Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

Pada zaman sekarang seiring dengan perkembangan teknologi persaudaraan antara
sesama manusia semakin erat. Seolah tanpa batas kita berkomunikasi dengan teman atau
saudara kita yang ada di luar daerah atau di luar negeri. Allah SWT. memerintahkan kaum
Muslimin untuk menegakkan persaudaraan (ukhuwah). Rasulullah SAW. Dalam berbagai
hadits juga memerintahkan umatnya untuk melakukan hal yang sama.
Semangat persaudaraan di antara sesama muslim hendaknya didasari karena Allah
semata, karena ia akan menjadi barometer yang baik untuk mengukur baik-buruknya suatu
hubungan. Sebagaimana pada sabda Rasulullah 'Pada hari kiamat Allah berIirman:
Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada
naungan selain naungan-Ku ini, aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.
(RiwayatMuslim). Banyak sekali Hadis yang berhubungan dengan persaudaraan yang telah
diriwayatkan oleh beberapa tokoh muslim kita diantaranya al Bukhory, Muslim, At Tirmidzi
dan lain sebagainya.
Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana persaudaraan antar sesama muslim serta
1okum memutuskan silaturrahmi dalam Islam. Maka dalam makalah ini akan membahas
tentang Persaudaraan muslim, memelihara silaturrahmi serta larangan memutuskan
silaturrahmi.

BAB II
PEMBAHASAN

A.Persaudaraan Muslim (LM:1671)

= ' ~ -' - , - ~ ' ' ~ +- = .' : .' . ~ ' _ - ' - = ~ : , ~'
- - ~ _ + ~ =' - ~' + - =' . ` ~ _ ~'' ~ ' ~ ~ =' ' ~ - = _ = - ~ ~ = -' ~
_ ~ =' + ~' ) == ,'=' _ : . -' -~`' : ` -' ~= '-' -'+' (
Artinya :
' An-Nu`man bin Basyir berkata : Nabi SAW. Bersabda : Anda akan melihat kaum
mukminin dalam kasih saying dan cinta mencintai, pergaulan mereka bagaikan satu badan,
jika satu anggotanya sakit, maka menjalarlah kepada lain-lain anggota lainnya sehingga
badannya terasa panas dan tidak dapat tidur.
(Dikeluarkan oleh Bukhari : (78) kitab 'Tatakrama (27) bab : 'Kasih Sayang Kepada
Manusia dan Binatang.)

Tinjauan Bahasa :
=' ' saling mengasihi antara yang satu dan yang lain dengan didasarkan keimanan :
~' ' saling berhubungan berdasarkan rasa cinta:
- =' ' saling menolong antara yang satu dan lainnya:
_ ~' merasa sakit :
_ =' ~ menjalar, memanggil:
_ ~ =' sakit demam panas :
+ ~' tidak tidur semalaman :

Penjelasan
Hadis di atas menggambarkan hakikat hubungan antara sesama kaum muslimin yang
begitu erat menurut Islam. Hubungan antara mereka dalam hal kasih sayang, cinta, dan
pergaulan diibaratkan hubungan antara badan, yang satu sama lain saling membutuhkan,
merasakan, dan tidak dapat dipisahkan. Jika salah satu anggota badan tersebut sakit, anggota
badan lainnya ikut merasakan sakit.
Dalam hadis lain dinyatakan bahwa hubungan antara seorang mukmin dengan
mukmin lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling melengkapi. Bangunan tidak akan
berdiri kalau salah satu komponennya tidak ada ataupun rusak. Hal itu menggambarkan
betapa kokohnya hubungan antara sesama umat Islam.
Oleh sebab itu, persatuan dan kesatuan merupakan nikmat yang sangat besar, yang harus
disyukuri oleh umat Islam dengan cara mempertahankannya. Persaudaraan dan persatuan
akan membawa kepada kesuksesan atau kesejahteraan, baik di dunia maupun di akhirat.
Allah SWT. berIirman :
Fb_JBb, Vm Bb Bq@
N, Fb_CAV P FbH[Bb, @6
Bb N@1 [f /1H Jb)0
b0 N_1C
/0 =J,/1 B1,_f
/1H, P[V BAA 1= .
;B1Bb HA@f0 B8. N A@AH
.P Bb N =Jb,
N1 )J
'Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai
berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (Q.S Ali-Imran : 103)

