BENDA TEGAR 1.

Pengertian Benda Tegar
• Benda tegar ialah system partikel yang jarak antar setiap partikel penyusunnya selalu tetap. • Gas dan zat cair bukanlah benda tegar, karena atom atau molekul penyusunnya melakukan gerak translasi, rotasi, dan bahkan bergetar (vibrasi) sehingga jarak antar atom penyusunnya selalu berubah. • Benda padat juga bukun BT, mengingat setiap atom penyusun benda padat itu tidak;ah tetap. Jika suhu benda padat diturunkan hingga 0’ K, maka saat itu atom penyusun benda padat dalam keadaan diam ditempatnya. • Contoh BT berdasar idealisasi adalah benda padat pada suhu kamar, baik berupa Kristal ataupun amorf.

Beberapa jenis tampilan Kristal yaitu kubus sederhana, kubus pusat badan, kubus pusat muka, dan ada juga struktur heksagonal.

2. Pusat Massa Benda Tegar
• • • 1 Dimensi ρ 2 Dimensi ρ 3 Dimensi ρ

3. Momen Kelembaman Benda Tegar
Gerak Translasi Massa Gaya Kecepatan Percepatan Momentum Linear Lambang m Gerak Rotasi Momen Kelembaman Torka Kecepatan sudut Percepatan sudut Momentum sudut Lambang l

• • •
I cincin

vi = ri sin θ = I= L=I

i

MR2 MR2 MR2

I pelat bundar I bola padat

Gaya menyebabkan gerak tranlasi sehingga torka menyebabkan gerak rotasi benda tegar p = Ip α Gerak menggelinding = gerak campuran translasi dan rotasi.I bola tipis MR2 a) Teorema Sumbu Tegak “Momen kelembaman terhadap sumbu normal pelat senilai dengan hasil jumlah momen kelembaman terhadap 2 sumbu saling tegak lurus di pelat itu. Kekekalan tenaga mekanis seperti halnya system yang menderita gaya konservatif saja. Terdapat usaha hilang oleh fgk sehingga tidak berlaku Hk. . dibedakan menjadi 3: a) Gerak menggelinding murni - • Berlaku v = ωR Gaya gesekan yang bekerja hanyalah gesekan statis (fgs = μs N) Gaya gesekan statis berperan memutar roda kembali sehingga tidak ada usaha hilang dan berlakulah Hk. Komponen selip. bias jadi v < ωR (ex: kendaraan bermotor bergerak di jalan menanjak) atau v > ωR (ex: kendaraan bermotor dalam keadaan direm. - b) Gerak menggelinding tak murni Berlaku v ≠ ωR. terjadi di lantai agak licin. Bekerja gaya gesekan statis fgs dan kinetis (fgk = μk N). tanpa selip dan dapat terjadi di lantai kasar. Kekekalan tenaga. Roda yang menggelinding semakin lambat dan akhirnya berhenti. bergerak di jalan menurun yang licin). misalnya gaya bekerja terhadap o maka torka bekerja terhadap P.” Iz = Ix + Iy b) Teorema Sumbu Sejajar Iz = Ipm + MR2 • Titik kerja gaya pada benda tegar berbeda dengan titik kerja torka. - - c) Gerak selip sama sekali - Roda bergerak translasi (v ≠ 0) tetapi tidak berputar (ω = 0). Bekerja fgk sehingga fgs = 0. Roda menggelinding selamanya.

- Usaha hilang oleh fgk sehingga tidak berlaku Hk. - . Tidak ada komponen gerak putar roda. Yang ada hanyalah komponen selip. Kekekalan tenaga. terjadi di lantai yang amat licin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful