Anda di halaman 1dari 6

MODUL 3 CATU DAYA DAN PENYEARAH GELOMBANG

Nama NIM E-mail Shift/Minggu Asisten Tanggal Praktikum Tanggal Pengumpulan : Imam Wijaya : 10210022 : robiah.wijaya239@gmail.com : : Denies Chrissteven 10209033 Reza Rendian 10208045 : : Abstrak Pada praktikum modul 3 kita akan mempelajari karakteristik kurva diode.Fungsi diode sebagai penyearah gelombang yang terbagi menjadi 2, yaitu penyearah setengah gelombang,dan penyearah gelombang penuh.Penggunaan regulator diode zener dan penyearah gelombang dengan menggunakan filter.serta mengamati tegangan masukan dan keluaran menggunakan berbagai macam teknik penyearah gelombang. Pada hasil ahir percobaan kita bisa mempelajari karakteristik diode melalui kurva hubungan I dan v, dan bisa mengamati hasil penyearah gelombang dengan berbagai teknik, dengan melihat hasil keluaran yang ditampilkan oleh osiloskop. Kata Kunci : fungsi dioda, penyearah gelombang, regulator zener, kurva karakteristik. 1. Tujuan a. Memahami prinsip dasar semikonduktor dan catu daya. dioda
Gambar 2.1 Susunan dioda dan lambang dioda

Oktober 2011 November 2011

b. Memahami cara kerja dari rangkaian penyearah gelombang. c. Melakukan pada catu daya 2. Teori Dasar a. Dioda Dioda merupakan suatu bahan semikonduktor berupa silikon atau germanium yang dapat melewatkan arus pada satu arah saja. pengukuran pembebenan

Pada dioda sambungan p-n, jika diberi tegangan panjar maju (anoda-katoda) maka bandgap antara pita konduksi dan pita valensi menjadi kecil yang menyebabkan adanya arus mengalir, sedagkan sebaliknya, tidak ada elektron yang berpindah dari pita konduksi ke pita valensi.

Gambar 2.4 Skema penyearah setengah gelombang

Gambar 2.2 Kurva Karakteristik dioda

Karakteristik dioda merupakan hubungan antara arus dioda dengan beda tegangan antara kedua ujung dioda. Saat keadaan tanpa tegangan arus minoritas dan arus mayoritas mempunyai besar yang sama tetapi dengan arah yang berlawanan, sehingga arus total bernilai nol. Saat diberi panjar maju, arus ID mula-mula mempunyai nilai yang mendekati nol, tetapi arus akan naik dengan cepat terhadap perubahan VD. Saat diberi panjar mundur, arus yang mengalir sangat kecil dan sampai batas tertentu tidak bergantung pada tegangan diode. Arus ini disebut arus penjenuhan, peristiwa ini dikenal dengan kedadalan (breakdown).

Gambar 2.5 Skema penyearah gelombang penuh

Gambar 2.6 Skema penyearah dengan tapis Gambar 2.3 Skema rangkaian untuk menentukan karakteristik dioda

Vcc = Vab + Vbc = Vab + (ID x RL)..(1) atau ID b. Rangkaian Penyearah Pada praktikum ini akan dibahas mengenai tiga rangkaian penyearah yaitu penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang penuh, dan penyearah dengan tapis.

Rangkaian penyearah dengan tapis digunakan agar tegangan DC yang dihasilkan lebih rata. Tegangan yang terjadi dikenal dengan tegangan riak (Ripple voltage). Kualitas rangkaian penyearah dengan tapis dinyatakan oleh nisbah riak puncak ke puncak (peak to peak to peak ripple ratio/PPRR).
.(3)

.(4)

0.73 0.78 0.9 1 1.24 1.44 1.64 1.8 2.1

0.4 0.5 0.6 0.77 0.9 1.1 1.3 1.428 1.5 2 2.3 2.6 2.76 2.8 3.1 3.25 3.56 3.58 3.88 4.09 4.22 4.4 4.56

0.275 0.286 0.294 0.305 0.318 0.329 0.338 0.314 1 0.349 1 1 0.27 0.359 0.35 0.373 1.06 0.36 0.376 0.388 0.387 0.392 0.395

Untuk setengah gelombang: ...(5) Untuk gelombang penuh: (6) Vp=tegangan rangkaian. puncak dari output

Gambar 2.7 skema penyearah dengan regulator zener

2.4 2.6 2.87 3.1 3.2 3.46

Tegangan keluaran dari penyearah akan mengalami akan penurunan tegangan jika kita bebani. Hal ini bisa dicegah dengan menggunakan diode zener maka hal tersebut akan dapat tercapai. 3. Data Percobaan 1 menentukan karakteristik dioda dengan rangkaian seperti gambar 2.3 RL = 98.2 k Panjar maju
Vcc 0.010 8 0.198 0.376 0.41 0.506 0.59 Vab 0.006 6 0.144 0.216 0.186 0.5 0.58 Vbc 0.002 0.051 0.166 0.228 0.255 0.326 Id 4.277E08 5.499E07 1.629E06 2.281E06 6.110E08 1.018E07

3.62 3.86 3.95 4.25 4.48 4.6 4.76 4.95

3.360E06 2.851E06 3.055E06 2.342E06 3.462E06 3.462E06 3.462E06 3.788E06 6.110E06 4.073E06 3.055E06 2.749E06 3.462E06 4.073E06 3.666E06 3.768E06 3.055E06 3.768E06 3.768E06 3.971E06 3.870E06 3.666E06 3.971E06

Panjar Mundur
Vcc Vab Vbc id

0.01 0.53 1 1.51 2.2 2.84 3.12 3.2 3.2 3.66 3.83 4 4.18 4.49 4.63 4.78 4.95

-0.0113 -0.52 -1 -1.5 -2.19 -2.8 -3.09 -3.17 -3.42 -3.6 -3.78 -4.03 -4.13 -4.4 -4.58 -4.72 -4.9

-0.003 0.002 4 0.003 0.003 3 0.003 7 0.003 9 0.004 1 0.004 1 0.004 3 0.004 6 0.004 5 0.004 6 0.004 7 0.004 9 0.004 8 0.004 8 0.005

2.16904E07 1.06925E05 2.03666E05 3.06517E05 4.47047E05 5.74338E05 6.32383E05 6.48676E05 6.74134E05 7.39308E05 7.74949E05 8.17719E05 8.46232E05 9.05295E05 9.37882E05 9.67413E05 -

1
Tabel 3.1 Data percobaan 1

0.000100 305

Percobaan 2.a yaitu percobaan penyearah setengah gelombang dengan rangkaian seperti gambar 2.4 Vcc = 6V RL = 98200 Panjar Maju Panjar Mundur Vab (V) Vbc (V) Vab (V) Vbc (V) Multi/Os Multi / Os Multi Multi 6.3/5 3.3/6.75 3.28/ 6.23
Tabel 3.2 data percobaan 2a

Gambar 3.1 setegah gelombang searah (panjar maju)

Gambar 3.2 setengah gelombang searah (panjar mundur)

Percobaan 2.b yaitu hampir sama dengan 2.a tapi ditambah kapasitor. C = 21 nF Panjar Maju Panjar Mundur Vab (mV) Vbc (mV) Vab (mV) Vbc (mV) 3720 341 5240 593
Tabel 3.3 data percobaan 2b

Gambar 3.3 setengah gelombang dengan kapasitor (panjar maju)

Percobaan 3 yaitu pembebanan pada catu daya penyearah gelombang penuh (hanya resistor) dengan rangkaian seperti pada gambar 2.5 RL = 676 Va (mV) Vb (mV) Vc (mV) 5.67 5.65 2.458
Tabel 3.4 data percobaan 3

Bag panjar maju saat di zoom

Gambar 3.4 gelombang penuh searah

Percobaan 4 yaitu pembebanan penyearah gelombang penuh kapasitor) dengan rangkaian gambar 2.6 C = 2.79 nF Va (mV) Vb (mV) 5.69 5.69
Tabel 3.5 data percobaan 4

pada catu daya (resistor dan seperti pada

Gambar 4.1 kurva karakteristikdioda(Vpot = 0.6v) Dari bagian yang di zoom terlihat bahw pada titik 0.6v arus naik secara drastis dan grafik tidak turun lagi.

Vc (mV) 2.462

Gambar 3.5 gelombang penuh dengan kapasitor

4. Pengolahan Data Dari data percobaan 1, diperoleh kurva

5. Analisis Hasil pengukuran teganngan keluar dengan menggunakan osiloskop dan dengan menggunakan multimeter berbeda. Hal ini disebabkan karena pada multimeter tegangan yang terukur yaitu tegangan rms-nya sedangkan pada osiloskop yaitu tegagan puncaknya. Faktor koreksi untuk tegangan rms dan tegan puncak yaitu Vp = 2 Vrms . Peristiwa setengah gelombang terjadi karena tegangan AC merupakantegangan yang beruah-ubah sesuai dengan fungsi sinus (sinusoidal). Pada tegangan positf di ujung dioda bertegangan nol sehingga terjadi panjar maju pada dioda dan diode akan melewatkan arus, sedangkan pada tegangan AC yang negatif tegangan di ujung dioda nol, sehingga terjadi panjar mundur pada dioda dan dioda akan menahan arus. Dan akhirnya terjadi peristiwa setengah gelombang yang searah.

Vpot diode dari hasil praktikum yaitu sebesar 0,6 V(Grafik di zoom ), dan Vpot dari referensi yaitu 0,7 V. Terdapat perbedaan antar Vpot diode hasil praktikum dengan Vpot dioda
referensi. Hal ini disebabkan karena sulitnya mengamati secara akurat titik pada kurva karakteristik diode pada saat diode mulai mengalirkan arus, sehingga nilai Vpot yang

Tegangan diode pada saat diode mulai mengalirkan arus didapat dari kurva karakteristik diode yaitu 0,6 V. Pada rangkaiaan penyerah setengah gelombang. Tegangan keluar dari rangkaian penyearah ini berupa gelombang setengah siklus tegangan AC yang searah. Sedangkan pada rangkaian penyearah gelombang penuh, tegangan keluarnya berupa gelombang tegangan AC satu siklus penuh namun tetap searah.

didapat merupakan aproksimasi dari persamaan garis linier kurva pada saat diode telah mengalirkan arus dan arus terus naik. Pengaruh Resistor beban (RL) pada Vout dari rangkaian penyearah gelombang yaitu menurunkan tegangan keluar (Vout) dari rangkaian tersebut. Semakin besar RL maka akan semakin besar turun tegangan keluarnya dan semakin kecil RL akan semaki kecil turun tegangan keluarnya. Pengaruh kapasitor (C) pada Vripple dari rangkaian penyearah yaitu nilai kapasitansi dari kapasitor itu sendiri. Nilai kapasitansi dari akapsitor akan mempengaruhi tegangan riak (Vripple) dari rangkaian penyearah gelombang. Hubungan antara kapasitansi kapasitor dengan Vripple yaitu berbanding terbalik. Semakin besar kapasitansi kapasitor maka akan semakin kecil Vripple sehingga tegangan keluar akan lebih stabil. Sedangkan nilai kapasitansi kapasitor yang kecil akan menyebabkan Vripple akan semakin besar dan gelombang cenderung tidak stabil. Bentuk gelombang setengah penuh dari hasil praktikum tidak sama persis dengan bentuk gelombang setengah penuh dari referensi. Penyebab ini karena factor ketidakidealan diode. Dioda memiliki tegangan diode, arus diode, dan hambatan dalam diode (Rbulk). Sehingga saat diode digunakan untuk menyerahakan gelombang diode tidak akan memotong tegangan secara penuh, karena diode memiliki tegangan dan arus sendiri maka diode akan memotong tegangan sesuai dengan tegangan diodanya.
6. Kesimpulan

Tegangan kelua dari rangkaian penyerah gelombang penuh dengan kapasitor menghasilkan tegangan ripple. Tegangan ripple ini merupakan pengaruh dari kapasitansi kapasitor yang menyebabkan tegagnan tidak langsung turun dan menjadi lebih stabil.
7. Referensi

Malvino, Albert.2007. Electronic Priciple 7th Edition.Singapore:McGraw Hill Companies Inc. Sutrisno, Elektronika : Teori dan Penerapannya, Bandung : Penerbit ITB, 1986.Ardi. Pengertian Dioda. (online) (http://eblogardi.blogspot.com)