat 87% Emiten atau Perusahaan Publik menyampaikan tepat waktu. However. tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala. and disclosure on Good Corporate Governance practice of Issuer or Public Company. In respect of annual report substance. 9.1. Graphic 9. Bagi Emiten yang hanya menerbitkan Efek bersifat utang. Hal-hal yang menjadi perhatian dalam penelaahan tersebut antara lain mencakup pengungkapan mengenai tanggung jawab Direksi dan Komisaris atas Laporan Tahunan. Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Tahunan Emiten Tahun 2005 s. 9. Issuer or Public Company is not obligated to submit annual financial report if the annual report submission to Bapepam-LK has been performed before the annual financial report submission. pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X. BapepamLK telah melakukan penelaahan terhadap 220 Laporan Tahunan 2008 Emiten atau Perusahaan Publik. In accordance with timeliness of 2008 Annual Report submission. dan 23% yang terlambat. regarding Obligation of Periodic Financial Report Submission. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . yang wajib disampaikan oleh Emiten atau Perusahaan Publik kepada Bapepam-LK selambat-lambatnya akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. The data showed a decline as compared to last year in which 87% Issuers or Public Companies submitted the 2007 Annual Reports timely. sebagaimana diatur pada Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.6.2. Namun berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Emiten atau Perusahaan Publik tidak perlu menyampaikan laporan keuangan tahunan secara tersendiri apabila penyampaian laporan tahunan kepada Bapepam-LK telah dilakukan sebelum penyampaian laporan keuangan tahunan. maka kewajiban penyampaian laporan tahunan tersebut hanya berlaku sampai dengan diselesaikannya seluruh kewajiban yang terkait dengan Efek bersifat utang yang diterbitkannya.2008 Issuer Annual Report Submission % Emiten / % Issuer Tepat Waktu / On-Time Submission Terlambat / Late Submission 2005 2006 2007 2008 Tahun / Year Berkenaan dengan ketepatan waktu penyampaian Laporan Tahunan 2008.K.1. must be performed by Issuer or Public Company to Bapepam-LK by no later than the end of third month after the date of Annual Financial Report. as regulated under Bapepam and LK Regulation Number X. terdapat 77% Emiten atau Perusahaan Publik menyampaikan tepat waktu.2 Laporan Keuangan Tahunan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan. Timeliness of 2005 . Grafik 9. 77% of Issuers or Public Companies submitted the reports on time.K. dan pengungkapan mengenai praktek Good Corporate Governance Emiten atau Perusahaan Publik. tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan Bagi Emiten atau Perusahaan Publik.K.6. maka batas akhir waktu penyampaian laporan tahunan kepada Bapepam-LK bersamaan dengan tersedianya laporan tahunan bagi pemegang saham.

2 laporan keuangan tahunan wajib disertai laporan akuntan dengan pendapat yang lazim. Graphic 9. terdapat 70% Emiten atau Perusahaan Publik yang menyampaikan tepat waktu.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Grafik 9.d 2008 In accordance with timeliness of 2008 Annual Financial Report.2008 Annual Financial Report Submission % Emiten / % Issuer Tepat Waktu / On-Time Submission Terlambat / Late Submission 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun / Year Berkenaan dengan substansi laporan. 70% of Issuers or Public Companies submitted the reports on time. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya.K. The number is smaller than that of last year in which 84% of Issuers or Public Companies submitted 2007 Annual Reports timely. pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X. dimana untuk penyampaian laporan keuangan tahunan 2007 terdapat 84 % Emiten atau Perusahaan Publik yang menyampaikan tepat waktu.3.2008 Annual Financial Report Proporsi / Proportion WTP WDP Disclaimer LKT 2005 LKT 2006 LKT 2007 LKT 2008 Opini / Opinion BAPEPAM . Grafik 9. showed development of opinion quality received by Issuers or Public Companies for 2005 2008 annual financial reports.3 Perbandingan Opini Akuntan Untuk Laporan Keuangan Tahunan 2005 s.2.K.2 Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan 2004 s. Graphic 9. Chart 9. berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.2 Timeliness of 2004 .146 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan 2008. annual financial report must be attached with auditor report with common opinion.d 2008 In respect of the report substance. Grafik 9.3.3 Comparison of Auditors Opinion for 2005 . menunjukkan perkembangan kualitas opini yang diterima Emiten/Perusahaan Publik untuk Laporan Keuangan Tahunan 2005 sampai dengan 2008.

3 Semi-annual Financial Report Bapepam and LK Regulation Number X. dimana pada tahun 2007 opini Wajar Tanpa Pengecualian diterima oleh 94% Emiten/Perusahaan Publik. For Financial Report elements of Issuers and Public Company which. Certain items which became the focus were conditions that caused auditor opinion other than Unqualified Opinion.K. kinerja dan kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik terhadap standar akuntansi yang berlaku umum serta ketentuan akuntansi di bidang pasar modal yang ditetapkan oleh Bapepam-LK tersebut di atas. realisasi aksi korporasi yang telah dilakukan. realization of corporate action performed.3 Laporan Keuangan Tengah Tahunan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Dalam melakukan penelaahan atas laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan tengah tahunan. yaitu selambat-lambatnya sebagai berikut: 1) Pada akhir bulan pertama setelah tanggal laporan In connection with Auditor Opinion.147 Sehubungan dengan Opini Akuntan. Atas penelaahan tersebut. Unsur-unsur laporan keuangan bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang karena sifat industrinya belum diatur secara tegas dalam standar akuntansi keuangan dan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. Issuer or Public Company performance and compliance toward common accounting standards.1.G. that is no later than: 1) End of first month after the date of financial report if Laporan Tahunan 2009 Annual Report . In 2009. Annual Financial Report must be prepared based on generally accepted accounting principles determined by the Indonesian Institute of Accountants. beberapa hal yang menjadi perhatian Bapepam-LK adalah pendapat akuntan yang melakukan audit.2. and non-compliance of common accounting standards. have not been firmly regulated in financial accounting standards and accounting provisions in the Capital Market. affiliated party transaction. Sepanjang tahun 2009. based on accounting standards in the Capital Market determined by Bapepam-LK. comprise of elements and description contained in financial report for Registration Statement of Public Offering or Public Company. 92% of the total numbers of 2008 Annual Financial Report received Unqualified opinion. also provide provisions of semi-annual financial report submission to Bapepam-LK. Bapepam-LK focussed on certain items.7 regarding Guidelines for Financial Report Presentation and Circular Letter of Chairman of Bapepam regarding Guidelines for Financial Report Presentation of Issuer or Public Company based on types of industry.1. significant change on Issuers or Public Companies financial performance. Besides. 9. among others Bapepam and LK Regulation Number VIII. Bapepam-LK has reviewed 2008 Annual Financial Report of 228 Issuers or Public Companies. juga mengatur batas waktu penyampaian laporan keuangan tengah tahunan kepada Bapepam-LK.2. terdapat beberapa Emiten yang diwajibkan untuk menerbitkan kembali laporan keuangan tahunan yang telah disampaikan. On the review of the annual financial report and semiannual financial report. debt restructuring. and accounting provisions in the Capital Market as determined by Bapepam-LK. perubahan signifikan pada kinerja keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. in which 94% of Issuer or Public Companies received Unqualified opinion in 2007. Bapepam-LK telah melakukan penelaahan terhadap Laporan Keuangan Tahunan 2008 sejumlah 228 Emiten atau Perusahaan Publik. 9. the presentation shall be adjusted to its form and content which. restrukturisasi hutang. at least. Jumlah ini menunjukkan trend yang menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. due to its industry nature.1.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Surat Edaran Ketua Bapepam tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik sesuai dengan jenis industrinya. transaksi dengan pihak hubungan istimewa.1. Upon such review. tercatat 92% dari keseluruhan Laporan Keuangan Tahunan 2008 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian. Disamping itu. dan belum terpenuhinya standar akuntansi yang berlaku umum. namely opinion of auditor who performed the audit.2. there were certain Issuers which were obliged to revise their annual financial report. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 69 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. as stated in Article 69 Law Number 8/1995 regarding Capital Market.2. Laporan Keuangan Tahunan wajib disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal yang ditetapkan oleh Bapepam-LK antara lain Peraturan Bapeppam dan LK Nomor VIII. maka penyajiannya disesuaikan dengan bentuk dan isi yang sekurang-kurangnya meliputi unsur dan penjelasan yang tercakup pada laporan keuangan pada saat menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum atau Perusahaan Publik. This number showed a declining trend compared to last year. Hal-hal yang menjadi perhatian dalam penelaahan tersebut antara lain mencakup kondisi yang melatarbelakangi pemberian opini selain Wajar Tanpa Pengecualian.G.K.

2) End of second month after the date of financial report if it includes auditor report for limited review.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . The figure showed a decrese compared to that of last year. dimana untuk penyampaian laporan keuangan tengah tahunan 2008 terdapat 90 % Emiten atau Perusahaan Publik yang menyampaikan tepat waktu. Some of them were obliged to make revision on their semi-annual financial reports submitted. Bapepam-LK has reviewed Semi-Annual Financial Report of 220 Issuers or Public-listed Companies. dimana terdapat beberapa Emiten yang diwajibkan menerbitkan kembali laporan keuangan tengah tahunan yang telah disampaikan.4 Timeliness of 2005 . Graphic 9. Adapun di tahun 2009. 2) Pada akhir bulan kedua setelah tanggal laporan keuangan apabila disertai dengan laporan akuntan dalam rangka penelaahan terbatas. or 3) End of third month after the date of financial report if it includes auditor report giving opinion regarding overall fairness of the financial reports. in which 2007.2009 Semi-annual Financial Report Submission Proporsi / Proportion Tepat Waktu / On-Time Submission Terlambat / Late Submission 2005 2006 2007 2008 2009 Tahun / Year Berbeda dengan laporan keuangan tahunan. it is not obligatory to attach auditor report to semi-annual financial report. 2006. 48% of the total Issuers or Public Companies experienced an increase in net income /decrese in net loss. Bapepam-LK found that 56% of Issuers or Public Companies experienced an increase in net income /decrese in net loss. BapepamLK memperoleh data bahwa pada 2008 terdapat 56% dari keseluruhan Emiten atau Perusahaan Publik mengalami peningkatan laba bersih/penurunan rugi bersih. Jumlah ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya. In 2009. terdapat 88% Emiten atau Perusahaan Publik yang menyampaikan tepat waktu.d 2009 it includes no auditor report. Adapun untuk periode semester pertama tahun 2009. 2006. Kinerja Emiten atau Perusahaan Publik Melalui penelahaan laporan keuangan berkala.4 Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2005 s. The number slightly decrease compared to those of the previous period. laporan keuangan tengah tahunan tidak wajib disertai laporan akuntan. With regard to timeliness of 2009 semi-annual financial report submission. 71%. sebanyak 48% dari keseluruhan Emiten/Perusahaan Publik mengalami Unlike annual financial report. atau 3) Pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan apabila disertai laporan akuntan yang memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. and 2005 percentage were respectively 66%. review on Semi-annual Financial Report»s content is similar to the one on Annual Financial Report. in which 90% of Issuers or Public Companies submitted 2008 semi-annual financial reports timely. dan 69%. Bapepam-LK telah melakukan penelaahan terhadap 220 Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2009 Emiten atau Perusahaan Publik. During first semester of 2009. and 69%.148 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity keuangan apabila tidak disertai dengan laporan akuntan. However. BAPEPAM . Berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tengah tahunan 2009. dan 2005 persentasenya adalah sebesar 66%. Issuer or Public Company Performance By reviewing the periodic financial reports. 88% of Issuers or Public Companies submitted the reports timely. 71%. Grafik 9. Jumlah ini menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya dimana pada tahun 2007. Namun demikian penelaahan untuk unsur substansi Laporan Keuangan Tengah Tahunan bersifat sama dengan penelaahan untuk unsur substansi Laporan Keuangan Tahunan.

July-September and OctoberDecember.2.5 Kinerja Emiten/Perusahaan Publik Periode 2004 s. 86% of the Issuers having the obligation to submit report of utilization of fund raised from public offering submitted the October .1.2.September 2009 terdapat 97% menyampaikan tepat waktu.December 2008 report timely.June 2009 Report.K.March 2009 report. and is submitted to Bapepam-LK and or Trust Agent by no later than on 15 of the following month after the end of each period. Berkenaan dengan ketepatan waktu penyampaian Laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum selama tahun 2009.1. Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.4 regarding report of utilization of fund raised from public offering. 90% of such Issuers submitted it timely. Grafik 9.1.Juni 2009 terdapat 96% menyampaikan tepat waktu dan untuk Laporan periode Juli .2009 Peningkatan Laba Bersih dan Penurunan Rugi Bersih / Increase in Net Profit and Decrease in Net Loss Tahun / Year 9. Afterward. For January . such report covers 3 (three) months period.Maret 2009 terdapat sebanyak 90% menyampaikan tepat waktu.K.4 Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum wajib disampaikan Emiten yang melakukan Penawaran Umum saham maupun obligasi.1. Kewajiban penyampaian laporan akan berakhir setelah terealisasinya keseluruhan penggunaan dana hasil Penawaran Umum. Graphic 9. untuk Laporan periode Oktober . dan Oktober-Desember. April-Juni. untuk Laporan periode April . Based on Bapepam and LK Regulation Number X. it is obliged to deliver the accountability of such report of utilization of fund raised from public offering in Annual General Shareholders Meeeting and or to deliver it to Trust Agent in its capacity as the bondholders representative. is obligated to submit a report of utilization of fund raised from public offering.Desember 2008 terdapat 86% dari keseluruhan Emiten yang wajib menyampaikan Laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum telah menyampaikan tepat waktu. April-June. dan disampaikan kepada Bapepam-LK dan atau Wali Amanat selambat-lambatnya pada tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya masing-masing periode.4 tentang Laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum.5 Issuer or Public-listed Company Performance During 2004 .149 peningkatan laba bersih/penurunan rugi bersih. Juli-September.4 Report of Utilization of Fund Raised from Public Offering Issuer. 9. laporan tersebut mencakup periode 3 (tiga) bulan yaitu Januari-Maret. that conducts share or bond public offering.d Tengah Tahun 2009 80% 60% 40% 20% 0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 which was a decrese by 8% compared to the same period of last year. January-March. yang merupakan penurunan sebesar 8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 96% for April . Adapun untuk Laporan periode Januari . Laporan Tahunan 2009 Annual Report .September 2009 report. Selanjutnya realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum tersebut wajib dipertanggungjawabkan pada RUPS Tahunan dan atau disampaikan kepada Wali Amanat selaku wakil dari pemegang obligasi. and 97% for July . In accordance with the timeliness of the report submission in 2009. The obligation to submit such report shall ends when the realization of all funds raised from public offering has been completed.

150 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Grafik 9.6 Timeliness of Report of utilization of Fund Raised from Public Offering in 2009 Proporsi / Proportion 80% 60% 40% 20% 0 Dec-08 Feb-09 Apr-09 Aug-09 Tepat Waktu / On-Time Submission Terlambat / Late Submission Periode Penyampaian Peraturan Nomor X. The Regulation Number X. 9. Laporan insidentil yang wajib disampaikan adalah laporan keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik. perubahan penggunaan dana yang harus mendapatkan persetujuan RUPS atau RUPO.K.2. Selain melaporkan kepada Bapepam-LK. affiliation between party where the remaining funds were kept and the Issuer.1. Bapepam-LK gave responses to Issuer. change of fund utilization requiring GSM or GBM approval. The Issuer is obligated to immediately notify Bapepam-LK and the public about the event by no later than 2 business days after a decision is made or information that may affect the company Securities value or investor. laporan keterbukaan informasi bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang dimohonkan pailit.K.1 dimana wajib disampaikan apabila terjadi peristiwa yang sifatnya material yang dapat mempengaruhi harga saham Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Issuer is obligated to provide information of such change as well as the reason to Bapepam-LK. Information Disclosure that must be published immediately to the public are provisioned in Bapepam and LK Regulation Number X. and Information Disclosure of certain shareholder. BAPEPAM . Berdasarkan penelaahan yang dilakukan terhadap laporan penggunaan dana hasil Penawaran Umum di tahun 2009. This regulation obliges the Issuer to deliver the report when an event which can influence the Issuer or Public-listed Company share price occurs. most of which were about realization of fund. dan keterbukaan informasi pemegang saham tertentu.6 Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana pada tahun 2009 120% 100% Graphic 9.2 Laporan Insidentil Laporan insidentil adalah laporan yang wajib disampaikan kepada Bapepam-LK dalam hal terjadinya suatu peristiwa.1. Based on the review performed toward report of utilization of fund raised from Public Offering in 2009. The report are Information Disclosure that must be published immediately to the public. Information Disclosure of Issuer or Public-listed Company which pleaded for bankruptcy. 9. Information and the report of such review served as a reference for a review of periodic financial reports.1 .s investment decision are available.K. and to get shareholders approval in General Shareholders Meeting (GSM) or bondholders approval in General Bondholders Meeting (GBM). Emiten wajib melaporkan rencana perubahan tersebut beserta alasannya kepada Bapepam-LK dan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS atau pemegang obligasi dalam RUPO.2 Incidental Report Incidental report is a mandatory report delivered to Bapepam-LK upon the occurance of an event.2. perseroan juga diwajibkan mengumumkan peristiwa tersebut kepada masyarakat secepat mungkin dan selambat-lambatnya akhir hari kerja ke dua setelah keputusan atau terdapatnya informasi yang mungkin dapat mempengaruhi nilai Efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. and information disclosure concerning cost realization pursuant to Public Offering. hubungan afiliasi antara pihak tempat dimana sisa dana disimpan dengan Emiten. ini juga mengatur bahwa dalam hal terjadi perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum. also states that in the event of change of utilization of fund raised from Public Offering. serta keterbukaan informasi mengenai realisasi biaya yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum.4. Bapepam-LK memberikan tanggapan terhadap Emiten yang sebagian besar mengenai realisasi penggunaan. Informasi dan hasil penelaahan laporan ini menjadi salah satu referensi dalam melakukan penelaahan laporan keuangan berkala.K.4.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

In 2009.3 Metode Pengawasan Meanwhile.1. Selanjutnya Laporan keterbukaan informasi pemegang saham tertentu diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Bapepam-LK assured the adequacy of the information disclosure submitted by Issuer.g.K. Bapepam-LK memastikan kecukupan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh pelapor. wajib disampaikan paling lambat pada akhir hari kerja ke-2 (dua) sejak Emiten atau Perusahaan Publik tersebut mengalami kegagalan atau mengetahui ketidakmampuannya menghindari kegagalan dimaksud.M. Bapepam-LK juga membandingkan laporan insidentil yang disampaikan dengan sumber-sumber informasi lain seperti surat kabar.1. BapepamLK compared the incidental reports delivered with other source of information e. Untuk itu.5. untuk meningkatkan kualitas pengawasan Bapepam-LK. 9. atau sejak pengajuan pernyataan pailit. to improve Bapepam-LK supervision quality. 9. With such mapping. Pengawasan berbasis risiko adalah sebuah metode pengawasan yang dilakukan Bapepam-LK dengan cara menilai tingkat risiko Emiten atau Perusahaan Publik. Dalam melakukan penelaahan atas keseluruhan laporan insidentil tersebut. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . and asked for further information from the Issuer or Public Company management. Issuers or Public Companies with higher risk level will get a more intensive supervision to make BapepamLK surveillance more efficient.1. annual report. laporan keuangan. Pada tahun 2009 telah dibentuk Tim Kajian untuk menyempurnakan template risk base tersebut. Selanjutnya. Risk-based supervision is a Bapepam-LK supervision method performed by assessing the risk level of Issuer or Public Companies and grouping categorizing each Issuer or Public Companies into groups based on respective risk level.M. an Investigation Team was formed to improve such risk base template.: newspaper. The provision shall also apply to party having Issuer or Public Company shares by 5% or more. Dengan menilai tingkat risiko dari Emiten atau Perusahaan Publik maka masing-masing Emiten atau Perusahaan Publik dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan tingkat risiko masing-masing. Afterward. In performing the review of overall incidental reports. and must be delivered by no later than 2 (two) business days as from the date the Issuer or Public Company experiences the failure or finds out its inability to avoid such failure. Information Disclosure of certain shareholder are provisioned in Bapepam and LK Regulation Number X. Ketentuan ini juga berlaku bagi pihak yang memiliki saham Emiten atau Perusahaan Publik sejumlah 5% atau lebih.1. or as from the date of bankruptcy plead. certain parameters of risk level assessment are regularly reviewed and adjusted to map the Issuer or Public Companies more precisely based on risk level. bahwa direktur atau komisaris Emiten atau Perusahaan Publik wajib melaporkan kepada Bapepam-LK atas kepemilikan dan setiap perubahan kepemilikannya atas saham Emiten atau Perusahaan Publik tersebut selambatlambatnya dalam waktu 10 (sepuluh) hari sejak terjadinya transaksi. Due to limited numbers of Human Recource owned and significant increase of total Issuers and or Public Companies.151 Adapun laporan keterbukaan informasi bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang dimohonkan pailit diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.3 Supervising Method Memperhatikan keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia yang dimiliki dan di lain pihak terjadi peningkatan jumlah Emiten dan atau Perusahaan Publik secara signifikan. untuk meningkatkan efektitifas dan efisiensi pengawasan terhadap Emiten dan Perusahaan Publik. This regulation states that director or commissioner of Issuer or Public-listed Company is obligated to deliver information to Bapepam-LK about the ownership and any change of ownership upon Issuer or Public-listed Company shares by no later than 10 (ten) calendar days as from the transaction date. Bapepam-LK telah mengembangkan dan melaksanakan metode pengawasan berbasis risiko.5. information disclosure of Issuer or Public-listed Company pleaded for bankruptcy are provisioned in Bapepam and LK Regulation Number X. For that purpose. laporan tahunan dan meminta keterangan lebih lanjut dari manajemen Emiten atau Perusahaan Publik. Bapepam-LK has developed and conducted risk-based supervision method to improve the effectiveness and efficiency of surveillance toward Issuers and or Public Companies.K. Dengan pemetaan ini Emiten atau Perusahaan Publik dengan tingkat risiko yang lebih tinggi akan mendapat pengawasan yang lebih mendalam sehingga pengawasan yang dilakukan Bapepam-LK akan semakin efisien. financial report. parameter-parameter penentuan tingkat risiko tersebut senantiasa dikaji dan disesuaikan sehingga pemetaan Emiten atau Perusahaan Publik berdasarkan tingkat risiko menjadi semakin tepat.

Pada tahun 2009 telah dilaksanakan pemeriksaan teknis terhadap 38 Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa dan riil. The technical investigation was conducted to assure that Issuer or Public Companies comply with Laws and Regulations governing the Capital Market. Number III.A. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup baik pemeriksaan yang bersifat rutin. and realization of fund raised from Public Offering. pelaksanaan transaksi material. dibutuhkan pengelola Lembaga Bursa Efek yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi serta sesuai dengan persyaratan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Routine Investigation was focused on conflict of interest transactions. By conducting the abovementioned comprehensive and preventive investigation. 9. 9. fair. technical investigation was performed toward 38 Issuers or Public Companies from service sector. To create a sound Securities Exchange Institutions with global competitiveness. Number BAPEPAM .2. and investigation related to non-compliance indication of prevailing regulations in capital market.152 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Disamping peningkatan pengawasan secara kualitatif. The investigation performed were inclusive of routine investigation. sebagai organisasi yang terus berusaha mengembangkan diri dalam rangka mencapai terwujudnya Pasar Modal yang teratur.2 PENGAWASAN DAN UJI KEPATUHAN TERHADAP LEMBAGA EFEK Pengawasan Lembaga Bursa Efek In addition to risk-based supervision. material transactions. Bapepam-LK Regulation has specifically organized the management of Stock Exchange. it is expected that the monitoring activities on the Issuers and Public Companies» compliance to the Capital Market regulation can run effectively and efficiently in order to create a strong capital market industry.4 Technical Investigation Selain melakukan pengawasan berbasis risiko. sejak tahun 2009 Bapepam-LK juga melakukan pengawasan dalam bentuk pemeriksaan teknis terhadap Emiten atau Perusahaan Publik. Bapepam-LK also monitors Issuers or Public Companies by way of Technical Investigation. wajar dan efisien.A. Peraturan BapepamLK secara khusus mengatur mengenai pengelola Bursa Efek. Pemeriksaan yang bersifat rutin difokuskan pada pelaksanaan transaksi yang mengandung unsur benturan kepentingan. Dengan adanya bentuk-bentuk pengawasan yang komprehensif dan preventif sebagaimana tersebut di atas.A. Lembaga Kliring dan Penjaminan serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (SRO) yaitu melalui Peraturan Bapepam dan LK Nomor III. maupun yang pemeriksaan terkait adanya indikasi pelanggaran peraturan peraturan yang berlaku di Pasar Modal. and efficient capital market. 9.12 regarding Securities Exchange Commissioners. In 2009. dan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum. and Central Securities Depository Institution (SRO) through Bapepam and LK Regulation Number III. 9.3 tentang Direktur Bursa Efek.2 SUPERVISION AND COMPLIANCE AUDIT ON SECURITIES EXCHANGE INSTITUTIONS Supervision on Securities Exchange Institutions 9.2.A. as an organization that keeps improving to create an orderly. Clearing Guarantee Institution.1 Untuk mewujudkan Lembaga Bursa Efek yang sehat dan berdaya saing global.12 tentang Komisaris Bursa Efek. it requires high competence and integrity Securities Exchange Institutions management as provisioned in the prevailing laws and regulations.3 regarding Directors of Securities Exchange.4 Pemeriksaan Teknis In addition to qualitative supervision improvement.1 9.1. and real sector. Nomor III. Bapepam-LK juga meningkatkan kuantitas pengawasan yakni dengan menetapkan peningkatan target minimal penelaahan laporan keuangan berkala Emiten dan atau Perusahaan Publik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. maka diharapkan pembinaan ketaatan atas peraturan pasar modal terhadap Emiten dan Perusahaan Publik dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam rangka mewujudkan industri pasar modal yang tangguh.1. Bapepam-LK also improved the supervision quantity by setting up minimum number of Issuer or Public Companies periodic financial report to be reviewed. Pemeriksaan teknis dilakukan guna memastikan kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik terhadap Peraturan Perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Clearing Guarantee Institution. Clearing Guarantee Institution.C. tata cara pembuatan peraturan oleh Bursa Efek. and Number III.8 tentang Komisaris Lembaga Kliring dan Penjaminan. procedures of such regulations making by Stock Exchange. Sedangkan.153 Nomor III.KPEI dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2009.B.C. • • • Disamping itu. including the amendments. and Central Securities Depository must be performed pursuant to Bapepam and LK Regulation Number III. Nomor III.B.2 regarding Procedures for Rule-Making by a Clearing Guarantee Institution.2 regarding Procedures for Rule-Making by a Central Securities Depository. In performing monitoring function of Securities Exchange Institutions. Nomor III. monitoring toward Securities Exchange is also conducted through approval granting upon regulations which must be arranged by the Stock Exchange. However.3 regarding Directors of Central Securities Depository. In 2009. III.B.8 regarding Clearing Guarantee Institution Commissioners. The regulations shall be applied after having approval from Bapepam-LK. Number III.B.2 tentang Tata Cara Pembuatan Peraturan Oleh Lembaga Besides. 2009. berdasarkan Undang-undang Pasar Modal No. 2009. 8 tahun 1995 pasal 11 dan 17. as stipulated in Capital Market Law Number 8/1995 article 11 and 17. Bapepam-LK has conducted fit and proper test toward candidates of SRO (Self-Regulatory Organization) Directors and Commissioners as provisioned in relevant regulations.C.8 regarding Central Securities Depository Commissioners. Terhadap calon Komisaris PT.8 tentang Komisaris Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian wajib dilakukan sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.B. Bapepam-LK telah melaksanakan kegiatan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota Direksi dan calon Komisaris SRO (Self-Regulatory Organization) sesuai dengan peraturan-peraturan terkait.A. The following were the detailed activities: • Fit and proper test toward candidates of Board of Directors of Clearing Guarantee Institution (PT. Nomor III.KSEI dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2009. and Central Securities Depository. 19.2 tentang Tata Cara Pembuatan Peraturan Oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan dan Nomor III.2 tentang Tata Cara Pembuatan Peraturan oleh Bursa Efek.BEI) on May 19.C. Dalam melaksanakan fungsi pengawasan Lembaga Bursa Efek. • Terhadap calon anggota Direksi PT.3 tentang Direktur Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan Nomor III. dengan rincian sebagai berikut: • Terhadap calon anggota Direksi PT. 2009.2 regarding Procedures For RuleMaking By Stock Exchanges. Fit and proper test toward candidates of Board of Commissioners of Central Securities Depository on June 2.B. Number III. Number III. and Number III.BEI dilaksanakan pada tanggal 18. 20 and June 4. 20 Mei dan 4 Juni 2009.A. di tahun 2009. Fit and proper test toward candidates of Board of Directors of the Stock Exchange (PT. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . pengawasan terhadap Lembaga Bursa Efek juga dilakukan melalui pemberian persetujuan atas peraturan-peraturan yang wajib dibuat oleh Bursa Efek.3 tentang Direktur Lembaga Kliring dan Penjaminan. termasuk perubahannya. Peraturan-peraturan tersebut dapat mulai berlaku setelah mendapat persetujuan Bapepam-LK.C. Lembaga Kliring dan Penjaminan serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.KPEI) on May 11.C.3 regarding Directors of Clearing Guarantee Institution.

For that purposes. S-3378/BL/2009 29 April 2009. Perubahan Peraturan III-I tentang Keanggotaan Margin dan Short Selling Amendment of Regulation Number III-I regarding Margin and Short Selling Membership 4. Di tahun 2009. 1044/BL/2009 tanggal 4 Desember 2009 Approved through letter ref#: 1044/BL/2009 dated December 4. KSEI/CSD 8. REPO Facility. 2009 Telah disetujui melalui surat No. S-1548/BL/2009 27 Februari 2009. 2009 Telah disetujui Ketua Melalui surat No. II-F tentang Perdagangan EBA di Bursa Amendment of Regulation Number II-F regarding Asset Backed Securities Trading on Stock Exchange Pencabutan Ketentuan II.2. Blocking Balance and Dormant Account 10.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Approved through letter ref#: S-711/BL/2009 dated January 30. Kegiatan pengawasan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas operasional dan keamanan aset nasabah yang dipercayakan kepada Perusahaan Efek. S-711/BL/2009 30 Januari 2009. B. S-711/BL/2009 30 Januari 2009. S-710/BL/2009 30 Januari 2009. Approval Granting to SRO Regulations and Amendments Surat Persetujuan Approval Letter Amendment of Regulation Number II-H regarding Margin and Short Selling Membership 3. Perubahan Peraturan No. Perubahan Anggaran Dasar KPEI Amandment of KPEI Articles of Association 9. Telah disetujui melalui surat No.2 Supervision on Securities Companies Sebanyak 157 Perusahaan Efek yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) dan Penjamin Emisi Efek (PEE) diawasi oleh Bapepam-LK sepanjang tahun 2009. Approved through letter ref#: S-3378/BL/2009 dated April 29. of Regulation Number II-A regarding Equity Securities Trading Penundaan Pemberlakuan Peraturan No.1. Securities BAPEPAM . 1044/BL/2009 tanggal 4 Desember 2009 Approved through letter ref#: 1044/BL/2009 dated December 4. S-3536/BL/2009 7 Mei 2009 Approved through letter ref#: S-3536/BL/2009 dated May 7. S-8712/BL/2009 tanggal 30 September 2009 Approved through letter ref#: S-8712/BL/2009 dated September 30.1. Approved through letter ref#: S-710/BL/2009 dated January 30.154 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Penyimpanan dan Penyelesaian. Telah disetujui melalui surat No. 6. I-D tentang Pencatatan SPEI di Bursa Amendment of Regulation Number I-D regarding SPEI Listing on Stock Exchange 2 Perubahan Peraturan No. Persetujuan Perubahan Peraturan Jasa Kustodian Sentral (Layanan Jasa Investor Area dan Gadai Efek) Approval to Amendment of Central Securities Depository Services Regulation (Investor Area and Securities Pawn Services) Perubahan Peraturan KSEI DFOP. S-994/BL/2009 11 Februari 2009 Approved through letter ref#: S-994/BL/2009 dated February 11. 2009 Telah disetujui melalui surat No. Untuk meningkatkan kualitas operasional serta In 2009 Bapepam-LK supervised 157 Securities Companies which had licenses as Broker Dealer and Underwriter. Guarantee and Lending-Borrowing Sub Securities Accounts Opening) C. II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek Dalam Transaksi Margin dan TransaksiShort Selling dan Peraturan III-I tentang Keanggotaan Margin dan Short Selling Application Andjourment of Regulation Number II-H regarding Requirements and Securities Trading in Margin and Short Selling Transactions. Regulation Number III-I regarding Margin & Short Selling Membership Permohonan Persetujuan Atas Konsep Perubahan Keputusan Direksi Tentang Pelaporan Transaksi Efek Approval Request upon Draft Concept of Directors Degree regarding Securities Transaction Reporting 5. 2009 Telah disetujui melalui surat No. KPEI 11. Fasilitas REPO. Blocking Balance dan Dormant Account Amandment of KSEI Regulation regarding DFOP.5. 2009 Telah disetujui melalui surat No. Approved through letter ref#: S-711/BL/2009 dated January 30. 2009 Telah disetujui melalui surat No.2. II-H tentang Transaksi Margin dan Short Selling Bapepam-LK has granted approvals to SRO regulations and or amendments as described in the table below: Table 9. BapepamLK telah memberikan persetujuan dan atau perubahan atas peraturan-peraturan SRO seperti yang tertera dalam tabel di bawah ini: Tabel 9. 2009 9. Pemberian Persetujuan dan atau Perubahan atas Peraturan-Peraturan SRO No Nomor dan Nama Peraturan Regulation Name & Number A. S-4540/BL/2009 tanggal 3 Juni 2009. Persetujuan Perubahan Peraturan Jasa Kustodian Sentral (Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi Efek EBA. Approved through letter ref#: S-4540/BL/2009 dated June 3. 2009 Telah disetujui Ketua Melalui surat No. 2009 Telah disetujui melalui Surat No.53.3 Peraturan No. The supervision was performed to improve the operational quality and investor asset security being entrusted to Securities Companies. BEI/IDX 1. II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Revocation of Provisions Number II. Approved through letter ref#: S-1548/BL/2009 dated February 27. Perubahan Peraturan No. Pembukaan Sub Rek Efek Jaminan dan Sub Rek Efek Pinjam Meminjam) Approval to Amendment of Central Securities Depository Services Regulaition (Depository and Settlement of Asset Backed Securities Transaction.2 Pengawasan Perusahaan Efek 9. 2009 Telah disetujui melalui surat No. 2009 7.

Throughout 2009. As the performance of such regulation. Penelaahaan atas Laporan Berkala Perusahaan Efek. berupa Laporan Kegiatan dan Laporan Keuangan Perusahaan Efek Kewajiban penyampaian laporan berkala oleh Perusahaan Efek dimaksudkan untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan akuntabilitas manajemen dan pengawas atas kegiatan usaha Perusahaan Efek. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan telah dilakukan terhadap 56 calon Direktur dan 44 calon Komisaris Perusahan Efek selama tahun 2009. Selama tahun 2009. Meanwhile.155 perlindungan terhadap aset nasabah. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. Laporan MKBD mencerminkan kemampuan keuangan Perusahaan Efek terkait dengan likuiditas keuangannya.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek yang menyebutkan bahwa calon Pemegang Saham Perusahaan Efek harus memenuhi persyaratan integritas dan persyaratan kelayakan kemampuan keuangan. Sementara itu. Monitoring of Adjusted Net Working Capital report reflect the financial capability of Securities Companies related to their financial liquidity.A.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan MKBD mewajibkan setiap Perusahaan Efek untuk memenuhi ketentuan minimal MKBD harian dan menyampaikan laporan MKBD setiap hari kerja Bapepam-LK. Bapepam and LK Regulation Number V.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek.1 Securities Company Licensing Procedures. reviews have been conducted upon monthly activity reports of Securities Companies granted business licenses of Securities Broker Dealer and upon semi-annual activity reports of Securities Companies having business licenses of Securities Underwriter. Penilaian kemampuan dan kepatutan calon Pemegang saham Perusahaan Efek. 144 Securities Companies have submitted Semi-annual Financial Reports and 142 Securities Companies have submitted • Penilaian kemampuan dan kepatutan calon anggota Direksi dan Komisaris Perusahaan Efek. Bagi Perusahaan Efek Anggota Bursa yang gagal memenuhi persyaratan MKBD maka akan dikenakan sanksi oleh Bursa Efek dan dilaporkan kepada Bapepam-L.A. and CGI. Fit and proper test toward candidates for Board of Directors and Commissioners of Securities Companies. Candidates for Board of Directors and Commissioners of Securities Companies must comply with provisions of integrity and competence as well as expertise requirements as provisioned in Bapepam and LK Regulation Number V. Sebagai pelaksanaan dari peraturan terkait. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan telah dilakukan terhadap 8 (delapan) calon Pemegang Saham. Exchange Member Securities Companies that fails to meet provisions related Adjusted Net Working Capital requirements will get sanction from the Stock Exchange and shall be reported to Bapepam-LK.5 regarding Maintenance and Reporting of Monitoring of Adjusted Net Working Capital required every Securities Company to fulfill the daily minimum Monitoring of Adjusted Net Working Capital provision and submit the Adjusted Net Working Capital report on every business day to Bapepam-LK.A.D. dari total Perusahaan Efek yang ada. Calon Direksi dan Komisaris Perusahaan Efek harus memenuhi ketentuan persyaratan integritas dan persyaratan kompetensi dan keahlian sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. In 2009. sebanyak 144 Perusahaan Efek telah menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan • • • • • Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bursa Efek dan KPEI. Requirements of candidates for Securities Companies Shareholders are also organized in Bapepam and LK Regulation Number V. pengawasan Perusahaan Efek antara lain difokuskan pada kegiatankegiatan sebagai berikut: • Monitoring Modal Kerja Bersih Yang Disesuaikan (MKBD) Perusahaan Efek. Persyaratan sebagai calon Pemegang Saham Perusahaan Efek juga diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.1 regarding Securities Company Licensing Procedures which mentions that candidates for Securities Companies Shareholders must comply with integrity and financial competence requirements. Review on Securities Companies Periodic Reports in form of Activity Report and Securities Companies Financial Report. Fit and proper test toward Securities Companies Shareholders. Stock Exchange. fit and proper test has been conducted to 8 (eight) candidates for Securities Companies Shareholders. The obligation of periodic reporting by Securities Companies was intended to improve information disclosure and management & supervisor accountabilities upon Securities Companies business activities. Selama tahun 2009 telah dilakukan penelahaan atas laporan kegiatan Perusahaan Efek yang memiliki izin usaha sebagai PPE yang disampaikan setiap bulan dan laporan kegiatan Perusahaan Efek yang memiliki izin usaha sebagai PEE yang disampaikan setiap 6 (enam) bulan.A. Company supervision was focused on activities as follow: • Monitoring on Adjusted Net Working Capital of Securities Companies. fit and proper test has been conducted to 56 Director candidates and 44 Commissioner candidates of Securities Companies in 2009.

yaitu a). setiap perubahan yang terjadi atas manajemen ataupun kegiatan operasional Perusahaan Efek wajib disampaikan kepada Bapepam-LK. proses penyelenggaraan perdagangan SUN. Ruang lingkup uji kepatuhan terhadap HIMDASUN dan PT KSEI dapat dilihat pada tabel 9. report on capital increase. The compliance audit was meant to ascertain the Securities Exchange Institutions compliance toward prevailing laws and regulations of capital market. Table 9. System (five findings). laporan perubahan alamat. PT KSEI. temuan terkait pengawasan (empat temuan). report on change of address. Tabel 9. Pengawasan tersebut dilakukan dengan melakukan penelaahan terhadap laporan Perusahaan Efek.2. government securities trading process and reporting obligation. Tim Pemeriksa Bapepam-LK menemukan 15 temuan pelanggaran yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga kategori. Bapepam-LK has required PT KSEI management to make improvement actions and report it to Bapepam-LK afterward.156 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity (LKTT) dan sebanyak 142 Perusahaan Efek telah menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan (LKT). 9. b). PT KSEI. namely Inter dealer Market Association (known as HIMDASUN) and Indonesia Central Securities Depository (PT KSEI). Uji kepatuhan ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan Lembaga Bursa Efek terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku. yaitu antara lain berupa laporan pembukaan/penutupan kegiatan Perusahaan Efek di lokasi lain selain kantor pusat. namely a). Bapepam-LK telah menyelesaikan pemeriksaan kepatuhan terhadap 2 (dua) Lembaga Bursa Efek. In 2009.2. Structure and infrastructure completeness. Scope of Compliance Audit Toward HIMDASUN and PT KSEI PT KSEI Kelengkapan struktur dan infrastruktur. Bapepam-LK conducted compliance audit to 2 Securities Exchanges Institutions. • Penelahaan atas Laporan Insidentil Perusahaan Efek Untuk melaksanakan fungsi pengawasan terhadap Perusahaan Efek. In Compliance Audit Report (CAR) submitted to PT KSEI management. Upon such violations. Audit Team of Bapepam-LK found 15 violations consisting of three categories. and c). BAPEPAM . dan c). Bapepam-LK telah meminta manajemen PT KSEI untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dan menyampaikan laporannya kepada Bapepam-LK. b). Organization aspect. administration. dan penyelenggaraan pembukuan. Scope of compliance audit toward HIMDASUN and PT KSEI can be seen in table 9. central securities depository services. dan lain-lain Uji Kepatuhan Lembaga Bursa Efek Annual Financial Reports.3 Compliance Audit on Securities Exchange Institutions Uji kepatuhan Lembaga Bursa Efek dilakukan terhadap Lembaga Bursa Efek melalui pemeriksaan setempat yang terdiri dari SRO yaitu PT BEI. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah disampaikan kepada manajemen PT KSEI. Sepanjang tahun 2009. yaitu Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI). PT BEI.2 Ruang Lingkup Uji Kepatuhan terhadap HIMDASUN dan PT KSEI Lembaga Bursa Efek Securities Exchange HIMDASUN Ruang Lingkup Scope Securities Exchange Institutions compliance audit was performed toward Stock Exchange Institutions through onsite audit in the SRO. Procedure (six findings). information technology system. The suoervision was conducted by reviewing Securities Companies incidental reports.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .2. laporan peningkatan modal. temuan terkait prosedur (enam temuan). Atas temuan pelanggaran tersebut. dan HIMDASUN. report on change of company name. PT KPEI. pelayanan jasa kustodian sentral. laporan pengunduran diri anggota Direksi dan Komisaris. and HIMDASUN. • Review on Securities Companies Incidental Reports To supervise Securities Companies. yang bersifat insidentil.3 9. laporan perubahan nama. report of resignation of Board of Directors and Commissioners. Monitoring (four findings). Aspek organisasi.2. and book-keeping. temuan terkait sistem (lima temuan). dan kewajiban pelaporan. among others are: report of Securities Companies opening/closing in a location other than the head office.2. any change of management or operational activities of Securities Companies must be notified to Bapepam-LK. administrasi. etc. PT KPEI. sistem teknologi informasi.

In addition to on-site inspection. 9. Bapepam-LK took certain actions as the consequences.4 Compliance audit on Securities Companies Bapepam-LK sepanjang tahun 2009 telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 28 Perusahaan Efek (PE). In 2009. • Referred 8 (eight) Non-Member SC to Investigation Bureau for further investigation and criminal investigation process. BapepamLK meminta pengurus HIMDASUN untuk melakukan peninjauan kembali terhadap organisasi dan kegiatan operasional HIMDASUN. Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin tersebut. and 2 (two) NonMember SC. 3 (three) branch offices of Exchange Member SC. In performing the routine compliance audit to SC. dan 17 PE Bukan Anggota Bursa. 9. up to revocation of business license. from the compliance audit report of HIMDASUN. Sehubungan dengan hal tersebut. Bapepam-LK found a fact that the organization structure and operational activities of HIMDASUN did not comply with the prevailing provisions. Selanjutnya. Details of actions taken were as follow: • Temporary suspension were given to 2 (two) branch offices of Exchange Member SC and 4 (four) NonMember SC. a letter has been sent to Bapepam-LK by HIMDASUN management mentioning that HIMDASUN would change the organization structure and return the license as government securities trading provider. In 2009. especially Bapepam-LK regulation related to HIMDASUN.2. khususnya peraturan Bapepam-LK terkait dengan HIMDASUN. yang terdiri dari 6 (enam) Kantor Pusat PE Anggota Bursa. compliance aspects being investigated were organization. Tim Pemeriksa Bapepam-LK menemukan fakta bahwa struktur organisasi dan kegiatan operasional HIMDASUN tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 5 (lima) Kantor Cabang PE Anggota Bursa. dan kecukupan modal kerja khususnya dalam hal kesesuaian perhitungan dan penyajiannya. Based on such routine investigation. Bapepam-LK conducted on-site monitoring to 11 Securities Companies in connection Selain melakukan pemeriksaan setempat terhadap Perusahaan Efek. Bapepam-LK mengenakan tindakan tertentu mulai dari teguran tertulis. dan 2 (dua) PE Bukan Anggota Bursa dikenakan teguran tertulis. uji kepatuhan Perusahaan Efek dilakukan dengan melakukan monitoring setempat pada kantor Perusahaan Efek untuk memonitor dan menelaah kembali pemenuhan dan perbaikan yang telah dilakukan oleh Perusahaan Efek terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal terkait dengan hasil pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan oleh Bapepam-LK sebelumnya.2. comprising of 6 (six) Exchange Member SC head offices. such as written admonition. Atas hal tersebut. • 6 (enam) Kantor Pusat PE Anggota Bursa. implementation of knowing your customer principles. and 17 Non-Member SCs. Accordingly. • 3 (tiga) PE Bukan Anggota Bursa sedang dalam proses pencabutan izin usaha. 3 (tiga) Kantor Cabang PE Anggota Bursa. temporary suspension. 5 (five) Exchange Member SC branch offices. compliance audit toward Securities Companies was also performed by conducting on-site monitoring in Securities Companies officess to monitor and review the remedial action conducted and compliance upon prevailing laws and regulations of capital market in connection with compliance audit report previously performed by Bapepam-LK. pengawasan dan pengendalian internal. penghentian sementara kegiatan usaha. aspek-aspek yang diuji kepatuhannya antara lain meliputi organisasi. Therefore. pengurus HIMDASUN menyampaikan surat kepada Bapepam-LK yang menyatakan pihaknya akan mengubah bentuk organisasi HIMDASUN sekaligus mengembalikan izin sebagai penyelenggara perdagangan SUN. ditemukan beberapa pelanggaran atau ketidaksesuaian dengan ketentuan perundangan-undangan di bidang pasar modal yang dilakukan oleh Perusahaan Efek. book-keeping. Bapepam-LK asked HIMDASUN management to make a review toward HIMDASUN organization structure and operational activities. penyelenggaran pembukuan. and working capital adequacy especially in term of calculation and presentation.157 Sementara itu. • Written admonition were given to 6 (six) head offices of Exchange Member SC. several violations and inconsistency toward provisions of prevailing laws and regulations of capital market performed by SC were found. Afterward. internal monitoring and controlling. hingga pencabutan izin usaha dengan rincian: • 2 (dua) Kantor Cabang PE Anggota Bursa dan 4 (empat) PE Bukan Anggota Bursa dikenakan penghentian sementara kegiatan usaha.4 Uji Kepatuhan Perusahaan Efek In the meantime. • 8 (delapan) PE Bukan Anggota Bursa sedang dalam proses pemeriksaan dan penyidikan oleh Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK. dari hasil uji kepatuhan terhadap HIMDASUN. Bapepam-LK conducted compliance audit to 28 Securities Companies (SC). pelaksanaan prinsip mengenal nasabah. Dalam melakukan pemeriksaan rutin kepada Perusahaan Efek. Bapepam-LK telah melakukan Laporan Tahunan 2009 Annual Report . • Revocation of business license process were given to 3 (three) Non-Member SC. Selama tahun 2009.

dan sebagian besar dari 36 RDPT diberikan surat untuk melakukan tindakan tertentu serta mengingatkan kepada Manajer Investasi untuk selalu mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Jogjakarta. 1 (one) of which were taken over by Investigation Bureau for further investigation.158 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity monitoring setempat terhadap 11 Perusahaan Efek terkait dengan hasil pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan pada tahun 2008. The objective of this activity was to find out the total number of active WAPERD licenses holders and it served as preparation for Professional Education Program arrangement for all WAPERDs. Pemeriksaan kepatuhan APERD dilakukan terhadap 27 kantor pusat APERD. Therefore. an improvement of Investment Fund application system was made by Bapepam-LK by requiring APERD to report data of employees having investment fund selling agent representative (WAPERD) licenses by filling out/updating the data into the provided system. To improve the APERD compliance. Berdasarkan hasil monitoring setempat yang dilakukan. Denpasar. serta menyampaikan tembusan kepada Bank Indonesia guna kepentingan koordinasi dalam hal terdapat temuan atau indikasi pelanggaran. kemudian dilanjutkan dengan pemetaan terhadap Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan pemetaan risiko terhadap produk baru (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) pada tahun 2009.2. BAPEPAM . Dalam rangka meningkatkan kepatuhan APERD. Compliance audit of APERD was conducted toward 27 APERD head offices. The mapping was performed by conducting compliance audit to all investment fund selling agent representatives and all Limited Participation Investment Funds. 9. Balikpapan. Bapepam-LK conducted compliance audit to 67 Investment Funds including Limited Participation Investment Fund (LPIF). From such number of Investment Funds. Bandung. dan 43 kantor cabang APERD yang berada di 10 (sepuluh) kota besar yaitu Medan.2. Pemetaan tersebut dilakukan dengan cara pemeriksaan kepatuhan terhadap seluruh Agen Penjual Efek Reksa Dana dan seluruh Reksa Dana Penyertaan Terbatas. masih ditemukan beberapa pelanggaran yang sama sebagaimana yang telah ditemukan pada pemeriksaan kepatuhan sebelumnya.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bandung. After Bapepam-LK made a mapping of Investment Manager in 2007 . Based on reports of such onsite monitoring. Pontianak. sebanyak 1 (satu) Reksa Dana proses pemeriksaan kepatuhannya dilimpahkan ke Biro Pemeriksaan dan Penyidikan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. mapping of investment fund selling agent (APERD) and risk on new product (Limited Participation Investment Fund) were also made in 2009. and most of 36 LPIFs got admonition letters to comply with provisions of the prevailing laws and regulations. Denpasar. and 43 APERD branch offices in 10 (ten) big cities. Pontianak.5 Uji Kepatuhan Pengelolaan Investasi with audit findings in 2008. Batam. Bapepam-LK melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 67 Reksa Dana termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). 9. and copies of admonition letters were sent to the Central Bank (Bank Indonesia) for coordination purpose. Atas hal ini. Makasar and Surabaya on July up to November 2009. Bapepam-LK imposed most of APERD with admonition letters to take certain actions and to always comply with the provisions of the prevailing laws and regulations. Balikpapan. Dari 67 Reksa Dana yang diperiksa. Bapepam-LK imposed written admonition to respective Securities Company and ordered respective Securities Companies to take immediate remedial actions. BapepamLK melakukan penyempurnaan sistem aplikasi industri Reksa Dana dengan mewajibkan APERD untuk melaporkan pegawai yang mempunyai izin WAPERD dengan mengisi/ meng-up date data ke dalam sistem yang telah disediakan. Solo. namely Medan. similar violations were still found. Bapepam-LK telah menyampaikan peringatan tertulis kepada Perusahaan Efek yang bersangkutan dan meminta agar segera dilakukan langkah perbaikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan. Batam.5 Compliance Audit on Investment Management Setelah Bapepam-LK melakukan pemetaan terhadap Manajer Investasi pada tahun 2007 hingga tahun 2008. Jogjakarta. Based on the compliance audit reports. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui jumlah pemegang izin WAPERD yang masih aktif dan sebagai bahan persiapan penyelenggaraan Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) bagi seluruh WAPERD. Makasar dan Surabaya pada bulan Juli sampai dengan November 2009. Solo.2008. Bapepam-LK memberikan sebagian besar APERD surat untuk melakukan tindakan tertentu dan untuk selalu mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.

The review and technical investigation was performed to get proper preliminary clues for further formal investigation as stipulated in article 100 of Law Number 8/1995 regarding Capital Market. Bapepam-LK performed regular monitoring toward capital market activities in form of daily stock trading monitoring to 401 issuers and 43 warrants. 7 (tujuh) hasil penelaahan awal dan pemeriksaan teknis tidak menemukan petunjuk awal adanya indikasi perdagangan efek yang tidak wajar untuk diteruskan ke pemeriksaan lanjutan. Bapepam-LK juga telah melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 9 (sembilan) Manajer Investasi terkait dengan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (KYC) dan dari hasil pemeriksaan tersebut. Selain melaksanakan fungsi pengawasan perdagangan saham di bursa. as well as bond trading including 231 series of corporate bonds. Compliance audit was also performed by Bapepam-LK to 9 (nine) Investment Managers in connection with the application of Knowing Your Customer Principles (KYC). As the result. fair. terdapat 6 perusahaan yang proses pemeriksaan kepatuhannya dilimpahkan ke Biro Pemeriksaan dan Penyidikan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diduga melakukan tindakan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bapepam-LK telah menyelesaikan penelaahan awal dan pemeriksaan teknis terhadap 28 indikasi perdagangan tidak wajar. and 79 series of government securities.3 Market Surveillance Dalam rangka melaksanakan amanat Pasal 3 UndangUndang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. 14 initial reviews showed that there were unusual securities trading indications requiring further investigation. In addition to its monitoring function for stock exchange trading. 14 hasil penelaahan awal menunjukkan adanya indikasi perdagangan efek yang tidak wajar sehingga diteruskan kepada pemeriksaan lanjutan. Sepanjang tahun 2009. 9. Bapepam-LK secara rutin melakukan tugas pengawasan terhadap kegiatan pasar modal berupa pemantauan transaksi perdagangan saham harian terhadap 401 emiten dan 43 waran. Bapepam-LK telah melakukan penelaahan dan pemeriksaan teknis terhadap dugaan transaksi tidak wajar dalam upaya menciptakan terwujudnya kegiatan pasar modal yang teratur. In 2009. Bapepam-LK juga melakukan pengawasan In order to meet the mandate of Article 3 of Law Number 8/ 1995 regarding Capital Market. Bapepam-LK juga melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 17 Manajer Investasi. 6 of which went to Investigation Bureau due to violation indication against provisions of the prevailing laws and regulations. c. Dari 17 perusahaan yang diperiksa. serta perdagangan obligasi meliputi obligasi perusahaan (corporate bond) sebanyak 231 seri dan SUN sebanyak 79 seri. Selain itu. Bapepam-LK performed review and technical investigation related unusual transaction to create an organized. 7 (seven) initial reviews and technical investigations came up with no clues of unusual securities trading indications requiring further investigation. Also. 7 (seven) unusual securities trading indications were still in process of reviews and technical investigations at the end of the year. and to protect investor interest at the same time. Bapepam-LK also performed monitoring of debt Laporan Tahunan 2009 Annual Report . From the total numbers. Dari hasil penelaahan awal diketahui rincian kasus sebagai berikut: a. Penelaahan dan pemeriksaan teknis dilakukan guna memperoleh petunjuk awal yang memadai sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagaimana dimaksud dalam pasal 100 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.3 Pengawasan Perdagangan Besides. kepada Manajer Investasi telah diberikan surat untuk melakukan tindakan tertentu dalam rangka perbaikan sistem dan prosedur perusahaan dalam rangka melaksanakan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. wajar dan efisien serta untuk melindungi kepentingan pemodal. admonition letters were given to the Investment Managers to make remedial actions for system and procedure improvements pursuant to KYC. Bapepam-LK juga melakukan pengawasan terhadap perdagangan Kontrak Opsi Saham (KOS) dan Exchange Trade Fund (ETF). b. Bapepam-LK conducted compliance audit to 17 Investment Managers as well.159 Disamping itu. c. b. Bapepam-LK also conducted monitoring of Stock Option trading and Exchange Trade Fund (ETF). and efficient capital market activites. Bapepam-LK conducted initial review and technical investigation on 28 unusual trading indications with details as follow: a. 9. 7 (tujuh) indikasi perdagangan tidak wajar masih dalam proses penelaahan dan pemeriksaan teknis pada akhir tahun.

Bapepam-LK performed monitoring of participant compliance as follows: Table 9.64% 89.G.1 Custodian Bank Surveillance of Custodian Bank is performed by obliging Custodian Bank to submit Monthly and Annual Report concerning Custodian Bank activities and comprising of Securities recapitulation recorded during such period to Bapepam-LK pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X.4. every Party that performs debt Securities and Sukuk transactions is obligated to submit report of transaction made to Bapepam-LK via Securities Transaction Report Receiver.3.83 8.4 PENGAWASAN DAN UJI KEPATUHAN LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Pengawasan Lembaga Penunjang Pasar Modal 9.254 % Frek Terlambat % Freq Late No. there were 21 Custodian Bank which have submitted their monthly reports and annual activities report to Bapepam-LK.116 16.1. 2009 Terlambat Late Volume (Rp. 2009 up to December 28.3 Tingkat Kepatuhan Pelaporan Partisipan Periode 2 Januari s.3 tersebut.4.1 9. Data input process has been performed by Bapepam-LK upon such Report of Custodian Bank delivered. berdasarkan hasil monitoring terhadap kewajiban penyampaian laporan Bank Kustodian pada tahun 2009.1 Bank Kustodian Pengawasan terhadap Bank Kustodian dilakukan dengan mewajibkan Bank Kustodian untuk menyampaikan Laporan Bulanan dan Tahunan tentang aktivitas Bank Kustodian yang memuat rekapitulasi Efek yang tercatat selama periode tersebut kepada Bapepam-LK sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor: X.1. Setiap Pihak yang melakukan Transaksi atas Efek bersifat utang dan Sukuk. 9.1 tentang Laporan Bank Umum sebagai Kustodian.M.798.45 173.74 351.M.160 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity atas transaksi Efek bersifat utang dan Sukuk yang dilaksanakan di pasar sekunder melalui kewajiban pelaporan transaksi Efek.24% 51.514 20.3 tentang Pelaporan Transaksi Efek.4 SUPERVISION AND COMPLIANCE AUDIT ON CAPITAL MARKET SUPPORTING INSITUTION AND PROFESSION Supervision on Capital Market Supporting Insitution 9.1 regarding Report of Commercial Bank as Custodian. To improve development and integrity of debt Securities and Sukuk market through Securities transaction reporting.670 407.008 1 2 3 SC Bank CB 69.741.d 28 Desember 2009 Securities and Sukuk transactions made in secondary market through Securities transaction reporting obligation. di tahun 2009 Bapepam-LK telah menyempurnakan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.M. wajib menyampaikan laporan atas Transaksi yang telah dilakukannya kepada Bapepam-LK melalui Penerima Laporan Transaksi Efek Untuk mengetahui kesiapan partisipan dalam menyampaikan laporan transaksi efek sebagaimana diatur dalam peraturan X. M) Frek Freq 163.596. Bapepam-LK melakukan monitoring kepatuhan partisipan dalam menyampaikan laporannnya sebagai berikut: Tabel 9. comprising of monthly data of Securities buy & sell transactions.842 2. Bapepam-LK amended Bapepam and LK Regulation Number X.301. Terhadap laporan-laporan Bank Kustodian yang disampaikan kepada Bapepam-LK tersebut telah dilaksanakan proses input data ke dalam database.90 19. In 2009. Berdasarkan peraturan tersebut.00% 9.690.4.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . M) Frek Freq 78.668 18.1 9.3 Reporting Compliance Level of Participant for the Period of January 2. yang meliputi data transaksi jual dan beli Efek secara bulanan.10 9. Partisipan Participant Tepat Waktu On Time Volume (Rp. Based on such regulation.M. To find out participants readiness in delivering securities transaction report as provisioned in regulation number X.3 regarding Securities Transaction Reporting in 2009. sebanyak 21 Bank Kustodian telah menyampaikan laporan bulanan dan laporan kegiatan tahunan kepada Bapepam-LK. BAPEPAM . Selanjutnya. Dalam rangka meningkatkan pengembangan dan integritas pasar Efek bersifat utang dan Sukuk melalui pelaporan perdagangan Efek.4.G.

1-6 tentang laporan bulanan kepemilikan saham Emiten atau Perusahaan Publik dan rekapitulasi yang telah dilaporkan dalam Laporan Kegiatan Operasional Bulanan yang wajib disampaikan oleh BAE. percentage.3 Securities Pricing Agency Monitoring on Securities Pricing Agency refers to Bapepam and LK Regulation Number V. 9. apabila diminta oleh Bapepam-LK.1. 9. Terhadap laporan-laporan BAE serta Emiten atau Perusahaan Publik yang menyelenggarakan administrasi Efek sendiri (inhouse BAE) yang disampaikan kepada Bapepam-LK tersebut telah dilaksanakan proses input data ke dalam database.1-6 regarding monthly report of Issuer or Public-listed Company share ownership and recapitulation which have been reported by Securities Administration Agencies in Monthly Operational Activity Report.1-6 regarding monthly report of Issuer or Public-listed Company shares ownership and recapitulation delivered. Laporan Kegiatan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan kepada Bapepam-LK.C. The obligations are among others to deliver a report to Bapepam-LK regarding any change occurred in the institution and to provide Bapepam-LK with: • Annual financial report audited by accountant registered in Bapepam-LK and annual activity report by no later than 3 (three) months after the company»s book year ends. composition of shareholders of Issuer or Public Company.4. dimana diatur mengenai kewajiban lanjutan dari lembaga tersebut.1. In 2009. comprising of 5% ownership of Issuers or Public-listed Companies.H. the amendment was meant to improve the report quality made by Securities Administration Agencies as well as Issuer or Public Company performing inhouse administration.H.1-6 tentang laporan bulanan kepemilikan saham Emiten atau Perusahaan Publik dan rekapitulasi yang telah dilaporkan. Report of material change that could affect company operational activity by no later than 1 (one) business day after the occurence.3 Indonesia Bond Pricing Agency in which obligations of such institution are regulated. Information and data used in valuation process as well as other relevant documents.4.1 regarding Report of Securities Administration Agencies and Issuers which handled inhouse administration to comply with provisions of Government Regulation Number 81/2007 regarding Tax Tariff Reduction for Domestic Entity Taxpayer in form of Public Company.4. • • Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 81 Tahun 2007 tentang Penurunan Tarif Pajak bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka. annual activity report.C.3 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek.1.2 Biro Administrasi Efek Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. and annual financial report to Bapepam-LK.1 tentang Laporan Biro Administrasi Efek dan Emiten yang Menyelenggarakan Administrasi Efek Sendiri telah diubah untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No.H.3 Lembaga Penilaian Harga Efek Pengawasan terhadap Lembaga Penilaian Harga Efek ini merujuk pada Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja setelah kejadian. perubahan peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas laporan yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek serta Emiten dan Perusahaan Publik yang menyelenggarakan administrasi Efek sendiri. Perubahan tersebut berupa penambahan formulir Nomor: X.H.H. Kewajiban tersebut antara lain melaporkan kepada Bapepam-LK perubahan yang terjadi dalam lembaga dan menyampaikan kepada Bapepam-LK berupa: • Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan yang terdaftar di Bapepam-LK dan laporan kegiatan tahunan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah tahun buku perseroan berakhir. Not only to meet the provisions of Government Regulation Number 8/2007. Consequently. 81 Tahun 2007. total number of 5% ownership or less could be clearly defined. Berdasarkan hasil monitoring terhadap kewajiban penyampaian laporan BAE dan Emiten/Perusahaan Publik yang menyelenggarakan administrasi Efek sendiri pada tahun 2009. jumlah dan kepemilikan 5% atau kurang. • Informasi dan data yang digunakan dalam proses penilaian beserta dokumen terkait.H. Reports of Securities Administration Agencies as well as Issuer or Public-listed Company performing inhouse administration which were delivered to Bapepam-LK have gone through data input process.2 Securities Administration Agency Amendment has been made upon Bapepam and LK Regulation Number X. Selain untuk memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah No. if required by Bapepam-LK. 10 (ten) Securities Administration Agencies have submitted monthly report. yang meliputi data kepemilikan 5% Emiten dan Perusahaan Publik serta data dalam formulir Nomor: X.4. as well as data described in form Number X. • Laporan perubahan material yang mempengaruhi operasi perseroan. sebanyak 10 (sepuluh) BAE telah menyampaikan laporan bulanan. 9. The amendment was made through form addition Number X.161 9. sehingga tergambar komposisi pemegang saham publik dari Emiten dan Perusahaan Publik termasuk persentase.1.

Peringkat adalah opini tentang kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran secara tepat waktu oleh suatu Pihak: • sebagai entitas (company rating). dan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Efek bersifat Utang. monitoring of every Trust Agent obligation as provisioned in capital market regulation. dan inspeksi/pemeriksaan setempat. 9. Monitoring on Trust Agent Obligations As provisioned in Bapepam and LK Regulation Number X. inspeksi/pemeriksaan setempat untuk Wali Amanat belum dilakukan.4. Inspeksi/Pemeriksaan Setempat Sampai dengan tahun 2009.4 Trust Agent Trust agent is a Party that represents debt Securities holders» interests. On-site inspection Up to end of 2009. such as: principal redemption and interest payment of debt Securities before maturity date.1 regarding Trust Agent Report. Wali Amanat juga diwajibkan untuk menyampaikan laporan peristiwa penting yang menyangkut kegiatan perwaliamanatan.1. there was 1 (one) Trust Agent submitting the 2009 semi-annual activity report late. 9. and General Debt Securities Holders Meeting arrangement.1. Saat ini infrastruktur untuk inspeksi/pemeriksaan setempat sedang dipersiapkan. and/or Related to Securities issued by concerning Party being rated (instrument rating). Daily surveillance and compliance of activities of Trust Agent which has obtained registration certificate of capital market can be grouped into 3 (three) major activities.4. pembayaran pokok dan bunga Efek yang bersifat utang sebelum jatuh tempo.4 Wali Amanat Wali Amanat adalah Pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek bersifat utang. Trust Agent must submit significant event report related to trust agent activites. violation against provisions of trust agent contract. pengaturan dan pengawasan sehari-hari kegiatan Wali Amanat yang telah memperoleh Surat Tanda Terdaftar di pasar modal dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kegiatan utama. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan selama tahun 2009.1 tentang Laporan Wali Amanat diwajibkan untuk menyampaikan laporan kegiatan tengah tahunan dan tahunan. Selain laporan kegiatan. 9. on-site inspection infrastructure has been prepared.5 Credit Rating Agency Credit Rating Agency is Investment Advisor in form of Limited Liability that conducts rating activities and provides rating. yakni. on-site inspection for Trust Agent has not been performed yet. out of 10 (ten) active Trust Agent in capital market. Inspeksi/pemeriksaan Wali Amanat ditargetkan untuk dilaksanakan pada tahun 2011. Pemantauan Kewajiban Wali Amanat Sebagaimana dipersyaratkan di dalam peraturan Bapepam dan LK Nomor X. pelanggaran atas ketentuan dalam kontrak perwaliamanatan. Rating is an opinion about capability of fulfilling payment obligations timely by certain Party: • • As entity (company rating). pemantauan atas setiap kewajiban Wali Amanat sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan pasar modal. • Report of monthly review concerning market trend by no later than on the 5th business day of the following month. BAPEPAM . Activity related regulation drafting and amendment of regulation was presented in the chapter 7.1.I. Trust Agent is required to submit semi-annual and annual activity reports. 9.dan/ atau • berkaitan dengan Efek yang diterbitkan oleh Pihak dimaksud yang diperingkat (instrument rating).LK Continuous Improvement for a Brighter Future .5 Perusahaan Pemeringkat Efek Perusahaan Pemeringkat Efek adalah Penasihat Investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat.162 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity • Laporan hasil kajian bulanan mengenai kecenderungan pasar. The inspection on Trust Agent was targeted to be started on next 2011.1. and 1 (one) Trust Agent submitting the 2009 annual activity report late. penyusunan dan penyempurnaan peraturan. Kewenangan pembinaan. selambat-lambatnya pada hari kerja ke-5 (lima) bulan berikutnya.I. and local inspection/investigation.4. namely regulation drafting and amendment. Additionally. terdapat 1 (satu) Wali Amanat yang terlambat menyampaikan laporan kegiatan tengah tahunan 2009 dan 1 (satu) Wali Amanat yang terlambat menyampaikan laporan kegiatan tahunan 2009. dari 10 (sepuluh) Wali Amanat yang aktif di Pasar Modal. Based on observation conducted in 2009.4. antara lain. Currently.

4. Based on the audit. similar violations were still found and written admonitions have been given to respective Custodian Bank Laporan Tahunan 2009 Annual Report . The activity was conducted in connection with 2008 compliance audit report of those 8 (eight) Custodian Bank. Kewenangan pembinaan. yakni. Bapepam-LK conducted compliance audit of 10 (ten) Custodian Bank in 2009. 9. information technology system. knowing your customer principles. Atas temuan pelanggaran tersebut.2. investor instruction acceptance and delivery.1 Custodian Bank To assure of Custodian Bank compliance toward prevailing laws and regulation of capital market.4. It was targeted to conduct the inspection/investigation of Credit Rating Agency in 2010. Laporan Hasil Pemeriksaan terhadap 10 (sepuluh) Bank Kustodian sedang dalam proses penyelesaian oleh Tim Pemeriksa Bapepam-LK. completion of investor account opening form. monitoring of Credit Rating Agency obligations as provisioned in capital market regulation. kelengkapan pengisian formulir pembukaan rekening nasabah. and report delivery to investor. Bapepam-LK telah meminta kepada manajemen Bank Kustodian untuk melakukan langkahlangkah perbaikan dan menyampaikan laporannya kepada Bapepam-LK dalam jangka waktu tertentu. Bapepam-LK has monitored and reviewed the compliance and remedial actions performed by 8 (eight) Custodian Bank toward prevailing laws and regulation of capital market. They were among others related to application of knowing your customer principles. custodian system access.1. 9. prinsip mengenal nasabah. corporate action processing. sistem teknologi informasi.4. and reporting obligation. and local inspection/investigation. namely: regulation drafting and amendment. 9. penerimaan dan penerusan instruksi nasabah.4. 9. dan inspeksi/ pemeriksaan setempat.2.6 On-site inspection Recently. Kegiatan ini dilakukan terkait dengan hasil pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan terhadap ke-8 (delapan) Bank Kustodian tersebut pada tahun 2008.6 Pemeriksaan Setempat Infrastruktur untuk melakukan inspeksi/pemeriksaan setempat di Perusahaan Pemeringkat Efek sedang dipersiapkan dan ditargetkan inspeksi/pemeriksaan setempat dilakukan pada tahun 2010. Tim Pemeriksa Bapepam-LK menemukan beberapa pelanggaran atau ketidaksesuaian dengan ketentuan perundangan-undangan di bidang pasar modal. dan penyampaian laporan kepada nasabah. Bapepam-LK has asked Custodian Bank management to take necessary remedial actions and report it to Bapepam-LK within the specified time frame. including organization aspect. dan kewajiban pelaporan. Bapepam-LK telah menyelesaikan pemeriksaan kepatuhan terhadap 10 (sepuluh) Bank Kustodian di tahun 2009 yang meliputi aspek organisasi.163 Peringkat bukan merupakan rekomendasi bagi pemodal untuk mengambil keputusan investasi dan/atau opini atas nilai kewajaran Efek dan/atau nilai entitas yang diperingkat. Activity related regulation drafting and amendment of regulation was presented in the chapter 7.2 Capital Market Supporting Institution Compliance 9. maintenance and security of investor assets.4. penyusunan dan penyempurnaan peraturan. Berdasarkan hasil monitoring tersebut. pengaturan dan pengawasan sehari-hari kegiatan Perusahaan Pemeringkat Efek yang telah memperoleh Surat Izin Usaha untuk melakukan kegiatan pemeringkatan dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kegiatan utama.4. Bapepam-LK found several violation or inconsistency against provisions of the prevailing laws and regulation of capital market. Berdasarkan uji kepatuhan tersebut. antara lain terkait dengan penerapan prinsip mengenal nasabah. Supervision on daily activities of Credit Rating Agency that has obtained Business License for conducting rating activities can be divided into 3 (three) major activities. pemeliharaan dan pengamanan aset nasabah. Selain pemeriksaan tersebut. Investigation Team of Bapepam-LK has been working on the finalization of Investigation Report toward those 10 (ten) Custodian Bank. akses sistem kustodian.1 Bank Kustodian Untuk memastikan kepatuhan Bank Kustodian terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku. pemantauan atas setiap kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan pasar modal. masih ditemukan 9. In addition to the investigation. Based on the audit report. Bapepam-LK melakukan monitoring dan menelaah kembali pemenuhan serta perbaikan yang telah dilakukan oleh 8 (delapan) Bank Kustodian terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. on-site inspection infrastructure has been set up.2 Uji Kepatuhan Lembaga Penunjang Pasar Modal Rating is not a recommendation for investor to make invesment decision and/or opinion upon Securities fair value and/or entity value being rated. To respond to those violations. pemrosesan aksi korporasi.1.

2. 2008. dan inspeksi/pemeriksaan setempat. Selain ketepatan waktu penyampaian. Pemantauan atas Kewajiban Penilai Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII. As the preparation for on-site inspection. digunakan juga sebagai salah satu referensi sebelum melakukan pemeriksaan setempat. Audit surveillance training was being conducted in cooperation with Australian Securities and Invesment Commission. Selain kewajiban terkait PPL. Akuntan yang telah memiliki STTD diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) setiap tahunnya dan mengirimkan bukti keikutsertaannya dalam PPL tersebut kepada Bapepam-LK.2. BAPEPAM .4. Accountant must submit Periodic Reports every year.4. 9. Pemantauan Bapepam-LK untuk kewajiban PPL ini lebih bersifat administratif. Hasil analisis atas laporan berkala Penilai.4. Therefore.3. Bapepam-LK juga melakukan analisis atas isi laporan berkala tersebut. monitoring of Accountant obligations as provisioned in capital market regulation.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .A. Bapepam-LK conducted analysis upon such periodic reports.164 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity beberapa pelanggaran yang sama dan telah dilakukan peringatan tertulis kepada Bank Kustodian yang bersangkutan untuk segera dilakukan langkah perbaikan.J.1 Akuntan Kewenangan pembinaan. In addition to delivery timeliness. It complies with Bapepam and LK Regulation Number X. 9. The analysis result shall serve as one of the references for onsite inspection. pengaturan dan pengawasan sehari-hari kegiatan Perusahaan Pemeringkat Efek yang telah memperoleh Surat Tanda Terdaftar untuk melakukan kegiatan di pasar modal dapat dikelompokkan kedalam 3 (tiga) kegiatan utama. saat ini sedang dilakukan audit surveillance training dengan bekerjasama dengan Australian Securities and Invesment Commission.4.4.2 Securities Pricing Agency Securities Pricing Agency is a new established institution in capital market. 9.3 Supporting Capital Market Profession 9.3.1 Accountant Supervision on daily activities of Public Accountant that has obtained Business License for conducting capital market activities can be divided into 3 (three) major activities. Activity related regulation drafting and amendment of regulation was presented in the chapter 7. 2008. Sebagai persiapan untuk melakukan pemeriksaan setempat. yakni. Furthermore. penyusunan dan penyempurnaan peraturan.2 tentang Laporan Berkala Kegiatan Akuntan yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-396/BL/2008 tanggal 6 Oktober 2008.1 regarding Registration of Accountant providing Services in Capital Market as the Attachment of Chairman of Bapepam and LK Decree Number Kep-42/BL/2008 dated February 14. namely: regulation drafting and amendment. no compliance audit has ever been conducted toward Securities Pricing Agency in 2009. Akuntan juga wajib untuk menyampaikan Laporan Berkala setiap tahunnya. and local inspection/ investigation. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.2 Lembaga Penilaian Harga Efek Lembaga Penilaian Harga Efek merupakan lembaga yang baru berdiri sehingga belum dilaksanakan uji kepatuhan terhadap Lembaga Penilaian Harga Efek di tahun 2009. 9. 9. pemantauan atas setiap kewajiban Akuntan sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan pasar modal.J.4. On-site inspection In 2009 Bapepam-LK did not conduct on-site inspection.3 Profesi Penunjang Pasar Modal for another remedial action. The obligation of joining APP is completely administrative.2 regarding Periodic Activity Reports of Accountant as the Attachment of Chairman of Bapepam and LK Decree Number 396/BL/2008 dated October 6. Accountants that have obtained registration certificates are required to join Professional Education Program (PEP) every year and send their participation proof in such program to Bapepam-LK.1 tentang Pendaftaran Akuntan yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-42/BL/2008 tanggal 14 Februari 2008. Pemeriksaan Setempat Bapepam-LK belum melakukan inspeksi/pemeriksaan setempat sampai dengan tahun 2009. Monitoring on Accountant Obligations Based on Bapepam and LK Regulation Number VIII.A.

Selain ketepatan waktu penyampaian. In addition to delivery timeliness. Bapepam-LK telah melakukan inspeksi/surveillance setempat atas pengendalian mutu Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) kepada 8 (delapan) KJPP. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. It complies with Bapepam and LK Regulation Number X. In 2009.3. Bapepam-LK juga melakukan analisis atas isi laporan berkala tersebut. pemantauan atas setiap kewajiban Penilai sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan pasar modal. Indirect supervision includes monitoring on company compliance in submitting financial and non-financial reports as well as analysis of such reports. yakni. 2008.5 PENGAWASAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DAN MODAL VENTURA 9. Hasil analisis atas laporan berkala Penilai.C. maka kualitas dan profesionalitas profesi Penilai dapat ditingkatkan. Monitoring on Appraiser Obligations Based on Bapepam and LK Regulation Number VIII. Penilai juga wajib untuk menyampaikan Laporan Berkala setiap tahunnya.4. namely: regulation drafting and amendment.J.J. Pemeriksaan Setempat Tujuan inspeksi/surveillance setempat ini adalah untuk mengetahui kepatuhan Penilai terhadap peraturan Bapepam-LK.2 Appraiser Supervision on daily activities of Appraiser that has obtained Business License for conducting capital market activities can be divided into 3 (three) major activities. dan inspeksi/pemeriksaan setempat. Supervision on the activities of finance company was performed either directly or indirectly. pengaturan dan pengawasan sehari-hari kegiatan Perusahaan Pemeringkat Efek yang telah memperoleh Surat Tanda Terdaftar untuk melakukan kegiatan di pasar modal dapat dikelompokkan kedalam 3 (tiga) kegiatan utama. Bapepam-LK conducted analysis upon such periodic reports. by complying with Bapepam-LK regulations. Appraisers that have already had registration certificates must join Professional Education Program (PEP) every year and send their participation proofs in such program to Bapepam-LK.4. and on the spot inspection Activity related regulation drafting and amendment of regulation was presented in the chapter 7.4 regarding Periodic Activity Reports of Appraiser as the Attachment of Chairman of Bapepam and LK Decree Number 396/BL/2008 dated October 6. Furthermore. Penilai yang telah memiliki STTD diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) setiap tahunnya dan mengirimkan bukti keikutsertaannya dalam PPL tersebut kepada Bapepam-LK. 2008. 9.1 regarding Registration of Appraiser performing Capital Market activities as the Attachment of Chairman of Bapepam-LK Decree Number Kep-42/BL/2008 dated February 14. The obligation of joining PEP is completely administrative. On-site Inspection The purpose of the inspection was to observe Appraiser compliance toward Bapepam-LK regulations.C. Selain kewajiban terkait PPL. digunakan juga sebagai salah satu referensi sebelum melakukan pemeriksaan setempat. Diharapkan dengan mematuhi peraturan Bapepam-LK yang ada.5 SUPERVISION ON FINANCE COMPANIES AND VENTURE CAPITAL COMPANIES Pembinaan dan pengawasan atas kegiatan perusahaan pembiayaan dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Bapepam-LK conducted on-site inspection on Registered Appraisal Service Office (RASO) to 8 (eight) RASOs.4 tentang Laporan Berkala Kegiatan Penilai yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep396/BL/2008 tanggal 6 Oktober 2008. The result of such on-site inspection served as recommendation for RASOs improvement. penyusunan dan penyempurnaan peraturan. Selama tahun 2009. Hopefully. Appraiser must submit Periodic Reports every year. The analysis result shall serve as one of the references for on-site inspection. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 9. monitoring of Appraiser obligations as provisioned in capital market regulation.1 tentang Pendaftaran Penilai yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-42/BL/2008 tanggal 14 Februari 2008. Pemantauan atas Kewajiban Penilai Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII. Adapun hasil dari inspeksi/ surveillance setempat ini adalah rekomendasi sebagai bahan perbaikan bagi KJPP. Pengawasan tidak langsung meliputi pemantauan atas kepatuhan perusahaan dalam penyampaian laporan keuangan dan non-keuangan serta hasil analisis atas laporan-laporan tersebut.2 Penilai Kewenangan pembinaan.165 9. Pemantauan Bapepam-LK untuk kewajiban PPL ini lebih bersifat administratif. the quality and profesionalism of Appraisal profession can be improved.3.

3 Fit & Proper Test of Board of Directors and Commissioners Dengan adanya penilaian kemampuan dan kepatutan bagi calon direksi dan komisaris perusahaan pembiayaan. 9. it will finally encourage good corporate governance of financecompanies. 9.2 Inspection on Finance Company Pemeriksaan dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keyakinan yang memadai atas kebenaran laporan periodik. Bapepam-LK telah memberikan sanksi peringatan. to assess the finance company compliance toward prevailing provisions. Bapepam-LK conducted inspection toward 52 finance companies based on analysis and 2008 audited financial report.5. Bapepam-LK gave sanction of written admonition. suspension of business activity. suspension of business activity. and monitoring the compliance of financing company»s commitment that has been audited in 2008. In 2009.5. pada akhirnya hal ini dapat mendorong terwujudnya tata kelola perusahaan pembiayaan yang baik.5. 9. 9. laporan kegiatan usaha semesteran. • Operational activity aspect. dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik. Scopes of investigation were as follow: • Institutional aspect. semi-annual business activity report. dan pencabutan izin usaha.5.3 Penilaian Kepatutan dan Kemampuan Direksi dan Komisaris The investigation is performed to get proper convictions upon the accuracy of periodic reports.1 Submission of Financial Report Perusahaan pembiayaan diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan bulanan. pembekuan kegiatan usaha. 9. dan • Aspek keuangan. and • Financial aspect. BapepamLK telah memberikan sanksi peringatan. and business license revocation. Pada tahun 2009 Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan terhadap 52 perusahaan pembiayaan berdasarkan hasil analisis atas laporan keuangan audit tahun 2008 dan pemantauan atas pemenuhan komitmen perusahaan pembiayaan yang telah diperiksa pada tahun 2008. Dengan demikian. dan memastikan bahwa laporan periodik sesuai dengan keadaan perusahaan yang sebenarnya.166 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Pengawasan secara langsung dilakukan dengan pemeriksaan pada perusahaan pembiayaan. and to ensure that the periodic reports reflect the real condition of the company. Consequently. In 2009. Fit & proper tests for candidates of board of directors and commissioners of finance companies are expected to generate high competence human resource. Sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan tersebut. Hasil analisis atas laporan tersebut selanjutnya digunakan sebagai salah satu dasar dilakukannya pemeriksaan dan menjadi pertimbangan dalam evaluasi atas permohonan yang berkaitan dengan kelembagaan perusahaan pembiayaan. dan pencabutan izin usaha atas pelanggaran dalam kewajiban penyampaian laporan keuangan perusahaan pembiayaan. and serve as considerations for evaluating the application related to finance company. BAPEPAM . The analysis of those reports will later serve as one of the basis for performing investigation.5. Selama tahun 2009. pembekuan kegiatan usaha. diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan kepatutan tinggi dalam menjalankan perusahaan.1 Penyampaian Laporan Keuangan Direct supervision was performed by investigating the finance company.2 Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan Finance company must submit monthly financial report.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bapepam-LK has given sanction of admonition. To follow up the inspection. and annual financial report audited by public accountant. Ruang lingkup pemeriksaan meliputi: • Aspek kelembagaan. • Aspek penyelenggaraan usaha (operasional).5. and revocation of business license for violation of financial report submission of finance company. menilai kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di bidang perusahaan pembiayaan. 9.

which were 87.1 PENGAWASAN PERUSAHAAN PERASURANSIAN Penyampaian Laporan In 2009.56% untuk semester II. berdasarkan Pasal 18 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 425/KMK. dan 95. June 30. 9.6 9.06/2003 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasurasi.68% untuk triwulan I. Kemudian.68% in the first quarter. dan 31 Desember paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya triwulan yang bersangkutan.56% untuk triwulan III.42% in the first semester and 90. Additionally. Bapepam-LK telah melakukan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper) terhadap 135 calon direksi dan calon komisaris perusahaan pembiayaan yang mengajukan permohonan untuk dilakukan penilaian kemampuan dan kepatutan dengan rincian sebagai berikut: • 86 calon direksi.6. Insurance and Reinsurance Companies are required to submit quarter Solvency Level Report to the Minister of Finance per March 31. From the figures. 98.42% untuk semester I dan 90. based on Article 18 of the Minister of Finance Decree Number 425/KMK. the company is required to submit semi-annual Financial Report ended as of June 30 and December 31 by no later than 1 (one) month as from the end-date of respective period. 9. Meanwhile. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .1 SUPERVISION ON INSURANCE COMPANY Report Submission Berdasarkan Pasal 6 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 424/KMK. 98. and • 49 commissioner candidates. the compliance of insurance and reinsurance broker companies on report submission were at lower level.6. 99. 5 (five) director candidates and 8 (eight) commissioner candidates were declared failed from the fit & proper test.167 Selama tahun 2009.6 9. 30 Juni.56% in the second semester.06/2003 regarding Financial Soundness of Insurance and Reinsurance Companies. September 30. 5 (lima) orang calon direksi dan 8 (delapan) orang calon komisaris dinyatakan tidak lulus penilaian kemampuan dan kepatutan.68% untuk triwulan IV. Besides. Dari jumlah tersebut. and December 31 by no later than 1 (one) month after the respective quarter ends.56% in the third quarter and 95. Selain itu perusahaan juga diwajibkan menyampaikan laporan keuangan semesteran yang berakhir tanggal 30 Juni dan 31 Desember paling lambat 1 (satu) bulan sejak berakhirnya semester yang bersangkutan. 30 September. Perusahaan Asuransi dan Reasuransi wajib menyampaikan kepada Menteri Keuangan mengenai laporan perhitungan tingkat solvabilitas triwulanan per 31 Maret. 99.68% in the forth quarter. Bapepam-LK conducted fit & proper tests toward 135 candidates of board of directors and commissioners of financing companies with the following details: • 86 director candidates. Monitoring on insurance companies» compliance on report submission showed that 2009 financial report of insurance and reinsurance companies were delivered timely by 96.06/2003 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi. the companies are also required to submit annual Solvency Level Report per December 31 attached with Independent Auditor Report upon annual financial report to calculate the solvency level of respective period by lo later than April 30 of the following year.06/2003 regarding Licensing and Business Conducts of Insurance Supporting Business Companies. insurance and reinsurance broker companies are required to submit Annual Financial Report ended as of December 31 attached with independent auditor report by no later than April 30 of the following year. Selain itu perusahaan juga wajib menyampaikan laporan perhitungan tingkat solvabilitas tahunan per 31 Desember yang dilampiri dengan laporan auditor independen atas laporan keuangan tahunan yang digunakan untuk menghitung tingkat solvabilitas periode dimaksud paling lambat tanggal 30 April tahun berikutnya. Sedangkan untuk perusahaan pialang asuransi dan reasuransi menunjukkan tingkat kepatuhan yang lebih rendah yaitu 87.28% untuk triwulan II. Pemantauan atas kepatuhan perusahaan perasuransian dalam memenuhi kewajiban penyampaian pelaporan menunjukkan bahwa untuk penyampaian laporan keuangan tahun 2009 untuk perusahaan asuransi dan reasuransi tercatat yang menyampaikan laporan tepat waktu adalah sebesar 95.28% in the second quarter. dan • 49 calon komisaris. Furthermore. perusahaan pialang asuransi dan reasuransi wajib menyampaikan kepada Menteri Keuangan mengenai laporan keuangan tahunan yang berakhir pada tanggal 31 Desember yang dilampiri dengan laporan auditor independen paling lambat tanggal 30 April tahun berikutnya. Pursuant to Article 6 of the Minister of Finance Decree Number 424/KMK.

92. 9.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Sedangkan untuk triwulan IV adalah 93.50% in the second quarter.50% in the forth quarter. triwulan II adalah 92. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap laporan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi.60% in the forth quarter. dan perusahaan pialang reasuransi.10%. While the number of insurance or reinsurance companies which fulfilled the investment balance ratio were 88. insurance broker and reinsurance broker companies.60% berdasarkan data perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan triwulan IV 2009.60%.20% in the third quarter.86% in the first quarter.20%. the number of companies fulfilling RBC ratio were 82.50%. financial report analysis of insurance broker and reinsurance broker companies are among others to find out the companies compliance toward minimum authorized capital and the amount of premium unpaid to insurance or reinsurance companies. Persentase pemenuhan RBC perusahaan asuransi menunjukkan adanya peningkatan sejak triwulan I sampai dengan triwulan IV tahun 2009. The minimum capital requirement for insurance broker and reinsurance broker companies was applied at the end of BAPEPAM . Pemenuhan ketentuan mengenai RBC merupakan salah satu indikator kinerja utama dalam sasaran strategis Bapepam-LK dengan target 90% perusahaan asuransi memenuhi persyaratan minimum RBC pada tahun 2009.57%. 90. dan triwulan III adalah 90. Sedangkan perusahaan asuransi dan reasuransi yang memenuhi rasio perimbangan investasi untuk triwulan I adalah 88. Ketentuan permodalan minimum untuk pialang asuransi dan pialang resuransi mulai berlaku sejak akhir tahun 2008 Analysis of financial report is performed upon financial reports of insurance. Besides.50% berdasarkan data perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan triwulan IV 2009. 9.6.2 Analysis of Financial Report Analisis laporan keuangan dilakukan atas laporan keuangan perusahaan asuransi. the financial analysis is also meant to give early identification of company failure in fulfilling its obligation toward the insured or other relevant parties. in which 90% of insurance companies fulfilled the minimum RBC ratio in 2009.57% in the first quarter. as well as to identify companies which postpone the premium payment from the insured to insurance or reinsurance companies too long. reinsurance.168 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan telah dikenai sanksi administratif.10% in the second quarter.60% in the third quarter. triwulan II adalah 88. kegiatan analisis laporan keuangan juga dimaksudkan untuk mengidentifikasikan secara dini potensi kegagalan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya kepada tertanggung atau pihak lain yang berkepentingan atas klaim. The analysis of insurance and reinsurance companies» financial reports is meant to assess the compliance of those companies toward provisions of solvency margin and investment balance ratio. dan triwulan III adalah 89. Analisis atas laporan keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi antara lain dimaksudkan untuk menilai kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan mengenai batas tingkat solvabilitas dan ketentuan mengenai rasio perimbangan investasi. The percentage of RBC ratio fulfillment showed an increase from 2009 first quarter up to forth quarter.86%. Based on the analysis of insurance or reinsurance companies financial reports. Selain itu.2 Analisis Laporan Keuangan The companies which have not complied with the prevailing provisions got administrative sanctions. Adapun analisis atas laporan keuangan perusahaan pialang asuransi dan perusahaan pialang reasuransi antara lain dimaksudkan untuk mengetahui kepatuhan perusahaan atas ketentuan tentang modal sendiri minimum yang harus dimiliki dan besarnya premi yang belum disetor kepada perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi serta mengidentifikasikan perusahaan yang terlalu lama menunda pembayaran premi dari tertanggung kepada perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi. Sedangkan untuk triwulan IV adalah 90.6. perusahaan pialang asuransi. 88. Fulfillment of RBC ratio was one of the key performance indicators of Bapepam-LK strategic target. Meanwhile. perusahaan yang memenuhi ketentuan RBC pada triwulan I adalah 82. perusahaan reasuransi. and 93. and 90. 89.

to assess the business conducts of insurance companies. among others. 13. investment balance. perusahaan pialang reasuransi. Rincian pencatatan produk asuransi baru adalah sebagai berikut: Throughout 2009. perusahaan pialang asuransi. Based on the analysis performed in 2009. Companies which have not fulfilled the RBC. violations toward provisions of annual and quarter reports obligation were found. hanya 13. Sampai dengan akhir tahun 2009. reinsurance. there were 367 new products filed in Bapepam-LK and 1 product has its marketing halted. insurance broker.4 Analysis of Automatic Reinsurance Program Report (Treaty) Analisis laporan program reasuransi otomatis (treaty) dilakukan atas laporan program reasuransi otomatis perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi kerugian. telah ditemukan adanya pelanggaran atas ketentuan mengenai kewajiban pelaporan untuk laporan tahunan dan laporan triwulan.6. and insurance loss adjuster companies. perusahaan reasuransi dan perusahaan penunjang usaha asuransi antara lain dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan usaha perasuransian. Details of new insurance product registration were as follow: Laporan Tahunan 2009 Annual Report .169 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2008. Analisis atas laporan program reasuransi otomatis (treaty) perusahaan asuransi antara lain dimaksudkan untuk menilai kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan mengenai program dukungan reasuransi otomatis untuk setiap produk asuransi pada setiap lini usaha asuransi.6.5 New Insurance Product Analysis Selama tahun 2009. 9.5 Analisis Produk Asuransi Baru Analysis on report of automatic reinsurance program is conducted toward automatic reinsurance program reports of life and general insurance companies.6. there were violations conducted by general insurance companies. Berdasarkan hasil analisis atas laporan operasional tahun 2009. and minimum authorized capital requirements already got administrative sanctions.6. The analysis is meant to assess the companies» compliance toward the provisions of automatic reinsurance supporting program for each insurance product of every insurance line business. Those violations have been followed up by administrative sanctions. Administrative sanctions were imposed on those violations consequently.6% pialang asuransi dan pialang reasuransi masih belum memenuhi ketentuan modal sendiri minimum sebesar Rp1 milliar.6. telah ditemukan adanya pelanggaran atas ketentuan mengenai program reasuransi otomatis (treaty) yang dilakukan oleh perusahaan asuransi kerugian. Based on 2009 analysis report of automatic reinsurance program (treaty). Pelanggaran tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengenaan sanksi administratif. Perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan RBC. Analisis atas laporan operasional perusahaan asuransi. perimbangan investasi dan permodalan minimum telah dikenai sanksi administratif. The analysis is meant. 9. 9. 9. reinsurance broker. terdapat 367 produk baru yang telah dicatat oleh Bapepam-LK dan satu produk yang dihentikan pemasarannya.4 Analisis Laporan Treaty Reasuransi Analysis of operational reports is performed based on operational reports of insurance. Pelanggaran tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengenaan sanksi administratif. Berdasarkan hasil analisis atas laporan program reasuransi otomatis (treaty) tahun 2009.6% of insurance broker and reinsurance broker companies have not fulfilled the minimum capital of Rp1 billion. 9. dan perusahaan penilai kerugian.3 Analisis Laporan Operasional 2008 pursuant to Government Regulation Number 39/2008. Up to the end of 2009. perusahaan reasuransi. 9.3 Operational Report Analysis Analisis laporan operasional dilakukan atas laporan operasional perusahaan asuransi.6.

38% BAPEPAM . tahun ini Bapepam-LK juga telah memberikan persetujuan pemasaran produk asuransi melalui kerjasama dengan bank (bancassurance) dengan rincian sebagai berikut: Tabel 9. Details of investigations performed in 2009 were as follow: Table 9.50% dari yang dicadangkan).4. Rincian pelaksanaan pemeriksaan selama tahun 2009 adalah sebagai berikut: Tabel 9. Bapepam-LK conducted routine on-site inspection to 36 companies (94. Bapepam-LK also granted approval of new bancassurance products.50% 91.5. Details of Bancaasurrance Registratio Syariah Sharia 4 0 Jumlah Total 88 1 85 4 89 9.30% of the total retained).50% 83.00% 100. Details of New Insurance Product Registration Syariah Sharia 16 3 Jumlah Total 263 104 348 19 367 Selain melakukan pencatatan produk baru. Details of On-site inspection of Insurance Companies Keterangan Description Pemeriksaan Rutin Routine Investigation Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian General Insurance Reasuransi Reinsurance Asuransi Sosial Social Insurance Pialang Reasuransi Reinsurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pemeriksaan Khusus Specific Investigation Pemeriksaan Khusus Kantor Cabang Branch Office Investigation Total Target/Dicadangkan Realisasi Persentase Realization Precentage 36 7 11 2 1 3 12 7 10 94.4. specific on-site inspection to branch office were conducted to 10 (ten) companies (83.66% 100.170 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Tabel 9. Sedangkan pemeriksaan khusus kantor cabang telah dilakukan terhadap 10 (sepuluh) perusahaan (83.00% 87.74% dari target) dan pemeriksaan khusus terhadap 7 (tujuh) perusahaan (87. Details of which were as follow: Table 9. Rincian Pencatatan Produk Asuransi Baru Perusahaan Company Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian General Insurance Total Konvensional Conventional 247 101 Table 9.6 On-site Inspection of Insurance Company Selama tahun 2009.6.6.6 Pemeriksaan langsung perusahaan Perasuransian 9.5.00% 100. Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap 36 perusahaan (94.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Rincian Pencatatan Produk Asuransi Bancasurrance Perusahaan Company Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian General Insurance Total Konvensional Conventional 84 1 Despite the new product registration.30% 38 8 12 2 1 3 12 8 12 58 53 91.6. Meanwhile.30% dari yang dicadangkan).74% 87.74% of the target) and specific on-site inspection to 7 (seven) companies (87.6 Rincian Pelaksanaan Pemeriksaan Langsung Perusahaan Perasuransian Throughout 2009.00% 100.50% of the total retained).

7. Bapepam-LK telah menerima 93 Throughout 2009. independent commissioner. claim payment.7. 53 of them have been declared passing the test. total minimum of guarantee fund. Bapepam-LK telah melakukan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian.6. Bapepam-LK conducted Fit & Proper Test For Insurance Companies Directors And Commissioners with the following details: Table 9.7 9. 9. the violations were related to provisions of working capital. dengan rincian sebagai berikut: Tabel 9.1 SUPERVISION ON PENSION FUND Legalization and Approval of Pension Fund Selama tahun 2009.05/2007 regarding Fit & Proper Test For Insurance Companies Directors And Commissioners. fit & proper test for insurance business management is a must as specified in Minister of Finance Regulation Number 78/PMK.05/2007 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian. polis professional indemnity serta penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. and good insurance business practice.171 Dari hasil pemeriksaan diketahui terdapat beberapa ketentuan yang dilanggar oleh perusahaan asuransi antara lain ketentuan mengenai solvabilitas. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian Perusahaan Company Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian General Insurance Asuransi Sosial Social Insurance Reasuransi Reinsurance Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Reasuransi Reinsurance Broker Agen Agent Penilai Kerugian Loss Appraiser Total Direksi Director 49 46 4 2 36 3 4 2 One of the requirements to create a strong insurance industry is good competence and integrity insurance business management. In 2009. 53 orang dinyatakan tidak lulus yang terdiri dari 28 direksi dan 25 komisaris.1 PENGAWASAN DANA PENSIUN Pengesahan dan Persetujuan From a total number of 266 directors and commissioners. 9. pembayaran klaim. Untuk pialang asuransi ketentuan yang masih sering dilanggar adalah ketentuan mengenai permodalan. komisaris independen. Bapepam-LK received 93 applications for Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 9. Selama tahun 2009. Fit & Proper Test For Insurance Companies Directors And Commissioners Komisaris Commissioner 34 45 6 1 27 1 5 1 Jumlah Total 83 91 10 3 63 4 9 3 146 120 266 Dari total 266 direksi dan komisaris yang dinilai.78/PMK.7 9. serta praktek usaha asuransi yang sehat. pelaksanaan fit and proper test bagi pengurus perusahaan perasuransian merupakan hal yang wajib dilakukan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. For insurance brokers. tenaga ahli.6.7 Pelaksanaan penilaian kepatutan dan kemampuan direksi dan komisaris From on-site inspection. Untuk memenuhi hal tersebut. 9. and Knowing Your Customer implementation.7 Fit & Proper Test for Board of Directors and Commissioners Salah satu hal yang sangat diperlukan untuk menciptakan industri perasuransian yang tangguh adalah adanya pengurus perusahaan perasuransian yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik. professional indemnity policy. jumlah minimum dana jaminan.7.7. insurance expert. it was found that insurance companies made certain violations against provisions of solvency. they comprised of 28 directors and 25 commissioners. For that purpose.

• 88 permohonan persetujuan atas hasil penyelesaian likuidasi dana pensiun.63 12 0 12 11 91. Lebih lanjut penanganan proses pengesahan dan persetujuan terkait dengan Dana Pensiun selama tahun 2009 tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 9.8. Bapepam-LK memproses 9 (sembilan) pengesahan pembentukan dana pensiun baru. Meanwhile.172 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity permohonan pengesahan atau persetujuan baru. Sementara itu. 19 of which were application submitted on the previous year. sebanyak 42 permohonan telah diselesaikan. sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK juga memproses 64 permohonan pengesahan atas perubahan peraturan dana pensiun.67 BAPEPAM . • 45 application for legalization of pension fund regulation amendment. 29 of which have been completed and the rest be processed in 2010. Further descriptions of legalization and approval process in 2009 related to pension fund are given in the following table: Table 9.67 30 0 30 29 96. From the figures.8. Sementara terhadap 30 permohonan persetujuan rencana kerja likuidasi dana pensiun dan penyelesaian likuidasi dana pensiun. • 45 permohonan pengesahan perubahan peraturan dana pensiun. Related to 12 applications of pension fund liquidation received in 2009. • 12 application for legalization of pension fund liquidation. 42 applications have been completed. 6 (six) of which have been finalized in 2009. sebanyak 29 permohonan telah diselesaikan dan 1 (satu) lainnya diproses lanjut di tahun 2010. throughout 2009. 3 (three) of which were application received in the previous year. sebanyak 11 permohonan telah diselesaikan dan 1 (satu) lainnya diproses di tahun 2010. yang terdiri dari: • 66 permohonan pengesahan pembentukan dana pensiun baru. From the total number of 9 (nine) legalization processes. 6 (enam) diantaranya telah diproses selesai di tahun 2009. • 22 permohonan persetujuan rencana likuidasi dana pensiun. Terkait dengan 12 permohonan pembubaran dana pensiun yang masuk di tahun 2009. of new pension fund establishment. dimana 3 (tiga) diantaranya merupakan permohonan yang masuk di tahun sebelumnya. from a total number of 30 applications for approval of pension fund liquidation plan and finalization. Bapepam-LK has processed 9 (nine) legalizations. • 12 permohonan pengesahan pembubaran dana pensiun. • 88 applications for approval of pension fund liquidation finalization. Selain memproses pengesahan pembentukan dana pensiun baru. sepanjang tahun 2009. dimana 19 diantaranya merupakan permohonan yang masuk di tahun sebelumnya. Dari jumlah permohonan tersebut. • 22 application for approval of pension fund liquidation plan. Penanganan proses pengesahan dan persetujuan Dana Pensiun selama tahun 2009 Type of Application Total New Application in 2009 Total Pending Application licensing comprising of: • 66 application for legalization of new pension fund establishment. Descriptions of legalization and approval process in 2009 related to pension fund Total Processed Application in 2009 Total Finalized Application in 2009 Total % Legalization Of New Pension Fund Establishment Legalization Of Pension Fund Regulation Amandment Legalization Of Pension Fund Liquidation Approval Of Pension Fund Liquidation Plan & Finalization 6 3 9 6 66. 11 applications have been completed and 1 (one) application will be processed in 2010. Dari ke-9 (sembilan) proses pengesahan tersebut. In the meantime.67 45 19 64 42 65.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bapepam-LK has also processed 64 applications for legalization of pension fund regulation amendment in 2009.

namely: • Report for the period of January 1 .December 31 (annual report) that must be audited by public accountant. and cashflow report. • Report for the period of July 1 . income statements. Dalam setahun.2. Dalam satu tahun. has no ogligation to make the investment report audited by public accountant. 9. While EPF that owns total investment greater than Rp100 billion (without considering the investment type owned). All pension funds have to submit this technical report.1 Financial Report Financial report is a report of pension fund financial condition comprising of net assets report. maka laporan investasinya tidak wajib diperiksa oleh akuntan publik. certificate of deposits. Sertifikat Bank Indonesia.3 Technical Report Technical report is a report that provides information about operational activities of pension fund for the period of January 1 .2 Penyampaian Laporan Berkala Dana Pensiun From the abovementioned application completion. on call deposits.4 Laporan Aktuaris Laporan aktuaris adalah laporan yang berisi hasil perhitungan aktuaris mengenai kondisi pendanaan dana Types of pension fund periodic reports which must be submitted to the Minister of Finance are as follow: 9. Untuk DPPK yang memilki total investasi kurang dari Rp100 miliar dan selama tahun buku hanya memiliki investasi pada deposito berjangka. 9. dana pensiun diwajibkan menyampaikan laporan keuangan dana pensiun sebanyak tiga kali.2.2. 9.2 Investment Report Investment report is a report that presents investment management performed by pension fund.7. investment report of which must be audited by public accountant. dan • Periode laporan 1 Januari sampai dengan 31 Desember (tahunan).1 Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan posisi keuangan dana pensiun yang terdiri atas laporan aktiva bersih. Sedangkan untuk DPPK yang memiliki total investasi di atas Rp100 miliar dan DPLK (tanpa memperhatikan total investasi yang dimilikinya).7.2. laporan hasil usaha serta laporan arus kas. 9. yaitu: • Periode laporan 1 Januari sampai dengan 30 Juni (semester I). Khusus untuk periode laporan ini.June 30 (semester I). laporan perubahan aktiva bersih. dana pensiun hanya diwajibkan untuk menyampaikan laporan ini sebanyak 1 (satu) kali. Employer»s Pension Fund (EPF).3 Laporan Teknis Laporan teknis adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai operasional penyelenggaraan dana pensiun selama satu tahun periode.4 Actuary Report Actuary report is a report that contains actuary calculation concerning pension fund funding condition. Every year.7. pension fund must submit this report once for the period of January 1 .2. delays in those completion processes were generally caused by incomplete documents and documents which were incomply with the prevailing laws and regulations.2. that owns total investment less than Rp100 billion and puts the investment on time deposits. adjusted net assets report. and • Report for the period of January 1 . deposito on call.7. Semua dana pensiun wajib menyampaikan laporan teknis ini. laporan investasi dana pensiun dimaksud wajib diperiksa oleh akuntan publik.173 Dari pemantauan penyelesaian permohonan tersebut di atas.7.2 Laporan Investasi Laporan investasi adalah laporan yang menyajikan kondisi pengelolaan investasi yang dilakukan oleh dana pensiun. laporan keuangan harus diaudit oleh akuntan publik. neraca. 9. Every year.December 31. and government securities.7.December 31 (semester (II).2 Submission of Pension Fund Periodic Report Jenis-jenis laporan berkala dana pensiun yang wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan terdiri dari 9. sertifikat deposito. yaitu periode laporan 1 Januari sampai dengan 31 Desember.7.December 31. keterlambatan proses penyelesaian umumnya menyangkut masalah kelengkapan dokumen serta ketidaksesuaian dokumen dengan ketentuan perundangan yang berlaku. 9. sertifikat Bank Indonesia dan surat berharga pemerintah. • Periode laporan 1 Juli sampai dengan 31 Desember (semester (II).2.7. This report Laporan Tahunan 2009 Annual Report . pension fund is required to submit financial reports three times.7. 9. yaitu periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember. 9. balance sheets.2.7.

174 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity pensiun. Laporan Keuangan Financial Report Laporan Investasi Investment Report Laporan Teknis Technical Report Laporan Aktuaris Actuary Report Daftar Investasi Dana Pensiun Pension Fund Investment List must be submitted by EPF organizing Defined Benefit Program (DBP).225 pension funds monthly reports with the following details: Table 9. Hasil valuasi aktuaris ini paling sedikit dilakukan sekali dalam 3 (tiga) tahun khususnya untuk dana pensiun yang tingkat pendanaannya berada di tingkat pertama dan kedua. dalam rangka peningkatan pengawasan terhadap dana pensiun. Laporan ini hanya wajib dibuat oleh DPPK yang menyelenggarakan PPMP. Bapepam-LK received 1.3 Pension Fund Analysis Kegiatan analisis dana pensiun yang dilakukan tahun 2009 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan analisis dengan pendekatan Sistem Pemeringkatan Risiko (SPERIS). Keluaran dari aplikasi ini adalah berupa urutan dana pensiun menurut tingkat risiko awalnya. Selama tahun 2009. The main data sources used in SPERIS analysis were the last periodic reports submitted by pension funds. Kegiatan analisis awal merupakan salah satu sumber informasi data untuk menetapkan kegiatan analisis SPERIS.569 pension funds periodic reports and 1.7. 4.LK Continuous Improvement for a Brighter Future It was the second time for pension fund to conduct analysis activity of pension fund in 2009 by applying riskbased pension fund supervision system (known as SPERIS). Additional information was obtained from many sources. Sumber data utama yang digunakan dalam kegiatan analisis SPERIS tersebut adalah laporan berkala terakhir yang disampaikan oleh dana pensiun. dengan rincian 40 DPPK PPMP. 5 EPF DCP. 5. and monitoring of investigation report. wajib menyampaikan hasil valuasi aktuarisnya setiap tahun. Kegiatan analisis awal dilakukan secara otomatis dengan bantuan program aplikasi yang disebut aplikasi analisis dasar. hasil penelaahan laporan non berkala. .569 9. Pension fund with third degree funding must submit its actuary valuation report every year.9. telah dianalisis dengan SPERIS. The Actuary Valuation Result must be performed every 3 (three)-years at minimum. review of non-periodic report. Rincian Penerimaan Laporan Berkala Dana Pensiun No. especially pension fund with first and second degrees funding.225 TOTAL 1. dana pensiun yang memiliki total investasi di atas Rp100 milyar diwajibkan pula untuk menyampaikan daftar investasi dana pensiun secara bulanan. Based on the procedures. among others: complaint data. 3. and 5 (five) FIPPs. Sedangkan untuk dana pensiun dengan tingkat pendanaan ketiga. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pension funds that have total investment of Rp100 billion must submit investment list of pension funds every month. In 2009. In addition to the above periodic reports. BAPEPAM . there were 50 pension funds have been analyzed by SPERIS. In 2009. 2.9. Sepanjang tahun 2009. Selain kewajiban penyampaian laporan berkala di atas. SPERIS analysis was always started with preliminary analysis. Selain informasi hasil analisis dasar. dengan rincian sebagai berikut: Tabel 9. antara lain data pengaduan. Bapepam-LK telah menerima 1. Details of Pension Fund Periodic Reports Jumlah berkas yang diterima Total number of report received 834 325 277 133 1. kegiatan analisis SPERIS ini selalu didahului dengan kegiatan analisis awal. The preliminary analysis activity was meant to observe initial risks of a pension fund.7. 5 (lima) DPPK PPIP dan 5 (lima) DPLK.225 berkas daftar investasi bulanan.3 Analisis Dana Pensiun 9. sebanyak 50 dana pensiun.569 berkas laporan berkala Dana Pensiun dan 1. The analysis activity was conducted automatically by applying application program called basic analysis application. Tambahan informasi dimaksud diperoleh dari berbagai sumber. Kegiatan analisis awal ini bertujuan untuk melihat risiko awal suatu dana pensiun. Sesuai dengan prosedur. The preliminary analysis activity became one of data sources for determining SPERIS analysis activity. terdapat pula tambahan informasi lainnya yang menjadi pertimbangan di dalam melakukan penilaian SPERIS. Jenis Laporan Type of Report 1. The output was lists of pension fund ranking based on initial risk level. comprising of 40 EPF DBP.

9. However. The activity was performed to monitor the recommendations of on-site inspection which have to be conducted by pension fund. In addition to the above activity. Selain kegiatan analisis di atas.175 Terkait dengan adanya informasi tertentu yang ingin diketahui dari dana pensiun. The monitoring process was performed by reviewing followup documents which have been submitted to Bapepam-LK. all on-site inspection activities of pension funds in 2009 were conducted by applying SPERIS. terkait dengan informasi umum mengenai dana pensiun yang diperoleh dari media massa atau media lainnya. improvements have been made in 2009 toward pension fund investigation manual. change of investment guidance. Monitoring on inspection reports was a follow up for pension fund on-site inspection report. Dalam melakukan monitoring ini. database mengenai pelaksanaan monitoring ini sekaligus dokumentasi berkas menjadi sangat penting untuk dikembangkan. periodic report. The inspection were performed to 44 pension funds. Sementara itu. Bapepam-LK dapat melakukan kegiatan analisis khusus. tentu saja kelengkapan dokumen yang telah dipenuhi menjadi penting.5 Monitoring on Inspection Reports Kegiatan monitoring atas laporan hasil pemeriksaan merupakan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. and guidelines for knowing your customer principle implementation.7. comprising of 41 EPFs and 3 (three) FIPPs. general information obtained through mass media or other media concerning pension funds were also being analyzed and documented in general information database by using appropriate module provided. or pension fund founders.4 On-Site Inspection Sesuai dengan upaya penyempurnaan pengawasan dana pensiun yang telah dimulai pada tahun 2008 lalu. Meanwhile. Namun sejalan dengan upaya penyempurnaan pengawasan dana pensiun. laporan berkala serta gagal bayar. Proses monitoring tersebut dilakukan dengan mereviu dokumendokumen tindak lanjut yang telah disampaikan dana pensiun kepada Bapepam-LK. Untuk itu. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .4 Pemeriksaan Langsung To get specific information from pension fund. pada tahun 2009 juga terus dilakukan upaya penyempurnaan terhadap manual pemeriksaan dana pensiun. Limited human resource that involved in the investigation activities has caused limited number of pension funds being investigated. For the monitoring activity required document completion. Kegiatan pemeriksaan tersebut meliputi 44 dana pensiun yang terdiri dari 41 DPPK dan 3 (tiga) DPLK. 9. Terbatasnya jumlah sumber daya manusia di bidang pemeriksaan ini menyebabkan jumlah dana pensiun yang diperiksapun menjadi sangat terbatas. Bapepam-LK juga meminta informasi kepada dana pensiun mengenai pelaksanaan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan ataupun menyelenggarakan rapat pembahasan dengan pengurus. Tidak jarang di dalam menelaah dokumen-dokumen tersebut. juga dilakukan kegiatan analisis terhadap dokumen perubahan kepengurusan. supervisory board. telah dilakukan kegiatan analisis khusus mengenai Surat Pengakuan Utang (SPU) yang dimiliki dana pensiun. it was necessary to develop the database and documentation. Sometimes.7. Bapepam-LK can also conducted special analysis. perubahan arahan investasi. pada tahun 2009. as well as preventive action for money laundering. semua kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun sepanjang tahun 2009 dilakukan dengan pendekatan SPERIS. dewan pengawas maupun pendiri dana pensiun. Berkenaan dengan hal tersebut. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan rekomendasi hasil pemeriksaan langsung yang harus dilakukan oleh dana pensiun.5 Monitoring Atas Laporan Hasil Pemeriksaan In line with improvement efforts for supervision of pension fund which have been started in 2008. and default.7. in reviewing the documents. 9. serta pedoman pelaksanaan penerapan prinsip mengenal nasabah (P4MN) dan pencegahan tindak pidana pencucian uang (TPPU). hal tersebut juga telah dianalisis dan didokumentasikan dalam database informasi umum sesuai dengan modul yang tersedia. special analysis was conducted concerning Promissory Notes (PN) owned by pension fund. In 2009. 9.7. analysis activities were performed toward management change document. Bapepam-LK also asked for additional information concerning follow up of investigation report or discussion meeting with the administrator.

BAPEPAM . Supervision on Periodic Reports on Administration of Pension Contribution Fund Depository of Civil Servants and Government Authorities in 2009 was divided into 2 (two) types of activities. as well as other relevant information. they comprised of 12 montly reports. Di dalam melakukan analisis dan evaluasi di atas. In 2009. In performing the above analysis and evalutioan.7.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . which were analysis and evalutioan reports of previous period.6 Supervision on Periodic Reports on Administration of Pension Contribution Fund Depository of Civil Servants and Government Authorities Tidak jauh berbeda dengan kegiatan tahun sebelumnya. which were analysis and evalutioan activities upon periodic reports submitted by PT Taspen. Sepanjang tahun 2009. telah dilakukan kegiatan analisis dan evaluasi terhadap 15 laporan berkala PT Taspen yang terdiri atas 12 laporan berkala bulanan. and 1 (one) annual report.176 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity 9.7.6 Pengawasan Laporan Berkala atas Pengadministrasian Penitipan Dana Iuran Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat Negara 9. relevants laws and regulations. 2 (dua) laporan berkala semesteran dan 1 (satu) laporan berkala tahunan. analysis and evalutioan activities were performed toward 15 periodic reports of PT Taspen. Bapepam-LK also used other data sources. Bapepam-LK juga menggunakan sumber data lain yaitu laporan hasil analisis dan evaluasi periode sebelumnya. yaitu kegiatan analisis dan kegiatan evaluasi atas laporan berkala yang disampaikan oleh PT Taspen. kegiatan yang terkait dengan pengawasan laporan berkala atas pengadministrasian penitipan dana iuran PNS dan pejabat negara di tahun 2009 ini ada 2 (dua) jenis kegiatan. 2 (two) semi-aanual reports. peraturan perundangan serta informasi lain yang terkait.

177 To keep the spirit of bureaucratic reform. Bapepam-LK has been continously improving the quality of its public service by creating accountable and transparent business process. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

178

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

179

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

180

Perkembangan Internal

Internal Development

10

10.1

PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI

10.1

BUREAUCRACY REFORM PROGRAM

Dalam rangka menjaga semangat reformasi birokrasi, Bapepam-LK senantiasa berupaya untuk meningkatkan layanan publik melalui pelaksanaan proses bisnis yang akuntabel dan transparan. Upaya-upaya tersebut difokuskan pada tiga area penting, yaitu penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP), analisis dan evaluasi jabatan yang berkelanjutan dan analisis beban kerja 10.1.1 Penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP) dan SOP Layanan Unggulan.

To keep the spirit of bureaucratic reform, Bapepam-LK has been continously improving the quality of its public service by creating accountable and transparent business process. The efforts have been focused on three significant areas, which are continous improvement on Standard Operating Procedures (SOP), job evaluation, and workload analysis.

10.1.1 Improvement on Standard Operating Procedures (SOP) and SOP on Superior Services. Total numbers of Bapepam-LK SOP pursuant to Chairman of Bapepam-LK Decree Number Kep-71/BL/2007 dated April 30, 2007 were 534. Throughout 2009, Bapepam-LK revised 203 SOPs and made 53 new SOPs, leaving the total numbers of Bapepam-LK SOP in 2009 into 587 SOPs. Besides, Bapepam-LK has also revised 7 (seven) existing Quick Wins, and made another 3 (three) Quick Wins. Accordingly, up until the end of 2009, there were 10 Quick Wins as follow:

Jumlah SOP Bapepam-LK sesuai Keputusan Ketua Nomor Kep-71/BL/2007 tanggal 30 April 2007 sebanyak 534. Selama tahun 2009 Bapepam-LK menyempurnakan 203 SOP dan menambah 53 SOP baru, sehingga pada akhir tahun 2009 jumlah SOP Bapepam-LK menjadi 587 SOP. Disamping itu, Bapepam-LK juga telah menyempurnakan 7 (tujuh) SOP Layanan Unggulan yang telah ada, dan menambah 3 (tiga) SOP Layanan Unggulan, dengan demikian sampai akhir 2009 terdapat 10 (sepuluh) SOP Layanan Unggulan yaitu:

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

181

1)

SOP Pelayanan Pengajuan Pernyataan Pendaftaran Emiten/Perusahaan Publik; 2) SOP Pelayanan Perizinan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE)/Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE); 3) SOP Pelayanan Pemberian/Penolakan Izin Usaha Perusahaan Asuransi/ Reasuransi, termasuk Perusahaan dengan Prinsip Syariah; 4) SOP Pelayanan Pendaftaran Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif atau Perseroan; 5) SOP Pelayanan Pengesahan Pembentukan Dana Pensiun; 6) SOP Pelayanan Permohonan Izin Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana; 7) SOP Pelayanan Permohonan Pendaftaran Akuntan sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal; 8) SOP Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan; 9) SOP Pemberian Izin Pembukaan Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan; 10) SOP Pelayanan Pemberian/Penolakan Izin Usaha Kantor Cabang Perusahaan Asuransi termasuk Kantor Cabang dengan Prinsip Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. 10.1.2 Analisis dan Evaluasi Jabatan Analisis dan evaluasi jabatan sesuai dengan PMK Nomor 138/PMK.01/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan di Lingkungan Kementerian Keuangan mencakup kegiatan penyusunan peta jabatan (job map), peringkat jabatan (job grading), uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job specification). Sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK telah melakukan penyempurnaan uraian jabatan. Penyempurnaan uraian jabatan tersebut disebabkan oleh 2 (dua) hal, yang pertama karena perubahan nomenklatur dan penambahan unit eselon III dan IV di Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum, Biro Pemeriksaan dan Penyidikan dan Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan, yang kedua dalam rangka menyempurnakan Standar Kompetensi (Pejabat dan Pelaksana), Dimensi Jabatan (Pelaksana) dan Kedudukan Jabatan (Pelaksana). 10.1.3 Pengukuran Beban Kerja Proses pengukuran Analisis Beban Kerja (ABK) di Bapepam-LK pada dasarnya adalah bagian dari program

1) 2) 3)

Submission of Registration Statement of Issuers/Public Companies; Licensing for Underwriter, and Broker Dealer; Business License Conferral/Revocation for Insurance/ Reinsurance Companies, including Sharia Companies; Registration Statement of Investment Fund in form of Collective Investment Contract or Corporation; Authentication of Pension Fund Establishment; Licensing for Investment Fund Selling Agent Representative; Registration of Accountant as Capital Market Supporting Profession; Business License Conferral of Finance Company; Licensing of Finance Companies Branch Offices;

4) 5) 6) 7) 8) 9)

10) Business License Conferral/Revocation for Insurance Companies Branch Offices, including Sharia Insurance and reinsurance Companies.

10.1.2 Job Evaluation and Analysis Activities of job evaluation and analysis as stipulated in the Minister of Finance Regulation Number 138/PMK.01/2006 regarding Guidelines for Job Analysis in the Ministry of Finance inclusive job mapping, job grading, job description, and job specification. Throughout 2009, Bapepam-LK has made revisions on job descriptiopn. The revisions were conducted due to two factors, first, nomenclature adjustment and echelon III and IV unit addition in Regulation and Legal Counsel Bureau, Enforcement Bureau, and Accounting Standards & Disclosure Bureau, second, adjustment of Competence Standards (Functionary and Executor), Job Dimension (Executor) and Job Position (Executor).

10.1.3 Work Load Measuring Basically, the process of Work Load Analysis (WLA) In Bapepam-LK is part of the Ministry of Finance reform

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

182

Perkembangan Internal

Internal Development

reformasi Kementerian Keuangan, yang secara umum telah dimulai pada tahun 2008 dan telah beberapa kali mengalami penyempurnaan.Hasil pengolahan data beban kerja tersebut menghasilkan besaran beban kerja, besaran efektivitas dan efisiensi unit, prestasi unit dan kebutuhan pegawai yang disarikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 10.1. Beban Kerja Unit, Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU) dan Prestasi Unit (PU) BapepamLK
No Unit Eselon II Echelon II Unit Sekretariat Badan Secretariat Biro Perundang-undangandan Bantuan Hukum Regulation and Legal Counsel Bureau Biro Riset dan Teknologi Informasi Research & Information Technology Bureau Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Enforcement Bureau Biro Pengelolaan Investasi Investment Management Bureau Biro Transaksi dan Lembaga Efek Securities Transaction & Institution Bureau Biro Penilaian Keuangan PerusahaanSektor Jasa Service Sector Corporate Finance Bureau Biro Penilaian Keuangan PerusahaanSektor Riil Real Sector Corporate Finance Bureau Biro Standar Akuntansidan Keterbukaan Accounting Standards & Disclosure Bureau Biro Pembiayaan dan Penjaminan Financing & Guarantee Bureau Biro Perasuransian Insurance Bureau Biro Dana Pensiun Pension Fund Bureau Biro Kepatuhan Internal/ Internal Compliance Bureau BAPEPAM-LK (TOTAL) Beban KerjaUnit Unit Work Load 211,516.85 58,005.23 73,833.65 65,243.68 65,256.74 97,827.27 83,356.91 72,627.72 53,767.87 82,374,25 113,499.01 119,873.96 30,209.25

program which has been started in 2008 and gone through several revisions. The output of such work load analysis was information of work load each unit, unit effectivity & efficiency, unit performance, and employees» needs which is summarized in the following table:

Table 10.1. Unit Work Load, Unit Effictivity & Efficiency (UE), and Unit Performance (UP) of Bapepam-LK
KebutuhanPegawai/ Employee Need 136 38 45 40 43 63 52 46 33 54 72 77 19 Pegawai Yang Ada +/Total current employee 132 40 49 38 44 53 49 47 34 52 68 75 21 (4) 2 4 (2) 1 (10) (3) 1 1 (2) (4) (2) 2 EU/ UE PU/ UP

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

1,06 0,96 1,00 1,14 0,98 1,22 1,13 1,03 1,05 1,05 1,11 1,06 0,95

A B B A B A A A A A A A B

1,127,392.39

718

702

(16)

1,07

A

Dari hasil pengolahan data beban kerja di tabel 10.1 diperoleh gambaran sebagai berikut : 1) Berdasarkan hasil pengukuran kegiatan ABK pada tahun 2008, total beban kerja Bapepam-LK tercatat sejumlah 1,127,392.39 jam kerja efektif. Dari hasil pengolahan beban kerja selanjutnya didapat rata-rata efektifitas dan efisiensi unit kerja (EU) Bapepam-LK sebesar 1,07, yang mengindikasikan prestasi unit (PU) sangat baik (A). a. Jika jumlah beban kerja dibagi merata kepada pegawai Bapepam-LK yang sejumlah 702 akan diperoleh gambaran bahwa masing-masing pegawai/pejabat bekerja Efektif rata-rata 6 jam 50 menit sehari. Hal ini menunjukkan jam kerja Efektif pegawai Bapepam-LK lebih tinggi dari jam kerja Efektif berdasarkan ketentuan yang berlaku yakni KMK No. 71/KMK.01/1996 tentang Hari dan Jam Kerja di Lingkungan Departemen Keuangan sebesar 6 jam 24 menit per hari. b. Dari 13 unit eselon II di lingkungan BapepamLK, terdapat 9 (sembilan) unit dengan PU kategori sangat baik (A) dan 4 (empat) unit dengan kategori baik (B). Informasi lebih rinci mengenai masing-masing unit eselon II tersebut, sebagaimana dapat dilihat pada tabel di atas.

From the above table of work load analysis, we can have the following illustration: 1) Based on 2008 WLA, the total work load of Bapepam-LK was 1,127,392.39 effective working hours. It further showed average UE effectivity & efficiency of Bapepam-LK of 1.07 which indicated a very good (A) unit performance (UP). a. If the total number of work load was divided by Bapepam-LK employees totaling 702 employees, it showed that every employee/functionary worked effectively for 6 hours 50 minutes per day on average. It proved that the effective working hour of Bapepam-LK employee was higher than that of specified in the prevailing provisions, the Minister of Finance Regulation Number 71/KMK.01/1996 regarding Bussines Days and Hours in the Ministry of Finance which is 6 hours 24 minutes per day. b. From the total number of 13 echelon II units in Bapepam-LK, there were 9 units with very good (A) category, and 4 units with good (B) category. Detailed information of the respective units can be seen in the previous table provided.

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

• Regulation and Legal Counsel Bureau .atas pelaksanaan tugas Proses Pemeriksaan dan Pengawasan Kepatuhan. Sejalan dengan best practise audit internal. Scope of the review and evaluation are regulation compliance. and • Insurance Bureau . dimana Daftar Risiko per unit eselon II tersebut digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan objek audit selama tahun 2009.upon job performance of monitoring of Insurance and Reinsurance Companies Financial Conditions. in which such risk register per echelon II unit was applied as one of the considerations for determining the audit object in 2009. Internal Compliance Bureau applied Risk Based Auditing method. internal control. melakukan penelaahan dan penilaian pelaksanaan tugas unit eselon II di lingkungan Bapepam-LK. Besides.upon job performance of Investigation and Compliance Monitoring process. Ruang lingkup dalam pelaksanaan penelaahan dan penilaian pelaksanaan tugas adalah kepatuhan atas peraturan.2 INTERNAL AUDIT 10. in performing the review and evaluation. which were: • Secretariat . Biro Kepatuhan Internal (Biro KI) melaksanakan penelaahan dan penilaian atas pelaksanaan tugas pada 6 (enam) Unit Eselon II di lingkungan BapepamLK. Biro Kepatuhan Internal menggunakan metode Risk Based Auditing. 10.atas pelaksanaan tugas Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan. pengendalian intern dan efektifitas serta efisiensi proses bisnis.atas pelaksanaan tugas di Bagian Sistem dan Teknologi Informasi. were submitted to Bapepam-LK»s Chairman and the concerning echelon II unit. Biro KI telah menggunakan Manual Audit Internal Biro KI (MAIA) yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip best practise yang dikeluarkan oleh The Institute of Internal Auditor (IIA). including the recommendation for improvement. • Biro Riset dan Teknologi Informasi .2 INTERNAL AUDIT 10.upon job performance of Financing Institution Investigation. Internal Compliance Bureau has taken advantage of Manual Audit Internal Biro KI (MAIA) that was arranged based on best practice principles issued by The Institute of Internal Auditor (IIA).2.atas pelaksanaan tugas Proses Pelaksanaan Litigasi Tingkat I Untuk Perkara TUN Dan Pelaksanaan Litigasi Tingkat I Untuk Perkara Perdata. In line with the best practise audit internal. Internal Compliance Bureau conducted review and evaluation on job performance of echelon II unit in Bapepam-LK. dalam melaksanakan penelaahan dan penilaian.Internal Compliance Bureau conducted review and evaluation of job performance of 6 echelon II units in Bapepam-LK. and business process effectivity and efficiency.1 Routine Audit As Bapepam-LK internal audit unit. • Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum . Di samping itu. • Biro Pengelolaan Investasi . Internal Compliance Bureau has owned risk register for each echelon II unit which was composed based on risk mapping conducted in 2008.atas pelaksanaan tugas Pemantauan Rencana Penyehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. selama tahun 2009 Biro KI telah memiliki Daftar Risiko (risk register) per unit eselon II yang merupakan hasil dari pemetaan risiko selama tahun 2008. yaitu: • Sekretariat Badan . • Financing and Guarantee Bureau . • Research and Information Technology Bureau .183 10.atas pelaksanaan tugas Proses Pengembangan Pegawai Dan Pelaksanaan Evaluasi Absensi Di Lingkungan Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan. Biro Kepatuhan Internal. Selama Tahun 2009. Laporan hasil penelaahan dan penilaian beserta rekomendasi perbaikan pelaksanaan tugas atas keenam Unit eselon II tersebut telah disampaikan kepada Ketua Bapepam-LK. The results of such review and evaluation.upon job performance of 1st Degree Litigation process for TUN Cases and civil suits. Hasil dari penelaahan dan penilaian tersebut beserta rekomendasi perbaikan disampaikan kepada Ketua Badan dan Unit Eselon II yang bersangkutan. in 2009. dan • Biro Perasuransian . recommendation for improvement of echelon II unit job performance have been delivered to Chairman of Bapepam-LK.2.upon job performance of Employee Development Process and Attendance Evaluation in Bapepam-LK. Unlike the previous review and evaluation.upon job performance in System and Information Technology section. Throughout 2009. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .1 Audit Rutin Sebagai unit audit internal Bapepam-LK. Berbeda dengan pelaksanaan penelaahan dan penilaian pada tahun sebelumnya. • Investment Management Bureau . • Biro Pembiayaan dan Penjaminan .

pada tanggal 7 April 2009. Pengembangan IKU-IKU untuk Depkeu-One dan Depkeu-Two Bapepam-LK melibatkan seluruh Unit Eselon II dengan dikoordinasikan oleh Kepala Biro Kepatuhan Internal selaku Manajer Kinerja di Bapepam-LK. 2009. Dalam Kontrak Kinerja dimaksud. Bapepam-LK melakukan penandatanganan Kontrak Kinerja antara Ketua dan para pimpinan Unit Eselon II pada tanggal 26 Mei 2009.3.2 Audit Khusus Disamping melakukan audit rutin. Manajer Kinerja Bapepam-LK telah menyelenggarakan penandatanganan kontrak kinerja Dalam Kontrak kinerja Depkeu-Two dimaksud. Report of such review and evaluation as well as recommendation for such assignment have been delivered to Chairman of Bapepam-LK. perspektif pelanggan (customer perspective). Biro Kepatuhan Internal telah melakukan permintaan konfirmasi dan meminta keterangan terhadap pihak-pihak terkait. Selanjutnya. Menteri Keuangan dan para pimpinan unit Eselon I telah menetapkan Balanced Scorecard sebagai alat manajemen pengukuran kinerja. Furthermore. Peta Strategi Depkeu-One Bapepam-LK dicascade ke Peta Strategi Depkeu-Two Bapepam-LK. and made analysis based on the prevailing regulations. collected supporting documents. Peta Strategi Depkeu-Two kemudian dikembangkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dapat mengukur kinerja Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK. on April 7. 10. Meanwhile. Depkeu-Two strategic map was translated into Key Performance Indicators /KPI and used to asses Echelon II Unit performance in Bapepam-LK. Ketua Bapepam-LK bersama Pejabat Eselon I lain di lingkungan Kementerian Keuangan telah menandatangani Kontrak Kinerja dengan Menteri Keuangan. the Minister of Finance and heads of echelon I unit have enacted Balanced Scorecard as a management tool for performance measurement. together with other Echelon I functionaries in the Ministry of Finance. Bapepam-LK Depkeu-One strategic map was cascaded to Depkeu-Two strategic map.3. terdapat 42 IKU Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK 10. Selanjutntya. Bapepam-LK mengkontrak-kinerjakan 9 IKU yang bersifat exact/proxy. this strategic map was translated into Key Performance Indicators (KPI) and used to asses Bapepam-LK performance. Hasil penelaahan dan penilaian beserta rekomendasi atas penugasan tersebut selanjutnya disampaikan kepada Ketua Bapepam-LK 10. Bapepam-LK conducted Performance Contract signing between the Chairman and Heads of Echelon II unit on May 26. Sementara untuk level Depkeu-Two.3 BAPEPAM-LK PERFORMANCE MANAGEMENT 10. Sebagaimana Peta Strategi Depkeu-One Bapepam-LK. 2009.2 Specific Audit In addition to the routine audit. perspektif proses bisnis (internal process perspective) dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth perspective). To conduct performance assessment in the Ministry of Finance. internal process perspective. Later. Bapepam-LK has included 9 exact/proxy KPIs the Performance Contract. dalam rangka menindaklanjuti penugasan Ketua atas beberapa pengaduan mengenai dugaan pelanggaan kode etik. for Depkeu-Two level.1 2009 Bapepam-LK Performance Management Bapepam-LK Depkeu-One strategic map comprises of 4 perspectives. KPI developments for Bapepam-LK Depkeu-One and Depkeu-Two involved the all echelon II units under coordination of Internal Compliance Bureau as KPI Manager in Bapepam-LK. pengumpulan dokumen pendukung. customer perspective. KPI Manager of Bapepam-LK has arranged this event. serta analisis berdasarkan peraturan yang berlaku. have entered into Performance Contract with the Minister of Finance. Untuk itu.3 PENGELOLAAN KINERJA BAPEPAM-LK 10. and learning and growth perspective. Internal Compliance Bureau has interviewed relevant parties. For that purpose.2.2. BAPEPAM . Untuk melakukan penilaian capaian kinerja di lingkungan Kementerian Keuangan.184 Perkembangan Internal Internal Development 10.1 Pelaksanaan Pengelolaan Kinerja Bapepam-LK Tahun 2009 Peta strategi Depkeu-One Bapepam-LK terdiri dari empat perspektif yaitu perspektif pemangku kepentingan (stakeholders perspective).namely: stakeholders perspective. to respond to the Chairman assignment related to certain complaints concerning code of ethics alleged violation. Chairman of Bapepam-LK.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Similar to other Bapepam-LK Depkeu-One strategic map. Peta Strategi Depkeu-One Bapepam-LK dimaksud dikembangkan menjadi ukuran-Indikator Kinerja Utama/IKU yang dapat mengukur kinerja Bapepam-LK. There were 42 Echelon II unit KPIs in Bapepam-LK.

18 Uraian IKU Based on Bapepam-LK achievement in 2009 compared to the former target.2 DK. a significant growth happened in 2009 owing to the following factors: • Indonesia capital market has been recovered from the crisis. shown by the rapid increase of composite stock price index. yang mengakibatkan menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat.66% 100% Persentase pertumbuhan nilai transaksi saham harian Persentase pertumbuhan frekuensi transaksi saham harian Jumlah emiten baru sesuai target Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh lembaga pembiayaan dan penjamin Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh industri perasuransian Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh dana pensiun Indeks kepuasan stakeholders Bapepam-LK Rasio realisasi dari janji pelayanan quick win ke pihak eksternal Persentase penyelesaian SOP terhadap SOP yang harus diperbaharui/dibuat Berdasarkan evaluasi atas pencapaian IKU Kontrak Kinerja di tahun 2009.63% 7. • Tight banking liquidity caused the bank restrain its fund distribution. 9.28% 18% 0.1.3 DK.11 DK.1 DK. Beberapa IKU tersebut adalah: • IKU ≈Persentase pertumbuhan dana yang dikelola Lembaga Pembiayaan dan PenjaminanΔ. karena sebagian besar sumber pendanaan perusahaan pembiayaan berasal dari bank.1 DK.13. 8.40% 10 10.5.2 DK. which was only -1. 3. This condition also influenced finance companies as most of their funding sources came from the bank.5.00% 75 95. • In point of fact. Kode IKU DK. 5.5. • Dikeluarkannya peraturan Bapepam dan LK Based on evaluation toward MPI achievement in 2009.29% 3.76% 13. Therefore.08% 76. 6.63%.185 Berdasarkan pencapaian kinerja Bapepam-LK selama tahun 2009 yang dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.40% 2.00% 4.8 DK. tidak mencapai target yang diharapkan karena: • Masih kuatnya pengaruh krisis keuangan global yang terjadi pada akhir tahun 2008 sampai dengan awal tahun 2009. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. • KPI of ≈Growth percentage of fund managed by Pension FundΔ successfully went through the target due to: • Negative growth target setting on the growth of fund managed by pension fund industry was made presumtively by unrecovered economy and capital market conditions in 2009. terdapat beberapa capaian kinerja yang tidak tercapai atau tercapai jauh melampaui target yang telah ditetapkan. 7.5. 4.63%.4. Kondisi ini berpengaruh pada perusahaan pembiayaan.35 98. a target by -1% was set to reflect a positive growth compared to the number of growth in semester II of 2008. 2. • Pengetatan likuiditas perbankan menyebabkan bank-bank menahan kucuran dananya.2 Capaian Kontrak Kinerja Ketua Badan Pengawasa Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Tahun 2009 No.5.00% -1.5.2 2009 Performance Contract of Chairman of Indonesia Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency Target 2009 2. The issuance of Bapepam and LK Regulation • Laporan Tahunan 2009 Annual Report .00% 100% Realisasi 2009 9.4. • IKU ≈ Persentase pertumbuhan dana yang dikelola industri Dana PensiunΔ capaian jauh melampaui target karena: • Penetapan target pertumbuhan negatif atas pertumbuhan dana yang dikelola industri dana pensiun dilatarbelakangi perkiraan bahwa kondisi perekonomian dan pasar modal di tahun 2009 masih belum pulih sehingga penetapan target sebesar -1% sudah menggambarkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi pertumbuhan pada semester II tahun 2008 yang hanya sebesar -1. • Pada kenyataannya terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan pada tahun 2009. there were several failed or over-target performances as follow: • KPI of ≈Growth percentage of fund managed by Financing and Guarantee InstitutionΔ didn»t reach the target due to: • Strong impact of 2008 global financial crisis up to the beginning of 2009 which caused a decline in public buying and consumption capacities. 1.3 DK. antara lain: • Telah pulihnya pasar modal Indonesia dengan meningkatnya indeks harga saham gabungan yang cukup pesat.4. berikut ini adalah tabel capaian kinerja atas IKU-IKU yang merupakan kontrak kinerja dengan Menteri Keuangan: Tabel 10. the following is a table of performance contracts made with the Minister of Finance: Table 10.

10. Pada tahun 2008 (baseline) capaian kinerja untuk IKU ini adalah 88. • Number 08/2008 that enabled Pension Fund to conduct bond and government securities pricing by applying hold to maturity method. Bapepam-LK recorded an achievement by 99.98%. Hal ini tercermin dalam peningkatan capaian IKU «Pelayanan terbaik sesuai dengan SOP».LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Socialization to Pension Fund to avoid cut loss for pension fund investment. Bapepam-LK turut aktif terlibat dalam penyusunan «Panduan Pengelolaan Kinerja Berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Kementerian KeuanganΔ. Selain perbaikan pelayanan ke pihak eksternal atau stakeholders. Bapepam-LK will cascade the KPI into echelon III level and cascade KPI into individual level as pilot project. proses pembinaan dan proses penegakan hukum.3. The manual served as guidance for performance management in Bapepam-LK. In learning and growth perspective.g. In addition to service improvement toward external parties or stakeholders. • Sosialisasi kepada Dana Pensiun untuk tidak melakukan cut loss. dengan balanced scorecard Bapepam-LK dapat memperbaiki capaian pelayanan tersebut sehingga capaiannya menjadi 99. In 2010. supervision process. Berdasarkan proses refinement yang dilakukan oleh Manajer Kinerja dan seluruh unit eselon II di lingkungan Bapepam-LK.2 Guidelines for Performance Management and Cascading Depkeu MPI with Pushaka In 2009.186 Perkembangan Internal Internal Development Nomor 08 Tahun 2008. In 2008. It was reflected from the KPI of «Excellent Services According to SOP». the KPI achievement was made by 88. BapepamLK could perform monitoring and evaluation of other business processes served as KPI.3. 10. Bapepam-LK akan melakukan cascade sampai dengan level eselon III dan pilot project cascade sampai dengan level individu. Bapepam-LK actively involved in the structure of «Manual of Balanced Scorecard Basis Performance Management» in the Ministry of Finance. yang memungkinkan pilihan bagi Dana Pensiun untuk melakukan penilaian atas obligasi dan surat berharga pemerintah dengan metode hold to maturity.98%. Penerapan Balanced Scorecard di Bapepam-LK telah memberikan dampak yang positif bagi kualitas pelayanan kepada masyarakat. as pension fund investment basically is long-term investment. by applying balanced scorecard. e. Panduan tersebut digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan kinerja di lingkungan Bapepam-LK. 2010 Bapepam-LK Strategy Map is as follows: BAPEPAM . berdasarkan pedoman yang telah tersusun tersebut. dengan Balanced Scorecard.89% in 2009 or beyond the 2009 target which was only 95%. Selanjutnya untuk tahun 2010. karena investasi dana pensiun pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang. and legal enforcement process.2 Pembentukan Pedoman Pengelolaan Kinerja dan Cascading IKU Depkeu dengan Pushaka Pada tahun 2009. Based on KPI Performance Manager and echelon II unit in Bapepam-LK. Peta Strategi (Strategy Map) Bapepam-LK untuk tahun 2010 adalah sebagai berikut: Implementation of Balanced Scorecard in Bapepam-LK has given positive impact toward public service quality. Bapepam-LK dapat melakukan monitoring dan mengevaluasi proses bisnis lain yang telah dilaksanakan dan dijadikan sebagai IKU. Balanced Scorecard could monitor the employee discipline and information system capability level in Bapepam-LK. by applying balanced scorecard.89% pada tahun 2009 melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 95%. seperti proses penyusunan regulasi. Balanced Scorecard mampu memonitor tingkat kedisiplinan pegawai dan kapabilitas sistem informasi di Bapepam-LK.: regulation drafting process. Pada Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth).

09/ 2008 tanggal 24 November 2008 tentang Penerapan Manajemen Risiko di lingkungan Kementerian Keuangan. risk identification. risk Laporan Tahunan 2009 Annual Report . as well as keeping the performance and integrating risk management process into work plan. measuring and controlling risks.yaitu penetapan konteks.seluruh unit di lingkungan Kementerian Keuangan diwajibkan untuk menerapkan Manajemen Risiko.4 RISK MANAGEMENT IMPLEMENTATION Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK. and evaluation. Tujuan penerapan Manajemen Risiko adalah agar setiap unit kerja mampu mengantisipasi dan menangani risiko secara efektif dan efisien.187 Diagram 10. Risk Management in Bapepam-LK comprised of 7 (seven) processes. mampu mengidentifikasi. the whole units in the Ministry of Finance were required to apply Risk Management. 10. The purpose of Risk Management Implementation was to make every work unit capable of anticipating and handling the risks effectively and efficiently. 2008 regarding Risk Management Implementation in the Ministry of Finance. yang mampu mewujudkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global. Manajemen Risiko di Bapepam-LK meliputi 7 (tujuh) proses. Referring to the Minister of Finance Regulation Number 191/ PMK.1 2010 Bapepam-LK Strategy Map Menjadi otoritas pasar modal dan lembaga keuangan yang amanah dan profesional. Di dalam penerapannya. pelaksanaan dan evaluasi kerja. namely context setting.4 PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO 10.09/2008 dated November 24. identifying.1 Peta Strategi Bapepam-LK 2010 Chart 10. mengukur dan mengendalikan risiko serta memelihara kinerja serta mampu mengintegrasikan proses manajemen risiko ke dalam perencanaan. performance.

Other activities which have been performed in connection with Risk Management were as follow: 1. 2009 regarding Risk Management Committee Structuring of Bapepam-LK. 345 operational risks. Based on the analysis. 13% of the risks were high level risks. 345 risiko operasional.188 Perkembangan Internal Internal Development identifikasi risiko. antara lain : a. it was concluded that Bapepam-LK had 593 risks which possibly revealed in connection with Balanced Scorecard strategic target achievement.09/2008. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Koordinator dan Administrator unit eselon II di lingkungan Bapepam-LK. 21.09/2008. Tujuan rapat Komite Manajemen Risiko terutama adalah untuk menentukan risk appetite dan penetapan risk profile Bapepam-LK. and Risk Management Administrator. 46 were fraud risks. 3. The activity was participated by all Coordinators and Administrators of echelon I unit in Bapepam-LK. Risk Management Head.09/2008 regarding Risk Management Implementation in the Ministry of Finance to Echelon III Functionaries in every echelon II unit on October 19.dapat disimpulkan bahwa Bapepam-LK memiliki 593 risiko yang mungkin timbul terkait dengan tujuan pencapaian sasaran strategis sesuai Balanced Scorecard. and review as well as communication and consultation. selaku compliance office of risk management. terdapat 46 risiko fraud. 140 risiko strategik. Menyelenggarakan rapat Komite Manajemen Risiko yang pertama kali pada tanggal 18 Agustus 2009. 2009 attended by 2 (two) Bapepam-LK Risk Management Committee members. 21. 47% dalam tingkatan sedang. Kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan berkaitan dengan Manajemen Risiko: 1. risk evaluation. 4.monitoring dan review serta komunikasi dan konsultasi. Berdasarkan hasil analisis atas 593 risiko yang ada. 4. The meeting was also attended by functionaries from the General Inspectorate in its capacity as compliance office of risk management. Risk Owner Unit was inclusive of Risk Owner.evaluasi risiko. Organized socialization of PMK 191/PMK. 2009. Hasil rapat Komite Manajemen Risiko menetapkan beberapa strategi penanganan risiko di Bapepam-LK.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . which were Internal Compliance Head Bureau and Secretariat. Struktur manajemen risiko terdiri dari Komite Manajemen Risiko. monitoring. Dari 593 risiko tersebut. Later. Selanjutnya berdasarkan identifikasi dan analisis risiko. Risk in high level category (20% of the total risks) would be discussed further with Risk Owner Unit. 13% risiko berada dalam tingkatan tinggi. Komite Manajemen Risiko di Bapepam-LK dibentuk melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor 34/BL/2009 tanggal 3 Maret 2009 tentang Pembentukan Komite Manajemen Risiko Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. yang dihadiri oleh 2 (dua) anggota Komite Manajemen Risiko Bapepam-LK yaitu Kepala Biro Kepatuhan Internal (merangkap Ketua Manajemen Risiko) dan Sekretaris Badan. risk handling. BAPEPAM . Risiko yang berada dalam kategori level tinggi analysis. 3. Unit Pemilik Risiko terdiri dari Pemilik Risiko. The purpose of the Risk Management Committee meeting was to determine Bapepam-LK risk appetite and risk profile. 2. a risk management structure has been set up. 26 Oktober 2009. penanganan risiko.09/2008 tentang Penerapaan Manajemen Risiko di lingkungan Kementerian Keuangan kepada para Pejabat Eselon III di setiap unit eselon II pada tanggal 19. Agar penerapan manajemen risiko di Bapepam-LK berjalan dengan efektif dan efisien. Bekerjasama dengan Inspektorat VII Inspektorat Jenderal melaksanakan Training of Trainer pada tanggal 18-20 Mei 2009. To make the Risk Management application run effectively and efficiently in Bapepam-LK. The meeting has come up with several risk handling strategies. 2. 2009. Convened the first Risk Management Committee meeting on August 18. Arranged technical guidelines for risk management form completion pursuant to PMK Number 191/ PMK. and 2 financial risks. Risk Management Committee in Bapepam-LK was formed through Chairman of Bapepam and LK Decree Number 34/ BL/2009 dated March 3. 26. Risk Management Coordinator. Melaksanakan sosialisasi PMK 191/PMK. Koordinator Manajamen Risiko dan Administrator Manajemen Risiko. based on risk identification and analysis. 60 compliance risks. dan 40% dalam tingkatan rendah. Arranged Training of Trainer in cooperation with Inspectorate VII of General Inspectorate on May 18 20. 140 were strategic risks. among others: a. From the figures. The risk management structure comprised of Risk Management Committee. and 40% were low level risks. 60 risiko kepatuhan dan 2 risiko keuangan. Ketua Manajemen Risiko dan Unit Pemilik Risiko. Menyusun petunjuk teknis pengisian formulir manajemen risiko sesuai dengan PMK No 191/ PMK. Rapat Komite tersebut juga dihadiri oleh pejabat dari Inspektorat Jenderal. 47% were medium risks. ditetapkan struktur manajemen risiko. analisis risiko. and Risk Owner Unit.

in its capacity as capital market and non-bank financial institution authority. Adapun komposisi pegawai Bapepam-LK per Desember 2009. that is operational and compliance risks. Competency based HR management was marked by Assessment center estalishment.189 b. c. (20% dari risiko yang ada) akan dibahas lebih lanjut dengan Unit Pemilik Risiko. Pengembangan kapasitas organisasi di Bapepam-LK juga dilakukan pada bidang pengelolaan sumber daya manusia (SDM). from administrative to strategic congruence HR management. Set further risk handling priorities.5 Human Resource Dalam rangka mewujudkan pasar modal dan lembaga keuangan non bank yang tangguh dan berdaya saing global. Pengembangan SDM di Bapepam-LK sejalan dengan arah kebijakan reformasi birokrasi yang memfokuskan manajemen pengelolaan SDM pada aspek kompetensi dan sistem manajemen kinerja. 747 pegawai negeri sipil dan 115 calon pegawai negeri sipil (CPNS). penyusunan Standar Kompetensi Jabatan dan program pengembangan SDM di bidang pengetahuan dan keterampilan (hard competencies) serta sikap dan perilaku (soft competencies). To create a strong and globally competitive capital market and non-bank financial institution. Job Competency Standard. Hal ini terkait dengan akuntabilitas Bapepam-LK sebagai instansi pemerintah yang sangat membutuhkan kepercayaan publik. Dalam menghadapi tantangan sebagai regulator. Menetapkan kebijakan bahwa risiko fraud merupakan risiko pertama yang harus diidentifikasi dan harus benar-benar ditangani. Based on education level. Sumber Daya Manusia 10. It relates to Bapepam-LK accountability as governmental institution that requires public trust. Pegawai berpendidikan Strata 1 mengambil porsi terbesar sekitar 39% dari total pegawai sebagaimana tabel berikut. Sedangkan sistem manajemen kinerja diwujudkan dengan penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta pengukuran kinerja SDM yang didasarkan pada IKU. 10. Set up a policy that fraud risk is the first risk that needs to be identified and well-responded. This policy is in line with Bapepam-LK strategy. therefore it is expected that HR Management will be able to support the organization performance as well as Bapepam-LK vision and mission accomplishment. 64% of the total employees got first degree or more as shown in the following table. is as follows: Total number of Bapepam-LK employees was 862 employees comprising of 747 civil servants and 115 civil servant candidates. First degree employees dominated the total employees by 39%. sebagai berikut: Jumlah pegawai Bapepam-LK sebanyak 862 pegawai yang terdiri dari. Organization capacity development was also conducted in Bapepam-LK in term of Human Resource (HR) management. so that the HR management in Bapepam-LK shall be managed based on competence and performance management system. sekitar 64% pegawai Bapepam-LK berpendidikan sarjana atau lebih sebagaimana tabel di bawah ini. keeps developing itself to become a reliable and professional authority. Bapepam-LK is encouraged to transform its HR management paradigm. Composition of Bapepam-LK employees as per December 2009. and HR development program for hard competencies as well as soft competencies. Pengelolaan SDM berbasis kompetensi ditandai dengan pembangunan Assessment center. sehingga pengelolaan SDM di Bapepam-LK didasarkan pada kompetensi dan sistem manajemen kinerja yang sejalan dengan strategi BapepamLK serta mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan guna mencapai visi dan misi Bapepam-LK. Bapepam-LK sebagai otoritas pasar modal dan lembaga keuangan non bank berupaya mengembangkan diri secara terus menerus untuk menjadi otoritas yang amanah dan profesional. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . HR development in BapepamLK was performed in line with the bureaucracy reform policy. To cope with the challenges as regulator. BapepamLK dituntut untuk mengubah paradigma pengelolaan SDM dari yang bersifat semula administratif ke arah pengelolaan SDM yang strategic congruence. Bapepam-LK. c. Berdasarkan tingkat pendidikan. Menetapkan prioritas penanganan risiko selanjutnya adalah terkait dengan risiko operasional dan kepatuhan. While perfomance managemenet system was articulated by the establishment of Key Performance Indicator (KPI) in which it was then used as performance measurement tools. in which stressed out HR management in competency aspects and performance management system.5 b.

