Anda di halaman 1dari 6

Hak Asasi Manusia (HAM) mempunyai ruang lingkup yang luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan.

Hal-hal yang menjadi ruang lingkup HAM antara lain : setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan hak miliknya. setiap orang berhak atas pengakuan didepan hukum sebagai manusia pribadi dimana saja ia berada. setiap orang berhak atas rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. setiap orang tidak boleh diganggu yang merupakan hak yang berkaitan dengan kehidupan pribadi didalam tempat kediamannya. setiap orang berhak atas kemerdekaan dan rahasia dalam hubungan komunikasi melalui sarana elektronik tidak boleh diganggu, kecuali atas perintah hakim atau kekuasaan lain yang sah sesuai dengan Undang-undang. setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, penghilangan paksa dan penghilangan nyawa. setiap orang tidak boleh ditangkap, ditek,an disiksa, dikucilkan, diasingkan, atau dibuang secara sewenangwenang. setiap orang berhak hidup dalam tatanan masyarakat dan kenegaraan yang damai, aman dan tenteram. yang menghormati, melindungi dan melaksanakan sepenuhnya hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia sebagaimana di atur dalam Lebih lanjut tentang: Ruang Lingkup HAM (Hak Asasi Manusia) Hak Asasi Manusia (HAM) mempunyai ruang lingkup yang luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan. Hal-hal yang menjadi ruang lingkup HAM antara lain : setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan hak miliknya. setiap orang berhak atas pengakuan didepan hukum sebagai manusia pribadi dimana saja ia berada. setiap orang berhak atas rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. setiap orang tidak boleh diganggu yang merupakan hak yang berkaitan dengan kehidupan pribadi didalam tempat kediamannya. setiap orang berhak atas kemerdekaan dan rahasia dalam hubungan komunikasi melalui sarana elektronik tidak boleh diganggu, kecuali atas perintah hakim atau kekuasaan lain yang sah sesuai dengan Undang-undang. setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, penghilangan paksa dan penghilangan nyawa. setiap orang tidak boleh ditangkap, ditek,an disiksa, dikucilkan, diasingkan, atau dibuang secara sewenangwenang. setiap orang berhak hidup dalam tatanan masyarakat dan kenegaraan yang damai, aman dan tenteram. yang menghormati, melindungi dan melaksanakan sepenuhnya hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia sebagaimana di atur dalam Undang-undang. 1. PELANGGARAN HAM OLEH TNI

umumnya terjadi pada masa pemerintahan Presiden Suharto, dimana (dikemudian hari berubah menjadi TNI dan Polri) menjadi alat untuk menopang kekuasaan. Pelanggaran HAM oleh TNI mencapai puncaknya pada akhir masa pemerintahan Orde Baru, dimana perlawanan rakyat semakin keras.

2. KASUS PELANGGARAN HAM YANG TERJADI DI MALUKU

Konflik dan kekerasan yang terjadi di Kepulauan Maluku sekarang telah berusia 2 tahun 5 bulan; untuk Maluku Utara 80% relatif aman, Maluku Tenggara 100% aman dan relatif stabil, sementara di kawasan Maluku Tengah (Pulau Ambon, Saparua, Haruku, Seram dan Buru) sampai saat ini masih belum aman dan khusus untuk Kota Ambon sangat sulit diprediksikan, beberapa waktu yang lalu sempat tenang tetapi sekitar 1 bulan yang lalu sampai sekarang telah terjadi aksi kekerasan lagi dengan modus yang baru ala ninja/penyusup yang melakukan operasinya di daerah daerah perbatasan kawasan Islam dan Kristen (ada indikasi tentara dan masyarakat biasa). Penyusup masuk ke wilayah perbatasan dan melakukan pembunuhan serta pembakaran rumah. Saat ini masyarakat telah membuat sistem pengamanan swadaya untuk wilayah pemukimannya dengan membuat barikade-barikade dan membuat aturan orang dapat masuk/keluar dibatasi sampai jam 20.00, suasana kota sampai saat ini masih tegang, juga masih terdengar suara tembakan atau bom di sekitar kota.Akibat konflik/kekerasan ini tercatat 8000 orang tewas, sekitar 4000 orang luka luka, ribuan rumah, perkantoran dan pasar dibakar, ratusan sekolah hancur serta terdapat 692.000 jiwa sebagai korban konflik yang sekarang telah menjadi pengungsi di dalam/luar Maluku.Masyarakat kini semakin tidak percaya dengan dengan upaya upaya penyelesaian konflik yang dilakukan karena ketidakseriusan dan tidak konsistennya pemerintah dalam upaya penyelesaian konflik, ada ketakutan di masyarakat akan diberlakukannya Daerah Operasi Militer di Ambon dan juga ada pemahaman bahwa umat Islam dan Kristen akan saling menyerang bila Darurat Sipil dicabut.Banyak orang sudah putus asa, bingung dan trauma terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di Ambon ditambah dengan ketidak-jelasan proses penyelesaian konflik serta ketegangan yang terjadi saat ini.Komunikasi sosial masyarakat tidak jalan dengan baik, sehingga perasaan saling curiga antar kawasan terus ada dan selalu bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga yang menginginkan konmflik jalan terus. Perkembangan situasi dan kondisis yang terakhir tidak ada pihak yang menjelaskan kepada masyarakat tentang apa yang terjadi sehingga masyrakat mencari jawaban sendiri dan membuat antisipasi sendiri.Wilayah pemukiman di Kota Ambon sudah terbagi 2 (Islam dan Kristen), masyarakat dalam melakukan aktifitasnya selalu dilakukan dilakukan dalam kawasannya hal ini terlihat pada aktifitas ekonomi seperti pasar sekarang dikenal dengan sebutan pasar kaget yaitu pasar yang muncul mendadak di suatu daerah yang dulunya bukan pasar hal ini sangat dipengaruhi oleh kebutuhan riil masyarakat; transportasi menggunakan jalur laut tetapi sekarang sering terjadi penembakan yang mengakibatkan korban luka dan tewas; serta jalur jalur distribusi barang ini biasa dilakukan diperbatasan antara supir Islam dan Kristen tetapi sejak 1 bulan lalu sekarang tidak lagi juga sekarang sudah ada penguasa penguasa ekonomi baru pasca konflik.Pendidikan sangat sulit didapat oleh anak anak korban langsung/tidak langsung dari konflik karena banyak diantara mereka sudah sulit untuk mengakses sekolah, masih dalam keadaan trauma, program Pendidikan Alternatif Maluku sangat tidak membantu proses perbaikan mental anak malah menimbulkan masalah baru di tingkat anak (beban belajar bertambah) selain itu masyarakat membuat penilaian negatif terhadap aktifitas NGO (PAM dilakukan oleh NGO).Masyarakat Maluku sangat sulit mengakses pelayanan kesehatan, dokter dan obat obatan tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dan harus diperoleh dengan harga yang mahal; puskesmas yang ada banyak yang tidak berfungsi.Belum ada media informasi yang dianggap independent oleh

kedua pihak, yang diberitakan oleh media cetak masih dominan berita untuk kepentingan kawasannya (sesuai lokasi media), ada media yang selama ini melakukan banyak provokasi tidak pernah ditindak oleh Penguasa Darurat Sipil Daerah (radio yang selama ini digunakan oleh Laskar Jihad (radio SPMM/Suara Pembaruan Muslim Maluku). 4. PELANGGARAN HAM OLEH MANTAN GUBERNUR TIM-TIM

Abilio Jose Osorio Soares, mantan Gubernur Timtim, yang diadili oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) ad hoc di Jakarta atas dakwaan pelanggaran HAM berat di Timtim dan dijatuhi vonis 3 tahun penjara. Sebuah keputusan majelis hakim yang bukan saja meragukan tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar apakah vonis hakim tersebut benarbenar berdasarkan rasa keadilan atau hanya sebuah pengadilan untuk mengamankan suatu keputusan politik yang dibuat Pemerintah Indonesia waktu itu dengan mencari kambing hitam atau tumbal politik. Beberapa hal yang dapat disimak dari keputusan pengadilan tersebut adalah sebagai berikut ini.Pertama, vonis hakim terhadap terdakwa Abilio sangat meragukan karena dalam Undang-Undang (UU) No 26/2000 tentang Pengadilan HAM Pasal 37 (untuk dakwaan primer) disebutkan bahwa pelaku pelanggaran berat HAM hukuman minimalnya adalah 10 tahun sedangkan menurut pasal 40 (dakwaan subsider) hukuman minimalnya juga 10 tahun, sama dengan tuntutan jaksa. Padahal Majelis Hakim yang diketuai Marni Emmy Mustafa menjatuhkan vonis 3 tahun penjara dengan denda Rp 5.000 kepada terdakwa Abilio Soares. Bagi orang yang awam dalam bidang hukum, dapat diartikan bahwa hakim ragu-ragu dalam mengeluarkan keputusannya. Sebab alternatifnya adalah apabila terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat hukumannya minimal 10 tahun dan apabila terdakwa tidak terbukti bersalah ia dibebaskan dari segala tuduhan. Kedua, publik dapat merasakan suatu perlakuan diskriminatif dengan keputusan terhadap terdakwa Abilio tersebut karena terdakwa lain dalam kasus pelanggaran HAM berat Timtim dari anggota TNI dan Polri divonis bebas oleh hakim. Komentar atas itu justru datang dari Jose Ramos Horta, yang mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kemungkinan hanya rakyat Timor Timur yang akan dihukum di Indonesia yang mendukung berbagai aksi kekerasan selama jajak pendapat tahun 1999 dan yang mengakibatkan sekitar 1.000 tewas. Horta mengatakan, Bagi saya bukan fair atau tidaknya keputusan tersebut. Saya hanya khawatir rakyat Timor Timur yang akan membayar semua dosa yang dilakukan oleh orang Indonesia B. KEHIDUPAN YANG DEMOKRATIS DALAM BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA Sepanjang masa kemerdekaannya, bangsa Indonesiatelah mencoba menerapkan bermacam-macam demokrasi. Hingga tahun 1959, dijalankan suatu praktik demokrasi yang cenderung pada sistem Demokrasi Liberal, sebagaimana berlaku di negara-negara Barat yang bersifat individualistik. Pada tahun 1959-1966 diterapkan Demokrasi Terpimpin, yang dalam praktiknya cenderung otoriter. Mulai tahun 1966 hingga berakhirnya masa Orde Baru pada tahun 1998 diterapkan Demokrasi Pancasila. Model ini pun tidak mendorong tumbuhnya partisipasi rakyat. Berbagai macam demokrasi yang diterapkan di Indonesia itu

pada umumnya belum sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi, karena tidak tersedianya ruang yang cukup untuk mengekspresikan kebebasan warga negara. Berdasar pengalaman sejarah, tidak sedikit penguasa yang cenderung bertindak otoriter, diktaktor, membatasi partisipasi rakyat dan lain-lain. Mengapa demikian? Ya, sebab penguasa itu sering merasa terganggu kekusaannya akibat partisipasi rakyat terhadap pemerintahan. Partisipasiitu dapat berupa usul, saran, kritik, protes, unjuk rasa atau penggunaan kebebasan menyatakan pendapat lainnya. Sesudah bergulirnya reformasi pada tahun 1998, kebebasan berbicara dan menyatakan pendapat, kebebasan memilih, kebebasan berpolitik dan lain-lain semakin Apakah Islam dan demokrasi itu sejalan? Jawaban (Sheikh Ahmad Kutty): Jika pertanyaan yang anda maksud apakah umat Islam dapat memutuskan dan menjalankan urusan pemerintahan mereka melalui pembicaraan dan bermusyawarah diantara sesama mereka maka jawabannya adalah iya; namun jika dengan kewenangan tersebut mereka mensyahkan perkara yang sudah menjadi ketetapan Allah dan Rasul-Nya maka hal itu tidak diperbolehkan dalam Islam. Jika halnya kewenangan itu memperbolehkan homoseksualitas, perzinahan, melakukan peperangan yang kejam, diskriminasi berdasarkan ras atau etnis ataupun bahasa dan melegalkan minuman keras serta yang lainnya maka hal seperti itu dilarang dalam Islam. Manusia tidak memiliki kewenangan untuk mengambilalih sesuatu urusan yang telah diatur oleh Allah. Namun manusia diberikan kewenangan untuk membuat keputusan dalam semua hal yang bukan merupakan aturan yang sudah diatur oleh Allah melalui pembicaraan dan musyawarah diantara mereka. Bidang kewenangan seperti ini dalam Islam , banyak dan luas sekali jika dibandingkan dengan kategori pertama dimana mereka tidak diberikan kebebasan yang boleh dibilang jumlahnya terbatas . Bidang dalam kehidupan yang manusia diberikan kewenangan menyangkut kehidupan umum dan hubungan sosial cukup luas, untuk itu praktek menerapkan demokrasi diperbolehkan selama mereka memerintah dengan mengikuti aturan Al-Qur'an untuk menegakkan Kebenaran, Keadilan, Kejujuran dan Keibaan yang terbaik buat manusia. Manusia tidak hanya diperbolehkan memperoleh ini melalui proses demokratis seperti pembicaraan dan musyawarah namun mereka diberikan kewenangan oleh Allah didalam Al-Qur'an: "----dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (Qur'an: 3: 159)." "sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka" (Qur'an: 42: 38). Nabi Muhammad SAW lebih jauh lagi memperingatkan para pemimpin yang mengkhianati amanah rakyatnya dengan pembalasan dari Tuhannya yang mengerikan. Dan Al-Qur'an memberikan perintah kepada manusia untuk menegakkan keadilan, bersikap lembut dan berjuang melawan ketidakadilan, kekejaman dan penyerangan: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (Qur'an: 16: 90). "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qur'an: 5: 8). Dapat disimpulkan bahwa: Jika ada yang bilang bahwa Islam mendukung monarki, diktator, aturan yang

lalim dan bertentangan dengan demokrasi, maka mereka sesungguhnya telah menentang ajaran AlQur'an baik dalam tulisan maupun jiwanya.

Sumber: Islam.ca Pluralistik dan Toleransi

Oleh Alfa RS. Interpretasi pada wacana keislaman seringkali mengalami stagnasi (kemacetan) baik yang berkaitan dengan individu, kelompok, negara, atau hubungan antar agama dan bangsa. Pada tataran selanjutnya, Islam menempatkan posisi pada tiap wacana kehidupan sesuai konteks yang ada. Islam, secara makna asli adalah kepasrahan total kepada Yang Esa. Penganut Islam disebut muslim, yakni orang yang pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pemaknaan ini sesungguhnya juga tidak berbeda dengan definisi yang kemudian dirumuskan para ahli Islam, bahwa Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Dalam keyakinan kaum muslimin, Muhammad ibn Abdullah adalah utusan Tuhan yang terakhir. Kehadirannya diperlukan untuk menegaskan kembali dan menjaga prinsip kepasrahan kepada Tuhan yang juga menjadi prinsip agama yang dibawa para utusan Tuhan sebelumnya, karena dalam perjalanannya terjadi dan mengalami penyimpanganpenyimpangan oleh manusia. Secara gamblang dan mendasar, konsep pluralisme dalam Islam tertata rapi dalam al Quran. Semisal QS. alHujurat:13, al-Isra:70, ar-Rum:22 dan al-Anbiya`:107. Ayat-ayat tersebut menjelaskan tentang relasi antar manusia dan pembangunan dunia tanpa ada garis pengkotakan yang melintang. Dengan ini jelas bahwa agama mengajak manusia untuk menggunakan akalnya dalam memajukan tatanan masyarakat seraya memikirkan anugerah yang telah diberikan. Agama selalu hadir untuk menciptakan perdamaian, keadilan, keselamatan dan kerahmatan bagi seluruh manusia dan alam semesta. Perbedaan bukanlah penghalang dalam menyatukan masyarakat majemuk. Dengan kebhinekaannya, Indonesia menjadikan dirinya sebagai Negara yang kaya akan keragaman budaya, kepercayaan, ras, suku dan entitas lainnya. Dengan pemahaman agama serta kedudukan yang lebih, para dai Islam terdahulu membaca dengan baik multikultural Indonesia dan mereka masuk secara halus dalam tatanan masyarakat. Pemikiran yang ditawarkan mereka menunjukkan arti yang antara lain bahwa multikulturalisme di sini merupakan suatu paham dan pendekatan yang menawarkan perspektif kebudayaan dan agama dalam memahami perbedaan-perbedaan yang ada selama ini. Selain itu, multikulturalisme itu bukanlah cara pandang yang menyamakan kebenaran agama-agama, melainkan justru mendorong pihak-pihak yang berbeda untuk saling menghormati perbedaan dan kebhinekaan bukan karena pengakuan terhadap kebenaran agama dan keyakinan mereka, tetapi karena masing-masing harus menghormati nilai dan tradisi pihak lain dalam kehidupan sosial, politik, dan keagamaan. Pada satu sisi, pandangan ini justru berbalik mengajukan berbagai polemik berkepanjangan yang ketika positifisme pandangan terhadap kemajemukan dan visi kerahmatan universal Islam tergerus. Dalam konteks sosial, Islam sesungguhnya hanya berbicara mengenai ketentuan-ketentuan dasar atau pilar-pilarnya saja, yang penerjemahan operasionalnya secara detail dan konprehensif tergantung pada kesepakatan dan pemahaman masing-masing komunitas, yang tentu memiliki keunikan berdasarkan keberagaman lokalitas nilai dan sejarah yang dimiliki. Wujud (entitas) Islam sebagai rahmatan lilalamin mengakui eksistensi pluralitas, karena Islam memandang pluralitas sebagai sunnatullah, yaitu fungsi pengujian Allah pada manusia, fakta sosial, dan rekayasa sosial kemajuan umat manusia. Islam rahmatan lilalamin, tanpa melalui ketiga dimensi ukhuwah; Ukhuwah Islamiyyah, Ukhuwah Wathanyyiah, dan Ukhuwah Basyariyyah, tidak akan tercapai. Ketika ketiga dimensi ukhuwah tersebut diimplementasikan secara

berimbang menurut porsinya masing-masing. Satu dengan lainnya tidak boleh dipertentangkan, maka rahmatam lilalamin akan terealisasi. Sebagaimana Rasulullah Saw. selalu menggunakan pendekatan dialog secara konsisten sehingga misi kerahmatan lintas suku, budaya, dan agama dapat dicapai dengan baik. Pendekatan dialog memang sangat potensial dalam membangun hubungan antar sesama sehingga tercipta sikap kebersamaan dalam keragamanan. Hal ini juga merupakan cerminan dari kesadaran bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Persoalannya kemudian adalah proses interaksi yang berjalan dalam masyarakat apakah sesuai dengan visi Islam? Pengkotakan dalam masyarakat Islam Indonesia seperti, santri, priyayi, dan abangan apakah masih berlaku sehingga terjadi penindasan diantaranya? Jika permaslahan ini kita ajukan dalam visi rahmatan lilalamain yang memuat inklusifitas Islam itu sendiri, maka dengannya akan terjawab. Kemudian dalam rangka menumbuhkan persaudaraan yang terbingkai dalam kemajemukan yang akomodatif dan inklusif adalah keniscayaan bagi setiap individu untuk mengikat persaudaraan abadi. Unsur pengikat dalam upaya menumbuhkan persaudaraan abadi adalah keimanan kepada Allah Swt. dan rasul-Nya, Muhammad Saw. Tiga konsep ukhuwah yang harus diintegralkan dalam jiwa seorang muslim penawaran KH. Ahmad Shiddiq yang fundamental, harus diwujudkan secara berimbang menurut porsinya masing-masing. Satu dengan yang lainnya tidak boleh dipertentangkan, sebab hanya melalui tiga dimensi ukhuwah inilah rahmatan lilalamin akan terealisasi. Selanjutnya, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dibutuhkan sikap toleransi yang tinggi dan kebersamaan dalam mempertahankan kerukunan dan keutuhan bangsa. Dalam hal ini, diperlukan sikap terbuka dalam kehidupan sehari-hari seperti kesediaan hidup bersama dengan orang-orang yang memiliki perbedaan. Sikap inilah yang patut dikembangkan dalam kemajemukan, terutama bagi masyarakat pluralistik seperti Indonesia, karena di dalamnya terdapat nilai sosial. Diakui atau tidak, bahwa upaya menumbuhkan ukhuwah tidak semulus yang ingin dicapai. Di sini perlu telaah lebih mendalam mengenai faktor-faktor penghambat terciptanya kehidupan majemuk yang kondusif. Hal ini bisa teratasi, secara umum, dengan menghilangkan rasa fanatisme buta dan rasa bangga diri yang berlebihan. Faktor sektarian ini kadang sampai pada penilaian benar-salah yang mengakibatkan ketegangan atau kesenjangan. Selanjutnya sikap yang perlu diimplementasikan ke dalam, demi terealisasinya ukhuwah yaitu, pengembangan sikap tawassuth atau garis tengah (cara membawakan atau menampilkan agama yang kontekstual) dan itidal (menyampaikan kebenaran kognitif). Yang mana setelah keduanya diterapkan dalam jiwa, maka selanjutnya melahirkan langkah lanjutan yaitu tasamuh (toleran), tawazun (berimbang), dan tasyawur (musyawarah/ dialog). Penggabungan tawassuth dan itidal dapat didefinisikan sebagai pengertian terhadap Islam yang tepat dan benar, kemudian dibawakan secara metodologi yang benar pula. Kalau digabungkan melahirkan kebenaran agama yang dibawakan secara benar pula. Tasamuh, pengertiannya adalah keseimbangan antara prinsip dan penghargaan kepada prinsip orang lain. Tasamuh lahir karena orang mempunyai prinsip, tetapi menghormati orang lain. Mempunyai prinsip, tetapi tanpa menghormati prinsip orang lain akan mengakibatkan sikap itizal (eksklusif), mengaku dirinya yang paling benar. Maka bila seseorang sudah melakukan tasamuh, akan berlanjut dengan melakukan tawazun (keseimbangan-keseimbangan). Dan jika sudah melakukan tasamuh dan tawazun orang akan terdorong untuk melakukan tasyawur, yaitu melakukan dialog dalam setiap penyelesaian persoalan. Semoga pesan akhir kehidupan terpatri dalam kebersamaan yang abadi yaitu perdamaian. Wallahu Alam