Laporan Tahunan 2009 Annual Report

........... weathering the storm

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

Sumber / Source: Bapepam - LK

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Daftar Isi
CONTENTS
6 10 18 34 34 36 39 41 52 56 64 64 75 85 94 94 97 98 100 101 01 VISI DAN MISI / VISION AND MISSION 02 SAMBUTAN KETUA / CHAIRMAN»S STATEMENT 03 ORGANISASI / ORGANIZATION 04 PERKEMBANGAN INDUSTRI PASAR MODAL / DEVELOPMENT OF CAPITAL MARKET INDUSTRY 4.1. Kinerja Pasar Modal Tahun 2009 Capital Market Performance in 2009 4.2. Emiten dan Perusahaan Publik Issuer and Public Listed Company 4.3. Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek Securities Company and Securities Company Representative 4.4. Pengelolaan Investasi Investment Management 4.5. Profesi dan Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Professional and Institutions 4.6. Pasar Modal Syariah Sharia Capital Market 05 PERKEMBANGAN INDUSTRI LEMBAGA KEUANGAN NON-BANK / DEVELOPMENT OF NON-BANK FINANCIAL INSTITUTIONS INDUSTRY 5.1. Industri Pembiayaan dan Penjaminan Financing and Guarantee Industry 5.2. Industri Perasuransian Insurance Industry 5.3. Industri Dana Pensiun Pension Fund Industry 06 PELAKSANAAN PROGRAM-PROGRAM STRATEGIS / STRATEGIC PROGRAMMES 6.1. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) National Social Security System (NSSS) 6.2. Implementasi Good Corporate Governance bagi Industri Asuransi The Implementation of Good Corporate Governance in Insurance Industry 6.3. Financial Sector Assessment Program (FSAP) Financial Sector Assessment Program (FSAP) 6.4. Kajian Pendirian Lembaga Penjamin Pemegang Polis Study of Policyholders Protection Plan Establishment 6.5. Satuan Tugas Penanganan dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi Task Force for Handling of Illegal Acts Allegation in Public Fund Raising and Investment Management 6.6. Identifikasi Risiko dalam Rangka Penerapan Risk Based Supervision Risk Identification for Risk Based Supervision 6.7. Penyempurnaan Rasio-Rasio dan Pedoman Early Warning System Ratios and Early Warning System Guidelines Improvement 6.8. Pengembangan E-Reporting Perasuransian Development of Insurance E-Reporting 6.9. Pengembangan Database Profil Risiko untuk Setiap Lini Usaha Development of Risk Profile Database for Every Business Line 6.10. Pembuatan Sistem Monitoring Laporan MKBD dan Pengembangan Sistem Pelaporan Elektronik Perusahaan Efek MKBD Report Monitoring System Construction and Electronic Reporting System Development for Securities Company 6.11. Pengembangan Sistem Monitoring Portofolio Efek Development of Securities Portfolio Monitoring System 6.12. Pengembangan E-Reporting BAE Development of E-Reporting BAE

104 105 106 106 107

107 108

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

110 111 113 113 115 125 128 128 131 136 138 138 152 159 160 165 167 171

07 PERUNDANG-UNDANGAN / REGULATORY 7.1. Rancangan Undang-Undang Drafts of Laws 7.2. Peraturan Presiden Presidential Regulation 7.3. Peraturan Menteri Keuangan Minister of Finance Regulation 7.4. Peraturan Bapepam - LK Bapepam - LK Regulation 7.5. Buletin Akuntansi Staf (BAS) Staff Accounting Bulletin (SAB) 08 PENEGAKAN HUKUM, PENETAPAN SANKSI DAN PELAYANAN HUKUM / LAW ENFORCEMENT, SANCTION AND LEGAL COUNSEL 8.1. Penegakan Hukum Law Enforcement 8.2. Penetapan Saksi Imposition of Sanction 8.3. Pelayanan Hukum dan Litigasi Legal Counsel and Litigation 09 AKTIVITAS PENGAWASAN / SURVEILLANCE ACTIVITY 9.1. Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Supervision on Issuer and Public Company 9.2. Pengawasan dan Uji Kepatuhan Terhadap Lembaga Efek Supervision and Compliance Audit on Securities Exchange Institutions 9.3. Pengawasan Perdagangan Market Surveillance 9.4. Pengawasan dan Uji Kepatuhan Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal Supervision and Compliance Audit on Capital Market Supporting Institution and Profession 9.5. Pengawasan Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura Supervision on Finance Companies and Venture Capital Companies 9.6. Pengawasan Perusahaan Perasuransian Supervision on Insurance Company 9.7. Pengawasan Dana Pensiun Supervision on Pension Fund 10 PERKEMBANGAN INTERNAL / INTERNAL DEVELOPMENT 10.1. Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Bureaucracy Reform Program 10.2. Internal Audit Internal Audit 10.3. Pengelolaan Kinerja Bapepam - LK Bapepam - LK Performance Management 10.4. Penerapan Manajemen Risiko Risk Management Implementation 10.5. Sumber Daya Manusia Human Resource 10.6. Pengembangan Sistem Teknologi Informasi Information Technology System Development 10.7. Pelayanan Informasi Publik dan Penanganan Pengaduan Public Information and Complaint Handling Service 10.8. Penataan Ruang Kerja Gedung Bapepam - LK Work Place Re-Layout in Bapepam-LK Building 10.9. Realisasi Anggaran Bapepam - LK Bapepam-LK Budget Realization 11 AKTIVITAS RISET / RESEARCH ACTIVITY 11.1. Riset tentang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank Research on Capital Market and Non-Bank Financial Institutions 11.2. Pengembangan Infrastruktur Infrastructure Development 13 KERJASAMA KELEMBAGAAN DOMESTIK DAN INTERNASIONAL / DOMESTIC AND INTERNATIONAL INSTITUTION COOPERATION 12.1. Kerjasama Kelembagaan Domestik Domestic Institutional Cooperation 13.2. Kerjasama Kelembagaan Internasional International Institutional Cooperation 14 IKHTISAR DALAM ANGKA / THE YEAR IN NUMBER 15 KALENDER PERISTIWA PENTING TAHUN 2009 / CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009

180 180 183 184 187 189 196 197 201 202 206 206 216 218 219 219

236 264

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

LK Continuous Improvement for a Brighter Future . BAPEPAM .6 01 Visi . yang mampu mewujudkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global.bank financial institutions industries. Vision Becoming trusted and professional Capital Market and Financial Institution Regulator which is capable of creating capital market and non . as generators to establish a strong and globally competitive economy.Misi VISION-MISSION Visi Menjadi otoritas pasar modal dan lembaga keuangan yang amanah dan profesional.

CULTURAL MISSION Creating Indonesian Society that has understanding of and orientation to capital market and non . MISI SOSIAL BUDAYA Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang memahami dan berorientasi pasar modal dan jasa keuangan non bank dalam membuat keputusan investasi dan pembiayaan. integrity and constantly transform itself into an international standard institutions. upholds principles of transparency. Mission ECONOMIC MISSION Creating friendly environment for corporations to obtain funding and for investors to select investment alternatives in capital market and non . Laporan Tahunan 2009 Annual Report .LK as an institution that discharges its duties and functions. integritas dan senantiasa mengembangkan diri menjadi lembaga berstandar internasional. accountability. INSTITUTION MISSION Creating Bapepam . akuntabilitas. independensi. independency.7 Misi MISI DI BIDANG EKONOMI Menciptakan iklim yang kondusif bagi perusahaan dalam memperoleh pembiayaan dan bagi pemodal dalam memilih alternatif investasi pada industri Pasar Modal dan Jasa Keuangan Non Bank.bank financial institution industries. MISI DI BIDANG KELEMBAGAAN Mewujudkan Bapepam-LK menjadi lembaga yang melaksanakan tugas dan fungsinya memegang teguh pada prinsip-prinsip transparansi.bank financial institutions in making investment and financing decisions.

8 BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

9 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

Peningkatan beberapa indikator utama pasar modal tersebut juga mendorong peningkatan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana hingga 54.37 triliun di tahun 2009. industri pasar modal dan keuangan non-bank Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat menggembirakan di tahun 2009. an increase of 54. the best in the ASEAN region and the second fastest growth in the world. Leading indicators in both industries showed very positive growth. Riding the wave of domestic economic recovery following the global financial crisis. as well as in global financial markets.59%. to the extent that some performance can be categorized as among the best in regional. industri pasar modal dan keuangan non-bank Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat menggembirakan di tahun 2009. dari Rp74. BAPEPAM .37 trillion in 2009. Indonesian capital market and non-bank financial industries posted significant. The total value of corporate bond issuance experienced a 120% annual increase. up from Rp74. Riding the wave of domestic economic recovery following the global financial crisis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEl) mencatat pertumbuhan sebesar 86. Nilai Kapitalisasi Pasar BEl naik 87. Total market capitalization on the IDX increased by 87.06 trillion in 2008 to Rp114. Emisi obligasi korporasi mengalami peningkatan yang signifikan hingga 120%. terbaik di kawasan ASEAN dan terbaik nomor 2 di dunia.98%. encouraging growth in 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .59%. up from Rp14 trillion in 2008 to Rp31 trillion in 2009. encouraging growth in 2009.40%. Indikator-indikator utama pada kedua industri tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat positif bahkan beberapa diantaranya termasuk yang terbaik di tingkat regional maupun global. These increasing values in leading capital market indicators were followed by significant growth in total net asset under management in the investment fund industry.40%.06 triliun di tahun 2008 menjadi Rp114.98%. dari hanya Rp14 triliun di tahun 2008 menjadi Rp31 triliun di tahun 2009. Indonesian capital market and non-bank financial industries posted significant. The composite Index (CI) of the Indonesian Stock Exchange (IDX) recorded annual growth of 86. SYNERGY • INTEGRITY • TRUSTWORTHY • RESPECTABLE • TRANSPARENCY • ACCOUNTABILITY Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional.10 Sambutan Ketua Chairman’s Statement 02 Sambutan Ketua C H A I R M A N ’S S T A T E M E N T Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional.

there was particular focus on regulation. Total aset perusahaan perasuransian dan dana pensiun meningkat masing-masing dari Rp243. and enforcement in capital market and NBFI. During the year. 12 of which related to capital market and 3 (three) to NBFI. Bapepam-LK issued 17 new regulations during 2009. Kebijakan dan langkah strategis dimaksud antara lain di sektor pengaturan. These increases in leading indicators from both capital market and NBFI were fueled by improvements in domestic macroeconomic circumstances as well as by policy measures and strategic actions implemented by Bapepam-LK and other related industry participants in 2009. Di sektor pengaturan.11 A. Total assets in finance companies during the same period followed this growth trend.40 triliun.50 triliun menjadi Rp174.35 triliun di tahun 2008 menjadi Rp315.62 triliun dan Rp102.35 trillion in 2008 to Rp315. pengawasan. dan penegakan hukum di pasar modal dan IKNB.50 triliun di tahun 2009. sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK telah mengeluarkan 17 peraturan baru. Demikian juga dengan aset dari perusahaan pembiayaan yang dalam periode yang sama mengalami peningkatan dari Rp168.40 trillion. The total values of assets in the insurance and pension fund industries increased from Rp243.59 triliun dan Rp90. 10 (ten) of which related to developments in capital market and 7 (seven) in NBFI. supervision.50 trillion to Rp174.62 and Rp102.59 trillion and Rp90. Regarding regulation. 10 (sepuluh) peraturan di sektor pasar modal dan 7 (tujuh) peraturan di sektor IKNB dan menyempurnakan 15 peraturan lama yang terdiri dari 12 peraturan di sektor pasar modal dan 3 (tiga) peraturan di sektor IKNB. albeit in less substantial fashion with an increase from Rp168. Fuad Rahmany Ketua / Chairman Pertumbuhan yang menggembirakan juga terjadi di sektor industri keuangan non bank (IKNB). Good news also emerged in non-bank financial industry (NBFI) sector. Peningkatan beberapa indikator utama pasar modal dan keuangan non bank di atas selain dipengaruhi oleh membaiknya kondisi makro perekonomian nasional juga didorong oleh beberapa kebijakan dan langkah strategis yang diambil Bapepam-LK dan pelaku industri terkait di tahun 2009 lalu. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .50 trillion in 2009 respectively. Bapepam-LK also revised 15 pieces of legislation during the period.

efforts to revise regulation in capital market were directed to simplifying the process of securities issuance and providing business with more access to finance. In line with this purpose. and finance institutions. the bases for valuing investments in pension funds. and corporate actions. Islamic-based securities. by sourcing funds from the capital market. perusahaan perasuransian. lembaga pembiayaan. the securities pricing agency. while at the same time promoting protection of the interests of investors. Throughout the year Bapepam-LK conducted compliance audits and routine inspections in scores of securities companies.12 Sambutan Ketua Chairman’s Statement Pembenahan dan penyempurnaan regulasi di sektor pasar modal diorientasikan pada penegakan prinsip fairness dan transparansi antara lain melalui penerbitan dan penyempurnaan beberapa aturan yang terkait dengan lembaga pemeringkat efek. BAPEPAM . regulation was revised for the purpose of improving the strength and sustainability of the sector»s growth. to showcase Bapepam-LK»s commitment to boosting domestic export growth and to developing domestic infrastructure. Bapepam-LK issued during the 2009 period various pieces of legistion related to the solvability of insurance and re-insurance companies. dan aksi korporasi. as well as for capital market supporting institutions and professionals. efek syariah. Selain itu.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . insurance companies. pension funds. dan pedoman pemeriksaan perusahaan penjaminan kredit dan perusahaan penjaminan ulang kredit. Surveillance activities pertaining to securities trading and to ethics. Bapepam-LK actively contributed to the process of issuing 4 (four) Minister of Finance Decrees regarding the Indonesian Export Financing Institution. dan profesi serta lembaga penunjang pasar modal dan IKNB. penyempurnaan regulasi utamanya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan sustainabilitas pertumbuhan IKNB. Selain itu. Efforts to revise and improve regulation in the capital market sector were geared toward enforcing principles of fairness and transparency by way of issuing and revising a number of rules related to credit rating agencies. In addition. business valuation. and guidelines for auditing credit guarantee companies and credit re-guarantee companies. Sepanjang tahun 2010 Bapepam-lK melakukan uji kepatuhan dan pemeriksaan rutin terhadap puluhan perusahaan efek. Bapepam-LK juga berperan aktif dalam proses penerbitan 4 (empat) Peraturan Menteri Keuangan yang terkait dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. sebagai wujud komitmen Bapepam-LK untuk turut mendorong pertumbuhan ekspor nasional dan pengembangan infrastruktur di tanah air. Kuantitas terlebih kualitas pengawasan terhadap para pelaku tersebut akan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu dan akan terus menjadi agenda kerja utama Bapepam-LK mengingat penting dan strategisnya peran mereka dalam menjaga kredibilitas industri ini di masa mendatang. penyempurnaan aturan di pasar modal juga dilakukan guna menyederhanakan proses emisi dan meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku bisnis untuk memperoleh sumber pendanaan di pasar modal Indonesia dengan tetap mengedepankan aspek perlindungan terhadap kepentingan pemodal. The nature and extent of surveillance will intensify moving forward and will continue to be given the highest priority by Bapepam-LK because of its importance and strategic significance in maintaining the credibility of industry in years to come. Bapepam-LK sepanjang tahun 2009 mengeluarkan aturan yang terkait dengan solvabilitas perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi. Di sektor IKNB. dasar penilaian investasi dana pensiun. In the NBFI sector. penilaian usaha. Aktivitas pengawasan terhadap perdagangan efek dan terhadap disiplin serta perilaku pelaku pasar modal dan IKNB menjadi salah satu prioritas Bapepam-lK di tahun 2009. as well as to the conduct of market participants in capital market and NBFI were among the top priorities of Bapepam-LK in 2009. dana pensiun. lembaga penilaian harga efek. Sejalan dengan tujuan tersebut. In addition to this work.

Administrative sanctions in the form of fines were imposed on 288 issuers. The total values of fines imposed on market players in NBFI sectors in 2009 reached Rp2. which started 3 years ago. 2 (two) securities companies. 1 (one) investment manager. 1 (satu) Manajer Investasi. 27 appraisers. Selain itu. and 39 finance companies. Enforcement activities in the NBFI sector resulted in the imposition of administrative sanctions in the form of written admonitions. In the area of capital market enforcement. Total nilai denda yang dikenakan kepada pelaku di sektor IKNB pada tahun 2009 adalah sebesar Rp2. which have been incorporated in standard operating procedures (SOP). 33 pension funds. 77 Akuntan Publik. Aktivitas penegakan hukum di sektor IKNB bermuara pada pengenaan sanksi administratif terhadap 54 perusahaan perasuransian. serta sanksi berupa larangan menjadi Direktur atau Komisaris pada Perusahaan Efek bagi 1 (satu) Direktur dan 2 (dua) Komisaris dari Manajer Investasi. by employing the Balanced Score Card Method. fines.53 milliar. 27 Penilai. dan 1 (satu) Komisaris Manajer Investasi. Bapepam-LK added its quickwin services products. The total value of fines imposed on those capital market participants was Rp9. and 3 (three) custodian banks. license and business suspension as well as revocation of business license in the case of 54 insurance companies. and 1 (one) member of the board of commissioners of an investment manager. enforcement action in 2009 led to revocation of individual licences of 4 (four) investment manager representatives. hingga pencabutan ijin usaha. aktivitas penegakan hukum di tahun 2009 juga bermuara pada pencabutan ijin orang perorangan dari 4 (empat) Wakil Manajer Investasi. Building on government commitment to reform bureaucracy. Bapepam-LK completed 17 of the 22 cases managed during 2009. Furthermore. Keberadaan SOP tersebut menunjukkan komitmen dan keseriusan Bapepam-LK untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya. Peringatan tertulis dikenakan kepada 14 Emiten. di tahun 2009 Bapepam-LK juga mulai menerapkan sistem penilaian kinerja untuk Ketua dan pejabat eselon II dengan menggunakan Balanced Score Card dimana para pejabat tersebut diwajibkan untuk menandatangani Kontrak Kinerja yang dijadikan sebagai tolak ukur penilaian kinerja mereka. suspension of registration letters for 4 (four) public accountants and 3 (three) appraisers. during 2009 Bapepam-LK also implemented a performance evaluation system at the level of Chairman and Directors. Written admonitions were sent to 14 issuers. and a sanction in the form of prohibition to become director or commissioner in any securities company for 1 (one) director and 2 (two) commissioners of investment managers. especially within the Ministry of Finance. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK telah menuntaskan 17 dari 22 kasus pasar modal yang diperiksa di tahun 2009. 33 dana pensiun. dan 39 perusahaan pembiayaan mulai yang berupa surat peringatan. 3 (three) securities administration bureaus.526 milliar.53 billion. In addition.526 billion. 3 (tiga) Biro Administrasi Efek. 127 securities companies. 127 Perusahaan Efek. The existence of these SOPs reflects Bapepam-LK»s commitment and dedication to constantly improving the quality of services offered to stakeholders and the general public. 77 public accountants.13 Di sektor penegakan hukum pasar modal. Bapepam-LK menambah produk layanan unggulannya yang tertuang dalam bentuk Standar Operating Procedures (SOP) dari 7 (tujuh) SOP di tahun 2008 menjadi 10 (sepuluh) SOP di tahun 2009. pembekuan Surat Tanda Terdaftar dari 4 (empat) akuntan publik dan 3 (tiga) penilai. Melanjutkan komitmen reformasi birokrasi pemerintah khususnya pada Kementerian Keuangan yang telah dicanangkan sekitar 3 tahun lalu. Sanksi administratif berupa denda dijatuhkan kepada 288 Emiten.dan 3 (tiga) Bank Kustodian. in which the the Chairman and Directors signed performance contracts which provided benchmarks for performance evaluation. Selain itu. pembekuan ijin dan kegiatan usaha. Total nilai denda yang dikenakan kepada pelaku pasar modal tersebut tercatat sebesar Rp9. 2 (dua) Perusahaan Efek. denda. increasing from 7 (seven) SOPs in 2008 to 10 (ten) SOPs in 2009.

Penerapan ketiga sistem tersebut yang diharapkan akan beroperasi secara penuh pada 2011 akan dilakukan Bapepam-LK bersama dengan SROs dan pelaku pasar terkait. Dukungan tersebut kami yakini akan terus diberikan di tahun 2010 dan tahun-tahun selanjutnya guna menciptakan industri pasar modal dan IKNB yang sehat. especially regarding those aspects related to Bapepam-LK»s commitment to deliver maximum protection to investors and the general public. Strategic reform measures directed toward investor protection include implementing the system for investors called Securities Ownership Reference (AKSES in Indonesian). Fuad Rahmany Ketua Chairman BAPEPAM . Jakarta. Let»s welcome the year of 2010 with the spirit of optimism and let»s strengthen our commitment to advance our domestic capital market and NBFI. and developing the Single Investor Identity (SID) to ensure data accuracy and provide comfort for investors. khususnya terkait dengan tekad Bapepam-LK untuk memberikan perlindungan maksimal kepada pemodal dan masyarakat. Mei 2010 A. May 2010 Membaiknya kinerja industri dan pencapaian beberapa prestasi yang diukir tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah dan pelaku pasar terhadap program-program kerja strategis Bapepam-LK di tahun 2009. will be implemented by Bapepam-LK together with SROs and related market participants. The improvements in industry performance and market achievements noted earlier would not have materialized without the full support of government and market participants in the strategic programs initiated by Bapepam-LK in 2009. operating Straight Through Processing (STP) to increase market liquidity. as well as in coming years as we work toward the common goal of creating healthy. which are expected to be fully operational in 2011. The reform agenda in the capital market and NFBI industries will be carried forward. operasionalisasi Straight Through Processing (STP) guna meningkatkan likuiditas pasar. Beberapa langkah pembaharuan strategis ke arah tersebut antara lain berupa aktivasi sistem Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSES) untuk investor. Jakarta. stable and highly-competitive capital market and NBFI industries with sustainable growth into the future. berdaya saing tinggi dan sustainabel pertumbuhannya di masa mendatang.14 Sambutan Ketua Chairman’s Statement Reformasi di sektor industri juga terus dilanjutkan. dan mari kita tingkatkan terus komitmen kita untuk kemajuan pasar modal dan IKNB di tanah air.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . dan pengembangan Single Investor Identity (SID) untuk menjamin akurasi data dan memberikan kenyamanan kepada investor. Mari kita songsong tahun 2010 dengan lebih optimis. We believe we will continue to have the same support in 2010. These three systems. stabil.

15 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

LK Continuous Improvement for a Brighter Future .16 BAPEPAM .

17 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

in accordance to policies which have been set by the Ministry of Finance and based on prevailing laws and regulations.01/2008 concerning Organization and Job Description. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. BAPEPAM .18 Organisasi Organization 03 Organisasi ORGANIZATION Struktur Organisasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Organization Structure of Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (or Bapepam-LK in Indonesian Acronym) Based on Minister of Finance Regulation Number 100/ PMK. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang selanjutnya dalam keputusan ini disebut Bapepam dan LK mempunyai tugas membina. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/ PMK. Indonesia Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency has duties to supervise daily activities of capital market and execute the policies and technical standards in financial institutions area.01/2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Departemen Keuangan. mengatur. dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

In performing the duties Bapepam-LK has the following functions: 1. registrations from the agency and other institutions in capital market area. 2. 3. 4. Penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. Monitoring of Persons who obtain business licenses. Penyusunan peraturan di bidang pasar modal. approvals. Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha.19 Dalam melaksanakan tugas tersebut Bapepam dan Lembaga Keuangan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : 1. 4. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. Capital market law enforcement. Capital market rule making. Penegakan peraturan di bidang pasar modal. Ratification of company disclosure principles for Issuers and Public Companies. 2. 3. persetujuan.

norma. usaha jasa pembiayaan serta modal ventura. 10. Execution of policies in financial institutions area in accordance with the current regulations. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. non-bank financial institution and venture capital company. Bapepam-LK organization is led by 1 (one) chairman as a 1st echelon officer under the Ministry of Finance who supervises thirteen of 2nd echelon units which consists of 1 (one) executive secretariat and 12 technical bureaus that are responsible for supervision of capital market. Kliring dan Penjaminan.20 Organisasi Organization 5. norms. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. Ratification of accounting provisions in capital market area. dana pensiun. Pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. 11. insurance.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Settlement of appeal by Persons imposed sanctions by Stock Exchange. criteria and procedures guidelines in financial institutions area. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. 11. 6. Pelaksanaan tata usaha Badan. Preparation of policies formulation in financial institutions area. 9. 8. and Custodian and Settlement Institution. Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. 9. 7. Clearing and Guarantee Institution. perasuransian. Perumusan standar. 6. Providing technical guidance and evaluation in financial institutions area. 8. Formulation of standards. BAPEPAM . 5. pension fund. 10. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. 7. Execution of agency administration. Organisasi Bapepam dan Lembaga Keuangan terdiri dari 1 (satu) Ketua Badan sebagai eselon I dan membawahi 13 unit eselon II (1 (satu) Sekretariat dan 12 Biro Teknis) dimana lingkup pembinaan dan pengawasan meliputi aspek pasar modal.

Financing and Guarantee Bureau. Biro Dana Pensiun.e. Market Institutions and Transactions Bureau. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa. Internal Compliance Bureau. Research and Information Technology Bureau. Biro Transaksi dan Lembaga Efek. Enforcement Bureau. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. Investment Management Bureau. Biro Perasuransian. Biro Kepatuhan Internal. Accounting Standards and Disclosure Bureau. Insurance Bureau. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Biro Pengelolaan Investasi. There are 12 bureaus within Bapepam-LK i. : Regulation and Legal Counsel Bureau. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Services Sector Corporate Finance Bureau. Biro Pembiayaan dan Penjaminan. Real Sector Corporate Finance Bureau. Biro Riset dan Teknologi Informasi. Pension Fund Bureau.21 Adapun 12 biro yang berada di Bapepam-LK yaitu : Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum.

HEAD OF BUREAUS AND SENIOR ADVISORS PROFILES BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Sekretaris Badan.22 Organisasi Organization Profil Ketua. Kepala Biro & Tenaga Pengkaji CHAIRMAN. EXECUTIVE SECRETARY.

23 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

MSc. Fuad Rahmany A.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . S. Master of Arts bidang Ekonomi dari Duke University. USA in 1992. USA pada tahun 1987 dan gelar Doktor di bidang Ekonomi dari Vanderbilt University di Nashville.24 Organisasi Organization DR. obtained his Master of Arts in Economics from Duke University. 2006. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1981. Fuad Rahmany mulai menjabat sebagai Ketua Bapepam-LK sejak 27 April 2006. Robinson Simbolon mulai menjabat sebagai Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Bapepam-LK sejak 1 Oktober 1999. USA pada tahun 1992. USA in 1997. Ngalim Sawega. Tennessee. He graduated from the Faculty of Economics. 1999. S. He obtained his law degree from University of Indonesia and Master degree of Science from Illinois University. University of Indonesia in 1981. Tennessee. Beliau merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jayabaya pada tahun 1982 dan Program Diploma Ahli Perundang-undangan Universitas Indonesia pada tahun 1988. Ngalim Sawega mulai menjabat sebagai Sekretaris BapepamLK sejak 29 Desember 2006. A. Robinson Simbolon.H. A. USA pada tahun 1997. USA in 1987 and earned his doctoral degree of Economics from Vanderbilt University. Robinson Simbolon has started his office term as Head of Regulation and Legal Counsel Bureau since October 1. Nashville. Robinson Simbolon earned his law degree from Jayabaya University in 1982 and a Diploma of Specialty Regulation Program from University of Indonesia in 1988. 2006. Beliau memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia dan gelar Master of Science dari Illinois University.. Fuad Rahmany has started his term as Chairman of Bapepam-LK since April 27. BAPEPAM .H. Ngalim Sawega has started his assignment as Executive Secretary of Bapepam-LK since December 29.

Yoopi Abimanyu. the University of Birmingham. USA pada tahun 1997. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . MBA Sarjito mulai ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK sejak 10 Oktober 2008. Drs. Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari Saint Louis University. He graduated from the Faculty of Economics of Gadjah Mada University. USA pada tahun 1992 dan Ph. Ann Arbor. 2008. his undergraduate degree in Law from Faculty of Law University of Indonesia and earned his Master degree in Business Administration from Saint Louis University. England pada tahun 1997. Yoopi Abimanyu has started his term as Head of Research and Information Technology Bureau of Bapepam-LK since December 29. MBA Djoko Hendratto menjabat sebagai Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK sejak tanggal 16 Mei 2006. Djoko Hendratto has become Head of Investment Management Bureau of Bapepam-LK since May 16. the University of Birmingham.H. USA in 1992 and earned his Ph. USA in 1998.E.D dari Faculty of Commerce. Djoko Hendratto. Sarjito has been appointed as Head of Enforcement Bureau of Bapepam-LK since October 10. USA in 1997. USA pada tahun 1998. He obtained his Master degree in Applied Economics from University of Michigan. MA Yoopi Abimanyu mulai menjabat sebagai Kepala Biro Riset dan Teknologi Informasi Bapepam-LK sejak 29 Desember 2006. S. He graduated from the Faculty of Economics of Sebelas Maret University and obtained his Master degree in Business Administration from University of Colorado. 2006.. Birmingham. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada. Ann Arbor.25 DR. Djoko Hendratto memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret dan memperolah gelar Master of Business Administration dari University of Colorado. Sarjito. Birmingham. S.D degree from the Faculty of Commerce. England in 1997. Beliau memperoleh gelar Master dalam Applied Economics dari University of Michigan. 2006..

LK Continuous Improvement for a Brighter Future . MBA Anis Baridwan mulai menjabat sebagai Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK sejak 16 September 2008. 2008. Louis University. Bloomington. USA pada tahun 1991. Noor Rachman has been appointed as Head of Service Sector Corporate Finance Bureau of Bapepam-LK since June 6. Anis Baridwan. Noor Rachman adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada tahun 1982 dan memperoleh gelar Master of Arts bidang Ekonomi dari Colorado State University. Bloomington. Beliau merupakan alumnus Institut Teknologi Tekstil. MBA Nurhaida mulai menjabat sebagai Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK sejak 16 September 2008. Beliau merupakan alumnus Universitas Gadjah Mada pada tahun 1982 dan memperoleh gelar Magister di bidang keuangan dan akuntansi dari St. Noor Rachman. USA in 1995. M. He graduated from the Faculty of Economics of Gadjah Mada University in 1982 and earned his Master of Arts in Economics from Colorado State University. Louis University. Noor Rachman memimpin Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK sejak 6 Juni 2000. USA in 1988. Drs. He graduated from Gadjah Mada University in 1982 and earned his Master degree in Finance and Accounting from St. M. Nurhaida has been appointed as Head of Securities Transaction and Institution Bureau of Bapepam-LK since September 16. MA M. USA pada tahun 1995. Anis Baridwan has become Head of Real Sector Corporate Finance Bureau of Bapepam-LK since September 16. USA pada tahun 1988. Drs.26 Organisasi Organization Ir. Bandung pada tahun 1985 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari Indiana University. She graduated from Institute Technology Textile. USA in 1991. 2008. Bandung in 1985 and obtained her Master degree in Business Administration from Indiana University. Nurhaida. BAPEPAM . M. 2000.

He graduated from the Faculty of Economics of Sebelas Maret University in 1988 and earned his Master degree in Management in 2000. Isa Rachmatarwata. Moch. Singapura tahun 2005.27 DR. Isa Rachmatarwata has been Head of Insurance Bureau of Bapepam-LK since May 16. Ir. MM Moch. 2009. Drs. 2009. Master of Business Administration dari University of Rochester. Canada in 1994. Math Isa Rachmatarwata mulai menjabat sebagai Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK sejak 16 Mei 2006. He graduated from the Faculty of Mathematics and Natural Science of Institute of Technology. M. Etty Retno Wulandari. Etty Retno Wulandari has started her office term as Head of Accounting Standards and Disclosure Bureau of Bapepam-LK since August 13. Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Tahun 1988 dan gelar Magister Manajemen pada tahun 2000. Moch. Beliau memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Sebelas Maret. Singapore in 2005. 2006. Ihsanudin. Canada pada tahun 1994. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Ihsanudin has been Head of Financing and Guarantee Bureau of Bapepam-LK since February 2. Beliau merupakan alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung pada tahun 1990 dan memperoleh gelar Master of Mathematic dari University of Waterloo. She graduated from State College of Accountancy (STAN) in 1990. USA in 1993 and Doctoral degree from Nanyang Technology University. MBA Etty Retno Wulandari mulai menjabat sebagai Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan sejak 13 Agustus 2009. Ak. New York. New York. Beliau memperoleh gelar Sarjana Diploma IV Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 1990. Bandung in 1990 and obtained his Master degree in Mathematic from the University of Waterloo. obtained her Master degree in Business Administration from University of Rochester. Ihsanudin mulai menjabat sebagai Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan sejak 2 Februari 2009. USA tahun 1993 dan gelar doktor dari Nanyang Technology University.

USA in 1990. He graduated from the Faculty of Economics of University of Indonesia in 1982 and earned his Master of Arts in Economics from Indiana University.28 Organisasi Organization Drs. BAPEPAM . Beliau adalah alumnus Fakultas Psikologi Jurusan Industri dan Organisasi Universitas Padjadjaran pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari Cleveland State University. Abraham Bastari. Drs. Beliau merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1982 dan memperoleh gelar Master of Arts bidang Ekonomi dari Indiana University. USA in 1993. USA pada tahun 1993. 2006. USA pada tahun 1990. MBA Abraham Bastari mulai menjabat sebagai Kepala Biro Kepatuhan Internal Bapepam-LK sejak 29 Desember 2006.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . He graduated from the Faculty of Psychology of Padjadjaran University in 1984 and and earned his Master degree in Business Administration from Cleveland State University. Bloomington. Abraham Bastari has started his career as Head of Internal Compliance Bureau of Bapepam-LK since December 29. Bloomington. 2006. MA Mulabasa Hutabarat mulai menjabat sebagai Kepala Biro Dana Pensiun Bapepam-LK sejak 16 Mei 2006. Mulabasa Hutabarat. Mulabasa Hutabarat has started his career as Head of Pension Fund Bureau of Bapepam-LK since May 16.

Beliau memperoleh gelar Insinyur dari Fakultas Pertanian.Washington DC.Acc. 2009. IB. USA in 1997. LLM Gonthor R.C. Cleveland. USA in 1998. Gonthor R. Aditya Jayaantara has become Senior Advisor for Capital Market Development since August 13. at Cleveland. He graduated from the Faculty of Economics of Pembangunan Nasional Veteran University in 1990 and earned his Master degree in Accountancy from Case Western Reserve University.H. He graduated from the Faculty of Law of Universitas Pancasila .E. USA in 1994. MBA Dumoli Freddy Pardede mulai menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Lembaga Keuangan sejak 13 Agustus 2009. He graduated from the Faculty of Agriculture of University of North Sumatra in 1989 and earned his Master degree in Business Administration from Cleveland State University. M.. S. Universitas Sumatera Utara tahun 1989 dan gelar Master of Business Administration dari Cleveland State University. IB.Washington D. Gonthor R. S. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009.. Aditya Jayaantara.USA tahun 1997. Dumoli Freddy Pardede has become Senior Advisor for Financial Institution Development since August 13. Aziz has been appointed as Senior Advisor for Organisational Capacity and International Policy Development in August 2009.Jakarta di tahun 1992 dan Master Degree in Laws dari American University . Aditya Jayaantara mulai menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Pasar Modal sejak 13 Agustus 2009. Dumoli Freddy Pardede. Beliau memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Pancasila .Jakarta in 1992 and earned his Master Degree in Laws from American University . Aziz. Beliau adalah alumnus Fakultas Ekonomi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran tahun 1990 dan memperoleh gelar Master of Accountancy dari Case Western Reserve University.29 IB. USA tahun 1994. Aziz mulai menjabat sebagai Tenaga Pengkaji bidang Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Kebijakan Internasional sejak 13 Agustus 2009. Ir. USA tahun 1998.

Undangan & Bantuan Hukum Head of Regulation & Legal Counsel Bureau Kepala Biro Riset & Teknologi Informasi Head of Research & Information Technology Bureau Kepala Biro Pemeriksaan & Penyidikan Head of Enforcement Bureau Kepala Biro Pengelolaan Investasi Head of Investment Bureau Kepala Biro Transaksi & Lembaga Efek Head of Market Institution & Transactions Bureau Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Head of Services Sector Corporate Finance Bureau Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Head of Real Sector Corporate Finance Bureau Kepala Biro Standar Akuntansi & Keterbukaan Head of Accounting Standards & Disclosure Bureau Kepala Biro Pembiayaan & Penjaminan Head of Financing & Guarantee Bureau Kepala Biro Perasuransian Head of Insurance Bureau Kepala Biro Dana Pensiun Head of Pension Fund Bureau Kepala Biro Kepatuhan Internal Head of Internal Compliance Bureau BAPEPAM .30 Organisasi Organization Struktur Organisasi ORGANIZATIONAL STRUCTURE Ketua Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan Chairman of Bapepam .LK Sekretaris Badan The Executive Secretary Kepala Biro Perundang .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

dan 3. dalam melaksanakan tugasnya ketiganya tetap harus melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja terkait lainnya di lingkungan Bapepam-LK. dan penyusunan rekomendasi tentang strategis pengembangan di bidang pasar modal. pengkajian. 2.31 Tenaga Pengkaji SENIOR ADVISORS Perkembangan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank yang semakin cepat yang diikuti pula dengan semakin meningkatnya kompleksitas dan keragaman instrumen keuangan telah melahirkan berbagai tantangan baru bagi Bapepam-LK dalam mengemban fungsi pengaturan dan pengawasannya. Senior Advisor for Capital Market Development whose functions includes overall review and in depth analysis on relevant issues as well as producing the required diagnosis and recommendations for further strategic development of Indonesian capital market. The three advisors structurally reports directly to the Chairman of Bapepam-LK. Salah satu upaya untuk merespon tantangan-tantangan tersebut adalah dengan membentuk 3 (tiga) jabatan senior baru di lingkungan Bapepam-LK terhitung sejak April 2009 yang terdiri dari: 1. The rapid growth of Indonesian capital market and non bank financial institution (NBFI) industry brings about significant challenges to Bapepam-LK regulatory and supervisory role due to the increasing complexity and diversity of products. Tenaga Pengkaji bidang Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Kebijakan Internasional dengan tugas pokok untuk melakukan penelaahan. In response to these challenges. dan penyusunan rekomendasi tentang strategi pengembangan hal-hal yang menyangkut kapasitas organisasi Bapepam-LK dan kebijakan internasional di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. pengkajian. Senior Advisor for Financial Institutions Development whose functions overall review and in depth analysis on relevant issues as well as producing the required diagnosis and recommendations for further strategic development of Indonesian NBFI. Operationally. pengkajian. Tenaga Pengkaji bidang Pengembangan Lembaga Keuangan dengan tugas pokok untuk melakukan penelaahan. 3 (three) new senior positions was established in April 2009 namely: 1. Ketiga Tenaga Pengkaji tersebut secara struktural langsung berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua Bapepam-LK. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . dan penyusunan rekomendasi tentang strategis pengembangan di bidang lembaga keuangan. Tenaga Pengkaji bidang Pengembangan Pasar Modal dengan tugas pokok untuk melakukan penelaahan. Senior Advisor for Organizational Capacity and International Policy Development whose functions overall review and in depth analysis on relevant issues as well as producing the required diagnosis and recommendations for further strategic development of Bapepam-LK organizational capacity and international policy. the advisors work hand in hand with the relevant bureaus within Bapepam-LK organization. 2. market and institutions. Namun demikian. in executing their mandate. and 3.

LK Continuous Improvement for a Brighter Future .32 BAPEPAM .

33 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

1 4. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesa mengalami penguatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya. BAPEPAM .109 dan terjadi pada 2 Maret 2009 .256.1 CAPITAL MARKET PERFORMANCE IN 2009 Stock Price Index Tahun 2009.36.1 KINERJA PASAR MODAL TAHUN 2009 Indeks Harga Saham 4. The index was closed at 2.1 4. Indeks ditutup pada posisi 2. which was the 9th (ninth) best performance.534. This achievement was better if compared to that of 2008 achievement. berada pada posisi 1. The IDX Composite Index was the second best performance index in 2009. mengalami kenaikan sebesar 86.1. Prestasi ini lebih baik bila dibandingkan tahun 2008 yang menempati urutan kinerja terbaik ke 9 (sembilan).98% bila dibandingkan pada posisi penutupan di tahun 2008 dan merupakan indeks tertinggi yang dicapai oleh BEI selama tahun 2009.256. and it was the highest IDX Composite Index has ever reached in 2009.98% compared to 2008 closing position. 2009 at 1.34 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 04 4.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . IHSG di tahun 2009 menempati urutan kinerja indeks terbaik kedua. IHSG terendah selama tahun 2009. In 2009.109. The Indonesia Stock Exchange (IDX ) Composite Index experienced a significant upturn compared to that of last year.534.36 or an increase of 86. The lowest position of the IDX Composite Index in 2009 took place on March 2.1.

50 1.11 8.75 876.897.04 -71.859.03 79.78 1.54 3.31 9.62 2.98 81.11 2.534.05 % Perubahan / % of Change 117.49 63.820.355.14 3.188.00 63.1 Indeks Harga Saham pada Bursa Efek di Kawasan Asia Pasifik akhir tahun 2009 Table 4.A. Bapepam-LK also conducted on the spot observation during Mock Trading conducted by IDX to ensure the readiness of the Stock Exchange before implementing the JATS-NextG.98 79.776.44 2.188.872.34 64.761.534.98 86. Bapepam-LK granted approval to the Stock Exchange upon amendment of Stock Exchange Regulation Number II.36 17.272.31 1.820. Bapepam-LK melakukan peninjauan on the spot pada saat BEI melakukan Mock Trading untuk memastikan kesiapan Bursa sebelum sistem JATS-NextG diterapkan.22 4.30 1.591.464.56 449.17 19.872.41 1.272.68 21.776.1 Stock Price Indices of Stock Exchange in Asia Pacific at the end of 2009 Bursa Efek / Stock Exchange Shenzhen Stock Exchange Indeks / Index Shenzen Composite Index Shenzen Stock Exchange Composite Index[a7] Indonesia Stock Exchange Composite Index Mumbai Stock Exchange Sensex 30 Shanghai Stock Exchange Composite Index Taiwan Stock Exchange Index Taiwan Stock Exchange Weighted Index Straits Times Index Bangkok Stock Exchange of Thailand Index Stock Exchange of Thailand Index Philippine Stock Exchange Index Hangseng Index Kuala Lumpur Stock Exchange Composite Index Nikkei-225 Stock Exchange Dow Jones Industrial Average Des 08 / Dec 08 553. also to provide market with a convenient and an efficient trading system.464. di tahun 2009 Bapepam-LK telah memberikan persetujuan kepada Bursa atas penyempurnaan Peraturan Bursa Nomor II.34 78.647.387.02 52. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .41 9.591.00 52.052.647.49 64.05 10.201.052.872.355.81 3.387.75 8.82 Indonesia Stock Exchange Bombay Stock Exchange Shanghai Stock Exchange Taiwan Stock Exchange 2) 3) 3) 3) Stock Exchange of Singapore Stock Exchange of Thailand 3) 2) Philippine Stock Exchange Stock Exchange of Hongkong Hong Kong Stock Exchange Kuala Lumpur Stock Exchange Tokyo Stock Exchange New York Stock Exchange 1) Penutupan tanggal 29 Desember / Closing price index as of December 29 2) Penutupan tanggal 30 Desember / Closing price index as of December 30 3) Penutupan tanggal 31 Desember / Closing price index as of December 31 Dalam rangka mengantisipasi dan mendukung perkembangan Pasar Modal Indonesia ke depan serta memberikan kemudahan dan efisiensi perdagangan.201.22 1.12 117.14 8.34 1.85 14.81 17.48 876.428.25 63.62 734.81 4.A.39 1) 3) 3) 2) 3) 3) Des 09 / Dec 09 1.98 78.03 81. Salah satu penyempurnaan yang dilakukan dalam peraturan tersebut adalah perubahan fraksi dan jenjang maksimum perubahan harga yang dapat dilakukan secara real time.85 1.30 553.56 1.546.68 3.39 8. menggantikan sistem Jakarta Automated Trading System (JATS).534. regarding Securities Trading in 2009.56 8.02 45. In order to anticipate and support future developments of Indonesia Capital Market.96 449.872.48 14.39[a9] 18.35 Tabel 4.36[a8] 10.36 2.25 63.17 45.78 10.12 86. Perubahan tersebut kemudian diakomodir dengan mengimplementasikan sistem perdagangan baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinamakan JATS-NextG.277. One of the amendment made was fraction adjustment and the maximum span of price adjustment which could be conducted on real-time basis.428.56 8.81 1. These adjustments were to accomodate the implemention of the new trading system in Indonesia Stock Exchange (IDX) named JATS-NextG to replace the Jakarta Automated Trading System (JATS).277.82 18.96 1.34 2.897.50 21. tentang Perdagangan Efek.859.54 734.761.

Issuer is a Party that performs Public Offering. Public Offering is activity performed by Issuer to sell the Securities to the public based on procedures regulated under the prevailing laws.50 triliun pada akhir perdagangan tahun 2008 menjadi Rp2.1. jika dibandingkan dengan akhir perdagangan tahun sebelumnya.2 Kapitalisasi Pasar 2000-2009 Graphic 4.2 Market Capitalization Nilai kapitalisasi pasar di BEI pada akhir perdagangan 2009.38 in 2009.50 trillion in 2008 to Rp2.2 ISSUER AND PUBLIC-LISTED COMPANY Berdasarkan Undang Undang Nomor No. Bapepam-LK shall scrutinize such Registration Statement BAPEPAM .1. Graphic 4.59%. Grafik 4.38 triliun pada akhir perdagangan tahun 2009.1 Indeks Harga Saham Gabungan BEI 2000-2009 Market capitalization in IDX at the closing day of 2009 increased by 87.019. from 21.72 % di tahun 2008 menjadi 35. Penawaran Umum adalah kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang. Indonesia capital market has given bigger contribution toward the GDP.2 EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK 4. Before conducting a Public Offering.2 Nilai Kapitalisasi Pasar 4.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .076.076.59% compared to that of last year. On that ground.1 IDX Composite Stock Price Index 2000-2009 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Grafik 4. Emiten adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum.2 Market Capitalization 2000-2009 2500 2000 1500 1000 500 0 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 4.97% in 2009. a company is beforehand required to submit Registration Statement to Bapepam-LK. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. from Rp1.72% in 2008 to 35.97 % di tahun 2009. yakni dari Rp1. Sejalan hal tersebut. suatu perusahaan wajib terlebih dahulu menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada According to the Laws Number 8 Year 1995 regarding Capital Market. Sebelum melakukan Penawaran Umum.019. kontribusi pasar modal Indonesia terhadap GDP naik dari 21.36 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 4. Afterward. naik 87.

000. either in term of total number of companies performing the Public Offering or total value of bond offered to the public..1 Penawaran Umum Saham Pada tahun 2009 terdapat 13 perusahaan yang melakukan Penawaran Umum perdana saham.37 Bapepam-LK. Throughout 2009. Perusahaan Publik wajib pula menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam-LK. In 2009.000. In 2009. examination toward Registration Statements conducted by Bapepam-LK has fully complied with time frame as specified in SOP of Superior Services..130. Jumlah ini menunjukkan penurunan sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya adalah 17 perusahaan.atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. The 13 companies that performed Initial Public Offering in 2009 were PT Trikomsel Oke Tbk. 4. Selanjutnya Bapepam-LK menelaah Pernyataan Pendaftaran tersebut untuk melihat pemenuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku di Pasar Modal. PT Bumi Citra Permai Tbk. Selama tahun 2009 penelaahan Bapepam-LK atas Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum telah sepenuhnya memenuhi jangka waktu yang ditetapkan dalam SOP Layanan Unggulan. seperti melakukan sosialisasi pasar modal. Sebagai organisasi yang terus mengembangkan diri. The total value of Initial Public Offering was Rp4. On contrary.000. Nilai Penawaran Umum perdana saham tahun ini adalah Rp4. Perusahaan Publik adalah Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp3. and improving certain regulations which are aimed at simplifying the Public Offering process.000. baik dari segi jumlah perusahaan yang melakukan Penawaran Umum maupun dari sisi jumlah nilai obligasi yang ditawarkan kepada masyarakat.725. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. serta penyempurnaan beberapa peraturan yang ditujukan untuk mempermudah proses Penawaran Umum.at minimum or a certain amount of shareholders and paid-in capital as determined under Government Regulation. mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya baik dalam jumlah perusahaan yang melakukan Penawaran Umum maupun dari sisi jumlah nilai emisi saham. either in term of total number of companies performing the Public Offering or total value of share issuance.000. Sepanjang tahun 2009 tidak terdapat Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan Perusahaan Publik di Pasar Modal Indonesia. bond offering experienced a significant increase.. Pada tahun 2009 penawaran umum obligasi mengalami kenaikan yang cukup signifikan. improving Standard Operating Procedures (SOP).2. In 2009. 13 companies have performed Initial Public Offering. Public Company is still required to submit the Registration Statement to Bapepam-LK. Despite a Public Company does not conduct a public offering. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk. such as: organizing capital market socialization. These numbers showed a decrease by 24% compared to last year performance of 17 companies. PT Inovisi Infracom Tbk.130. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 13 perusahaan yang melakukan Penawaran Umum perdana saham tahun ini adalah PT Trikomsel Oke Tbk.087. Namun demikian.000. As a sustained developing organization. PT Katarina Utama Tbk. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk. Public Company is a Company which shares have been owned by 300 shareholders at minimum.2..menurun sebesar 83% dibanding tahun sebelumnya. to discern its compliance to the Capital Market rules and regulations.000.1 Share Offering 4. and which has already had paid-in capital at the amount of Rp 3. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK has carried out certain efforts to increase the number of Issuers that perform Public Offering in Indonesian capital market. yakni memperpendek jangka waktu penelaahan Pernyataan Pendaftaran dari 45 hari menjadi 35 hari. PT Metropolitan Kentjana Tbk. penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP) penelaahan Pernyataan Pendaftaran. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. there was zero Registration Statement submitted by Public Company Indonesia Capital Market. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. untuk penawaran umum saham. share offering decreased compared to last year performance.000. PT Bumi Citra Permai Tbk. Meskipun tidak melakukan Penawaran Umum.087.decreased by 83% compared to the previous year. PT Katarina Utama Tbk. Bapepam-LK telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan jumlah Emiten yang melakukan Penawaran Umum di pasar modal Indonesia. PT Inovisi Infracom Tbk. examining Registration Statement by shortening the examination period of such Registration Statement from 45 days to 35 days.725. PT Metropolitan Kentjana Tbk.

Setelah berlalunya krisis tersebut. Penawaran umum obligasi yang dilakukan tahun 2009 terdiri dari beberapa jenis obligasi berikut : • obligasi konvensional sebanyak 26 penawaran dengan nilai Rp23. and • 2 (two)Subordinated Bonds with a total value of Rp5.700.2. PT Bank Capital Indonesia Tbk.-.811.000.000.000. PT Berlian Laju Tanker Tbk. This showed an increase of 120% compared to last year.-.885. The Issuers that performed Right Issue were PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Penurunan nilai emisi saham tahun 2009 antara lain disebabkan oleh dampak krisis ekonomi global yang masih terasa pada kuartal pertama tahun 2009. The numbers of total Right Issuance showed a decrease by 40%. 4.000. PT Ancora Indonesia Resources Tbk.- BAPEPAM .090.dengan nilai penawaran sebesar Rp15.700. In addition to the abovementioned activities.-. PT Indoexchange Tbk. PT Bank Kesawan Tbk. there were 28 companies that performed Bond Offering with a total offering of Rp31.-. PT BW Plantation Tbk.000.000. PT Bank Agroniaga Tbk. . dibanding tahun sebelumnya. dan PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk.-.500. Issuers as well as Public Companies tended to be more focus on maintaining their operational activities.500.000. Pada tahun 2009 terdapat 15 Penawaran Umum saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu .000. PT Pool Advista Indonesia Tbk. Emiten dan Perusahaan Publik cenderung lebih fokus mempertahankan kelangsungan operasionalnya.000. a Public Offering by Shareholder has been conducted by PT Grahabuana Kreasi Baru upon its shares ownership in PT Indonesia Paradise Property Tbk up to the amount of Rp20.000. PT Bank Bukopin Tbk. Penawaran Umum yang dilakukan oleh Pemegang Saham (PUPS) dilakukan oleh 1 (satu) pihak yaitu PT Grahabuana Kreasi Baru yang melakukan Penawaran Umum atas kepemilikan sahamnya pada PT Indonesia Paradise Property Tbk sejumlah Rp20.779.885. Selain itu. PT Sentul City Tbk dan PT Energy Mega Persada Tbk. Emiten yang melakukan Right Issue adalah PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Pacific Utama Tbk. while the total offering in value decrease by 72% compared to last year.000. and PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. the impact of global economic crisis during the first-quarter of 2009. PT Bank Bukopin Tbk. Bond offerings that were made in 2009 comprised of the following types of bond: • 26 Conventional Bonds with a total value of Rp23. among others.000.000. PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk. PT Berlian Laju Tanker Tbk. dengan total nilai penawaran mencapai Rp31. PT Sentul City Tbk and PT Energy Mega Persada Tbk. PT Darma Henwa Tbk. Jumlah penawaran ini menunjukkan penurunan sebesar 40%. PT Pacific Utama Tbk.000.-.000. PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk.000. a decrease in bank interest rate which made bond becoming a relatively less expensive financing source. PT Ancora Indonesia Resources Tbk.090.000.• obligasi syariah (sukuk) sebanyak 8 (delapan) penawaran dengan nilai Rp1. among others.000.-. PT Pool Advista Indonesia Tbk.2 Corporate Bond Offering Pada tahun 2009 terdapat 28 perusahaan yang melakukan Penawaran Umum Obligasi. PT Garda Tujuh Buana Tbk. PT Bank Agroniaga Tbk.671.38 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.000.- In 2009. PT Darma Henwa Tbk. 4. PT Pelat Timah Nusantara Tbk.804. PT Excelcomindo Pratama Tbk.000. After the crisis»s passed through.-.000.2 Penawaran Umum Obligasi Korporasi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.000. sehingga obligasi menjadi sumber pendanaan yang relatif lebih murah.804.000.811.000. PT Bank Kesawan Tbk. PT Excelcomindo Pratama Tbk. In 2009. PT BW Plantation Tbk.671.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . PT Pelat Timah Nusantara Tbk.831. The total value of share issuance decreased in 2009 was due to.2. PT Garda Tujuh Buana Tbk. dan • obligasi sub ordinasi sebanyak 2 (dua) penawaran dengan nilai Rp5.779. Peningkatan ini antara lain disebabkan oleh penurunan suku bunga bank. Jumlah nilai penawaran ini menunjukkan peningkatan sebesar 120% dibandingkan tahun sebelumnya. with total offering of Rp15.000. there were 15 companies conducting Right Issue.000.831. PT Indoexchange Tbk. Such increase occurred due to. sedangkan nilai penawaran menunjukkan penurunan sebesar 72%.000. PT Bank Capital Indonesia Tbk.• 8 (eight) Syaria Bonds (sukuk) with a total value of Rp1.000.

Perantara Pedagang Efek. PT Indosat Tbk. and one underwriter license to PT. Licensing process of Securities Company is provided pursuant to Bapepam-LK Regulation Number V. PT Salim Ivomas Pratama. selama tahun 2009.3. license revocation were made toward two Securities Companies. PT Summit Oto Finance. namely PT.3 SECURITIES COMPANY AND SECURITIES COMPANY REPRESENTATIVE Securities Company 4. PT Bakrieland Development Tbk. PT Oto Multiartha. PT Berlian Laju Tanker Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Tabungan Negara (Persero). Pencabutan izin terhadap Perusahaan Efek tersebut dilakukan karena adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan pasar modal. PT Bank Ekspor Indonesia (Persero). 4. terdapat pencabutan izin usaha yang dilakukan terhadap dua Perusahaan Efek yaitu kepada PT. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Ramayana Artha Perkasa (broker dealer license) and PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia (broker dealer and underwriter licenses). PT Bank Jabar Banten.A.1 regarding Licensing of Securities Company. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.Commonwealth Securities. PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. PT Pupuk Kalimantan Timur.3 PERUSAHAAN EFEK DAN WAKIL PERUSAHAAN EFEK Perusahaan Efek These Bond Offerings were performed by the following Issuers: PT Medco Energi Internasional Tbk.Erdhikha Elit Sekuritas. PT Summit Oto Finance. PT Indomobil Finance Indonesia. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. In 2009. PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. PT Bank Pan Indonesia Tbk. PT Bank Jabar Banten. Selain itu. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. PT Bank Tabungan Negara (Persero). PT Sinar Mitra Sepadan Finance.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek. PT Indomobil Finance Indonesia. PT Bank Pan Indonesia Tbk. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). PT Salim Ivomas Pratama. PT Bank Ekspor Indonesia (Persero). PT Astra Sedaya Finance. PT Oto Multiartha. PT Danareksa (Persero). A Securities Company is a Party who engages in the business of Underwriter. Bapepam-LK granted 2 (two) new business licences comprising of one broker dealer license to PT. Thereby. In addition to such license granting. PT Indosat Tbk. PT Pupuk Kalimantan Timur.1 Yang dimaksud dengan Perusahaan Efek adalah Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek. Ramayana Artha Perkasa (izin usaha sebagai PPE) dan PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia (izin usaha sebagai PPE dan PEE). PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dengan demikian jumlah total Perusahaan Efek hingga akhir tahun 2009 berjumlah 157 perusahaan. the total number of Securities Companies up to the end of 2009 was 157 companies. PT Federal International Finance. 4. PT Astra Sedaya Finance. PT Bakrieland Development Tbk. Selama tahun 2009. PT Danareksa (Persero).1 4. and PT Mitra Adiperkasa. Perum Pegadaian.A. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Proses perizinan Perusahaan Efek diberikan berdasarkan Peraturan Bapepam-LK Nomor V. PT Apexindo Pratama Duta Tbk. dan atau Manajer Investasi. Broker-Dealer and/or Investment Manager. PT Federal International Finance.39 Penawaran Umum obligasi tersebut dilakukan oleh Emiten sebagai berikut PT Medco Energi Internasional Tbk. PT Apexindo Pratama Duta Tbk.Erdhikha Elit Sekuritas. Bapepam-LK telah memberikan 2 (dua) izin usaha baru untuk Perusahaan Efek yaitu satu izin usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) kepada PT. in 2009. Perum Pegadaian. PT Matahari Putra Prima Tbk. dan PT Mitra Adiperkasa. PT Berlian Laju Tanker Tbk. PT Sinar Mitra Sepadan Finance. The revocation of such licenses was conducted due to violation capital market laws and regulations.Commonwealth Securities dan satu izin usaha sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE) kepada PT. PT Matahari Putra Prima Tbk.

1 regarding Licensing of Securities Company Representatives. 2 1 4. Hal ini penting dilakukan dalam rangka meningkatkan peran pasar modal sebagai penggerak perekonomian nasional.3. Bapepam-LK has gone through reformation in licensing process for Securities Company Representatives especially for underwriter representatives/ broker dealer representatives. 4. In detail.2 License Revocation and Conferral of Securities Companies Jumlah / Number 1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .3. Selama tahun 2009. Throughout 2009.2 Pemberian dan Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Efek No.Penjamin Emisi Efek .Securities Underwriter Pencabutan izin usaha Perusahaan Efek License Revocation of Securities Companies . It was an important policy Bapepam-LK had to make to improve the role of capital market as the engine of national economic growth. To improve the licensing service of Securities Company Representatives.Securities Underwriter 1 1 2.B. Bapepam-LK melakukan reformasi dalam proses Perizinan Wakil Perusahaan Efek khususnya Perijinan Wakil Penjamin Emisi Efek/ Wakil Perantara Pedagang Efek.3.40 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry Tabel 4.3 Wakil Perusahaan Efek In line with the capital market development policy. there were 64 new branch openings and 22 branch office closings conducted by Securities Companies during 2009.Perantara Pedagang Efek . 63 Securities Companies have carried out business expansion by opening new business activities in many cities in Indonesia. Bapepam-LK has encouraged the extension of service coverage of Securities Company.1 tentang Perizinan Wakil Perusahaan Efek. Reformasi tersebut dilakukan dalam bentuk mempersingkat jangka waktu proses perizinan dalam SOP yang semula 45 hari menjadi 21 hari.B.3 Securities Company Representative Yang dimaksud dengan Wakil Perusahaan Efek adalah orang perseorangan yang melakukan kegiatan Perusahaan Efek wajib memiliki izin Wakil Perusahaan Efek yang diatur dalam Peraturan Bapepam-LK Nomor V. Bapepam-LK mendorong perluasan cakupan penyediaan jasa Perusahaan Efek.2 Branch Opening Sejalan dengan arah kebijakan pengembangan pasar modal. Secara rinci.Broker Securities dealer .Broker Securities dealer . bringing up to 453 branch offices. Pemberian izin usaha baru Perusahaan Efek New business license of Securities Companies . Pembukaan Perusahaan Efek di daerah-daerah akan memberikan kesempatan bagi pemodal potensial didaerah-daerah untuk mendapatkan akses untuk melakukan investasi di pasar modal Indonesia. SOP perizinan ini termasuk dalam salah satu SOP Layanan Unggulan dan menjadi salah satu kontrak kinerja BAPEPAM .2 Pembukaan Cabang 4. Uraian / Description Table 4. 4.Perantara Pedagang Efek .3. sehingga total terdapat 453 kantor cabang. tercatat sebanyak 63 Perusahaan Efek melakukan pemekaran perusahaan dengan membuka kegiatan di lokasi lain yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. This licensing SOP was one of the Superior Service SOPs and has become one of Bapepam-LK performance contracts with the Ministry of Dalam rangka meningkatkan pelayanan perijinan Wakil Perusahaan Efek. terdapat 64 pembukaan cabang baru serta 22 penutupan kantor cabang oleh Perusahaan Efek sepanjang tahun 2009. Securities Company Representative is defined as an individual who performs Securities Company activities and is required to have Securities Company Representative license as stipulated in Bapepam-LK Regulation Number V. The opening of Securities Companies in the regions will provide opportunities to potential investors in local areas to get access to invest their fund in Indonesia capital market. The reformation was made by shortening the duration of licensing process in SOP from 45 days to 21 days.Penjamin Emisi Efek .

2009. Krisis global juga telah mempengaruhi preferensi investor dalam memilih jenis produk Reksa Dana.1 INVESTMENT MANAGEMENT Investment Product Krisis perekonomian global di tahun 2008 telah mempengaruhi laju pertumbuhan industri Reksa Dana yang tercermin dari penurunan NAB dari sebesar Rp92.778 izin sebagai WPPE dan WPEE telah dikeluarkan oleh BapepamLK hingga akhir tahun 2009. Total sebanyak 6. batas waktu pembayaran atas penjualan kembali unit penyertaan Reksa Dana. Global economy crisis in 2008 has brought a severe impact to the growth of Investment Fund industry as reflected from decreasing net asset value from Rp92. Throughout 2009.41 Bapepam-LK kepada Menteri Keuangan. Investment Fund industry experienced an uplifting growth.778. investment limitations for Investment Fund.06 triliun pada akhir tahun 2008. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Kebijakan ini diterbitkan dalam rangka memelihara keberlangsungan industri Reksa Dana dari dampak kondisi perekonomian global yang pada saat itu sedang mengalami krisis. etc.4. Izin tersebut terdiri dari 480 izin sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan 40 izin sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE). Reksa Dana Terproteksi menjadi jenis Reksa Dana pilihan utama bagi investor.19 trillion in 2007 to Rp74. jika dibandingkan dengan tahun 2008. 4. Disamping itu. total amount of net asset value of overall Investment Fund. Bapepam-LK telah memberikan 520 izin orang perseorangan. compared to 2008. dan lain-lain.06 trillion at the end of 2008. dimana selama 3 tahun berturut-turut.4. The policy was issued in the course of keeping the continuity of Investment Fund industry which suffered from global economic crisis.4 4. pada tahun 2009 industri Reksa Dana mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan. The licenses were inclusive of 480 broker dealer representatives licenses and 40 underwriter representatives licenses. proporsi jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana Terproteksi terhadap jumlah total Unit Penyertaan seluruh Reksa Dana merupakan porsi terbesar. Nilai Aktiva Bersih seluruh Reksa Dana maupun jumlah Unit Penyertaan yang beredar. batasan minimum dana kelolaan Reksa Dana. . The relaxation policy issued among others were securities Fair Market Value determination for securities in the Investment Fund portfolio. The investor interest toward Capital Protected Investment Fund was high for this kind of Investment Fund was considered to have low risk as it has protection scheme against its principal value of client»s investment.19 triliun pada tahun akhir 2007 menjadi sebesar Rp74. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana Terproteksi yang cukup signifikan dibandingkan dengan peningkatan jumlah Unit Penyertaan jenis Reksa Dana lainnya. or total number of outstanding Participation Unit. Perkembangan ini tidak terlepas dari beberapa kebijakan yang telah dilakukan oleh Bapepam-LK sepanjang tahun 2009 antara lain : • Kebijakan Relaksasi Kebijakan relaksasi atas beberapa ketentuan terkait pengelolaan Reksa Dana dikeluarkan melalui Surat Edaran No: SE-03/BL/2009 tanggal 16 April 2009. Advance Profession Education program for Investment Fund Selling Agent Representative. either in term of total number of outstanding Investment Fund. program Pendidikan Profesi Lanjutan bagi Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. Selama tahun 2009. batasan-batasan investasi Reksa Dana. Kebijakan relaksasi yang dikeluarkan antara lain mengenai penentuan Nilai Pasar Wajar Efek dalam portofolio Reksa Dana. Bapepam-LK has granted 520 new licenses. Tingginya minat investor terhadap jenis Reksa Dana Terproteksi dapat dipahami mengingat jenis Reksa Dana ini dianggap memiliki tingkat risiko yang rendah karena memiliki fitur proteksi terhadap nilai pokok investasi nasabah. It was shown from a significant increase of the number of Participation Unit of Capital Protected Investment Fund compared to those of other Investment Fund and the proportion against total number of Participation Unit of overal Investment Fund was the biggest one. limitation of minimum Net Asset Value for an Investment Fund. the total number of broker dealer representatives and underwriter representatives licenses granted by Bapepam-LK was 6. Namun. 4. The global crisis has also influenced investor preference in selecting the type of Investment Fund product.1 PENGELOLAAN INVESTASI Produk Investasi Finance. in which for 3 years in a row. Capital Protected Investment Fund had become the most preferred Investment Fund to investors. Up until the end of 2009. The phenomenon took place due to several policies taken by Bapepam-LK throughout 2009 as follow: • Relaxation Policy Relaxation Policy on certain provisions pursuant to Investment Fund management was released through Circular Letter Number SE-03/BL/2009 dated April 16. payment time limit upon redemption of Investment Fund participation unit. baik dari segi jumlah Reksa Dana yang beredar. Yet.4 4.

kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan Agen Penjual Efek Reksa Dana dan pegawai tenaga pemasaran pemegang izin Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) dalam kegiatannya memasarkan Reksa Dana. risk management and compliance of Investment Manager Since 2007. Bapepam-LK have involved in intensive cooperation and coordination with relevant institutions. A training was also arranged for all Investment Manager registered in Bapepam-LK in the form of Workshop on Compliance and Risk Management for Investment Manager held on October 2009. Sementara itu untuk menekan maraknya investasi ilegal sekaligus merintis pengawasan bersama terhadap produk-produk investasi keuangan. Pelatihan juga diberikan kepada seluruh Manajer Investasi yang terdaftar di Bapepam-LK dalam bentuk Workshop on Compliance and Risk Management for Investment Manager yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2009. and Ministry of Trade. have consistently provided information and socialization to investors especially to economic-potential areas. have organized a training for Bapepam-LK functionaries and staffs concerning Compliance for Investment Manager held on January 2009. The mapping was carried out to obtain a clear picture of Investment Fund marketing distribution in all regions of Indonesia. Police Force. in 2009 Bapepam-LK. Sementara itu.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Meanwhile. Investment Education. The activities were aimed at improving knowledge and technical competences of Bapepam-LK staffs on Compliance for Investment Manager and improving knowledge of Investment Manager in respect of compliance and risk management. Bapepam-LK. to minimize illegal investment practices and to initiate joint-monitoring for financial investment products. Edukasi Investasi. Bapepam-LK secara intensif telah menjalin kerjasama dan kordinasi dengan instansi terkait seperti Bank Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran mengenai distribusi pemasaran Reksa Dana di seluruh daerah di Indonesia. such as Bank Indonesia. facilitated by Australasian Compliance Institute (ACI). risk management dan kepatuhan Manajer Investasi Sejak tahun 2007 Bapepam-LK juga telah melakukan kerjasama dengan ASIC yang meliputi bidang Kepatuhan di Industri Reksa Dana. Bapepam-LK bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) secara konsisten memberikan pemahaman maupun sosialisasi kepada masyarakat pemodal khususnya yang berada di daerah-daerah yang berpotensi secara ekonomi. Bapepam-LK has also engaged in cooperation with ASIC in the areas of compliance in Investment Fund industry. Additionally. PPATK dan Kementerian Perdagangan. • • Distribution restructuring of Investment Fund Selling Agent Mapping toward Investment Fund Selling Agent was conducted in the form of compliance audit either in head office or branch officess in big cities all over Indonesia. Pembenahan Distribusi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Pemetaan terhadap Agen Penjual Efek Reksa Dana dilakukan dalam bentuk pemeriksaan kepatuhan baik di kantor pusat maupun di kantor cabang di beberapa kota besar di Indonesia. in cooperation with Indonesia Investment Fund Manager Association.42 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry • Peningkatan capacity building. BAPEPAM . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknis pegawai Bapepam-LK mengenai Compliance bagi Manajer Investasi serta dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi Manajer Investasi dalam melaksanakan kepatuhan dan manajemen risiko. Kegiatan sosialisasi kepada pemodal di daerah Selain itu. Kejaksaan. . the mapping was also aimed at increasing the compliance level of Investment Fund Selling Agent and marketing staffs holding Investment Fund Selling Agent Representative licence in their activities of marketing Investment Fund. Di samping itu. dalam rangka pengembangan basis investor domestik. Public Prosecutor. • Improving capacity building. Kepolisian. Indonesian Financial Transaction Reports and Analysis Centre. Market Surveillance and Enforcement. Market Surveillance dan Enforcement. • • Socialization Activity for Domestic Investors In the course of developing domestic investor basis. Additionally. selama tahun 2009 Bapepam-LK bekerja sama dengan Australasian Compliance Institute (ACI) telah menyelenggarakan pelatihan bagi pejabat dan pegawai Bapepam-LK dalam bentuk workshop mengenai Compliance for Investment Manager.

5% pada lelang tanggal 3 Desember 2009. Kemampuan (membayar) utang pemerintah juga diperkirakan masih stabil.534. industri Reksa Dana diuntungkan dengan keputusan Moody»s Investors Service yang menaikkan peringkat utang dalam valas dan mata uang lokal Indonesia dari «Ba3» menjadi «Ba2». perbaikan outlook ini dilandasi oleh pengurangan utang dan kehati-hatian pengelolaan fiskal yang menjadi kunci kebijakan makro ekonomi. S&P menyatakan. Investment Fund industry also got benefit from Moody»s Investors Service decision which scaled up the Indonesia sovereign rating for foreign and local currencies from «Ba3» to «Ba2» with stable outlook. Kenaikan peringkat itu disebabkan oleh perekonomian Indonesia yang relatif tangguh menghadapi resesi global disamping juga prospek pertumbuhan jangka pendek yang sehat.Asset Laporan Tahunan 2009 Annual Report . The government solvability was predicted to be stable as well. On contrary. rating shortterm sovereign adalah «B». from stable to positive outlook. meningkatkan rating outlook Republik Indonesia menjadi positive dari sebelumnya stable. 2009. In 2009. Meanwhile.98% compared to 2008 of 1. dimana pada akhir tahun 2009 ditutup pada posisi 2. Sementara itu. The rating improvement occurred owing to a relatively solid economy of Indonesia in dealing with the global recession as well as fine shortterm growth prospect. Outlook dari peringkat itu adalah stabil. S&P also set Indonesian sovereign rating at BBfor long term foreign currency sovereign credit rating and BB+ for long term local currency sovereign credit rating. Perkembangan industri pengelolaan Investasi pada tahun 2009 juga ditandai dengan terbitnya produk baru berupa penerbitan KIK-EBA pertama diawal tahun The positive growth of Investment Fund in year 2009 was also encouraged by supporting factors which brought conducive investment climate to fixed income market or equity market as reflected from a decrease of the Certificate of Bank Indonesia (SBI) rate and an increase of Jakarta Composite Index (JCI) of Indonesia Stock Exchange (IDX). Sementara itu Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor»s Rating Services (S&P).25% pada lelang tanggal 4 Desember 2008 menjadi 6. S&P juga menetapkan rating pada outlook long term foreign currency sovereign credit rating adalah BB.dan untuk long term local currency sovereign credit rating adalah BB+. Tingkat suku bunga SBI telah mengalami penurunan sebesar 275 basis point selama kurun waktu satu tahun dari posisi 9.43 Perkembangan industri Reksa Dana yang positif di tahun 2009 ini juga didorong oleh beberapa faktor yang mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif baik di pasar surat utang maupun pasar saham yang tercermin dari penurunan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). 23 Oktober 2009.355.98% jika dibandingkan tahun 2008 yang ditutup pada posisi 1. 2008 to 6. Sedangkan IHSG BEI telah mengalami peningkatan yang cukup tajam. structural reformation. Defisit APBN yang relatif rendah dan pertumbuhan ekonomi yang kuat akan menurunkan utang pemerintah dan swasta.534. While the rating outlook for short-term sovereign was «B». Standard & Poor»s Rating Services (S&P). Besides the decrease of SBI rate.5% at auction on December 3. the rating increase was also caused by better credit profile incurred as the result of prudent policy. Kenaikan peringkat ini juga disebabkan oleh membaiknya profil kredit yang diturunkan dari kehatihatian kebijakan.41.41. Disamping penurunan suku bunga SBI. October 23. reformasi struktural dan manajemen utang yang baik. 2009.36 at the end of 2009 or increased 86.25% at auction on December 4. and a good debt management. pada Jumat. the development of investment management industry was also marked by the issuance of new product named Collective Investment Contract . revised Indonesia rating on Friday.36 atau terjadi peningkatan sebesar 86. Additionally. international rating institution. A deficit in the State Budget which was relatively low and a sturdy economic growth shall reduce the government and private debts.355. S&P declared that improvements on such outlooks were made based on debt reduction and prudent fiscal policy as the key for macroeconomics policy. IDX JCI increased significantly up to 2. SBI rate has decreased by 275 basis point within one year from 9.

28%). Reksa Dana Campuran (19.43% from Rp74.06 triliun di akhir tahun 2008.1. total Nilai Aktiva Bersih seluruh Reksa Dana tumbuh menjadi Rp114. Net Asset Value of Investment Fund was still relatively low. If it was compared to Gross Domestic Product (GDP).44 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry dan disusul kemudian penerbitan berikutnya di bulan Oktober. Reksa Dana Pasar Uang (4. total Net Asset Value of all Investment Fund grew up to the amount of Rp114. setelah dokumen diterima dengan lengkap dan memenuhi ketentuan dalam Peraturan perundang-undangan.43% of 2008 proportion which was 37.17% atau naik sebesar 4.37 trillion at the end of 2009. Despite a decrease in 2008. 4. In the course of bureaucracy reformation. 4.1 Investment Fund Investment Fund is a vehicle used by Investment Manager to gather fund from the public investors for investment in a Securities Portfolio.28%) Equity Investment Fund (12. Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) seluruh Reksa Dana maupun jumlah Unit Penyertaan. Dalam rangka Reformasi Birokrasi.43% dari sebesar Rp74.52 miliar unit atau mengalami peningkatan sebesar 14.01% jika dibandingkan dengan jumlah unit penyertaan di akhir tahun 2008 sebesar 60.33%. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan yang cukup signifikan baik dari segi jumlah Reksa Dana yang beredar. Up until December 2009.74%.38%. with 567 Investment Fund. Peningkatan NAB terjadi pada semua jenis Reksa Dana kecuali ETF.58%). Janji pelayanan yang diberikan adalah jangka waktu penyelesaian lebih cepat dari yang ditetapkan oleh Peraturan Perundang-undangan di Bidang Pasar Modal dari sebelum reformasi selama 45 hari kerja menjadi 35 hari kerja setelah reformasi birokrasi.33% respectively. The service provided is a completion schedule which is faster than the one provisioned in prevailing laws and regulations governing capital market. In the meantime. Mixed Investment Fund (19. as well as Index Fund and Exchange Traded Fund (ETF) by 0.43% dari tahun 2008 yang proporsinya mencapai 37. Net Asset Value increase also occurred to all types of Investment Fund except ETF. registration service of Collective Investment Scheme Investment Fund is included in Superior Service SOP. which was 2. Sampai dengan akhir Desember 2009 jumlah Reksa Dana yang beredar telah meningkat menjadi 607 Reksa Dana atau mengalami peningkatan sebesar 7.58%).17% or an increase by 4. NAB Reksa Dana masih sangat kecil.613.1.4.613. Meanwhile. atau pada tanggal lebih awal jika dinyatakan efektif oleh Bapepam-LK telah mencapai 100% dari target yang telah ditetapkan. Sementara itu. It was reflected from significant increase in term of total number of outstanding Investment Fund. Selama tahun 2009. Apabila dibandingkan dengan Gross Domestic Product (GDP).37 triliun di akhir tahun 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .74%.98 miliar. Sedangkan jumlah Unit Penyertaan yang beredar pada akhir tahun 2009 meningkat menjadi 69. from 45 business days before the reformation to 35 business days. yaitu 2.28%) dan Reksa Dana Indeks dan ETF masing masing 0. or total Participation Unit.28%) Reksa Dana Saham (12.01% compared to total Participation Unit at the end of 2008 of 60. pelayanan pendaftaran Reksa Dana berbentuk KIK masuk dalam SOP Layanan Unggulan.03%).05% dibandingkan dengan akhir tahun 2008 dengan 567 Reksa Dana. followed by Fixed Income Investment Fund (21. The highest Net Asset Value increase occurred to Index Investment Fund by 187. total number of Investment Fund was 607 or increased 7.4. Investment Fund industry experienced an uplifting development throughout 2009. Capital Protected Investment Fund dominated the proportion by 42.52 billion units or an increase by 14. or on earlier date in the event that effective statement by Bapepam-LK has reached 100% from the target.1 Reksa Dana Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.05% compared to last year performance. diikuti Reksa Dana Backed Securities (KIK-EBA) in the beginning of the year followed by next issuance on October. industri Reksa Dana mengalami perkembangan yang cukup meggembirakan setelah mengalami penurunan di tahun 2008.04% against 2009 GDP with Rp5. BAPEPAM .06 trillion at the end of 2008.98 billion.04% dari GDP tahun 2009 yang mencapai Rp5. disusul oleh Reksa Dana Pendapatan Tetap (21. Reksa Dana Terproteksi mendominasi proporsi dengan prosentase sebesar 42. Peningkatan NAB tertinggi terjadi pada Reksa Dana Indeks yang meningkat 187.4 trillion. atau mengalami peningkatan sebesar 54. From such numbers. or an increase of 54. Dari jumlah tersebut.4 triliun.03%). Money Market Investment Fund (4. following the receipt of complete documents and the compliance of provisions under laws and regulations. Total Net Asset Value of all Investment Fund.38%. total number of outstanding Participation Unit at the end of 2009 increased up to 69.

Despite a decrease of Money Market Investment Fund by 10.55 trillion in 2009.79%). Equity Investment Fund (88.31 trillion at the end of 2009.22% dari Rp10.46% from 112 Investment Fund throughout 2008 to 117 Investment Fund at the end of 2009.52% dan Reksa Dana Terproteksi (20.52% and Capital Protected Fund (20.31 triliun pada akhir tahun 2009. Walaupun Jumlah Reksa Dana Pendapatan Tetap mengalami penurunan sebesar 7.79% dari Rp2.76%). namun NAB Reksa Dana Pasar Uang mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 126.79% from Rp2.38 trillion at the end of 2008 to Rp38.02% dari Rp20. Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. namun NAB Reksa Dana Pendapatan Tetap mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 68.09% dari sebanyak 141 pada akhir tahun 2008 menjadi 131 pada akhir tahun 2009. Reksa Dana Campuran Reksa Dana Campuran adalah Reksa Dana yang melakukan investasi dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat utang yang perbandingannya tidak termasuk dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham.61% from Rp 11 trillion in 2008 to Rp 18. Jumlah Reksa Dana Campuran mengalami kenaikan sebesar 4. Jumlah Reksa Dana Saham mengalami kenaikan sebesar 8.22% from Rp 10.12%).94%.46% dari sebanyak 112 Reksa Dana pada akhir tahun 2008 menjadi 117 Reksa Dana pada akhir tahun 2009.34% from 29 Investment Fund at the end of 2008 to 26 Investment Fund at the end of 2009. Reksa Dana Fixed Income (84.22 triliun pada akhir tahun 2009.02% from a total amount of Rp20.79%). Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari aktivanya dalam bentuk Efek yang bersifat utang. Despite a decrease of total Fixed Income Fund by 7. Mixed Investment Fund 57.19 triliun pada akhir tahun followed by Money Market Investment Fund (126. Equity Investment Fund Equity Investment Fund means an Investment Fund that invests at least 80% of its assets in Equity Securities.61%dari Rp11 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp18.38 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp38.02%). Net Asset Value of Fixed Income Fund increased significantly by 68.55 triliun pada tahun 2009. Reksa Dana Saham Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek yang bersifat Ekuitas.09% from 141 Investment Fund throughout 2008 to 131 Investment Fund at the end of 2009. Net Asset Value of Money Market Investment Fund experienced a significant increase by 126.30 trillion in 2008 to Rp5. diikuti dengan peningkatan NAB Reksa Dana Campuran yakni sebesar 57. peningkatan ini juga diikuti dengan peningkatan yang cukup signifikan dari sisi NAB Reksa Dana Saham yakni sebesar 88.94%.12%).96% from 67 Investment Fund at the end of 2008 to 73 Investment Fund throughout 2009.30 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp5. Fixed Income Fund Fixed Income Investment Fund means an Investment Fund that invests at least 80% (eighty percent) of its assets in debt Securities. followed by an increase of Balanced Investment Fund Net Asset Value by 57.76%). Money Market Investment Fund Money Market Investment Fund means an Investment Fund that invests only in debt Securities which have an initial maturity date of less than 1 (one) year. Reksa Dana Campuran 57. On contrary. Total number of Mixed Investment Fund increased by 4.22 trillion at the end of 2009.34% dari sebanyak 29 pada akhir tahun 2008 menjadi 26 pada akhir tahun 2009. Walaupun jumlah Reksa Dana Pasar Uang mengalami penurunan sebesar 10. such an increase was followed by a significant increase of Equity Investment Fund Net Asset Value by 88.19 trillion at the end of 2008 to Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Fixed Income Investment Fund (84. Total number of Equity Investment Fund increased by 8. Sementara itu NAB Reksa Dana ETF mengalami penurunan sebesar 7.02%). Reksa Dana Saham (88. Mixed Investment Fund Mixed Investment Fund means an Investment Fund that invests in Equity Securities and debt Securities in proportions other than those referred to Fixed Income Investment Fund and Equity Investment Fund.96% dari sebanyak 67 pada akhir tahun 2008 menjadi 73 pada akhir tahun 2009. Net Asset Value of ETF decreased by 7.45 Pasar Uang (126.

BAPEPAM .36 trillion at the end of 2008 to Rp35. Index Fund Index Fund is Investment Fund. Despite the constant number of Index Fund which remained stable at 2 (two) Investment Fund compared to 2008.36 triliun pada akhir tahun 2008 menjadi Rp35. Reksa Dana Terproteksi masih menduduki posisi tertinggi dan menjadi pilihan sebagian besar investor.12% dari Rp29. Rp16. It was shown from the insignificant development this Investment Fund has experienced in 2009. NAB Reksa Dana Terproteksi berada pada posisi kedua setelah Reksa Dana Saham. Reksa Dana Indeks mengalami peningkatan yang paling tinggi yaitu sebesar 187. Terbukti selama tahun 2009 tidak ada perkembangan yang berarti dari Reksa Dana jenis ini. namun apabila dilihat dari perbandingan NAB-nya.63% from 214 Investment Fund in 2008 to 256 Investment Fund in 2009. Capital Protected Fund experienced the highest increase by 19. Net Asset Value of Capital Protected Fund experienced an increase by 20. Meanwhile. the Investment Fund Net Asset Value experienced the highest incease by 187. Sementara itu NAB Reksa Dana Terproteksi mengalami peningkatan sebesar 20. Capital Protected Fund Capital Protected Fund is Investment Fund in which its investment is in debt Securities with investment grade. Reksa Dana Indeks Reksa Dana Indeks adalah Reksa Dana yang portofolio Efeknya terdiri atas Efek yang menjadi bagian dari sekumpulan Efek dari suatu indeks dengan komposisi yang sama dengan indeks tersebut dengan maksud untuk mereplikasi pergerakan indeks acuannya. While in term of overall Net Asset Value composition.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .63% dari sebanyak 214 Reksa Dana pada tahun 2008 menjadi 256 Reksa Dana pada tahun 2009. Up until 2009.27 trillion at the end of 200 Throughout 2009. enabling Securities value of which on maturity date to be no less than total value protected.46 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 2008 menjadi Rp16.06 trillion at the end of 2009.38% from Rp100 billion at the end of 2008 to Rp290 billion at the end of 2009. Jumlah Reksa Dana Terproteksi mengalami kenaikan yang paling tinggi yaitu sebesar 19. Securities portfolio of which comprises of Securities contained in certain index that has similar composition with such index to replicate the index fluctuation.27 triliun pada akhir tahun 2009. Jumlah Reksa Dana Indeks tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu tetap sebanyak 2 (dua) Reksa Dana. Reksa Dana indeks masih belum diminati oleh investor. Capital Protected Fund Net Asset Value stayed at the second position below Equity Investment Fund. Reksa Dana Terproteksi Reksa Dana Terproteksi adalah Reksa Dana yang investasinya pada Efek bersifat utang yang masuk dalam kategori layak investasi (investment grade) sehingga nilai Efek bersifat utang pada saat jatuh tempo sekurangkurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang diproteksi. Sepanjang tahun 2009 bila dilihat dari jumlah Unit Penyertaan maupun jumlah Reksa Dana. Capital Protected Fund earned the hightest position and became the most preferred Investment Fund for investors.38% dari Rp100 milliar pada akhir tahun 2008 menjadi Rp290 milliar pada akhir tahun 2009.06 triliun pada akhir tahun 2009. Sampai dengan tahun 2009.12% from Rp29. Index Fund was less attractive to investor. Namun demikian bila dilihat dari dari komposisi NAB secara keseluruhan. in terms of total Participation Unit and total Investment Fund.

Based upon currency denomination.3 Reksa Dana KIK Penyertaan Terbatas (RDPT) Reksa Dana Berbentuk KIK Penyertaan Terbatas adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari Pemodal Profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada portofolio Efek.94% dari Rp730 milliar pada akhir tahun 2008 menjadi Rp670 milliar pada akhir tahun 2009.4.2 Investment Fund in the form of Collective Investment Contract (KIK) with Participation Unit traded at Stock Exchange Exchange Traded Fund (ETF) Exchange Traded Fund (ETF) is an investment fund that its Participation Unit traded on Stock Exchange. Total number of ETF experienced no change compared to 2008 which stayed at 2 (two) Investment Fund. Participation Unit of which can be traded at Stock Exchange. Those RDPTs were managed by 18 Investment Manager and administered by Custodian Bank.57 trillion.4. ETF was the only Investment Fund that experienced a decrease by 7.2 Reksa Dana Berbentuk KIK yang Unit Penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek 4. ETF ini merupakan kombinasi dari Reksa Dana tertutup dan Reksa Dana terbuka. asset under management of such RDPT comprised of 47 RDPTs in Rupiah denomination and 7(seven) RDPTs in US Dollar denomination. However.57 triliun. ETF is a new innovation in Investment Fund industry having similarity to public-listed company. Reksa Dana Berbentuk KIK yang Unit Penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek atau sering disebut dengan Exchange Traded Fund (ETF) adalah sebuah Reksa Dana yang merupakan suatu inovasi dalam dunia industri Reksa Dana yang sifatnya mirip dengan suatu perusahaan terbuka dimana unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa. namun apabila dilihat dari perbandingan NAB-nya.33% dibanding RDPT tahun 2008 sebanyak 36.4. 2010 only 54 RDPTs were identified to have asset under management up to the amount of Rp16. RDPT tersebut dikelola oleh 18 Manajer Investasi dan diadministrasikan oleh 11 Bank Kustodian. as per January 21. Sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK mencatatkan 37 Reksa Dana KIK Penyertaan Terbatas (RDPT). Throughout 2009.1. per tanggal 21 Januari 2010 dapat diketahui bahwa dari sejumlah 64 RDPT yang memiliki dana kelolaan adalah 54 RDPT sejumlah Rp16.1. 4. Jumlah ETF juga tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu tetap sebanyak 2(dua) Reksa Dana. in term of Net Asset Value.3 Private Equity Fund (RDPT) Private Equity Fund is a vehicle used by an Investment Fund Manager to gather funds from Professional Investors to be invested in securities portfolio. ETF is a combination of open and closed Investment Fund. and cancelled 7 (seven) RDPTs.4.1.33% compared to total RDPTs in 2008 which was 36 RDPTs. dana kelolaan RDPT tersebut terdiri dari 47 RDPT berdenominasi Rupiah dan 7(tujuh) RDPT berdenominasi Dollar Amerika Serikat. Based on mapping result conducted by Bapepam-LK.Professional Investor is an investor that has ability to purchase Participation Units and to perform risk analysis on Private Equity Fund as regulated by Bapepam-LK»s rule. It contributed to a total number of 64 RDPTs or an increase by 83.1. dan ETF ini biasanya merupakan Reksa Dana yang mengacu kepada indeks saham. Pemodal Profesional adalah pemodal yang memiliki kemampuan untuk membeli Unit Penyertaan dan melakukan analisis risiko terhadap Reksa Dana Berbentuk KIK Penyertaan Terbatas sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam-LK. Bapepam-LK recorded 37 Private Equity Fund (RDPT). Namun berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh Bapepam-LK. and it usually refers to equity index. Berdasarkan denominasi mata uang. ETF adalah satu-satunya jenis Reksa Dana yang mengalami penurunan NAB sebesar 7. dan membubarkan 7 (tujuh) RDPT sehingga jumlah RDPT menjadi 64 atau mengalami peningkatan sebesar 83.94% from Rp730 billion at the end of 2008 to Rp670 billion at the end of 2009.47 4. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 4.

KPR BTN dated October 30. perkembangan Produk Investasi berdasarkan jenisnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. were compiled claims of Housing Loan (KPR) selected from PT Bank Tabungan Negara (Persero). development of Investment Products based upon their types can be found in table below.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . claim inccurred from commercial papers. It was also a good momentum for Investment Manager to be more creative in developing new products that could enrich the Indonesia capital market. Debt Securities guaranteed by the Government. Kedua EBA ini menggunakan aset KPR BTN berkualitas baik sebagai agunan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) as Creditor. Penerbitan kedua EBA ini didukung oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Koordinator Global dan Pembeli Siaga. PT Danareksa Investment Management as Investment Manager. Underlying asset of EBA Danareksa SMF I . Sarana Peningkatan Kredit. PT Bank Tabungan Negara (Persero) sebagai Kreditur Asal.4 Asset Backed Securities (EBA) EBA is Securities issued by Asset Backed Securities Collective Investment Contract.KPR BTN and EBA Danareksa SMF II-KPR BTN.KPR BTN dan EBA Danareksa SMF II-KPR BTN. dan PT Bank Rakyat Indonesia sebagai Bank Kustodian. tetapi juga dapat menjadi sarana untuk ikut serta mengembangkan sektor riil melalui pembiayaan pasar modal.1. portfolio of which comprises of financial assets.4. EBA Danareksa SMF I .KPR BTN (Housing Loan) of Rp100 billion followed by Danareksa SMF II Asset Backed Securities . BAPEPAM . Credit Enhancement Facility. Both EBA put good-quality KPR BTN assets as collateral. hal ini dapat dijadikan momentum untuk lebih kreatif dalam mengembangkan produk-produk investasi baru yang akan memperkaya pasar modal Indonesia. 2009 with Effective Statement letter Number S-9604/BL/2009 at the amount of Rp360 billion. Efek bersifat hutang yang dijamin Pemerintah. Quality of such KPR was shown by idAAA rating provided by Pefindo to both EBA series. Pernyataan efektif Bapepam-LK diterbitkan pada tanggal 29 Januari 2009 melalui surat Nomor S-647/BL/2009 untuk produk investasi baru berbasis sekuritisasi dengan menggunakan wadah Kontrak Investasi Kolektif yaitu Efek Beragun Aset Danareksa SMF I .1. The issuance of this two EBA was supported by PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) as Global Coordinator and Stand-by Buyer. pemberian kredit kepemilikan rumah atau apartemen. menggunakan underlying asset berupa kumpulan tagihan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terpilih dari PT Bank Tabungan Negara (Persero). and PT Bank Rakyat Indonesia as Custodian Bank. PT Danareksa Investment Management bertindak sebagai Manajer Investasi. Kualitas KPR tersebut dapat dilihat dari peringkat idAAA yang diberi Pefindo untuk kedua seri EBA ini. Bagi para Manajer Investasi.4.48 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 4.4 Efek Beragun Aset (EBA) EBA merupakan Efek yang diterbitkan oleh Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial. Effective Statement of Bapepam-LK issued on January 29.KPR BTN sebesar Rp100 milliar disusul dengan Efek Beragun Aset Danareksa SMF II-KPR BTN pada tanggal 30 Oktober 2009 dengan surat Pernyataan Efektif Nomor S-9604/BL/2009 sebesar Rp360 milliar. 4. In general. tidak hanya akan memperkaya alternatif investasi bagi para investor. housing or apartment loan provision. serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut. It was expected by Bapepam-LK that the new investment product not only could enrich the investment alternatives for investor. Bapepam-LK berharap dengan hadirnya produk investasi baru ini. as well as financial assets equivalent and other financial assets related to such financial assets. 2009 through letter Number S-647/BL/2009 for new investment product with securitization basis by using Collective Investment Contract was issued for Danareksa SMF I Asset Backed Securities . e. but it could also become a facility for real sector development through capital market financing.g. Secara garis besar.

Proses penataan Manajer Investasi telah dilakukan sejak tahun 2007 dan proses pemetaan tersebut dilanjutkan di tahun 2009. manages Securities Portfolios or collective investment Portfolios for clients or groups of clients.21 2 0.D.71 73 38.A.17 131 18.3 tentang ditegaskan kembali bahwa Manajer Investasi dapat melakukan kegiatan usaha berupa: 1) pengelolaan portofolio Efek untuk kepentingan 4. pension fund or bank with respect to its own lawful activities. and Regulation Number V.61 3.88 256 35.57 69.4.36 28.1 Investment Manager An Investment Manager is a Person other than an insurance Company.2. 67 20.31 11.2 Pihak yang Melakukan Aktivitas Pengelolaan Investasi 4. - 2 - 2 0. Reksa Dana KIK Penyertaan Terbatas / Private Equity Fund Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Asset Backed Securities 9.37 16. 2 0.1 Manajer Investasi Manajer Investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.16 7.A. Bapepam-LK telah menerbitkan 2 (dua) peraturan. Bapepam-LK has issued 2 (two) regulations. Reksa Dana Pasar Uang/ Money Market Investment Fund Reksa Dana Pendapatan Tetap/ Fixed Income Fund Reksa Dana Saham/ Equity Investment Fund Reksa Dana Campuran/ Mixed Investment Fund Reksa Dana Terproteksi/ Capital Protected Fund Reksa Dana Indeks/ Index Fund Exchange-Traded Fund (ETF) Total 1-7 29 2. Structuring process of Investment Manager has been conducted since 2007.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi. which were Regulation Number IV.22 2.3 Tentang Perizinan Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Manajer Investasi dan Peraturan Nomor V.2. It was reaffirmed In Regulation Number V.2 Parties in Investment Management Activities 4.33 6.3 regarding Licensing of Securities Company Acting as Investment Manager.11 regarding regarding Guidelines for Implementation of Investment Manager Functions.73 0. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan profesionalisme Manajer Investasi. that. 141 11. yaitu Peraturan Nomor IV. and mapping process was followed in 2009.4. In the course of improving the quality and profesionalism of Investment Manager. kecuali perusahaan asuransi. 2 0.29 0.A. as a business.10 0.38 5.49 Tabel 4.70 4.27 32.06 N/A 60.3 Perkembangan Produk Investasi No Jenis Produk Investasi / Investment Product Jumlah RD/ Total Investment Fund Table 4.38 12. 214 29.19 7.06 7.3 that Investment Manager could conduct business activities of: 1) Securities portfolio management for the benefit of certain Laporan Tahunan 2009 Annual Report .3 Investment Product Development Tahun / Year 2008 NAB (Triliun)/ NAV (Trillion Rupiah) Jumlah UP (Miliar)/ Total Participation Unit Jumlah RD/ Total Investment Fund 2009 NAB (Triliun)/ NAV (Trillion Rupiah) Jumlah UP (Miliar) / Total Participation Unit (Billion Rupiah) 1.67 0.4. dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.A.13 567 36 74.00 9.22 5. Dalam peraturan No.46 N/A 4. dana pensiun.52 N/A 8. V.60 117 16.D. 112 10.98 N/A 607 64 114.30 26 5.55 12.4.30 2.11 2 0.

Kharisma Asset Management. 2) collective investment portfolio management for a group of investors through vehicle or products provisioned under Bapepam-LK regulation. CIMB-GK Securities. 3) PT. Ramayana Artha Perkasa. Selama tahun 2009. Momentum Synergy Asset Management.11 Manajer Investasi diwajibkan untuk sekurang-kurangnya mempunyai dan melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: 1) Investasi. Pratama Capital. 6) Securities transaction settlement. yaitu: 1) PT. 8) Riset dan teknologi informasi.11 stated that Investment Manager was obligated to at least have and perform the following functions: 1) Investment. due to returning of business license and spin off by establishing PT. 2 (two) companies due to the non-compliance of Investment Manager requirements. dan 10) Akuntansi dan keuangan. Seiring dengan belum dicabutnya SK Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-69/BL/2007 tanggal 13 April 2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Manajer Investasi. c. 4) Pemasaran. karena perusahaan mengembalikan izin usaha dan melakukan spin off dengan membentuk PT. 2 (dua) perusahaan karena tidak memenuhi ketentuan sebagai Manajer Investasi. 1 (satu) perusahaan karena melakukan pelanggaran peraturan di Bidang Pasar Modal.D. investor as stipulated under bilateral and individual fund management agreement organized based Bapepam-LK regulation. CIMB-GK Securities.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bapepam-LK telah mencabut 7(tujuh) izin usaha Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai Manajer Investasi dengan perincian sebagai berikut: a. throughout 2009 (up until November 2009) Bapepam-LK granted no new license for Securities Company Acting as Investment Manager. Ramayana Artha Perkasa. 2007 regarding Temporary Suspension of Licensing of Securities Company Acting as Investment Manager. and/or 3) other activities as provisioned under Bapepam-LK regulation. 4) Marketing. Jumlah dana pihak ketiga yang dikelola oleh Manajer Investasi berdasarkan laporan bulanan periode Desember With such 7 (seven) revocations of Investment Manager license. 5) Perdagangan. 6) Penyelesaian transaksi Efek. Republic Fund. While Regulation Number V. 5) Trading. Sedangkan dalam peraturan No. 9) Human resource development. and 10) Accounting and finance. Alberta Investment Management. Total amount of third party»s fund managed by Investment Manager based on monthly report in December 2009 was BAPEPAM . During 2009. 4 (empat) perusahaan karena mengembalikan izin usaha sebagai Manajer Investasi. b. 2) PT.V. maka pada akhir tahun 2009 jumlah Manajer Investasi yang masih ada sebanyak 93 perusahaan. 4 (four) companies due to returning of business license as Investment Manager.50 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry nasabah tertentu berdasarkan perjanjian pengelolaan dana yang bersifat bilateral dan individual yang disusun sesuai peraturan Bapepam-LK. 2) PT. c. 9) Pengembangan sumber daya manusia. dan/atau 3) kegiatan lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam-LK. b. namely: 1) PT. Kharisma Asset Management. Republic Fund. Dengan dicabutnya 7 (tujuh) izin usaha Manajer Investasi tersebut. 3) PT. total number of Investment Manager left in 2009 was 93 companies. 2) Risk management. 7) Penanganan keluhan investor. 4) PT.D. namely: 1) PT. 3) Compliance. 1 (one) company due to violation of capital market regulation. Alberta Investment Management. Bapepam-LK revoked 7 (seven) licenses for Securities Company Acting as Investment Manager with the following details: a. 2) PT. yaitu: 1) PT. selama Tahun 2009 (hingga akhir November 2009) Bapepam-LK tidak mengeluarkan izin baru Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan sebagai Manajer Investasi. Pratama Capital. 4) PT. 3) Kepatuhan. Momentum Synergy Asset Management. 2) Manajemen risiko. yaitu PT Antaboga Delta Sekuritas. namely PT Antaboga Delta Sekuritas. 7) Investor complaint handling. 2) pengelolaan portofolio investasi kolektif untuk kepentingan sekelompok nasabah melalui wadah atau produk-produk yang diatur dalam peraturan Bapepam-LK. 8) Research and information technology. To cope with the non-revocation of SK Chairman of Bapepam-LK Decree Number Kep-69/BL/2007 dated April 13. 2) PT.

52% of the total fund or a slight decrease by 1. 4. Total number of Investment Advisor was 8 (eight) parties comprising of 5 (five) Individual Investment Advisors and 3 (three) Company Investment Advisor.2.2 Investment Advisor An Investment Advisor is a Person who.38% compared to 2008 which was Rp122.4.52% dari total dana keseluruhan atau sedikit mengalami penurunan sebesar 1.4 Investment Manager»s Representative Investment Manager»s Representative (WMI) is an individual who gets license from Bapepam-LK to act on behalf of Securities Company. total number of investor increased significantly from 303. Domestic investor fund was still dominated the proportion by 95.23% dibandingkan dengan proporsi tahun 2008 sebesar 96.4. renders advice to others regarding the sale or purchase of Securities During 2009. Bapepam-LK granted 1 (one) license as Investment Advisor to PT EMCO Adidaya International. Perusahaan Efek dalam hal ini adalah Manajer Investasi Selama tahun 2009 Bapepam-LK memberikan izin orang perseorangan sebagai WMI sebanyak 48 orang dan Rp180. Jumlah nasabah mengalami perubahan yang sangat signifikan dari 303. for a fee.23% compared to 2008 proportion which was 96. 4. Total number of Investment Fund Selling Agent up until December 2009 was 26 Bank. 4. Bapepam-LK memproses 3 (tiga) pengajuan pendaftaran baru APERD dan belum dapat mempertimbangkan ketiga pengajuan pendaftaran tersebut. for activities related to Securities Portfolio management. Selama Tahun 2009 Bapepam-LK memberikan 1 (satu) ijin perusahaan sebagai Penasihat Investasi yaitu PT EMCO Adidaya International.3 Investment Fund Selling Agent (APERD) An Investment Fund Selling Agent is a Person that performs business of selling Investment Fund based on contract between the Investment Fund Selling Agent and Investment Fund Manager During 2009.2. Dana nasabah dari dalam negeri masih mendominasi dengan proporsi sebesar 95. Meanwhile. Meanwhile. at the same period. At the same time. Throughout 2009.2.4 Wakil Manajer Investasi Wakil Manajer Investasi (WMI) adalah Orang Perseorangan yang mendapat ijin dari Bapepam-LK yang bertindak mewakili kepentingan Perusahaan Efek untuk kegiatan yang bersangkutan dengan pengelolaan Portofolio Efek.48% in 2009. 1 (one) APERD returned its license. Sedangkan proporsi dana nasabah dari luar negeri mengalami kenaikan dari 3. Sementara itu pada periode yang sama 1 (satu) APERD mengembalikan ijin sehingga jumlah seluruh Agen Penjual Efek Reksa Dana sampai dengan Desember 2009 sebanyak 26 Bank. 4.65%.2.35% in 2008 to 4.300 investors in 2008 to 304.29%.2.79 triliun.177 in vestors in 2009 an increase by 0.2 Penasihat Investasi Penasihat Investasi adalah Pihak yang memberi nasihat kepada Pihak lain mengenai penjualan atau pembelian Efek dengan memperoleh imbalan jasa.4.2.29%.4.79 trillion.4.35% pada tahun 2008 menjadi 4. Bapepam-LK has processed 3 (three) applications of new APERD registration.98 trillion or an increase by 47. Selama tahun 2009. foreign proportion of investor fund experienced an increase from 3. Investment Manager.51 2009 mencapai Rp180. none of them have met Bapepam-LK consideration. Yet.300 nasabah pada tahun 2008 menjadi 304.4.177 nasabah pada tahun 2009 atau terjadi peningkatan sebesar 0.98 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 47. Bapepam-LK granted individual license of WMI to 48 persons and revoked 4 (four) individual Laporan Tahunan 2009 Annual Report .3 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) Agen Penjual Efek Reksa Dana adalah Pihak yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana berdasarkan kontrak kerja sama dengan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksa Dana.65%.38% dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar Rp122. 4. sehingga jumlah Penasihat Investasi adalah 8 (delapan) pihak yang terdiri dari 5 (lima) Penasihat Investasi Perorangan dan 3 (tiga) Penasihat Investasi Perusahaan. 4.48% pada tahun 2009.

5. Bapepam-LK melakukan reformasi dalam proses Perizinan WAPERD.5 PROFESI DAN LEMBAGA PENUNJANG PASAR MODAL Profesi Penunjang Pasar Modal licenses of WMI.69% dari tahun sebelumnya yaitu 1.1.2. Throughout 2009. Bapepam-LK has conducted reformation in WAPERD licensing process. 4. and providing guidance for proper book-keeping (if necessary).1 4. Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan mengingat pentingnya peran WAPERD dalam industri pengelolaan investasi.152 orang pada tahun 2009 atau mengalami kenaikan sebesar 14.52 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry mencabut izin orang perseorangan sebagai WMI sebanyak 4 (empat) orang.152 persons in 2009 or an increase by 14. total number of accountant registered in were 538 accountants.657 individuals.495 persons in 2008 to 21. Bapepam-LK granted capital market professional registration certificates (STTD) to 35 accountants.37%. Dengan demikian total pemegang izin orang perseorangan sebagai WMI adalah sejumlah 1.5. 4. SOP perizinan ini termasuk dalam salah satu SOP Layanan Unggulan yang menjadi salah satu Kontrak Kinerja Ketua Bapepam-LK kepada Menteri Keuangan.783 persons.5. Up until December 2009.5 CAPITAL MARKET SUPPORTING PROFESSIONAL AND INSTITUTION Capital Market Supporting Professional 4. Sehingga sampai dengan akhir Desember 2009.37%.5 Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) adalah orang perseorangan yang mendapatkan izin dari BapepamLK untuk bertindak sebagai penjual Efek Reksa Dana.783 orang.5. BAPEPAM . examining the bookkeeping to cope with Indonesia Accounting Principles and provisions of Bapepam-LK as regulator. total individual license of WMI was 1. antara lain melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan perusahaan dan memberikan pendapatnya. Such Reformation was made in the form of shortening the licensing process in SOP from 45 business days to 21 business days following the receipt of complete documents which have complied to provisions of the prevailing laws and regulations.1 Akuntan Akuntan Publik mempunyai tugas. In 2009.495 orang pada tahun 2008 menjadi 21. jumlah Akuntan yang telah terdaftar di Bapepam-LK adalah 538 Akuntan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .831 or an increase by 2.1.1 4.69% from last year which were 1. Bapepam-LK granted WAPERD license to 2.4. Bapepam-LK telah mengeluarkan Surat Tanda Terdaftar (STTD) untuk Profesi Penunjang Pasar Modal sebanyak 35 STTD untuk Akuntan. 4. it made individual license as WAPERD increased significantly from 18.4. 4. Tahun 2009 Bapepam-LK memberikan izin orang perseorangan sebagai WAPERD sebanyak 2.1 Accountant Public Accountant is responsible for among others performing examination upon company»s financial reports and providing relevant comment. 4. sehingga pemegang izin orang perseorangan sebagai WAPERD mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dari 18.2. In order to improve the services and considering that such WAPERD has an important role in investment management industry. Consequently.657.831 atau mengalami peningkatan sebesar 2. memeriksa pembukuan apakah sudah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia dan ketentuan Bapepam-LK sebagai regulator dan memberikan petunjuk pelaksanaan cara-cara pembukuan yang baik (apabila diperlukan). yang semula 45 hari kerja menjadi 21 hari kerja setelah dokumen diterima dengan lengkap dan memenuhi ketentuan dalam Peraturan perundangundangan yang berlaku. Sepanjang tahun 2009 ini. Reformasi tersebut dilakukan dalam bentuk perpendekan jangka waktu dalam SOP pelayanan proses perizinan. The licensing SOP is included in Superior Service SOP which is one of Performance Contract of Chairman of Bapepam-LK to the Minister of Finance. Therefore.5 Investment Fund Selling Agent Representative (WAPERD) Investment Fund Selling Agent Representative (WAPERD) is an individual who gets license from Bapepam-LK to act as Investment Fund»s sales.

Dengan demikian sampai dengan akhir tahun 2009 jumlah Notaris yang telah terdaftar di Bapepam-LK sebanyak 1227.2 Legal Consultant Legal Consultant is responsible among others for performing overall legal audit and providing legal opinion to issuer and publi-listed company. Up until December 2009.5. Bank umum yang bertindak sebagai kustodian disebut bank kustodian. Throughout 2009.5.5.2.1 Custodian Bank A Custodian is a Party who provides safekeeping services with respect to Securities and Securities-related assets and other services. dan hak-hak lain.4 Notary Notary is responsible among others for providing official report of general shareholders meeting. Bapepam-LK issued Registration Letter of Capital Market Supporting Professional to 40 Notaries.5.3 Appraiser Appraiser is responsible among others for issuing and signing Appraisal Report which is an opinion given upon asset fair value organized based on audit performed by appraiser. The application of Commercial Bank for becoming custodian is submitted to Bapepam-LK pursuant to Bapepam and LK Regulation Number VI. Bapepam-LK issued Registration Letter of Capital Market Supporting Professional to 13 Legal Consultants. 4. the settlement of Securities Transactions. jumlah bank kustodian mengalami pengurangan karena Bapepam-LK telah membatalkan satu persetujuan Bank Umum sebagai Bank Kustodian terhadap 4. drawing up Amendment Act of Articles of Association.1 tentang Persetujuan Bank Umum sebagai Kustodian. and preparing legal documents for securities issuance.1. there were 656 Legal Consultants registered in Bapepam-LK. Dengan demikian sampai dengan akhir tahun 2009 jumlah Konsultan Hukum yang telah terdaftar di Bapepam-LK adalah 656 Konsultan Hukum. and agency services for clients who are account holders. Sehingga sampai dengan akhir Desember 2009. dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.1. During 2009. During 2009.1.5.2. including collection of dividends.5. Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah menerbitkan STTD bagi 40 Notaris. 4. total number of custodian bank decreased for Bapepam-LK has cancelled one Commercial Bank approval as Custodian Bank which was PT Bank Lippo Tbk Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Therefore. Bapepam-LK telah mengeluarkan Surat Tanda Terdaftar (STTD) untuk Profesi Penunjang Pasar Modal sebanyak 5 (lima) STTD untuk Penilai. there were 110 Appraisers registered in Bapepam-LK. 4. Sepanjang tahun 2009 ini. bunga. Di tahun 2009. and other entitlements. Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah menerbitkan Surat Tanda Terdaftar bagi 13 Konsultan Hukum. jumlah profesi yang telah terdaftar di Bapepam-LK adalah 110 Penilai.1.A.2 Konsultan Hukum Konsultan Hukum mempunyai tugas antara lain melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dari segi hukum (legal audit) dan memberikan pendapat dari segi hukum (legal opinion) terhadap Emiten dan Perusahaan Publik.1 regarding Approval for Commercial Bank as Custodian.53 4. termasuk menerima dividen. at the end of 2009. up to the end of 2009. interest.5. membuat Akte Perubahan Anggaran Dasar dan menyiapkan perjanjian-perjanjian dalam rangka emisi efek.2 Capital Market Supporting Institution 4. During 2009.5.1 Bank Kustodian Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain.4 Notaris Notaris mempunyai tugas antara lain membuat Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham. 4. Commercial Bank that acts as custodian is called custodian bank. Therefore. Bapepam-LK issued Registration Letter of Capital Market Supporting Professional to 5 (five) Appraisers. Permohonan Bank Umum sebagai kustodian diajukan kepada Bapepam-LK berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor VI.5.5. total number of Notaries registered in Bapepam-LK were 1227 notaries. 4.2 Lembaga Penunjang Pasar Modal 4.1.A. menyelesaikan transaksi Efek. 4.3 Penilai Penilai mempunyai tugas antara lain menerbitkan dan menandatangani Laporan Penilai.1. yaitu pendapat atas nilai wajar aktiva yang disusun berdasarkan pemeriksaan menurut keahlian para penilai.

license of Securities Price Valuation Institution establishment has been adopted in Bapepam and LK Regulation Number V. However.5. maka dilakukan penyempurnaan peraturan tersebut di tahun 2009 berdasarkan Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-266/BL/2009 tanggal 10 Agustus 2009. Hal ini disebabkan perseroan tersebut telah efektif bergabung dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk. The existence of this institution is required in providing a fair and efficient fixed income market development by setting up a fair market price of debt Securities and sukuk objectively.B. there was a change in number of inhouse BAE. and it serves as valuation Price as well in daily portfolio/net asset value (NAB). 4. Pada tahun 2009. there was 1 (one) inhouse BAE that mergerd to other BAE. terdapat perubahan jumlah inhouse BAE.1. Keberadaan lembaga ini dibutuhkan dalam mengembangkan pasar surat utang yang efisien dan sehat dengan menetapkan harga pasar wajar Efek bersifat Utang dan Sukuk secara objektif. 4. sehingga total inhouse BAE mengalami penurunan menjadi 17 inhouse BAE dari 18 inhouse BAE di tahun 2008. and accountably. Di tahun 2007. During 2009. maintains ownership records of an Issuer»s Securities and distributes entitlements on such Securities. Namun.2. Di tahun 2009.3 regarding Securities Price Valuation Institution. Inhouse BAE is Issuer/Public-listed Company that performs its own Securities administration. Harga tersebut sebagai acuan dalam pasar surat utang sehingga menjadi lebih transparan dan menjadi referensi dalam transaksi jual beli serta sebagai Harga Valuasi dalam menghitung nilai portofolio/aset bersih (NAB) harian. Namun untuk mewujudkan terbentuknya Lembaga Penilaian Harga Efek yang independen dan sehat. 4. izin pembentukan Lembaga Penilaian Harga Efek telah dimuat dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. to create an independent and fair Securities Price Valuation Institution. revision upon such regulation was conducted in 2009 pursuant to Chairman Bapepam and LK Decree Number: Kep-266/BL/ 2009 dated August 10. During 2007. During 2009. Licensing of BAE is regulated in accordance to Bapepam and LK Regulation Number VI. Bapepam-LK memberikan izin pursuant to Bapepam-LK Decree Number:216/BL/2009 dated July 21. Biro Administrasi Efek mempunyai tugas menjaga sebaikbaiknya setiap Efek maupun catatan pembukuan dalam pengelolaannya dan wajib membuat salinan dari catatan pembukuan yang disimpan di tempat yang terpisah dan aman.C. Bapepam-LK granted business and operational licenses to PT Penilai Harga Efek BAPEPAM . Meanwhile. which were 10 (ten) companies. BAE is responsible for safe-keeping Securities or book-keeping records under its management.2 Securities Administration Agency (BAE) A Securities Administration Agency is a Party that.3 Securities Price Valuation Institution Securities Price Valuation Institution (LPPHE) is a Party that performs valuation of debt securities and sukuk for fair market price. There were 21 custodian bank up to the end of 2009. Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. 2009.5. kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. and is required to provide copy of such book-keeping records kept in a secure and separate site.3 regarding Bond Pricing Agency.2 Biro Administrasi Efek Biro Administrasi Efek (BAE) adalah Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek. under contract. Total bank kustodian hingga akhir tahun 2009 adalah 21 perusahaan.C.3 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek. In accordance with such amended Bapepam and LK regulation Number V.2.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .3 Lembaga Penilaian Harga Efek Lembaga Penilaian Harga Efek (LPHE) adalah Pihak yang melakukan penilaian harga Efek bersifat utang dan Sukuk dan untuk menetapkan harga pasar wajar.5.C. independently. tidak ada perubahan jumlah Biro Administrasi Efek (BAE) yang telah memperoleh izin dari Bapepam-LK yaitu tetap berjumlah 10 (sepuluh) perusahaan.C.B.2.54 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry PT Bank Lippo Tbk berdasarkan Keputusan Bapepam-LK Nomor:216/BL/2009 tanggal 21 Juli 2009. leaving the total number of inhouse BAE decreased to 17 inhouse BAE from 18 inhouse BAE in 2008. Yang dimaksud inhouse BAE adalah Emiten/ Perusahaan Publik yang melaksanakan sendiri administrasi Efeknya. 4. Perizinan Biro Administrasi Efek diatur berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor VI. It happened due to effective merger of the Company with PT Bank CIMB Niaga Tbk. The price serves as benchmark in transparent fixed income market and becomes reference in sell-buy transactions.5. terdapat 1 (satu) inhouse BAE yang bergabung dengan Biro Administrasi Efek yang lain.1.2.3 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek yang telah disempurnakan tersebut. independen. 2009. number of BAE registered in Bapepam-LK remained constant.

As part of the efforts to improve good corporate governance and to be in line with G-20 mandate. At the end of 2009. yakni PT Pemeringkat Efek Indonesia dan PT Fitch Ratings Indonesia.5 Wali Amanat Wali Amanat merupakan Pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek yang bersifat utang. Namun demikian hanya 10 (sepuluh) Wali Amanat yang masih aktif di pasar modal.4 Perusahaan Pemeringkat Efek Perusahaan Pemeringkat Efek adalah Penasihat Investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat. 4. serta menyediakan informasi pasar EBU dan Sukuk. Sampai dengan akhir tahun 2009. there were 14 Registration Letter of Capital Market Supporting Professional as Trust Agent have been issued by Bapepam-LK. Sukuk. terdapat 14 Surat Tanda Terdaftar Wali Amanat yang telah dikeluarkan oleh Bapepam-LK. Sampai dengan akhir tahun 2009. Sukuk Market. Pada akhir 2009 Bapepam-LK telah melakukan Pencabutan Izin Usaha sebagai Pemeringkat Efek atas nama PT Moody»s Indonesia (d/h PT Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia) atas permintaan sendiri. there were 2 (two) Credit Rating Companies actively involved in Indonesia capital market activities. The issuance of those six regulations. and provides information of debt Securities. Resignation of PT Moody»s Indonesia from Indonesia capital market was part of the internal restructuring program of PT Moody»s Inc. Sedangkan yang dimaksud dengan peringkat. and/or 2) Related to Securities issued by respective Party being rated (instrument rating). Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah memberikan Surat Tanda Terdaftar (STTD) sebagai Wali Amanat kepada 1 (satu) Bank yaitu Bank Sinar Mas.#: 01/BL/STTDWA/2009 to 1 (one) Bank as Trust Agent. While rating is defined as opinion on Party»s capability to fulfill its payment obligation timely: 1) As entity (company rating). Up until 2009.2.5. berdasarkan peraturan tersebut merupakan opini tentang kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran secara tepat waktu oleh suatu Pihak: 1) sebagai entitas (company rating).55 usaha dan izin operasional sebagai Lembaga Penilaian Harga Efek kepada PT Penilai Harga Efek Indonesia (PT PHEI).4 Credit Rating Company Credit Rating Company is Investment Advisor in form of Limited Liabilities that performs rating activities and provides rating. terdapat 2 (dua) Perusahaan Pemeringkat Efek yang aktif melakukan kegiatan di pasar modal Indonesia. Dengan adanya ke enam peraturan ini diharapkan pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan pemeringkat efek dapat lebih ditingkatkan. Pengunduran PT Moody»s Indonesia dari pasar modal Indonesia merupakan bagian dari program restrukturisasi internal PT Moody»s Inc. only 10 (ten) of them were active in the capital market. Adapun 3 (tiga) Wali Amanat berstatus tidak aktif sementara dan 1 (satu) Indonesia (PT PHEI) as the Securities Price Valuation Institution. There rest were 3 (three) temporary inactive Trust Agents and 1 (one) Laporan Tahunan 2009 Annual Report . However.2. and other securities.dan/ atau 2) berkaitan dengan Efek yang diterbitkan oleh Pihak dimaksud yang diperingkat (instrument rating). Bapepam-LK performed Revocation of Credit Rating Company License to PT Moody»s Indonesia (d/ h PT Kasnic Duff & Phelps Credit Rating Indonesia) upon own request. 4.5. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan good corporate governance dan sejalan dengan mandat G-20.5 Trust Agent A Trust-Agent is a Person who represents the interests of holders of debt Securities. dengan Nomor STTD: 01/BL/ STTD-WA/2009.5. This legal entity performs was later known as Indonesian Bond Pricing Agency or IBPA that performs valuation and fair pricing of debt Securities. Bapepam-LK pada pertengahan 2009 telah mengeluarkan 6 (enam) peraturan terkait dengan perusahaan pemeringkat efek.2. Sukuk dan surat berharga lainnya. 4.2. it was expected that management and monitoring activities toward credit rating companies could be improved. During 2009. namely PT Pemeringkat Efek Indonesia and PT Fitch Ratings Indonesia. namely Bank Sinar Mas. Bapepam-LK granted Registration Letter of Capital Market Supporting Professional ref. Badan hukum ini kemudian dikenal dengan nama Indonesian Bond Pricing Agency atau IBPA yang menilai dan menetapkan harga pasar wajar atas Efek bersifat Utang.5. Up to the end of 2009. 4. BapepamLK has issued 6 (six) relevant regulations related to credit rating company in the midst of 2009.

sampai dengan Desember 2009 sukuk yang telah diterbitkan sebanyak 43 sukuk atau meningkat sebesar 48.400) and untraded Sukuk Sumber : Statistik Bapepam-LK dan www.00 n.40 3. there were 43 sukuks was issued or an increase by 48.or. 4.282. the main indicators for sharia product in Indonesia capital market.a 2.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .40 20.40 2007 3. 14 sukuks of 8 (eight) Issuers got effective statement from Bapepam-LK.a 723.00 5.2009: BAPEPAM . beberapa indikator utama produk syariah di Pasar Modal yaitu sukuk dan reksa dana syariah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.015. serta reksadana syariah sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 4.91% 2008 5. It was shown from sharia product growth in Indonesia capital market.70 1.400 dan Sukuk yang tidak diperdagangkan Berdasarkan data statistik di atas.005. sukuk and sharia investment fund.1.110 billion (US$1 = Rp9. 4.6 4. comprising of corporate sukuk (sharia bond) and Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/sukuk negara) as well as sharia investment fund experienced an increase by 166. maka dapat dilihat bahwa pertumbuhan produk syariah di Pasar Modal secara total yang meliputi sukuk (obligasi Syariah) korporasi dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk Negara) serta reksa dana syariah dari tahun 2008 sampai dengan akhir tahun 2009 telah tumbuh sebesar 166.1 PASAR MODAL SYARIAH Pertumbuhan Pasar Modal Syariah Trust Agent with inactive status.377. 4.16% from Rp12.or.1. kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.1 Sukuk Selama tahun 2009 terdapat 14 sukuk dari 8 (delapan) Emiten yang memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK.dmo.97 trillion in 2009.28% compared to 2008 which was only 29 sukuks.174.498.4 Sharia Product Growth Produk / Product Sukuk (Obligasi Syariah) / Sukuk (Sharia Bond) SBSN (Sukuk Negara) Reksa Dana Syariah / Sharia`Investment Fund Jumlah / Total Pertumbuhan / Growth 2006 2.1 Sukuk During 2009.99* 4.90 123.699.41% 2009 7. The following table shall give an illustration of sukuk issuance against total issuance of bond and sukuk in 2002 .1 SHARIA CAPITAL MARKET Sharia Capital market Growth Selama tahun 2009. 4.6.80 12. Secara kumulatif.012.id * inclusive of Foreign Exchange Sukuk Negara (Global) of US$650 million or about Rp6. yaitu dari Rp12.16% Keterangan : Note: Source: Bapepam-LK Statistics and www.973.6 4.22 31.00 n. During 2009. sharia product growth in Indonesia capital market. comprising of corporate sukuk (sharia bond) and sukuk negara.01 trillion in 2008 up to Rp31.16%.203. Selama tahun 2009. as well as sharia investment fund as illustrated in the table below: Table 4.00 78.28% dibandingkan pada akhir tahun 2008 sebanyak 29 sukuk.56 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry Wali Amanat telah berstatus tidak aktif tetap. showed a substantial growth. Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan produk syariah di Pasar Modal Indonesia yang meliputi sukuk (obligasi syariah) korporasi dan sukuk negara.id * termasuk Sukuk Negara Valas (Global) sebesar US$650 juta atau sekitar Rp6. Pertumbuhan Produk Syariah Throughout 2009.814. Indonesia capital market showed an uplifting growth.4. up until December 2009.629.40 4.6.01 triliun di tahun 2008 menjadi Rp31.dmo. Accumulatively.328.61 166.6.97 triliun di akhir tahun 2009. Berikut tabel perbandingan penerbitan sukuk dengan total penerbitan obligasi dan sukuk dari tahun 2002-2009: According to the above statistical data.110 miliar dengan kurs dollar Rp9.6.

498 triliun.640 2.015 trillion or increased 27.015 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .015 triliun atau meningkat sebesar 27.115 5.3 Total Number of Sukuk Bond Issuers 500 400 300 200 100 0 2002 Bond & Sukuk Sukuk 200 1 2003 257 6 2004 296 13 2005 318 16 2006 333 17 2007 378 21 2008 412 29 2009 440 43 Jika dilihat dari nilai emisi.517 trillion during 2009. selama tahun 2009.530 7.4 Perbandingan Total Nilai Emisi Sukuk dengan Total Nilai Emisi Obligasi dan Sukuk Graphic 4. Dengan demikian.812 175 2003 63.174 2008 148.59% compared to 2008 which was Rp5. total value of sukuk issuance up until December 2009 was Rp7. secara kumulatif sampai dengan Desember 2009 nilai emisi sukuk telah mencapai Rp7.498 trillion.009 2006 102.498 2009 178.4 Comparison of Total Sukuk Issuance and Total Bond & Sukuk Issuances 200000 Miliar Rupiah Billion Rupiah 150000 100000 50000 0 2002 Bond & Sukuk Sukuk 37.517 triliun. total sukuk issuance value was Rp1.424 2005 91.282 2007 134.015 3. total nilai emisi penerbitan sukuk berjumlah Rp1.59% dibandingkan pada akhir tahun 2008 sebesar Rp5. Below is comparison table of total value of sukuk issuance against total value of bond and sukuk issuance in 2002-2009: Grafik 4.005 1. Berikut tabel perbandingan total nilai emisi penerbitan sukuk dengan total nilai emisi penerbitan obligasi dan sukuk dari tahun 2002-2009: Jumlah Penerbitan Total Issuance In term of issuance value. Accumulatively.190 2.57 Grafik 4.835 740 2004 83.3 Total Emiten Penerbit Sukuk dan Obligasi Graphic 4.

000.000.000. 8.000 30.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .000.000 172.000 200.000 1.000.000 85.000 55.000.000.000. 17.000.400.000 92.000. 22.000.000.000.000.000.000.000.5 Outstanding Sukuk in 2009 Tanggal Efektif / Effectife Date Tanggal Jatuh Tempo / Maturity Date Nilai Nominal (Rp) / Nominal Value (Rp) 240.000. 4.000 130. 21.000 200.000. 7.000. 12.000 570.6 Repaid Sukuk in 2009 Tanggal Efektif / Effectife Date Tanggal Jatuh Tempo / Maturity Date Nilai Nominal (Rp) / Nominal Value (Rp) 1.000.000 Jumlah / Total 1. 15 16.424. 5.000.000.000.000.000. 2.000.000.000.000.000.5 Sukuk Yang Masih Beredar Pada Tahun 2009 No Nama Sukuk / Sukuk Name Struktur Akad / Transaction Structure Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Mudharabah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Mudharabah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Nama Penerbit Efek / Securities Issuer Table 4.000.000. 12.000 125. 30-Jun-03 30-Jun-03 18-Sep-03 22-Okt-03 18-Mar-04 28-Apr-04 14-Jun-04 30-Jun-04 1-Nov-04 2-Dec-04 10-Des-04 7-Jul-05 10-Jul-08 15-Jul-10 26-Sep-08 31-Okt-08 26-Mar-09 11-May-09 25-Jun-09 9-Jul-09 11-Nov-09 15-Des-09 17-Des-09 12-Jul-10 45. 2009 seri B Sukuk Ijarah Salim Ivomas Pratama I tahun 2009 Sukuk Ijarah Pupuk Kaltim I Tahun 2009 Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 Seri A Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 Seri B PT Apexindo Pratama Duta Tbk PT Indosat Tbk PT Ricky Putra Globalindo Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Indosat Tbk PT Berlian Laju Tanker PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Perseroan Listrik Negara (Persero) PT Indosat Tbk PT Mayora Indah Tbk PT Summarecon Agung Tbk PT Aneka Gas Industri PT Metrodata Electronics Tbk PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Matahari Putra Prima Tbk PT Matahari Putra Prima Tbk PT Berlian Laju Tanker Tbk PT Berlian Laju Tanker Tbk PT Bakrieland Development Tbk PT Bakrieland Development Tbk PT Salim Ivomas Pratama PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) PT Indosat Tbk PT Indosat Tbk PT Mitra Adiperkasa Tbk PT Mitra Adiperkasa Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 30-Mar-05 13-Jun-05 7-Jul-05 12-Jun-06 29-May-07 5-Jul-07 6-Jul-07 10-Jul-07 27-Mar-08 28-May-08 13-Jun -08 26-Jun-08 26-Jun-08 30-Jun-08 31-Des-08 31-Des-08 1-Mar-09 1-Mar-09 15-Mei-09 15-Mei-09 29-Jun-09 29-Jun-09 20-Nov-09 24-Nov-09 30-Nov-09 30-Nov-09 8-Des-09 8-Des-09 31-Des-09 31-Des-09 8-Apr-10 21-Jun-11 12-Jul-10 21-Jun-16 29-May-14 5-Jul-12 6-Jul-12 10-Jul-17 9-Apr-13 5-Jun-13 25-Jun-13 8-Jul-13 4-Jul-13 10-Jul-18 9-Jan-14 9-Jan-16 14-Apr-12 14-Apr-14 28-May-12 28-May-14 7-Jul-11 7-Jul-12 1-Des-14 4-Des-14 8-Des-14 8-Des-16 16-Des-12 16-Des-14 12-Jan-17 12-Jan-20 Jumlah / Total 5.000.000.000 285.000.000.000 96.000 200.000. 11.000.000 52.000.000.000 Tabel 4.000 90. 7.000 30.000. 5.000 160. 20.000 90. 13.000.000.000 293.000. 10.000.000.000.000 39. 2009 seri A Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Th.000 300. 6.000 60.000 200. 3.000.000.000 75.000 131.000.000.000.000.000. 10. 8.000 150. 13.000 45. 6. 18 19.000 90.000.000. 2.000.000 314.000.000 400.000.000. 14.000 100.000.000.000 100.000.000. 24 25 26 27 28 29 30 OS Ijarah ApexndoPratama Duta I Tahun 2005 OS Ijarah Indosat Tahun 2005 OS Ijarah I Ricky Putra Globalindo Tahun 2005 OS Ijarah PLN I Tahun 2006 Sukuk Ijarah Indosat II Tahun2007 Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker Tahun 2007 Sukuk Ijarah Mudharabah I Adhi Tahun 2007 Sukuk Ijarah PLN II Tahun 2007 Sukuk Ijarah Indosat III Tahun 2008 Sukuk Mudharabah I Mayora Indah Tahun 2008 Sukuk Ijarah I Summarecon Agung Tahun 2008 Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 Sukuk Ijarah Metrodata Eletronics I Tahun 2008 Sukuk Subordinasi Mudharabah Bank Muamalat Tahun 2008 Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 seri A Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 seri B Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri A Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri B Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Th. 3.000.000.000. 11. 23.000.000.58 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry Tabel 4.000 167.000 136. 4. 9.000.000 200.000.000 28.000 200.000 BAPEPAM .591.000.000.000.000.000.000.000. 9.000. OS Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 OS I Subordinasi Bank Muamalat Tahun 2003 OS Mudharabah Ciliandra Perkasa Tahun 2003 OS Mudharabah Bank Syariah Mandiri Tahun 2003 OS Mudharabah PTPN VII Tahun 2004 OS Ijarah I Matahari Putra Prima Tahun 2004 OS Ijarah Sona Topas Tourism Industry Tahun 2004 OS Citra Sari Makmur I Syariah Ijarah Tahun 2004 OS Ijarah Indorent I Tahun 2004 OS Ijarah Berlina I Tahun 2004 OS Ijarah I HITS Tahun 2004 OS Ijasah I Ricky Putra Globalindo Tahun 2005 *) Mudharabah Mudharabah Mudharabah Mudharabah Mudharabah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijarah Ijasah PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk PT Ciliandra Perkasa PT Bank Syariah Mandiri PT PTPN VII (Persero) PT Matahari Putra Prima Tbk PT Sona Topas Tourism & Industry Tbk PT Citra Sari Makmur PT CSM Corporatama PT Berlina Tbk PT Humpus Intermoda Transportasi Tbk PT Ricky Putra Globalindo Tbk. 14.6 Sukuk Yang Sudah Dilunasi Pada Tahun 2009 No Nama Sukuk / Sukuk Name Struktur Akad / Transaction Structure Nama Penerbit Efek / Securities Issuer Table 4.000.000 467.000.000 60.400.000.000.000.000 278.000.

038 593 2004 29. Berikut grafik perbandingan penerbitan Reksa Dana Syariah dengan total penerbitan Reksa Dana dari tahun 2003-2009: 4.2 Sharia Investment Fund Throughout 2009. Below is comparison chart of Sharia Investment Fund Issuance in 2003-2009: Grafik 4.78% compared to 2008 which was 36 Sharia Investment Fund.59 4.620 723 2006 92.78% dibandingkan pada akhir tahun 2008 sebanyak 36 Reksa Dana Syariah.5 Sharia Investment Fund Issuance and Total Investment Fund Issuance 800 Jumlah Penerbitan Total Issuance 600 400 200 0 2002 Total Reksa Dana Komulatif Reksa Dana Syariah 186 4 2003 246 11 2004 328 17 2005 403 23 2006 473 26 2007 603 36 2008 610 46 Ditinjau dari Nilai Aktiva Bersih (NAB).2 Reksa Dana Syariah Selama periode tahun 2009. Accumulatively.815 trillion.448 Total Sharia Investment Fund NAB 67 2003 104.6. there were 46 Sharia Investment Fund up until December 2009 or an increase by 27.6.1.629 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .629 trilion or an increase by 155. Secara kumulatif jumlah Reksa Dana Syariah sampai dengan akhir Desember 2009 adalah 46 Reksa Dana Syariah atau meningkat sebesar 27. 11 Sharia Investment Fund were granted effective statement from Bapepam-LK.629 triliun atau mengalami peningkatan 155.815 triliun. The following table shows the comparison of total Sharia Investment Fund Net Asset Value and total Investment Fund Net Asset Value in 2003-2009: Graphic 4. terdapat 11 Reksa Dana Syariah yang memperoleh pernyataan efektif dari BapepamLK. total Sharia Investment Fund Net Asset Value as of December 2009 was Rp4.6. total NAB Reksa Dana Syariah pada akhir Desember 2009 mencapai Rp4.08% dibandingkan pada akhir tahun 2008 sebesar Rp1.08% compared to 2008 which was Rp1.6. Perbandingan Total NAB Reksa Dana Syariah dan Total NAB Reksa Dana In term of Net Asset Value.065 1.190 2.815 2008 116.732 4. Berikut tabel perbandingan total NAB Reksa Dana Syariah dengan total NAB Reksa Dana dari tahun 2003-2009: Grafik 4.203 2007 74.405 559 2005 51.1. Comparison of Sharia Investment Fund Net Asset Value and Total Investment Fund Net Asset Value 150000 Miliar Rupiah Billion Rupiah 100000 50000 0 2002 Total Cumulative Investment Fund NAB 69.5 Penerbitan Reksa Dana Syariah dan Total Penerbitan Reksa Dana Graphic 4.

982.7.20 84.00 557. .711.122.53 42.75 180.91 32.32 52.212.54 224.204. Bapepam-LK maintains its efforts of constructing relevant regulations concerning sharia principles in Capital Market to support the development of sharia capital market legal framework.70 144.114.164.70 292. Bapepam-LK activities were focused on 3 (three) major activities.116.158.52 36.87 47. pengembangan produk syariah di Pasar Modal.863.017.257. BAPEPAM .129.621.38 16.095.878.233.00 30. untuk mendukung percepatan perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia.078.00 25.739.593.370.97 5.294.512.697.844.2.082.659.762.154.055.60 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry Tabel 4.053.094.35 17. namely Development of sharia principles legal framework in Capital Market.629.81 27.758.134.099.113. 8.767.379.23 14.062.052.62 122.690.733.31 1.116.856.867.532.678.09 161.147.419.176. kegiatan yang dilakukan Bapepam-LK tahun 2009 difokuskan kepada 3 (tiga) hal utama yaitu Pengembangan kerangka hukum penerapan prinsip syariah di Pasar Modal.438.1 Pengembangan Kerangka Hukum Penerapan Prinsip Syariah Sejalan dengan prioritas sasaran dan target yang telah ditetapkan dalam Master Plan Pasar Modal Indonesia 2005-2009.354.00 36.32 29.16 64. dalam rangka pengembangan kerangka hukum Pasar Modal syariah Bapepam-LK secara berkelanjutan melakukan penyusunan peraturan terkait dengan penerapan prinsip syariah di Pasar Modal.95 50.6.950.00 235.271.2.399.21 257.370.100.517.235.591.449. and socialization concerning sharia principles in Capital Market.LK Continuous Improvement for a Brighter Future To accelerate the development of Sharia Capital Market in Indonesia.343.367.211.354.7.986.580.943.058.067.2 Activities of Capital Market Sharia Principles Selanjutnya.27 144.63 5. Profil Reksa Dana Syariah Per Desember 2009 No Nama Reksadana Investment Fund Name Reksa Dana PNM Syariah Danareksa Syariah Berimbang Reksa Dana BNI Dana Syariah Reksa Dana BNI Danaplus Syariah PNM Amanah Syariah Reksa Dana Mandiri Investa Syariah Berimbang Big Dana Muamalah Reksa Dana Haji Syariah Reksa Dana AAA Amanah Syariah Fund Reksa Dana Capital Syariah Fleksi Reksa Dana IPB Syariah Reksa Dana Danareksa Indeks Syariah Reksa Dana Mega Dana Syariah CIMB-Principal Islamic Balanced Growth Syariah Reksa Dana Euro Peregrine Syariah Balanced Plus Rd Trim Syariah Berimbang Rd Trim Syariah Saham Syariah Batasa Kombinasi Reksa Dana Batasa Equity Syariah Reksa Dana Syariah Fortis Pesona Amanah Si Dana Saham Syariah Reksa Dana PNM Ekuitas Syariah CIMB-Principal Islamic Equity Growth Syariah Mandiri Investa Atraktif-Syariah Reksa Dana Syariah Fortis Equitra Amanah Cipta Syariah Balance Cipta Syariah Equity Reksa Dana Batasa Equity Syariah Reksa Dana BNIS Saham Syariah Batavia Proteksi Syariah Mataram Reksa Dana Mega Dana Saham Syariah Reksa Dana Syariah Batasa Sukuk Optima Campuran Syariah Optima Obligasi Syariah Mandiri Investa Dana Syariah Reksa Dana Manulife Syariah Sektoral Amanah Mandiri Syariah Terproteksi Pendapatan Prima 3 RDT Mandiri Syariah Terproteksi Pendapatan Prima 2 Reksa Dana Terproteksi Mandiri Syariah Terproteksi Pendapatan Prima 1 Terproteksi CIMB Islamic Sukuk I Syariah Schroder Syariah Balanced Fund Reksa Dana Terproteksi Trim Syariah Terproteksi Prima 1 Trim Syariah Terproteksi Prima 2 Mandiri Amanah Syariah Protected Dollar Fund Mandiri Amanah Syariah Protected Rupiah Fund Reksa Dana Terproteksi Lautandhana Proteksi Syariah I Tanggal Efektif Effectif Date 15 Mei 2000 24 November 2000 21-Apr-04 21-Apr-04 26 Agustus 2004 14 Oktober 2004 29 Oktober 2004 13 Januari 2005 17 Juni 2005 08 Agustus 2005 14 Desember 2005 17 Maret 2006 11-Sep-06 12-Sep-06 29 November 2006 26 Desember 2006 26 Desember 2006 29 Maret 2007 18-Apr-08 9-Apr-07 16 Juli 2007 26 Juli 2007 06 Agustus 2007 19 Desember 2007 24 Maret 2008 16-Apr-08 16-Apr-08 18-Apr-08 04 Juli 2008 20 Agustus 2008 3-Sep-08 3-Sep-08 10 November 2008 10 November 2008 22 Desember 2008 16 Januari 2009 27 Februari 2009 27 Februari 2009 27 Februari 2009 27 Februari 2009 22-Apr-09 19 Mei 2009 19 Mei 2009 30 Juni 2009 21 Juli 2009 03 Agustus 2009 Table 4. 4.995.6.957.815.293.317.848.208.374.089.437. 4.95 USD.944.767.00 53.971.02 112.542.89 92.421.202.480.615.204.604.493.00 262.17 16.308.356.44 37.07 35. dan sosialisasi tentang prinsip syariah di Pasar Modal.00 142.407.121.508.193. development of sharia products in Capital Market.175.2 Kegiatan Terkait Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal 4.66 534.443.675.27 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 4.755.957.99 N/A N/A 22.878.761.173.720.817.584.220. The Profile of Sharia Investment Fund as of December 2009 Jenis Type Campuran Campuran Pendapatan Tetap Campuran Pendapatan Tetap Campuran Pendapatan Tetap Pendapatan Tetap Campuran Campuran Campuran Indeks Campuran Campuran Campuran Campuran Saham Campuran Saham Campuran Saham Saham Saham Saham Saham Campuran Saham Saham Saham Terproteksi Saham Pendapatan Tetap Campuran Pendapatan Tetap Pendapatan Tetap Saham Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Campuran Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Terproteksi Nilai Aktiva Bersih (Rp) Net Asset Value (Rp) 115.072.6.70 53.967.202.616.353.604.1 Developmenf of Sharia Principles Legal Framework In line with the targets and objectives as defined in 20052009 Indonesia Capital Market Master Plan.71 23.000.055.070.433.6.82 370.087.447.730.304.154.183.599.255.012.300.

3) 3) At present. Bapepam-LK is preparing draft of relevant regulations with Dewan Pengawas Syariah (DPS) and Sharia experts in Capital Market.A. Bapepam-LK saat ini sedang melakukan penyusunan draft peraturan terkait dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) serta peraturan terkait dengan Ahli Syariah di Pasar Modal. Bapepam-LK secara aktif terlibat dalam penyusunan draft PSAK tentang Akuntansi Sukuk bersama Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).14 tentang Akad-akad yang digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah di Pasar Modal. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Penyempurnaan peraturan ini bertujuan untuk lebih memperluas alternatif akad yang dapat dijadikan dasar dalam penerbitan Efek Syariah sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan Efek Syariah. Revision of such regulation is aimed at broadening akad alternatives as the basis for Sharia Securities Issuance and finally. 2009. accelerating Sharia Securities growth. Bapepam-LK also worked together with DSN-MUI in connection with Capital Market fatwa development and fatwa addition related to Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). It was expected that the amendment upon such regulations could provide a clearer guidance to Issuers and or Public Companies which intend to issue Sharia Securities and to Investment Managers that manage Sharia Investment Fund as well as other investors who intends to put their investment in Sharia Securities. The drafts serves as one of the efforts to optimize the function of market players in capital market sharia principles development. While the objective of the drafts is to comply with sharia principles in capital market. The draft is intended to provide guidance of financial reports presentation to Issuers that issue sukuk. Adapun tujuan penyusunan peraturan ini adalah dalam rangka menjaga pemenuhan kepatuhan terhadap prinsip syariah di Pasar Modal.A.A. Penyusunan draft peraturan ini bertujuan untuk memberikan pedoman kepada Emiten yang menerbitkan sukuk dalam menyajikan laporan keuangannya.14 regarding Terms Applied in Sharia Securities Issuance in Capital Market.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2009 antara lain sebagai berikut : 1) Bapepam-LK pada tanggal 30 Juni 2009 telah menerbitkan 2 (dua) penyempurnaan peraturan terkait dengan penerapan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal yaitu Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. Bapepam-LK actively involved in composing draft of PSAK concerning Sukuk Accounting with Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Hal-hal utama dalam penyempurnaan peraturan tersebut adalah usulan penambahan akad Musyarakah dan akad Istishna sebagai dasar akad dalam penerbitan Efek Syariah. 4) Bapepam-LK saat ini sedang melakukan penyusunan draft peraturan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan Emiten yang Menerbitkan Sukuk.13 tentang Penerbitan Efek Syariah dan penyempurnaan Peraturan Bapepam dan LK Nomor II. Selain itu. 4) Bapepam-LK has been composing draft of Presentation Guidance for Financial Reports of Issuers conducting Sukuk Issuance.A. Penyempurnaan peraturan ini diharapkan dapat menjadi panduan yang lebih jelas bagi Emiten dan atau Perusahaan Publik yang akan menerbitkan Efek Syariah serta bagi Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana Syariah dan investor lain yang akan menginvestasikan dananya pada Efek Syariah. 2) Bapepam-LK has been conducting revision upon Bapepam and LK Regulation Number IX.K. Bapepam-LK issued 2 (two) amended regulation concerning sharia principles in Capital Market which was Bapepam and LK Regulation Number IX.13 regarding Sharia Securities Issuance and Bapepam and LK Regulation Number II.K. The main points are suggestion of akad Musyarakah and akad Istishna addition as basic akad in Sharia Securities issuance. 2) Bapepam-LK saat ini sedang melakukan pembahasan penyempurnaan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. Besides.1 regarding Criteria and Issuance of Sharia Securities List. Activities which have been performed in 2009 among others were: 1) On June 30.61 Bapepam-LK juga melakukan kerjasama dengan DSN-MUI terkait pengembangan fatwa Pasar Modal dan penambahan fatwa terkait Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Penyusunan draft peraturan ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk melakukan pemberdayaan pelaku pasar dalam pengembangan penerapan prinsip syariah di pasar modal.

it was issued on May 29. Bapepam-LK telah menerbitkan DES periodik sebanyak 2 (dua) kali. Pertama. 2009 in which Sharia Securities List inserted securities comprising of 4 (four) SBSN.6. 23 Sukuks and 185 shares of sharia securities category. 4. Kedua.6. in general. Bapepam-LK has issued Sharia Securities List periodically and incidentally. The activity is aimed at providing reference to sharia investment fund for its fund management.g.2 Sharia Product Development in Capital Market To support the development of sharia products and to provide a broader investment opportunities. DES yang diterbitkan tanggal 29 Mei 2009 dimana efek-efek yang masuk DES terdiri dari 4 (empat) SBSN. DES ini juga secara umum dapat digunakan oleh investor yang ingin berinvestasi pada efek syariah. Besides. In 2009. 26 Sukuks.2 Pengembangan Produk Syariah di Pasar Modal Dalam rangka mendorong pengembangan produk berbasis syariah terutama untuk memberikan kesempatan yang lebih luas dalam berinvestasi.2. Di samping itu. DES yang diterbitkan tanggal 30 November 2009 dimana efekefek yang masuk DES terdiri dari 6 (enam) SBSN. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi reksa dana syariah dalam pengelolaan dananya. and 196 shares of sharia securities category. Penerbitan DES insidentil ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi reksa dana syariah dan investor lainnya yang memilih produk syariah untuk melakukan pemesanan efek tersebut saat masa penawaran pada pasar perdana. 46 Unit Penyertaan Reksadana Syariah dan 196 Saham yang termasuk kategori efek syariah.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 26 Sukuk. Bapepam-LK juga menerbitkan DES insidentil terkait dengan Emiten yang melakukan Penawaran Umum Saham Perdana. e. Second. 2009 comprising of 6 (six) SBSN.2. Bapepam-LK has issued Periodic Sharia Securities List 2 (two) times. During the issuance of such periodic Sharia Securities List. seperti Jakarta Islamic Index (JII). The objective of incidental Sharia Securities List is to provide equal opportunities to sharia investment fund and other sharia investors in making securities subscription during offering period at primary market. Selama penerbitan DES periodik tersebut. Pada tahun 2009. Penyusunan DES periodik juga diperlukan sebagai acuan bagi pihak yang akan membuat indeks syariah. Bapepam-LK telah menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) yang dilakukan baik secara periodik maupun insidentil.62 Perkembangan Industri Pasar Modal Development of Capital Market Industry 4. 46 Sharia Investment Fund Participation Unit. First. Bapepam-LK also issued incidental Sharia Securities List in connection with Initial Public Offering performed by Issuer. Jakarta Islamic Index (JII). Periodic Sharia Securities List structuring is also required to serve as reference to party that creates sharia index. it was issued on November 30. BAPEPAM . Sharia Securities List can be applied by investors that intend to make sharia securities investment. 23 Sukuk dan 185 Saham yang termasuk kategori efek syariah.

50 trillion to Rp174.35 trillion in 2008 to Rp315. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . albeit in less substantial fashion with an increase from Rp168.59 trillion and Rp90.50 in 2009 respectively.63 Good news also emerged in non-bank financial industry (NBFI) sector.62 and Rp102.40 trillion. Total assets in finance companies during the same period followed this growth trend. The total values of assets in the insurance and pension fund industries increased from Rp243.

Sedangkan Lembaga Penjaminan adalah Perusahaan Penjaminan dan Perusahaan Penjaminan Ulang sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan. there are 3 (three) types of Financing Institutions. Bapepam-LK also regulate and supervise toward 2 (two) Specific Financing Institutions: Secondary Mortgage Facility Company (PT Sarana Multigriya Finansial) and Indonesia»s Export Credit Agency. dimana terdapat 3 (tiga) jenis Lembaga Pembiayaan. Selain itu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan juga melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap 2 (dua) Lembaga Pembiayaan Khusus yaitu Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan (PT Sarana Multigriya Finansial) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. yaitu: Perusahaan Pembiayaan.1 FINANCING AND GUARANTEE INDUSTRY Lembaga Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan. Venture Capital Companies and Infrastructure Finance Companies.1 INDUSTRI PEMBIAYAAN DAN PENJAMINAN 5. Lembaga Penjaminan adalah badan hukum yang bergerak di bidang keuangan dengan kegiatan usaha pokok melakukan Penjaminan maupun kegiatan usaha Penjaminan Ulang. Based on Presidential Regulation Number 9/2009 regarding Financing Institution. Perusahaan Modal Ventura dan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur. In addition. Guarantee Institution is a legal entity conducting guarantee or reguarantee as the principal business activity.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan adalah lembaga pembiayaan yang menyelenggarakan kegiatan penyaluran dana jangka menengah dan/atau Financing institution is a business entity that conducts financing activities in form of making a loan and leasing activities. while Indonesia»s Export Facility Institution BAPEPAM .64 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry 05 5. While Guarantee Institution is Credit Guarantee Corporations and Credit Reguarantee Companies as stipulated in Presidential Regulation Number 2/2008 regarding Guarantee Institution. namely: Finance Companies. Secondary Mortgage Facility Institution is a financing institution that conducts medium and/or longterm fund distribution activities to bank or financial institution by performing securitization.

Bapepam-LK requires Finance Company to deliver periodical report to in form of monthly. Sejalan dengan komitmen Bapepam-LK untuk membina. atau semata-mata untuk barang yang akan dipakai sendiri (konsumsi). mengawasi. To perform its supervision function. Dalam rangka menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan. dan masyarakat terhadap industri perusahaan pembiayaan maka selama tahun 2009 telah dilakukan pencabutan izin usaha terhadap 16 perusahaan pembiayaan. Rincian perusahaan pembiayaan yang memperoleh izin usaha baru dan yang telah dicabut izin usahanya selama tahun 2009 adalah sebagai berikut: Finance Company is a business entity specifically established to conduct leasing. and improve market discipline of Finance Company in order to maintain the trusts of consumers. anjak piutang. Pada awal tahun 2009. Furthermore. Perusahaan Pembiayaan diwajibkan untuk memiliki modal disetor minimum Rp100 milliar untuk perusahaan swasta dan patungan sedangkan untuk koperasi dengan simpanan pokok dan simpanan wajib minimum Rp50 milliar pada saat pendirian dengan batas maksimal kepemilikan saham asing sebesar 85%. Details of Finance Companies which obtained new business licenses and had their business licenses revoked in 2009 were as follows: Laporan Tahunan 2009 Annual Report .1 Perusahaan Pembiayaan was a financing institution that was established to provide financing facility to business entities including individuals to encourage the national export activity. Selain itu. Dalam rangka meningkatkan peran dan kapasitas industri ini. Additionally. 5. 5. consumer financing and/or credit card activities. Bapepam-LK mewajibkan Perusahaan Pembiayaan untuk menyampaikan laporan berkala kepada baik bulanan. or annually reports At the beginning of 2009. telah diterbitkan 2 (dua) izin usaha perusahaan pembiayaan baru sehingga pada akhir 2009 Bapepam-LK membina dan mengawasi 198 perusahaan pembiayaan. and the public. and minimum basic contribution as well as obligatory deposit of Rp50 billion for cooperatives on the establishment with maximum foreign ownership up to 85%. factoring. 2 (two) business licenses have been issued to new Finance Companies. monitor. kreditur. In line with Bapepam-LK commitments to supervise.65 panjang kepada bank atau lembaga keuangan yang memiliki aset keuangan dengan melakukan sekuritisasi sedangkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia adalah lembaga pembiayaan yang dibentuk untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada badan usaha termasuk perorangan dalam rangka mendorong ekspor nasional. investor. The major advantages of the Finance Company Industry are the capability to provide quick lending for investment.1. Peranan yang menonjol dari industri jasa pembiayaan adalah kemampuannya untuk menyediakan dana bagi masyarakat yang memerlukan pembiayaan baik untuk keperluan investasi. pembiayaan konsumen dan/atau usaha kartu kredit. or personal consumption.1 Finance Companies Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang khusus didirikan untuk melakukan sewa guna usaha. modal kerja. Finance Company is required to have debt to equity ratio up to 10 times at maximum and financing receivable ratio against total asset at a minimum of 40%. investors. Bapepam-LK supervised 212 Finance Company. Finance Company is required to have a minimum of Rp100 billion paid-up capital for private & investee companies.1. Bapepam-LK membina dan mengawasi 212 perusahaan pembiayaan. dan menegakkan peraturan dalam rangka meningkatkan kepercayaan konsumen. semi-annually. In order to improve the role and capacity of such industry. bringing up a total of 198 Finance Companies under Bapepam-LK supervision at the end of 2009. creditors. Selain itu. working capital. semesteran maupun tahunan. revocation of business license has been conducted to 16 Finance Companies in 2009. Perusahaan Pembiayaan juga diwajibkan memiliki rasio pinjaman terhadap modal sendiri (debt to equity ratio) maksimal sebesar 10 (sepuluh) kali dan rasio piutang pembiayaan terhadap total aset minimal sebesar 40%.

10/2009 27 Mei 2009 KEP-146/KM. Inti Karya Megah Finance PT Sahabat Multifinance PT Grand Pacific Tamara PT Duta Kirana Finance Tbk PT SG Consumer Finance Indonesia PT Evergreen Finance PT Putra Mandiri Finance PT Eastern Finance PT Hanil Bakrie Finance Corporation PT Kalimaya Perkasa Finance PT Putra Modern PT Infiniti Finance PT Artha Persada Finance PT Priska Prima Multifinance Table 5. Nama Perusahaan / Company Name PT Hitachi Construction Machinery Finance Indonesia Table 5. 3.10/2009 29 September 2009 KEP-359/KM.2009 Graphic 5.10/2009 24 Agustus 2009 KEP-354/KM.1 Growth of Finance Companies in 2004 .1 Perkembangan Jumlah Perusahaan Pembiayaan 2004 .10/2009 8 Januari 2009 KEP-04/KM. 7.10/2009 3 Februari 2009 KEP-48/KM. 11.10/2009 4 Juni 2009 KEP-246/KM.10/2009 23 Desember 2009 Grafik 5.1 Business License Conferral to Finance Companies in 2009 Izin Usaha / Business License KEP-01/KM.10/2009 31 Maret 2009 KEP-73/KM. 14. 15.10/2009 21 Desember 2009 KEP-359/KM.10/2009 31 Juli 2009 KEP-253/KM.2 Tabel Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan Tahun 2009 No 1.10/2009 16 September 2009 2. 13. 8.10/2009 8 Oktober 2009 KEP-474/KM. 4.10/2009 18 Mei 2009 KEP-121/KM.2 Business License Revocation of Finance Companies in 2009 Izin Usaha / Business License KEP-03/KM. 9. Nama Perusahaan / Company Name PT Tridana Pratama Finance PT Primarindo Finance Corporation PT. 5.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 10.10/2009 8 Januari 2009 KEP-13/KM.10/2009 10 Agustus 2009 KEP-284/KM.10/2009 18 Mei 2009 KEP-128/KM. 16.10/2009 15 April 2009 KEP-120/KM.1 Pemberian Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan Tahun 2009 No 1. PT Anugerah Buana Central Multi Finance Tabel 5.10/2009 8 Januari 2009 KEP-345/KM. 12. 2.2009 240 237 236 22 230 217 212 210 214 220 16 200 7 190 3 2 0 2004 0 2005 1 0 2006 2007 0 2008 2009 2 2 198 180 170 BAPEPAM .66 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry Tabel 5. 6.

187 kantor cabang Perusahaan Pembiayaan di seluruh Indonesia di mana selama tahun 2009 telah diberikan izin pembukaan kantor cabang baru sebanyak 287 kantor cabang bagi 32 perusahaan dan telah juga dilakukan penutupan terhadap 4 (empat) kantor cabang bagi 2 (dua) perusahaan.5% yaitu naik dari Rp168. Tabel 5.4 67.187 branch offices spread out all over Indonesia throughout 2009.3 Development of Finance Companies Business Activity in 2005 .5 trillion in 2008 to Rp174. within which 287 licenses of 32 companies were issued for new branch office opening.5 2.7 39.5 triliun pada 2008 menjadi Rp174.8 trillion in 2009.2 58.9% -8.8 26.9% -16. the total assets of Finance Companies industry increased as well by 3.0 93. total number of companies decreased from 212 companies in 2008 to 198 companies in 2009 or a decrease by 6.0% 21.8 2006 -9.7% 41.5%.5 137.3% 32.0 1.9% Rincian / Description 2005 Jumlah (Triliun Rupiah) / Ammount (Trilion Rp) 2006 2007 2008 2009 214 108. Table 5.5 Total Assets Piutang Pembiayaan 102.8 3.4 3.7 36. to provide a broader financing service to the public.8% -4. Finance Companies also had or opened branch offices in many cities in Indonesia.3% -5.3. Likewise.5 46.4 trillion in 2008 to Rp7.3% 12.8 0. laba bersih industri perusahaan pembiayaan tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 21.6% -5. However. jumlah perusahaan menurun cukup tajam dari 212 perusahaan pada 2008 menjadi 198 perusahaan pada akhir 2009 atau turun 6.0% -32.5 Current Income (Loss) sumber: Laporan Bulanan source: Monthly Reports Tahun 2009 adalah tahun yang penuh dengan tantangan bagi industri Perusahaan Pembiayaan.4% Jumlah Perusahaan (Unit) 236 Number of Companies (Unit) Total Aktiva 96.5 Financing Credit Sewa Guna Usaha 32.3 107.4% 27.0 Consumer Financing Penyaluran Pembiayaan 21. Selain itu. The year 2009 was a challenging year for Finance Companies industry.9% 27. Sampai dengan akhir tahun 2009.9 9.5 Credit Card Pembiayaan Konsumen 66. especially income from joint financing. Namun demikian. dalam rangka memperluas jangkauan penyediaan jasa pembiayaan terhadap masyarakat.3 Perkembangan Kegiatan Usaha Perusahaan Pembiayaan 2005-2009 In addition.8% -9. The decrease occurred through joint financing mechanism inflicted to a decrease in operating income of Finance Companies.2 47.4% 38. seperti dapat dilihat pada tabel 5. Begitu pula total piutang pembiayaan industri ini juga mengalami peningkatan sebesar 3.4 Channeling 11.8% 0.3% 0.1% 11.67 Selain itu.0 7.2% 120. Penurunan pembiayaan melalui mekanisme joint financing ini tentu berakibat pada menurunnya pendapatan operasional perusahaan pembiayaan terutama pendapatan dari pembiayaan bersama.5 trillion in 2009.4 212 168.0 6. Hal ini tercermin pada menurunnya penyaluran pembiayaan melalui mekanisme joint financing yang menurun sebesar 5.8% 203. Perusahaan Pembiayaan juga memiliki atau membuka kantor cabang di berbagai wilayah di Indonesia.5 4.6 45. banking as one of the main financing sources for Finance Companies seemed to reduce its channeling transfer to the industry.5% -6.5 triliun pada tahun 2009. pihak perbankan sebagai salah satu sumber pendanaan utama industri perusahaan pembiayaan juga terlihat mengurangi penyaluran pembiayaan mereka ke industri ini.8 triliun pada tahun 2009.9% dari Rp6.9 49.2% -11.9 92.6%.8% in 2009. It was reflected from a decrease of joint financing by 5.4 198 174.4 trillion in 2009.4% 16.9% or increased from Rp137.9 Financing Delivery Joint Financing 10.7 2. Besides.6%. Selain itu. At the same time.0 56. total aktiva industri Perusahaan Pembiayaan juga meningkat sebesar 3. from Rp 168.5 2.4 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp7. Dibandingkan dengan tahun 2008.5% -17.2 50.1 83.9% -9. 4 (four) closing of 2 (two) companies were conducted. the total receivables went up by 3.0% -9.9 7. Furthermore.9% 16. as shown in table 5. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .0 62.5% 45. There were 2.9% -2.1% 3400% 8.3.2 trillion in 2008 to Rp142.7 12. Compared to 2008.5% 3.1% 28.5% 26.3% -42.5 Laba (Rugi) tahun Berjalan 3.0 9. terdapat 2.8% pada 2009.0 Factoring Kartu Kredit 1.3% -5.7% -97.4 142.9% from Rp6.6% 3.2 6.3% 38.2 1.2 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp142.2009 Pertumbuhan (%) / Growth (%) 2007 2008 2009 1.1 217 127.1% -21.4% 23.9% yaitu naik dari Rp137.1% 38.0 Leasing Anjak Piutang 3. net profit of Finance Companies industry experienced an increase in 2009 by 21.4 triliun pada 2009.0 1.5% 24.5 20.

68

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

Peningkatan piutang pembiayaan pada tahun 2009 terutama ditopang oleh peningkatan piutang pembiayaan konsumen yang naik sebesar 11,8% yaitu naik dari Rp83,2 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp93 triliun pada 2009. Tetap tingginya nilai piutang pembiayaan di tengah menurunnya jumlah Perusahaan Pembiayaan dan penyaluran pembiayaan dari perbankan disebabkan, salah satunya, oleh kewajiban perusahaan pembiayaan untuk mempertahankan nilai piutang pembiayaan minimal sebesar 40% dari total aktiva mereka (Investment Asset Ratio 40% total aktiva) sesuai dengan Pasal 11 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan. Apabila dikaitkan dengan target pertumbuhan dana yang dikelola industri Perusahaan Pembiayaan dan pertumbuhan nilai piutang pembiayaan sebesar masingmasing 10%, maka tingkat pencapaian industri Perusahaan Pembiayaan pada tahun 2009 cukup berada jauh di bawah target. Untuk itu Bapepam-LK telah melakukan beberapa upaya pada tahun 2009 seperti penyelenggaraan Focussed Group Discussion Industri Jasa Pembiayaan dan meningkatkan kecepatan proses pemberian izin usaha dan izin pembukaan kantor cabang Perusahaan Pembiayaan. Focussed Group Discussion sendiri dilaksanakan guna memperoleh masukan dari para pelaku industri dalam upaya untuk meningkatkan kinerja dan kegiatan usaha industri Perusahaan Pembiayaan sehingga diharapkan industri Perusahaan Pembiayaan dapat berperan lebih besar dalam pembangunan nasional di masa-masa mendatang. Grafik 5.2 Sumber Dana Perusahaan Pembiayaan
180 160 140 120

Such increase of receivables in 2009 happened due to a rise in consumer financing receivables by 11.8% or increased from Rp83.2 trillion in 2008 to Rp93 trillion in 2009. Despite the decreasing number of financing companies and channeling transfers from banking, total value of financing receivables remained high, among others, due to Finance Companies»s obligation to maintain its financing receivables value by no less than 40% against the total assets (Investment Asset Ratio 40% total assets) as stipulated in Article 11 of the Minister of Finance Regulation Number 84/PMK.012/2006 regarding Finance Companies.

If referred to growth target of funds managed by Finance Companies industry and growth of financing receivables value by 10% respectively, the achievement of Finance Companies industry was far below the 2009 target. Therefore, Bapepam-LK has conducted several activities in 2009 by organizing Focussed Group Discussion for Finance Company Industry and improving the process acceleration of business and branch office opening licenses for Finance Companies. Focussed Group Discussion was held to get inputs from market players to improve the performance and business activities of Finance Companies industry so that it could give greater contributions to the national development in the years ahead.

Graphic 5.2 Sources of Finance Company Fund

Domestic Bank
100

Overseas Bank
80

Domestic Loan
60 40 20 0

Foreign Loan Bonds Capital Others 2005 2006 2007 2008 2009

Grafik 5.3 Penggunaan Dana Perusahaan Pembiayaan
180 160 140 120

Graphic 5.3 Utilization of Finance Company Fund

Others
100 80 60 40 20 0

Stock Placements Deposits Financing

2005

2006

2007

2008

2009

Beberapa kewajiban yang tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan seperti mempertahankan nilai piutang pembiayaan minimal sebesar 40% dari total aktiva,

Certain obligations as drawn up in the Minister of Finance Regulation Number 84/PMK.012/2006 regarding Finance Companies such as maintaining the financing receivables value by 40% against the total assets, maintaining the

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

69

mempertahankan nilai ekuitas minimal 50% dari modal disetor, gearing ratio maksimal 10 (sepuluh) kali dan beberapa ketentuan lain, ditujukan untuk meningkatkan kualitas Perusahaan Pembiayaan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen, investor, kreditur, dan masyarakat terhadap industri Perusahaan Pembiayaan. Berdasarkan tabel 5.4., dapat dilihat bahwa tingkat kepercayaan investor cenderung meningkat. Meningkatnya kepercayaan investor terlihat dari meningkatnya modal industri Perusahaan Pembiayaan sebesar 23,8% yaitu naik dari Rp32,4 triliun pada 2008 menjadi Rp40,1 triliun pada 2009. Selain itu, investor Perusahaan Pembiayaan yang masuk melalui instrumen obligasi juga mengalami peningkatan sebesar 18,3% yaitu naik dari Rp11,5 triliun pada 2008 menjadi Rp13,6 triliun pada 2009. Sebaliknya, kepercayaan kreditur mengalami penurunan di mana pinjaman dari sektor perbankan menurun sebesar 6,1% yaitu turun dari Rp95,0 triliun pada 2008 menjadi Rp89,2 triliun pada 2009. Pinjaman dari pihak lain juga mengalami penurunan sebesar 14,8% yaitu turun dari Rp14,9 triliun pada 2008 menjadi Rp12,7 triliun pada 2009. Penurunan nilai penjaman ini seluruhnya berasal dari penurunan pinjaman luar negeri yang sangat mungkin disebabkan oleh krisis keuangan global yang masih dapat dirasakan dampaknya di tahun 2009.

equity value by 50% at minimum against paid-up capital, gearing ratio up to 10 (ten) times at maximum, and other provisions, were intended to improve the quality of Finance Companies, and finally, it could improve the consumers, investors, creditors, and public trust toward Finance Companies industry.

Based upon table 5.4, it was clearly shown that the investors trust tended to increase. Such increase of investors trust was reflected from the rise in Finance Companies equity by 23.8%, from Rp32.4 trillion in 2008 to Rp40.1 trillion in 2009. Additionally, investors of Finance Companies which participated in bond instruments also experienced an increase by 18.3%, from Rp11.5 trillion in 2008 to Rp13.6 trillion in 2009. On contrary, creditors trust went down shown from the decreasing amount of loan from banking sector by 6.1%, from Rp95.0 trillion in 2008 to Rp89.2 trillion in 2009. A decrease by 14.8% also happened to loan from other parties, from Rp14.9 trillion in 2008 to Rp12.7 trillion in 2009. Such loan decrease in value totally came from decrease of foreign loan which possibly caused by the impact of global financial crisis in 2009.

Tabel 5.4 Kualitas Aktiva Produktif Perusahaan Pembiayaan
No. Kategori Pembiayaan / Financing Category 2008 Sewa Guna Usaha / Leasing % 2009 %

Table 5.4 Productive Assets Quality of Finance Companies
(dalam triliun rupiah / in trillion rupiah) Anjak Piutang / Factoring 2008 % 2009 % 2008 Kartu Kredit / Credit Card % 2009 % Pembiayaan Konsumen / Consumer Financing 2008 % 2009 %

1.

Lancar / Performing Diragukan / Doubtful Macet / Non-performing Jumlah / Total

50,72

98,28

47,77

98,07

1,96

85,781,86

87,32

1,17

92,83

0,96

92,31

84,11 97,03

93,41

97,35

2.

0,17

0,33

0,21

0,43

0,06

2,73

0,14

6,58

0,05

3,76

0,04

3,85

0,99

1,15

0,61

0,63

3.

0,72

1,39

0,73

1,50

0,26

11,50 0,13

6,10

0,04

3,41

0,04

3,85

1,58

1,82

1,93

2,01

51,60

100

48,71

100

2,28

100

2,13

100

1,26

100

1,04

100

86,68 100

95,95

100

Sumber : Laporan Bulanan

Source : Monthly Reports

Kepercayaan investor dan kreditur perlu dijaga dengan baik oleh industri Perusahaan Pembiayaan. Salah satu cara menjaga kepercayaan ini adalah dengan mempertahankan kualitas aktiva produktif yang dimiliki oleh Perusahaan Pembiayaan. Berdasarkan tabel 5.4 di atas, terlihat bahwa pada tahun 2009, kualitas aktiva produktif Perusahaan Pembiayaan cenderung sangat baik dengan kategori Lancar rata-rata di atas 90% kecuali untuk piutang Anjak Piutang yaitu 87,32%. Pada kategori Macet, secara umum berada di bawah 5% kecuali untuk piutang Anjak Piutang yang sebesar 6,10%. Namun demikian, kualitas piutang Anjak piutang mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2008, dimana piutang Anjak Piutang dengan

The investors and creditors trusts had to be well-maintained by the Finance Companies industry. One of them was by keeping the productive assets quality owned by Finance Companies. Based on the above table 5.4, it was shown that, in 2009, the productive assets quality of Finance Companies tended to be very good with Performing category above 90% on average, except for Factoring Receivables which was 87.32%. The Non-performing category generally lied under 5%, except for Factoring Receivables which was 6.10%. However, the quality of Factoring Receivables increased in 2009 compared to 2008, in which Factoring Receivables with Performing quality increased from 85.78% in 2008 to 87.32% in 2009, while

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

70

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

kualitas Lancar meningkat dari 85,78% pada 2008 menjadi 87,32% pada 2009 sedangkan pada kategori Macet mengalami penurunan dari 11,5% pada 2008 menjadi 6,10% pada 2009. Secara umum pada tahun 2009, kualitas aktiva produktif indutri Perusahaan Pembiayaan masih dapat diandalkan untuk menjaga kepercayaan investor dan kreditur terhadap industri ini. 5.1.2 Perusahaan Modal Ventura

the Doubtful category decreased by 11.5% in 2008 to 6.10% in 2009. Generally, the productive assets quality of Finance Companies remained reliable in 2009 to keep the investors and creditors trusts toward the industry.

5.1.2

Venture Capital Company

Perusahaan Modal Ventura merupakan badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan/penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (investee company) untuk jangka waktu tertentu dalam bentuk penyertaan saham, penyertaan melalui pembelian obligasi konversi, dan/atau pembiayaan berdasarkan pembagian atas hasil usaha (profit/revenue sharing). Perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan dalam prakteknya lebih dikenal dengan sebutan Perusahaan Pasangan Usaha (PPU). Tabel 5.5 Perkembangan Jumlah Perusahaan Modal Ventura
Keterangan / Description Jumlah Perusahaan Modal Ventura / Number of Venture Capital Company Jumlah Aset (milyar rupiah) / Total Assets (billion rupiah) Jumlah Pembiayaan / Investasi (milyar rupiah) Total Financing / Investment (billion rupiah)

Venture Capital Company is a business entity that conducts financing business/equity placement in a company receiving financing assistance (investee company) for certain period of time in form of stock placement, placement through converted bonds, and/or financing based on profit and revenue sharing. The Investee Company that accepts financing assistance is familiarly known as Perusahaan Pasangan Usaha (PPU).

Table 5.5. Development of Venture Capital Company
2007 60 2008 66 2009 74

2.802

2.091

3.230

4.676

5.039

2.350

Jumlah perusahaan modal ventura sampai dengan Desember 2009 berjumlah 74 perusahaan, meningkat sebesar 12,1% dibandingkan jumlah perusahaan pada tahun 2008 yaitu sebanyak 66 perusahaan. Selama tahun 2009 Menteri Keuangan telah memberikan izin usaha modal ventura baru kepada 8 (delapan) perusahaan. Sejalan dengan peningkatan jumlah perusahaan, seperti dapat dilihat pada tabel 5.5, jumlah aset perusahaan modal ventura juga mengalami peningkatan yaitu naik dari Rp2,09 triliun pada 2008 menjadi Rp3,23 triliun pada tahun 2009 atau naik sebesar 54,5%. Namun demikian, selama tahun 2009 kegiatan perusahaan modal ventura mengalami penurunan yang cukup signifikan di mana nilai outstanding pembiayaan/investasi menurun dari Rp5 triliun pada 2008 menjadi Rp2,3 triliun pada 2009 atau turun sebesar 54%. Tabel 5.6 Instrumen Pembiayaan Modal Ventura
Keterangan / Description Penyertaan Saham / Stock Placements Obligasi Konversi / Convertible Bonds Bagi Hasil / Profit Sharing

Total number of venture capital companies up to December 2009 was 74 companies, or an increase by 12.1% compared to total number in 2008 which was 66 companies. Throughout 2009, the Minister of Finance gave new venture capital business license to 8 (eight) companies. In line with the increasing number of companies, as shown in table 5.5, total assets of venture capital companies also experienced an increase by 54.5%, from Rp2.09 trillion in 2008 to Rp3.23 trillion in 2009. However, the venture capital companies activities declined significantly in 2009, or a decrease by 54%, in which the outstanding financing/investment value went down from Rp5 trillion in 2008 to Rp2.3 trillion in 2009.

Table 5.6. Financing Instruments of Venture Capital Company
2007 0,20 % 0,01 % 99,79 % 2008 7,98 % 0,96 % 91,06 % 2009 25,28% 0,00% 74,72%

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

71

Selanjutnya, dari sisi proporsi instrumen pembiayaan modal ventura terdapat perubahan yang cukup signifikan pada tahun 2009 apabila dibandingkan dengan tahun 2008. Proporsi pembiayaan dalam bentuk penyertaan saham mengalami peningkatan dari hanya 7,89% pada 2008 menjadi 25,28% pada 2009. Sebaliknya, pembiayaan dalam bentuk bagi hasil yang pada tahun 2008 mendominasi instrumen pembiayaan modal ventura dengan proporsi sebesar 91,06% mengalami penurunan menjadi sebesar 74,72% dari total pembiayaan modal ventura pada 2009. Pembiayaan modal ventura dalam bentuk obligasi konversi tidak dilakukan pada tahun 2009. 5.1.3 5.1.3.1 Perusahaan Pembiayaan Khusus Pembiayaan Sekunder Perumahan

Furthermore, in term of instrument proportion of venture capital financing, there was a significant change in 2009 compared to 2008. Financing proportion in form of stock placements experienced an increase from 7.89% in 2008 to 25.28% in 2009. On contrary, financing in profit sharing form which dominated the venture capital instruments in 2008 by 91.06% decreased by 74.72% in 2009. Financing of venture capital in form of converted bonds was not performed in 2009.

5.1.3 5.1.3.1

Special Finance Companies Secondary Mortgage Facility

Dalam rangka meningkatkan penyediaan perumahan yang layak dan terjangkau oleh masyarakat, perlu diupayakan tersedianya dana pembangunan perumahan yang lebih efektif dan efisien melalui pembiayaan sekunder perumahan. Untuk menunjang hal tersebut, melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2008, ditetapkan mekanisme pembiayaan sekunder perumahan sekaligus pendirian PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang akan melaksanakan kegiatan pembiayaan sekunder perumahan dimaksud. Pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan usaha PT SMF dilakukan oleh Menteri Keuangan antara lain dengan mewajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan bulanan, laporan semesteran, dan laporan keuangan tahunan audited. Pembiayaan sekunder perumahan dilakukan melalui sekuritisasi, yaitu dengan melakukan pembelian aset keuangan dari kreditur asal dan penerbitan efek beragun aset, yang dapat dilakukan oleh PT SMF (Persero), SPV, atau Wali Amanat. Proses sekuritisasi telah dilakukan sejak awal tahun 2006 yang dimulai dengan upaya menggunakan struktur sesuai Peraturan Presiden dimana Perseroan berperan sebagai pembeli dan penerbit. Dalam perkembangannya, pelaksanaan sekuritisasi dengan menggunakan skema Peraturan Presiden terkendala antara lain oleh ketentuan perpajakan. Berdasarkan arahan Bapepam-LK, sekuritisasi KPR BTN Tahap I dan Tahap II telah dilaksanakan dengan menggunakan struktur KIK-EBA, dimana PT SMF (Persero) bertindak sebagai koordinator global. KIK-EBA KPR BTN Tahap I (Seri DSMF01) terdiri dari Kelas A sebesar Rp100 milliar dan Kelas B sebesar Rp11 miliar sedangkan KIK-EBA KPR BTN Tahap II (Seri DSMF02) terdiri dari Kelas A sebesar Rp360 milliar dan Kelas B sebesar Rp31 milliar. Dalam rangka membangun dan mengembangkan pasar sekunder perumahan, perusahaan dapat pula memberikan

In order to improve the supply of decent and affordable housing to the community, it requires the availability of a more effective and efficient housing development funds through the secondary mortgage facility. To support this, Presidential Regulation Number 19/2005 regarding Secondary Mortgage Facility as amended by Presidential Regulation Number 1/2008 established the mechanism of secondary mortgage facility as well as PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) which will undertake such secondary mortgage activities. Guidance and supervision on the business activities of PT SMF is conducted by the Ministry of Finance, among others, by requiring PT SMF to submit monthly financial reports, semiannual reports, and audited annual financial statements.

Secondary mortgage facility is done through securitization, that is by purchasing financial assets from originator and then issuing asset backed securities which could be done by PT SMF (Persero), SPV, or Securities Administration Agency. Securitization process has been conducted since the beginning of 2006, started by using the structure based on the Presidential Regulation in which PT SMF served as buyer and issuer. During implementation, securitization scheme which is based on the Presidential Regulation was constrained among others by tax provisions. Therefore, under the direction of Bapepam-LK, KPR BTN securitization Phase I and Phase II has been carried out by using the structure of the KIK-EBA, where PT SMF (Persero) served as global coordinator. The KIK-EBA of KPR BTN Phase I (DSMF01 Series) consists of Rp100 billion Class A and Class B of Rp11 billion, while the KIK-EBA KPR BTN Phase II (DSMF02 Series) consists of Rp360 billion Class A and Class B of Rp31 billion.

To build and develop a secondary housing market, PT SMF could also provide loans to bank and/or financial institution

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

72

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

fasilitas pinjaman kepada Bank dan/atau lembaga keuangan untuk disalurkan sebagai KPR. Pemberian fasilitas pinjaman dilakukan paling lama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2008 dengan jangka waktu pinjaman paling lama 15 tahun. Penyaluran pinjaman PT SMF (Persero) telah dilakukan kepada BTN, Bank DKI, BNI Syari»ah, BTN Syari»ah, Bhakti Finance, Finansia Multifinance, dan Ciptadana Multifinance dengan total outstanding per 31 Desember 2009 sebesar Rp937,2 milliar. Selain itu untuk meningkatkan kapasitas pendanaannya, sampai dengan akhir tahun 2009, PT SMF telah melakukan 2 (dua) kali penerbitan Obligasi yaitu SMFP01 sebesar Rp300 milliar dan SMFP02 sebesar Rp251 milliar. 5.1.3.2 Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)

for funding as a housing loan (KPR). The loan facility granting is at most 10 (ten) years from the date of the enactment of Presidential Regulation Number 1/2008 with a maximum term of 15 years. PT SMF (Persero) has given loans to BTN, Bank DKI, BNI Syari»ah, BTN Syari»ah, Bhakti Finance, Finansia Multifinance, and Ciptadana Multifinance with a total outstanding of Rp937.2 billion as of December 31, 2009.

In addition, to improve its funding capacity, PT SMF has performed bond issuance twice in 2009, which are SMFP01 of Rp300 billion and SMFP02 of Rp251 billion.

5.1.3.2 Indonesia Export Credit Agency (Indonesia Eximbank) In order to support the Government policy to encourage national export, it has been issued on January 12, 2009 a Law Number 2/2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. The law stated that the national export enhancement program is conducted through financing, guarantee, and insurance toward business entity, either legal entity or non-legal entity, including individuals. Indonesia Eximbank is expected to help provide financing in areas that are not accessible by banks or financial institutions (fill the market gap) and provide financing to transaction or project that is commercially difficult to be conducted by commercial financial institutions or even by Indonesia Eximbank itself but deemed necessary by the Government to support the policy or the national export enhancement program through National Interest Account (NIA). As implementation regulation of Law Number 2/ 2009, a number of Minister of Finance Regulation have been issued in 2009 as follow: 1. PMK Number 106/PMK.06/2009 regarding Procedures of Proposal, Appointment, and Termination of Indonesia Export Credit Agency»s Board of Directors; 2. PMK Number 139/PMK.06/2009 regarding Procedures of Arrangement, Submission, and Amendment of Long-term Plan and Annual Work Plan & Budget of Indonesia Export Credit Agency; 3. PMK Number 140/PMK.010/2009 regarding Guidance and Supervision of Indonesia Export Credit Agency; 4. PMK Number 141/PMK.010/2009 regarding Good Corporate Governance Indonesia Export Credit Agency; 5. PMK Number 142/PMK.010/2009 regarding Risk Management of Indonesia Export Credit Agency; 6. PMK Number 143/PMK.010/2009 regarding Know Your Customer Principles of Indonesia Export Credit Agency.

Dalam rangka menunjang kebijakan Pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor, pada tanggal 12 Januari 2009 telah diterbitkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Dalam UU tersebut, dinyatakan bahwa program peningkatan ekspor nasional dilakukan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi kepada badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun yang tidak berbentuk badan hukum, termasuk perorangan. LPEI sebagai kepanjangan tangan Pemerintah, diharapkan dapat membantu memberikan pembiayaan di wilayahwilayah yang tidak dimasuki oleh bank atau lembaga keuangan komersial (fill the market gap) dan menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan oleh lembaga keuangan komersial maupun oleh LPEI sendiri, namun dianggap perlu oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program peningkatan ekspor nasional melalui National Interest Account (NIA). Sebagai peraturan pelaksanaan dari UU Nomor 2 Tahun 2009, selama tahun 2009, telah diterbitkan beberapa Peraturan Menteri Keuangan sebagai berikut: 1. PMK Nomor 106/PMK.06/2009 tentang Tata Cara Pengusulan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Dewan Direktur LPEI; 2. PMK Nomor 139/PMK.06/2009 tentang Tata Cara Penyusunan, Penyampaian, dan Pengubahan Rencana Jangka Panjang Serta Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan LPEI; 3. PMK Nomor 140/PMK.010/2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan LPEI; 4. PMK Nomor 141/PMK.010/2009 tentang Prinsip Tata Kelola LPEI; 5. PMK Nomor 142/PMK.010/2009 tentang Manajemen Risiko LPEI; 6. PMK Nomor 143/PMK.010/2009 tentang Prinsip Mengenal Nasabah LPEI.

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

2009. in October 2009. and guarantee activities in supporting the Government policy to encourage national export enhancement program. the Government encourages private sector participation. Furthermore. Indonesia Eximbank is also required to submit reports on the implementation of good corporate governance to the Minister of Finance and other stakeholders. kualitas aktiva.3. batas maksimum pemberian pembiayaan. With such amount of capital. Beberapa aturan yang wajib dipenuhi oleh LPEI terkait dengan prinsip kehati-hatian antara lain aturan mengenai rasio kecukupan modal. laporan kegiatan usaha semesteran.73 Selanjutnya pada bulan Oktober 2009 telah dilakukan pembahasan lanjutan RPMK tentang Tata Cara Penghapusan Piutang LPEI dan RPMK tentang Penugasan Khusus Pemerintah Kepada LPEI dengan melibatkan pihak terkait antara lain Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.010/2009 Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Biro Hukum. Terhitung sejak 1 September 2009. As of December 2009. Dengan modal sebesar Rp4 triliun ini diharapkan LPEI dapat melakukan kegiatan pembiayaan. Indonesia Eximbank must apply prudential principles which covers good corporate governance. Pemerintah mendorong peran serta pihak swasta termasuk lembaga keuangan multilateral melalui mekanisme Public Private Partnership (PPP). semi-annually business activities report. Selanjutnya. Untuk mendukung keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur tersebut. dan posisi devisa neto. audited annual financial statements. Dalam menjalankan kegiatan usahanya. Directorate General Budget. 5. LPEI wajib menyampaikan kepada Menteri Keuangan laporan keuangan bulanan. laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan publik. including multilateral financial institutions. Indonesia Eximbank is expected to perform financing. Fiscal Policy Agency. In addition. dan hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha atau keadaan keuangan LPEI. and Indonesia Eximbank. to take part through Public Private Partnership (PPP) mechanism. and net foreign exchange position. Terkait dengan pembinaan dan pengawasan.3 Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia. further discussion concerning Procedures of Indonesia Eximbank Receivable Write-off and Government Specific Assignment have been conducted by involving relevant parties such as Directorate General State Assets. asset quality. asuransi. LPEI secara resmi telah berdiri dengan modal awal paling sedikit Rp4 triliun. dan prinsip mengenal nasabah (know your customer principles).3 Infrastructure Finance Companies To accelerate the infrastructure development in Indonesia. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan yang merupakan penyempurnaan dari Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. Also.1. dan LPEI. dan penjaminan dalam rangka menunjang kebijakan Pemerintah untuk mendorong program peningkatan ekspor nasional. Peran serta pihak swasta tersebut diperlukan untuk memobilisasi sumber-sumber pendanaan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. and know your customer principles. Sampai dengan akhir tahun 2009. total aktiva LPEI adalah sebesar Rp13 triliun dengan nilai pembiayaan sekitar Rp9. Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara. Subsequently. and other information that could influence its business activities as well as financial condition.3 triliun.010/2009 on May 27. Indonesia Eximbank has been officially established with a minimum capital of Rp4 trillion. insurance. maximum financing limit. risk management. Effective since September 1. In conducting its business. Directorate General Treasury. among others: capital adequacy ratio.1. Direktorat Jenderal Anggaran. total assets of Indonesia Eximbank was Rp13 trillion with outstanding financing receivable of about Rp9. Indonesia Eximbank is required to comply with certain rules associated with prudential principles. Participation of such private parties is required to mobilize funding sources to finance infrastructure projects in Indonesia. In respect to supervision activity. The Government has issued Presidential Regulation Number 9/2009 regarding Financing Institution which is a revision of Presidential Decree Number 61/1988 regarding Financing Institutions to support private sector involvement in financing infrastructure projects. LPEI harus menerapkan prinsip kehati-hatian yang meliputi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).3.3 trillion. Menteri Keuangan pada tanggal 27 Mei 2009 telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK. Indonesia Eximbank shall submit to the Minister of Finance monthly financial reports. Badan Kebijakan Fiskal. 2009 regarding Infrastructure Finance Companies which is an 5. Legal Bureau. the Minister of Finance has issued the Minister of Finance Regulation Number 100/PMK. Selain itu. penerapan manajemen risiko (risk management). LPEI juga wajib menyampaikan laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik kepada Menteri Keuangan dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.

the Minister of Finance has issued one Infrastructure Finance Companies license to PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). the Minister of Finance issued the Minister of Finance Regulation Number 222/PMK. and audited annual financial statements.74 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry tentang Perusahaan Pembiayaan Infrasruktur yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009. 2) Advisory services. 2009 was Rp1. 4) Finding swap market associated with infrastructure financing. Infrastructure Finance Companies shall submit quarterly financial reports. termasuk penjaminan untuk Pembiayaan Infrastruktur. dan/atau 3) Pemberian pinjaman subordinasi (subordinated loans) yang berkaitan dengan Pembiayaan Infrastruktur. 3) Penyertaan modal (equity investment). Menteri Keuangan menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 222/PMK. Based on the Minister of Finance Regulation Number 100/ PMK. For the purpose of guidance and supervision. dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan publik. transparent. kegiatan usaha perusahaan pembiayaan infrastruktur meliputi: 1) Pemberian pinjaman langsung (direct lending) untuk pembiayaan infrastruktur. Total assets of PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) as of December 31. and/or 5) Other activities or facilities provision related to infrastructure financing subject to approval from the Minister of Finance. Tujuan Perpres tersebut adalah untuk mendorong agar kegiatan usaha Lembaga Penjaminan dapat dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. sustainable.06 triliun dengan nilai pinjaman sebesar Rp49 miliar. 3) Equity investment. Selain itu untuk mendukung kegiatan usaha tersebut di atas.010/2009 tanggal 12 Oktober 2009. As a follow up on the Presidential Regulation Number 2/2008 regarding Guarantee Institution.1. efisien.4 Perusahaan Penjaminan implementation of Presidential Regulation Number 9/2009. Based on the Minister of Finance Decree Number 396/ KMK. efficient.010/2009 tersebut. semi-annual business activity reports.010/ 2008 regarding Credit Guarantee and Credit Reguarantee Companies.010/2009 dated October 12. laporan kegiatan usaha semesteran. the activities of Infrastructure Finance Companies include: 1) Providing direct loan (direct lending) for infrastructure financing. Total aktiva PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) per 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp1. and/or 3) Subordinated loans related to infrastructure financing.1. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/ PMK.06 trillion with outstanding loans of about Rp49 billion. 2009. and beneficial to society and national economy. including guarantee for infrastructure financing. Dalam rangka pembinaan dan pengawasan ini.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . dan/atau 5) Kegiatan atau pemberian fasilitas lain yang terkait dengan pembiayaan infrastruktur setelah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan. 2) Refinancing atas infrastruktur yang telah dibiayai pihak lain. dan bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur wajib menyampaikan laporan keuangan triwulanan. 2) Refinancing on infrastructure funded by other parties. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 396/ KMK. transparan. 5.4 Guarantee Company Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan (Perpres). 2) Pemberian jasa konsultasi (advisory services). The purpose of such presidential regulation is to make the Guarantee Insitution business activities performed with prudence. Sebagai tindak lanjut dari Perpres No. 5. 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan. Menteri Keuangan telah menerbitkan 1 (satu) izin usaha perusahaan pembiayaan infrastruktur yaitu kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Guarantee Company is required to submit BAPEPAM . Infrastructure Finance Companies could also conduct: 1) Providing credit support (credit enhancement).010/2009. 4) Upaya mencarikan swap market yang berkaitan dengan pembiayaan infrastruktur.010/2008 tentang Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang The Government has issued Presidential Regulation Number 2/2008 regarding Guarantee Institution. berkesinambungan. perusahaan pembiayaan infrastruktur dapat pula melakukan: 1) Pemberian dukungan kredit (credit enhancement). In addition to the above business activities.

and it has been set based on the Bapepam and LK Rule Number Per05/BL/2009 dated November 18.75 Kredit. Diharapkan dengan kajian tersebut akan menjadi dasar pembuatan RUU tentang Usaha Penjaminan dalam rangka memberikan suatu perangkat hukum yang lebih kuat terhadap industri penjaminan di masa yang akan datang. 2009. PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia (PT PKPI) dan PT Jamkrida Jatim. Bandung and Medan. Penetration level is a premium revenue of insurance company against Gross Domestic Income (GDI). As of December 2009. Meanwhile. Tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi merupakan salah satu satu dari beberapa indikator kinerja utama yang tercantum dalam sasaran strategis Bapepam-LK. pada tahun 2009 telah dilakukan pemeriksaan khusus terhadap 3 (tiga) kantor cabang Perusahaan Penjaminan yaitu Perum Jamkrindo di Semarang.49 trillion. Sedangkan densitas industri merupakan pendapatan premi perusahaan asuransi dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan publik.2 INSURANCE INDUSTRY Disamping besarnya aset. there are 3 (three) Credit Guarantee Companies in Indonesia. Selama tahun 2009. Perusahaan Penjaminan wajib menyampaikan laporan keuangan dan Laporan Kegiatan setiap bulan. Bapepam-LK juga telah menyelesaikan pembuatan Pedoman Pemeriksaan Perusahaan Penjaminan Kredit dan Penjaminan Ulang Kredit dan telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor Per-05/BL/2009 pada tanggal 18 November 2009. Saat ini di Indonesia terdapat 3 (tiga) Perusahaan Penjaminan Kredit yaitu Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo).686. Besides shown from the huge amount of assets. Total aset Perusahaan Penjaminan Kredit per Desember 2009 adalah sebesar Rp1. monthly financial and activity reports as well as audited annual financial statements. Currently. Bapepam-LK has also accomplished Guidance on Investigation of Credit Guarantee and Credit Reguarantee Companies.49 triliun. Dalam rangka melakukan pembinaan dan pengawasan sesuai dengan amanat Perpres dan PMK. and just obtain its business license from the Minister of Finance on December 2009.67 trillion with a total amount of outstanding productive business credit under guarantee up to Rp7. 5. It is expected that the study will form the basis for Bill of Law making in order to provide a stronger legal tool toward guarantee industry in the future. namely Perum Jamkrindo in Semarang. Throughout 2009. Tingkat penetrasi merupakan pendapatan premi perusahaan asuransi dibandingkan dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Bandung dan Medan. Saat ini terdapat 11 kantor cabang dan 6 (enam) kantor perwakilan Perusahaan Penjaminan Kredit yang tersebar di seluruh Indonesia. The penetration and density level of insurance industry is one of key performance indicators stated in Bapepam-LK strategic objective. a study concerning Bill of Law regarding Guarantee Activities has been performed. namely Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo).67 triliun dengan outstanding kredit usaha produktif yang dijamin sebesar Rp7. the total number of principal was 31. There are 11 branch offices and 6 (six) representative offices of Credit Guarantee Companies spread across Indonesia. Jumlah terjamin per Desember 2009 adalah sebanyak 31.35 trillion and total outstanding non-productive business credit under guarantee up to Rp42. the growth of insurance industry is shown from penetration and density level of insurance industry.686 terjamin. The total assets of Credit Guarantee Companies as of December 2009 was Rp1.35 triliun dan outstanding kredit bukan usaha produktif yang dijamin sebesar Rp42. industry density is a premium revenue of insurance company against total Indonesia population. PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia (PT PKPI) and PT Jamkrida Jatim. Perum Jamkrindo is a Stateowned Company and PT PKPI is a Private Credit Guarantee Company while PT Jamkrida Jatim is a Credit Guarantee Company which is majority owned by East Java Local Government. telah dilakukan kajian mengenai RUU tentang Usaha Penjaminan. special investigation has been conducted in 2009 toward 3 (three) branch offices of Guarantee Company. indikator pertumbuhan industri asuransi dapat dilihat dari tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi. Perum Jamkrindo merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT PKPI adalah Perusahaan Penjaminan Kredit Swasta sedangkan PT Jamkrida Jatim adalah perusahaan penjaminan kredit yang sebagian besar sahamnya dimiliki Pemerintah Daerah Jawa Timur dan baru saja mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan pada bulan Desember 2009. In order to conduct guidance and supervision in accordance with the mandate from the Presidential Regulation and the Minister of Finance Regulation.2 INDUSTRI PERASURANSIAN 5.

Sedangkan kekayaan dalam bentuk investasi tumbuh rata-rata sebesar 24. since 2005. At the same time.1 Distribusi Investasi Sektor Asuransi The penetration level of insurance industry increased from 1.359. 2009 was illustrated in the diagram below. Pertumbuhan investasi perusahaan asuransi komersial selama tahun 2009 yang ditargetkan dalam indikator kerja utama Bapepam-LK adalah 4% sedangkan realisasi pertumbuhan investasi perusahaan asuransi komersial selama tahun 2009 mencapai 32.6 milliar di tahun 2005 menjadi Rp67.4 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp104.689. was 4%. from Rp139. Investment growth was one of the strategic objectives Bapepam-LK had to achieve as part of the key performance indicators. from Rp45.4 billion in 2005 to Rp104. Total premium revenue grew averagely by 23. while the total investment realization in 2009 recorded a growth by 32. sejak tahun 2005.359. while the target of insurance industry density was Rp350 thousand per person. Secara umum. insurance industry indicators showed a significant growth. terutama dari sisi investasi. target tingkat penetrasi industri asuransi adalah 1. Selama tahun 2009. while total investment in 2009 recorded an increase by 31.2 billion in 2009.6 billion in 2005 to Rp315.08% per tahun.615.807. Likewise. Sedangkan pertumbuhan klaim rata-rata per tahun sebesar rata-rata 27.689.08% per annum on average.2 milliar pada tahun 2009. the total investment of insurance industry grew only 4.7 thousand per person in 2009.414.5 billion in 2009. Jika pada tahun 2008 total investasi perusahaan perasuransian hanya tumbuh 4.5%. especially in term of investment.6 billion in 2005 to Rp277. indikator industri perasuransian menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.52% pada tahun 2008 menjadi 1.6 billion in 2005 to Rp67.50% sedangkan target densitas industri asuransi adalah Rp350 ribu per orang.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . the total invested assets grew averagely by 24.615.255.5%.6 milliar di tahun 2005 menjadi Rp277.079.5%.35% was shown in average claims per annum.8 thousand per person in 2008 to Rp369.6 milliar pada tahun 2005 menjadi sebesar Rp315. Sedangkan tingkat densitas industri asuransi meningkat dari Rp324. dari Rp45.1 Insurance Sector Investment Distribution Asuransi Jiwa / Life Insurance 45% Asuransi Kerugian / General Insurance 15% Reasuransi / Reinsurance 30% Asuransi Sosial & Jamsostek / Social & workers social security Insurance 1% Asuransi PNS & TNI / Polri Civil Servants & Armed Forces / Police Insurance 9% BAPEPAM . Chart 5.5 milliar pada tahun 2009.079.25% per annum. The total assets of Insurance and Reinsurance Industries.52% in 2008 to 1. While the density level went up from Rp324. Distribusi investasi dari sektor asuransi per 31 Desember 2009 tergambar dalam diagram di bawah ini. grew up to 23.7 ribu per orang pada tahun 2009.8 ribu per orang pada tahun 2008 menjadi Rp369. Pendapatan premi tumbuh sebesar rata-rata 23. either commercial or non-commercial. Kekayaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi baik komersial maupun non komersial tumbuh rata-rata sebesar 23.76 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry Tingkat penetrasi industri asuransi komersial meningkat dari 1. from Rp118. dari Rp139. Tahun 2009 merupakan tahun pemulihan bagi industri asuransi dari krisis global yang terjadi pada akhir tahun 2008.50%.25% per tahun. Generally.255.7%.0 billion in 2009.807.58% per annum.60% pada tahun 2009. Pertumbuhan investasi merupakan salah satu sasaran strategis yang harus dicapai sebagai bagian dari indikator kinerja utama Bapepam-LK. In 2008.58% per tahun. dari Rp118. In 2009.968.0 milliar di tahun 2009. Diagram 5. as targetted in BapepamLK key performance indicators.60% in 2009.2 milliar pada tahun 2009.968. The year 2009 was a recovery year for insurance industry from the impact of global financial crisis occurred in 2008. selama tahun 2009 total investasi tumbuh 31. from Rp25.2 billion in 2009. target of insurance industry penetration level was 1.35% dari Rp25. The total investment growth of commercial insurance company. an average growth of 27.7%.414. Investment distribution of insurance sector as of December 31.5%.

lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan klaim tahun 2008 sebesar 40%. klaim selama tahun 2009 tumbuh sebesar 22. Premium distribution of insurance sector in 2009 is shown from the diagram below. 1 (one) Reinsurance Broker Companies. In 2009. Chart 5.1 Struktur Pasar 5. Distribusi premi dari sektor asuransi selama tahun 2009 tergambar dalam diagram di bawah ini. 29 actuary consultant.3 Development of Insurance Company Insurance Supporting Company Life Insurance Company General Insurance Company Reinsurance Company Social & workers social security Insurance Program Civil Servants & Armed Forces / Police Insurance Program 46 89 4 Insurance Broker Company Reinsurance Broker Company Claim Appraisal Company Actuary Consultant 141 22 28 29 13 2 Insurance Agent 3 Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 1 (satu) Perusahaan Penilai Kerugian.3% was recorded in 2008.77 Pertumbuhan premi selama tahun 2009 juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan premi selama tahun 2008. lower than the total claims recorded in 2008 which was 40%. comprising of 3 (three) Insurance Broker Companies. dan 13 perusahaan agen asuransi.1 Market Structure Jumlah perusahaan perasuransian di Indonesia per Desember 2009 adalah sebanyak 377 perusahaan yang terdiri atas 140 Perusahaan Asuransi. Struktur pasar perasuransian secara lengkap disajikan dalam diagram berikut: Diagram 5. while a growth by 17. dan 3 (tiga) perusahaan penyelenggara asuransi untuk PNS dan TNI & Polri. and 3 (three) insurance agent companies.2. On the other side. 29 konsultan aktuaria. The Insurance Companies comprised of 46 life insurance companies.2. 22 reinsurance broker companies. 89 general insurance companies.1%. comprising of 140 Insurance Companies. and 3 (three) companies providing insurance program for Civil Servants and Armed Forces/Police. 28 perusahaan penilai kerugian asuransi.3%. Complete insurance market structure is shown in the following table: Chart 5. 4 (empat) Perusahaan Reasuransi. 2 (dua) perusahaan penyelenggara program asuransi sosial & Jamsostek. 2 (two) companies providing social insurance program and workers social security. 28 insurance loss adjuster companies. and 13 insurance agent companies.9%. and 233 Insurance Supporting Business Companies. Jumlah tersebut termasuk pemberian izin baru kepada satu perusahaan asuransi jiwa dan 8 (delapan) perusahaan penunjang usaha asuransi yang terdiri dari 3 (tiga) Perusahaan Pialang Asuransi. dan 233 Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi. The insurance supporting business companies comprised of 141 insurance broker companies. Di sisi lain. Pertumbuhan premi tahun 2009 sebesar 19.2 Insurance Sector Premium Distribution Asuransi Jiwa / Life Insurance 56% Asuransi Kerugian / General Insurance 13% Reasuransi / Reinsurance 5% Asuransi Sosial & Jamsostek / Social & workers social security Insurance 3% Asuransi PNS & TNI / Polri Civil Servants & Armed Forces / Police Insurance 21% 5. the premium growth was 19. Perusahaan Asuransi terdiri dari 46 perusahaan asuransi jiwa.9%. 4 (four) Reinsurance Companies. total claims in 2009 also grew by 22. 22 perusahaan pialang reasuransi. The total number was inclusive of new license conferral to one life insurance company and 8 (eight) insurance supporting business companies.1% sedangkan selama tahun 2008 hanya tumbuh sebesar 17. 1 (one) insurance loss adjuste company. Adapun perusahaan penunjang usaha asuransi terdiri dari 141 perusahaan pialang asuransi.2 Distribusi Premi Sektor Asuransi Premium growth in 2009 also experienced a significant increase compared to 2008. 89 perusahaan asuransi kerugian. dan 3 (tiga) Perusahaan Agen Asuransi. Diagram 5. 1 (satu) Perusahaan Pialang Reasuransi.3 Perkembangan Perusahaan Perasuransian Insurance Company Total insurance company in Indonesia as of December 2009 was 377 companies.

5 2.372.0 billion in 2009. total assets and investment of life insurance companies grew more than 30% compared to that of the previous year.217. The growth of total premium.6 71.221. Perusahaan asuransi jiwa pada umumnya menginvestasikan kekayaannya dalam bentuk saham.6 billion or an increase by 29.438.293.6 milliar pada tahun 2009.22% dari tahun sebelumnya.293.311.6 billion in 2009.0 billion in 2005 to Rp38. claim.91% per tahun.531.5 billion in 2005. gross claim of life insurance companies increased by 36. modal sendiri dan laba bersih perusahaan asuransi jiwa Gross premium of life insurance companies grew averagely by 29.93% per tahun dari sebesar Rp7.780. bonds. premi bruto tumbuh 20.7 Selama tahun 2009.14 123.099.2 The Growth of Life Insurance Company Premi bruto perusahaan asuransi jiwa sejak tahun 2005 tumbuh rata-rata 29. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi jiwa pada tahun 2009 adalah Rp136.3 billion in 2005. asset and investment of life insurance company is described as follows: Table 5.6 milliar atau naik rata-rata sebesar 29. as the impact of global financial crisis.812.780.4 905.7 Perkembangan total premi.22% from the previous year. While the total invested assets in 2009 were Rp123.372.879.7 milliar atau naik rata-rata sebesar 116.5 billion in 2005. BAPEPAM .311.93% dari sebesar Rp45.5 milliar pada tahun 2005 Perkembangan total premi. Claims.50% per annum on average.90% per annum on average from a total amount of Rp53. In 2009.940.8 2. from Rp11.034. Selama tahun 2008. Total modal sendiri perusahaan asuransi jiwa pada tahun 2009 adalah Rp20. obligasi dan instrument pasar modal lainnya.196.9 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp60.05% from the previous year.0 53.257.771.9 90.3 milliar pada tahun 2005. kekayaan.3 45.370.4 102. yang selama tahun 2009 mulai pulih Throughout 2009.0 milliar pada tahun 2009.8 milliar atau naik rata-rata sebesar 35.172.372.6 91.8 billion or an increase by 35. The total assets managed by life insurance companies in 2009 were Rp136.1 12.210. jumlah kekayaan dan investasi perusahaan asuransi jiwa tumbuh lebih dari 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.217.623. Meanwhile.468.438.257.0 31. While the net income in 2009 was Rp4.686. total kekayaan hanya tumbuh 0.468.83% dibandingkan tahun sebelumnya.5 Tahun / Year 2006 2007 27.78 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry 5.71 136. total gross claim went up by 20.9 billion in 2005 to Rp60.8 14.66% on average from a total amount of Rp1. During 2008. Selama tahun 2009.771.7 billion or an increase by 116.780.93% per annum on average from a total amount of Rp7. kekayaan investasi.4 milliar atau naik rata-rata sebesar 35. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp4.794. Assets and Investment of Life Insurance Company (dalam miliar rupiah / in billion rupiah) Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 22.2.6 19.8 11.688.1 62. and other capital market instruments which started to recover from the global financial crisis occurred in 2008. sebagai dampak dari krisis keuangan global.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .438.217.5 1.196.02 60.196.7 Growth of Total Premium.311.580.5 milliar pada tahun 2005.4 4. from Rp22.5 milliar pada tahun 2005. klaim.1 45.50% per tahun dari Rp11. dan investasi perusahaan asuransi jiwa adalah sebagai berikut: Tabel 5.2 Perkembangan Perusahaan Asuransi Jiwa 5. the total asset grew only 0.3 2008 2009 50. dari Rp22.66% dari sebesar Rp1.404. klaim. klaim bruto naik 20. gross premium grew by 20. Life insurance companies were generally invested their assets in the form of stocks.4 billion or an increase by 35.90% per tahun dari sebesar Rp53.93% on average from a total amount of Rp45. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp123.099.6 102.23%. Selama tahun 2009.099.3 14.9 11. while the total investment decreased by 1.131.771.05 38.0 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp38.940.23% sedangkan total investasi justru turun 1.5 billion in 2005.257.498.5 7.1 20.940. Adapun klaim bruto perusahaan asuransi jiwa meningkat rata-rata sebesar 36.468.83% from the previous year.297.05% dari tahun sebelumnya. The total equity of life insurance companies in 2009 was Rp20.91% per annum since 2005.293. Throughout 2009.2.

Growth of Total Premium.70% per tahun.148. Total modal sendiri perusahaan asuransi kerugian pada tahun 2009 adalah Rp21.1 2008 22.45% per annum on average. Asset and Investment of General Insurance Company Table 5. The total gross premium of general insurance company increased by 11. Claim.0 22. klaim.8 2.8 milliar pada tahun 2005.505.202.005. klaim.0 23. The total equity of general insurance companies in 2009 was Rp21.751.202.455.191.5 billion in 2009.8 Perkembangan total premi.316.0 billion in 2005 to Rp23.972.77% per tahun sejak tahun 2005.803.098.930.455. klaim.0 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp23.8.028.5 19. Klaim bruto perusahaan asuransi kerugian selama periode tersebut juga mengalami kenaikan yaitu rata-rata sebesar 12.9 billion or an increase by 12.3 Perkembangan Perusahaan Asuransi Kerugian The growth of investment in life insurance company in 2009 was 36%.5 billion in 2009.254.053. from Rp 7.53% dari sebesar Rp1.90% per tahun dari sebesar Rp11. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp2. The total gross claims of general insurance companies increased as well in such period by 12.053. yaitu dari Rp15.061.8 8.007.8 Perkembangan total premi.2.098.551.3 The Growth of General Insurance Company Total premi bruto perusahaan asuransi kerugian mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 11.2. from Rp15.53% on average from a total amount of Rp1. Claim.5 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp11. kekayaan investasi. While the total invested assets in 2009 were Rp27. Growth of Total Premium.8 2006 Tahun / Year 2007 17.7 billion or an increase by 15.418.0 28.76% per tahun sejak tahun 2005.803. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi kerugian pada tahun 2009 adalah Rp38. far beyond the target of Bapepam-LK key performance indicators which was 4%. asset and investment of general insurance company is described as follows: Tabel 5.005.132.236.191.5 billion in 2005 to Rp11.053.148.8 33.8 17.5 11.8 16.0 16.5 11.6 billion in 2005.128.1 8.316.6 milliar pada tahun 2005. modal sendiri dan laba bersih perusahaan asuransi kerugian. Pertumbuhan investasi perusahaan asuransi jiwa selama tahun 2009 sebesar 36%.9 milliar atau naik rata-rata sebesar 12. claim.5 21.7 2.0 7.028.5 21.5 7.028.727.098. While the net income in 2009 was Rp2.2 14.8 billion or an increase by 15. Tabel 5. modal sendiri dan laba bersih perusahaan asuransi kerugian.5 billion or an increase by 17.009.5 milliar atau naik rata-rata sebesar 17.191.7 milliar atau naik rata-rata sebesar 15.202.8 milliar atau mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 15.5 milliar pada tahun 2009. dan investasi perusahaan asuransi kerugian adalah sebagai berikut: Tabel 5.8.8 Laporan Tahunan 2009 Annual Report . The growth of total premium.4 13.642.79 dari krisis keuangan global yang terjadi pada akhir tahun 2008.45% per tahun dari Rp7. The total assets managed by general insurance companies in 2009 were Rp38. Asset and Investment of General Insurance Company (dalam miliar rupiah / in billion rupiah) Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 15.455.760.5 2009 23.76% per annum on average since 2005. kekayaan investasi.316.2 1.128.70% per annum on average.3 1.8 billion in 2005.803. Perkembangan total premi. 5.5 milliar pada tahun 2009.538.005. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp27.5 38.6 1. jauh di atas target pertumbuhan dalam indikator kinerja utama Bapepam-LK sebesar 4%.687. kekayaan.9 15.8 27.128.591.90% per annum on average from a total amount of Rp11.77% per annum on average since 2005. 5.

80

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

Selama tahun 2009, jumlah kekayaan dan investasi perusahaan asuransi kerugian tumbuh lebih dari 19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan asuransi kerugian tidak mengalami dampak krisis global yang signifikan karena penempatan investasinya sebagian besar di deposito berjangka dan surat berharga Negara. Pertumbuhan investasi perusahaan asuransi kerugian selama tahun 2009 sebesar 19,44%, jauh di atas target pertumbuhan dalam indikator kinerja utama Bapepam LK sebesar 4%. 5.2.4 Perkembangan Perusahaan Reasuransi Total premi bruto yang diperoleh perusahaan reasuransi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp1.841,9 milliar atau tumbuh rata-rata sebesar 14,68% per tahun dari tahun 2005. Di lain pihak klaim bruto juga mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu rata-rata sebesar 17,71% per tahun dari Rp678,8 milliar di tahun 2005 menjadi Rp1.298,7 milliar di tahun 2009. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan reasuransi pada tahun 2009 adalah Rp2.034,8 milliar atau mengalami kenaikan rata-rata sebesar 15,62% per tahun sejak tahun 2005. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp1.503,7 milliar atau naik rata-rata sebesar 17,67% per tahun sejak tahun 2005. Total modal sendiri perusahaan reasuransi pada tahun 2009 adalah Rp732,9 milliar atau naik rata-rata sebesar 17,72% per tahun dari sebesar Rp388,7 milliar pada tahun 2005. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp102,4 milliar atau naik rata-rata sebesar 12,52% dari sebesar Rp72 milliar pada tahun 2005. Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, dan investasi perusahaan reasuransi adalah sebagai berikut: Tabel 5.9 Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, investasi, modal sendiri dan laba bersih perusahaan reasuransi

During 2009, total assets and invested assets of general insurance companies increased more than 19% compared to previous year. General insurance companies were not significantly affected by the global financial crisis because their investment mostly in time deposits and government bonds. Investment of general insurance companies grew by 19.44%, far above targeted growth stated in key performance indicator which was 4%.

5.2.4 The Growth of Reinsurance Company The total gross premium earned by reinsurance companies in 2009 increased up to the amount of Rp1,841.9 billion or an increase by 14.68% per annum on average from 2005. The total gross claim also experienced a significant increased by 17.71% per annum on average, from Rp678.8 billion in 2005 to Rp1,298.7 billion in 2009.

The total assets managed by reinsurance companies in 2009 were Rp2,034.8 billion or an increase by 15.62% per annum on average since 2005. While the total assets in investment form in 2009 were Rp1,503.7 billion or an increase by 17.67% per annum on average since 2005.

The total equity of reinsurance companies in 2009 was Rp732.9 billion or an increase by 17.72% per annum on average from a total amount of Rp388.7 billion in 2005. While the net income in 2009 was Rp102.4 billion or an increase by 12.52% on average from a total amount of Rp72 billion in 2005. The growth of total premium, claim, asset and investment of reinsurance company is described as follows: Table 5.9. Growth of Total Premium, Claim, Asset and Investment of Reinsurance Company
(dalam miliar rupiah / in billion rupiah)

Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 1.074,7 678,8 1.147,3 789,4 388,7 72,0 2006

Tahun / Year 2007 1.275,6 953,1 1.369,8 978,2 524,0 77,2

2008 1.610,6 1.050,5 1.621,2 1.191,4 542,2 77,2

2009 1.841,9 1.298,7 2.034,8 1.503,7 732,9 102,4

1.122,7 810,7 1.221,5 864,8 454,8 60,4

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

81

Selama tahun 2009, jumlah kekayaan dan investasi perusahaan reasuransi tumbuh lebih dari 25% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perusahaan reasuransi juga tidak mengalami dampak krisis global yang signifikan karena penempatan investasinya sebagian besar di deposito berjangka dan surat berharga Negara. Pertumbuhan investasi perusahaan reasuransi selama tahun 2009 sebesar 26,21%, jauh di atas target pertumbuhan dalam indikator kinerja utama Bapepam LK sebesar 4%. 5.2.5 Perkembangan Perusahaan Penyelenggara Program Asuransi Sosial dan Jamsostek

During 2009, total assets and invested assets of reinsurance companies increased more than 25% compared to that of previous year. Reinsurance companies were also not significantly affected by the global financial crisis because their investment mostly in time deposits and government bonds. Investment of general insurance companies grew by 26.21%, far above targeted growth stated in key performance indicator which was 4%.

5.2.5

The Growth of Companies Administering Social Insurance Program & Workers Social Security

Total premi bruto perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek naik sebesar rata-rata 21,66% per tahun dari sebesar Rp2.379,8 milliar di tahun 2005 menjadi Rp5.102,8 milliar pada tahun 2009. Adapun klaim bruto perusahaan-perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek mengalami kenaikan rata-rata sebesar 21,67% per tahun, dari Rp1.320,5 milliar pada tahun 2005 menjadi Rp2.722,6 milliar pada tahun 2009. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek pada tahun 2009 adalah sebesar Rp87.490,7 milliar, mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 21,89% per tahun dibandingkan dengan tahun 2005 yang hanya sebesar Rp40.246,8 milliar. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp84.355,5 milliar atau rata-rata naik sebesar 21,71% per tahun dibanding tahun 2005 yang hanya sebesar Rp39.102,1 milliar. Total modal sendiri perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek pada tahun 2009 adalah Rp6.685,0 milliar atau naik rata-rata sebesar 32,61% per tahun dari sebesar Rp2.820,4 milliar pada tahun 2005. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp2.305,1 milliar atau naik rata-rata sebesar 28,44% dari sebesar Rp924,1 milliar pada tahun 2005. Selama tahun 2009, kekayaan dan investasi perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek tumbuh 31%, sedangkan tahun sebelumnya hanya tumbuh 4,73%. Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, dan investasi perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek adalah sebagai berikut:

The total gross premium of companies administering social insurance program & workers social security in 2009 increased by 21.66% per annum on average, from Rp2,379.8 billion in 2005 to Rp5,102.8 billion in 2009. The total gross claim also experienced a significant increased by 21.67% per annum on average in 2009, from Rp1,320.5 billion in 2005 to Rp2,722.6 billion in 2009.

The total assets managed by companies administering social insurance program & workers social security in 2009 were Rp87,490.7 billion, an increase by 21.89% per annum on average compared to 2005 which was only Rp40,246.8 billion. While the total invested assets in 2009 were Rp84,355.5 billion or an increase by 21.71% per annum on average compared to 2005 which was only Rp39,102.1 billion.

The total equity of companies administering social insurance program & workers social security in 2009 was Rp6,685.0 billion or an increase by 32.61% per annum on average from a total amount of Rp2,820.4 billion in 2005. While the net income in 2009 was Rp2,305.1 billion or an increase by 28.44% on average from a total amount of Rp924.1 billion in 2005. In 2009, total asset and investment of company providing social insurance program & workers social security grew by 31%, while the previous year recorded a growth by 4.73% only. The growth of total premium, claim, asset and investment of company providing social insurance program & workers social security is described as follows:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

82

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

Tabel 5.10 Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, investasi, modal sendiri dan laba bersih perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi Sosial dan Jamsostek
Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 2.379,8 1.320,5 40.246,8 39.102,1 2.820,4 924,1

Table 5.10 Growth Of Total Premium, Claims, Assets And Investment Of Companies Administering Social Insurance Program & Workers Social Security
(dalam miliar rupiah / in billion rupiah) Tahun / Year 2006 2007 2.653,3 1.444,9 51.546,8 50.187,6 4.066,3 1.185,2 3.016,6 1.555,3 63.598,2 62.039,6 5.580,0 1.494,0 2008 4.340,.3 2.499,1 66.606,7 64.181,4 3.635,6 1.379,0 2009 5.102,8 2.722,6 87.490,7 84.355,5 6.685,0 2.305,1

5.2.6

Perkembangan Usaha Asuransi Pengelola Asuransi PNS dan TNI/Polri

5.2.6

The Growth of Companies Administering Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police

Asuransi PNS dan TNI/Polri dikelola oleh PT (Persero) ASKES, PT (Persero) TASPEN, dan PT (Persero) ASABRI. Jumlah premi ketiga perusahaan tersebut pada tahun 2009 tercatat sebesar Rp13.744,4 milliar atau mengalami peningkatan rata-rata sebesar 31,83% per tahun dibandingkan dengan premi tahun 2005 yang berjumlah Rp4.606,0 milliar. Sedangkan jumlah klaim yang dibayar pada tahun 2009 adalah sebesar Rp13.904,7 milliar atau mengalami kenaikan rata-rata sebesar 26,47% pertahun dibandingkan klaim tahun 2005 yang berjumlah Rp5.444,8 milliar. Total kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi PNS dan TNI/Polri pada tahun 2009 adalah sebesar Rp51.180,2 milliar, mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 22,42% per tahun dibandingkan dengan tahun 2005 yang hanya sebesar Rp22.826 milliar. Adapun kekayaan dalam bentuk investasi pada tahun 2009 adalah sebesar Rp41.478,6 milliar atau rata-rata naik sebesar 21,00% per tahun sejak tahun 2005 yang tercatat sebesar Rp19.395,1 milliar. Total modal sendiri perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi PNS dan TNI/Polri pada tahun 2009 adalah Rp8.866,4 miliar atau naik rata-rata sebesar 39,33% per tahun dari sebesar Rp2.548,9 miliar pada tahun 2005. Adapun laba bersih pada tahun 2009 adalah sebesar Rp2.673,1 miliar atau naik rata-rata sebesar 49,36% dari sebesar Rp619,4 miliar pada tahun 2005. Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, dan investasi perusahaan asuransi PNS dan TNI/Polri adalah sebagai berikut:

Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police was administered by PT (Persero) ASKES, PT (Persero) TASPEN, and PT (Persero) ASABRI. Total premiums of the three companies in 2009 were Rp13,744.4 billion or an increase by 31.83% per annum on average compared to 2005 which were only Rp4,606.0 billion. While the total claims paid in 2009 were Rp13,904.7 or an increase by 26.47% per annum on average compared to 2005 which were only Rp5,444.8 billion.

The total assets managed by companies administering Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police in 2009 were Rp51,180.2 billion, an increase by 22.42% per annum on average compared to 2005 which was only Rp22,826 billion. While the total invested assets in 2009 were Rp41,478.6 billion or an increase by 21.03% per annum on average since 2005 which was only Rp19,395.1 billion. The total equity of companies administering Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police in 2009 was Rp8,866.4 billion or an increase by 39.33% per annum on average from a total amount of Rp2,584.9 billion in 2005. While the net income in 2009 was Rp2,673.1 billion or an increase by 49.36% on average from a total amount of Rp619.4 billion in 2005. The growth of total premium, claims, assets and investment of companies administering Insurance Program for Civil Servants & Armed Forces/Police is described as follows

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

83

Tabel 5.11 Perkembangan total premi, klaim, kekayaan, dan investasi perusahaan asuransi penyelenggara Asuransi PNS dan TNI/Polri

Table 5.11 Growth Of Total Premium, Claims, Assets And Investment Of Company Providing Insurance Program For Civil Servants & Armed Forces/Police
(dalam miliar rupiah / in billion rupiah)

Keterangan / Description 2005 Premi Bruto / Gross Premium Klaim / Claims Kekayaan / Assets Investasi / Investment Modal Sendiri / Equity Laba Bersih / Net Income 4.606,0 5.444,8 22.826,0 19.395,1 2.548,9 619,4

Tahun / Year 2006 2007 5.642,1 6.739,1 27.371,0 23.439,7 4.208,2 1.032,6 7.118,3 8.270,6 33.304,9 28.419,9 4.842,1 919,6

2008 9.190,9 10.513,5 39.777,5 32.670,9 5.262,7 1.670,6

2009 13.744,4 13.904,7 51.180,2 41.478,6 8.866,4 2.673,1

5.2.7

Perkembangan Usaha Asuransi dengan prinsip Syariah

5.2.7

The Growth Sharia Insurance Business

Secara keseluruhan, pangsa pasar industri asuransi dengan prinsip syariah pada tahun 2009 mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini antara lain tercermin dari peningkatan persentase jumlah premi bruto asuransi dengan prinsip syariah dibandingkan dengan presentase jumlah premi bruto industri asuransi sebesar 36,45% yaitu dari 2,14% menjadi 2,92% dan peningkatan presentase jumlah kekayaan asuransi dengan prinsip syariah dengan presentase jumlah kekayaan industri asuransi sebesar 3% dari 1,35% pada tahun 2008 menjadi 1,39% pada tahun 2009.

In overall, market share of sharia insurance industry in 2009 experienced an increase compared to the previous year. It was reflected, among others, from an increase in total gross premium percentage of sharia insurance against total gross premium percentage of insurance industry by 36.45%, from 2.14% to 2.92%, and an increase in total percentage of sharia insurance asset against total percentage of insurance industry assets by 3%, from 1.35% in 2008 to 1.39% in 2009.

Tabel 5.12 Jumlah Perusahaan Asuransi dengan prinsip syariah
No. 1 2 3 4 5 Keterangan / Description Sharia Life Insurance Company Sharia General Insurance Company Life Insurance Company having Sharia Unit General Insurance Company having Sharia Unit Reinsurance Company having Sharia Unit

Table 5.12 The Number of Sharia Insurance Companies

2005 2 1 8 13 2

2006 2 1 9 15 3

2007 2 1 12 19 3

2008 2 1 13 19 3

2009*) 2 1 17 19 3

Jumlah / Total

26

30

37

38

42

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

84

Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank

Development of Non-Bank Financial Institutions Industry

Tabel 5.13 Market Share Usaha Asuransi dan Reasuransi dengan prinsip syariah
No Keterangan / Description 2007 I. Seluruh Asuransi Jiwa / Total Life Insurance Asuransi Jiwa Syariah / Sharia Life Insurance Persentase Asuransi Jiwa Syariah / Percentage of Sharia Life Insurance II. Seluruh As. Kerugian & Reasuransi / Total of General Insurance and Reinsurance Asuransi Kerugian dan Reasuransi Syariah / Sharia General Insurance and Reinsurance Persentase Asuransi Kerugian dan Reasuransi Syariah / Percentage of Sharia General Insurance and Reinsurance III. Seluruh Asuransi / All Life and Non Life Insurance Seluruh Asuransi Syariah / All Life and Non Life Sharia Insurance Persentase Asuransi Syariah / Percentage of Sharia Insurance Premi Bruto / Gross Premium 2008 2009 2007

Table 5.13 Market Share of Sharia Insurance & Reinsurance Businesses
Klaim / Claim 2008 2009 2007 Kekayaan / Asset 2008 2009

45.580,6

50.370,0

60.467,97

19.686,3

31.531,0

38.099,64

102.137,2

102.404,71 136.780,6

511,37

1.153,9

1929,37

194,2

312,21

596,45

1.020,20

1.151,5

2.120,1

1,12%

2,29%

3,19%

0,99%

0,99%

1,57%

1,00%

1,12%

1,55%

18.917,7

26.933,8

24.940,37

9.491,1

10.023,3

12.352,23

29.788,3

34.790,5

39.163,64

294,18

496,83

449,52

118,40

180,1

236,37

491,28

701,8

902,62

1,56%

1,84%

1,80%

1,25%

1,80%

1,91%

1,65%

2,02%

2,25%

64.498,3

77.303,8

85.408,34

29.177,4

41.554,3

50.451,86

131.925,5

137.195,2

176.944,2

805,55

1.650,73

2.378,89

312,59

492,30

832,82

1.511,48

1.853,30

3.3022,7

1,25%

2,14%

2,79%

1,07%

1,18%

1,65%

1,15%

1,35%

1,71%

5.2.8

Perkembangan Produk Unit Link

5.2.8

The Growth of Unit Link Products

Perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) per 31 Desember 2009 sebanyak 25 perusahaan. Ringkasan Neraca perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk yang terkait investasi masing-masing terdapat pada tabel berikut : Tabel 5.14 Kekayaan dan Kewajiban Perusahaan Asuransi Jiwa Yang Terkait Produk Investasi
Jenis Perusahaan berdasarkan Kepemilikan / Type of Companies based on Ownership

Life insurance companies selling unit link products as of December 31, 2009 were 25 companies. Summary of balance sheets of such life insurance company selling unit link products is shown respectively in the following table:

Table 5.14 Total Assets and Liabilities of Investment Products of Life Insurance Companies

(1) Perusahaan Swasta Nasional / National Private Insurance Companies Perusahaan Patungan / Joint Venture Insurance Companies

Kekayaan / Assets Investasi / Non Investasi / Investment Non Investment (2) (3) 11.275,8 41.331,2 Ω 52.607,0 Ω 30,6 284,5 Ω 315,1

Kewajiban / Liabilities Utang / Cadangan / Liabilities Reserves (4) (5) 593,8 213,2 Ω 807,0 10.712,6 41.402,5

Jumlah / Total

52.115,1

5.2.9

Perkembangan Produk Asuransi Baru dan Persetujuan Kerja Sama Pemasaran dengan Bank

5.2.9

The Growth of New Insurance Products & Agreement of Joint Marketing With Bank

Selama tahun 2009, Bapepam-LK mencatat 367 produk

Throughout 2009 Bapepam-LK recorded 367 new products

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

16 Details of Bancassurance Insurance Products Syariah / Sharia Jumlah / Total Asuransi Jiwa / Life Insurance Asuransi Kerugian / General Insurance Jumlah / Total 84 4 88 1 0 1 85 4 89 5. FIPF is a pension fund established by a bank or life insurance company to provide a defined contribution pension program for individual. for the benefits of all or partial employees as participants.85 baru dan menghentikan pemasaran satu produk . namely Employer»s Pension Fund (EPF) and Financial Institution Pension Fund (FIPF). selaku pendiri. contribution of which is specified in Pension Program regulation. Berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Details of new insurance products are described as follow: Table 5. DPPK diperkenankan untuk Pension Fund in Indonesia comprised of two types. benefits of which are specified in Pension Program regulation. DPLK adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perorangan. baik karyawan maupun pekerja mandiri. Program Pensiun Iuran Pasti adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun.16 Rincian Produk Asuransi Bancassurance Perusahaan / Company Konvensional / Conventional Besides recording new insurance products. Defined Contribution Pension Program is a pension program. namely Defined Benefit Pension Program (DBPP) and Defined Contribution Pension Program (DCPP). Bapepam-LK also granted approval for marketing of new products through bank (bancassurance) with the following details: Table 5. Meanwhile. Program Pensiun Manfaat Pasti adalah program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun. Sementara itu jenis program pensiun yang dapat pada dana pensiun tersebut ada 2 (dua) jenis. yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).15 Details of New Insurance Products Syariah / Sharia Jumlah / Total Asuransi Jiwa / Life Insurance Asuransi Kerugian / General Insurance Jumlah / Total 247 16 263 101 3 104 348 19 367 Selain melakukan pencatatan produk baru.3 INDUSTRI DANA PENSIUN 5. EPF is a pension fund established by an individual or entity having employees. EPF was allowed to provide defined benefits pensiun Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Defined Benefit Pension Program is a pension program. dan yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. there were 2 (two) types of pension program in such pension fund. untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti. yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). to provide a defined benefit pension program or a defined contribution pension program. and inflicting obligation toward the employer. and all contributions as well as its investment development are recorded in respective participant»s account as the pension benefit.15 Rincian Produk Asuransi Baru Perusahaan / Company Konvensional / Conventional and prohibited the selling of one product. tahun ini Bapepam-LK juga telah memberikan persetujuan pemasaran produk asuransi melalui kerjasama dengan bank (bancassurance) dengan rincian sebagai berikut: Tabel 5. As stipulated in Law Number 11/1992 regarding Pension Fund. DPPK adalah dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan. bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta. Rincian pencatatan produk asuransi baru adalah sebagai berikut: Tabel 5. either for employee or the employer itself.3 PENSION FUND INDUSTRY Dana Pensiun di Indonesia terdiri atas dua jenis. as the founder.

50%. yaitu menjadi 11. untuk kelompok self employed. as follow : BAPEPAM . Masih terkait dengan investasi.681. saham (14. From such total number of pension funds.36 trillion or about 2. (Sumber: Badan Pusat Statistik.50%. while SANBERIS was the abbreviation of risk based monitoring. investasi dana pensiun di tahun 2009 tersebar ke dalam beberapa jenis investasi.0% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2009 (at 2000 constant market price). yaitu: Up until the end of 2009. 5. stocks (14.44%). Berbagai upaya telah dilakukan Bapepam-LK untuk mendukung pertumbuhan industri dana pensiun.86 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran pasti. The numbers were 4. from the abovementioned total pension funds. From such total amount of assets. jumlah dana pensiun di Indonesia yang masih aktif adalah sebanyak 276 dana pensiun.33%).81%) dan Reksa Dana (5. Bapepam-LK granted 6 (six) authetification of new pension fund establishment. SPERIS adalah kepanjangan dari sistem pemeringkatan risiko.11%). For monitoring sector. In the meantime.11%). Namun demikian. Jumlah tersebut meningkat sebesar 4. FIPF was only allowed to provide defined contribution pension program.681.3.1. However.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Dengan total kekayaan tersebut. Secara umum. antara lain surat berharga negara (26. Sistem pengawasan berbasis risiko ini dikenal dengan istilah SPERIS dan SANBERIS. Selebihnya. 96. The risk basis monitoring system was known as SPERIS and SANBERIS. total numbers of self-employed.3.77% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. the number of total participants were just 5. sebanyak 2.05%).1 million people). total active pension fund in Indonesia was 276 pension funds. the total assets value of pension fund were up to Rp 112.81%) and Investment Funds (5. However. banyaknya jumlah peserta tersebut baru mencakup 5. antara lain dengan meningkatkan pelayanan dalam proses pengesahan pembentukan dana pensiun baru serta pelayanan informasi dana pensiun. among others: government securities (26. 5.1 juta orang. kinerja investasi dana pensiun (ROI) berdasarkan laporan keuangan unaudit tahun 2009 juga meningkat. deposito (21. Bapepam-LK telah mengesahkan 6 (enam) pengesahan pembentukan dana pensiun baru. dari jumlah dana pensiun tersebut di atas. among others by improving the services of authentication process for new pension fund establishment as well as information service of pension fund. (Source: BPS. obligasi (25. deposits (21. employer with permanent workers.1 Pertumbuhan Dana Pensiun program or defined contribution pension program.0% coverage of Indonesia Gross Domestic Products (GDP) in 2009 (at 2000 constant market price). In general.3. Sementara itu. SPERIS was the abbreviation of risk rating system. sebanyak 96. as per August 2008. increased by 11.01% kekayaan dana pensiun terserap dalam bentuk investasi.44%).1 Pertumbuhan Jumlah Industri Selama tahun 2009.05%).15% of the total productive Indonesian population. tersebar dalam investasi jenis lain yang diperkenankan dengan proporsi kurang dari 4%. 5. The rests were distributed in other types of investments allowed in a proportion by no less than 4%. Di bidang pengawasan. 5. dan employees were 52. dan employee sebanyak 52. pension fund investments in 2009 were distributed in certain types of investment.226 orang telah tercatat sebagai peserta dana pensiun. Sedangkan SANBERIS merupakan kepanjangan dari pengawasan berbasis risiko.01% of pension fund assets were absorbed in the form of investment.33%). 2. bonds (25. employer with permanent workers.36 triliun atau mencakup kurang lebih 2. tahun 2009 Bapepam-LK secara penuh telah menerapkan sistem pengawasan dana pensiun berbasis risiko. nilai kekayaan dana pensiun telah mencapai Rp112. Bapepam-LK has fully applied monitoring system of risk basis pension fund in 2009. comprising of 251 EPFs and 25 FIPFs.77% greater than the previous year.226 people were recorded as pension fund participants.1 The Growth of Pension Fund Sampai dengan akhir tahun 2009. Sedangkan DPLK hanya diperbolehkan untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti. based on 2009 audited financial statements. Performance of pension fund investments (ROI). Dari jumlah dana pensiun tersebut.1 The Growth of Total Industry In 2009. Many efforts have been taken by Bapepam-LK to support the growth of pension fund industry.15% dari jumlah penduduk Indonesia yang bekerja.3.1. terdiri dari 251 DPPK dan 25 DPLK. posisi per Agustus 2008).

DCPP Akumulasi Dana Pensiun Aktif / Accumulated Active Pension Fund DPPK .17 Legalized Pension Fund in 2009 Jenis Dana Pensiun Type of Pension Fund DPPK DPPK DPPK DPPK DPPK DPPK Jenis Program Pensiun Type of Pension Program PPIP PPIP PPIP PPMP PPIP PPMP 1.PPMP / EPF . 6. 6 (six) of which continued their pension program to FIPF.10/2009 Kep-485/KM.PPIP / EPF . Bertambahnya keenam dana pensiun tersebut mengakibatkan jumlah akumulasi dana pensiun yang memperoleh pengesahan dari Menteri Keuangan menjadi 412 dana pensiun.DCPP 36 37 DPLK / FIPF 26 25 Jumlah / Total 312 297 9 9 226 36 26 288 216 39 26 281 210 41 25 276 Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Layanan ini juga telah menjadi salah satu layanan unggulan Kementerian Keuangan kepada publik.87 Tabel 5.DBPP to EPF . 210 dana pensiun diantaranya menyelenggarakan PPMP dan 41 lainnya menyelenggarakan PPIP.18. Bubarnya kesebelas dana pensiun tersebut mengakibatkan akumulasi dana pensiun yang telah membubarkan diri menjadi 136 dana pensiun.PPMP / EPF .PPIP / EPF .10/2009 Kep-84/KM. Dari 251 DPPK.17 Dana Pensiun Yang disahkan tahun 2009 No. Dari kesepuluh dana pensiun yang bubar. The dismissal of the eleven pension funds made the total number of dimissed pension fund into 136 pension funds. 4.PPMP / EPF .10/2009 Kep-130/KM. 2. Nama Dana Pensiun Pension Fund Pupuk Kaltim Group PPIP Pusri Iuran Pasti BAT Indonesia Tirta Kamuning RSUD Al Ihsan Universitas Muhamadiyah Surakarta Nomor KMK KMK Number Kep-24/KM.10/2009 Kep-299/KM. The Growth of Total Pension Fund 2006 2007 2008 2009 Akumulasi Pendirian Dana Pensiun / Accumulated Pension Fund Establishment DPPK . The dismissal of the authetification went to 10 (ten) EPFs and 1 (one) FIPF. From the total numbers of 251 EPFs. the increase of new pension funds in 2009 were the biggest one. 210 pension funds provided DBPFs and the rests of 41 pension funds provided DCPPs. jumlah dana pensiun yang masih aktif masih sebanyak 276 dana pensiun. selama tahun 2009 Bapepam-LK juga mengesahkan pembubaran dana pensiun sebanyak 11 dana pensiun. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya.DBPP 55 68 DPPK . Bapepam-LK also provided authentification of pension fund dismissal to 11 pension funds. up to the end of 2009.DCPP 51 52 53 DPLK / FIPF 35 35 37 Jumlah / Total 397 398 402 Akumulasi Pembubaran Dana Pensiun / Accumulated Pension Fund Dismissal DPPK . pertambahan jumlah dana pensiun baru di tahun 2009 tersebut merupakan pertambahan jumlah dana pensiun terbanyak.10/2009 Table 5.PPIP 6 8 9 EPPF . In addition to the authentification of new pension fund establishment. comprising of 251 EPFs and 25 FIPFs. terdiri dari 251 DPPK dan 25 DPLK. Table 5. The achievement was made due to the adjustment on procedures of new pension fund authetification service which took only 7 (seven) business days following documents completion.DCPP 21 23 DPLK / FIPF 9 10 Jumlah / Total 85 101 313 56 37 406 315 60 37 412 77 26 11 114 88 26 11 125 96 28 12 136 Akumulasi Perubahan Program Dana Pensiun / Accumulated Pension Fund Alteration DPPK . Compared to the previous year.PPMP ke DPPK . Selain mengesahkan pembentukan dana pensiun baru. 6 (enam) diantaranya melanjutkan program pensiunnya tersebut ke DPLK. 5. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan prosedur layanan pengesahan pembentukan dana pensiun baru yang hanya membutuhkan waktu sebanyak 7 (tujuh) hari kerja setelah dokumen lengkap.DBPP 250 235 DPPK . Therefore. Dengan demikian. sampai dengan akhir tahun 2009. From such numbers.10/2009 Kep-478/KM.DBPP 311 311 312 DPPK . Kesebelas Dana Pensiun tersebut terdiri dari 10 (sepuluh) DPPK dan 1 (satu) DPLK.18 Pertumbuhan Industri Dana Pensiun Tahun / Year 2005 The total numbers of such pension fund contributed 412 pension funds to the total pension fund accumulation having authetification from the Minister of Finance. total numbers of active pension funds were 276 pension funds. Tabel 5. 3.PPIP / EPF . The service became one of the superior services of the Ministry of Finance for the public.

it was in line with the previous statement mentioning that the decreasing numbers of pension funds inflicted no decrease in total participants of overall pension funds.Pensiunan / Retired .245 Kenaikan / Penurunan -2. (6) 2.958 289.77% -0.106.359 735. Hal ini menjadi salah satu fakta adanya kelanjutan program pensiun dari dana pensiun yang bubar ke DPLK.226 orang.46% 8.226 4.114 participants or an increase by 4.461 72. the growth of FIPF participants was greater than the growth of total EPF participants.197.706 105.312 677.45% (3).681.Duda / Widow / Widower . Peserta Aktif DPPK / Active EPF Participants Peserta Pasif DPPK / Passive EPF Participants .3.491 96.785 267. (5). tabel berikut menyajikan pertumbuhan jumlah peserta dana pensiun pada periode tahun 2007 dan tahun 2009: Tabel 5. rata-rata pertambahan jumlah dana pensiun baru per tahun adalah sebanyak 3 (tiga) dana pensiun.681.345 1.114 peserta atau meningkat sebesar 4. total participants of pension funds were 2.178.Pensiun Ditunda / Deferred Pension Jumlah Peserta DPPK (1) + (2) / Total EPF Participants (1) + (2) Peserta Aktif DPLK / Active FIPF Participants . jumlah peserta dana pensiun telah mencapai 2. the average growth of pension fund dismissal per annum was 12 pension funds. as of December 31.19 Pertumbuhan Jumlah Peserta Dana Pensiun Uraian / Description (1).87% 6. pada posisi per 31 Desember 2009. dalam periode yang sama rata-rata pertambahan jumlah pembubaran dana pensiun per tahun adalah sebanyak 12 dana pensiun. In terms of type of pension fund.91% 5. the growth of new pension fund per annum on average was 3 (three) pension funds.77% 1) Based on 2008 technical report of pension fund 2) Based on 2009 technical report of pension fund BAPEPAM .60% 45.981 1. Therefore. Jumlah tersebut bertambah sebanyak 122.1.380.649 2. it was clearly shown that.63% 10. Meski perbedaan antara rata-rata pertumbuhan dana pensiun baru dengan rata-rata pembubaran dana pensiun tersebut cukup besar. during the period of 2005 up to 2009. kekayaan maupun nilai penempatan investasi dana pensiun. 2009. total numbers of participants. Furthermore. in the same period.112 2. 5. It showed a fact that there was pension program continuation from dismissed pension fund to EPF.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .999 From the abovementioned data.08% 8.681.378.2 Pertumbuhan Jumlah Peserta Terkait dengan jumlah kepesertaan.302.88 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry Berdasarkan data pertumbuhan jumlah dana pensiun di atas terlihat bahwa selama periode tahun 2005 sampai dengan 2009.77% dibandingkan dengan jumlah peserta dana pensiun pada posisi tahun sebelumnya.1.113 1.Peserta Mandiri / Independent Participants .831 1.272 2. (2). the following table shows the growth of total pension fund participants in 2007 and 2009: Table 5.18% 3. assets or placement value of pension fund experienced no decrease.773 429. Hal ini menjadi sejalan dengan pernyataan sebelumnya yang menyatakan bahwa penurunan jumlah dana pensiun tidak mengakibatkan penurunan pada jumlah peserta dana pensiun secara keseluruhan.226 1.2 The Growth of Total Participants In respect of total participants.09% 8. Despite the huge difference between the average growth of new pension fund and pension fund dismissal. 5. terlihat bahwa pertumbuhan jumlah peserta DPLK jauh lebih besar dari pada pertumbuhan jumlah peserta DPPK. (4). The Growth of Total Pension Fund Participants 2009 2) 923. Bila pertumbuhan peserta tersebut dilihat dari jenis dana pensiunnya. Meanwhile.3.Janda . Sementara itu. Lebih lanjut.Peserta Kelompok / Group Participants Peserta Pasif DPLK (Pensiun Ditunda /) Passive FIPF Participants (Deferred Pension) Jumlah Peserta DPLK (4) + (5) Total FIPF Participants (4) + (5) TOTAL Peserta Dana Pensiun (3) + (6) TOTAL Participants of Pension Fund (3) + (6) 1) Berdasarkan data laporan teknis dana pensiun tahun 2008 2) Berdasarkan data laporan teknis dana pensiun tahun 2009 2008 1) 950.594 92.065 461.77% compared to total participants in the same period of last year.023 455.559. The numbers increased 122.226 people.19. hal itu tidak mengakibatkan penurunan terhadap jumlah peserta dana pensiun.Anak / Child .16% 7.18 1.13% 0.711 66.85 67.328 429.

Dilihat dari pertambahannya. bertambahnya nilai kekayaan dana pensiun pada posisi tersebut ternyata lebih dipicu oleh pertambahan nilai kekayaan DPLK daripada DPPK PPMP maupun DPPK PPIP.01 trillion or an increase by 24. it was clearly shown that proportion of EPF assets value (86.36 24. Sementara itu.91 23.36 14. From the abovementioned table.36%. It is shown from the following table: Table 5. Dalam posisi lima tahun terakhir ini.44% 13.2 The Growth of Assets Sama halnya dengan pertumbuhan jumlah peserta dana pensiun. pertumbuhan jumlah kekayaan dana pensiun juga tidak tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah dana pensiun. From such figures.36% 100. 2008 2) Source: unaudited financial statements of pension as of December 31. the assets value of pension fund experienced an increase up to the amount of Rp22. greater than EPF-DBPP or EPFDCPP.01 11. The Growth of Pension Fund Assets Tahun / Year 2009 2) Jumlah Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Kenaikan (Penurunan) Increase (Decrease) % Proporsi terhadap total kekayaan Proportion Against Total Assets Type of Pension Fund Total Assets (Rp Trillion) Th. upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Bapepam-LK dalam memberi kepercayaan kepada dana pensiun untuk tidak melepas investasinya di bursa agaknya menuai hasil.7%) jauh lebih besar daripada proporsi kekayaan DPLK (13.20.01 triliun atau meningkat sebesar 24.26% 32. the growth of total assets of pension fund was not directly in line with the growth of total pension fund.7%) was much greater than the proportion of FIPF assets (13. Terbukti pada tahun 2009.2 Pertumbuhan Kekayaan 5.53% 79.58% 19.3. 2009 Dari tabel di atas juga terlihat bahwa proporsi nilai kekayaan DPPK (86. Meanwhile. pertumbuhan kekayaan dana pensiun akhirnya bangkit kembali.09 8.00% 1) Source: financial statements of pension fund as of December 31. Krisis global yang terjadi pada tahun 2008 sangat terasa dampaknya terhadap industri dana pensiun. Within the last five years. Hal itu dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5. based on assets ownership data of 251 FIPF. sebanyak 40 dana pensiun ternyata memiliki kepemilikan kekayaan sekitar Rp79. 2008 1) DPPK PPMP / EPF DBPP DPPK PPIP / EPF DCPP DPLK / FIPF 72. Despite of the decrease of total pension funds in 2009 of 11 pension funds. Hal ini ditunjukkan bahwa meski jumlah dana pensiun di tahun 2009 telah berkurang sebanyak 11 dana pensiun.83 triliun atau menguasai hampir 71. berdasarkan data kepemilikan kekayaan 251 DPPK. pertumbuhan kekayaan dana pensiun terlihat sangat volatif.20 Pertumbuhan Kekayaan Dana Pensiun Jenis Dana Pensiun Jumlah Kekayaan (Rp Triliun) Similar to the growth of total participants of pension fund.36 % in 2009. However. It was shown in 2009 where the growth of pension fund assets got its upturn.27% Total Kekayaan Total Assets 90.3.89 5. the growth of pension fund assets was shown very volatile.83 trillion or covered almost 71.35 112. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . the efforts Bapepam-LK has taken to make pension fund hold its investment in stock exchange seemed to reap the harvest. the increase of total assets of pension fund occurred as the result of an increase in FIPF assets value. nilai kekayaan dana pensiun pada akhir tahun justru 2009 bertambah sebesar Rp22.29% 7.3%).25 89.09 7. 40 pension funds owned a total asset of Rp79. The global financial crisis occurred in 2008 gave a tremendous impact toward pension fund industry. Meski demikian.05% of the total pension fund assets.05% dari total kekayaan dana pensiun.3%).

56 6. Further descriptions of the growth of investment fair value of pension funds are shown from the following table: Table 5.00% 1) Source: financial statements of pension fund as of December 31. nilai (wajar) investasi dana pensiun adalah sebesar Rp86. Untuk itu.36. the increasing fair value of such pension funds investment was merely caused by the increasing fair value of investment in FIPF instead of EPF-DBPP or EPFDCPP. Bapepam-LK kept trying to monitor the investment management conducted by pension funds.355. when the stock price index reached 2.1 Perkembangan Investasi Dana Pensiun Meningkatnya indeks harga saham di tahun 2009 telah berdampak pula pada peningkatan nilai (wajar) investasi dana pensiun di tahun 2009. At the end of 2008.355.71% 7. Therefore.88 trillion or increased by 24.2.13 DPPK PPMP / EPF DBPP DPPK PPIP / EPF DCPP DPLK / FIPF Total Nilai (Wajar) Investasi Total Investment Fair Value 84. dinamika yang terjadi pada investasi dana pensiun memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam melihat pertumbuhan kekayaan industri dana pensiun secara keseluruhan.55 trillion.534.1 The Growth of Pension Fund Investment The increasing stock price index in 2009 affected the increasing fair value of pension fund investment in 2009.85% 19.71% Type of Pension Fund Investment Fair Value (Rp Trillion) 2008 1) 68.534.4 Pertumbuhan Kekayaan Dana Pensiun 120 100 80 60 Graphic 5.21 Perkembangan Investasi Dana Pensiun Jenis Dana Pensiun Nilai (Wajar) Investasi (Rp Triliun) As the biggest components in pension fund assets.24% 32.88 24.36.86 11. 2009 BAPEPAM . 5.41.64% 100.55 triliun. 2008 2) Source: unaudited financial statements of pension as of December 31.18 14.91 8. In 2009. Pada akhir tahun 2008 di saat indeks harga saham mencapai 1.79 23.55 107. the dynamics occurred in pension fund investment gave a significant impact in observing the overall growth of pension fund assets.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . nilai (wajar) investasi dana pensiun mencapai Rp107.3. Lebih lanjut pertumbuhan nilai (wajar) investasi dana pensiun tersaji dalam tabel berikut ini: Tabel 5.2. the fair value of pension fund investment was Rp86. Di akhir tahun 2009 ketika indeks harga saham berada di posisi 2. Bapepam-LK terus berupaya untuk mengawasi pengelolaan investasi yang dilakukan oleh dana pensiun. pertambahan nilai (wajar) investasi dana pensiun tersebut juga lebih dipicu oleh pertambahan nilai (wajar) investasi di DPLK daripada di DPPK PPMP maupun DPPK PPIP. the fair value of pension fund investment was Rp107. when the stock price index reached 1.41. In line with the increasing assets of pension funds.64% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.90 Perkembangan Industri Lembaga Keuangan Non-Bank Development of Non-Bank Financial Institutions Industry Grafik 5.58% 13.4 The Growth of Pension Fund Assets 30% 25% 20% 15% 10% 40 20 0 2005 2006 Total Assets 2007 2008 Growth of Assets 2009 5% 0% -5% Sebagai komponen terbesar dalam kekayaan dana pensiun.88 triliun atau meningkat sebesar 24.64% compared to last year.88% 86.21 The Growth of Pension Fund Investment Tahun / Year 2009 2) Nilai (Wajar) Investasi (Rp Triliun) Investment Fair Value (Rp Trillion) Kenaikan (Penurunan) Increase (Decrease) % Proporsi Terhadap Total Investasi Proportion Against Total Investment 78. Sejalan dengan pertambahan kekayaan dana pensiun.3. 5.

Chart 5.75% 3. investment fund. deposito. obligasi dan deposito masih merupakan pilihan utama pengurus dana pensiun dalam menempatkan dana kelolaannya.59% Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa penempatan investasi dana pensiun di pasar modal telah menjangkau 71. government securities. SPU. Sementara itu. SPBU Bonds Stocks Government Securities On Call Deposit.58% 6. 3. surat berharga negara dan obligasi merupakan jenis investasi yang paling diminati oleh dana pensiun dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.40% dari nilai (wajar) investasi dana pensiun secara keseluruhan.: bonds.76% 15. Investment Fund Other Seurities. it was shown that investment placement of pension funds in capital market reached by 71.63% 22.g. 2009. in term of investment portfolio as per December 31.91% 23.54% 2. bila dilihat dari portofolio investasi dana pensiun per 31 Desember 2009.05% 3. serta tanah dan bangunan.77% 2009 31-Dec-05 4.5% of pension fund investment went to long-term investment criteria.4 Investment Portfolio of Pension Fund Surat Berharga Negara Saham Obligasi Surat Berharga Lain. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . surat berharga negara.31% 26.84% 23. e.00% 9. reksadana. Reksadana Tanah & Bangunan 26. as well as land and building.91 Sementara itu. bonds.81% 25.44% 14. SPU.79% 29. sebanyak 74. and bonds were investment types mostly interested by pension funds compared to other investments. Based on the above chart. Meanwhile.88% 4. Stocks placement. SBPU UPK.44% 13.84% 2006 31-Dec-08 3. 74. government securities.29% 28.31% 9.06% 24.15% 4.55% 3. Deposit. investment portfolio of pension funds tended to be stable.18% 2007 31-Dec-07 3.65% 3. and deposits remained to be the most preferences for pension fund managements in assets placement under their management. deposits.45% 26.89% 2008 31-Dec-06 3.11% 3. saham.19% Dalam posisi lima tahun terakhir ini. Lebih lanjut portofolio investasi dana pensiun tersaji dalam diagram pie berikut ini: Diagram 5.10% 29.49% 4.60% 25.65% 3.53% 25.5 Penempatan Investasi Dana Pensiun Within the last five years.5 Investment Placement of Pension Fund 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 2005 30-Jun-09 Land & Building Collective Participation Unit. Details of investment portfolio of pension fund is described in the following pie diagram: Chart 5.91% 21.42% 5. portofolio investasi dana pensiun cenderung stabil.14% 25. stocks. Jenis investasi seperti surat berharga negara. seperti obligasi.40% of the overall investment fair value of pension funds. Diagram 5.87% 26.41% 25. Investment types of governemnt securities. Pen Lgsg.72% 5.5% investasi dana pensiun masuk dalam kriteria investasi jangka panjang.47% 5.4 Perkembangan Investasi Dana Pensiun In the meantime.

LK Continuous Improvement for a Brighter Future .92 BAPEPAM .

93 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

Bapepam-LK represented by Insurance Bureau. and or the government.94 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes 06 6. Biro Dana Pensiun. Research and Information BAPEPAM . Ministry of Finance has formed Government Regulation/Presidential Regulation Structuring Team regarding implementation of NSSS. pemberi kerja.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .1 NATIONAL SOCIAL SECURITY SYSTEM (NSSS) Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) adalah sistem penyelenggaraan program jaminan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia yang dibiayai oleh perseorangan. Law Number 40/2004 regarding National Social Security System gave a mandate to the government to provide social security to all citizens. The Social Securities the government had to provide were inclusive of Health Security. employer. Menteri Keuangan telah membentuk Tim Penyusunan RPP/RPerpres terkait implementasi SJSN. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (diwakili oleh Biro Biro Perasuransian. Jaminan Kecelakaan Kerja. dan atau pemerintah. Pension Fund Bureau. Jaminan sosial yang harus disediakan pemerintah meliputi Jaminan Kesehatan. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyediakan jaminan sosial bagi seluruh warga negara. In 2009. Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Pension Security. and Death Security. Jaminan Hari Tua Jaminan Pensiun Jaminan Kematian Pada tahun 2009. Accident Security. Old Age Benefit. dan Biro National Social Security System (NSSS) is a system of social security program for all Indonesian citizens provided by individual. The objective of the NSSS is to provide security of proper basic needs of living fulfillment to every participant. Law and Legal Counsel Bureau.1 SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL (SJSN) 6. SJSN bertujuan untuk memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta.

Jaminan Pensiun. and Death Security. Pension Security. Tim telah melaksanakan serangkaian kajian dan diskusi serta workshop untuk menyusun academic paper (white paper) yang akan dijadikan dasar penyusunan RPP/RPerpres Program Jaminan Hari Tua. Pension Security. 2009 discussed about Laporan Tahunan 2009 Annual Report . dan Jaminan Kematian dan selanjutnya menuangkan dalam RPP/RPerpres yang telah menjadi tanggung jawab Kementerian Keuangan. The study was focused on the design of Old Age Benefit. the Ministry of Finance has acquired assistance from Asian Development Bank (ADB) in form of technical and financial assistance. The team has duty to conduct or coordinate studies. telah melakukan edukasi kepada pegawai Kementerian Keuangan dari berbagai eselon I yang terkait dengan penyiapan RPP/RPerpres mengenai dasar-dasar pengetahuan mengenai SJSN dalam bentuk pelatihan dan diskusi. has provided education to echelon I staffs of the Ministry of Finance related to Government Regulation/ Presidential Regulation preparation concerning basic knowledge of NSSS in form of training and discussion. Program Jaminan Pensiun. Jaminan Pensiun. Dalam melakukan penyusunan desain Jaminan Hari Tua. Pension Security. and Death Security program as the implementation of Law Number 40/2004 regarding National Social Security System were as follow: a. dan Program Jaminan Kematian. Kementerian Keuangan mendapatkan bantuan dari Asian Development Bank (ADB) berupa technical assistance dan financial assistance. Direktorat Jenderal Anggaran dan Sekretariat Jenderal Kementrian Keuangan merupakan anggota dalam tim tersebut. Capacity Building Mr. In 2009. and Death Security program. and Death Security program. Pension Security. Then.95 Riset dan Teknologi Informasi) bersama Badan Kebijakan Fiskal. the Team has conducted series of study and discussion as well as workshop for academic paper (white paper) structuring which would serve as the basis for the Government Regulation/President Regulation of Old Age Benefit. Pension Security. dan Jaminan Kematian. Capacity Building Mr. In setting up the design of Old Age Benefit. dan Jaminan Kematian. Jaminan Pensiun. dan Jaminan Kematian yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara dan keadilan bagi seluruh rakyat. During 2009. Pelaksanaan Kegiatan Workshop Tahun 2009 Kegiatan workshop dengan tema ≈Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Pengaruhnya Terhadap Industri AsuransiΔ yang membahas pengaruh program Technology Bureau with Fiscal Policy Agency. dan Jaminan Kematian sebagai Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah sebagai berikut: a. Pension Security. kegiatan Tim Penyusunan RPP/RPerpres tentang Jaminan Hari Tua. b. Jaminan Pensiun. Kajian tersebut diutamakan pada desain program Jaminan Hari Tua. the team shall set this programdesign into Government Regulation/ Presidential Regulation Structuring that becomes Ministry of Finance»s responsibility. and Death Security program in which the design shall consider government financial capability and fairness to all Indonesian people. and Death Security Programs. b. Jaminan Pensiun. dan penyusunan desain Jaminan Hari Tua. Activities of Government Regulation/ Presidential Regulation Structuring Team of Old Age Benefit. discussions and drafting design of Old Age Benefit. Mitchell Wiener selaku konsultan ADB yang membantu tim dalam rangka melakukan tugas penyusunan desain Jaminan Hari Tua. Mitchell Wiener. 2009 Workshop Activity Workshop with a theme of ≈National Social Security System (NSSS) and the Impact toward Insurance IndustryΔ held on December 8. in his capacity as ADB consultant assisting the Team for structuring the design of Old Age Benefit. pembahasan-pembahasan. Untuk tahun 2009. Tim bertugas untuk melakukan atau mengkoordinasikan pengkajian. Selama tahun 2009. Directorate General of Budget and Secretariat General of Ministry of Finance are members of this team.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. and administration. The structuring of such white paper was to provide strategic framework for the NSSS program design. White Paper Presentation to the Minister of Finance. White Paper Discussion and Input Collection The activities of structuring of white paper draft by the Government Regulation/ Presidential Regulation Team regarding NSSS were assisted by ADB consultant. and Definition of the Needy. Tujuan dari penyusunan white paper tersebut adalah untuk memberikan kerangka strategis untuk desain program. Persetujuan atas rencana strategis adalah kunci utama proses desain dan penerapan SJSN secara keseluruhan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Contribution. Workshop dihadiri oleh berbagai direksi dari perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi umum serta materi disampaikan oleh Kepala Bagian APUP. The workshop was attended by directors of life insurance and general insurance companies and presented by Head of Insurance Business Conduct Analysis Division of Insurance Bureau. Direktur Penyusunan APBN. Accident Security. On December 7th. White paper Sistem Jaminan Sosial Nasional yang telah dibuat menyajikan secara singkat mengenai visi strategis pemerintah dalam perencanaan. Such NSSS white paper comprised of several topic discussions. and Data Compilation. Director General of Budget. Presentasi White Paper kepada Menteri Keuangan. Jaminan Pensiun. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Head of Insurance Bureau. The white paper has also obtained approval from the Minister of Finance through a meeting convened on December 7. Jaminan Kesehatan. Perluasan Cakupan kepada Sektor Informal. Pension Security. SSO Monitoring & Controlling. Harmonisasi dengan Program Jaminan saat ini. Kelembagaan BPJS.96 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes SJSN terhadap industri asuransi. c. Ketua Bapepam-LK. Bapepam-LK Chairman. Kepala Biro Perasuransian. and administration process pursuant to Law Number 40/2004 regarding NSSS and the Constitution. 2009. Old Age Benefit. Director of Structuring Budget. Health Security. and Head of Analysis and Policy Harmonization Centre. among others: philosophical ground. The NSSS white paper presented the government strategic vision in brief in NSSS planning. SSO Institution. as well as by other functionaries in the MoF institution to discussed the BAPEPAM . White paper Sistem Jaminan Sosial Nasional tersebut terdiri beberapa topik pembahasan antara lain: landasan filosofis. peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). and Chief of Analysis and Policy Harmonization Centre.Synchronisation with the existing Security Program. tata kelola dan administrasi SJSN. 2009 and attended by Chairman of Bapepam-LK. Kontribusi dan Pengumpulan Data. Jaminan Kecelakaan Kerja. Directorate General of Budget. Pengawasan dan Pegendalian BPJS. Pembiayaan untuk program SJSN. pada tanggal 8 Desember 2009. Financing for NSSS program. management. Manajemen Aset dalam Program Tunjangan Hari Tua. the role of Social Security Organization (SSO). Biro Perasuransian. Direktur Penyusunan APBN. Secretary General MoF. government structure. Pembahasan White Paper dan Pengumpulan Pendapat Kegiatan penyusunan draft white paper oleh tim penyusun RPP/RPerpres SJSN dibantu oleh konsultan ADB. dan Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan d. c. Asset Management in Old Age Benefit. Extended Coverage to Informal Sector. there was a meeting attended by Minister of Finance. struktur pemerintahan dan proses administrasi Sistem Jaminan Sosial Nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dan UndangUndang Dasar. dan Definisi Kaum Miskin. the impact of NSSS program toward insurance industry. Jaminan Hari Tua. dan Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan serta beberapa pejabat lain di lingkungan Kementerian d. Direktur Jenderal Anggaran. Kepala Biro Perasuransian. Direktur Jenderal Anggaran. White Paper tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan melalui pertemuan yang diadakan pada tanggal 7 Desember 2009 dan dihadiri oleh Ketua Bapepam-LK. Pada tanggal 7 Desember 2009 telah dilaksanakan pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Keuangan. Approval upon such strategic plan was the main key for NSSS design process and overall implementation.

GCG Guidance contains of among others: GCG principles. Insurance business is a business that promises to protect the insured or policyholders. organ perusahaan. business ethics and attitude. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . pelaksanaan tatakelola yang baik (good corporate governance/GCG) merupakan hal yang mutlak ada dalam semua proses penyelenggaraan usaha perasuransian. the implementation of good corporate governance (GCG) is a must in all processes of insurance business. raises fund from the public. Selanjutnya. In order to fulfil the obligation promised on maturity date. Furthermore. For that reason.2 IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE BAGI INDUSTRI ASURANSI 6. and at the same time. Pedoman disusun oleh Komite Nasional Kebijakan Governance bersama Indonesian Senior Executives Association. Dalam pedoman GCG dimaksud antara lain dibahas mengenai asas GCG.2 abovementioned White Paper. insurance company has to be capable of wellmanaging the fund raised from the public. company structure. etika bisnis dan pedoman perilaku. and a good insurance business practices. This activity will be continued in 2010 and becomes one of the main priorities. Dalam pertemuan tersebut. to give a better understanding of GCG and its implementation to insurance companies. Untuk itu terkait dengan peningkatan pemahaman mengenai GCG dan penerapan GCG bagi perusahaan asuransi. Kegiatan ini akan dilanjutkan pada tahun 2010 dan merupakan salah satu program utama. Menteri Keuangan menyatakan pemahamannya akan konsep yang terdapat dalam white paper tersebut. Untuk dapat memenuhi kewajiban yang telah diperjanjikan pada saat jatuh tempo. The Minister stated her understanding about the concept incorporated in this white paper and gave her approval to Government Regulation/ Presidential Regulation-NSSS Structuring Team to present white paper to NSSS-related stake-holders in order to get feedback and input. stakeholders of insurance company. shareholders» rights & obligations. Therefore. Untuk itu. This guidance was prepared by joint working between Governance Policy National Committee (KNKG) and Indonesian Senior Executives Association. THE IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE IN INSURANCE INDUSTRY Usaha perasuransian merupakan usaha yang menjanjikan perlindungan kepada pihak tertanggung atau pemegang polis dan sekaligus menghimpun dana masyarakat. para pemangku kepentingan dari perusahaan perasuransian serta praktik-praktik usaha asuransi yang sehat. Bapepam-LK as insurance regulator gave support and input in preparing the guidance. GCG Guidance has been published in 2009 for Insurance and Reinsurance companies. Bapepam-LK telah menyusun dan membahas secara internal draft peraturan Menteri Keuangan mengenai Penerapan Good Corporate Governance bagi perusahaan Asuransi.97 Keuangan untuk mendiskusikan White Paper dimaksud. Penerapan tata kelola yang baik akan efektif jika semua yang terlibat dalam operasional perusahaan perasuransian dan para pemangku kepentingan memahami dengan baik mengenai GCG pada perusahaan perasuransian. A well-applied GCG shall be effective if all parties involved in the operational activities of insurance companies as well as the stakeholders have a good understanding on GCG in insurance company. hak dan tanggung jawab pemegang saham. perusahaan perasuransian harus dapat mengelola dana yang dihimpun dari masyarakat dengan baik. pada tahun 2009 telah diterbitkan Pedoman GCG bagi perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Bapepam-LK has prepared and provided internal discussion on draft of Minister of Finance regulation concerning the Implementation of GCG for Insurance Companies. dan memberi persetujuan kepada tim penyusun RPP/RPerpres SJSN untuk menyampaikan white paper tersebut kepada para pemangku kepentingan yang terkait dengan program SJSN untuk mendapatkan tanggapan dan masukan 6. Bapepam-LK selaku Pembina dan Pengawas industri perasuransian memberikan dukungan penuh dan masukan-masukan dalam rangka penyusunan pedoman GCG.

International Organization of Securities Commissions Objectives and Principles of Securities Regulation (IOSCO).3 FINANCIAL SECTOR ASSESSMENT PROGRAM (FSAP) Financial Sector Assessment Program (FSAP) merupakan joint program International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. FSAP was applied as diagnostic test to perform a mapping of Indonesia financial system condition as well as the infrastructure. Selain itu. Sektor asuransi merupakan salah satu industri jasa keuangan yang dinilai oleh tim penilai FSAP selain pasar modal dan perbankan. Preparation for FSAP assessment has begun since the beginning of year 2009 and will continue until end of year 2010. 2009.01/2009 dan Nomor 11/18/ KEP. In Indonesia. the assessment did not include stress test and there is no obligation to publish the assessment results. Scope of FSAP performed in the Ministry of Finance comprised of: 1. FSAP was conducted based upon request of Indonesia Government through a letter from the Ministry of Finance and the Governor of Bank Indonesia (Central Bank) to IMF and World Bank dated December 23. Considering that most of FSAP scopes in the Ministry of Finance had to do with capital market and nonbank financial institution. Mengingat bahwa sebagian besar ruang lingkup FSAP di Kementerian Keuangan terkait dengan pasar modal dan lembaga keuangan non bank. a Supporting team for FSAP implementation has been formed through Joint Decree of the Minister of Finance and the Governor of Bank Indonesia Number 110/KMK. Penilaian sektor asuransi oleh Tim Penilai FSAP bersifat informal dalam arti tidak ada pengujian mengenai kesesuaian terhadap Insurance Core Principles (ICPs) yang dikeluarkan oleh International Association of Insurance Supervisor (IAIS). b. including government bond. FSAP di Indonesia dilaksanakan berdasarkan permintaan dari Pemerintah Indonesia melalui surat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia kepada IMF dan World Bank pada tanggal 23 Desember 2008. For that purpose. penilaian sektor asuransi tidak termasuk stress test dan tidak ada keharusan untuk mempublikasikan hasil penilaian tersebut. insurance sector was one of financial sector assessed by FSAP assessor team. Core Principles for Systematically Important Payment Systems for Securities Settlement Systems (CPSS-IOSCO). International Organization of Securities Commissions Objectives and Principles of Securities Regulation (IOSCO). and to indentify the endurance/fragility of the financial system.GBI/2009. Financial Sector Assessment Program (FSAP) was a joint program of International Monetary Fund (IMF) and World Bank. Insurance sector was assessed informally which means that the assessment was not intended to observe compliance on Insurance Core Principles (ICPs) issued by International Association of Insurance Supervisor (IAIS). including government bond. Beside banking and capital market. FSAP merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh Indonesia sesuai dengan hasil G-20 Leaders Summit yang dilaksanakan London pada tanggal 2 April 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . the implementation of FSAP was expected to bring out recommendation as the basis for reformation of financial sector. BAPEPAM . FSAP was an important thing Indonesia has to do in accordance with recommendation of G-20 Leaders Summit held in London on April 2. In addition.98 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes 6. maka Bapepam-LK ditunjuk sebagai koordinator Tim FSAP Kementerian Keuangan. Formal Assessment: a. In order to improve the transparency and accountability of government as well as Bank Indonesia policy. Bapepam-LK was appointed to become coordinator of FSAP Team of the Ministry of Finance.01/2009 and 11/18/KEP. Core Principles for Systematically Important Payment Systems for Securities Settlement Systems (CPSS-IOSCO). 2008. Dengan pelaksanaan FSAP diharapkan dapat disusun rekomendasi sebagai dasar melakukan reformasi sektor keuangan dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. b.3 FINANCIAL SECTOR ASSESSMENT PROGRAM (FSAP) 6. Ruang lingkup FSAP yang dilakukan di Kementerian Keuangan terdiri dari: 1. FSAP digunakan sebagai diagnostic test untuk memetakan kondisi sistem keuangan Indonesia dan infrastrukturnya serta mengidentifikasi daya tahan/kerentanan sistem keuangan. Formal Assessment: a.GBI/ 2009. Kegiatan persiapan dalam rangka menghadapi Tim Penilai FSAP ini sudah dimulai sejak awal tahun 2009 dan masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2010 Dalam rangka pelaksanaan FSAP telah dibentuk Tim Pendukung Pelaksanaan FSAP melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 110/KMK.

World Bank Consultant for update ROSC CG had come to Indonesia on 3 to 7 August 2009 followed by Second Mission on 15 to 16 September 2009 for collecting additional information. to provide general introduction of FSAP implementation and possibility of their involvement in such implementation. and regulator. Disamping itu. Public Accountant. On 9 October 2009.15 Oktober 2009. ROSC on Corporate Governance (CG) Informal Assessment: IAIS Insurance Principles 2. Akuntan Publik. Sebagai salah satu tahapan utama dari pelaksanaan FSAP. assessor World Bank telah datang ke Indonesia pada tanggal 9 . Update: a. FSAP Team of the Ministry of Finance has conducted self assessment toward the materials mentioned above. World Bank juga mengadakan a roundtable discussion on ≈Strengthening the Quality of AuditΔ in the context of ROSC on Accounting and Auditing review exercise in Indonesia pada tanggal 17 Juni 2009.24 Juni 2009. Before that. Perusahaan Asuransi. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan pertama. Dalam FSAP Mission I tersebut. Tim FSAP Kementerian Keuangan telah melakukan self assessment atas materi yang dicakup dalam ruang lingkup di atas. Professional Associations.IOSCO) was conducted on 14 to 17 December 2009 for discussion purpose with related parties both industry player and regulator. Assessment atas CPSS IOSCO Recommendation for Securities Settlement System (CPSS . Moreover. Additionally. Finance Companies. Investment Manager of Investment Funds. During this mission. assessor telah datang kembali pada tanggal 3 . Self Regulatory Organization (SRO).10 November 2009 untuk mengumpulkan informasi tambahan.IOSCO) dilakukan pada tanggal 14 . As an update RSCC AA. untuk memberikan penjelasan tentang pelaksanaan FSAP secara umum dan kemungkinan keterlibatan mereka dalam pelaksanaannya. As a preparation for FSAP. asosiasi-asosiasi. Disamping itu. Self Regulatory Authority (SRO). Update: a. Perusahaan Efek. Manajer Investasi Reksa Dana.17 Desember 2009 untuk berdiskusi dengan pihak-pihak terkait baik dari kalangan pelaku pasar maupun regulator. Disamping berdiskusi dengan pihak-pihak terkait. Konsultan Hukum. As one of the main steps of FSAP Assessment. Dalam rangka update ROSC AA. Law Consultant. ROSC on Accounting and Auditing (AA) b. World Bank also arranged a roundtable discussion on ≈Strengthening the Quality of AuditΔ in the context of ROSC on Accounting and Auditing review exercise in Indonesia on 17th June 2009. Assessment over CPSS IOSCO Recommendation for Securities Settlement System (CPSS .99 2. assessor had discussed with capital market and NBFI . World Bank and IMF visit to Indonesia for 1st Mission of FSAP on 6 to 15 October 2009. World Bank Assessor had arrived in Indonesia on 9 to 24 June 2009. Tim telah melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait seperti Emiten. Securities Companies. World Bank visited again to Indonesia on 6 to 10 November 2010. 3. Then. ROSC on Corporate Governance (CG) Informal Assessment: IAIS Insurance Principles 3. pihak assessor telah berdiskusi dengan pihak-pihak terkait di lingkungan pasar modal dan lembaga keuangan non bank.16 September 2009 untuk mengumpulkan informasi tambahan.7 Agustus 2009 yang ditindaklanjuti dengan kunjungan kedua pada tanggal 15 . Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Perusahaan Pembiayaan. assessor World Bank kembali datang ke Indonesia pada tanggal 6 . pihak World Bank dan IMF berkunjung ke Indonesia dalam rangka FSAP Mission I pada tanggal 6 .related parties. Insurance Companies. to follow up 1st Mission FSAP for assessment over IAIS Insurance Principles.8 Desember 2009. the assessor had arrived again to Indonesia on 3 to 8 December 2009. Konsultan World Bank untuk update ROSC CG telah datang ke Indonesia pada tanggal 3 . This assessment was conducted in order to collect additional information. as a follow up of the first visit (mission). Dalam rangka persiapan FSAP. dan regulator. ROSC on Accounting and Auditing (AA) b. Beside discussed with related parties. sebagai tindak lanjut dari FSAP Mission I untuk assessment atas IAIS Insurance Principles. such as Issuer. official kick off meeting had been carried out between assessor team and ≈MoF and Senior Governor of Bank Indonesia. the Team has organized socialization to relevant parties. Pada tanggal 9 Oktober 2009 telah diadakan official kick off meeting antara tim assessor dengan Menteri Keuangan dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Salah satu bentuk kepedulian terhadap para pemegang polis. BAPEPAM . Based on the study.4 KAJIAN PENDIRIAN LEMBAGA PENJAMIN PEMEGANG POLIS 6. As insurance regulator. Such ad hoc bailouts can be costly. For example. Kajian dilakukan dengan metode studi literatur. Jumlah pemegang polis dan jumlah dana yang dikelola perusahaan asuransi di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. The existence of a PPP should also decrease the likelihood that government will be called on to rescue failing insurers or to cover the losses suffered by policyholders of failed insurers.4 STUDY OF POLICYHOLDERS PROTECTION PLAN ESTABLISHMENT Industri asuransi Indonesia merupakan industri yang sedang berkembang dengan pesat. Consumers have limited ability to protect against the risk of failure. Dana talangan yang diberikan secara ad hoc tersebut dapat menjadi sangat mahal. in 2009 Insurance Bureau. 4. 2. Perlunya perlindungan yang wajar terhadap pemegang polis sebagaimana perlindungan terhadap nasabah perbankan. mengganggu. A PPP is unfair to responsible consumers and insurers. Tidak wajar jika LPPP bertanggung jawab terhadap tertanggung dan penanggung. disruptive. LPPP akan mendorong pertumbuhan pasar asuransi. Adanya kontribusi LPPP terhadap kekuatan dan stabilitas keuangan. Konsumen asuransi dan perusahaan asuransi akan terdorong untuk bersikap tidak bertanggung jawab. dan memberikan kontribusi ke arah moral hazard-sebagai mana dibuktikan dengan bailouts akhir-akhir ini pada sektor keuangan di Amerika Serikat dan Eropa. bahkan setelahnya.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Sebagai pembina dan pengawas industri asuransi. Bapepam-LK senantiasa memperhatikan juga para pemegang polis dari perusahaan asuransi.100 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes 6. 4. Bapepam-LK assisted by World Bank Consultant has conduct a study regarding the need of establishing policyholders protection plan PPF) in Indonesia. 3. wawancara dan penyebaran kuesioner kepada para pemangku kepentingan. A PPP would encourage irresponsible behaviour by insurance consumers and insurers. there are arguments pro as well as cons to the establishing of PPP. 5. The total number of policyholder and total amount of fund managed by insurance companies in Indonesia always increase every year. 5. untuk menutupi kerugian yang diderita oleh pemegang polis perusahaan asuransi yang gagal. 2. Bapepam-LK always put attention to policyholders. Indonesia insurance industry is an industry with rapid development. Arguments pro for having PPP are: 1. A PPP would contribute to financial strength and stability. 3. 2. A PPP would help the insurance market to grow. Berdasarkan hasil kajian dan diketahui berbagai alasan yang diungkapkan baik yang mendukung maupun yang menolak pendirian LPPP. Protecting consumers against the failure of an insureras is done for bank customers through deposit insurance-is the fair thing to do. Adanya keterbatasan tertanggung untuk melindungi diri terhadap risiko kegagalan. Keberadaan LPPP juga mengurangi kemungkinan bahwa pemerintah akan dipanggil untuk menyelamatkan perusahaan asuransi yang gagal. Adanya kerugian bagi pemegang polis jika perusahaan asuransi mengalami kegagalan. In contrast. Beberapa argumen untuk memiliki LPPP meliputi: 1. and contribute to moral hazard-as evidenced by recent bailouts in the United States and European financial sectors. Sementara itu argumen yang tidak setuju didirikannya LPPP umumnya meliputi: 1. 2. Consumers can suffer significant loss if an insurer fails. The study was conducted by using literature study. . pada tahun 2009 Biro Perasuransian Bapepam-LK dengan dibantu konsultan dari World Bank telah melakukan kajian mengenai perlu tidaknya pendirian Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP) di Indonesia. Arguments against having a PPP often include the following: 1. interview and sending questionnaires to the insurancestake holders.

Kepolisian Negara Republik Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Pada tahun 2007 telah dibentuk Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum Di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat Dan Pengelolaan Investasi (Satgas) sebagai wadah koordinasi dimaksud. the National Police (Badan Reserse dan Kriminal . 5. Bapepam-LK telah menyampaikan kuesioner untuk meminta dari para pemangku kepentingan. Satgas beranggotakan instansi/regulator dan aparat penegak hukum yaitu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) . Some consumers do not need the protection of a PPP. namely Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency or Bapepam-LK . Task Force for handling of illegal acts allegation against the law in public fund raising and investment management (Task Force) has been established as a vehicle for such coordination. Sebagian tertanggung tidak menginginkan proteksi LPPP. Biaya dari LPPP dapat melemahkan secara serius perusahaan asuransi yang sehat. The risk of failure is so low that a PPP is not needed. Risiko kegagalan sangat rendah sehingga LPPP tidak diperlukan.Ministry of Finance. Lebih baik menguatkan regulasi asuransi dan pengawasan asuransi dibandingkan mendirikan LPPP. 6. Task Force members consist of Institution/Regulator and law enforcer. 7. Banyak negara tidak memiliki LPPP. 5. Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mengenai LPPP dan apakah LPPP perlu segera didirikan di Indonesia. 6. In 2007. A PPP might lead to weaker insurance supervision. 8. It is due to the authority of management and monitoring upon public fund raising and investment management lies on several institutions/regulators. 4.Kepolisian Negara Republik Indonesia As an effort to provide protection to the public and to improve the effectiveness of illegal acts allegation handling in public fund raising and investment management. The costs of a PPP could seriously weaken otherwisehealthy insurers. Hal ini mengingat kewenangan pengaturan dan pengawasan atas kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi berada pada beberapa instansi/regulator. 6. Badan Reserse dan Kriminal . Bapepam-LK has distributed questionnaires to the stakeholders for input and comment.101 3. there are certain conditions need to be fulfilled before such program was applied. 7.5 SATUAN TUGAS PENANGANAN DUGAAN TINDAKAN MELAWAN HUKUM DI BIDANG PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT DAN PENGELOLAAN INVESTASI To find out people perception on PPP and whether it needs to be immediately established in Indonesia. 4. namun demikian terdapat beberapa kondisi yang menjadi syarat utama sebelum program ini berjalan yaitu antara lain bahwa regulator asuransi harus sudah kuat dan industri asuransi sendiri harus terbebas dari perusahaan-perusahaan yang tidak sehat agar tidak membebani LPPP. However. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa secara keseluruhan para pemangku kepentingan setuju atau bahkan sangat setuju atas program penjaminan pemegang polis. para regulator di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi serta dengan aparat penegak hukum lainnya dipandang perlu untuk saling bekerja sama dan melakukan koordinasi yang lebih efektif.5 TASK FORCE FOR HANDLING OF ILLEGAL ACTS ALLEGATION IN PUBLIC FUND RAISING AND INVESTMENT MANAGEMENT Sebagai bentuk upaya perlindungan kepentingan masyarakat dan untuk meningkatkan efektifitas koordinasi penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. It would be better to strengthen insurance regulation and supervision than to establish a PPP. Many other countries do not have PPPs. regulators of public fund raising and investment management as well as other law enforcer were recommended to conduct joint cooperation and effective coordination. why should Indonesia? 8. The questionnaires result showed that majority of the stakeholders agreed with or really supported the policyholder. 6. LPPP kemungkinan mendorong lemahnya pengawasan asuransi.Kementerian Keuangan. mengapa Indonesia harus? 3. among others: the existence of PPP needed a strong insurance regulator and the insurance industry must be free from unhealthy companies so that PPP would be relieved from unnecessary burden.

3. and analyzing such illegal acts over violation of law and regulation in each investment area. Menghentikan atau menghambat maraknya kasuskasus pengelolaan investasi dengan modus operandi pengerahan dana masyarakat. BAPEPAM . Satgas telah menjalankan program kerja terkait dengan penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. Considering that there were many illegal acts allegation in public fund raising and investment management. Mengingat masih maraknya tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. Compiling the investment management cases having potential to put the public into disadvantageous.Kementerian Perdagangan.the Ministry of Trade. Selama tahun 2009. Prevention Program Prevention Program was performed by providing the public with socialization of public fund raising practices performed by unauthorized party or party with license abuse. serta 4. During 2009 working period. Pada masa kerja tahun 2009 ini.the Ministry of Trade. dilakukan dengan menggunakan badan hukum koperasi sebagai vehicle-nya. In 2009. The membership extension was necessity when considering the huge number of illegal cases of public fund raising and investment management taking advantage of Cooperation legal entity as the vehicle. Program Pencegahan Program pencegahan dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang praktik pengerahan dana masyarakat oleh pihak yang tidak mempunyai izin atau pihak yang menyalahgunakan izin.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . yaitu Jakarta. Balikpapan. the Task Force working period was extended up to 2009. Melakukan pemeriksaan secara bersama terkait dengan pelanggaran yang terjadi di masyarakat dan tindaklanjut untuk menghentikan tindakan melawan hukum tersebut. Enhancing coordination of handling of illegal acts allegation in respective investment area. and Conducting joint examination related to violation occurred in the society and providing further actions to discontinue such illegal acts. dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Meningkatkan koordinasi penanganan dugaan tindakan melawan hukum di masing-masing bidang investasi. Attorney General and the Ministry of Cooperation & Small Medium Enterprises were included in Task Force membership. and Indonesian Financial Transactions Reports and Analysis Centre or PPATK. Satgas yang beranggotakan para pejabat dan pegawai dari instansi-instansi sebagaimana tersebut di atas mempunyai tugas antara lain: 1. Task Force has conducted relevant working program related to handling of illegal acts allegation in public fund raising and investment management as follow: A. Commodity Futures Trading Regulatory Agency or Bappebti . 3. Discontinuing or hampering the investment management cases with public fund raising modus operandi. among others through socialization to the public regarding public fund raising practices performed by unauthorized party or party with license abuse. During 2009.102 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes (Bareskrim POLRI). Satgas terus melanjutkan penyelenggaraan Seminar Waspada Investasi di 4 (empat) kota di Indonesia. The Task Force. was responsible for: 1. namely: Jakarta.Kementerian Perdagangan. 2. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) . Selama masa kerja periode 2009. keanggotaan Satgas ditambah dari pihak Kejaksaan Agung dan Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN) . Penambahan keanggotaan tersebut merupakan kebutuhan mengingat banyak kasus penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi secara ilegal. Indonesia or Bareskrim POLRI). masa kerja Satgas diperpanjang untuk periode tahun 2009. Directorate General of Domestic Trade . 2. Bank Indonesia (BI). 4. sebagai berikut: A. in which its members comprised of functionaries and officers from the abovementioned institutions. antara lain melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang praktek pengerahan dana masyarakat oleh Pihak yang tidak mempunyai ijin atau penyalahgunaan ijin. Task Force kept organizing Investment Alertness Seminar in 4 (four) cities in Indonesia. Bank Indonesia (BI). Menginventarisasi kasus-kasus pengelolaan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat dan menganalisis dugaan tindakan melawan hukum tersebut yang merupakan pelanggaran di bidang peraturan perundang-undangan di masing-masing bidang investasi.

Task Force made 2 (two) talkshows through PAS FM radio broadcasted to 5 (five) big cities. Bengkulu dan Menado. Furthermore. Satgas melakukan pemeriksaan secara bersama terhadap beberapa pihak yang diduga melakukan pelanggaran terkait dengan kasus Sunshine Empire. Apabila dianggap perlu. Task Force provided comprehensive analysis and decided in a plenary meeting to which institution such cases needed to be followed up. yang mewakili berbagai yurisdiksi. to ask for documents and further information in order to have clarification and find solution for the next actions of legal enforcement. 2009. The joint investgation was performed. Pada tanggal 21 November sampai dengan tanggal 22 November 2009. email. Handling Program In addition to prevention program. among others. Program penanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari dibukanya layanan pengaduan dari masyarakat kepada Satgas melalui beberapa media yaitu Short Message Services (SMS). Education through electronic media was also performed by Task Force advertisement placement in Blitz Megaplex network in Jakarta and Bandung on the 3rd and 4th week of November 2009. Solo. PT Berkat Lestari (Oil Pods Internasional). Task Force arranged Investment Alertness Seminar at one of shopping centres in Bandung for the first time. Task Force performed joint investigation toward suspected parties in connection with Sunshine Empire. If necessary. Satgas juga telah melaksanakan program penanganan atas beberapa kasus dugaan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin. Satgas telah menerima 65 pengaduan terkait dengan 64 kasus. Bandung.22. Satgas juga melakukan pemeriksaan secara bersama dengan melakukan pemanggilan dan meminta keterangan dari beberapa pihak yang dilaporkan. To extend the education and socialization coverage. In addition. which were administrative fulfillment analysis upon certain report for a follow up and substantial analysis. melakukan analisa berdasarkan ketentuan sektor industri masing-masing. Satgas juga beberapa kali mengadakan 2 (dua) kali talk show melalui media radio yaitu radio PAS FM yang dipancarluaskan ke 5 (lima) kota yaitu Jakarta. and Surabaya. Bandung. Satgas melakukan analisa secara menyeluruh dan memutuskan dalam rapat pleno instansi yang berwenang menindaklanjuti kasus yang ada. from the result of such sectoral industry analysis. and PT Brankas Wealth Management cases. telepon. Task Force also conducted handling program toward certain cases of illegal public fund raising and investment management. Dalam melakukan analisa substansi.103 Balikpapan. dan analisa substansi. Selain itu untuk pertama kalinya Satgas melakukan sosialisasi Waspada Investasi di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung. and letter. Solo. dan Up to the end of 2009. such as: Short Message Services (SMS). On November 21 . Pemeriksaan bersama ini dilakukan antara lain untuk meminta dokumen dan informasi lebih lanjut dalam rangka memperjelas analisa kasus dan mengambil keputusan untuk tindakan penegakan hukum selanjutnya. The handling program was a further action of the opening of complaint service from public to Task Force through several media. In performing the handling program. PT Berkat Lestari (Oil Pods Internasional). serta melakukan pemeriksaan setempat secara bersama. made the analysis based on provisions of respective sectoral industry. email. dan Surabaya. Upon such reports. Bandung. In conducting substantial analysis. On other cases. Atas pengaduan tersebut. Task Force has received 65 reports related to 64 cases. Program Penanganan Di samping program pencegahan. dan surat. B. Dalam melaksanakan program penanganan Satgas melakukan analisa awal. Edukasi melalui media elektronik juga dilakukan dengan penayangan iklan Satgas di jaringan bioskop Blitz Megaplex di kota Jakarta dan Bandung pada minggu ke-3 dan ke. and performing local investigation jointly.4 bulan November 2009. Bengkulu and Manado. Semarang. Task Force conducted preliminary analysis. namely Jakarta. Sampai dengan akhir tahun 2009. Semarang. socialization for public was held by Task Force through ≈Satgas Goes to MallΔ program at Mal Cihampelas Walk. Task Force members which represented various jurisdiction. Satgas juga memberikan sosialisasi ke masyarakat melalui program ≈Satgas Goes to MallΔ yang dilakukan di Mal Cihampelas Walk. B. yaitu dari analisa pemenuhan kelengkapan administratif dari suatu pengaduan untuk dapat ditindaklanjuti. Task Force also conducted joint investgation by delivering a call and asking for information from suspected parties. Bandung. telephone. Selanjutnya dari hasil analisa sektoral industri tersebut. anggota Satgas. Task Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Untuk memperluas jangkauan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat luas.

Task Force concluded that 58 cases of which were violation against provisions of relevant institutions and required to be followed up by the institutions. pengawasan terhadap perusahaan Bapepam-LK has been developing Risk-Based Supervision (RBS) framework of insurance and reinsurance companies. Particularly. and PT Topworth Multi Rate Center. Selanjutnya. Reges Enterprise Sdn. Terhadap kasus tersebut. Fund raising and investment management activities are commonly conducted between countries. Reges Enterprise Sdn. Satgas melakukan pemeriksaan setempat secara bersama di kantor beberapa perusahaan yang telah dilaporkan untuk mengumpulkan informasi dan dokumen yang diperlukan. Task Force has made publication to the public about 11 companies having no business licenses for fund raising or investment management activities. Force performed local investgation jointly at the offices of suspected companies to collect data and relevant documents. penanganan dilakukan oleh instansi yang bersangkutan dengan tetap berkoordinasi dengan anggota Satgas terkait lainnya. Satgas telah memutuskan bahwa 58 kasus merupakan pelanggaran ketentuan dari institusi terkait dan perlu ditindaklanjuti oleh institusi tersebut. Kegiatan penghimpunan dana atau pengelolaan investasi seringkali dilakukan lintas negara. terutama apabila kasus tersebut merupakan pelanggaran dari beberapa ketentuan dari beberapa yurisdiksi.6 RISK IDENTIFICATION FOR RISK BASED SUPERVISION 6.6 IDENTIFIKASI RISIKO DALAM RANGKA PENERAPAN RISK BASED SUPERVISION Bapepam-LK sedang mengembangkan kerangka kerja pengawasan berbasis risiko (Risk-Based Supervision framework) untuk perusahaan asuransi dan reasuransi. 6. and therefore. Task Force attended a seminar of suspected illegal fund raising and investment management activities. terutama apabila kasus tersebut merupakan pelanggaran dari beberapa ketentuan dari beberapa yurisdiksi. Shifting BAPEPAM . The illegal fund raising and investment management was conducted by parties from Malaysia directly to Indonesia citizens or through marketing agent in Indonesia. the case handling was performed by concerning institutions and remained coordinated with relevant Task Force members. Task Force performed intensive coordination with Suruhanjaya SekuritiMalaysia that handled the case. ada 3 (tiga) kasus yang merupakan kegiatan lintas negara. Publication of such companies having no business licenses was considered quite effective. In order to stop and minimize investment management cases with public fund raising modus operandi. dan PT Topworth Multi Rate Center. which were Swisscash. Currently. termasuk membantu melakukan pemeriksaan setempat dan pengumpulan informasi dari pihak di Indonesia. Selanjutnya. Pada kasus lain. Supervision of insurance and reinsurance companies based on compliance on regulations. Toward such case. Satgas telah memutuskan bahwa kasus merupakan pelanggaran ketentuan dari instistusi terkait dan perlu ditindaklanjuti oleh institusi tersebut. yaitu Swisscash. it was expected that there will be no longer investment made by the public in those companies afterward. including local investigation and data collection from parties in Indonesia. Dari 64 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat hingga akhir tahun 2009. From the public reports. Satgas juga menghadiri seminar yang diduga merupakan kegiatan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi secara ilegal. Also. penanganan dilakukan oleh instansi yang bersangkutan dengan tetap berkoordinasi dengan anggota Satgas terkait lainnya. there were 3 (three) across-country cases. From 64 cases reported. Dari pengaduan masyarakat yang masuk. Bhd. Henceforth. atau melalui agen pemasaran di Indonesia. dimana penghimpunan dana atau pengelolaan investasi secara ilegal dilakukan oleh pihak di Malaysia secara langsung kepada masyarakat Indonesia. Bhd. Dari 64 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat hingga akhir tahun 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . it was applied to cases of violation against provisions of certain jurisdictions. Sampai dengan saat ini..104 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes PT Brankas Wealth Management. Satgas melakukan koordinasi yang intensif dengan Suruhanjaya Sekuriti-Malaysia yang menangani kasus tersebut.. in 2009. The publication was made among others through notification in Task Force website.

Kerangka penilaian risiko perusahaan asuransi dan reasuransi akan dikembangkan berdasarkan kategori sebagai berikut: a. the consequence raised from company»s failure. g. b. Probability. d. b. yaitu akibat dari kegagalan yang ditimbulkan perusahaan apabila mengalami kegagalan. c. and identifying companies which may require more intensive monitoring and immediate attention. Corporate Governance Risk. khususnya dalam hal: a. c. Perusahaan asuransi dan reasuransi dapat memenuhi seluruh kewajiban finansial di masa mendatang kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Operational Risk. Perusahaan asuransi dan reasuransi telah meminimalisasi dengan optimal dampak kerugian finansial kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Capital Adequacy. to risk-based supervision is as the system focuses on managing of risks possibly revealed in the company. Risiko Solvabilitas dan Likuiditas. Bapepam-LK memandang perlu untuk beralih ke pengawasan berbasis risiko karena dilihat dari berbagai aspek. Risiko Strategi dan Perencanaan. Risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi dan reasuransi telah dikelola dan dikontrol dengan baik. Risiko Tata Kelola. yaitu kemungkinan perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis. Sistem pengawasan berbasis risiko ini diharapkan dapat membantu mendeteksi risiko. f. apabila terjadi kegagalan. b. The risks that the insurance and reinsurance companies have to deal with have been well-managed and controlled.7. Investment Management Risk. Bapepam-LK expects that the risk-based supervision system can improve the quality of insurance companies» supervision. h. g. The improvements were made to obtain the most appropriate ratios which could reflect financial soundness of insurance Laporan Tahunan 2009 Annual Report . b. Risiko Operasional. Tujuan dari pengembangan RBS tersebut adalah untuk memastikan bahwa: a. b. Strategy and Planning Risks. Risiko Asuransi. c. especially in term of: a. 6. Solvability and Liquidity Risks. Management Risk (Directors and Commissioners). The purpose of the RBS development is to ensure that: a. Impact.105 asuransi dan reasuransi masih dilakukan berdasarkan pemenuhan terhadap peraturan. the possibility of a company cannot fulfill its obligations to policy holders. RATIOS & EARLY WARNING SYSTEM GUIDELINES IMPROVEMENT Selama tahun 2009 telah dilakukan revisi terhadap rasiorasio yang digunakan dalam analisis melalui sistem peringatan dini (Early Warning System). Insurance and reinsurance companies can fulfill all future financial obligations to interested parties. f. 6. d. c. Risiko pengelolaan Investasi. b. Revisi ini dimaksudkan untuk mendapatkan rasio- Throughout 2009. Rasio-rasio EWS digunakan untuk mengukur kinerja keuangan dan menilai tingkat kesehatan keuangan perusahaan asuransi dengan mendeteksi lebih awal permasalahan keuangan di masa yang akan datang dan mengidentifikasi perusahaan yang membutuhkan pemantauan lebih intensif dan perhatian segera. Insurance Risk. Probability. Risiko Kepengurusan (Direksi dan Komisaris). Kecukupan Modal. e. EWS ratios were applied to measure the financial performance and assess the financial soundness of insurance companies by detecting future financial problems earlier. The risk-based supervision system is expected to help detecting risks.7 PENYEMPURNAAN RASIO-RASIO DAN PEDOMAN EARLY WARNING SYSTEM Risk evaluation framework of Insurance and reinsurance companies shall be developed based on the following categories: a. sistem pengawasan berbasis risiko yang mengambil fokus pengelolaan terhadap risiko yang mungkin timbul dari perusahaan dapat meningkatkan kualitas pengawasan terhadap perusahaan perasuransian. e. h. Impact. improvements have been made toward ratios applied in the analysis through Early Warning System (EWS). Insurance and reinsurance companies have minimized the impact of financial loss to interested parties in an optimum way if failure happens.

Pengambilan keputusan yang cepat dan tepat yang didasarkan pada hasil analisis laporan yang tepat dan cepat merupakan hal yang sangat diperlukan dalam rangka pelaksanaan pengawasan industri asuransi. To support e-reporting development. 6. To assess financial performance of insurance and reinsurance companies.9 DEVELOPMENT OF RISK PROFILE DATABASE FOR EVERY BUSINESS LINE Perusahaan asuransi adalah perusahaan yang menerima pengalihan risiko dengan menerima premi asuransi yang dibayarkan oleh tertanggung.8 PENGEMBANGAN E-REPORTING PERASURANSIAN companies. Menilai kinerja keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi. b. 6. d. Precise and quick decision making based on brief and accurate analysis reports is required in insurance industry supervision. Based on the risk profile BAPEPAM . Memberikan arahan bagi analis dalam melakukan analisis EWS Ratio atas kondisi keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan perusahaan. Consulting Service for e-reporting was provided. 6. The main purpose of e-reporting at the beginning was to make an automatic input for insurance companies financial and operational data and eliminate manual entry process conducted by the analists. Dengan demikian keseimbangan antara risiko yang diterima dan premi asuransi yang dibayarkan merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan perusahaan asuransi.9 PENGEMBANGAN DATABASE PROFIL RISIKO UNTUK SETIAP LINI USAHA Reporting is one of activities required in insurance industry supervision. In 2009. it is important for the insurance company continuity to keep the balance between risk accepted and insurance premium paid. d. Pada tahun 2009 pengembangan e-reporting masih terus dilakukan. One of the principal considerations of e-reporting structuring process is the format of the financial report itself that keeps developed and improved. The purposes of EWS implementation were: a. Penerapan EWS bertujuan untuk: a. The process of finding such balance cannot be performed without risk profile data for every insurance business line. Proses untuk mencari keseimbangan antara premi asuransi yang Insurance company is a company that accepts risk transfer by receiving insurance premium paid by the insured. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan utama dalam proses penyusunan e-reporting adalah format laporan keuangan itu sendiri yang sampai dengan saat ini masih terus dilakukan pengembangan dan penyempurnaan. DEVELOPMENT OF INSURANCE E-REPORTING c.106 Pelaksanaan Program-Program Strategis Strategic Programmes rasio yang dianggap paling cocok dan mencerminkan kondisi kesehatan perusahaan asuransi. 6. Tujuan utama e-reporting pada tahap awal adalah agar data-data keuangan dan operasional perusahaan asuransi dapat otomatis masuk kedalam database tanpa adanya proses entry oleh analis secara manual. Therefore. Proses pengadaan disatukan dengan biro lainnya di bawah koordinasi Biro Riset dan Teknologi Informasi. Dalam rangka pengembangan e-reporting ini telah dilakukan pengadaan Jasa Konsultasi untuk e-reporting. To get proper information that could support the Insurance Bureau in performing the duties as supervisor of Indonesia insurance industry. Mendeteksi secara dini kondisi kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi sehingga tindakan yang diperlukan dapat segera dilakukan. To provide guidance to analists in performing EWS ratio analysis of financial condition of insurance and reinsurance companies based on submitted financial reports. Mendapatkan informasi memadai yang akan menunjang Biro Perasuransian dalam menjalankan tugasnya sebagai pembina dan pengawas industri asuransi Indonesia. Pelaporan merupakan salah satu kegiatan yang sangat diperlukan dalam rangka pelaksanaan pembinaan dan pengawasan industri asuransi. Salah satu upaya untuk dapat segera dihasilkan analisis yang cepat adalah dengan cara menerapkan e-reporting. b. c. To detect financial condition of insurance and reinsurance companies in order to take appropriate actions immediately.8. One of the ways to generate a brief analysis is by implementing e-reporting.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . e-reporting development was still performed.

107

dibayarkan dan risiko yang diterima tidak bisa dilepaskan dari data profil risiko untuk setiap lini usaha asuransi. Berdasarkan data profil risiko yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir dapat ditentukan berapa tarif premi yang wajar dan dapat dijadikan referensi tarif premi murni. Pada tahun 2009 telah dilakukan updating dan pengembangan data profil risiko untuk asuransi kendaraan bermotor. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang memang harus dilakukan secara berkesinambungan dan merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Keuangan No.74/PMK 010/2007 Tentang Penyelenggaraan Pertanggungan Asuransi Pada Lini Kendaraan Bermotor. Salah satu produk akhir dari kegiatan ini adalah terbitnya Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK tentang referensi unsur premi murni dan unsur biaya administrasi dan biaya lainnya pada asuransi kendaraan bermotor tahun 2010. Perusahaan asuransi dapat menggunakan surat keputusan ketua tersebut dalam menerapkan premi murni. 6.10 PEMBUATAN SISTEM MONITORING LAPORAN MKBD DAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN ELEKTRONIK PERUSAHAAN EFEK

data obtained in a couple of years, a fair premium tariff has been set and became a reference for pure premium tariff.

In 2009, risk profile data update and development were conducted for motor vehicle insurance. It was an annual activity that had to be performed continually as the implementation of the Minister of Finance Regulation Number 74/PMK 010/2007 regarding Insurance Business Activity on Motor Vehicle Business Line. One of the final products of this activity was the issuance of Chairman of Bapepam-LK Decree regarding reference of net premium and administration cost elements, as well as other costs in 2010 motor vehicle insurance. Insurance companies could refer to such decree in determining the net premium.

6.10

MKBD REPORT MONITORING SYSTEM CONSTRUCTION AND ELECTRONIC REPORTING SYSTEM DEVELOPMENT FOR SECURITIES COMPANY

Dalam rangka meningkatkan monitoring Perusahaan Efek, pada tahun 2009, Bapepam-LK melakukan pembuatan sistem Monitoring Laporan MKBD. Sistem ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kelangsungan usaha Perusahaan Efek. Melalui sistem monitoring laporan MKBD ini diharapkan potensi risiko terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Efek dapat diketahui lebih dini. Selain itu, di tahun 2009, Bapepam dan LK juga mengembangkan Sistem Pelaporan Elektronik Perusahaan Efek atas Laporan Berkala yang wajib disampaikan kepada Bapepam-LK. Pengembangan sistem ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemantauan atas kepatuhan penyampaian kewajiban pelaporan oleh Perusahaan Efek dan kemudahan dalam melakukan monitoring terhadap kegiatan usaha Perusahaan Efek. Selain itu, sistem ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi Perusahaan Efek dalam menyampaikan kewajiban pelaporan kepada Bapepam-LK secara tepat waktu. 6.11 PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PORTOFOLIO EFEK

In order to improve the monitoring of the Securities Company, in 2009, Bapepam-LK conduct MKBD Report Monitoring system. This system aims to find out the condition of Securities Company»s business continuity. Through this MKBD Report Monitoring system is expected that potential risks of Securities Company»s business continuity can know early. In addition, in 2009, Bapepam and LK is also developing Electronic Reporting System for Securities Company of Periodic Report which must be submitted to Bapepam-LK. The development of this system is intended to improve the monitoring of compliance with reporting obligations delivery by Securities Company and simplify the monitoring of the the Company Securities» activities. Moreover, the system is intended to provide convenience to the Securities Company in reporting obligations submitted to Bapepam-LK in a timely manner.

6.11

DEVELOPMENT OF SECURITIES PORTFOLIO MONITORING SYSTEM

Pada tahun 2009, Bapepam-LK bekerjasama dengan Self Regulatory Organization (SRO) mengembangkan sistem monitoring Portofolio Efek Anggota Bursa. Sistem ini bertujuan untuk mengetahui jumlah Efek yang terdapat dalam catatan Anggota Bursa, baik Efek milik nasabah maupun Efek milik Anggota Bursa sendiri. Jumlah Efek yang tercatat di Anggota Bursa tersebut harus sesuai dengan jumlah Efek yang tercatat di KSEI. Jika terdapat

In 2009, Bapepam-LK in cooperation with the Self Regulatory Organizations (SROs) is developing a monitoring system for Securities Portfolio of Exchange Members. This system aims to determine the number of Securities contained in the Exchange members» records, both the Securities owned by customers or the Securities Exchange members own property. Number of securities recorded on such Exchange Member shall be in accordance with the

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

108

Pelaksanaan Program-Program Strategis

Strategic Programmes

ketidaksesuaian jumlah Efek antara catatan Anggota Bursa dan KSEI, maka diperlukan penjelasan lebih lanjut oleh Anggota Bursa yang bersangkutan atas selisih jumlah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar catatan jumlah Efek di Anggota Bursa adalah sesuai dengan yang dilaporkan baik kepada Bapepam dan LK, SRO dan nasabah.

number of securities recorded on KSEI. If there were discrepancies between the number of Securities recorded on Exchange Members and KSEI, further clarification on the difference is required. This is so that the number of Securities recorded on Exchange Member is the same with the reported number to Bapepam and LK, SRO and the client. 6.12 DEVELOPMENT OF E-REPORTING BAE

6.12

PENGEMBANGAN E-REPORTING BAE

Di tahun 2009, Bapepam-LK bekerjasama dengan KSEI mengembangkan sistem pelaporan elektronik yang mengintegrasikan data kepemilikan saham yang diadministrasikan oleh BAE dan Emiten yang Menyelenggarakan Administrasi Efek Sendiri, yaitu saham dalam bentuk warkat (scrip) dan saham dalam bentuk tanpa warkat (scripless) yang diadministrasikan oleh KSEI. Pengembangan sistem ini dimaksudkan agar pengelolaan dan pemanfaatan data tentang kepemilikan saham yang menjadi kewajiban pelaporan bagi BAE kepada Bapepam-LK menjadi lebih efisien dan maksimal. Penyampaian laporan BAE yang dilakukan secara manual selama ini menjadi hambatan bagi Bapepam-LK dalam pengelolaan administrasi dokumen dan analisa laporan BAE. Sistem pelaporan elektronik ini diharapkan dapat mengatasi hambatan dalam pengelolaan data tentang kepemilikan saham Emiten atau Perusahaan Publik. Sistem ini juga diharapkan dapat diakses secara langsung oleh pihak-pihak terkait sesuai dengan bidang tugas masingmasing.

In the year 2009, Bapepam- LK in cooperation with KSEI were developing an electronic reporting system that integrates stock ownership data that is administered by BAE and Issuer that conducts securities administration by itself, that stock in the form of scrip and scripless which were administered by KSEI. Development of the system was developed so that the management and the utilization data of stock ownership which became mandatory reporting for BAE to Bapepam-LK become more efficient and maximized. The manual reporting by BAE has been the obstacle to Bapepam-LK in the management of administrative documents and analysis reports by BAE. This electronic reporting system is expected to overcome the obstacles in the management of stock ownership data of Issuer or Public Company. This system is also expected to be accessed directly by the relevant parties in accordance with their respective areas of assignment.

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

109

Bapepam - LK proactively evaluated the existing regulations to deal with current situation and anticipate the future challenges.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

110

Perundang - Undangan

Regulatory

07

Dalam rangka mengantisipasi dampak krisis keuangan global tahun 2008 yang dapat mempengaruhi kegiatan Pasar modal baik langsung maupun tidak langsung di tahun 2009, maka Bapepam-LK sebagai regulator di bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan terus berupaya mencari terobosan baru dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi industri Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank. Situasi krisis keuangan global yang turut juga memperburuk likuiditas Pasar Modal Indonesia maka diperlukan tindakan nyata dari Regulator dalam memperkokoh dan memperkuat Pasar Modal Indonesia dan Lembaga Keuangan Non-Bank. Upaya yang dilakukan Bapepam-LK sebagai regulator Pasar Modal dan LKNB dalam proses pemulihan situasi krisis keuangan yang terjadi adalah dengan cara melakukan perbaikan pengaturan terhadap Industri Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank, pengawasan yang lebih komprehensif terhadap para pelaku pasar, serta tindakan preventif lainnya untuk menciptakan kondisi Pasar Modal Indonesia yang kuat dan tangguh. Bapepam-LK secara proaktif mengevaluasi ketentuanketentuan yang ada tentang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank untuk menghadapi situasi yang terjadi saat ini dan mengantisipasi tantangan yang akan

To anticipate the impact of global financial crisis that occurred in 2008 which could influence the capital market activities directly or indirectly in 2009, Bapepam-LK, as the regulator for capital market and financial institutions sector kept trying to search for new breakthrough in providing a conducive climate to capital market and non-bank institution industry. The global financial crisis which gave a negative impact toward Indonesia capital market liquidity required a real action from the Regulator in encouraging and strengthening the capital market and non-bank financial institution. Bapepam-LK, as Regulator of capital market and non-bank financial institution, has taken certain efforts to accelerate in the recovery of the industries from the impact of financial crisis by reviewing capital market and non-bank financial institution regulation, providing a comprehensive monitoring toward capital market players as well as other preventive actions to create a conducive and strong Indonesia capital market.

Bapepam-LK proactively evaluated the existing provisions of capital market and non-bank institution to deal with the current situation and anticipate the future challenges, and later, made necessary amendments on such regulations

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

111

datang dan selanjutnya melakukan penyempurnaan atas regulasi yang ada mengenai Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank. Disamping itu, Bapepam-LK juga melakukan penerbitan peraturan baru terkait dengan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dalam menjawab tantangan dan perkembangan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank terkini, diantaranya UndangUndang Nomor 2 Tahun 2009 tanggal 12 Januari 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Semakin baik pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan Pasar Modal dan LKNB akan menciptakan daya tahan bagi para pelaku yang pada akhirnya akan menciptakan kegiatan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank yang teratur, wajar dan efisien serta tahan uji. Selama Tahun 2009 Bapepam-LK secara berkelanjutan melakukan penyusunan atas Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (RUUPM) sebagai upaya untuk menyempurnakan ketentuan-ketentuan khususnya yang terkait dengan pengaturan tentang Kewenangan Bapepam-LK selaku regulator Pasar Modal, Bursa Efek, Emiten dan Perusahaan Publik, kerjasama internasional, dan Pemeriksaan dan Penyidikan di Pasar Modal. Di samping itu, Bapepam-LK juga menyusun peraturan pelaksanaan pada tingkat Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Bapepam-LK yang terkait dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non-Bank. 7.1. 7.1.1. RANCANGAN UNDANG-UNDANG Rancangan Undang-Undang Pasar Modal

concerning capital market and non-bank institution. Additionally, Bapepam-LK also issued new regulations in accordance with capital market and non-bank institution activities to cope with the current challenge and development of capital market and non-bank institution, they among others were: Law Number 2/2009 dated January 12, 2009 regarding Indonesian Export Credit Agency.

A better regulating and monitoring function toward capital market and non-bank financial institution activities shall create resilient market players and finally, it would create an orderly, fair, efficient, and reliable capital market and nonbank financial institution. In 2009, Bapepam-LK has been reviewing Draft of Amendment of Capital Market Number 8/1995 as the effort to improve the provisions pursuant to Authority of BapepamLK as regulator, Stock Exchange, Issuer, and Public-listed Company, international cooperation, and Capital Market Examination & Investigation.

Additionally, Bapepam-LK also issued implementing rules of Ministry of Finance and Bapepam-LK regulations related to capital market and non-bank institution.

7. 1.

DRAFTS OF LAWS

7.1. 1. Draft of Capital Market Law Amendment Throughout 2009, team of Capital Market Law Amendment has formulated some adjusments for certain provisions in the Draft based on inputs and current development in Indonesia capital market. The team also conducted socialization on Draft in many cities, including Denpasar, Yogyakarta, Medan, and Surabaya. The socialization was carried out in cooperation with relevant associations and/or universities to obtain inputs and comments from business players, academists which would be used as inputs in drafting the provisions of Draft.