komposisi pegawai wanita di lingkungan Bapepam-LK sebesar 27% (233 orang).1 Implementation of Assessment Center Assesment Center is one of strategic program of bureaucracy reform in the Ministry of Finance in the field of Competency Based HR Management. establish. 27% of which were female workers (233 people). as well as Graduate Program. While echelon I & II functionaries Assessment Center was performed by the Secretariat General of Ministry of Finance. education and training. among others. Assesment Center merupakan suatu metode penilaian yang berbasis perilaku dan melibatkan beragam teknik evaluasi. the acceptance number of female employees with first and master degrees was higher than male employees in January 2009. membangun. antara lain disebabkan komposisi pegawai baru wanita pendidikan S1/S2 penerimaan Januari 2009 lebih besar dari pegawai baru pria. Tidak hanya dalam hal jumlah pegawai wanita yang mengalami peningkatan. Peningkatan ini. The increase occurred due to. From the total number of 862 employees. untuk pegawai wanita yang menjabat juga mengalami peningkatan dari 49 orang di tahun 2008 menjadi 56 orang dari 260 pejabat eselon di Bapepam-LK.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Employee development program and strategic activities performed in 2009 were among others: the performance of assessment center and leadership development program for Bapepam-LK echelon IV functionaries.2 Komposisi Pegawai Bapepam-LK Berdasarkan Jenjang Pendidikan dan Gender Chart 10.1 Pelaksanaan Assessment Center Assesment Center adalah salah satu bentuk reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan di bidang pengelolaan SDM berbasis kompetensi.5. Sedangkan Assesment Center bagi pejabat eselon II dan III dilakukan oleh Sekretariat Jenderal. BAPEPAM .5. termasuk menggunakan bermacam alat ukur dan beberapa penilai. maka tiap-tiap unit Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan diwajibkan untuk membentuk. 10. from 49 people in 2008 to 56 people of 260 Bapepam-LK echelon functionaries.01/ 2008 tentang Assessment Center Kementerian Keuangan dan Peraturan Sekretariat Jenderal Nomor: 55/SJ/2008 tentang Pelaksanaan Assessment Center Kementerian Keuangan. Beberapa program pengembangan pegawai dan kegiatan strategis yang dilakukan sepanjang tahun 2009 antara lain pelaksanaan assessment center dan leadership development program bagi pejabat eselon IV Bapepam-LK. including evaluation instruments and assessors. and organize an Assessment Center for echelon IV & III functionaries. but also in number of female functionaries.190 Perkembangan Internal Internal Development Diagram 10. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 4% di banding tahun 2008 sebelumnya yang hanya sebesar 23 %. 10. It is a behaviour basis assessment method which involves various technical evaluations.01/2008 regarding the Ministry of Finance Assessment Center and General Secretariat Regulation Number 55/SJ/2008 regarding the Ministry of Finance Assessment Center Implementation. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 47/PMK. every echelon I unit in the Ministry of Finance was required to form. Referring to the Minister of Finance Regulation Number 47/PMK. These figures increased by 4% compared to 2008 which was only 23%. pendidikan dan pelatihan serta Graduate Program. dan menyelenggarakan Assessment Center bagi Pejabat Eselon IV dan Pejabat dibawahnya.2 Composition of Bapepam-LK Employees Based on Education Level and Gender Pendidikan / Education SD 1% SLTP 1% S-3 1% Pegawai / Employee Pejabat / Job-level SLTA 18% D-1 4% D-III 11% S-2 25% Wanita 27% Pria 73% Wanita 22% Pria 78% S-1 39% Dari 862 orang pegawai Bapepam-LK. The increase occurred not only in number of female employees.

terdapat 1 orang pegawai mengikuti pendidikan Strata 2 dan 1 orang pegawai mengikuti pendidikan Strata 3 di Jepang dibiayai oleh GRIPS Jepang. seperti perencanaan tenaga kerja. With regard to the implementation of competency based HR management. 19 pegawai Bapepam-LK tugas belajar mengikuti pendidikan Strata 2 dan 1 orang pegawai mengikuti pendidikan Strata 3 di Australia dibiayai oleh Australian Development Scholarship. The identified gap will be used to determine HR development program . Technical Assistance Management Facility (TAMF)-AusAID. such as manpower planning. Domestic and Overseas Education Scholarship As per December 2009. and employee development. Bapepam-LK has been conducting Assessment Center to identify the competencies need of echelon IV functionaries in Bapepam-LK. Furthermore. there was 1 employee taking master degree education and 1 employee took post-graduate study in Japan defrayed by GRIPS Japan. Kementerian Keuangan. From such total number of 33 employees.5. Meanwhile. Technical Assistance Management Facility (TAMF)-AusAID.5. Throughout 2009. recruitment. a.191 Untuk menerapkan sistem pengelolaan SDM berbasis kompetensi. Analisa gap tersebut berguna bagi penentuan program pengembangan yang diperlukan. dan pengembangan pegawai.19 of them joined the master degree education and 1 person pursued post-graduate study in Australia defrayed by Australian Development Scholarship. terdapat 33 orang pegawai Bapepam-LK penerima beasiswa dalam dan luar negeri yang sedang tugas belajar. Hopefully. 10. Hasil dari profil kompetensi ini adalah penjabaran dari persyaratan kompetensi bagi setiap jabatan eselon IV yang dapat dimanfaatkan secara efektif dalam pengelolaan SDM. seluruh profil kompetensi pejabat eselon IV Bapepam-LK dapat diperoleh dan dipetakan untuk mengetahui gap antara kompetensi jabatan dan kompetensi pejabat eselon IV yang ada. the whole competence profiles of Bapepam-LK echelon IV functionaries can be completed and mapped to find out the gap between job competencies required and competencies owned by echelon IV functionaries. Selanjutnya. Sampai dengan bulan Desember 2009. Up until December 2009. Sepanjang tahun 2009. Sedangkan di dalam negeri tercatat sebanyak 5 orang pegawai yang sedang mengikuti pendidikan Strata 2 dan 7 orang mengikuti pendidikan Diploma III dan IV Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dibiayai oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.2 Education and Training Bapepam-LK also provided opportunity and facility for its employees to develop him/herself through domestic and overseas education and training. there were 5 employees joining master degree education and 7 employees joining Diploma III and IV of Sekolah Tinggi Akuntansi Negara defrayed by Financial Education and Training Agency. implementation of Assessment Center was conducted independently by involving echelon III functionaries in Bapepam-LK who had been trained to become assessors assisted by HR consultant. Dari ke-33 orang pegawai tersebut. a. Bapepam-LK sedang melakukan Assesment Center untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi jabatan eselon IV di lingkungan Bapepam-LK. Diharapkan tahun 2010.2 Pendidikan dan Pelatihan Bapepam-LK juga memberikan kesempatan dan fasilitas bagi pegawainya untuk mengembangkan dirinya melalui pendidikan dan pelatihan dalam dan luar negeri. rekrutment. Bapepam-LK telah melaksanakan 7 (tujuh) batch assessment center kepada 83 (delapan puluh tiga) pejabat eselon IV di lingkungan Bapepam-LK. 10. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . The competency profile was elaboration of competency requirements for any echelon IV functionary which could be effectively applied in other HR management. pelaksanaan Assessment Center dilakukan secara swakelola dengan melibatkan pejabatpejabat eselon III di lingkungan Bapepam-LK yang telah dilatih sebagai assessor (penilai) dibantu konsultan SDM. carrer path. Beasiswa Pendidikan Dalam dan Luar Negeri Per Desember 2009. in 2010. pengelolaan karir. the Ministry of Finance. there were 33 Bapepam-LK employees receiving domestic and overseas scholarships. Bapepam-LK has conducted 7 (seven) batches of assessment center to 83 echelon IV functionaries of Bapepam-LK.

Australia BAPEPAM . Bapepam-LK juga mengadakan kerjasama dengan negara dan lembaga donor untuk memberikan hibah (grant) untuk pelatihan-pelatihan yang bersifat khusus (customized) sesuai dengan perkembangan organisasi Bapepam-LK seperti Australia dan ADB. World Bank and World Association of Valuation Organizations China. Bapepam-LK sent its employees to participate in several trainings.The Foundation for the Advancement of Life and Insurance Around the world (FALIA). Islamic Finance Training Malaysia. The IMF Singapore. Asian Development Bank (ADB). dan World Bank untuk pelatihan-pelatihan yang bersifat umum.: Investment Management Compliance arranged by Australasian Compliance Institute»s (ACI) Summer School in ASIC. and workshop on Supervisory Frameworks in Australian Prudential Regulation Authority (APRA). Bapepam-LK sangat selektif dalam mengikuti pelatihan.g. US SEC. Pelatihan Luar Negeri Untuk pelatihan yang diselenggarakan di luar negeri. Di samping mengirimkan pegawainya mengikuti pelatihan di luar negeri yang diadakan oleh lembagalembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF). Throughout 2009. Rincian Jumlah pegawai Bapepam-LK Penerima Beasiswa Dalam dan Luar Negeri yang Sedang Tugas Belajar Beasiswa Scholarship ADS. Bapepam-LK also conducted cooperation with donor country and institution. In addition to overseas trainings organized by international institutions e. Bapepam-LK worked together with Australian Securities and Investments Commission (ASIC) organized customized trainings based on Bapepam-LK needs. Asian Development Bank (ADB).: International Monetary Fund (IMF). e. Sepanjang tahun 2009. antara lain Investment Management Compliance. seminar serta workshop yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). and World Bank (WB) for general training. Bapepam-LK mengirimkan pegawainya untuk mengikuti beberapa pelatihan. seminars.g. Japan BPPK Total b. Australia. Hanya materi-materi yang berkaitan erat dengan tugas.The Foundation for the Advancement of Life and Insurance Around the world (FALIA). Besides. b.3. US SEC. and workshops organized by Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Details of Bapepam-LK Employees Receiving Domestic & Overseas Scholarships Jumlah Pegawai Total Employee 1 19 1 1 5 3 4 34 GRIPS. Securities Commission Malaysia.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Australia Jenjang Pendidikan Education Level Strata 3 Post-graduate Strata 2 Master degree Strata 3 Post-graduate Strata 2 Master degree Strata 2 Master degree Diploma III Diploma IV Table 10. Securities Commission Malaysia. Selain itu Bapepam-LK juga bekerjasama dengan Australian Securities and Investments Commission (ASIC) untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bersifat khusus disesuaikan dengan kebutuhan Bapepam-LK .3.192 Perkembangan Internal Internal Development Tabel 10. to grant customized trainings in accordance with Bapepam-LK organization development. The IMF Singapura. Islamic Finance Training Malaysia. like Australia and ADB. yang diselenggarakan oleh Australasian Compliance Institute»s (ACI) Summer School di ASIC dan workshop on Supervisory Frameworks di Australian Prudential Regulation Authority (APRA). Overseas Training For overseas training. World Bank dan World Association of Valuation Organisations China. The priority was trainings which have relevant materials and close relationship with Bapepam-LK main duties and functions. Bapepam-LK was very selective in sorting the trainings. pokok dan fungsi Bapepam-LK sajalah yang diutamakan.

productivity. to improve the employee leadership spirit. untuk mengasah jiwa kepemimpinan pegawai. Domestic Training Bapepam-LK also sent its employees to participate in training or cooperated with other institutions to provide training. AusAID. Pelatihan Effective Training Evaluation dan Training Design Program bagi pegawai di Bagian Kepegawaian dan 15 orang pejabat eselon III di lingkungan Bapepam-LK. Bapepam-LK menyelenggarakan pelatihan Leadership and Development Program (LDP). Bapepam-LK also gave great attention to soft competencies. Sepanjang tahun 2009. Audit Surveillance training to provide relevant competences to Bapepam-LK employees concerning audit to public accountant offices organized by TAMF . and IV have participated in the LDP training. Bapepamk-LK realized that to become a reliable employee and leader. Pelatihan Audit Surveillance yang ditujukan untuk menyiapkan kompetensi bagi pegawai Bapepam-LK mengenai audit terhadap kantor akuntan publik diselenggarakan oleh TAMF .193 c. Emotional Quotient and Spiritual Quotient were required in addition to Intellectual Quotient. lembaga pemerintah lainnya seperti Bareskim. pelatihan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan soft competencies pegawai Bapapem-LK. Throughout 2009. Kepolisian Republik Indonesia. antara lain Pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ). In 2009. Sejak tahun 2007. dan IV Bapepam-LK telah mendapatkan pelatihan LDP ini. disamping dibutuhkan kecerdasan intelektual (Intellectual Quotient) juga diperlukan kecerdasan emosi (Emotional Quotient) dan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient). semua pejabat eselon II. Despite of technical (hard competencies) education and training. Adapun lembaga yang terlibat aktif memberikan pelatihan kepada Bapepam-LK adalah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).AusAID di Jakarta dan Pelatihan TOEFL Preparation di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan di Jakarta .AusAID in Jakarta and TOEFL Preparation training in Financial Education and Training Agency in Jakarta. all echelon II. the training were inclusive of goods/services procurement which was technical substantive specialization education to train Bapepam-LK employees to have experties in providing goods and services based on the prevailing laws and regulations. Bapepam-LK dapat mengirimkan pegawainya mengikuti pelatihan maupun melakukan kerjasama dengan lembaga lain untuk mengadakan pelatihan. Pelatihan ini dilaksanakan sejak tahun 2008 dan dibantu oleh Konsultan SDMTAMF. Effective Training Evaluation and Training Design Program for employees in personnel section and 16 echelon III functionaries. Kepolisian Republik Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya mengetahui gaya kepemimpinan dan manajemen yang c. AusAID. secara rutin setiap tahun. The training was intended to provide better information about the importance of leadership style and effective Laporan Tahunan 2009 Annual Report . and efficiency. other governmental institutions e. Bapepam-LK also organized Leadership and Development Program (LDP). produktivitas. III. every year Bapepamk-LK sent its employees to join ESQ training to improve leadership and personal development by combining the three concepts of the abovementioned emotional intelligences integratedly and transcendentally so it could increase the employees performance. III. Bapepamk-LK menyadari bahwa untuk menjadi pegawai dan pemimpin yang handal. Di samping pelatihan ESQ. Throughout 2009. Bapepam-LK juga memberikan perhatian besar untuk meningkatkan kemampuan soft competencies pegawainya. The training has been conducted since 2008 and was assisted by HR-TAMF consultant. Di samping pendidikan dan pelatihan yang bersifat teknis (hard competencies). Sepanjang tahun 2009. Since 2007. dan efisiensi kerja pegawai. training for improving Bapepam-LK employees soft competencies were among others: Emotional Spiritual Quotient (ESQ training).g. Pada tahun 2009. Bapepam-LK mengirimkan pegawainya untuk megikuti pelatihan ESQ untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepemimpinan dan pengembangan kepribadian yanhg tangguh dengan memadukan ketiga konsep kecerdasan emosi di atas secara terintegrasi dan transendental sehingga dapat meningkatkan kinerja. pelatihan-pelatihan yang diadakan antara lain pelatihan pengadaan Barang/Jasa yang merupakan diklat teknis substantif spesialisasi (DTSS) untuk melatih pegawai Bapepam-LK agar memiliki keahlian di bidang pengadaan barang dan jasa sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. In addition to ESQ training. The institutions which actively involve in providing training to Bapepam-LK are Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).: Bareskim. Pelatihan Dalam Negeri Untuk pelatihan dalam negeri.

Furthermore. Additionally. 2) Program Secondment yang bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih detail tentang tupoksi.5. Selanjutnya untuk memberikan masukan atau wawasan bagi para pegawai di lingkungan Bapepam-LK yang memasuki masa purnabakti. The objective of this seminar was to provide the employees with information of productive activities in their pension life. pokok. Pada bulan Desember 2009 Bapepam-LK menyelenggarakan Seminar Persiapan Pensiun dengan tema ≈Secercah Kehidupan PurnabaktiΔ. 2009. Seminar pada tanggal 25 . Selain ekonomi makro.3 Graduate Program for New Employees of First & Master Degree and Orientation Program for New Employees of Diploma III Keuangan STAN Graduates a.3 Pelaksanaan Graduate Program bagi Pegawai Baru lulusan S1/S2 dan Program Orientasi bagi Pegawai Baru lulusan Diploma III Keuangan STAN a.5. 3) 3) In August 2009. b. to give input or knowledge to Bapepam-LK employees who were going to enter their retirement period.26. 10. professional. Tujuan dari seminar tersebut adalah untuk membekali para pegawai yang akan pensiun dengan kegiatan produktif di hari tua. 2009 which was aimed at exchanging information and experiences obtained from the respective work unit business process activity and new employee self-development training. serta pengembangan diri (team work exercises). as well as to underline the importance of being professional and fully-trusted as public servants. Bapepam-LK stakeholders. Dalam rangka memberikan pemahaman tentang tugas. 2) Secondment Program was given to deliver detailed comprehension about main job & function. 15 Januari 2009. 10. stakeholders Bapepam-LK serta menekankan pentingnya pegawai Bapepam-LK untuk bersikap profesional dan menjaga amanah sebagai pelayan masyarakat. dan fungsi (tupoksi) serta proses bisnis unit-unit di lingkungan Bapepam-LK.15.d. Bapepam-LK stakeholders. profesional dan amanah. Secondment tahap I dilaksanakan pada tanggal 18 Mei . In 2009. and trusted. Pada bulan Agustus 2009. and selfdevelopment (team work exercises). and business process relations from Secretariat Bureau. Secondment Phase I was held on May 18 . Chairman of Bapepam-LK gave information about macro economy to new employees of first & master degree and Diploma I & III. In order to provide them with better understanding concerning the main job and function as well as unit business processes in Bapepam-LK. the activity was conducted to give the employees early understanding about the main job & function and unit business processes in Bapepam-LK. 3. 2009. Bapepam-LK received 84 new employees of first and master degree. maka Bapepam-LK menyelenggarakan Graduate Program yang kegiatannya meliputi : 1) Program Orientasi pada tanggal 8 s.June.3 Juni 2009.26 Juni 2009 yang bertujuan untuk memberikan wahana bagi pegawai baru untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalamam yang diperoleh dari kegiatan bisnis proses unit kerja masing-masing dan juga pelatihan pengembangan diri pegawai baru. kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dini tentang tupoksi serta proses bisnis unit-unit di lingkungan Bapepam-LK. Pada tahun 2009 Bapepam-LK menerima 84 pegawai baru pendidikan S-1/S-2. Seminar held on June 25 .LK . Bapepam-LK arranged a pension preparation seminar in December 2009 under the theme of «A bright life after retirement».194 Perkembangan Internal Internal Development efektif dalam suatu organisasi yang sedang bertransformasi dan menata diri sehingga dapat meminimalisir konflik dan miskomunikasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Bapepam-LK has conducted Graduate Program which included the following activities: 1) Orientation Program on January 8 . dalam pembekalannya Ketua juga menekankan perbedaan situasi dan kondisi lingkungan kerja yang semakin kompleks sehingga pegawai Bapepam-LK dituntut untuk selalu bersikap adaptif. Ketua Bapepam-LK memberikan pembekalan mengenai ekonomi makro kepada pegawai baru S1/S2 dan D1/D3. management in an organization to minimize conflicts and miscommunication in performing daily routines. dan keterkaitan bisnis proses dari Biro/ Sekretariat Badan. stakeholders Bapepam-LK. Continuous Improvement for a Brighter Future b. the Chairman also gave the stress on a more complex situation and condition of working environment that made Bapepam-LK employees have to be adaptive. BAPEPAM .

Tujuan program tersebut selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akademisi terhadap keberadaan dan peran aktif Bapepam-LK di dalam perkembangan pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank di Indonesia. The education and training activities were inclusive of 100 hours Investigator Civil Servant Training and 22 hours Refreshment to make Bapepam-LK Investigators have proper skills in conducting the investigation as a mandate of Law Number 8/1995 regarding Capital Market. market surveillance. melaksanakan pelatihan aspek-aspek hukum perdata di bidang pasar modal. Universitas Sriwijaya.195 c.5. baik di dalam maupun di luar negeri. The efforts to improve the quality of Bapepam-LK Investigator was taken by sending representatives to a number of education and training centres. audit forensik laporan keuangan dan pelatihan penyegaran bagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Bapepam-LK provided Orientation Program to 21 new employees of Diploma III Keuangan STAN graduates on December 28.4 Education and Training for Investigator Civil Servant Bapepam-LK continued to improve the quantity and quality of its capital market Investigator by providing various training or seminar closely related to Law Enforcement.5 Career Path Program in Bapepam-LK In September-November 2009. Universitas Lambung Mangkurat. Universitas Jember. financial reports forensic audit. 10. Universitas Mataram. penegakan hukum. Universitas Bengkulu. Later. Bapepam-LK juga telah menyelenggarakan Program Orientasi kepada 21 (dua puluh satu) Pegawai Baru lulusan Diploma III Keuangan STAN pada tanggal 28 Desember 2009 untuk memberikan pemahaman dini tentang organisasi dan stakeholders Bapepam-LK.5. 10. law enforcement.5 Program Penjajakan Minat dan Karir di Bapepam-LK Pada bulan September-November 2009. Bapepam-LK melakukan ≈Program Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal & Lembaga Keuangan dan Program Penjajakan Minat dan Karir Bapepam-LK di Universitas Terkemuka di IndonesiaΔ. Kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diikuti antara lain Pelatihan Diklat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pola 100 Jam Pelatihan dan Penyegaran Pola 22 Jam Pelatihan dengan tujuan pelatihan untuk mempersiapkan PPNS di lingkungan Bapepam-LK agar mempunyai keterampilan dalam melakukan pemeriksaan dan penyidikan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. to have capital market civil law aspect training. Besides. University of Jember. juga mengenalkan organisasi Bapepam-LK untuk menjaring mahasiswa yang berbakat dan berpotensi agar memilih Bapepam-LK sebagai institusi tempat mereka berkarir. University of Lambung Mangkurat. University of Sriwijaya.5. Upaya peningkatan kualitas Pemeriksa dan Penyidik Bapepam-LK dilakukan dengan cara mengirim perwakilan ke sejumlah pusat pendidikan dan pelatihan.5. Bapepam-LK conducted Capital Market & Financial Institution Education and Socialization Program in Prominent Universities in IndonesiaΔ. either domestic or overseas training. Those universities were University of Andalas. Selanjutnya Bapepam-LK juga mengirimkan beberapa personel ke Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Di samping itu. 10. University of Jenderal Soedirman. University of Bengkulu. dan Universitas Udayana. University of Mataram. but also to introduce BapepamLK organization to the talented and potential students to make Bapepam-LK as the place for their career path. and refreshment training for Investigator Civil Servant. The purpose of the program was not only to improve public awareness toward Bapepam-LK existence and active role in the capital market and financial institution development in Indonesia. Adapun universitas-universitas yang dikunjungi adalah: Universitas Andalas. 10. Universitas Jenderal Soedirman. pengawasan pasar. c. and University of Udayana Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009 to give them early comprehension about the organization and BapepamLK stakeholders.4 Pendidikan dan Pelatihan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bapepam-LK juga selalu berupaya terus meningkatkan kuantitas dan kualitas para Pemeriksa dan Penyidik di bidang Pasar Modal dengan berbagai macam pelatihanpelatihan atau seminar yang berkaitan erat dengan Penegakan Hukum. BapepamLK also sent a number of personnels to Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC).

The application development was started in 2007 by performing planning. and accountable financial management. further development of SISKA was performed in terms of operating system application modification. . database adjustment. transparan dan akuntabel. Pengembangan aplikasi dimulai pada tahun 2007 dengan kegiatan antara lain perencanaan. development on Bapepam-LK Financial Information System (SISKA) was conducted.LK Continuous Improvement for a Brighter Future Information technology took a significant role in improving the organization performance. dilakukan pengembangan SISKA lebih lanjut baik dari segi perbaikan operating system aplikasi. Considering the importance of information technology in organization transformation process to high-performance organization.1 Financial Information System (SISKA) Financial management in Bapepam-LK formerly applied separated and manual systems which inflicted delay of report presentation and was susceptible to data inaccuracy. Bapepam-LK telah mengembangkan beberapa sistem teknologi informasi yang ditujukan untuk mendukung proses bisnis internal antara lain: 10. among others: 10. and PNBN report. pelaporan dan dokumentasi secara online atas data-data PNBP.6 INFORMATION TECHNOLOGY SYSTEM DEVELOPMENT Teknologi informasi memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja organisasi. based on inputs from the users. and designing activities. BAPEPAM . Teknologi informasi yang handal akan mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis organisasi. Up until 2009. 10. SISKA application program has been succesfully applied in all units (all bureaus and secretariat) in Bapepam-LK in 2009. transparent. pengkomunikasian. By applying the system. penyempurnaan data base. Reliable information technology could increase the effeciency and effectivity of organization business process. dan desain. Sampai dengan akhir 2009.6 PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI 10. The database would be improved into a more complete PNBN information system and was expected to be applied by relevant bureaus in 2010. SIM PNBN development reached its first phase development in form of structured database with principal PNBN reports. Selama tahun 2009. namely: receivable report. Selanjutnya pada tahun mendatang akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. usulan penambahan fitur hingga pembuatan aplikasi baru yang mendukung pengelolaan keuangan di Bapepam-LK. analisis. pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien 10. In 2008. dalam rangka meningkatkan pengelolaan keuangan supaya lebih profesional. and new application creation which could support financial management in Bapepam-LK. pengembangan SIM PNBP telah sampai pada tahap awal berupa suatu database yang terstruktur dengan laporanlaporan PNBP yang utama yaitu laporan piutang. Pada tahun 2008. Throughout 2009.2 State Non-Tax Income Information System (SIM PNBP) Application program for State Non-Tax Income Information System (SIM PNBP) was a system which was expected to serve as online recording. Additional development would be made in the future if necessary. Mengingat peran penting teknologi informasi dalam proses transformasi organisasi menuju organisasi yang berkinerja tinggi.6. berdasarkan banyak masukan dari para pengguna. Database ini akan dilakukan penyempurnaan menjadi sistem informasi PNBP dengan laporan yang lebih lengkap dan diharapkan dapat dimplementasikan di biro-biro terkait dengan PNBP pada tahun 2010. features addition. Dengan sistem ini.196 Perkembangan Internal Internal Development 10.6.2 Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (SIM PNBP) Program Aplikasi Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (SIM PNBP) merupakan sistem yang diharapkan akan menjadi sarana pencatatan. laporan realisasi PNBP dan laporan penetapan PNBP. Therefore. maka pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu fokus perhatian Bapepam-LK. Bapepam-LK has developed several information technology systems which were set to support the internal business system.6. a more effective and efficient budget management could be performed. to provide a professional. development and utilization of information technology became one of Bapepam-LK attentions. Program aplikasi SISKA pada tahun 2009 telah berhasil diimplementasikan di seluruh unit (biro-biro dan bagian-bagian di Sekretariat Badan) di lingkungan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. reporting. dilakukan pengembangan Sistem Informasi Keuangan (SISKA) Bapepam-LK.1 Sistem Informasi Keuangan (SISKA) Pengelolaan keuangan di Bapepam-LK pada saat sebelumnya menggunakan sistem yang terpisah-pisah dan manual sehingga lamban dalam penyajian laporan serta rentan terhadap ketidakakuratan data dan informasi. communicating. Oleh karena itu. and documenting facilities upon PNBN data. analyzing. PNBN realization report.6.

Bali. Throughout 2009.7. •ΩUniversity of Jenderal Soedirman. • Universitas Jenderal Soedirman. • University of Sriwijaya. Purwokerto.7. • University of Lambung Mangkurat.1 Public Information Service for Capital Market Throughout 2009. Bengkulu. • Universitas Bengkulu. for workshop 3 times. Bapepam-LK welcome 21 visits of universities/schools. Lampung (jointly with the SROs). serta Sistem Informasi Perusahaan Pembiayaan dan Aplikasi Statistik Dana Pensiun. •ΩUniversity of Bengkulu. and law enforcement function. Electronic Reporting System of Securities Broker Dealer Monthly Activity. Mataram. Mataram. Sistem Administrasi Pemeriksaan. dan layanan Pojok Pasar Modal di kampus yang sedang mengadakan seminar sebanyak 4 kali. and Capital Market Corner in campus 4 times. 652 public queries concerning capital market via telephone. The system among others were Online Complaint System (investor complaint). Sistem teknologi informasi tersebut antara lain adalah Sistem Pengaduan Online (investor complaint). • Universitas Udayana. As for socialization and public education in capital market and non-bank financial institutions. • University of Udayana. Sistem Administrasi Penyidikan. Jember. Jember. Bapepam-LK performed Roadshow Campus to Campus activity to introduce capital market industry and non-bank financial institutions to academicians. Palembang. • University of Jember. Bapepam-LK juga mengirimkan pembicara atau narasumber dalam kuliah umum sebanyak 5 kali. Jogyakarta (bersama SRO). workshop sebanyak 3 kali.7 PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DAN PENANGANAN PENGADUAN In addition to information technology system for supporting internal business process. and 409 via email. • Universitas Sriwijaya. dalam tahun 2009 ini Bapepam-LK telah melaksanakan kegiatan Roadshow Campus to Campus untuk memperkenalkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non-bank kepada civitas akademika yakni: • Universitas Andalas. Objection Handling Information System. Bapepam-LK juga mengembangkan sistem teknologi informasi untuk mendukung efektifitas fungsi pembinaan. 10. Sistem E-Reporting Perasuransian dan Early Warning System Perasuransian. • Universitas Lambung Mangkurat. Bali. Sistem Informasi Penanganan Keberatan. • University of Ciputra.7 PUBLIC INFORMATION AND COMPLAINT HANDLING SERVICE 10. Also. Bapepam-LK cooperated with the SROs to develop electronic reporting system and capital market warehouse data. Bapepam-LK telah menerbitkan surat keterangan riset kepada 45 pihak yang telah melakukan penelitian tentang pasar modal di Bapepam-LK. Padang. • University of Bandar Lampung. Investigation Administration System. and dealt with 310 parties which directly came to Bapepam-LK for information and explanation. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 10. Bapepam-LK juga bekerja sama dengan SRO untuk mengembangkan sistem pelaporan elektronik dan data warehouse pasar modal. Bapepam-LK menerima 21 kunjungan dari Perguruan Tinggi/Sekolah. Selain itu. Palembang. Selama tahun 2009. serta telah berpartisipasi dalam pameran pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebanyak 4 kali. Inspection Administration System. Surabaya (bersama SRO). • Universitas Jember. • Universitas Ciputra. Padang. and • University of Atmajaya. Bapepam-LK also developed information technology system that could support the effectivity of supervision. Jogyakarta (jointly with the SROs). Banjarmasin. 652 pertanyaan masyarakat mengenai pasar modal melalui telepon dan 409 pertanyaan melalui email. Insurance E-Reporting System. Surabaya (jointly with the SROs). and participated in capital market and non-bank financial institution exhibition 4 times. Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal dan lembaga keuangan non-bank. • Universitas Mataram. and Insurance Early Warning System as well as Financing Companies Information System and Pension Fund Statistical Application. • University of Mataram. Bengkulu. Bapepam-LK issued letters of research to 45 parties which have gone through capital market research in Bapepam-LK. Sistem Pelaporan Elektronik Kegiatan Bulanan Perantara pedagang Efek. Lampung (bersama SRO). Banjarmasin. Aplikasi Data Digital Dana Pensiun (D3P). they were: • University of Andalas. Additionally. serta melayani 310 pihak yang datang langsung ke Bapepam-LK untuk mendapatkan informasi dan penjelasan. pengawasan dan penegakan hukum. seminar sebanyak 6 kali. controlling. • Universitas Bandar Lampung. 10. Bapepam-LK participated as speaker or source person for public lecture 5 times.197 Di samping mengembangkan sistem teknologi informasi untuk mendukung proses bisnis internal. Purwokerto. dan •ΩUniversitas Atmajaya. for seminar 6 times. in 2009.1 Pelayanan Informasi Publik Bidang Pasar Modal Sepanjang tahun 2009.

Sosialisasi tersebut dilakukan di 7 (tujuh) kota besar di Indonesia yaitu Jakarta. . Bapepam-LK. dalam rangka meningkatkan pemahaman pelaku dan masyarakat terhadap produk pengelolaan investasi.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . As we have done in previous years.. saving. Bapepam-LK distributed 600 copies Warta Bapepam-LK each month to 160 parties.2 Pelayanan Informasi Publik Bidang Dana Pensiun Untuk lebih mengenalkan industri yang menjadi stakeholder Bapepam-LK.. workshops.3 Pelayanan Informasi Surat Langsung / Direct Letter Surat Tembusan / Copy Letter Telpon / Telephone Datang Langsung / Direct Email / Email 13% 1% 61% 9% 16% 10. besides. Bali. telah melakukan sosialisasi dan edukasi terkait materi pengelolaan investasi kepada akuntan. Kegiatan sosialiasi juga dilakukan untuk menjelaskan suatu ketentuan baru di 10. Bali. In addition. The book was illustrated in javanese puppets images talking about the importance of personal financial management. in order to enhance the public and market players with a better comprehension and awareness on investment management products. industry associations. konsultan hukum dan investor. Bapepam-LK also has produced first edition book titled ≈My Investment. sebagai salah satu upaya sosialisasi dan edukasi tentang pasar modal. and other social activities.7.. Bandung. Bapepam-LK melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi. and investment. Penerbitan Cergam ini ditujukan untuk memberikan edukasi tentang investasi yang dituturkan secara sederhana dan dengan bahasa yang lebih merakyat sehingga diharapkan dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat umum. Malang. The publication of the book will be continued in 2010 (second edition) with in depth story and various investment products currently available in Indonesian capital market. Bapepam-LK juga telah mencetak buku cerita bergambar Edisi 1 berjudul ≈Investasiku. namely Jakarta. Meanwhile. in cooperation with Indonesia Investment Fund Management Association (APRDI). Pekanbaru and Mataram. menabung dan berinvestasi. Kegiatan sosialisasi dana pensiun dilakukan dalam rangka memasyarakatkan industri dana pensiun kepada perusahaan-perusahaan yang belum memiliki program pensiun. asosiasi pelaku industri jasa keuangan.. workshop dan kegiatan sosial lainnya. The publication of this book was intended to provide education about investment in a simple and more popular language that was expected to be easily understood by public. SROs. Masa Depanku. Selanjutnya.Δ. Furthermore.3 Information Services Diagram 10. SROs. it was also intended to give information about new regulation concerning pension fund activity. such as universities. other unit of the Ministry of Finance. di tahun 2009 Bapepam-LK mendistribusikan sekitar 600 eksemplar Warta Bapepam-LK tiap bulannya kepada 160 pihak seperti perguruan tinggi. Chart 10. education activity was performed to give technical information related to pension BAPEPAM . unit kerja lain di lingkungan Kementerian Keuangan dan lainnya.Δ Cergam tersebut disajikan dengan menggunakan gambar wayang golek yang bercakap-cakap terkait pentingnya pengaturan keuangan secara personal. Bandung. Bogor. Bapepam-LK also distributed brochures related to capital market and non-bank financial institutions to the public in activities such as exhibitions. as one of capital market socialization and education activities in 2009. Bapepam-LK bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI). Malang. and investors. Selain itu Bapepam-LK juga mendistribusikan berbagai brosur tentang pasar modal dan lembaga keuangan non bank kepada masyarakat dalam kegiatan pameran. have conducted socialization and education related to investment management to accountants.. Penerbitan Cergam tersebut akan berlanjut di tahun 2010 (Edisi 2) dengan topik cerita yang lebih mendalam dan dengan contoh-contoh produk investasi yang saat ini tersedia di pasar modal Indonesia.2 Public Information Service of Pension Fund The purpose of socialization concerning pension funds was to introduce pension fund industry to companies that do not have pension plan. legal consultants. Pekanbaru dan Mataram. Bogor..My Future.198 Perkembangan Internal Internal Development Sebagaimana dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.7. The socialization was conducted in 7 (seven) big cities in Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan antara lain dikampus Universitas Sriwijaya. Uinversitas Indonesia. Tujuan utamanya adalah agar sejak dini para mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup mengenai asuransi. Sosialisasi asuransi juga dilakukan dalam bentuk Insurance Goes to Campus (IGTC). Universitas Syarif Hidayatullah dan IPB Bogor.. Universitas Mataram. seperti penerapan aplikasi data digital dana pensiun. University of Indonesia. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . IGTC aws conducted at Pondok Pesantren Hamidiyah.3 Public Information Service of Insurance Socialization program of insurance industry was conducted by Bapepam-LK in 2009. 3) 3) 4) 4) Socialization of Insurance Introduction To introduce insurance products to the public. 10. especially to universities in Indonesia. and other technical matters. 10. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia.7. University of M Hamka. Bapepam-LK conducted series of socialization activities.Tujuan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan e-reporting industri perasuransian yang akan segera diimplementasikan . 2009 participated by Indonesia Life Insurance Association. Kebayoran Baru. pension fund book-keeping. Universitas M Hamka. 2) Socialization of e-reporting The socialization was conducted on December 8. The objective of this socialization was to introduce insurance industry e-reporting which would be implemented soon.7. Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan bersamaan dengan sosialisasi di bidang pasar modal dengan judul Sosialisasi Edukasi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta Penjajakan Minat dan Karir Bapepam-LK. University of Jember. The objective of this socialization was to introduce risk profile database of motor vehicle insurance.199 dalam penyelenggaraan dana pensiun.3 Pelayanan Informasi Publik Bidang Perasuransian Program Sosialisasi yang dijalankan oleh Bapepam-LK di bidang perasuransian selama tahun 2009 antara lain : 1) Sosialisasi Sistem Jaminan Sosial Nasional Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2009 dengan peserta adalah Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. University of Lambung Mangkurat and University of Udayana. 2009 participated by all general and life insurance companies. Socialization of Motor Vehicle Risk Profile The socialization was conducted on December 8. pembukuan dana pensiun dan hal-hal teknis lainnya. Pada Tahun 2009 IGTC dilakukan di Pondok Pesantren Hamidiyah. Universitas Atmajaya. Indonesia Social Insurance Association. Socialization of Insurance was also made in form of Insurance Goes to Campus (IGTC). and IPB Bogor. fund program and digital data application of pension fund. University of Jenderal Soedirman. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan pengembangan database risk profile asuransi kendaraan bermotor. Depok. University of Atmajaya. The activities were performed in Universitiy of Sriwijaya. Universitas Jenderal Soedirman. SMA Al Azhar 3. SMA Al Azhar 3 Kebayoran Baru. The event was held at the same time with socialization of capital market under a title of ≈Capital Market & Financial Institution Socialization and Education as well as Interest & Career Path in Bapepam-LKΔ. The socialization was aimed at giving awareness to Insurance industry about SJSN and the impacts toward insurance industry if SJSN was applied. Asosiasi Asuransi Sosial Indonesia dan Persatuan Aktuaris Indonesia. and Indonesia Actuaries Society. University of Mataram. pada tahun 2009 Bapepam-LK telah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi terutama pada beberapa universitas yang ada di Indonesia. they among others were: 1) Socialization of National Social Security System The socialization was conducted on December 8. 2009 participated by all general insurance companies selling motor vehicle insurance products. Depok. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Industri Asuransi mengenai SJSN dan dampaknya terhadap industri asuransi apabila SJSN telah dijalankan 2) Sosialisasi e-reporting Sosialisasi ini diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2009 dengan peserta seluruh perusahaan asuransi umum dan perusahaan asuransi jiwa. in 2009. University of Syarif Hidayatullah. Sementara kegiatan edukasi lebih ditujukan untuk menjelaskan secara teknis mengenai penyelenggaraan dana pensiun. Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Udayana. In 2009. Sosialisasi Profil Risiko Kendaraan Bermotor Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2009 dengan peserta seluruh perusahaan asuransi umum yang menjual produk asuransi kendaraan bermotor. Sosialisasi Pengenalan Asuransi Untuk memperkenalkan asuransi kepada masyarakat. Indonesia General Insurance Association. The main objective was to make the university students have proper awareness about insurance. Universitas Jember.

The program was arranged under cooperation with relevant parties. Biro Dana Pensiun) b) Turut serta dalam pembahasan Naskah Akademik RUU Keuangan Haji bersama dengan Departemen Agama. Manajer Investasi.7. Pension Fund Bureaus) b) Participating in the draft of Haj Financial Law with the Ministry of Religion.200 Perkembangan Internal Internal Development 10. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. comprising of: BAPEPAM . Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang.5 Complaints Handling As one of Bapepam-LK services to the public and the stakeholders. Socialization program that have been carried out during 2009 among others were: 1) A contribution to the 2nd Sharia Economic Festival held by Bank Indonesia at Jakarta Convention Centre (JCC). Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) dan Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI).8. Jakarta on February 4 . and relevant business units in Bapepam-LK (Insurance. Trust Agents. Socialization to Issuers.4 Sosialisasi Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal Sosialisasi Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal merupakan program berkelanjutan yang dilakukan oleh Bapepam-LK dalam rangka akselerasi pengembangan Pasar Modal Syariah. Asosiasi-asosiasi di Pasar Modal seperti Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). among others: a) Performing initiation of Indonesia Financial Architecture structuring with Bank Indonesia.7. Asosiasi Wali Amanat Pasar Modal. Wali Amanat.4 Socialization of Sharia Principles in Capital Market Socialization of Sharia Principles in Capital Market is continual program performed by Bapepam-LK to make an acceleration toward Sharia Capital Market. Dewan Syariah NasionalMajelis Ulama Indonesia dan unit kerja terkait di Bapepam-LK (Biro Perasuransian. Bapepam-LK telah menerima dan menindaklajuti 489 pengaduan yang terdiri atas: 10. selama tahun 2009. antara lain: a) Melakukan inisiasi awal penyusunan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) bersama dengan Bank Indonesia. 2009. para pelaku pasar modal seperti Penjamin Emisi Efek. serta kalangan akademisi di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Investment Managers. 2) Melakukan sosialisasi kepada Emiten.7. Indonesian Investment Fund Managers Association.7.g. Cooperation with relevant institutions in accordance with sharia Capital Market development.5 Penanganan Pengaduan Sebagai salah satu bentuk layanan Bapepam-LK terhadap publik dan juga stakeholder-nya. capital market players. Program tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait baik internal Bapepam-LK maupun pihak eksternal. 10. Indonesian Public-listed Companies Association. 3) Melakukan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pengembangan Pasar Modal syariah. Indonesian Securities Commpanies Association. Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. 2) 3) 10. Directorate General of Debt Management. Financing & Guarantee. in 2009. Custodian Bank. and Indonesian Custodian Bank Association as well as universities from all over Indonesia. Bapepam-LK received and responded 489 complaints. Capital Market Associations e.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Capital Market Trust Agent Association.8 Februari 2009. either internal Bapepam-LK or external parties. such as Underwriters. Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI). Program sosialisasi yang telah dilaksanakan selama tahun 2009 antara lain sebagai berikut : 1) Berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FES) ke-2 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Jakarta Convention Centre (JCC) Jakarta pada tanggal 4 . Bank Kustodian.

In order to provide proper and comfortable work place. majority of the complaints were about pension benefit payment. 11 pengaduan telah ditindaklajuti dengan dilakukannya pemeriksaan teknis lapangan (on site inspection) dan 20 pengaduan lainnya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis di Bapepam-LK (off site inspection). business license of which has been revoked. 2nd. 10. In connection with pension fund complaints. the re-layout was performed on 1st. For that purpose. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK telah melaksanakan penataan ruang kerja secara bertahap mulai dari tahun 2007. in 2009.201 Tabel 10. in connection with insurance complaints. Bapepam-LK has conducted work place re-layout gradually since 2007. Lack of comprehensive information about pension fund has become one of the causes of such complaints sent to Bapepam-LK. 3. Bapepam-LK imposed on sanctions to those companies according to the applicable provisions. In 2009. 3rd. Terkait dengan pengaduan di bidang dana pensiun. Untuk tahun 2009 pengaduan paling banyak yang diterima oleh Bapepam-LK adalah dari para pemegang polis PT Asuransi Bakrie Life. majority of complaints received were problems related to PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS). Seluruh pengaduan yang disampaikan secara tertulis sudah ditindaklanjuti melalui surat resmi. In the meantime. sebagian besar masih mengenai klaim yang belum dibayar. sebanyak 31 pengaduan terkait dengan perusahaan efek. All written complaints have been responded formally by letter.4. there were 31 complaints about securities companies. 4. there were also complaints from clients of insurance company.8 PENATAAN RUANG KERJA GEDUNG BAPEPAM-LK In respect of capital market complaints. Bapepam-LK juga telah mengenakan sanksi kepada perusahaan dimaksud sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Complaint Received By Bapepam-LK Langsung Direct 46 12 21 Jumlah Total 346 98 45 410 79 489 Terkait dengan pengaduan di bidang pasar modal. 4th. most of them were about unpaid claims. From such technical inspection. Dari hasil pemeriksaan teknis tersebut ditemukan 7 perusahaan efek yang melanggar ketentuan peraturan perundangan di bidang pasar modal. 11 complaints were been responded by conducting on site inspection and 20 complaints were been responded by conducting off site inspection. mayoritas pengaduan masih adalah mengenai pembayaran manfaat pensiun. Kurangnya informasi yang cukup komprehensif dari peserta mengenai dana pensiun menjadi salah satu penyebab masuknya pengaduan tersebut ke Bapepam-LK. terdapat pula pengaduan dari beberapa nasabah perusahaan asuransi yang sudah dicabut izin usahanya. most complaints received by Bapepam-LK came from policy holders of PT Asuransi Bakrie Life.8 WORK PLACE RE-LAYOUT IN BAPEPAM-LK BUILDING Dalam rangka memenuhi ruangan kerja yang memadai dan nyaman. 7 securities companies were found violating provisions of prevailing laws and regulations concerning capital market. Sementara itu. Besides. In addition. Penerimaan Pengaduan Bapepam-LK Jenis Pengaduan Terkait Type of Complaint Pasar Modal Capital Market Asuransi Insurance Dana Pensiun Pension Fund TOTAL Tertulis Written 300 86 24 Table 10. terkait dengan pengaduan di bidang asuransi. mayoritas pengaduan yang masuk adalah mengenai permasalahan dengan PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS). Untuk itu. Untuk tahun 2009 penataan ruang kerja gedung Bapepam-LK dilaksanakan pada lantai 1. Selain itu. 10. Selain itu. 14 dan 15.4. 14th and 15th floors. 2.

527.959 BAPEPAM .202 Perkembangan Internal Internal Development Disamping penataan ruang kerja. security was the key factor as most part of it were public area which could be accessed by many people.000 40.000 6.773 124. For the comfort.000 135.078.298. Hal lain yang diperhatikan adalah kenyamanan dimana pada lobby gedung disediakan ruangan pers yang disediakan khusus untuk para wartawan yang meliput kegiatan Bapepam-LK. Details of Bapepam-LK budget realization as of December 31. 10.000 690.783 134.92 55.2.607. ruang perpustakaan yang menyediakan buku-buku yang berkaitan dengan pasar modal dan lembaga keuangan serta ruang tunggu tamu bagi para pengunjung yang hendak menunggu.500.000.5.2.001.120.361.001.210.9 BAPEPAM-LK BUDGET REALIZATION Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran (TA) 2009 dengan realisasinya.500. waiting room for visitors. 2009.000. the lobby was completed with press room specially made for journalists who covered Bapepam-LK activities. For building lobby layout.362. 2009 were shown in Table 10.95 52. building lobby layout also got specific attention for it served as the entrance to Bapepam-LK work environment. Smoking room was also provided for smokers as Bapepam-LK building was a free smoking area.81 158. Dalam penataan lobby gedung. Details of Bapepam-LK budget realization as of December 31.5.160. The lobby was arranged in such a way that only relevant parties could get in to Bapepam-LK work place.078.783 63.000 63.440. 10. keamanan adalah hal yang sangat diperhatikan mengingat lobby sebagian besar merupakan public area yang dapat dimasuki oleh banyak orang.127. Bagi para pengunjung yang merokok juga disediakan smoking room mengingat bahwa gedung Bapepam-LK adalah daerah bebas asap rokok.59 1 2 Realisasi Pendapatan Negara State Revenue Realization -Penerimaan Negara Bukan Pajak -Non-tax Revenue Realisasi Belanja Negara State Budget Realization -Belanja Rupiah Murni -Rupiah Murni Expanse -Belanja Hibah -Grant Expense -Belanja Rupiah Murni Pendamping -Rupiah Murni Pendamping Expense -Belanja PNBP -PNBP Expense 40.92 32.9 REALISASI ANGGARAN BAPEPAM-LK In addition to work place re-layout.601 2.078. Lobby gedung ditata sedemikian rupa sehingga hanya pihakpihak yang berkepentingan saja yang dapat masuk ke dalam ruang kerja Bapepam-LK. Adapun rincian pagu dan realisasi anggaran Bapepam-LK per 31 Desember 2009 disajikan pada Tabel 10.000. penataan lobby gedung mendapat perhatian khusus karena merupakan pintu masuk ke dalam lingkungan kerja Bapepam-LK. Report of Budget Realization illustrated a comparison between Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) for the Year of 2009 and the realization.51 91.000 156.257. covering revenue and expenditures during January 1 up to December 31.527.81 85. Tabel 10.713 386.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Rincian Pagu dan Realisasi Anggaran Bapepam-LK Per 31 Desember 2009 Table 10. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009.050.000 14. Bapepam-LK berusaha memberikan rasa aman dan nyaman kepada stakeholder yang sedang berkunjung ke gedung Bapepam-LK.361. 2009 No Uraian Description Anggaran Budget (Rp) Realisasi Realization (Rp) % Real.500 7.097. Angg Real Budget =4/3X100% 158.000. library room that provided literatures about capital market and financial institution.

259 210.001.000.comprising of estimated revenue from financial institution fee/giro services of Rp1.-.000.or 158. Comparison between revenue realization up to December 31.001.6.779. 2009 was Non-tax Income of Rp63.783.000 300. 2009 and 2008 could be seen from the following table and chart: Tabel 10.200..000.500.yang terdiri dari estimasi pendapatan jasa lembaga keuangan/jasa giro sebesar Rp1.000 158. Realisasi Pendapatan Negara sampai dengan 31 Desember 2009 yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp63.000 0 Graphic 10.203 10.1 Realisasi Pendapatan Negara Estimasi pendapatan yang ditargetkan dalam DIPA Bapepam-LK pada Tahun Anggaran 2009 adalah sebesar Rp40.002 40.527.000 63.500.000..783. Realisasi Pendapatan sampai dengan 31 Desember dengan Target/Estimasi Pendapatan Tahun Anggaran 2009 dan 2008 Uraian Description 31 Des 2009 31 Dec 2009 (Rp) Table 10.476) - (24.527.001.1 Revenue realization as of December 31 Target/Estimated Revenue for the Year of 2009 & 2008 84.000.81% 20.000 40.000.000 40.75 (20.527.500.783 158.307 Juta Rp / Million Rp 40.81% higher than the target.81 84.76% 31 Dec 2009/31 Dec 2009 31 Dec 2008/31 Dec 2008 Target / Target Realisasi / Realization Laporan Tahunan 2009 Annual Report .atau mencapai 158.078.-.000.6.306.81% dari target yang dianggarkan.000 60.-.500.1 State Revenue Realization Estimated revenue as targeted in Bapepam-LK DIPA for the Year of 2009 was Rp40.000.705. Perbandingan antara realisasi pendapatan sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 dapat dilihat pada Tabel dan Grafik berikut ini : 10.000.078.9..65) - Grafik 10.001.-.001 210.. estimasi iuran badan usaha di bidang pasar modal dan lembaga keuangan sebesar Rp40.078.527 80. State Revenue Realization up to December 31.500.626.001 63.1 Realisasi Pendapatan sampai dengan 31 Desember dengan Target/Estimasi Pendapatan Tahun Anggaran 2009 dan 2008 100. estimated capital market & financial institution entities contribution of Rp40.000. Income realization as of December 31 and Target/Estimated Income for Budget Year of 2009 & 2008 31 Des 2008 31 Dec 2008 (Rp) Kenaikan / Penurunan Increase / Decrease Rp % =2-3 =4/3X100% Target / Estimasi Target / Estimation Realisasi / Realization % 40.9.000 0.

782.000 31.81 Grafik 10.1/-/2009 dated 31 December 2008.773.361.55 156.-.078. 2009 2009 % No Uraian / Description Pagu / Platform (Rp) Realisasi / Realization (Rp) 1 2 3 Belanja Pegawai Personnel Expenditure Belanja Barang Goods Expenditure Belanja Modal Capital Expenditure Jumlah / Total 32.181.000 0 Belanja Pegawai Personal Expenditure 99.160.843 52.257.atau mencapai 85.000.. Adapun rincian realisasi belanja Bapepam-LK per Jenis Belanja sampai dengan 31 Desember 2009 beserta capaiannya disajikan pada tabel dan grafik berikut ini : Tabel 10. Bapepam-LK menerima anggaran belanja sebesar Rp156.054.000.or 85.000 134.607.7 Realisasi Belanja Bapepam-LK Per Jenis Belanja sampai dengan 31 Desember 2009 10.000 80.7 Bapepam-LK Expenditure Realization per Expenditure Type up to December 31.2 Realisasi Belanja Bapepam-LK Per Jenis Belanja sampai dengan 31 Desember 2009 Graphic 10.607.257.000 72.000 52.257.000 50.055 49.to finance its program and activities.361.257.73% Belanja Modal Capital Expenditure 95.741 BAPEPAM . Details of expenditure realization per Expenditure Type up to December 31.. 2009 was Rp134.81% terhadap pagu anggaran sebesar Rp156.164 49.773.2 Bapepam-LK Expenditure Realization per Expenditure Type up to December 31.446.1/-/2009 tanggal 31 Desember 2008.yang digunakan untuk membiayai seluruh program dan kegiatan di Bapepam-LK.021.73 95.81% of budget platform of Rp156.000 10.0/01510.361.361.607. 2009 90.2 Realisasi Belanja Negara Berdasarkan DIPA Tahun Anggaran 2009 Nomor : 0011.44 72.361.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .374 52.181 Juta Rp / Million Rp 70.000 40.000 60.-.000 20.794.495 52.494.653. Realisasi belanja sampai dengan 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp134.000.0/ 015-10.078. 2009 and the realization were shown in the following table and chart: Table 10.257.021 31.8.8. Bapepam-LK received expenditure budget of Rp156.773 85. Expenditure realization up to December 31.000 30.204 Perkembangan Internal Internal Development 10.000..843.740.55% 32.000 72.078.235 99.133.44% Belanja Barang Goods Expenditure Pagu / Platform Realisasi / Realization 72.2 State Expenditure Realization Based on DIPA for the year of 2009 Number: 0011.

000 10.773) (8.000.3 Comparison of Bapepam-LK expenditure realization per expenditure type as of December 31.962.962 52.701.113.834.401.000 40.632.32 3 49.605.205 Perbandingan realisasi belanja Bapepam-LK menurut jenis belanja per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 dapat disajikan seperti tabel dan grafik berikut. 2009 and December 31.000 30.906. 2008 were shown in the following table and chart: Table 10.906.274.676. 2009 and December 31. Tabel 10.000 Graphic 10.159 22.857 66.000 20.000 60.843. 2009 and December 31.684 39.235 29.8 Perbandingan Realisasi Belanja BapepamLK menurut Jenis Belanja per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 Comparison of Bapepam-LK expenditure realization per expenditure type as of December 31.741 26.161.078.72 134.605 29.8 Comparison of Bapepam-LK expenditure realization per expenditure type as of December 31.3 Perbandingan Realisasi Belanja BapepamLK menurut Jenis Belanja per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 90.164 29.740.089 42.773 94. 2008 Juta Rp / Million Rp 70.495 49.374 34.843 34. 2008 Kenaikan / Penurunan Increase / Decrease Rp % No Jenis Alokasi Belanja Type of Expenditure Allocation 31 Des 2009 31 Dec 2009 (Rp) 31 Des 2009 31 Dec 2009 (Rp) 1 Belanja pegawai Personel Expenditure Belanja Barang Goods Expenditure Belanja Modal Capital Expenditure Jumlah / Total 31.835 Belanja Barang Goods Expenditure 31 Des 2009/31 Dec 2009 31 Des 2008/31 Dec 2008 Belanja Modal Capital Expenditure Laporan Tahunan 2009 Annual Report .160.794.653.147 (3.607.378 19.889.000 80.494.03 Grafik 10.653.000 0 Belanja Pegawai Personal Expenditure 31.000 50.005 77.119.92) 2 52.

Accordingly. it was concluded that one of the causal factors was Securities Companies double functions as custodian and broker dealer. infrastructure development will be developed continuously in terms of regulation and system so that the infrastructure can protect the investors. yang Rapid development of capital market and non bank financial institution industry has demanded Bapepam-LK to ensure its regulation products accommodate industry dynamic. to cope with those issues.1. Therefore. In 2009. among other were as follow : 11. Selama tahun 2009.1 Riset Perlindungan Asset Nasabah dan Fungsi Kustodian pada Perusahaan Efek Mengingat perlindungan asset nasabah merupakan isu penting dalam hal meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri Pasar Modal.206 Aktivitas Riset Research Activity 11 11. antara lain : 11. maka hipotesa awal atas terjadinya kasus tersebut disimpulkan bahwa salah satu penyebabnya adalah adanya peran ganda Perusahaan Efek. maka pembenahan infrastruktur terus dilakukan baik dari sisi regulasi maupun pengembangan sistem yang melindungi kepentingan nasabah. Dengan terjadinya beberapa kasus penyalahgunaan asset (efek dan dana) nasabah oleh Perusahaan Efek.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .1 RISET TENTANG PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NON BANK 11. it required a better monitoring toward investors assets managed by Securities BAPEPAM . beberapa kajian telah dihasilkan dan dipublikasikan.1 Research on Investor Asset Protection and Depository Function in Securities Company Investor asset protection is an important issue in increasing public trust toward capital market industry. hasil riset berperan sangat penting dalam menghasilkan kebijakan yang komprehensif. there were some research findings that have been published. From several cases of assets (securities and fund) misapplication performed by Securities Companies. research findings play an important role in the formulation of comprehensive policies. Untuk itu.1 RESEARCH ON CAPITAL MARKET & NON BANK FINANCIAL INSTITUTIONS Pesatnya perkembangan industri pasar modal dan jasa keuangan non bank menuntut Bapepam-LK untuk dapat memastikan bahwa produk regulasinya dapat memenuhi dinamika industri.1. For that purpose.

semakin tingginya nilai dan frekuensi transaksi bursa serta bertambahnya produk pasar modal menyebabkan proses transaksi. peningkatan penegakan hukum dan penyempurnaan ketentuan Perusahaan Efek sebagai kustodian.3 Research on Clearing Members Restructuring of Clearing Guarantee Institution Indonesia Capital Market Legally. kliring dan penyelesaian menjadi semakin Companies. memecahkan permasalahan tersebut. However. Varied EM profiles caused an increasing risk level of KPEI. The result of the research was a summary of self-assessment activities series as part of Bapepam-LK efforts to meet the IOSCO principles and CPSS/IOSCO recommendations which were the duties of Securities Transaction & Institution Bureau. Pemenuhan terhadap prinsip-prinsip dan rekomendasi ini dapat menjadi daya tarik investor baik domestik maupun asing dalam meningkatkan nilai investasinya di pasar modal Indonesia sehingga hasil kajian ini dapat digunakan sebagai acuan yang berarti bagi pengembangan pasar modal Indonesia. the practice showed that Exchange Member (EM) automatically became Clearing Member (CM) as every stock exchange transaction made by EM shall be cleared by CGI. karena setiap transaksi bursa yang dilakukan AB akan dikliring oleh LKP. Selain itu. and settlement processes. Namun. Fulfillment of those principles and recommendations can attract investor»s interest.207 menjalankan fungsi kustodian dan broker dealer. Hal tersebut menyebabkan tidak efektifnya wewenang PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai LKP untuk menilai calon Anggota Kliring dari sisi resiko kredit dan penyelesaian.1. 11. those principles and recommendations have become a benchmark for capital market development for every country in the world. walaupun kapasitas.1. diperlukan upaya peningkatan pemantauan asset nasabah yang dikelola Perusahaan Efek. It caused PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) as CGI could not effectively assessed credit and settlement risks possed by CM candidates. Besides. Consequently. 11. Sebagai standar yang secara internasional menjadi acuan pengembangan pasar modal di seluruh dunia. modification of clearing members of KPEI in Laporan Tahunan 2009 Annual Report . pada prakteknya. As the international standard. clearing. to increase their investment value in Indonesia capital market. the increasing number and amount of stock exchange transaction as well as capital market products inflicted to a more complex transaction. Profil AB yang sangat bervariasi mengakibatkan tingginya resiko yang dihadapi KPEI.2 Riset Pemenuhan Prinsip-prinsip IOSCO terkait Bidang Tugas Biro Transaksi dan Lembaga Efek dalam Peraturan dan Praktik di Pasar Modal Indonesia Hasil riset ini merupakan rangkuman dan ringkasan dari serangkaian kegiatan self-assessment sebagai bagian dari upaya Bapepam-LK untuk dapat memenuhi prinsip-prinsip IOSCO dan rekomendasi CPSS/IOSCO yang menjadi bidang tugas Biro Transaksi dan Lembaga Efek. 11.1. keanggotaan Bursa Efek terpisah dengan keanggotaan Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP).1. Stock Exchange membership is separated from Clearing Guarantee Institution (CGI).3 Riset Restrukturisasi Anggota Kliring pada Lembaga Kliring Dan Penjaminan di Pasar Modal Indonesia Secara hukum. Finally.2 Research on IOSCO Principles Fulfillment in connection with the Duties of Securities Transaction & Institution Bureau in Indonesian Capital Market Regulation and Practice. and a higher risk in the transaction settlement. permodalan dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan masing-masing AB sangat bervariasi. Anggota Bursa (AB) otomatis menjadi Anggota Kliring (AK). prinsip dan rekomendasi tersebut telah menjadi ukuran bagi majunya suatu pasar modal di suatu negara. even though capacities. authorized capital and Adjusted Net Working Capital of every EM varied. either domestic or foreign investors. Oleh karena itu. this study result can serve as benchmark for Indonesia capital market development. a better law enforcement and revision in the provisions of Securities Companies as custodian. 11.

diperlukan modifikasi keanggotan kliring pada KPEI dalam bentuk restrukturisasi AK. and finally. The study was conducted to learn the clearing membership models applied in many countries and determine the most appropriate model for Indonesia capital market. Salah satu produk pasar modal yang cukup banyak dikembangkan saat ini adalah saham perusahaan yang dalam menjalankan kegiatannya tidak hanya memperhatikan aspek bisnis atau ekonomi semata namun juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan atau sering disebut dengan ≈sustainability stockΔ.D. covering General Clearing Member (GCM). One of the capital market products which have gone through lots of developments were stocks of companies which not only focusing on business and economic aspects.6 Riset Penerapan Prinsip Good Corporate Governance di Perusahaan Efek Terkait Dengan Fungsi Kepatuhan Dalam Penyempurnaan Peraturan V. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengembangkan produk pasar modal sehingga dapat menambah jenis produk yang ditawarkan sebagai alternatif investasi di pasar modal.1. Dengan demikian studi ini dapat memberi gambaran bagi Bapepam-LK dalam menilai efektifitas penerapan peraturan X.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 11. and the investors» knowledge upon their right to get such report.1. 11.208 Aktivitas Riset Research Activity kompleks. Studi ini dibuat untuk mengkaji model keanggotaan kliring yang telah diterapkan di berbagai negara dan menentukan model keanggotaan kliring yang paling sesuai dengan Pasar Modal di Indonesia. Individual Clearing Member (ICM) and Trading Member (TM).D. maka konsep keanggotan kliring pada LKP yang sesuai di Indonesia adalah konsep dengan stratifikasi anggota kliring yang mencakup General Clearing Member (GCM).5 Riset Mengenai Implementasi Keterbukaan Dalam Laporan Reksa Dana Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Implementasi Keterbukaan Dalam Laporan Reksa Dana oleh Bank Kustodian kepada pemegang Unit Penyertaan dan pengetahuan investor atas hak memperoleh laporan. 11.1 and other regulation related to investment fund activities performed by Custodian Bank. Dengan demikian. the research could provide clear perspective to BapepamLK in assessing the effectiveness of the implementation regulation number X. the most suitable clearing membership concept of CGI in Indonesia was a concept with clearing member stratification.1. or commonly known as ≈sustainability stockΔ. but also paying attention to social and environmental aspects. 11.4 Research on Sustainability Stock -Practice and Regulation This research was performed to anticipate capital market developments and needs. it would increase the product types offered as investment alternatives in capital market. Individual Clearing Member (ICM) dan Trading Member (TM). dan semakin meningkatkan resiko dalam penyelesaian transaksi. Berdasarkan hasil studi ini. starting from form and content of a communicative and informative report.1. mulai dari bentuk dan isi laporan yang komunikatif dan informatif sampai dengan penyampaian laporan secara tepat waktu.1 dan peraturan lain yang terkait dengan kegiatan Reksa Dana oleh Bank Kustodian dan pemahaman investor terhadap peraturan tersebut.D. if necessary.4 Riset Praktek dan Regulasi Sustainability Stock Riset ini dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan pasar modal khususnya saham yang mempunyai karakteristik tertentu.D. especially about criteria and evaluation applied in classifying a company»s stock as the sustainability stock.3 Kajian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai pemahaman dari Perusahaan Efek the form of restructurisation of CM was required. Based on the study. It was expected that the research would became a reference for developing the capital market products.1.1. especially stock which has specific characteristics. It was expected that the research can provide valuable contribution to new regulation drafting and amendment of existing regulation. to timely report submission. 11. This research was aimed at getting a clear picture. 11. Hasil studi diharapkan dapat bermanfaat bagi bahan rumusan dalam penyusunan peraturan baru atau penyempurnaan peraturan yang sudah ada jika diperlukan. Therefore.6 Research on Good Corporate Governance Implementation in Securities Companies related to Compliance Function the Amendment of Regulation number V.5 Research on Investment Fund Report Disclosure The research was to find out the effectiveness of disclosure implementation in investment fund report submitted by Custodian Bank to Participation Unit Holders.3 The research was aimed at obtaining a clear picture of Securities Companies knowledge toward compliance BAPEPAM . Studi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penting terutama kriteria dan penilaian yang diterapkan dalam mengklasifikasikan saham perusahaan sebagai sustainability stock.

1. 11.8 Research on Share Issuance Pursuant to Share Ownership Program for Employee Kajian ini dilakukan untuk mengetahui praktik pengambilalihan perusahaan terbuka yang dilakukan melalui backdoor listing. Dalam kajian ini dilakukan perbandingan mengenai bagaimana backdoor listing dilakukan.9 Research on Implementation of Good Corporate Governance by Issuers and Public Companies The research was conducted to obtain a clear picture on how good corporate governance principles have been applied by Issuers and Public Companies. and the regulation. comparison on how backdoor listing was performed. It was expected that the research would became a reference for developing compliance policy and management function in Indonesia Securities Companies and.7 Riset Praktik dan Regulasi Backdoor Listing practice suitably applied in GCG principles in connection with Securities Companies business culture in Indonesia. dan pengungkapan keterbukaan informasi yang lebih memadai untuk melindungi kepentingan publik dan karyawan. 11. Direksi dan Komite-komite yang dibentuk untuk membantu fungsi Komisaris telah dilaksanakan oleh Emiten dan Perusahaan Publik.1. Hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan untuk pengembangan kebijakan dan pengaturan fungsi kepatuhan di Perusahaan Efek Indonesia dan Pasar Modal umumnya. 11. 11. Kajian ditekankan pada pemberian kemudahan pengajuan program ESO dibandingkan dengan proses penawaran umum. The research was focused on providing ESO program facilitation in comparison with public offering process. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . In this research.9 Riset Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik oleh Emiten dan Perusahaan Publik The research was aimed at providing academic paper for Employee Share Ownership (ESO) by conducting library study and comparing the substances of ESO regulation with practices and regulations in many countries. the capital market in general. analysis was also conducted toward problems possibly arisen due to practice and regulation differences in Indonesia capital market and many other countries.1. Selain itu.1. dikaji juga analisis terhadap permasalahanpermasalahan yang dapat timbul akibat perbedaan praktik dan regulasi di Pasar Modal Indonesia dengan negaranegara lain. Directors.7 Research on Backdoor Listing Practice and Regulation This research was performed to find out about public company take-over practices which were conducted through backdoor-listing. antara praktik yang berlaku di negara-negara lain dengan yang terjadi di Pasar Modal Indonesia. and Committees formed.8 Riset Pengaturan Penerbitan Saham dalam rangka Program Pemilikan Saham oleh Karyawan Riset ini bertujuan untuk memenuhi naskah akademis terhadap rancangan peraturan ESO dengan melakukan studi pustaka dan membandingkan substansi pengaturan ESO tersebut dengan praktik dan regulasi di beberapa negara. and making comparison of compliance practices applied in many countries for supporting the Securities Companies businesses. especially those specified in Bapepam-LK Regulation related to Commissioners. dan regulasi yang mengaturnya. 11. considering some public companies in Indonesia capital market were suspected of conducting it. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran sejauh mana prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik khususnya yang diatur dalam Peraturan Bapepam-LK terkait dengan Komisaris. Furthermore. Hasil kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam pengembangan kebijakan di bidang tata Kelola Perusahaan khususnya Emiten dan Perusahaan Publik. between the common practices applied in other countries and in Indonesia capital market were analyzed.1. and proper information disclosure to protect the public and employees interests.1. including which method to be applied in performing backdoor listing. mengingat sejumlah perusahaan di Pasar Modal Indonesia diduga telah melakukannya. metode apa yang digunakan dalam melakukan backdoor listing.209 terhadap praktik kepatuhan yang sesuai dengan budaya prinsip-prinsip GCG dikaitkan dengan budaya bisnis Perusahaan Efek di Indonesia serta membandingkan praktik kepatuhan yang diterapkan di berbagai negara maju dalam mendukung bisnis Perusahaan Efek. The research results would be used as inputs to policy development of good corporate governance of Issuers and Public Companies. 11.

10 Riset Keterbukaan Informasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Masyarakat dan Lingkungan (CSR) dalam Laporan Tahunan Emiten dan Perusahaan Publik. Indonesia has committed to fully participate in such convergence in 2012. 11. This proposed Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif menghimpun dana dengan menerbitkan Unit Penyertaan kepada masyarakat pemodal dan selanjutnya dana tersebut diinvestasikan kembali di pasar modal dan di pasar uang.6.1. Collective investment contracts will involve Investment Manager and Custodian Bank in which based on such contracts. hasil penyempurnaan PSAK 22 tersebut akan dijadikan acuan dalam mepenyempurnaan peraturan Bapepam-LK terkait.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .1. Indonesia berkomitmen untuk melakukan konvergensi tersebut secara penuh pada tahun 2012.1. one of which is Bapepam and LK Regulation Number VIII.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. The study results are expected to be applied by Accounting Standard Committee of Indonesian Accountant Association to revise the Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) number 22 (reformat 2007) regarding Merger Accounting.12 Research on Director Responsibility of Investment Manager toward Investment Fund Financial Report Investment Funds in form of collective investment contracts raise funds by issuing Participation Unit to investors.12 Riset Tanggung Jawab Direksi Manajer Investasi Atas Laporan Keuangan Reksa Dana In order to reach the target. Later. the revised PSAK 22 shall serve as reference for Bapepam-LK Regulations amendments. The analysis showed a picture of CSR activities reported by companies. antara lain Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII. 11. 11. Selanjutnya. Hasil analisis ini memberikan gambaran mengenai kegiatan CSR yang dominan dilaporkan perusahaan. Riset ini difokuskan pada kegiatan analisa laporan aktivitas dan biaya yang dilakukan perusahaan terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan yang tercantum dalam laporan tahunan Emiten dan Perusahaan Publik sesuai Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Hasil kajian dimaksud diharapkan dapat digunakan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) untuk menyempurnakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 22 (reformat 2007) tentang Akuntansi Penggabungan Usaha.1.K. secara total sampel dan per sektor industri.6. Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan oleh International Organization of Securities Commission (IOSCO) dan G-20 adalah perlunya negara-negara anggotanya untuk melakukan konvergensi terhadap International Accounting Standards (IAS)/International Financial Reporting Standards (IFRS). Kontrak investasi kolektif melibatkan Manajer Investasi dan Bank Kustodian. yang berdasarkan kontrak tersebut Manajer Investasi bertindak sebagai pengelola portofolio investasi kolektif. Sebagai negara anggota IOSCO dan G-20. As one of IOSCO and G20 members.210 Aktivitas Riset Research Activity 11. Bapepam-LK conducted a study of IFRS 3 concerning Bussiness Combinations. This research was performed to enrich the comprehensiveness of Bapepam-LK rule concerning directors» responsibility of Investment Manager upon Investment Funds Financial Reports. sedangkan Bank Kustodian menyimpan dan mengadministrasikan kekayaan Reksa Dana.11 Research on International Accounting Standards One of the recommendations released by International Organization of Securities Commission (IOSCO) and G-20 was the necessity of country members to conduct convergence of International Accounting Standards (IAS)/ International Financial Reporting Standards (IFRS).G.11 Riset Standar Akuntansi Internasional 11. Bapepam-LK melakukan kajian tentang IFRS 3 tentang Bussiness Combinations. Dalam rangka mendukung pencapaian target tersebut.1. Investment Manager will act as the collective investment portfolios manager.K.10 Research on Information Disclosure of Corporate Social Responsibility toward the Society and Environment (CSR) in Issuers and Public Companies Annual Reports.G. This research was focused on analysis of activities and expenses reports of companies in connection with company social responsibility toward the society and environment as specified in Issuers and Public Companies annual reports pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X. while Custodian Bank will act as the custodian and administrator of Investment Funds Assets.7 regarding Guidelines for Financial Statements Presentation. and such funds will be invested in capital market and money market. Riset ini dilakukan dalam rangka penyusunan peraturan mengenai tanggung jawab direksi Manajer Investasi atas Laporan Keuangan Reksa Dana dalam rangka BAPEPAM .1. 11.

1 Sesuai Standar Internasional.D.M.15 Research on Right Issue Rules in Several Countries In Order To Revise Bapepam and LK Regulation Number IX. Beberapa hal yang menjadi fokus Kajian antara lain meliputi Efek konversi atau Waran. Right Issue merupakan aksi korporasi yang sering dilakukan oleh Emiten sebagai salah satu sumber pendanaan. sehingga dapat meningkatkan kualitas keterbukaan informasi kepemilikan saham pada suatu perusahaan terbuka. Bapepam-LK telah mengeluarkan Peraturan Nomor X. form of registration documents. this study is conducted by comparing the similar regularities in several jurisdictions. i. bentuk dokumen rule aimed at increasing the professionalism of Investment Manager in managing the Investment Funds in the form of collective investment contracts.1.1. baik bagi pemegang saham maupun stakeholder lainnya. dan Singapura. The focus of this study includes convertible securities or Warrant. Informasi mengenai kepemilikan saham suatu perusahaan terbuka oleh pemegang saham tertentu dan perubahannya merupakan hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi. this study is conducted by researching similar obligation in other jurisdictions.1.D. Summary and recommendation obtained from this study can be used in revising Rule No.M. Agar pengaturan tersebut semakin memenuhi kebutuhan investor. Hong Kong and United Kingdom. Jepang.M. Australia.1. Hongkong. Right issue is a corporate action frequently conducted by Listed Companies to raise fund. perlu tidaknya persetujuan regulator.M. The purpose of the research was to make the sukuk issuance in Indonesia covered not only akad ijarah and mudharabah structures. but also other akad alternatives which could be applied in sharia securities issuance mechanism in Indonesia. In order to provide a relaxation for Listed companies in conducting right issue.211 meningkatkan profesionalisme pengelolaan Reksa Dana berbentuk KIK termasuk meningkatkan akuntabilitas dan keterbukaan pengelolaan Reksa Dana oleh Manajer Investasi. 11. struktur penerbitannya tidak terbatas hanya pada struktur dengan akad ijarah dan mudharabah. maka Kajian ini melakukan penelitian terhadap kewajiban keterbukaan informasi pemegang saham yang berlaku di negara-negara lain. 11. Singapura. Berdasarkan Kajian ini diperoleh kesimpulan dan rekomendasi untuk penyempurnaan Peraturan X.1. and requirements of underwriting.1 tentang Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu dengan Standar Internasional. both for shareholders and other stakeholders. Australia. including improving the quality of its accountability and its management disclosure. the needs of regulators authorization.1 yang mengatur kewajiban pelaporan kepemilikan saham suatu perusahaan terbuka dan perubahannya.13 Riset Pengembangan Produk Syariah di Pasar Modal (Sukuk Musyarakah dan Sukuk Istishna) Riset ini dilakukan terkait kemungkinan penggunaan akad musyarakah dan akad istishna dalam penerbitan sukuk. Japan.1.1 and International Standard Information regarding substantial shareholders» and directors»/commissioners» share-ownership of listed company and its changes is important for investment decision making.1 that regulates the obligation of substantial shareholders and directors /commissioners to report their share ownership of listed companies and its changes. Untuk menjamin tersedianya informasi tersebut.M.1 in order to increase the quality of information disclosures of share ownership of listed companies. Hongkong. Singapore. notwithstanding the principle of protecting investors.14 Research on Comparison of Information Disclosures of Certain Shareholders between Bapepam and LK Regulation Number X. yaitu Amerika Serikat.14 Riset Perbandingan Antara Peraturan Bapepam No. Summary and Laporan Tahunan 2009 Annual Report . To ensure the availability of such information. Riset ini dimaksudkan agar dalam penerbitan sukuk di Indonesia.M. Bapepam-LK has issued Rule No. 11. 11. Dalam rangka memberikan kemudahan bagi Emiten untuk melaksanakan right issue namun dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip perlindungan investor maka dilakukan kajian atas Peraturan right issue di beberapa negara lain.15 Riset Peraturan Right Issue di Beberapa Negara Dalam Rangka Penyempurnaan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. X.13 Research on Sharia Products Development in Capital Market (Sukuk Musyarakah and Sukuk Istishna) This research was performed to explore the possibility of the implementation akad musyarakah and istishna in sukuk issuance. Malaysia and Singapore. tetapi juga memberikan alternatif akad lain yang dapat digunakan dalam mekanisme penerbitan efek syariah di Indonesia. Hong Kong.e.1 According to International Standard.1. dan Inggris. United States. yaitu Malaysia. X. 11. X. In order to enhance the usefulness of such report to meet investor needs. 11. Malaysia. such as Malaysia.

Indonesia needed to set up clearing settlement policy and infrastructure. Kerugian yang akan dirasakan saat ini oleh industri kliring setelmen apabila melakukan crosss border kliring setelmen antara lain masalah dalam menelusuri kepemilikan aset suatu transaksi. Berdasarkan data dari responden investor In order to cope with the globalization trend by giving sub sector clearing settlement commitment to regional and international forum. and tax evasion (by choosing the cheapest treaty countries). 11. tracing down investor assets flow.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 11. as well as difficult foreign exchange supervision by the Central Bank (Bank Indonesia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak asing belum dimungkinkan untuk ikut terlibat dalam mekanisme kliring setelmen secara langsung dan hanya PT. penelusuran aliran aset investor.16 Riset tentang Perkembangan Kebijakan Kliring dan Penyelesaian Efek di Pasar Modal Indonesia dalam proses Kerjasama Internasional dan Regional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kliring setelmen dari sisi pengaturan dan operasional di Indonesia.1.g. recommendation obtained from this study can be used in revising Bapepam and LK Regulation Number IX. and to carry out domestic market development accordingly.D. maka Indonesia perlu mempersiapkan kebijakan dan infrastruktur kliring setelmen serta melakukan pengembangan pasar dalam negeri. serta melihat keuntungan dan kerugian apabila mengikuti perundingan di forum kerjasama regional maupun internasional atas sub sektor setelmen dan kliring. so that the effectiveness and efficiency of right issue process and the quality of information disclosures to shareholders are improved.1.212 Aktivitas Riset Research Activity Pernyataan Pendaftaran. Dari Kajian ini diperoleh kesimpulan dan rekomendasi untuk penyempurnaan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses right issue serta kualitas keterbukaan informasi kepada pemegang saham.1. The research showed that foreign party was not possibly allowed to take part in clearing settlement mechanism directly. as an attachment of the complete investment fund prospectus. transaction application as a vehicle for money laundering. dan penghindaran pajak (dengan memilih negara-negara treaty yang paling murah) serta semakin sulitnya pengawasan foreign exchange oleh Bank Indonesia. Kliring Penyelesaian Efek Indonesia (KPEI) and PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) which have the authorities to conduct the settlement clearing process of securities traded in Indonesia. penggunaan transaksi sebagai vehicle untuk money laundering. The disadvantages which the settlement clearing industry currently suffered in conducting cross border clearing settlement among others were problems of tracing down asset ownership of transaction.D. keberadaan prospektus singkat reksa dana sebagai tambahan prospektus reksa dana lengkap diharapkan dapat membantu memudahkan investor dalam membuat keputusan investasi memilih reksa dana. The research results showed that investment fund prospectus of other countries require specific information about investment fund portfolio characters. Riset tentang Keterbukaan Reksa Dana Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran atas peran prospektus dalam proses pengambilan keputusan investasi serta untuk mendapat masukan mengenai informasi apa saja yang mungkin perlu ditambahkan dalam meningkatkan keterbukaan prospektus reksa dana.16 Research on Securities Clearing & Settlement Policy of Indonesia Capital Market in the International and Regional Cooperation Processes The research was intended to find out settlement clearing mechanism from the perspective of regulation and operational activity in Indonesia. and only PT. and information about ratios. and to observe the advantages and disadvantages of joining regional or international cooperation forum upon clearing and settlement sub sector. Dalam rangka mengikuti arus globalisasi dengan cara memberikan komitmen sub sektor kliring setelmen ke forum regional dan internasional.1. was expected to help investors in their investment decision-making. a. Kliring Penyelesaian Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang mempunyai otoritas untuk melakukan proses kliring setelmen efek yang diperdagangkan di Indonesia. a. turnover rate portfolio ratio. Dari hasil studi diperoleh bahwa prospektus reksa dana di negara lain mensyaratkan adanya informasi khusus mengenai karakter portofolio reksa dana dan informasi mengenai rasio seperti rasio portofolio turnover rate. dan ketentuan mengenai penjaminan. Besides. the existence of brief investment fund prospectus. Research on Investment Fund Disclosure The research was intended to get picture of prospectus role in investment decision-making process and to obtain inputs concerning relevant information required for the improvement of investment fund prospectus. Based on data of investment fund BAPEPAM . e. Disamping itu.

Manajer Investasi dan Bank Kustodian) untuk kepentingan masing-masing lembaga tersebut. and Custodian Bank) for their respective purpose. equity and fixed income funds have sufficiently exposed the risks and types of shares contained in the portfolio. investment management patterns. a more firm and higher level of regulation was required to provide a definite sanction and to cover the whole financing companies activities. Research on Unit Link The main purpose of this research was to understand many characteristics of unit link insurance products or insurance companies which market unit link insurance products. Disamping itu. Data of investors in Indonesian capital market were currently spread out in many institutions (Securities Administration Agency. Dari kegiatan kajian diperoleh informasi bahwa telah berkembang produk jasa pembiayaan (pinjaman dana tunai) yang sampai dengan saat ini secara hukum administratif belum memiliki landasan. Dari hasil analisa yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah investor di Pasar Modal Indonesia per 30 November 2009 masih sangat minim yaitu 441. 2009 was very small. a weakness was found in the standard agreement applied in consumer financing business activities as the parties had unequal positions. d. Riset Aspek Hukum Kegiatan Usaha Pembiayaan Konsumen Tujuan kegiatan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi dan menganalisa aspek-aspek hukum industri pembiayaan yang belum diatur di dalam ketentuan perusahaan pembiayaan dan mengkaji peraturan yang ada saat ini telah mengakomodasi kebutuhan industri pembiayaan.925 investors. it was found out that there were financing service products (soft loan) which did not have legal basis. The investors had positive perception toward Indonesian capital market. c. but had excessive trust toward Securities Companies. b. which was only 441. the contents of which could be easily understood. it was concluded that the total number of investors in Indonesia capital market as of November 30. Disamping itu penggunaan perjanjian baku dalam kegiatan usaha pembiayaan konsumen memiliki kelemahan mengingat kedudukan para pihak yang tidak seimbang. Investment Manager. respondents. and the relationship between companies ownership forms. the respondents also declared that the investment fund prospectus has given adequate information concerning investment objective and. Oleh sebab itu diperlukan pengaturan yang lebih tegas dan derajat yang lebih tinggi agar dari sisi substansi pengaturan dapat diberikan muatan sanksi yang jelas serta menjangkau seluruh masyarakat yang melakukan kegiatan usaha perusahaan pembiayaan. c. Kustodian Sentral Efek Indonesia. para responden juga menyatakan bahwa prospektus reksa dana telah cukup memberikan informasi mengenai tujuan investasi dan dapat dipahami isinya. The population of this research was local retail investors recorded in Indonesia Central Securities Depository. Research on Legal Aspects of Consumer Financing Business Activity The objective of this research was to identify and analyze legal aspect of financing industry which have not been regulated in the finance companies provisions and to evaluate whether the existing regulations already accomodated financing industry needs. b. as well as companies experiences in the performance of Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Research on Real Investors in Indonesia Capital Market The development of Capital market ideally was followed by the growth of total investors.925 Investor dengan persepsi investor Indonesia yang masih positif terhadap Pasar Modal Indonesia namun memiliki tingkat keyakinan yang berlebihan pada Perusahaan Efek. Indonesia Central Securities Depository. pola pengelolaan investasi serta pengalaman perusahaan d. Riset Riil Investor di Pasar Modal Indonesia Perkembangan Pasar Modal idealnya diikuti oleh perkembangan jumlah investor yang memadai. Riset Unit Link Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami berbagai karakteristik yang terdapat pada produk asuransi unit link maupun perusahaan asuransi yang memasarkan produk asuransi unit link serta hubungan antara bentuk kepemilikan perusahaan. From such review. Furthermore.213 reksa dana. Perusahaan Efek. From the analysis result. Therefore. diperoleh bahwa baik reksa dana saham maupun reksa dana pendapatan tetap telah cukup mengungkapkan resiko dan jenis saham yang menjadi portofolionya. Besides. Securities Company. Data mengenai investor di Pasar Modal Indonesia saat ini tersebar di berbagai lembaga (Biro Administrasi Efek. Populasi dalam penelitian ini adalah investor retail lokal yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia.

214 Aktivitas Riset Research Activity terhadap kinerja pertumbuhan penadapatan premi perusahaan. Hasil kajian ini menemukan bahwa tanpa interaksi ditemukan kepemilikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rata-rata pertumbuhan pendapatan premi perusahaan. Dari penelitian tersebut dapat dilihat bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk melindungi kelanjutan penghasilan dihari tua masih rendah terbukti dengan sedikitnya peserta yang membayar iuran di atas Rp250 ribu perbulan bagi peserta mandiri dan di atas 15% dari penghasilan bagi peserta kelompok. Selanjutnya rata-rata Peserta DPLK berada pada usia produktif berasal dari pekerja sektor formal masih terkonsentrasi e. without interaction. it was expected that it provided information to the regulator in formulating pension fund development strategy especially FIPF.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Sedangkan dengan interaksi ditemukan adanya interaksi antara bentuk kepemilikan dan pola penggunaan manajer investasi terhadap rata-rata pertumbuhan investasi. swasta nasional dan BUMN. and it served as inputs for pension fund industry development and policy & regulation making of pension funds in Indonesia. Afterward. Additionally. Riset Tipologi Peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Tujuan dari riset ini adalah mengetahui gambaran umum mengenai karakteristik atau tipologi dari peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). this research applied variance analysis (ANOVA) method with descriptive explanatory research characteristic. Research on Participants Typology of Financial Institution Pension Fund (FIPF) The objective of this research was to get a general picture of partipants characteristic or typology of Financial Institution Pension Fund (FIPF). It was proved by the signification and conviction level at (=5%. The research was using SPSS 15 data processing media to process the data. with interaction. Therefore. the average FIPF participants of productive age came from formal sector workers which were BAPEPAM . diharapkan dapat memberikan informasi bagi regulator dalam merumuskan strategi pengembangan industri dana pensiun khususnya dana pensiun lembaga keuangan dan dapat dijadikan masukan bagi pengembangan industri dana pensiun serta penetapan kebijakan dan peraturan mengenai dana pensiun di Indonesia. Untuk mengolah data. Untuk melihat keterkaitan indikatorindikator tersebut maka penelitian ini menggunakan metode analisis variance (ANOVA) dengan sifat penelitian deskriptif explanatory. Data yang digunakan terdiri dari 23 perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk asuransi jiwa yang terdiri dari perusahaan asuransi jiwa joint venture. From such study. which was significantly different with (=5% conviction level. Meanwhile. Dengan demikian. The research result showed that. it was shown that Indonesia public awareness to protect the old age income continuance was still low proven by the minor participants who paid the contributions of above Rp250 thousand per month for independent participant. an interaction was also found between product marketing experience and investment manager application pattern toward average companies» premium growth. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata pertumbuhan premi untuk masingmasing jenis kepemilikan perusahaan berbeda secara signifikan dengan taraf keyakinan (=5% . Data samples came from 23 life insurance companies which marketed life insurance products comprising of joint venture. penelitian ini menggunakan alat pengelolah data SPSS 15. Selain itu juga ditemukan interaksi antara pengalaman memasarkan produk dengan pola penggunaan manajer investasi perusahaan terhadap rata-rata pertumbuhan premi perusahaan. companies premium income growth. To see the relevancy of these indicators. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat signifikansi dan tingkat keyakinan pada (=5%. and above 15% against the total income for group participants. national private. the average companies» premium level was influenced by joint investment manager application pattern (interacting) and companies ownership ranking or experience. In addition. it was found that there was interaction between ownership form and investment manager application pattern toward average investment growth. Selanjutnya. It was shown by the number of average premium growth of respective companies ownership type. and state-owned life insurance companies. e. berarti rata-rata tingkat pendapatan premi perusahaan dipengaruhi oleh pola penggunaan manajer investasi secara bersama-sama (berinteraksi) dengan tingkat kepemilikan atau pengalaman perusahaan. ownership gave a significant change toward average growth of company premium income.

tujuan utama penghimpunan dana adalah untuk membiayai investasi pada modal kerja. Generally. the opportunity to make pension preparation was quite many. For bond offering. jumlah perusahaan yang melakukan go public masih sangat terbatas (relatif dibandingkan dengan perkembangan di negara-negara Asia lainnya). while acquisition stays at the forth priority. Selama tahun 2008 tercatat ada 62 penawaran umum dengan total nilai penawaran umum sebesar Rp89.215 di Pulau Jawa terutama di wilayah DKI Jakarta sehingga kesempatan untuk melakukan persiapan pensiun di hari tua masih cukup panjang tersedia. Dari sisi biaya. Research on Potential Number of Companies which can Go Public in Indonesia Capital Market. total number of companies performing go public. f. afterward. Public offering fund is generally planned for acquisition. Management opinion and analysis assessed that utilization of fund raised from public offering in general gave positive impact toward companies operation and finance. dan menganalisis sejauhmana penggunaan dana tersebut bermanfaat dan berpengaruh terhadap aspek operasional dan keuangan perusahaan. sedangkan akuisisi hanya menempati prioritas keempat. g. and mapping process of such fund utilization. However. In term of cost. From its development side. remained insignificant (relative compared to developments in other Asian countries). through identification. pembayaran utang dan investasi untuk modal kerja. before and after 20078 financial crisis. namun untuk pembayaran utang nilai realisasinya lebih besar daripada yang direncanakan. equity securities public offering would cause greater costs at the beginning. Riset Potensi jumlah perusahaan yang dapat melakukan Go Public di pasar modal Indonesia Penelitian ini memberikan kajian tentang potensi dan kondisi terkini dari aspek-aspek yang mempengaruhi minat perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk melakukan go public. selanjutnya dana tersebut direncanakan akan digunakan untuk ekspansi. Pada jenis penawaran umum obligasi. baik pada waktu sebelum dan sesudah krisis finansial 2008. inventorization. Riset Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Riset ini merupakan riset pendahuluan yang berusaha mencermati penggunaan dana hasil penawaran umum oleh Emiten yang telah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui proses pengidentifikasian.40 years of age interested. it was required to make the socialization of pension program more aggressive and to arrange it in such a way that will make the public of 30 . the realization value of debt payment was higher than the plan. Therefore. it is planned for expansion. Research on Utilization of Fund Raised from Public Offering Study Team It was a preliminary research that tried to observe the utilization of fund raised from public offering by issuer having effective statement from Bapepam-LK. Karena jika dilihat dari perkembangannya. g. debt payment. especially DKI Jakarta. difference between the plan and realization of public offering fund utilization was found. concentrated on Java island.60 triliun. Untuk meningkatkan kesadaran para calon peserta DPLK. penawaran umum efek bersifat ekuitas ini memang pada awalnya akan memakan biaya yang cukup besar. and investment of working capital. penginventarisasian. maka sosialisasi program pensiun perlu dilaksanakan dengan lebih agresif dan dikemas sedemikian rupa agar dapat menarik minat masyarakat yang berada pada usia antara 30 sampai dengan 40 tahun. In 2008. dimana penawaran umum bersifat ekuitas merupakan penghimpun dana masyarakat terbesar. Pendapat dan analisis manajemen menilai bahwa penggunaan dana hasil penawaran umum secara umum berpengaruh positif terhadap operasional dan keuangan perusahaan. dan pemetaan penggunaan dana hasil penawaran umum. there were 62 public offerings with a total value of Rp89. and to analyze how such fund utilization could affect the operational and financial aspects of the company.60 trillion in which equity public offering became the biggest public fund raiser. Pada umumnya terdapat perbedaan antara rencana dengan realisasi penggunan dana hasil penawaran umum. The study provided a review about recent potential and condition of aspects which influenced companies interest in Indonesia to go public. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . the main objective of fund raising was to defray investment of working capital. Dana penawaran umum pada umumnya direncanakan untuk akuisisi. f. To improve FIPF participant candidates» awareness. but the next public offering cost would be much cheaper with total fund raised relatively high. namun penawaran umum lanjutannya akan jauh lebih murah dengan jumlah yang dihimpun juga relatif cukup besar.

Without considering such perception. baik sebelum maupun sesudah go public. kliring. Tanpa memperhatikan pemahaman tersebut. penjaminan dan penyelesaian transaksi Efek dengan penyempurnaan kebijakan-kebijakan yang mewujudkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global. either before or after going public. and securities transaction settlement by performing policies revisions which could create capital market industry and non-bank financial institution as a tough national economy driver with global competitiveness.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Companies which successfully conducted go public were companies with successful transformation. Clearing Guarantee Institution. showed that the potential of fund to be invested in capital market was bigger as well. hasil kajian dari sisi demand juga menunjukan bahwa potensi dana untuk diinvestasikan di pasar modal juga sangat besar. Bapepam-LK has formed Capital Market Infrastructure Development Team in 2009 pursuant to Chairman of Bapepam-LK BAPEPAM .2 The review. in term of demand. Ownership development of securities recorded in KSEI also showed that securities buying interest remained stable though it got affected by the financial crisis. BPS & HIPMI data showed such fact. pengawasan perdagangan. di tahun 2009 Bapepam-LK membentuk Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal berdasarkan Keputusan In order to improve Indonesia capital market integrity and competitiveness. meaning that they were private companies successfully turned into successful public-listed companies. Perusahaan yang sukses melakukan go public (IPO) merupakan perusahaan yang sukses melakukan transformasi. market surveillance. a. Bursa Efek. it was difficult for the shares offered by a company to grow in the future and they would certainly get no attention from the investors and investment manager. maka saham yang ditawarkan oleh suatu perusahaan akan sulit berkembang di masa mendatang dan tentunya tidak akan mendapatkan perhatian dari investor dan pengelola investasi. yaitu dari perusahaan privat yang sukses menjadi perusahaan publik yang sukses. Lembaga Kliring dan Penjamin dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang berkoordinasi untuk melakukan pengembangan infrastruktur. Dari data yang disampaikan BPS dan HIPMI menunjukan hal tersebut. Sebaliknya. The infrastructure development conducted comprised of trading. Tim tersebut melibatkan pihak-pihak dari Bapepam-LK. Bapepam-LK formed Capital Market Infrastructure Development Team pursuant to Chairman of Bapepam-LK Decree Number KEP-401/BL/2009 regarding Capital Market Infrastructure Development Team formation. Stock Exchange. 11. showed that the potential number of companies which could administratively go public was quite bigger. Bapepam-LK membentuk Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-401/BL/2009 tentang pembentukan Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal. Pengembangan infrastruktur yang dilakukan meliputi perdagangan. clearing. The Team involved parties from Bapepam-LK. Likewise. tapi lebih sebagai «tahapan» dari value journey (perjalanan penciptaan nilai) perusahaan bagi para stakeholder-nya. Besarnya Dana Pihak Ketiga di perbankan dalam bentuk deposito setidaknya menunjukan potensi tersebut.2 PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR 11. guarantee. Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal Sebagai Pelaksanaan Rekomendasi Hasil Reviu SRO Sebagai tindak lanjut dari hasil reviu dan evaluasi SRO (2007) serta pembentukan Strategic Management Office dan Project Management Office (SMO/PMO) dari Bapepam-LK dan SRO (2008). a.216 Aktivitas Riset Research Activity Hasil kajian dari sisi supply menunjukan bahwa potensi jumlah perusahaan yang secara administratif dapat melakukan go public masih cukup besar. Perkembangan kepemilikan efek yang tercatat di KSEI juga menunjukan bahwa minat pembelian efek masih terjaga walaupun memang terpengaruh oleh krisis finansial. Go public was not the companies final goal. the review. The total amount of third parties fund in bank in form of deposit as least showed such potential. in term of supply. INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT Dalam rangka meningkatkan integritas dan daya saing Pasar Modal Indonesia. Go public juga bukan merupakan tujuan/capaian akhir perusahaan. Capital Market Infrastructure Development as the Implementation of SRO Recommendation As a follow up of 2007 SRO review and evaluation and establishment of 2007 Strategic Management Office dan Project Management Office (SMO/PMO) of Bapepam-LK dan SRO (2008). but it was more than a «phase» of companies value journey for the stakeholders. and Central Securities Depository which were coordinated to conduct infrastructure development.

Tim Pengelola dan Tim Sekretariat yang berperan sesuai tugas dan kapasitasnya dengan dibantu oleh konsultan/tenaga ahli Bapepam-LK dan/atau narasumber terkait lainnya. one of activities that has been performed by Capital Market Infrastructure Development Team was the launching of ≈Investor AreaΔ facility currently knows as ≈AKSesΔ (Securities Ownership Reference) service. salah satu yang telah dilaksanakan oleh Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal adalah dengan peluncuran fasilitas ≈Investor AreaΔ yang saat ini dikenal dengan layanan ≈AKSesΔ (Acuan Kepemilikan Sekuritas). • Tim pengelola Kegiatan/Proyek Pendukung. target: 2011. among others: Net Adjusted Working Capital Reporting. Management team of Straight Through Processing (STP) and Rsk Management. • • • In 2009. antara lain Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) dengan target waktu tahun 2010 dan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (PAPE) dengan target waktu tahun 2011. Bursa Efek. Coordination Team. Stock Exchange. Tim ini akan bekerja sesuai dengan bidang tugas masing-masing dan akan menyelesaikan tugas tersebut dengan target waktu penyelesaian yang telah direncanakan sebagai berikut: • Tim pengelola Pengembangan identitas Tunggal Pemodal (Single Investor Identity/SID) dan Peningkatan Keterbukaan Aset Nasabah dengan target waktu tahun 2011. Management Team. This team shall work based on their respective duties and complete the duties within the specified time frame s follows: • Management team of Single Investor Identity/SID development and Investor Assets Disclosure Improvement. Decree Number KEP-401/BL/2009 regarding Capital Market Infrastructure Development Team formation. target: 2010. Management team of Data and Information Warehouse Development. and Secretariat which play a role based on their respective task and capacity assisted by Bapepam-LK consultant/expert and or other relevant source persons.217 Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-401/BL/2009 tentang pembentukan Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal. and Securities Companies Accounting Standards. Layanan ini merupakan fasilitas bagi investor untuk dapat mengakses informasi tentang dana dan efek yang dimilikinya. Di tahun 2009. Tim Koordinasi. Management team of Supporting Projects/ Activites. SMO/PMO is a Work Coordination among members of Capital Market Infrastructure Development Team comprising of Bapepam-LK. target: 2010. This service is a facility provided to investors to access information about fund and securities owned. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . target: 2011. SMO/PMO adalah Koordinasi Kerja antar anggota Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal yang terdiri dari Bapepam-LK. Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal ini terdiri dari Tim Pengarah. • Tim pengelola Pengembangan Straight Through Processing (STP) dan Manajemen Risiko dengan target waktu tahun 2010. target: 2011. The Capital Market Infrastructure Development Team comprises of Direction Team. Lembaga Kliring dan Penjamin dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang akan melaksanakan kegiatan/project terkait pengembangan infrastruktur pasar modal dalam rangka meningkatkan integritas dan daya saing Pasar Modal Indonesia. • Tim pengelola Pengembangan Data dan Informasi Warehouse dengan target waktu tahun 2011. and Central Securities Depository which will perform relevant activities/projects of capital market infrastructure development to improve the Indonesia capital market integrity and competitiveness. Clearing Guarantee Institution.

domestic financial service activities BAPEPAM . tingginya permintaan invetor asing untuk masuk ke pasar ASEAN dan khususnya Indonesia. transparency. kompetisi antar negara yang seimbang. the high demand of foreign investors to come into ASEAN market especially Indonesia. have encouraged Indonesian Government through Bapepam-LK to take an active role in international meetings. kesetaraan dalam hal profesi (Mutual Recognition). market integration in ASEAN or worldwide market. mendorong Pemerintah Indonesia melalui Bapepam-LK untuk turut berperan aktif dalam pertemuan-pertemuan internasional. proportional competition among countries. discussion on new issues related to liberalization of financial service sector. working group discussion.218 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation 12 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Kerjasama Internasional baik yang bersifat bilateral maupun multilateral mempunyai peranan penting bagi perkembangan perekonomian Indonesia. diskusi (working group discussions). mutual recognition. Seluruh kegiatan kerjasama internasional tersebut bertujuan untuk tercapainya harmonisasi antar negara maju dengan negara berkembang. kemudahan berusaha antar negara (cross border activities) dalam artian cost efficiency. Berbagai kegiatan internasional yang memberikan aspek positif bagi perkembangan perekonomian Indonesia antara lain adalah: peningkatan kapasitas melalui pelatihan (trainings). Pelaksanaan globalisasi ASEAN yang semakin dekat (tahun 2015).LK Continuous Improvement for a Brighter Future . knowledge sharing which later produces skilled labour. and workshop. transparency. seminar dan rapat kerja (workshops). The coming ASEAN globalization which is getting closer (2015). and appropriate technology. Those international activities were intended to create harmony between developed and developing countries. International relationship has brought positive impact toward Indonesia economic development. Sejalan dengan peran serta Bapepam-LK di kancah Domestic & International Institutional Cooperation Bilateral or multilateral cooperation takes an important role in Indonesia economic development. berbagi pengetahuan (sharing knowledge) yang sekaligus menciptakan tenaga kerja ahli (skilled labor). seminar. among others were: capacity building through training. serta tekhnologi yang memadai (appropriate technology). cross border activities in terms of cost efficiency. pembahasan hal-hal baru terkait dengan liberalisasi di sektor jasa keuangan. In line with BapepamLK international role. integrasi pasar global baik di ASEAN maupun di pasar dunia.

1 Bapepam-LK contribution in ASEAN Bapepam-LK actively involved and contributed to ASEAN forum concerning capital market. disclosure about GCG implementation by companies got the biggest portion. 2008 ARA assessment was conducted by the Grand Jury comprising of representatives from seven organizations plus the academician and capital market observers chaired by Mr. Adapun rincian dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas. 2009. can be elaborated as follow: 12.1. Berbagai langkah untuk menciptakan iklim pasar yang kondusif.2 International Insitutional Cooperation 12.1 DOMESTIC INSTITUTIONAL COOPERATION 12.1 Kontribusi Bapepam-LK di ASEAN Bapepam-LK terlibat dan berkontribusi aktif dalam forum ASEAN di bidang pasar modal. Dirjen Pajak. From the beginning of 2009 up to December 29. meningkatkan kepercayaan masyarakat. Bank Indonesia. to improve the capital market & financial institution competitiveness. 12.1 KERJASAMA KELEMBAGAAN DOMESTIK were also conducted. Many efforts have been taken to create a conducive climate. To cope with the financial crisis occurred in 2008.1. Penyelengaraan Annual Report Award (ARA) Penyelenggaraan ARA 2008 merupakan penyelenggaraan untuk ke delapan kali dan merupakan kerja sama antara Bapepam-LK. to improve public trust. 167 companies participated in the event. meningkatkan kemampuan tenaga kerja. Assessment criterias of 2008 ARA gave the stress on a detailed disclosure and a tighter evaluation upon disclosure quality. Directorate General of Taxation. Bapepam-LK participated in several activities as follow: 12. was a joint collaboration of Bapepam-LK. Komite Nasional Kebijakan Governance. Bursa Efek Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia. Kementerian BUMN.1.1. baik domestik maupun internasional dapat diuraikan sebagai berikut : 12. pengungkapan mengenai pelaksanaan GCG oleh perusahaan mendapat porsi yang cukup besar.2. Sejalan dengan kondisi krisis yang terjadi di 2008. Indonesia Stock Exchange. Dan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya penilaian ARA 2008 dilakukan oleh Dewan Juri yang merupakan perwakilan dari tujuh penyelenggara ditambah dari pihak luar seperti akademisi dan pengamat pasar modal dengan diketuai oleh Bapak Mar»ie Muhammad. Beberapa kegiatan di mana Bapepam-LK berpartisipasi di dalamnya dari awal tahun 2009 sampai tanggal 29 Desember 2009 adalah sebagai berikut: Laporan Tahunan 2009 Annual Report . ARA di tahun 2008 diikuti oleh 167 perusahaan di mana sebanyak 43 perusahaan baik terbuka maupun tertutup merupakan peserta yang baru pertama kali mengikuti ARA. the Central Bank (Bank Indonesia). 43 of which joined the activity for the first time. and the Indonesian Institute of Accountants. Mar»ie Muhammad. telah dilakukan dan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. which was conducted for the eighth times. Kriteria penilaian ARA 2008 menekankan pengungkapan yang lebih rinci dan penilaian yang lebih ketat atas kualitas keterbukaan. 12. the Ministry of State Owned Enterprises. Similar to last year. either domestic or international activities. tema ARA 2008 adalah ≈Transparansi Informasi Sebagai Upaya Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Pada Masa krisisΔ. kegiatan dalam ruang lingkup jasa keuangan domestik juga dilakukan. 2008 ARA came up with a theme of ≈Information Transparency as an Effort to Enhance Public Trust During CrisisΔ.2 Kerjasama Kelembagaan Internasional 12. Lebih lanjut. Indonesian National Committee on Governance.219 internasional. Details of the abovementioned activities. to increase the manpower competency.2. and they shall continue constantly. Annual Report Award (ARA) 2008 ARA. Furthermore. meningkatkan daya saing industri pasar modal dan lembaga keuangan yang sehat.

On that opportunity. WC-FSL((Working Committee on Financial Services Liberalisation). ETWG (Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring). Credit Risk. Bapepam-LK telah menghadiri The 13th ASEAN Finance Ministers» Meeting (AFMM) pada tangga 8-9 April 2009 di Pattaya. Pertemuan tersebut merupakan satu rangakain pertemuan antar working group di bawah ASEAN dan ASEAN+3. AFDMWG (ASEAN Financial and Central Deputies» Meeting Working Group). 2) 2) ASEAN and ASEAN+3 Finance Ministers» Process Meeting Bapepam-LK attended ASEAN and ASEAN+3 Finance Minister»s Process Meeting in Phuket. The meeting was BAPEPAM . dan CMI (Chiang Mai Initiative). Credit Risk. and CMI (Chiang Mai Initiative). ASEAN and ASEAN+3 Finance Ministers» Process Meeting Bapepam-LK telah menghadiri ASEAN and ASEAN+3 Finance Minister»s Process Meeting di Phuket. Thailand. WC-CMD(Working Committee on Capital Market Development). Taskforce on CMI Multilateralisation. AIFM (ASEAN Infrastucture Fund Mechanism). namely: WC-CAL(Working Committee on Capital Account Liberalization). Thailand. and other issues related to the financial crisis. Bapepam-LK bekerja sama dengan BKF (Badan Kebijakan Fiskal) memberikan kontribusi informasi mengenai informasi G-20 sebagai bahan pertemuan tersebut.g. dan Group of Expert. Bapepam-LK attended The 13th ASEAN Finance Ministers» Meeting (AFMM) on April 8-9. dan AFDM-WG Meeting. Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring (ETWG) discussing the progress of working group in economic and financial monitoring analysis. ABMI Steering Group. ABMI (Asian Bond Market Initiative). On September 14-16. Thailand pada tanggal 3-11 Maret 2009. 2009. salah satunya mengenai perkembangan pasar modal dan kebijakannya.220 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation 1) The 13th ASEAN Finance Ministers» Meeting (AFMM) AFMM merupakan pertemuan rutin para Menteri Keuangan di Kawasan ASEAN untuk membahas berbagai masalah kerjasama diantara Negara-negara ASEAN. In that meeting. one of them is about capital market development and its policy. AFDMWG (ASEAN Financial and Central Deputies» Meeting Working Group). The meeting was a meeting series of working group under ASEAN and ASEAN+3. and AFDM-WG Meeting. Indonesia delivered the result of G-20 Ministers meeting held in London. Bapepam-LK attended the 24th Meeting of the WC-FSL/AFAS (Working Committee on Financial Services Liberalization/ASEAN Framework Agreement and Services). Indonesia diberikan kesempatan menyampaikan hasil pertemuan G-20 tingkat Menteri yang berlangsung di London. Thailand on March 3-11. ABMI Task Force. e.: governance structure and objective and task of respective taskforce in 2009 as well as discussion on Task Force 1 up to 4 (TF 1-TF 4) results. ABMI Steering Group. Bapepam-LK telah menghadiri the 24th Meeting of the WC-FSL/AFAS (Working Committee on Financial Services Liberalization/ASEAN Framework Agreement and Services). Bapepam-LK. Bapepam-LK only involved in ETWG. Taskforce on CMI Multilateralisation. ETWG (Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring). Pada pertemuan tersebut. Task Force on CMI Multilateralisation talked about Surveilance System and Mechanism. WC-CMD (Working Committee on Capital Market Development). Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring (ETWG) membahas perkembangan kerja working group dalam analisis monitoring ekonomi dan keuangan. dan isu-isu mengenai krisis keuangan saat ini. Pertemuan 1) The 13th ASEAN Finance Ministers» Meeting (AFMM) AFMM is a routine meeting of Ministers of Finance in ASEAN region to discuss various problems among ASEAN countries. Bapepam-LK hanya mengikuti pertemuan ETWG. and Group of Expert. WC-FSL (Working Committee on Financial Services Liberalisation). Pada tanggal 14-16 September 2009 di Philipina. Task Force on CMI Multilateralisation membahas mengenai Surveilance System and Mechanism. ABMI Task Force. 2009 in Philipine.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . ABMI Task Force dan ABMI Steering Group membahas mengenai isu-isu lain yang masih belum terselesaikan pada pertemuan sebelumnya seperti mengenai masalah struktur tata kelola (governance structure) dan pembahasan tujuan dan tugas masing-masing taskforce pada tahun 2009 serta pembahasan hasil Task Force 1 sampai dengan 4 (TF 1-TF 4). Pada kesempatan itu. AIFM (ASEAN Infrastucture Fund Mechanism). yaitu WC-CAL(Working Committee on Capital Account Liberalization). shared the information concerning G-20 in this meeting. Cricis management. Cricis management. ABMI (Asian Bond Market Initiative). 2009 in Pattaya. in cooperation with Fiscal Policy Office. ABMI Task Force and ABMI Steering Group discussed the issues which were not accomplished in the previous meeting.

Workshop on ASEAN Capital Markets-Moving Toward AEC (ASEAN Economic Community) 2015 held on January 22 . • The 11th ASEAN Capital Market Forum Meeting yang diselenggarakan di Thailand pada tanggal 17-18 Agustus 2009. Bapepam-LK telah menghadiri pertemuan di Bangkok. and Japan).. The purpose of CGIM is to provide guarantee to corporate bonds in ASEAN+3 region (ASEAN and South Korea. CGIM Technical Working Group Meeting CGIM Technical Working Group Meeting is a working group in ABMI. ACMF member telah sepakat untuk membentuk regional capital market integration pada tahun 2015 yang ditandai dengan penandatangan the implementation plan pada sidang AFMM ke-13 di Pattaya. 2009 to discuss the article association and . 2009 in Singapore. Thailand tahun 2009. Bentuk partisipasi Bapepam-LK dalam ACMF antara lain dengan menghadiri pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh ACMF seperti: • 10th ACMF (ASEAN Capital Market Forum) Meeting yang diselenggarakan pada tanggal 22 Januari 2009 di Thailand.221 tersebut bertujuan membahas laporan perkembangan dari masing-masing working group serta untuk membahas beberapa isu yang berkembang saat ini serta meningkatkan partnership dan kerjasama diantara negara anggota. 2009. 2009 in Thailand. dan Jepang). • The ACMF-GOE (ASEAN Capital Market ForumGroup of Experts) Meeting pada tanggal 26 November 2009 di Singapura yang merupakan pertemuan antara working group ACMF dengan Group of Experts untuk membahas perkembangan kerja masing-masing working group ACMF. • Workshop on ASEAN Capital Markets-Moving Toward AEC (ASEAN Economic Community) 2015 pada tanggal 22-23 Januari 2009 di Thailand. ASEAN Capital Market Forum (ACMF) This forum is a meeting for the highest authorities of capital market regulator in ASEAN region to monitor capital market projects of ASEAN which can lead to capital market integration in ASEAN region. which was a meeting between ACMF working groups and Group of Experts to discuss the progress of respective ACMF working group. pertemuan tersebut membahas anggaran dasar dan rumah tangga yang merupakan dasar implementasi mekanisme CGIM (Credit Guarantee and Investment Mechanism/Sekarang namanya CGIF (Credit Guarantee and Investment Facilities). China. Thailand in 2009. Thailand pada tanggal 16-17 Juni 2009. in which bylaw they served as the basis for the implementation of CGIF mechanism (Credit Guarantee and Investment Mechanism or currently known as CGIF (Credit Guarantee and Investment Facilities)). Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK attended the meeting in Bangkok. 4) 4) Partipation of Bapepam-LK in ACMF was conducted among others by attending ACMF meetings as follow: • The 10th ACMF (ASEAN Capital Market Forum) Meeting held on January 22. CGIM ini bertujuan untuk memberikan suatu jaminan kepada corporate bond di kawasan ASEAN+3 (ASEAN dan Korea Selatan. The 11th ASEAN Capital Market Forum Meeting held in Thailand on August 17-18. 3) CGIM Technical Working Group Meeting CGIM Technical Working Group Meeting merupakan working group di bawah ABMI. 2009 in Thailand. Thailand on June 16-17.23. WC-FSL/AFAS merupakan kelompok kerja di bawah ASEAN yang membahas mengenai negosisasi di bidang jasa keuangan. • • • ACMF members have agreed to form regional capital market integration in 2015 that was marked by the signing of the implementation plan in the 13th meeting of AFMM in Pattaya. WC-FSL/AFAS is a working group in ASEAN that works through negotiation on financial services. The ACMF-GOE (ASEAN Capital Market ForumGroup of Experts) Meeting held on November 26. China... 3) aimed at discussing development report of each working group and other current issues as well as improving the partnership and cooperation among member countries. ASEAN Capital Market Forum (ACMF) Forum ini merupakan ajang pertemuan bagi pimpinan tertinggi regulator pasar modal di kawasan ASEAN dalam memantau proyek-proyek pasar modal ASEAN dalam tujuannya untuk mengintegrasikan pasar modal di kawasan ASEAN.

role of emerging markets in the changing financial landscape. regulators. 7) 7) The 12th Insurance Regulators Meeting (AIRM) Bapepam-LK attended ASEAN insurance regulator meeting in Vientiane. Laos pada tanggal 7-9 Oktober 2009.: global imbalances and the need for structural reforms. 2009. regional stability mechanism. and others. e. dan lain-lain. The 12th Insurance Regulators Meeting (AIRM) Bapepam-LK menghadiri pertemuan regulator asuransi se-ASEAN di Vientiane. role of developing markets. role of developing markets. Malaysia. The meeting was intended not only to provide platform to professionals. dan perwakilan yang berhubungan dengan industri asuransi mengenai asuransi bencana alam serta ajang tukar informasi atas penelitian dan perkembangan terakhir yang berkaitan dengan bencana alam dalam rangka meningkatkan kesadaran publik dan pemahaman atas risiko dan dampak potensialnya.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 2009 in Singapore. Pertemuan tersebut bertujuan menyediakan platform bagi profesional.g. The Informal ASEAN Finance Ministers» Meeting Bapepam-LK menghadiri pertemuan informal Menteri Keuangan ASEAN yang diselenggarakan pada tanggal 5) Besides. World Capital Markets Symposium Bapepam-LK telah menghadiri World Capital Markets Symposium yang diselenggarakan pada tanggal 10 s/d 11 Agustus 2009 di Kuala Lumpur. ASEAN Forum on Natural Catastrophe Exposures in ASEAN Bapepam-LK attended ASEAN Forum on Natural Catastrophe Exposures in ASEAN held by ASEAN Secretariat on July 15-17. implementation of protocol 5 on ASEAN Scheme of Compulsory Motor Vehicle Insurance.11. The agenda of the meeting among others were: development of ASEAN Unified Form of Statistics (AUFS). Malaysia. development of International Association of Insurance Supervisors (IAIS). regulator. and regaining investor confidence. The purpose of the meeting was to share views and perspectives concerning recent economic problems. the long term trade-offs for the world economy. effectiveness of policy responses. 5) ASEAN Forum on Natural Catastrophe Exposures in ASEAN Bapepam-LK telah menghadiri ASEAN Forum on Natural Catastrophe Exposures in ASEAN yang diselenggarakan oleh Sekretariat ASEAN pada tanggal 15-17 Juli 2009 di Singapura. 2009. role of emerging markets in the changing financial landscape. Pengembangan International Association of Insurance Supervisors (IAIS). the meeting discussed agenda of recent global crisis issues. pada ACMF Meeting yang ke-10 telah disepakati mengenai ASEAN and Plus Standards Scheme yang akan dilaksanakan secara opt-in basis. Laos on October 7-9. Additionally. Pertemuan tersebut bertujuan untuk berbagi pandangan dan perspektif mengenai permasalahan ekonomi saat ini yaitu dalam menanggulangi krisis global. Agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain Pengembangan ASEAN Unified Form of Statistics (AUFS). Asia»s role mitigating the effect of the crisis.222 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation Selain itu. effectiveness of policy responses. 8) 8) The Informal ASEAN Finance Ministers» Meeting On October 4. pertemuan tersebut mengagendakan beberapa pembahasan mengenai issue-issue yang dihadapi pada krisis global saat ini seperti global imbalances and the need for structural reforms. in the 10th ACMF meeting. regional stability mechanism. risk of protectionism. and representatives of pension fund related to catastrophe insurance but also to share the information on recent study and development concerning the catastrophe so that public would have a better awareness upon its risks and potential impacts. 2009 in Kuala Lumpur. The meeting was intended to set up an insurance platform concerning cross border cooperation in dealing with insurance industry challenge in ASEAN region. 6) 6) World Capital Markets Symposium Bapepam-LK attended the World Capital Markets Symposium which was held on August 10 . The BAPEPAM . Asia»s role mitigating the effect of the crisis. dan regaining investor confidence. Pertemuan tersebut bertujuan untuk untuk menetapkan platform asuransi mengenai kerjasama lintas negara dalam menghadapi tantangan industri asuransi di kawasan ASEAN dalam rangka memperkuat kerjasama. risk of protectionism. Implementasi dari protocol 5 on ASEAN Scheme of Compulsory Motor Vehicle Insurance. it was agreed that ASEAN and Plus Standards Scheme would be implemented in opt-in basis. Selain itu. Bapepam-LK attended informal meeting of ASEAN Ministers of Finance in Turki. the long term trade-offs for the world economy.

Vietnam pada tanggal 8-10 Juli 2009. yang diselenggarakan di Hanoi.3 Kontribusi Bapepam-LK dalam Internasional Organization of Securities Commisions (IOSCO) Keanggotaan Bapepam-LK dalam IOSCO sudah dimulai sejak tahun 1984 sebagai Ordinary member karena status Bapepam-LK sebagai regulator pasar modal Indonesia. yang diselenggarakan pada tanggal 16-17 Februari 2009 di Singapura. Malaysia pada tanggal 24-26 Maret 2009.15. Bapepam-LK participation in APEC activities were as follow: 1) APEC Financial Regulators Training Initiative: Advisory Group Meeting held in Manila. 4) The 5th APEC Senior Finance Official Meeting. Pertemuan tersebut membahas berbagai hal terkait dengan perekonomian dan inisiatif di kawasan. APEC Finance Minister»s Process Capacity Building Activity held in Hanoi.2. 2009 in Singapore. Vietnam on July 8-10. 2009 in Melbourne. Pada tahun 2009 ini. yakni kesepakatan untuk melakukan perdagangan dan investasi terbuka di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2010 antara negara-negara maju bagi negaranegara berkembang pada tahun 2020. and Asset Management in the AsiaPacificΔ. 2) APEC Capacity Building Activity Supporting the Development of Diversified and Sound Institutional Investor Base yang diselenggarakan di Kuala Lumpur. The 16th APEC Finance Ministers Meeting (AFMM) held on November 10 . sebagaimana juga pada tahun-tahun sebelumnya Bapepam-LK terlibat secara aktif dalam penyusunan APEC Individual Action Plan (IAP) 2009.3 Bapepam-LK Contribution in International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Bapepam-LK membership in IOSCO has been started since 1984 as Ordinary member due to Bapepam-LK status as Indonesian capital market regulator. 3) APEC Finance Minister»s Process Capacity Building Activity. 2) 3) 4) 5) 6) 7) In 2009. and in 2020 among developing countries. yang diselenggarakan pada tanggal 18-24 November 2009 di Melbourne.2. dimana hal ini sejalan dengan kesepakatan yang telah dicapai pada pertemuan Bogor (Bogor Goals). Bapepam-LK actively involved in 2009 APEC Individual Action Plan (IAP) arrangement that became data update of Bapepam-LK regulation as one of APEC cooperation program. Philippines on July 7. Australia. Filipina pada tanggal 7 Juli 2009.2. Funds. 6) APEC Training Program ≈Capacity Building to Enhance Regulatory and Industry Structures for Private Pensions Systems.2 Bapepam-LK Contribution in APEC APEC merupakan organisasi kerjasama antar negara di kawasan Asia pasifik yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan bagi negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik Partisipasi Bapepam-LK dalam beberapa kegiatan APEC selama tahun 2009 sebagai berikut: 1) APEC Financial Regulators Training Initiative: Advisory Group Meeting yang diselenggarakan di Manila. 2009 in Singapore. 2009.223 4 Oktober 2009 di Turki. 7) The 16th APEC Finance Ministers Meeting (AFMM) yang diselenggarakan pada tanggal 10 . Malaysia on March 24-26. which was an agreement to conduct open trading and investment in Asia Pacific region in 2010 among developed countries. as happened to last years. 2009 in Singapore.15 November 2009 di Singapura. Australia. Several IOSCO activities Bapepam-LK has participated in were among others: Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009. The 5th APEC Senior Finance Official Meeting held on February 16-17. yang merupakan pengkinian (up-date) data peraturan Bapepam LK yang berlaku sebagai salah satu program kerjasama APEC dalam hal transparansi. 12. 2009. It was in line with the agreement made in the meeting held in Bogor (Bogor Goals). Beberapa kegiatan IOSCO yang telah diikuti Bapepam-LK antara lain: APEC is a cooperation organization among countries in Asia Pacific region that is aimed at encouraging sustained economy growth of countries in Asia Pacific region. in term of transparency. 5) The 6th APEC Senior Finance Officials Meeting (SFOM) yang diselenggarakan pada tanggal 17-18 Juli 2009 di Singapura. and Asset Management in the AsiaPacificΔ held on November 18-24. Funds. APEC Training Program ≈Capacity Building to Enhance Regulatory and Industry Structures for Private Pensions Systems.2 Kontribusi Bapepam-LK dalam APEC meeting talked about various issues related to the economy and initivatives in ASEAN region. 12.2. 12. 12. Throughout 2009. The 6th APEC Senior Finance Officials Meeting (SFOM) held on July 17-18. APEC Capacity Building Activity Supporting the Development of Diversified and Sound Institutional Investor Base held in Kuala Lumpur.

Despite of the nature of the quesionnaires which were not mandatory.4 Participation of Bapepam-LK in the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) BAPEPAM . Australia pada tanggal 23 Oktober 2009. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu aktual global yang dapat mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung terhadap industri keuangan khususnya pasar modal di kawasan. 2009. The meeting was to provide a forum for idea and experience sharing to appraisers who had experiences in the assessment of the IOSCO Principles of Securities Regulations. IOSCO Asia Pacific Regional Committee (APRC) yang diselenggarakan di Melbourne. and Task Forces of IOSCO as well as to discuss it with all members. Bapepam-LK attended several meetings and discussions as well as delivered inputs in the completion of Questioner Policy Review IndonesiaOECD. India. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyediakan sebuah forum untuk bertukar ide dan pengalaman diantara penilai yang potensial dan berpengalaman pada proses penilaian prinsip the IOSCO Principles of Securities Regulations. Pertemuan tersebut bertujuan untuk berbagi pengalaman dan mencari formulasi baru dalam meningkatkan kualitas program edukasi pemodal. Meskipun kuisioner sifatnya tidaklah mengikat (binding). Bapepam-LK also actively participated in the discussion of Questioner Policy Review IndonesiaOECD.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 5) 12.2. Bapepam-LK telah menghadiri beberapa pertemuan dan pembahasan serta pengiriman bahan masukan dalam menyelesaikan Questioner Policy Review Indonesia-OECD. namun juga berfungsi sebagai sarana Indonesia dalam melakukan promosi investasi ke dunia internasional. Those publications were aimed not only at creating and maintaining the investment climate based on Indonesia needs. IOSCO Asia Pacific Regional Committee (APRC) held in Melbourne. Pertemuan tahunan APRC tersebut juga selalu dimanfaatkan untuk meng-update para anggota hasil kerja dari seluruh Komite. 2) 3) 4) IOSCO APRC Enforcement Directors» Meeting held in Malaysia on December 4. khususnya untuk Chapter Investment Policy. Amerika pada tanggal 2-3 Maret 2009.4 Partisipasi Bapepam-LK dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) 12. India. namun berdasarkan PFI (Policy Framework for Investment) ini OECD akan menyampaikan rekomendasi kebijakan di bidang investasi kepada Indonesia dan mengeluarkan publikasi yang berisikan hasil assessment investasi.C.C. The meeting worked through relevant issues and challenges related to law enforcement faced by member countries in performing investigation and lawsuit against violations in the capital market. especially Chapter Investment Policy.224 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation 1) 2) 3) 4) 5) IOSCO ITF (Implementation Task Force) Assesors» Workshop yang diselenggarakan pada tanggal 25-27 Februari 2009 di Mumbai. would give recommendations of investment policy to Indonesia and issue publications comprising of investment assessment result. 2009. Adapun publikasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menciptakan dan menjaga iklim investasi sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. 1) IOSCO ITF (Implementation Task Force) Assesors» Workshop held on February 25-27 2009 in Mumbai. The annual meeting of APRC was also convened to update the work result of members of all committees. The objective of the meeting was to share experiences and to find new formulation for improving the quality of investor education program. Kelompok Kerja (Working Groups) dan Gugus Tugas (Task Forces) di bawah payung IOSCO sekaligus mendiskusikannya di antara para anggota. IOSCO APRC Enforcement Directors» Meeting yang diselenggarakan di Malaysia pada tanggal 4 Desember 2009. OECD. based on PFI (Policy Framework for Investment). 2009. The 2009 IFIE/IOSCO (International Forum for Investor Education/ International Organization of Securities Commissions): Investor Education Conference held in Washington D. Bapepam-LK telah berpartisipasi aktif dalam pembahasan Questioner Policy Review IndonesiaOECD.2. The meeting got down to actual global issues which have direct or indirect impact toward financial industry especially the capital market. USA on March 2-3. Pertemuan tersebut membahas mendiskusikan isu dan tantangan terkait penegakan hukum yang dihadapi oleh negara-negara anggotanya dalam melakukan investigasi dan penuntutan pelanggaran di bidang pasar modal. but also taking the function as a tool for Indonesia in conducting investment promotion to the international world. Working Groups. The 2009 IFIE/IOSCO (International Forum for Investor Education/ International Organization of Securities Commissions): Investor Education Conference yang diselenggarakan di Washington D. Australia on October 23.

Pertemuan tersebut membahas permasalahan yang berhubungan dengan dampak krisis keuangan global di Asia. 2) Bapepam-LK attended The ASEAN Task Force on Related Party Transaction Meeting held on February 56. respon kebijakan dalam menghadapai krisis tersebut. Isu yang akan diagendakan dalam pertemuan tersebut antara lain adalah penyebab. dan sekuritas yang dikaitkan dengan bencana dan peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan kapasitas global untuk menyerap risiko bencana alam. Philippines. implication of such crisis toward the recent capital market downturn. 2009 in Manila. especially the catastrophe insurance. and insurance protection against catastrophe risk as well as securities related to the catastrophe and capital market role in supporting the global capacity growth to absorb the catastrophe risk: Bapepam-LK sent delegation to participate in Asian Roundtable on Corporate Governance (ARCG) on September 9 . 3) Bapepam-LK had its representative become speaker of the 2nd Conference of the OECD International Network on Financial Management of Large-Scale Catastrophe held on September 24-25. The issues were about the cause. The objective of the meeting was to support the decisionmakers to improve corporate governance in Asia. implikasi krisis tesebut pada jatuhnya pasar modal saat ini. Beberapa pertemuan yang telah diikuti oleh Bapepam-LK antara lain: 1) Bapepam-LK telah mengikuti 10th OECD ADBI Roundtable on Capital Market Reform in Asia di Tokyo pada tanggal 2-3 Maret 2009.10. Thailand. Despite of the nature of 4) 5) Laporan Tahunan 2009 Annual Report . dampak krisis keuangan global di Asia dan bagaimana responnya. the global financial crisis impact in Asia & how to respond it. Several meetings which have been attended by BapepamLK among others were: 1) Bapepam-LK attended the 10th OECD ADBI Roundtable on Capital Market Reform in Asia in Tokyo on March 2-3. serta corporate governance. the impact. Philipina. penilaian risiko. Bapepam-LK attended several meetings and discussions as well as delivered inputs in the completion of Questioner Policy Review Indonesia-OECD. kesadaran akan bencana alam dan pendidikan mengenai pengurangan risiko bencana. risk evaluation. yaitu menghadapi ancaman pemanasan global. recent capital market regulations in dealing with such crisis. awareness of the catastrophe and education about disaster risk reduction. regulasi pasar modal saat ini dalam menghadapi dampak krisis tersebut. dampak. Konferensi tersebut membahas mengenai perkembangan industri asuransi. and corporate governance. pemetaan bencana. 2009. Thailand. bertukar informasi dan pengalaman tentang agenda reformasi corporate governance di masing-masing negara. dan perlindungan asuransi dalam risiko bencana alam. especially on investment policy in Indonesia. 2009 in Bangkok. It comprised of how to deal with global warming. and reponse of policy in dealing with such crisis. 3) Bapepam-LK telah mengirimkan wakilnya menjadi pembicara dalam 2nd Conference of the OECD International Network on Financial Management of Large-Scale Catastrophe yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 September 2009 di Bangkok. 5) Bapepam-LK telah berpartisipasi aktif dalam pembahasan Questioner Policy Review IndonesiaOECD. The meeting talked about problems related to the impacts of global financial crisis in Asia. Bapepam-LK actively involved in the discussion of Questioner Policy Review Indonesia-OECD. Bapepam-LK telah menghadiri beberapa pertemuan dan pembahasan serta pengiriman bahan masukan dalam menyelesaikan Questioner Policy OECD is an organization of countries in economy area aiming at creating a better economic stability in the member countries. 4) Bapepam-LK telah mengirimkan wakilnya untuk menghadiri Asian Roundtable on Corporate Governance (ARCG) pada tanggal 9 s/d 10 September 2009 di Manila. khususnya dalam hal catastrophe insurance. Pertemuan tersebut akan membahas mengenai permasalah yang berhubungan dengan transaksi pihak yang berhubungan (Transaksi hubungan istimewa). khususnya untuk tentang kebijakan investasi di Indonesia. The meeting would discuss problems concerning affiliated transaction. Kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan antar otoritas pasar modal se Asia yang difasilitasi oleh OECD dan ADB Institute. Philippines. Filipina. disaster mapping. Pertemuan tersebut bertujuan mendukung pembuat keputusan untuk meningkatkan corporate governance di kawasan Asia. 2) Bapepam-LK telah mengikuti The ASEAN Task Force on Related Party Transaction Meeting yang diselenggarakan pada tanggal 5-6 Februari 2009 di Manila.225 OECD merupakan organisasi negara-negara di bidang kerjasama ekonomi yang bertujuan untuk menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik di negara anggota. It was an annual event among Asian capital market authorities facilitated by OECD and ADB Institute. The conference discussed recent development of insurance industry. 2009 in Manila. to exchange information and experiences concerning reform agenda of corporate governance in respective country.

dimana Indonesia merupakan salah satu anggotanya. Bapepam-LK also participated in WTO Service Meeting in Jenewa. kompilasi. 3) Bapepam-LK berpartisipasi dalam seminar regional: Derivatives and Structured Products pada tanggal 2226 Juni 2009 yang diselenggarakan oleh ADB di Bangkok. in which Indonesia becomes part of them. but also taking the function a tool for Indonesia in conducting investment promotion to the international world. BapepamLK juga berpartisipasi dalam Sidang Jasa WTO yang diselenggarakan di Jenewa.5 Bapepam-LK Cooperation with Asian Development Bank (ADB) ADB is financial organization in Asia with a mission to help developing countries of its member countries to reduce poverty and improve the life quality of the communities. Sebagai negara anggota. OECD (OECD Assessment) which were not mandatory. OECD would give recommendations upon OECD evaluation toward investment policy in Indonesia and perform coordination with Indonesian Government to publish the evaluation result of investment in Indonesia. Thailand. 2009. Bapepam-LK arranged a seminar in accordance with ADB meeting of ≈Regional Capital Market IntegrationΔ held in Jakarta on March 24. As a member country. Bapepam-LK telah berpartisipasi dalam organisasi WTO dengan melakukan pembahasan perkembangan posisi Indonesia dalam organisasi tersebut. Bapepam-LK participated in regional seminar: Derivatives and Structured Products on June 22-26. 2) Bapepam-LK telah menyelenggarakan seminar dalam rangka persiapan sidang ADB yaitu ≈Regional Capital Market IntegrationΔ yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 24 Maret 2009 dengan bekerjasama dengan Badan Kebijakan Fiskal. BAPEPAM . Publikasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menciptakan dan menjaga iklim investasi sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. and negotiation of ADB loan program: Capital Market Development Program Cluster II during 2009. Swiss pada tanggal 30 Maret 8 April 2009.2. 2009 in cooperation with Fiscal Policy Office.2. namun OECD akan menyampaikan rekomendasi atas penilaian OECD terhadap kebijakan investasi di Indonesia serta akan melakukan koordinasi denagn Pemerintah Indonesia untuk melakukan publikasi atas hasil penilaian investasi di Indonesia.5 Kerja sama Bapepam-LK dengan Asian Development Bank (ADB) ADB adalah organsasi keuangan ASIA yang mempunyai misi membantu negara berkembang yang menjadi anggotanya untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Swiss on October 10-14. Furthermore. 12. Those publications were aimed not only at creating and maintaining the investment climate based on Indonesia needs.226 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation Review Indonesia-OECD.6 Bapepam-LK Participation in World Trade Organization (WTO) WTO is an international trade organization focusing on liberalization of products and services trade based upon GATS to determine each country deal on request and offer. Bapepam-LK telah berpartisipasi dalam beberapa kegiatan ADB. Selain itu.5.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . antara lain: 1) Bapepam-LK bersama dengan unit lain di Kementerian Keuangan telah menyelenggarakan ADB Annual Meeting di Bali pada tanggal 2-5 Mei 2009. Thailand. compilation. 12. they among others were: 1) Bapepam-LK. namun juga berfungsi sebagai sarana Indonesia dalam melakukan promosi investasi ke dunia internasional. Meskipun penilaian OECD (OECD Assessment) tersebut sifatnya tidak mengikat. 2) 3) 4) 12. 4) Koordinasi untuk persiapan. dan negosiasi program loan ADB: Capital Market Development Program Cluster II selama tahun 2009. together with other units in the Ministry of Finance. 2009 held by ADB in Bangkok. Coordination for preparation. 12.2.6 Partisipasi Bapepam-LK dalam World Trade Organization (WTO) WTO merupakan organisasi perdagangan internasional yang membahas liberalisasi perdagangan barang dan jasa berpedoman pada GATS untuk menentukan kesepakatan masing-masing negara dalam request dan offer. organized ADB Annual Meeting in Bali on May 2 .2. Selain itu Bapepam-LK juga berpartisipasi dalam Sidang Jasa WTO yang diselenggarakan di Jenewa. 2009. Swiss 10-14 Oktober 2009. Bapepam-LK participated in several ADB activities. Bapepam-LK participated in WTO organization by discussing the development of Indonesia position in such organization.

2. 2009 in Brisbane. Bapepam-LK telah menghadiri APG 2009 Annual Meeting and Technical Assistance Forum yang diselenggarakan pada tanggal 6-10 Juli 2009 di Brisbane. Pertemuan tersebut membahas jawaban Working Group G-20 bulan Maret 2009 dan memberikan masukan atas pertemuan yang akan dilaksanakan pada bulan September 2009. 12. kerjasama internasional. 2009. 12.9 Partisipasi Bapepam-LK dalam Forum Financial Sector Assessment Program (FSAP) FSAP merupakan program yang dikembangkan secara bersama oleh IMF dan World Bank pada tahun 1999 untuk membantu anggotanya memperkuat sistem keuangan dan pengawasan sektor keuangan. Partisipasi Bapepam-LK dalam forum G-20 adalah BapepamLK telah menghadiri G-20 Accountancy Summit pada tanggal 23-24 Juli 2009 di London. as well as to help and support its member countries growth. The training was aimed at producing assessors who would join the evaluator team in mutual assesment performed by APG to its member countries. 12. Inggris. APG bertujuan meningkatkan komitmen negara anggota untuk mengimplementasikan secara efektif standar internasional yang telah diterima dalam rangka menanggulangi tindak pencucian uang dan pembiayaan bagi kegiatan terorisme.227 12.2. Australia. Inggris. Pada tanggal 17-21 Agustus 2009.2.2. The training materials which would be delivered in that program were related to the application of anti money laundering regime and knowing your customer principles to financial service provider in capital market and non-bank financial institutions.8 Bapepam-LK Participation in G-20 Forum G-20 contributed to strengthen the financial architecture and to provide a dialog opportunity concerning national policy. international financial institution. Bapepam-LK telah mengirimkan seorang wakilnya untuk berpartisipasi dalam APG Assessor Training Workshop 2009 di Sydney.9 Bapepam-LK Participation in Financial Sector Assessment Program (FSAP) Forum FSAP is a program jointly developed by the IMF and the World Bank in 1999 to help its members strengthening the financial system and financial sector monitoring. FSAP is a mechanism to assess the stability and financial system of a G-20 berkontribusi memperkuat arsitektur keuangan dan menyediakan kesempatan untuk berdialog mengenai kebijakan nasional.2. Adapun materi training yang akan disampaikan dalam acara tersebut adalah terkait dengan pelaksanaan rezim anti pencucian uang dan penerapan prinsip mengenal nasabah bagi penyedia jasa keuangan (PJK) di pasar modal dan lembaga keuangan non bank. The meeting discussed the answers of G-20 Working Group of March 2009.2. Australia. international cooperation.7 Bapepam-LK Participation in Asia Pacific Group (APG) Asia Pacific Group is an international organization established in 1997 in Bangkok and currently has 40 members and a number of regional and international observer. Bapepam-LK and Indonesia delegation had a chance to explain about the development and follow up of 2007 APG Mutual Evaluation which has been adopted by every country. and provided inputs for the meeting which would be held in September 2009. FSAP adalah suatu Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK bersama Delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan dan tindak lanjut hasil APG Mutual Evaluation 2007 yang sudah diadopsi oleh setiap Negara. Training tersebut bertujuan untuk menghasilkan assessor yang akan menjadi tim evaluator dalam mutual assesment yang dilakukan oleh APG kepada negara-negara anggotanya.8 Partisipasi Bapepam-LK dalam Forum G-20 12. Bapepam-LK attended 2009 APG Annual Meeting and Technical Assistance Forum which was held on July 6-10. Bapepam-LK sent one representative to participate in the 2009 APG Assessor Training Workshop in Sydney. The Objective of APG is to improve the member Countries commitments to effectively apply the international standards agreed in order to anticipate money laundering and funding for terorism activities. On August 17-21. dan G-20 juga mendorong serta membantu pertumbuhan negara anggotanya. 12. Partisipation of Bapepam-LK in G-20 forum was conducted by attending G-20 Accountancy Summit on July 23-24. institusi keuangan internasional. 2009 in London.7 Partisipasi Bapepam-LK dalam Asia Pacific Group (APG) Asia Pacific Group adalah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1997 di Bangkok yang saat ini mempunyai 40 anggota dan sejumlah regional and international observer.

2. Bapepam-LK telah berpartisipasi dalam rapat-rapat pembahasan materi FSAP. on December 14-17. 4) Assessment of CPSS-IOSCO Recommendations for Settlement System. 2009. antara lain: BAPEPAM . Response to Questionnaire on ROSC AA. they among others were: Update Self Assessment of IOSCO Principle. 2009. Bapepam-LK involved in several interdepartment meetings chaired by Indonesia Investment Coordinating Board. Berkaitan dengan pelaksanaan FSAP tersebut. yaitu: 1) ROSC on Accounting and Auditing.Kanada dimulai dengan joint study meeting antara delegasi Kanada dengan perwakilan Indonesia pada tahun 2007 di Bali. 2009). Bapepam-LK delivered certain documents of FSAP updates to the World Bank.Canada was started with joint study meeting between Canada and indonesia delegations in 2007 in Bali. 2009. 7 round meetings have been performed. tanggal 14-17 Desember 2009. Sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK terlibat dalam berbagai rapat antar departemen pembahasan FIPPA Canada yang dipimpin oleh BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Update Self Assessment of ICP (Insurance Code Principles) Principles.IOSCO) Recommendations. ROSC on Corporate Governance. the meeting was continued with the first FIPPA Indonesia . Update ROSC (Reports on the Observance of Standards and Codes) on Accounting & Auditing. Selain itu. Update ROSC on Corporate Governance. tanggal 9-24 Juni 2009 (dimana diadakan juga A Roundtable Discussion on Strengthening The Quality of Audit in The Context of ROSC on Accounting and Auditing di Hotel Borobudur.Kanada adalah perjanjian kerjasama bilateral yang bertujuan untuk perlindungan dan promosi penanaman modal asing melalui kesepakatan resmi yang mengikat kedua belah pihak. and Second Mission on November 6-10.LK Continuous Improvement for a Brighter Future country comprehensively by focusing on compliance toward regulation framework and financial system endurance. In respect of FSAP implementation. FSAP Mission I. antara lain Update Self Assessment of IOSCO Principle.228 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation mekanisme untuk menilai (assess) stabilitas dan pengembangan sistem keuangan suatu negara secara komprehensif dengan fokus pada kepatuhan terhadap kerangka peraturan dan ketahanan sistem keuangan. on August 3-7. tanggal 3-7 Agustus 2009. namely: 1) ROSC on Accounting and Auditing. Also. Update Self Assessment of IOSCO Recommendations for Securities Settlement Systems (CPSS (the Committee on Payment and Settlement Systems) IOSCO) Recommendations. Jakarta tanggal 17 Juni 2009). Besides.10 Bapepam-LK Participation in Foreign Investment Protection and Promotion Agreement (FIPPA Indonesia . Bapepam-LK juga mengirimkan delegasi pada pada beberapa pertemuan. Update Self Assessment of IOSCO Recommendations for Securities Settlement Systems (CPSS (the Committee on Payment and Settlement Systems) . 3) FSAP Mission I. Bapepam-LK sent its delegation to several meeting as follow: . 2009 (in which A Roundtable Discussion on Strengthening The Quality of Audit in The Context of ROSC on Accounting and Auditing was also held at Hotel Borobudur. Jakarta on June 17. Assessment of CPSS-IOSCO Recommendations for Settlement System. on June 9-24.Canada is a bilateral cooperation agreement aiming at protection and promotion of foreign investment through official agreement binding both parties. Bapepam-LK participated in the meetings of FSAP materials discussion. FIPPA Indonesia . In 2009.10 Partisipasi Bapepam-LK dalam Foreign Investment Protection and Promotion Agreement (FIPPA Indonesia . Response to Questionnaire on ROSC AA. Bapepam-LK telah menyampaikan beberapa dokumen hasil update terkait FSAP kepada World Bank. Sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 telah dilaksanakan 7 putaran sidang. the World Bank condultant has visited Indonesia several times. 2) 3) 4) 12. tanggal 6-15 Oktober 2009. Selanjutnya pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan Putaran Sidang Negosiasi FIPPA Indonesia . FIPPA Indonesia . 12. Update ROSC on Corporate Governance. 2009. 2) ROSC on Corporate Governance. serta Kunjungan Second Mission pada tanggal 6-10 November 2009. Update Self Assessment of ICP (Insurance Code Principles) Principles. Afterward.Canada) FIPPA (Foreign Investment on Protection and Promotion Agreement) Indonesia .Kanada yang pertama pada tahun 2008 di Bandung.2. on October 6-15.Canada) FIPPA (Foreign Investment on Protection and Promotion Agreement) Indonesia .Canada Round Negotiation Meeting in 2008 in Bandung. konsultan World Bank telah melakukan sejumlah kunjungan ke Indonesia. Since 2008 up to 2009. Update ROSC (Reports on the Observance of Standards and Codes) on Accounting & Auditing.

ACIA is a follow up of AIA (ASEAN Investment Area) agreement and ASEAN Agreement for the Promotion and Protection of Investment signed in Philippines on December 15.229 1) 2) The 5th Round Negotiation on Foreign Investment Protection and Promotion Agreement between Indonesia . ACIA merupakan tindak lanjut dari perjanjian AIA (ASEAN Investment Area) dan ASEAN Agreement for the Promotion and Protection of Investment yang ditandatangani di Philippine pada tanggal 15 Desember 1987. which was signed in Brunei on November 21.Canada tanggal 20 . Bapepam-LK also involved in discussion meeting on March 10-11.2. In addition. 12.13 Partisipasi Bapepam-LK dalam ASEAN-China FTA ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang ditandatangani di Brunei. pada tanggal 21 November 2001.17. The 7th Round Negotiation on Foreign Investment Protection and Promotion Agreement between Indonesia . Jawa Barat. merupakan perjanjian kerjasama antara negara-negara anggota ASEAN dengan China dalam rangka mewujudkan perdagangan bebas.2.2. is cooperation agreement between ASEAN member countries and China to create free trade.12 Partisipasi Bapepam-LK dalam Joint Study Group of Indonesia-India Joint Study Group of Indonesia-India adalah studi kelayakan kerjasama antara Indonesia dan India untuk melaksanakan perjanjian perdagangan bebas bilateral antara kedua negara. 2010.11 Partisipasi Bapepam-LK dalam ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) adalah perjanjian regional yang mengatur tentang investasi.2.Kanada is still in the process of agreement negotiation and finalization to come into mutual agreement that can create bilateral cooperation. The main objective of ACIA is to build a free and open investment regime in ASEAN in order to create economic integration in AEC through progressive liberalization of investment regime. The 7th Round Negotiation on Foreign Investment Protection and Promotion Agreement between Indonesia . 2009 in Bali.17 Juli 2009 di Bali. 12. 1987. The purpose of ACFTA is to increase trading volume and value of ASEAN member countries and China as a country with the biggest population and the highest economic growth in the world.12 Bapepam-LK Participation in Joint Study Group of Indonesia-India Joint Study Group of Indonesia-India is a feasibility study of cooperation between Indonesia and India for free bilateral trade agreement between both countries. Bapepam-LK actively involved in several meeting concerning reservation list among ministries chaired by Indonesia Investment Coordinating Board.Canada on July 15 . Sampai dengan saat ini FIPPA Indonesia .Canada on March 20 . 1) 2) The 5th Round Negotiation on Foreign Investment Protection and Promotion Agreement between Indonesia . Jawa Barat.22. Bapepam-LK involved in several inter-ministry meetings concerning Indonesia revised offer for ACFTA negotiation that would be applied in January 1.11 Bapepam-LK Participation in ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) is a regional agreement that provides investment regulation. Bapepam-LK terlibat dalam rapat antar Kementerian dan juga memberikan berbagai masukan dan tanggapan sesuai dengan kewenangan Bapepam-LK.13 Bapepam-LK Participation in ASEAN-China FTA ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). 2009 in Bogor.2. Bapepam-LK terlibat dalam beberapa rapat interKementerian mengenai pembahasan revised offer Indonesia untuk negosiasi ACFTA yang akan diberlakukan 1 Januari Up to now.Kanada masih dalam proses negosiasi serta penyempurnaan teks perjanjian untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi kepentingan kedua belah pihak sehingga tercipta kerjasama bilateral yang saling menguntungkan. 12. Bapepam-LK terlibat aktif dalam beberapa rapat pembahasan reservation list antar Kementerian yang dipimpin oleh BKPM. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .22 Maret 2009. 2009. Tujuan utama dari ACIA adalah menciptakan rezim investasi bebas dan terbuka di ASEAN dalam rangka mewujudkan integrasi ekonomi di bawah AEC melalui liberalisasi progresif rezim investasi. Bapepam-LK juga terlibat dalam rapat pembahasan pada tanggal 10-11 Maret 2009 di Bogor. 12.Canada tanggal 15 . 12.2. ACFTA bertujuan untuk meningkatkan volume dan nilai perdagangan antara negara-negara ASEAN dengan China yang merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. 2001. FIPPA Indonesia . 12.

workshop. Indonesia Stock Exchange.230 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation 2010. Jakarta. The workshop was participated by 150 participants coming from Securities Companies. Tokyo Stock Exchange). Pemerintahan. Academists. Bank Indonesia. b) Pengiriman wakil Bapepam-LK untuk mengikuti Stock Exchange Seminar fo ASEAN countries di Tokyo Jepang. dan UKM dan pihak Jepang sebagai narasumber (Japan Securities Dealer Association. Akademisi. Sending Bapepam-LK representatives to join Stock Exchange Seminar of ASEAN countries in Tokyo. Bapepam-LK an d JICA conducted the following activities: a) Organizing ≈Inspection and Examination System in The Stock MarketΔ Workshop on January 12 13. Bentuk dari kerjasama ini berupa pengiriman tenaga ahli long term ataupun short term dari Jepang.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . workshop. In 2009.1 Juli 2009 bekerjasama dengan Bapepam-LK. Asosisasi UKM. Perusahaan Efek. Akademisi. Pada tahun 2009. Perusahaan Modal Ventura. training dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kualitas pegawai Bapepam-LK serta memberi masukan dalam penentuan kebijakan. the Central Bank.12. Venture Capital Companies. Organizing ≈2nd Study Meeting on on the Creation of ≈Exercise MarketΔ for SMEsΔ workshop on June 30 .14 Kerja Sama Bilateral 1) Kerjasama Bapepam-LK dengan Japan International Cooperation (JICA) telah disepakati ≈Technical Cooperation for Capital Market DevelopmentΔ dari tahun 2006 sampai dengan 2009. and SMEs with source persons from Japan (Japan Securities Dealer Association.2. The cooperation was conducted in form of long-term and short-term specialists delivering from Japan. The cooperation was an assistance from Japan Government as development partner of Indonesia Government in accordance with the economic reform to create economic growth.FSA (Financial Services Agency)Japan dalam rangka pertukaran pengalaman. on May 26 . Selain itu.12 Februari 2009 di Hotel Borobudur. Workshop ini dihadiri oleh 120 peserta diskusi dari Pemerintahan. the Central Bank. 12. Bank Swasta. seminar. Commercial Bank. Dihadiri oleh 150 peserta dari kalangan Perusahaan Efek. the Government. 2009 at Hotel Borobudur.July 1. 2009 cooperated with Bapepam-LK. and SMEs with source persons from Japan (Securities Companies of D»Brain Securities. 12. SME Association. Japan Venture Capital Association). Japan Venture Capital Association). The workshop was attended by 120 participants coming from the Government. Bank Indonesia. c) Penyelenggaraan The 2nd Workshop on Enhancing Financial Accessibility for SMEs dengan topik ≈Study Meeting on the Creation of «Exercise» Market for SMEsΔ kerjasama JICA dengan Bapepam-LK pada tanggal 10 . dan pihak Jepang sebagai narasumber (Perusahaan Efek D»Brain Securities.FSA (Financial Services Agency)Japan for sharing experiences. Japan Venture Capital Association. Jakarta. poverty reduction. UKM. Bursa Efek Indonesia. Bapepam-LK dan JICA melakukan kegiatan antara lain: a) Penyelenggaraan Workshop ≈Inspection and Examination System in The Stock MarketΔ pada tanggal 12 . Academists.13 Juni 2009. fiscal balance. seminar. keseimbangan fiskal dan peningkatan daya saing internasional.June 13. Japan. SME Association. pengurangan kemiskinan.2. Bapepam-LK telah menyampaikan final offer Indonesia untuk sektor Non-Banking kepada TKBJ. and international competitiveness improvement. Tokyo Stock Exchange). Kerjasama ini merupakan bantuan dari Pemerintah Jepang sebagai partner pembangunan Pemerintah Indonesia dalam kerangka melakukan reformasi ekonomi sehingga dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Organizing The 2nd Workshop on Enhancing Financial Accessibility for SMEs with a topic of ≈Study Meeting on the Creation of «Exercise» Market for SMEsΔ in cooperation of JICA and Bapepam-LK on February 10 .14 Bilateral Cooperation 1) Cooperation of Bapepam-LK and Japan International Cooperation (JICA) has produced ≈Technical Cooperation for Capital Market DevelopmentΔ from 2006 up to 2009. d) Penyelenggaraan workshop ≈2nd Study Meeting on on the Creation of ≈Exercise MarketΔ for SMEsΔ pada tanggal 30 Juni . Bapepam-LK has delivered Indonesia final offer for nonbanking sector to TKBJ. 2009. 26 Mei . Securities Companies. b) c) d) BAPEPAM . domestic & overseas training to improve the quality of Bapepam-LK employees as well as to give inputs in policy making. Japan Venture Capital Association.13 Januari 2009 di Jakarta dengan nara sumber Pemeriksa aktif dari Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) . Asosisasi UKM. 2009 in Jakarta by presenting active investigators from Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) .

Bapepam-LK and SC Malaysia made a more specific cooperation agreement concerning sharia capital market development through capacity improvement of product development and marketing. Perusahaan Efek. Besides. Japan Venture Capital Association). Commercial Bank. b) In accordance with the signing of Letter of Intent between Bapepam-LK and SC Malaysia in 2008. pada tanggal 30 Oktober 2008 Bapepam-LK dan SC Malaysia juga melakukan kesepakatan kerjasama yang Securities Commission of Malaysia lebih spesifik mengenai pengembangan pasar modal syariah pada jurisdiksi masing masing melalui peningkatan kapasitas dalam bidang pengembangan produk serta pemasarannya.28 Juli 2009 untuk melakukan sharing informasi mengenai industri Reksa Dana pada masingmasing jurisdiksi khususnya terkait produk berbasis syariah. Perusahaan Efek. Workshop ini dihadiri oleh 100 peserta diskusi dari Pemerintahan. 2) e) JICA facilitated short apprenticeship program at the Financial Services Agency of Japan on June 9 11. Asosisasi UKM. Organizing ≈Challenges for Developing Indonesia»s Financial MarketsΔ Seminar on December 11. 2009 to share information about Investment Fund Industry related to sharia basis products. Bank Swasta. Selain itu. dan pihak Jepang sebagai narasumber (Perusahaan Efek D»Brain Securities. Penyelenggaraan Seminar ≈Challenges for Developing Indonesia»s Financial MarketsΔ pada tanggal 11 Desember 2009 bekerjasama dengan Bapepam-LK dan NRI (Nomura Research Institute). 1994 to provide mutual assistance for capital market development in respective jurisdiction and to exchange information. Bank Swasta. the Central Bank. Organizing ≈3rd Study Meeting on Exercise MarketΔ Workshop on October 27. Bapepam-LK had a visit from delegation of Securities Commission of Malaysia on July 27 . 2009. UKM. Bank Indonesia. Insurance Companies. the Central Bank. as well as Japan representatives. Bank Indonesia. Cooperation of Bapepam-LK with Securities Commission of Malaysia The cooperation was a follow up of MoU signed on January 12. 3) Kerjasama Bapepam-LK dengan USAid (United States Agency for International Development) Tim USAid melakukan scoping mission ke Bapepam-LK 3) Cooperation of Bapepam-LK with USAid (United States Agency for International Development) USAid team performed scoping mission to Bapepam-LK Laporan Tahunan 2009 Annual Report . f) g) g) 2) Kerjasama Bapepam-LK dengan Securities Commission of Malaysia Kerjasama antar kedua belah pihak merupakan tindak lanjut dari MoU yang disepakati tanggal 12 Januari 1994 untuk saling membantu dalam pengembangan pasar modal dijurisdiksi masing masing serta dalam pertukaran informasi. Japan Venture Capital Association). Bapepam-LK menerima kunjungan Delegasi Securities Commission of Malaysia pada tanggal 27 . Akademisi. SME Association. b) Dalam rangka menindaklanjuti penandatangan Letter of Intent antara Bapepam-LK dan SC Malaysia pada tahun 2008. and SMEs with source persons from Japan (Securities Companies of D»Brain Securities.28. The workshop was attended by 75 participants coming from the Government. Securities Companies. 2009 cooperated with Bapepam-LK. dan Asosiasi di Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. The workshop was attended by 100 participants coming from the Government. Pada tahun 2009. serta pihak Jepang. Academists. Perusahaan Asuransi. Workshop ini dihadiri oleh sekitar 75 peserta diskusi dari Pemerintahan. In 2009.11 Juni 2009.231 e) f) JICA memfasilitasi program magang singkat di Financial Services Agency of Japan pada tanggal 9 . Bapepam-LK and Securities Commission of Malaysia performed not only information exchange. Commercial Bank. Securities Companies. but also: a) Discussion concerning investor complaint handling on May 27. Tokyo for certain Bapepam-LK employees to learn about Internal Audit system. 2008. Bapepam-LK dan Securities Commission of Malaysia selain melakukan kerjasama dalam bidang pertukaran informasi juga melakukan: a) Pembahasan perihal penanganan investor complaint pada tanggal 27 Mei 2009. Dana Pensiun. 2009 in cooperation of Bapepam-LK and NRI (Nomura Research Institute). Pension Funds. on October 30. Tokyo bagi beberapa pegawai Bapepam-LK untuk mempelajari sistem Internal Audit. 2009. and Capital Market & Financial Institution Associations. Penyelenggaraan Workshop ≈3rd Study Meeting on Exercise MarketΔ pada tanggal 27 Oktober 2009 bekerjasama dengan Bapepam-LK.

Bentuk kerjasama ini dibentuk agar antara institusi pemerintah antar dua negara yang sejenis fungsinya dapat saling membantu (partnership) dalam pengembangan kapasitas masing masing melalui pertukaran keahlian. represented by 17 people comprising of securities companies. Sending Bapepam-LK representatives to ASIC Summer School 2009 & Secondment on 4 Subjects: Investment Management Compliance and Licensing. The purpose of the visit was to get information about capital market condition and mechanism as well as capital market education program in Indonesia as a big sharia capital market segment. came to Jakarta for exchange of information concerning capital market development. Perusahaan Efek. knowledge. and experts to build a long-term cooperation. The focus of Bapepam-LK and ASIC cooperation was technical capacity development of Bapepam-LK. The framework of such Australia Government assistance to indonesia Government was Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development (AIPRD). b) Pengiriman wakil Bapepam-LK ke ASIC Summer School 2009 & Secondment on 4 Subjects: Investment Management Compliance and Licensing. Cooperation of Bapepam-LK with Securities and Exchange Organization (SEO) of Iran As a follow up of MoU signing with SEO Iran in 2008 in term of institutional capacity improvement and information exchange. issuers. hakim dan regulator berkunjung ke Jakarta untuk melakukan pertukaran informasi terkait dengan perkembangan industri pasar modal pada masing-masing jurisdiksi. Kerjasama yang dilakukan antara Bapepam-LK dan ASIC pada tahun 2009 antara lain: a) Penyelenggaraan Workshop Investment Management Compliance bekerjasama dengan ASIC. judges. a cooperation between ASIC. Issuers and Jakarta Chambers of Commerce & Industry on July 21-22. Delegasi Iran melakukan kunjungan ke Bapepam-LK. and regulators. Securities Companies. Iran delegation visited Bapepam-LK. 5) 5) Cooperation of Bapepam-LK with Australian Securities and Investment Commission (ASIC) This cooperation was inclusive of Government Partnerships Fund (GPF) program which was an assistance program of Australia Government to indonesia Government for 5 years since 2005. ADB dan Australian Compliance Institute yang dilaksanakan pada tanggal 19 . The cooperation was formed to make the government institutions of both countries help each other (partnership) in respective capacity development through transfer of expertise. cooperation between Bapepam-LK and ASIC among others were: a) Organizing Investment Management Compliance Workshop. specialists of SEO Iran. Research on Investment Management. Bapepam-LK. Kerangka besar dari bantuan Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia adalah Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development (AIPRD) dimana GPF termasuk didalamnya.232 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation dan berdiskusi mengenai program bantuan pemerintah Amerika kepada pemerintah Indonesia dalam kerangka Indonesia-Financial Intermediation And Regulatory Support (I-First) sebesar US$15-20 Juta untuk menjalankan program pada periode 2009 2014. Bapepam-LK. 2009. pengetahuan dan tenaga ahli serta untuk membangun hubungan kerjasama jangka panjang yang baik antar kedua institusi.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .22 Juli 2009 ke Bapepam-LK. Research on Investment b) BAPEPAM . the SRO. ADB and Australian Compliance Institute held on January 19 . in which GPF was part of them. 4) Kerjasama Bapepam-LK dengan Securities and Exchange Organization (SEO) of Iran Menindaklanjuti penandatangan MoU dengan SEO Iran tahun 2008 dalam bidang peningkatan kapasitas kelembagaan serta pertukaran informasi maupun tenaga ahli SEO Iran diwakili oleh 17 orang yang terdiri dari berbagai unsur di pasar modal Iran seperti: Perusahaan Efek.23. Emiten dan Kadin berlangsung pada tanggal 21 . SRO. Emiten. Fokus kerjasama antara Bapepam-LK dan ASIC adalah pengembangan kapasitas Bapepam-LK secara teknis. 2009. Kerjasama Bapepam-LK dengan Australian Securities and Investment Commission (ASIC) Kerjasama ini termasuk dalam program Government Partnerships Fund (GPF) yang merupakan program bantuan Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia selama 5 tahun sejak 2005. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mengetahui secara garis besar kondisi dan mekanisme pasar modal serta program edukasi pasar modal di Indonesia sebagai pangsa pasar modal syariah yang besar.23 Januari 2009. Media Liaison dan International Requests yang 4) and discussed an assistance program from the USA Government to Indonesia Government under Indonesia-Financial Intermediation And Regulatory Support (I-First) framework of US$15-20 million for conducting the 2009-2014 program. In 2009.

ADB. dan TAMF (Technical Assistance Management Facility) pada tanggal 19-22 dan 26-29 Oktober 2009 di Jakarta dan kunjungan CEO ACI ke Bapepam-LK pada tanggal 20 Oktober 2009. Kerjasama dengan APRA difokuskan untuk membangun pengawasan berbasis risiko yang sesuai untuk diterapkan di industri Dana Pensiun dan Perasuransian di Indonesia. Bapepam-LK telah melaksanakan 4 kali kegiatan internship dalam rangka membangun sistem pengawasan berbasis risiko untuk industri Perasuransian. 2009 and at Bapepam-LK building on July 30. a cooperation between ASIC. ADB. and skills Laporan Tahunan 2009 Annual Report . especially the economic reform. 2009. Fasilitas ini dijalankan sebagai mekanisme yang fleksibel dan responsif yang mampu memberikan bantuan secara cepat dan efisien.Jakarta on June 11. Bapepam-LK conducted internship program 4 times to develop risk based supervision for insurance industry. axpertises. Bapepam-LK. Organizing Risk Management & Compliance Workshop. Media Liaison and International Requests conducted on February 24 . The cooperation form comprises of Australian experts and advisors assignment.March 14. 6) c) d) e) Management. Bapepam-LK and APRA have successfully developed a risk based supervision for Pension Fund Industry. Workshop Investment Management kerjasama Bapepam-LK dengan ASIC di Hotel Borobudur Jakarta pada tanggal 11 Juni 2009 dan Gedung Bapepam-LK pada tanggal 30 Juli 2009. 2009. as Insurance and Pension Fund regulator in Australia. and a visit from CEO ACI to Bapepam-LK on October 20. Penyelenggaraan Workshop Risk Management & Compliance bekerjasama dengan ASIC. became partner of Bapepam-LK. In 2009. kunjungan belajar ke Australia oleh pembuat kebijakan penting Indonesia untuk Cooperation of Bapepam-LK with Australian Prudential Regulation Authority (APRA) Cooperation with APRA is also an assistance from Australia Government to Bapepam-LK in Government Partnership Funds (GPF) framework. 2009. Kerjasama Bapepam-LK dengan Technical Assistance Management Facility (TAMF) Kerjasama ini juga merupakan bantuan dari Pemerintah Australia yang berawal sejak tahun 1999 untuk membantu di bidang economic governance yang mencakup pemberian layanan konsultasi terkendali dan berkesinambungan bagi lembagalembaga Pemerintah Indonesia. This facility is performed to serve as a flexible and responsive mechanism of providing a quick and efficient assistance.14 Maret 2009. a cooperation between Bapepam-LK and ASIC at Hotel Borobudur . Preparing investor education materials to improve public awareness upon capital market investment. Pengembangan Kapasitas pegawai Bapepam-LK dalam bidang Investment Management Compliance and Surveillance. study visit to Australia by Indonesia decision-maker to get a clear picture of Australia systems. f) 6) Kerjasama Bapepam-LK dengan Australian Prudential Regulation Authority (APRA) Kerjasama dengan APRA juga merupakan bantuan Pemerintah Australia kepada Bapepam-LK dalam kerangka Government Partnership Funds (GPF) dimana APRA sebagai regulator Perasuransian dan Dana Pensiun di Australia menjadi partner bagi BapepamLK. Pada tahun 2009. khususnya reformasi ekonomi. The ojective of this program is to help constructing public sector policy and conducting consistent program which is in line with the Indonesia Government reform agenda. in which APRA. and TAMF (Technical Assistance Management Facility) on October 19-22 and 2629. Tujuan program ini adalah membantu penyusunan kebijakan sektor publik dan pelaksanaan program yang konsisten dengan agenda reformasi Pemerintah Indonesia. Bentuk kerjasama meliputi penempatan pakar dan penasihat Australia. Penyusunan materi investor education dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat atas investasi di pasar modal. 2009 in Jakarta. penyelenggaraan seminar dan lokakarya di Indonesia. Bapepam-LK bersama APRA telah berhasil membangun sistem pengawasan berbasis risiko bagi industri Dana Pensiun. Australian Compliance Institute. Bapepam-LK. Capacity Development of Bapepam-LK employees in Investment Management Compliance and Surveillance area. Investment Management Workshop. 7) 7) Cooperation of Bapepam-LK with Technical Assistance Management Facility (TAMF) The cooperation is also an assistance from Australia Government started in 1999 to help economic governance application which covers controlled and continual consultancy services for Indonesia government institutions.233 c) d) e) f) dilaksanakan pada tanggal 24 Februari . The cooperation was focused on developing risk based supervision which was suitable for Indonesian Pension Fund and Insurance industries. Australian Compliance Institute. seminar & workshop in Indonesia.

Consultancy for Auditor Surveillance function in Bapepam-LK. seperti keikutsertaan pegawai Bapepam-LK dalam IFSA conference. The assistance was given in form of joint-research. South Korea. 8) Kerjasama Bapepam-LK dengan Pemerintah Korea Pemerintah Korea memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam kerangka Knowledge Sharing Program (KSP) dimana tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman Korea dalam membangun suatu bidang yang menjadi kebijakan penting melalui konsultasi dan training. ACI workshop on Risk Management and Compliance. 2009 to improve the role of Investment Management association. Bapepam-LK participated in a seminar of ≈Development of Financial System in Asia and KoreaΔ held by Ministry of Strategy and Finance and Korea Banking Institute on June 28 .: participation of Bapepam-LK employees in IFSA conference. Activities which were conducted by Bapepam-LK and TAMF in 2009 among others were: a) Change Management and Human Resources consultancy for development program of Bapepam-LK employees. 2009 in Seoul. 2009 in South Korea. 2009 to provide assistance in Knowledge Sharing Program. Brisbane pada tanggal 5 . Kegiatan yang dilakukan Bapepam-LK dengan TAMF pada tahun 2009 antara lain: a) Konsultan Change Management and Human Resources untuk program pengembangan pegawai Bapepam-LK. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk joint-research. Korea Selatan. Brisbane on August 5 .LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bapepam-LK attended Knowledge Sharing Program (KSP) for Indonesia 2009 Policy Practitioners» Workshop held on October 4-9. Series of activities conducted in 2009 in cooperation with the Government of Korea among others were: a) Bapepam-LK had a visit from delegation of Korean Development Institute (KDI) as Ministry of Strategy and Finance of Korea representatives on June 30. The purpose of the workshop was to form and improve policy management ability through experiences obtained in South Korea as part of Knowledge Sharing Program (KSP) for Indonesia 2009 activities. b) Pengiriman wakil Bapepam-LK ke IFSA Conference di Gold Coast. Adapun rangkaian kegiatan kerjasama dengan Pemerintah Korea pada tahun 2009 antara lain: a) Bapepam-LK telah menerima kunjungan delegasi Korean Development Institute (KDI) sebagai perwakilan Ministry of Strategy and Finance of Korea pada tanggal 30 Juni 2009 dalam rangka memberikan bantuan dalam kerangka Knowledge Sharing Program. c) Konsultan untuk melaksanakan fungsi Auditor Surveillance di Bapepam-LK.7. b) c) BAPEPAM . Facilitating and supporting activities with other donor. Workshop ini ditujukan dalam rangka membentuk dan meningkatkan kemampuan pengelolaan kebijakan melalui pengalaman di Korea Selatan sebagai salah satu bagian dalam rangkaian Knowledge Sharing Program (KSP) for Indonesia 2009.g. b) Bapepam-LK ikut berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan seminar mengenai ≈Development of Financial System in Asia and KoreaΔ yang diselenggarakan oleh Ministry of Strategy and Finance dan Korea Banking Institute pada tanggal 28 Juni-10 Juli 2009 di Seoul.7 Agustus 2009 dalam rangka meningkatkan peran asosiasi Investment Management. Sending Bapepam-LK representatives to IFSA Conference in Gold Coast. c) Bapepam-LK telah menghadiri Knowledge Sharing Program (KSP) for Indonesia 2009 Policy Practitioners» Workshop yang diselenggarakan pada tangga 4-9 Oktober 2009 di Korea Selatan. penempatan pejabat Indonesia di departemen dan lembaga Australia untuk mengamati dan mempelajari program-program Australia. assignment of Indonesia functionaries in Australia departments and institutions to observe and learn about Australia program. ACI workshop on Risk Management and Compliance.July 10. b) c) d) Cooperation of Bapepam-LK with the Government of Korea The Government of Korea provided assistance to Indonesia Government in Knowledge Sharing Program (KSP) framework to deliver Korea knowledge and experience in building an important policy through consultancy and training. e. keahlian dan keterampilan Australia yang relevan dengan Indonesia. d) Fasilitasi dan mendukung kegiatan dengan donor lain. 8) which are relevant for Indonesia.234 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation memberi gambaran atas sistem.

c) d) e) f) Laporan Tahunan 2009 Annual Report . SEO Iran. 2009 concerning ASEAN Link. SEC US. 2009. Indonesia. Adapun forum ini bertujuan untuk memperluas pemahaman akan konsep rule of law diantara negara-negara dalam tahap pengembangan demokrasi. Australian School of Business on April 1315.g. b) Having a visit from foreign parties. Hume. Bapepam-LK telah menghadiri undangan dari oleh Ambassador of the United States of America di Jakarta. b) Menerima kunjungan dari pihak asing seperti World Bank ≈Mission on Market IntegrityΔ pada tanggal 19 Maret 2009. dalam Rule of Law Forum. 2009. Jepang pada tanggal 19 Mei 2009 dan dihadiri oleh 140 peserta. e. SEC Thailand.October 12. c) Penyelenggaraan Workshop ≈Improving Financial Literacy and Investor Education Programs in IndonesiaΔ bekerjasama dengan Daiwa Institute of Research. DAIWA Securities SMBC on November 24. Japan on May 19. 2009 attende by 140 participants. Cameron R. in Rule of Law Forum. Indonesia.: ASIC.235 9) Lain-lain a) Melayani permintaan informasi publik dari regulator asing seperti misalnya ASIC. 2009. DAIWA Securities SMBC pada tanggal 24 November 2009 perihal Permintaan informasi mengenai Perijinan Perusahaan efek. and to share ideas and experiences for a better relationship. e. SEC US. khususnya proposal atas exchange»s trading platforms and connectivitas network. SEC Thailand. SEO Iran. Organizing ≈Improving Financial Literacy and Investor Education Programs in IndonesiaΔ Workshop cooperated with Daiwa Institute of Research. ADB. e) Pertemuan dengan COO Bursa Malaysia pada tanggal 27 Mei 2009 untuk membahas ASEAN Link. 2009 related to information request concerning Securities Comapnies business license. serta dari pihak asing lainnya. especially the proposal of exchange»s trading platforms and connectivitas network. Hume. Australian School of Business pada tanggal 13-15 April 2009.: World Bank ≈Mission on Market IntegrityΔ on March 19. BapepamLK visited the Ambassador of the United States of America in Jakarta. Cameron R. ADB. f) Pada tanggal 29 September -12 Oktober 2009. 9) Miscellaneous a) Responding to public information requests from foreign regulators. SC Malaysia and many others. Bapepam-LK had a visit from delegation of Privatization Committee of Bangladesh on May 28.g. d) Bapepam-LK telah menerima kunjungan delegasi Privatisasi Komite Pemerintah Bangladesh pada tanggal 28 Mei 2009 dalam rangka pertukaran informasi mengenai proses privatisasi BUMN melalui pasar modal. Having a meeting with COO Bursa Malaysia on May 27. 2009 to exchange information about privatizati process of state-owned enterprises through capital market. The purpose of the forum was to broaden knowledge of rule of law concept among countries in democracy development phase. and others. SC Malaysia serta dari pihak asing lainnya. On September 29 . disamping sebagai forum bertukar ide dan pengalaman dalam rangka meningkatkan hubungan timbal balik antara para pemimpin di Indonesia dan Amerika Serikat.

82 2.50 1.97 54 4.19 473 74.076.29 44.20 21.Rupiah) Jumlah Anggota BEI Number of IDX Members 2007 2008 2009 1.61 42.09 Reksa Dana / Investment Funds Total Nilai Kekayaan Bersih Reksa Dana (Rp Triliun) Net Asset Value of Investment Funds (Rp Trillion) Reksa Dana (Jumlah) Investment Funds (Number) 2007 2008 2009 92.28 47.019. Syariah (Rp Triliun) Bonds / Convertible Bonds / Syariah Bonds (Rp Trillion) 2007 2008 2009 78.15 25 39 31.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .087 13 15.46 25 20 14.10 44.38 93.04 62 23.50 26.67 15 28 31.66 32.09 125 118 117 BAPEPAM .Rupiah) Trading by Joint Venture Firms on IDX (% of Total .48 17 55.06 603 114.73 671 Pasar Sekunder / Secondary Market Kapitalisasi Pasar BEI (Rp Triliun) IDX Market Capitalization (Rp Trillion) Perdagangan Saham Tahunan BEI (Rp Triliun) IDX Annual Share Trading (Rp Trillion) Nilai Perdagangan Investor Asing di Pasar Sekunder BEI (% dari Total) Trading by Foreign Investors on IDX Secondary Market (% of Total) Pembelian Bersih oleh Investor Asing di Pasar Sekunder BEI (Rp Triliun) Net Purchases by Foreign Investors on IDX Secondary Market (Rp Trillion) Perdagangan Perusahaan Efek Patungan di BEI (% dari Total .30 1.064.33 13.38 975.050.236 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Ikhtisar Dalam Angka THE YEAR IN NUMBER Penawaran Umum / Public Offerings Total Penawaran Umum (Rp Triliun) Total Offerings of Stocks and Bonds (Rp Trillion) Total Penawaran Umum (Jumlah Emiten) Total Public Offerings of Stocks and Bonds (Number of Issuer) Penawaran Perdana Saham (Rp Triliun) Initial Public Offerings of Shares (Rp Trillion) Penawaran Perdana Saham (Jumlah Emiten) Initial Public Offerings of Shares (Number of Issuer) Penerbitan HMETD (Rp Triliun) Right Issue (Rp Trillion) Penerbitan HMETD (Jumlah Emiten) Right Issue (Number of Issuer) Penawaran Umum Obligasi (Jumlah Emiten) Bond Offering (Number of Issuer) Obligasi / Obligasi Konversi / Obl.21 25.988.80 18.18 24 30.28 1.71 88 17.

237 2007 Jumlah Perusahaan Efek Patungan di BEI Number of Joint Venture Members on IDX Nilai Rata-rata Perdagangan Perusahaan Efek Patungan di BEI (Rp Triliun) Average Annual Trading Value-Joint Venture Members on IDX (Rp Trillion) Persentase dari Total Nilai (Rp Miliar) Perdagangan Tahunan oleh 20 Anggota teraktif di BEI Percentage of Total Annual Trading Value (Rp Billion) by 20 Most Active Members on IDX Persentase dari 20 Anggota Teraktif yang merupakan Perusahaan Lokal di BEI (Rp Miliar) Percentage of 20 Most Active Members of the IDX that were Local Firms (Rp Billion) Nilai Rata-rata Perdagangan Tahunan Perusahaan Lokal yang termasuk 20 Besar di BEI (Rp Triliun) Average Annual Trading Value of Local Members that are in Top Twenty Firms on IDX (Rp Trillion) Nilai Rata-rata Perdagangan Tahunan dari Perusahaan Patungan yang termasuk 20 Perusahaan Teraktif di BEI (Rp Triliun) Average Annual Trading Value of Joint Venture Members on IDX that are in Top Twenty Firms (Rp Trillion) Perubahan Harga Rata-rata / Indeks BEI (%) Average Price Change of IDX Index (%) 2008 2009 23 38.20 69.54 2 *22 127 0.25 62.65 35.10 59.sanksi terhadap Perusahaan Efek / Sanctions Imposed on Securities Companies Banyaknya Perusahaan Efek yang dikenakan denda Number of Securities Companies Fined Denda yang dibebankan kepada Perusahaan Efek (Rp Miliar) Fines Imposed on Securities Companies (Rp Billion) Izin Usaha Perusahaan Efek yang Dibekukan Sementara Suspension on Securities Company Licences Izin Usaha Perusahaan Efek yang Dicabut Revokation on Securities Company Licences 103 5.37 56.58 0 7 * Keterangan: Ralat atas data dalam Laporan Tahunan Bapepam-LK Tahun 2008 mengenai jumlah Izin Usaha Perusahaan Efek yang dicabut.64 36.52 22.87 18.47 52.sanksi terhadap Emiten / Sanction on Issuers Jumlah Emiten yang dikenakan denda Number of Issuers Fined for Late Reporting Denda yang Dikenakan terhadap Emiten (Rp Miliar) Fines Imposed on Issuers (Rp Billion) 2007 2008 2009 136 6.48 23 39.31 86.41 288 8.96 0 *6 237 1.73 212 8.11 71.55 59.83 53.98 Penegakan Hukum di Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan/ Enforcement Actions on Capital Market and Financial Institution Sanksi .70 Sanksi .17 -50. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .61 18 48.72 23.

50 0 - BAPEPAM .10 1 - 3 7.80 0 3 10.08 2 0 0 0 0 4 0 0 Sanksi-sanksi terhadap Biro Administrasi Efek / Sanction on Securities Administration Agencies Jumlah Biro Administrasi Efek yang dikenakan denda Securities Administration Agencies Fined for Late Reporting Denda yang dibebankan pada Biro Administrasi Efek (Rp Juta) Fines Imposed on Securities Administration Agencies (Rp Million) Izin Biro Administrasi Efek yang Dicabut Securities Administration Agency Licences Revoked Bank Kustodian yang dikenakan denda Custodian Bank Fined Denda yang dibebankan pada Bank Kustodian (Rp Juta) Fines Imposed on Custodian Bank (Rp Million) Akuntan yang dikenakan denda Accountant Fined Denda yang dibebankan pada Akuntan (Rp Juta) Fines Imposed on Accountant (Rp Million) Izin Akuntan yang dibekukan sementara Suspension on Accountant License Izin Akuntan yang dicabut Revokation on Accountant License Sanksi-sanksi terhadap Penilai Sanction on Appraiser Denda yang dibebankan pada Penilai (Rp Juta) Fines Imposed on Appraiser (Rp Million) Penilai yang dikenakan Peringatan Tertulis Written Admonition on Appraiser Sanksi-sanksi terhadap Pegawai/Manajemen Emiten Sanction on employee/issuers management Denda yang dibebankan pada Pegawai/Manajemen Emiten (Rp Miliar) Fines Imposed on employee/issuers management (Rp Billion) 4 16.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .00 3 1.40 4 0 27 113.238 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number 2007 2008 2009 Sanksi-sanksi terhadap Wakil Perusahaan Efek / Sanction on Securities Companies Representative Izin Wakil Perusahaan Efek yang Dibekukan Sementara Suspension on Securities Company Representative Licences Izin Wakil Perusahaan Efek yang Dicabut Revokation on Securities Company Representative Licences Wakil Perusahaan Efek yang dikenakan denda Securities Company Representative Fined Denda yang dibebankan kepada Wakil Perusahaan Efek (Rp Miliar) Fines imposed on Securities Company Representative (Rp Billion) 1 2 18 5.90 8 124.30 9 13 16 45.01 3 8.70 5 2.70 77 114.90 14 55.80 1 9 12.

641 1.152 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .466 4.783 18.97 90 151 108 158 18.738 16.239 2007 Sanksi-sanksi terhadap Lembaga Keuangan / Sanction on Financial Institutions Denda Atas Keterlambatan Penyampaian Laporan Tahunan Perusahaan Asuaransi dan Reasuransi (Rp Juta) Fines Related to the Late Submission of Insurance and Reinsurance Companies Annual Report (Rp Million) Jumlah Dana Pensiun yang mendapatkan Sanksi atas Keterlambatan Penyampaian Laporan Tahunan Number of Pension Fund sanction on The Late Submission of Annual Report Peringatan Pertama Kepada Perusahaan Pembiayaan First Admonition to Finance Companies Peringatan Kedua Kepada Perusahaan Pembiayaan Second Admonition to Finance Companies Peringatan Ketiga Kepada Perusahaan Pembiayaan Third Admonition to Finance Companies Pencabutan Kegiatan Usaha Perusahaan Pembiayaan Suspension of Finance Companies Business Activities Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan Revokation of Finance Companies business licenses 2008 2009 230 412 1.831 21. Approvals.617 1.097 1.691 1.598 1.Dealers Perusahaan Efek sebagai Manajer Investasi Securities Companies Licensed as Investment Managers Wakil Perusahaan Efek / Securities Companies Representatives Wakil Perantara Pedagang Efek (Jumlah) Broker .47 93 137 93 4.495 5. Persetujuan dan Pendaftaran / Licensing. and Registrations Perusahaan Efek / Securities Companies Perusahaan Efek (Jumlah) Securities Company (Number) Perusahaan Patungan ( % ) Securities Companies that are joint venture ( % ) Perusahaan Efek sebagai Penjamin Emisi Efek Securities Companies Licensed as Underwriters Perusahaan Efek sebagai Perantara Pedagang Efek Securities Companies Licensed as Broker .143 1.721.5 - 42 45 21 13 6 7 33 46 28 15 6 16 Perijinan.99 93 138 99 157 18.Dealer (Number) Wakil Penjamin Emisi Efek (Jumlah) Underwriters (Number) Wakil Manajer Investasi (Jumlah) Investment Managers (Number) Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana Investment Fund Selling Agents 2007 2008 2009 169 16.

5 137.80 BAPEPAM .056 503 105 643 1.4 142.9 7.227 Perusahaan Pembiayaan / Finance Companies Jumlah Perusahaan Number of Companies Total Asset (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Kegiatan Pembiayaan (Rp Triliun) Financing Activities (Rp Trillion) Total Pinjaman (Rp Triliun) Total Loan (Rp Trillion) Laba Bersih (Rp Triliun) Net Income (Rp Trillion) 2007 2008 2009 217 127.40 212 168.240 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number 2007 Lembaga Penunjang / Supporting Institutions Bank Kustodian (Jumlah) Custodian Bank Approved (Number) Biro Administrasi Efek (Jumlah) Securities Administration Agencies Licensed (Number) Wali Amanat (Jumlah) Trust Agents Registered (Number) Pemeringkat Efek (Jumlah) Rating Agencies (Number) Lembaga Penilai Harga Efek Securities Price Valuation Institution 2008 2009 22 10 13 0 0 22 10 13 3 0 21 10 14 2 1 SRO / Self Regulating Organizations Izin Bursa Efek (Jumlah) Securities Exhanges Licensed (Number) Izin Lembaga Kliring dan Penjaminan (Jumlah) Clearing Guarantee Corporations Licensed (Number) Izin Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (Jumlah) Central Depositories Licensed (Number) Profesi Penunjang / Supporting Professionals Akuntan (Jumlah) Accountant (Number) Penilai (Jumlah) Appraiser (Number) Konsultan Hukum (Jumlah) Legal Consultant (Number) Notaris Notaries 1 1 1 1 1 1 1 1 1 490 102 619 1.40 198 174.50 101.30 107.5 109.80 4.70 76.9 6.187 538 110 656 1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

05 4 1.17 45.15 22.06 8.54 90 33.64 19.039 2.03 1.47 123.95 4 1.13 23.241 Perusahaan Pembiayaan / Finance Companies Modal Ventura / Venture Capital Jumlah Perusahaan Number of Companies Jumlah Pembiayaan /Investasi (Rp Miliar) Total Financing /Investment (Rp Billion) Nilai Aset (Rp Miliar) Asset Value (Rp Billion) 2007 2008 2009 60 4.50 1.28 0.05 4 2.69 45 102.40 50.42 17.676 2.19 1.37 90.10 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .81 19.78 60.61 1.802 66 5.84 1.58 91.19 11.97 89 38.01 22.53 46 136.44 38.62 1.091 74 2350 3230 Asuransi Kerugian / Non Life Insurance Jumlah Perusahaan Konvensional Number of Conventional Companies Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) Reasuransi / Reinsurance Jumlah Perusahaan Number of Companies Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) Asuransi Jiwa / Life Insurance Jumlah Perusahaan Konvensional Number of Conventional Companies Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) 2007 2008 2009 93 28.69 31.73 8.37 1.10 27.30 46 102.98 0.

50 2 87.90 141 21 26 30 6 140 22 27 29 8 141 22 28 29 13 BAPEPAM .59 3. TNI dan Polri / Insurance for Civil Servant.67 10. Armed Forces and Police Penyelenggara Asuransi Untuk PNS dan ABRI Administer Insurance for Civil Servants and Armed Forces & Police Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) Penunjang Usaha Asuransi / Supporting Insurance Bussiness Pialang Asuransi Insurance Brokers Pialang Reasuransi Reinsurance Brokers Penilai Kerugian Adjuster Konsultan Aktuaria Actuaries Consultant Agen Asuransi Insurance Agent 3 33.27 3 39.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .18 13.242 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number 2007 Asuransi Sosial / Social Insurance Penyelenggara Program Asuransi Sosial & Jamsostek Administer Social Insurance Program and Workers Social Security Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) 2008 2009 2 63.18 2.12 28.61 4.10 84.04 1.74 41.42 8.72 Asuransi PNS.78 10.49 5.34 64.48 13.02 62.51 32.36 2.51 3 51.56 2 66.30 7.

243 Dana Pensiun / Pension Fund Jumlah Dana Pensiun Yang Masih Teregistrasi Number of Registered Pension Fund Kekayaan Dana Pensiun (Rp Triliun) Pension Fund»s Asset (Rp Trillion) Kekayaan Dana Pensiun Pemberi Kerja (Rp Triliun) Employer»s Pension Fund»s Asset (Rp Trillion) Kekayaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (Rp Triliun) Financial Institution Pension Fund»s Asset (Rp Trillion) Investasi Dana Pensiun (Rp Triliun) Pension Fund»s Investment (Rp Trillion) Investasi Dana Pensiun Pemberi Kerja (Rp Triliun) Employer Pension Fund»s Investment (Rp Trillion) Investasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (Rp Triliun) Financial Institution Pension»s Investment Fund (Rp Trillion) 2007 2008 2009 288 91.13 276 102.76 13.3 97.5 89.11 Pegawai Bapepam-LK / Bapepam-LK Staffing Total Pegawai Total Staff Pegawai Tingkat Pendidikan D I ke bawah Staff with College Diploma I or Lower Pegawai Tingkat Pendidikan Diploma III Staff with College Diploma III Pegawai Tingkat Pendidikan Perguruan Tinggi / S1 Staff with Undergraduate Degree Pegawai Tingkat Pendidikan Master / S2 Staff with Master Degree Pegawai Tingkat Pendidikan Doktoral / S3 Staff with Doctoral Degree * ) Ket : Total pegawai sebanyak 862 sudah termasuk CPNS Sarjana dan CPNS Diploma I & III STAN Tahun Anggaran 2008 sebanyak 115 orang.90 78.78 9.29 281 90.39 87.42 11.61 9.10 11.35 79.55 75.2 13. 2007 2008 2009 *) 862 215 93 337 213 4 771 198 84 296 189 4 775 217 71 281 201 5 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .87 84.25 86.17 81.

333.856.10 1.00 41.588.725.80 111.993.130.80 111.642.836. 162 182 232 249 268 302 305 317 342 374 396 405 417 425 437 461 478 490 Nilai (Rp Juta) Value (Rp Million) Per Tahun Kumulatif Per Year Cumulative 1.515.30 39.665.014.00 1.90 14.50 0 25.40 16.00 3.181.207.130.50 26.70 20.194.00 5.50 1.799.00 7.906.787.965.00 27.172.950.70 1.484.70 2.792.527.421.30 111.20 9.143.90 20.50 1.244.852.428.096.20 8.997.80 111.10 30.995.30 48.40 92.00 27.50 68.00 805.50 35.60 169.453.865.30 65.924.226.906.40 90. 1.162.947.804.298.094.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .003.70 1.662.772.700.481.00 8.20 32.60 88.40 2.356.928.064.244 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Emisi Saham / Initial Public Offerings 1977 .967.70 4.512.946.508.219.244.002.30 45.037.5 0 0 0 20.661.50 27.494.113.2009 Emiten `Issuer Tahun Year 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Per Tahun Per Year 1 0 3 2 3 5 9 1 0 0 0 1 42 65 13 17 20 50 17 19 34 3 12 25 32 22 9 12 8 12 24 17 12 Kumulatif Cumulative 1 1 4 6 9 14 23 24 24 24 24 25 67 132 5.906.144.107.575.845.777.300.059.018.22 145 626.479.740.50 1.087.406.651.20 7.763.20 23.787.706.059.196.025.60 743.40 23.778.359.166.30 320.039.00 1.50 37.240.00 73.456.247.80 131.1 BAPEPAM .00 10 29.10 110.520.701.60 7.244.30 3.244.125.606.30 3.900.682.90 17.787.80 4.

00 20.000.000.00 5.00 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative Laporan Tahunan 2009 Annual Report .000.000.00 100.000.00 80.000.000.00 40.00 15.000.000.00 10.000.00 20.00 0.00 90.000.00 30.00 60.00 50.000.000.245 Jumlah Emiten Saham Number of Stock Issuer 70 60 50 40 300 30 20 10 0 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 200 100 0 600 500 400 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative Nilai Emisi Saham (Rp Miliar) Value of Stock Issuance (Rp Billion) 25.000.000.00 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 0.00 70.00 10.

00 4.00 2.00 131.2009 Tahun Year 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Obligasi Efektif Bond Effective Per tahun Per year 7 2 3 1 3 11 24 7 3 21 16 7 9 13 24 1 9 19 6 14 57 39 22 15 45 34 28 Emiten Issuer Per tahun Per year 3 0 0 0 0 6 13 1 1 10 9 3 4 5 15 0 6 15 3 6 36 16 7 3 11 5 5 Kumulatif Cumulative 3 3 3 3 3 9 22 23 24 34 43 46 50 55 70 70 76 91 94 100 136 152 159 162 173 178 183 Nilai Emisi (Rp juta) Value (Rp million) Per tahun Kumulatif Per year Cumulative 154.992.751.450.40 179.00 130.535.000.00 619.00 23.218.00 2.433.000.520.00 8.40 Jumlah Emiten Obligasi Number of Bond Issuer 40 35 30 200 180 per tahun/per year 140 120 100 80 60 25 20 15 10 5 0 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 40 20 0 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative BAPEPAM .481.000.00 18.150.00 83.00 91.100.283.115.00 125.890.00 3.00 26.718.849.718.740.00 28.433.849.00 31.000.00 31.00 2.00 6.090.185.812.00 14.850.526.000.00 929.246 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Emisi Obligasi / Bond Issuance 1983 .215.350.751.824.000.00 400.00 5.000.000.640.00 1.00 404.401.100.856.718.023.190.000.40 148.750.718.00 150.174.00 8.00 1.00 7.641.003.787.000.000.093.841.130.473.204.000.LK Continuous Improvement for a Brighter Future kumulatif/comulative 160 .00 18.960.691.00 224.00 1.00 154.005.00 31.473.905.433.500.00 11.00 11.875.718.00 5.00 2.761.662.080.375.00 102.00 63.433.00 50.00 535.718.00 535.271.400.555.205.218.169.015.00 2.000.718.00 6.00 354.090.00 935.849.533.694.00 19.000.00 134.00 37.218.835.00 70.613.000.

000 80.70 220.375.151.200.632.50 260.723.00 11.40 15.177.503.110.179.228.00 4.869.499.274.000 0 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative Penerbitan HMETD / Right Issuance 1989 .804.908.762.710.000 10.80 6.924.236.268.466.000 60.70 11.176.499.345.182.70 316.194.50 14.887.000 40.890.661.248.778.10 1.827.50 9.967.096.981.474.269.187.000.40 2.89 45.292.2009 Tahun Year 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 HMETD Efektif Effectives Right Per Tahun Per Year 4 12 8 13 22 30 17 38 36 18 30 19 13 11 11 18 16 17 25 25 15 Emiten Issuer Per Tahun Per Year 4 9 8 10 19 23 10 19 20 10 14 10 7 4 5 9 5 6 12 13 7 Kumulatif Cumulative 4 13 21 31 50 73 83 102 122 132 146 156 163 167 172 181 186 195 204 217 224 Nilai (Rp juta) Value (Rp million) Per tahun Kumulatif Per Year Cumulative 45.229.361.00 194.469.398.450.10 26.570.20 572.10 209.70 15.671.091.20 527.676.978.20 230.473.458.000 180.90 4.70 177.30 17.054.90 340.285.934.434.600.99 Laporan Tahunan 2009 Annual Report kumulatif (Rp Milyar)/comulative (Rp Billion) per tahun (Rp Milyar)/per year (Rp Billion) .000 100.90 214.20 2.331.000 20.927.351.000 160.681.457.510.818.000 25.40 3.926.00 47.70 8.000 140.301.150.481.935.20 55.000 0 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 200.00 30.247 Jumlah Emisi Obligasi Value of Bond Issued 35.60 5.356.60 207.075.000 5.423.20 912.000 15.342.000 20.630.10 4.90 42.00 198.491.000 120.233.70 129.50 3.10 331.768.096.30 5.000 30.

000 60.000 0 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative BAPEPAM .000 50.000 80.000 100.000 120.000 300.000 200.248 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Jumlah Penawaran Umum Terbatas Number of Rights Issuance 40 35 250 200 150 100 50 0 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 30 25 20 15 10 5 0 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative Nilai Penerbitan HMETD Value of Rights Issued 350.000 100.000 250.000 150.LK Continuous Improvement for a Brighter Future kumulatif (Rp Milyar)/comulative (Rp Billion) per tahun (Rp Milyar)/per year (Rp Billion) kumulatif/comulative per tahun/per year .000 20.000 0 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 140.000 40.

32 4.000 250.36 41.097.66 7.95 8.745.978.000 200.349.60 2.234 15.665.74 60.952.487 51.52 6.007.00 Jumlah Saham/ Unit yang Beredar Number of Outstanding 1.020.82 84.589.770.482 24.249 Reksa Dana / Investment Funds 1996 .83 69.224 352.139.232.55 3.758.405.974.77 46.000 300.701.102.613.210.72 104.090.065.992.127 39.21 60.000 0 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Laporan Tahunan 2009 Annual Report .63 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 25 77 81 81 94 108 131 186 246 328 403 473 603 671 Nilai Kekayaan Bersih Net Asset Value 140 120 Rp Triliun/ Rp Trillion 100 80 60 40 20 0 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Pemegang Unit Penyertaan Unit Holder 400.000 150.523.2009 Periode Period Jumlah Number Pemegang Saham/Unit Penyertaan Unit Holder 2.916.515.192 NAB (Rp Milyar) NAV (Rp Billion) 2.81 114.82 29.991 325.880.474.723 125.702.24 69.712 299.063 254.373.620.190.795.782.049.000 50.967.10 5.73 51.379.447.003.037.143.660 202.17 4.98 36.000 100.262.572.370.000 350.429 357.303.140.892.771.26 4.769.82 5.71 21.061.08 92.63 74.820 171.049.441 20.976.942.700.006.950.680.60 53.

029 2.233 4.000 10.Dealer Wakil Penjamin Efek Emisi Underwriters Wakil Efek Manajer Investasi Investment Manager Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana Investment Funds Selling Agents 158 19 120 276 559 1.000 25.2009 Tahun Year Wakil Perantara Pedagang Broker .000 5.831 Izin Wakil Perusahaan Efek Securities Company Representative Licenses 35.000 30.152 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Total 34 64 331 202 161 396 407 334 631 637 190 71 72 165 217 210 475 463 5.250 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Izin Wakil Perusahaan Efek/Securities Company Representative Licenses 1992 .000 0 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year WPPE/B-D WPEE/U WMI/IM WAPERD/IFSA Izin Usaha Perusahaan Efek Securities Company Licenses 250 200 150 100 50 0 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year PPE/B-D PEE/U MI/IM BAPEPAM .476 3.680 18 6 55 54 116 200 122 80 114 205 113 156 176 129 75 119 47 48 1.080 5 78 127 95 184 292 156 92 136 124 70 44 42 53 52 48 43 39 1.165 2.190 1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .000 20.233 2.657 21.944 1.

2009 Tahun Year Perantara Pedagang Efek (PPE) Broker .2009 Tahun Year 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Biro Adm. Agencies 8 13 13 13 13 13 13 13 13 11 13 13 12 12 11 11 10 10 10 10 Wali Amanat Trust Agents 13 16 17 15 15 14 13 13 13 13 13 13 13 14 Bank Kustodian Custodian Banks 12 18 21 23 24 25 28 27 20 20 20 20 20 19 19 21 22 22 21 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .Dealer 124 121 111 211 205 205 190 189 182 178 159 150 152 151 138 137 Penjamin Emisi Efek (PEE) Underwriters 82 88 100 116 112 112 115 116 116 113 101 89 91 90 93 93 Manajer Investasi (MI) Investment Manager 47 54 62 60 61 66 70 79 92 98 100 104 108 108 99 93 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Lembaga Penunjang Pasar Modal (akumulasi) / Capital Market Supporting Institutions (accumulative) 1990 . Efek Securities Adm.251 Izin Usaha Perusahaan Efek (akumulasi)/Securities Company Licenses (accumulative) 1992 .

227 + 61 17 68 116 137 132 107 50 89 160 83 131 40 Konsultan Legal Consultant ^ + 19 54 58 58 102 173 232 275 338 408 469 511 550 575 589 619 643 656 35 4 44 71 59 43 63 70 61 42 39 25 14 29 24 13 Hukum Penilai Appraiser ^ + 20 36 42 42 47 53 61 69 89 96 102 107 112 113 74 102 105 110 16 6 5 6 8 8 20 7 6 5 5 1 0 28 3 5 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 BAPEPAM .187 1.056 1.000 500 0 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Akuntan/Accounting P K.500 1.000 1.000 2. P Notaris/Notaries Penilai/Appraisal Profesi Penunjang Pasar Modal/Capital Market Supporting Profesionals 1992 . Hukum/Law.252 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institutions 30 25 20 15 10 5 0 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year BAE/SAA WA/TA BK/CB Profesi Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Profesional 3.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .2009 Tahun Year Akuntan Accountant ^ + 103 136 152 178 208 226 236 236 256 274 291 330 404 427 465 490 503 538 33 16 26 30 18 10 0 20 18 17 39 74 23 38 25 13 35 Notaris Notaries ^ 41 102 119 187 303 440 572 679 729 817 977 1.500 2.

89 120.531.599.26 445.381.2009 Periode Period Volume (saham) (shares) Nilai (Rp Milyar) Value (Rp Billion) 32.268.209.708.762.727.815 234.170.064.78 125.582.588 436.868.465 1.841.247 29.91 518.92 4.51 975.437.518.486.895 148.691.055 787.053 698.013 90.646.670.308.176.582.779 134.58 598.51 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 10.76 92.884.845.050.228 1.225.935.278.453.357.50 75.846.34 1.708 Kapitalisasi Pasar Market Capitalization 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 9 5 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Saham (milyar)/Share (billion) Nilai (trilyun)/Value (trillion) Laporan Tahunan 2009 Annual Report .527.53 304.527.653.385.333.805.30 1.737 722.777.11 492.729.093.774.585.7 376.810.086.282.77 4.314 Nilai/Value (Rp M/Bn) 131.006.892.046.778.61 247.920 1.70 147.82 120.252 311.684.81 1.069.378.351.617.039.647.620.93 406.034.37 403.768.522.264 3.99 122.12 1.444.971.474 411.587.024.744 562.154.435.340.423 1.708.217 401.805.838 76.207.030.740 366.53 4.93 1.325 1.610 603.879.468.7 513.944 171.17 99.529.541.23 Hari Bursa Trading Day 246 249 246 247 247 239 246 245 242 241 243 242 246 240 241 Rata-rata Perdagangan Trading Average Volume (saham/shares) 43.006.955 4.253 Perdagangan Saham BEI/IDX Share Trading 1995 .970 178.027 6.14 489.518 967.229 118.

123.668.6 693.43 1.626.374.805.78 460.504 1.48 339.814.63 1.728.500 Nilai Kapitalisasi ( Rp Milyar ) Value (Rp Billion) 152.20 1.204 924.658.988.198.48 470.186.36 Terendah Low 414.17 637.31 404.256.375.591 656.11 342.246.52 2.319 939.2 512.166 846.171.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .83 554.23 1.620.36 BAPEPAM .70 1.249.48 994.123.544.22 551.306.2009 Periode Period 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Saham Tercatat Listed Shares 45.612 170.833.513.20 1.47 379.53 2.213 885.417 Kapitalisasi Pasar Market Capitalization 2.70 1.39 1.000 500 0 9 5 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI/Share Price Index on IDX 1995 .91 416.1 716.810.2009 Tahun Year 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Tertinggi High 519.359.488.43 401.804.949.173.534.346 1.96 2.929.84 637.52 2.240.074.35 668.411.510.03 676.447.32 392.534.03 1.000.240.46 215.53 256.549.43 740.399 135.678.000 1.258.111.45 1.41 2.987.96 239.83 372.92 259.355.794.138.554.73 268.96 679.94 691.131.830.07 801.98 451.252.10 159.026.46 703.654.465.89 1.128.162.883.108 1.83 1.805.076.105 829.5000 1.004.85 337.490.745.019.787.314 1.672.985.04 1.26 2.93 175.13 Rp Trilyun/Rp Trillion 2.11 Akhir End 513.254 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Nilai Kapitalisasi Pasar BEI/IDX Market Capitalization 1995 .365.71 398.554 712.03 424.125 77.77 1.192.422.326.

4 6.9 95.9 10.6 9.000 500 0 9 5 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Perusahaan Pembiayaan/Financing Companies 2001 .8 26.1 2007 217 127.3 107.5 2006 214 108.4 67.5 102.7 3.1 60.7 8 0.5 4.4 9.3 10.5 65.1 10 0.5 31.6 1.2009 (Triliun Rp) Uraian/Description Jumlah Perusahaan (unit)/Number of Companies(unit) Total Aset/Total Assets Kegiatan Pembiayaan/Financing Activities Sewa Guna Usaha/Leasing Anjak Piutang/Factoring Kartu Kredit/Credit Card Pembiayaan Konsumen/Consumer Financing Pinjaman/Loan1) Bank/Banks Lainnya/Others Obligasi/Bonds Modal/Capital Laba (Rugi) Tahun Berjalan/Profit(Loss) 2001 245 37.9 93.5 21.1 83.2 50.0 14.4 18.3 32.8 2003 239 50.1 2002 244 39.1 21.0 102.2 11.5 66 61.2 2.1 18.9 2004 237 78.9 4 4.6 40.4 2 20.7 -0.1 7.7 9.7 36.1 17.8 48.2 1.5 2.5 137.9 1.1 12.9 39.4 3.9 37.5 32 3 1.0 0.4 142.9 87.9 11.000 1.9 24.4 55 10.2 2 0 67.8 9.000 2.4 2008 212 168.5 46.6 -0.1 49.5 32.2 1.255 Index Harga Saham Gabungan BEI Composite Share Price Index of BEI 3.5 2.8 0 62.7 3 2005 236 96.9 3.500 IHSG/CSP 2.4 31.6 1.5 1.0 89.7 13.8 65.7 11.7 3 1.2 109.3 44.8 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .2 11.1 41.4 2009 198 174.9 92.8 9.5 8.6 76.7 2.4 10.4 28.9 10.2 12.5000 1.

1 1.4 6 5 4 3 2 1 0 -1 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 -0.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .2009 7.2009 160 140 Rp Triliun/Rp Trillion 120 100 80 60 40 20 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Total Pembiayaan/Total Sewa Guna Usaha/Leasing Anjak Piutang/Factoring Kartu Kredit/Credit Card Pembiayaan Konsumen/Consumer Financing Total Laba (Rugi) 2001 -2009 Total Income (Loss) 2001 .4 Rp Triliun/Rp Trillion Tahun/Year BAPEPAM .2009 250 230 Unit/Units 210 190 170 150 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Jumlah Perusahaan Pembiayaan 2001 -2009 Number of Financing Companies 2001 .8 8 7 6.5 4.9 3 3.256 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Jumlah Perusahaan Pembiayaan 2001 -2009 Number of Financing Companies 2001 .8 1.1 3.

9 0.5 30.257 Sumber Dana & Penggunaan Dana Perusahaan Pembiayaan/Financing Companies Sources of Fund 2001 .9 52 43 14.3 107.2 2002 39.2 0.5 49.1 18.7 168.4 2005 96.3 30 3 0.7 3 6.5 108.9 93.9 32.4 78.6 3.9 0.8 18.9 18.1 4.1 7.5 67.7 13.2 25 24.7 0.2 2003 50.4 89.2 11.8 2007 127.2 5.1 18.3 3 0.1 36.1 13.1 4.6 2006 108.4 10.9 9.1 2.5 96.8 174.6 6 37.9 24.5 10.7 6.5 8.5 109.1 14.9 55 29.7 10.9 9.8 25.2 53.5 3.7 35.7 2004 78.2 11.8 Sumber Pendanaan 2001 -2009 Sources of Fund 2001 .1 0.6 40.8 39.4 14.1 20.1 21.6 9.4 20.2009 (Triliun Rp) Uraian/Description Sumber Pendanaan/Source of Financing Pinjaman Bank/Bank Loan Dalam Negeri/Domestic Luar Negeri/Foreign Lainnya/Others Obligasi/Bonds Modal/Capital 2) Lain-lain/Others Penggunaan Dana/Use of Funds Pembiayaan/Financing Deposito bank/Bank Deposit Penyertaan Saham/Stocks Lain-lain/Others 2001 37.8 13.2 11.1 12.9 39.2 7 10 0.2 18.6 1.9 4 4.7 11.4 2008 168.2 20.7 13.4 142.9 14.2 10.9 10.1 25.1 39.2009 200 180 160 Rp Trilyun/Rp Trillion 140 120 100 80 60 40 20 0 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Total Penggunaan Dana/Total Deposito/Deposit Lain-lain/Others Pembiayaan/Financing Penyertaan Saham/Stock Laporan Tahunan 2009 Annual Report .5 32.5 137.5 13.3 21.2 12.7 6.9 10.6 9.4 3 0.1 12.3 65.9 55.6 14.1 127.4 2009 174.7 50.1 12.1 0.7 -0.

2009 200 180 160 Rp Triliun/Rp Trillion 140 120 100 80 60 40 20 0 -20 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Pinjaman/Loan Lain-lain/Others Obligasi/Bondi Total Pendanaan/Total Modal/Capital Dana Pensiun /Pension Fund 2002 .36 Jumlah Dana Pensiun Number of Pension Fund 420 Dana Pensiun/Pension Fund 360 300 240 180 120 60 0 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year BAPEPAM .258 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Penggunaan Dana 2001 -2009 Use of Fund 2001 .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .17 77.17 90.21 49.35 112.81 65.2009 Tahun Year 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah Dana Pensiun Number of Pension Fund 345 336 321 312 297 288 281 276 Aset (Rp Trilyun) Assets (Rp Trillion) 41.70 91.64 58.

000 60.546.5 33.777.8 28.034.780.418.6 34.3 1.8 63.606.2 2.490.7 87.0 38.8 21.2 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 16.313.621.1 102.3 71.254.000 80. security armed forces and police 16.8 20.000 40.180.940.5 51.304.7 Asuransi PNS.8 32. TNI dan Polri/Insurance for civil servants.148.562.221.4 19. dan Polri Insurance for civil servants.760.5 953.000 100.0 27.7 136.8 1.2009 Tahun Year Asuransi Kerugian Non Life Insurance Reasuransi Reinsurance Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Sosial dan Jamsostek Social insurance and workers social 27.7 44.076.2 66.369.369.826.128.172.0 33.000 140.5 53.034.4 40.6 Kekayaan Industri Perasuransian Assets of Insurance Industry 160.000 Rp Miliar/Rp Billion 120.932.878.3 1. TNI.9 39. armed forces and police Laporan Tahunan 2009 Annual Report .371.8 816.404.246.5 1.000 20.2 23.8 51.147.6 22.000 0 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Asuransi Kerugian/Non Life Insurance Reasuransi/Reinsurance Asuransi Jiwa/Life Insurance Asuransi Sosial dan Jamsostek/Sosial insurance and workers social security Asuransi PNS.598.4 102.259 Aset Dana Pensiun Assets of Pension Fund 120 Rp Triliun/Rp Trillion 100 80 60 40 20 0 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Kekayaan Industri Asuransi / Asset of Insurance Industry 2003 .908.197.

000 60.541.102.30 36.1 789.000 Rp Miliar/Rp Billion 120.061.50 Asuransi Jiwa Asuransi PNS.90 14.727.606. TNI dan Polri/Insurance for civil servants.191. armed forces and police 14.60 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 10.80 39.191.8 978.2009 Tahun Year Asuransi Kerugian Non Life Insurance Reasuransi Reinsurance Asuransi Sosial dan Jamsostek Life Insurance Social insurance and workers social security 26.20 13.804.000 80.90 32.478.50 16.50 62.10 17.40 19.40 1.812.30 45.260 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Investasi Industri Asuransi / Investment of Insurance Industry 2003 .187.054.60 62.90 41.385.50 511.503. TNI.914.70 Investasi Industri Perasuransian Investment of Insurance Industry 140.70 28.358.80 26.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .80 27.4 864.40 84.000 20.00 22.372.10 23.439.10 33.039.10 50.90 123.000 0 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Asuransi Kerugian/Non Life Insurance Reasuransi/Reinsurance Asuransi Jiwa/Life Insurance Asuransi Sosial dan Jamsostek/Sosial insurance and workers social security Asuransi PNS.843.10 91.60 64.438.027.000 100.000 40.181. armed forces and police BAPEPAM .2 1.70 19.670.148.210.80 90.355.5 648. dan Polri Insurance for civil servants.236.414.395.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report .261 Jumlah Pegawai Bapepam-LK Berdasarkan Pendidikan 2009 Bapepam-LK Employee based on Educational Level Compotition 2009 NO UNIT ORGANISASI SD SLTP SLTA DI PNS 16 0 1 0 0 0 0 0 0 1 4 4 0 TINGKAT PENDIDIKAN D III S1 CPNS PNS CPNS PNS 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 14 2 2 4 4 4 5 5 2 9 7 13 1 2 1 1 1 1 4 0 1 2 1 1 3 61 14 21 7 17 15 18 17 5 22 28 25 4 CPNS 7 8 3 8 4 8 5 6 6 6 11 7 4 S2 PNS 41 11 14 15 10 19 17 12 19 9 18 14 13 JUMLAH S 3 CPNS PNS CPNS 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 12 9 5 11 6 10 9 9 8 8 13 9 6 204 39 49 35 42 51 45 45 31 53 66 67 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 SEKRETARIAT 8 4 58 Secretary BIRO PBH 0 0 12 Regulation and Legal Counsil Bureau BIRO RISTI 0 1 9 Research and Information Technology Bureau BIRO PP 0 0 9 Enforcement Bureau BIRO PI 2 0 9 Investment Management Bureau BIRO TLE 0 0 13 Market Institutions and Transaction Bureau BIRO PKPSJ 0 1 4 Service Sector Corporate Bureau BIRO PKPSR 1 1 9 Real Sector Corporate Bureau BIRO SAK 0 0 4 Accounting Standards and Disclosure Bureau BIRO P2 0 1 11 Financing and Guarantee Bureau BIRO PERASURANSIAN 0 1 8 Insurance Bureau BIRO DANA PENSIUN 0 0 11 Pension Fund Bureau BIRO KEPATUHAN INTERNAL 1 0 1 Internal Compliance Bureau JUMLAH/NUMBER 12 TOTAL SELURUHNYA/TOTAL 9 158 26 10 72 21 254 83 212 1 4 115 747 862 * Ket : Total pegawai sebanyak 862 sudah termasuk CPNS Sarjana dan CPNS Diploma I & III STAN Tahun Anggaran 2008 sebanyak 115 orang.

6 3 0.7 152 17.0 84 9.3 862 * Ket : Total pegawai sebanyak 862 sudah termasuk CPNS Sarjana dan CPNS Diploma I & III STAN Tahun Anggaran 2008 sebanyak 115 orang. IV 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 % GOLONGAN Gol.7 491 57.6 31 3. I 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 4 % 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 26 JUMLAH 216 48 54 46 48 61 54 54 39 61 79 76 SEKRETARIAT 21 10 Secretary BIRO PBH 7 15 Regulation and Legal Counsil Bureau BIRO RISTI 8 15 Research and Information Technology Bureau BIRO PP 5 11 Enforcement Bureau BIRO PI 7 15 Investment Management Bureau BIRO TLE 9 15 Market Institutions and Transaction Bureau BIRO PKPSJ 8 15 Service Sector Corporate Bureau BIRO PKPSR 7 13 Real Sector Corporate Bureau BIRO SAK 6 15 Accounting Standards and Disclosure Bureau BIRO P2 5 8 Financing and Guarantee Bureau BIRO PERASURANSIAN 8 10 Insurance Bureau BIRO DANA PENSIUN 5 7 Pension Fund Bureau BIRO KEPATUHAN INTERNAL5 19 13 Internal Compliance Bureau JUMLAH Number 101 11. III Gol. II PNS % CPNS % PNS 119 26 36 23 29 38 31 29 20 37 47 43 50 55 54 67 50 60 62 57 54 51 61 59 57 4 7 8 3 8 4 8 6 6 6 6 11 7 15 3 17 6 17 8 13 11 11 15 10 14 9 1 64 6 5 7 5 4 6 8 5 11 11 19 4 % 30 13 9 15 10 7 11 15 13 18 14 25 2 CPNS 5 1 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 8 % 2 2 4 7 4 3 6 6 5 3 3 3 1 Gol. BAPEPAM .262 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Jumlah Pegawai Bapepam-LK Berdasarkan Golongan 2009 Bapepam-LK Employee based on Group Level 2009 NO UNIT ORGANISASI Gol.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

Laporan Tahunan 2009 Annual Report .263 The improvements in industry performance and market achievements noted earlier would not have materialized without the full support of government and market participants in the strategic programs initiated by Bapepam-LK in 2009.

Sesaat setelah membuka perdagangan. 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Nurhaida. melakukan dialog dengan para pelaku pasar modal Indonesia. the President performed a dialogue with Indonesia capital market players. came and officially opened the first day trading in Indonesia Stock Exchange (IDX). the President of the Republic of Indonesia. Konferensi Pers tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan penjelasan kepada publik mengenai langkah-langkah yang telah diambil oleh Bapepam-LK dan SRO dalam penanganan kasus tersebut. Accompanied by Sri Mulyani Indrawati. together IDX. BAPEPAM . The Press Conference was conducted to provide the public with information of steps taken by Bapepam-LK and the SROs in handling such case. KPEI and KSEI held a Press Conference on January 9. On January 5. 2009 related to PT Sarijaya Permana Sekuritas case. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Sri Mulyani Indrawati. Dalam Konferensi Pers tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. Bapepam-LK bersama BEI. the Minister of Finance. KPEI dan KSEI melaksanakan Konferensi Pers terkait Kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. berkenan hadir untuk membuka sekaligus meresmikan perdagangan Efek hari pertama tahun 2009 di BEI.264 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 5 Januari January Pada tanggal 5 Januari 2009. Bapepam-LK was represented by Head of Securities Transaction & Institution Bureau. Presiden didampingi oleh Menteri Keuangan. Susilo Bambang Yudhoyono. In that Press Conference. Nurhaida. Bapepam-LK. 9 Januari January Pada tanggal 9 Januari 2009. Presiden Republik Indonesia.

Bapepam-LK melaksanakan program induction berupa pembekalan materi tentang pasar modal dan lembaga keuangan non bank. Wanabu Kishimoto from SESC Japan acted as the source person. Program Induction tersebut dibuka sekaligus diresmikan oleh Ketua Bapepam-LK. The workshop. Nurhaida. A. Wanabu Kishimoto.265 12 Januari January Bertempat di Ruang Timor. 2006 at Soemitro Djojohadikusumo building 3th floor. Bapepam-LK conducted an induction Program concerning capital market and non-bank financial institutions. dengan narasumber dari SESC Japan Mr. in cooperation with JICA. which was participated by Bapepam-LK staffs. Fuad Rahmany. Hotel Borobudur Jakarta. BapepamLK bekerjasama dengan JICA menyelenggarakan workshop dengan tema Inspection and Examination System in The Securities Market yang diikuti oleh para pegawai di lingkungan Bapepam-LK. was opened by Head of Securities Transaction & Institution Bureau. Bapepam-LK. on January 13. Fuad Rahmany. Workshop tersebut diresmikan oleh Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. with Mr. Hotel Borobudur. 13 Januari January Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kualitas pegawai baru. In order to improve the competence and quality of its new employees. A. pada tanggal 13 Januari 2009 bertempat di Lantai 3 Gedung Soemitro Djojohadikusumo. pada tanggal 12 Januari 2009. Nurhaida. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009 at Timor Room. organized a workshop under a theme of Inspection and Examination System in The Securities Market on January 12. Jakarta. The Induction Program was officially opened by Chairman of Bapepam-LK.

A. Fuad Rahmany. and Mulabasa Hutabarat. FES 2009 tersebut diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) dan diresmikan oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. asuransi dan pembiayaan khususnya yang telah menerapkan prinsip syariah. Workshop tersebut dibuka oleh Ketua Bapepam-LK.266 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 20 Januari January Pada tanggal 20 Januari 2009. The 2009 Festival was convened at Jakarta Convention Center (JCC) and officially opened by the President. 2009. dan narasumber dari Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Biro Dana Pensiun. BAPEPAM . 4-8 Februari February Pada tanggal 4-8 Februari 2009. Susilo Bambang Yudhoyono. On Jnuary 20. FES 2009 diikuti oleh peserta yang merupakan penyedia jasa keuangan dibidang perbankan. The workshop was opened by Chairman of Bapepam-LK. The participants were financial service providers of banking. Bapepam-LK menyelenggarakan workshop bagi pelaku industri Dana Pensiun tentang Perubahan Peraturan Investasi Dana Pensiun dan Implementasinya. on February 4-8.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . untuk kedua kalinya Bapepam-LK berpartisipasi dalam Festifal Ekonomi Syariah (FES) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. 2009. A. Mulabasa Hutabarat. insurance. especially those having applied sharia principles. Bapepam-LK participated in Sharia Economy Festival that was held by the Central bank (Bank Indonesia). and financing. For the second time. Fuad Rahmany. Head of Pension Fund Bureau. Bapepam-LK conducted a workshop for Pension Fund industry players concerning Amendment of Pension Fund Investment Regulation & its implementation. acted as the source person.

11 February 2009. Head of International Cooperation and Public Relations Department.267 5 Februari February Pada tanggal 5 Februari 2009. At Singosari Room. Jakarta. The event. Those SPS client representatives were received by Gonthor R Aziz. Perwakilan tersebut datang ke Bapepam-LK guna meminta penjelasan penanganan klaim Rekening Efek mereka di SPS. They came to Bapepam-LK to get explanation about their claims upon Securities Accounts in SPS. Bapepam-LK received about 50 people of PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) client representatives which came from various cities in Indonesia. Arif Baharudin dan diikuti oleh 60 peserta dari Bapepam-LK. which was attended by 60 Bapepam-LK participants. Arif Baharudin. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK menerima sekitar 50 orang perwakilan nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. was opened by Head of Accounting Standards & Disclosure Bureau. Perwakilan nasabah SPS tersebut diterima oleh Kepala Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masayarakat. Gonthor R Aziz. Hotel Borobudur Jakarta. held the 2nd workshop concerning improvement of small-medium-sized enterprises (SME) access to financial sector with a theme of ≈Study Meeting on The Creation of Exercise Market for SMEsΔ. On February 5. pada tanggal 10-11 Februari 2009. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. 2009. Hotel Borobudur. 10-11 Februari February Bertempat di Ruang Singosari. Bapepam-LK bekerjasama dengan JICA menyelenggarakan workshop ke-2 tentang upaya peningkatan akses UKM kedalam sektor keuangan dengan tema ≈Study Meeting on The Creation of Exercise Market for SMEsΔ. Bapepam-LK in cooperation with JICA. on February 10 .

had a visit from Capital Market Study Group of Economics Faculty of Lampung University. Bapepam-LK mengirimkan narasumber dalam Seminar Pasar Modal Syariah yang diadakan oleh STAIN Kudus.268 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 18 Februari February Pada tanggal 18 Februari 2009. sent source speaker to Sharia Capital market Seminar held by STAIN. on February 28. 2009 at Multi media Room. Seminar tersebut dihadiri oleh 220 peserta yang berasal dari kalangan civitas akademika STAIN Kudus. dalam kegiatan tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Sub Bagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. Ali Ridwan. M. Bapepam-LK menerima kunjungan Kelompok Studi Pasar Modal .Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. M. Bapepam-LK. pada tanggal 28 Februari 2009. There were 75 university students joined in the activity to discuss about capital market. BAPEPAM . on February 18. The seminar was attended by 220 participants coming from various civitas academica of STAIN Kudus. Kegiatan tersebut diikuti oleh 75 mahasiwa/i dan kunjungan tersebut diisi dengan diskusi tentang pasar modal. Dalam kegiatan tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. 28 Februari February Bertempat di ruang Multi Media Lt 4 gedung Soemitro Djojohadikusumo. Herry Siswanto dan Kepala Subbagian Pengaduan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Soemitro Djojohadikusumo building 4th floor. Bapepam-LK. Touriq Z beserta tim. Herry Siswanto and Head of Complaints Sub Department. 2009. Ali Ridwan. Kudus. Touriq Z & Team. Bapepam-LK was represented by Head of Public Relations Sub Department. Bapepam-LK was represented by Sub Department Head of Sharia Policy Development of Issuer & Public-listed Companies.

A.269 3 Maret March Pada tanggal 3 Maret 2009. Nurhaida. On March 3. Ketua Bapepam-LK. 2009 at Soemitro Djojohadikusumo building 3rd floor. Antaboga Delta Sekuritas. Dalam kedua konferensi pers tersebut. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Fuad Rahmany. Ketua Bapepam-LK berturut-turut menggelar konferensi pers di Gedung Soemitro Djojohadikusumo lantai 3. dan penjelasan atas kasus Bank Century dan Antaboga. the Chairman of Bapepam-LK. Fuad Rahmany. about 25 representatives of Bank Century clients came to Bapepam-LK related to misapplication of their funds by unauthorized officer of Bank Century for investment in PT. and Head of Securities Transaction & Institution. Nurhaida. 13 & 19 Maret March Menyikapi maraknya kasus-kasus di pasar modal saat itu. Sarjito. A. Chairman of Bapepam-LK arranged press conferences on March 13 & 19. sekitar 25 orang perwakilan nasabah Bank Century datang mengadu ke Bapepam-LK terkait dengan penyalahgunaan dana mereka oleh oknum Bank Century dengan kedok investasi di PT. Perwakilan nasabah tersebut diterima langsung oleh Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. In both press conferences. Antaboga Delta Sekuritas. Sarjito bersama kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. menyampaikan perkembangan penanganan kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. maka pada tanggal 13 dan tanggal 19 Maret 2009. In coping with various kind of capital market cases. gave information about progress of PT Sarijaya Permana Sekuritas case handling as well as Bank Century and Antaboga. The representatives were directly received by Head of Enforcement Bureau. 2009.

Bapepam-LK was represented by Department Head of Sharia Capital Market Policy Development.270 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 24 Maret March Pada tanggal 24 Maret 2009. Fadilah Kartikasasi and Head of Public Relations Sub Department. Seminar ini merupakan warming up untuk kegiatan Sidang Tahunan ADB yang diselenggarakan di Bali pada bulan Mei 2009. It was a warming up activity for ADB Annual Meeting activity in Bali on May 2009. 2009. Dalam kegiatan tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. The seminar was officially opened by the Minister of Finance. Herry Siswanto. Bapepam-LK. Bapepam-LK bekerjasama dengan ADB menyelenggarakan seminar dengan tema Regional Capital Market Integration. In addition to socialization in Banjarmasin. Herry Siswanto. cooperated with ADB. 24 Maret March Pada tanggal 24 Maret 2009. Ibu Sri Mulyani Indrawati. BapepamLK juga mengirimkan narasumber dalam kuliah umum pasar modal di Institut Pertanian Bogor pada tanggal 28 Maret 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 2009. organized a seminar with a theme of Regional Capital Market Integration. Bapepam-LK mengirimkan narasumber dalam seminar dan sosialisasi Pasar Modal Syariah yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Banjarmasin. On March 24. Selain sosialisasi di Banjarmasin. This time. Bapepam-LK participated as source persons in Sharia Capital Market Seminar & Socialization held by Politeknik Negeri Banjarmasin. 2009. Fadilah Kartikasasi dan Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. In that activity. Dalam kuliah umum tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. Bapepam-LK also sent its source persons to capital market lecture in Institut Pertanian Bogor on March 28. On March 24. Bapepam-LK was represented by Department Head of Sharia Capital Market Policy Development. Sri Mulyani Indrawati. Fadilah Kartikasasi and Team. BAPEPAM . Fadilah Kartikasasi dan tim. Seminar tersebut dibuka sekaligus diresmikan oleh Menteri Keuangan.

Herry Siswanto. dan Kepala Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. Nurhaida bersama dengan Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Robinson Simbolon. Herry Siswanto.271 24 Maret March Pada tanggal 24 Maret 2009. Malang. and Head of Regulation and Legal Counsel Bureau. on April 1. Kepala Standar Akuntansi II. Head of Accounting Standards II Department. Penyuluhan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. The press conference was conducted by Head of Securities Transaction & Institution Bureau. Bapepam-LK memberikan penyuluhan pada kunjungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Bambang Eko BP. Bambang Eko BP. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009. Konferensi pers tersebut dilakukan oleh Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. 1 April April Pada tanggal 1 April 2009. arranged a press conference to give information about progress of PT Sarijaya Permana Sekuritas case handling. Bapepam-LK gave information to delegates of Muhammadiyah University. and Head of Securities Rating & Trust Agent Department. Bapepam-LK melakukan konferensi pers dalam rangka menyampaikan perkembangan penanganan kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. Nurhaida. Robinson Simbolon. Bapepam-LK. It was performed by Head of Public Relations Sub Department. Melati Usman. Melati Usman.

2009. The Meeting was held at Hotel Mason Pine. on April 24. Ali Ridwan. Raker tersebut dilaksanakan di Hotel Mason Pine Padalarang dan pimpin langsung oleh ketua Bapepam-LK.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Raker tersebut diselenggarakan dalam rangka evaluasi program kerja 2008 dan membahas program kerja Bapepam-LK tahun anggaran 2009. 2009. Bapepam-LK sent its respresentatives to capital market lecture in Muhammadiyah University.5. To support capital market socialization and education. and Head of Complaints Sub Department. Dalam Kuliah umum tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. Herry Siswanto. Bapepam-LK conducted 2009 Work Meeting attended by all functionaries of Bapepam-LK. Bapepam-LK melaksanakan Rapat Kerja 2009 (Raker 2009) yang dihadiri oleh semua pejabat dilingkungan Bapepam-LK. dan Kepala Subbagian Pengaduan. 24 April April Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal. The lecture was performed by Head of Public Relations Sub Department. Selain kuliah umum juga dilaksanakan simulasi perdagangan saham dengan dipandu oleh instruktur dari PT Bursa Efek Indonesia. On April 3 . Herry Siswanto. Ali Ridwan. BAPEPAM . Padalarang and directly chaired by Chairman of Bapepam-LK to discuss about 2008 working program evaluation and Bapepam-LK work plan for 2009 budget. stock trading simulation was also conducted by Indonesia Stock Exchange in this event. In addition to the general lecture. Palembang.272 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 3-5 April April Pada tanggal 3-5 April 2009. pada tanggal 24 April 2009 Bapepam-LK mengirimkan wakil dalam kuliah umum pasar modal di Universitas Muhammadiyah Palembang.

2009. The activity was held in form of Host Country Seminar. 26 Mei May Sebagai salah satu bentuk penerapan Reformasi Birokrasi di Bapepam-LK. Penandatanganan kontrak kinerja tersebut didahului dengan dialog bersama menteri Keuangan melalui teleconference. Bapepam-LK arranged 2 seminars with topics of ≈International Trends in Financial Sector Supervision and Regulatory RegimesΔ and ≈The Call for Catastrophic InsuranceΔ. 2009.Depkeu TwoΔ. Bapepam-LK had the honor to participate in series of ADB Annual Meeting in Bali on May 2-5. Chairman of Bapepam-LK. signed Bapepam-LK Performance Contract . The signing of the contract was initiated beforehand by a dialog with the Minister of Finance through teleconference. As part of Bureaucrasy Reform implementations in Bapepam-LK. Dalam kesempatan tersebut Bapepam-LK mengadakan 2 seminar dengan topik ≈International Trends in Financial Sector Supervision and Regulatory RegimesΔ dan ≈The Call for Catasthropic InsuranceΔ. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . In this chance. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam bentuk Host Country Seminar. on May 26.273 2-5 Mei May Bapepam-LK mendapat kehormatan untuk mengisi acara dalam rangkaian kegiatan Sidang Tahunan ADB di Bali pada tanggal 2-5 Mei 2009. Ketua Bapepam-LK bersama para Pejabat Eselon II menandatangani ≈Kontrak Kinerja Bapepam-LK .Depkeu TwoΔ. together with Echelon II Functionaries. pada tanggal 26 Mei 2009.

Located at Hotel Ritz Carlton Pacific Place . The activity was performed by Bapepam-LK Education Team and Public Relations Sub Department as well as Insurance Bureau. together with IDX had a visit from university students of IAIN Walisongo. The visit was to obtain information about sharia capital market delivered by Head of Sharia development of Securities Company Sub Department. Bapepam-LK. 2009. BAPEPAM . in cooperation with ASEAN+3 Asian Bond Markets Initiative (ABMI) organized a workshop with a theme of ≈Improving Financial Literacy and Investor Education Program in IndonesiaΔ. Bapepam-LK. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Sekretaris Badan. on May 28. On the same date. pada tanggal 28 Mei 2009.Jakarta. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal syariah yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Pengembangan Syariah Perusahaan Efek.274 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 28 Mei May Bertempat di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. On June 12. Ngalim Sawega. Pada tanggal yang sama. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Bapepam-LK dari Subbagian Hubungan Masyarakat bersama Biro Perasuransian. Arif Machfoed. Ngalim Sawega. Bapepam-LK juga mengadakan kegiatan Capital Market Goes to School di SMA Negeri 2 Bengkulu. Bapepam-LK also organized Capital Market Goes to School activity at SMA Negeri 2 Bengkulu. 2009. The activity was officially opened by the Executive Secretary. Bapepam-LK bekerjasama dengan ASEAN+3 Asian Bond Markets Initiative (ABMI) menyelenggarakan workshop dengan tema ≈Improving Financial Literacy and Investor Education Program in IndonesiaΔ. Arif Machfoed.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Semarang. 12 Juni June Pada tanggal 12 Juni 2009. Bapepam-LK bersama BEI menerima kunjungan mahasiswa IAIN Walisongo Semarang.

24 Juni June Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat atas modus penipuan berkedok investasi. on June 24. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . In order to improve public awareness upon deceiption modus in form of investment. who was also the Chief of Task Force. Sarjito. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. 2009. It was a Market Education CenterΔ performed by the SROs with the Economics Faculty from University of Indonesia. Task Force for handling Illegal Acts in Public Fund Raising and Investment Management organized a seminar of Investment Alert attended by more than 250 participants at Balai KartiniJakarta.275 17 Juni June ≈Indonesia Capital Market Education CenterΔ yang dilakukan oleh SRO dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tanggal 17 Juni 2009. Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan seminar Waspada Investasi yang dihadiri lebih dari 250 peserta dan bertempat di Balai Kartini-Jakarta. The activity was opened by Head of Enforcement Bureau. Sarjito yang juga merupakan Ketua Satgas. pada tanggal 24 Juni 2009.

Chairman of Bapepam-LK attended and gave keynotes speech in Consultancy Meeting of Indonesia Public-listed Companies Association. Acara tersebut diselenggarakan oleh AEI dan bertempat di Hotel Borobudur-Jakarta. 2009.Jakarta.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . arranged a Study Meeting on The Creation of Exercise Market for SME»s. The event was organized by Indonesia Public-listed Companies Association at Hotel Borobudur-Jakarta. Bapepam-LK. On July 1. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Borobudur . BAPEPAM . 1 Juli July Pada tanggal 1 Juli 2009.276 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 30 Juni June Pada tanggal 30 Juni 2009. The event was held at Hotel Borobudur . 2009. On June 30. Ketua Bapepam-LK hadir menyampaikan keynotes speech dalam acara Temu Konsultasi Anggota Asosiasi Emiten Indonesia. Bapepam-LK bekerjasama dengan JICA menyelenggarakan Study Meeting on The Creation of Exercise Market for SME»s. cooperated with JICA.Jakarta.

KPEI dan KSEI. pada tanggal 21-22 Juli 2009. 21-22 Juli July Sebagai tindak lanjut dari MoU Bapepam-LK dengan SEO Iran. Kunjungan kerja dalam rangka pertukaran informasi tersebut juga dilakukan oleh SEO Iran kepada BEI. Bapepam-LK menerima kunjungan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan. Delegasi SEO Iran tersebut diterima oleh Sekretaris Badan. 2009. To follow up the MoU between Bapepam-LK and SEO Iran. KPEI & KSEI.277 14 Juli July Pada tanggal 14 Juli 2009. which was also made to IDX. Bapepam-LK. was conducted for information exchange. on July 21-22. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . on July 14. had a visit from students of Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). The visit was to obtain information about sharia capital market which was delivered by Head of Sharia Development of Securities Companies Sub Department. Delegasi SEO Iran melakukan kunjungan kerja ke Bapepam-LK. Ngalim Sawega. 2009. Pekalongan. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal syariah yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Pengembangan Syariah Perusahaan Efek. SEO Iran delegates was received by the Secretariat. Ngalim Sawega. Arif Machfoed. Arif Machfoed. The visit.

2009. a Sharing Session with Bapepam-LKΔ. Semarang. Workshop tersebut dilaksanakan di ruang Flores. had also a visit from magister students of University of Islam Sultan Agung.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . on July 22. Touriq Zabidi. Hotel Borobudur-Jakarta. BAPEPAM . The workshop was held at Flores room. The visit was to obtain information about sharia capital market which was delivered by Head of Sharia Development of Issuer & Public-listed Company Sub Department. 2009. Bapepam-LK menyelenggarakan workshop tentang teknologi informasi dengan tema ≈IT Strategy Alignment. Hotel Borobudur-Jakarta. Bapepam-LK. M. 29 Juli July Pada tanggal 29 Juli 2009. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal syariah yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Pengembangan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. a Sharing Session with Bapepam-LKΔ. Bapepam-LK organized a workshop about information technology with a theme of ≈IT Strategy Alignment.278 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 22 Juli July Pada tanggal 22 Juli 2009. Bapepam-LK menerima kunjungan mahasiswa Program Magister Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang. M. Touriq Zabidi. On July 29.

had a visit from students of Universitas Negeri Semarang. 2009. Pengarahan tersebut dilaksanakan langsung oleh Ketua Bapepam-LK. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Herry Siswanto. 5 Agustus August Pada tanggal 5 Agustus 2009. Fuad Rahmany. Bapepam-LK menerima kunjungan mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Bapepam-LK provided a briefing to all new employees. This time. A. The visit was to obtain information about capital market which was delivered by Head of Public Relations Sub Department. it focussed on the importance of integrity. Herry Siswanto. on August 5. Pengarahan kali ini lebih dititik beratkan kepada pentingnya integritas. Bapepam-LK. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. pada tanggal 5 Agustus 2009. on August 5. disiplin dan semangat kerja sebagai pegawai Bapepam-LK. 2009. The briefing was direvtly conducted by the Chairman of Bapepam-LK. and working spirit as Bapepam-LK employees. As the continuation of education program for new employees in form of induction program. discipline. Bapepam-LK menyelenggarakan pengarahan kepada seluruh pegawai baru.279 5 Agustus August Sebagai lanjutan dari program pembekalan bagi pegawai baru berupa program induction. A. Fuad Rahmany.

The 2009 award presentation was conducted on August 12. Penyerahan penghargaan pada tahun 2009 ini dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2009 di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt. 2009 up to August 11. organized a routine activity of Annual Report Award. Directorate General of Taxation.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . SRO. pada tanggal 12 Agustus 2009. Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Keuangan dan pada tahun ini bertema ≈Transparansi Informasi Sebagai Upaya Meningkatkan Kepercayaan masyarakat Pada masa KrisisΔ Bapepam-LK. the Ministry of State-owned Enterprises. National Committe of Governance Policy. Konferensi Pers tersebut memaparkan kinerja pasar modal Indonesia dan pelaksanaan tugas Bapepam-LK dan SRO sejak tanggal 5 Januari 2009 hingga 11 Agustus 2009. and the Indonesian Institute of Accountants.280 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 12 Agustus August Dalam rangka memperingati 32 Tahun Diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Bapepam-LK and the SROs arranged a joint Press Conference. It gave information about Indonesia capital market performance and task completion of Bapepam-LK and the SROs for the period of January 5. Bapepam-LK bersama SRO menyelenggarakan Konferensi Pers Bersama. 12 Agustus August Bapepam-LK bersama Bank Indonesia. The event was opened by the Minister of Finance carrying a theme of ≈Information Transparency as an effort to improve public trust during the crisisΔ BAPEPAM . Kementerian BUMN. Ikatan Akuntan Indonesia menyelenggarakan kegiatan rutin berupa Annual Report Award. the SRO. To celebrate the 32 years of Indonesia capital market reactivation. Direktorat Jenderal Pajak. 2009. 2009 at Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt. Komite Nasional Kebijakan Governance. 2009. on August 12. together with Bank Indonesia.

Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2009. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Menteri Keuangan melantik 26 pejabat Eselon II dilingkungan Kementerian Keuangan. and STAIN Surakarta. dan STAIN Surakarta. Pardede sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Lembaga keuangan. had a visit from Forum Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) which was a combined students of STIE Swastamandiri Surakarta. Dumoli F. Dumoli F. IB Aditya Jayaantara sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Pasar Modal. Bapepam-LK. on August 18. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009. 4 orang diantaranya adalah pejabat Eselon II di Bapepam-LK yaitu: Etty Retno Wulandari sebagai Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal secara umum dan syariah yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. 18 Agustus August Pada tanggal 18 Agustus 2009. Arif Machfoed. the Minister of Finance inaugurated 26 echelon II functionaries in the Ministry of Finance. Arif Machfoed. IB Aditya Jayaantara as Senior Advisor in Capital Market Development. dan Gonthor R Aziz sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Kebijakan Internasional. Universitas Muhammadiyah Surakarta.281 13 Agustus August Pada tanggal 13 Agustus 2009. namely: Etty Retno Wulandari as Head of Accounting Standards & Disclosure Bureau. 4 of them were echelon II functionaries in Bapepam-LK. Bapepam-LK menerima kunjungan Forum Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) yang merupakan gabungan mahasiswa STIE Swastamandiri Surakarta. The visit was to obtain information about general and sharia capital market which was delivered by Head of Sharia Development of Securities Companies Sub Department. On August 13. Pardede as Senior Advisor in Financial Institution Development. Herry Siswanto dan Kepala Subbagian Pengembangan Syariah Perusahaan Efek. and Gonthor R Aziz Senior Advisor in Organization Capacity Development & International Policy.

LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bapepam-LK organized a Capital Market Journalists Workshop on September 2. At Universitas Andalas . 2009 at Sumitro Djojohadikusumo building. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama di tahun 2008. It was a continuation of last year activity. pada tanggal 15-16 September 2009. 14th floor. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. and to search for the alumnus interests in having their careers in Bapepam-LK. Anis Baridwan. Bapepam-LK menyelenggarakan Workshop Wartawan Pasar Modal. Bapepam-LK menyelenggarakan Roadshow Campus to Campus dalam rangka sosialisasi tentang pasar modal dan lembaga keuangan non bank serta penjajakan minat para alumni perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk berkarir di Bapepam-LK. In order to give updated information about capital market development policy to journalists. The activity was opened by Head of Real Sector Corporate Finance Bureau. Anis Baridwan. BAPEPAM .Padang. 15-16 September September Bertempat di kampus Universitas Andalas .Padang. 2009.282 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 2 September September Dalam rangka updating informasi kebijakan pengembangan pasar modal kepada para jurnalis. on September 15-16. Bapepam-LK arranged Roadshow Campus to Campus to give information about capital market and non-bank financial institutions. pada tanggal 2 September 2009 di Gedung Sumitro Djojohadikusumo lantai 14.

The meeting was also attended by Board of Directors of the SROs. 22 Oktober October Pada tanggal 22 Oktober 2009. On October 22. pada tanggal 29 September 2009. Dalam kegitan tersebut juga di dan juga dihadiri oleh direksi SRO. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK sent its delegation as source persons in capital market seminar and socialization held by Economics Faculty of Universitas Negeri Malang. Dalam kegiatan tersebut Bapepam-LK diwakili oleh tim dari Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan serta tim dari Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. Bapepam-LK mengirimkan narasumber dalam seminar dan sosialisasi Pasar Modal yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Bapepam-LK was represented by a team from Accounting Standards & Disclosure Bureau and a Team from International Relationship & Public Relations Department. At Sumitro Djojohadikusumo building 3rd floor.283 29 September September Bertempat di lantai 3 Gedung Sumitro Djojohadikusumo. on September 29. 2009. Bapepam-LK menyelenggarakan pertemuan dengan segenap pegawai Bapepam-LK. 2009. Bapepam-LK arranged a meeting with the whole employees of Bapepam-LK.

Mulabasa Hutabarat. Jakarta was opened by the Chairman of Bapepam-LK and attended by Mulabasa Hutabarat. Bapepam-LK arranged a Pension Fund Workshop by carrying a theme of ≈Amendment of Pension Fund Regulation: Pension Program Revitalization in IndonesiaΔ. The activity which was conducted at Timor room. Kegiatan yang diselenggarakan di ruang Timor Hotel Borobudur-Jakarta tersebut di buka oleh Ketua Bapepam-LK dan hadir sebagai narasumber Kepala Biro Dana Pensiun. Hotel Borobudur. Jakarta. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal yang disampaikan oleh Agung Dinarjito dari Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. Head of Pension Fund Bureau.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 2009.284 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 27 Oktober October Pada tanggal 27 Oktober 2009. Bapepam-LK menerima kunjungan siswa-siswi SMAK 7 Penabur Jakarta. Bapepam-LK. On October 27. had a visit from students of SMAK 7 Penabur. 28 Oktober October Pada tanggal 28 Oktober 2009. BAPEPAM . The visit was to obtain information about capital market delivered by Agung Dinarjito of International Relationship & Public Relations Department. on October 28. Bapepam-LK menyelenggarakan workshop Dana Pensiun dengan temaΔAmandemen UU Dana Pensiun: Revitalisasi Program Pensiun di IndonesiaΔ. 2009.

On November 5. The meeting.285 5 November November Pada tanggal 5 November 2009. The discussion. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Raker tersebut mereviu pelaksanaan program kerja tahun 2009 dari masing-masing unit eselon II di Bapepam-LK. 13-14 November November Pada tanggal 13-14 Nopember 2009 Bapepam-LK menyelenggarakan Rapat Kerja yang dihadiri oleh seluruh pejabat dilingkungan Bapepam-LK. which was conducted at Hotel Bukit Indah .Padalarang. which was directly chaired by Chairman of Bapepam-LK accompanied by Senior Advisors of Bapepam-LK. Bapepam-LK held a discussion with capital market and financial institutions players. Diskusi tersebut bertujuan untuk updating informasi dan perkembangan industri serta mendengarkan pendapat dan usulan pelaku pasar dalam rangka penyusunan kebijakan pengaturan dan pengawasan oleh Bapepam-LK. was to get updated information about the industry development and inputs from market players in accordance with surveillance policy making by Bapepam-LK. On November 13-14. Raker tersebut dilaksanakan di Hotel Bukit Indah . 2009. Diskusi dengan pelaku pasar modal dan lembaga keuangan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BapepamLK yang didampingi oleh para Kepala Biro dan Tenaga Pengkaji dilingkungan Bapepam-LK. 2009 Bapepam-LK arranged a Work Meeting attended by all functionaries of Bapepam-LK.Padalarang. Bapepam-LK menyelenggarakan diskusi dengan pelaku pasar modal dan lembaga keuangan. was to review 2009 work plan of each echelon II unit in Bapepam-LK.

pada tanggal 21-22 November 2009. 21-22 November November Dalam rangka sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai pasar modal dan lembaga keuangan non bank. Bapepam-LK bersama Satuan Tugas Penanganan Tindakan melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi mengadakan kegiatan Roadshow Mall to Mall dalam bentuk pameran tunggal berupa Pojok Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pojok Waspada Investasi di Cihampelas Walk (Ciwalk) Bandung. KPEI. on November 14. organized a Roadshow Mall to Mall by holding an exhibition in form of Capital Market & Financial Institution Corner. 2009. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 32 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. and Investment Alert Corner at Cihampelas Walk (Ciwalk). KSEI and Indonesia capital market players as part of the celebrations of the 32 years of Indonesia capital market reactivation. Kegiatan ini ditujukan untuk mengingatkan masyarakat agar berhati-hati atas maraknya praktik penawaran investasi ilegal serta mensosialisasikan pasar modal dan lembaga keuangan. In respect of socialization and education to the public concerning capital market & non-bank financial institutions. BAPEPAM . on November 21-22. The activity was participated by the whole employees of Bapepam-LK. Located at Taman Rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) Ancol.286 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 14 November November Bertempat di Taman Rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) . BEI. together with the Task Force for Illegal Acts of Public Fund Raising and Investment Management. and to have the public get proper information about capital market & financial institutions. the big family of Indonesia Capital Market arranged a Family Gathering. Bandung. KPEI. pada tanggal 14 November 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .Ancol. IDX. Kegiatan ini diikuti oleh segenap pegawai beserta keluarganya yang berasal dari Bapepam-LK. KSEI dan pelaku pasar modal Indonesia. 2009 Bapepam-LK. Keluarga besar Pasar Modal Indonesia menyelenggarakan kegiatan kekeluargaan (Family Gathering). The activities were to remind the public of the necessity of being discreet among the illegal investment offering practices.

Sri Mulyani Indrawati. In order to improve the ability and competence of all functionaries as well as executors in Bapepam-LK in handling various violation cases. organized 2009 Investor Summit and Capital market Expo at Ritz Carlton Pacific Place .Jakarta on December 3. Bapepam-LK organized 100 hours session of Education and Training Program for Investigator Civil Servants and Refreshment sessions. Sesaat setelah menyampaikan sambutannya. Bapepam-LK and the SROs. pada bulan November hingga Desember 2009. The event was carrying a theme of ≈2010 Investment Strategy in Indonesia capital marketΔ and opened by the Minister of Finance. together with the market players. The program was participated by functionaries and executors of units related to supervision and monitoring. Having sucessfully conducted Indonesia Investor Forum and Capital market Expo in 2006 and 2007 as well as 2008 Investor Summit and Capital Market Expo. Desember December 2-3 Desember December Setelah sukses dengan penyelenggaraan Indonesia Investor Forum and Capital market Expo pada tahun 2006 dan 2007 serta Investor Summit and Capital Market Expo 2008.Jakarta. Sri Mulyani Indrawati.287 November November & Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi para pejabat dan pelaksana di Bapepam-LK dalam menangani berbagai kasus pelanggaran atau tindak pidana di pasar modal. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . pada tanggal 2-3 Desember 2009 menyelenggarakan Investor Summit and Capital market Expo 2009 di Ritz Carlton Pacific Place . Bapepam-LK menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pola 100 Jam serta Pola Penyegaran. the Minister of Finance was officially opened the 2009 Capital Market Expo and visited several booths of expo participants. on November up to December 2009. dan dibuka oleh Menteri Keuangan. Investor Summit ini bertema ≈Strategi Investasi di Pasar Modal Indonesia 2010Δ. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat dan pelaksana dari unit terkait pengawasan dan pemantauan. After giving the opening speech. Bapepam-LK dan SRO bersama pelaku pasar. Menteri Keuangan berkenan meresmikan Capital Market Expo 2009 dan meninjau beberapa stand pameran peserta expo tersebut. 2009.

pada tanggal 30 Desember 2009. Bapepam-LK and the SROs organized a journalists workshop with a theme of ≈Coming to Innovative and Erotica Capital MarketΔ. 30 Desember December Sebagai rangkaian dari prosesi kegiatan akhir tahun di pasar modal Indonesia. On December 12. as Bapepam-LK source person. 2009. workshop ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Peringatan 32 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. the SROs and capital market & non-bank financial institutions industry during 2009. Nurhaida.Solo. Bapepam-LK and the SROs arranged a press conference.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . on December 30. The activity was opened by the Secretariat. Ngalim Sawega. It was directly chairred by the Chairman of Bapepam-LK to give information about performances of BapepamLK. Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. As series of closing activities of the 32 years celebrations of Indonesia capital market reactivation. Dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Ketua Bapepam-LK tersebut disampaikan kinerja dari Bapepam-LK. dan hadir sebagai pembicara dari Bapepam-LK. Bapepam-LK bersama SRO melaksanakan Konferensi Pers Akhir Tahun 2009. 2009 at Hotel Best Western Solo. Nurhaida. and attended by Head of Securities Transaction & Institutions Bureau. SRO dan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank secara keseluruhan selama tahun 2009. Bapepam-LK bersama SRO menyelenggarakan workshop wartawan dengan tema ≈Menuju Pasar Modal Yang Inovatif dan EretikaΔ. BAPEPAM . Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Badan. Ngalim Sawega. The workshop also served as the closing activity of the 32 years celebrations of Indonesia capital market reactivation.288 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 12 Desember December Pada tanggal 12 Desember 2009 di Hotel Best Western .

Sri Mulyani Indrawati. Menteri Keuangan didampingi Ketua Bapepam-LK melakukan dialog dengan pelaku pasar modal Indonesia pada tanggal 30 Desember 2009 di lobby gedung BEI.37. Sri Mulyani Indrawati. Menteri Keuangan mengingatkan semua pelaku pasar modal Indonesia untuk tidak terlena atas pencapaian prestasi di tahun 2009 ini dan terus berkomitmen untuk bekerja keras memajukan pasar modal Indonesia demi peningkatan perekonomian Indonesia. pressed the button marking the last session completion of securities trading at IDX. Jakarta Composite Index was closed at 2534. tepat pada pukul 16. 2009.37. 30 Desember December Setelah resmi menutup sesi terakhir perdagangan Efek tahun 2009. exactly at 04. the Minister of Finance. As peak procession of year-end activities. In that opportunity. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . the Minister of Finance. Menteri Keuangan. 2009 at the lobby of IDX building. Dalam kesempatan tersebut.00 PM on December 30. After an official closing of securities trading last session in 2009.289 30 Desember December Sebagai puncak prosesi kegiatan di akhir tahun. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup pada angka 2534. acompanied by Chairman of Bapepam-LK had a dialogue with capital market players on December 30. the Minister of Finance recalled all market players to be uneasily satisfied with the 2009 performance and to keep work hard for the sake of Indonesia capital market and economy.00 WIB tanggal 30 Desember 2009. berkenan menekan tombol tanda selesainya sesi terakhir perdagangan Efek di Bursa Efek Indonesia.

We would like to thank the rest of the team for their contributions. commitment and efforts to this report : BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

orange circle design 08164820295 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

id BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .go. Lapangan Banteng Timur No.BAPEPAM-LK BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Indonesia Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency Kementerian Keuangan Republik Indonesia Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Gedung Sumitro Djojohadikusumo Jl. www.depkeu. 1-4 Jakarta 10710 Tel 62-21 385 8001 Fax 62-21 385 7917 E-mail bapepam@bapepam.go.bapepam.go.bapepamlk.id www.id.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful