Anda di halaman 1dari 27

BAB IV TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

A. Tinjauan Kasus 1. Data Dasar Tanggal masuk Tempat No. Register : 26 April 2011 : Poliklinik RSUD Banyudono : 035684

a. Pengumpulan Data Dasar Secara Lengkap Tanggal 26 April 2011/11.30 WIB 1) Data Subyektif a) Identitas pasien Nama pasien : Ny.M Umur : 22 tahun Nama suami : Tn. A Umur suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan : 23 tahun : Jawa/Indonesia : Islam : SMA : Swasta

Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMP : Swasta penjahit.

38

39

Alamat rumah : Sudimoro, Teras, Boyolali b) Keluhan utama pada waktu masuk Ibu datang rujukan bidan W, G1P0A0 dengan hipertensi. Ibu mengatakan pusing.

c) Data kebidanan (1) Riwayat menstruasi Menarche Lamanya Siklus Banyaknya Jenis dan warna :13 tahun : 7 hari : 28 hari : 2-3 kali ganti pembalut/hari : cair kadang ada bekuan, warna merah kecoklatan. Keluhan (2) Status perkawinan Kawin / tidak kawin Usia kawin pertama Lama perkawinan : kawin : 21 tahun : 1 tahun : tidak ada

40

(3) Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu Ibu mengatakan ini adalah kehamilan pertamanya. (4) Riwayat kehamilan sekarang HPHT HPL Keluhan : 5 Agustus 2010 : 12 Mei 2011 : ibu mengatakan beberapa minggu terakhir sering pusing. ANC TT : di bidan 8 x teratur : 1. 6 November 2010 2. 13 Desember 2010 Penyuluhan yang pernah didapat : ibu mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang kehamilan (5) Riwayat Keluarga Berencana Ibu mengatakan belum pernah menjadi akseptor KB. d) Data Kesehatan (1) Data kesehatan sekarang Ibu mengatakan beberapa minggu terakhir mengalami tekanan darah tinggi. Ibu mengeluh sering pusing. (2) Riwayat kesehatan yang lalu

41

Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit yang kronis seperti jantung, hipertensi, dan juga belum pernah dirawat di RS. (3) Riwayat kesehatan keluarga Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular atau menurun seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung, asma, TBC, hepatitis. (4) Riwayat penyakit keturunan Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada anak kembar atau keturunan kembar. e) Data Kebiasaan Sehari-hari (1) Nutrisi Ibu mengatakan nafsu makannya baik, ibu makan 3 kali sehari, porsi makan cukup, terdiri dari nasi, sayur, lauk-pauk, dan kadang mengkonsumsi buah. Ibu minum sehari 5-6 gelas air putih, kadangkadang ditambah susu. Ibu mengatakan tidak ada makanan pantang dan tidak ada alergi terhadap makanan. (2) Eliminasi Ibu mengatakan BAK 8-9 kali sehari, warna kekuningan, jernih, berbau khas urin, tidak ada keluhan. Ibu BAB 1 kali sehari dengan konsistensi lembek, warna kekuningan, tidak ada keluhan. (3) Istirahat

42

Ibu mengatakan tidur malam 7 jam dan kadang bisa tidur siang 1 jam. (4) Personal Hygiene Ibu mengatakan mandi dan gosok gigi 2 kali sehari, keramas 3 kali seminggu, ganti pakaian dan pakaian dalam 2 kali sehari. (5) Pola seksual Ibu mengatakan sejak kehamilan 7 bulan sudah tidak pernah melakukan hubungan seksual dan suami memahaminya. f) Data Psikososial dan Agama Ibu mengatakan keluarga sangat senang atas kehamilan ini, ibu juga aktif mengikuti kegiatan kampung seperti pengajian, arisan, dan PKK. Ibu mengatakan menjalankan sholat 5 waktu. Ibu juga tidak terlalu berharap untuk menginginkan jenis kelamin tertentu. 2) Data Obyektif a) Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Vital sign : Baik : Composmentis : Tekanan darah Nadi Suhu : 160/100 mmHg : 84 kali/menit : 36,2 0C

43

Respirasi Tinggi badan BB sekarang BB sebelum hamil Lingkar lengan atas b) Pemeriksaan Fisik (1) Kepala Rambut : 162 cm : 73 kg : 52 kg : 20 cm

: 22 kali/menit

: hitam, tidak rontok, tidak mudah dicabut, kulit kepala bersih.

Muka Mata

: tidak ada edema, tidak ada cloasma gravidarum. : konjungtiva merah muda (tidak anemis), sklera putih (tidak ikterik).

Hidung

: bentuk simetris, bersih, tidak polip.

Mulut/gigi : bibir tidak kering, tidak pecah-pecah, lidah bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada caries dentis, gusi tidak berdarah. Telinga (2) Leher Tyroid Kelenjar getah bening : tidak ada pembesaran. : tidak ada pembesaran. : simetris, tidak ada serumen.

44

(3) Dada Mammae : simetris, tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada pembengkakan, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, areola mammae menghitam, puting susu

menonjol, terdapat pengeluaran kolostrum. Axilla (4) Abdomen (a) Inspeksi Terdapat striae gravidarum dan linea nigra, tidak ada luka bekas operasi, pembesaran sesuai umur kehamilan. (b) Palpasi Leopold I : TFU 2 jari dibawah prosessus xyphoideus. Pada bagian fundus teraba lunak, tidak : tidak ada pembesaran kelanjar, tidak ada nyeri tekan.

melenting yaitu bokong janin. Leopold II : teraba tahanan keras memanjang pada perut ibu sebelah kanan yaitu punggung janin dan bagianbagian kecil janin pada perut sebelah kiri ibu yaitu ekstremitas janin. Leopold III : pada bagian bawah perut teraba bulat, keras, melenting yaitu kepala janin. Leopold IV : bagian terendah janin belum masuk PAP, divergen.

45

Kontraksi

: 1-3 kali/10 menit, kurang dari 15 detik, lemah, tidak teratur ( braxton hicks).

(c) Auskultasi DJJ Punctum maximum : 140 kali/menit : berada di kuadran kanan bawah perut ibu. (5) Genital Pengeluaran Inspekulo (6) Ekstremitas (a) Ekstremitas atas Tidak ada sianosis, tidak ada edema, tidak ada bekas luka. (b) Ekstremitas bawah Terdapat edema setelah melakukan aktivitas dalam waktu cukup lama, tidak terdapat varises.
(7) Refleks patella

: tidak ada. : tidak dilakukan.

Tidak dilakukan tes refleks patella. (8) Ukuran panggul luar Tidak dilakukan pengukuran panggul luar.

46

3) Pemeriksaan Penunjang a) Laboratorium Protein urine : (-) negatif b) Lain-lain Tidak ada b. Interpretasi Data Tanggal 26 April 2011/11.40 WIB 1) Diagmosa kebidanan Ny. M umur 22 tahun G1P0A0 hamil 37+5 minggu janin tunggal, hidup, intrauterin, preskep, puka, belum masuk PAP, dengan hipertensi gestasional.

Dasar

: :

Data subyektif

a) Ibu mengatakan ini adalah kehamilan pertamanya. b) Ibu mengatakan berumur 22 tahun.
c) Ibu mengatakan HPHT tanggal 5 Agustus 2010.

d) Ibu mengatakan gerakan janin aktif, e) Ibu mengatakan sering pusing.

47

Data Obyektif a) Palpasi Leopold I

: TFU 2 jari dibawah prosessus xyphoideus. Pada bagian fundus teraba lunak, tidak melenting yaitu bokong janin.

Leopold II

: teraba tahanan keras memanjang pada perut ibu sebelah kanan yaitu punggung janin dan bagian-bagian kecil janin pada perut sebelah kiri ibu yaitu ekstremitas janin.

Leopold III

: pada bagian bawah perut teraba bulat, keras, melenting yaitu kepala janin.

Leopold IV Kontraksi

: bagian terendah janin belum masuk PAP, divergen. : 1-3 kali/10 menit, kurang dari 15 detik, lemah (braxton hicks).

b) Auskultasi DJJ Punctum maximum : 140 kali/menit : berada di kuadran kanan bawah perut ibu.

2) Masalah

: cemas

48

Dasar

: ibu mengatakan cemas terhadap keadaan kehamilannya saat ini.

3) Kebutuhan Informasi tentang kehamilannya. Informasi tentang hipertensi gestasional. c. Diagnosa Potensial dan Antisipasi Penanganannya 1) Diagnosa potensial Potensial terjadi preeklamsi 2) Antisipasi Observasi tekanan darah. Observasi proteinuria. d. Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera Kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi. e. Rencana Tindakan Tanggal 26 April 2011/11.50 WIB 1) Informasikan hasil pemeriksaan kepada ibu. 2) Informasikan tentang hipertensi gestasional kepada ibu. 3) Anjurkan ibu untuk banyak beristirahat dan mengurangi kerja berat.
4) Beri pendidikan kesehatan kepada ibu tentang makanan bergizi.

49

5) Anjurkan ibu untuk menyangga kaki dengan bantal bila tidur. 6) Kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi.
7) Anjurkan ibu untuk datang kontrol 1 minggu lagi atau jika keluhan

bertambah parah atau jika ibu merasakan adanya tanda-tanda persalinan.

f. Implementasi Tanggal 26 April 2011/11.55 WIB 1) Menginformasikan tentang kehamilan ibu sekarang bahwa ibu menderita hipertensi gestasional.
2) Menginformasikan kepada ibu tentang hipertensi gestasional. Bahwa

hipertensi pada gestasional atau hipertensi akibat kehamilan adalah peningkatan tekanan darah pada ibu hamil tanpa disertai adanya protein urin. Dapat menjadi preeklamsi jika disertai dengan protein urin. Hipertensi gestasional biasanya disebabkan faktor keturunan, faktor lingkungan, faktor emosi, dan faktor riwayat penyakit. 3) Menganjurkan ibu untuk beristirahat yang cukup dan mengurangi kerja berat.
4) Memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu tentang makanan yang

bergizi. Menganjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan- makanan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, dan menyarankan ibu untuk rajin mengkonsumsi susu. Menganjurkan ibu untuk sementara mengurangi

50

konsumsi garam. Menyarankan ibu untuk meminum tablet besi yang diberikan dengan menggunakan air jeruk atau yang mengandung vitamin c untuk membantu penyerapan, dan jangan diminum dengan menggunakan air teh atau air susu. 5) Menganjurkan ibu untuk menyangga kaki dengan bantal jika tidur. 6) Melakukan kolaborasi dengan dokter SpOG untuk pemberian terapi ferofort 1x1.
7) Menganjurkan ibu untuk datang kontrol 1 minggu lagi atau jika ada

keluhan seperti :
a) Kaki bertambah berat (edema).

b) Kepala pusing. c) Gerakan janin berkurang. d) Pandangan makin kabur. atau jika ibu merasakan tanda-tanda persalinan, yaitu: a) Kekuatan his yang makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek.
b) Terjadi pengeluaran pervaginam berupa lendir darah.

c) Dapat disertai pecahnya ketuban. d) Pada pemeriksaan dalam dijumpai perlunakan serviks, pendataran serviks, dan pembukaan serviks. g. Evaluasi

51

Tanggal 26 April 2011/11.59 WIB 1) Ibu sudah memahami keadaan kehamilannya saat ini.
2) Ibu sudah memahami tentang hipertensi gestasional.

3) Ibu bersedia memperbanyak istirahat dan mengurangi kerja berat.


4) Ibu memahami dan bersedia makan makanan yang bergizi.

5) Ibu bersedia menyangga kaki dengan bantal jika tidur. 6) Telah diberikan terapi ferofort 1x1oleh dokter SpOG.
7) Ibu bersedia kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika keluhan memburuk

atau jika merasakan adanya tanda-tanda persalinan.

2. Data Perkembangan I Tanggal 28 April 2011/10.00WIB a. Subyektif Ibu mengatakan kadang masih pusing jika setelah melakukan aktivitas berat b. Obyektif 1) Keadaan umum baik, kesadaran composmentis.
2) Vital sign : TD

: 150/100 mmHg, : 36,80C,

N R

: 88 x/menit, : 24x/menit

52

3) Palpasi Leopold I : TFU 3 jari dibawah prosessus xyphoideus. Pada bagian fundus teraba lunak, tidak melenting yaitu bokong janin. Leopold II : teraba tahanan keras memanjang pada perut ibu sebelah kanan yaitu punggung janin dan bagian-bagian kecil janin pada perut sebelah kiri ibu yaitu ekstremitas janin. Leopold III: pada bagian bawah perut teraba bulat, keras, melenting yaitu kepala janin. Leopold IV: bagian terendah janin sudah masuk PAP, konvergen. Kontraksi : 1-3 kali/10 menit, 15 detik, lemah, tidak teratur (braxton hicks). 4) Auskultasi DJJ Punctum maximum : 144 kali/menit : berada di kuadran kanan bawah perut ibu.

c. Assessment Ny. M umur 22 tahun G1P0A0 hamil 38 minggu janin tunggal, hidup, intrauterin, preskep, puka, sudah masuk PAP, dengan hipertensi gestasional.

53

d. Planning 1) Informasikan hasil pemeriksaan kepada ibu. Hasil : ibu mengerti tentang keadaannya saat ini. TD S Leopold I : 150/100 mmHg, : 36,80C, N R : 88 x/menit, : 24x/menit

: TFU 3 jari dibawah prosessus xyphoideus. Pada bagian fundus teraba lunak, tidak melenting yaitu bokong janin.

Leopold II

: teraba tahanan keras memanjang pada perut ibu sebelah kanan yaitu punggung janin dan bagian-bagian kecil janin pada perut sebelah kiri ibu yaitu ekstremitas janin.

Leopold III

: pada bagian bawah perut teraba bulat, keras, melenting yaitu kepala janin.

Leopold IV Kontraksi

: bagian terendah janin sudah masuk PAP, konvergen. : 1-3 kali/10 menit, 15 detik, lemah, tidak teratur (braxton hicks).

DJJ

: 144 kali/menit

2) Anjurkan ibu memperbanyak istirahat. Hasil : ibu bersedia memperbanyak istirahat.

54

3) Anjurkan ibu untuk segera datang ke tenaga kesehatan jika keluhan semakin memburuk seperti :
a) Kaki bertambah berat (edema).

b) Kepala pusing. c) Garakan janin terasa berkurang. d) Mata makin kabur. Hasil : ibu memahami tentang keluhan yang semakin memburuk dan bersedia untuk segera datang ke tenaga kesehatan jika mengalami salah satu atau lebih dari keluhan-keluhan tersebut. 4) Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi obat yang diberikan secara rutin. Hasil : ibu bersedia mengkonsumsi obat yang didapat dengan teratur yaitu ferofort 1 x 1. 3. Data Perkembangan II Tanggal 1Mei 2011/10.00WIB a. Subyektif
1) Ibu mengatakan keadaannya sudah lebik baik. 2) Ibu mengatakan tidak sering pusing lagi.

b. Obyektif 1) Keadaan umum baik, kesadaran composmentis.

55 2) Vital sign : TD

: 140/90 mmHg, : 36,40C,

N R

: 84 x/menit, : 22x/menit

S 3) Palpasi

Leopold I : TFU 3 jari dibawah prosessus xyphoideus. Pada bagian fundus teraba lunak, tidak melenting yaitu bokong janin. Leopold II : teraba tahanan keras memanjang pada perut ibu sebelah kanan yaitu punggung janin dan bagian-bagian kecil janin pada perut sebelah kiri ibu yaitu ekstremitas janin. Leopold III: pada bagian bawah perut teraba bulat, keras, melenting yaitu kepala janin. Leopold IV: bagian terendah janin sudah masuk PAP, konvergen. Kontraksi : 1-3 kali/10 menit, kurang dari 15 detik, lemah, tidak teratur (braxton hicks). 4) Auskultasi DJJ Punctum maximum c. Assessment Ny. M umur 22 tahun G1P0A0 hamil 38 minggu janin tunggal, hidup, intrauterin, preskep, puka, sudah masuk PAP, dengan hipertensi gestasional. d. Planning 1) Informasikan hasil pemeriksaan kepada ibu. : 144 kali/menit : berada di kuadran kanan bawah perut ibu.

56

Hasil

: ibu mengerti tentang keadaannya saat ini. TD : 140/90 mmHg, S : 36,40C, N R : 84 x/menit, : 22x/menit

Leopold I : TFU 3 jari dibawah prosessus xyphoideus. Pada bagian fundus teraba lunak, tidak melenting yaitu bokong janin. Leopold II : teraba tahanan keras memanjang pada perut ibu sebelah kanan yaitu punggung janin dan bagian-bagian kecil janin pada perut sebelah kiri ibu yaitu ekstremitas janin. Leopold III: pada bagian bawah perut teraba bulat, keras, melenting yaitu kepala janin. Leopold IV: bagian terendah janin sudah masuk PAP, konvergen. Kontraksi : 1-3 kali/10 menit, kurang dari 15 detik, lemah, tidak teratur (braxton hicks). DJJ : 144 kali/menit

2) Anjurkan ibu untuk istirahat dari pekerjaannya. Hasil : ibu bersedia istirahat dari pekerjaannya.

3) Berikan ibu pendidikan kesehatan tentang nutrisi yang baik bagi ibu hamil. Anjurkan ibu umtuk mengkonsumsi banyak sayur-sayuran berwarna hijau seperti daun katuk, bayam, daun singkong, dan sebagainya. Kemudian menganjurkan untuk menambah konsumsi buah-buahan, dan

mengkonsumsi cukup susu.

57

Hasil

: ibu memahami dan bersedia mengkonsumsi makananmakanan bergizi.

4) Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi obat yang diberikan secara rutin. Hasil : ibu bersedia mengkonsumsi obat yang didapat dengan teratur yaitu ferofort 1 x 1. 4. Data Perkembangan III Tanggal 3 Mei 2011/13.00WIB a. Subyektif
1) Ibu mengatakan keadaannya sudah membaik. 2) Ibu mengatakan sudah tidak sering pusing lagi.

3) Ibu mengatakan kenceng-kenceng di perut sudah berkurang.

b. Obyektif 1) Keadaan umum baik, kesadaran composmentis.


2) Vital sign : TD

: 130/90 mmHg, : 36,60C,

N R

: 88 x/menit, : 24x/menit

S 3) Palpasi

Leopold I : TFU 3 jari dibawah prosessus xyphoideus. Pada bagian fundus teraba lunak, tidak melenting yaitu bokong janin.

58

Leopold II : teraba tahanan keras memanjang pada perut ibu sebelah kanan yaitu punggung janin dan bagian-bagian kecil janin pada perut sebelah kiri ibu yaitu ekstremitas janin. Leopold III: pada bagian bawah perut teraba bulat, keras, melenting yaitu kepala janin. Leopold IV: bagian terendah janin sudah masuk PAP, konvergen. Kontraksi : 1-2 kali/10 menit, kurang dari 15 detik, lemah, tidak teratur (braxton hicks). 4) Auskultasi DJJ Punctum maximum c. Assessment Ny. M umur 22 tahun G1P0A0 hamil 38+2 minggu janin tunggal, hidup, intrauterin, preskep, puka, sudah masuk PAP, dengan hipertensi gestasional. d. Planning 1) Informasikan hasil pemeriksaan kepada ibu. Hasil : ibu mengerti tentang keadaannya saat ini. TD S : 130/90 mmHg, : 36,60C, N R : 88 x/menit, : 24x/menit : 140 kali/menit : berada di kuadran kanan bawah perut ibu.

59

Leopold I

: TFU 3 jari dibawah prosessus xyphoideus. Pada bagian fundus teraba lunak, tidak melenting yaitu bokong janin.

Leopold II

: teraba tahanan keras memanjang pada perut ibu sebelah kanan yaitu punggung janin dan bagian-bagian kecil janin pada perut sebelah kiri ibu yaitu ekstremitas janin.

Leopold III

: pada bagian bawah perut teraba bulat, keras, melenting yaitu kepala janin.

Leopold IV Kontraksi

: bagian terendah janin sudah masuk PAP, konvergen. : 1-2 kali/10 menit, kurang dari 15 detik, lemah, tidak teratur (braxton hicks).

DJJ

: 140 kali/menit

2) Anjurkan ibu memperbanyak istirahat. Hasil : ibu bersedia memperbanyak istirahat.

3) Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi obat yang diberikan secara rutin. Hasil : ibu bersedia mengkonsumsi obat yang didapat dengan teratur yaitu ferofort 1 x 1.
4) Anjurkan ibu untuk mulai mempersiapkan diri dan memilih rumah sakit

untuk persalinan.

60

Hasil

: ibu bersedia untuk mulai menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama persalianan dan menyiapkan mental untuk menghadapi persalinan. Ibu juga telah memilih bersalin di rumah sakit.

5) Ajarkan ibu untuk mrngetahui adanya tanda-tanda persalinan dan anjurkan ibu untuk segera datang ke rumah sakit jika telah merasakan gejalagejalanya, seperti : a) Kekuatan his yang makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek. b) Terjadi pengeluaran pervaginam berupa lendir darah. c) Dapat disertai pecahnya ketuban. d) Pada pemeriksaan dalam dijumpai perlunakan serviks, pendataran serviks, dan pembukaan serviks. Hasil : ibu sudah mengerti tentang tanda-tanda persalinan dan bersedia untuk segera datang ke rumah sakit jika merasakan gejala-gejalanya. B. Pembahasan Pada bab ini, penulis akan menjelaskan kesenjangan-kesenjangan yang ada dengan cara membandingkan antara teori dan praktek yang ada di lahan yang mana kesenjangan tersebut menurut langkah-langkah dalam manajemen kebidanan, yaitu pengkajian sampai dengan evaluasi. Pembahasan ini dimaksudkan agar dapat diambil kesimpulan dan pemecahan masalah dari kesenjangan yang ada sehingga dapat

61

digunakan sebagai tindak lanjut dalam penerapan asuhan kebidanan yang tepat, efektif, dan efisien, khususnya pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional. 1. Pengkajian Pada pengumpulan data subyektif ny. M diketahui kehamilan ini adalah kehamilan yang pertama. Saat dilakukan pemeriksaan data obyektif didapatkan hasil tekanan darah tinggi pada kehamilannya sekarang. Berdasarkan teori (Depkes RI, 2007), dalam pemeriksaan fisik dilakukan pemeriksaan refleks patella sedangkan dalam kenyataannya tidak dilakukan refleks patella karena tidak tersedianya alat. Sehingga dalam hal ini ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek. 2. Interpretasi data Dalam manajemen kebidanan, di dalam interpretasi data terdapat diagnosa kebidanan, masalah, dan kebutuhan. Yang kesemuanya itu ditegakkan berdasarkan hasil pengkajian yang telah diperoleh. a. Pada kasus ny, M diagnosa kebidanan yang dapat ditegakkan adalah : Dalam teori disebutkan bahwa diagnosa kebidanan adalah diganosa yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnosa kebidanan ( Salmah, 2006). Diagnosa kebidanan ditulis secara lengkap berdasarkan anamnesa, data subyektif, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Dalam kasus Ny. M diagnosa kebidanan yang ditegakkan adalah Ny. M umur 22 tahun G1P0A0 hamil 37 minggu janin tunggal, hidup, intrauterin, preskep, puka, belum masuk PAP, dengan hipertensi gestasional. Diagnosa

62

tersebut ditegakkan berdasarkan data subyektif dan data obyektif yang diperoleh dari hasil pemeriksaan, sehingga tidak ditemukan kesenjangan antara teoridan praktek. b. Masalah Masalah adalah hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman klien yang ditemukan dari hasil pengkajian atau sering menyertai diagnosa (Varney, 2004). Masalah yang mungkin timbul pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional adalah cemas. Pada kasus ny. M mengatakan merasa cemas khawatir terhadap kondisi kehamilannya, sehingga tidak ditemukan

kesenjangan antara teori dan praktek. c. Kebutuhan Kebutuhan adalah hal-hal yang dibutuhkan klien dan belum teridentifikasi dalam diagnosa dan masalah. Kebutuhan muncul setelah dilakukan pengkajian dimanaakan ditemukan hal-hal yang membutuhkan asuhan, dalam hal ini klien tidak menyadari ( Varney, 2007 ) Pada kasus ny. M membutuhkan istirahat yang cukup sehingga tekanan darah dapat dikontrol. Dalam hal ini tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek. 3. Diagnosa potensial dan antisipasi penanganannya Berdasarkan teori (Depkes RI,2007) hipertensi gestasional ini dapat menjadi lebih buruk mengarah pada preeklamsi dan eklamsi jika terdapat protein urin yang menyertai kenaikan tekanan darah yang dapat dicegah dengan beberapa antisipasi bidan. Dalam kasus ini, setelah diberikan beberapa anjuran untuk mengurangi aktivitas dan untuk menjaga asupan nutrisinya tidak terjadi peningkatan tekanan

63

darah, dan tidak terdapat protein urin sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek. 4. Kebutuhan terhadap tindakan segera Dalam hal ini bidan dapat mengidentifikasi tindakan segera yang berupa konsultasi dengan dokter Spesialis atau melakukan rujukan apabila kemungkinan terjadi komplikasi pada kehamilan dengan hipertensi gestasional (Salmah, 2006). Dalam kasus ini potensial terjadi preeklamsi. Maka sebagai bidan perlu melakukan tindakan segera yaitu berkolaborasi dengan dokter SpOG untuk penanganan lebih lanjut. Maka dalam tahap ini tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek. 5. Rencana tindakan Rencana tindakan merupakan inti atau pokok proses manajemen kebidanan yang memberikan arah pada kegiatan asuhan kebidanan, tahap ini meliputi prioritas masalah dan menentukan tujuan yang akan tercapai dalam merencanakan tindakan sesuai prioritas masalah. Pada tahap ini informasi data yang tidak lengkap dapat dilengkapi (Salmah, 2006). Dalam kasus ini, rencana asuhan disusun sesuai dengan standar asuhan sehingga pada tahap ini tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktek, karena bidan merencanakan tindakan sesuai dengan standar asuhan kebidanan ibu hamil serta adanya kerja sama yang baik antara bidan dan pasien serta keluarga pasien. 6. Implementasi Pelaksanaan merupakan realisasi asuhan kebidanan yang telah direncanakan secara efisien dan aman dimana pelaksanaannya bisa dilakukan seluruhnya oleh

64

bidan atau sebagian lagi oleh kliennya (Salmah, 2006). Dalam kasus ini pelaksanaan tindakan dilaksanakan sesuai dengan rencana tindakan yang telah penulis rencanakan. Hal ini didukung oleh latar belakang pengetahuan keluarga yang cukup. Sehingga sangat memudahkan dalam bekerja sama dalam proses manajemen kebidanan dan pengobatan sebagai usaha untuk mencapai kelancaran kehamilan ny, M. Dalam tahap ini tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek. 7. Evaluasi Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses manajemen kebidanan yang berguna untuk memeriksa apakah rencana perawatan yang dilakukan benar-benar telah mencapai tujuan yaitu memenuhi kebutuhan ibu dan mengetahui sejauh mana efektifitas pelaksanaan yang telah diberikan dalam mengatasi permasalahan yang timbul pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional (Varney, 2007). Potensial yang mungkin timbul dalam kehamilan dengan hipertensi gestasional adalah preeklamsi dapat dicegah. Dalam kasus ini setelah dilakukan beberapa tindakan seperti menganjurkan ibu untuk banyak beristirahat, menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan menjaga kondisi tubuhnya, ibu merasakan keadaannya semakin membaik dari hari ke hari. Ibu merasakan sudah tidak sering pusing, ibu mengatakan kenceng-kenceng sudah berkurang, dan berdasarkan pemeriksaan tekanan darah ibu berangsur membaik. Sehingga dalam tahap ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek.