Anda di halaman 1dari 3

AKUNTANSI DEVIRATIF

Pengertian Deviratif
Scott mendeIinisikan deviratiI sebagai suatu instrument yang nilainya diturunkan (derived dari
asset lain yang disebut juga underlying asset. SFAS No. 133 menyatakan bahwa instrument
deviratiI merupakan suatu instrument keuangan atau perjanjian (contract lainnya yang memiliki
tiga karakteristik sebagai berikut:
1. emiliki satu atau lebih peristiwa yang menjadi dasar (underlyings dan satu atau lebih
gagasan (national amounts atau syarat (provisions) pembayaran keduanya.
2. %idak memerlukan investasi awal bersih atau kalau diperlukan jumlahnya lebih kecil
dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh jenis perjanjian lainnya yang
diperkirakan akan diharapkan memiliki response yang sama terhadap perubahan dalam
Iaktor-Iaktor pasar.
3. !erjanjian menharuskan adanya syarat atau memungkinkan penyelesian bersih
instrument deviratiI dapat segera diselesaikan dengan sarana terpisah di luar perjanjian
tersebut atau persyaratan perjanjian mengakibatkan penyerahan aktiva sehingga
penyelesaian yang terjadi secara substansial tidak berbeda dengan net settlement.
%ransaksi deviratiI dibedakan menjadi dua kategori yaitu sebagai sarana spekulasi dan sebagai
hedging atau lindung nilai. Spekulasi berkaitan dengan kondisi dimasa yang akan dating dimana
speculator memIormulasikan harapan dan mengambil posisi untuk memperoleh profit atas
kondisi yang diperkirakan. Sedangkan Iungsi hedging merupakan salah satu bentuk pengelolaan
resiko.

Klasifikasi Utama Produk-Produk Deviratif
ohnson dan Swieringa mengkalsiIikasikan deviratiI kedalam futures contracts, forward
contracts, swap contracts, option contracts, dan instrument keuangan lainnya dengan
karakteristik yang sama. asing-masing kelompok tersebut memiliki sekian banyak diIerensiasi
produk tergantung pada dan terutama financial assets yang menjadi underlying assets-nya.

a. Future Contracts
uture contracts merupakan perjanjian antara dua pihak untuk jual beli komoditi atau asset pada
waktu dan tempat yang ditentukan dengan harga yang disepakati saat ini. !embeli future
contacts akan memperoleh keuntungan pada saat dilaksanakan exercise, dimana terminal futute
price lebih tinggi disbanding initial future price. Sedangkan penjual akan memperoleh
keuntungan bila terminal future price lebih rendah disbanding initial futures price.
b. Forward Contracts
orward contracts adalah kontrak antara dua pihak untuk membeli atau menjual suatu asset pada
suatu waktu yang ditetapkan dengan harga yang pasti dan penyerahan dilakukan dikemudian
hari.
c. Swap Contracts
$wap contracts adalah sebuah kontrak transaksi Iinancial yang menyebabkan dua pihak setuju
untuk bertukar arus kas secara periodic dalam periode tertentu sesuai aturan yang telah
disepakati bersama.
d. Options
ptions adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli atau
menjual sesuatu underlying asset pada harga tertentu yang ditetapkan sekarang.

engapa Deviratif enjadi Penting
!erusahaan-perusahaan menggunakan deviratiI sebagai suatu cara untuk:
1. emperoleh pendanaan dengan biaya yang lebih rendah melalui arbitrage atau
instrument-instrumen yang telah lazim digunakan cara ini memanIaatkan perbedaan
yang timbul dari beberapa pasar.
2. endeIinisikan sumber-sumber pembiayaan dimana perusahaan dimungkinkan untuk
memperoleh dana dari suatu pasar.
3. embiayai operasi-operasi perusahaan di banyak Negara dengan biaya yang paling
rendah
4. enghedging biaya dari hutang masa dating yang berbunga tetap perusahaan-perusahaan
kemungkinan akan lebih memberikan perhatian pada gejolak suku bunga pada saat
mempertimbangkan biaya masa depan dari hutang berbunga tetap.
5. enghedging biaya dari hutang masa datang yang berbunga mengambang resiko disini
dapat dibatasi dengan menggunakan swap.
Pengelolaan Resiko Deviratif
#esiko dan kerugian yang mungkin timbul dari transaksi deviratiI sangatlah besar jika risiko
tersebut tidak dikelola dengan baik. Berbagai kerugian tersebut ditimbulkan karena pengelolaan
transaksi risiko transaksi deviratiI yang kurang baik. Beberapa Iaktor yang menyebabkan
terjadinya kerugian-kerugian tersebut antara lain; pengawasan yang tidak mencukupi risiko yang
terlalu tinggi relative terhadap modal masalah dengan model dan asumsi yang digunakan tehnik
hedging yang tidak memadai dan penipuan.
Pelaporan Transaksi Deviratif
odel akuntansi sekarang mengharuskan bahwa instrument deviratiI harus diakui dalam laporan
keuangan. Hal ini dilakukan karena instrument tersebut memenuhi syarat untyk digolongkan
sebagai asset atau pun sebagai kewajiban. Argument lainnya menyatakan bahwa transaksi
deviratiI menimbulkan untung rugi bagi perusahaan oleh sebab itu deviratiI harus dilaporkan
dalam laporan keuangan.