Anda di halaman 1dari 18

SELUK BELUK DATABASE

Oleh :
Nama : Marwan
NIM : 3115111362



Fakultas Sains dan Teknologi
UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA
2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada era Teknologi InIormasi (TI) seperti sekarang ini memiliki peranan
penting dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam dunia industri maupun
dunia pendidikan. Salah satu implementasi sistem inIormasi dalam dunia
pendidikan adalah pada Database. Yang sering disebut dengan salah satu konsep
penyimpanan data, sebelum konsep database relasional muncul sebenarnya sudah
ada dua model database yaitu Network Database dan Hierarchie Database. Untuk
membuat struktur tabel, mengisi data ke tabel, mengubah data jika diperlukan dan
menghapus data dari tabel diperlukan soItware. SoItware yang digunakan
membuat tabel, isi data, ubah data dan hapus data disebut Relational Database
Management System atau dikenal dengan singkatan RDBMS sedangkan perintah
yang digunakan untuk membuat tabel, isi, ubah dan hapus data disebut perintah
SQL Jadi, setiap soItware RDBMS pasti bisa digunakan untuk menjalankan
perintah SQL
1
.
Selain itu dalam perencanaan Database relasional juga di dasari dengan
kombinasi dari web dan penekanan dalam kebutuhan bisnis akhirnya membawa
model database berorientasi objek ke bagian terdepan didalam dunia bisnis.
Secara teori database berorientasi objek adalah lebih baik untuk jenis query-
query kompleks yang dibutuhkan oleh dunia bisnis modern. Tapi banyak
perusahaan yang mengganti atau berubah dan lebih percaya pada system
hybridobjek relasional. Seperti yang telah kita ketahui database berorientasi
objek adalah database yang powerIull untuk dunia bisnis, tapi hal ini tetap
memungkinkan adanya database yang akan menggantikannya yakni database
hybridobjek relasional yang lebih powerIull.


1) Whitehorn, Mark dan Bil Marklin. 2003. Seluk Beluk Database Relasional Edisi Kedua.

Kebutuhan untuk menjembatani keberagaman database relasional yang
berkembang dengan cepat dan tersedia di pasaran saat ini seperti diindikasikan
oleh pengembangan konsep akses database universal Open Database Connectivity
(ODBC) dan Java Database Connectivity (JDBC), secara alternatiI dapat
diakomodasikan dengan melakukan pendekatan pada tingkat paling rendah,yaitu
tingkat biner.
Ada juga cara yang lebih mudah dalam Database relasional yaitu pendekatan
ini dilakukan dengan menganalisa susunan/tata letak data dalam sejumlah berkas
database relasional, memIormulasikan inIormasi yang berhasil didapatkan sebagai
sebuah bentuk pengetahuan yang dapat dengan mudah ditambah dan diubah untuk
digunakan oleh sebuah kakas bantu yang ringan dan Ileksibel dengan tujuan untuk
membalik sebagian dari sebuah proses rekayasa aplikasi basis data, terutama
dalam hal rekontruksi struktur tabel dan visualisasi hubungan antar tabel, ekstraksi
data serta konversi dari satu Iormat basis data relasional ke Iormat lainnya di
mana mesin pengelola database yang bersangkutan tidak tersedia atau tidak lagi
mudah didapatkan.
Metodologi yang digunakan untuk memodelkan permasalahan ini adalah
Object Oriented Modelling and Design Technique (OMT) dan kakas
pengembangan Rapid Application Development (RAD) untuk
mengimplementasikan perangkat lunak sebagai sebuah produk akhir penelitian
yang telah berhasil melewati proses pengujian black-box dan memenuhi semua
kriteria Iungsional yang dideIinisikan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara kita menjelaskan apa itu pengertian Database pada
kalayak umum?
2. Apa sajakah macam-macam Database dan pengertiannya?
3. Apa sajakah contoh dasar perncanaan Database dan implementasinya?



. Tujuan
1. Untuk membuat suatu karya ilmiah tentang database yang ditujukan untuk
menambah khasanah bacaan database.
2. Untuk membantu masyarakat umum dalam mempelajari database.

D. Manfaat
1. Untuk mempermudah penyimpanan dalam mengakses Iile.
2. Untuk mengetahui peranan masing-masing user dalam Database.























BAB II
KERANGKA TEORITIK

A. Sejarah Database
Dalam database, data disimpan dalam bentuk relasi atau tabel dua dimensi,
dan antar tabel satu dengan tabel lainnya terdapat hubungan atau relationship,
sehingga sering kita baca diberbagai literatur, database dideIinisikan sebagai
'kumpulan dari sejumlah tabel yang saling hubungan atau keterkaitan. Nah,
kumpulan dari data yang diorganisasikan sebagai tabel tadi disimpan dalam
bentuk data elektronik di dalam hardisk komputer. Untuk membuat struktur tabel,
mengisi data ke tabel, mengubah data jika diperlukan dan menghapus data dari
tabel diperlukan soItware.
2

Berdasarkan pengamatan yang ada tentang Database, adalah Sebuah sistem
database yang memiliki beberapa basis data. Setiap database dapat berisi sejumlah
obyek basis data. Disamping menyimpan data, setiap basis data juga menyimpan
deIinisi struktur.
Basis data merupakan representasi kumpulan Iakta yang saling berhubungan
disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi)
yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Data perlu disimpan
dalam basis data untuk keperluan penyediaan inIormasi lebih lanjut.
Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk eIisiensi kapasitas
penyimpanannya. Sedangkan database itu sendiri sangat dibutuhkan bagi suatu
organisasi/perusahaan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai diseluruh jenjang
perusahaan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan membahas lebih
detail mengenai database itu sendiri.



2) Nugroho, Andi. 2009. Menguasai T-SQL QUERY Programing SQL 2008.


BAB III
PENYA1IAN DATA DAN ANALISIS

A. Penciptaan Aplikasi Database
Penggunaan T-SQL mulai dari perintah select, join, sampai dengan
penggunaan Iungsi. SQL bias disebut dari singkatan Structure Query Language.
Agar Penciptaan aplikasi Database bias di selesaikanmaka kita harus memehami
T-SQL Query dan program SQL server lebih dalam.
3


B. Model-Model Database
Database Management System (DBMS) atau sistem manajemen database
dibagi menjadi lima model. Model yang lebih lama diperkenalkan pada tahun
1960-an, yang bersiIat hierarkis dan jaringan. Model yang lebih baru bersiIat
relasional, berorientasi objek, dan multidimensional.
a). Database Hierarkis
Pada database Hierarkis, Iield atau record diatur dalam kelompok-kelompok
yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan record child (level lebih
rendah) berada di bawah record parent (level yang lebih tinggi).


contoh database hierarkis


3) http://amin-aja.students-blog.undip.ac.id/2009/06/24/83-model-model-database/
Database hierarkis merupakan model tertua dan paling sederhana dari kelima
model database. Dalam model database ini mengakses atau mengupdate data bisa
berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah ditentukan. Tetapi,
karena struktur harus dideIinisikan lebih dahulu, maka hal ini cukup riskan.
Lagipula menambahkan Iield baru ke sebuah record database membuat semua
database harus dideIinisikan kembali. Karena itulah diperlukan model database
yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data dan hubungan data yang
kompleks.

b). Database 1aringan
Konsep database jaringan mirip dengan database hierarkis tetapi setiap record
child dapat memiliki lebih dari satu record parent. Selanjutnya setiap record child
dapat dimiliki oleh lebih dari satu record parent.
Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainIrame, lebih Ileksibel
disbanding database hierarkis karena ada hubungan yang berbeda antarcabang
data. Akan tetapi strukturnya masih harus dideIinisikan lebih dahulu. Pengguna
harus sudah terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah hubungan antar-
record juga terbatas, dan untuk menguji sebuah Iield seseorang harus
mendapatkan kembali semua record.


contoh database jaringan

c). Database Relasional
Database Relasional bekerja dengan menghubungkan data pada Iile-Iile yang
berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data yang umum.

contoh database relasiona
Cara kerja database relasional:
Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang membentuk baris dan kolom.
Dalam model database ini data diatur secara logis, yakni berdasarkan isi. Masing-
masing record dalam tabel diidentiIikasi oleh sebuah Iield kunci primer yang
berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data dalam database relasional dapat
muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia disimpan secara Iisik pada
komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi Iisik sebuah record untuk
mendapatkan kembali datanya.

d). Database Berorientasi Objek
Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak yang ditulis dalam
potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen dalam Iile database.
Database berorientasi objek adalah sebuah database multimedia yang bisa
menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database relasional.
Salah satu model database berorientasi objek adalah database hypertext atau
database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke dokumen lain. Model
lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link dan juga graIis, suara, dan
video.
4

4) http://indocashregister.com/2009/03/17/pengenalan-database-mesinkasir/
e). Database Multidimensial
Database Multidimensial (MDA) memodelkan data sebagai Iakta, dimensi,
atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya adalah untuk
mengambil keputusan. Database Multidimensial menggunakan bentuk kubus
untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi seorang
pengguna, maksimal empat dimensi. Contoh: InterSystem Cache, ContourCube,
dan Cognoa PowerPlay.

contoh database multidimensional
. Pengenalan Database
ontoh pemakaian aplikasi database :
- Transaksi pembelian dari Mall/Supermarket
- Transaksi pembelian atas pemakaian kartu kredit
- Tempat penampungan data pesanan bagi agen travel
- Mengolah data asuransi
- Penggunaan Internet
- Pelajaran di Kampus
Pra Database
File Based System
- Kumpulan dari program aplikasi yang memberikan bagi pengguna akhir berupa
laporan
- Masing-masing program menerjemahkan dan memanajemen data sendiri-sendiri
File Based Processing

Database Application
Maksudnya ketika sales mengentry, data yang dimasukan akan dip roses dan
dimasukan kedalam sebuah database khusus sales terdapat bermacam data,
misalnya BarangKhususSewa memiliki (noBarang, namaBarang,type,idPemilik)
PemilikUtama (idPemilik, namePemilik, alamat, telPemilik) PenyewaBarang
(idPenyewa, namaPenyewa, alamat). Ketiga data tersebut merupakan keterkaitan
satu sama lain, tetapi hanya dikenali oleh bagian sales.
Database
Kenapa diperlukan database?
Data dapat diterjemahkan kedalam sebuah aplikasi program, dibandingkan
terpisah atau diolah masing-masing. masing-masing. Kontrol akses luas dan
manipulasi pada data dapat dilakukan oleh sebuah aplikasi program. Hasilnya
berupa DBMS (database management system).
- Koleksi data dapat diakses bersama secara logika data pun berhubungan 1 sama
lainnya, dan sengaja dirancang khusus untuk inIormasi yang dibutuhkan
sebuah perusahaan.
- Pemetaan data disediakan bebas untuk di olah satu sama lain di sebuah
database.
- Secara logika data merupakan kesatuan, memiliki atribut yang lengkap dan
saling berhubungan dari suatu organisasi/ data perusahaan.
Database Management System (DBMS)
Suatu sistem perangkat lunak untuk mendeskripsikan memperlihatkan,
membuat, memelihara database dan memberikan control siapa saja yang dapat
mengakses database tersebut.

DBMS
Berbeda sekali bukan dengan File base? Database yang dikelola dengan DBMS
terlihat lebih terintegrasi oleh sistem. Artinya, ketika Sales membutuhkan
BarangKhususSewa (noBarang, nama Barang, type, pemilik) PemilikUtama
(idPemilik, namePemilik, alamat, telPemilik) PenyewaBarang (idPenyewa,
namaPenyewa, alamat) data tersebut dapat pula di monitoring diakses oleh
Contracts. Keuntungannya kapasitas media penyimpanan tidak terbuang, karena
sang Contracts tidak perlu lagi membuat ketiga sumber data tersebut (tinggal sorot
ke database saja).
Pendekatan Database (Database Approach)
Data DeIinition language (DDL), mendeIinisikan bahasa yang digunakan
memberi izin atas jenis data, struktur data dan batasan-batasan atas siapa saja yang
akses ke data. Semua spesiIikasi tentang data tersimpan dalam sebuah database.
Contoh coding . Create, Delete, Rename Data Manipulation Language(DML),
Iasilitas umum enquiri (query language) dari data. Contoh code : insert, update,
delete, merge Kontrol akses ke database, system security, kesatuan atas system,
kontrol sistem perbaikan, konrol sistem hak akses, dan concurrency. Contoh
Contoh code . Grant, dan Provoke A view mechanism, maksudnya data yang ada
akurat dan banyak pihak yang ingin menggunakan atau cocok untuk semua bagian
dari suatu organisasi yang membutuhkan. Contoh code : Select Perbolehkanlan
setiap user untuk memiliki dan melihat dari database, yang utama adalah
perlihatkan sub bagian dari database tersebut.
Manfaatnya adalah :
- mengurangi kompleksitas
- bertambahnya keamanan
- menyediakan dan mekanisme database yang berbeda dari yang biasanya
- meskipun database diubah, database dasar/basic tetap konsisten, sesuai dengan
struktur.
Lalu peran apa saja yang ada di lingkungan database?
- Data Administrator (DA)
- Database Administrator (DBA)
- Database Designers (Logical and Physical)
- Application Programmers
Siapa bilang sistem database tidak punya sejarah?
enerasi pertama, menggunakan hirarki dan network enerasi kedua,
menggunakan metode relasional enerasi ketiga, menggunakan objek relasional
dan objek orientied.
Keuntungan DBMS :
- Data yang dimiliki konsisten
- Banyak inIormasi dari data yang sama
- Berbagi data
- Mengembangkan data yang sudah terintegrasi
- Bertambahnya keamanan data
- Sesuai dengan standartisasi
- Skala ekonomi, Akurat, tepat waktu, dan relevan
- Menyeimbangi dengan permasalahan kebutuhan.
- Data yang dapat dipertanggungjawabkan.
- ProduktiIitas
- Pemeliharaan data dapat dilakukan dengan bebas
- Backup, dan Pengembalian data yang rusak dapat dilakukan
Kekurangannya :
- Kapasitas daya tampung, apabila data sudah sangat besar sekali.
- Biaya DBMS
- Biaya hardware
- Dampak dari kesalahan cara kerja
D. Model Database yang Umum
a). Flat Files
Flat Iiles adalah Iile sistem operasi yang record dalam Iilenya tidak berisi
inIormasi tentang struktur Iile atau hubungan antar record yang dikomunikasikan
ke aplikasi yang menggunakannya. Flat Iile bukan database karena tidak masuk
dalam kriteria di atas yang sudah dibahas. Figure 1-2 adalah contoh Ilat Iile yang
diambil dari MS access database miliki perusahaan Northwind. Kolom judul
sengaja ditambahkan untuk menjelaskan isi dari data, jadi sebenarnya kolom judul
itu tidak ada. Yang tersimpan dalam Iile adalah record saja. Data customer
disimpadan pada Iile Customer dengan setiap recod mewakili satu customer
Northwind. Setiap karyawan Northwind memiliki satu record di Iile Employee.
Data pemesanan (order) disimpan dalam 2 Ilat Iile: Iile Order berisi record
pesanan customer yang terdiri dari ID customer, nama karyawan yang menerim
order, tanggal pesanan dsb. Sementara di Iile Order Detil berisi item tiap pesanan.
Satu pesanan dapat terdiri dari beberapa barang dan detil tiap barang seperti harga
ID produk, jumlah barang yang dipesan dan diskon. Northwind memiliki aplikasi
yang mampu menghasilkan inIormasi berdasarkan data dari Ilat Iile nya.
Aplikasi ini harus menghubungkan data di antara 5 Iile dengan membaca 1
pesanan/order dan mengikuti langkah ini:
1. gunakan customer ID untuk menjcari nama dari customer di Iile Customer
2. gunakan employee ID untuk mencari nama karyawan yang bersangkutan
3. gunakan order ID untuk mencari item barang yang sesuai di Iile
4. dan untuk setiap item gunakan product ID untuk mencari nama produk

Cara ini memang rumit untuk membuat satu laporan pemesanan dari data di
Ilat Iile. AlternatiI lain adalah menggabungkan semua data menjadi satu Iile data.
AlternatiI ini akan menyederhanakan pencarian data, tapi penambahan data harus
lengkap, artinya kita tidak dapat menambahkan data customer jika customer itu
tidak memesan barang.

b). Hierarchical Model
Model ini menyusun record-record dalam suatu hirarki seperti struktur
organisasi. Setiap Iile dari Ilat Iile menjadi tipe record atau node dalam hirarki,
dan untuk memudahkan disebut record. Record-record terhubung melalui pointer
yang berisi alamat record yang terkait. Pointer memberi tahu sistemkomputer
dimana record tersebut tersimpan secara Iisik, seperti alamat yang mengacu ke
suatu gedung tertentu di dunia nyata. Setiap pointer membuat hubungan parent-
child, yang juga disebut oneto- many relationship. Satu parent bisa punya banyak
child, tapi setiap child memiliki 1 parent. Misal 1 manager memimpin banyak
karyawan, tapi 1 karyawan memiliki 1 manager. Model ini menyebabkan masalah
dalam kasus Northwind. Satu order tidak hanya punya satu customer, tapi juga
punya satu karyawan yang menerima order tersebut. Pada Figure 1-3, Order dan
Employee serta Order Detail dan Product tidak terhubung dengan garis tegas
karena tidak ada pointer yang menghubungkan mereka, sekalipun seharusnya
berhubungan. Ini akibat aturan yang tegas : 1 child punya 1 parent. Figure 1-3.
Hierarchical Model Structure Ior northwind Figure 1-4 menunjukkan isi dari
recod yang terpilih dalam model hirarki Nortwind. Record customer ALFKI
menunjuk ke order pertama (ID 10643) dan order tersebut memiliki pointer
menunjuk ke order berikutnya (ID 10692). Masing-masing order menunjuk ke
detil ordernya. Karena tidak ada hubungan dengan Iile Employee dan Product
maka tidak dapat mendapatkan inIormasi yang berkaitan dengan record
pemesanan di 2 Iile tersebut. Figures 1-4.Hierarchical model record contents Ior
northwind.


c). Relational Model
Model ini berusaha mengatasi masalah pada model sebelumnya yang tidak
Ileksibel. Model relational database mampu menghubungkan record-record yang
dibutuhkan. Model ini dibangun sedemikian rupa sehingga permintaan atau query
dapat bekerja dengan sekumpulan data, tidak dengan satu record seperti pada
model hierarchical. Model relational menyajikan data dalam tabel dua dimensi,
seperti spreadsheet hanya saja tidak dipresentasikan dalam tabel seperti
spreadsheet tetapi menggunakan kombinasi atau joining relational tabel untuk
menghasilkan view atau hasil tampilan. Figure 1-5 memberikan gambaran
bagaimana hubungan antar tabel yang diwakili dengan garis antar tabel.
Hubungan yang dapat terjadi adalah : one-to-many relationship. aris tunggal
menjelaskan ONE dan garis bercabang menjelaskan MANY. Contoh ONE
customer berelasi dengan MANY order dan ONE order berelasi dengan MANY
order details. Diagram yang dipakai pada Iigure tersebut adalah ERD atau Entity-
Relationship Diagram. Figure 1-5. Relational model structure Ior Northwind
Figure 1-6 memberikan gambaran bagaiman relasi antara 3 tabel: Customer, Order
dan Employee saling terhubung sehingga memungkinkan menghasilkan inIormasi
pesanan barang tiap customer lengkap dengan data karyawan yang menerima
pesanan. Figure 1-6 Relational table contents Ior Northwind.

d). Object-Oriented Model
Model ini berusaha menjawab kesulitan RDBMS (Relational Database
ManagementSystems) untuk mengatasi tipe data yang kompleks seperti Iile citra,
Iile gambar dan Iile audio-video. Ini semua karena adanya Internet dan WWW
yang memungkinkan pengiriman data yang kompleks itu.
5




5) http:// lecturer.ukdw.ac.id/othie/databaseIundamental.pdI/
Object adalah pengelompokkan logis dari data yang berelasi dan program logis
yang mewakili hal nyata di dunia seperti customer, employee, order, product. Item
data seperti : customer ID, customer name disebut varibel di model OO dan
disimpan dalam tiap objek. Variabel-variabel hanya bisa diakses melalui method.
Sementara istilah method adalah aplikasi program logis yang menggunakan object
tertentu dan menyediakan Iungsi tertentu sperti check customer credit card limit,
update alamat customer. Figure 1-7 menunjukkan objek Customer sebagai contoh
implementasi OO. Pada inti lingkaran terdapat variabel-variabel tentang objek dan
kumpulan variabel itu dikelilingi oleh method yang menunjukkan bahwa hanya
dengan melalui method saja varibel tersebut dapat diakses.

E. Keunggulan Database
a). lient/Server Technology
Tidak seperti Iile-based database yang menggunakan sharing Iile (penggunaan
Iile secara bersama-sama) untuk mengaplikasikan multi user, database
menggunakan
pendekatan client-server dimana semua user yang akan mengakses database
terkoneksi dan berkomunikasi dengan database server. Semua permintaan dari
user akan diatur dan diolah oleh database server. File-Iile data yang disimpan dan
diatur oleh database server tidak diakses secara langsung oleh user. Hal ini
merupakan penerapan dari Security yang dimiliki oleh database server.
6
b). Scurity
Karena semua komunikasi harus melalui server, maka pengaturan hak akses
dapat dilakukan pada level server. Hak akses akan menentukan siapa saja yang
dapat mengakses database dan mengolah data didalamnya. Tanpa adanya hak
akses ini seorang user tidak bisa untuk megakses sebuah database. Karena user
diatur pada level server dan tidak mempunyai akses langsung ke Iile-Iile data,
maka kemungkinan seorang user yang tidak berwenang untuk mengcopy Iile data
dapat dihindari.
6) http://www.ruangkerja.com/retailmanager/DBServer.php
BAB IV
PENUTUP

A.Kesimpulan
Database adalah kumpulan data yang diorganisasikan sedemikian rupa
sehingga pengguna dapat mengakses, mengambil, dan menggunakan data.
Pendekatan database memiliki beberapa kelebihan, yaitu sebagai berikut :
1. Mengurangi redudansi data
2. Meningkatkan integritas data
3. Memudahkan dalam share data dan akses data
4. Mengurangi waktu pengembangan
Database Management System (DBMS), adalah soItware yang mengijinkan
penggunanya untuk membuat, mengakses, dan mengatur sebuah database.
Data Master, adalah data yang nilainya tidak sering berubah tetapi sangat
dibutuhkan oleh kelompok data yang lain. Pada setiap Data Master akan memiliki
KODE sebagai pengenal dari data-data lain yang ada di dalamnya.
Beberapa FORM yang dibutuhkan untuk pengelolaan Data Master dalam
penjualan.













DAFTAR PUSTAKA


Whitehorn, Mark dan Bil Marklin. 2003. Seluk Beluk Database Relasional Edisi
Kedua.
Nugroho, Andi. 2009. Menguasai T-SQL QUERY Programing SQL 2008.
http://amin-aja.students-blog.undip.ac.id/2009/06/24/83-model-model-database/
http://indocashregister.com/2009/03/17/pengenalan-database-mesinkasir/
http:// lecturer.ukdw.ac.id/othie/databaseIundamental.pdI/
http://www.ruangkerja.com/retailmanager/DBServer.php