Salah satu landasan utama yang mampu menjadikan umat bersatu atau bersaudara ialah
persamaan kepercayaan atau akidah. Ini telah dibuktikan oleh bangsa Arab yang sebelum
Islam selalu berperang dan bercerai-berai tetapi setelah mereka menganut agama Islam dan
memiliki pandangan yang sama baik lahir maupun batin, mereka dapat bersatu.
Namun demikian, tidak berarti bahwa umat Islam dilarang untuk berhubungan dan
bersahabat dengan umat selain Islam. Umat Islam pun dianjurkan untuk berhubungan dengan
mereka karena pada dasarnya semua umat manusia itu berasal dari bapak yang sama, yakni
Adam. Allah SWT. berIirman :
CAH B1Bb 10 1),
8 Bb @1qBb
,1 ;@q, X0,
@1JNBb CBB
N,@ B1Bb B@
Fb_1JBb =@ P B, b1JBb
=@ Nf CBb _V0 H
) B V,C 6q.PBb
B@ q F ) Bb
CBb Fb_1b, B Fb_1JBb
=@ CBb =[T N
Bb, ) B P[Lf
6,@ V/fJ
Artinya :
'Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus
Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang
benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka
perselisihkan. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan
kepada mereka Kitab, Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang
nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang
beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya.
dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
(Q.S. Al-Baqarah :213)

Intisari ayat tersebut menegaskan bahwa pada dasarnya manusia merupakan suatu
rumpun keluarga, yang berasal dari satu nenek moyang yaitu Adam dan Hawa.
1
Oleh karena
itu, tidaklah patut saling bermusuhan hanya karena perbedaan keturunan, bangsa, atau agama,
jika mereka (kaum kaIir) tidak memerangi umat Islam, bahkan sebaliknya dalam Islam
dianjurkan untuk saling mengenal. Selanjutnya, umat manusia dibedakan menjadi dua bagian,
yaitu mereka yang menaati aturan yang ada dalam kitab yang dibawa oleh para Rasul dan
mereka yang tidak mau menaatinya. Yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling
bertakwa.
Menurut M Quraisy Shihab, berdasarkan ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur`an, ada
empat macam bentuk persaudaraan :
2

1. Ukhuwah ubudiyyah atau saudara kesemakhlukan dan ketundukan kepada Allah.
2. Ukhuwah Insaniyyah (basyariyyah) dalam arti seluruh umat manusia adalah
bersaudara karena berasal dari seorang ayah dan ibu. Rasulullah SAW juga
menekankan hal ini melalui sebuah hadits :
' ~' =' - ' -' = + ). -' ,'=' = _ -- (
Artinya : 'Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara
(H.R. Bukhari dari Abu Hurairah)
' ' ~ + =
Artinya : 'Hamba-hamba Allah semuanya bersaudara
3. Ukhuwah Wathaniyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan
kebangsaan.
4. Ukhuwah fi ad-din al-Islam, persaudaraan antar sesama muslim. Rasulullah SAW
bersabda :

1
M. Yunan Nasution, Pegangan Hidup 2, (Solo: Ramadhani, 1987), hal. 26.
2
Quraish Shihab, Wawasan Al-Quran TaIsir Maudhu I atas Pelbagai Persolan Umat, (Bandung:Mizan, Cet. III,
1996), HAL 489

- _ ' =- - ~ '' - -' = - ~



Artinya : 'Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang dating sesudah
(waIat)ku.
Dengan demikian, persaudaraan dalam Islam mengandung arti cukup luas tetapi
persaudaraan antarsesama muslim adalah pertama dan sangat utama. Sebagaimana disebutkan
dalam ayat :
Bf _1Bb ,_f ...

Artinya :
'Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (Q.S. Al-Hujurat : 10)
Dalam syari`at Islam banyak ajaran yang mengandung muatan untuk lebih
mempererat tali persaudaraan dan solidaritas sesama umat Islam, seperti zakat, qurban,
ibadah haji, shalat berjama`ah, dan lain-lain.









B.Memelihara Silaturahmi (LM: 1657)


-- ~ = - = ' ~ _ - ' - = .' : ~ ~ . ~ ' _ - ' - = ~ . - - :
~ - ~ = ~ - ~- - _ - ` . - - ~ = ). == ,'='
_ : ' . -' _-' ` -' ~ = =~' _ ' (
Artinya :
'Anas bin Malik r.a. berkata, 'Saya telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda. 'Siapa yang
ingin diluaskan rezekinya dan dilanjutkan umurnya, hendaknya menyambung hubungan
Iamily (kerabat).
(Dikeluarkan oleh Bukhari: Kitab 'Jual Beli, bab: Siapa yang Menyukai Dilapangan Rezeki)

Tinjauan Bahasa
= ~ - : Diluaskan
~- - : Dilanjutkan
` : Bekas, jejak
. - - : Menyambungkan

Penjelasan
Silaturahmi artinya menyambungkan tali persaudaraan. Hadis tersebut
menggambarkan betapa pentingnya silaturahmi dalam kehidupan umat Islam. Hal ini karena
menyambung tali silaturahmi berpengaruh terhadap rezeki yang merupakan bekal hidup di
dunia untuk mengabdi kepada-Nya. Selain itu, orang yang selalu menyambung tali
silaturahmi akan dipanjangkan usianya dalam arti akan dikenang selalu.
Hadis di atas, kalau kita cermati dengan seksama, sangatlah logis. Orang yang selalu
bersilaturahmi tentunya akan memiliki banyak teman dan relasi, sedangkan relasi merupakan
salah satu Iaktor yang akan menunjang kesuksesan seseorang dalam berusaha atau berbisnis.
Selain itu, dengan banyak teman akan memperbanyak saudara dan berarti pula telah berusaha
meningkatkan ketakwaannya kepada Allah. Hal ini karena ia telah melaksanakan salah satu

perintah-Nya, yakni menghubungkan silaturahmi. Bagi mereka yang bertakwa, Allah SWT.
akan memberikan rezeki dan jalan keluar dalam setiap urusannya. Allah SWT. berIirman :
,.... CJ Bb V 0
CJA =C,
8@= N 1J P ....
Artinya :
'Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Q.S. Ath-Thalaq : 2-3)

Menurut Al-Faqih Abu Laits Samarqandhi,
3
keuntungan bersilaturahmi ada sepuluh, yaitu :
1. Memperoleh rida Allah SWT., karena Dia yang memerintahkannya;
2. Membuat gembira orang lain;
3. Menyebabkan pelakunya menjadi disukai para malaikat;
4. Mendatangkan pujian kaum muslimin kepadanya;
5. Membuat marah iblis;
6. Memanjangkan usia;
7. Memambah barakah (cukup) rezekinya;
8. Membuat senang kaum kerabat yang telah meninggal, karena mereka senang jika
anak atau cucunya selalu bersilaturahmi;
9. Memupuk rasa kasih sayang di antara kelurga/Iamily sehingga timbul semangat saling
membantu ketika berhajat;
10.Menambah pahala sesudah pelakunya meninggal karena ia akan selalu dikenang dan
didoakan karena kebaikannya.







3
Al-Faqih, Ibid. hlm. 134-135

.Larangan Memutuskan Silaturahmi (LM 1659)



-- ~ = _ - - `' ' -- . ~ ' _ - ' - = ~ .' : ' . = - , . =
=+ - -' = ` ` , .' - - ' - - - - - ' ~ - ' ~ ~ '' ~ - - = ' ~' ~ -
) ==' ,'=' _ : -' -~`' : ` -' .=+' .~ ' -= ~ :
` .=- .= =+- -'= `` (
Artinya :
'Abu Ayyub Al-Anshari r.a. berkata, bahwa Rasulullah SAW. Bersabda, 'Tidak dihalalkan
bagi seorang muslim memusuhi saudaranya lebih dari tiga hari sehingga jika bertemu saling
berpaling muka, dan sebaik-baik keduanya ialah yang mendahului memberi salam.
(Dikeluarkan oleh Bukhari: Kitab 'Tata Krama bab: ifrah dan ucapan Rasulullah SAW.
Tidak halal bagi seorang laki-laki menghindari saudaranya lebih tiga hari)

Tinjauan Bahasa :
. = - : Halal
=+ - : menjauhi, memboikot
' - - - : Dua orang saling bertemu
= : Berpaling



Penjelasan
Sudah menjadi sunnatullah bahwa hubungan sesame manusia tidaklah selamanya
baik, tidak ada problem dan pertentangan. Hidup adalah perjuangan, tantangan, pengorbanan,
dan sekaligus perlombaan antara sesama manusia. Tidak heran kalau terjadi gesekan
antarsesama dan tidak mungkin dapat dihindarkan.
Namun demikian, gesekan atau permusuhan tersebut jangan sampai diperpanjang
hingga melebihi tiga hari, yang ditandai dengan tidak saling menegur sapa dan saling
menjauhi. Hal itu tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.
Menurut Imam Nawawi, persengketaan harus diakhiri pada hari ketiga, tidak boleh
lebih. Menurut sebagian ulama, di antara sebab Islam membolehkan adanya persengketaan
selama tiga hari karena dalam jiwa manusia terdapat amarah dan akhlak jelek yang tidak
dapat dikuasainya ketika bertengkar atau dalam keadaan marah. Waktu tiga hari diharapkan
akan menghilangkan perasaan tersebut.
4

Di antara cara eIektiI untuk membuka kembali hubungan yang telah terputus adalah
dengan mengucapkan salam sebagai tanda dibukanya kembali hubungan kekerabatan. Ini
bukan bahwa orang yang memulai salam itu berarti telah kalah, tetapi ia telah melakukan
perbuatan sangat mulia dan terpuji di sisi Allah SWT.
Mereka yang bersikeras memutuskan silaturahmi akan mendapatkan laknat dan
kutukan Allah SWT., sebagaimana Iirman-Nya:
V J@@ f /@,_V 0
Fb)V [ ;J.Bb
Fb_fV, NB=;0
00 CBb q Bb
@0 b;0, @0

Artinya : 'Maka Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka
bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan. Mereka Itulah orang-orang yang dila'nati
Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.

4
Muhammad Fu`ad Abdul Baqi, Al-Lu`lu Wa Al-Marzan, Daru Al-Fikr hal: 189

(Q.S. Muhammad :22-23)


Dalam ayat lain, Allah SWT. berIirman :
CBb, _f1 ) Bb H
) =fd@ ,_f, B
0 Bb = 0 V@_
), [ ;J.Bb
00 q1Bb
==1, _ ;bBBb
Artinya :
'Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan
apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi,
orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk
(Jahannam). (Q.S. Ar-Ra`d: 25)














BAB III
PENUTUP

A.KESIMPULAN
Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hadits yang berbicara tentang
persaudaraan ternyata ada banyak diantaranya yang berbicara tentang memelihara
silaturahmi, dilarangnya memutuskan silaturrahmi, bahwa sesama muslim itu bersaudara,
selain itu juga silaturraahmi dapat memperpanjang usia dan menambah rejeki. Salah satu
landasan utama yang mampu menjadikan umat bersatu atau bersaudara ialah persamaan
kepercayaan atau akidah. Betapa penting silaturahmi dalam kehidupan umat Islam terutama
dalam pendidikan. Hal ini karena menyambung silaturahmi berpengaruh terhadap pendidikan
karena bekal hidup di dunia dan akhirat, orang yang selalu menyambung silaturahmi akan
dipanjangkan usianya dalam arti akan dikenang selalu. Kalau umat Islam telah sesuai dengan
gambaran di atas, kejayaan Islam, sebagaimana pernah diraih umat Islam dahulu, dapat diraih
kembali oleh umat Islam sekarang.

B. SARAN
Semoga dengan adanya makalah ini bisa meningkatkan persaudaraan kita sebagai
umat Islam dan selalu menjaga hubungan silaturahmi antarsesama manusia. Semoga makalah
ini bermanIaat bagi semua orang dan dapat diamalkan dalam kehidupan kita.




DAFTAR PUSTAKA
Quraish Shihab, Muhammad.Wawasan Al-Quran Tafsir Maudhui atas Pelbagai Persoalan
Umat. Bandung:Mizan.1997
Fu`ad Abdul Baqi, Muhammad. T.t Al-Lulu wa Al-Marfan fima Ittafaqa alaihi Imamam
Muhaddttsin. Beirut:Darul Fikri
SyaIe`i, ProI.Dr.H.Rahmat M.A. Al-adis, Akidah, Akhlaq, Sosial dan hukum. Pustaka Setia
Bandung

Anda mungkin juga menyukai