Selama tahun 2009, Tim Penyusunan RUUPM telah merumuskan ketentuan-ketentuan yang telah disesuaikan dengan masukan dan perkembangan terkini dari Pasar Modal Indonesia. Tim Penyusunan RUUPM juga melakukan sosialisasi atas draft Rancangan Undang-Undang Perubahan UU tentang Pasar Modal dimaksud ke berbagai daerah termasuk Denpasar, Yogyakarta, Medan, Surabaya. Sosialisasi tersebut dilaksanakan bersama asosiasi industri dan/atau universitas dalam rangka mendapat masukan dan tanggapan dari pelaku usaha, akademisi yang akan menjadi bahan dalam proses penyusunan ketentuan-ketentuan yang terdapat draft RUUPM.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

bentuk hukum perusahaan perasuransian. Selain itu materi dalam RUU juga dimaksudkan untuk menyikapi dan mengantisipasi perkembangan industri asuransi pada khususnya dan perekonomian nasional pada umumnya. PAD Team work intensively in order to achieve target to deliver Draft of Pension Fund Law to Minister of Finance. the amendment Draft of Pension Fund Law was presented to Chairman of Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK) and subsequently submitted to the Minister of Finance. 7. The major consideration was that a healthy.2. legal entity for insurance company and good corporate governance for insurance company. BAPEPAM . Dengan masa kerja yang tergolong singkat tersebut. In a short working period.1. perlu dibuat kerangka pengaturan yang dapat mengakomodir dan mampu meningkatkan perkembangan perusahaan asuransi syariah. naskah amandemen RUU Dana Pensiun telah disampaikan kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan selanjutnya disampaikan pula kepada Menteri Keuangan. In 2009.1.1. At the end of 2009. dapat diandalkan dan kompetitif dapat meningkatkan perlindungan bagi pemegang polis atau tertanggung dan berperan penting dalam pembangunan nasional. discussion on Draft of Law Amendment pursuant to Law Number 2/1992 regarding Insurance Business was still intensively performed. Sebagai contoh dengan semakin berkembangnya industri asuransi syariah. Tim PAD akhirnya berhasil mengadakan pertemuan dengan lembaga terkait seperti Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tim PAD kemudian bekerja secara intensif agar target penyampaian naskah RUU Dana Pensiun kepada Menteri Keuangan dapat tercapai.Undangan Regulatory 7. Sejalan dengan hal tersebut. For example. the Inter-Ministry Committee Team (PAD Team) was finally determined. In addition. Pada akhir tahun 2009. pada bulan September 2009. Draft of Law concerning Insurance Business Dalam tahun 2009 pembahasan atas Rancangan UndangUndang tentang perubahan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian masih dilakukan secara intensif. From the meeting. preparation of Draft of Law on Amendment of Law Number 11/1992 on Pension Fund (hereinafter referred as Draft of Pension Fund Law) has come to stage of harmonization with other relevant institutions. the PAD team obtained useful inputs and opinions to improve the Draft of Pension Fund Law. 3. Effort to amend the Draft was also made through socialization to the relevant parties. In that working period. 2. the PAD team finally managed a meeting with relevant institutions such as the Ministry of Labor and Transmigration and Ministry of Law and Human Rights.3.112 Perundang . The substances of the Draft were made in line with ICP (Insurance Core Principles) main criteria from IAIS.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . The socialization was intended to gather any issues in society that were related to pension and employment. serta tata kelola perusahaan perasuransian. Dari hasil pertemuan tersebut terdapat berbagai masukan dan pendapat yang berguna untuk penyempurnaan naskah RUU Dana Pensiun.1. 7. substances of the Draft were intended to correspond to and anticipate insurance industry development in specific and national economy in general. Materi dalam RUU juga diupayakan agar dapat memenuhi beberapa kriteria utama dari ICP (Insurance Core Principles) dari IAIS. Pada masa kerja tersebut. penyusunan naskah Rancangan UndangUndang tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun (selanjutnya disebut RUU Dana Pensiun) telah sampai kepada tahap harmonisasi dengan lembaga lain yang terkait. Rancangan Undang-Undang tentang Dana Pensiun In 2009. Pertimbangan utama yang mendasarinya adalah bahwa industri asuransi yang sehat. Rancangan Undang-Undang tentang Usaha Peransuransian 7. Certain critical points of such Draft being discussed among others were sharia insurance. Draft of Law concerning Pension Fund Tahun 2009. a developing sharia insurance industry required proper legal frame that could accommodate and improve the development of sharia insurance company. Penyempurnaan naskah RUU Dana Pensiun juga dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait sebagai upaya pemutakhiran RUU Dana Pensiun berkenaan dengan isu-isu yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan program pensiun dan ketenagakerjaan pada umumnya. Beberapa materi pokok yang dibahas dari RUU dimaksud antara lain adalah asuransi syariah. Accordingly. reliable and competitive insurance industry could give protection to policyholder or insured and play an active role in the national development. Tim Panitia Antar Departemen (Tim PAD) akhirnya ditetapkan. in September 2009.

Limitation. Minister of Finance Regulation Number 106/ PMK. the regulation was set to make an objective appointment and termination process of Board of Directors. 2. Pembatasan. 7. The drafting of the amendments of those two Government Regulation drafts were conducted based on the result of the study in 2008 and the amendment concept of Pension Fund Law.2. MINISTER OF FINANCE REGULATION 7. 2009 regarding Infrastructure Financing Company (IFC) The Minister of Finance Regulation was made in accordance with provisions under Article 8 of Presidential Regulation Number 9/2009 regarding Financing Institutions. 2. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .2. the drafting of amendment of Government Regulation on Employer»s Pension Fund (DPPK) draft and Government Regulation of Financial Institution Pension Fund (DPLK) draft were also in progress. and Guidance and Supervision. Pokokpokok pengaturan dalam Peraturan Presiden ini antara lain meliputi kegiatan usaha Lembaga Pembiayaan. PERATURAN PRESIDEN Simultaneously. The substances of this Presidential Regulation among others were Financing Institutions business activity.113 Bersamaan dengan kegiatan penyusunan RUU Dana Pensiun. tata cara pendirian. 2.06/2009 dated June 10.010/2009 tanggal 27 Mei 2009 tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan. Besides. limitation. reporting. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/ PMK. The substances of the Minister of Finance Regulation includes of among others: business activities. Minister of Finance Regulation Number 100/ PMK. 7. 2009 regarding Procedures of Proposal. and IFC»s guidance and supervision. and Termination of Indonesia Export Credit Agency Board of Directors The Minister of Finance Regulation was made in order to get a professional Indonesia Export Credit Agency»s Board of Directors for an optimum performance. pelaporan dan pembinaan pengawasan PPI. Venture Capital Company. Selain itu.3. PERATURAN MENTERI KEUANGAN 7. Financing Institutions shareholders. 7. 1. 7. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tanggal 18 Maret 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Merupakan penyempurnaan dari Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan di mana berdasarkan peraturan ini Lembaga Pembiayaan terdiri dari Perusahaan Pembiayaan. capital requirement and ownership. permodalan dan kepemilikan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/ PMK. The huge need of providing financing for infrastructure development projects in Indonesia was one of the backgrounds for drafting the Minister of Finance Regulation regarding Infrastructure Financing Company.06/2009 tanggal 10 Juni 2009 tentang Tata Cara Pengusulan. dan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur. Appointment. dan Pembinaan Pengawasan. pemegang saham Lembaga Pembiayaan. PRESIDENTIAL REGULATION 7.3. Penyusunan kedua Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tersebut didasarkan pada hasil kajian tahun 2008 serta perubahan konsep RUU Dana Pensiun. and Infrastructure Financing Company. 7. 7.2.010/2009 dated May 27. peraturan ini disusun agar proses pengangkatan dan pemberhentian Dewan Direktur dapat berjalan secara obyektif. 2009 regarding Financing Institutions From which Financing Institution shall refer to Finance Company. funding. Presidential Regulation Number 9/2009 dated March 18. pendanaan. 1. Perusahaan Modal Ventura. Besarnya kebutuhan untuk menyediakan pembiayaan bagi proyekproyek pembangunan infrastruktur di Indonesia juga menjadi latar belakang penyusunan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur (PPI) ini. juga dilakukan kegiatan perumusan terhadap Rancangan Perubahan Peraturan Pemerintah Tentang Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Rancangan Perubahan Peraturan Pemerintah Tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 7. establishment procedures. Pengangkatan Dan Pemberhentian Dewan Direktur Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka memperoleh Dewan Direktur Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia yang profesional sehingga dapat menciptakan kinerja yang optimal.3. 1. 3.3. Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi kegiatan usaha. 1.3. pembatasan.

sanction.3. BAPEPAM . Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi organ. transparency. risk management implementation. capital adequacy ratio. pemeriksaan. reporting.010/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Prinsip Tata Kelola Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (5) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Minister of Finance Regulation Number 141/ PMK.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .06/2009 dated August 31. dan pedoman penilaian prinsip tata kelola yang baik bagi LPEI. kegiatan usaha. Executive Director.010/2009 dated August 31. and realization reporting and monitoring. fungsi audit. Minister of Finance Regulation Number 140/ PMK. dan Direktur Pelaksanan dalam penerapan prinsip tata kelola yang baik. Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi pelaksanaan prinsip tata kelola yang baik.3.06/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Tata Cara Penyusunan. funding source. 2009 regarding Procedures of Arrangement. pelaporan. Penyampaian. 7. Direktur Eksekutif. 5. audit function. Minister of Finance Regulation Number 139/ PMK. sanksi. and Director. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 139/ PMK. tugas dan tanggung jawab Dewan Direktur. maximum limit of financing facility.114 Perundang . 7. productive and non-productive assets quality. 5.Undangan Regulatory 7. In this regulation.3. Dengan adanya peraturan ini LPEI diwajibkan melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan melaporkan penerapannya secara periodik setiap tahun.3.010/2009 dated August 31. The substances contained in the Minister of Finance Regulation are inclusive of good corporate governance conduct. kualitas aktiva produktif dan non-produktif. The substances contained in the Minister of Finance Regulation are inclusive of relevant points to be adopted in the Longterm Plan and Annual Work Plan & Budget of Indonesia Export Credit Agency. 3. sumber pendanaan. transparansi.010/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi hal-hal yang harus dimuat dalam Rencana Jangka Panjang dan Rencana Kerja Dan Anggaran Tahunan LPEI. and guidance of good corporate governance for Indonesia Export Credit Agency. 4.3. dan pelaporan realisasi dan pengawasan. business activitiy. Submission. penerapan manajemen risiko. pelaporan. and sanction. 2009 regarding Good Corporate Governance of Indonesia Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 17 item 5 Law Number 2/ 2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/ PMK. The substances contained in the Minister of Finance Regulation are inclusive of structure. 7. 7. procedures of submission & amendment. and Amendment of Long-term Plan and Annual Work Plan & Budget of Indonesia Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 37 item 3 of Law Number 2/ 2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. derivatives transaction. dan sanksi. rasio kecukupan modal. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/ PMK. tata cara penyampaian. tata cara pengubahan. job and responsibilities of Board of Directors. reporting. 3. 7. investigation. Dan Pengubahan Rencana Jangka Panjang Serta Rencana Kerja Dan Anggaran Tahunan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 37 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). transaksi derivatif. 4. batas maksimum pemberian pembiayaan. 2009 regarding Guidance and Supervision of Indonesia Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 40 item 2 Law Number 2/ 2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. Indonesia Export Credit Agency is required to adhere to good corporate governance principles and report the implementation periodically every year.3.

7.3. organisasi. dan sanksi.4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/ PMK. Minister of Finance Regulation Number 79/ PMK. and Supporting Business of Insurance Company This MoF regulation was an amendment or further regulation regarding mechanism of administration sanction referring to Article 33 MoF Decree number 422/KMK. 7. Dengan adanya peraturan ini LPEI diwajibkan menerapkan prinsip mengenal nasbah sebagaimana diwajibkan bagi lembaga keuangan lainnya. 2008. and mechanism of transfer of default receivable to ≈Government Receivable UnitΔ / ≈Directorate General of Government AssetΔ.010/2008 regarding Pension Fund Investment issued on December 5. Minister of Finance Regulation Number 143/ PMK.1.8. Tata cara Pembayaran dan Penagihan Denda serta Pelimpahan piutang macet kepada Panitia Urusan Piutang Negara/ Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. fine Collection and payment mechanisms. 6. 2009 regarding Valuation Basis of Pension Fund Investment Types Penerbitan peraturan ini dimaksudkan untuk memenuhi amanat Peraturan Menteri Keuangan nomor 199/PMK. 7. Dengan adanya peraturan ini LPEI diwajibkan melaksanakan manajeman risiko dan menyampaikan laporan profil Risiko secara triwulanan. Peraturan tersebut mengatur The issuance of this regulation was intended to fulfill the Minister of Finance Regulation mandate Number 199/ PMK.010/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Manajemen Risiko Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (5) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). pelaporan. and Collection Procedures for Insurance Company.3.3. 4. Indonesia Export Credit Agency is required to perform risk management and deliver risk profile report quarterly. risk management policy and procedure.010/ 2008 tentang Investasi Dana Pensiun yang diterbitkan pada tanggal 5 Desember 2008. 2009 regarding Administrative Sanction in form of Penalty. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 142/ PMK. PERATURAN BAPEPAM-LK Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor Per01/BL/2009 tanggal 15 Januari 2009 tentang Dasar Penilaian Jenis-Jenis Investasi Dana Pensiun 7. 2009 regarding Know Your Customer Principle of Indonesia Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 17 item 5 Law Number 2/2009 regarding Indonesian Export Credit Agency. internal control system.3.06/ 2003. Indonesian Export Credit Agency is required to apply know your customer principle as provisioned to other financial institutions. This new regulation regulated basis for sanction imposition. pengawasan oleh Dewan Direktur dan Direktur Eksekutif. reporting. kebijakan dan prosedur manajemen risiko.3. organization. Perusahaan Reasuransi atau Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi Peraturan ini merupakan penyempurnaan atau pengaturan lebih jauh mengenai tata cara pengenaan sanksi administratif berupa denda sebagaimana diatur dalam pasal 33 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 422/KMK. The regulation regulated that Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 7. 79/PMK. 7.010/2009 tanggal 31 Agustus 2009 tentang Prinsip Mengenal Nasabah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Peraturan Menteri Keuangan ini disusun dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 17 ayat (5) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).115 7. 7. 7. sistem pengendalian intern.010/2009 dated August 31.4.1. Peraturan Menteri Keuangan No. In this regulation. Minister of Finance Regulation Number 142/ PMK. 7. The substances contained in the Minister of Finance Regulation are inclusive of scope of risk management. Pokok-pokok pengaturan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini antara lain meliputi ruang lingkup manajemen risiko.4.3. In this regulation. 2009 regarding Risk Management of Indonesian Export Credit Agency The Minister of Finance Regulation was set in accordance with provisions under Article 17 item 5 Law Number 2/2009 regarding Indonesia Export Credit Agency. 7.010/2009 dated April 22. Re-insurance Company. monitoring by Board of Directors & Executive Director. 8. Dalam PMK ini diatur Dasar Pengenaan Sanksi. BAPEPAM-LK REGULATION Bapepam and LK Chairman Regulation Number Per-01/BL/2009 dated January 15. and sanction.06/ 2003. 6. 7.010/ 2009 tanggal 22 April 2009 tentang Sanksi Administratif Berupa Denda dan Tata Cara Penagihannya terhadap Perusahaan Asuransi.010/2009 dated August 31.

Sehingga perusahaan dikelola dan diawasi oleh profesional yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi. peraturan ini juga dimaksudkan untuk lebih memberikan dukungan kepada Dana Pensiun dalam menghadapi gejolak nilai pasar. 7.4.4.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . for Insurance Company which sell guaranteed investment-linked products and for Insurance Company with sharia principle which records tabarru» funds separately from company»s funds.116 Perundang . Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER04/BL/2009 tanggal 24 April 2009 tentang Tentang Pedoman Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Direksi Dan Komisaris Perusahaan Perasuransian The issuance of this regulation was intended to provide a more effective. This regulation was arranged to improve the transparency through reporting obligation of Pension Fund to interested parties which conducted transfer of bonds listed on Stock Exchange and Government Bonds from group of ≈available for saleΔ and ≈tradingΔ to group of ≈hold to maturityΔ. 7. karena mengatur ketentuan penilaian yang berbeda untuk jenis investasi tertentu khususnya untuk periode laporan tahun buku 2008. Therefore.4. 7. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-04/BL/2009 dated April 24. 2009 regarding Guidelines for Calculation of Minimum Solvency Margin for Insurance and Reinsurance Companies Peraturan ini bertujuan untuk menyesuaikan perhitungan jumlah dana yang dibutuhkan untuk menanggulangi risiko atas komponen BTSM Perusahaan Asuransi dengan prinsip konvensional.Undangan Regulatory agar Dana Pensiun memiliki pedoman dalam menentukan nilai wajar setiap jenis investasi yang dimiliki dana pensiun termasuk pedoman penilaian untuk jenis-jenis investasi baru yang diperkenankan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Investasi Dana Pensiun. 2009 regarding Guidelines for Fit & Proper Test for Board of Directors and Commissioners of Insurance BAPEPAM .4. efisien dan objektif.4.3. 7. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-02/BL/2009 dated January 15.2. because it regulated different valuation provisions of specific investment type especially for the fiscal year of 2008. and objective fit & proper test for board of directors and commissioners of insurance company.4. Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER03/BL/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang Pedoman Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian The regulation was aimed at adjusting calculation of funds needed to cover risks in Minimum Solvency Margin components for Insurance Company which apply conventional principle.4.2. Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER02/BL/2009 tanggal 15 Januari 2009 tentang Pedoman Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Minimal (BTSM) bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Pension Fund had to have guidelines in measuring fair value of every investment type owned including valuation guidelines for new investment types allowed as provisioned under Minister of Finance Regulation regarding Pension Fund Investment. insurance company could be managed and monitored by professionals with high competency and integrity. 7. the regulation was also intended to give support to Pension Fund in facing market value fluctuation.3. Perusahaan Asuransi yang menjual Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) yang dijamin hasil minimumnya. efficient.Selain pertimbangan tersebut. 7. 2009 regarding Guidelines for Fit & Proper Test for Board of Directors and Commissioners of Insurance Company Penerbitan peraturan ini bertujuan agar pelaksanaan penilaian kemampuan dan kepatutan anggota direksi dan komisaris perusahaan perasuransian berjalan lebih efektif. dan Perusahaan Asuransi dengan prinsip syariah bagi yang sudah dapat memisahkan pencatatan dana perusahaan dan dana tabarru». 2009 regarding Guidelines for Fit & Proper Test for Board of Directors and Commissioners of Insurance Company Peraturan ini menyempurnakan sekaligus menggantikan Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: Per-03/BL/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang Pedoman Penilaian Kemampuan dan The regulation was to revise and replace Bapepam-LK Chairman Regulation Number PER-03/BL/2009 dated January 29. Peraturan ini disusun untuk meningkatkan transparansi melalui kewajiban pelaporan kepada pihak yang berkepentingan bagi Dana Pensiun yang melakukan perpindahan kelompok obligasi dan Surat Utang Negara dari kelompok ≈tersedia untuk dijualΔ dan ≈diperdagangkanΔ ke dalam kelompok ≈dimiliki hingga jatuh tempoΔ . Besides that.4. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-03/BL/2009 dated January 29.

efektif dan efisien bagi Tim Penguji untuk melakukan penilaian kompetensi dan integritas direksi dan komisaris perusahaan perasuransian.3. Bapepam and LK Regulation Number III.6.C. Dengan telah disusunnya pedoman pemeriksaan ini diharapkan pelaksanaan pemeriksaan terhadap Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit dilakukan secara profesional sehingga pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien.010/2008 regarding Investigation of Credit Guarantee and Credit Re-guarantee Companies. These guidelines were expected to make the investigation toward Finance Company more effective.3. the revision was performed to make the existing guidelines be more systematical. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-06/BL/2009 dated December 22. dan Peraturan Bapepam dan LK Nomor III. and professional.B. 2009 regarding Investigation Guidelines for Credit Guarantee and Credit Re-guarantee Companies Peraturan ini disusun dalam rangka melaksanakan Pasal 65 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 222/PMK.117 Kepatutan Bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian. Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER06/BL/2009 tanggal 22 Desember 2009 tentang Pedoman Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan The regulation was set in accordance with provisions under Article 65 item 1 of Minister of Finance Regulation Number 222/PMK.5. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-12/BL/2009 tanggal 30 Januari 2009 tentang Direktur Bursa Efek. 7.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-14/BL/2009 tanggal 30 Januari 2009 tentang Direktur Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian The regulation was set in accordance with provisions under Article 2 item 3 of Minister of Finance Regulation Number 166/PMK. Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.6.3 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-14/BL/2009 dated January 30.A.7. The revision of such Guidelines for Fit & Proper Test was intended to improve the accountability and to set up a fair assessment standard for fit & proper test activity of Board of Directors and Commissioners of Insurance Company. so that the monitoring and supervision of such companies would be run effectively and efficiently. Dengan telah disusunnya pedoman pemeriksaan ini diharapkan pelaksanaan pemeriksaan terhadap Perusahaan Pembiayaan menjadi lebih efektif dan efisien serta profesional.C.7.4. 2009 regarding Central Securities Depository and Settlement Institution Director Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Tujuan penyempurnaan pedoman penilaian kemampuan dan kepatutan tersebut adalah untuk meningkatkan akuntabilitas dan menetapkan standar penilaian yang lebih wajar untuk kegiatan penilaian kemampuan dan kepatutan bagi direksi dan komisaris Perusahaan Perasuransian. These guidelines were expected to make the investigation toward Credit Guarantee and Credit Re-guarantee Companies conducted professionally. 7. Bapepam and LK Chairman Regulation Number PER-05/BL/2009 dated November 18. 2009 regarding Investigation Guidelines for Finance Company Peraturan ini disusun dalam rangka melaksanakan Pasal 2 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 166/PMK. Selain itu. 7.5. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep13/BL/2008 tanggal 30 Januari 2009 tentang Direktur Lembaga Kliring dan Penjaminan. 7. 2009 regarding Clearing and Guarantee Institution Director. effective.A. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-12/BL/2009 dated January 30. and efficient for The Testing Team to conduct the assessment on Insurance Company»s Board of Directors and Commissioners competency and integrity. 7. Peraturan Bapepam dan LK Nomor III. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-13/BL/2008 dated January 30.010/ 2008 tentang Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan. and Bapepam and LK Regulation Number III.4. 2009 regarding Stock Exchange Director. efficient.4.010/2008 regarding Investigation of Finance Company.4. Additionally.3.010/ 2008 tentang Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit.B. Bapepam and LK Regulation Number III. penyempurnaan ini dilakukan agar pedoman yang ada menjadi lebih sistematis. 7.4.4. Peraturan Ketua Bapepam dan LK Nomor PER05/BL/2009 tanggal 18 November 2009 tentang Pedoman Pemeriksaan Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit Company.3.

Sukuk.123/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 Tentang Pelaporan Transaksi Efek Amendment on such regulation was to improve the effectivity and efficiency of Public Offering performance by providing protection to investors. In such fit and proper test for SRO director candidates. transaction of which was obligated to be reported to Bapepam-LK through Securities Transaction Report Receiver. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-122/BL/2009 dated May 29. Government Bonds. serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Clearing and Guarantee Institution. Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi proses rekrutmen calon direktur SRO sehingga terwujud SRO yang kokoh dan mampu berdaya saing. including reporting time acceleration.4. 7.4. 7. and other Securities determined by Bapepam-LK BAPEPAM .8.2. Certain substances regulated were among others: Issuer allowed to announce the Brief Prospectus. which could significantly affect the Issuer»s business continuity. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP. Setiap calon direktur SRO akan dilakukan fit and proper test oleh Komite yang dibentuk oleh Ketua Bapepam-LK.M. The regulation was aimed at improving the transparency of recruitment process of SRO directors to create a strong and competitive SRO. and Central Securities Depository and Settlement Institution. dan dalam melakukan penilaian kemampuan dan kepatutan calon direktur SRO. Emiten dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum. but also included of all Debt Securities. apabila terjadi suatu kondisi pasar yang sangat tidak kondusif atau kondisi darurat lainnya di luar kendali Emiten dan berpotensi mengganggu kelangsungan usaha Emiten secara sangat signifikan.M. was not limited to Bonds.A. which was part of Registration Statement. the Committee could have assistance from source-persons with specific skills coming from external Bapepam-LK. Issuer could adjourn the Public Offering period for 3 (three) months at maximum following the effectiveness of Registration Statement or cancel it in the event that market condition got inconducive or emergency condition. termasuk percepatan waktu pelaporannya. Every SRO director candidate shall go through fit and proper test managed by Committee which was formed by Bapepam-LK Chairman. Bapepam and LK Regulation Number X.3. 2009 regarding Registration Procedures Pursuant to Public Offering Penyempurnaan peraturan ini adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan Penawaran Umum dengan tetap memperhatikan perlindungan kepada masyarakat pemodal.8. Masa Penawaran Umum lebih fleksibel dan dapat lebih singkat sehingga dapat meminimalkan risiko pasar.9. The Public Offering period turned to be more flexible and shorter so it could minimize the market risk accordingly. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Surat Berharga Negara. Exposure and book building was conducted with a more effective and efficient time frame to ensure the transparency adequacy with optimum investor»s access. dan Efek lain yang ditetapkan oleh Ketua Bapepam-LK. only after Bapepam-LK has reviewed the Registration Statement and granted its approval.3.Undangan Regulatory Penyempurnaan peraturan-peraturan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola bagi Self Regulatory Organisations (SRO) yang terdiri dari Bursa Efek.4. occurred beyong Issuer control. Dengan The amendments was intended to extend scope of Securities. Efek yang transaksinya wajib dilaporkan kepada Bapepam-LK melalui Penerima Laporan Transaksi Efek tidak hanya terbatas pada Obligasi namun mencakup seluruh Efek bersifat utang.2.9. 2009 regarding Securities Transaction Reporting. KEP-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 Tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Amendments on such regulation were made to improve the guality of good corporate governance for Self Regulatory Organisations (SRO) comprising of Stock Exchange.118 Perundang . Bapepam and LK Regulation Number IX. 7.A. KEP. Beberapa ketentuan pokok yang diatur antara lain Emiten hanya diperkenankan mengumumkan Prospektus Ringkas yang merupakan bagian dari Pernyataan Pendaftaran setelah dilakukan penelaahan oleh Bapepam-LK dan adanya pernyataan dari Bapepam-LK. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Komite dapat dibantu oleh narasumber dengan keahlian tertentu yang berasal dari luar Bapepam-LK. Penyempurnaan peraturan ini dimaksudkan untuk memperluas cakupan Efek yang transaksinya wajib dilaporkan kepada Bapepam-LK melalui Penerima Laporan Transaksi Efek.4.123/BL/2009 dated May 29. Sukuks. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Masa eksposur dan bookbuilding memiliki periode waktu yang lebih efisien dan efektif dalam rangka menjamin kecukupan keterbukaan dan akses investor yang optimal. Securities.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. transaction of which was required to be reported to Bapepam-LK through Securities Transaction Report Receiver. 7. Lembaga Kliring dan Penjaminan.

KEP-151/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 tentang Perizinan Perusahaan Pemeringkat Efek Peraturan ini memuat ketentuan antara lain Kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek untuk melakukan kegiatan pemeringkatan secara independen dan dapat dipertanggungjawabkan. komisaris.4. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep.H. 7. Bapepam and LK Regulation Number V.10. kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek untuk memiliki prosedur dan metodologi pemeringkatan yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Peraturan ini memuat ketentuan minimum yang harus dituangkan dalam perjanjian pemeringkatan Efek antara Perusahaan Pemeringkat Efek dengan Pihak yang meminta dilakukannya pemeringkatan Efek.H. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. Dewan Komisaris dan analis Perusahaan Pemeringkat Efek.4. 7.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.152/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 7.4. commissioner. rating function separation. 2009 regarding License of Securities Rating Company The regulation contained of provisions of Securities Rating Company Obligation to conduct accountable rating activities independently.11. research. Securities Rating Company Obligation to own systematic and accountable rating procedure and methodology. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.155/BL/2009 dated June 22. integrity requirements. persyaratan integritas.155/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 Chairman.10.119 perubahan peraturan ini diharapkan masyarakat pemodal mempunyai informasi yang memadai mengenai kondisi aktual perdagangan Efek tersebut mengingat masyarakat dapat mengakses informasi terkait dengan perdagangan Efek tersebut di Penerima Laporan Transaksi Efek.12. kewajiban memiliki Komite Pemeringkat dan Analis. or rating upon Securities in which conflict of interest occurred between director. and compliance in company»s organizational structure. or Securities Rating Company itself and Securities or company being rated. Besides. obligation to own Rating Committee & Analyst. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. diatur pula beberapa batasan atau larangan jika Perusahaan Pemeringkat Efek akan melakukan pemeringkatan atas Efek yang diterbitkan oleh Pihak terafiliasi. kompetensi dan keahlian bagi Direksi. Peraturan ini mewajibkan Perusahaan Pemeringkat Efek antara lain untuk melakukan reviu berkala (3 tahun sekali) atas prosedur dan metodologi pemeringkatan. Selain itu. certain restrictions or prohibitions were regulated in the event that Securities Rating Company performed rating upon Securities issued by affiliated Party.4. The amendments was expected to make the investors have proper information about actual condition of Securities trading as the public could have access to information related to such Securities trading in Securities Transaction Report Receiver. pemasaran dan kepatuhan dalam struktur organisasi perusahaan. 7. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-151/BL/2009 dated June 22. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep.4.4. 7. competence & expertise for Directors. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep.11. Bapepam and LK Regulation Number V. Commissioners and analysts of Securities Rating Company. 7. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep. Bapepam and LK Regulation Number V. atau bahkan Perusahaan Pemeringkat Efek itu sendiri memiliki kepentingan terhadap Efek atau perusahaan yang akan diperingkat. atau pemeringkatan atas Efek dimana direksi. marketing.H.H. and to assure of confidentiality of all information obtained. riset. serta menjamin kerahasiaan seluruh informasi yang bersifat rahasia yang diperoleh Perusahaan Pemeringkat Efek dalam menjalankan tugasnya.4 regarding Guidelines for Rating Agreement.C. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009 The regulation contained of minimum provisions which had to be drawn up in Securities rating agreement between Securities Rating Company and the Party having its Securities rated. 2009 The regulation made Securities Rating Company obligated to among others perform periodical review (every three years) on rating procedure and methodology. pemisahan fungsi pemeringkatan.152/BL/2009 dated June 22.3 tentang Perilaku Perusahaan Pemeringkat Efek.2.12.C.4 tentang Pedoman Perjanjian Pemeringkatan.3 regarding Securities Rating Company Behaviour.

baik yang bersifat insidentil. Bapepam and LK Regulation Number X.4.13. menyimpan dan memelihara dokumen yang berkaitan dengan kegiatan operasionalnya dalam bentuk dokumen (hardcopy) atau dokumen elektronik (softcopy).g.1 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-180/BL/2009 dated June 30. Bapepam and LK Regulation Number X.4.4.4.120 Perundang . 2009 regarding Criteria and Issuance of Sharia Securities List The regulation was intended to provide detailed regulation related to Party having approval from Bapepam-LK to act as issuer of Sharia Securities List.K. or periodical report.F. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. maupun laporan yang bersifat berkala.4. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-154/BL/2009 dated June 22. and maintaining documents related to its operational activities in hardcopy or softcopy according to document storage form and time limit as provisioned in the prevailing laws and regulations. yaitu Undang-Undang tentang Dokumen Perusahaan dan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Pokok pikiran dalam perubahan peraturan tersebut meliputi: 1) Daftar Efek Syariah yang semula hanya menyebutkan secara umum tentang Efek Syariah yang dapat dicantumkan dalam Daftar Efek Syariah. The substances in the amendment of such regulation were as follows: 1) Sharia Securities List that previously mentioned Sharia Securities in Sharia Securities List in general was changed into detailed Sharia Securities in Sharia BAPEPAM .K.16. e. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-156/BL/ 2009 tanggal 22 Juni 2009 Peraturan ini mengatur kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek untuk mempublikasikan metodologi pemeringkatan serta publikasi atas hasil pemeringkatan Efek melalui website. 7. perubahan struktur organisasi dan perubahan metodologi pemeringkatan.4 regarding tentang Securities Rating Company Report.6 regarding Publication by Securities Rating Company. e. Bapepam and LK Regulation Number II.14. Bapepam and LK Regulation Number X. keeping.5 regarding Document Maintenance by Securities Rating Company.F. 7. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-153/BL/2009 dated June 22. sesuai dengan bentuk dan batas waktu penyimpanan dokumen sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan yang berlaku. Peraturan Bapepam dan LK Nomor II.g. yaitu laporan kegiatan tahunan serta laporan kegiatan operasional triwulanan.15.F. 7.Undangan Regulatory 7.15.F.16. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.4.6 tentang Publikasi Oleh Perusahaan Pemeringkat Efek. either incidental report. 7.4 tentang Laporan Perusahaan Pemeringkat Efek. diubah dengan merinci Efek Syariah yang dapat dicantumkan 7.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .: change of director.F.: annual report and quarter report of operational activities.F. 2009 The regulation regulated the Securities Rating Company obligations to publish the rating methodology as well as publication of Securities rating result through the website. KEP-180/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah Peraturan ini dimaksudkan untuk mengatur secara lebih detail terkait dengan Pihak yang dapat disetujui BapepamLK sebagai penerbit Daftar Efek Syariah. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-153/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 Peraturan ini memuat kewajiban pelaporan. organization structure. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-154/BL/2009 tanggal 22 Juni 2009 Peraturan ini mengatur kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek untuk mengadministrasikan. 2009 The regulation contained of reporting obligation.5 tentang Pemeliharaan Dokumen Oleh Perusahaan Pemeringkat Efek. which were Laws regarding Company»s Documents and Electronic Information & Transaction. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-156/BL/2009 dated June 22. and rating methodology. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.14.4.4.13. 7. 7. 2009 The regulation regulated the Securities Rating Company obligations in administering. misalnya perubahan direksi.

4. Surat Berharga Syariah Negara dan surat berharga komersial syariah dapat menjadi portofolio Reksa Dana Syariah tanpa harus tercantum dalam Daftar Efek Syariah.17.13. diubah sehingga Manajer Investasi wajib menjual Efek yang tidak lagi termasuk dalam kategori Efek Syariah secepat mungkin dan diselesaikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak Efek tersebut tidak lagi menjadi Efek Syariah.121 2) 3) dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Bapepam-LK serta Efek Syariah yang dapat dicantumkan dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pihak lain yang disetujui Bapepam-LK.13.13 as follows: 1). Menambah ketentuan baru yang mewajibkan kepada Pihak yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam-LK untuk melaporkan Daftar Efek Syariah yang telah diterbitkannya per tanggal 31 Mei dan 30 November setiap tahunnya. Amendment on definition of Sharia Principles in Capital Market. such as Sukuk.A.A.A. and sharia commercial paper could become portfolio of Sharia Investment Fund without the necessity to be listed on Sharia Securities List. 2) 2) Asset under management of Sharia Investment Fund. diubah sehingga beberapa Efek Syariah seperti Sukuk. Later. Sharia Government Securities. which regulated Investment Manager obligation to sell Securities no longer included in Sharia Securities category within 2 (two) days. 7. Mengubah ketentuan mengenai persyaratan bagi Pihak yang mengajukan diri sebagai penerbit Daftar Efek Syariah untuk memiliki standar prosedur operasi dengan merinci prosedur operasi apa saja yang paling sedikit wajib dimiliki oleh Pihak dimaksud. Equity Securities or Sukuk issued and traded overseas could only become portfolio of Sharia Investment Fund if they were listed on Sharia Securities List. several Sharia Securities.date of such Securities excluded from Sharia Securities. Previously. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Meanwhile. Sedangkan Efek dengan jenis Saham maupun Sukuk yang diterbitkan dan diperdagangkan di luar negeri hanya dapat menjadi portofolio Reksa Dana Syariah apabila tercantum dalam Daftar Efek Syariah. from those previously included in DSN-MUI fatwa having been determined in Bapepam-LK regulation and DSN-MUI fatwa prior to the issuance of this regulation. to all DSN-MUI fatwa if so far such fatwa did not collide with Bapepam-LK regulation.A. 7. yaitu sebagai berikut: 1) Mengubah definisi Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal yang semula hanya mencakup fatwa DSN-MUI yang telah ditetapkan dalam peraturan Bapepam-LK serta fatwa DSN-MUI sebelum ditetapkannya peraturan ini. 3) Ketentuan yang mengatur kewajiban Manajer Investasi untuk menjual Efek yang tidak lagi termasuk dalam kategori Efek Syariah dalam waktu maksimal 2 (dua) hari. 3) Provisions. asset under management of Investment Fund could only be invested in Securities listed on Sharia Securities List. Dana kelolaan Reksa Dana Syariah yang semula diatur bahwa dana kelolaan Reksa Dana hanya boleh diinvestasikan pada Efek yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah. Securities List issued by Bapepam-LK or other Party as determined by Bapepam-LK. was changed into Investment Manager obligation to sell Securities no longer included in Sharia Securities category soonest and to settle them by no later than 10 (ten) business days following the effective.17. 2) 3) Amendment on provisions of requirements of Party intending to become issuer of Sharia Securities List to own standard operational procedures by elaborating the minimum operational procedures the concerning Party was obligated to obtain.4. KEP-181/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Penerbitan Efek Syariah Peraturan ini adalah untuk mengakomodasi fatwa DSN-MUI yang belum tertampung setelah dikeluarkannya Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. following the issuance of Bapepam and LK Regulation Number IX. 2009 regarding Sharia Securities Issuance The regulation was to accomodate DSN-MUI fatwa which has not been covered in Bapepam-LK related rules. Additional new provisions which made Party having an approval from Bapepam-LK obligated to report Sharia Securities List issued on every May 31 and November 30 of the year. Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. menjadi seluruh fatwa DSN-MUI sepanjang fatwa dimaksud tidak bertentangan dengan Peraturan Bapepam-LK yang didasarkan pada fatwa DSN-MUI.13. Bapepam and LK Regulation Number IX. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-181/BL/2009 dated June 30. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

E. the regulation was expected to encourage professionalism. Kep-340/BL/2009 tanggal 5 Oktober 2009 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha Pasar Modal 7. 7. Untuk memastikan mekanisme pembentukan harga maka dibentuklah Lembaga Penilaian Harga Efek (LPHE).4. 2009 regarding Affiliated Transaction and Conflict of Interest Transaction Amendment on this regulation was intended to provide easiness to Issuer or Public Company to perform its business activities by maintaining the public shareholders Penyempurnaan peraturan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi Emiten atau Perusahaan Publik dalam menjalankan kegiatan usahanya dengan BAPEPAM .Undangan Regulatory 7.18. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. Bapepam and LK Regulation Number IX. Untuk mewujudkan LPHE yang independen.20. share ownership of Securities Price Valuation Institution by the SROs was not limited in this amendment. 2009 regarding Guidelines for Valuation and Presentation of Capital Market Business Assessment Report The regulation was intended to increase the objectivity and quality of business assessment result. and competent Securities Price Valuation Institution.3 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-340/BL/2009 dated October 5.4. Bapepam and LK Regulation Number V.C.4.C. Penerbitan peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan obyektifitas dan kualitas hasil penilaian usaha.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.4.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu 7.20. In addition.1. 7. and to publish it to the public through Indonesia Stock Exchange as the public got such information from Bapepam-LK on request.C. 7.C.1 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-182/BL/2009 dated June 30.18.21. Selain itu.19.C.4. 7. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-412/BL/2009 dated November 25. Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. reliable.C.122 Perundang .3 Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number KEP-183/BL/2009 dated June 30. mengingat saat ini publik baru bisa mendapatkan informasi yang terbuka untuk publik tersebut setelah meminta kepada Bapepam-LK. sehat dan tangguh. To ensure such pricing mechanism. Penyempurnaan peraturan ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya mekanisme pembentukan harga (price discovery mechanism) dan likuiditas pasar Efek bersifat utang dan Sukuk. Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII. dan obyektifitas Pihak yang melakukan kegiatan sebagai Penilai Usaha.4. KEP-182/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Laporan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian Penyempurnaan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada publik mengenai data kepemilikan 5% atau lebih saham Emiten atau Perusahaan Publik melalui pelaporan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) serta mengumumkannya kepada publik melalui Bursa Efek Indonesia.19. Bapepam and LK Regulation Number X.1.21. dengan adanya peraturan ini maka diharapkan dapat mendorong profesionalisme. KEP-183/BL/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek 7. independency. 2009 regarding Securities Price Valuation Institution Amendment on this regulation was intended to encourage the establishment of price discovery mechanism and market liquidity of Debt Securities and Sukuk.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. maka dalam perubahan Peraturan ini. Bapepam and LK Regulation Number VIII.4. Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. and objectivity of Party performing activities as Business Appraiser. ketentuan mengenai kepemilikan saham LPHE oleh SRO tidak dibatasi. 2009 regarding Clearing and Guarantee Institution Report Amendment on this regulation was intended to improve the effectiveness of information delivery to the public concerning data of 5% ownership or more of Issuer or Public-listed Company shares through Clearing and Guarantee Institution Reporting.E. Securities Price Valuation Institution was formed. To create an independent. independensi.4.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.

E. which were Issuer or Public Company shares. definition of Conflict of Interest was revised into ≈Disparities between Company»s economical interest and personal economical interest of members of Directors. Dalam peraturan ini definisi Benturan Kepentingan disempurnakan sehingga menjadi ≈Perbedaan antara kepentingan ekonomis Perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi. Beberapa pokok perubahan yang diatur dalam peraturan ini adalah mengubah ketentuan mengenai penentuan nilai materialitas suatu transaksi sehingga transaksi yang dapat dikategorikan sebagai Transaksi Material adalah transaksi dengan nilai 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan. which was ≈Transaction being made by Company or Controlled Company with Affiliation from the Company or Directors. a transaction with transaction value more than 50% of company equity. anggota Dewan Komisaris. interest.2. Sedangkan untuk Transaksi Material dengan nilai transaksi 20% sampai dengan 50% dari ekuitas Perusahaan hanya diwajibkan untuk melakukan keterbukaan informasi kepada Bapepam-LK.123 tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham publik.22.Δ It also broadened the definition scope of Affiliated Transaction. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. or preferred shareholders of the CompanyΔ. In the regulation. a transaction with 20% or more transaction value against company equity. 7. Commissioners.2. kegiatan usahanya termasuk Usaha yang Berisiko Tinggi (High Risk Business) dan asal atau kegiatan Nasabah di Negara yang Berisiko Tinggi (High Risk Countries). 7. mengubah ketentuan mengenai kewajiban untuk terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS atas rencana Transaksi Material sehingga kewajiban untuk memperoleh persetujuan RUPS hanya diperlukan jika Transaksi Material mempunyai nilai lebih besar dari 50% dari ekuitas Perusahaan. or preferred shareholders which can inflict financial loss to concerning Company. anggota Dewan Komisaris. Memperluas cakupan definisi Transaksi Afiliasi. business activity of whom was categorized as High Risk Business. Amendment also made upon provisions of share price in term of Material Transaction object. atau pemegang saham utama yang dapat merugikan Perusahaan dimaksudΔ. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number: Kep-413/BL/2009 dated 25 November 2009 regarding Material Transaction and Core Business Shifting Amendment on this regulation was intended to provide easiness to Issuer or Public-listed Company to perform its business activities by maintaining the public shareholders interest.50% transaction value against company equity was only required to provide information disclosure to Bapepam-LK. yaitu ≈Transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan atau Perusahaan Terkendali dengan Afiliasi dari Perusahaan atau Afiliasi dari anggota Direksi.22.E. to amend the provisions of obtaining general shareholders meeting approval for Material Transaction.D.23.10. dalam hal obyek Transaksi Material adalah saham Emiten atau Perusahaan Publik 7. Bapepam and LK Regulation Number IX. and customer provenance or activity was in High Risk Countries. 7. lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-413/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Penyempurnaan peraturan ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi Emiten atau Perusahaan Publik dalam menjalankan kegiatan usahanya dengan tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham publik.4. Material Transaction with 20% .4. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .D.4.23. Menambah ketentuan mengenai harga saham. The substances of the regulation were to amend the provisions of materiality valuation of a transaction categorized as Material Transaction. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-476/BL/2009 dated 23 Desember 2009 regarding Knowing Your Customer Principles by Financial Service Provider in Capital Market Provision addition of Knowing Your Customer Principle related to Terorism Activities Funding and Customer with high potential to perform money laundering activites and/or Terorism Activities Funding were among others Politically Exposed Person.4. Commissioners. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-476/BL/2009 tanggal 23 Desember 2009 tentang Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal Penambahan ketentuan Prinsip Mengenal Nasabah (PMN) yang terkait dengan Pendanaan Kegiatan Terorisme dan Nasabah yang Berisiko Tinggi melakukan kegiatan terkait dengan tindak pidana pencucian uang dan/atau Pendanaan Kegiatan Terorisme antara lain Orang yang Populer Secara Politis (Politically Exposed Person). Meanwhile.10. Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. Bapepam and LK Regulation Number V. atau pemegang saham utama PerusahaanΔ.

1 regarding Licensing of Securities Company with several amendments.Undangan Regulatory 7.A.4. 7. Compliance. 2010 regarding Guidelines for the Performance of Investment Manager Functions The regulation was basically enforced the Investment Manager to have and perform the following functions: Investment.4.4. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.11. Such amendments were made due to certain provisions of regulation V.24.A. Upaya untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme Manajer Investasi antara lain dilakukan dengan mewajibkan Manajer Investasi untuk memiliki dan menerapkan strategi manajemen risiko dan strategi kepatuhan serta memiliki unit kerja atau pejabat yang melaksanakan fungsi-fungsi tertentu dari Manajer Investasi. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-480/BL/2009 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi 7. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-479/BL/2009 dated December 31. Accounting. Riset dan Teknologi Informasi.4. Peraturan ini pada intinya mewajibkan Manajer Investasi untuk mempunyai dan melaksanakan fungsi-fungsi sekurang-kurangnya sebagai berikut: Investasi. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Perdagangan (dealing). Bapepam and LK Regulation Number V.24.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek dengan beberapa penyesuaian. Investor complaint handling.25.25. Marketing.11.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .A. Research & Information Technology. dan Akuntansi dan Keuangan. Penanganan keluhan investor.A. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-479/BL/2009 tanggal 31 Desember 2010 tentang Perizinan Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Manajer Investasi Materi Peraturan V.A. Kepatuhan. Human Resource development.A. Bapepam and LK Regulation Number V. Penyesuaian tersebut dilakukan mengingat adanya beberapa ketentuan dalam Peraturan V.1 were not applicable for Investment Manager business character. Pemasaran.3 pada dasarnya diadopsi dari Peraturan V. 7.A.1 yang kurang sesuai dengan karakter usaha Manajer Investasi. Trading (dealing). Risk Management. Securities transaction settlement.D. and to have business unit or officer with Investment Manager functions.3.124 Perundang . Penyelesaian transaksi Efek. The efforts to improve Investment Manager quality and professionalism were conducted among others by having Investment Manager obligated to own and apply risk management and compliance strategies.3 was basically adopted from regulation V. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-480/BL/2009 dated December 31. Manajemen Risiko.A. BAPEPAM .3. 2010 regarding Licensing of Securities Company Performing Business Activity as Investment Manager Regulation materials of V. and Finance.

SAB reflects interpretations and practices of accounting and auditing provisions performed by staffs of technical bureau and Accounting Standard & Disclosure Bureau. Sedangkan BAS 11 menyajikan pandangan staf mengenai perlakuan akuntansi atas surat ketetapan pajak kurang bayar.C. yaitu BAS 10 dan 11. and Procedure. Certain prohibitions to Property Appraiser were also ruled.4. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Diatur pula beberapa larangan kepada Penilai Properti antara lain adalah bahwa Penilai Properti dilarang mengeluarkan 2 (dua) atau lebih hasil penilaian pada obyek penilaian yang sama dan untuk Tanggal Penilaian yang sama serta menghasilkan Laporan Penilaian Properti yang menyesatkan dan/atau membiarkan Pihak lain menyampaikan Laporan Penilaian Properti yang menyesatkan.4. SAB 11 were about accounting treatment of underpayment tax assessment.26. diatur pula bahwa Penilai Properti wajib menaati kode etik dan standar yang ditetapkan oleh asosiasi sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Nomor VIII.C. In applying Valuation Approach. dan prosedur penilaian yang sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian. Bapepam-LK could perform specific review on the Property Valuation Report issued to have second opinion.4. In the event of violation in such valuation. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-478/BL/2009 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal 7. Property Appraiser was obligated to apply 2 (two) Valuation Approachs at minimum to get accurate and objective valuation result. Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII.5 STAFF ACCOUNTING BULLETIN (SAB) BAS Buletin yang berisi interpretasi dan praktik terhadap suatu ketentuan di bidang akuntansi dan auditing yang dilaksanakan oleh staf di biro teknis dan Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan dalam melaksanakan tugasnya. Property Appraiser was prohibited to issue 2 (two) or more valuation results upon similar valuation object and valuation date. 2 (two) bulletins were completed in 2009. among others. 2010 regarding Guidelines for Assessment and Presentation of Property valuation Report in Capital Market In general provisions. selain diatur mengenai kewajiban menggunakan Nilai Pasar (Market Value) dalam setiap kegiatan penilaian properti.4. and to provide misleading Property Valuation Report and/or let other Party deliver misleading Property Valuation Report. SAB 10 showed staffs perspective on accounting treatment of the balance of assets valuation against the liabilities related to quasi organization. Dalam ketentuan umum. Method. Attachment of Bapepam and LK Chairman Decree Number Kep-478/BL/2009 dated December 31.4. BAS 10 menyajikan pandangan staf mengenai perlakuan akuntansi atas saldo selisih penilaian aset dan kewajiban dalam rangka kuasi reorganisasi. Dalam hal terdapat dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan penilaian maka Bapepam-LK dapat melakukan reviu khusus terhadap Laporan Penilaian Properti yang telah diterbitkan untuk memperoleh opini kedua.C. Penilai Properti wajib menggunakan paling kurang 2 (dua) Pendekatan Penilaian untuk memperoleh hasil penilaian yang akurat dan obyektif serta memilih dan menerapkan Pendekatan Penilaian.5 BULETIN AKUNTANSI STAF (BAS) 7. they did not only regulate obligations of applying Market Value in every property valuation. and to choose and apply appropriate Valuation Approach.125 7. but also regulate Property Appraiser to comply with code of conducts and standards as determined by the association in sofar they did not collide with Regulation Number VIII. they were SAB 10 and 11. Bapepam and LK Regulation Number VIII. Metode Penilaian. Metode Penilaian. 7. Method. Dalam menggunakan Pendekatan Penilaian.26. and Procedure according to valuation purpose and objective. dan prosedur penilaian.4.C. Meanwhile. Pada tahun 2009 dilakukan penyusunan 2 (dua) BAS.

126 BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

127 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan para pelaku pasar yang semakin membaik. Secara umum pelaksanaan penegakan hukum dalam bentuk pengenaan sanksi administratif terhadap Emiten dan Perusahaan Publik pada tahun 2009 meningkat dibandingkan tahun 2008 baik dari sisi jumlah pihak yang dikenakan sanksi dan jumlah nominal sanksi yang dikenakan. Besides investigating alleged violation by PT Antaboga BAPEPAM . In general. the number of administrative sanctions toward Capital Market Supporting Institutions. 8. This condition may indicate an improvement in compliance level over market participants. Cases handled by Bapepam-LK were still dominated by those related to the impact of global financial crisis in 2008. 8. and Investment Managers decreased in 2009. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement. enforcement in the form of administrative sanctions toward Issuers and Public-listed Companies increased in 2009 compared to that of in 2008.1 LAW ENFORCEMENT Penegakan hukum di bidang Pasar Modal mengalami tantangan tersendiri selama tahun 2009. efficient. In contrary. Bapepam-LK consistently has conducted continuous law enforcement.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Shares Registrars. efisien serta dapat berdaya saing secara global maka Bapepam-LK secara berkelanjutan melaksanakan penegakan hukum secara konsisten. orderly. and globaly competitive Capital Market. the number of sanctions toward Securities Companies. Disamping terus menindaklanjuti dugaan pelanggaran Law enforcement in Capital Market industry faced extraordinary challenge throughout 2009. and Custodian Banks remained stable. wajar. However. either in terms of the number of parties imposed or in monetary value.128 Penegakan Hukum. Sedangkan pengenaan sanksi bagi Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek. Kasus-kasus yang ditangani Bapepam-LK didominasi oleh kasus yang terkait dengan dampak akibat krisis keuangan global tahun 2008. Sanction and Legal Counsel 08 Dalam rangka menciptakan Pasar Modal yang teratur. Representatives. Manajer Investasi selama tahun 2009 mengalami penurunan sedangkan pengenaan sanksi administratif terhadap Lembaga Penunjang Pasar Modal yaitu Biro Administrasi Efek dan Bank Kustodian berada pada level yang sama dalam tahun 2009 dan 2008.1 PENEGAKAN HUKUM In order to create a fair.

Kasus-kasus yang berkaitan dengan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik antara lain adanya dugaan pelanggaran terhadap ketentuan Transaksi Afiliasi dan yang mengandung Benturan Kepentingan. false trading. perdagangan semu. Bapepam-LK carried out certain improvements essentially in law enforcement. Bapepam-LK telah melakukan penindakan terhadap berbagai macam pelanggaran dan kejahatan atau tindak pidana di bidang Pasar Modal.129 yang dilakukan oleh PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia dan PT Signature Capital Indonesia. Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. and use of funds raised from Public Offering. dan Pengelolaan Investasi. Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu. Transaksi Material. was 121. Particular Shareholder Disclosures. Bapepam-LK juga melakukan pembenahan-pembenahan khususnya di bidang penegakan hukum. Financial Statements. as mandated by Article 100 of Capital Market Law. In addition to constructed database for investigated parties» profile. Selain membangun pangkalan data mengenai profil pihak-pihak yang pernah diperiksa. Cases involving Issuers and Public-listed Companies disclosures might be: violation against provisions of Affiliated and Conflict of Interest Transactions. Bapepam-LK also investigated PT Sarijaya Permana Sekuritas case from which clients suffered losses due to its management and shareholders misconducts. Pembenahan dilakukan dengan program peningkatan kualitas dan kuantitas pemeriksa dan penyidik di bidang pasar modal. The increasing number of the nature and quality of violation in Capital Market industry requires more serious and comprehensive law enforcement actions. yaitu kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. Sejalan dengan pulihnya kondisi industri keuangan pasca krisis global. etc. By the end of 2009. cases related to Investment Management included misconduct behaviour by Investment and Mutual Fund managers. Bapepam-LK has imposed sanctions toward violations and crimes against Capital Market Law. Hal-hal tersebut dilakukan demi terwujudnya efektifitas dan efisiensi proses penanganan kasus yang dihadapi oleh Bapepam-LK. Kasuskasus yang berkaitan dengan Pengelolaan Investasi antara lain pelanggaran perilaku oleh Manajer Investasi dan pengelolaan Reksa Dana. Transaksi dan Lembaga Efek. The improvements were achieved by enhancing the quality and quantity of Bapepam-LK investigators. Cases related to Securities Transactions and Institutions were market manipulation. Material Information which must be disclosed to Public. Informasi atau Fakta Material Yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik. Bapepam-LK kembali menangani kasus yang mengakibatkan kerugian nasabah yang dilakukan oleh pengurus dan pemegang saham. The number of cases investigated by Bapepam-LK. di tahun 2009. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Material Transactions. As financial industry recovered from the crisis. Securities Transactions and Institutions. Moreover. and Investment Management. Meningkatnya jenis dan kualitas pelanggaran di bidang Pasar Modal membutuhkan proses penegakan hukum yang lebih serius dan komprehensif. Penyajian Laporan Keuangan. Such efforts were taken for effectiveness and efficiency in enforcing the law. dan perdagangan orang dalam. and insider trading. Bapepam-LK also developed application system to support the administration of formal and criminal investigation process. Kegiatan Pemeriksaan yang dilakukan Deltasekuritas Indonesia and PT Signature Capital Indonesia. dan lain-lain. Sampai dengan penghujung tahun 2009. Kasus-kasus yang berkaitan dengan Transaksi dan Lembaga Efek antara lain dugaan pelanggaran manipulasi pasar. Bapepam-LK juga sedang mengembangkan sistem aplikasi guna menunjang kelancaran proses administrasi pemeriksaan dan penyidikan di bidang pasar modal. Cases handled by Bapepam-LK included those related to Issuers and Public-listed Companies disclosures. Kasus-kasus dugaan pelanggaran di bidang pasar modal yang ditangani Bapepam-LK adalah kasus-kasus yang berkaitan dengan Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik.

dari 22 kasus yang telah selesai diproses tersebut.130 Penegakan Hukum. Furthermore. Transaksi dan Lembaga Efek Securities Transaction and Institution 3. Selanjutnya. Article 55 (par. (case number 2011/Pid. 5 cases were closed due to insufficient evidence. Table 8. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menjatuhkan putusan atas kasus pelanggaran terhadap Pasal 104 jo. Pasal 107 UndangUndang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal jo. the District Court of South Jakarta pronounced verdict upon violation against Article 104 jo. 22 kasus telah selesai diproses dan 99 kasus masih dalam proses pengenaan sanksi maupun dalam proses pemeriksaan.JKT. in his capacity as Director of PT Great River International Tbk.JKT. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement. selaku Direksi PT Great River International Tbk. Article 93 jo. and each defendant was obligated to pay a fine of Rp25 million. Pada tanggal 13 Agustus 2009.1. 1) of Criminal Code performed by Edy Gono et al.SEL). Of 121 investigation cases. 22 were completed and 99 were still in Sanction Committee or in process of investigation. 17 out of the 22 cases were imposed administrative sanctions and/or instructions to conduct certain acts. 17 kasus dikenakan sanksi oleh Bapepam-LK dalam bentuk Sanksi Administratif dan atau perintah untuk melakukan tindakan tertentu kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. Selain itu. there were 11 cases under criminal investigation process according to Article 101 of Capital Market Law. Pasal 93 jo. Article 107 of Capital Market Law jo. Sanction and Legal Counsel Bapepam-LK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 Undang-Undang Pasar Modal sebanyak 121 kasus.S. Keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik Issuer and Public-listed Companies disclosures 2.(Nomor Perkara: 2011/Pid. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan pidana terhadap para Terdakwa masingmasing selama 8 (delapan) bulan penjara dengan masa percobaan selama 16 bulan dan membebankan kepada para Terdakwa untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp25 juta. 2009.B/2008/PN.SEL). Jumlah Kegiatan Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Selama Tahun 2009 Jenis Kasus Cases Moreover. BAPEPAM . Investigation Activities performed by Bapepam-LK in 2009 Jumlah Kasus Total 121 57 45 19 Pemeriksaan Investigation 1. The District Court of South Jakarta has given 8 months in prison served as a sentence to the Defendants with 16 months on probation.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Pasal 55 (ayat 1) Kesatu KUHP yang dilakukan oleh Tersangka Edy Gono C. Pengelolaan Investasi Investment Management Penyidikan Criminal Investigation 11 Dari 121 kasus Pemeriksaan. 5 (lima) kasus ditutup karena tidak ditemukan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Tabel 8. On August 13.B/2008/ PN. terdapat 11 kasus dugaan tindak pidana di bidang Pasar Modal yang masih dalam proses Penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 Undang-Undang Pasar Modal.1.

131 Tabel 8. maka Bapepam-LK secara konsisten dan terus menerus berupaya meningkatkan kualitas penegakan hukumnya.Sanksi Administratif Administrative Sanction .2.000. terus dilakukan khususnya terkait penanganan kasus-kasus yang memiliki dampak sosial yang lebih luas dan menyangkut kepercayaan publik. Sanksi Administratif Berupa Denda Pada tahun 2009 telah ditetapkan sebanyak 288 Surat Sanksi Administratif berupa denda kepada Emiten atau Perusahaan publik dengan total denda sebesar Rp8. The administrative sanctions were given owing to certain violations against provisions of Capital Market regulation such as: delays of periodical or incidental reports submission or other cases.703. sehingga tercipta iklim investasi yang kondusif pasar modal Indonesia. Sanction imposition toward the Parties who were proven to have violated applicable provisions of Capital Market and Financial Institutions was an implementation of monitoring and supervision functions of Bapepam-LK. Bapepam-LK selalu berupaya untuk selalu bersikap konsisten dalam menetapkan sanksi administratif. The sanction toward the Party conducting violation in Capital Market was not merely to get material benefits.400.Ditutup Cases Closed Kasus Masih Dalam Proses Pemeriksaan dan Pengenaan Sanksi Cases under Investigation and Sanction process Jumlah / Total Table 8.g. akhir tahun) Total Cases (up to year-end) 22 17 5 99 121 Bapepam-LK senantiasa berkomitmen untuk menyelesaikan kasus-kasus dugaan pelanggaran peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal secara akuntabel dan profesional. Imposition of Administrative Sanctions Dalam rangka meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Pasar Modal.-.2. Koordinasi dan kerjasama antara Bapepam-LK dengan aparat penegak hukum lain. Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah menetapkan sanksi administratif sebagai berikut: a.: National Police and Public Prosecutor.000.2 IMPOSITION OF SANCTION Selama tahun 2009 Bapepam-LK telah menetapkan sanksi administratif sebagai berikut: 8.1 Penetapan Sanksi Administratif Throughout 2009. among Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK imposed the following administrative sanctions: a. Pengenaan sanksi terhadap Pihak yang terbukti melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku di Pasar Modal dan Lembaga Keuangan merupakan implementasi dari fungsi pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bapepam-LK.. Bapepam-LK kept trying to be consistent by imposing administrative sanction.Sanksi administratif ini ditetapkan karena adanya beberapa pelanggaran atas ketentuan peraturan di Pasar Modal baik karena keterlambatan penyampaian laporan berkala atau insidentil atau To improve the investor confidence to invest in Capital Market. Case Handling in 2009 Jumlah Kasus (s.2 PENETAPAN SANKSI Bapepam-LK committed to accomplish the cases of alleged violation against Capital Market Law and regulations accountably and professionally. Therefore.2. Bapepam-LK imposed the following administrative sanctions: 8. Bapepam-LK consistently and continuously improving the quality of its law enforcement. Penanganan Kasus Hingga Akhir Tahun 2009 Penanganan Kasus Case Handled Kasus Selesai Complete Cases . there were 288 administrative sanction letters issued in form of fine to Issuers or Public-listed Companies up to the total amount of Rp8. has been preserved in handling cases with broader social impact and disrupting public trust. Administrative Sanctions in form of Fine In 2009. Throughout 2009.1.400. e. Pengenaan sanksi kepada Pihak yang melakukan pelanggaran di Pasar Modal tidak semata-mata bertujuan untuk mendapatkan manfaat secara materil namun yang lebih penting adalah memberikan efek jera bagi para pelaku. 8.703. 8. Oleh karena itu. Coordination and cooperation between Bapepam-LK and other law enforcers.d. seperti Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung RI. but the most important thing was to give deterrent effect so that a conducive investment climate in Indonesian capital market could be created.2.

000. 6 (six) Issuers or Publiclisted Companies submitted their objections.596. The administrative fine sanction was part of law enforcement related to the management and supervision of insurance industry. laporan investasi dan laporan teknis . for Pension Fund industry. 27 sanctions in form of fine were issued with total amount of Rp113. Sanksi administratif berupa denda yang telah ditetapkan kepada Perusahaan Efek baik yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek maupun Perantara Pedagang Efek selama tahun 2009 sebanyak surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp579. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement.-. Sanction and Legal Counsel karena kasus lainnya. Berkaitan dengan jumlah pengenaan sanksi denda kepada industri Dana Pensiun. pada tahun 2009 telah dikeluarkan sanksi denda sebanyak 77 surat sanksi kepada Akuntan dengan jumlah denda sebesar Rp114.-. Sementara itu. selama tahun 2009. terkait dengan pengalihan piutang denda macet kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).600.200.000...-.400.800.-.-.700. Untuk Penilai dikeluarkan sanksi denda sebanyak 27 surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp113. Sanksi denda administratif merupakan bagian dari penegakan hukum terkait pembinaan dan pengawasan terhadap industri asuransi. Dari jumlah tersebut terdapat 6 (enam) Emiten dan Perusahaan Publik yang mengajukan keberatan. fine sanction for late submission of periodical report could not be entirely transferred to DJKN as it needed amendments of Minister of Finance Regulation related to submission of financial statements and actuary reports.-.000.000. Sedangkan khusus sanksi denda untuk Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi.000.000. untuk tahun 2009 dikeluarkan sebanyak 42 surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp354. Dari total denda yang ditetapkan di tahun 2009 tersebut sebanyak 87. Pengenaan sanksi denda tersebut kepada Pendiri Dana Pensiun disebabkan oleh adanya keterlambatan penyampaian laporan berkala seperti laporan keuangan.000.telah diselesaikan oleh Pendiri Dana Pensiun.66% atau senilai Rp707.000.000.700.have been settled by the Founders of Pension Fund in 2009.000.000. In 2009.-. From the total amount of fine imposed.66% of which or equal to Rp707. Provisions of such BAPEPAM .214. Bapepam-LK imposed sanctions in form of fine to 77 Public Accountant with total amount of fine up to Rp114.-.000. untuk industri Dana Pensiun. Kepada Biro Administrasi Efek telah dikeluarkan sebanyak 3 (tiga) surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp7. From such total cases. Untuk pihak-pihak yang memperoleh izin. 87.000.500. investment report.596.500.-. Meanwhile.400.000. in respect of transfer of incollectible fine receivable to Directorate General of State Assets Management (DJKN). Ketentuan others: violation upon material transactions and rights. Administrative sanction in form of fine was also imposed on Securities Companies performing business activity as Securities Underwriters or Securities Broker Dealer in 2009 by 127 sanction letters with total amount of fine up to Rp579.Dana Pensiun kepada Bapepam-LK. persetujuan dan pendaftaran dari Bapepam-LK.: actuary report..000. antara lain karena pelanggaran atas transaksi material dan hak memesan efek terlebih dahulu.000.800.200.-. To Appraiser. Bapepam-LK also imposed sanctions in form of fine by 3 (three) sanction letters to Securities Administration Agencies with total amount of fine up to Rp7. Bapepam-LK telah mengeluarkan surat sanksi denda kepada 33 Pendiri Dana Pensiun dengan total denda senilai Rp807. While 42 sanction letter were imposed to Securities Companies performing business activity as Investment Manager in 2009 with total amount of fine up to Rp354.. In accordance with the administrative sanction. belum seluruh sanksi denda keterlambatan penyampaian laporan berkala tersebut dapat dialihkan kepada DJKN karena masih menunggu perubahan beberapa Peraturan Menteri Keuangan terkait dengan penyampaian laporan keuangan dan laporan aktuaris.-..g. and technical report. Those sanctions were given due to late submission of periodical financial statements to Bapepam-LK. and 3 (three) sanction letters to Custodian Bank with total amount of fine up to Rp10.600.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . laporan aktuaris. e.dan untuk Bank Kustodian telah dikeluarkan surat sanksi denda sebanyak 3 (tiga) surat sanksi dengan jumlah denda sebesar Rp10.214.-.132 Penegakan Hukum. Bapepam-LK imposed 33 sanction letters to the Founders of Pension Fund with total amount of fine up to Rp807.

Pada tahun 2009 terdapat 54 perusahaan perasuransian yang dikenakan sanksi denda administratif.500.. approval or registration from Bapepam-LK.-.dengan bunga sebesar Rp33. Also. Sanksi administratif berupa peringatan tertulis telah diberikan kepada 1 (satu) Komisaris Manajer Investasi. Meanwhile.000. in 2009. pada tahun 2009 Bapepam-LK juga sudah melimpahkan tagihan Denda Administratif dan Bunga Denda kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang sudah dikatagorikan sebagai piutang macet. pada tahun 2009 Bapepam-LK juga telah menetapkan sanksi administratif yang bersifat non denda baik berupa peringatan tertulis.740.000. Pengenaan sanksi denda administratif disebabkan karena adanya keterlambatan penyampaian laporan tahunan tahun 2008. Atas keterlambatan pembayaran denda tersebut juga dikenakan bunga.000.000.721.010/2009 tentang Sanksi Administratif berupa Denda dan Tata cara Penagihannya terhadap Perusahaan Asuransi.479.500.. administrative sanction has been adjusted in 2009 through issuance of Minister of Finance Regulation Number 79/PMK.-.197.000.000. Likewise. Administrative Sanctions in form of Revocation of Business license were given to 3 (three) Investment Manager Representatives. In 2009. Administrative Sanction in form of Written Admonition.000.-. Suspension of Business Activity. persetujuan.000.000.000.dan sudah dibayar oleh perusahaan perasuransian adalah Rp24.have been paid by insurance companies. Sanction in form of prohibition to become Director or Commissioner of Securities Company has been imposed to 1 (one) Investment Manager Director and 2 (two) Investment Manager Commissioners. 2 (two) Securities Companies. and Supporting Business of Insurance Company. Dari jumlah tersebut yang sudah dibayar oleh perusahaan perasuransian adalah sebesar Rp1.721. only Rp1. Bapepam-LK imposed on non-fine administrative sanction in form of written admonition.000. From the total amount. The imposition of such administrative fine sanction was due to late submission of 2008 annual report. b. and 11 Issuers & Public-listed Companies. Jumlah bunga selama tahun 2009 adalah sebesar Rp56. Perusahaan Reasuransi atau Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi.133 mengenai sanksi administratif pada tahun 2009 telah disempurnakan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79/PMK.-.. Interest shall be imposed on such delay of fine payment accordingly. 54 insurance companies were imposed on administrative fine sanction.000.with total interest amount of Rp33.500.000.. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .010/2009 regarding Administrative Sanction in form of Fines and Collection Procedures toward Insurance Company. Administrative sanctions in form of written admonition have been granted to 1 (one) Investment Manager Commissioner. Pembekuan Kegiatan Usaha Dan Pencabutan Izin Usaha Selain penetapan sanksi administratif berupa denda. suspension of business activity.-. Sanksi administratif berupa pembekuan kegiatan usaha telah diberikan kepada 3 (tiga) Akuntan Publik/Kantor Akuntan Publik dan 3 (tiga) Penilai.479. Sedangkan Sanksi berupa larangan menjadi Direktur atau Komisaris pada Perusahaan Efek dikenakan kepada 1 (satu) Direktur Manajer Investasi dan 2 (dua) Komisaris Manajer Investasi.has been paid by insurance companies. Sanksi Administratif Berupa Peringatan Tertulis. atau pendaftaran dari Bapepam-LK. Total amount of interest payable in 2009 was Rp56.-.740.197. and Revocation of Business license Despite of administrative sanction in form of fine.500. 2 (dua) Perusahaan Efek dan 11 Emiten dan Perusahaan Publik. Selain itu.730. and the total of Rp24. Reinsurance Company. causing a total fine of Rp1. Jumlah denda yang dikenakan adalah sebesar Rp1. Jumlah piutang macet yang dilimpahkan adalah sebesar Rp278. The total amount of such trouble/incollectible receivable was Rp278.730. administrative sanctions in form of suspension of business activity have been granted to 3 (three) Public Accountants and 3 (three) Appraisers.-. pembekuan kegiatan usaha maupun pencabutan izin kepada pihak-pihak yang telah memperoleh izin. Bapepam-LK has handed over Administrative Fine and Interest to DJKN categorized as trouble/incollectible receivable. or revocation of business license to parties having license.. b.000. Sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha dikenakan kepada 3 (tiga) Wakil Manajer Investasi.

134 Penegakan Hukum.400 7. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement.012/2006 regarding Finance Companies.3. Bapepam-LK telah menetapkan sanksi peringatan tertulis hingga pencabutan izin usaha atas pelanggaran dalam kewajiban penyampaian laporan keuangan perusahaan pembiayaan dan juga sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan yang dilakukan Bapepam-LK terhadap perusahaan pembiayaan. (000) Denda Fine Jumlah Surat Sanksi Total Sanction Leter 288 42 127 27 77 3 3 - Table 8. Throughout 2009.500 114.4 Sanksi Administratif Pada Perusahaan Pembiayaan Administrative sanction was also applied to Finance Companies pursuant to Minister of Finance Regulation Number 84/PMK.800 10. Tabel 8.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .4 Administrative Sanction to Finance Companies Sanksi Sanction Jumlah Perusahaan Pembiayaan Total Finance Companies Pemberian Sanksi : Sanction Imposition Peringatan I 1st Admonition Peringatan II 2nd Admonition Peringatan III 3rd Admonition Pembekuan kegiatan usaha Suspension of business avtivity Pencabutan izin usaha Revocation of business lisense Pencabutan Sanksi : Sanction Annulment Peringatan I 1st Admonition Peringatan II 2nd Admonition Peringatan III 3rd Admonition Pembekuan kegiatan usaha Suspension of business avtivity 46 28 15 6 16 1 2 2 1 BAPEPAM .400 354.700 - 14 1 2 1 1 3 4 1 3 1 - - - Sanksi administratif juga dikenakan terhadap perusahaan pembiayaan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.200 113. Administrative Sanction In Capital Market Industry Peringatan Tertulis Written Admonition Pembekuan Suspension Pencabutan Revocation Emiten Issuer Manajer Investasi Investment Manager Wakil Manajer Investasi Investment Manager Representative Perusahaan Efek Securities Company Penilai Appraiser Akuntan Publik Public Accountant BAE Securities Administration Agency Bank Kustodian Custodian Bank Komisaris manajer Investasi Commissioner of Investment Manager 8. Sanksi Administratif Pada Industri Pasar Modal Pihak Party Rp.703.600 579.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan.3. Bapepam-LK imposed on written admonition sanction up to revocation of business license toward violation of financial statement obligation of Finance Companies and as a follow up upon investigation Bapepam-LK performed toward Finance Companies. Sanction and Legal Counsel Tabel 8. Table 8. Selama tahun 2009.

and 1 (one) reinsurance broker. 135 pengenaan sanksi telah dicabut yang terdiri dari 65 pencabutan sanksi kepada perusahaan asuransi/reasuransi dan 70 pencabutan sanksi kepada perusahaan pialang asuransi/reasuransi dengan rincian sebagai berikut: Bapepam-LK issued sanction annulment in the event that the causes of such sanction imposition have been handled by the companies. Tabel 8. and 339 sanctions to supporting businesses of insurance company. yang terdiri dari 1 (satu) perusahaan asuransi kerugian. 6 (enam) perusahaan pialang asuransi dan 1 (satu) perusahaan pialang reasuransi. the sanctions could be imposed in form of written admonition and business activity restriction. Keterangan Description 1 2 3 4 5 6 7 8 Sanksi Peringatan I 1st Admonition Sanction Sanksi Peringatan II 2nd Admonition Sanction Sanksi Peringatan III 3rd Admonition Sanction Pembatasan Kegiatan Usaha Restriction of business activity Sanksi Peringatan I Otomatis Automatic 1st Admonition Sanction Sanksi Peringatan I dan Terakhir 1st & Final Admonition Sanction Sanksi Peringatan II dan Terakhir 2nd & Final Admonition Sanction Penegasan Sanksi PKU PKU Sanction Confirmation Total Asuransi Kerugian General Insurance 47 10 3 0 30 4 0 0 Asuransi Jiwa Life Insurance 31 13 7 2 10 2 1 2 Reasuransi Reinsurance 4 0 0 0 0 0 0 0 Pialang Asuransi Insurance Broker 121 72 44 12 58 6 1 2 Pialang Reasuransi Reinsurance Broker 7 12 3 0 1 0 0 0 Total 210 107 57 14 99 12 2 4 94 68 4 316 23 505 Bapepam-LK menerbitkan surat pencabutan sanksi apabila penyebab dari pengenaaan sanksi tersebut telah diatasi oleh perusahaan. Bapepam-LK has also issued 505 non-fine administrative sanctions in 2009 to insurance companies. In 2009.135 Selama tahun 2009. Detail of which are described in table as follows: Laporan Tahunan 2009 Annual Report .6. Despite of fine. Bapepam-LK telah mencabut izin usaha dari 8 (delapan) perusahaan Perasuransian. 6 (six) insurance brokers. Sanksi Peringatan dan Pembatasan Kegiatan Usaha Pada Perusahaan Perasuransian Besides. Throghout 2009. Sanksi administratif tersebut terdiri dari 166 sanksi kepada perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dan 339 sanksi kepada perusahaan penunjang asuransi. 135 sanction have been annulled comprising of 65 sanction annulment to insurance/reinsurance companies and 70 sanction annulments to insurance/reinsurance brokers. Bapepam-LK has revoked 8 (eight) business licenses from insurance companies comprising of 1 (one) general insurance.5 Pencabutan Izin Perusahaan Perasuransian Table 8. Table 8. Tabel 8.5 Revocation of Insurance Company Business License Bidang Usaha Business Field Asuransi Kerugian General Insurance Pialang Reasuransi Reinsurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Nama Perusahaan Company Name PT Indo Trisaka PT Metanoia Mulia Sejahtera Reinsurance Brokers PT Tiara Okta Pratama PT Anserv Prima Pacific PT Upaya Jatama Sempurna PT VIG Indonesia PT Jaya Insurance Broker PT Buana Proteksi Prima Selama tahun 2009 Bapepam-LK juga telah mengeluarkan 505 sanksi administratif selain denda kepada perusahaan perasuransian. Sanksi administratif selain denda dapat berupa sanksi peringatan dan sanksi pembatasan kegiatan usaha. Selama tahun 2009.6. The administrative sanctions comprised of 166 sanctions to insurance and reinsurance companies. Sanction of Admonition and Business Activity Restriction to Insurance Companies No.

1 (one) Public Accountant. 5. Y. Nama Name PT. List Of Appellants Status Status Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Emiten Issuer Kantor Akuntan Publik Public Accountant Penilai Appraiser Wakil Manajer Investasi Investment Manager Representative Tabel 8.7. Tri Sunindyo Soni Atmodjo 1. Sanction and Legal Counsel Tabel 8. Pada tahun 2009 telah diproses pengajuan keberatan dari 7 (tujuh) Emiten.A. Bank Eksekutif International PT. BapepamLK juga menghadapi gugatan baik perdata maupun tata As one of the government institutions. Buana Finance PT. 6. 2. 3. In 2009. Pihak yang mengajukan keberatan tersebut adalah sebagai berikut: c. 10. Bapepam-LK juga melakukan proses keberatan yang diajukan oleh para Pihak yang telah dikenakan sanksi oleh Bapepam-LK. Penetapan Sanksi dan Pelayanan Hukum Law Enforcement. List of Parties who submitted such objections is shown below: Table 8. Bhuwanatala Indah Permai PT.3. Keterangan Description 1 2 3 4 Asuransi Kerugian General Insurance Asuransi Jiwa Life Insurance 19 1 0 Table 8. Agis PT. Dharma Samudera Fishing Industries PT.3 8.P. Sanction Annulment to Insurance Companies Reasuransi Reinsurance 2 0 0 Pialang Asuransi Insurance Broker 29 16 7 Pialang Reasuransi Reinsurance Broker 3 2 0 Total 5 6 Pencabutan Sanksi Peringatan I 23 Annulment of 1st Admonition Sanction Pencabutan Sanksi Peringatan II 3 Annulment of 2nd Admonition Sanction Pencabutan Sanksi Peringatan III 2 Annulment of 3rd Admonition Sanction Pencabutan Pembatasan Kegiatan Usaha 0 Annulment of Business Activity Restriction Pencabutan Sanksi Peringatan I dan Terakhir 3 Annulment of 1st & Final Admonition Sanction Pembatalan Sanksi Peringatan I 8 Annulment of 1st Admonition Sanction Total 39 76 22 9 1 0 4 0 5 0 3 0 0 4 5 0 0 7 16 24 2 65 5 135 c. PELAYANAN HUKUM DAN LITIGASI Penanganan Perkara 8. maka berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal. Pencabutan Sanksi Pada Perusahaan Perasuransian No. 8. Objection upon Administrative Sanction In addition to the administrative sanction.7. Bapepam-LK has also handled objection submitted by Parties being imposed with sanction by Bapepam-LK. 1 (satu) Penilai dan 1 (satu) Wakil manajer Investasi. both civil or state administrative BAPEPAM . 1 (satu) Kantor Akuntan Publik.3 8. and 1 (one) Investment Manager Representative have been processed. 4. Pihak Yang Mengajukan Keberatan No. Bapepam-LK also dealt with lawsuits. Keberatan Atas Sanksi Administratif Selain penetapan sanksi administratif. 7.8. 8. Eratex Djaja PT. Herman Juwono Ir. 1 (one) Appraiser.136 Penegakan Hukum.3.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . as part of law enforcement effort and pursuant to Capital Market Law. LEGAL COUNSEL & LITIGATION Case Handling Sebagai salah satu lembaga administrasi negara.1. objections from 7 (seven) Issuers.1. sebagai salah satu rangkaian dalam penegakan hukum. CSM Corporatama K.8. 9.

Bank Global against Maria Susianti and Uung. Tingkat I & Banding-MenangKasasi 2009-2010 Degree I Appeal-Win-Appeal to Supreme Court 2009-2010 Tingkat I & Banding-MenangKasasi 2009-2010 Degree I & Appeal-Win-Appeal to Supreme Court 2009-2010 Tingkat I-Menang. a case between Chairman of Bapepam-LK against Soeseno Haryo Saputro. Perkara Nomor : 1356/PDT.G/2007/PN. Bank Global melawan Maria Susianti dan Uung. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . cs. the Government of the Republic of Indonesia Cq Minister of Finance Cq Director of Banking and Finance Companies. Putra Mandiri Finance.Berkekuatan Hukum Tetap-2009Degree I Win Permanent Force of Law 3.9 Detailed Cases Handled Kompetensi Competence Pengadilan Tata Usaha Negara State Administrative Court Pengadilan Tata Usaha Negara State Administrative Court Pengadilan Tata Usaha Negara State Administrative Court Pengadilan Negeri Keterangan Description Tingkat I-MenangBanding 2009-2010 Degree I Win-Appeal 2009-2010 1. Bapepam-LK juga melakukan kegiatan pelayanan hukum yaitu menjadi saksi atau ahli dari kasus-kasus perdata maupun pidana yang diproses baik di kepolisian maupun di pengadilan.9 Rincian Perkara Yang Ditangani No Nomor Perkara Case Numbet Perkara Nomor: 331/Pdt.JKT.JKT. Sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK melakukan kegiatan pelayanan hukum menjadi saksi atas 18 perkara.JKT. Pelayanan Hukum 8.G/2008/PN. cs Perkara Nomor: 142/G/2008/PTUN. Gubernur Bank Indonesia dan Bapepam-LK. Case Number: 1356/PDT.G?2008/PN. Chairman of Bapepam-LK against Gustiawan Ganinda Perkara Nomor : 88/G/2008/PTUN.JKT antara Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan melawan PT. between Board of Director & Commissioners of PT.JKT. a case between PT.JKT.JKT antara Ketua Bapepam-LK melawan Soeseno Haryo Saputro. coming out from market players who dissatisfied with any decision or decree made by Bapepam-LK.SEL antara Nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas melawan PT Sarijaya Permana Sekuritas.G/2008/PN. Therefore. a case between Rudi Wirawan Rusli as litigant against Ahmad Fuad Rahmany. Perkara Nomor : 1404/Pdt.JKT. as expert witness for 17 cases. Pemerintah RI Cq Menteri Keuangan RI Cq Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan. Bapepam-LK menangani perkara-perkara di Pengadilan sebagai berikut: Tabel 8.SEL.PST. Case Number: 331/Pdt.2. Pengadilan Negeri State Court 8.G/2009/PN.SEL. State Court 5.JKT. Case Number: 142/G/2008/PT UN.SEL antara PT. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan melawan Gustiawan Ganinda. a case between Minister of Finance Cq bapepam-LK against PT eEurocapital Perkara Nomor : 159/G/2008/PTUN.PST antara Rudi Wirawan Rusli melawan Ahmad Fuad Rahmany.JKT. and provided legal coordination with Public Prosecutor Jakarta twice. Case Number: 1404/Pdt. a case between Chairman of Bapepam-LK against PT. the Governor of Bank Indonesia (Central Bank) and Bapepam-LK. Case Number: 794/PDT.JKT antara Menteri Keuangan RI Cq Bapepam-LK melawan PT Eurocapital Peregrine Securities. menjadi saksi ahli atas 17 perkara dan melakukan koordinasi masalah hukum dengan Kejaksaan Tinggi Jakarta sebanyak 2 (dua) kali.G/2009/PN. Bapepam-LK provided legal counsel as witness for 18 cases.3. 4. Legal Counsel Selain menangani perkara-perkara baik perdata maupun TUN. Aside from the above civil or state administrative. 2. pursuant to prevailing laws and regulations governing capital market. Untuk itu berdasarkan peraturan perundangundangan yang ada. BapepamLK provided legal counsel by becoming witness or expert of civil or criminal cases in police office or in court.2. Pengadilan Tata Usaha Negara State Administrative Court Kasasi Kalah. International Nickel Indonesia.JKT.G/2008/PN.Berkekuatan Hukum Tetap-2009-persiapan PK-2010 Appeal Unacceptable-Permanent Force of Law 2009-PK preparation2110 Tingkat I & Banding-MenangKasasi 2009-2010 Degree I Appeal-Win-Appeal to Supremen Court 2009-2010 Proses Tk 1 -2009-2010 Degree I process 2009-2010 6.137 usaha negara dari para pelaku pasar yang merasa tidak puas dengan keputusan atau ketetapan yang telah dibuat oleh Bapepam-LK. selama tahun 2009.3. Case Number: 88/G/2008/PTUN. a case between investors of PT Sarijaya Permana Sekuritas against PT Sarijaya Permana Sekuritas Pengadilan Negeri State Court 7. International Nickel Indonesia.SEL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan antara Direksi dan Dewan Komisaris PT. a case in District Court of South Jakarta.JKT.JKT. Bapepam-LK handled the following lawsuits in court in 2009: Table 8. Putra Mandiri Finance.G/2007/PN.SEL. Case Number: 159/G/2008/PTUN. During 2009. Perkara Nomor : 794/PDT.

PT Polysindo Eka Perkasa Tbk. there were 4 (four) Issuers performing debt restructuring by increasing capital without issuing Pre-Emptive Right.1 Retrukturisasi Hutang Restrukturisasi hutang antara lain dilakukan dengan menerbitkan saham kepada kreditur sebagai bentuk pelunasan hutang.1. PT Sentul City Tbk.1 9.1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Selama tahun 2009 terdapat 4 (empat) Emiten yang melakukan restrukturisasi hutang melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.1. and PT Teizin Indonesia Fiber Corporation Tbk. EmitenEmiten tersebut adalah PT Bank Agro Niaga Tbk. The Issuers were PT Bank Agro Niaga Tbk.1. PT Sentul City Tbk. dan PT Teizin Indonesia Fiber Corporation Tbk. The activity of stock issuance to creditor was conducted through a scheme called Paid-in Additional Capital without Pre-Emptive Right.1.138 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity 09 9. PT Polysindo Eka Perkasa Tbk. BAPEPAM .1 SUPERVISION ON ISSUER & PUBLIC COMPANY Corporate Action 9.1 Debt Restructuring Debt restructuring was performed among others by issuing stocks to creditor for debt settlement.1. Kegiatan penerbitan saham kepada kreditur ini dilakukan melalui skema yang disebut dengan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Throughout 2009.1 PENGAWASAN EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK Aksi Korporasi 9. 9.1 9.

PT Pacific Utama Tbk.3 Material Transaction Pursuant to Bapepam and LK Regulation Number IX. PT Indoexchange Tbk.1. Pada tahun 2009. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk.2 Pembagian Saham Bonus Pelaksanaan pembagian saham bonus mengacu pada Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. PT Indika Energy Tbk. PT Leyand International Tbk. PT Surya Dumai Industri Tbk.1. PT Matahari Putra Prima Tbk. PT Asahimas Flat Glass Tbk. PT Intiland Development Tbk. They were PT Jaya Pari Steel Tbk.2 yang dimaksud dengan Transaksi Material adalah setiap pembelian atau penjualan saham. PT International Nickel Indonesia Tbk. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. asset rental.1. PT Gozco Plantations Tbk. In 2009. tercatat satu perusahaan yang melakukan pembagian saham bonus yaitu PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. PT Elnusa Tbk. PT Apac Citra Centertex Tbk. lending borrowing fund.1. and/or providing company guarantee up to 20% or more of Company»s equity which is performed once or in a serial of transactions for certain purpose/activity. PT Indoexchange Tbk. Emiten-Emiten tersebut adalah PT Jaya Pari Steel Tbk. PT Indonesia Paradise Property Tbk. pengalihan. PT Pondok Indah Padang Golf Tbk. PT Cipendawa Tbk. PT Surya Dumai Industri Tbk.E. PT Itamaraya Tbk. PT International Nickel Indonesia Tbk. 9. PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Asuransi Bintang Tbk. PT Delta Dunia Property Tbk. placing asset as collateral. PT Pacific Utama Tbk. PT Pondok Indah Padang Golf Tbk. yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan/ kegiatan. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . PT Apac Citra Centertex Tbk. PT Gozco Plantations Tbk.1. PT Asahimas Flat Glass Tbk. menjaminkan aset. Material transaction is defined as any share buying or selling. PT Hero Supermarket Tbk. PT Holcim Indonesia Tbk.2. PT Leyand International Tbk. PT Ancora Indonesia Resources Tbk. PT Matahari Putra Prima Tbk. dengan nilai 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan. and/or specific business activity. 9. pembelian.5. PT Plaza Indonesia Realty Tbk. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk. PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. sedangkan saham bonus yang berasal dari agio saham dan atau unsur ekuitas lainnya di luar saldo laba bukan merupakan deviden saham. while bonus shares coming from shares agio and or other equity elements than retained earning are not share dividends.1. PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk. PT Itamaraya Tbk. Dalam tahun ini terdapat 34 Emiten yang melakukan Transaksi Material. dan/atau kegiatan usaha tertentu.1. project.D. PT Hero Supermarket Tbk.139 9. 9. PT Jasa Marga Tbk. PT Bank Danamon Indonesia Tbk. PT Indika Energy Tbk. there was only one company that performed share bonus distribution that is PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. sewa menyewa aset. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.2 Distribution of Bonus Shares Bonus share distribution is conducted based on Bapepam and LK Regulation Number IX. penyertaan dalam badan usaha. PT Cipendawa Tbk. tukar menukar atas segmen usaha atau aset selain saham. buying. selling. PT Plaza Indonesia Realty Tbk. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. transferring.1. PT Wicaksana Overseas International Tbk.5. participation in business entity. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. PT Bayan Resources Tbk. Bonus Shares are shares granted for free to shareholders based upon shares ownership. PT Indonesia Paradise Property Tbk. and PT Betonjaya Manunggal Tbk. Saham bonus yang berasal dari saldo laba merupakan deviden saham. dan/atau memberikan jaminan perusahaan. PT Wicaksana Overseas International Tbk. dan PT Betonjaya Manunggal Tbk.3 Transaksi Material Sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. PT Asuransi Bintang Tbk. PT Elnusa Tbk. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. penjualan. In 2009. PT Jasa Marga Tbk. PT Ancora Indonesia Resources Tbk. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk. pinjam meminjam dana. exchanging of business segment or asset other than shares. PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. PT Delta Dunia Property Tbk. Saham Bonus adalah saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. proyek. PT Bayan Resources Tbk. Bonus Shares coming from retained earning are share dividends. PT Intiland Development Tbk. PT Holcim Indonesia Tbk. there were 34 Issuers performing Material Transaction.D.E.

There were 38 Issuers performing Affiliated and or Conflict of Interest Transactions in 2009. Issuer Public Company is also obligated to provide information disclosure upon such transaction to Bapepam-LK or shareholders before the General Shareholders Meeting is held. member of Board of Commissioners.1. Terdapat 38 Emiten yang melakukan Transaksi Afiliasi dan atau Benturan Kepentingan selama tahun 2009 yaitu PT Astra International Tbk. PT Singer Indonesia Tbk. PT Jaya Real Property Tbk. Apabila Perseroan dihadapkan pada suatu kondisi dimana pilihan terbaik bagi Perseroan adalah untuk melakukan transaksi yang mengandung benturan kepentingan. namely PT Delta Dunia Property Tbk. management of Issuer or Public Company is required to obtain approval beforehand from independent shareholders through General Shareholders Meeting. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. yaitu PT Delta Dunia Property Tbk. 9. PT Panin Life Tbk. Issuer or Public Company is required to get approval from General Shareholders Meeting. In the event that company has to cope with certain condition insisting the company to make the best effort by performing conflict of interest transaction. PT Ancora Indonesia Resources Tbk.4 Perubahan Kegiatan Usaha Utama Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. PT Wijaya Karya Tbk. PT Bank BNI Tbk. PT Pondok Indah Padang Golf Tbk. or Company»s main shareholders.2. and PT Panin Life Tbk.E. In 2009. or Company»s main shareholders that can inflict loss to Issuer or Public Company.1. Additionally.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. Affiliated Transaction is transaction made by Company or Controlled Company with any party affiliated to the Company or member of Board of Directors. PT Millenium Pharmacon International Tbk.1. there were 4 (four) Issuers conducting change of core business activity. PT Ancora Indonesia Resources Tbk. the Company is also obligated to provide information disclosure documents to Bapepam-LK on the same date of general independent shareholders meeting notification. PT Matahari Putra Prima Tbk. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan adalah transaksi dimana terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Emiten atau Perusahaan Publik dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direktur. Selain itu Perseroan juga wajib menyampaikan dokumen keterbukaan informasi kepada Bapepam-LK bersamaan dengan pengumuman penyelenggaraan rapat umum pemegang saham independen. PT Petrosea Tbk. PT Wijaya Karya Tbk. PT Singer Indonesia Tbk. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk.1.E. Besides.2. PT Cowell Development Tbk. PT Petrosea Tbk. PT Jaya Real Property Tbk. Conflict of interest transaction is a transaction where there is difference between economical interest of Issuer or Public Company and personal economical interest of member of Board of Directors.5 Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. Di samping itu. PT Bank BNI Tbk. PT Cowell Development Tbk. member of Board of Commissioners.1. PT Pacific Utama Tbk. PT Indoexchange Tbk. To change core business activity. PT 9. Transaksi afiliasi adalah Transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan atau Perusahaan Terkendali dengan Afiliasi dari Perusahaan atau Afiliasi dari anggota Direksi.E. PT Matahari Putra Prima Tbk. dan PT Panin Life Tbk. maka manajemen Emiten/Perusahaan Publik wajib meminta persetujuan terlebih dahulu kepada pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham.1. Untuk melakukan perubahan kegiatan usaha utama Emiten atau Perusahaan Publik wajib mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .1. 9. anggota Dewan Komisaris atau pemegang saham utama yang dapat merugikan Emiten atau Perusahaan Publik. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.4 Change of Core Business Activity As stipulated in Bapepam and LK Regulation Number IX. PT Millenium Pharmacon International Tbk. PT Indoexchange Tbk. anggota Dewan Komisaris. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk.1. PT Pondok Indah Padang Golf Tbk. Selama tahun 2009 tercatat 4 (empat) Emiten yang melakukan perubahan kegiatan usaha utama. Emiten atau Perusahaan Publik juga wajib untuk menyampaikan keterbukaan informasi atas transaksi tersebut baik kepada Bapepam-LK maupun kepada pemegang saham sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham.E. PT Panin Life Tbk. company»s Core Business Activity is business activity which has been defined in company»s article of association and has been conducted. they were: PT Astra International Tbk. PT Pacific Utama Tbk.1 regarding Affiliated Transaction and Conflict of Interest Transaction. atau pemegang saham utama Perusahaan.140 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity 9.5 Affiliated Transaction and Conflict of Interest Affiliated Transaction and Conflict of Interest are regulated in Bapepam and LK Regulation Number IX. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. Kegiatan Usaha Utama perusahaan adalah kegiatan usaha sesuai dengan yang tercantum dalam anggaran dasar perseroan dan telah dijalankan. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk. PT Pacific BAPEPAM .

1. Stock split is also intended to make the company»s shares increased in term of public shares circulated. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. PT Unilever Indonesia Tbk. PT Asahimas Flat Glass Tbk. Untuk menghindari menurunnya tingkat likuiditas saham. maka Emiten maupun Perusahaan Publik dapat pula melakukan pengabungan nilai nominal saham. PT BAT Indonesia Tbk and PT Bentoel Internasional Investama Tbk. PT Asahimas Flat Glass Tbk. PT Unilever Indonesia Tbk. and they were PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk and PT Multi Agro Persada Tbk. 9.1. PT Tripolyta Indonesia Tbk. Pengabungan Usaha merupakan perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan yang telah ada dan selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri menjadi bubar. 9.8 Merger Referring to Bapepam and LK Regulation Number IX. there was PT Pacific Utama Tbk. PT Tripolyta Indonesia Tbk. PT Holcim Indonesia Tbk.G. PT Yanaprima Hastapersada Tbk. dan PT Jaya Pari Steel Tbk. There were 4 (four) Issuers performing merger in 2009.1.1. 9.1. there was no Issuer or Public-listed Company that performed stock split. PT Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk. PT Yanaprima Hastapersada Tbk. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. PT Cahaya Kalbar Tbk.1. PT Cahaya Kalbar Tbk. PT Adaro Energy Tbk. PT Betonjaya Manunggal Tbk.1. PT AKR Corporindo Tbk.6 Stock Split Nominal value of a stock can determine shares liquidity level in stock exchange as high nominal value can relatively reduce the liquidity level of such shares. PT Leyand International Tbk. Dalam tahun 2009. PT Central Proteinaprima Tbk. PT Bentoel Internasional Investama Tbk. PT AKR Corporindo Tbk PT Holcim Indonesia Tbk. PT Bayan Resources Tbk. The legal action is taken for business purpose or company strategy in dealing with positive business competition or anticipating policy change. Perbuatan hukum ini dilakukan baik untuk tujuan bisnis maupun strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan usaha yang sehat maupun mengantisipasi perubahan kebijakan. In 2009. PT Aneka Tambang Tbk. PT Itamaraya Tbk.6 Pemecahan Nilai Nominal Saham Nilai nominal suatu saham dapat menentukan tingkat likuiditas saham di bursa karena dengan nilai nominal yang tinggi maka secara relatif menurunkan tingkat likuiditas saham tersebut.G. PT Aneka Tambang Tbk. Utama Tbk.1. performing reverse stock. Pada tahun 2009 tercatat PT Pacific Utama Tbk. maka dilakukan pemecahan nilai nominal saham. PT Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk. and PT Jaya Pari Steel Tbk. 9.141 Pacific Utama Tbk. PT Tempo Scan Pacific Tbk. PT Leyand International Tbk. PT Betonjaya Manunggal Tbk. To avoid share liquidity declining. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 9. PT Apac Citra Centertex Tbk. PT Bentoel Internasional Investama Tbk. PT Bayan Resources Tbk. Hal ini dimaksudkan agar investor khususnya pemodal non lembaga akan lebih bergairah untuk melakukan transaksi atas saham apabila harga pasarnya lebih rendah sebagai akibat dari pemecahan nilai nominal saham. PT Davomas Abadi Tbk. 9. Issuer or Public Company can also perform reverse stock split. PT Itamaraya Tbk. PT International Nickel Indonesia Tbk. stock split is performed. In 2009.1. It is conducted to make the investors especially non-institutional investors more interested in making shares transaction as the market price gets lower due to stock split.7 Penggabungan Nilai Nominal Saham Berlawanan dengan pemecahan nilai nominal saham.1. tidak terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang melakukan pemecahan nilai nominal saham.1. PT Davomas Abadi Tbk. melakukan penggabungan nilai nominal saham. Merger is a legal action performed by one company or more to merge with an existing company and the merged one shall dissolve itself afterward.8 Penggabungan Usaha Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. PT Tempo Scan Pacific Tbk. Emiten yang melakukan penggabungan usaha selama tahun 2009 adalah sebanyak 4 (empat) perusahaan yaitu PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dengan PT Multi Agro Persada Tbk.1. PT Adaro Energy Tbk. PT International Nickel Indonesia Tbk. Pemecahan nilai nominal saham juga dimaksudkan agar saham perseroan mengalami peningkatan dari segi jumlah yang beredar di masyarakat. PT Central Proteinaprima Tbk.7 Reverse Stock Split Contrary to stock split. PT Apac Citra Centertex Tbk. dan PT BAT Indonesia Tbk dengan PT Bentoel Internasional Investama Tbk.1.1.

L. yaitu Kestrel Wave Investment Limited terhadap sahamsaham PT Citra Tubindo Tbk. yaitu British American Tobacco (2009 PCA) Limited terhadap PT Bentoel Internasional Investama Tbk.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . In 2009. shares. Ltd. toward PT Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk. Taisho Pharmaceutical Co. 9. Pihak yang melakukan penawaran tender atas inisiatif sendiri selama tahun 2009 adalah 1 (satu) perusahaan.1.1. Tujuan dari program ini antara lain untuk memberikan penghargaan kepada manajemen dan 9.1. Qatar Telecom terhadap PT Indosat Tbk. Taisho Pharmaceutical Co.11 Employee Stock Ownership Program This program is a stock and or stock option offering to management or employee.1. it was recorded that PT Sierad Produce Tbk. Pihak yang melakukan penawaran tender sebagai akibat dari transaksi pengambilalihan saham Emiten atau Perusahaan Publik selama tahun 2009 adalah 8 (delapan) perusahaan.11 Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan Program ini merupakan penawaran saham dan atau penawaran opsi atas saham baik kepada manajemen maupun karyawan. PT Kalbe Farma Tbk terhadap PT Enseval Megatrading Tbk.L.Ltd. melakukan Kuasi Reorganisasi. 9. Kuasi reorganisasi merupakan tindakan reorganisasi yang dilakukan dengan menilai kembali akunakun aktiva dan kewajiban pada nilai wajar dan mengeliminasi saldo laba negatif atau defisit. Penawaran tender dapat dilakukan atas inisiatif pihak tertentu itu sendiri atau merupakan kewajiban sebagai akibat dari transaksi pengambilalihan saham Emiten atau Perusahaan Publik atau pelaksanaan dari perubahan status Emiten atau Perusahaan Publik menjadi perusahaan tertutup. terhadap PT BristolMyers Squibb Indonesia Tbk. Malvolia Pte.1. This corporate action is one of the ways to save Issuer/Public Company that is suffered from substantial negative retained earning but the company actually has good business prospect. HSBC Asia Pacific Holdings (Uk) Limited toward PT Bank Ekonomi Raharja Tbk.1. Tender Offer can be conducted upon initiative of certain party or on mandatory as the result of Issuer or Public Company take over or an execution of going private process.Ltd.F. Qatar Telecom toward PT Indosat Tbk. Malvolia Pte. The purposes of this program are among others to give appreciation to the management or employee for the contribution toward Issuer/Public-listed BAPEPAM .9 Penawaran Tender Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.1.Ltd. sementara perusahaan tersebut sesungguhnya memiliki prospek usaha yang baik.1. Trust Energy Resources Pte.10 Kuasi Reorganisasi Setiap Emiten atau Perusahaan Publik yang akan melakukan kuasi reorganisasi wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.F.1. Aksi korporasi ini merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan Emiten atau Perusahaan Publik yang terbebani dengan saldo laba negatif yang material. terhadap dan PT Itamaraya Tbk.10 Quasi Reorganization Every Issuer or Public Company that will perform quasi reorganization must comply with provisions as determined in Bapepam and LK Regulation Number IX. Ltd. 9. and PT Indika Energy Tbk toward PT Petrosea Tbk.9 Tender Offer Bapepam and LK Regulation Number IX. There were 8 (eight) companies that performed tender offer on mandatory as the result of Issuer or Public Company take over. Tahun 2009 tercatat PT Sierad Produce Tbk. toward PT Itamaraya Tbk. Quasi reorganization is a reorganization action performed by revaluing assets and liabilities accounts at fair value and eliminating negative retained earning or deficit.1. PT Kalbe Farma Tbk toward PT Enseval Megatrading Tbk. terhadap PT Multi Agro Persada Tbk. performed Quasi Reorganization. 9. Trust Energy Resources Pte.1. namely British American Tobacco (2009 PCA) Limited toward PT Bentoel Internasional Investama Tbk.1.1 defines Tender Offer as an offer through mass media to get Equity Securities by buying or exchanging them with other Securities. HSBC Asia Pacific Holdings (Uk) Limited terhadap PT Bank Ekonomi Raharja Tbk dan PT Indika Energy Tbk terhadap PT Petrosea Tbk. toward PT Multi Agro Persada Tbk.1 mendefinisikan Penawaran Tender sebagai penawaran melalui media massa untuk memperoleh Efek bersifat ekuitas dengan cara pembelian atau pertukaran dengan Efek lainnya.1.1. Party that performed tender offer upon its initiative during 2009 was Kestrel Wave Investment Limited toward PT Citra Tubindo Tbk.142 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity 9.Ltd.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk.B. PT Ace Hardware Tbk. Dalam tahun ini terdapat 2 (dua) Emiten yang melaksanakan program kepemilikan saham oleh karyawan yaitu PT Metrodata Electronics Tbk. they were PT Metrodata Electronics Tbk. Selain itu. yaitu PT Panin Insurance Tbk. a place where they work. Peraturan tersebut diharapkan dapat mengurangi penurunan indeks harga saham gabungan di bursa sebagai Company performance. In 2009. dan PT Polysindo Ekaperkasa Tbk. Pada tahun 2009 tidak terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang melakukan perubahan status perseroan terbuka menjadi perseroan tertutup.1.1. This action must comply with provisions as determined in Bapepam and LK Regulation Number XI.3 mengenai pembelian kembali saham pada masa krisis.1.143 karyawan atas kontribusi terhadap kinerja Emiten/ Perusahaan Publik.2 yang antara lain mewajibkan adanya persetujuan pemegang saham. 9. 9. The purpose and objective of this corporate action are among others to improve the share liquidity.1. 9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Tindakan ini dilakukan oleh pemegang saham tertentu Emiten atau Perusahaan Publik untuk membeli kembali saham-saham yang beredar di masyarakat sehingga mengakibatkan perseroan tersebut tidak lagi memenuhi syarat-syarat sebagai Emiten maupun Perusahaan Publik. and PT Polysindo Ekaperkasa Tbk.1. there were 2 (two) Issuers which performed stock ownership program by employee. among others. memperoleh keuntungan dengan menjual kembali setelah harga mengalami kenaikan. Emiten atau Perusahaan Publik yang melakukan pembelian kembali saham selama tahun 2009 adalah sebanyak 4 (empat) perusahaan.3 regarding share buyback during the crisis.1. 9. the program is also intended to improve the motivation and commitment to the company by creating sense of belonging in the management or employee toward the Issuer/Public-listed Company.2 which. Aksi ini wajib mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor XI. PT Ace Hardware Tbk. Maksud dan tujuan dari pelaksanaan aksi korporasi ini antara lain adalah untuk meningkatkan likuiditas saham.B. program ini juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan komitmen terhadap perusahaan dengan menciptakan rasa memiliki dari para manajemen dan karyawan terhadap Emiten/Perusahaan Publik tempat mereka bekerja. Besides.1.1.14 Pembelian Kembali Saham pada Masa Krisis Pada tahun 2008 Bapepam-LK mengeluarkan peraturan baru yaitu Peraturan Bapepam dan LK Nomor XI.12 Perubahan Status Perseroan Terbuka Menjadi Perseroan Tertutup Perubahan Status Perseroan Terbuka Menjadi Perseroan Tertutup merupakan langkah yang berlawanan dengan penawaran umum saham. and PT Medco Energi Internasional Tbk. or to reduce paid-up capital. There was no Issuer or Public Company went private In 2009. 9.B. atau sebagai langkah untuk mengurangi modal disetor. either through stock exchange or over the counter.1. dan PT Medco Energi Internasional Tbk.14 Share Buyback During Crisis In 2008.1. 9.13 Share Buyback Share buyback is an action taken by Issuer or Public Company to repurchase shares that has been offered to the public. to get profit by reselling the shares when the price is on the rise.B. It is performed by specific shareholders of Issuer or Public Company to repurchase shares circulated in the public that will cause such company no longer qualified as an Issuer or Public Company.1.12 Go Private Going Private is the opposite action of public offering. requires an Issuer or Public Company to obtain approval from the shareholders. The regulation was expected to minimize composite stock price index downturn at stock exchange as the impact of global financial crisis that Laporan Tahunan 2009 Annual Report .13 Pembelian Kembali Saham Pembelian kembali saham merupakan tindakan yang dilakukan oleh Emiten maupun Perusahaan Publik untuk membeli kembali saham yang telah ditawarkan kepada masyarakat baik melalui bursa maupun di luar bursa. namely PT Panin Insurance Tbk. There were 4 (four) Issuers or Public Companies which performed share buyback in 2009. Bapepam-LK released new regulation which was Bapepam and LK Regulation Number XI.1.

setiap Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyampaikan laporan tahunan kepada Bapepam-LK paling lambat 4 (empat) bulan sejak tahun buku berakhir. BAPEPAM . PT Kageo Igar Jaya Tbk.1. PT Jaya Real Property Tbk. peraturan terkait dengan kewajiban penyampaian laporan mencakup batas waktu penyampaian dan substansi laporan. PT Global Mediacom Tbk. PT Bakrieland Development Tbk. batas maksimal menjadi 20% dari modal disetor. PT Media Nusantara Citra Tbk. PT Kalbe Farma Tbk.2 Kewajiban Pelaporan influenced capital markets worldwide. peraturan terkait dengan kewajiban penyampaian laporan mencakup batas waktu penyampaian dan substansi laporan. Issuer or Public Company is obligated to provide periodic or incidental reports. 9. PT Global Mediacom Tbk PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. In the event that such annual report has been available for shareholders before the time frame ends. and report of fund received from public offering. By such regulation.1 Laporan Berkala Laporan berkala yang wajib disampaikan Emiten atau Perusahaan Publik mencakup laporan tahunan. PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. Untuk memfasilitasi agar investor mendapat informasi yang relevan dan memadai bagi pengambilan keputusan investasi. annual financial statements.1.1. Apabila laporan tahunan tersebut telah tersedia bagi pemegang saham sebelum berakhirnya Information disclosure is a very important aspect in the Capital Market. tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan bagi Emiten atau Perusahaan Publik.1 Annual Report Pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X. during crisis Issuer or Public Company can perform share buyback under certain flexible provisions such as being exempted from the obligation to obtain General Shareholders Meeting approval.2.6. laporan keuangan tahunan. 9. Therefore. laporan keuangan tengah tahunan.1. In 2009.2. PT Bakrieland Development Tbk.2.1 Laporan Tahunan Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. 9. PT Adhi Karya (Persero) Tbk. To facilitate investors to get relevant and proper information for their investment decision-making. serta tidak adanya pembatasan besarnya volume pembelian kembali saham dalam satu hari.K. relevant regulations of such information distribution include reporting time frame and report substance.1 Periodic Report Issuer or Public Company is obligated to provide periodic reports comprising of annual report. Emiten/Perusahaan Publik yang melakukan pembelian kembali saham dengan peraturan ini pada tahun 2009 adalah sebanyak 11 perusahaan yaitu. PT Ace Hardware Indonesia Tbk. PT Kageo Igar Jaya Tbk. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. PT Kalbe Farma Tbk.K. Kualitas keputusan investor sangat tergantung dari kualitas informasi yang mendasarinya sebagaimana didukung oleh Hipotesa Pasar Modal Efisien.6. PT Jaya Real Property Tbk.2 Reporting Obligation Keterbukaan informasi merupakan hal yang sangat penting di Pasar Modal.1.1.2.144 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity dampak dari krisis keuangan global yang melanda pasar modal di seluruh dunia. being exempted from the limitation of share buyback volume in one day. 9. dan PT London Sumatra Indonesia Tbk. Quality of investor decision depends a lot on quality of information received as supported by Efficient Capital Market Hypothesis. 9. PT Ace Hardware Indonesia Tbk. semi-annual financial reports.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . and PT London Sumatra Indonesia Tbk. and they were PT Adhi Karya (Persero) Tbk. regarding Obligation of Issuer or Public Company to Submit Annual Report. reducing the maximum limit of paid-up capital to only 20%. 9.1. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Melalui peraturan tersebut Emiten/Perusahaan Publik dapat melakukan pembelian kembali sahamnya pada masa krisis dengan beberapa kelonggaran seperti tidak wajib mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Oleh karena itu. PT Media Nusantara Citra Tbk. there were 11 companies performing share buyback.1. maka Emiten atau Perusahaan Publik diwajibkan menyampaikan laporan baik yang bersifat berkala maupun insidentil. Every Issuers or Public Company is obligated to submit annual report to Bapepam-LK by no later than 4 (four) months from the end of the last book year. Oleh karena itu. dan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum.

145 batas waktu penyampaian tersebut. maka batas akhir waktu penyampaian laporan tahunan kepada Bapepam-LK bersamaan dengan tersedianya laporan tahunan bagi pemegang saham. and disclosure on Good Corporate Governance practice of Issuer or Public Company. regarding Obligation of Annual Report Submission for Issuers or Public Company. tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan Bagi Emiten atau Perusahaan Publik. tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala. BapepamLK telah melakukan penelaahan terhadap 220 Laporan Tahunan 2008 Emiten atau Perusahaan Publik. However. Bagi Emiten yang hanya menerbitkan Efek bersifat utang.2. pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X. Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Tahunan Emiten Tahun 2005 s. Grafik 9.K. For Issuer that only issue debt Securities.2 Annual Financial Report Submission of Annual Financial Report. maka kewajiban penyampaian laporan tahunan tersebut hanya berlaku sampai dengan diselesaikannya seluruh kewajiban yang terkait dengan Efek bersifat utang yang diterbitkannya.1. sebagaimana diatur pada Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Issuer or Public Company is not obligated to submit annual financial report if the annual report submission to Bapepam-LK has been performed before the annual financial report submission.6.1. terdapat 77% Emiten atau Perusahaan Publik menyampaikan tepat waktu.1. regarding Obligation of Periodic Financial Report Submission. Bapepam-LK has reviewed 220 of 2008 Annual Reports of Issuers or Public Companies.2.K. Emiten atau Perusahaan Publik tidak perlu menyampaikan laporan keuangan tahunan secara tersendiri apabila penyampaian laporan tahunan kepada Bapepam-LK telah dilakukan sebelum penyampaian laporan keuangan tahunan.K. Namun berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Hal-hal yang menjadi perhatian dalam penelaahan tersebut antara lain mencakup pengungkapan mengenai tanggung jawab Direksi dan Komisaris atas Laporan Tahunan. Timeliness of 2005 .1.2.K. Data tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana untuk penyampaian Laporan Tahunan 2007 terdapat 87% Emiten atau Perusahaan Publik menyampaikan tepat waktu.1. dan 23% yang terlambat. and 23% were late. Graphic 9. 9. In accordance with timeliness of 2008 Annual Report submission. the obligation to submit annual report is only applied up to the completion of all obligations related to debt Securities issued. The important points which got Bapepam-LK attention were among others disclosure on Board of Directors and Commissioners responsibilities upon Annual Report. 77% of Issuers or Public Companies submitted the reports on time. dan pengungkapan mengenai praktek Good Corporate Governance Emiten atau Perusahaan Publik.d Tahun 2008 Bapepam-LK shall receive the annual report within such time frame of annual report availability for shareholders as well.2008 Issuer Annual Report Submission % Emiten / % Issuer Tepat Waktu / On-Time Submission Terlambat / Late Submission 2005 2006 2007 2008 Tahun / Year Berkenaan dengan ketepatan waktu penyampaian Laporan Tahunan 2008. 9.2. In respect of annual report substance. Sedangkan mengenai substansi laporan tahunan. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . must be performed by Issuer or Public Company to Bapepam-LK by no later than the end of third month after the date of Annual Financial Report.2 Laporan Keuangan Tahunan Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan.6. as regulated under Bapepam and LK Regulation Number X. yang wajib disampaikan oleh Emiten atau Perusahaan Publik kepada Bapepam-LK selambat-lambatnya akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. The data showed a decline as compared to last year in which 87% Issuers or Public Companies submitted the 2007 Annual Reports timely.1.

pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X.K.2 laporan keuangan tahunan wajib disertai laporan akuntan dengan pendapat yang lazim. Graphic 9.2008 Annual Financial Report Proporsi / Proportion WTP WDP Disclaimer LKT 2005 LKT 2006 LKT 2007 LKT 2008 Opini / Opinion BAPEPAM . Graphic 9. annual financial report must be attached with auditor report with common opinion. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya.K.d 2008 In accordance with timeliness of 2008 Annual Financial Report. Grafik 9.3 Comparison of Auditors Opinion for 2005 .3.d 2008 In respect of the report substance. terdapat 70% Emiten atau Perusahaan Publik yang menyampaikan tepat waktu.2.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 70% of Issuers or Public Companies submitted the reports on time. The number is smaller than that of last year in which 84% of Issuers or Public Companies submitted 2007 Annual Reports timely. showed development of opinion quality received by Issuers or Public Companies for 2005 2008 annual financial reports. Grafik 9. Chart 9.2 Timeliness of 2004 . berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.146 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tahunan 2008.3.2008 Annual Financial Report Submission % Emiten / % Issuer Tepat Waktu / On-Time Submission Terlambat / Late Submission 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun / Year Berkenaan dengan substansi laporan. dimana untuk penyampaian laporan keuangan tahunan 2007 terdapat 84 % Emiten atau Perusahaan Publik yang menyampaikan tepat waktu.3 Perbandingan Opini Akuntan Untuk Laporan Keuangan Tahunan 2005 s. Grafik 9.2 Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan 2004 s. menunjukkan perkembangan kualitas opini yang diterima Emiten/Perusahaan Publik untuk Laporan Keuangan Tahunan 2005 sampai dengan 2008.

beberapa hal yang menjadi perhatian Bapepam-LK adalah pendapat akuntan yang melakukan audit. Disamping itu. maka penyajiannya disesuaikan dengan bentuk dan isi yang sekurang-kurangnya meliputi unsur dan penjelasan yang tercakup pada laporan keuangan pada saat menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum atau Perusahaan Publik. Certain items which became the focus were conditions that caused auditor opinion other than Unqualified Opinion.147 Sehubungan dengan Opini Akuntan.G.2.K. For Financial Report elements of Issuers and Public Company which. Bapepam-LK telah melakukan penelaahan terhadap Laporan Keuangan Tahunan 2008 sejumlah 228 Emiten atau Perusahaan Publik. in which 94% of Issuer or Public Companies received Unqualified opinion in 2007.1. Dalam melakukan penelaahan atas laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan tengah tahunan. 9. In 2009. debt restructuring. Jumlah ini menunjukkan trend yang menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bapepam-LK focussed on certain items.1. Bapepam-LK has reviewed 2008 Annual Financial Report of 228 Issuers or Public Companies. On the review of the annual financial report and semiannual financial report.7 regarding Guidelines for Financial Report Presentation and Circular Letter of Chairman of Bapepam regarding Guidelines for Financial Report Presentation of Issuer or Public Company based on types of industry.K. 92% of the total numbers of 2008 Annual Financial Report received Unqualified opinion. there were certain Issuers which were obliged to revise their annual financial report. comprise of elements and description contained in financial report for Registration Statement of Public Offering or Public Company. realization of corporate action performed. perubahan signifikan pada kinerja keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. and non-compliance of common accounting standards. that is no later than: 1) End of first month after the date of financial report if Laporan Tahunan 2009 Annual Report . based on accounting standards in the Capital Market determined by Bapepam-LK. at least. the presentation shall be adjusted to its form and content which. have not been firmly regulated in financial accounting standards and accounting provisions in the Capital Market. due to its industry nature. Annual Financial Report must be prepared based on generally accepted accounting principles determined by the Indonesian Institute of Accountants. terdapat beberapa Emiten yang diwajibkan untuk menerbitkan kembali laporan keuangan tahunan yang telah disampaikan.1. among others Bapepam and LK Regulation Number VIII. namely opinion of auditor who performed the audit. as stated in Article 69 Law Number 8/1995 regarding Capital Market. Laporan Keuangan Tahunan wajib disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal yang ditetapkan oleh Bapepam-LK antara lain Peraturan Bapeppam dan LK Nomor VIII. realisasi aksi korporasi yang telah dilakukan. transaksi dengan pihak hubungan istimewa. Upon such review. juga mengatur batas waktu penyampaian laporan keuangan tengah tahunan kepada Bapepam-LK. sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 69 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.1.G.3 Semi-annual Financial Report Bapepam and LK Regulation Number X. also provide provisions of semi-annual financial report submission to Bapepam-LK. dan belum terpenuhinya standar akuntansi yang berlaku umum. Besides. and accounting provisions in the Capital Market as determined by Bapepam-LK. 9. restrukturisasi hutang. Hal-hal yang menjadi perhatian dalam penelaahan tersebut antara lain mencakup kondisi yang melatarbelakangi pemberian opini selain Wajar Tanpa Pengecualian.2.2. tercatat 92% dari keseluruhan Laporan Keuangan Tahunan 2008 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian. Atas penelaahan tersebut. significant change on Issuers or Public Companies financial performance. This number showed a declining trend compared to last year. dimana pada tahun 2007 opini Wajar Tanpa Pengecualian diterima oleh 94% Emiten/Perusahaan Publik. Sepanjang tahun 2009. kinerja dan kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik terhadap standar akuntansi yang berlaku umum serta ketentuan akuntansi di bidang pasar modal yang ditetapkan oleh Bapepam-LK tersebut di atas.2. yaitu selambat-lambatnya sebagai berikut: 1) Pada akhir bulan pertama setelah tanggal laporan In connection with Auditor Opinion. Unsur-unsur laporan keuangan bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang karena sifat industrinya belum diatur secara tegas dalam standar akuntansi keuangan dan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. Issuer or Public Company performance and compliance toward common accounting standards.3 Laporan Keuangan Tengah Tahunan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. affiliated party transaction.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan Surat Edaran Ketua Bapepam tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik sesuai dengan jenis industrinya.

Bapepam-LK found that 56% of Issuers or Public Companies experienced an increase in net income /decrese in net loss. Adapun untuk periode semester pertama tahun 2009. Some of them were obliged to make revision on their semi-annual financial reports submitted. 2006. In 2009. Bapepam-LK telah melakukan penelaahan terhadap 220 Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2009 Emiten atau Perusahaan Publik. BAPEPAM .d 2009 it includes no auditor report. and 2005 percentage were respectively 66%. Kinerja Emiten atau Perusahaan Publik Melalui penelahaan laporan keuangan berkala. it is not obligatory to attach auditor report to semi-annual financial report. Berkaitan dengan ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tengah tahunan 2009. dimana terdapat beberapa Emiten yang diwajibkan menerbitkan kembali laporan keuangan tengah tahunan yang telah disampaikan. Jumlah ini menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya dimana pada tahun 2007. terdapat 88% Emiten atau Perusahaan Publik yang menyampaikan tepat waktu. in which 90% of Issuers or Public Companies submitted 2008 semi-annual financial reports timely. During first semester of 2009. With regard to timeliness of 2009 semi-annual financial report submission. dan 69%. 2) Pada akhir bulan kedua setelah tanggal laporan keuangan apabila disertai dengan laporan akuntan dalam rangka penelaahan terbatas. or 3) End of third month after the date of financial report if it includes auditor report giving opinion regarding overall fairness of the financial reports.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .4 Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Tengah Tahunan 2005 s. Issuer or Public Company Performance By reviewing the periodic financial reports. Adapun di tahun 2009. Bapepam-LK has reviewed Semi-Annual Financial Report of 220 Issuers or Public-listed Companies. 2006. Grafik 9. dan 2005 persentasenya adalah sebesar 66%. 71%.148 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity keuangan apabila tidak disertai dengan laporan akuntan.4 Timeliness of 2005 . The number slightly decrease compared to those of the previous period. However. laporan keuangan tengah tahunan tidak wajib disertai laporan akuntan. BapepamLK memperoleh data bahwa pada 2008 terdapat 56% dari keseluruhan Emiten atau Perusahaan Publik mengalami peningkatan laba bersih/penurunan rugi bersih. Jumlah ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya. 48% of the total Issuers or Public Companies experienced an increase in net income /decrese in net loss. Graphic 9. The figure showed a decrese compared to that of last year. Namun demikian penelaahan untuk unsur substansi Laporan Keuangan Tengah Tahunan bersifat sama dengan penelaahan untuk unsur substansi Laporan Keuangan Tahunan. atau 3) Pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan apabila disertai laporan akuntan yang memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. 88% of Issuers or Public Companies submitted the reports timely. 71%. sebanyak 48% dari keseluruhan Emiten/Perusahaan Publik mengalami Unlike annual financial report. 2) End of second month after the date of financial report if it includes auditor report for limited review. review on Semi-annual Financial Report»s content is similar to the one on Annual Financial Report. dimana untuk penyampaian laporan keuangan tengah tahunan 2008 terdapat 90 % Emiten atau Perusahaan Publik yang menyampaikan tepat waktu. and 69%. in which 2007.2009 Semi-annual Financial Report Submission Proporsi / Proportion Tepat Waktu / On-Time Submission Terlambat / Late Submission 2005 2006 2007 2008 2009 Tahun / Year Berbeda dengan laporan keuangan tahunan.

Graphic 9.1. 9. January-March.K. and 97% for July . Based on Bapepam and LK Regulation Number X.March 2009 report. Grafik 9.Maret 2009 terdapat sebanyak 90% menyampaikan tepat waktu.2. April-Juni.1. Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.4 tentang Laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum. Kewajiban penyampaian laporan akan berakhir setelah terealisasinya keseluruhan penggunaan dana hasil Penawaran Umum.5 Issuer or Public-listed Company Performance During 2004 . Selanjutnya realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum tersebut wajib dipertanggungjawabkan pada RUPS Tahunan dan atau disampaikan kepada Wali Amanat selaku wakil dari pemegang obligasi. it is obliged to deliver the accountability of such report of utilization of fund raised from public offering in Annual General Shareholders Meeeting and or to deliver it to Trust Agent in its capacity as the bondholders representative.1. untuk Laporan periode Oktober . In accordance with the timeliness of the report submission in 2009.June 2009 Report. and is submitted to Bapepam-LK and or Trust Agent by no later than on 15 of the following month after the end of each period.Juni 2009 terdapat 96% menyampaikan tepat waktu dan untuk Laporan periode Juli .December 2008 report timely.149 peningkatan laba bersih/penurunan rugi bersih. Adapun untuk Laporan periode Januari . Berkenaan dengan ketepatan waktu penyampaian Laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum selama tahun 2009. Juli-September. 96% for April . Laporan Tahunan 2009 Annual Report . is obligated to submit a report of utilization of fund raised from public offering. 90% of such Issuers submitted it timely.4 regarding report of utilization of fund raised from public offering. untuk Laporan periode April .Desember 2008 terdapat 86% dari keseluruhan Emiten yang wajib menyampaikan Laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum telah menyampaikan tepat waktu. For January . laporan tersebut mencakup periode 3 (tiga) bulan yaitu Januari-Maret. yang merupakan penurunan sebesar 8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. dan Oktober-Desember.d Tengah Tahun 2009 80% 60% 40% 20% 0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 which was a decrese by 8% compared to the same period of last year. 86% of the Issuers having the obligation to submit report of utilization of fund raised from public offering submitted the October . dan disampaikan kepada Bapepam-LK dan atau Wali Amanat selambat-lambatnya pada tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya masing-masing periode. The obligation to submit such report shall ends when the realization of all funds raised from public offering has been completed.September 2009 report.5 Kinerja Emiten/Perusahaan Publik Periode 2004 s.September 2009 terdapat 97% menyampaikan tepat waktu.4 Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum wajib disampaikan Emiten yang melakukan Penawaran Umum saham maupun obligasi.K.4 Report of Utilization of Fund Raised from Public Offering Issuer. July-September and OctoberDecember.2. April-June. such report covers 3 (three) months period.1.2009 Peningkatan Laba Bersih dan Penurunan Rugi Bersih / Increase in Net Profit and Decrease in Net Loss Tahun / Year 9. Afterward. that conducts share or bond public offering.

9.1.4. change of fund utilization requiring GSM or GBM approval.K. 9. dan keterbukaan informasi pemegang saham tertentu.2. affiliation between party where the remaining funds were kept and the Issuer.1 dimana wajib disampaikan apabila terjadi peristiwa yang sifatnya material yang dapat mempengaruhi harga saham Emiten atau Perusahaan Publik.6 Timeliness of Report of utilization of Fund Raised from Public Offering in 2009 Proporsi / Proportion 80% 60% 40% 20% 0 Dec-08 Feb-09 Apr-09 Aug-09 Tepat Waktu / On-Time Submission Terlambat / Late Submission Periode Penyampaian Peraturan Nomor X. Information Disclosure that must be published immediately to the public are provisioned in Bapepam and LK Regulation Number X. most of which were about realization of fund. Issuer is obligated to provide information of such change as well as the reason to Bapepam-LK.K. Berdasarkan penelaahan yang dilakukan terhadap laporan penggunaan dana hasil Penawaran Umum di tahun 2009.150 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Grafik 9. and Information Disclosure of certain shareholder. BAPEPAM . ini juga mengatur bahwa dalam hal terjadi perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum. also states that in the event of change of utilization of fund raised from Public Offering. Bapepam-LK memberikan tanggapan terhadap Emiten yang sebagian besar mengenai realisasi penggunaan.K.1 . serta keterbukaan informasi mengenai realisasi biaya yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum. The Regulation Number X.6 Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana pada tahun 2009 120% 100% Graphic 9.2 Laporan Insidentil Laporan insidentil adalah laporan yang wajib disampaikan kepada Bapepam-LK dalam hal terjadinya suatu peristiwa.2 Incidental Report Incidental report is a mandatory report delivered to Bapepam-LK upon the occurance of an event. Bapepam-LK gave responses to Issuer. Information Disclosure of Issuer or Public-listed Company which pleaded for bankruptcy. perseroan juga diwajibkan mengumumkan peristiwa tersebut kepada masyarakat secepat mungkin dan selambat-lambatnya akhir hari kerja ke dua setelah keputusan atau terdapatnya informasi yang mungkin dapat mempengaruhi nilai Efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Selain melaporkan kepada Bapepam-LK. and information disclosure concerning cost realization pursuant to Public Offering.2. Informasi dan hasil penelaahan laporan ini menjadi salah satu referensi dalam melakukan penelaahan laporan keuangan berkala.K. laporan keterbukaan informasi bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang dimohonkan pailit.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Laporan insidentil yang wajib disampaikan adalah laporan keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik.s investment decision are available. Information and the report of such review served as a reference for a review of periodic financial reports. perubahan penggunaan dana yang harus mendapatkan persetujuan RUPS atau RUPO. and to get shareholders approval in General Shareholders Meeting (GSM) or bondholders approval in General Bondholders Meeting (GBM). Laporan keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. The Issuer is obligated to immediately notify Bapepam-LK and the public about the event by no later than 2 business days after a decision is made or information that may affect the company Securities value or investor. hubungan afiliasi antara pihak tempat dimana sisa dana disimpan dengan Emiten. Emiten wajib melaporkan rencana perubahan tersebut beserta alasannya kepada Bapepam-LK dan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS atau pemegang obligasi dalam RUPO. The report are Information Disclosure that must be published immediately to the public.1. Based on the review performed toward report of utilization of fund raised from Public Offering in 2009. This regulation obliges the Issuer to deliver the report when an event which can influence the Issuer or Public-listed Company share price occurs.4.

bahwa direktur atau komisaris Emiten atau Perusahaan Publik wajib melaporkan kepada Bapepam-LK atas kepemilikan dan setiap perubahan kepemilikannya atas saham Emiten atau Perusahaan Publik tersebut selambatlambatnya dalam waktu 10 (sepuluh) hari sejak terjadinya transaksi. The provision shall also apply to party having Issuer or Public Company shares by 5% or more.3 Metode Pengawasan Meanwhile. to improve Bapepam-LK supervision quality.5. BapepamLK compared the incidental reports delivered with other source of information e. and must be delivered by no later than 2 (two) business days as from the date the Issuer or Public Company experiences the failure or finds out its inability to avoid such failure. For that purpose. Information Disclosure of certain shareholder are provisioned in Bapepam and LK Regulation Number X. laporan tahunan dan meminta keterangan lebih lanjut dari manajemen Emiten atau Perusahaan Publik. and asked for further information from the Issuer or Public Company management. Dalam melakukan penelaahan atas keseluruhan laporan insidentil tersebut. wajib disampaikan paling lambat pada akhir hari kerja ke-2 (dua) sejak Emiten atau Perusahaan Publik tersebut mengalami kegagalan atau mengetahui ketidakmampuannya menghindari kegagalan dimaksud. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .K. information disclosure of Issuer or Public-listed Company pleaded for bankruptcy are provisioned in Bapepam and LK Regulation Number X. Pada tahun 2009 telah dibentuk Tim Kajian untuk menyempurnakan template risk base tersebut. Afterward. 9.1. Bapepam-LK telah mengembangkan dan melaksanakan metode pengawasan berbasis risiko. Bapepam-LK juga membandingkan laporan insidentil yang disampaikan dengan sumber-sumber informasi lain seperti surat kabar. With such mapping.g. Selanjutnya Laporan keterbukaan informasi pemegang saham tertentu diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Issuers or Public Companies with higher risk level will get a more intensive supervision to make BapepamLK surveillance more efficient. Due to limited numbers of Human Recource owned and significant increase of total Issuers and or Public Companies. Dengan menilai tingkat risiko dari Emiten atau Perusahaan Publik maka masing-masing Emiten atau Perusahaan Publik dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan tingkat risiko masing-masing. Bapepam-LK has developed and conducted risk-based supervision method to improve the effectiveness and efficiency of surveillance toward Issuers and or Public Companies.3 Supervising Method Memperhatikan keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia yang dimiliki dan di lain pihak terjadi peningkatan jumlah Emiten dan atau Perusahaan Publik secara signifikan. Ketentuan ini juga berlaku bagi pihak yang memiliki saham Emiten atau Perusahaan Publik sejumlah 5% atau lebih.: newspaper.1. In 2009. 9. untuk meningkatkan kualitas pengawasan Bapepam-LK.151 Adapun laporan keterbukaan informasi bagi Emiten atau Perusahaan Publik yang dimohonkan pailit diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.M.1. Dengan pemetaan ini Emiten atau Perusahaan Publik dengan tingkat risiko yang lebih tinggi akan mendapat pengawasan yang lebih mendalam sehingga pengawasan yang dilakukan Bapepam-LK akan semakin efisien. an Investigation Team was formed to improve such risk base template. Selanjutnya. Risk-based supervision is a Bapepam-LK supervision method performed by assessing the risk level of Issuer or Public Companies and grouping categorizing each Issuer or Public Companies into groups based on respective risk level. laporan keuangan. Bapepam-LK assured the adequacy of the information disclosure submitted by Issuer. financial report. untuk meningkatkan efektitifas dan efisiensi pengawasan terhadap Emiten dan Perusahaan Publik. annual report. atau sejak pengajuan pernyataan pailit.5. Bapepam-LK memastikan kecukupan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh pelapor.1. or as from the date of bankruptcy plead. certain parameters of risk level assessment are regularly reviewed and adjusted to map the Issuer or Public Companies more precisely based on risk level.K. parameter-parameter penentuan tingkat risiko tersebut senantiasa dikaji dan disesuaikan sehingga pemetaan Emiten atau Perusahaan Publik berdasarkan tingkat risiko menjadi semakin tepat. In performing the review of overall incidental reports. Untuk itu. Pengawasan berbasis risiko adalah sebuah metode pengawasan yang dilakukan Bapepam-LK dengan cara menilai tingkat risiko Emiten atau Perusahaan Publik. This regulation states that director or commissioner of Issuer or Public-listed Company is obligated to deliver information to Bapepam-LK about the ownership and any change of ownership upon Issuer or Public-listed Company shares by no later than 10 (ten) calendar days as from the transaction date.M.

A. Bapepam-LK also improved the supervision quantity by setting up minimum number of Issuer or Public Companies periodic financial report to be reviewed. Bapepam-LK juga meningkatkan kuantitas pengawasan yakni dengan menetapkan peningkatan target minimal penelaahan laporan keuangan berkala Emiten dan atau Perusahaan Publik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.4 Pemeriksaan Teknis In addition to qualitative supervision improvement.A. and real sector. Routine Investigation was focused on conflict of interest transactions.2. 9. as an organization that keeps improving to create an orderly. By conducting the abovementioned comprehensive and preventive investigation.1. sebagai organisasi yang terus berusaha mengembangkan diri dalam rangka mencapai terwujudnya Pasar Modal yang teratur.1 Untuk mewujudkan Lembaga Bursa Efek yang sehat dan berdaya saing global. 9.A. The technical investigation was conducted to assure that Issuer or Public Companies comply with Laws and Regulations governing the Capital Market. maupun yang pemeriksaan terkait adanya indikasi pelanggaran peraturan peraturan yang berlaku di Pasar Modal.3 tentang Direktur Bursa Efek. In 2009. Number BAPEPAM . Bapepam-LK also monitors Issuers or Public Companies by way of Technical Investigation.2 PENGAWASAN DAN UJI KEPATUHAN TERHADAP LEMBAGA EFEK Pengawasan Lembaga Bursa Efek In addition to risk-based supervision.3 regarding Directors of Securities Exchange. Pemeriksaan teknis dilakukan guna memastikan kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik terhadap Peraturan Perundang-undangan di bidang Pasar Modal.1.1 9. Dengan adanya bentuk-bentuk pengawasan yang komprehensif dan preventif sebagaimana tersebut di atas.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .12 regarding Securities Exchange Commissioners. Nomor III. and efficient capital market. maka diharapkan pembinaan ketaatan atas peraturan pasar modal terhadap Emiten dan Perusahaan Publik dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam rangka mewujudkan industri pasar modal yang tangguh.12 tentang Komisaris Bursa Efek. dibutuhkan pengelola Lembaga Bursa Efek yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi serta sesuai dengan persyaratan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. 9. fair. Number III. Bapepam-LK Regulation has specifically organized the management of Stock Exchange.2. material transactions. and investigation related to non-compliance indication of prevailing regulations in capital market. Pada tahun 2009 telah dilaksanakan pemeriksaan teknis terhadap 38 Emiten dan Perusahaan Publik yang bergerak di sektor jasa dan riil. 9. it requires high competence and integrity Securities Exchange Institutions management as provisioned in the prevailing laws and regulations. Clearing Guarantee Institution. To create a sound Securities Exchange Institutions with global competitiveness. Pemeriksaan yang bersifat rutin difokuskan pada pelaksanaan transaksi yang mengandung unsur benturan kepentingan.4 Technical Investigation Selain melakukan pengawasan berbasis risiko.A. The investigation performed were inclusive of routine investigation. technical investigation was performed toward 38 Issuers or Public Companies from service sector. sejak tahun 2009 Bapepam-LK juga melakukan pengawasan dalam bentuk pemeriksaan teknis terhadap Emiten atau Perusahaan Publik. wajar dan efisien. pelaksanaan transaksi material. Peraturan BapepamLK secara khusus mengatur mengenai pengelola Bursa Efek. dan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum. and realization of fund raised from Public Offering. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup baik pemeriksaan yang bersifat rutin. Lembaga Kliring dan Penjaminan serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (SRO) yaitu melalui Peraturan Bapepam dan LK Nomor III.2 SUPERVISION AND COMPLIANCE AUDIT ON SECURITIES EXCHANGE INSTITUTIONS Supervision on Securities Exchange Institutions 9. it is expected that the monitoring activities on the Issuers and Public Companies» compliance to the Capital Market regulation can run effectively and efficiently in order to create a strong capital market industry. and Central Securities Depository Institution (SRO) through Bapepam and LK Regulation Number III.152 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Disamping peningkatan pengawasan secara kualitatif.

2 regarding Procedures For RuleMaking By Stock Exchanges. Bapepam-LK has conducted fit and proper test toward candidates of SRO (Self-Regulatory Organization) Directors and Commissioners as provisioned in relevant regulations. • • • Disamping itu. berdasarkan Undang-undang Pasar Modal No. Nomor III. termasuk perubahannya. Clearing Guarantee Institution.BEI) on May 19. 20 and June 4.8 tentang Komisaris Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Number III.8 regarding Clearing Guarantee Institution Commissioners. 20 Mei dan 4 Juni 2009. Fit and proper test toward candidates of Board of Commissioners of Central Securities Depository on June 2.3 tentang Direktur Lembaga Kliring dan Penjaminan. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .2 tentang Tata Cara Pembuatan Peraturan Oleh Lembaga Kliring dan Penjaminan dan Nomor III. Clearing Guarantee Institution. Fit and proper test toward candidates of Board of Directors of the Stock Exchange (PT. tata cara pembuatan peraturan oleh Bursa Efek.3 regarding Directors of Clearing Guarantee Institution.KPEI dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2009. and Number III. 2009. Sedangkan. Lembaga Kliring dan Penjaminan serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Number III. 2009. Bapepam-LK telah melaksanakan kegiatan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota Direksi dan calon Komisaris SRO (Self-Regulatory Organization) sesuai dengan peraturan-peraturan terkait.C.A.C. including the amendments. as stipulated in Capital Market Law Number 8/1995 article 11 and 17.2 tentang Tata Cara Pembuatan Peraturan Oleh Lembaga Besides. monitoring toward Securities Exchange is also conducted through approval granting upon regulations which must be arranged by the Stock Exchange. In performing monitoring function of Securities Exchange Institutions. 19. Peraturan-peraturan tersebut dapat mulai berlaku setelah mendapat persetujuan Bapepam-LK. Nomor III.BEI dilaksanakan pada tanggal 18. Number III.C. di tahun 2009. III. In 2009. and Central Securities Depository. dengan rincian sebagai berikut: • Terhadap calon anggota Direksi PT.B.C. Dalam melaksanakan fungsi pengawasan Lembaga Bursa Efek. However. The following were the detailed activities: • Fit and proper test toward candidates of Board of Directors of Clearing Guarantee Institution (PT. The regulations shall be applied after having approval from Bapepam-LK.2 regarding Procedures for Rule-Making by a Clearing Guarantee Institution. Lembaga Kliring dan Penjaminan serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian wajib dilakukan sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor III. and Central Securities Depository must be performed pursuant to Bapepam and LK Regulation Number III.2 regarding Procedures for Rule-Making by a Central Securities Depository. 8 tahun 1995 pasal 11 dan 17.A. Nomor III.3 tentang Direktur Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan Nomor III. • Terhadap calon anggota Direksi PT.2 tentang Tata Cara Pembuatan Peraturan oleh Bursa Efek.KPEI) on May 11.B. 2009.C.8 tentang Komisaris Lembaga Kliring dan Penjaminan.3 regarding Directors of Central Securities Depository.B. procedures of such regulations making by Stock Exchange.B. pengawasan terhadap Lembaga Bursa Efek juga dilakukan melalui pemberian persetujuan atas peraturan-peraturan yang wajib dibuat oleh Bursa Efek.153 Nomor III.KSEI dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2009. Terhadap calon Komisaris PT.C.8 regarding Central Securities Depository Commissioners.B. and Number III.B.

Perubahan Peraturan III-I tentang Keanggotaan Margin dan Short Selling Amendment of Regulation Number III-I regarding Margin and Short Selling Membership 4. S-710/BL/2009 30 Januari 2009. of Regulation Number II-A regarding Equity Securities Trading Penundaan Pemberlakuan Peraturan No. 2009 Telah disetujui melalui surat No.1. Pemberian Persetujuan dan atau Perubahan atas Peraturan-Peraturan SRO No Nomor dan Nama Peraturan Regulation Name & Number A. II-F tentang Perdagangan EBA di Bursa Amendment of Regulation Number II-F regarding Asset Backed Securities Trading on Stock Exchange Pencabutan Ketentuan II. KSEI/CSD 8. Blocking Balance and Dormant Account 10. S-4540/BL/2009 tanggal 3 Juni 2009. Perubahan Peraturan No. The supervision was performed to improve the operational quality and investor asset security being entrusted to Securities Companies. Regulation Number III-I regarding Margin & Short Selling Membership Permohonan Persetujuan Atas Konsep Perubahan Keputusan Direksi Tentang Pelaporan Transaksi Efek Approval Request upon Draft Concept of Directors Degree regarding Securities Transaction Reporting 5.2 Pengawasan Perusahaan Efek 9. Persetujuan Perubahan Peraturan Jasa Kustodian Sentral (Layanan Jasa Investor Area dan Gadai Efek) Approval to Amendment of Central Securities Depository Services Regulation (Investor Area and Securities Pawn Services) Perubahan Peraturan KSEI DFOP. Untuk meningkatkan kualitas operasional serta In 2009 Bapepam-LK supervised 157 Securities Companies which had licenses as Broker Dealer and Underwriter. II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek Dalam Transaksi Margin dan TransaksiShort Selling dan Peraturan III-I tentang Keanggotaan Margin dan Short Selling Application Andjourment of Regulation Number II-H regarding Requirements and Securities Trading in Margin and Short Selling Transactions. S-1548/BL/2009 27 Februari 2009.53. 1044/BL/2009 tanggal 4 Desember 2009 Approved through letter ref#: 1044/BL/2009 dated December 4. Telah disetujui melalui surat No. 2009 Telah disetujui melalui surat No. S-711/BL/2009 30 Januari 2009. 6. Approval Granting to SRO Regulations and Amendments Surat Persetujuan Approval Letter Amendment of Regulation Number II-H regarding Margin and Short Selling Membership 3. Approved through letter ref#: S-710/BL/2009 dated January 30. KPEI 11. 2009 Telah disetujui Ketua Melalui surat No.3 Peraturan No.154 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Penyimpanan dan Penyelesaian. Perubahan Peraturan No. Approved through letter ref#: S-711/BL/2009 dated January 30. 2009 Telah disetujui melalui surat No. Telah disetujui melalui surat No.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Kegiatan pengawasan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas operasional dan keamanan aset nasabah yang dipercayakan kepada Perusahaan Efek. S-994/BL/2009 11 Februari 2009 Approved through letter ref#: S-994/BL/2009 dated February 11. S-3378/BL/2009 29 April 2009. BapepamLK telah memberikan persetujuan dan atau perubahan atas peraturan-peraturan SRO seperti yang tertera dalam tabel di bawah ini: Tabel 9. II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Revocation of Provisions Number II.2. II-H tentang Transaksi Margin dan Short Selling Bapepam-LK has granted approvals to SRO regulations and or amendments as described in the table below: Table 9. S-3536/BL/2009 7 Mei 2009 Approved through letter ref#: S-3536/BL/2009 dated May 7. Perubahan Anggaran Dasar KPEI Amandment of KPEI Articles of Association 9.2. 2009 Telah disetujui melalui surat No. Blocking Balance dan Dormant Account Amandment of KSEI Regulation regarding DFOP. S-8712/BL/2009 tanggal 30 September 2009 Approved through letter ref#: S-8712/BL/2009 dated September 30.1. S-711/BL/2009 30 Januari 2009. 2009 Telah disetujui melalui surat No. For that purposes. Di tahun 2009. 2009 9. Fasilitas REPO.5. 2009 Telah disetujui melalui surat No. Approved through letter ref#: S-4540/BL/2009 dated June 3. Approved through letter ref#: S-1548/BL/2009 dated February 27. Persetujuan Perubahan Peraturan Jasa Kustodian Sentral (Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi Efek EBA. BEI/IDX 1. B.2 Supervision on Securities Companies Sebanyak 157 Perusahaan Efek yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) dan Penjamin Emisi Efek (PEE) diawasi oleh Bapepam-LK sepanjang tahun 2009. 2009 Telah disetujui Ketua Melalui surat No. 1044/BL/2009 tanggal 4 Desember 2009 Approved through letter ref#: 1044/BL/2009 dated December 4. 2009 7. REPO Facility. I-D tentang Pencatatan SPEI di Bursa Amendment of Regulation Number I-D regarding SPEI Listing on Stock Exchange 2 Perubahan Peraturan No. Pembukaan Sub Rek Efek Jaminan dan Sub Rek Efek Pinjam Meminjam) Approval to Amendment of Central Securities Depository Services Regulaition (Depository and Settlement of Asset Backed Securities Transaction. 2009 Telah disetujui melalui Surat No. Approved through letter ref#: S-711/BL/2009 dated January 30. Approved through letter ref#: S-3378/BL/2009 dated April 29. Guarantee and Lending-Borrowing Sub Securities Accounts Opening) C. Securities BAPEPAM .

Stock Exchange. Review on Securities Companies Periodic Reports in form of Activity Report and Securities Companies Financial Report. Penilaian kemampuan dan kepatutan calon Pemegang saham Perusahaan Efek. berupa Laporan Kegiatan dan Laporan Keuangan Perusahaan Efek Kewajiban penyampaian laporan berkala oleh Perusahaan Efek dimaksudkan untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan akuntabilitas manajemen dan pengawas atas kegiatan usaha Perusahaan Efek. Company supervision was focused on activities as follow: • Monitoring on Adjusted Net Working Capital of Securities Companies. Calon Direksi dan Komisaris Perusahaan Efek harus memenuhi ketentuan persyaratan integritas dan persyaratan kompetensi dan keahlian sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.D.5 regarding Maintenance and Reporting of Monitoring of Adjusted Net Working Capital required every Securities Company to fulfill the daily minimum Monitoring of Adjusted Net Working Capital provision and submit the Adjusted Net Working Capital report on every business day to Bapepam-LK. fit and proper test has been conducted to 56 Director candidates and 44 Commissioner candidates of Securities Companies in 2009. pengawasan Perusahaan Efek antara lain difokuskan pada kegiatankegiatan sebagai berikut: • Monitoring Modal Kerja Bersih Yang Disesuaikan (MKBD) Perusahaan Efek. Meanwhile. Fit and proper test toward Securities Companies Shareholders. Laporan MKBD mencerminkan kemampuan keuangan Perusahaan Efek terkait dengan likuiditas keuangannya.A.1 regarding Securities Company Licensing Procedures which mentions that candidates for Securities Companies Shareholders must comply with integrity and financial competence requirements. Persyaratan sebagai calon Pemegang Saham Perusahaan Efek juga diatur dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. Exchange Member Securities Companies that fails to meet provisions related Adjusted Net Working Capital requirements will get sanction from the Stock Exchange and shall be reported to Bapepam-LK. As the performance of such regulation.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek. Sementara itu. Monitoring of Adjusted Net Working Capital report reflect the financial capability of Securities Companies related to their financial liquidity.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan MKBD mewajibkan setiap Perusahaan Efek untuk memenuhi ketentuan minimal MKBD harian dan menyampaikan laporan MKBD setiap hari kerja Bapepam-LK. and CGI. Throughout 2009. Selama tahun 2009 telah dilakukan penelahaan atas laporan kegiatan Perusahaan Efek yang memiliki izin usaha sebagai PPE yang disampaikan setiap bulan dan laporan kegiatan Perusahaan Efek yang memiliki izin usaha sebagai PEE yang disampaikan setiap 6 (enam) bulan. Bapepam and LK Regulation Number V. Requirements of candidates for Securities Companies Shareholders are also organized in Bapepam and LK Regulation Number V. Candidates for Board of Directors and Commissioners of Securities Companies must comply with provisions of integrity and competence as well as expertise requirements as provisioned in Bapepam and LK Regulation Number V. Sebagai pelaksanaan dari peraturan terkait. Bagi Perusahaan Efek Anggota Bursa yang gagal memenuhi persyaratan MKBD maka akan dikenakan sanksi oleh Bursa Efek dan dilaporkan kepada Bapepam-L. sebanyak 144 Perusahaan Efek telah menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan • • • • • Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 144 Securities Companies have submitted Semi-annual Financial Reports and 142 Securities Companies have submitted • Penilaian kemampuan dan kepatutan calon anggota Direksi dan Komisaris Perusahaan Efek. fit and proper test has been conducted to 8 (eight) candidates for Securities Companies Shareholders. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan telah dilakukan terhadap 8 (delapan) calon Pemegang Saham.1 Securities Company Licensing Procedures. In 2009. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan telah dilakukan terhadap 56 calon Direktur dan 44 calon Komisaris Perusahan Efek selama tahun 2009.1 tentang Perizinan Perusahaan Efek yang menyebutkan bahwa calon Pemegang Saham Perusahaan Efek harus memenuhi persyaratan integritas dan persyaratan kelayakan kemampuan keuangan. Fit and proper test toward candidates for Board of Directors and Commissioners of Securities Companies. Peraturan Bapepam dan LK Nomor V. dari total Perusahaan Efek yang ada. Selama tahun 2009. reviews have been conducted upon monthly activity reports of Securities Companies granted business licenses of Securities Broker Dealer and upon semi-annual activity reports of Securities Companies having business licenses of Securities Underwriter.A. Bursa Efek dan KPEI.A. Penelaahaan atas Laporan Berkala Perusahaan Efek.D. The obligation of periodic reporting by Securities Companies was intended to improve information disclosure and management & supervisor accountabilities upon Securities Companies business activities.155 perlindungan terhadap aset nasabah.A.

9. temuan terkait sistem (lima temuan). administration. pelayanan jasa kustodian sentral.2.3 9. The suoervision was conducted by reviewing Securities Companies incidental reports. dan lain-lain Uji Kepatuhan Lembaga Bursa Efek Annual Financial Reports. laporan perubahan alamat. Scope of compliance audit toward HIMDASUN and PT KSEI can be seen in table 9. Ruang lingkup uji kepatuhan terhadap HIMDASUN dan PT KSEI dapat dilihat pada tabel 9. In Compliance Audit Report (CAR) submitted to PT KSEI management. and HIMDASUN. Uji kepatuhan ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan Lembaga Bursa Efek terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku. Pengawasan tersebut dilakukan dengan melakukan penelaahan terhadap laporan Perusahaan Efek. Bapepam-LK conducted compliance audit to 2 Securities Exchanges Institutions. temuan terkait pengawasan (empat temuan).LK Continuous Improvement for a Brighter Future . dan kewajiban pelaporan. • Review on Securities Companies Incidental Reports To supervise Securities Companies. Aspek organisasi. namely Inter dealer Market Association (known as HIMDASUN) and Indonesia Central Securities Depository (PT KSEI). temuan terkait prosedur (enam temuan). sistem teknologi informasi.2. etc. Audit Team of Bapepam-LK found 15 violations consisting of three categories. any change of management or operational activities of Securities Companies must be notified to Bapepam-LK. report on change of address. report of resignation of Board of Directors and Commissioners. Sepanjang tahun 2009. dan c). and c). among others are: report of Securities Companies opening/closing in a location other than the head office. proses penyelenggaraan perdagangan SUN. government securities trading process and reporting obligation. Organization aspect. report on capital increase. dan HIMDASUN. yaitu antara lain berupa laporan pembukaan/penutupan kegiatan Perusahaan Efek di lokasi lain selain kantor pusat. Table 9. PT KSEI. PT KPEI. The compliance audit was meant to ascertain the Securities Exchange Institutions compliance toward prevailing laws and regulations of capital market.2 Ruang Lingkup Uji Kepatuhan terhadap HIMDASUN dan PT KSEI Lembaga Bursa Efek Securities Exchange HIMDASUN Ruang Lingkup Scope Securities Exchange Institutions compliance audit was performed toward Stock Exchange Institutions through onsite audit in the SRO. laporan perubahan nama. Procedure (six findings). yang bersifat insidentil.2. laporan peningkatan modal. Upon such violations. yaitu Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI). dan penyelenggaraan pembukuan. Monitoring (four findings). System (five findings).2. Atas temuan pelanggaran tersebut. laporan pengunduran diri anggota Direksi dan Komisaris. report on change of company name.3 Compliance Audit on Securities Exchange Institutions Uji kepatuhan Lembaga Bursa Efek dilakukan terhadap Lembaga Bursa Efek melalui pemeriksaan setempat yang terdiri dari SRO yaitu PT BEI. Scope of Compliance Audit Toward HIMDASUN and PT KSEI PT KSEI Kelengkapan struktur dan infrastruktur. and book-keeping. Tim Pemeriksa Bapepam-LK menemukan 15 temuan pelanggaran yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga kategori. information technology system. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah disampaikan kepada manajemen PT KSEI. Structure and infrastructure completeness. PT KSEI. Bapepam-LK telah meminta manajemen PT KSEI untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dan menyampaikan laporannya kepada Bapepam-LK. b).156 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity (LKTT) dan sebanyak 142 Perusahaan Efek telah menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan (LKT). central securities depository services.2. setiap perubahan yang terjadi atas manajemen ataupun kegiatan operasional Perusahaan Efek wajib disampaikan kepada Bapepam-LK. b). PT BEI. administrasi. Bapepam-LK has required PT KSEI management to make improvement actions and report it to Bapepam-LK afterward. namely a). • Penelahaan atas Laporan Insidentil Perusahaan Efek Untuk melaksanakan fungsi pengawasan terhadap Perusahaan Efek. Tabel 9. yaitu a). PT KPEI. In 2009. BAPEPAM . Bapepam-LK telah menyelesaikan pemeriksaan kepatuhan terhadap 2 (dua) Lembaga Bursa Efek.

Bapepam-LK asked HIMDASUN management to make a review toward HIMDASUN organization structure and operational activities. penghentian sementara kegiatan usaha. Bapepam-LK telah melakukan Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK found a fact that the organization structure and operational activities of HIMDASUN did not comply with the prevailing provisions. 9. • Referred 8 (eight) Non-Member SC to Investigation Bureau for further investigation and criminal investigation process. compliance aspects being investigated were organization. In 2009. Bapepam-LK took certain actions as the consequences. • Revocation of business license process were given to 3 (three) Non-Member SC. pengurus HIMDASUN menyampaikan surat kepada Bapepam-LK yang menyatakan pihaknya akan mengubah bentuk organisasi HIMDASUN sekaligus mengembalikan izin sebagai penyelenggara perdagangan SUN. yang terdiri dari 6 (enam) Kantor Pusat PE Anggota Bursa. book-keeping. such as written admonition. Therefore. Bapepam-LK conducted compliance audit to 28 Securities Companies (SC). pengawasan dan pengendalian internal. ditemukan beberapa pelanggaran atau ketidaksesuaian dengan ketentuan perundangan-undangan di bidang pasar modal yang dilakukan oleh Perusahaan Efek. and 17 Non-Member SCs. • Written admonition were given to 6 (six) head offices of Exchange Member SC. Afterward. 3 (tiga) Kantor Cabang PE Anggota Bursa. from the compliance audit report of HIMDASUN. dan 17 PE Bukan Anggota Bursa.2. 5 (lima) Kantor Cabang PE Anggota Bursa. Based on such routine investigation. Atas hal tersebut. khususnya peraturan Bapepam-LK terkait dengan HIMDASUN. Bapepam-LK conducted on-site monitoring to 11 Securities Companies in connection Selain melakukan pemeriksaan setempat terhadap Perusahaan Efek. dan 2 (dua) PE Bukan Anggota Bursa dikenakan teguran tertulis. • 6 (enam) Kantor Pusat PE Anggota Bursa. uji kepatuhan Perusahaan Efek dilakukan dengan melakukan monitoring setempat pada kantor Perusahaan Efek untuk memonitor dan menelaah kembali pemenuhan dan perbaikan yang telah dilakukan oleh Perusahaan Efek terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal terkait dengan hasil pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan oleh Bapepam-LK sebelumnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin tersebut. several violations and inconsistency toward provisions of prevailing laws and regulations of capital market performed by SC were found. • 3 (tiga) PE Bukan Anggota Bursa sedang dalam proses pencabutan izin usaha.2. a letter has been sent to Bapepam-LK by HIMDASUN management mentioning that HIMDASUN would change the organization structure and return the license as government securities trading provider. implementation of knowing your customer principles. BapepamLK meminta pengurus HIMDASUN untuk melakukan peninjauan kembali terhadap organisasi dan kegiatan operasional HIMDASUN. up to revocation of business license. compliance audit toward Securities Companies was also performed by conducting on-site monitoring in Securities Companies officess to monitor and review the remedial action conducted and compliance upon prevailing laws and regulations of capital market in connection with compliance audit report previously performed by Bapepam-LK. Tim Pemeriksa Bapepam-LK menemukan fakta bahwa struktur organisasi dan kegiatan operasional HIMDASUN tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dan kecukupan modal kerja khususnya dalam hal kesesuaian perhitungan dan penyajiannya.4 Uji Kepatuhan Perusahaan Efek In the meantime. internal monitoring and controlling. dari hasil uji kepatuhan terhadap HIMDASUN. Selanjutnya. Accordingly. Sehubungan dengan hal tersebut. and working capital adequacy especially in term of calculation and presentation. temporary suspension.157 Sementara itu. hingga pencabutan izin usaha dengan rincian: • 2 (dua) Kantor Cabang PE Anggota Bursa dan 4 (empat) PE Bukan Anggota Bursa dikenakan penghentian sementara kegiatan usaha. especially Bapepam-LK regulation related to HIMDASUN. 9. and 2 (two) NonMember SC. In 2009. aspek-aspek yang diuji kepatuhannya antara lain meliputi organisasi. penyelenggaran pembukuan. Dalam melakukan pemeriksaan rutin kepada Perusahaan Efek. In performing the routine compliance audit to SC. pelaksanaan prinsip mengenal nasabah. 3 (three) branch offices of Exchange Member SC. Bapepam-LK mengenakan tindakan tertentu mulai dari teguran tertulis.4 Compliance audit on Securities Companies Bapepam-LK sepanjang tahun 2009 telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap 28 Perusahaan Efek (PE). • 8 (delapan) PE Bukan Anggota Bursa sedang dalam proses pemeriksaan dan penyidikan oleh Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK. Selama tahun 2009. 5 (five) Exchange Member SC branch offices. In addition to on-site inspection. Details of actions taken were as follow: • Temporary suspension were given to 2 (two) branch offices of Exchange Member SC and 4 (four) NonMember SC. comprising of 6 (six) Exchange Member SC head offices.

Solo. sebanyak 1 (satu) Reksa Dana proses pemeriksaan kepatuhannya dilimpahkan ke Biro Pemeriksaan dan Penyidikan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.2.5 Compliance Audit on Investment Management Setelah Bapepam-LK melakukan pemetaan terhadap Manajer Investasi pada tahun 2007 hingga tahun 2008. Makasar dan Surabaya pada bulan Juli sampai dengan November 2009. 9. The mapping was performed by conducting compliance audit to all investment fund selling agent representatives and all Limited Participation Investment Funds. Bandung. Bapepam-LK memberikan sebagian besar APERD surat untuk melakukan tindakan tertentu dan untuk selalu mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.158 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity monitoring setempat terhadap 11 Perusahaan Efek terkait dengan hasil pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan pada tahun 2008. Berdasarkan hasil monitoring setempat yang dilakukan. Pemeriksaan kepatuhan APERD dilakukan terhadap 27 kantor pusat APERD. Pemetaan tersebut dilakukan dengan cara pemeriksaan kepatuhan terhadap seluruh Agen Penjual Efek Reksa Dana dan seluruh Reksa Dana Penyertaan Terbatas. Atas hal ini. Therefore. Bandung. dan 43 kantor cabang APERD yang berada di 10 (sepuluh) kota besar yaitu Medan. Solo. Bapepam-LK imposed most of APERD with admonition letters to take certain actions and to always comply with the provisions of the prevailing laws and regulations. and copies of admonition letters were sent to the Central Bank (Bank Indonesia) for coordination purpose. To improve the APERD compliance. Batam. Bapepam-LK conducted compliance audit to 67 Investment Funds including Limited Participation Investment Fund (LPIF). After Bapepam-LK made a mapping of Investment Manager in 2007 . namely Medan. BapepamLK melakukan penyempurnaan sistem aplikasi industri Reksa Dana dengan mewajibkan APERD untuk melaporkan pegawai yang mempunyai izin WAPERD dengan mengisi/ meng-up date data ke dalam sistem yang telah disediakan. Jogjakarta. masih ditemukan beberapa pelanggaran yang sama sebagaimana yang telah ditemukan pada pemeriksaan kepatuhan sebelumnya. Dari 67 Reksa Dana yang diperiksa. serta menyampaikan tembusan kepada Bank Indonesia guna kepentingan koordinasi dalam hal terdapat temuan atau indikasi pelanggaran. mapping of investment fund selling agent (APERD) and risk on new product (Limited Participation Investment Fund) were also made in 2009. Makasar and Surabaya on July up to November 2009. Batam. kemudian dilanjutkan dengan pemetaan terhadap Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan pemetaan risiko terhadap produk baru (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) pada tahun 2009. Jogjakarta. From such number of Investment Funds. and most of 36 LPIFs got admonition letters to comply with provisions of the prevailing laws and regulations. Pontianak. an improvement of Investment Fund application system was made by Bapepam-LK by requiring APERD to report data of employees having investment fund selling agent representative (WAPERD) licenses by filling out/updating the data into the provided system. and 43 APERD branch offices in 10 (ten) big cities. Pontianak. BAPEPAM . Bapepam-LK melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 67 Reksa Dana termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan. Compliance audit of APERD was conducted toward 27 APERD head offices. Balikpapan. Based on reports of such onsite monitoring. Denpasar. 1 (one) of which were taken over by Investigation Bureau for further investigation.5 Uji Kepatuhan Pengelolaan Investasi with audit findings in 2008.2. Bapepam-LK telah menyampaikan peringatan tertulis kepada Perusahaan Efek yang bersangkutan dan meminta agar segera dilakukan langkah perbaikan. Dalam rangka meningkatkan kepatuhan APERD. Balikpapan. Bapepam-LK imposed written admonition to respective Securities Company and ordered respective Securities Companies to take immediate remedial actions. 9. Denpasar. similar violations were still found. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui jumlah pemegang izin WAPERD yang masih aktif dan sebagai bahan persiapan penyelenggaraan Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) bagi seluruh WAPERD.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .2008. The objective of this activity was to find out the total number of active WAPERD licenses holders and it served as preparation for Professional Education Program arrangement for all WAPERDs. Based on the compliance audit reports. dan sebagian besar dari 36 RDPT diberikan surat untuk melakukan tindakan tertentu serta mengingatkan kepada Manajer Investasi untuk selalu mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.

kepada Manajer Investasi telah diberikan surat untuk melakukan tindakan tertentu dalam rangka perbaikan sistem dan prosedur perusahaan dalam rangka melaksanakan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Selain melaksanakan fungsi pengawasan perdagangan saham di bursa. Penelaahan dan pemeriksaan teknis dilakukan guna memperoleh petunjuk awal yang memadai sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagaimana dimaksud dalam pasal 100 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal. fair. In 2009. 9. From the total numbers. Dari 17 perusahaan yang diperiksa. Bapepam-LK also conducted monitoring of Stock Option trading and Exchange Trade Fund (ETF). 7 (tujuh) hasil penelaahan awal dan pemeriksaan teknis tidak menemukan petunjuk awal adanya indikasi perdagangan efek yang tidak wajar untuk diteruskan ke pemeriksaan lanjutan. wajar dan efisien serta untuk melindungi kepentingan pemodal. Selain itu. Bapepam-LK juga melakukan pengawasan In order to meet the mandate of Article 3 of Law Number 8/ 1995 regarding Capital Market. Bapepam-LK performed review and technical investigation related unusual transaction to create an organized. c. 14 hasil penelaahan awal menunjukkan adanya indikasi perdagangan efek yang tidak wajar sehingga diteruskan kepada pemeriksaan lanjutan.159 Disamping itu. 7 (seven) unusual securities trading indications were still in process of reviews and technical investigations at the end of the year. Bapepam-LK conducted compliance audit to 17 Investment Managers as well. c. The review and technical investigation was performed to get proper preliminary clues for further formal investigation as stipulated in article 100 of Law Number 8/1995 regarding Capital Market. 14 initial reviews showed that there were unusual securities trading indications requiring further investigation. Bapepam-LK conducted initial review and technical investigation on 28 unusual trading indications with details as follow: a. serta perdagangan obligasi meliputi obligasi perusahaan (corporate bond) sebanyak 231 seri dan SUN sebanyak 79 seri. b. Dari hasil penelaahan awal diketahui rincian kasus sebagai berikut: a. b. Compliance audit was also performed by Bapepam-LK to 9 (nine) Investment Managers in connection with the application of Knowing Your Customer Principles (KYC). 7 (seven) initial reviews and technical investigations came up with no clues of unusual securities trading indications requiring further investigation. and 79 series of government securities. Bapepam-LK telah menyelesaikan penelaahan awal dan pemeriksaan teknis terhadap 28 indikasi perdagangan tidak wajar. Sepanjang tahun 2009. Bapepam-LK juga telah melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 9 (sembilan) Manajer Investasi terkait dengan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (KYC) dan dari hasil pemeriksaan tersebut. 6 of which went to Investigation Bureau due to violation indication against provisions of the prevailing laws and regulations. As the result.3 Market Surveillance Dalam rangka melaksanakan amanat Pasal 3 UndangUndang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Also. Bapepam-LK juga melakukan pengawasan terhadap perdagangan Kontrak Opsi Saham (KOS) dan Exchange Trade Fund (ETF). and to protect investor interest at the same time.3 Pengawasan Perdagangan Besides. admonition letters were given to the Investment Managers to make remedial actions for system and procedure improvements pursuant to KYC. In addition to its monitoring function for stock exchange trading. terdapat 6 perusahaan yang proses pemeriksaan kepatuhannya dilimpahkan ke Biro Pemeriksaan dan Penyidikan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diduga melakukan tindakan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. and efficient capital market activites. Bapepam-LK also performed monitoring of debt Laporan Tahunan 2009 Annual Report . as well as bond trading including 231 series of corporate bonds. 9. Bapepam-LK telah melakukan penelaahan dan pemeriksaan teknis terhadap dugaan transaksi tidak wajar dalam upaya menciptakan terwujudnya kegiatan pasar modal yang teratur. Bapepam-LK performed regular monitoring toward capital market activities in form of daily stock trading monitoring to 401 issuers and 43 warrants. 7 (tujuh) indikasi perdagangan tidak wajar masih dalam proses penelaahan dan pemeriksaan teknis pada akhir tahun. Bapepam-LK juga melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 17 Manajer Investasi. Bapepam-LK secara rutin melakukan tugas pengawasan terhadap kegiatan pasar modal berupa pemantauan transaksi perdagangan saham harian terhadap 401 emiten dan 43 waran.

M) Frek Freq 78. 2009 Terlambat Late Volume (Rp. BAPEPAM . Partisipan Participant Tepat Waktu On Time Volume (Rp.4. M) Frek Freq 163.G.4 PENGAWASAN DAN UJI KEPATUHAN LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Pengawasan Lembaga Penunjang Pasar Modal 9.4 SUPERVISION AND COMPLIANCE AUDIT ON CAPITAL MARKET SUPPORTING INSITUTION AND PROFESSION Supervision on Capital Market Supporting Insitution 9. Setiap Pihak yang melakukan Transaksi atas Efek bersifat utang dan Sukuk. wajib menyampaikan laporan atas Transaksi yang telah dilakukannya kepada Bapepam-LK melalui Penerima Laporan Transaksi Efek Untuk mengetahui kesiapan partisipan dalam menyampaikan laporan transaksi efek sebagaimana diatur dalam peraturan X.83 8.4.M.45 173.4.008 1 2 3 SC Bank CB 69.10 9.1 Bank Kustodian Pengawasan terhadap Bank Kustodian dilakukan dengan mewajibkan Bank Kustodian untuk menyampaikan Laporan Bulanan dan Tahunan tentang aktivitas Bank Kustodian yang memuat rekapitulasi Efek yang tercatat selama periode tersebut kepada Bapepam-LK sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor: X. 2009 up to December 28.1 9.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 9. di tahun 2009 Bapepam-LK telah menyempurnakan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Terhadap laporan-laporan Bank Kustodian yang disampaikan kepada Bapepam-LK tersebut telah dilaksanakan proses input data ke dalam database. yang meliputi data transaksi jual dan beli Efek secara bulanan.4.1 regarding Report of Commercial Bank as Custodian.24% 51.74 351. Dalam rangka meningkatkan pengembangan dan integritas pasar Efek bersifat utang dan Sukuk melalui pelaporan perdagangan Efek. Bapepam-LK performed monitoring of participant compliance as follows: Table 9.798.3 regarding Securities Transaction Reporting in 2009.3.3 Reporting Compliance Level of Participant for the Period of January 2.254 % Frek Terlambat % Freq Late No.160 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity atas transaksi Efek bersifat utang dan Sukuk yang dilaksanakan di pasar sekunder melalui kewajiban pelaporan transaksi Efek.741.1 9. sebanyak 21 Bank Kustodian telah menyampaikan laporan bulanan dan laporan kegiatan tahunan kepada Bapepam-LK. To improve development and integrity of debt Securities and Sukuk market through Securities transaction reporting.90 19. In 2009. berdasarkan hasil monitoring terhadap kewajiban penyampaian laporan Bank Kustodian pada tahun 2009.M.d 28 Desember 2009 Securities and Sukuk transactions made in secondary market through Securities transaction reporting obligation.301.64% 89. To find out participants readiness in delivering securities transaction report as provisioned in regulation number X.3 tentang Pelaporan Transaksi Efek. Bapepam-LK amended Bapepam and LK Regulation Number X.3 tersebut.1. Data input process has been performed by Bapepam-LK upon such Report of Custodian Bank delivered.670 407.M.00% 9.1. there were 21 Custodian Bank which have submitted their monthly reports and annual activities report to Bapepam-LK. Based on such regulation. Bapepam-LK melakukan monitoring kepatuhan partisipan dalam menyampaikan laporannnya sebagai berikut: Tabel 9. comprising of monthly data of Securities buy & sell transactions.116 16.M.3 Tingkat Kepatuhan Pelaporan Partisipan Periode 2 Januari s.1 tentang Laporan Bank Umum sebagai Kustodian. Berdasarkan peraturan tersebut.514 20.668 18. Selanjutnya.842 2.1 Custodian Bank Surveillance of Custodian Bank is performed by obliging Custodian Bank to submit Monthly and Annual Report concerning Custodian Bank activities and comprising of Securities recapitulation recorded during such period to Bapepam-LK pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X.596. every Party that performs debt Securities and Sukuk transactions is obligated to submit report of transaction made to Bapepam-LK via Securities Transaction Report Receiver.G.690.

9.H.1-6 regarding monthly report of Issuer or Public-listed Company share ownership and recapitulation which have been reported by Securities Administration Agencies in Monthly Operational Activity Report. 81 Tahun 2007 tentang Penurunan Tarif Pajak bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka. perubahan peraturan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas laporan yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek serta Emiten dan Perusahaan Publik yang menyelenggarakan administrasi Efek sendiri.3 Indonesia Bond Pricing Agency in which obligations of such institution are regulated. sebanyak 10 (sepuluh) BAE telah menyampaikan laporan bulanan. yang meliputi data kepemilikan 5% Emiten dan Perusahaan Publik serta data dalam formulir Nomor: X.1. Laporan Kegiatan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan kepada Bapepam-LK.H. composition of shareholders of Issuer or Public Company.4. Terhadap laporan-laporan BAE serta Emiten atau Perusahaan Publik yang menyelenggarakan administrasi Efek sendiri (inhouse BAE) yang disampaikan kepada Bapepam-LK tersebut telah dilaksanakan proses input data ke dalam database.3 tentang Lembaga Penilaian Harga Efek. The amendment was made through form addition Number X. and annual financial report to Bapepam-LK.1-6 tentang laporan bulanan kepemilikan saham Emiten atau Perusahaan Publik dan rekapitulasi yang telah dilaporkan dalam Laporan Kegiatan Operasional Bulanan yang wajib disampaikan oleh BAE. In 2009.H. percentage.1.2 Securities Administration Agency Amendment has been made upon Bapepam and LK Regulation Number X. Berdasarkan hasil monitoring terhadap kewajiban penyampaian laporan BAE dan Emiten/Perusahaan Publik yang menyelenggarakan administrasi Efek sendiri pada tahun 2009.1 tentang Laporan Biro Administrasi Efek dan Emiten yang Menyelenggarakan Administrasi Efek Sendiri telah diubah untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No.1 regarding Report of Securities Administration Agencies and Issuers which handled inhouse administration to comply with provisions of Government Regulation Number 81/2007 regarding Tax Tariff Reduction for Domestic Entity Taxpayer in form of Public Company. The obligations are among others to deliver a report to Bapepam-LK regarding any change occurred in the institution and to provide Bapepam-LK with: • Annual financial report audited by accountant registered in Bapepam-LK and annual activity report by no later than 3 (three) months after the company»s book year ends. • Informasi dan data yang digunakan dalam proses penilaian beserta dokumen terkait. 81 Tahun 2007. apabila diminta oleh Bapepam-LK.1-6 tentang laporan bulanan kepemilikan saham Emiten atau Perusahaan Publik dan rekapitulasi yang telah dilaporkan.161 9. Report of material change that could affect company operational activity by no later than 1 (one) business day after the occurence. Consequently. annual activity report.1.4. 9. the amendment was meant to improve the report quality made by Securities Administration Agencies as well as Issuer or Public Company performing inhouse administration. Perubahan tersebut berupa penambahan formulir Nomor: X. Reports of Securities Administration Agencies as well as Issuer or Public-listed Company performing inhouse administration which were delivered to Bapepam-LK have gone through data input process. total number of 5% ownership or less could be clearly defined. Selain untuk memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah No.H. 9. comprising of 5% ownership of Issuers or Public-listed Companies.1-6 regarding monthly report of Issuer or Public-listed Company shares ownership and recapitulation delivered.4. Information and data used in valuation process as well as other relevant documents.3 Lembaga Penilaian Harga Efek Pengawasan terhadap Lembaga Penilaian Harga Efek ini merujuk pada Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.H. selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja setelah kejadian. dimana diatur mengenai kewajiban lanjutan dari lembaga tersebut.4. Not only to meet the provisions of Government Regulation Number 8/2007. sehingga tergambar komposisi pemegang saham publik dari Emiten dan Perusahaan Publik termasuk persentase. jumlah dan kepemilikan 5% atau kurang. as well as data described in form Number X.H.2 Biro Administrasi Efek Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.3 Securities Pricing Agency Monitoring on Securities Pricing Agency refers to Bapepam and LK Regulation Number V.1. Kewajiban tersebut antara lain melaporkan kepada Bapepam-LK perubahan yang terjadi dalam lembaga dan menyampaikan kepada Bapepam-LK berupa: • Laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan yang terdaftar di Bapepam-LK dan laporan kegiatan tahunan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah tahun buku perseroan berakhir. • Laporan perubahan material yang mempengaruhi operasi perseroan. if required by Bapepam-LK. • • Laporan Tahunan 2009 Annual Report .C. 10 (ten) Securities Administration Agencies have submitted monthly report.C.

such as: principal redemption and interest payment of debt Securities before maturity date. selambat-lambatnya pada hari kerja ke-5 (lima) bulan berikutnya. Currently. Peringkat adalah opini tentang kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran secara tepat waktu oleh suatu Pihak: • sebagai entitas (company rating). monitoring of every Trust Agent obligation as provisioned in capital market regulation.162 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity • Laporan hasil kajian bulanan mengenai kecenderungan pasar. 9.1.1.4. on-site inspection infrastructure has been prepared. dan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Efek bersifat Utang.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . dan inspeksi/pemeriksaan setempat. Pemantauan Kewajiban Wali Amanat Sebagaimana dipersyaratkan di dalam peraturan Bapepam dan LK Nomor X. Additionally. Rating is an opinion about capability of fulfilling payment obligations timely by certain Party: • • As entity (company rating). pembayaran pokok dan bunga Efek yang bersifat utang sebelum jatuh tempo. pelanggaran atas ketentuan dalam kontrak perwaliamanatan. Wali Amanat juga diwajibkan untuk menyampaikan laporan peristiwa penting yang menyangkut kegiatan perwaliamanatan. BAPEPAM . Daily surveillance and compliance of activities of Trust Agent which has obtained registration certificate of capital market can be grouped into 3 (three) major activities.1 regarding Trust Agent Report. and General Debt Securities Holders Meeting arrangement. • Report of monthly review concerning market trend by no later than on the 5th business day of the following month. terdapat 1 (satu) Wali Amanat yang terlambat menyampaikan laporan kegiatan tengah tahunan 2009 dan 1 (satu) Wali Amanat yang terlambat menyampaikan laporan kegiatan tahunan 2009. yakni.1 tentang Laporan Wali Amanat diwajibkan untuk menyampaikan laporan kegiatan tengah tahunan dan tahunan.I. Based on observation conducted in 2009. and local inspection/investigation.4. 9. out of 10 (ten) active Trust Agent in capital market.4.5 Credit Rating Agency Credit Rating Agency is Investment Advisor in form of Limited Liability that conducts rating activities and provides rating.1. dari 10 (sepuluh) Wali Amanat yang aktif di Pasar Modal.5 Perusahaan Pemeringkat Efek Perusahaan Pemeringkat Efek adalah Penasihat Investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat. Activity related regulation drafting and amendment of regulation was presented in the chapter 7. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan selama tahun 2009. and/or Related to Securities issued by concerning Party being rated (instrument rating). On-site inspection Up to end of 2009. violation against provisions of trust agent contract. Saat ini infrastruktur untuk inspeksi/pemeriksaan setempat sedang dipersiapkan.4 Trust Agent Trust agent is a Party that represents debt Securities holders» interests.I. and 1 (one) Trust Agent submitting the 2009 annual activity report late. Inspeksi/Pemeriksaan Setempat Sampai dengan tahun 2009. penyusunan dan penyempurnaan peraturan.1. there was 1 (one) Trust Agent submitting the 2009 semi-annual activity report late. Inspeksi/pemeriksaan Wali Amanat ditargetkan untuk dilaksanakan pada tahun 2011.4 Wali Amanat Wali Amanat adalah Pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek bersifat utang. namely regulation drafting and amendment. The inspection on Trust Agent was targeted to be started on next 2011. on-site inspection for Trust Agent has not been performed yet. Selain laporan kegiatan. 9. 9. Monitoring on Trust Agent Obligations As provisioned in Bapepam and LK Regulation Number X. Trust Agent must submit significant event report related to trust agent activites.4. pengaturan dan pengawasan sehari-hari kegiatan Wali Amanat yang telah memperoleh Surat Tanda Terdaftar di pasar modal dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kegiatan utama. inspeksi/pemeriksaan setempat untuk Wali Amanat belum dilakukan. Kewenangan pembinaan.dan/ atau • berkaitan dengan Efek yang diterbitkan oleh Pihak dimaksud yang diperingkat (instrument rating). Trust Agent is required to submit semi-annual and annual activity reports. antara lain. pemantauan atas setiap kewajiban Wali Amanat sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan pasar modal.

Investigation Team of Bapepam-LK has been working on the finalization of Investigation Report toward those 10 (ten) Custodian Bank. Bapepam-LK telah meminta kepada manajemen Bank Kustodian untuk melakukan langkahlangkah perbaikan dan menyampaikan laporannya kepada Bapepam-LK dalam jangka waktu tertentu. akses sistem kustodian. Bapepam-LK found several violation or inconsistency against provisions of the prevailing laws and regulation of capital market. Selain pemeriksaan tersebut.1. 9. yakni.4. and local inspection/investigation.2 Capital Market Supporting Institution Compliance 9.4.4. penyusunan dan penyempurnaan peraturan. Supervision on daily activities of Credit Rating Agency that has obtained Business License for conducting rating activities can be divided into 3 (three) major activities. including organization aspect. pengaturan dan pengawasan sehari-hari kegiatan Perusahaan Pemeringkat Efek yang telah memperoleh Surat Izin Usaha untuk melakukan kegiatan pemeringkatan dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kegiatan utama. Atas temuan pelanggaran tersebut. kelengkapan pengisian formulir pembukaan rekening nasabah.1 Bank Kustodian Untuk memastikan kepatuhan Bank Kustodian terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku. namely: regulation drafting and amendment. custodian system access. Activity related regulation drafting and amendment of regulation was presented in the chapter 7.4. pemrosesan aksi korporasi. Bapepam-LK has monitored and reviewed the compliance and remedial actions performed by 8 (eight) Custodian Bank toward prevailing laws and regulation of capital market.4. sistem teknologi informasi. knowing your customer principles. In addition to the investigation.1. 9. completion of investor account opening form. investor instruction acceptance and delivery.6 On-site inspection Recently. maintenance and security of investor assets. dan inspeksi/ pemeriksaan setempat. Berdasarkan hasil monitoring tersebut. dan penyampaian laporan kepada nasabah. Bapepam-LK melakukan monitoring dan menelaah kembali pemenuhan serta perbaikan yang telah dilakukan oleh 8 (delapan) Bank Kustodian terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.4. 9. Kewenangan pembinaan.2 Uji Kepatuhan Lembaga Penunjang Pasar Modal Rating is not a recommendation for investor to make invesment decision and/or opinion upon Securities fair value and/or entity value being rated. masih ditemukan 9. and reporting obligation. Bapepam-LK telah menyelesaikan pemeriksaan kepatuhan terhadap 10 (sepuluh) Bank Kustodian di tahun 2009 yang meliputi aspek organisasi.1 Custodian Bank To assure of Custodian Bank compliance toward prevailing laws and regulation of capital market. on-site inspection infrastructure has been set up. Kegiatan ini dilakukan terkait dengan hasil pemeriksaan kepatuhan yang dilakukan terhadap ke-8 (delapan) Bank Kustodian tersebut pada tahun 2008. penerimaan dan penerusan instruksi nasabah. It was targeted to conduct the inspection/investigation of Credit Rating Agency in 2010.2. The activity was conducted in connection with 2008 compliance audit report of those 8 (eight) Custodian Bank. Bapepam-LK has asked Custodian Bank management to take necessary remedial actions and report it to Bapepam-LK within the specified time frame. dan kewajiban pelaporan. prinsip mengenal nasabah. 9. Bapepam-LK conducted compliance audit of 10 (ten) Custodian Bank in 2009. similar violations were still found and written admonitions have been given to respective Custodian Bank Laporan Tahunan 2009 Annual Report . and report delivery to investor. corporate action processing. information technology system. monitoring of Credit Rating Agency obligations as provisioned in capital market regulation. pemantauan atas setiap kewajiban Perusahaan Pemeringkat Efek sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan pasar modal. Based on the audit. antara lain terkait dengan penerapan prinsip mengenal nasabah. Tim Pemeriksa Bapepam-LK menemukan beberapa pelanggaran atau ketidaksesuaian dengan ketentuan perundangan-undangan di bidang pasar modal.163 Peringkat bukan merupakan rekomendasi bagi pemodal untuk mengambil keputusan investasi dan/atau opini atas nilai kewajaran Efek dan/atau nilai entitas yang diperingkat. Berdasarkan uji kepatuhan tersebut. pemeliharaan dan pengamanan aset nasabah. Laporan Hasil Pemeriksaan terhadap 10 (sepuluh) Bank Kustodian sedang dalam proses penyelesaian oleh Tim Pemeriksa Bapepam-LK. To respond to those violations. Based on the audit report.2.6 Pemeriksaan Setempat Infrastruktur untuk melakukan inspeksi/pemeriksaan setempat di Perusahaan Pemeringkat Efek sedang dipersiapkan dan ditargetkan inspeksi/pemeriksaan setempat dilakukan pada tahun 2010. They were among others related to application of knowing your customer principles.

penyusunan dan penyempurnaan peraturan. BAPEPAM .1 tentang Pendaftaran Akuntan yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-42/BL/2008 tanggal 14 Februari 2008. 9. Hasil analisis atas laporan berkala Penilai.4. 2008. Sebagai persiapan untuk melakukan pemeriksaan setempat. The obligation of joining APP is completely administrative. In addition to delivery timeliness. dan inspeksi/pemeriksaan setempat. pemantauan atas setiap kewajiban Akuntan sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan pasar modal. yakni. monitoring of Accountant obligations as provisioned in capital market regulation.2 Lembaga Penilaian Harga Efek Lembaga Penilaian Harga Efek merupakan lembaga yang baru berdiri sehingga belum dilaksanakan uji kepatuhan terhadap Lembaga Penilaian Harga Efek di tahun 2009. As the preparation for on-site inspection.1 Accountant Supervision on daily activities of Public Accountant that has obtained Business License for conducting capital market activities can be divided into 3 (three) major activities. 9. Monitoring on Accountant Obligations Based on Bapepam and LK Regulation Number VIII.3 Profesi Penunjang Pasar Modal for another remedial action.3. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. saat ini sedang dilakukan audit surveillance training dengan bekerjasama dengan Australian Securities and Invesment Commission. Pemantauan Bapepam-LK untuk kewajiban PPL ini lebih bersifat administratif. The analysis result shall serve as one of the references for onsite inspection.4. Activity related regulation drafting and amendment of regulation was presented in the chapter 7. Selain kewajiban terkait PPL.1 regarding Registration of Accountant providing Services in Capital Market as the Attachment of Chairman of Bapepam and LK Decree Number Kep-42/BL/2008 dated February 14.A.2 tentang Laporan Berkala Kegiatan Akuntan yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-396/BL/2008 tanggal 6 Oktober 2008. pengaturan dan pengawasan sehari-hari kegiatan Perusahaan Pemeringkat Efek yang telah memperoleh Surat Tanda Terdaftar untuk melakukan kegiatan di pasar modal dapat dikelompokkan kedalam 3 (tiga) kegiatan utama.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Furthermore. Bapepam-LK juga melakukan analisis atas isi laporan berkala tersebut. 9. 9. namely: regulation drafting and amendment.4.2. On-site inspection In 2009 Bapepam-LK did not conduct on-site inspection.4.4. Pemantauan atas Kewajiban Penilai Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII.164 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity beberapa pelanggaran yang sama dan telah dilakukan peringatan tertulis kepada Bank Kustodian yang bersangkutan untuk segera dilakukan langkah perbaikan.1 Akuntan Kewenangan pembinaan. Accountants that have obtained registration certificates are required to join Professional Education Program (PEP) every year and send their participation proof in such program to Bapepam-LK. Bapepam-LK conducted analysis upon such periodic reports.2 Securities Pricing Agency Securities Pricing Agency is a new established institution in capital market. Therefore. and local inspection/ investigation. 9. Accountant must submit Periodic Reports every year. no compliance audit has ever been conducted toward Securities Pricing Agency in 2009. Akuntan yang telah memiliki STTD diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) setiap tahunnya dan mengirimkan bukti keikutsertaannya dalam PPL tersebut kepada Bapepam-LK.2 regarding Periodic Activity Reports of Accountant as the Attachment of Chairman of Bapepam and LK Decree Number 396/BL/2008 dated October 6. Pemeriksaan Setempat Bapepam-LK belum melakukan inspeksi/pemeriksaan setempat sampai dengan tahun 2009.J. digunakan juga sebagai salah satu referensi sebelum melakukan pemeriksaan setempat. Audit surveillance training was being conducted in cooperation with Australian Securities and Invesment Commission.2. Akuntan juga wajib untuk menyampaikan Laporan Berkala setiap tahunnya.J.3 Supporting Capital Market Profession 9.A. 2008.4.3. Selain ketepatan waktu penyampaian. It complies with Bapepam and LK Regulation Number X.

and on the spot inspection Activity related regulation drafting and amendment of regulation was presented in the chapter 7.5 PENGAWASAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DAN MODAL VENTURA 9. In addition to delivery timeliness. Selama tahun 2009.3. the quality and profesionalism of Appraisal profession can be improved. Supervision on the activities of finance company was performed either directly or indirectly. Pemantauan atas Kewajiban Penilai Berdasarkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . It complies with Bapepam and LK Regulation Number X. Pengawasan tidak langsung meliputi pemantauan atas kepatuhan perusahaan dalam penyampaian laporan keuangan dan non-keuangan serta hasil analisis atas laporan-laporan tersebut. Indirect supervision includes monitoring on company compliance in submitting financial and non-financial reports as well as analysis of such reports. Diharapkan dengan mematuhi peraturan Bapepam-LK yang ada. Hasil analisis atas laporan berkala Penilai. Bapepam-LK telah melakukan inspeksi/surveillance setempat atas pengendalian mutu Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) kepada 8 (delapan) KJPP. Pemeriksaan Setempat Tujuan inspeksi/surveillance setempat ini adalah untuk mengetahui kepatuhan Penilai terhadap peraturan Bapepam-LK.2 Penilai Kewenangan pembinaan. 2008.4. maka kualitas dan profesionalitas profesi Penilai dapat ditingkatkan. yakni.4.1 regarding Registration of Appraiser performing Capital Market activities as the Attachment of Chairman of Bapepam-LK Decree Number Kep-42/BL/2008 dated February 14. pengaturan dan pengawasan sehari-hari kegiatan Perusahaan Pemeringkat Efek yang telah memperoleh Surat Tanda Terdaftar untuk melakukan kegiatan di pasar modal dapat dikelompokkan kedalam 3 (tiga) kegiatan utama. Bapepam-LK juga melakukan analisis atas isi laporan berkala tersebut. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor X. monitoring of Appraiser obligations as provisioned in capital market regulation. by complying with Bapepam-LK regulations. Adapun hasil dari inspeksi/ surveillance setempat ini adalah rekomendasi sebagai bahan perbaikan bagi KJPP. 9. Pemantauan Bapepam-LK untuk kewajiban PPL ini lebih bersifat administratif. Appraisers that have already had registration certificates must join Professional Education Program (PEP) every year and send their participation proofs in such program to Bapepam-LK.J.C. In 2009. Bapepam-LK conducted on-site inspection on Registered Appraisal Service Office (RASO) to 8 (eight) RASOs.4 tentang Laporan Berkala Kegiatan Penilai yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep396/BL/2008 tanggal 6 Oktober 2008. Hopefully.J. Selain kewajiban terkait PPL. Penilai yang telah memiliki STTD diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Lanjutan (PPL) setiap tahunnya dan mengirimkan bukti keikutsertaannya dalam PPL tersebut kepada Bapepam-LK. On-site Inspection The purpose of the inspection was to observe Appraiser compliance toward Bapepam-LK regulations.165 9.3. digunakan juga sebagai salah satu referensi sebelum melakukan pemeriksaan setempat. The obligation of joining PEP is completely administrative. Selain ketepatan waktu penyampaian. Monitoring on Appraiser Obligations Based on Bapepam and LK Regulation Number VIII. dan inspeksi/pemeriksaan setempat.C. The analysis result shall serve as one of the references for on-site inspection.1 tentang Pendaftaran Penilai yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-42/BL/2008 tanggal 14 Februari 2008. 2008.2 Appraiser Supervision on daily activities of Appraiser that has obtained Business License for conducting capital market activities can be divided into 3 (three) major activities.5 SUPERVISION ON FINANCE COMPANIES AND VENTURE CAPITAL COMPANIES Pembinaan dan pengawasan atas kegiatan perusahaan pembiayaan dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. 9. namely: regulation drafting and amendment. Penilai juga wajib untuk menyampaikan Laporan Berkala setiap tahunnya. pemantauan atas setiap kewajiban Penilai sebagaimana dipersyaratkan oleh ketentuan pasar modal. Appraiser must submit Periodic Reports every year. penyusunan dan penyempurnaan peraturan. Furthermore. The result of such on-site inspection served as recommendation for RASOs improvement. Bapepam-LK conducted analysis upon such periodic reports.4 regarding Periodic Activity Reports of Appraiser as the Attachment of Chairman of Bapepam and LK Decree Number 396/BL/2008 dated October 6.

LK Continuous Improvement for a Brighter Future . and revocation of business license for violation of financial report submission of finance company.5. Dengan demikian. pembekuan kegiatan usaha.5.5. pada akhirnya hal ini dapat mendorong terwujudnya tata kelola perusahaan pembiayaan yang baik. and serve as considerations for evaluating the application related to finance company. Bapepam-LK gave sanction of written admonition. it will finally encourage good corporate governance of financecompanies. BAPEPAM . and monitoring the compliance of financing company»s commitment that has been audited in 2008.166 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Pengawasan secara langsung dilakukan dengan pemeriksaan pada perusahaan pembiayaan. menilai kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di bidang perusahaan pembiayaan. suspension of business activity. dan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik. BapepamLK telah memberikan sanksi peringatan. dan memastikan bahwa laporan periodik sesuai dengan keadaan perusahaan yang sebenarnya. Selama tahun 2009.2 Pemeriksaan Perusahaan Pembiayaan Finance company must submit monthly financial report. dan • Aspek keuangan.1 Submission of Financial Report Perusahaan pembiayaan diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan bulanan.1 Penyampaian Laporan Keuangan Direct supervision was performed by investigating the finance company. diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan kepatutan tinggi dalam menjalankan perusahaan.2 Inspection on Finance Company Pemeriksaan dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keyakinan yang memadai atas kebenaran laporan periodik. To follow up the inspection. Bapepam-LK has given sanction of admonition. • Aspek penyelenggaraan usaha (operasional). 9. to assess the finance company compliance toward prevailing provisions. Ruang lingkup pemeriksaan meliputi: • Aspek kelembagaan. Scopes of investigation were as follow: • Institutional aspect. Fit & proper tests for candidates of board of directors and commissioners of finance companies are expected to generate high competence human resource. • Operational activity aspect.5. Sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan tersebut. semi-annual business activity report. 9. Bapepam-LK telah memberikan sanksi peringatan. pembekuan kegiatan usaha. and business license revocation. laporan kegiatan usaha semesteran. dan pencabutan izin usaha atas pelanggaran dalam kewajiban penyampaian laporan keuangan perusahaan pembiayaan.5.3 Fit & Proper Test of Board of Directors and Commissioners Dengan adanya penilaian kemampuan dan kepatutan bagi calon direksi dan komisaris perusahaan pembiayaan. The analysis of those reports will later serve as one of the basis for performing investigation. 9. suspension of business activity. Bapepam-LK conducted inspection toward 52 finance companies based on analysis and 2008 audited financial report.5. 9. Hasil analisis atas laporan tersebut selanjutnya digunakan sebagai salah satu dasar dilakukannya pemeriksaan dan menjadi pertimbangan dalam evaluasi atas permohonan yang berkaitan dengan kelembagaan perusahaan pembiayaan. and annual financial report audited by public accountant. In 2009. Consequently. Pada tahun 2009 Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan terhadap 52 perusahaan pembiayaan berdasarkan hasil analisis atas laporan keuangan audit tahun 2008 dan pemantauan atas pemenuhan komitmen perusahaan pembiayaan yang telah diperiksa pada tahun 2008.3 Penilaian Kepatutan dan Kemampuan Direksi dan Komisaris The investigation is performed to get proper convictions upon the accuracy of periodic reports. and to ensure that the periodic reports reflect the real condition of the company. 9. dan pencabutan izin usaha. 9. In 2009. and • Financial aspect.

dan 95.6 9.68% untuk triwulan IV. and • 49 commissioner candidates. Kemudian. Additionally.6. Monitoring on insurance companies» compliance on report submission showed that 2009 financial report of insurance and reinsurance companies were delivered timely by 96. the compliance of insurance and reinsurance broker companies on report submission were at lower level. Besides.56% in the third quarter and 95. Bapepam-LK telah melakukan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper) terhadap 135 calon direksi dan calon komisaris perusahaan pembiayaan yang mengajukan permohonan untuk dilakukan penilaian kemampuan dan kepatutan dengan rincian sebagai berikut: • 86 calon direksi. From the figures. Pemantauan atas kepatuhan perusahaan perasuransian dalam memenuhi kewajiban penyampaian pelaporan menunjukkan bahwa untuk penyampaian laporan keuangan tahun 2009 untuk perusahaan asuransi dan reasuransi tercatat yang menyampaikan laporan tepat waktu adalah sebesar 95. 99. Dari jumlah tersebut. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 9.6 9. 30 Juni. September 30. dan 31 Desember paling lambat 1 (satu) bulan setelah berakhirnya triwulan yang bersangkutan.28% in the second quarter. insurance and reinsurance broker companies are required to submit Annual Financial Report ended as of December 31 attached with independent auditor report by no later than April 30 of the following year. Meanwhile. and December 31 by no later than 1 (one) month after the respective quarter ends. Perusahaan Asuransi dan Reasuransi wajib menyampaikan kepada Menteri Keuangan mengenai laporan perhitungan tingkat solvabilitas triwulanan per 31 Maret. Bapepam-LK conducted fit & proper tests toward 135 candidates of board of directors and commissioners of financing companies with the following details: • 86 director candidates.56% in the second semester.28% untuk triwulan II.42% in the first semester and 90.68% untuk triwulan I. the companies are also required to submit annual Solvency Level Report per December 31 attached with Independent Auditor Report upon annual financial report to calculate the solvency level of respective period by lo later than April 30 of the following year. berdasarkan Pasal 18 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 425/KMK. dan • 49 calon komisaris. based on Article 18 of the Minister of Finance Decree Number 425/KMK. 30 September.68% in the first quarter. 98.6.1 PENGAWASAN PERUSAHAAN PERASURANSIAN Penyampaian Laporan In 2009. perusahaan pialang asuransi dan reasuransi wajib menyampaikan kepada Menteri Keuangan mengenai laporan keuangan tahunan yang berakhir pada tanggal 31 Desember yang dilampiri dengan laporan auditor independen paling lambat tanggal 30 April tahun berikutnya. 5 (five) director candidates and 8 (eight) commissioner candidates were declared failed from the fit & proper test. 9.56% untuk semester II. Selain itu perusahaan juga diwajibkan menyampaikan laporan keuangan semesteran yang berakhir tanggal 30 Juni dan 31 Desember paling lambat 1 (satu) bulan sejak berakhirnya semester yang bersangkutan.68% in the forth quarter.56% untuk triwulan III.1 SUPERVISION ON INSURANCE COMPANY Report Submission Berdasarkan Pasal 6 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 424/KMK. Sedangkan untuk perusahaan pialang asuransi dan reasuransi menunjukkan tingkat kepatuhan yang lebih rendah yaitu 87.42% untuk semester I dan 90. the company is required to submit semi-annual Financial Report ended as of June 30 and December 31 by no later than 1 (one) month as from the end-date of respective period. Selain itu perusahaan juga wajib menyampaikan laporan perhitungan tingkat solvabilitas tahunan per 31 Desember yang dilampiri dengan laporan auditor independen atas laporan keuangan tahunan yang digunakan untuk menghitung tingkat solvabilitas periode dimaksud paling lambat tanggal 30 April tahun berikutnya.06/2003 regarding Licensing and Business Conducts of Insurance Supporting Business Companies. 5 (lima) orang calon direksi dan 8 (delapan) orang calon komisaris dinyatakan tidak lulus penilaian kemampuan dan kepatutan.06/2003 regarding Financial Soundness of Insurance and Reinsurance Companies.06/2003 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi. Pursuant to Article 6 of the Minister of Finance Decree Number 424/KMK. 99. Furthermore. Insurance and Reinsurance Companies are required to submit quarter Solvency Level Report to the Minister of Finance per March 31.167 Selama tahun 2009. which were 87. June 30. 98.06/2003 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasurasi.

9.168 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan telah dikenai sanksi administratif. the financial analysis is also meant to give early identification of company failure in fulfilling its obligation toward the insured or other relevant parties. The percentage of RBC ratio fulfillment showed an increase from 2009 first quarter up to forth quarter. 90. perusahaan reasuransi. financial report analysis of insurance broker and reinsurance broker companies are among others to find out the companies compliance toward minimum authorized capital and the amount of premium unpaid to insurance or reinsurance companies.60% berdasarkan data perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan triwulan IV 2009. Ketentuan permodalan minimum untuk pialang asuransi dan pialang resuransi mulai berlaku sejak akhir tahun 2008 Analysis of financial report is performed upon financial reports of insurance. and 93. as well as to identify companies which postpone the premium payment from the insured to insurance or reinsurance companies too long. Sedangkan perusahaan asuransi dan reasuransi yang memenuhi rasio perimbangan investasi untuk triwulan I adalah 88. 88.50% in the second quarter.20% in the third quarter. Based on the analysis of insurance or reinsurance companies financial reports. reinsurance.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . dan perusahaan pialang reasuransi. 89. Analisis atas laporan keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi antara lain dimaksudkan untuk menilai kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan mengenai batas tingkat solvabilitas dan ketentuan mengenai rasio perimbangan investasi.50% berdasarkan data perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan triwulan IV 2009. Sedangkan untuk triwulan IV adalah 90.10% in the second quarter.50% in the forth quarter. Selain itu.60%.57% in the first quarter. kegiatan analisis laporan keuangan juga dimaksudkan untuk mengidentifikasikan secara dini potensi kegagalan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya kepada tertanggung atau pihak lain yang berkepentingan atas klaim.60% in the forth quarter.86% in the first quarter.57%.20%. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap laporan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi.6. the number of companies fulfilling RBC ratio were 82. dan triwulan III adalah 90. perusahaan pialang asuransi.60% in the third quarter. 92. insurance broker and reinsurance broker companies. The analysis of insurance and reinsurance companies» financial reports is meant to assess the compliance of those companies toward provisions of solvency margin and investment balance ratio.10%.50%. Fulfillment of RBC ratio was one of the key performance indicators of Bapepam-LK strategic target.6. Meanwhile. Pemenuhan ketentuan mengenai RBC merupakan salah satu indikator kinerja utama dalam sasaran strategis Bapepam-LK dengan target 90% perusahaan asuransi memenuhi persyaratan minimum RBC pada tahun 2009.2 Analysis of Financial Report Analisis laporan keuangan dilakukan atas laporan keuangan perusahaan asuransi. perusahaan yang memenuhi ketentuan RBC pada triwulan I adalah 82. triwulan II adalah 92. Adapun analisis atas laporan keuangan perusahaan pialang asuransi dan perusahaan pialang reasuransi antara lain dimaksudkan untuk mengetahui kepatuhan perusahaan atas ketentuan tentang modal sendiri minimum yang harus dimiliki dan besarnya premi yang belum disetor kepada perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi serta mengidentifikasikan perusahaan yang terlalu lama menunda pembayaran premi dari tertanggung kepada perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi. in which 90% of insurance companies fulfilled the minimum RBC ratio in 2009. triwulan II adalah 88. 9. Persentase pemenuhan RBC perusahaan asuransi menunjukkan adanya peningkatan sejak triwulan I sampai dengan triwulan IV tahun 2009. Sedangkan untuk triwulan IV adalah 93. Besides. While the number of insurance or reinsurance companies which fulfilled the investment balance ratio were 88.86%. and 90.2 Analisis Laporan Keuangan The companies which have not complied with the prevailing provisions got administrative sanctions. dan triwulan III adalah 89. The minimum capital requirement for insurance broker and reinsurance broker companies was applied at the end of BAPEPAM .

there were 367 new products filed in Bapepam-LK and 1 product has its marketing halted. to assess the business conducts of insurance companies. Based on the analysis performed in 2009. terdapat 367 produk baru yang telah dicatat oleh Bapepam-LK dan satu produk yang dihentikan pemasarannya. Companies which have not fulfilled the RBC.6% pialang asuransi dan pialang reasuransi masih belum memenuhi ketentuan modal sendiri minimum sebesar Rp1 milliar.4 Analysis of Automatic Reinsurance Program Report (Treaty) Analisis laporan program reasuransi otomatis (treaty) dilakukan atas laporan program reasuransi otomatis perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi kerugian. Pelanggaran tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengenaan sanksi administratif. Administrative sanctions were imposed on those violations consequently. insurance broker.6.6% of insurance broker and reinsurance broker companies have not fulfilled the minimum capital of Rp1 billion. among others. 9. telah ditemukan adanya pelanggaran atas ketentuan mengenai kewajiban pelaporan untuk laporan tahunan dan laporan triwulan. 9. Berdasarkan hasil analisis atas laporan program reasuransi otomatis (treaty) tahun 2009.4 Analisis Laporan Treaty Reasuransi Analysis of operational reports is performed based on operational reports of insurance. perusahaan reasuransi dan perusahaan penunjang usaha asuransi antara lain dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan usaha perasuransian. The analysis is meant.6.3 Operational Report Analysis Analisis laporan operasional dilakukan atas laporan operasional perusahaan asuransi.3 Analisis Laporan Operasional 2008 pursuant to Government Regulation Number 39/2008. perusahaan reasuransi. and minimum authorized capital requirements already got administrative sanctions. perusahaan pialang asuransi. dan perusahaan penilai kerugian. Pelanggaran tersebut telah ditindaklanjuti dengan pengenaan sanksi administratif. Sampai dengan akhir tahun 2009. telah ditemukan adanya pelanggaran atas ketentuan mengenai program reasuransi otomatis (treaty) yang dilakukan oleh perusahaan asuransi kerugian. Up to the end of 2009.5 New Insurance Product Analysis Selama tahun 2009. The analysis is meant to assess the companies» compliance toward the provisions of automatic reinsurance supporting program for each insurance product of every insurance line business. Analisis atas laporan program reasuransi otomatis (treaty) perusahaan asuransi antara lain dimaksudkan untuk menilai kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan mengenai program dukungan reasuransi otomatis untuk setiap produk asuransi pada setiap lini usaha asuransi.6. violations toward provisions of annual and quarter reports obligation were found. hanya 13. Analisis atas laporan operasional perusahaan asuransi.6. and insurance loss adjuster companies. Rincian pencatatan produk asuransi baru adalah sebagai berikut: Throughout 2009. Berdasarkan hasil analisis atas laporan operasional tahun 2009. perimbangan investasi dan permodalan minimum telah dikenai sanksi administratif.6. Based on 2009 analysis report of automatic reinsurance program (treaty). reinsurance broker.169 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2008. 9. investment balance. perusahaan pialang reasuransi. Perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan RBC. Those violations have been followed up by administrative sanctions. 9. 9. Details of new insurance product registration were as follow: Laporan Tahunan 2009 Annual Report . there were violations conducted by general insurance companies. 9.5 Analisis Produk Asuransi Baru Analysis on report of automatic reinsurance program is conducted toward automatic reinsurance program reports of life and general insurance companies. 13.6. reinsurance.

