Anda di halaman 1dari 3

Sepucuk Surat untuk Ella

oleh: Maria Azmi Piscessanella Sudah hampir dua jam Ella mondar mandir. Kegelisahan nampak jelas dari raut wajahnya. Sesekali ia melihat jam ditangan kirinya. Tapi Rizky, seseorang yang dia tunggu sejak tadi belum saja menampakkan batang hidungnya. Perlahan Ella mengambil ponsel dari tas yang dibawanya dan memutuskan untuk menghubungi Rizky. Berulang kali ia mencoba tapi tidak ada jawaban. Ella semakin gelisah, wajahnya pucat pasi, hatinyapun semakin nelangsa. Hingga akhirnya Ella-pun memutuskan untuk pulang saja. Ella berjalan lunglai menelusuri jalan setapak menuju rumahnya. Sesekali dia melihat alang-alang yang tumbuh dipematang jalan sambil menghela nafas panjang. Hari semakin senja Ella masih saja diam terpaku disudut ruang kamarnya. Pandangannya kosong, pikirannya masih saja gelisah dan semakin kalut saja. Diraihnya sebingkai foto diatas mejanya. Dipandangnya baik-baik foto itu. Tanpa Ella sadari air matanya sudah menetes di kedua pipinya. Ella mencoba mengingat kejadian saat itu, saat pertama kali dia bertemu dengan Rizky, laki-laki yang membuat dia percaya dan yakin akan segala potensi yang ada pada dirinya. Merubah segala sesuatu tentangnya menjadi lebih baik dan dapat diterima banyak orang. Ella tersenyum simpul dan mendekap erat foto itu. Sudah hampir seminggu sejak kejadian itu Rizky masih saja tidak menghubungi Ella. Ella tampak begitu sedih dan murung sendiri. Berkali-kali kerabat dan beberapa teman dekatnya mencoba menghibur, tapi Ella masih saja diam. Kegelisahanpun dirasakan kerabat dan teman Ella karena mereka sangat takut terhadap kondisi Ella yang semakin terpuruk. Sayang, Ella makan dulu yuk sayang. ucap ibu pada Ella yang masih saja diam seribu bahasa. Nanti saja bu, Ella belum lapar. Ella masih ingin sendiri disini. jawab Ella lirih. Ella ndak boleh begini nak, Ella harus tabah dan kuat. Ella ndak boleh lemah. ucap ibu sambil menangis sedih.

Maksud ibu apa? tanya Ella sambil memandang ibunya dengan sejuta pertanyaan. Maafkan ibu nak, ibu belum bisa cerita. Tapi ibu juga tidak mau melihat kamu begini terus. Sekarang Ella ganti baju, ibu akan mengajak kamu ke sesuatu tempat. ucap ibu sembari meninggalkan Ella yang tampak kebingungan sendiri setelah mendengar ucapan ibu. Dengan segera Ella merapikan diri karena rasa penasarannya pada ucapan ibu. Dalam hitungan detik Ella sudah tampak rapi dan segera pergi bersama ibunya. Sepanjang perjalanan Ella tampak bingung dengan semuanya. Ibunya sedari tadi terus saja menangis. Teman dan kerabatnya-pun tampak begitu sedih. Banyak pertanyaan yang Ella lontarkan pada mereka tapi tak ada satupun jawaban. Mereka hanya diam dengan wajah sedih. Kenapa kita kesini? tanya Ella yang nampak semakin bingung karena mobil mereka berhenti di area parkir rumah sakit. Sudah, Ella harus sabar. Ella sebentar lagi juga akan tau. ucap ibu pelan sambil mengelus rambut Ella yang terurai rapi. Pikiran Ella-pun semakin kacau balau. Air matanya menetes. Langkahnya semakin lunglai karena ketakutan dan kekhawatirannya hingga mereka sampai di depan sebuah kamar. Ella harus tabah dan menerima kenyataan ini nak. ucap ibu lagi. Dengan segenap kekuatannya, Ella membuka pintu kamar itu. Pandangan matanya hanya tertuju pada seseorang yang terbaring lemah disana. Air matanya menetes lagi. Ella berlari menghampiri dan segera memeluk erat Rizky yang masih dalam keadaan koma. Bangun, Rizky harus bangun. Ella ada disini. ucap Ella pada Rizky yang masih saja diam. Kenapa ibu dan semuanya ndak pernah bilang sama Ella? tanya Ella kesal pada semua orang disekelilingnya. Maafkan ibu dan kami semua nak, kami sangat takut terhadap kondisimu jika kamu tau semua ini. Dan ini ada sepucuk surat yang Rizky titipkan pada ibu seminggu

sebelum dia seperti ini. ucap ibu dengan nada menyesal sembari memberikan sepucuk surat pada Ella. Dengan segera Ella membuka dan membaca isi surat itu.

Sebelumnya Rizky minta maaf karena selama ini Rizky tidak bisa jujur tentang penyakit yang tengah Rizky derita. Semua ini Rizky lakukan semata-mata karena Rizky sayang sama Ella. Rizky sangat takut membuat Ella sedih jika tau Rizky seperti ini. Ella juga ndak boleh marah sama semuanya, karena itu semua Rizky yang minta merahasiakannya dari Ella. Maafkan juga karena waktu itu sudah membuat Ella menunggu lama karena beberapa hari sebelum Rizky menulis surat ini kesehatan Rizky semakin memburuk dan Rizky ndak mau sampai jatuh pingsan dihadapan Ella. Sekali lagi Rizky minta maaf sama Ella. Rizky mohon dengan sangat sama Ella, Ella harus selalu tetap tegar dan tabah walaupun nanti pada akhirnya Rizky ndak bisa lagi selalu disisi Ella. Tapi Ella harus yakin kalau Rizky selalu ada dihati Ella. Dan satu lagi, Rizky akan selalu sayang sama Ella. Salam sayang Rizky buat Ella -

Ella menangis tersedu-sedu. Dia sangat terpukul dengan kejadian itu. Dia peluk tubuh Rizky yang masih terbujur itu. Ella juga sayang sama Rizky dan Ella janji akan selalu menyayangi Rizky. Dan Ella mohon sama Rizky, Rizky bangun buat Ella. Ella janji akan selalu merawat Rizky dengan penuh kasih sayang. ucap Ella sambil menangis tersedu-sedu.

*** Selesai ***