Anda di halaman 1dari 6

Berdasarkan pernyataan Susan Stainback (2003), metode penelitian kualitatiI itu

dilakukan secara intensiI, peneliti ikut berpartisipasi lama di lapangan, mencatat secara hati-hati
apa yang terjadi, melakukan analisa reIlektiI terhadap berbagai dokumen yang ditemukan di
lapangan, dan membuat laporan penelitian secara mendetail.
KARAKTERISTIK METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF
No Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
1. A. Desain

O SpesiIik, jelas, rinci
O Ditentukan secara mantap sejak awal
O Menjadi pegangan langkah demi
langkah
A. Desain

O Umum
O Fleksibel
O Berkembang, dan muncul dalam
proses penelitian
2. . Tujuan

O Menunjukkan hubungan antar
variable
O Menguji teori
O Mencari generalisasi yang
mempunyai nilai prediktiI
. Tujuan

O Menemukan pola hubungan yang
bersiIat interaktiI
O Menggambarkan realitas yang
kompleks
O Memperoleh pemahaman makna
O Menemukan teori
3. . Teknik Penelitian

O Eksperimen, survey
O Kuisioner
O Observasi dan wawancara terstruktur
. Teknik Penelitian

O Participant Observation
O In depth interview
O Dokumentasi
O Tringulasi
4. D. Instrumen Penelitian

O Test, angket, wawancara terstruktur
O Instrumen yang telah terstandar
D. Instrumen Penelitian

O Peneliti sebagai instrument (human
instrument)
O Buku catatan, tape recorder, camera,
handycam dan lain-lain
5. E. Data

O KuantitatiI
O Hasil pengukuran variabel yang
dioperasionalkan dengan
menggunakan instrumen
E. Data

O DeskriptiI
O Dokumen pribadi, catatan lapangan,
ucapan dan tindakan responden,
dokumen dan lain-lain.
6. F. Sampel

O Besar
O RepresentatiI
O Sedapat mungkin random
O Ditentukan sejak awal
F. Sampel

O Kecil
O Tidak representative
O Purposive, snowball
O Berkembang selama proses penelitian
7. G. Analisis

O Setelah selesai pengumpulan data
O DeduktiI
O Menggunakan statistik
G. Analisis

O Terus menerussejak awal sampai akhir
penelitian
O InduktiI
O Mencari pola, model, tema, teori
8. H. Hubungan Dengan Responden

O Berjarak, bahkan sering tanpa
kontrak
O Peneliti merasa/lebih tinggi
O Jangka pendek
H. Hubungan dengan responden

O Empati, akrab
O Kedudukan sama bahkan sebagai
guru, konsultan
O Jangka lama
9. I. Usulan Desain

O Luas dan rinci
O Literatur yang berhubungan dengan
masalah, dan variabel yang diteliti
O Prosedur yang spesiIik dan rinci
langkah-langkahnya
O Masalah dirumuskan dengan spesiIik
dan jelas
O Hipotesis dirumuskan dengan jelas
O Ditulis secara rinci dan jelas sebelum
terjun ke lapangan
I. Usulan Desain

O Singkat
O Literatur yang digunakan bersiIat
sementara, tidak menjadi pegangan
utama
O Prosedur bersiIat umum, seperti akan
merencanakan tour/piknik
O Masalah bersiIat sementara dan akan
ditemukan setelah studi pendahuluan
O Tidak dirumuskan hipotesis, karena
justru akan menemukan hipotesis
O Fokus penelitian ditetapkan setelah
diperoleh data awal dari lapangan
10. 1. Kapan penelitian dianggap selesai?

Setelah semua data yang direncanakan dapat
terkumpul
1. Kapan penelitian dianggap selesai?

Setelah tidak ada data yang dianggap
baru/jenuh
11. K. Kepercayaan terhadap hasil penelitian

Pengujian validitas dan reliabilitas
instrumen
K. Kepercayaan terhadap hasil penelitian

Pengujian kredibilitas, depennabilitas, proses,
dan hasil penelitian

. Perbedaan Proses Penelitian

a. Proses Penelitian KuantitatiI
Penelitian itu pada prinsipnya adalah menjawab masalah. Masalah merupakan
penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi sesungguhnya.
Penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan , teori dengan praktek, perencanaan
dengan pelaksanaan dan sebagainya. Penelitian kuantitatiI bertolak dari studi
pendahuluan dari obyek yang diteliti untuk mendapatkan yang betul-betul masalah.
Supaya masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik, maka masalah tersebut
dirumuskan secara spesiIik dan pada umumnya dibuat dalam bentuk kalimat tanya.
Untuk menjawab rumusan masalah yang siIatnya sementara (berhipotesis) maka,
peneliti dapat membaca reIerensi teoritis yang relevan dengan masalah dan berIikir. Jadi
kalau jawaban terhadap rumusan masalah yang baru didasarkan pada yang teori yang
didukung oleh penelitian yang relevan, tetapi belum ada pembuktian secara empiris
(Iactual) maka jawaban itu disebut hipotesis.
Dalam penelitian kuantitatiI metode penelitian yang dapat digunakan adalah
metode survey, ex post Iacto, eksperimen, evaluasi, action, research, policy research
(selain metode naturalistic sejarah)
Instrumen penelitian digunakan sebagai alat pengumpul data yang dapat
berbentuk test, angket/kuisioner, untuk pedoman wawancara atau observasi. Sebelum
instrument digunakan untuk pengumpulan data, maka instrument penelitian harus terlebih
dulu diuji validitas dan reliabilitasnya.
Pengumpulan data dilakukan pada obyek tertentu baik yang berbentuk populasi
maupun sampel. Bila peneliti ingin membuat generalisasi terhadap temuannya, maka
sampel yang diambil harus representative (mewakili).
Setelah data terkumpul, maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan
masalah dan menguji hipotesis yang dajukan dengan teknik statistic tertentu. Berdasarkan
analisis ini apakah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima atau apakah penemuan
itu sesuai dengan hipotesis yang diajukan atau tidak.
Kesimpulan adalah langkah terakhir dari suatu periode penelitian yang berupa
jawaban terhadap rumusan masalah.
Penggunaan konsep dan teori yang relevan serta pengkajian terhadap hasil-hasil
penelitian yang mendahului guna menyusun hipotesis merupakan aspek logika (logico-
hypothetico), sedangkan pemilihan metode penelitian, menyusun instrument,
mengumpulkan data dan analisisnya adalah merupakan aspek metodologi untuk
memveriIikasikan hipotesis yang diajukan.

b. Proses Penelitian KualitatiI
Walaupun peneliti kualitatiI belum memiliki masalah, atau keinginan yang jelas,
tetapi dapat langsung memasuki obyek atau lapangan. Pada waktu memasuki obyek,
peneliti tentu masih merasa asing terhadap obyek tersebut, seperti halnya orang asing
yang masih asing terhadap pertunjukkan wayang kulit. Setelah memasuki obyek, peneliti
kualitatiI akan melihat segala sesuatu yang ada di tempat itu, yang masih bersiIat umum.
Pada tahapini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, diarasakan, dan
ditanyakan. Mereka baru mengenal serba sepintas terhadap inIormasi yang diperolehnya.
Proses penelitian kualitatiI pada tahap kedua disebut tahap reduksi atau Iokus. Pada tahap
ini peneliti mereduksi segala inIormasi yang telah diperoleh pada tahap pertama. Pada
proses reduksi ini, peneliti mereduksi data yang ditemukan pada tahap 1 untuk
meIokuskan pada masalah tertentu.
Proses peneltitian kualitatiI pada tahap ketiga adalah tahap selection. Pada tahap
ini peneliti menguraikan Iokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Pada penelitian
rahap ketiga ini setelah peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan
inIormasi yang diperoleh, maka peneliti dapat menemukan tema dengan cara
mengkonstruksikan data yang diperoleh menjadi suatu bangun pengetahuan, hipotesis,
atau ilmu yang baru.
Hasil akhir dari penelitian kualitatiI, bukan sekedar menghasilkan data atau
inIormasi yang sulit dicari melalui metode kuantitatiI, tetapi juga harus mampu
menghasilkan inIormasi-inIormasi yang bermakna, bahkan hipotesis atau ilmu baru yang
dapat digunakan untik membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraI hidup
manusia.
Proses memperoleh data atau inIormasi pada setiap tahapan (deskripsi, reduksi,
seleksi) tersebut dilakukan secara sirkuler, berulang-ulang dengan berbagai cara dan dari
berbagai sumber. Setelah peneliti memasuki obyek penelitian atau sering disebut sebagai
konteks sosial (yang terdiri atas tempat, actor, atau pelaku/orang-orang dan aktiIitas),
peneliti berpikir apa yang akan ditanyakan (1) setelah menemukan apa yang akan
ditanyakan, maka peneliti telah menemukan pertanyaan sehingga selanjutnya bertanya.
(2) pada orang-orang yang dijumpai pada tempat tersebut. Setelah pertanyaan diberi
jawaban, peneliti akan menganalisis (3) apakah jawaban yang diberikan itu betul atau
tidak. Kalau jawaban atas pertanyyan dirasa betul, maka dibuatlah kesimpulan (4) pada
tahap kelima peneliti mencandra (5) kembali terhadap kesimpulan yang telah dibuat.
Untuk mamstikan kesimpulan yang telah dibuat tersebut, maka peneliti masuk lapangan
lagi mengulangi pertanyaan dengan cara dan sumber yang berbeda, tetapi tujuan sama.
Kalau kesimpulan telah diyakini memiliki kredibiltas yang tinggi, maka pengumpulan
data dinyatakan selesai.