00% 100.5.6 Pemeriksaan langsung perusahaan Perasuransian 9.00% 87.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bapepam-LK conducted routine on-site inspection to 36 companies (94.6.50% 83.50% 91.6.38% BAPEPAM .5.6.50% dari yang dicadangkan).30% 38 8 12 2 1 3 12 8 12 58 53 91.30% of the total retained). Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap 36 perusahaan (94.4. Details of New Insurance Product Registration Syariah Sharia 16 3 Jumlah Total 263 104 348 19 367 Selain melakukan pencatatan produk baru. Sedangkan pemeriksaan khusus kantor cabang telah dilakukan terhadap 10 (sepuluh) perusahaan (83. Rincian Pencatatan Produk Asuransi Baru Perusahaan Company Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian General Insurance Total Konvensional Conventional 247 101 Table 9.50% of the total retained).6 On-site Inspection of Insurance Company Selama tahun 2009.00% 100.66% 100. Details of investigations performed in 2009 were as follow: Table 9.74% of the target) and specific on-site inspection to 7 (seven) companies (87.74% dari target) dan pemeriksaan khusus terhadap 7 (tujuh) perusahaan (87. Bapepam-LK also granted approval of new bancassurance products.4.00% 100. Details of which were as follow: Table 9. Rincian Pencatatan Produk Asuransi Bancasurrance Perusahaan Company Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian General Insurance Total Konvensional Conventional 84 1 Despite the new product registration. Details of On-site inspection of Insurance Companies Keterangan Description Pemeriksaan Rutin Routine Investigation Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian General Insurance Reasuransi Reinsurance Asuransi Sosial Social Insurance Pialang Reasuransi Reinsurance Broker Pialang Asuransi Insurance Broker Pemeriksaan Khusus Specific Investigation Pemeriksaan Khusus Kantor Cabang Branch Office Investigation Total Target/Dicadangkan Realisasi Persentase Realization Precentage 36 7 11 2 1 3 12 7 10 94.74% 87. tahun ini Bapepam-LK juga telah memberikan persetujuan pemasaran produk asuransi melalui kerjasama dengan bank (bancassurance) dengan rincian sebagai berikut: Tabel 9. specific on-site inspection to branch office were conducted to 10 (ten) companies (83.170 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity Tabel 9.6 Rincian Pelaksanaan Pemeriksaan Langsung Perusahaan Perasuransian Throughout 2009. Details of Bancaasurrance Registratio Syariah Sharia 4 0 Jumlah Total 88 1 85 4 89 9.30% dari yang dicadangkan). Meanwhile. Rincian pelaksanaan pemeriksaan selama tahun 2009 adalah sebagai berikut: Tabel 9.

polis professional indemnity serta penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Fit & Proper Test For Insurance Companies Directors And Commissioners Komisaris Commissioner 34 45 6 1 27 1 5 1 Jumlah Total 83 91 10 3 63 4 9 3 146 120 266 Dari total 266 direksi dan komisaris yang dinilai. the violations were related to provisions of working capital. For insurance brokers. and Knowing Your Customer implementation. 9. insurance expert. For that purpose.6. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian Perusahaan Company Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Kerugian General Insurance Asuransi Sosial Social Insurance Reasuransi Reinsurance Pialang Asuransi Insurance Broker Pialang Reasuransi Reinsurance Broker Agen Agent Penilai Kerugian Loss Appraiser Total Direksi Director 49 46 4 2 36 3 4 2 One of the requirements to create a strong insurance industry is good competence and integrity insurance business management. dengan rincian sebagai berikut: Tabel 9.6.7.05/2007 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian. Selama tahun 2009. Untuk memenuhi hal tersebut. 9. komisaris independen. Bapepam-LK telah menerima 93 Throughout 2009.171 Dari hasil pemeriksaan diketahui terdapat beberapa ketentuan yang dilanggar oleh perusahaan asuransi antara lain ketentuan mengenai solvabilitas. 53 orang dinyatakan tidak lulus yang terdiri dari 28 direksi dan 25 komisaris. fit & proper test for insurance business management is a must as specified in Minister of Finance Regulation Number 78/PMK. pelaksanaan fit and proper test bagi pengurus perusahaan perasuransian merupakan hal yang wajib dilakukan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 9. tenaga ahli. serta praktek usaha asuransi yang sehat. Untuk pialang asuransi ketentuan yang masih sering dilanggar adalah ketentuan mengenai permodalan. 9.7 9.7.78/PMK. professional indemnity policy. they comprised of 28 directors and 25 commissioners. jumlah minimum dana jaminan. it was found that insurance companies made certain violations against provisions of solvency.7.1 PENGAWASAN DANA PENSIUN Pengesahan dan Persetujuan From a total number of 266 directors and commissioners. total minimum of guarantee fund.7 Fit & Proper Test for Board of Directors and Commissioners Salah satu hal yang sangat diperlukan untuk menciptakan industri perasuransian yang tangguh adalah adanya pengurus perusahaan perasuransian yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik.1 SUPERVISION ON PENSION FUND Legalization and Approval of Pension Fund Selama tahun 2009. pembayaran klaim. independent commissioner.7 9. Bapepam-LK conducted Fit & Proper Test For Insurance Companies Directors And Commissioners with the following details: Table 9. Bapepam-LK received 93 applications for Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK telah melakukan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian. claim payment. In 2009.7 Pelaksanaan penilaian kepatutan dan kemampuan direksi dan komisaris From on-site inspection.7. 53 of them have been declared passing the test.05/2007 regarding Fit & Proper Test For Insurance Companies Directors And Commissioners. and good insurance business practice.

42 applications have been completed. from a total number of 30 applications for approval of pension fund liquidation plan and finalization. dimana 19 diantaranya merupakan permohonan yang masuk di tahun sebelumnya. From the total number of 9 (nine) legalization processes. • 12 permohonan pengesahan pembubaran dana pensiun. dimana 3 (tiga) diantaranya merupakan permohonan yang masuk di tahun sebelumnya. 3 (three) of which were application received in the previous year. • 45 permohonan pengesahan perubahan peraturan dana pensiun. sebanyak 29 permohonan telah diselesaikan dan 1 (satu) lainnya diproses lanjut di tahun 2010. Dari ke-9 (sembilan) proses pengesahan tersebut. 29 of which have been completed and the rest be processed in 2010. Lebih lanjut penanganan proses pengesahan dan persetujuan terkait dengan Dana Pensiun selama tahun 2009 tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 9.63 12 0 12 11 91. throughout 2009. Terkait dengan 12 permohonan pembubaran dana pensiun yang masuk di tahun 2009.67 30 0 30 29 96. • 22 application for approval of pension fund liquidation plan. In the meantime. • 45 application for legalization of pension fund regulation amendment. 19 of which were application submitted on the previous year. Descriptions of legalization and approval process in 2009 related to pension fund Total Processed Application in 2009 Total Finalized Application in 2009 Total % Legalization Of New Pension Fund Establishment Legalization Of Pension Fund Regulation Amandment Legalization Of Pension Fund Liquidation Approval Of Pension Fund Liquidation Plan & Finalization 6 3 9 6 66. 6 (enam) diantaranya telah diproses selesai di tahun 2009.172 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity permohonan pengesahan atau persetujuan baru. Dari jumlah permohonan tersebut. 6 (six) of which have been finalized in 2009. Sementara itu. yang terdiri dari: • 66 permohonan pengesahan pembentukan dana pensiun baru. Penanganan proses pengesahan dan persetujuan Dana Pensiun selama tahun 2009 Type of Application Total New Application in 2009 Total Pending Application licensing comprising of: • 66 application for legalization of new pension fund establishment. Further descriptions of legalization and approval process in 2009 related to pension fund are given in the following table: Table 9. • 22 permohonan persetujuan rencana likuidasi dana pensiun. sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK juga memproses 64 permohonan pengesahan atas perubahan peraturan dana pensiun. Bapepam-LK memproses 9 (sembilan) pengesahan pembentukan dana pensiun baru. Sementara terhadap 30 permohonan persetujuan rencana kerja likuidasi dana pensiun dan penyelesaian likuidasi dana pensiun.8. Bapepam-LK has also processed 64 applications for legalization of pension fund regulation amendment in 2009. • 88 permohonan persetujuan atas hasil penyelesaian likuidasi dana pensiun. Bapepam-LK has processed 9 (nine) legalizations. • 88 applications for approval of pension fund liquidation finalization. Related to 12 applications of pension fund liquidation received in 2009.67 BAPEPAM . Selain memproses pengesahan pembentukan dana pensiun baru.67 45 19 64 42 65. 11 applications have been completed and 1 (one) application will be processed in 2010.8. sebanyak 11 permohonan telah diselesaikan dan 1 (satu) lainnya diproses di tahun 2010. • 12 application for legalization of pension fund liquidation. sebanyak 42 permohonan telah diselesaikan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . From the figures. sepanjang tahun 2009. Meanwhile. of new pension fund establishment.

dan • Periode laporan 1 Januari sampai dengan 31 Desember (tahunan). investment report of which must be audited by public accountant.7. All pension funds have to submit this technical report. laporan perubahan aktiva bersih.4 Laporan Aktuaris Laporan aktuaris adalah laporan yang berisi hasil perhitungan aktuaris mengenai kondisi pendanaan dana Types of pension fund periodic reports which must be submitted to the Minister of Finance are as follow: 9. maka laporan investasinya tidak wajib diperiksa oleh akuntan publik. deposito on call. dana pensiun hanya diwajibkan untuk menyampaikan laporan ini sebanyak 1 (satu) kali.2. and cashflow report. neraca. 9. Every year.7. dana pensiun diwajibkan menyampaikan laporan keuangan dana pensiun sebanyak tiga kali. • Report for the period of July 1 . laporan investasi dana pensiun dimaksud wajib diperiksa oleh akuntan publik.2. Dalam satu tahun. This report Laporan Tahunan 2009 Annual Report .2. and government securities. Khusus untuk periode laporan ini. 9.2 Investment Report Investment report is a report that presents investment management performed by pension fund. delays in those completion processes were generally caused by incomplete documents and documents which were incomply with the prevailing laws and regulations.173 Dari pemantauan penyelesaian permohonan tersebut di atas. Sedangkan untuk DPPK yang memiliki total investasi di atas Rp100 miliar dan DPLK (tanpa memperhatikan total investasi yang dimilikinya). adjusted net assets report.1 Financial Report Financial report is a report of pension fund financial condition comprising of net assets report. laporan keuangan harus diaudit oleh akuntan publik. 9. income statements.7.December 31. 9. on call deposits. Every year.2.2. Dalam setahun. Semua dana pensiun wajib menyampaikan laporan teknis ini.2. pension fund is required to submit financial reports three times.December 31 (semester (II).3 Technical Report Technical report is a report that provides information about operational activities of pension fund for the period of January 1 . yaitu periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember. balance sheets.4 Actuary Report Actuary report is a report that contains actuary calculation concerning pension fund funding condition.2 Penyampaian Laporan Berkala Dana Pensiun From the abovementioned application completion. 9.2.3 Laporan Teknis Laporan teknis adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai operasional penyelenggaraan dana pensiun selama satu tahun periode. Employer»s Pension Fund (EPF).7. namely: • Report for the period of January 1 . 9.7. yaitu: • Periode laporan 1 Januari sampai dengan 30 Juni (semester I). laporan hasil usaha serta laporan arus kas.December 31 (annual report) that must be audited by public accountant. 9.2.2 Submission of Pension Fund Periodic Report Jenis-jenis laporan berkala dana pensiun yang wajib disampaikan kepada Menteri Keuangan terdiri dari 9. sertifikat Bank Indonesia dan surat berharga pemerintah. pension fund must submit this report once for the period of January 1 .7.7.December 31. has no ogligation to make the investment report audited by public accountant. keterlambatan proses penyelesaian umumnya menyangkut masalah kelengkapan dokumen serta ketidaksesuaian dokumen dengan ketentuan perundangan yang berlaku.2 Laporan Investasi Laporan investasi adalah laporan yang menyajikan kondisi pengelolaan investasi yang dilakukan oleh dana pensiun. certificate of deposits.7. Sertifikat Bank Indonesia. While EPF that owns total investment greater than Rp100 billion (without considering the investment type owned).1 Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan posisi keuangan dana pensiun yang terdiri atas laporan aktiva bersih. and • Report for the period of January 1 .7. sertifikat deposito.June 30 (semester I). 9. that owns total investment less than Rp100 billion and puts the investment on time deposits. Untuk DPPK yang memilki total investasi kurang dari Rp100 miliar dan selama tahun buku hanya memiliki investasi pada deposito berjangka. yaitu periode laporan 1 Januari sampai dengan 31 Desember.7. • Periode laporan 1 Juli sampai dengan 31 Desember (semester (II).

hasil penelaahan laporan non berkala. In addition to the above periodic reports. Selain kewajiban penyampaian laporan berkala di atas. The preliminary analysis activity was meant to observe initial risks of a pension fund. Sedangkan untuk dana pensiun dengan tingkat pendanaan ketiga. The main data sources used in SPERIS analysis were the last periodic reports submitted by pension funds. kegiatan analisis SPERIS ini selalu didahului dengan kegiatan analisis awal.LK Continuous Improvement for a Brighter Future It was the second time for pension fund to conduct analysis activity of pension fund in 2009 by applying riskbased pension fund supervision system (known as SPERIS). review of non-periodic report.225 pension funds monthly reports with the following details: Table 9. 3. The Actuary Valuation Result must be performed every 3 (three)-years at minimum. wajib menyampaikan hasil valuasi aktuarisnya setiap tahun. Rincian Penerimaan Laporan Berkala Dana Pensiun No. The analysis activity was conducted automatically by applying application program called basic analysis application. terdapat pula tambahan informasi lainnya yang menjadi pertimbangan di dalam melakukan penilaian SPERIS. and 5 (five) FIPPs.569 pension funds periodic reports and 1. The output was lists of pension fund ranking based on initial risk level. Pension fund with third degree funding must submit its actuary valuation report every year.569 berkas laporan berkala Dana Pensiun dan 1. Additional information was obtained from many sources. Selain informasi hasil analisis dasar.225 TOTAL 1. 4. In 2009. Kegiatan analisis awal ini bertujuan untuk melihat risiko awal suatu dana pensiun. dengan rincian sebagai berikut: Tabel 9.225 berkas daftar investasi bulanan. SPERIS analysis was always started with preliminary analysis. among others: complaint data. Sesuai dengan prosedur. Tambahan informasi dimaksud diperoleh dari berbagai sumber.569 9. Sumber data utama yang digunakan dalam kegiatan analisis SPERIS tersebut adalah laporan berkala terakhir yang disampaikan oleh dana pensiun. sebanyak 50 dana pensiun. Selama tahun 2009. 5 (lima) DPPK PPIP dan 5 (lima) DPLK. Sepanjang tahun 2009. Details of Pension Fund Periodic Reports Jumlah berkas yang diterima Total number of report received 834 325 277 133 1. Kegiatan analisis awal merupakan salah satu sumber informasi data untuk menetapkan kegiatan analisis SPERIS. and monitoring of investigation report. comprising of 40 EPF DBP. Hasil valuasi aktuaris ini paling sedikit dilakukan sekali dalam 3 (tiga) tahun khususnya untuk dana pensiun yang tingkat pendanaannya berada di tingkat pertama dan kedua.3 Analisis Dana Pensiun 9. dana pensiun yang memiliki total investasi di atas Rp100 milyar diwajibkan pula untuk menyampaikan daftar investasi dana pensiun secara bulanan.7. Kegiatan analisis awal dilakukan secara otomatis dengan bantuan program aplikasi yang disebut aplikasi analisis dasar.9. telah dianalisis dengan SPERIS. 5 EPF DCP. pension funds that have total investment of Rp100 billion must submit investment list of pension funds every month.3 Pension Fund Analysis Kegiatan analisis dana pensiun yang dilakukan tahun 2009 ini merupakan tahun kedua pelaksanaan analisis dengan pendekatan Sistem Pemeringkatan Risiko (SPERIS). Bapepam-LK telah menerima 1. dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Based on the procedures. Bapepam-LK received 1. 5. Keluaran dari aplikasi ini adalah berupa urutan dana pensiun menurut tingkat risiko awalnya. Jenis Laporan Type of Report 1. The preliminary analysis activity became one of data sources for determining SPERIS analysis activity. there were 50 pension funds have been analyzed by SPERIS. . Laporan ini hanya wajib dibuat oleh DPPK yang menyelenggarakan PPMP. dengan rincian 40 DPPK PPMP. especially pension fund with first and second degrees funding.174 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity pensiun. dalam rangka peningkatan pengawasan terhadap dana pensiun. BAPEPAM .9. Laporan Keuangan Financial Report Laporan Investasi Investment Report Laporan Teknis Technical Report Laporan Aktuaris Actuary Report Daftar Investasi Dana Pensiun Pension Fund Investment List must be submitted by EPF organizing Defined Benefit Program (DBP). antara lain data pengaduan. 2. In 2009.7.

4 On-Site Inspection Sesuai dengan upaya penyempurnaan pengawasan dana pensiun yang telah dimulai pada tahun 2008 lalu. In addition to the above activity. semua kegiatan pemeriksaan langsung dana pensiun sepanjang tahun 2009 dilakukan dengan pendekatan SPERIS. Sometimes. in reviewing the documents. improvements have been made in 2009 toward pension fund investigation manual. The activity was performed to monitor the recommendations of on-site inspection which have to be conducted by pension fund. analysis activities were performed toward management change document. Monitoring on inspection reports was a follow up for pension fund on-site inspection report.7.7. 9. it was necessary to develop the database and documentation. dewan pengawas maupun pendiri dana pensiun. or pension fund founders. perubahan arahan investasi. pada tahun 2009 juga terus dilakukan upaya penyempurnaan terhadap manual pemeriksaan dana pensiun.7.7. pada tahun 2009.5 Monitoring on Inspection Reports Kegiatan monitoring atas laporan hasil pemeriksaan merupakan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan langsung dana pensiun. Untuk itu. general information obtained through mass media or other media concerning pension funds were also being analyzed and documented in general information database by using appropriate module provided. 9. Terbatasnya jumlah sumber daya manusia di bidang pemeriksaan ini menyebabkan jumlah dana pensiun yang diperiksapun menjadi sangat terbatas. Bapepam-LK dapat melakukan kegiatan analisis khusus. Bapepam-LK can also conducted special analysis. Bapepam-LK juga meminta informasi kepada dana pensiun mengenai pelaksanaan tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan ataupun menyelenggarakan rapat pembahasan dengan pengurus. Dalam melakukan monitoring ini. Bapepam-LK also asked for additional information concerning follow up of investigation report or discussion meeting with the administrator. juga dilakukan kegiatan analisis terhadap dokumen perubahan kepengurusan.175 Terkait dengan adanya informasi tertentu yang ingin diketahui dari dana pensiun. tentu saja kelengkapan dokumen yang telah dipenuhi menjadi penting. all on-site inspection activities of pension funds in 2009 were conducted by applying SPERIS. However. special analysis was conducted concerning Promissory Notes (PN) owned by pension fund.5 Monitoring Atas Laporan Hasil Pemeriksaan In line with improvement efforts for supervision of pension fund which have been started in 2008. Meanwhile. laporan berkala serta gagal bayar. Selain kegiatan analisis di atas. The monitoring process was performed by reviewing followup documents which have been submitted to Bapepam-LK. hal tersebut juga telah dianalisis dan didokumentasikan dalam database informasi umum sesuai dengan modul yang tersedia. Berkenaan dengan hal tersebut. and default. change of investment guidance. Sementara itu. serta pedoman pelaksanaan penerapan prinsip mengenal nasabah (P4MN) dan pencegahan tindak pidana pencucian uang (TPPU). For the monitoring activity required document completion. database mengenai pelaksanaan monitoring ini sekaligus dokumentasi berkas menjadi sangat penting untuk dikembangkan. telah dilakukan kegiatan analisis khusus mengenai Surat Pengakuan Utang (SPU) yang dimiliki dana pensiun. Namun sejalan dengan upaya penyempurnaan pengawasan dana pensiun. terkait dengan informasi umum mengenai dana pensiun yang diperoleh dari media massa atau media lainnya. 9. Kegiatan pemeriksaan tersebut meliputi 44 dana pensiun yang terdiri dari 41 DPPK dan 3 (tiga) DPLK.4 Pemeriksaan Langsung To get specific information from pension fund. Limited human resource that involved in the investigation activities has caused limited number of pension funds being investigated. Tidak jarang di dalam menelaah dokumen-dokumen tersebut. periodic report. supervisory board. 9. Proses monitoring tersebut dilakukan dengan mereviu dokumendokumen tindak lanjut yang telah disampaikan dana pensiun kepada Bapepam-LK. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan rekomendasi hasil pemeriksaan langsung yang harus dilakukan oleh dana pensiun. The inspection were performed to 44 pension funds. and guidelines for knowing your customer principle implementation. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . as well as preventive action for money laundering. In 2009. comprising of 41 EPFs and 3 (three) FIPPs.

Di dalam melakukan analisis dan evaluasi di atas. In performing the above analysis and evalutioan.7.6 Pengawasan Laporan Berkala atas Pengadministrasian Penitipan Dana Iuran Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat Negara 9.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . they comprised of 12 montly reports. Bapepam-LK juga menggunakan sumber data lain yaitu laporan hasil analisis dan evaluasi periode sebelumnya. which were analysis and evalutioan activities upon periodic reports submitted by PT Taspen.7. BAPEPAM . 2 (dua) laporan berkala semesteran dan 1 (satu) laporan berkala tahunan. as well as other relevant information. 2 (two) semi-aanual reports.176 Aktivitas Pengawasan Surveillance Activity 9. relevants laws and regulations. analysis and evalutioan activities were performed toward 15 periodic reports of PT Taspen. In 2009. and 1 (one) annual report. yaitu kegiatan analisis dan kegiatan evaluasi atas laporan berkala yang disampaikan oleh PT Taspen. telah dilakukan kegiatan analisis dan evaluasi terhadap 15 laporan berkala PT Taspen yang terdiri atas 12 laporan berkala bulanan. Supervision on Periodic Reports on Administration of Pension Contribution Fund Depository of Civil Servants and Government Authorities in 2009 was divided into 2 (two) types of activities. Sepanjang tahun 2009. kegiatan yang terkait dengan pengawasan laporan berkala atas pengadministrasian penitipan dana iuran PNS dan pejabat negara di tahun 2009 ini ada 2 (dua) jenis kegiatan.6 Supervision on Periodic Reports on Administration of Pension Contribution Fund Depository of Civil Servants and Government Authorities Tidak jauh berbeda dengan kegiatan tahun sebelumnya. which were analysis and evalutioan reports of previous period. Bapepam-LK also used other data sources. peraturan perundangan serta informasi lain yang terkait.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report .177 To keep the spirit of bureaucratic reform. Bapepam-LK has been continously improving the quality of its public service by creating accountable and transparent business process.

178

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

179

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

180

Perkembangan Internal

Internal Development

10

10.1

PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI

10.1

BUREAUCRACY REFORM PROGRAM

Dalam rangka menjaga semangat reformasi birokrasi, Bapepam-LK senantiasa berupaya untuk meningkatkan layanan publik melalui pelaksanaan proses bisnis yang akuntabel dan transparan. Upaya-upaya tersebut difokuskan pada tiga area penting, yaitu penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP), analisis dan evaluasi jabatan yang berkelanjutan dan analisis beban kerja 10.1.1 Penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP) dan SOP Layanan Unggulan.

To keep the spirit of bureaucratic reform, Bapepam-LK has been continously improving the quality of its public service by creating accountable and transparent business process. The efforts have been focused on three significant areas, which are continous improvement on Standard Operating Procedures (SOP), job evaluation, and workload analysis.

10.1.1 Improvement on Standard Operating Procedures (SOP) and SOP on Superior Services. Total numbers of Bapepam-LK SOP pursuant to Chairman of Bapepam-LK Decree Number Kep-71/BL/2007 dated April 30, 2007 were 534. Throughout 2009, Bapepam-LK revised 203 SOPs and made 53 new SOPs, leaving the total numbers of Bapepam-LK SOP in 2009 into 587 SOPs. Besides, Bapepam-LK has also revised 7 (seven) existing Quick Wins, and made another 3 (three) Quick Wins. Accordingly, up until the end of 2009, there were 10 Quick Wins as follow:

Jumlah SOP Bapepam-LK sesuai Keputusan Ketua Nomor Kep-71/BL/2007 tanggal 30 April 2007 sebanyak 534. Selama tahun 2009 Bapepam-LK menyempurnakan 203 SOP dan menambah 53 SOP baru, sehingga pada akhir tahun 2009 jumlah SOP Bapepam-LK menjadi 587 SOP. Disamping itu, Bapepam-LK juga telah menyempurnakan 7 (tujuh) SOP Layanan Unggulan yang telah ada, dan menambah 3 (tiga) SOP Layanan Unggulan, dengan demikian sampai akhir 2009 terdapat 10 (sepuluh) SOP Layanan Unggulan yaitu:

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

181

1)

SOP Pelayanan Pengajuan Pernyataan Pendaftaran Emiten/Perusahaan Publik; 2) SOP Pelayanan Perizinan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE)/Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE); 3) SOP Pelayanan Pemberian/Penolakan Izin Usaha Perusahaan Asuransi/ Reasuransi, termasuk Perusahaan dengan Prinsip Syariah; 4) SOP Pelayanan Pendaftaran Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif atau Perseroan; 5) SOP Pelayanan Pengesahan Pembentukan Dana Pensiun; 6) SOP Pelayanan Permohonan Izin Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana; 7) SOP Pelayanan Permohonan Pendaftaran Akuntan sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal; 8) SOP Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan; 9) SOP Pemberian Izin Pembukaan Kantor Cabang Perusahaan Pembiayaan; 10) SOP Pelayanan Pemberian/Penolakan Izin Usaha Kantor Cabang Perusahaan Asuransi termasuk Kantor Cabang dengan Prinsip Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. 10.1.2 Analisis dan Evaluasi Jabatan Analisis dan evaluasi jabatan sesuai dengan PMK Nomor 138/PMK.01/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan di Lingkungan Kementerian Keuangan mencakup kegiatan penyusunan peta jabatan (job map), peringkat jabatan (job grading), uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job specification). Sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK telah melakukan penyempurnaan uraian jabatan. Penyempurnaan uraian jabatan tersebut disebabkan oleh 2 (dua) hal, yang pertama karena perubahan nomenklatur dan penambahan unit eselon III dan IV di Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum, Biro Pemeriksaan dan Penyidikan dan Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan, yang kedua dalam rangka menyempurnakan Standar Kompetensi (Pejabat dan Pelaksana), Dimensi Jabatan (Pelaksana) dan Kedudukan Jabatan (Pelaksana). 10.1.3 Pengukuran Beban Kerja Proses pengukuran Analisis Beban Kerja (ABK) di Bapepam-LK pada dasarnya adalah bagian dari program

1) 2) 3)

Submission of Registration Statement of Issuers/Public Companies; Licensing for Underwriter, and Broker Dealer; Business License Conferral/Revocation for Insurance/ Reinsurance Companies, including Sharia Companies; Registration Statement of Investment Fund in form of Collective Investment Contract or Corporation; Authentication of Pension Fund Establishment; Licensing for Investment Fund Selling Agent Representative; Registration of Accountant as Capital Market Supporting Profession; Business License Conferral of Finance Company; Licensing of Finance Companies Branch Offices;

4) 5) 6) 7) 8) 9)

10) Business License Conferral/Revocation for Insurance Companies Branch Offices, including Sharia Insurance and reinsurance Companies.

10.1.2 Job Evaluation and Analysis Activities of job evaluation and analysis as stipulated in the Minister of Finance Regulation Number 138/PMK.01/2006 regarding Guidelines for Job Analysis in the Ministry of Finance inclusive job mapping, job grading, job description, and job specification. Throughout 2009, Bapepam-LK has made revisions on job descriptiopn. The revisions were conducted due to two factors, first, nomenclature adjustment and echelon III and IV unit addition in Regulation and Legal Counsel Bureau, Enforcement Bureau, and Accounting Standards & Disclosure Bureau, second, adjustment of Competence Standards (Functionary and Executor), Job Dimension (Executor) and Job Position (Executor).

10.1.3 Work Load Measuring Basically, the process of Work Load Analysis (WLA) In Bapepam-LK is part of the Ministry of Finance reform

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

182

Perkembangan Internal

Internal Development

reformasi Kementerian Keuangan, yang secara umum telah dimulai pada tahun 2008 dan telah beberapa kali mengalami penyempurnaan.Hasil pengolahan data beban kerja tersebut menghasilkan besaran beban kerja, besaran efektivitas dan efisiensi unit, prestasi unit dan kebutuhan pegawai yang disarikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 10.1. Beban Kerja Unit, Efektivitas dan Efisiensi Unit (EU) dan Prestasi Unit (PU) BapepamLK
No Unit Eselon II Echelon II Unit Sekretariat Badan Secretariat Biro Perundang-undangandan Bantuan Hukum Regulation and Legal Counsel Bureau Biro Riset dan Teknologi Informasi Research & Information Technology Bureau Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Enforcement Bureau Biro Pengelolaan Investasi Investment Management Bureau Biro Transaksi dan Lembaga Efek Securities Transaction & Institution Bureau Biro Penilaian Keuangan PerusahaanSektor Jasa Service Sector Corporate Finance Bureau Biro Penilaian Keuangan PerusahaanSektor Riil Real Sector Corporate Finance Bureau Biro Standar Akuntansidan Keterbukaan Accounting Standards & Disclosure Bureau Biro Pembiayaan dan Penjaminan Financing & Guarantee Bureau Biro Perasuransian Insurance Bureau Biro Dana Pensiun Pension Fund Bureau Biro Kepatuhan Internal/ Internal Compliance Bureau BAPEPAM-LK (TOTAL) Beban KerjaUnit Unit Work Load 211,516.85 58,005.23 73,833.65 65,243.68 65,256.74 97,827.27 83,356.91 72,627.72 53,767.87 82,374,25 113,499.01 119,873.96 30,209.25

program which has been started in 2008 and gone through several revisions. The output of such work load analysis was information of work load each unit, unit effectivity & efficiency, unit performance, and employees» needs which is summarized in the following table:

Table 10.1. Unit Work Load, Unit Effictivity & Efficiency (UE), and Unit Performance (UP) of Bapepam-LK
KebutuhanPegawai/ Employee Need 136 38 45 40 43 63 52 46 33 54 72 77 19 Pegawai Yang Ada +/Total current employee 132 40 49 38 44 53 49 47 34 52 68 75 21 (4) 2 4 (2) 1 (10) (3) 1 1 (2) (4) (2) 2 EU/ UE PU/ UP

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

1,06 0,96 1,00 1,14 0,98 1,22 1,13 1,03 1,05 1,05 1,11 1,06 0,95

A B B A B A A A A A A A B

1,127,392.39

718

702

(16)

1,07

A

Dari hasil pengolahan data beban kerja di tabel 10.1 diperoleh gambaran sebagai berikut : 1) Berdasarkan hasil pengukuran kegiatan ABK pada tahun 2008, total beban kerja Bapepam-LK tercatat sejumlah 1,127,392.39 jam kerja efektif. Dari hasil pengolahan beban kerja selanjutnya didapat rata-rata efektifitas dan efisiensi unit kerja (EU) Bapepam-LK sebesar 1,07, yang mengindikasikan prestasi unit (PU) sangat baik (A). a. Jika jumlah beban kerja dibagi merata kepada pegawai Bapepam-LK yang sejumlah 702 akan diperoleh gambaran bahwa masing-masing pegawai/pejabat bekerja Efektif rata-rata 6 jam 50 menit sehari. Hal ini menunjukkan jam kerja Efektif pegawai Bapepam-LK lebih tinggi dari jam kerja Efektif berdasarkan ketentuan yang berlaku yakni KMK No. 71/KMK.01/1996 tentang Hari dan Jam Kerja di Lingkungan Departemen Keuangan sebesar 6 jam 24 menit per hari. b. Dari 13 unit eselon II di lingkungan BapepamLK, terdapat 9 (sembilan) unit dengan PU kategori sangat baik (A) dan 4 (empat) unit dengan kategori baik (B). Informasi lebih rinci mengenai masing-masing unit eselon II tersebut, sebagaimana dapat dilihat pada tabel di atas.

From the above table of work load analysis, we can have the following illustration: 1) Based on 2008 WLA, the total work load of Bapepam-LK was 1,127,392.39 effective working hours. It further showed average UE effectivity & efficiency of Bapepam-LK of 1.07 which indicated a very good (A) unit performance (UP). a. If the total number of work load was divided by Bapepam-LK employees totaling 702 employees, it showed that every employee/functionary worked effectively for 6 hours 50 minutes per day on average. It proved that the effective working hour of Bapepam-LK employee was higher than that of specified in the prevailing provisions, the Minister of Finance Regulation Number 71/KMK.01/1996 regarding Bussines Days and Hours in the Ministry of Finance which is 6 hours 24 minutes per day. b. From the total number of 13 echelon II units in Bapepam-LK, there were 9 units with very good (A) category, and 4 units with good (B) category. Detailed information of the respective units can be seen in the previous table provided.

BAPEPAM - LK

Continuous Improvement for a Brighter Future

Unlike the previous review and evaluation. which were: • Secretariat . Di samping itu. pengendalian intern dan efektifitas serta efisiensi proses bisnis. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . • Financing and Guarantee Bureau . • Biro Pembiayaan dan Penjaminan . and business process effectivity and efficiency. Hasil dari penelaahan dan penilaian tersebut beserta rekomendasi perbaikan disampaikan kepada Ketua Badan dan Unit Eselon II yang bersangkutan.atas pelaksanaan tugas Pemantauan Rencana Penyehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. Biro Kepatuhan Internal menggunakan metode Risk Based Auditing. including the recommendation for improvement.2. • Research and Information Technology Bureau . internal control. Internal Compliance Bureau applied Risk Based Auditing method. 10. • Investment Management Bureau .1 Routine Audit As Bapepam-LK internal audit unit. dan • Biro Perasuransian .Internal Compliance Bureau conducted review and evaluation of job performance of 6 echelon II units in Bapepam-LK. The results of such review and evaluation. • Biro Pengelolaan Investasi . Berbeda dengan pelaksanaan penelaahan dan penilaian pada tahun sebelumnya.upon job performance of Financing Institution Investigation. In line with the best practise audit internal.2 INTERNAL AUDIT 10. in which such risk register per echelon II unit was applied as one of the considerations for determining the audit object in 2009.atas pelaksanaan tugas Proses Pengembangan Pegawai Dan Pelaksanaan Evaluasi Absensi Di Lingkungan Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan. dimana Daftar Risiko per unit eselon II tersebut digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan objek audit selama tahun 2009. selama tahun 2009 Biro KI telah memiliki Daftar Risiko (risk register) per unit eselon II yang merupakan hasil dari pemetaan risiko selama tahun 2008. Internal Compliance Bureau conducted review and evaluation on job performance of echelon II unit in Bapepam-LK.atas pelaksanaan tugas Proses Pelaksanaan Litigasi Tingkat I Untuk Perkara TUN Dan Pelaksanaan Litigasi Tingkat I Untuk Perkara Perdata.upon job performance of Employee Development Process and Attendance Evaluation in Bapepam-LK. Internal Compliance Bureau has owned risk register for each echelon II unit which was composed based on risk mapping conducted in 2008.2 INTERNAL AUDIT 10.atas pelaksanaan tugas Pemeriksaan Lembaga Pembiayaan.upon job performance of 1st Degree Litigation process for TUN Cases and civil suits. Sejalan dengan best practise audit internal. Besides. in 2009. in performing the review and evaluation.atas pelaksanaan tugas Proses Pemeriksaan dan Pengawasan Kepatuhan.upon job performance of monitoring of Insurance and Reinsurance Companies Financial Conditions. • Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum .183 10.upon job performance in System and Information Technology section.atas pelaksanaan tugas di Bagian Sistem dan Teknologi Informasi.1 Audit Rutin Sebagai unit audit internal Bapepam-LK. recommendation for improvement of echelon II unit job performance have been delivered to Chairman of Bapepam-LK. were submitted to Bapepam-LK»s Chairman and the concerning echelon II unit. Biro Kepatuhan Internal (Biro KI) melaksanakan penelaahan dan penilaian atas pelaksanaan tugas pada 6 (enam) Unit Eselon II di lingkungan BapepamLK.2. yaitu: • Sekretariat Badan . Biro Kepatuhan Internal. • Regulation and Legal Counsel Bureau . melakukan penelaahan dan penilaian pelaksanaan tugas unit eselon II di lingkungan Bapepam-LK. • Biro Riset dan Teknologi Informasi . Internal Compliance Bureau has taken advantage of Manual Audit Internal Biro KI (MAIA) that was arranged based on best practice principles issued by The Institute of Internal Auditor (IIA). Throughout 2009. Biro KI telah menggunakan Manual Audit Internal Biro KI (MAIA) yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip best practise yang dikeluarkan oleh The Institute of Internal Auditor (IIA).upon job performance of Investigation and Compliance Monitoring process. Ruang lingkup dalam pelaksanaan penelaahan dan penilaian pelaksanaan tugas adalah kepatuhan atas peraturan. Selama Tahun 2009. Scope of the review and evaluation are regulation compliance. dalam melaksanakan penelaahan dan penilaian. and • Insurance Bureau . Laporan hasil penelaahan dan penilaian beserta rekomendasi perbaikan pelaksanaan tugas atas keenam Unit eselon II tersebut telah disampaikan kepada Ketua Bapepam-LK.

Similar to other Bapepam-LK Depkeu-One strategic map.2 Audit Khusus Disamping melakukan audit rutin. Internal Compliance Bureau has interviewed relevant parties.1 2009 Bapepam-LK Performance Management Bapepam-LK Depkeu-One strategic map comprises of 4 perspectives. Ketua Bapepam-LK bersama Pejabat Eselon I lain di lingkungan Kementerian Keuangan telah menandatangani Kontrak Kinerja dengan Menteri Keuangan.namely: stakeholders perspective. 2009. to respond to the Chairman assignment related to certain complaints concerning code of ethics alleged violation. terdapat 42 IKU Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK 10. collected supporting documents. Untuk melakukan penilaian capaian kinerja di lingkungan Kementerian Keuangan. together with other Echelon I functionaries in the Ministry of Finance. pengumpulan dokumen pendukung. Sementara untuk level Depkeu-Two. 2009.1 Pelaksanaan Pengelolaan Kinerja Bapepam-LK Tahun 2009 Peta strategi Depkeu-One Bapepam-LK terdiri dari empat perspektif yaitu perspektif pemangku kepentingan (stakeholders perspective). for Depkeu-Two level.184 Perkembangan Internal Internal Development 10.3 BAPEPAM-LK PERFORMANCE MANAGEMENT 10. have entered into Performance Contract with the Minister of Finance. Bapepam-LK conducted Performance Contract signing between the Chairman and Heads of Echelon II unit on May 26. Sebagaimana Peta Strategi Depkeu-One Bapepam-LK. Peta Strategi Depkeu-One Bapepam-LK dicascade ke Peta Strategi Depkeu-Two Bapepam-LK. For that purpose. Bapepam-LK melakukan penandatanganan Kontrak Kinerja antara Ketua dan para pimpinan Unit Eselon II pada tanggal 26 Mei 2009. customer perspective. Selanjutntya. Chairman of Bapepam-LK. and made analysis based on the prevailing regulations.2. Selanjutnya. Bapepam-LK has included 9 exact/proxy KPIs the Performance Contract. To conduct performance assessment in the Ministry of Finance. Dalam Kontrak Kinerja dimaksud. KPI developments for Bapepam-LK Depkeu-One and Depkeu-Two involved the all echelon II units under coordination of Internal Compliance Bureau as KPI Manager in Bapepam-LK.3. Furthermore. Bapepam-LK Depkeu-One strategic map was cascaded to Depkeu-Two strategic map. Meanwhile. Manajer Kinerja Bapepam-LK telah menyelenggarakan penandatanganan kontrak kinerja Dalam Kontrak kinerja Depkeu-Two dimaksud. dalam rangka menindaklanjuti penugasan Ketua atas beberapa pengaduan mengenai dugaan pelanggaan kode etik. perspektif pelanggan (customer perspective). Report of such review and evaluation as well as recommendation for such assignment have been delivered to Chairman of Bapepam-LK. Depkeu-Two strategic map was translated into Key Performance Indicators /KPI and used to asses Echelon II Unit performance in Bapepam-LK. There were 42 Echelon II unit KPIs in Bapepam-LK. internal process perspective. serta analisis berdasarkan peraturan yang berlaku. and learning and growth perspective.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Peta Strategi Depkeu-One Bapepam-LK dimaksud dikembangkan menjadi ukuran-Indikator Kinerja Utama/IKU yang dapat mengukur kinerja Bapepam-LK. the Minister of Finance and heads of echelon I unit have enacted Balanced Scorecard as a management tool for performance measurement. Pengembangan IKU-IKU untuk Depkeu-One dan Depkeu-Two Bapepam-LK melibatkan seluruh Unit Eselon II dengan dikoordinasikan oleh Kepala Biro Kepatuhan Internal selaku Manajer Kinerja di Bapepam-LK. BAPEPAM . Hasil penelaahan dan penilaian beserta rekomendasi atas penugasan tersebut selanjutnya disampaikan kepada Ketua Bapepam-LK 10. Untuk itu. Peta Strategi Depkeu-Two kemudian dikembangkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dapat mengukur kinerja Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK.3. Menteri Keuangan dan para pimpinan unit Eselon I telah menetapkan Balanced Scorecard sebagai alat manajemen pengukuran kinerja.3 PENGELOLAAN KINERJA BAPEPAM-LK 10. 10. Later. Bapepam-LK mengkontrak-kinerjakan 9 IKU yang bersifat exact/proxy. this strategic map was translated into Key Performance Indicators (KPI) and used to asses Bapepam-LK performance. perspektif proses bisnis (internal process perspective) dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth perspective).2. KPI Manager of Bapepam-LK has arranged this event. pada tanggal 7 April 2009. on April 7. Biro Kepatuhan Internal telah melakukan permintaan konfirmasi dan meminta keterangan terhadap pihak-pihak terkait.2 Specific Audit In addition to the routine audit.

9.18 Uraian IKU Based on Bapepam-LK achievement in 2009 compared to the former target. Kondisi ini berpengaruh pada perusahaan pembiayaan.3 DK. Therefore.40% 10 10.1 DK. which was only -1.185 Berdasarkan pencapaian kinerja Bapepam-LK selama tahun 2009 yang dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.63% 7. 3.5.5.63%. • Pengetatan likuiditas perbankan menyebabkan bank-bank menahan kucuran dananya. tidak mencapai target yang diharapkan karena: • Masih kuatnya pengaruh krisis keuangan global yang terjadi pada akhir tahun 2008 sampai dengan awal tahun 2009.4.00% 100% Realisasi 2009 9.00% -1. • Dikeluarkannya peraturan Bapepam dan LK Based on evaluation toward MPI achievement in 2009. berikut ini adalah tabel capaian kinerja atas IKU-IKU yang merupakan kontrak kinerja dengan Menteri Keuangan: Tabel 10.28% 18% 0. 1.1 DK. Beberapa IKU tersebut adalah: • IKU ≈Persentase pertumbuhan dana yang dikelola Lembaga Pembiayaan dan PenjaminanΔ.5. 4.29% 3.76% 13.1.5.08% 76. a significant growth happened in 2009 owing to the following factors: • Indonesia capital market has been recovered from the crisis. • KPI of ≈Growth percentage of fund managed by Pension FundΔ successfully went through the target due to: • Negative growth target setting on the growth of fund managed by pension fund industry was made presumtively by unrecovered economy and capital market conditions in 2009. there were several failed or over-target performances as follow: • KPI of ≈Growth percentage of fund managed by Financing and Guarantee InstitutionΔ didn»t reach the target due to: • Strong impact of 2008 global financial crisis up to the beginning of 2009 which caused a decline in public buying and consumption capacities.5. 6.00% 4.66% 100% Persentase pertumbuhan nilai transaksi saham harian Persentase pertumbuhan frekuensi transaksi saham harian Jumlah emiten baru sesuai target Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh lembaga pembiayaan dan penjamin Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh industri perasuransian Persentase pertumbuhan dana yang dikelola oleh dana pensiun Indeks kepuasan stakeholders Bapepam-LK Rasio realisasi dari janji pelayanan quick win ke pihak eksternal Persentase penyelesaian SOP terhadap SOP yang harus diperbaharui/dibuat Berdasarkan evaluasi atas pencapaian IKU Kontrak Kinerja di tahun 2009. • Pada kenyataannya terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan pada tahun 2009. • Tight banking liquidity caused the bank restrain its fund distribution. antara lain: • Telah pulihnya pasar modal Indonesia dengan meningkatnya indeks harga saham gabungan yang cukup pesat. shown by the rapid increase of composite stock price index. yang mengakibatkan menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat. the following is a table of performance contracts made with the Minister of Finance: Table 10.2 DK. The issuance of Bapepam and LK Regulation • Laporan Tahunan 2009 Annual Report .35 98.4. 2.00% 75 95. 7.63%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. This condition also influenced finance companies as most of their funding sources came from the bank.2 DK.4. • In point of fact.40% 2. karena sebagian besar sumber pendanaan perusahaan pembiayaan berasal dari bank.13. Kode IKU DK. 5.3 DK.11 DK. a target by -1% was set to reflect a positive growth compared to the number of growth in semester II of 2008. 8.2 2009 Performance Contract of Chairman of Indonesia Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency Target 2009 2.5. terdapat beberapa capaian kinerja yang tidak tercapai atau tercapai jauh melampaui target yang telah ditetapkan.8 DK. • IKU ≈ Persentase pertumbuhan dana yang dikelola industri Dana PensiunΔ capaian jauh melampaui target karena: • Penetapan target pertumbuhan negatif atas pertumbuhan dana yang dikelola industri dana pensiun dilatarbelakangi perkiraan bahwa kondisi perekonomian dan pasar modal di tahun 2009 masih belum pulih sehingga penetapan target sebesar -1% sudah menggambarkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi pertumbuhan pada semester II tahun 2008 yang hanya sebesar -1.2 Capaian Kontrak Kinerja Ketua Badan Pengawasa Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Tahun 2009 No.

98%. In 2008.2 Pembentukan Pedoman Pengelolaan Kinerja dan Cascading IKU Depkeu dengan Pushaka Pada tahun 2009. It was reflected from the KPI of «Excellent Services According to SOP». Selain perbaikan pelayanan ke pihak eksternal atau stakeholders. Based on KPI Performance Manager and echelon II unit in Bapepam-LK. Balanced Scorecard mampu memonitor tingkat kedisiplinan pegawai dan kapabilitas sistem informasi di Bapepam-LK. dengan balanced scorecard Bapepam-LK dapat memperbaiki capaian pelayanan tersebut sehingga capaiannya menjadi 99. Bapepam-LK will cascade the KPI into echelon III level and cascade KPI into individual level as pilot project. Bapepam-LK turut aktif terlibat dalam penyusunan «Panduan Pengelolaan Kinerja Berbasis Balanced Scorecard di lingkungan Kementerian KeuanganΔ. Hal ini tercermin dalam peningkatan capaian IKU «Pelayanan terbaik sesuai dengan SOP». In addition to service improvement toward external parties or stakeholders. 10. as pension fund investment basically is long-term investment. • Number 08/2008 that enabled Pension Fund to conduct bond and government securities pricing by applying hold to maturity method. by applying balanced scorecard. 2010 Bapepam-LK Strategy Map is as follows: BAPEPAM . BapepamLK could perform monitoring and evaluation of other business processes served as KPI.: regulation drafting process. e. Panduan tersebut digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan kinerja di lingkungan Bapepam-LK. karena investasi dana pensiun pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang. seperti proses penyusunan regulasi. Bapepam-LK recorded an achievement by 99. Bapepam-LK akan melakukan cascade sampai dengan level eselon III dan pilot project cascade sampai dengan level individu. Bapepam-LK actively involved in the structure of «Manual of Balanced Scorecard Basis Performance Management» in the Ministry of Finance. and legal enforcement process. Penerapan Balanced Scorecard di Bapepam-LK telah memberikan dampak yang positif bagi kualitas pelayanan kepada masyarakat.98%.g. In learning and growth perspective. Pada tahun 2008 (baseline) capaian kinerja untuk IKU ini adalah 88. yang memungkinkan pilihan bagi Dana Pensiun untuk melakukan penilaian atas obligasi dan surat berharga pemerintah dengan metode hold to maturity. supervision process. Balanced Scorecard could monitor the employee discipline and information system capability level in Bapepam-LK. Selanjutnya untuk tahun 2010. berdasarkan pedoman yang telah tersusun tersebut.186 Perkembangan Internal Internal Development Nomor 08 Tahun 2008. Peta Strategi (Strategy Map) Bapepam-LK untuk tahun 2010 adalah sebagai berikut: Implementation of Balanced Scorecard in Bapepam-LK has given positive impact toward public service quality.3. dengan Balanced Scorecard. Berdasarkan proses refinement yang dilakukan oleh Manajer Kinerja dan seluruh unit eselon II di lingkungan Bapepam-LK.89% in 2009 or beyond the 2009 target which was only 95%.3. by applying balanced scorecard. 10. Bapepam-LK dapat melakukan monitoring dan mengevaluasi proses bisnis lain yang telah dilaksanakan dan dijadikan sebagai IKU. The manual served as guidance for performance management in Bapepam-LK. In 2010. proses pembinaan dan proses penegakan hukum.2 Guidelines for Performance Management and Cascading Depkeu MPI with Pushaka In 2009. • Sosialisasi kepada Dana Pensiun untuk tidak melakukan cut loss. Socialization to Pension Fund to avoid cut loss for pension fund investment.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Pada Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth).89% pada tahun 2009 melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 95%. the KPI achievement was made by 88.

pelaksanaan dan evaluasi kerja.seluruh unit di lingkungan Kementerian Keuangan diwajibkan untuk menerapkan Manajemen Risiko. as well as keeping the performance and integrating risk management process into work plan. 10. Tujuan penerapan Manajemen Risiko adalah agar setiap unit kerja mampu mengantisipasi dan menangani risiko secara efektif dan efisien.09/ 2008 tanggal 24 November 2008 tentang Penerapan Manajemen Risiko di lingkungan Kementerian Keuangan.09/2008 dated November 24. Di dalam penerapannya.yaitu penetapan konteks. the whole units in the Ministry of Finance were required to apply Risk Management. risk identification.4 PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO 10. 2008 regarding Risk Management Implementation in the Ministry of Finance. namely context setting. The purpose of Risk Management Implementation was to make every work unit capable of anticipating and handling the risks effectively and efficiently. Manajemen Risiko di Bapepam-LK meliputi 7 (tujuh) proses. measuring and controlling risks.4 RISK MANAGEMENT IMPLEMENTATION Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK. mengukur dan mengendalikan risiko serta memelihara kinerja serta mampu mengintegrasikan proses manajemen risiko ke dalam perencanaan.187 Diagram 10. performance. risk Laporan Tahunan 2009 Annual Report . identifying. Risk Management in Bapepam-LK comprised of 7 (seven) processes.1 Peta Strategi Bapepam-LK 2010 Chart 10. yang mampu mewujudkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global. mampu mengidentifikasi. Referring to the Minister of Finance Regulation Number 191/ PMK. and evaluation.1 2010 Bapepam-LK Strategy Map Menjadi otoritas pasar modal dan lembaga keuangan yang amanah dan profesional.

13% of the risks were high level risks. antara lain : a. Risk Management Committee in Bapepam-LK was formed through Chairman of Bapepam and LK Decree Number 34/ BL/2009 dated March 3. Tujuan rapat Komite Manajemen Risiko terutama adalah untuk menentukan risk appetite dan penetapan risk profile Bapepam-LK. The meeting has come up with several risk handling strategies. 47% dalam tingkatan sedang. The meeting was also attended by functionaries from the General Inspectorate in its capacity as compliance office of risk management. Based on the analysis. Later. Melaksanakan sosialisasi PMK 191/PMK. monitoring. Dari 593 risiko tersebut. Kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan berkaitan dengan Manajemen Risiko: 1. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Koordinator dan Administrator unit eselon II di lingkungan Bapepam-LK. analisis risiko. 2. Risk in high level category (20% of the total risks) would be discussed further with Risk Owner Unit. risk evaluation. ditetapkan struktur manajemen risiko. 26 Oktober 2009. The risk management structure comprised of Risk Management Committee. To make the Risk Management application run effectively and efficiently in Bapepam-LK. Bekerjasama dengan Inspektorat VII Inspektorat Jenderal melaksanakan Training of Trainer pada tanggal 18-20 Mei 2009. 3. Ketua Manajemen Risiko dan Unit Pemilik Risiko.09/2008. Berdasarkan hasil analisis atas 593 risiko yang ada. Other activities which have been performed in connection with Risk Management were as follow: 1.evaluasi risiko. Rapat Komite tersebut juga dihadiri oleh pejabat dari Inspektorat Jenderal. 345 operational risks. Arranged Training of Trainer in cooperation with Inspectorate VII of General Inspectorate on May 18 20. Convened the first Risk Management Committee meeting on August 18. 140 risiko strategik. 4. 2009. 2009 attended by 2 (two) Bapepam-LK Risk Management Committee members. 140 were strategic risks. 21. Koordinator Manajamen Risiko dan Administrator Manajemen Risiko. The purpose of the Risk Management Committee meeting was to determine Bapepam-LK risk appetite and risk profile. 4. 47% were medium risks.188 Perkembangan Internal Internal Development identifikasi risiko. and review as well as communication and consultation. 2009 regarding Risk Management Committee Structuring of Bapepam-LK.09/2008 tentang Penerapaan Manajemen Risiko di lingkungan Kementerian Keuangan kepada para Pejabat Eselon III di setiap unit eselon II pada tanggal 19. From the figures. 26. risk handling. Struktur manajemen risiko terdiri dari Komite Manajemen Risiko. selaku compliance office of risk management. it was concluded that Bapepam-LK had 593 risks which possibly revealed in connection with Balanced Scorecard strategic target achievement. Organized socialization of PMK 191/PMK. a risk management structure has been set up. 2. among others: a. Komite Manajemen Risiko di Bapepam-LK dibentuk melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor 34/BL/2009 tanggal 3 Maret 2009 tentang Pembentukan Komite Manajemen Risiko Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. 2009. Selanjutnya berdasarkan identifikasi dan analisis risiko. and Risk Management Administrator. Menyusun petunjuk teknis pengisian formulir manajemen risiko sesuai dengan PMK No 191/ PMK. BAPEPAM . Unit Pemilik Risiko terdiri dari Pemilik Risiko. Risiko yang berada dalam kategori level tinggi analysis. The activity was participated by all Coordinators and Administrators of echelon I unit in Bapepam-LK. terdapat 46 risiko fraud.dapat disimpulkan bahwa Bapepam-LK memiliki 593 risiko yang mungkin timbul terkait dengan tujuan pencapaian sasaran strategis sesuai Balanced Scorecard. 21. 46 were fraud risks. 13% risiko berada dalam tingkatan tinggi.09/2008. penanganan risiko. Risk Management Coordinator. and Risk Owner Unit. 345 risiko operasional. Hasil rapat Komite Manajemen Risiko menetapkan beberapa strategi penanganan risiko di Bapepam-LK. Risk Owner Unit was inclusive of Risk Owner. 60 compliance risks. and 2 financial risks. 60 risiko kepatuhan dan 2 risiko keuangan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Agar penerapan manajemen risiko di Bapepam-LK berjalan dengan efektif dan efisien. Menyelenggarakan rapat Komite Manajemen Risiko yang pertama kali pada tanggal 18 Agustus 2009. Arranged technical guidelines for risk management form completion pursuant to PMK Number 191/ PMK.monitoring dan review serta komunikasi dan konsultasi. 3. based on risk identification and analysis.09/2008 regarding Risk Management Implementation in the Ministry of Finance to Echelon III Functionaries in every echelon II unit on October 19. yang dihadiri oleh 2 (dua) anggota Komite Manajemen Risiko Bapepam-LK yaitu Kepala Biro Kepatuhan Internal (merangkap Ketua Manajemen Risiko) dan Sekretaris Badan. and 40% were low level risks. which were Internal Compliance Head Bureau and Secretariat. dan 40% dalam tingkatan rendah. Risk Management Head.

While perfomance managemenet system was articulated by the establishment of Key Performance Indicator (KPI) in which it was then used as performance measurement tools. Bapepam-LK. Hal ini terkait dengan akuntabilitas Bapepam-LK sebagai instansi pemerintah yang sangat membutuhkan kepercayaan publik. keeps developing itself to become a reliable and professional authority. Composition of Bapepam-LK employees as per December 2009. Adapun komposisi pegawai Bapepam-LK per Desember 2009. It relates to Bapepam-LK accountability as governmental institution that requires public trust. from administrative to strategic congruence HR management. Menetapkan kebijakan bahwa risiko fraud merupakan risiko pertama yang harus diidentifikasi dan harus benar-benar ditangani. To cope with the challenges as regulator. Pegawai berpendidikan Strata 1 mengambil porsi terbesar sekitar 39% dari total pegawai sebagaimana tabel berikut.189 b. so that the HR management in Bapepam-LK shall be managed based on competence and performance management system. Competency based HR management was marked by Assessment center estalishment. Job Competency Standard. Pengembangan SDM di Bapepam-LK sejalan dengan arah kebijakan reformasi birokrasi yang memfokuskan manajemen pengelolaan SDM pada aspek kompetensi dan sistem manajemen kinerja. 64% of the total employees got first degree or more as shown in the following table. sehingga pengelolaan SDM di Bapepam-LK didasarkan pada kompetensi dan sistem manajemen kinerja yang sejalan dengan strategi BapepamLK serta mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan guna mencapai visi dan misi Bapepam-LK. Sedangkan sistem manajemen kinerja diwujudkan dengan penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) serta pengukuran kinerja SDM yang didasarkan pada IKU. Pengelolaan SDM berbasis kompetensi ditandai dengan pembangunan Assessment center. HR development in BapepamLK was performed in line with the bureaucracy reform policy. sekitar 64% pegawai Bapepam-LK berpendidikan sarjana atau lebih sebagaimana tabel di bawah ini. is as follows: Total number of Bapepam-LK employees was 862 employees comprising of 747 civil servants and 115 civil servant candidates. Based on education level. Dalam menghadapi tantangan sebagai regulator. First degree employees dominated the total employees by 39%. Bapepam-LK sebagai otoritas pasar modal dan lembaga keuangan non bank berupaya mengembangkan diri secara terus menerus untuk menjadi otoritas yang amanah dan profesional. Menetapkan prioritas penanganan risiko selanjutnya adalah terkait dengan risiko operasional dan kepatuhan. therefore it is expected that HR Management will be able to support the organization performance as well as Bapepam-LK vision and mission accomplishment. BapepamLK dituntut untuk mengubah paradigma pengelolaan SDM dari yang bersifat semula administratif ke arah pengelolaan SDM yang strategic congruence.5 b. c. 747 pegawai negeri sipil dan 115 calon pegawai negeri sipil (CPNS). penyusunan Standar Kompetensi Jabatan dan program pengembangan SDM di bidang pengetahuan dan keterampilan (hard competencies) serta sikap dan perilaku (soft competencies). in its capacity as capital market and non-bank financial institution authority. Organization capacity development was also conducted in Bapepam-LK in term of Human Resource (HR) management. Bapepam-LK is encouraged to transform its HR management paradigm. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .5 Human Resource Dalam rangka mewujudkan pasar modal dan lembaga keuangan non bank yang tangguh dan berdaya saing global. 10. sebagai berikut: Jumlah pegawai Bapepam-LK sebanyak 862 pegawai yang terdiri dari. that is operational and compliance risks. Berdasarkan tingkat pendidikan. and HR development program for hard competencies as well as soft competencies. (20% dari risiko yang ada) akan dibahas lebih lanjut dengan Unit Pemilik Risiko. c. Pengembangan kapasitas organisasi di Bapepam-LK juga dilakukan pada bidang pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Sumber Daya Manusia 10. This policy is in line with Bapepam-LK strategy. Set further risk handling priorities. To create a strong and globally competitive capital market and non-bank financial institution. in which stressed out HR management in competency aspects and performance management system. Set up a policy that fraud risk is the first risk that needs to be identified and well-responded.

from 49 people in 2008 to 56 people of 260 Bapepam-LK echelon functionaries. Peningkatan ini. It is a behaviour basis assessment method which involves various technical evaluations. 10.5. among others. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 47/PMK.2 Komposisi Pegawai Bapepam-LK Berdasarkan Jenjang Pendidikan dan Gender Chart 10. While echelon I & II functionaries Assessment Center was performed by the Secretariat General of Ministry of Finance. including evaluation instruments and assessors. but also in number of female functionaries. maka tiap-tiap unit Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan diwajibkan untuk membentuk. BAPEPAM . Referring to the Minister of Finance Regulation Number 47/PMK.190 Perkembangan Internal Internal Development Diagram 10. antara lain disebabkan komposisi pegawai baru wanita pendidikan S1/S2 penerimaan Januari 2009 lebih besar dari pegawai baru pria. membangun. komposisi pegawai wanita di lingkungan Bapepam-LK sebesar 27% (233 orang). The increase occurred not only in number of female employees. Beberapa program pengembangan pegawai dan kegiatan strategis yang dilakukan sepanjang tahun 2009 antara lain pelaksanaan assessment center dan leadership development program bagi pejabat eselon IV Bapepam-LK. The increase occurred due to.01/2008 regarding the Ministry of Finance Assessment Center and General Secretariat Regulation Number 55/SJ/2008 regarding the Ministry of Finance Assessment Center Implementation.2 Composition of Bapepam-LK Employees Based on Education Level and Gender Pendidikan / Education SD 1% SLTP 1% S-3 1% Pegawai / Employee Pejabat / Job-level SLTA 18% D-1 4% D-III 11% S-2 25% Wanita 27% Pria 73% Wanita 22% Pria 78% S-1 39% Dari 862 orang pegawai Bapepam-LK. From the total number of 862 employees. every echelon I unit in the Ministry of Finance was required to form. untuk pegawai wanita yang menjabat juga mengalami peningkatan dari 49 orang di tahun 2008 menjadi 56 orang dari 260 pejabat eselon di Bapepam-LK.1 Pelaksanaan Assessment Center Assesment Center adalah salah satu bentuk reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan di bidang pengelolaan SDM berbasis kompetensi.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .5. as well as Graduate Program. dan menyelenggarakan Assessment Center bagi Pejabat Eselon IV dan Pejabat dibawahnya. Employee development program and strategic activities performed in 2009 were among others: the performance of assessment center and leadership development program for Bapepam-LK echelon IV functionaries.01/ 2008 tentang Assessment Center Kementerian Keuangan dan Peraturan Sekretariat Jenderal Nomor: 55/SJ/2008 tentang Pelaksanaan Assessment Center Kementerian Keuangan. Assesment Center merupakan suatu metode penilaian yang berbasis perilaku dan melibatkan beragam teknik evaluasi. establish. These figures increased by 4% compared to 2008 which was only 23%. Sedangkan Assesment Center bagi pejabat eselon II dan III dilakukan oleh Sekretariat Jenderal. 10. the acceptance number of female employees with first and master degrees was higher than male employees in January 2009. and organize an Assessment Center for echelon IV & III functionaries. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 4% di banding tahun 2008 sebelumnya yang hanya sebesar 23 %. Tidak hanya dalam hal jumlah pegawai wanita yang mengalami peningkatan. education and training. pendidikan dan pelatihan serta Graduate Program. termasuk menggunakan bermacam alat ukur dan beberapa penilai. 27% of which were female workers (233 people).1 Implementation of Assessment Center Assesment Center is one of strategic program of bureaucracy reform in the Ministry of Finance in the field of Competency Based HR Management.

dan pengembangan pegawai. carrer path. a. terdapat 33 orang pegawai Bapepam-LK penerima beasiswa dalam dan luar negeri yang sedang tugas belajar. Bapepam-LK sedang melakukan Assesment Center untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi jabatan eselon IV di lingkungan Bapepam-LK. Hopefully.2 Pendidikan dan Pelatihan Bapepam-LK juga memberikan kesempatan dan fasilitas bagi pegawainya untuk mengembangkan dirinya melalui pendidikan dan pelatihan dalam dan luar negeri. Beasiswa Pendidikan Dalam dan Luar Negeri Per Desember 2009. there were 5 employees joining master degree education and 7 employees joining Diploma III and IV of Sekolah Tinggi Akuntansi Negara defrayed by Financial Education and Training Agency. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . there were 33 Bapepam-LK employees receiving domestic and overseas scholarships. Sepanjang tahun 2009.2 Education and Training Bapepam-LK also provided opportunity and facility for its employees to develop him/herself through domestic and overseas education and training. and employee development. Analisa gap tersebut berguna bagi penentuan program pengembangan yang diperlukan. a. Diharapkan tahun 2010. Domestic and Overseas Education Scholarship As per December 2009. Bapepam-LK has conducted 7 (seven) batches of assessment center to 83 echelon IV functionaries of Bapepam-LK.5. With regard to the implementation of competency based HR management. 10. Throughout 2009.5. Dari ke-33 orang pegawai tersebut. the Ministry of Finance. seperti perencanaan tenaga kerja. Kementerian Keuangan. The competency profile was elaboration of competency requirements for any echelon IV functionary which could be effectively applied in other HR management. rekrutment. in 2010. Up until December 2009. Furthermore. 19 pegawai Bapepam-LK tugas belajar mengikuti pendidikan Strata 2 dan 1 orang pegawai mengikuti pendidikan Strata 3 di Australia dibiayai oleh Australian Development Scholarship. Sedangkan di dalam negeri tercatat sebanyak 5 orang pegawai yang sedang mengikuti pendidikan Strata 2 dan 7 orang mengikuti pendidikan Diploma III dan IV Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dibiayai oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Bapepam-LK telah melaksanakan 7 (tujuh) batch assessment center kepada 83 (delapan puluh tiga) pejabat eselon IV di lingkungan Bapepam-LK.191 Untuk menerapkan sistem pengelolaan SDM berbasis kompetensi. Technical Assistance Management Facility (TAMF)-AusAID. The identified gap will be used to determine HR development program . such as manpower planning. the whole competence profiles of Bapepam-LK echelon IV functionaries can be completed and mapped to find out the gap between job competencies required and competencies owned by echelon IV functionaries. From such total number of 33 employees. terdapat 1 orang pegawai mengikuti pendidikan Strata 2 dan 1 orang pegawai mengikuti pendidikan Strata 3 di Jepang dibiayai oleh GRIPS Jepang. Hasil dari profil kompetensi ini adalah penjabaran dari persyaratan kompetensi bagi setiap jabatan eselon IV yang dapat dimanfaatkan secara efektif dalam pengelolaan SDM. recruitment. seluruh profil kompetensi pejabat eselon IV Bapepam-LK dapat diperoleh dan dipetakan untuk mengetahui gap antara kompetensi jabatan dan kompetensi pejabat eselon IV yang ada. Technical Assistance Management Facility (TAMF)-AusAID.19 of them joined the master degree education and 1 person pursued post-graduate study in Australia defrayed by Australian Development Scholarship. Bapepam-LK has been conducting Assessment Center to identify the competencies need of echelon IV functionaries in Bapepam-LK. 10. pengelolaan karir. Sampai dengan bulan Desember 2009. pelaksanaan Assessment Center dilakukan secara swakelola dengan melibatkan pejabatpejabat eselon III di lingkungan Bapepam-LK yang telah dilatih sebagai assessor (penilai) dibantu konsultan SDM. there was 1 employee taking master degree education and 1 employee took post-graduate study in Japan defrayed by GRIPS Japan. implementation of Assessment Center was conducted independently by involving echelon III functionaries in Bapepam-LK who had been trained to become assessors assisted by HR consultant. Meanwhile. Selanjutnya.

The IMF Singapore.The Foundation for the Advancement of Life and Insurance Around the world (FALIA). US SEC. seminar serta workshop yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).: Investment Management Compliance arranged by Australasian Compliance Institute»s (ACI) Summer School in ASIC. US SEC. and workshops organized by Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Sepanjang tahun 2009. Overseas Training For overseas training. seminars.3. b.g. Bapepam-LK was very selective in sorting the trainings. Throughout 2009. Rincian Jumlah pegawai Bapepam-LK Penerima Beasiswa Dalam dan Luar Negeri yang Sedang Tugas Belajar Beasiswa Scholarship ADS. Bapepam-LK worked together with Australian Securities and Investments Commission (ASIC) organized customized trainings based on Bapepam-LK needs. Besides. Australia BAPEPAM .192 Perkembangan Internal Internal Development Tabel 10. Japan BPPK Total b. Di samping mengirimkan pegawainya mengikuti pelatihan di luar negeri yang diadakan oleh lembagalembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF). and workshop on Supervisory Frameworks in Australian Prudential Regulation Authority (APRA). Asian Development Bank (ADB). Australia. Bapepam-LK also conducted cooperation with donor country and institution. Australia Jenjang Pendidikan Education Level Strata 3 Post-graduate Strata 2 Master degree Strata 3 Post-graduate Strata 2 Master degree Strata 2 Master degree Diploma III Diploma IV Table 10. Securities Commission Malaysia. Details of Bapepam-LK Employees Receiving Domestic & Overseas Scholarships Jumlah Pegawai Total Employee 1 19 1 1 5 3 4 34 GRIPS. Bapepam-LK mengirimkan pegawainya untuk mengikuti beberapa pelatihan. Bapepam-LK sent its employees to participate in several trainings. yang diselenggarakan oleh Australasian Compliance Institute»s (ACI) Summer School di ASIC dan workshop on Supervisory Frameworks di Australian Prudential Regulation Authority (APRA). e. World Bank dan World Association of Valuation Organisations China. dan World Bank untuk pelatihan-pelatihan yang bersifat umum. Pelatihan Luar Negeri Untuk pelatihan yang diselenggarakan di luar negeri. Islamic Finance Training Malaysia.: International Monetary Fund (IMF).3. Hanya materi-materi yang berkaitan erat dengan tugas. like Australia and ADB. Asian Development Bank (ADB). pokok dan fungsi Bapepam-LK sajalah yang diutamakan. Bapepam-LK juga mengadakan kerjasama dengan negara dan lembaga donor untuk memberikan hibah (grant) untuk pelatihan-pelatihan yang bersifat khusus (customized) sesuai dengan perkembangan organisasi Bapepam-LK seperti Australia dan ADB. The IMF Singapura. Securities Commission Malaysia. antara lain Investment Management Compliance. In addition to overseas trainings organized by international institutions e. to grant customized trainings in accordance with Bapepam-LK organization development. Selain itu Bapepam-LK juga bekerjasama dengan Australian Securities and Investments Commission (ASIC) untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bersifat khusus disesuaikan dengan kebutuhan Bapepam-LK . Islamic Finance Training Malaysia.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . World Bank and World Association of Valuation Organizations China. The priority was trainings which have relevant materials and close relationship with Bapepam-LK main duties and functions.g.The Foundation for the Advancement of Life and Insurance Around the world (FALIA). Bapepam-LK sangat selektif dalam mengikuti pelatihan. and World Bank (WB) for general training.

Bapepam-LK also gave great attention to soft competencies. Adapun lembaga yang terlibat aktif memberikan pelatihan kepada Bapepam-LK adalah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). secara rutin setiap tahun. antara lain Pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ). and IV have participated in the LDP training. III. The training was intended to provide better information about the importance of leadership style and effective Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Since 2007. pelatihan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan soft competencies pegawai Bapapem-LK. Pelatihan Effective Training Evaluation dan Training Design Program bagi pegawai di Bagian Kepegawaian dan 15 orang pejabat eselon III di lingkungan Bapepam-LK. Bapepam-LK juga memberikan perhatian besar untuk meningkatkan kemampuan soft competencies pegawainya. AusAID. dan efisiensi kerja pegawai.g. Di samping pendidikan dan pelatihan yang bersifat teknis (hard competencies). and efficiency.AusAID di Jakarta dan Pelatihan TOEFL Preparation di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan di Jakarta . In addition to ESQ training. produktivitas. III. Pelatihan ini dilaksanakan sejak tahun 2008 dan dibantu oleh Konsultan SDMTAMF. Throughout 2009. productivity. Bapepam-LK menyelenggarakan pelatihan Leadership and Development Program (LDP). Sepanjang tahun 2009. Pelatihan Dalam Negeri Untuk pelatihan dalam negeri. untuk mengasah jiwa kepemimpinan pegawai. Effective Training Evaluation and Training Design Program for employees in personnel section and 16 echelon III functionaries. Pada tahun 2009. Bapepamk-LK realized that to become a reliable employee and leader. Kepolisian Republik Indonesia. other governmental institutions e. all echelon II. Audit Surveillance training to provide relevant competences to Bapepam-LK employees concerning audit to public accountant offices organized by TAMF . semua pejabat eselon II. Domestic Training Bapepam-LK also sent its employees to participate in training or cooperated with other institutions to provide training. Kepolisian Republik Indonesia. dan IV Bapepam-LK telah mendapatkan pelatihan LDP ini.AusAID in Jakarta and TOEFL Preparation training in Financial Education and Training Agency in Jakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya mengetahui gaya kepemimpinan dan manajemen yang c. training for improving Bapepam-LK employees soft competencies were among others: Emotional Spiritual Quotient (ESQ training). every year Bapepamk-LK sent its employees to join ESQ training to improve leadership and personal development by combining the three concepts of the abovementioned emotional intelligences integratedly and transcendentally so it could increase the employees performance. Throughout 2009. Sepanjang tahun 2009. AusAID. lembaga pemerintah lainnya seperti Bareskim. Sejak tahun 2007. Pelatihan Audit Surveillance yang ditujukan untuk menyiapkan kompetensi bagi pegawai Bapepam-LK mengenai audit terhadap kantor akuntan publik diselenggarakan oleh TAMF .: Bareskim. disamping dibutuhkan kecerdasan intelektual (Intellectual Quotient) juga diperlukan kecerdasan emosi (Emotional Quotient) dan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient). The institutions which actively involve in providing training to Bapepam-LK are Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). Bapepam-LK also organized Leadership and Development Program (LDP).193 c. Bapepamk-LK menyadari bahwa untuk menjadi pegawai dan pemimpin yang handal. the training were inclusive of goods/services procurement which was technical substantive specialization education to train Bapepam-LK employees to have experties in providing goods and services based on the prevailing laws and regulations. In 2009. to improve the employee leadership spirit. Despite of technical (hard competencies) education and training. The training has been conducted since 2008 and was assisted by HR-TAMF consultant. Bapepam-LK mengirimkan pegawainya untuk megikuti pelatihan ESQ untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepemimpinan dan pengembangan kepribadian yanhg tangguh dengan memadukan ketiga konsep kecerdasan emosi di atas secara terintegrasi dan transendental sehingga dapat meningkatkan kinerja. Bapepam-LK dapat mengirimkan pegawainya mengikuti pelatihan maupun melakukan kerjasama dengan lembaga lain untuk mengadakan pelatihan. pelatihan-pelatihan yang diadakan antara lain pelatihan pengadaan Barang/Jasa yang merupakan diklat teknis substantif spesialisasi (DTSS) untuk melatih pegawai Bapepam-LK agar memiliki keahlian di bidang pengadaan barang dan jasa sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Di samping pelatihan ESQ. Emotional Quotient and Spiritual Quotient were required in addition to Intellectual Quotient.

stakeholders Bapepam-LK serta menekankan pentingnya pegawai Bapepam-LK untuk bersikap profesional dan menjaga amanah sebagai pelayan masyarakat. dalam pembekalannya Ketua juga menekankan perbedaan situasi dan kondisi lingkungan kerja yang semakin kompleks sehingga pegawai Bapepam-LK dituntut untuk selalu bersikap adaptif. and trusted. Bapepam-LK has conducted Graduate Program which included the following activities: 1) Orientation Program on January 8 . the Chairman also gave the stress on a more complex situation and condition of working environment that made Bapepam-LK employees have to be adaptive. 2009 which was aimed at exchanging information and experiences obtained from the respective work unit business process activity and new employee self-development training.3 Graduate Program for New Employees of First & Master Degree and Orientation Program for New Employees of Diploma III Keuangan STAN Graduates a. and selfdevelopment (team work exercises). to give input or knowledge to Bapepam-LK employees who were going to enter their retirement period. Pada bulan Agustus 2009. the activity was conducted to give the employees early understanding about the main job & function and unit business processes in Bapepam-LK. 15 Januari 2009. professional.5. maka Bapepam-LK menyelenggarakan Graduate Program yang kegiatannya meliputi : 1) Program Orientasi pada tanggal 8 s. Selain ekonomi makro. Bapepam-LK received 84 new employees of first and master degree.15.194 Perkembangan Internal Internal Development efektif dalam suatu organisasi yang sedang bertransformasi dan menata diri sehingga dapat meminimalisir konflik dan miskomunikasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Tujuan dari seminar tersebut adalah untuk membekali para pegawai yang akan pensiun dengan kegiatan produktif di hari tua.26 Juni 2009 yang bertujuan untuk memberikan wahana bagi pegawai baru untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalamam yang diperoleh dari kegiatan bisnis proses unit kerja masing-masing dan juga pelatihan pengembangan diri pegawai baru. stakeholders Bapepam-LK. 3. pokok. management in an organization to minimize conflicts and miscommunication in performing daily routines.26. Dalam rangka memberikan pemahaman tentang tugas. kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dini tentang tupoksi serta proses bisnis unit-unit di lingkungan Bapepam-LK. Furthermore. Secondment tahap I dilaksanakan pada tanggal 18 Mei . BAPEPAM . b. In 2009.3 Juni 2009. 2) Program Secondment yang bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih detail tentang tupoksi. 2009. Pada bulan Desember 2009 Bapepam-LK menyelenggarakan Seminar Persiapan Pensiun dengan tema ≈Secercah Kehidupan PurnabaktiΔ. Selanjutnya untuk memberikan masukan atau wawasan bagi para pegawai di lingkungan Bapepam-LK yang memasuki masa purnabakti. 2) Secondment Program was given to deliver detailed comprehension about main job & function. 10. Secondment Phase I was held on May 18 . serta pengembangan diri (team work exercises). Bapepam-LK stakeholders. 10.5. Seminar pada tanggal 25 . dan fungsi (tupoksi) serta proses bisnis unit-unit di lingkungan Bapepam-LK.3 Pelaksanaan Graduate Program bagi Pegawai Baru lulusan S1/S2 dan Program Orientasi bagi Pegawai Baru lulusan Diploma III Keuangan STAN a. Seminar held on June 25 . as well as to underline the importance of being professional and fully-trusted as public servants. In order to provide them with better understanding concerning the main job and function as well as unit business processes in Bapepam-LK. Pada tahun 2009 Bapepam-LK menerima 84 pegawai baru pendidikan S-1/S-2. dan keterkaitan bisnis proses dari Biro/ Sekretariat Badan. Ketua Bapepam-LK memberikan pembekalan mengenai ekonomi makro kepada pegawai baru S1/S2 dan D1/D3. Bapepam-LK arranged a pension preparation seminar in December 2009 under the theme of «A bright life after retirement». Continuous Improvement for a Brighter Future b. Chairman of Bapepam-LK gave information about macro economy to new employees of first & master degree and Diploma I & III. 2009. and business process relations from Secretariat Bureau.LK . Bapepam-LK stakeholders. Additionally. profesional dan amanah.June. The objective of this seminar was to provide the employees with information of productive activities in their pension life.d. 3) 3) In August 2009.

Upaya peningkatan kualitas Pemeriksa dan Penyidik Bapepam-LK dilakukan dengan cara mengirim perwakilan ke sejumlah pusat pendidikan dan pelatihan. financial reports forensic audit. Universitas Lambung Mangkurat. market surveillance.195 c. Bapepam-LK melakukan ≈Program Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal & Lembaga Keuangan dan Program Penjajakan Minat dan Karir Bapepam-LK di Universitas Terkemuka di IndonesiaΔ.5. Universitas Mataram. Besides. dan Universitas Udayana. Tujuan program tersebut selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akademisi terhadap keberadaan dan peran aktif Bapepam-LK di dalam perkembangan pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank di Indonesia. Kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diikuti antara lain Pelatihan Diklat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pola 100 Jam Pelatihan dan Penyegaran Pola 22 Jam Pelatihan dengan tujuan pelatihan untuk mempersiapkan PPNS di lingkungan Bapepam-LK agar mempunyai keterampilan dalam melakukan pemeriksaan dan penyidikan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. baik di dalam maupun di luar negeri. The purpose of the program was not only to improve public awareness toward Bapepam-LK existence and active role in the capital market and financial institution development in Indonesia.5. audit forensik laporan keuangan dan pelatihan penyegaran bagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). and refreshment training for Investigator Civil Servant. Later. Bapepam-LK juga telah menyelenggarakan Program Orientasi kepada 21 (dua puluh satu) Pegawai Baru lulusan Diploma III Keuangan STAN pada tanggal 28 Desember 2009 untuk memberikan pemahaman dini tentang organisasi dan stakeholders Bapepam-LK. c.5 Program Penjajakan Minat dan Karir di Bapepam-LK Pada bulan September-November 2009.5. 10. Universitas Bengkulu. The education and training activities were inclusive of 100 hours Investigator Civil Servant Training and 22 hours Refreshment to make Bapepam-LK Investigators have proper skills in conducting the investigation as a mandate of Law Number 8/1995 regarding Capital Market. Selanjutnya Bapepam-LK juga mengirimkan beberapa personel ke Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). Universitas Jenderal Soedirman. and University of Udayana Laporan Tahunan 2009 Annual Report . law enforcement. Universitas Jember. University of Sriwijaya. University of Lambung Mangkurat. Those universities were University of Andalas. pengawasan pasar. Bapepam-LK conducted Capital Market & Financial Institution Education and Socialization Program in Prominent Universities in IndonesiaΔ. BapepamLK also sent a number of personnels to Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC). University of Bengkulu. Adapun universitas-universitas yang dikunjungi adalah: Universitas Andalas. 10. University of Mataram. penegakan hukum. University of Jenderal Soedirman. 10. but also to introduce BapepamLK organization to the talented and potential students to make Bapepam-LK as the place for their career path. University of Jember. 2009 to give them early comprehension about the organization and BapepamLK stakeholders. Universitas Sriwijaya. The efforts to improve the quality of Bapepam-LK Investigator was taken by sending representatives to a number of education and training centres. to have capital market civil law aspect training.5. 10. Bapepam-LK provided Orientation Program to 21 new employees of Diploma III Keuangan STAN graduates on December 28. melaksanakan pelatihan aspek-aspek hukum perdata di bidang pasar modal.4 Pendidikan dan Pelatihan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bapepam-LK juga selalu berupaya terus meningkatkan kuantitas dan kualitas para Pemeriksa dan Penyidik di bidang Pasar Modal dengan berbagai macam pelatihanpelatihan atau seminar yang berkaitan erat dengan Penegakan Hukum. juga mengenalkan organisasi Bapepam-LK untuk menjaring mahasiswa yang berbakat dan berpotensi agar memilih Bapepam-LK sebagai institusi tempat mereka berkarir. either domestic or overseas training.4 Education and Training for Investigator Civil Servant Bapepam-LK continued to improve the quantity and quality of its capital market Investigator by providing various training or seminar closely related to Law Enforcement.5 Career Path Program in Bapepam-LK In September-November 2009. Di samping itu.

pelaporan dan dokumentasi secara online atas data-data PNBP. Sampai dengan akhir 2009. Therefore.2 State Non-Tax Income Information System (SIM PNBP) Application program for State Non-Tax Income Information System (SIM PNBP) was a system which was expected to serve as online recording. Pengembangan aplikasi dimulai pada tahun 2007 dengan kegiatan antara lain perencanaan. Dengan sistem ini. pengembangan SIM PNBP telah sampai pada tahap awal berupa suatu database yang terstruktur dengan laporanlaporan PNBP yang utama yaitu laporan piutang. transparent. The database would be improved into a more complete PNBN information system and was expected to be applied by relevant bureaus in 2010. Additional development would be made in the future if necessary. penyempurnaan data base. Selama tahun 2009. Considering the importance of information technology in organization transformation process to high-performance organization. analisis. a more effective and efficient budget management could be performed.6. analyzing. The application development was started in 2007 by performing planning. SIM PNBN development reached its first phase development in form of structured database with principal PNBN reports.1 Sistem Informasi Keuangan (SISKA) Pengelolaan keuangan di Bapepam-LK pada saat sebelumnya menggunakan sistem yang terpisah-pisah dan manual sehingga lamban dalam penyajian laporan serta rentan terhadap ketidakakuratan data dan informasi. laporan realisasi PNBP dan laporan penetapan PNBP. Reliable information technology could increase the effeciency and effectivity of organization business process. reporting. Bapepam-LK has developed several information technology systems which were set to support the internal business system. berdasarkan banyak masukan dari para pengguna. and designing activities. In 2008. BAPEPAM . dan desain. and PNBN report.6. Program aplikasi SISKA pada tahun 2009 telah berhasil diimplementasikan di seluruh unit (biro-biro dan bagian-bagian di Sekretariat Badan) di lingkungan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. and new application creation which could support financial management in Bapepam-LK. Teknologi informasi yang handal akan mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis organisasi. 10. usulan penambahan fitur hingga pembuatan aplikasi baru yang mendukung pengelolaan keuangan di Bapepam-LK. development on Bapepam-LK Financial Information System (SISKA) was conducted. development and utilization of information technology became one of Bapepam-LK attentions. maka pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu fokus perhatian Bapepam-LK. further development of SISKA was performed in terms of operating system application modification. Pada tahun 2008.2 Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (SIM PNBP) Program Aplikasi Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (SIM PNBP) merupakan sistem yang diharapkan akan menjadi sarana pencatatan. and documenting facilities upon PNBN data.1 Financial Information System (SISKA) Financial management in Bapepam-LK formerly applied separated and manual systems which inflicted delay of report presentation and was susceptible to data inaccuracy.6 INFORMATION TECHNOLOGY SYSTEM DEVELOPMENT Teknologi informasi memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja organisasi.6. PNBN realization report. dalam rangka meningkatkan pengelolaan keuangan supaya lebih profesional. .6.6 PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI 10. namely: receivable report. among others: 10. pengelolaan anggaran dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien 10. Selanjutnya pada tahun mendatang akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. Database ini akan dilakukan penyempurnaan menjadi sistem informasi PNBP dengan laporan yang lebih lengkap dan diharapkan dapat dimplementasikan di biro-biro terkait dengan PNBP pada tahun 2010. pengkomunikasian. Throughout 2009. to provide a professional.LK Continuous Improvement for a Brighter Future Information technology took a significant role in improving the organization performance. dilakukan pengembangan Sistem Informasi Keuangan (SISKA) Bapepam-LK. Bapepam-LK telah mengembangkan beberapa sistem teknologi informasi yang ditujukan untuk mendukung proses bisnis internal antara lain: 10. communicating. By applying the system. based on inputs from the users. Oleh karena itu. Up until 2009. features addition. and accountable financial management. database adjustment. transparan dan akuntabel. Mengingat peran penting teknologi informasi dalam proses transformasi organisasi menuju organisasi yang berkinerja tinggi. SISKA application program has been succesfully applied in all units (all bureaus and secretariat) in Bapepam-LK in 2009.196 Perkembangan Internal Internal Development 10. dilakukan pengembangan SISKA lebih lanjut baik dari segi perbaikan operating system aplikasi.

in 2009. and participated in capital market and non-bank financial institution exhibition 4 times. Surabaya (jointly with the SROs). Lampung (jointly with the SROs). • University of Jember. • University of Bandar Lampung. • University of Mataram. Surabaya (bersama SRO). • University of Lambung Mangkurat.197 Di samping mengembangkan sistem teknologi informasi untuk mendukung proses bisnis internal. Banjarmasin. Selain itu. pengawasan dan penegakan hukum. serta Sistem Informasi Perusahaan Pembiayaan dan Aplikasi Statistik Dana Pensiun. 652 public queries concerning capital market via telephone. • Universitas Mataram. • Universitas Udayana. The system among others were Online Complaint System (investor complaint). Sistem Administrasi Pemeriksaan. 10. Banjarmasin. Electronic Reporting System of Securities Broker Dealer Monthly Activity. Bapepam-LK issued letters of research to 45 parties which have gone through capital market research in Bapepam-LK. Bapepam-LK cooperated with the SROs to develop electronic reporting system and capital market warehouse data. • University of Ciputra. • University of Udayana. Jember. Sistem Pelaporan Elektronik Kegiatan Bulanan Perantara pedagang Efek. • Universitas Bengkulu. serta telah berpartisipasi dalam pameran pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebanyak 4 kali. •ΩUniversity of Jenderal Soedirman. and Capital Market Corner in campus 4 times. they were: • University of Andalas. Bali. Sistem E-Reporting Perasuransian dan Early Warning System Perasuransian. and • University of Atmajaya.7 PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DAN PENANGANAN PENGADUAN In addition to information technology system for supporting internal business process. for workshop 3 times. • Universitas Bandar Lampung. • Universitas Jember. Insurance E-Reporting System. Also. seminar sebanyak 6 kali. dalam tahun 2009 ini Bapepam-LK telah melaksanakan kegiatan Roadshow Campus to Campus untuk memperkenalkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non-bank kepada civitas akademika yakni: • Universitas Andalas. Bapepam-LK participated as speaker or source person for public lecture 5 times. Bapepam-LK juga mengirimkan pembicara atau narasumber dalam kuliah umum sebanyak 5 kali. Aplikasi Data Digital Dana Pensiun (D3P). Additionally. Bapepam-LK telah menerbitkan surat keterangan riset kepada 45 pihak yang telah melakukan penelitian tentang pasar modal di Bapepam-LK. Jogyakarta (bersama SRO). serta melayani 310 pihak yang datang langsung ke Bapepam-LK untuk mendapatkan informasi dan penjelasan. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Sistem Administrasi Penyidikan. and dealt with 310 parties which directly came to Bapepam-LK for information and explanation. dan •ΩUniversitas Atmajaya. Bapepam-LK menerima 21 kunjungan dari Perguruan Tinggi/Sekolah.7 PUBLIC INFORMATION AND COMPLAINT HANDLING SERVICE 10.1 Pelayanan Informasi Publik Bidang Pasar Modal Sepanjang tahun 2009. Palembang. Jogyakarta (jointly with the SROs). Investigation Administration System. Sistem teknologi informasi tersebut antara lain adalah Sistem Pengaduan Online (investor complaint). Inspection Administration System. Purwokerto. • Universitas Lambung Mangkurat. • Universitas Ciputra. 10.1 Public Information Service for Capital Market Throughout 2009. and law enforcement function. Lampung (bersama SRO).7. Padang. Purwokerto. • Universitas Sriwijaya. Padang. controlling. Bapepam-LK welcome 21 visits of universities/schools. Bengkulu. • Universitas Jenderal Soedirman. and Insurance Early Warning System as well as Financing Companies Information System and Pension Fund Statistical Application. Bapepam-LK juga bekerja sama dengan SRO untuk mengembangkan sistem pelaporan elektronik dan data warehouse pasar modal. Selama tahun 2009. dan layanan Pojok Pasar Modal di kampus yang sedang mengadakan seminar sebanyak 4 kali. As for socialization and public education in capital market and non-bank financial institutions. Bapepam-LK performed Roadshow Campus to Campus activity to introduce capital market industry and non-bank financial institutions to academicians. Bengkulu. • University of Sriwijaya. for seminar 6 times. Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal dan lembaga keuangan non-bank. Mataram. Mataram. Bapepam-LK juga mengembangkan sistem teknologi informasi untuk mendukung efektifitas fungsi pembinaan. and 409 via email. Bapepam-LK also developed information technology system that could support the effectivity of supervision.7. Throughout 2009. Bali. Jember. •ΩUniversity of Bengkulu. workshop sebanyak 3 kali. 652 pertanyaan masyarakat mengenai pasar modal melalui telepon dan 409 pertanyaan melalui email. 10. Palembang. Objection Handling Information System. Sistem Informasi Penanganan Keberatan.

My Future. education activity was performed to give technical information related to pension BAPEPAM . Selain itu Bapepam-LK juga mendistribusikan berbagai brosur tentang pasar modal dan lembaga keuangan non bank kepada masyarakat dalam kegiatan pameran. and other social activities. As we have done in previous years. Bapepam-LK bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI).7. Selanjutnya.. Bapepam-LK juga telah mencetak buku cerita bergambar Edisi 1 berjudul ≈Investasiku.. Kegiatan sosialiasi juga dilakukan untuk menjelaskan suatu ketentuan baru di 10.. and investors.3 Pelayanan Informasi Surat Langsung / Direct Letter Surat Tembusan / Copy Letter Telpon / Telephone Datang Langsung / Direct Email / Email 13% 1% 61% 9% 16% 10. Malang. Pekanbaru dan Mataram. The publication of the book will be continued in 2010 (second edition) with in depth story and various investment products currently available in Indonesian capital market. Bandung. workshop dan kegiatan sosial lainnya. have conducted socialization and education related to investment management to accountants.198 Perkembangan Internal Internal Development Sebagaimana dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. konsultan hukum dan investor. it was also intended to give information about new regulation concerning pension fund activity. Pekanbaru and Mataram.2 Public Information Service of Pension Fund The purpose of socialization concerning pension funds was to introduce pension fund industry to companies that do not have pension plan. .Δ. Malang. Bapepam-LK. telah melakukan sosialisasi dan edukasi terkait materi pengelolaan investasi kepada akuntan. saving. besides. Bapepam-LK distributed 600 copies Warta Bapepam-LK each month to 160 parties. SROs.Δ Cergam tersebut disajikan dengan menggunakan gambar wayang golek yang bercakap-cakap terkait pentingnya pengaturan keuangan secara personal.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .2 Pelayanan Informasi Publik Bidang Dana Pensiun Untuk lebih mengenalkan industri yang menjadi stakeholder Bapepam-LK. The publication of this book was intended to provide education about investment in a simple and more popular language that was expected to be easily understood by public. Kegiatan sosialisasi dana pensiun dilakukan dalam rangka memasyarakatkan industri dana pensiun kepada perusahaan-perusahaan yang belum memiliki program pensiun. unit kerja lain di lingkungan Kementerian Keuangan dan lainnya.. Bandung. Meanwhile. workshops. as one of capital market socialization and education activities in 2009. Chart 10. in order to enhance the public and market players with a better comprehension and awareness on investment management products. Bali. SROs. Furthermore. in cooperation with Indonesia Investment Fund Management Association (APRDI). Bapepam-LK melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi. and investment.. Penerbitan Cergam tersebut akan berlanjut di tahun 2010 (Edisi 2) dengan topik cerita yang lebih mendalam dan dengan contoh-contoh produk investasi yang saat ini tersedia di pasar modal Indonesia. Masa Depanku. Bali. Bogor. namely Jakarta. di tahun 2009 Bapepam-LK mendistribusikan sekitar 600 eksemplar Warta Bapepam-LK tiap bulannya kepada 160 pihak seperti perguruan tinggi.7. sebagai salah satu upaya sosialisasi dan edukasi tentang pasar modal. Penerbitan Cergam ini ditujukan untuk memberikan edukasi tentang investasi yang dituturkan secara sederhana dan dengan bahasa yang lebih merakyat sehingga diharapkan dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat umum. dalam rangka meningkatkan pemahaman pelaku dan masyarakat terhadap produk pengelolaan investasi. Bapepam-LK also distributed brochures related to capital market and non-bank financial institutions to the public in activities such as exhibitions. Bapepam-LK also has produced first edition book titled ≈My Investment. menabung dan berinvestasi. In addition. other unit of the Ministry of Finance. Sosialisasi tersebut dilakukan di 7 (tujuh) kota besar di Indonesia yaitu Jakarta. Bogor.3 Information Services Diagram 10. The socialization was conducted in 7 (seven) big cities in Indonesia. asosiasi pelaku industri jasa keuangan. legal consultants. such as universities.. The book was illustrated in javanese puppets images talking about the importance of personal financial management. industry associations.

The event was held at the same time with socialization of capital market under a title of ≈Capital Market & Financial Institution Socialization and Education as well as Interest & Career Path in Bapepam-LKΔ. and IPB Bogor. pada tahun 2009 Bapepam-LK telah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi terutama pada beberapa universitas yang ada di Indonesia. Socialization of Motor Vehicle Risk Profile The socialization was conducted on December 8. Universitas Mataram. The socialization was aimed at giving awareness to Insurance industry about SJSN and the impacts toward insurance industry if SJSN was applied.7. Universitas Syarif Hidayatullah dan IPB Bogor. 2009 participated by all general insurance companies selling motor vehicle insurance products. University of Syarif Hidayatullah. seperti penerapan aplikasi data digital dana pensiun. Sosialisasi Pengenalan Asuransi Untuk memperkenalkan asuransi kepada masyarakat. University of Indonesia. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan pengembangan database risk profile asuransi kendaraan bermotor. University of Lambung Mangkurat and University of Udayana. University of Jember. especially to universities in Indonesia. and other technical matters. Uinversitas Indonesia. The objective of this socialization was to introduce risk profile database of motor vehicle insurance. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia. in 2009. Kegiatan ini dilakukan antara lain dikampus Universitas Sriwijaya. University of M Hamka. 2009 participated by Indonesia Life Insurance Association. Bapepam-LK conducted series of socialization activities.3 Public Information Service of Insurance Socialization program of insurance industry was conducted by Bapepam-LK in 2009.Tujuan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan e-reporting industri perasuransian yang akan segera diimplementasikan . SMA Al Azhar 3. Pada Tahun 2009 IGTC dilakukan di Pondok Pesantren Hamidiyah.3 Pelayanan Informasi Publik Bidang Perasuransian Program Sosialisasi yang dijalankan oleh Bapepam-LK di bidang perasuransian selama tahun 2009 antara lain : 1) Sosialisasi Sistem Jaminan Sosial Nasional Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2009 dengan peserta adalah Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. Universitas M Hamka. The activities were performed in Universitiy of Sriwijaya. Universitas Atmajaya. Indonesia General Insurance Association..7. 2009 participated by all general and life insurance companies. they among others were: 1) Socialization of National Social Security System The socialization was conducted on December 8. Socialization of Insurance was also made in form of Insurance Goes to Campus (IGTC). 2) Socialization of e-reporting The socialization was conducted on December 8. Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan bersamaan dengan sosialisasi di bidang pasar modal dengan judul Sosialisasi Edukasi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta Penjajakan Minat dan Karir Bapepam-LK. SMA Al Azhar 3 Kebayoran Baru. University of Jenderal Soedirman. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Industri Asuransi mengenai SJSN dan dampaknya terhadap industri asuransi apabila SJSN telah dijalankan 2) Sosialisasi e-reporting Sosialisasi ini diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2009 dengan peserta seluruh perusahaan asuransi umum dan perusahaan asuransi jiwa. The objective of this socialization was to introduce insurance industry e-reporting which would be implemented soon. University of Mataram. 10. Indonesia Social Insurance Association. 10. In 2009. Kebayoran Baru. Universitas Jember. pension fund book-keeping. Depok. Universitas Jenderal Soedirman. Sementara kegiatan edukasi lebih ditujukan untuk menjelaskan secara teknis mengenai penyelenggaraan dana pensiun. pembukuan dana pensiun dan hal-hal teknis lainnya. fund program and digital data application of pension fund. 3) 3) 4) 4) Socialization of Insurance Introduction To introduce insurance products to the public. Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Udayana. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .199 dalam penyelenggaraan dana pensiun. The main objective was to make the university students have proper awareness about insurance. Asosiasi Asuransi Sosial Indonesia dan Persatuan Aktuaris Indonesia. Sosialisasi asuransi juga dilakukan dalam bentuk Insurance Goes to Campus (IGTC). University of Atmajaya. Sosialisasi Profil Risiko Kendaraan Bermotor Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2009 dengan peserta seluruh perusahaan asuransi umum yang menjual produk asuransi kendaraan bermotor. Depok. Tujuan utamanya adalah agar sejak dini para mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup mengenai asuransi. and Indonesia Actuaries Society. IGTC aws conducted at Pondok Pesantren Hamidiyah.

Bank Kustodian.7. Bapepam-LK telah menerima dan menindaklajuti 489 pengaduan yang terdiri atas: 10. Cooperation with relevant institutions in accordance with sharia Capital Market development. comprising of: BAPEPAM . Biro Pembiayaan dan Penjaminan. 2) Melakukan sosialisasi kepada Emiten.7.g. Program tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait baik internal Bapepam-LK maupun pihak eksternal.7.4 Socialization of Sharia Principles in Capital Market Socialization of Sharia Principles in Capital Market is continual program performed by Bapepam-LK to make an acceleration toward Sharia Capital Market. Financing & Guarantee. Asosiasi-asosiasi di Pasar Modal seperti Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Trust Agents.5 Complaints Handling As one of Bapepam-LK services to the public and the stakeholders.7. 3) Melakukan kerjasama dengan instansi terkait dalam rangka pengembangan Pasar Modal syariah. Program sosialisasi yang telah dilaksanakan selama tahun 2009 antara lain sebagai berikut : 1) Berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FES) ke-2 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Jakarta Convention Centre (JCC) Jakarta pada tanggal 4 . and relevant business units in Bapepam-LK (Insurance. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang. Custodian Bank. 2) 3) 10. Indonesian Investment Fund Managers Association. Socialization program that have been carried out during 2009 among others were: 1) A contribution to the 2nd Sharia Economic Festival held by Bank Indonesia at Jakarta Convention Centre (JCC). The program was arranged under cooperation with relevant parties. Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) dan Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI). Socialization to Issuers.200 Perkembangan Internal Internal Development 10. Capital Market Trust Agent Association. Directorate General of Debt Management. in 2009. para pelaku pasar modal seperti Penjamin Emisi Efek. Manajer Investasi. selama tahun 2009. Indonesian Securities Commpanies Association. Dewan Syariah NasionalMajelis Ulama Indonesia dan unit kerja terkait di Bapepam-LK (Biro Perasuransian.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . capital market players. Jakarta on February 4 . Pension Fund Bureaus) b) Participating in the draft of Haj Financial Law with the Ministry of Religion. Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.4 Sosialisasi Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal Sosialisasi Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal merupakan program berkelanjutan yang dilakukan oleh Bapepam-LK dalam rangka akselerasi pengembangan Pasar Modal Syariah. 2009. Indonesian Public-listed Companies Association. 10. and Indonesian Custodian Bank Association as well as universities from all over Indonesia. Biro Dana Pensiun) b) Turut serta dalam pembahasan Naskah Akademik RUU Keuangan Haji bersama dengan Departemen Agama. Investment Managers. Wali Amanat.8 Februari 2009. among others: a) Performing initiation of Indonesia Financial Architecture structuring with Bank Indonesia. Asosiasi Wali Amanat Pasar Modal. either internal Bapepam-LK or external parties. serta kalangan akademisi di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI).8. Capital Market Associations e. antara lain: a) Melakukan inisiasi awal penyusunan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) bersama dengan Bank Indonesia. such as Underwriters. Bapepam-LK received and responded 489 complaints.5 Penanganan Pengaduan Sebagai salah satu bentuk layanan Bapepam-LK terhadap publik dan juga stakeholder-nya.

Complaint Received By Bapepam-LK Langsung Direct 46 12 21 Jumlah Total 346 98 45 410 79 489 Terkait dengan pengaduan di bidang pasar modal. Selain itu. most complaints received by Bapepam-LK came from policy holders of PT Asuransi Bakrie Life. there were 31 complaints about securities companies. Seluruh pengaduan yang disampaikan secara tertulis sudah ditindaklanjuti melalui surat resmi. In 2009. 10. mayoritas pengaduan yang masuk adalah mengenai permasalahan dengan PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS). 14 dan 15.4. 4. in 2009. Bapepam-LK telah melaksanakan penataan ruang kerja secara bertahap mulai dari tahun 2007. there were also complaints from clients of insurance company. mayoritas pengaduan masih adalah mengenai pembayaran manfaat pensiun. 14th and 15th floors. Bapepam-LK imposed on sanctions to those companies according to the applicable provisions. 2. Lack of comprehensive information about pension fund has become one of the causes of such complaints sent to Bapepam-LK. Bapepam-LK juga telah mengenakan sanksi kepada perusahaan dimaksud sesuai dengan ketentuan yang berlaku. In the meantime. Selain itu. 2nd. In connection with pension fund complaints. Penerimaan Pengaduan Bapepam-LK Jenis Pengaduan Terkait Type of Complaint Pasar Modal Capital Market Asuransi Insurance Dana Pensiun Pension Fund TOTAL Tertulis Written 300 86 24 Table 10. terkait dengan pengaduan di bidang asuransi. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . business license of which has been revoked. most of them were about unpaid claims. Sementara itu. 11 pengaduan telah ditindaklajuti dengan dilakukannya pemeriksaan teknis lapangan (on site inspection) dan 20 pengaduan lainnya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis di Bapepam-LK (off site inspection). Terkait dengan pengaduan di bidang dana pensiun. terdapat pula pengaduan dari beberapa nasabah perusahaan asuransi yang sudah dicabut izin usahanya. Untuk tahun 2009 penataan ruang kerja gedung Bapepam-LK dilaksanakan pada lantai 1. the re-layout was performed on 1st. From such technical inspection. sebagian besar masih mengenai klaim yang belum dibayar. All written complaints have been responded formally by letter. 7 securities companies were found violating provisions of prevailing laws and regulations concerning capital market. in connection with insurance complaints. Dari hasil pemeriksaan teknis tersebut ditemukan 7 perusahaan efek yang melanggar ketentuan peraturan perundangan di bidang pasar modal. Untuk tahun 2009 pengaduan paling banyak yang diterima oleh Bapepam-LK adalah dari para pemegang polis PT Asuransi Bakrie Life. For that purpose.8 PENATAAN RUANG KERJA GEDUNG BAPEPAM-LK In respect of capital market complaints. Untuk itu. Bapepam-LK has conducted work place re-layout gradually since 2007. 4th. Kurangnya informasi yang cukup komprehensif dari peserta mengenai dana pensiun menjadi salah satu penyebab masuknya pengaduan tersebut ke Bapepam-LK. 11 complaints were been responded by conducting on site inspection and 20 complaints were been responded by conducting off site inspection. Besides. majority of the complaints were about pension benefit payment.8 WORK PLACE RE-LAYOUT IN BAPEPAM-LK BUILDING Dalam rangka memenuhi ruangan kerja yang memadai dan nyaman.4. In addition. In order to provide proper and comfortable work place. 10. 3rd.201 Tabel 10. 3. majority of complaints received were problems related to PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS). sebanyak 31 pengaduan terkait dengan perusahaan efek.

2009.000. Adapun rincian pagu dan realisasi anggaran Bapepam-LK per 31 Desember 2009 disajikan pada Tabel 10.362.000 14.607.783 134.000 63.527. 2009 No Uraian Description Anggaran Budget (Rp) Realisasi Realization (Rp) % Real.361.120. Hal lain yang diperhatikan adalah kenyamanan dimana pada lobby gedung disediakan ruangan pers yang disediakan khusus untuk para wartawan yang meliput kegiatan Bapepam-LK.92 55. For building lobby layout.361. Dalam penataan lobby gedung.000.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .59 1 2 Realisasi Pendapatan Negara State Revenue Realization -Penerimaan Negara Bukan Pajak -Non-tax Revenue Realisasi Belanja Negara State Budget Realization -Belanja Rupiah Murni -Rupiah Murni Expanse -Belanja Hibah -Grant Expense -Belanja Rupiah Murni Pendamping -Rupiah Murni Pendamping Expense -Belanja PNBP -PNBP Expense 40.500 7.000. 10.959 BAPEPAM . Lobby gedung ditata sedemikian rupa sehingga hanya pihakpihak yang berkepentingan saja yang dapat masuk ke dalam ruang kerja Bapepam-LK.078.001. For the comfort.000 40.440. Rincian Pagu dan Realisasi Anggaran Bapepam-LK Per 31 Desember 2009 Table 10.257.95 52.000 690. Details of Bapepam-LK budget realization as of December 31. keamanan adalah hal yang sangat diperhatikan mengingat lobby sebagian besar merupakan public area yang dapat dimasuki oleh banyak orang. Details of Bapepam-LK budget realization as of December 31.783 63.500.202 Perkembangan Internal Internal Development Disamping penataan ruang kerja.000. library room that provided literatures about capital market and financial institution. security was the key factor as most part of it were public area which could be accessed by many people.527. 2009 were shown in Table 10.210.5.5.001. Smoking room was also provided for smokers as Bapepam-LK building was a free smoking area.9 REALISASI ANGGARAN BAPEPAM-LK In addition to work place re-layout.2.81 85. Report of Budget Realization illustrated a comparison between Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) for the Year of 2009 and the realization. Bagi para pengunjung yang merokok juga disediakan smoking room mengingat bahwa gedung Bapepam-LK adalah daerah bebas asap rokok. 10.078. the lobby was completed with press room specially made for journalists who covered Bapepam-LK activities.92 32.000 6.773 124.050. covering revenue and expenditures during January 1 up to December 31. Tabel 10.000 135. penataan lobby gedung mendapat perhatian khusus karena merupakan pintu masuk ke dalam lingkungan kerja Bapepam-LK.2. ruang perpustakaan yang menyediakan buku-buku yang berkaitan dengan pasar modal dan lembaga keuangan serta ruang tunggu tamu bagi para pengunjung yang hendak menunggu.127. building lobby layout also got specific attention for it served as the entrance to Bapepam-LK work environment.601 2. Angg Real Budget =4/3X100% 158.097.81 158. waiting room for visitors.298. yang mencakup unsur-unsur pendapatan dan belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009.713 386.000 156.9 BAPEPAM-LK BUDGET REALIZATION Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran (TA) 2009 dengan realisasinya.51 91.500.160.078. Bapepam-LK berusaha memberikan rasa aman dan nyaman kepada stakeholder yang sedang berkunjung ke gedung Bapepam-LK. The lobby was arranged in such a way that only relevant parties could get in to Bapepam-LK work place.

001. 2009 and 2008 could be seen from the following table and chart: Tabel 10...000. Realisasi Pendapatan sampai dengan 31 Desember dengan Target/Estimasi Pendapatan Tahun Anggaran 2009 dan 2008 Uraian Description 31 Des 2009 31 Dec 2009 (Rp) Table 10. estimated capital market & financial institution entities contribution of Rp40.500.203 10.81% dari target yang dianggarkan.1 State Revenue Realization Estimated revenue as targeted in Bapepam-LK DIPA for the Year of 2009 was Rp40.779.000.000.000 300. Realisasi Pendapatan Negara sampai dengan 31 Desember 2009 yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp63.81% 20.-.783.001 210.-.000.000 158.783 158.81% higher than the target.000 63.000.500. Perbandingan antara realisasi pendapatan sampai dengan 31 Desember 2009 dan 2008 dapat dilihat pada Tabel dan Grafik berikut ini : 10.527 80. State Revenue Realization up to December 31.atau mencapai 158.306.626.000.75 (20.527.1 Realisasi Pendapatan Negara Estimasi pendapatan yang ditargetkan dalam DIPA Bapepam-LK pada Tahun Anggaran 2009 adalah sebesar Rp40.527.078.9.000 60.000 0 Graphic 10.000 40.783.500.000.or 158.307 Juta Rp / Million Rp 40.001.1 Realisasi Pendapatan sampai dengan 31 Desember dengan Target/Estimasi Pendapatan Tahun Anggaran 2009 dan 2008 100.476) - (24.002 40. 2009 was Non-tax Income of Rp63.81 84.001.000...705.200.000 40.yang terdiri dari estimasi pendapatan jasa lembaga keuangan/jasa giro sebesar Rp1.001 63. estimasi iuran badan usaha di bidang pasar modal dan lembaga keuangan sebesar Rp40.078.527.078. Income realization as of December 31 and Target/Estimated Income for Budget Year of 2009 & 2008 31 Des 2008 31 Dec 2008 (Rp) Kenaikan / Penurunan Increase / Decrease Rp % =2-3 =4/3X100% Target / Estimasi Target / Estimation Realisasi / Realization % 40.1 Revenue realization as of December 31 Target/Estimated Revenue for the Year of 2009 & 2008 84.001.6.comprising of estimated revenue from financial institution fee/giro services of Rp1.76% 31 Dec 2009/31 Dec 2009 31 Dec 2008/31 Dec 2008 Target / Target Realisasi / Realization Laporan Tahunan 2009 Annual Report .6.-.259 210.500.65) - Grafik 10.9.000 0. Comparison between revenue realization up to December 31.-.500.000.000.

021 31.257. Expenditure realization up to December 31.773 85.81% of budget platform of Rp156.782.000.1/-/2009 tanggal 31 Desember 2008.773.078.7 Realisasi Belanja Bapepam-LK Per Jenis Belanja sampai dengan 31 Desember 2009 10.55% 32. 2009 and the realization were shown in the following table and chart: Table 10.181 Juta Rp / Million Rp 70.843 52.8.atau mencapai 85.794.257.2 Bapepam-LK Expenditure Realization per Expenditure Type up to December 31.160.8.81% terhadap pagu anggaran sebesar Rp156.73% Belanja Modal Capital Expenditure 95.055 49. Adapun rincian realisasi belanja Bapepam-LK per Jenis Belanja sampai dengan 31 Desember 2009 beserta capaiannya disajikan pada tabel dan grafik berikut ini : Tabel 10. Bapepam-LK received expenditure budget of Rp156.361.000 0 Belanja Pegawai Personal Expenditure 99.to finance its program and activities.494.000 134.446.361.000 40.773.235 99.078.000 60.653.55 156.495 52.000 10.257.054.-.yang digunakan untuk membiayai seluruh program dan kegiatan di Bapepam-LK.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .2 Realisasi Belanja Bapepam-LK Per Jenis Belanja sampai dengan 31 Desember 2009 Graphic 10..257.or 85.607.000. Details of expenditure realization per Expenditure Type up to December 31.740. Realisasi belanja sampai dengan 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp134.44 72..000 80.607.-. 2009 90.843.000.000 72.361.257.000 72.000 52.000.2 Realisasi Belanja Negara Berdasarkan DIPA Tahun Anggaran 2009 Nomor : 0011.7 Bapepam-LK Expenditure Realization per Expenditure Type up to December 31. 2009 2009 % No Uraian / Description Pagu / Platform (Rp) Realisasi / Realization (Rp) 1 2 3 Belanja Pegawai Personnel Expenditure Belanja Barang Goods Expenditure Belanja Modal Capital Expenditure Jumlah / Total 32.164 49.181.078.000 30.0/ 015-10.000 50.81 Grafik 10.000 31.607.361.741 BAPEPAM .1/-/2009 dated 31 December 2008.133. Bapepam-LK menerima anggaran belanja sebesar Rp156..44% Belanja Barang Goods Expenditure Pagu / Platform Realisasi / Realization 72.0/01510.000 20.73 95.361.021. 2009 was Rp134.374 52.2 State Expenditure Realization Based on DIPA for the year of 2009 Number: 0011.204 Perkembangan Internal Internal Development 10.

005 77.701.962.773) (8.72 134.000 50. 2008 Kenaikan / Penurunan Increase / Decrease Rp % No Jenis Alokasi Belanja Type of Expenditure Allocation 31 Des 2009 31 Dec 2009 (Rp) 31 Des 2009 31 Dec 2009 (Rp) 1 Belanja pegawai Personel Expenditure Belanja Barang Goods Expenditure Belanja Modal Capital Expenditure Jumlah / Total 31.374 34.000 60. Tabel 10.000 Graphic 10.147 (3.92) 2 52.3 Comparison of Bapepam-LK expenditure realization per expenditure type as of December 31.000 0 Belanja Pegawai Personal Expenditure 31.089 42. 2008 Juta Rp / Million Rp 70.889.161.906.605 29.605.834.160.03 Grafik 10.843.000 10.906.000 20.000.000 40.8 Comparison of Bapepam-LK expenditure realization per expenditure type as of December 31.159 22.8 Perbandingan Realisasi Belanja BapepamLK menurut Jenis Belanja per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 Comparison of Bapepam-LK expenditure realization per expenditure type as of December 31.113. 2008 were shown in the following table and chart: Table 10.794.632.495 49.119.32 3 49.607.741 26.078.773 94.835 Belanja Barang Goods Expenditure 31 Des 2009/31 Dec 2009 31 Des 2008/31 Dec 2008 Belanja Modal Capital Expenditure Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009 and December 31. 2009 and December 31.857 66.653.494.164 29.000 30.684 39.740.962 52. 2009 and December 31.653.274.205 Perbandingan realisasi belanja Bapepam-LK menurut jenis belanja per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 dapat disajikan seperti tabel dan grafik berikut.401.676.378 19.000 80.843 34.235 29.3 Perbandingan Realisasi Belanja BapepamLK menurut Jenis Belanja per 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008 90.

beberapa kajian telah dihasilkan dan dipublikasikan. In 2009. research findings play an important role in the formulation of comprehensive policies.1.1 RESEARCH ON CAPITAL MARKET & NON BANK FINANCIAL INSTITUTIONS Pesatnya perkembangan industri pasar modal dan jasa keuangan non bank menuntut Bapepam-LK untuk dapat memastikan bahwa produk regulasinya dapat memenuhi dinamika industri. it required a better monitoring toward investors assets managed by Securities BAPEPAM . maka hipotesa awal atas terjadinya kasus tersebut disimpulkan bahwa salah satu penyebabnya adalah adanya peran ganda Perusahaan Efek. For that purpose. it was concluded that one of the causal factors was Securities Companies double functions as custodian and broker dealer. there were some research findings that have been published.1 Riset Perlindungan Asset Nasabah dan Fungsi Kustodian pada Perusahaan Efek Mengingat perlindungan asset nasabah merupakan isu penting dalam hal meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri Pasar Modal. to cope with those issues. From several cases of assets (securities and fund) misapplication performed by Securities Companies. among other were as follow : 11. Accordingly. Therefore. Untuk itu. infrastructure development will be developed continuously in terms of regulation and system so that the infrastructure can protect the investors.1.1 RISET TENTANG PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NON BANK 11. antara lain : 11. Dengan terjadinya beberapa kasus penyalahgunaan asset (efek dan dana) nasabah oleh Perusahaan Efek.1 Research on Investor Asset Protection and Depository Function in Securities Company Investor asset protection is an important issue in increasing public trust toward capital market industry. yang Rapid development of capital market and non bank financial institution industry has demanded Bapepam-LK to ensure its regulation products accommodate industry dynamic.206 Aktivitas Riset Research Activity 11 11. maka pembenahan infrastruktur terus dilakukan baik dari sisi regulasi maupun pengembangan sistem yang melindungi kepentingan nasabah. hasil riset berperan sangat penting dalam menghasilkan kebijakan yang komprehensif.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Selama tahun 2009.

Sebagai standar yang secara internasional menjadi acuan pengembangan pasar modal di seluruh dunia. semakin tingginya nilai dan frekuensi transaksi bursa serta bertambahnya produk pasar modal menyebabkan proses transaksi. modification of clearing members of KPEI in Laporan Tahunan 2009 Annual Report .1. Pemenuhan terhadap prinsip-prinsip dan rekomendasi ini dapat menjadi daya tarik investor baik domestik maupun asing dalam meningkatkan nilai investasinya di pasar modal Indonesia sehingga hasil kajian ini dapat digunakan sebagai acuan yang berarti bagi pengembangan pasar modal Indonesia. Finally. Fulfillment of those principles and recommendations can attract investor»s interest. this study result can serve as benchmark for Indonesia capital market development. to increase their investment value in Indonesia capital market. Selain itu. keanggotaan Bursa Efek terpisah dengan keanggotaan Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP). However. the increasing number and amount of stock exchange transaction as well as capital market products inflicted to a more complex transaction. even though capacities. the practice showed that Exchange Member (EM) automatically became Clearing Member (CM) as every stock exchange transaction made by EM shall be cleared by CGI. karena setiap transaksi bursa yang dilakukan AB akan dikliring oleh LKP. walaupun kapasitas. 11. Besides.1. The result of the research was a summary of self-assessment activities series as part of Bapepam-LK efforts to meet the IOSCO principles and CPSS/IOSCO recommendations which were the duties of Securities Transaction & Institution Bureau. 11. authorized capital and Adjusted Net Working Capital of every EM varied. pada prakteknya. Namun. Stock Exchange membership is separated from Clearing Guarantee Institution (CGI).1.2 Research on IOSCO Principles Fulfillment in connection with the Duties of Securities Transaction & Institution Bureau in Indonesian Capital Market Regulation and Practice.207 menjalankan fungsi kustodian dan broker dealer. Consequently. As the international standard. Profil AB yang sangat bervariasi mengakibatkan tingginya resiko yang dihadapi KPEI.1. those principles and recommendations have become a benchmark for capital market development for every country in the world. diperlukan upaya peningkatan pemantauan asset nasabah yang dikelola Perusahaan Efek. Hal tersebut menyebabkan tidak efektifnya wewenang PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai LKP untuk menilai calon Anggota Kliring dari sisi resiko kredit dan penyelesaian. kliring dan penyelesaian menjadi semakin Companies. memecahkan permasalahan tersebut.2 Riset Pemenuhan Prinsip-prinsip IOSCO terkait Bidang Tugas Biro Transaksi dan Lembaga Efek dalam Peraturan dan Praktik di Pasar Modal Indonesia Hasil riset ini merupakan rangkuman dan ringkasan dari serangkaian kegiatan self-assessment sebagai bagian dari upaya Bapepam-LK untuk dapat memenuhi prinsip-prinsip IOSCO dan rekomendasi CPSS/IOSCO yang menjadi bidang tugas Biro Transaksi dan Lembaga Efek. prinsip dan rekomendasi tersebut telah menjadi ukuran bagi majunya suatu pasar modal di suatu negara. either domestic or foreign investors. permodalan dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan masing-masing AB sangat bervariasi. 11. Varied EM profiles caused an increasing risk level of KPEI. clearing. It caused PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) as CGI could not effectively assessed credit and settlement risks possed by CM candidates. 11. Anggota Bursa (AB) otomatis menjadi Anggota Kliring (AK). and settlement processes. and a higher risk in the transaction settlement.3 Research on Clearing Members Restructuring of Clearing Guarantee Institution Indonesia Capital Market Legally.3 Riset Restrukturisasi Anggota Kliring pada Lembaga Kliring Dan Penjaminan di Pasar Modal Indonesia Secara hukum. a better law enforcement and revision in the provisions of Securities Companies as custodian. peningkatan penegakan hukum dan penyempurnaan ketentuan Perusahaan Efek sebagai kustodian. Oleh karena itu.

This research was aimed at getting a clear picture. It was expected that the research can provide valuable contribution to new regulation drafting and amendment of existing regulation. Studi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penting terutama kriteria dan penilaian yang diterapkan dalam mengklasifikasikan saham perusahaan sebagai sustainability stock.D. the research could provide clear perspective to BapepamLK in assessing the effectiveness of the implementation regulation number X. and finally. The study was conducted to learn the clearing membership models applied in many countries and determine the most appropriate model for Indonesia capital market.6 Research on Good Corporate Governance Implementation in Securities Companies related to Compliance Function the Amendment of Regulation number V. Individual Clearing Member (ICM) dan Trading Member (TM). covering General Clearing Member (GCM). 11. or commonly known as ≈sustainability stockΔ. Hasil studi diharapkan dapat bermanfaat bagi bahan rumusan dalam penyusunan peraturan baru atau penyempurnaan peraturan yang sudah ada jika diperlukan.D.1. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengembangkan produk pasar modal sehingga dapat menambah jenis produk yang ditawarkan sebagai alternatif investasi di pasar modal. 11. 11.D.D.1. Dengan demikian studi ini dapat memberi gambaran bagi Bapepam-LK dalam menilai efektifitas penerapan peraturan X. to timely report submission. especially stock which has specific characteristics. it would increase the product types offered as investment alternatives in capital market. It was expected that the research would became a reference for developing the capital market products.208 Aktivitas Riset Research Activity kompleks. Studi ini dibuat untuk mengkaji model keanggotaan kliring yang telah diterapkan di berbagai negara dan menentukan model keanggotaan kliring yang paling sesuai dengan Pasar Modal di Indonesia.6 Riset Penerapan Prinsip Good Corporate Governance di Perusahaan Efek Terkait Dengan Fungsi Kepatuhan Dalam Penyempurnaan Peraturan V.1. Based on the study. Salah satu produk pasar modal yang cukup banyak dikembangkan saat ini adalah saham perusahaan yang dalam menjalankan kegiatannya tidak hanya memperhatikan aspek bisnis atau ekonomi semata namun juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan atau sering disebut dengan ≈sustainability stockΔ.5 Research on Investment Fund Report Disclosure The research was to find out the effectiveness of disclosure implementation in investment fund report submitted by Custodian Bank to Participation Unit Holders. Berdasarkan hasil studi ini.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . One of the capital market products which have gone through lots of developments were stocks of companies which not only focusing on business and economic aspects. maka konsep keanggotan kliring pada LKP yang sesuai di Indonesia adalah konsep dengan stratifikasi anggota kliring yang mencakup General Clearing Member (GCM). 11. Therefore. but also paying attention to social and environmental aspects. mulai dari bentuk dan isi laporan yang komunikatif dan informatif sampai dengan penyampaian laporan secara tepat waktu.3 Kajian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai pemahaman dari Perusahaan Efek the form of restructurisation of CM was required.1 and other regulation related to investment fund activities performed by Custodian Bank.4 Riset Praktek dan Regulasi Sustainability Stock Riset ini dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan pasar modal khususnya saham yang mempunyai karakteristik tertentu. Individual Clearing Member (ICM) and Trading Member (TM). Dengan demikian. 11. starting from form and content of a communicative and informative report.1. diperlukan modifikasi keanggotan kliring pada KPEI dalam bentuk restrukturisasi AK. especially about criteria and evaluation applied in classifying a company»s stock as the sustainability stock. the most suitable clearing membership concept of CGI in Indonesia was a concept with clearing member stratification. and the investors» knowledge upon their right to get such report. if necessary. 11.3 The research was aimed at obtaining a clear picture of Securities Companies knowledge toward compliance BAPEPAM .4 Research on Sustainability Stock -Practice and Regulation This research was performed to anticipate capital market developments and needs.1. dan semakin meningkatkan resiko dalam penyelesaian transaksi.1.1 dan peraturan lain yang terkait dengan kegiatan Reksa Dana oleh Bank Kustodian dan pemahaman investor terhadap peraturan tersebut.5 Riset Mengenai Implementasi Keterbukaan Dalam Laporan Reksa Dana Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas Implementasi Keterbukaan Dalam Laporan Reksa Dana oleh Bank Kustodian kepada pemegang Unit Penyertaan dan pengetahuan investor atas hak memperoleh laporan.

209 terhadap praktik kepatuhan yang sesuai dengan budaya prinsip-prinsip GCG dikaitkan dengan budaya bisnis Perusahaan Efek di Indonesia serta membandingkan praktik kepatuhan yang diterapkan di berbagai negara maju dalam mendukung bisnis Perusahaan Efek. dan pengungkapan keterbukaan informasi yang lebih memadai untuk melindungi kepentingan publik dan karyawan. Selain itu.8 Riset Pengaturan Penerbitan Saham dalam rangka Program Pemilikan Saham oleh Karyawan Riset ini bertujuan untuk memenuhi naskah akademis terhadap rancangan peraturan ESO dengan melakukan studi pustaka dan membandingkan substansi pengaturan ESO tersebut dengan praktik dan regulasi di beberapa negara.7 Research on Backdoor Listing Practice and Regulation This research was performed to find out about public company take-over practices which were conducted through backdoor-listing. antara praktik yang berlaku di negara-negara lain dengan yang terjadi di Pasar Modal Indonesia. and proper information disclosure to protect the public and employees interests. Hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan untuk pengembangan kebijakan dan pengaturan fungsi kepatuhan di Perusahaan Efek Indonesia dan Pasar Modal umumnya. Dalam kajian ini dilakukan perbandingan mengenai bagaimana backdoor listing dilakukan. and making comparison of compliance practices applied in many countries for supporting the Securities Companies businesses. between the common practices applied in other countries and in Indonesia capital market were analyzed. Kajian ditekankan pada pemberian kemudahan pengajuan program ESO dibandingkan dengan proses penawaran umum. 11. and Committees formed. dan regulasi yang mengaturnya. metode apa yang digunakan dalam melakukan backdoor listing.1. the capital market in general. including which method to be applied in performing backdoor listing.1.1. dikaji juga analisis terhadap permasalahanpermasalahan yang dapat timbul akibat perbedaan praktik dan regulasi di Pasar Modal Indonesia dengan negaranegara lain. comparison on how backdoor listing was performed. considering some public companies in Indonesia capital market were suspected of conducting it. In this research. 11.1.8 Research on Share Issuance Pursuant to Share Ownership Program for Employee Kajian ini dilakukan untuk mengetahui praktik pengambilalihan perusahaan terbuka yang dilakukan melalui backdoor listing. and the regulation. It was expected that the research would became a reference for developing compliance policy and management function in Indonesia Securities Companies and. analysis was also conducted toward problems possibly arisen due to practice and regulation differences in Indonesia capital market and many other countries. The research was focused on providing ESO program facilitation in comparison with public offering process.1. 11. 11. Direksi dan Komite-komite yang dibentuk untuk membantu fungsi Komisaris telah dilaksanakan oleh Emiten dan Perusahaan Publik. 11. Furthermore. 11. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .9 Riset Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik oleh Emiten dan Perusahaan Publik The research was aimed at providing academic paper for Employee Share Ownership (ESO) by conducting library study and comparing the substances of ESO regulation with practices and regulations in many countries. especially those specified in Bapepam-LK Regulation related to Commissioners. mengingat sejumlah perusahaan di Pasar Modal Indonesia diduga telah melakukannya. Directors.1.7 Riset Praktik dan Regulasi Backdoor Listing practice suitably applied in GCG principles in connection with Securities Companies business culture in Indonesia.9 Research on Implementation of Good Corporate Governance by Issuers and Public Companies The research was conducted to obtain a clear picture on how good corporate governance principles have been applied by Issuers and Public Companies. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran sejauh mana prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik khususnya yang diatur dalam Peraturan Bapepam-LK terkait dengan Komisaris. Hasil kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam pengembangan kebijakan di bidang tata Kelola Perusahaan khususnya Emiten dan Perusahaan Publik. The research results would be used as inputs to policy development of good corporate governance of Issuers and Public Companies.

Selanjutnya. As one of IOSCO and G20 members. Hasil analisis ini memberikan gambaran mengenai kegiatan CSR yang dominan dilaporkan perusahaan. the revised PSAK 22 shall serve as reference for Bapepam-LK Regulations amendments.11 Research on International Accounting Standards One of the recommendations released by International Organization of Securities Commission (IOSCO) and G-20 was the necessity of country members to conduct convergence of International Accounting Standards (IAS)/ International Financial Reporting Standards (IFRS). The study results are expected to be applied by Accounting Standard Committee of Indonesian Accountant Association to revise the Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) number 22 (reformat 2007) regarding Merger Accounting.1. Indonesia has committed to fully participate in such convergence in 2012. while Custodian Bank will act as the custodian and administrator of Investment Funds Assets. 11.10 Riset Keterbukaan Informasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Masyarakat dan Lingkungan (CSR) dalam Laporan Tahunan Emiten dan Perusahaan Publik. yang berdasarkan kontrak tersebut Manajer Investasi bertindak sebagai pengelola portofolio investasi kolektif.K. This research was performed to enrich the comprehensiveness of Bapepam-LK rule concerning directors» responsibility of Investment Manager upon Investment Funds Financial Reports. Bapepam-LK melakukan kajian tentang IFRS 3 tentang Bussiness Combinations. Sebagai negara anggota IOSCO dan G-20. Indonesia berkomitmen untuk melakukan konvergensi tersebut secara penuh pada tahun 2012.1. 11. This proposed Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif menghimpun dana dengan menerbitkan Unit Penyertaan kepada masyarakat pemodal dan selanjutnya dana tersebut diinvestasikan kembali di pasar modal dan di pasar uang. The analysis showed a picture of CSR activities reported by companies. hasil penyempurnaan PSAK 22 tersebut akan dijadikan acuan dalam mepenyempurnaan peraturan Bapepam-LK terkait. antara lain Peraturan Bapepam dan LK Nomor VIII.11 Riset Standar Akuntansi Internasional 11.G. 11.1.1. sedangkan Bank Kustodian menyimpan dan mengadministrasikan kekayaan Reksa Dana.K. 11. Later. one of which is Bapepam and LK Regulation Number VIII.6. and such funds will be invested in capital market and money market. Hasil kajian dimaksud diharapkan dapat digunakan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) untuk menyempurnakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 22 (reformat 2007) tentang Akuntansi Penggabungan Usaha.6. Collective investment contracts will involve Investment Manager and Custodian Bank in which based on such contracts.G.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . This research was focused on analysis of activities and expenses reports of companies in connection with company social responsibility toward the society and environment as specified in Issuers and Public Companies annual reports pursuant to Bapepam and LK Regulation Number X.12 Riset Tanggung Jawab Direksi Manajer Investasi Atas Laporan Keuangan Reksa Dana In order to reach the target. Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan oleh International Organization of Securities Commission (IOSCO) dan G-20 adalah perlunya negara-negara anggotanya untuk melakukan konvergensi terhadap International Accounting Standards (IAS)/International Financial Reporting Standards (IFRS). Dalam rangka mendukung pencapaian target tersebut.1.210 Aktivitas Riset Research Activity 11. Riset ini dilakukan dalam rangka penyusunan peraturan mengenai tanggung jawab direksi Manajer Investasi atas Laporan Keuangan Reksa Dana dalam rangka BAPEPAM .12 Research on Director Responsibility of Investment Manager toward Investment Fund Financial Report Investment Funds in form of collective investment contracts raise funds by issuing Participation Unit to investors.1.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Kontrak investasi kolektif melibatkan Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Bapepam-LK conducted a study of IFRS 3 concerning Bussiness Combinations. secara total sampel dan per sektor industri.10 Research on Information Disclosure of Corporate Social Responsibility toward the Society and Environment (CSR) in Issuers and Public Companies Annual Reports. Investment Manager will act as the collective investment portfolios manager.7 regarding Guidelines for Financial Statements Presentation. Riset ini difokuskan pada kegiatan analisa laporan aktivitas dan biaya yang dilakukan perusahaan terkait dengan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan yang tercantum dalam laporan tahunan Emiten dan Perusahaan Publik sesuai Peraturan Bapepam dan LK Nomor X.

1. To ensure the availability of such information. Bapepam-LK telah mengeluarkan Peraturan Nomor X. Bapepam-LK has issued Rule No. Right Issue merupakan aksi korporasi yang sering dilakukan oleh Emiten sebagai salah satu sumber pendanaan. Summary and Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Australia. 11. sehingga dapat meningkatkan kualitas keterbukaan informasi kepemilikan saham pada suatu perusahaan terbuka. Right issue is a corporate action frequently conducted by Listed Companies to raise fund. Singapura. Dalam rangka memberikan kemudahan bagi Emiten untuk melaksanakan right issue namun dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip perlindungan investor maka dilakukan kajian atas Peraturan right issue di beberapa negara lain. both for shareholders and other stakeholders.1.1. The purpose of the research was to make the sukuk issuance in Indonesia covered not only akad ijarah and mudharabah structures. tetapi juga memberikan alternatif akad lain yang dapat digunakan dalam mekanisme penerbitan efek syariah di Indonesia.13 Research on Sharia Products Development in Capital Market (Sukuk Musyarakah and Sukuk Istishna) This research was performed to explore the possibility of the implementation akad musyarakah and istishna in sukuk issuance.1.1 that regulates the obligation of substantial shareholders and directors /commissioners to report their share ownership of listed companies and its changes. such as Malaysia. 11. form of registration documents. Singapore. dan Singapura. 11. United States.1 yang mengatur kewajiban pelaporan kepemilikan saham suatu perusahaan terbuka dan perubahannya. dan Inggris.1 Sesuai Standar Internasional. the needs of regulators authorization. Australia. struktur penerbitannya tidak terbatas hanya pada struktur dengan akad ijarah dan mudharabah. perlu tidaknya persetujuan regulator.1 According to International Standard.14 Research on Comparison of Information Disclosures of Certain Shareholders between Bapepam and LK Regulation Number X. Informasi mengenai kepemilikan saham suatu perusahaan terbuka oleh pemegang saham tertentu dan perubahannya merupakan hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi. notwithstanding the principle of protecting investors.M. Hong Kong and United Kingdom. X. this study is conducted by comparing the similar regularities in several jurisdictions. X. In order to provide a relaxation for Listed companies in conducting right issue. including improving the quality of its accountability and its management disclosure.1 in order to increase the quality of information disclosures of share ownership of listed companies.1 and International Standard Information regarding substantial shareholders» and directors»/commissioners» share-ownership of listed company and its changes is important for investment decision making.1. Summary and recommendation obtained from this study can be used in revising Rule No. Hongkong. yaitu Malaysia. maka Kajian ini melakukan penelitian terhadap kewajiban keterbukaan informasi pemegang saham yang berlaku di negara-negara lain. Malaysia. The focus of this study includes convertible securities or Warrant.D. 11. Hong Kong.M.15 Riset Peraturan Right Issue di Beberapa Negara Dalam Rangka Penyempurnaan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.211 meningkatkan profesionalisme pengelolaan Reksa Dana berbentuk KIK termasuk meningkatkan akuntabilitas dan keterbukaan pengelolaan Reksa Dana oleh Manajer Investasi. Agar pengaturan tersebut semakin memenuhi kebutuhan investor.M. Japan. yaitu Amerika Serikat. Berdasarkan Kajian ini diperoleh kesimpulan dan rekomendasi untuk penyempurnaan Peraturan X.1. Beberapa hal yang menjadi fokus Kajian antara lain meliputi Efek konversi atau Waran. Riset ini dimaksudkan agar dalam penerbitan sukuk di Indonesia.M.14 Riset Perbandingan Antara Peraturan Bapepam No. but also other akad alternatives which could be applied in sharia securities issuance mechanism in Indonesia. i.M. this study is conducted by researching similar obligation in other jurisdictions.1.D. X.M. 11. Untuk menjamin tersedianya informasi tersebut.15 Research on Right Issue Rules in Several Countries In Order To Revise Bapepam and LK Regulation Number IX. Hongkong. and requirements of underwriting. Malaysia and Singapore. bentuk dokumen rule aimed at increasing the professionalism of Investment Manager in managing the Investment Funds in the form of collective investment contracts.13 Riset Pengembangan Produk Syariah di Pasar Modal (Sukuk Musyarakah dan Sukuk Istishna) Riset ini dilakukan terkait kemungkinan penggunaan akad musyarakah dan akad istishna dalam penerbitan sukuk.e. baik bagi pemegang saham maupun stakeholder lainnya. Jepang. 11. In order to enhance the usefulness of such report to meet investor needs.1 tentang Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu dengan Standar Internasional.

and only PT. dan penghindaran pajak (dengan memilih negara-negara treaty yang paling murah) serta semakin sulitnya pengawasan foreign exchange oleh Bank Indonesia. a. Dalam rangka mengikuti arus globalisasi dengan cara memberikan komitmen sub sektor kliring setelmen ke forum regional dan internasional. sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses right issue serta kualitas keterbukaan informasi kepada pemegang saham. so that the effectiveness and efficiency of right issue process and the quality of information disclosures to shareholders are improved. Kliring Penyelesaian Efek Indonesia (KPEI) and PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) which have the authorities to conduct the settlement clearing process of securities traded in Indonesia. a. and to observe the advantages and disadvantages of joining regional or international cooperation forum upon clearing and settlement sub sector. Kliring Penyelesaian Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang mempunyai otoritas untuk melakukan proses kliring setelmen efek yang diperdagangkan di Indonesia. serta melihat keuntungan dan kerugian apabila mengikuti perundingan di forum kerjasama regional maupun internasional atas sub sektor setelmen dan kliring. The research showed that foreign party was not possibly allowed to take part in clearing settlement mechanism directly. Kerugian yang akan dirasakan saat ini oleh industri kliring setelmen apabila melakukan crosss border kliring setelmen antara lain masalah dalam menelusuri kepemilikan aset suatu transaksi. Research on Investment Fund Disclosure The research was intended to get picture of prospectus role in investment decision-making process and to obtain inputs concerning relevant information required for the improvement of investment fund prospectus. 11.1.16 Riset tentang Perkembangan Kebijakan Kliring dan Penyelesaian Efek di Pasar Modal Indonesia dalam proses Kerjasama Internasional dan Regional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kliring setelmen dari sisi pengaturan dan operasional di Indonesia. Riset tentang Keterbukaan Reksa Dana Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran atas peran prospektus dalam proses pengambilan keputusan investasi serta untuk mendapat masukan mengenai informasi apa saja yang mungkin perlu ditambahkan dalam meningkatkan keterbukaan prospektus reksa dana.1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .1. turnover rate portfolio ratio. Dari Kajian ini diperoleh kesimpulan dan rekomendasi untuk penyempurnaan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX. maka Indonesia perlu mempersiapkan kebijakan dan infrastruktur kliring setelmen serta melakukan pengembangan pasar dalam negeri. as well as difficult foreign exchange supervision by the Central Bank (Bank Indonesia). as an attachment of the complete investment fund prospectus.D. Besides. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak asing belum dimungkinkan untuk ikut terlibat dalam mekanisme kliring setelmen secara langsung dan hanya PT. The research results showed that investment fund prospectus of other countries require specific information about investment fund portfolio characters. penelusuran aliran aset investor. the existence of brief investment fund prospectus. Disamping itu. and information about ratios. The disadvantages which the settlement clearing industry currently suffered in conducting cross border clearing settlement among others were problems of tracing down asset ownership of transaction. Based on data of investment fund BAPEPAM . Indonesia needed to set up clearing settlement policy and infrastructure. recommendation obtained from this study can be used in revising Bapepam and LK Regulation Number IX. Dari hasil studi diperoleh bahwa prospektus reksa dana di negara lain mensyaratkan adanya informasi khusus mengenai karakter portofolio reksa dana dan informasi mengenai rasio seperti rasio portofolio turnover rate.16 Research on Securities Clearing & Settlement Policy of Indonesia Capital Market in the International and Regional Cooperation Processes The research was intended to find out settlement clearing mechanism from the perspective of regulation and operational activity in Indonesia. penggunaan transaksi sebagai vehicle untuk money laundering. and tax evasion (by choosing the cheapest treaty countries).212 Aktivitas Riset Research Activity Pernyataan Pendaftaran. Berdasarkan data dari responden investor In order to cope with the globalization trend by giving sub sector clearing settlement commitment to regional and international forum. was expected to help investors in their investment decision-making. dan ketentuan mengenai penjaminan. 11.g. tracing down investor assets flow. e.D. and to carry out domestic market development accordingly. transaction application as a vehicle for money laundering.1. keberadaan prospektus singkat reksa dana sebagai tambahan prospektus reksa dana lengkap diharapkan dapat membantu memudahkan investor dalam membuat keputusan investasi memilih reksa dana.

Oleh sebab itu diperlukan pengaturan yang lebih tegas dan derajat yang lebih tinggi agar dari sisi substansi pengaturan dapat diberikan muatan sanksi yang jelas serta menjangkau seluruh masyarakat yang melakukan kegiatan usaha perusahaan pembiayaan. Research on Real Investors in Indonesia Capital Market The development of Capital market ideally was followed by the growth of total investors. Populasi dalam penelitian ini adalah investor retail lokal yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia. Securities Company. Dari hasil analisa yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah investor di Pasar Modal Indonesia per 30 November 2009 masih sangat minim yaitu 441. Besides. but had excessive trust toward Securities Companies. The population of this research was local retail investors recorded in Indonesia Central Securities Depository. Indonesia Central Securities Depository. Disamping itu penggunaan perjanjian baku dalam kegiatan usaha pembiayaan konsumen memiliki kelemahan mengingat kedudukan para pihak yang tidak seimbang. investment management patterns. Data mengenai investor di Pasar Modal Indonesia saat ini tersebar di berbagai lembaga (Biro Administrasi Efek. 2009 was very small. it was found out that there were financing service products (soft loan) which did not have legal basis. Furthermore. The investors had positive perception toward Indonesian capital market.213 reksa dana. Investment Manager. it was concluded that the total number of investors in Indonesia capital market as of November 30. Perusahaan Efek. equity and fixed income funds have sufficiently exposed the risks and types of shares contained in the portfolio.925 Investor dengan persepsi investor Indonesia yang masih positif terhadap Pasar Modal Indonesia namun memiliki tingkat keyakinan yang berlebihan pada Perusahaan Efek. d. the respondents also declared that the investment fund prospectus has given adequate information concerning investment objective and. and the relationship between companies ownership forms. a more firm and higher level of regulation was required to provide a definite sanction and to cover the whole financing companies activities. Therefore. the contents of which could be easily understood. Riset Aspek Hukum Kegiatan Usaha Pembiayaan Konsumen Tujuan kegiatan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi dan menganalisa aspek-aspek hukum industri pembiayaan yang belum diatur di dalam ketentuan perusahaan pembiayaan dan mengkaji peraturan yang ada saat ini telah mengakomodasi kebutuhan industri pembiayaan. From such review. Dari kegiatan kajian diperoleh informasi bahwa telah berkembang produk jasa pembiayaan (pinjaman dana tunai) yang sampai dengan saat ini secara hukum administratif belum memiliki landasan. Disamping itu. and Custodian Bank) for their respective purpose. From the analysis result. as well as companies experiences in the performance of Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Data of investors in Indonesian capital market were currently spread out in many institutions (Securities Administration Agency. Research on Legal Aspects of Consumer Financing Business Activity The objective of this research was to identify and analyze legal aspect of financing industry which have not been regulated in the finance companies provisions and to evaluate whether the existing regulations already accomodated financing industry needs. pola pengelolaan investasi serta pengalaman perusahaan d. Riset Riil Investor di Pasar Modal Indonesia Perkembangan Pasar Modal idealnya diikuti oleh perkembangan jumlah investor yang memadai. c. c. Kustodian Sentral Efek Indonesia. b. b. Manajer Investasi dan Bank Kustodian) untuk kepentingan masing-masing lembaga tersebut.925 investors. Riset Unit Link Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami berbagai karakteristik yang terdapat pada produk asuransi unit link maupun perusahaan asuransi yang memasarkan produk asuransi unit link serta hubungan antara bentuk kepemilikan perusahaan. respondents. diperoleh bahwa baik reksa dana saham maupun reksa dana pendapatan tetap telah cukup mengungkapkan resiko dan jenis saham yang menjadi portofolionya. Research on Unit Link The main purpose of this research was to understand many characteristics of unit link insurance products or insurance companies which market unit link insurance products. a weakness was found in the standard agreement applied in consumer financing business activities as the parties had unequal positions. para responden juga menyatakan bahwa prospektus reksa dana telah cukup memberikan informasi mengenai tujuan investasi dan dapat dipahami isinya. which was only 441.

Hasil kajian ini menemukan bahwa tanpa interaksi ditemukan kepemilikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rata-rata pertumbuhan pendapatan premi perusahaan. Data samples came from 23 life insurance companies which marketed life insurance products comprising of joint venture. Sedangkan dengan interaksi ditemukan adanya interaksi antara bentuk kepemilikan dan pola penggunaan manajer investasi terhadap rata-rata pertumbuhan investasi. and above 15% against the total income for group participants. Additionally. with interaction. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata pertumbuhan premi untuk masingmasing jenis kepemilikan perusahaan berbeda secara signifikan dengan taraf keyakinan (=5% . e.214 Aktivitas Riset Research Activity terhadap kinerja pertumbuhan penadapatan premi perusahaan. The research result showed that. From such study. To see the relevancy of these indicators. Riset Tipologi Peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Tujuan dari riset ini adalah mengetahui gambaran umum mengenai karakteristik atau tipologi dari peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). an interaction was also found between product marketing experience and investment manager application pattern toward average companies» premium growth. and it served as inputs for pension fund industry development and policy & regulation making of pension funds in Indonesia. this research applied variance analysis (ANOVA) method with descriptive explanatory research characteristic. it was shown that Indonesia public awareness to protect the old age income continuance was still low proven by the minor participants who paid the contributions of above Rp250 thousand per month for independent participant. it was found that there was interaction between ownership form and investment manager application pattern toward average investment growth. It was proved by the signification and conviction level at (=5%. Dari penelitian tersebut dapat dilihat bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk melindungi kelanjutan penghasilan dihari tua masih rendah terbukti dengan sedikitnya peserta yang membayar iuran di atas Rp250 ribu perbulan bagi peserta mandiri dan di atas 15% dari penghasilan bagi peserta kelompok. Afterward. Selain itu juga ditemukan interaksi antara pengalaman memasarkan produk dengan pola penggunaan manajer investasi perusahaan terhadap rata-rata pertumbuhan premi perusahaan.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Meanwhile. the average FIPF participants of productive age came from formal sector workers which were BAPEPAM . It was shown by the number of average premium growth of respective companies ownership type. and state-owned life insurance companies. berarti rata-rata tingkat pendapatan premi perusahaan dipengaruhi oleh pola penggunaan manajer investasi secara bersama-sama (berinteraksi) dengan tingkat kepemilikan atau pengalaman perusahaan. without interaction. penelitian ini menggunakan alat pengelolah data SPSS 15. which was significantly different with (=5% conviction level. diharapkan dapat memberikan informasi bagi regulator dalam merumuskan strategi pengembangan industri dana pensiun khususnya dana pensiun lembaga keuangan dan dapat dijadikan masukan bagi pengembangan industri dana pensiun serta penetapan kebijakan dan peraturan mengenai dana pensiun di Indonesia. national private. Selanjutnya rata-rata Peserta DPLK berada pada usia produktif berasal dari pekerja sektor formal masih terkonsentrasi e. Untuk mengolah data. companies premium income growth. swasta nasional dan BUMN. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat signifikansi dan tingkat keyakinan pada (=5%. the average companies» premium level was influenced by joint investment manager application pattern (interacting) and companies ownership ranking or experience. In addition. it was expected that it provided information to the regulator in formulating pension fund development strategy especially FIPF. Data yang digunakan terdiri dari 23 perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan produk asuransi jiwa yang terdiri dari perusahaan asuransi jiwa joint venture. Dengan demikian. Therefore. The research was using SPSS 15 data processing media to process the data. ownership gave a significant change toward average growth of company premium income. Selanjutnya. Research on Participants Typology of Financial Institution Pension Fund (FIPF) The objective of this research was to get a general picture of partipants characteristic or typology of Financial Institution Pension Fund (FIPF). Untuk melihat keterkaitan indikatorindikator tersebut maka penelitian ini menggunakan metode analisis variance (ANOVA) dengan sifat penelitian deskriptif explanatory.

In 2008. Research on Potential Number of Companies which can Go Public in Indonesia Capital Market. pembayaran utang dan investasi untuk modal kerja. the main objective of fund raising was to defray investment of working capital. while acquisition stays at the forth priority. selanjutnya dana tersebut direncanakan akan digunakan untuk ekspansi. f.60 triliun. In term of cost. Therefore. baik pada waktu sebelum dan sesudah krisis finansial 2008. Public offering fund is generally planned for acquisition. there were 62 public offerings with a total value of Rp89. Selama tahun 2008 tercatat ada 62 penawaran umum dengan total nilai penawaran umum sebesar Rp89. namun untuk pembayaran utang nilai realisasinya lebih besar daripada yang direncanakan. afterward. jumlah perusahaan yang melakukan go public masih sangat terbatas (relatif dibandingkan dengan perkembangan di negara-negara Asia lainnya). From its development side. Karena jika dilihat dari perkembangannya. inventorization. Pendapat dan analisis manajemen menilai bahwa penggunaan dana hasil penawaran umum secara umum berpengaruh positif terhadap operasional dan keuangan perusahaan. penginventarisasian. Research on Utilization of Fund Raised from Public Offering Study Team It was a preliminary research that tried to observe the utilization of fund raised from public offering by issuer having effective statement from Bapepam-LK. and mapping process of such fund utilization.215 di Pulau Jawa terutama di wilayah DKI Jakarta sehingga kesempatan untuk melakukan persiapan pensiun di hari tua masih cukup panjang tersedia. debt payment. For bond offering. remained insignificant (relative compared to developments in other Asian countries).60 trillion in which equity public offering became the biggest public fund raiser. However. Riset Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Riset ini merupakan riset pendahuluan yang berusaha mencermati penggunaan dana hasil penawaran umum oleh Emiten yang telah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK melalui proses pengidentifikasian. concentrated on Java island. Pada umumnya terdapat perbedaan antara rencana dengan realisasi penggunan dana hasil penawaran umum. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . namun penawaran umum lanjutannya akan jauh lebih murah dengan jumlah yang dihimpun juga relatif cukup besar. and to analyze how such fund utilization could affect the operational and financial aspects of the company. difference between the plan and realization of public offering fund utilization was found. and investment of working capital. Riset Potensi jumlah perusahaan yang dapat melakukan Go Public di pasar modal Indonesia Penelitian ini memberikan kajian tentang potensi dan kondisi terkini dari aspek-aspek yang mempengaruhi minat perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk melakukan go public. g. Management opinion and analysis assessed that utilization of fund raised from public offering in general gave positive impact toward companies operation and finance. equity securities public offering would cause greater costs at the beginning. the realization value of debt payment was higher than the plan. penawaran umum efek bersifat ekuitas ini memang pada awalnya akan memakan biaya yang cukup besar. through identification. maka sosialisasi program pensiun perlu dilaksanakan dengan lebih agresif dan dikemas sedemikian rupa agar dapat menarik minat masyarakat yang berada pada usia antara 30 sampai dengan 40 tahun. Untuk meningkatkan kesadaran para calon peserta DPLK. it was required to make the socialization of pension program more aggressive and to arrange it in such a way that will make the public of 30 . To improve FIPF participant candidates» awareness. g. f. but the next public offering cost would be much cheaper with total fund raised relatively high. total number of companies performing go public. before and after 20078 financial crisis. Dari sisi biaya. it is planned for expansion. dan menganalisis sejauhmana penggunaan dana tersebut bermanfaat dan berpengaruh terhadap aspek operasional dan keuangan perusahaan. especially DKI Jakarta. Generally. The study provided a review about recent potential and condition of aspects which influenced companies interest in Indonesia to go public. dimana penawaran umum bersifat ekuitas merupakan penghimpun dana masyarakat terbesar. the opportunity to make pension preparation was quite many. dan pemetaan penggunaan dana hasil penawaran umum.40 years of age interested. tujuan utama penghimpunan dana adalah untuk membiayai investasi pada modal kerja. Pada jenis penawaran umum obligasi. Dana penawaran umum pada umumnya direncanakan untuk akuisisi. sedangkan akuisisi hanya menempati prioritas keempat.

Perkembangan kepemilikan efek yang tercatat di KSEI juga menunjukan bahwa minat pembelian efek masih terjaga walaupun memang terpengaruh oleh krisis finansial. The total amount of third parties fund in bank in form of deposit as least showed such potential. and Central Securities Depository which were coordinated to conduct infrastructure development. 11. Sebaliknya. Bapepam-LK has formed Capital Market Infrastructure Development Team in 2009 pursuant to Chairman of Bapepam-LK BAPEPAM . Bapepam-LK formed Capital Market Infrastructure Development Team pursuant to Chairman of Bapepam-LK Decree Number KEP-401/BL/2009 regarding Capital Market Infrastructure Development Team formation. di tahun 2009 Bapepam-LK membentuk Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal berdasarkan Keputusan In order to improve Indonesia capital market integrity and competitiveness. Likewise. it was difficult for the shares offered by a company to grow in the future and they would certainly get no attention from the investors and investment manager. Companies which successfully conducted go public were companies with successful transformation. hasil kajian dari sisi demand juga menunjukan bahwa potensi dana untuk diinvestasikan di pasar modal juga sangat besar. maka saham yang ditawarkan oleh suatu perusahaan akan sulit berkembang di masa mendatang dan tentunya tidak akan mendapatkan perhatian dari investor dan pengelola investasi. Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal Sebagai Pelaksanaan Rekomendasi Hasil Reviu SRO Sebagai tindak lanjut dari hasil reviu dan evaluasi SRO (2007) serta pembentukan Strategic Management Office dan Project Management Office (SMO/PMO) dari Bapepam-LK dan SRO (2008). Perusahaan yang sukses melakukan go public (IPO) merupakan perusahaan yang sukses melakukan transformasi. showed that the potential of fund to be invested in capital market was bigger as well. Go public was not the companies final goal. the review. Without considering such perception. The Team involved parties from Bapepam-LK. market surveillance. The infrastructure development conducted comprised of trading. Lembaga Kliring dan Penjamin dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang berkoordinasi untuk melakukan pengembangan infrastruktur. either before or after going public. yaitu dari perusahaan privat yang sukses menjadi perusahaan publik yang sukses.2 The review. Pengembangan infrastruktur yang dilakukan meliputi perdagangan. Besarnya Dana Pihak Ketiga di perbankan dalam bentuk deposito setidaknya menunjukan potensi tersebut. BPS & HIPMI data showed such fact.2 PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR 11. a. showed that the potential number of companies which could administratively go public was quite bigger. baik sebelum maupun sesudah go public. guarantee. pengawasan perdagangan. Ownership development of securities recorded in KSEI also showed that securities buying interest remained stable though it got affected by the financial crisis. Go public juga bukan merupakan tujuan/capaian akhir perusahaan. but it was more than a «phase» of companies value journey for the stakeholders. and securities transaction settlement by performing policies revisions which could create capital market industry and non-bank financial institution as a tough national economy driver with global competitiveness. Stock Exchange. in term of demand. Bursa Efek. tapi lebih sebagai «tahapan» dari value journey (perjalanan penciptaan nilai) perusahaan bagi para stakeholder-nya.216 Aktivitas Riset Research Activity Hasil kajian dari sisi supply menunjukan bahwa potensi jumlah perusahaan yang secara administratif dapat melakukan go public masih cukup besar. clearing. Bapepam-LK membentuk Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-401/BL/2009 tentang pembentukan Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal. penjaminan dan penyelesaian transaksi Efek dengan penyempurnaan kebijakan-kebijakan yang mewujudkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global. kliring. Clearing Guarantee Institution. Tim tersebut melibatkan pihak-pihak dari Bapepam-LK. in term of supply. Capital Market Infrastructure Development as the Implementation of SRO Recommendation As a follow up of 2007 SRO review and evaluation and establishment of 2007 Strategic Management Office dan Project Management Office (SMO/PMO) of Bapepam-LK dan SRO (2008). Tanpa memperhatikan pemahaman tersebut. a. Dari data yang disampaikan BPS dan HIPMI menunjukan hal tersebut. INFRASTRUCTURE DEVELOPMENT Dalam rangka meningkatkan integritas dan daya saing Pasar Modal Indonesia. meaning that they were private companies successfully turned into successful public-listed companies.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

one of activities that has been performed by Capital Market Infrastructure Development Team was the launching of ≈Investor AreaΔ facility currently knows as ≈AKSesΔ (Securities Ownership Reference) service. • Tim pengelola Kegiatan/Proyek Pendukung. Management team of Data and Information Warehouse Development. and Secretariat which play a role based on their respective task and capacity assisted by Bapepam-LK consultant/expert and or other relevant source persons. among others: Net Adjusted Working Capital Reporting. target: 2010. Tim ini akan bekerja sesuai dengan bidang tugas masing-masing dan akan menyelesaikan tugas tersebut dengan target waktu penyelesaian yang telah direncanakan sebagai berikut: • Tim pengelola Pengembangan identitas Tunggal Pemodal (Single Investor Identity/SID) dan Peningkatan Keterbukaan Aset Nasabah dengan target waktu tahun 2011. and Central Securities Depository which will perform relevant activities/projects of capital market infrastructure development to improve the Indonesia capital market integrity and competitiveness. Decree Number KEP-401/BL/2009 regarding Capital Market Infrastructure Development Team formation. target: 2010. Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal ini terdiri dari Tim Pengarah. • Tim pengelola Pengembangan Straight Through Processing (STP) dan Manajemen Risiko dengan target waktu tahun 2010. Management Team. Stock Exchange. Management team of Supporting Projects/ Activites. Tim Pengelola dan Tim Sekretariat yang berperan sesuai tugas dan kapasitasnya dengan dibantu oleh konsultan/tenaga ahli Bapepam-LK dan/atau narasumber terkait lainnya. antara lain Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) dengan target waktu tahun 2010 dan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (PAPE) dengan target waktu tahun 2011. Bursa Efek. Di tahun 2009. Tim Koordinasi. • • • In 2009. SMO/PMO adalah Koordinasi Kerja antar anggota Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal yang terdiri dari Bapepam-LK. Layanan ini merupakan fasilitas bagi investor untuk dapat mengakses informasi tentang dana dan efek yang dimilikinya. target: 2011. salah satu yang telah dilaksanakan oleh Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal adalah dengan peluncuran fasilitas ≈Investor AreaΔ yang saat ini dikenal dengan layanan ≈AKSesΔ (Acuan Kepemilikan Sekuritas). Coordination Team.217 Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-401/BL/2009 tentang pembentukan Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . This team shall work based on their respective duties and complete the duties within the specified time frame s follows: • Management team of Single Investor Identity/SID development and Investor Assets Disclosure Improvement. Clearing Guarantee Institution. and Securities Companies Accounting Standards. target: 2011. • Tim pengelola Pengembangan Data dan Informasi Warehouse dengan target waktu tahun 2011. SMO/PMO is a Work Coordination among members of Capital Market Infrastructure Development Team comprising of Bapepam-LK. This service is a facility provided to investors to access information about fund and securities owned. The Capital Market Infrastructure Development Team comprises of Direction Team. Lembaga Kliring dan Penjamin dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang akan melaksanakan kegiatan/project terkait pengembangan infrastruktur pasar modal dalam rangka meningkatkan integritas dan daya saing Pasar Modal Indonesia. target: 2011. Management team of Straight Through Processing (STP) and Rsk Management.

kesetaraan dalam hal profesi (Mutual Recognition). Those international activities were intended to create harmony between developed and developing countries. kemudahan berusaha antar negara (cross border activities) dalam artian cost efficiency.218 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation 12 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Kerjasama Internasional baik yang bersifat bilateral maupun multilateral mempunyai peranan penting bagi perkembangan perekonomian Indonesia. discussion on new issues related to liberalization of financial service sector. transparency. the high demand of foreign investors to come into ASEAN market especially Indonesia. Berbagai kegiatan internasional yang memberikan aspek positif bagi perkembangan perekonomian Indonesia antara lain adalah: peningkatan kapasitas melalui pelatihan (trainings). knowledge sharing which later produces skilled labour. Seluruh kegiatan kerjasama internasional tersebut bertujuan untuk tercapainya harmonisasi antar negara maju dengan negara berkembang. and appropriate technology. Sejalan dengan peran serta Bapepam-LK di kancah Domestic & International Institutional Cooperation Bilateral or multilateral cooperation takes an important role in Indonesia economic development. and workshop. tingginya permintaan invetor asing untuk masuk ke pasar ASEAN dan khususnya Indonesia. have encouraged Indonesian Government through Bapepam-LK to take an active role in international meetings. kompetisi antar negara yang seimbang. proportional competition among countries. market integration in ASEAN or worldwide market. In line with BapepamLK international role. diskusi (working group discussions). Pelaksanaan globalisasi ASEAN yang semakin dekat (tahun 2015). seminar. mutual recognition. mendorong Pemerintah Indonesia melalui Bapepam-LK untuk turut berperan aktif dalam pertemuan-pertemuan internasional. International relationship has brought positive impact toward Indonesia economic development. among others were: capacity building through training. seminar dan rapat kerja (workshops). serta tekhnologi yang memadai (appropriate technology).LK Continuous Improvement for a Brighter Future . working group discussion. integrasi pasar global baik di ASEAN maupun di pasar dunia. The coming ASEAN globalization which is getting closer (2015). domestic financial service activities BAPEPAM . cross border activities in terms of cost efficiency. pembahasan hal-hal baru terkait dengan liberalisasi di sektor jasa keuangan. transparency. berbagi pengetahuan (sharing knowledge) yang sekaligus menciptakan tenaga kerja ahli (skilled labor).

and they shall continue constantly. kegiatan dalam ruang lingkup jasa keuangan domestik juga dilakukan. Kriteria penilaian ARA 2008 menekankan pengungkapan yang lebih rinci dan penilaian yang lebih ketat atas kualitas keterbukaan. Many efforts have been taken to create a conducive climate.1 DOMESTIC INSTITUTIONAL COOPERATION 12. From the beginning of 2009 up to December 29.1. Lebih lanjut. Indonesian National Committee on Governance. meningkatkan daya saing industri pasar modal dan lembaga keuangan yang sehat. Komite Nasional Kebijakan Governance.2. Dan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya penilaian ARA 2008 dilakukan oleh Dewan Juri yang merupakan perwakilan dari tujuh penyelenggara ditambah dari pihak luar seperti akademisi dan pengamat pasar modal dengan diketuai oleh Bapak Mar»ie Muhammad.1. and the Indonesian Institute of Accountants. meningkatkan kemampuan tenaga kerja.2 International Insitutional Cooperation 12. Assessment criterias of 2008 ARA gave the stress on a detailed disclosure and a tighter evaluation upon disclosure quality. was a joint collaboration of Bapepam-LK. 43 of which joined the activity for the first time. meningkatkan kepercayaan masyarakat. either domestic or international activities.2 Kerjasama Kelembagaan Internasional 12. disclosure about GCG implementation by companies got the biggest portion. Mar»ie Muhammad. Directorate General of Taxation. Sejalan dengan kondisi krisis yang terjadi di 2008. Kementerian BUMN.2. tema ARA 2008 adalah ≈Transparansi Informasi Sebagai Upaya Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Pada Masa krisisΔ. ARA di tahun 2008 diikuti oleh 167 perusahaan di mana sebanyak 43 perusahaan baik terbuka maupun tertutup merupakan peserta yang baru pertama kali mengikuti ARA. baik domestik maupun internasional dapat diuraikan sebagai berikut : 12. telah dilakukan dan akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Details of the abovementioned activities. to improve public trust. 12. 2008 ARA assessment was conducted by the Grand Jury comprising of representatives from seven organizations plus the academician and capital market observers chaired by Mr. Similar to last year. Dirjen Pajak. to increase the manpower competency. Bank Indonesia. Bursa Efek Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia.1. can be elaborated as follow: 12. 167 companies participated in the event.219 internasional. Furthermore.1 KERJASAMA KELEMBAGAAN DOMESTIK were also conducted. Penyelengaraan Annual Report Award (ARA) Penyelenggaraan ARA 2008 merupakan penyelenggaraan untuk ke delapan kali dan merupakan kerja sama antara Bapepam-LK. which was conducted for the eighth times.1 Kontribusi Bapepam-LK di ASEAN Bapepam-LK terlibat dan berkontribusi aktif dalam forum ASEAN di bidang pasar modal.1. 12. to improve the capital market & financial institution competitiveness. To cope with the financial crisis occurred in 2008. Beberapa kegiatan di mana Bapepam-LK berpartisipasi di dalamnya dari awal tahun 2009 sampai tanggal 29 Desember 2009 adalah sebagai berikut: Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Berbagai langkah untuk menciptakan iklim pasar yang kondusif. the Ministry of State Owned Enterprises. the Central Bank (Bank Indonesia). Annual Report Award (ARA) 2008 ARA. 2008 ARA came up with a theme of ≈Information Transparency as an Effort to Enhance Public Trust During CrisisΔ. 2009.1 Bapepam-LK contribution in ASEAN Bapepam-LK actively involved and contributed to ASEAN forum concerning capital market. pengungkapan mengenai pelaksanaan GCG oleh perusahaan mendapat porsi yang cukup besar. Indonesia Stock Exchange. Bapepam-LK participated in several activities as follow: 12. Adapun rincian dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas.

Pada pertemuan tersebut. Pada tanggal 14-16 September 2009 di Philipina. The meeting was a meeting series of working group under ASEAN and ASEAN+3. dan isu-isu mengenai krisis keuangan saat ini. and other issues related to the financial crisis. ETWG (Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring). ABMI Task Force. WC-CMD (Working Committee on Capital Market Development). e. Thailand. ETWG (Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring). namely: WC-CAL(Working Committee on Capital Account Liberalization). WC-FSL((Working Committee on Financial Services Liberalisation). Indonesia delivered the result of G-20 Ministers meeting held in London. WC-FSL (Working Committee on Financial Services Liberalisation). Indonesia diberikan kesempatan menyampaikan hasil pertemuan G-20 tingkat Menteri yang berlangsung di London. Bapepam-LK hanya mengikuti pertemuan ETWG. ABMI Task Force.: governance structure and objective and task of respective taskforce in 2009 as well as discussion on Task Force 1 up to 4 (TF 1-TF 4) results. Thailand pada tanggal 3-11 Maret 2009. and AFDM-WG Meeting. salah satunya mengenai perkembangan pasar modal dan kebijakannya. Bapepam-LK telah menghadiri The 13th ASEAN Finance Ministers» Meeting (AFMM) pada tangga 8-9 April 2009 di Pattaya.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . AIFM (ASEAN Infrastucture Fund Mechanism). dan AFDM-WG Meeting. Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring (ETWG) discussing the progress of working group in economic and financial monitoring analysis. 2009 in Pattaya. ABMI Steering Group. Bapepam-LK bekerja sama dengan BKF (Badan Kebijakan Fiskal) memberikan kontribusi informasi mengenai informasi G-20 sebagai bahan pertemuan tersebut. AIFM (ASEAN Infrastucture Fund Mechanism). in cooperation with Fiscal Policy Office. On that opportunity.g. Task Force on CMI Multilateralisation talked about Surveilance System and Mechanism. Bapepam-LK attended The 13th ASEAN Finance Ministers» Meeting (AFMM) on April 8-9. ABMI Task Force and ABMI Steering Group discussed the issues which were not accomplished in the previous meeting. In that meeting. Bapepam-LK attended the 24th Meeting of the WC-FSL/AFAS (Working Committee on Financial Services Liberalization/ASEAN Framework Agreement and Services). AFDMWG (ASEAN Financial and Central Deputies» Meeting Working Group). dan Group of Expert. ABMI (Asian Bond Market Initiative). yaitu WC-CAL(Working Committee on Capital Account Liberalization). Task Force on CMI Multilateralisation membahas mengenai Surveilance System and Mechanism. Cricis management. dan CMI (Chiang Mai Initiative). shared the information concerning G-20 in this meeting. On September 14-16. 2) 2) ASEAN and ASEAN+3 Finance Ministers» Process Meeting Bapepam-LK attended ASEAN and ASEAN+3 Finance Minister»s Process Meeting in Phuket. Bapepam-LK only involved in ETWG. WC-CMD(Working Committee on Capital Market Development). Pertemuan tersebut merupakan satu rangakain pertemuan antar working group di bawah ASEAN dan ASEAN+3. ABMI Task Force dan ABMI Steering Group membahas mengenai isu-isu lain yang masih belum terselesaikan pada pertemuan sebelumnya seperti mengenai masalah struktur tata kelola (governance structure) dan pembahasan tujuan dan tugas masing-masing taskforce pada tahun 2009 serta pembahasan hasil Task Force 1 sampai dengan 4 (TF 1-TF 4). ASEAN and ASEAN+3 Finance Ministers» Process Meeting Bapepam-LK telah menghadiri ASEAN and ASEAN+3 Finance Minister»s Process Meeting di Phuket. Credit Risk. and CMI (Chiang Mai Initiative).220 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation 1) The 13th ASEAN Finance Ministers» Meeting (AFMM) AFMM merupakan pertemuan rutin para Menteri Keuangan di Kawasan ASEAN untuk membahas berbagai masalah kerjasama diantara Negara-negara ASEAN. Thailand. Credit Risk. one of them is about capital market development and its policy. Pertemuan 1) The 13th ASEAN Finance Ministers» Meeting (AFMM) AFMM is a routine meeting of Ministers of Finance in ASEAN region to discuss various problems among ASEAN countries. Taskforce on CMI Multilateralisation. Taskforce on CMI Multilateralisation. Bapepam-LK. Pada kesempatan itu. AFDMWG (ASEAN Financial and Central Deputies» Meeting Working Group). and Group of Expert. Technical Working Group on Economic and Financial Monitoring (ETWG) membahas perkembangan kerja working group dalam analisis monitoring ekonomi dan keuangan. Bapepam-LK telah menghadiri the 24th Meeting of the WC-FSL/AFAS (Working Committee on Financial Services Liberalization/ASEAN Framework Agreement and Services). 2009 in Philipine. Cricis management. ABMI Steering Group. ABMI (Asian Bond Market Initiative). Thailand on March 3-11. 2009. The meeting was BAPEPAM .

3) aimed at discussing development report of each working group and other current issues as well as improving the partnership and cooperation among member countries. Bentuk partisipasi Bapepam-LK dalam ACMF antara lain dengan menghadiri pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh ACMF seperti: • 10th ACMF (ASEAN Capital Market Forum) Meeting yang diselenggarakan pada tanggal 22 Januari 2009 di Thailand. Workshop on ASEAN Capital Markets-Moving Toward AEC (ASEAN Economic Community) 2015 held on January 22 . • • • ACMF members have agreed to form regional capital market integration in 2015 that was marked by the signing of the implementation plan in the 13th meeting of AFMM in Pattaya. The purpose of CGIM is to provide guarantee to corporate bonds in ASEAN+3 region (ASEAN and South Korea.23. 2009 to discuss the article association and . China. and Japan). • The 11th ASEAN Capital Market Forum Meeting yang diselenggarakan di Thailand pada tanggal 17-18 Agustus 2009. Thailand tahun 2009. Thailand in 2009. • Workshop on ASEAN Capital Markets-Moving Toward AEC (ASEAN Economic Community) 2015 pada tanggal 22-23 Januari 2009 di Thailand. The 11th ASEAN Capital Market Forum Meeting held in Thailand on August 17-18. WC-FSL/AFAS is a working group in ASEAN that works through negotiation on financial services. Thailand pada tanggal 16-17 Juni 2009. 2009 in Singapore. CGIM Technical Working Group Meeting CGIM Technical Working Group Meeting is a working group in ABMI.. 3) CGIM Technical Working Group Meeting CGIM Technical Working Group Meeting merupakan working group di bawah ABMI. 2009. 2009 in Thailand. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . The ACMF-GOE (ASEAN Capital Market ForumGroup of Experts) Meeting held on November 26. ASEAN Capital Market Forum (ACMF) Forum ini merupakan ajang pertemuan bagi pimpinan tertinggi regulator pasar modal di kawasan ASEAN dalam memantau proyek-proyek pasar modal ASEAN dalam tujuannya untuk mengintegrasikan pasar modal di kawasan ASEAN. • The ACMF-GOE (ASEAN Capital Market ForumGroup of Experts) Meeting pada tanggal 26 November 2009 di Singapura yang merupakan pertemuan antara working group ACMF dengan Group of Experts untuk membahas perkembangan kerja masing-masing working group ACMF. ACMF member telah sepakat untuk membentuk regional capital market integration pada tahun 2015 yang ditandai dengan penandatangan the implementation plan pada sidang AFMM ke-13 di Pattaya. pertemuan tersebut membahas anggaran dasar dan rumah tangga yang merupakan dasar implementasi mekanisme CGIM (Credit Guarantee and Investment Mechanism/Sekarang namanya CGIF (Credit Guarantee and Investment Facilities)..221 tersebut bertujuan membahas laporan perkembangan dari masing-masing working group serta untuk membahas beberapa isu yang berkembang saat ini serta meningkatkan partnership dan kerjasama diantara negara anggota. ASEAN Capital Market Forum (ACMF) This forum is a meeting for the highest authorities of capital market regulator in ASEAN region to monitor capital market projects of ASEAN which can lead to capital market integration in ASEAN region. 2009 in Thailand. Thailand on June 16-17. in which bylaw they served as the basis for the implementation of CGIF mechanism (Credit Guarantee and Investment Mechanism or currently known as CGIF (Credit Guarantee and Investment Facilities)). Bapepam-LK attended the meeting in Bangkok. Bapepam-LK telah menghadiri pertemuan di Bangkok. 4) 4) Partipation of Bapepam-LK in ACMF was conducted among others by attending ACMF meetings as follow: • The 10th ACMF (ASEAN Capital Market Forum) Meeting held on January 22. WC-FSL/AFAS merupakan kelompok kerja di bawah ASEAN yang membahas mengenai negosisasi di bidang jasa keuangan. which was a meeting between ACMF working groups and Group of Experts to discuss the progress of respective ACMF working group. China.. CGIM ini bertujuan untuk memberikan suatu jaminan kepada corporate bond di kawasan ASEAN+3 (ASEAN dan Korea Selatan. dan Jepang).

6) 6) World Capital Markets Symposium Bapepam-LK attended the World Capital Markets Symposium which was held on August 10 . 7) 7) The 12th Insurance Regulators Meeting (AIRM) Bapepam-LK attended ASEAN insurance regulator meeting in Vientiane. the long term trade-offs for the world economy. and others. the long term trade-offs for the world economy. Implementasi dari protocol 5 on ASEAN Scheme of Compulsory Motor Vehicle Insurance. Selain itu. ASEAN Forum on Natural Catastrophe Exposures in ASEAN Bapepam-LK attended ASEAN Forum on Natural Catastrophe Exposures in ASEAN held by ASEAN Secretariat on July 15-17. World Capital Markets Symposium Bapepam-LK telah menghadiri World Capital Markets Symposium yang diselenggarakan pada tanggal 10 s/d 11 Agustus 2009 di Kuala Lumpur. Malaysia. in the 10th ACMF meeting. The Informal ASEAN Finance Ministers» Meeting Bapepam-LK menghadiri pertemuan informal Menteri Keuangan ASEAN yang diselenggarakan pada tanggal 5) Besides. Bapepam-LK attended informal meeting of ASEAN Ministers of Finance in Turki. The meeting was intended to set up an insurance platform concerning cross border cooperation in dealing with insurance industry challenge in ASEAN region. effectiveness of policy responses. 2009 in Kuala Lumpur. pertemuan tersebut mengagendakan beberapa pembahasan mengenai issue-issue yang dihadapi pada krisis global saat ini seperti global imbalances and the need for structural reforms. regulator. Laos on October 7-9. Malaysia. Laos pada tanggal 7-9 Oktober 2009. 2009. and regaining investor confidence. dan perwakilan yang berhubungan dengan industri asuransi mengenai asuransi bencana alam serta ajang tukar informasi atas penelitian dan perkembangan terakhir yang berkaitan dengan bencana alam dalam rangka meningkatkan kesadaran publik dan pemahaman atas risiko dan dampak potensialnya. pada ACMF Meeting yang ke-10 telah disepakati mengenai ASEAN and Plus Standards Scheme yang akan dilaksanakan secara opt-in basis. regional stability mechanism.: global imbalances and the need for structural reforms. Agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain Pengembangan ASEAN Unified Form of Statistics (AUFS).11. Asia»s role mitigating the effect of the crisis. 5) ASEAN Forum on Natural Catastrophe Exposures in ASEAN Bapepam-LK telah menghadiri ASEAN Forum on Natural Catastrophe Exposures in ASEAN yang diselenggarakan oleh Sekretariat ASEAN pada tanggal 15-17 Juli 2009 di Singapura. The agenda of the meeting among others were: development of ASEAN Unified Form of Statistics (AUFS). risk of protectionism. Pengembangan International Association of Insurance Supervisors (IAIS). regulators. Asia»s role mitigating the effect of the crisis. 8) 8) The Informal ASEAN Finance Ministers» Meeting On October 4. 2009 in Singapore. and representatives of pension fund related to catastrophe insurance but also to share the information on recent study and development concerning the catastrophe so that public would have a better awareness upon its risks and potential impacts. The BAPEPAM . risk of protectionism. implementation of protocol 5 on ASEAN Scheme of Compulsory Motor Vehicle Insurance.222 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation Selain itu. The purpose of the meeting was to share views and perspectives concerning recent economic problems. Additionally. dan regaining investor confidence. role of emerging markets in the changing financial landscape. The 12th Insurance Regulators Meeting (AIRM) Bapepam-LK menghadiri pertemuan regulator asuransi se-ASEAN di Vientiane. regional stability mechanism. Pertemuan tersebut bertujuan menyediakan platform bagi profesional.g.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . The meeting was intended not only to provide platform to professionals. role of developing markets. development of International Association of Insurance Supervisors (IAIS). role of developing markets. dan lain-lain. 2009. e. it was agreed that ASEAN and Plus Standards Scheme would be implemented in opt-in basis. Pertemuan tersebut bertujuan untuk untuk menetapkan platform asuransi mengenai kerjasama lintas negara dalam menghadapi tantangan industri asuransi di kawasan ASEAN dalam rangka memperkuat kerjasama. the meeting discussed agenda of recent global crisis issues. role of emerging markets in the changing financial landscape. Pertemuan tersebut bertujuan untuk berbagi pandangan dan perspektif mengenai permasalahan ekonomi saat ini yaitu dalam menanggulangi krisis global. effectiveness of policy responses.

3) APEC Finance Minister»s Process Capacity Building Activity. Australia.2 Kontribusi Bapepam-LK dalam APEC meeting talked about various issues related to the economy and initivatives in ASEAN region. and Asset Management in the AsiaPacificΔ held on November 18-24.2. Funds. yakni kesepakatan untuk melakukan perdagangan dan investasi terbuka di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2010 antara negara-negara maju bagi negaranegara berkembang pada tahun 2020. Pertemuan tersebut membahas berbagai hal terkait dengan perekonomian dan inisiatif di kawasan. Vietnam on July 8-10. and in 2020 among developing countries.2 Bapepam-LK Contribution in APEC APEC merupakan organisasi kerjasama antar negara di kawasan Asia pasifik yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan bagi negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik Partisipasi Bapepam-LK dalam beberapa kegiatan APEC selama tahun 2009 sebagai berikut: 1) APEC Financial Regulators Training Initiative: Advisory Group Meeting yang diselenggarakan di Manila. 2009 in Melbourne. dimana hal ini sejalan dengan kesepakatan yang telah dicapai pada pertemuan Bogor (Bogor Goals).2. yang diselenggarakan pada tanggal 18-24 November 2009 di Melbourne.15 November 2009 di Singapura. 2009 in Singapore. The 6th APEC Senior Finance Officials Meeting (SFOM) held on July 17-18. Bapepam-LK participation in APEC activities were as follow: 1) APEC Financial Regulators Training Initiative: Advisory Group Meeting held in Manila. Malaysia pada tanggal 24-26 Maret 2009.2. Australia. Philippines on July 7.15. 2) APEC Capacity Building Activity Supporting the Development of Diversified and Sound Institutional Investor Base yang diselenggarakan di Kuala Lumpur. sebagaimana juga pada tahun-tahun sebelumnya Bapepam-LK terlibat secara aktif dalam penyusunan APEC Individual Action Plan (IAP) 2009. yang diselenggarakan di Hanoi. yang diselenggarakan pada tanggal 16-17 Februari 2009 di Singapura. Beberapa kegiatan IOSCO yang telah diikuti Bapepam-LK antara lain: APEC is a cooperation organization among countries in Asia Pacific region that is aimed at encouraging sustained economy growth of countries in Asia Pacific region. yang merupakan pengkinian (up-date) data peraturan Bapepam LK yang berlaku sebagai salah satu program kerjasama APEC dalam hal transparansi. Bapepam-LK actively involved in 2009 APEC Individual Action Plan (IAP) arrangement that became data update of Bapepam-LK regulation as one of APEC cooperation program. in term of transparency. APEC Capacity Building Activity Supporting the Development of Diversified and Sound Institutional Investor Base held in Kuala Lumpur. 2009. Pada tahun 2009 ini. APEC Training Program ≈Capacity Building to Enhance Regulatory and Industry Structures for Private Pensions Systems. 12. 2009. 4) The 5th APEC Senior Finance Official Meeting. The 5th APEC Senior Finance Official Meeting held on February 16-17.3 Kontribusi Bapepam-LK dalam Internasional Organization of Securities Commisions (IOSCO) Keanggotaan Bapepam-LK dalam IOSCO sudah dimulai sejak tahun 1984 sebagai Ordinary member karena status Bapepam-LK sebagai regulator pasar modal Indonesia. Vietnam pada tanggal 8-10 Juli 2009. 12. 7) The 16th APEC Finance Ministers Meeting (AFMM) yang diselenggarakan pada tanggal 10 .2.223 4 Oktober 2009 di Turki. Several IOSCO activities Bapepam-LK has participated in were among others: Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 12.3 Bapepam-LK Contribution in International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Bapepam-LK membership in IOSCO has been started since 1984 as Ordinary member due to Bapepam-LK status as Indonesian capital market regulator. APEC Finance Minister»s Process Capacity Building Activity held in Hanoi. as happened to last years. 2009 in Singapore. Filipina pada tanggal 7 Juli 2009. Malaysia on March 24-26. 2) 3) 4) 5) 6) 7) In 2009. 6) APEC Training Program ≈Capacity Building to Enhance Regulatory and Industry Structures for Private Pensions Systems. It was in line with the agreement made in the meeting held in Bogor (Bogor Goals). which was an agreement to conduct open trading and investment in Asia Pacific region in 2010 among developed countries. The 16th APEC Finance Ministers Meeting (AFMM) held on November 10 . 2009 in Singapore. Funds. 2009. 5) The 6th APEC Senior Finance Officials Meeting (SFOM) yang diselenggarakan pada tanggal 17-18 Juli 2009 di Singapura. and Asset Management in the AsiaPacificΔ. 12. Throughout 2009.

namun berdasarkan PFI (Policy Framework for Investment) ini OECD akan menyampaikan rekomendasi kebijakan di bidang investasi kepada Indonesia dan mengeluarkan publikasi yang berisikan hasil assessment investasi. 2009. Adapun publikasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menciptakan dan menjaga iklim investasi sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Bapepam-LK telah menghadiri beberapa pertemuan dan pembahasan serta pengiriman bahan masukan dalam menyelesaikan Questioner Policy Review Indonesia-OECD. namun juga berfungsi sebagai sarana Indonesia dalam melakukan promosi investasi ke dunia internasional. and Task Forces of IOSCO as well as to discuss it with all members. 5) 12. Despite of the nature of the quesionnaires which were not mandatory. khususnya untuk Chapter Investment Policy. OECD.C. The meeting was to provide a forum for idea and experience sharing to appraisers who had experiences in the assessment of the IOSCO Principles of Securities Regulations. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyediakan sebuah forum untuk bertukar ide dan pengalaman diantara penilai yang potensial dan berpengalaman pada proses penilaian prinsip the IOSCO Principles of Securities Regulations. Pertemuan tahunan APRC tersebut juga selalu dimanfaatkan untuk meng-update para anggota hasil kerja dari seluruh Komite.C. India. Bapepam-LK also actively participated in the discussion of Questioner Policy Review IndonesiaOECD. India. The meeting got down to actual global issues which have direct or indirect impact toward financial industry especially the capital market. Those publications were aimed not only at creating and maintaining the investment climate based on Indonesia needs. IOSCO APRC Enforcement Directors» Meeting yang diselenggarakan di Malaysia pada tanggal 4 Desember 2009.2. Meskipun kuisioner sifatnya tidaklah mengikat (binding).4 Participation of Bapepam-LK in the Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) BAPEPAM . Pertemuan tersebut bertujuan untuk berbagi pengalaman dan mencari formulasi baru dalam meningkatkan kualitas program edukasi pemodal. Amerika pada tanggal 2-3 Maret 2009. The meeting worked through relevant issues and challenges related to law enforcement faced by member countries in performing investigation and lawsuit against violations in the capital market. 2009. Kelompok Kerja (Working Groups) dan Gugus Tugas (Task Forces) di bawah payung IOSCO sekaligus mendiskusikannya di antara para anggota. Working Groups. based on PFI (Policy Framework for Investment). Australia pada tanggal 23 Oktober 2009. 2) 3) 4) IOSCO APRC Enforcement Directors» Meeting held in Malaysia on December 4.2. Bapepam-LK attended several meetings and discussions as well as delivered inputs in the completion of Questioner Policy Review IndonesiaOECD. The objective of the meeting was to share experiences and to find new formulation for improving the quality of investor education program. USA on March 2-3. 2009. Pertemuan tersebut membahas mendiskusikan isu dan tantangan terkait penegakan hukum yang dihadapi oleh negara-negara anggotanya dalam melakukan investigasi dan penuntutan pelanggaran di bidang pasar modal. IOSCO Asia Pacific Regional Committee (APRC) held in Melbourne. IOSCO Asia Pacific Regional Committee (APRC) yang diselenggarakan di Melbourne. would give recommendations of investment policy to Indonesia and issue publications comprising of investment assessment result. The annual meeting of APRC was also convened to update the work result of members of all committees. The 2009 IFIE/IOSCO (International Forum for Investor Education/ International Organization of Securities Commissions): Investor Education Conference held in Washington D. but also taking the function as a tool for Indonesia in conducting investment promotion to the international world. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu aktual global yang dapat mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung terhadap industri keuangan khususnya pasar modal di kawasan.4 Partisipasi Bapepam-LK dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) 12.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Australia on October 23. The 2009 IFIE/IOSCO (International Forum for Investor Education/ International Organization of Securities Commissions): Investor Education Conference yang diselenggarakan di Washington D.224 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation 1) 2) 3) 4) 5) IOSCO ITF (Implementation Task Force) Assesors» Workshop yang diselenggarakan pada tanggal 25-27 Februari 2009 di Mumbai. 1) IOSCO ITF (Implementation Task Force) Assesors» Workshop held on February 25-27 2009 in Mumbai. especially Chapter Investment Policy. Bapepam-LK telah berpartisipasi aktif dalam pembahasan Questioner Policy Review IndonesiaOECD.

Philipina. kesadaran akan bencana alam dan pendidikan mengenai pengurangan risiko bencana. recent capital market regulations in dealing with such crisis. dan sekuritas yang dikaitkan dengan bencana dan peran pasar modal dalam mendukung pertumbuhan kapasitas global untuk menyerap risiko bencana alam. The conference discussed recent development of insurance industry. dan perlindungan asuransi dalam risiko bencana alam. the global financial crisis impact in Asia & how to respond it. Thailand. and insurance protection against catastrophe risk as well as securities related to the catastrophe and capital market role in supporting the global capacity growth to absorb the catastrophe risk: Bapepam-LK sent delegation to participate in Asian Roundtable on Corporate Governance (ARCG) on September 9 . especially on investment policy in Indonesia. The objective of the meeting was to support the decisionmakers to improve corporate governance in Asia. Thailand. penilaian risiko. Pertemuan tersebut akan membahas mengenai permasalah yang berhubungan dengan transaksi pihak yang berhubungan (Transaksi hubungan istimewa). risk evaluation. serta corporate governance. 2) Bapepam-LK telah mengikuti The ASEAN Task Force on Related Party Transaction Meeting yang diselenggarakan pada tanggal 5-6 Februari 2009 di Manila. yaitu menghadapi ancaman pemanasan global. 4) Bapepam-LK telah mengirimkan wakilnya untuk menghadiri Asian Roundtable on Corporate Governance (ARCG) pada tanggal 9 s/d 10 September 2009 di Manila. khususnya dalam hal catastrophe insurance. Pertemuan tersebut bertujuan mendukung pembuat keputusan untuk meningkatkan corporate governance di kawasan Asia. Despite of the nature of 4) 5) Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 5) Bapepam-LK telah berpartisipasi aktif dalam pembahasan Questioner Policy Review IndonesiaOECD. Pertemuan tersebut membahas permasalahan yang berhubungan dengan dampak krisis keuangan global di Asia. Several meetings which have been attended by BapepamLK among others were: 1) Bapepam-LK attended the 10th OECD ADBI Roundtable on Capital Market Reform in Asia in Tokyo on March 2-3. regulasi pasar modal saat ini dalam menghadapi dampak krisis tersebut. Philippines. Bapepam-LK attended several meetings and discussions as well as delivered inputs in the completion of Questioner Policy Review Indonesia-OECD. implikasi krisis tesebut pada jatuhnya pasar modal saat ini. Konferensi tersebut membahas mengenai perkembangan industri asuransi. 3) Bapepam-LK telah mengirimkan wakilnya menjadi pembicara dalam 2nd Conference of the OECD International Network on Financial Management of Large-Scale Catastrophe yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 September 2009 di Bangkok. Filipina. awareness of the catastrophe and education about disaster risk reduction. 3) Bapepam-LK had its representative become speaker of the 2nd Conference of the OECD International Network on Financial Management of Large-Scale Catastrophe held on September 24-25. 2009 in Manila. It was an annual event among Asian capital market authorities facilitated by OECD and ADB Institute. especially the catastrophe insurance. disaster mapping. respon kebijakan dalam menghadapai krisis tersebut. khususnya untuk tentang kebijakan investasi di Indonesia.10. 2) Bapepam-LK attended The ASEAN Task Force on Related Party Transaction Meeting held on February 56. and reponse of policy in dealing with such crisis. bertukar informasi dan pengalaman tentang agenda reformasi corporate governance di masing-masing negara. The meeting talked about problems related to the impacts of global financial crisis in Asia. The issues were about the cause. Bapepam-LK actively involved in the discussion of Questioner Policy Review Indonesia-OECD. It comprised of how to deal with global warming. to exchange information and experiences concerning reform agenda of corporate governance in respective country. the impact. pemetaan bencana.225 OECD merupakan organisasi negara-negara di bidang kerjasama ekonomi yang bertujuan untuk menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik di negara anggota. Beberapa pertemuan yang telah diikuti oleh Bapepam-LK antara lain: 1) Bapepam-LK telah mengikuti 10th OECD ADBI Roundtable on Capital Market Reform in Asia di Tokyo pada tanggal 2-3 Maret 2009. 2009 in Manila. 2009 in Bangkok. implication of such crisis toward the recent capital market downturn. Isu yang akan diagendakan dalam pertemuan tersebut antara lain adalah penyebab. Bapepam-LK telah menghadiri beberapa pertemuan dan pembahasan serta pengiriman bahan masukan dalam menyelesaikan Questioner Policy OECD is an organization of countries in economy area aiming at creating a better economic stability in the member countries. dampak krisis keuangan global di Asia dan bagaimana responnya. dampak. Philippines. 2009. Kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan antar otoritas pasar modal se Asia yang difasilitasi oleh OECD dan ADB Institute. and corporate governance. The meeting would discuss problems concerning affiliated transaction.

6 Bapepam-LK Participation in World Trade Organization (WTO) WTO is an international trade organization focusing on liberalization of products and services trade based upon GATS to determine each country deal on request and offer. in which Indonesia becomes part of them.226 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation Review Indonesia-OECD. Sebagai negara anggota. BapepamLK juga berpartisipasi dalam Sidang Jasa WTO yang diselenggarakan di Jenewa.2. Selain itu. OECD (OECD Assessment) which were not mandatory. 2009 held by ADB in Bangkok. compilation. Meskipun penilaian OECD (OECD Assessment) tersebut sifatnya tidak mengikat.2.5 Bapepam-LK Cooperation with Asian Development Bank (ADB) ADB is financial organization in Asia with a mission to help developing countries of its member countries to reduce poverty and improve the life quality of the communities. Bapepam-LK also participated in WTO Service Meeting in Jenewa. but also taking the function a tool for Indonesia in conducting investment promotion to the international world.5. 2009. Bapepam-LK telah berpartisipasi dalam beberapa kegiatan ADB.2. Bapepam-LK telah berpartisipasi dalam organisasi WTO dengan melakukan pembahasan perkembangan posisi Indonesia dalam organisasi tersebut. 12.2. As a member country. antara lain: 1) Bapepam-LK bersama dengan unit lain di Kementerian Keuangan telah menyelenggarakan ADB Annual Meeting di Bali pada tanggal 2-5 Mei 2009. kompilasi. Swiss pada tanggal 30 Maret 8 April 2009. OECD would give recommendations upon OECD evaluation toward investment policy in Indonesia and perform coordination with Indonesian Government to publish the evaluation result of investment in Indonesia. namun juga berfungsi sebagai sarana Indonesia dalam melakukan promosi investasi ke dunia internasional. 4) Koordinasi untuk persiapan. Selain itu Bapepam-LK juga berpartisipasi dalam Sidang Jasa WTO yang diselenggarakan di Jenewa. 12. 2) 3) 4) 12. 3) Bapepam-LK berpartisipasi dalam seminar regional: Derivatives and Structured Products pada tanggal 2226 Juni 2009 yang diselenggarakan oleh ADB di Bangkok. Swiss 10-14 Oktober 2009. Those publications were aimed not only at creating and maintaining the investment climate based on Indonesia needs. organized ADB Annual Meeting in Bali on May 2 . 2009. Swiss on October 10-14. 2009 in cooperation with Fiscal Policy Office. Bapepam-LK arranged a seminar in accordance with ADB meeting of ≈Regional Capital Market IntegrationΔ held in Jakarta on March 24.5 Kerja sama Bapepam-LK dengan Asian Development Bank (ADB) ADB adalah organsasi keuangan ASIA yang mempunyai misi membantu negara berkembang yang menjadi anggotanya untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. 12. BAPEPAM . together with other units in the Ministry of Finance. Thailand. and negotiation of ADB loan program: Capital Market Development Program Cluster II during 2009. Thailand.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 2) Bapepam-LK telah menyelenggarakan seminar dalam rangka persiapan sidang ADB yaitu ≈Regional Capital Market IntegrationΔ yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 24 Maret 2009 dengan bekerjasama dengan Badan Kebijakan Fiskal.6 Partisipasi Bapepam-LK dalam World Trade Organization (WTO) WTO merupakan organisasi perdagangan internasional yang membahas liberalisasi perdagangan barang dan jasa berpedoman pada GATS untuk menentukan kesepakatan masing-masing negara dalam request dan offer. dimana Indonesia merupakan salah satu anggotanya. Bapepam-LK participated in regional seminar: Derivatives and Structured Products on June 22-26. dan negosiasi program loan ADB: Capital Market Development Program Cluster II selama tahun 2009. Furthermore. Publikasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menciptakan dan menjaga iklim investasi sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. namun OECD akan menyampaikan rekomendasi atas penilaian OECD terhadap kebijakan investasi di Indonesia serta akan melakukan koordinasi denagn Pemerintah Indonesia untuk melakukan publikasi atas hasil penilaian investasi di Indonesia. Bapepam-LK participated in several ADB activities. Coordination for preparation. they among others were: 1) Bapepam-LK. Bapepam-LK participated in WTO organization by discussing the development of Indonesia position in such organization.

Bapepam-LK attended 2009 APG Annual Meeting and Technical Assistance Forum which was held on July 6-10.7 Partisipasi Bapepam-LK dalam Asia Pacific Group (APG) Asia Pacific Group adalah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1997 di Bangkok yang saat ini mempunyai 40 anggota dan sejumlah regional and international observer.7 Bapepam-LK Participation in Asia Pacific Group (APG) Asia Pacific Group is an international organization established in 1997 in Bangkok and currently has 40 members and a number of regional and international observer. 12.2. The Objective of APG is to improve the member Countries commitments to effectively apply the international standards agreed in order to anticipate money laundering and funding for terorism activities.2. FSAP is a mechanism to assess the stability and financial system of a G-20 berkontribusi memperkuat arsitektur keuangan dan menyediakan kesempatan untuk berdialog mengenai kebijakan nasional. Bapepam-LK telah mengirimkan seorang wakilnya untuk berpartisipasi dalam APG Assessor Training Workshop 2009 di Sydney. Bapepam-LK sent one representative to participate in the 2009 APG Assessor Training Workshop in Sydney. 2009. Bapepam-LK bersama Delegasi Indonesia diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan dan tindak lanjut hasil APG Mutual Evaluation 2007 yang sudah diadopsi oleh setiap Negara. FSAP adalah suatu Laporan Tahunan 2009 Annual Report . international financial institution. Pada tanggal 17-21 Agustus 2009.2. The meeting discussed the answers of G-20 Working Group of March 2009. 2009 in Brisbane. 12.9 Partisipasi Bapepam-LK dalam Forum Financial Sector Assessment Program (FSAP) FSAP merupakan program yang dikembangkan secara bersama oleh IMF dan World Bank pada tahun 1999 untuk membantu anggotanya memperkuat sistem keuangan dan pengawasan sektor keuangan. Inggris. 12.2. 2009 in London. Inggris. dan G-20 juga mendorong serta membantu pertumbuhan negara anggotanya.2. The training materials which would be delivered in that program were related to the application of anti money laundering regime and knowing your customer principles to financial service provider in capital market and non-bank financial institutions.9 Bapepam-LK Participation in Financial Sector Assessment Program (FSAP) Forum FSAP is a program jointly developed by the IMF and the World Bank in 1999 to help its members strengthening the financial system and financial sector monitoring.8 Bapepam-LK Participation in G-20 Forum G-20 contributed to strengthen the financial architecture and to provide a dialog opportunity concerning national policy. On August 17-21. institusi keuangan internasional. international cooperation. Australia. Australia. Pertemuan tersebut membahas jawaban Working Group G-20 bulan Maret 2009 dan memberikan masukan atas pertemuan yang akan dilaksanakan pada bulan September 2009. and provided inputs for the meeting which would be held in September 2009. Bapepam-LK and Indonesia delegation had a chance to explain about the development and follow up of 2007 APG Mutual Evaluation which has been adopted by every country.227 12. Partisipasi Bapepam-LK dalam forum G-20 adalah BapepamLK telah menghadiri G-20 Accountancy Summit pada tanggal 23-24 Juli 2009 di London. The training was aimed at producing assessors who would join the evaluator team in mutual assesment performed by APG to its member countries. Partisipation of Bapepam-LK in G-20 forum was conducted by attending G-20 Accountancy Summit on July 23-24. Adapun materi training yang akan disampaikan dalam acara tersebut adalah terkait dengan pelaksanaan rezim anti pencucian uang dan penerapan prinsip mengenal nasabah bagi penyedia jasa keuangan (PJK) di pasar modal dan lembaga keuangan non bank. APG bertujuan meningkatkan komitmen negara anggota untuk mengimplementasikan secara efektif standar internasional yang telah diterima dalam rangka menanggulangi tindak pencucian uang dan pembiayaan bagi kegiatan terorisme.8 Partisipasi Bapepam-LK dalam Forum G-20 12. kerjasama internasional. Training tersebut bertujuan untuk menghasilkan assessor yang akan menjadi tim evaluator dalam mutual assesment yang dilakukan oleh APG kepada negara-negara anggotanya. 12. as well as to help and support its member countries growth.2. Bapepam-LK telah menghadiri APG 2009 Annual Meeting and Technical Assistance Forum yang diselenggarakan pada tanggal 6-10 Juli 2009 di Brisbane.

Bapepam-LK sent its delegation to several meeting as follow: . namely: 1) ROSC on Accounting and Auditing. antara lain Update Self Assessment of IOSCO Principle. 2009. Bapepam-LK participated in the meetings of FSAP materials discussion. 2) 3) 4) 12. 2) ROSC on Corporate Governance. the World Bank condultant has visited Indonesia several times. Bapepam-LK telah berpartisipasi dalam rapat-rapat pembahasan materi FSAP.Canada) FIPPA (Foreign Investment on Protection and Promotion Agreement) Indonesia .Kanada adalah perjanjian kerjasama bilateral yang bertujuan untuk perlindungan dan promosi penanaman modal asing melalui kesepakatan resmi yang mengikat kedua belah pihak. Jakarta on June 17. ROSC on Corporate Governance. Response to Questionnaire on ROSC AA. 2009.Canada was started with joint study meeting between Canada and indonesia delegations in 2007 in Bali. on June 9-24.Kanada dimulai dengan joint study meeting antara delegasi Kanada dengan perwakilan Indonesia pada tahun 2007 di Bali. FIPPA Indonesia .2. Afterward. Besides. Update Self Assessment of ICP (Insurance Code Principles) Principles. Bapepam-LK delivered certain documents of FSAP updates to the World Bank. 2009). on August 3-7. In respect of FSAP implementation. Selain itu. the meeting was continued with the first FIPPA Indonesia . 2009. tanggal 6-15 Oktober 2009. tanggal 9-24 Juni 2009 (dimana diadakan juga A Roundtable Discussion on Strengthening The Quality of Audit in The Context of ROSC on Accounting and Auditing di Hotel Borobudur. on October 6-15. Jakarta tanggal 17 Juni 2009). Update ROSC on Corporate Governance. Sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 telah dilaksanakan 7 putaran sidang. they among others were: Update Self Assessment of IOSCO Principle. antara lain: BAPEPAM . Sepanjang tahun 2009 Bapepam-LK terlibat dalam berbagai rapat antar departemen pembahasan FIPPA Canada yang dipimpin oleh BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Bapepam-LK telah menyampaikan beberapa dokumen hasil update terkait FSAP kepada World Bank. In 2009. and Second Mission on November 6-10. Response to Questionnaire on ROSC AA.Canada is a bilateral cooperation agreement aiming at protection and promotion of foreign investment through official agreement binding both parties. Update Self Assessment of ICP (Insurance Code Principles) Principles.Canada Round Negotiation Meeting in 2008 in Bandung. 7 round meetings have been performed. serta Kunjungan Second Mission pada tanggal 6-10 November 2009. Also. konsultan World Bank telah melakukan sejumlah kunjungan ke Indonesia. Bapepam-LK juga mengirimkan delegasi pada pada beberapa pertemuan. Since 2008 up to 2009. Berkaitan dengan pelaksanaan FSAP tersebut. on December 14-17.Canada) FIPPA (Foreign Investment on Protection and Promotion Agreement) Indonesia . Update Self Assessment of IOSCO Recommendations for Securities Settlement Systems (CPSS (the Committee on Payment and Settlement Systems) . tanggal 3-7 Agustus 2009.2. Update Self Assessment of IOSCO Recommendations for Securities Settlement Systems (CPSS (the Committee on Payment and Settlement Systems) IOSCO) Recommendations.10 Bapepam-LK Participation in Foreign Investment Protection and Promotion Agreement (FIPPA Indonesia . Update ROSC (Reports on the Observance of Standards and Codes) on Accounting & Auditing. Bapepam-LK involved in several interdepartment meetings chaired by Indonesia Investment Coordinating Board. Update ROSC on Corporate Governance. 12.228 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation mekanisme untuk menilai (assess) stabilitas dan pengembangan sistem keuangan suatu negara secara komprehensif dengan fokus pada kepatuhan terhadap kerangka peraturan dan ketahanan sistem keuangan. 2009.Kanada yang pertama pada tahun 2008 di Bandung. tanggal 14-17 Desember 2009.10 Partisipasi Bapepam-LK dalam Foreign Investment Protection and Promotion Agreement (FIPPA Indonesia . 4) Assessment of CPSS-IOSCO Recommendations for Settlement System.LK Continuous Improvement for a Brighter Future country comprehensively by focusing on compliance toward regulation framework and financial system endurance.IOSCO) Recommendations. 3) FSAP Mission I. Selanjutnya pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan Putaran Sidang Negosiasi FIPPA Indonesia . yaitu: 1) ROSC on Accounting and Auditing. Update ROSC (Reports on the Observance of Standards and Codes) on Accounting & Auditing. FIPPA Indonesia . FSAP Mission I. 2009 (in which A Roundtable Discussion on Strengthening The Quality of Audit in The Context of ROSC on Accounting and Auditing was also held at Hotel Borobudur. Assessment of CPSS-IOSCO Recommendations for Settlement System.

Canada on July 15 . ACIA is a follow up of AIA (ASEAN Investment Area) agreement and ASEAN Agreement for the Promotion and Protection of Investment signed in Philippines on December 15. 2009 in Bali. Bapepam-LK terlibat dalam beberapa rapat interKementerian mengenai pembahasan revised offer Indonesia untuk negosiasi ACFTA yang akan diberlakukan 1 Januari Up to now. The 7th Round Negotiation on Foreign Investment Protection and Promotion Agreement between Indonesia .Canada tanggal 15 . The main objective of ACIA is to build a free and open investment regime in ASEAN in order to create economic integration in AEC through progressive liberalization of investment regime. Bapepam-LK terlibat dalam rapat antar Kementerian dan juga memberikan berbagai masukan dan tanggapan sesuai dengan kewenangan Bapepam-LK.22 Maret 2009.13 Bapepam-LK Participation in ASEAN-China FTA ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). 12. 12. The purpose of ACFTA is to increase trading volume and value of ASEAN member countries and China as a country with the biggest population and the highest economic growth in the world. 12. 1987.Kanada is still in the process of agreement negotiation and finalization to come into mutual agreement that can create bilateral cooperation.12 Bapepam-LK Participation in Joint Study Group of Indonesia-India Joint Study Group of Indonesia-India is a feasibility study of cooperation between Indonesia and India for free bilateral trade agreement between both countries.Kanada masih dalam proses negosiasi serta penyempurnaan teks perjanjian untuk mencapai kesepakatan yang memenuhi kepentingan kedua belah pihak sehingga tercipta kerjasama bilateral yang saling menguntungkan. 2009 in Bogor. 2009. Tujuan utama dari ACIA adalah menciptakan rezim investasi bebas dan terbuka di ASEAN dalam rangka mewujudkan integrasi ekonomi di bawah AEC melalui liberalisasi progresif rezim investasi. 1) 2) The 5th Round Negotiation on Foreign Investment Protection and Promotion Agreement between Indonesia . FIPPA Indonesia . Bapepam-LK involved in several inter-ministry meetings concerning Indonesia revised offer for ACFTA negotiation that would be applied in January 1. 12. Bapepam-LK terlibat aktif dalam beberapa rapat pembahasan reservation list antar Kementerian yang dipimpin oleh BKPM.2. Bapepam-LK also involved in discussion meeting on March 10-11. 12.13 Partisipasi Bapepam-LK dalam ASEAN-China FTA ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang ditandatangani di Brunei.11 Bapepam-LK Participation in ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) is a regional agreement that provides investment regulation.17. 12. Sampai dengan saat ini FIPPA Indonesia .17 Juli 2009 di Bali. Jawa Barat.2. Bapepam-LK juga terlibat dalam rapat pembahasan pada tanggal 10-11 Maret 2009 di Bogor. Jawa Barat.Canada on March 20 .2. 2010. ACIA merupakan tindak lanjut dari perjanjian AIA (ASEAN Investment Area) dan ASEAN Agreement for the Promotion and Protection of Investment yang ditandatangani di Philippine pada tanggal 15 Desember 1987. is cooperation agreement between ASEAN member countries and China to create free trade.11 Partisipasi Bapepam-LK dalam ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) ACIA (ASEAN Comprehensive Investment Agreement) adalah perjanjian regional yang mengatur tentang investasi. pada tanggal 21 November 2001.Canada tanggal 20 . which was signed in Brunei on November 21.22. The 7th Round Negotiation on Foreign Investment Protection and Promotion Agreement between Indonesia . Bapepam-LK actively involved in several meeting concerning reservation list among ministries chaired by Indonesia Investment Coordinating Board.2. 2001. ACFTA bertujuan untuk meningkatkan volume dan nilai perdagangan antara negara-negara ASEAN dengan China yang merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.12 Partisipasi Bapepam-LK dalam Joint Study Group of Indonesia-India Joint Study Group of Indonesia-India adalah studi kelayakan kerjasama antara Indonesia dan India untuk melaksanakan perjanjian perdagangan bebas bilateral antara kedua negara.229 1) 2) The 5th Round Negotiation on Foreign Investment Protection and Promotion Agreement between Indonesia .2.2. In addition. merupakan perjanjian kerjasama antara negara-negara anggota ASEAN dengan China dalam rangka mewujudkan perdagangan bebas. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

2. d) Penyelenggaraan workshop ≈2nd Study Meeting on on the Creation of ≈Exercise MarketΔ for SMEsΔ pada tanggal 30 Juni . 2009 cooperated with Bapepam-LK. Japan. Organizing The 2nd Workshop on Enhancing Financial Accessibility for SMEs with a topic of ≈Study Meeting on the Creation of «Exercise» Market for SMEsΔ in cooperation of JICA and Bapepam-LK on February 10 . Venture Capital Companies. Jakarta. and SMEs with source persons from Japan (Securities Companies of D»Brain Securities. Bank Swasta. 12.2.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . c) Penyelenggaraan The 2nd Workshop on Enhancing Financial Accessibility for SMEs dengan topik ≈Study Meeting on the Creation of «Exercise» Market for SMEsΔ kerjasama JICA dengan Bapepam-LK pada tanggal 10 . pengurangan kemiskinan. Japan Venture Capital Association. Dihadiri oleh 150 peserta dari kalangan Perusahaan Efek.1 Juli 2009 bekerjasama dengan Bapepam-LK. workshop. Tokyo Stock Exchange).12 Februari 2009 di Hotel Borobudur. Bapepam-LK telah menyampaikan final offer Indonesia untuk sektor Non-Banking kepada TKBJ. the Central Bank. Akademisi. seminar. Pemerintahan. Asosisasi UKM. Bank Indonesia. Organizing ≈2nd Study Meeting on on the Creation of ≈Exercise MarketΔ for SMEsΔ workshop on June 30 . fiscal balance. Bentuk dari kerjasama ini berupa pengiriman tenaga ahli long term ataupun short term dari Jepang. poverty reduction.July 1. Bursa Efek Indonesia. Perusahaan Efek. and SMEs with source persons from Japan (Japan Securities Dealer Association. Bapepam-LK dan JICA melakukan kegiatan antara lain: a) Penyelenggaraan Workshop ≈Inspection and Examination System in The Stock MarketΔ pada tanggal 12 . Japan Venture Capital Association). The cooperation was an assistance from Japan Government as development partner of Indonesia Government in accordance with the economic reform to create economic growth. In 2009. dan pihak Jepang sebagai narasumber (Perusahaan Efek D»Brain Securities. and international competitiveness improvement. Asosisasi UKM. The workshop was participated by 150 participants coming from Securities Companies. seminar. Selain itu. 2009 in Jakarta by presenting active investigators from Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) . The cooperation was conducted in form of long-term and short-term specialists delivering from Japan. dan UKM dan pihak Jepang sebagai narasumber (Japan Securities Dealer Association.13 Juni 2009.14 Bilateral Cooperation 1) Cooperation of Bapepam-LK and Japan International Cooperation (JICA) has produced ≈Technical Cooperation for Capital Market DevelopmentΔ from 2006 up to 2009. Workshop ini dihadiri oleh 120 peserta diskusi dari Pemerintahan. Japan Venture Capital Association. Sending Bapepam-LK representatives to join Stock Exchange Seminar of ASEAN countries in Tokyo.FSA (Financial Services Agency)Japan for sharing experiences. Kerjasama ini merupakan bantuan dari Pemerintah Jepang sebagai partner pembangunan Pemerintah Indonesia dalam kerangka melakukan reformasi ekonomi sehingga dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi.14 Kerja Sama Bilateral 1) Kerjasama Bapepam-LK dengan Japan International Cooperation (JICA) telah disepakati ≈Technical Cooperation for Capital Market DevelopmentΔ dari tahun 2006 sampai dengan 2009. Indonesia Stock Exchange. the Government. 12.FSA (Financial Services Agency)Japan dalam rangka pertukaran pengalaman. domestic & overseas training to improve the quality of Bapepam-LK employees as well as to give inputs in policy making. 26 Mei . Jakarta. SME Association. Bapepam-LK has delivered Indonesia final offer for nonbanking sector to TKBJ. Academists. on May 26 . keseimbangan fiskal dan peningkatan daya saing internasional. 2009. the Central Bank. Academists. Securities Companies. Bapepam-LK an d JICA conducted the following activities: a) Organizing ≈Inspection and Examination System in The Stock MarketΔ Workshop on January 12 13.13 Januari 2009 di Jakarta dengan nara sumber Pemeriksa aktif dari Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) . Tokyo Stock Exchange). Pada tahun 2009. workshop. training dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kualitas pegawai Bapepam-LK serta memberi masukan dalam penentuan kebijakan. b) c) d) BAPEPAM . UKM. b) Pengiriman wakil Bapepam-LK untuk mengikuti Stock Exchange Seminar fo ASEAN countries di Tokyo Jepang. Akademisi. 2009 at Hotel Borobudur.230 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation 2010. Japan Venture Capital Association). Commercial Bank.12. SME Association. Bank Indonesia.June 13. The workshop was attended by 120 participants coming from the Government. Perusahaan Modal Ventura.

f) g) g) 2) Kerjasama Bapepam-LK dengan Securities Commission of Malaysia Kerjasama antar kedua belah pihak merupakan tindak lanjut dari MoU yang disepakati tanggal 12 Januari 1994 untuk saling membantu dalam pengembangan pasar modal dijurisdiksi masing masing serta dalam pertukaran informasi. Perusahaan Efek. 2) e) JICA facilitated short apprenticeship program at the Financial Services Agency of Japan on June 9 11. 2009.11 Juni 2009. on October 30. Akademisi. Pension Funds. the Central Bank. Bank Indonesia. Securities Companies. Commercial Bank. SME Association. Bank Swasta.28 Juli 2009 untuk melakukan sharing informasi mengenai industri Reksa Dana pada masingmasing jurisdiksi khususnya terkait produk berbasis syariah. but also: a) Discussion concerning investor complaint handling on May 27. and Capital Market & Financial Institution Associations. Perusahaan Asuransi. Japan Venture Capital Association). Perusahaan Efek. The workshop was attended by 100 participants coming from the Government. Workshop ini dihadiri oleh sekitar 75 peserta diskusi dari Pemerintahan. 2009 cooperated with Bapepam-LK. Insurance Companies. Pada tahun 2009. Tokyo for certain Bapepam-LK employees to learn about Internal Audit system. Bapepam-LK menerima kunjungan Delegasi Securities Commission of Malaysia pada tanggal 27 . 2008. as well as Japan representatives. Organizing ≈Challenges for Developing Indonesia»s Financial MarketsΔ Seminar on December 11.28. Bapepam-LK and Securities Commission of Malaysia performed not only information exchange. 2009 in cooperation of Bapepam-LK and NRI (Nomura Research Institute). 2009 to share information about Investment Fund Industry related to sharia basis products. UKM. and SMEs with source persons from Japan (Securities Companies of D»Brain Securities. Academists. Dana Pensiun. dan Asosiasi di Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Bank Swasta. Bapepam-LK and SC Malaysia made a more specific cooperation agreement concerning sharia capital market development through capacity improvement of product development and marketing. Workshop ini dihadiri oleh 100 peserta diskusi dari Pemerintahan. Bapepam-LK had a visit from delegation of Securities Commission of Malaysia on July 27 . Organizing ≈3rd Study Meeting on Exercise MarketΔ Workshop on October 27. dan pihak Jepang sebagai narasumber (Perusahaan Efek D»Brain Securities. In 2009. 1994 to provide mutual assistance for capital market development in respective jurisdiction and to exchange information. The workshop was attended by 75 participants coming from the Government. Penyelenggaraan Workshop ≈3rd Study Meeting on Exercise MarketΔ pada tanggal 27 Oktober 2009 bekerjasama dengan Bapepam-LK. the Central Bank. Commercial Bank. Securities Companies. Besides. Cooperation of Bapepam-LK with Securities Commission of Malaysia The cooperation was a follow up of MoU signed on January 12. pada tanggal 30 Oktober 2008 Bapepam-LK dan SC Malaysia juga melakukan kesepakatan kerjasama yang Securities Commission of Malaysia lebih spesifik mengenai pengembangan pasar modal syariah pada jurisdiksi masing masing melalui peningkatan kapasitas dalam bidang pengembangan produk serta pemasarannya.231 e) f) JICA memfasilitasi program magang singkat di Financial Services Agency of Japan pada tanggal 9 . 2009. b) Dalam rangka menindaklanjuti penandatangan Letter of Intent antara Bapepam-LK dan SC Malaysia pada tahun 2008. Penyelenggaraan Seminar ≈Challenges for Developing Indonesia»s Financial MarketsΔ pada tanggal 11 Desember 2009 bekerjasama dengan Bapepam-LK dan NRI (Nomura Research Institute). Asosisasi UKM. serta pihak Jepang. Selain itu. Bank Indonesia. Tokyo bagi beberapa pegawai Bapepam-LK untuk mempelajari sistem Internal Audit. Japan Venture Capital Association). Bapepam-LK dan Securities Commission of Malaysia selain melakukan kerjasama dalam bidang pertukaran informasi juga melakukan: a) Pembahasan perihal penanganan investor complaint pada tanggal 27 Mei 2009. b) In accordance with the signing of Letter of Intent between Bapepam-LK and SC Malaysia in 2008. 3) Kerjasama Bapepam-LK dengan USAid (United States Agency for International Development) Tim USAid melakukan scoping mission ke Bapepam-LK 3) Cooperation of Bapepam-LK with USAid (United States Agency for International Development) USAid team performed scoping mission to Bapepam-LK Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

Kerjasama yang dilakukan antara Bapepam-LK dan ASIC pada tahun 2009 antara lain: a) Penyelenggaraan Workshop Investment Management Compliance bekerjasama dengan ASIC. The focus of Bapepam-LK and ASIC cooperation was technical capacity development of Bapepam-LK. Kerjasama Bapepam-LK dengan Australian Securities and Investment Commission (ASIC) Kerjasama ini termasuk dalam program Government Partnerships Fund (GPF) yang merupakan program bantuan Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia selama 5 tahun sejak 2005.23 Januari 2009. came to Jakarta for exchange of information concerning capital market development. Perusahaan Efek. specialists of SEO Iran. b) Pengiriman wakil Bapepam-LK ke ASIC Summer School 2009 & Secondment on 4 Subjects: Investment Management Compliance and Licensing. ADB dan Australian Compliance Institute yang dilaksanakan pada tanggal 19 . Media Liaison dan International Requests yang 4) and discussed an assistance program from the USA Government to Indonesia Government under Indonesia-Financial Intermediation And Regulatory Support (I-First) framework of US$15-20 million for conducting the 2009-2014 program. Research on Investment Management. The framework of such Australia Government assistance to indonesia Government was Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development (AIPRD). ADB and Australian Compliance Institute held on January 19 . SRO. The purpose of the visit was to get information about capital market condition and mechanism as well as capital market education program in Indonesia as a big sharia capital market segment. Emiten. Bapepam-LK. and regulators. Issuers and Jakarta Chambers of Commerce & Industry on July 21-22. represented by 17 people comprising of securities companies. hakim dan regulator berkunjung ke Jakarta untuk melakukan pertukaran informasi terkait dengan perkembangan industri pasar modal pada masing-masing jurisdiksi. in which GPF was part of them. 5) 5) Cooperation of Bapepam-LK with Australian Securities and Investment Commission (ASIC) This cooperation was inclusive of Government Partnerships Fund (GPF) program which was an assistance program of Australia Government to indonesia Government for 5 years since 2005. issuers. Kerangka besar dari bantuan Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia adalah Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development (AIPRD) dimana GPF termasuk didalamnya. 4) Kerjasama Bapepam-LK dengan Securities and Exchange Organization (SEO) of Iran Menindaklanjuti penandatangan MoU dengan SEO Iran tahun 2008 dalam bidang peningkatan kapasitas kelembagaan serta pertukaran informasi maupun tenaga ahli SEO Iran diwakili oleh 17 orang yang terdiri dari berbagai unsur di pasar modal Iran seperti: Perusahaan Efek. pengetahuan dan tenaga ahli serta untuk membangun hubungan kerjasama jangka panjang yang baik antar kedua institusi. judges. The cooperation was formed to make the government institutions of both countries help each other (partnership) in respective capacity development through transfer of expertise. cooperation between Bapepam-LK and ASIC among others were: a) Organizing Investment Management Compliance Workshop. a cooperation between ASIC. the SRO. knowledge. In 2009.23. Fokus kerjasama antara Bapepam-LK dan ASIC adalah pengembangan kapasitas Bapepam-LK secara teknis. Bentuk kerjasama ini dibentuk agar antara institusi pemerintah antar dua negara yang sejenis fungsinya dapat saling membantu (partnership) dalam pengembangan kapasitas masing masing melalui pertukaran keahlian. 2009. Cooperation of Bapepam-LK with Securities and Exchange Organization (SEO) of Iran As a follow up of MoU signing with SEO Iran in 2008 in term of institutional capacity improvement and information exchange. Emiten dan Kadin berlangsung pada tanggal 21 . Sending Bapepam-LK representatives to ASIC Summer School 2009 & Secondment on 4 Subjects: Investment Management Compliance and Licensing.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Delegasi Iran melakukan kunjungan ke Bapepam-LK. Securities Companies. and experts to build a long-term cooperation.22 Juli 2009 ke Bapepam-LK. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mengetahui secara garis besar kondisi dan mekanisme pasar modal serta program edukasi pasar modal di Indonesia sebagai pangsa pasar modal syariah yang besar. Iran delegation visited Bapepam-LK. Research on Investment b) BAPEPAM .232 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation dan berdiskusi mengenai program bantuan pemerintah Amerika kepada pemerintah Indonesia dalam kerangka Indonesia-Financial Intermediation And Regulatory Support (I-First) sebesar US$15-20 Juta untuk menjalankan program pada periode 2009 2014. Bapepam-LK. 2009.

kunjungan belajar ke Australia oleh pembuat kebijakan penting Indonesia untuk Cooperation of Bapepam-LK with Australian Prudential Regulation Authority (APRA) Cooperation with APRA is also an assistance from Australia Government to Bapepam-LK in Government Partnership Funds (GPF) framework. The ojective of this program is to help constructing public sector policy and conducting consistent program which is in line with the Indonesia Government reform agenda. ADB. a cooperation between ASIC. Australian Compliance Institute.Jakarta on June 11. Pada tahun 2009. in which APRA. Pengembangan Kapasitas pegawai Bapepam-LK dalam bidang Investment Management Compliance and Surveillance. Kerjasama dengan APRA difokuskan untuk membangun pengawasan berbasis risiko yang sesuai untuk diterapkan di industri Dana Pensiun dan Perasuransian di Indonesia. Investment Management Workshop. Preparing investor education materials to improve public awareness upon capital market investment. dan TAMF (Technical Assistance Management Facility) pada tanggal 19-22 dan 26-29 Oktober 2009 di Jakarta dan kunjungan CEO ACI ke Bapepam-LK pada tanggal 20 Oktober 2009.March 14. 7) 7) Cooperation of Bapepam-LK with Technical Assistance Management Facility (TAMF) The cooperation is also an assistance from Australia Government started in 1999 to help economic governance application which covers controlled and continual consultancy services for Indonesia government institutions. and skills Laporan Tahunan 2009 Annual Report . 2009 in Jakarta.233 c) d) e) f) dilaksanakan pada tanggal 24 Februari . became partner of Bapepam-LK. study visit to Australia by Indonesia decision-maker to get a clear picture of Australia systems. Bapepam-LK bersama APRA telah berhasil membangun sistem pengawasan berbasis risiko bagi industri Dana Pensiun. 2009. Capacity Development of Bapepam-LK employees in Investment Management Compliance and Surveillance area. Penyelenggaraan Workshop Risk Management & Compliance bekerjasama dengan ASIC. Organizing Risk Management & Compliance Workshop.14 Maret 2009. a cooperation between Bapepam-LK and ASIC at Hotel Borobudur . Kerjasama Bapepam-LK dengan Technical Assistance Management Facility (TAMF) Kerjasama ini juga merupakan bantuan dari Pemerintah Australia yang berawal sejak tahun 1999 untuk membantu di bidang economic governance yang mencakup pemberian layanan konsultasi terkendali dan berkesinambungan bagi lembagalembaga Pemerintah Indonesia. Bapepam-LK and APRA have successfully developed a risk based supervision for Pension Fund Industry. f) 6) Kerjasama Bapepam-LK dengan Australian Prudential Regulation Authority (APRA) Kerjasama dengan APRA juga merupakan bantuan Pemerintah Australia kepada Bapepam-LK dalam kerangka Government Partnership Funds (GPF) dimana APRA sebagai regulator Perasuransian dan Dana Pensiun di Australia menjadi partner bagi BapepamLK. and TAMF (Technical Assistance Management Facility) on October 19-22 and 2629. 2009. In 2009. Workshop Investment Management kerjasama Bapepam-LK dengan ASIC di Hotel Borobudur Jakarta pada tanggal 11 Juni 2009 dan Gedung Bapepam-LK pada tanggal 30 Juli 2009. axpertises. Bapepam-LK. as Insurance and Pension Fund regulator in Australia. The cooperation form comprises of Australian experts and advisors assignment. Bentuk kerjasama meliputi penempatan pakar dan penasihat Australia. Australian Compliance Institute. 2009 and at Bapepam-LK building on July 30. penyelenggaraan seminar dan lokakarya di Indonesia. Bapepam-LK conducted internship program 4 times to develop risk based supervision for insurance industry. ADB. 6) c) d) e) Management. seminar & workshop in Indonesia. Penyusunan materi investor education dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat atas investasi di pasar modal. Tujuan program ini adalah membantu penyusunan kebijakan sektor publik dan pelaksanaan program yang konsisten dengan agenda reformasi Pemerintah Indonesia. and a visit from CEO ACI to Bapepam-LK on October 20. Fasilitas ini dijalankan sebagai mekanisme yang fleksibel dan responsif yang mampu memberikan bantuan secara cepat dan efisien. khususnya reformasi ekonomi. Bapepam-LK. This facility is performed to serve as a flexible and responsive mechanism of providing a quick and efficient assistance. Media Liaison and International Requests conducted on February 24 . especially the economic reform. 2009. Bapepam-LK telah melaksanakan 4 kali kegiatan internship dalam rangka membangun sistem pengawasan berbasis risiko untuk industri Perasuransian. The cooperation was focused on developing risk based supervision which was suitable for Indonesian Pension Fund and Insurance industries.

2009 to provide assistance in Knowledge Sharing Program. 2009 in Seoul. Activities which were conducted by Bapepam-LK and TAMF in 2009 among others were: a) Change Management and Human Resources consultancy for development program of Bapepam-LK employees. 8) Kerjasama Bapepam-LK dengan Pemerintah Korea Pemerintah Korea memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam kerangka Knowledge Sharing Program (KSP) dimana tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman Korea dalam membangun suatu bidang yang menjadi kebijakan penting melalui konsultasi dan training. The assistance was given in form of joint-research. Consultancy for Auditor Surveillance function in Bapepam-LK. Sending Bapepam-LK representatives to IFSA Conference in Gold Coast. Brisbane on August 5 . 2009 to improve the role of Investment Management association. Bapepam-LK participated in a seminar of ≈Development of Financial System in Asia and KoreaΔ held by Ministry of Strategy and Finance and Korea Banking Institute on June 28 . seperti keikutsertaan pegawai Bapepam-LK dalam IFSA conference. Kegiatan yang dilakukan Bapepam-LK dengan TAMF pada tahun 2009 antara lain: a) Konsultan Change Management and Human Resources untuk program pengembangan pegawai Bapepam-LK. 2009 in South Korea.7. ACI workshop on Risk Management and Compliance. Adapun rangkaian kegiatan kerjasama dengan Pemerintah Korea pada tahun 2009 antara lain: a) Bapepam-LK telah menerima kunjungan delegasi Korean Development Institute (KDI) sebagai perwakilan Ministry of Strategy and Finance of Korea pada tanggal 30 Juni 2009 dalam rangka memberikan bantuan dalam kerangka Knowledge Sharing Program. d) Fasilitasi dan mendukung kegiatan dengan donor lain. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk joint-research.g. ACI workshop on Risk Management and Compliance. e. Series of activities conducted in 2009 in cooperation with the Government of Korea among others were: a) Bapepam-LK had a visit from delegation of Korean Development Institute (KDI) as Ministry of Strategy and Finance of Korea representatives on June 30.: participation of Bapepam-LK employees in IFSA conference. penempatan pejabat Indonesia di departemen dan lembaga Australia untuk mengamati dan mempelajari program-program Australia. b) c) d) Cooperation of Bapepam-LK with the Government of Korea The Government of Korea provided assistance to Indonesia Government in Knowledge Sharing Program (KSP) framework to deliver Korea knowledge and experience in building an important policy through consultancy and training. South Korea. b) Bapepam-LK ikut berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan seminar mengenai ≈Development of Financial System in Asia and KoreaΔ yang diselenggarakan oleh Ministry of Strategy and Finance dan Korea Banking Institute pada tanggal 28 Juni-10 Juli 2009 di Seoul. assignment of Indonesia functionaries in Australia departments and institutions to observe and learn about Australia program. Workshop ini ditujukan dalam rangka membentuk dan meningkatkan kemampuan pengelolaan kebijakan melalui pengalaman di Korea Selatan sebagai salah satu bagian dalam rangkaian Knowledge Sharing Program (KSP) for Indonesia 2009.234 Kerjasama Kelembagaan Domestik dan Internasional Domestic and International Institution Cooperation memberi gambaran atas sistem. c) Konsultan untuk melaksanakan fungsi Auditor Surveillance di Bapepam-LK. The purpose of the workshop was to form and improve policy management ability through experiences obtained in South Korea as part of Knowledge Sharing Program (KSP) for Indonesia 2009 activities. b) c) BAPEPAM . 8) which are relevant for Indonesia. keahlian dan keterampilan Australia yang relevan dengan Indonesia. Korea Selatan.July 10. Bapepam-LK attended Knowledge Sharing Program (KSP) for Indonesia 2009 Policy Practitioners» Workshop held on October 4-9.7 Agustus 2009 dalam rangka meningkatkan peran asosiasi Investment Management.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . c) Bapepam-LK telah menghadiri Knowledge Sharing Program (KSP) for Indonesia 2009 Policy Practitioners» Workshop yang diselenggarakan pada tangga 4-9 Oktober 2009 di Korea Selatan. Facilitating and supporting activities with other donor. Brisbane pada tanggal 5 . b) Pengiriman wakil Bapepam-LK ke IFSA Conference di Gold Coast.

October 12. e. DAIWA Securities SMBC on November 24. in Rule of Law Forum. The purpose of the forum was to broaden knowledge of rule of law concept among countries in democracy development phase. SEO Iran. disamping sebagai forum bertukar ide dan pengalaman dalam rangka meningkatkan hubungan timbal balik antara para pemimpin di Indonesia dan Amerika Serikat. and to share ideas and experiences for a better relationship.235 9) Lain-lain a) Melayani permintaan informasi publik dari regulator asing seperti misalnya ASIC. 9) Miscellaneous a) Responding to public information requests from foreign regulators. khususnya proposal atas exchange»s trading platforms and connectivitas network. e. SEO Iran.g. Cameron R. d) Bapepam-LK telah menerima kunjungan delegasi Privatisasi Komite Pemerintah Bangladesh pada tanggal 28 Mei 2009 dalam rangka pertukaran informasi mengenai proses privatisasi BUMN melalui pasar modal. SC Malaysia and many others. Bapepam-LK telah menghadiri undangan dari oleh Ambassador of the United States of America di Jakarta. Jepang pada tanggal 19 Mei 2009 dan dihadiri oleh 140 peserta. f) Pada tanggal 29 September -12 Oktober 2009. Cameron R. and others. dalam Rule of Law Forum. 2009 attende by 140 participants.: World Bank ≈Mission on Market IntegrityΔ on March 19. ADB. ADB. 2009. Australian School of Business on April 1315. b) Having a visit from foreign parties. 2009 to exchange information about privatizati process of state-owned enterprises through capital market. Organizing ≈Improving Financial Literacy and Investor Education Programs in IndonesiaΔ Workshop cooperated with Daiwa Institute of Research. 2009 related to information request concerning Securities Comapnies business license. On September 29 . BapepamLK visited the Ambassador of the United States of America in Jakarta. Australian School of Business pada tanggal 13-15 April 2009. e) Pertemuan dengan COO Bursa Malaysia pada tanggal 27 Mei 2009 untuk membahas ASEAN Link. DAIWA Securities SMBC pada tanggal 24 November 2009 perihal Permintaan informasi mengenai Perijinan Perusahaan efek. Hume. SEC Thailand. Bapepam-LK had a visit from delegation of Privatization Committee of Bangladesh on May 28. 2009 concerning ASEAN Link. SC Malaysia serta dari pihak asing lainnya. SEC US. Having a meeting with COO Bursa Malaysia on May 27. serta dari pihak asing lainnya. c) Penyelenggaraan Workshop ≈Improving Financial Literacy and Investor Education Programs in IndonesiaΔ bekerjasama dengan Daiwa Institute of Research. especially the proposal of exchange»s trading platforms and connectivitas network.: ASIC. Indonesia. 2009. SEC Thailand. c) d) e) f) Laporan Tahunan 2009 Annual Report .g. Adapun forum ini bertujuan untuk memperluas pemahaman akan konsep rule of law diantara negara-negara dalam tahap pengembangan demokrasi. Hume. Indonesia. SEC US. 2009. Japan on May 19. b) Menerima kunjungan dari pihak asing seperti World Bank ≈Mission on Market IntegrityΔ pada tanggal 19 Maret 2009.

18 24 30.087 13 15.66 32.48 17 55.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .82 2.19 473 74.38 93.50 26.988.29 44.21 25.30 1.28 1.10 44.04 62 23.97 54 4.050.71 88 17.28 47.80 18.Rupiah) Jumlah Anggota BEI Number of IDX Members 2007 2008 2009 1. Syariah (Rp Triliun) Bonds / Convertible Bonds / Syariah Bonds (Rp Trillion) 2007 2008 2009 78.61 42.38 975.076.33 13.20 21.73 671 Pasar Sekunder / Secondary Market Kapitalisasi Pasar BEI (Rp Triliun) IDX Market Capitalization (Rp Trillion) Perdagangan Saham Tahunan BEI (Rp Triliun) IDX Annual Share Trading (Rp Trillion) Nilai Perdagangan Investor Asing di Pasar Sekunder BEI (% dari Total) Trading by Foreign Investors on IDX Secondary Market (% of Total) Pembelian Bersih oleh Investor Asing di Pasar Sekunder BEI (Rp Triliun) Net Purchases by Foreign Investors on IDX Secondary Market (Rp Trillion) Perdagangan Perusahaan Efek Patungan di BEI (% dari Total .09 Reksa Dana / Investment Funds Total Nilai Kekayaan Bersih Reksa Dana (Rp Triliun) Net Asset Value of Investment Funds (Rp Trillion) Reksa Dana (Jumlah) Investment Funds (Number) 2007 2008 2009 92.064.67 15 28 31.019.Rupiah) Trading by Joint Venture Firms on IDX (% of Total .06 603 114.50 1.09 125 118 117 BAPEPAM .15 25 39 31.46 25 20 14.236 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Ikhtisar Dalam Angka THE YEAR IN NUMBER Penawaran Umum / Public Offerings Total Penawaran Umum (Rp Triliun) Total Offerings of Stocks and Bonds (Rp Trillion) Total Penawaran Umum (Jumlah Emiten) Total Public Offerings of Stocks and Bonds (Number of Issuer) Penawaran Perdana Saham (Rp Triliun) Initial Public Offerings of Shares (Rp Trillion) Penawaran Perdana Saham (Jumlah Emiten) Initial Public Offerings of Shares (Number of Issuer) Penerbitan HMETD (Rp Triliun) Right Issue (Rp Trillion) Penerbitan HMETD (Jumlah Emiten) Right Issue (Number of Issuer) Penawaran Umum Obligasi (Jumlah Emiten) Bond Offering (Number of Issuer) Obligasi / Obligasi Konversi / Obl.

83 53.sanksi terhadap Emiten / Sanction on Issuers Jumlah Emiten yang dikenakan denda Number of Issuers Fined for Late Reporting Denda yang Dikenakan terhadap Emiten (Rp Miliar) Fines Imposed on Issuers (Rp Billion) 2007 2008 2009 136 6.31 86. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .54 2 *22 127 0.65 35.96 0 *6 237 1.17 -50.70 Sanksi .237 2007 Jumlah Perusahaan Efek Patungan di BEI Number of Joint Venture Members on IDX Nilai Rata-rata Perdagangan Perusahaan Efek Patungan di BEI (Rp Triliun) Average Annual Trading Value-Joint Venture Members on IDX (Rp Trillion) Persentase dari Total Nilai (Rp Miliar) Perdagangan Tahunan oleh 20 Anggota teraktif di BEI Percentage of Total Annual Trading Value (Rp Billion) by 20 Most Active Members on IDX Persentase dari 20 Anggota Teraktif yang merupakan Perusahaan Lokal di BEI (Rp Miliar) Percentage of 20 Most Active Members of the IDX that were Local Firms (Rp Billion) Nilai Rata-rata Perdagangan Tahunan Perusahaan Lokal yang termasuk 20 Besar di BEI (Rp Triliun) Average Annual Trading Value of Local Members that are in Top Twenty Firms on IDX (Rp Trillion) Nilai Rata-rata Perdagangan Tahunan dari Perusahaan Patungan yang termasuk 20 Perusahaan Teraktif di BEI (Rp Triliun) Average Annual Trading Value of Joint Venture Members on IDX that are in Top Twenty Firms (Rp Trillion) Perubahan Harga Rata-rata / Indeks BEI (%) Average Price Change of IDX Index (%) 2008 2009 23 38.52 22.72 23.73 212 8.98 Penegakan Hukum di Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan/ Enforcement Actions on Capital Market and Financial Institution Sanksi .37 56.20 69.64 36.sanksi terhadap Perusahaan Efek / Sanctions Imposed on Securities Companies Banyaknya Perusahaan Efek yang dikenakan denda Number of Securities Companies Fined Denda yang dibebankan kepada Perusahaan Efek (Rp Miliar) Fines Imposed on Securities Companies (Rp Billion) Izin Usaha Perusahaan Efek yang Dibekukan Sementara Suspension on Securities Company Licences Izin Usaha Perusahaan Efek yang Dicabut Revokation on Securities Company Licences 103 5.11 71.41 288 8.87 18.48 23 39.58 0 7 * Keterangan: Ralat atas data dalam Laporan Tahunan Bapepam-LK Tahun 2008 mengenai jumlah Izin Usaha Perusahaan Efek yang dicabut.55 59.47 52.25 62.10 59.61 18 48.

01 3 8.50 0 - BAPEPAM .238 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number 2007 2008 2009 Sanksi-sanksi terhadap Wakil Perusahaan Efek / Sanction on Securities Companies Representative Izin Wakil Perusahaan Efek yang Dibekukan Sementara Suspension on Securities Company Representative Licences Izin Wakil Perusahaan Efek yang Dicabut Revokation on Securities Company Representative Licences Wakil Perusahaan Efek yang dikenakan denda Securities Company Representative Fined Denda yang dibebankan kepada Wakil Perusahaan Efek (Rp Miliar) Fines imposed on Securities Company Representative (Rp Billion) 1 2 18 5.10 1 - 3 7.90 8 124.80 0 3 10.80 1 9 12.30 9 13 16 45.40 4 0 27 113.70 77 114.90 14 55.00 3 1.08 2 0 0 0 0 4 0 0 Sanksi-sanksi terhadap Biro Administrasi Efek / Sanction on Securities Administration Agencies Jumlah Biro Administrasi Efek yang dikenakan denda Securities Administration Agencies Fined for Late Reporting Denda yang dibebankan pada Biro Administrasi Efek (Rp Juta) Fines Imposed on Securities Administration Agencies (Rp Million) Izin Biro Administrasi Efek yang Dicabut Securities Administration Agency Licences Revoked Bank Kustodian yang dikenakan denda Custodian Bank Fined Denda yang dibebankan pada Bank Kustodian (Rp Juta) Fines Imposed on Custodian Bank (Rp Million) Akuntan yang dikenakan denda Accountant Fined Denda yang dibebankan pada Akuntan (Rp Juta) Fines Imposed on Accountant (Rp Million) Izin Akuntan yang dibekukan sementara Suspension on Accountant License Izin Akuntan yang dicabut Revokation on Accountant License Sanksi-sanksi terhadap Penilai Sanction on Appraiser Denda yang dibebankan pada Penilai (Rp Juta) Fines Imposed on Appraiser (Rp Million) Penilai yang dikenakan Peringatan Tertulis Written Admonition on Appraiser Sanksi-sanksi terhadap Pegawai/Manajemen Emiten Sanction on employee/issuers management Denda yang dibebankan pada Pegawai/Manajemen Emiten (Rp Miliar) Fines Imposed on employee/issuers management (Rp Billion) 4 16.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .70 5 2.

466 4.783 18.5 - 42 45 21 13 6 7 33 46 28 15 6 16 Perijinan.99 93 138 99 157 18.691 1.239 2007 Sanksi-sanksi terhadap Lembaga Keuangan / Sanction on Financial Institutions Denda Atas Keterlambatan Penyampaian Laporan Tahunan Perusahaan Asuaransi dan Reasuransi (Rp Juta) Fines Related to the Late Submission of Insurance and Reinsurance Companies Annual Report (Rp Million) Jumlah Dana Pensiun yang mendapatkan Sanksi atas Keterlambatan Penyampaian Laporan Tahunan Number of Pension Fund sanction on The Late Submission of Annual Report Peringatan Pertama Kepada Perusahaan Pembiayaan First Admonition to Finance Companies Peringatan Kedua Kepada Perusahaan Pembiayaan Second Admonition to Finance Companies Peringatan Ketiga Kepada Perusahaan Pembiayaan Third Admonition to Finance Companies Pencabutan Kegiatan Usaha Perusahaan Pembiayaan Suspension of Finance Companies Business Activities Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan Revokation of Finance Companies business licenses 2008 2009 230 412 1.Dealer (Number) Wakil Penjamin Emisi Efek (Jumlah) Underwriters (Number) Wakil Manajer Investasi (Jumlah) Investment Managers (Number) Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana Investment Fund Selling Agents 2007 2008 2009 169 16.617 1.495 5.97 90 151 108 158 18.721.152 Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Approvals.143 1.47 93 137 93 4.738 16.Dealers Perusahaan Efek sebagai Manajer Investasi Securities Companies Licensed as Investment Managers Wakil Perusahaan Efek / Securities Companies Representatives Wakil Perantara Pedagang Efek (Jumlah) Broker . and Registrations Perusahaan Efek / Securities Companies Perusahaan Efek (Jumlah) Securities Company (Number) Perusahaan Patungan ( % ) Securities Companies that are joint venture ( % ) Perusahaan Efek sebagai Penjamin Emisi Efek Securities Companies Licensed as Underwriters Perusahaan Efek sebagai Perantara Pedagang Efek Securities Companies Licensed as Broker . Persetujuan dan Pendaftaran / Licensing.598 1.641 1.831 21.097 1.

240 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number 2007 Lembaga Penunjang / Supporting Institutions Bank Kustodian (Jumlah) Custodian Bank Approved (Number) Biro Administrasi Efek (Jumlah) Securities Administration Agencies Licensed (Number) Wali Amanat (Jumlah) Trust Agents Registered (Number) Pemeringkat Efek (Jumlah) Rating Agencies (Number) Lembaga Penilai Harga Efek Securities Price Valuation Institution 2008 2009 22 10 13 0 0 22 10 13 3 0 21 10 14 2 1 SRO / Self Regulating Organizations Izin Bursa Efek (Jumlah) Securities Exhanges Licensed (Number) Izin Lembaga Kliring dan Penjaminan (Jumlah) Clearing Guarantee Corporations Licensed (Number) Izin Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (Jumlah) Central Depositories Licensed (Number) Profesi Penunjang / Supporting Professionals Akuntan (Jumlah) Accountant (Number) Penilai (Jumlah) Appraiser (Number) Konsultan Hukum (Jumlah) Legal Consultant (Number) Notaris Notaries 1 1 1 1 1 1 1 1 1 490 102 619 1.5 137.40 198 174.227 Perusahaan Pembiayaan / Finance Companies Jumlah Perusahaan Number of Companies Total Asset (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Kegiatan Pembiayaan (Rp Triliun) Financing Activities (Rp Trillion) Total Pinjaman (Rp Triliun) Total Loan (Rp Trillion) Laba Bersih (Rp Triliun) Net Income (Rp Trillion) 2007 2008 2009 217 127.187 538 110 656 1.40 212 168.056 503 105 643 1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .5 109.4 142.80 BAPEPAM .50 101.70 76.30 107.80 4.9 7.9 6.

84 1.19 11.69 31.53 46 136.03 1.05 4 1.15 22.97 89 38.69 45 102.37 90.28 0.01 22.10 27.47 123.13 23.64 19.81 19.039 2.676 2.37 1.78 60.61 1.58 91.40 50.19 1.802 66 5.95 4 1.10 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .091 74 2350 3230 Asuransi Kerugian / Non Life Insurance Jumlah Perusahaan Konvensional Number of Conventional Companies Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) Reasuransi / Reinsurance Jumlah Perusahaan Number of Companies Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) Asuransi Jiwa / Life Insurance Jumlah Perusahaan Konvensional Number of Conventional Companies Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) 2007 2008 2009 93 28.62 1.54 90 33.30 46 102.17 45.42 17.44 38.98 0.06 8.73 8.50 1.241 Perusahaan Pembiayaan / Finance Companies Modal Ventura / Venture Capital Jumlah Perusahaan Number of Companies Jumlah Pembiayaan /Investasi (Rp Miliar) Total Financing /Investment (Rp Billion) Nilai Aset (Rp Miliar) Asset Value (Rp Billion) 2007 2008 2009 60 4.05 4 2.

242 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number 2007 Asuransi Sosial / Social Insurance Penyelenggara Program Asuransi Sosial & Jamsostek Administer Social Insurance Program and Workers Social Security Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) 2008 2009 2 63.18 13.50 2 87. Armed Forces and Police Penyelenggara Asuransi Untuk PNS dan ABRI Administer Insurance for Civil Servants and Armed Forces & Police Total Kekayaan (Rp Triliun) Total Assets (Rp Trillion) Total Premi Bruto (Rp Triliun) Total Gross Premium (Rp Trillion) Investasi (Rp Triliun) Investment (Rp Trillion) Klaim (Rp Triliun) Claims (Rp Trillion) Penunjang Usaha Asuransi / Supporting Insurance Bussiness Pialang Asuransi Insurance Brokers Pialang Reasuransi Reinsurance Brokers Penilai Kerugian Adjuster Konsultan Aktuaria Actuaries Consultant Agen Asuransi Insurance Agent 3 33.72 Asuransi PNS.51 32.48 13.12 28.30 7.42 8.61 4.51 3 51.34 64.18 2.49 5.27 3 39.02 62.74 41.36 2.90 141 21 26 30 6 140 22 27 29 8 141 22 28 29 13 BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .10 84.67 10.04 1.78 10.56 2 66.59 3. TNI dan Polri / Insurance for Civil Servant.

55 75.61 9.39 87.17 81.5 89.78 9.25 86.90 78.11 Pegawai Bapepam-LK / Bapepam-LK Staffing Total Pegawai Total Staff Pegawai Tingkat Pendidikan D I ke bawah Staff with College Diploma I or Lower Pegawai Tingkat Pendidikan Diploma III Staff with College Diploma III Pegawai Tingkat Pendidikan Perguruan Tinggi / S1 Staff with Undergraduate Degree Pegawai Tingkat Pendidikan Master / S2 Staff with Master Degree Pegawai Tingkat Pendidikan Doktoral / S3 Staff with Doctoral Degree * ) Ket : Total pegawai sebanyak 862 sudah termasuk CPNS Sarjana dan CPNS Diploma I & III STAN Tahun Anggaran 2008 sebanyak 115 orang.3 97.42 11.76 13.243 Dana Pensiun / Pension Fund Jumlah Dana Pensiun Yang Masih Teregistrasi Number of Registered Pension Fund Kekayaan Dana Pensiun (Rp Triliun) Pension Fund»s Asset (Rp Trillion) Kekayaan Dana Pensiun Pemberi Kerja (Rp Triliun) Employer»s Pension Fund»s Asset (Rp Trillion) Kekayaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (Rp Triliun) Financial Institution Pension Fund»s Asset (Rp Trillion) Investasi Dana Pensiun (Rp Triliun) Pension Fund»s Investment (Rp Trillion) Investasi Dana Pensiun Pemberi Kerja (Rp Triliun) Employer Pension Fund»s Investment (Rp Trillion) Investasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (Rp Triliun) Financial Institution Pension»s Investment Fund (Rp Trillion) 2007 2008 2009 288 91.13 276 102.35 79.10 11.2 13.29 281 90.87 84. 2007 2008 2009 *) 862 215 93 337 213 4 771 198 84 296 189 4 775 217 71 281 201 5 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

22 145 626.30 320.965.950.113.244.588.706.665.40 2.453.014.642.50 1.60 169.094.520.247.002.777.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .359.162.799.80 111.025.00 1.900.50 27.428.772.70 20.906.792.725.125.298.865.50 35.00 3.90 17.30 3.856.787.946.508.20 9.50 68.00 41.003.50 26.421.244.30 39.240.064.60 88.80 111.00 805.037.50 1.143.333.845.50 37.740.906.527.50 0 25.479.096.00 8.80 131.836.30 3.244 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Emisi Saham / Initial Public Offerings 1977 .059.651.406.90 14.172.10 1.1 BAPEPAM .20 7.700.00 1.924.40 92.244.207.682.30 45.00 27.144.40 90.662.00 10 29.80 111.20 8.00 27. 162 182 232 249 268 302 305 317 342 374 396 405 417 425 437 461 478 490 Nilai (Rp Juta) Value (Rp Million) Per Tahun Kumulatif Per Year Cumulative 1.087.181.30 65.60 743.00 7.967.20 32.018.481.30 111.456.70 1. 1.995.50 1.70 1.130.70 4.90 20.575.787.300.515.80 4.763.484.194.40 23.804.00 5.701.852.661.993.10 30.2009 Emiten `Issuer Tahun Year 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Per Tahun Per Year 1 0 3 2 3 5 9 1 0 0 0 1 42 65 13 17 20 50 17 19 34 3 12 25 32 22 9 12 8 12 24 17 12 Kumulatif Cumulative 1 1 4 6 9 14 23 24 24 24 24 25 67 132 5.606.947.928.997.219.60 7.10 110.494.30 48.40 16.778.20 23.196.107.226.512.906.166.5 0 0 0 20.70 2.00 73.059.130.244.356.039.787.

00 5.000.00 100.000.000.00 20.000.000.00 80.000.00 40.000.00 50.00 90.00 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative Laporan Tahunan 2009 Annual Report .000.00 15.00 60.245 Jumlah Emiten Saham Number of Stock Issuer 70 60 50 40 300 30 20 10 0 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 200 100 0 600 500 400 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative Nilai Emisi Saham (Rp Miliar) Value of Stock Issuance (Rp Billion) 25.00 10.000.000.00 10.000.00 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 0.000.00 20.00 30.000.000.00 0.00 70.000.

2009 Tahun Year 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Obligasi Efektif Bond Effective Per tahun Per year 7 2 3 1 3 11 24 7 3 21 16 7 9 13 24 1 9 19 6 14 57 39 22 15 45 34 28 Emiten Issuer Per tahun Per year 3 0 0 0 0 6 13 1 1 10 9 3 4 5 15 0 6 15 3 6 36 16 7 3 11 5 5 Kumulatif Cumulative 3 3 3 3 3 9 22 23 24 34 43 46 50 55 70 70 76 91 94 100 136 152 159 162 173 178 183 Nilai Emisi (Rp juta) Value (Rp million) Per tahun Kumulatif Per year Cumulative 154.718.718.115.000.00 91.000.LK Continuous Improvement for a Brighter Future kumulatif/comulative 160 .00 28.433.40 148.00 2.00 7.174.00 2.204.694.00 31.00 535.00 26.905.00 150.271.130.000.00 4.000.00 131.350.00 130.849.00 2.00 224.000.100.00 404.00 2.000.000.00 1.150.718.00 31.824.00 6.185.835.000.00 11.433.00 6.526.00 83.090.875.218.450.093.000.00 5.662.473.00 14.375.205.100.433.787.433.00 11.00 935.00 1.500.005.481.00 1.00 929.283.00 37.740.555.000.00 102.401.00 354.00 619.613.750.000.023.533.718.718.00 8.850.000.190.015.218.856.00 535.246 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Emisi Obligasi / Bond Issuance 1983 .718.000.00 31.00 50.00 154.090.40 Jumlah Emiten Obligasi Number of Bond Issuer 40 35 30 200 180 per tahun/per year 140 120 100 80 60 25 20 15 10 5 0 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 40 20 0 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative BAPEPAM .400.812.218.751.00 63.00 19.00 5.718.080.000.003.849.960.00 23.169.992.00 18.00 400.751.473.641.00 70.640.00 18.40 179.00 134.00 2.841.691.520.00 8.849.000.890.215.00 125.00 3.761.535.

110.301.10 4.000 20.000 20.99 Laporan Tahunan 2009 Annual Report kumulatif (Rp Milyar)/comulative (Rp Billion) per tahun (Rp Milyar)/per year (Rp Billion) .60 5.187.570.70 15.90 42.292.887.054.194.20 527.869.000 25.000 180.434.20 2.233.967.70 177.778.398.70 11.2009 Tahun Year 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 HMETD Efektif Effectives Right Per Tahun Per Year 4 12 8 13 22 30 17 38 36 18 30 19 13 11 11 18 16 17 25 25 15 Emiten Issuer Per Tahun Per Year 4 9 8 10 19 23 10 19 20 10 14 10 7 4 5 9 5 6 12 13 7 Kumulatif Cumulative 4 13 21 31 50 73 83 102 122 132 146 156 163 167 172 181 186 195 204 217 224 Nilai (Rp juta) Value (Rp million) Per tahun Kumulatif Per Year Cumulative 45.30 5.676.50 14.000 0 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 200.342.345.80 6.179.356.50 3.632.818.926.458.70 220.091.804.474.10 209.681.934.20 55.351.70 8.000 120.228.269.60 207.000 80.40 15.481.375.90 4.285.600.20 912.229.331.268.935.000 140.000 15.00 198.40 2.503.096.762.90 340.927.466.000 100.00 11.10 1.491.630.00 30.000 60.710.20 230.499.000.20 572.450.000 10.150.000 0 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative Penerbitan HMETD / Right Issuance 1989 .000 160.247 Jumlah Emisi Obligasi Value of Bond Issued 35.473.274.90 214.40 3.10 331.423.10 26.70 316.176.457.000 5.096.671.200.469.000 30.661.499.723.00 194.981.908.70 129.361.50 9.236.890.248.768.30 17.827.89 45.000 40.177.00 4.182.510.075.00 47.924.151.978.50 260.

000 100.000 200.000 0 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 140.000 250.000 100.000 80.LK Continuous Improvement for a Brighter Future kumulatif (Rp Milyar)/comulative (Rp Billion) per tahun (Rp Milyar)/per year (Rp Billion) kumulatif/comulative per tahun/per year .000 300.000 40.000 150.000 60.000 120.248 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Jumlah Penawaran Umum Terbatas Number of Rights Issuance 40 35 250 200 150 100 50 0 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 30 25 20 15 10 5 0 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative Nilai Penerbitan HMETD Value of Rights Issued 350.000 0 Tahun/Year per tahun/per year kumulatif/comulative BAPEPAM .000 50.000 20.

702.71 21.572.262.102.700.74 60.880.234 15.003.224 352.441 20.32 4.140.523.127 39.991 325.978.589.474.370.000 350.061.063 254.712 299.950.942.916.952.66 7.139.98 36.52 6.613.55 3.967.006.60 53.515.723 125.447.000 0 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Laporan Tahunan 2009 Annual Report .049.482 24.701.037.820 171.000 300.665.000 50.82 29.097.000 200.82 84.24 69.17 4.36 41.660 202.770.232.72 104.60 2.10 5.63 74.000 100.487 51.892.21 60.782.974.065.620.249 Reksa Dana / Investment Funds 1996 .82 5.000 150.680.758.08 92.007.769.26 4.77 46.143.405.090.049.192 NAB (Rp Milyar) NAV (Rp Billion) 2.349.83 69.81 114.2009 Periode Period Jumlah Number Pemegang Saham/Unit Penyertaan Unit Holder 2.63 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 25 77 81 81 94 108 131 186 246 328 403 473 603 671 Nilai Kekayaan Bersih Net Asset Value 140 120 Rp Triliun/ Rp Trillion 100 80 60 40 20 0 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Pemegang Unit Penyertaan Unit Holder 400.020.000 250.976.00 Jumlah Saham/ Unit yang Beredar Number of Outstanding 1.373.992.210.95 8.429 357.745.190.303.73 51.379.795.771.

000 25.000 5.233 4.2009 Tahun Year Wakil Perantara Pedagang Broker .000 30.000 10.080 5 78 127 95 184 292 156 92 136 124 70 44 42 53 52 48 43 39 1.190 1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .Dealer Wakil Penjamin Efek Emisi Underwriters Wakil Efek Manajer Investasi Investment Manager Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana Investment Funds Selling Agents 158 19 120 276 559 1.250 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Izin Wakil Perusahaan Efek/Securities Company Representative Licenses 1992 .944 1.000 0 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year WPPE/B-D WPEE/U WMI/IM WAPERD/IFSA Izin Usaha Perusahaan Efek Securities Company Licenses 250 200 150 100 50 0 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year PPE/B-D PEE/U MI/IM BAPEPAM .000 20.152 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Total 34 64 331 202 161 396 407 334 631 637 190 71 72 165 217 210 475 463 5.233 2.657 21.680 18 6 55 54 116 200 122 80 114 205 113 156 176 129 75 119 47 48 1.476 3.831 Izin Wakil Perusahaan Efek Securities Company Representative Licenses 35.029 2.165 2.

251 Izin Usaha Perusahaan Efek (akumulasi)/Securities Company Licenses (accumulative) 1992 .2009 Tahun Year 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Biro Adm.Dealer 124 121 111 211 205 205 190 189 182 178 159 150 152 151 138 137 Penjamin Emisi Efek (PEE) Underwriters 82 88 100 116 112 112 115 116 116 113 101 89 91 90 93 93 Manajer Investasi (MI) Investment Manager 47 54 62 60 61 66 70 79 92 98 100 104 108 108 99 93 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Lembaga Penunjang Pasar Modal (akumulasi) / Capital Market Supporting Institutions (accumulative) 1990 .2009 Tahun Year Perantara Pedagang Efek (PPE) Broker . Efek Securities Adm. Agencies 8 13 13 13 13 13 13 13 13 11 13 13 12 12 11 11 10 10 10 10 Wali Amanat Trust Agents 13 16 17 15 15 14 13 13 13 13 13 13 13 14 Bank Kustodian Custodian Banks 12 18 21 23 24 25 28 27 20 20 20 20 20 19 19 21 22 22 21 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

056 1.000 2.2009 Tahun Year Akuntan Accountant ^ + 103 136 152 178 208 226 236 236 256 274 291 330 404 427 465 490 503 538 33 16 26 30 18 10 0 20 18 17 39 74 23 38 25 13 35 Notaris Notaries ^ 41 102 119 187 303 440 572 679 729 817 977 1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .227 + 61 17 68 116 137 132 107 50 89 160 83 131 40 Konsultan Legal Consultant ^ + 19 54 58 58 102 173 232 275 338 408 469 511 550 575 589 619 643 656 35 4 44 71 59 43 63 70 61 42 39 25 14 29 24 13 Hukum Penilai Appraiser ^ + 20 36 42 42 47 53 61 69 89 96 102 107 112 113 74 102 105 110 16 6 5 6 8 8 20 7 6 5 5 1 0 28 3 5 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 BAPEPAM .500 1.000 500 0 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Akuntan/Accounting P K. P Notaris/Notaries Penilai/Appraisal Profesi Penunjang Pasar Modal/Capital Market Supporting Profesionals 1992 . Hukum/Law.252 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Lembaga Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institutions 30 25 20 15 10 5 0 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year BAE/SAA WA/TA BK/CB Profesi Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Profesional 3.500 2.187 1.000 1.

253 Perdagangan Saham BEI/IDX Share Trading 1995 .17 99.006.093.055 787.955 4.217 401.14 489.884.587.729.810.357.582.768.944 171.970 178.176.647.691.653.53 304.92 4.920 1.762.030.053 698.53 4.740 366.646.522.154.582.744 562.868.815 234.385.252 311.892.37 403.7 376.013 90.12 1.468.518 967.588 436.046.708 Kapitalisasi Pasar Market Capitalization 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 9 5 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Saham (milyar)/Share (billion) Nilai (trilyun)/Value (trillion) Laporan Tahunan 2009 Annual Report .51 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 10.209.435.541.93 1.170.841.778.838 76.034.76 92.529.351.774.531.78 125.024.474 411.620.437.61 247.225.228 1.465 1.308.879.518.51 975.727.247 29.70 147.617.278.027 6.77 4.444.006.585.30 1.737 722.229 118.282.684.82 120.23 Hari Bursa Trading Day 246 249 246 247 247 239 246 245 242 241 243 242 246 240 241 Rata-rata Perdagangan Trading Average Volume (saham/shares) 43.268.34 1.486.039.708.58 598.453.333.527.378.325 1.81 1.11 492.069.610 603.7 513.777.846.423 1.779 134.264 3.91 518.086.2009 Periode Period Volume (saham) (shares) Nilai (Rp Milyar) Value (Rp Billion) 32.50 75.805.340.895 148.207.99 122.971.805.93 406.050.670.845.935.89 120.064.381.314 Nilai/Value (Rp M/Bn) 131.599.708.527.26 445.

48 339.500 Nilai Kapitalisasi ( Rp Milyar ) Value (Rp Billion) 152.20 1.883.48 470.365.326.626.814.2009 Tahun Year 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Tertinggi High 519.554.490.138.417 Kapitalisasi Pasar Market Capitalization 2.612 170.213 885.254 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Nilai Kapitalisasi Pasar BEI/IDX Market Capitalization 1995 .11 342.204 924.03 424.10 159.36 BAPEPAM .987.63 1.830.83 1.654.787.71 398.554 712.2 512.355.43 401.192.198.125 77.26 2.074.92 259.076.43 1.5000 1.83 372.46 703.805.000 500 0 9 5 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI/Share Price Index on IDX 1995 .488.465.83 554.672.03 676.985.000 1.728.173.32 392.46 215.549.374.314 1.810.39 1.04 1.45 1.53 2.111.91 416.31 404.510.2009 Periode Period 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Saham Tercatat Listed Shares 45.93 175.11 Akhir End 513.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .41 2.96 239.131.249.162.258.988.52 2.240.949.20 1.70 1.186.85 337.929.123.166 846.36 Terendah Low 414.105 829.004.13 Rp Trilyun/Rp Trillion 2.534.53 256.22 551.94 691.026.346 1.123.240.411.399 135.96 679.43 740.534.422.805.73 268.513.794.620.678.52 2.47 379.319 939.108 1.019.96 2.591 656.89 1.77 1.359.658.804.833.252.246.000.17 637.70 1.03 1.35 668.98 451.256.1 716.48 994.171.6 693.306.23 1.504 1.745.78 460.544.375.128.84 637.447.07 801.668.

5 137.000 1.000 2.6 40.2 12.2 1.4 10.7 2.2 11.9 4 4.9 24.255 Index Harga Saham Gabungan BEI Composite Share Price Index of BEI 3.5 32 3 1.6 1.9 92.5 65.1 2002 244 39.4 2 20.4 9.3 10.5000 1.8 9.4 142.2 2 0 67.0 0.3 107.7 8 0.2 1.3 44.7 9.6 1.2 11.1 17.2 2.8 0 62.3 32.5 2.5 102.7 -0.1 49.9 95.1 83.2 109.4 2009 198 174.6 -0.1 7.8 65.7 11.1 41.4 28.5 2006 214 108.500 IHSG/CSP 2.0 14.1 12.8 48.000 500 0 9 5 9 6 9 7 9 8 9 9 0 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Perusahaan Pembiayaan/Financing Companies 2001 .8 26.6 76.4 55 10.7 3 1.5 32.7 36.5 2.1 10 0.5 31.9 1.0 102.5 1.1 60.4 67.2009 (Triliun Rp) Uraian/Description Jumlah Perusahaan (unit)/Number of Companies(unit) Total Aset/Total Assets Kegiatan Pembiayaan/Financing Activities Sewa Guna Usaha/Leasing Anjak Piutang/Factoring Kartu Kredit/Credit Card Pembiayaan Konsumen/Consumer Financing Pinjaman/Loan1) Bank/Banks Lainnya/Others Obligasi/Bonds Modal/Capital Laba (Rugi) Tahun Berjalan/Profit(Loss) 2001 245 37.8 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .9 39.4 3.1 21.4 2008 212 168.5 21.9 2004 237 78.9 3.9 93.7 3 2005 236 96.4 31.1 2007 217 127.8 2003 239 50.8 9.4 6.9 87.9 37.7 3.9 10.1 18.2 50.5 66 61.7 13.0 89.5 46.9 11.9 10.4 18.5 8.6 9.5 4.

2009 7.9 3 3.1 1.2009 250 230 Unit/Units 210 190 170 150 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Jumlah Perusahaan Pembiayaan 2001 -2009 Number of Financing Companies 2001 .LK Continuous Improvement for a Brighter Future .8 1.256 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Jumlah Perusahaan Pembiayaan 2001 -2009 Number of Financing Companies 2001 .8 8 7 6.4 Rp Triliun/Rp Trillion Tahun/Year BAPEPAM .4 6 5 4 3 2 1 0 -1 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 -0.1 3.5 4.2009 160 140 Rp Triliun/Rp Trillion 120 100 80 60 40 20 0 0 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 8 0 9 Tahun/Year Total Pembiayaan/Total Sewa Guna Usaha/Leasing Anjak Piutang/Factoring Kartu Kredit/Credit Card Pembiayaan Konsumen/Consumer Financing Total Laba (Rugi) 2001 -2009 Total Income (Loss) 2001 .

2 25 24.1 21.9 52 43 14.1 18.1 4.1 127.5 32.1 39.2 7 10 0.3 3 0.2 0.8 25.9 39.2009 200 180 160 Rp Trilyun/Rp Trillion 140 120 100 80 60 40 20 0 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Total Penggunaan Dana/Total Deposito/Deposit Lain-lain/Others Pembiayaan/Financing Penyertaan Saham/Stock Laporan Tahunan 2009 Annual Report .7 10.5 13.5 30.9 0.9 55.1 36.7 2004 78.1 18.9 14.2 12.257 Sumber Dana & Penggunaan Dana Perusahaan Pembiayaan/Financing Companies Sources of Fund 2001 .2 53.1 12.6 2006 108.2 11.6 9.7 0.1 7.9 93.8 Sumber Pendanaan 2001 -2009 Sources of Fund 2001 .8 174.7 3 6.4 20.4 3 0.6 6 37.3 21.4 2008 168.4 10.5 96.7 11.7 -0.8 2007 127.3 30 3 0.7 13.6 3.7 50.9 0.1 25.7 168.1 12.6 40.9 32.5 3.2 20.1 13.8 13.4 89.9 10.7 13.8 39.6 14.9 55 29.1 14.4 2009 174.2 2003 50.2 10.2 11.5 137.9 9.1 12.5 67.1 2.2 11.9 18.5 10.9 10.4 14.5 49.2 18.9 4 4.4 142.6 1.2009 (Triliun Rp) Uraian/Description Sumber Pendanaan/Source of Financing Pinjaman Bank/Bank Loan Dalam Negeri/Domestic Luar Negeri/Foreign Lainnya/Others Obligasi/Bonds Modal/Capital 2) Lain-lain/Others Penggunaan Dana/Use of Funds Pembiayaan/Financing Deposito bank/Bank Deposit Penyertaan Saham/Stocks Lain-lain/Others 2001 37.7 6.2 5.4 78.4 2005 96.3 65.9 9.5 108.1 0.1 20.2 2002 39.5 109.7 35.5 8.6 9.3 107.8 18.1 4.7 6.9 24.1 0.

36 Jumlah Dana Pensiun Number of Pension Fund 420 Dana Pensiun/Pension Fund 360 300 240 180 120 60 0 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year BAPEPAM .258 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Penggunaan Dana 2001 -2009 Use of Fund 2001 .21 49.81 65.2009 Tahun Year 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah Dana Pensiun Number of Pension Fund 345 336 321 312 297 288 281 276 Aset (Rp Trilyun) Assets (Rp Trillion) 41.2009 200 180 160 Rp Triliun/Rp Trillion 140 120 100 80 60 40 20 0 -20 01 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Pinjaman/Loan Lain-lain/Others Obligasi/Bondi Total Pendanaan/Total Modal/Capital Dana Pensiun /Pension Fund 2002 .17 90.17 77.35 112.64 58.70 91.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

780.878.0 33.7 44.259 Aset Dana Pensiun Assets of Pension Fund 120 Rp Triliun/Rp Trillion 100 80 60 40 20 0 02 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Kekayaan Industri Asuransi / Asset of Insurance Industry 2003 .2 23.621.8 63. dan Polri Insurance for civil servants.2 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 16.369. security armed forces and police 16.4 102.128.0 38.490.418.8 816. armed forces and police Laporan Tahunan 2009 Annual Report . TNI dan Polri/Insurance for civil servants.180.6 Kekayaan Industri Perasuransian Assets of Insurance Industry 160.8 51.000 40.5 53.606.8 1.034.5 953.000 60.7 Asuransi PNS.826.8 20.221.940.6 34.4 19. TNI.8 32.197.3 71.5 33.2009 Tahun Year Asuransi Kerugian Non Life Insurance Reasuransi Reinsurance Asuransi Jiwa Life Insurance Asuransi Sosial dan Jamsostek Social insurance and workers social 27.0 27.000 0 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Asuransi Kerugian/Non Life Insurance Reasuransi/Reinsurance Asuransi Jiwa/Life Insurance Asuransi Sosial dan Jamsostek/Sosial insurance and workers social security Asuransi PNS.760.546.3 1.172.000 100.246.148.2 66.254.6 22.562.000 80.000 140.304.371.908.777.000 20.2 2.000 Rp Miliar/Rp Billion 120.076.3 1.404.5 1.369.9 39.313.8 21.7 136.598.1 102.7 87.5 51.932.034.8 28.4 40.147.

dan Polri Insurance for civil servants.20 13.90 32.50 Asuransi Jiwa Asuransi PNS.358.039.1 789.181.10 50.10 91.10 23.80 27.102. armed forces and police BAPEPAM .70 Investasi Industri Perasuransian Investment of Insurance Industry 140.000 100.2 1.541.30 45.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .727.60 64.50 511.187.606.000 0 03 04 05 06 07 08 09 Tahun/Year Asuransi Kerugian/Non Life Insurance Reasuransi/Reinsurance Asuransi Jiwa/Life Insurance Asuransi Sosial dan Jamsostek/Sosial insurance and workers social security Asuransi PNS. armed forces and police 14.438.478.000 80.385.5 648.372.00 22.40 84.50 16.90 123.148.80 26.10 17.843. TNI.2009 Tahun Year Asuransi Kerugian Non Life Insurance Reasuransi Reinsurance Asuransi Sosial dan Jamsostek Life Insurance Social insurance and workers social security 26.414.40 1.027.8 978.000 40.061.670.054.503.40 19.355.191.70 19.60 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 10.812.90 41.60 62.80 39.70 28.191.30 36.439.260 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Investasi Industri Asuransi / Investment of Insurance Industry 2003 .50 62.90 14. TNI dan Polri/Insurance for civil servants.000 60.210.4 864.000 Rp Miliar/Rp Billion 120.236.000 20.914.80 90.804.395.10 33.

261 Jumlah Pegawai Bapepam-LK Berdasarkan Pendidikan 2009 Bapepam-LK Employee based on Educational Level Compotition 2009 NO UNIT ORGANISASI SD SLTP SLTA DI PNS 16 0 1 0 0 0 0 0 0 1 4 4 0 TINGKAT PENDIDIKAN D III S1 CPNS PNS CPNS PNS 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 14 2 2 4 4 4 5 5 2 9 7 13 1 2 1 1 1 1 4 0 1 2 1 1 3 61 14 21 7 17 15 18 17 5 22 28 25 4 CPNS 7 8 3 8 4 8 5 6 6 6 11 7 4 S2 PNS 41 11 14 15 10 19 17 12 19 9 18 14 13 JUMLAH S 3 CPNS PNS CPNS 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 12 9 5 11 6 10 9 9 8 8 13 9 6 204 39 49 35 42 51 45 45 31 53 66 67 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 SEKRETARIAT 8 4 58 Secretary BIRO PBH 0 0 12 Regulation and Legal Counsil Bureau BIRO RISTI 0 1 9 Research and Information Technology Bureau BIRO PP 0 0 9 Enforcement Bureau BIRO PI 2 0 9 Investment Management Bureau BIRO TLE 0 0 13 Market Institutions and Transaction Bureau BIRO PKPSJ 0 1 4 Service Sector Corporate Bureau BIRO PKPSR 1 1 9 Real Sector Corporate Bureau BIRO SAK 0 0 4 Accounting Standards and Disclosure Bureau BIRO P2 0 1 11 Financing and Guarantee Bureau BIRO PERASURANSIAN 0 1 8 Insurance Bureau BIRO DANA PENSIUN 0 0 11 Pension Fund Bureau BIRO KEPATUHAN INTERNAL 1 0 1 Internal Compliance Bureau JUMLAH/NUMBER 12 TOTAL SELURUHNYA/TOTAL 9 158 26 10 72 21 254 83 212 1 4 115 747 862 * Ket : Total pegawai sebanyak 862 sudah termasuk CPNS Sarjana dan CPNS Diploma I & III STAN Tahun Anggaran 2008 sebanyak 115 orang. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

I 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 4 % 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 26 JUMLAH 216 48 54 46 48 61 54 54 39 61 79 76 SEKRETARIAT 21 10 Secretary BIRO PBH 7 15 Regulation and Legal Counsil Bureau BIRO RISTI 8 15 Research and Information Technology Bureau BIRO PP 5 11 Enforcement Bureau BIRO PI 7 15 Investment Management Bureau BIRO TLE 9 15 Market Institutions and Transaction Bureau BIRO PKPSJ 8 15 Service Sector Corporate Bureau BIRO PKPSR 7 13 Real Sector Corporate Bureau BIRO SAK 6 15 Accounting Standards and Disclosure Bureau BIRO P2 5 8 Financing and Guarantee Bureau BIRO PERASURANSIAN 8 10 Insurance Bureau BIRO DANA PENSIUN 5 7 Pension Fund Bureau BIRO KEPATUHAN INTERNAL5 19 13 Internal Compliance Bureau JUMLAH Number 101 11.6 31 3.7 152 17.7 491 57.262 Ikhtisar Dalam Angka The Year in Number Jumlah Pegawai Bapepam-LK Berdasarkan Golongan 2009 Bapepam-LK Employee based on Group Level 2009 NO UNIT ORGANISASI Gol. IV 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 % GOLONGAN Gol. BAPEPAM .3 862 * Ket : Total pegawai sebanyak 862 sudah termasuk CPNS Sarjana dan CPNS Diploma I & III STAN Tahun Anggaran 2008 sebanyak 115 orang. III Gol.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . II PNS % CPNS % PNS 119 26 36 23 29 38 31 29 20 37 47 43 50 55 54 67 50 60 62 57 54 51 61 59 57 4 7 8 3 8 4 8 6 6 6 6 11 7 15 3 17 6 17 8 13 11 11 15 10 14 9 1 64 6 5 7 5 4 6 8 5 11 11 19 4 % 30 13 9 15 10 7 11 15 13 18 14 25 2 CPNS 5 1 2 3 2 2 3 3 2 2 2 2 8 % 2 2 4 7 4 3 6 6 5 3 3 3 1 Gol.6 3 0.0 84 9.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report .263 The improvements in industry performance and market achievements noted earlier would not have materialized without the full support of government and market participants in the strategic programs initiated by Bapepam-LK in 2009.

Sesaat setelah membuka perdagangan. together IDX. melakukan dialog dengan para pelaku pasar modal Indonesia. 2009. came and officially opened the first day trading in Indonesia Stock Exchange (IDX). KPEI dan KSEI melaksanakan Konferensi Pers terkait Kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. BAPEPAM . Bapepam-LK. Dalam Konferensi Pers tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. In that Press Conference. Presiden Republik Indonesia. The Press Conference was conducted to provide the public with information of steps taken by Bapepam-LK and the SROs in handling such case. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. 9 Januari January Pada tanggal 9 Januari 2009. Susilo Bambang Yudhoyono. Nurhaida.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Accompanied by Sri Mulyani Indrawati. On January 5. 2009 related to PT Sarijaya Permana Sekuritas case. Presiden didampingi oleh Menteri Keuangan. the President performed a dialogue with Indonesia capital market players. the President of the Republic of Indonesia. Konferensi Pers tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan penjelasan kepada publik mengenai langkah-langkah yang telah diambil oleh Bapepam-LK dan SRO dalam penanganan kasus tersebut. Bapepam-LK bersama BEI. berkenan hadir untuk membuka sekaligus meresmikan perdagangan Efek hari pertama tahun 2009 di BEI. Bapepam-LK was represented by Head of Securities Transaction & Institution Bureau. Nurhaida.264 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 5 Januari January Pada tanggal 5 Januari 2009. KPEI and KSEI held a Press Conference on January 9. Sri Mulyani Indrawati. the Minister of Finance.

Hotel Borobudur Jakarta. Wanabu Kishimoto from SESC Japan acted as the source person. Wanabu Kishimoto. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . was opened by Head of Securities Transaction & Institution Bureau. Nurhaida. organized a workshop under a theme of Inspection and Examination System in The Securities Market on January 12. A. A.265 12 Januari January Bertempat di Ruang Timor. 2009 at Timor Room. In order to improve the competence and quality of its new employees. Fuad Rahmany. which was participated by Bapepam-LK staffs. Hotel Borobudur. Bapepam-LK. Bapepam-LK melaksanakan program induction berupa pembekalan materi tentang pasar modal dan lembaga keuangan non bank. 2006 at Soemitro Djojohadikusumo building 3th floor. in cooperation with JICA. on January 13. Workshop tersebut diresmikan oleh Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. 13 Januari January Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kualitas pegawai baru. Jakarta. Fuad Rahmany. The workshop. Nurhaida. BapepamLK bekerjasama dengan JICA menyelenggarakan workshop dengan tema Inspection and Examination System in The Securities Market yang diikuti oleh para pegawai di lingkungan Bapepam-LK. with Mr. dengan narasumber dari SESC Japan Mr. pada tanggal 12 Januari 2009. pada tanggal 13 Januari 2009 bertempat di Lantai 3 Gedung Soemitro Djojohadikusumo. The Induction Program was officially opened by Chairman of Bapepam-LK. Program Induction tersebut dibuka sekaligus diresmikan oleh Ketua Bapepam-LK. Bapepam-LK conducted an induction Program concerning capital market and non-bank financial institutions.

2009. and financing. Fuad Rahmany. Workshop tersebut dibuka oleh Ketua Bapepam-LK. and Mulabasa Hutabarat.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . The workshop was opened by Chairman of Bapepam-LK. FES 2009 diikuti oleh peserta yang merupakan penyedia jasa keuangan dibidang perbankan. insurance. Head of Pension Fund Bureau. On Jnuary 20. A. 2009. For the second time. BAPEPAM . FES 2009 tersebut diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) dan diresmikan oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Bapepam-LK menyelenggarakan workshop bagi pelaku industri Dana Pensiun tentang Perubahan Peraturan Investasi Dana Pensiun dan Implementasinya. on February 4-8. Susilo Bambang Yudhoyono. The 2009 Festival was convened at Jakarta Convention Center (JCC) and officially opened by the President. Bapepam-LK participated in Sharia Economy Festival that was held by the Central bank (Bank Indonesia). dan narasumber dari Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Biro Dana Pensiun. Fuad Rahmany.266 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 20 Januari January Pada tanggal 20 Januari 2009. 4-8 Februari February Pada tanggal 4-8 Februari 2009. acted as the source person. Mulabasa Hutabarat. especially those having applied sharia principles. untuk kedua kalinya Bapepam-LK berpartisipasi dalam Festifal Ekonomi Syariah (FES) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. asuransi dan pembiayaan khususnya yang telah menerapkan prinsip syariah. A. The participants were financial service providers of banking. Bapepam-LK conducted a workshop for Pension Fund industry players concerning Amendment of Pension Fund Investment Regulation & its implementation.

On February 5. Arif Baharudin dan diikuti oleh 60 peserta dari Bapepam-LK. They came to Bapepam-LK to get explanation about their claims upon Securities Accounts in SPS. 2009.11 February 2009. on February 10 . At Singosari Room. 10-11 Februari February Bertempat di Ruang Singosari. Bapepam-LK received about 50 people of PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) client representatives which came from various cities in Indonesia. Jakarta. Perwakilan tersebut datang ke Bapepam-LK guna meminta penjelasan penanganan klaim Rekening Efek mereka di SPS. Gonthor R Aziz. Those SPS client representatives were received by Gonthor R Aziz. The event. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Bapepam-LK bekerjasama dengan JICA menyelenggarakan workshop ke-2 tentang upaya peningkatan akses UKM kedalam sektor keuangan dengan tema ≈Study Meeting on The Creation of Exercise Market for SMEsΔ. Perwakilan nasabah SPS tersebut diterima oleh Kepala Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masayarakat. Bapepam-LK in cooperation with JICA. Hotel Borobudur. held the 2nd workshop concerning improvement of small-medium-sized enterprises (SME) access to financial sector with a theme of ≈Study Meeting on The Creation of Exercise Market for SMEsΔ. Arif Baharudin. Bapepam-LK menerima sekitar 50 orang perwakilan nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. was opened by Head of Accounting Standards & Disclosure Bureau. pada tanggal 10-11 Februari 2009. Hotel Borobudur Jakarta. Head of International Cooperation and Public Relations Department. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . which was attended by 60 Bapepam-LK participants.267 5 Februari February Pada tanggal 5 Februari 2009.

pada tanggal 28 Februari 2009. Touriq Z & Team. Kudus. Bapepam-LK. M. The seminar was attended by 220 participants coming from various civitas academica of STAIN Kudus. Soemitro Djojohadikusumo building 4th floor. had a visit from Capital Market Study Group of Economics Faculty of Lampung University. dalam kegiatan tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Sub Bagian Pengembangan Kebijakan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. Bapepam-LK mengirimkan narasumber dalam Seminar Pasar Modal Syariah yang diadakan oleh STAIN Kudus. sent source speaker to Sharia Capital market Seminar held by STAIN.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Kegiatan tersebut diikuti oleh 75 mahasiwa/i dan kunjungan tersebut diisi dengan diskusi tentang pasar modal. There were 75 university students joined in the activity to discuss about capital market.268 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 18 Februari February Pada tanggal 18 Februari 2009. Herry Siswanto and Head of Complaints Sub Department. Ali Ridwan. Touriq Z beserta tim. 2009. Seminar tersebut dihadiri oleh 220 peserta yang berasal dari kalangan civitas akademika STAIN Kudus. BAPEPAM .Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. Bapepam-LK. Herry Siswanto dan Kepala Subbagian Pengaduan. M. Bapepam-LK menerima kunjungan Kelompok Studi Pasar Modal . 28 Februari February Bertempat di ruang Multi Media Lt 4 gedung Soemitro Djojohadikusumo. Bapepam-LK was represented by Head of Public Relations Sub Department. Dalam kegiatan tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. Bapepam-LK was represented by Sub Department Head of Sharia Policy Development of Issuer & Public-listed Companies. Ali Ridwan. 2009 at Multi media Room. on February 18. on February 28.

and Head of Securities Transaction & Institution. the Chairman of Bapepam-LK. Fuad Rahmany. 2009 at Soemitro Djojohadikusumo building 3rd floor. Chairman of Bapepam-LK arranged press conferences on March 13 & 19. dan penjelasan atas kasus Bank Century dan Antaboga. 2009. Dalam kedua konferensi pers tersebut. menyampaikan perkembangan penanganan kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. Antaboga Delta Sekuritas. Ketua Bapepam-LK berturut-turut menggelar konferensi pers di Gedung Soemitro Djojohadikusumo lantai 3. about 25 representatives of Bank Century clients came to Bapepam-LK related to misapplication of their funds by unauthorized officer of Bank Century for investment in PT. Antaboga Delta Sekuritas. Fuad Rahmany. A. Sarjito. gave information about progress of PT Sarijaya Permana Sekuritas case handling as well as Bank Century and Antaboga. Nurhaida. In both press conferences. Perwakilan nasabah tersebut diterima langsung oleh Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. Ketua Bapepam-LK. The representatives were directly received by Head of Enforcement Bureau. In coping with various kind of capital market cases. Sarjito bersama kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. sekitar 25 orang perwakilan nasabah Bank Century datang mengadu ke Bapepam-LK terkait dengan penyalahgunaan dana mereka oleh oknum Bank Century dengan kedok investasi di PT. maka pada tanggal 13 dan tanggal 19 Maret 2009. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Nurhaida. A. On March 3. 13 & 19 Maret March Menyikapi maraknya kasus-kasus di pasar modal saat itu.269 3 Maret March Pada tanggal 3 Maret 2009.

Bapepam-LK mengirimkan narasumber dalam seminar dan sosialisasi Pasar Modal Syariah yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Banjarmasin. The seminar was officially opened by the Minister of Finance. This time. Dalam kegiatan tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. Sri Mulyani Indrawati. organized a seminar with a theme of Regional Capital Market Integration. Seminar tersebut dibuka sekaligus diresmikan oleh Menteri Keuangan. On March 24. It was a warming up activity for ADB Annual Meeting activity in Bali on May 2009. On March 24. Bapepam-LK also sent its source persons to capital market lecture in Institut Pertanian Bogor on March 28. BAPEPAM . Bapepam-LK participated as source persons in Sharia Capital Market Seminar & Socialization held by Politeknik Negeri Banjarmasin. Fadilah Kartikasasi and Head of Public Relations Sub Department. In that activity. Fadilah Kartikasasi dan Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. Bapepam-LK was represented by Department Head of Sharia Capital Market Policy Development.270 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 24 Maret March Pada tanggal 24 Maret 2009. 2009. In addition to socialization in Banjarmasin. Herry Siswanto. Dalam kuliah umum tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah. cooperated with ADB. Selain sosialisasi di Banjarmasin. 24 Maret March Pada tanggal 24 Maret 2009. Bapepam-LK was represented by Department Head of Sharia Capital Market Policy Development. Fadilah Kartikasasi and Team. 2009. Bapepam-LK. Fadilah Kartikasasi dan tim.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 2009. BapepamLK juga mengirimkan narasumber dalam kuliah umum pasar modal di Institut Pertanian Bogor pada tanggal 28 Maret 2009. Seminar ini merupakan warming up untuk kegiatan Sidang Tahunan ADB yang diselenggarakan di Bali pada bulan Mei 2009. Herry Siswanto. Ibu Sri Mulyani Indrawati. Bapepam-LK bekerjasama dengan ADB menyelenggarakan seminar dengan tema Regional Capital Market Integration.

and Head of Regulation and Legal Counsel Bureau.271 24 Maret March Pada tanggal 24 Maret 2009. Bapepam-LK melakukan konferensi pers dalam rangka menyampaikan perkembangan penanganan kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. Robinson Simbolon. Malang. arranged a press conference to give information about progress of PT Sarijaya Permana Sekuritas case handling. Bambang Eko BP. and Head of Securities Rating & Trust Agent Department. on April 1. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Kepala Standar Akuntansi II. dan Kepala Subbagian Pemeringkat Efek dan Wali Amanat. The press conference was conducted by Head of Securities Transaction & Institution Bureau. Melati Usman. Head of Accounting Standards II Department. Melati Usman. Robinson Simbolon. Penyuluhan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. Herry Siswanto. Bambang Eko BP. Nurhaida bersama dengan Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum. Bapepam-LK. Bapepam-LK gave information to delegates of Muhammadiyah University. 1 April April Pada tanggal 1 April 2009. Herry Siswanto. Bapepam-LK memberikan penyuluhan pada kunjungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. 2009. Konferensi pers tersebut dilakukan oleh Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. It was performed by Head of Public Relations Sub Department. Nurhaida.

In addition to the general lecture. Ali Ridwan. 24 April April Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Raker tersebut dilaksanakan di Hotel Mason Pine Padalarang dan pimpin langsung oleh ketua Bapepam-LK. pada tanggal 24 April 2009 Bapepam-LK mengirimkan wakil dalam kuliah umum pasar modal di Universitas Muhammadiyah Palembang. Padalarang and directly chaired by Chairman of Bapepam-LK to discuss about 2008 working program evaluation and Bapepam-LK work plan for 2009 budget. On April 3 .272 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 3-5 April April Pada tanggal 3-5 April 2009. Bapepam-LK melaksanakan Rapat Kerja 2009 (Raker 2009) yang dihadiri oleh semua pejabat dilingkungan Bapepam-LK. BAPEPAM . The Meeting was held at Hotel Mason Pine. stock trading simulation was also conducted by Indonesia Stock Exchange in this event. 2009. Dalam Kuliah umum tersebut Bapepam-LK diwakili oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. Ali Ridwan. To support capital market socialization and education. and Head of Complaints Sub Department.5. Bapepam-LK conducted 2009 Work Meeting attended by all functionaries of Bapepam-LK. Herry Siswanto. 2009. Palembang. Selain kuliah umum juga dilaksanakan simulasi perdagangan saham dengan dipandu oleh instruktur dari PT Bursa Efek Indonesia. Herry Siswanto. Bapepam-LK sent its respresentatives to capital market lecture in Muhammadiyah University. Raker tersebut diselenggarakan dalam rangka evaluasi program kerja 2008 dan membahas program kerja Bapepam-LK tahun anggaran 2009. on April 24. dan Kepala Subbagian Pengaduan. The lecture was performed by Head of Public Relations Sub Department.

The signing of the contract was initiated beforehand by a dialog with the Minister of Finance through teleconference. 26 Mei May Sebagai salah satu bentuk penerapan Reformasi Birokrasi di Bapepam-LK. on May 26. Chairman of Bapepam-LK. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . pada tanggal 26 Mei 2009. In this chance. 2009.Depkeu TwoΔ. signed Bapepam-LK Performance Contract .273 2-5 Mei May Bapepam-LK mendapat kehormatan untuk mengisi acara dalam rangkaian kegiatan Sidang Tahunan ADB di Bali pada tanggal 2-5 Mei 2009. Bapepam-LK had the honor to participate in series of ADB Annual Meeting in Bali on May 2-5. As part of Bureaucrasy Reform implementations in Bapepam-LK. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam bentuk Host Country Seminar. Bapepam-LK arranged 2 seminars with topics of ≈International Trends in Financial Sector Supervision and Regulatory RegimesΔ and ≈The Call for Catastrophic InsuranceΔ.Depkeu TwoΔ. The activity was held in form of Host Country Seminar. Dalam kesempatan tersebut Bapepam-LK mengadakan 2 seminar dengan topik ≈International Trends in Financial Sector Supervision and Regulatory RegimesΔ dan ≈The Call for Catasthropic InsuranceΔ. Penandatanganan kontrak kinerja tersebut didahului dengan dialog bersama menteri Keuangan melalui teleconference. together with Echelon II Functionaries. Ketua Bapepam-LK bersama para Pejabat Eselon II menandatangani ≈Kontrak Kinerja Bapepam-LK . 2009.

Jakarta. Bapepam-LK. Arif Machfoed. 2009. pada tanggal 28 Mei 2009. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Penyuluh Bapepam-LK dari Subbagian Hubungan Masyarakat bersama Biro Perasuransian. On the same date. Bapepam-LK bersama BEI menerima kunjungan mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. The visit was to obtain information about sharia capital market delivered by Head of Sharia development of Securities Company Sub Department. BAPEPAM . Ngalim Sawega. Bapepam-LK. Bapepam-LK juga mengadakan kegiatan Capital Market Goes to School di SMA Negeri 2 Bengkulu.274 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 28 Mei May Bertempat di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. 12 Juni June Pada tanggal 12 Juni 2009. in cooperation with ASEAN+3 Asian Bond Markets Initiative (ABMI) organized a workshop with a theme of ≈Improving Financial Literacy and Investor Education Program in IndonesiaΔ. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Sekretaris Badan. Semarang. The activity was performed by Bapepam-LK Education Team and Public Relations Sub Department as well as Insurance Bureau. together with IDX had a visit from university students of IAIN Walisongo. on May 28. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal syariah yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Pengembangan Syariah Perusahaan Efek. Bapepam-LK bekerjasama dengan ASEAN+3 Asian Bond Markets Initiative (ABMI) menyelenggarakan workshop dengan tema ≈Improving Financial Literacy and Investor Education Program in IndonesiaΔ. 2009. Ngalim Sawega. Bapepam-LK also organized Capital Market Goes to School activity at SMA Negeri 2 Bengkulu. Pada tanggal yang sama.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Arif Machfoed. On June 12. The activity was officially opened by the Executive Secretary. Located at Hotel Ritz Carlton Pacific Place .

who was also the Chief of Task Force. 2009. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. It was a Market Education CenterΔ performed by the SROs with the Economics Faculty from University of Indonesia. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Task Force for handling Illegal Acts in Public Fund Raising and Investment Management organized a seminar of Investment Alert attended by more than 250 participants at Balai KartiniJakarta. 24 Juni June Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan masyarakat atas modus penipuan berkedok investasi. Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi menyelenggarakan seminar Waspada Investasi yang dihadiri lebih dari 250 peserta dan bertempat di Balai Kartini-Jakarta.275 17 Juni June ≈Indonesia Capital Market Education CenterΔ yang dilakukan oleh SRO dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tanggal 17 Juni 2009. pada tanggal 24 Juni 2009. on June 24. Sarjito. In order to improve public awareness upon deceiption modus in form of investment. The activity was opened by Head of Enforcement Bureau. Sarjito yang juga merupakan Ketua Satgas.

Jakarta. arranged a Study Meeting on The Creation of Exercise Market for SME»s. The event was held at Hotel Borobudur . BAPEPAM . 2009. Bapepam-LK bekerjasama dengan JICA menyelenggarakan Study Meeting on The Creation of Exercise Market for SME»s. On July 1.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Ketua Bapepam-LK hadir menyampaikan keynotes speech dalam acara Temu Konsultasi Anggota Asosiasi Emiten Indonesia. Bapepam-LK. The event was organized by Indonesia Public-listed Companies Association at Hotel Borobudur-Jakarta. cooperated with JICA.276 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 30 Juni June Pada tanggal 30 Juni 2009. Acara tersebut diselenggarakan oleh AEI dan bertempat di Hotel Borobudur-Jakarta. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Borobudur . 1 Juli July Pada tanggal 1 Juli 2009. On June 30.Jakarta. Chairman of Bapepam-LK attended and gave keynotes speech in Consultancy Meeting of Indonesia Public-listed Companies Association. 2009.

21-22 Juli July Sebagai tindak lanjut dari MoU Bapepam-LK dengan SEO Iran. 2009. Ngalim Sawega. on July 14. Delegasi SEO Iran melakukan kunjungan kerja ke Bapepam-LK. Pekalongan. The visit. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal syariah yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Pengembangan Syariah Perusahaan Efek. Arif Machfoed. was conducted for information exchange. which was also made to IDX. pada tanggal 21-22 Juli 2009. KPEI & KSEI. The visit was to obtain information about sharia capital market which was delivered by Head of Sharia Development of Securities Companies Sub Department. on July 21-22. Delegasi SEO Iran tersebut diterima oleh Sekretaris Badan. Kunjungan kerja dalam rangka pertukaran informasi tersebut juga dilakukan oleh SEO Iran kepada BEI. 2009.277 14 Juli July Pada tanggal 14 Juli 2009. KPEI dan KSEI. SEO Iran delegates was received by the Secretariat. Ngalim Sawega. had a visit from students of Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). To follow up the MoU between Bapepam-LK and SEO Iran. Bapepam-LK. Arif Machfoed. Bapepam-LK menerima kunjungan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan. Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

278 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 22 Juli July Pada tanggal 22 Juli 2009. Hotel Borobudur-Jakarta. had also a visit from magister students of University of Islam Sultan Agung. BAPEPAM .LK Continuous Improvement for a Brighter Future . The workshop was held at Flores room. a Sharing Session with Bapepam-LKΔ. Bapepam-LK menerima kunjungan mahasiswa Program Magister Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang. On July 29. Bapepam-LK organized a workshop about information technology with a theme of ≈IT Strategy Alignment. Bapepam-LK. M. Bapepam-LK menyelenggarakan workshop tentang teknologi informasi dengan tema ≈IT Strategy Alignment. Workshop tersebut dilaksanakan di ruang Flores. 29 Juli July Pada tanggal 29 Juli 2009. on July 22. 2009. Hotel Borobudur-Jakarta. The visit was to obtain information about sharia capital market which was delivered by Head of Sharia Development of Issuer & Public-listed Company Sub Department. Touriq Zabidi. M. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal syariah yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Pengembangan Syariah Emiten dan Perusahaan Publik. 2009. a Sharing Session with Bapepam-LKΔ. Semarang. Touriq Zabidi.

2009. Herry Siswanto. Herry Siswanto. Bapepam-LK. it focussed on the importance of integrity. discipline. had a visit from students of Universitas Negeri Semarang.279 5 Agustus August Sebagai lanjutan dari program pembekalan bagi pegawai baru berupa program induction. Fuad Rahmany. 2009. on August 5. As the continuation of education program for new employees in form of induction program. A. and working spirit as Bapepam-LK employees. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK menyelenggarakan pengarahan kepada seluruh pegawai baru. 5 Agustus August Pada tanggal 5 Agustus 2009. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. Bapepam-LK menerima kunjungan mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Pengarahan kali ini lebih dititik beratkan kepada pentingnya integritas. The visit was to obtain information about capital market which was delivered by Head of Public Relations Sub Department. This time. Pengarahan tersebut dilaksanakan langsung oleh Ketua Bapepam-LK. disiplin dan semangat kerja sebagai pegawai Bapepam-LK. Bapepam-LK provided a briefing to all new employees. pada tanggal 5 Agustus 2009. on August 5. A. The briefing was direvtly conducted by the Chairman of Bapepam-LK. Fuad Rahmany.

The event was opened by the Minister of Finance carrying a theme of ≈Information Transparency as an effort to improve public trust during the crisisΔ BAPEPAM . 2009 up to August 11. The 2009 award presentation was conducted on August 12. Ikatan Akuntan Indonesia menyelenggarakan kegiatan rutin berupa Annual Report Award. 2009. Konferensi Pers tersebut memaparkan kinerja pasar modal Indonesia dan pelaksanaan tugas Bapepam-LK dan SRO sejak tanggal 5 Januari 2009 hingga 11 Agustus 2009.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Kementerian BUMN. pada tanggal 12 Agustus 2009. organized a routine activity of Annual Report Award. the SRO. Bapepam-LK and the SROs arranged a joint Press Conference. Directorate General of Taxation. National Committe of Governance Policy. 2009 at Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt. To celebrate the 32 years of Indonesia capital market reactivation. SRO. Direktorat Jenderal Pajak. and the Indonesian Institute of Accountants. 2009. Penyerahan penghargaan pada tahun 2009 ini dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2009 di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt. 12 Agustus August Bapepam-LK bersama Bank Indonesia. together with Bank Indonesia. Bapepam-LK bersama SRO menyelenggarakan Konferensi Pers Bersama. the Ministry of State-owned Enterprises. Komite Nasional Kebijakan Governance.280 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 12 Agustus August Dalam rangka memperingati 32 Tahun Diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Kegiatan tersebut dibuka oleh Menteri Keuangan dan pada tahun ini bertema ≈Transparansi Informasi Sebagai Upaya Meningkatkan Kepercayaan masyarakat Pada masa KrisisΔ Bapepam-LK. It gave information about Indonesia capital market performance and task completion of Bapepam-LK and the SROs for the period of January 5. on August 12.

dan Gonthor R Aziz sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Kebijakan Internasional. IB Aditya Jayaantara as Senior Advisor in Capital Market Development. had a visit from Forum Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) which was a combined students of STIE Swastamandiri Surakarta. Herry Siswanto dan Kepala Subbagian Pengembangan Syariah Perusahaan Efek. 4 of them were echelon II functionaries in Bapepam-LK. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 18 Agustus August Pada tanggal 18 Agustus 2009. Universitas Muhammadiyah Surakarta. On August 13. the Minister of Finance inaugurated 26 echelon II functionaries in the Ministry of Finance. Bapepam-LK menerima kunjungan Forum Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) yang merupakan gabungan mahasiswa STIE Swastamandiri Surakarta. Pardede as Senior Advisor in Financial Institution Development. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dumoli F. Pardede sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Lembaga keuangan. and Gonthor R Aziz Senior Advisor in Organization Capacity Development & International Policy. 4 orang diantaranya adalah pejabat Eselon II di Bapepam-LK yaitu: Etty Retno Wulandari sebagai Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Bapepam-LK. 2009. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal secara umum dan syariah yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat. on August 18. Menteri Keuangan melantik 26 pejabat Eselon II dilingkungan Kementerian Keuangan. Dumoli F.281 13 Agustus August Pada tanggal 13 Agustus 2009. The visit was to obtain information about general and sharia capital market which was delivered by Head of Sharia Development of Securities Companies Sub Department. Arif Machfoed. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2009. IB Aditya Jayaantara sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Pasar Modal. dan STAIN Surakarta. Arif Machfoed. and STAIN Surakarta. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . namely: Etty Retno Wulandari as Head of Accounting Standards & Disclosure Bureau.

Bapepam-LK menyelenggarakan Roadshow Campus to Campus dalam rangka sosialisasi tentang pasar modal dan lembaga keuangan non bank serta penjajakan minat para alumni perguruan tinggi negeri di Indonesia untuk berkarir di Bapepam-LK.282 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 2 September September Dalam rangka updating informasi kebijakan pengembangan pasar modal kepada para jurnalis.Padang. Bapepam-LK arranged Roadshow Campus to Campus to give information about capital market and non-bank financial institutions. The activity was opened by Head of Real Sector Corporate Finance Bureau. Anis Baridwan. 15-16 September September Bertempat di kampus Universitas Andalas . Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sama di tahun 2008. and to search for the alumnus interests in having their careers in Bapepam-LK. 2009 at Sumitro Djojohadikusumo building.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . Bapepam-LK organized a Capital Market Journalists Workshop on September 2.Padang. 2009. 14th floor. In order to give updated information about capital market development policy to journalists. Anis Baridwan. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil. It was a continuation of last year activity. pada tanggal 15-16 September 2009. Bapepam-LK menyelenggarakan Workshop Wartawan Pasar Modal. BAPEPAM . pada tanggal 2 September 2009 di Gedung Sumitro Djojohadikusumo lantai 14. on September 15-16. At Universitas Andalas .

on September 29. Dalam kegiatan tersebut Bapepam-LK diwakili oleh tim dari Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan serta tim dari Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. 22 Oktober October Pada tanggal 22 Oktober 2009. 2009. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . Bapepam-LK arranged a meeting with the whole employees of Bapepam-LK. 2009. Bapepam-LK sent its delegation as source persons in capital market seminar and socialization held by Economics Faculty of Universitas Negeri Malang. At Sumitro Djojohadikusumo building 3rd floor. Bapepam-LK mengirimkan narasumber dalam seminar dan sosialisasi Pasar Modal yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Bapepam-LK menyelenggarakan pertemuan dengan segenap pegawai Bapepam-LK. The meeting was also attended by Board of Directors of the SROs. Bapepam-LK was represented by a team from Accounting Standards & Disclosure Bureau and a Team from International Relationship & Public Relations Department.283 29 September September Bertempat di lantai 3 Gedung Sumitro Djojohadikusumo. On October 22. Dalam kegitan tersebut juga di dan juga dihadiri oleh direksi SRO. pada tanggal 29 September 2009.

2009. Bapepam-LK menyelenggarakan workshop Dana Pensiun dengan temaΔAmandemen UU Dana Pensiun: Revitalisasi Program Pensiun di IndonesiaΔ. had a visit from students of SMAK 7 Penabur. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan penyuluhan tentang pasar modal yang disampaikan oleh Agung Dinarjito dari Bagian Kerjasama Internasional dan Hubungan Masyarakat. BAPEPAM . Jakarta. Bapepam-LK arranged a Pension Fund Workshop by carrying a theme of ≈Amendment of Pension Fund Regulation: Pension Program Revitalization in IndonesiaΔ. Mulabasa Hutabarat. Bapepam-LK menerima kunjungan siswa-siswi SMAK 7 Penabur Jakarta. Head of Pension Fund Bureau.284 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 27 Oktober October Pada tanggal 27 Oktober 2009. 2009. on October 28. Hotel Borobudur. Bapepam-LK. Kegiatan yang diselenggarakan di ruang Timor Hotel Borobudur-Jakarta tersebut di buka oleh Ketua Bapepam-LK dan hadir sebagai narasumber Kepala Biro Dana Pensiun.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 28 Oktober October Pada tanggal 28 Oktober 2009. Jakarta was opened by the Chairman of Bapepam-LK and attended by Mulabasa Hutabarat. The visit was to obtain information about capital market delivered by Agung Dinarjito of International Relationship & Public Relations Department. The activity which was conducted at Timor room. On October 27.

Padalarang. On November 5.Padalarang.285 5 November November Pada tanggal 5 November 2009. 2009. Raker tersebut mereviu pelaksanaan program kerja tahun 2009 dari masing-masing unit eselon II di Bapepam-LK. The meeting. On November 13-14. which was conducted at Hotel Bukit Indah . Bapepam-LK menyelenggarakan diskusi dengan pelaku pasar modal dan lembaga keuangan. Diskusi dengan pelaku pasar modal dan lembaga keuangan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BapepamLK yang didampingi oleh para Kepala Biro dan Tenaga Pengkaji dilingkungan Bapepam-LK. 13-14 November November Pada tanggal 13-14 Nopember 2009 Bapepam-LK menyelenggarakan Rapat Kerja yang dihadiri oleh seluruh pejabat dilingkungan Bapepam-LK. Raker tersebut dilaksanakan di Hotel Bukit Indah . was to get updated information about the industry development and inputs from market players in accordance with surveillance policy making by Bapepam-LK. Diskusi tersebut bertujuan untuk updating informasi dan perkembangan industri serta mendengarkan pendapat dan usulan pelaku pasar dalam rangka penyusunan kebijakan pengaturan dan pengawasan oleh Bapepam-LK. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . was to review 2009 work plan of each echelon II unit in Bapepam-LK. 2009 Bapepam-LK arranged a Work Meeting attended by all functionaries of Bapepam-LK. The discussion. which was directly chaired by Chairman of Bapepam-LK accompanied by Senior Advisors of Bapepam-LK. Bapepam-LK held a discussion with capital market and financial institutions players.

KPEI. pada tanggal 14 November 2009. Keluarga besar Pasar Modal Indonesia menyelenggarakan kegiatan kekeluargaan (Family Gathering). BAPEPAM . In respect of socialization and education to the public concerning capital market & non-bank financial institutions. Bapepam-LK bersama Satuan Tugas Penanganan Tindakan melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi mengadakan kegiatan Roadshow Mall to Mall dalam bentuk pameran tunggal berupa Pojok Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta pojok Waspada Investasi di Cihampelas Walk (Ciwalk) Bandung. IDX. on November 14. and to have the public get proper information about capital market & financial institutions. pada tanggal 21-22 November 2009. the big family of Indonesia Capital Market arranged a Family Gathering. 21-22 November November Dalam rangka sosialisasi dan edukasi masyarakat mengenai pasar modal dan lembaga keuangan non bank.286 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 14 November November Bertempat di Taman Rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) .Ancol. Kegiatan ini diikuti oleh segenap pegawai beserta keluarganya yang berasal dari Bapepam-LK. 2009 Bapepam-LK. Located at Taman Rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) Ancol. on November 21-22. and Investment Alert Corner at Cihampelas Walk (Ciwalk). KPEI. Bandung.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . KSEI dan pelaku pasar modal Indonesia. The activity was participated by the whole employees of Bapepam-LK. KSEI and Indonesia capital market players as part of the celebrations of the 32 years of Indonesia capital market reactivation. together with the Task Force for Illegal Acts of Public Fund Raising and Investment Management. organized a Roadshow Mall to Mall by holding an exhibition in form of Capital Market & Financial Institution Corner. BEI. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 32 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. The activities were to remind the public of the necessity of being discreet among the illegal investment offering practices. 2009. Kegiatan ini ditujukan untuk mengingatkan masyarakat agar berhati-hati atas maraknya praktik penawaran investasi ilegal serta mensosialisasikan pasar modal dan lembaga keuangan.

Jakarta. together with the market players. Having sucessfully conducted Indonesia Investor Forum and Capital market Expo in 2006 and 2007 as well as 2008 Investor Summit and Capital Market Expo. dan dibuka oleh Menteri Keuangan. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat dan pelaksana dari unit terkait pengawasan dan pemantauan. The event was carrying a theme of ≈2010 Investment Strategy in Indonesia capital marketΔ and opened by the Minister of Finance. Bapepam-LK menyelenggarakan Program Pendidikan dan Pelatihan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pola 100 Jam serta Pola Penyegaran. Investor Summit ini bertema ≈Strategi Investasi di Pasar Modal Indonesia 2010Δ. 2009. Menteri Keuangan berkenan meresmikan Capital Market Expo 2009 dan meninjau beberapa stand pameran peserta expo tersebut. Sri Mulyani Indrawati. the Minister of Finance was officially opened the 2009 Capital Market Expo and visited several booths of expo participants. Bapepam-LK organized 100 hours session of Education and Training Program for Investigator Civil Servants and Refreshment sessions.287 November November & Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi para pejabat dan pelaksana di Bapepam-LK dalam menangani berbagai kasus pelanggaran atau tindak pidana di pasar modal. After giving the opening speech. The program was participated by functionaries and executors of units related to supervision and monitoring. In order to improve the ability and competence of all functionaries as well as executors in Bapepam-LK in handling various violation cases. pada tanggal 2-3 Desember 2009 menyelenggarakan Investor Summit and Capital market Expo 2009 di Ritz Carlton Pacific Place . Bapepam-LK and the SROs. organized 2009 Investor Summit and Capital market Expo at Ritz Carlton Pacific Place . Desember December 2-3 Desember December Setelah sukses dengan penyelenggaraan Indonesia Investor Forum and Capital market Expo pada tahun 2006 dan 2007 serta Investor Summit and Capital Market Expo 2008.Jakarta on December 3. Sri Mulyani Indrawati. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . on November up to December 2009. pada bulan November hingga Desember 2009. Sesaat setelah menyampaikan sambutannya. Bapepam-LK dan SRO bersama pelaku pasar.

on December 30. pada tanggal 30 Desember 2009. SRO dan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank secara keseluruhan selama tahun 2009.288 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 Calendar of Events Year 2009 Kalender Peristiwa Penting Tahun 2009 CALENDAR OF EVENTS YEAR 2009 12 Desember December Pada tanggal 12 Desember 2009 di Hotel Best Western . Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek. On December 12. 2009.Solo. Nurhaida. workshop ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Peringatan 32 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia. Nurhaida. the SROs and capital market & non-bank financial institutions industry during 2009. The workshop also served as the closing activity of the 32 years celebrations of Indonesia capital market reactivation. It was directly chairred by the Chairman of Bapepam-LK to give information about performances of BapepamLK. Bapepam-LK and the SROs organized a journalists workshop with a theme of ≈Coming to Innovative and Erotica Capital MarketΔ. Ngalim Sawega. Ngalim Sawega. 2009 at Hotel Best Western Solo. Dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Ketua Bapepam-LK tersebut disampaikan kinerja dari Bapepam-LK. as Bapepam-LK source person.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . dan hadir sebagai pembicara dari Bapepam-LK. Bapepam-LK bersama SRO melaksanakan Konferensi Pers Akhir Tahun 2009. The activity was opened by the Secretariat. As series of closing activities of the 32 years celebrations of Indonesia capital market reactivation. Bapepam-LK bersama SRO menyelenggarakan workshop wartawan dengan tema ≈Menuju Pasar Modal Yang Inovatif dan EretikaΔ. and attended by Head of Securities Transaction & Institutions Bureau. BAPEPAM . 30 Desember December Sebagai rangkaian dari prosesi kegiatan akhir tahun di pasar modal Indonesia. Bapepam-LK and the SROs arranged a press conference. Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Badan.

After an official closing of securities trading last session in 2009.37. 2009 at the lobby of IDX building. the Minister of Finance recalled all market players to be uneasily satisfied with the 2009 performance and to keep work hard for the sake of Indonesia capital market and economy. pressed the button marking the last session completion of securities trading at IDX.00 WIB tanggal 30 Desember 2009.37. the Minister of Finance.00 PM on December 30. Menteri Keuangan. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup pada angka 2534. Laporan Tahunan 2009 Annual Report . exactly at 04. Sri Mulyani Indrawati. acompanied by Chairman of Bapepam-LK had a dialogue with capital market players on December 30. Dalam kesempatan tersebut. Jakarta Composite Index was closed at 2534. Menteri Keuangan mengingatkan semua pelaku pasar modal Indonesia untuk tidak terlena atas pencapaian prestasi di tahun 2009 ini dan terus berkomitmen untuk bekerja keras memajukan pasar modal Indonesia demi peningkatan perekonomian Indonesia. 2009. tepat pada pukul 16. Sri Mulyani Indrawati. As peak procession of year-end activities. Menteri Keuangan didampingi Ketua Bapepam-LK melakukan dialog dengan pelaku pasar modal Indonesia pada tanggal 30 Desember 2009 di lobby gedung BEI. berkenan menekan tombol tanda selesainya sesi terakhir perdagangan Efek di Bursa Efek Indonesia. In that opportunity.289 30 Desember December Sebagai puncak prosesi kegiatan di akhir tahun. 30 Desember December Setelah resmi menutup sesi terakhir perdagangan Efek tahun 2009. the Minister of Finance.

commitment and efforts to this report : BAPEPAM .We would like to thank the rest of the team for their contributions.LK Continuous Improvement for a Brighter Future .

orange circle design 08164820295 Laporan Tahunan 2009 Annual Report .

id.LK Continuous Improvement for a Brighter Future . 1-4 Jakarta 10710 Tel 62-21 385 8001 Fax 62-21 385 7917 E-mail bapepam@bapepam.id BAPEPAM .id www.go.bapepam. Lapangan Banteng Timur No. www.depkeu.go.bapepamlk.BAPEPAM-LK BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Indonesia Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency Kementerian Keuangan Republik Indonesia Ministry of Finance of the Republic of Indonesia Gedung Sumitro Djojohadikusumo Jl.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful