1 Penulisan Kepala Surat Sesuai dengan namanya, kepala surat selalu terletak di bagian atas isi surat.

Kepala surat yang lengkap terdiri atas (1) nama instansi, (2) alamat lengkap, (3) nomor telepon, (4) nomor kontak pos, (5) alamat kawat, dan (6) lambang dan logo. Nama instansi ditulis dengan huruf kapital. Alamat instansi, termaksud di dalamnya telepon, kontak pos, dan alamat kawat (jika ada) ditulis dengan huruf awal kata kapital, kecuali kata tugas. Contoh: DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung-40154 Telepon (022)2013163 – 3013164) faksimile (022) 20133651 E-mail: inter@proxl.ikip-bdg.ac.id Untuk perusahaan, dapat ditambahkan nama cabang dan nama bankirnya. Dalam penulisan kepala surat hendaklah diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Nama instansi jangan disigkat, misalnya Biro Diklat, Depdikbud, Badan Bimas, tetapi Biro Pendidikan dan Pelatihan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Bimbingan Masyarakat. b. Kata jalan jangan disingkat menjadi Jln. atau Jl., tetapi Jalan c. Kata Telepon hendaklah ditulis dengan cermat, yaitu Telepon, bukan Tilpun, atau terpun dan jangan pula disingkat menjadi Tlp., Tilp., atau Telp. d. Kata kotak pos hendaklah ditulis dengan cermat, yaitu Kotak Pos dan jangan disingkat K.Pos atau Katpos. Demikian pula, jangan digunakan P.O. Box atau Post Office Box. e. Kata alamat kawat hendaklah ditulis dengan cermat, yaitu Alamat Kawat dan jangan digunakan Cable Anddress. f. Kata telepon dan kotak pos diikuti oleh nomor tanpa diantarai tanda titik dua (:), sedangkan nomor-nomor yang mengikutinya tidak diberi titik pada setiap hitungan tiga angka karena bukan merupakan suatu jumlah. g. Nama lembaga ditulis dengan huruf kapital. h. Alamat lembaga ditulis dengan huruf kecil. i. Letak kop surat pada umumnya di tengah-tengah, namun boleh juga di pinggir sebelah kiri. j. Kata 'Jalan' tidak boleh disingkat menjadi Jl., dan boleh disingkat menjadi Jln., namun, lebih baik tidak disingkat. k.Antara jalan dan nama kota harap diberi tanda koma, demikian juga antara nama kota dan informasi lainnya, seperti nomor telepon, alamat email, dll. l. Kop surat dan tubuh surat harap dipisahkan dengan garis horisontal. m. Tiap baris dalam kop surat tidak boleh diakhiri dengan tanda titik. 2 Penulisan Tanggal Surat Tanggal surat ditulis lengkap, yaitu tanggal ditulis dengan angka, bulan ditulis dengan huruf, dan tahun ditulis dengan angka. Setelah angka tahun tidak diikuti tanda baca apapun, seperti tanda titik, tanda koma, titik dan garis hubung. Selain itu, perlu diperhatikan hal berikut: Sebelum tanggal surat tidak dicantumkan nama kota, karena nama kota itu sudah tercantum pada kepala surat

10. Lampiran. tetapi dapat pula dengan angka. tetapi dapat pula dibatasi tanda titik atau tanda hubung. Lampiran.Penulisan Lampiran Kata Lampiran ditulis jika ada yang dilampirkan. Nopember Contoh penulisan tanggal surat. dan Perihal dapat disingkat menjadi No. kata Lampiran tidak ditulis. misalnya Januari. dan ditulis dengan cermat. dan Hal. dan Perihal diawali huruf kapital dan diikuti tanda titik dua... Nomor surat dan kode dibatasi garis miring.: 2 (dua) eksemplar Lamp. isi kode surat tidak harus dengan huruf. tetapi dengan huruf.3. Februari.90 atau No. Agustus atau November. Jumlah barang ditulis dengan huruf jika satu atau dua kata dan dengan angka jika lebih dari dua kata. Lamp. misalnya Februari. atau Nov. b. Nama bulan yang ditulis dengan huruf tidak boleh disingkat. Feb. bukan Jan. Penulisan kata Nomor. Nama bulan jangan ditulis dengan angka.a.03.. bukan Pebruari. Contoh Salah Contoh Benar Lampiran: 5 (lima) berkas Lampiran: Lima berkas Lamp. November. dan tidak diakhiri tanda baca apa pun. Nama bulan hendaklah ditulis dengan cermat. Contoh Nomor: 110/U/PPHPBI/2006 No. : 10-10-3-03-90 4. tanpa spasi. Awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diakhiri dengan tanda baca lain.: 110/U/PPHPBI/2006 Nomor: 007/KSH-1/IV/2001 Penulisan nomor dan kode surat tidak harus dibatasi garis miring. KEPALA SURAT 22 Oktober 1986 3 Penulisan Nomor Surat Kata Nomor. tetapi harus taat asas.: Dua eksemplar . Jika tidak ada. Misalnya: Nomor: 10. Demikian pula.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful