Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Kimia analisa adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari cara-cara
melakukan identiIikasi terhadap suatu sampel. Kimia analisa terbagi menjadi dua
bagian yaitu kimia analisa kualitatiI dan kimia analisa kuantitatiI. Kimia analisa
kualitatiI ditujukan untu mengidentiIikasi unsur-unsur yang terdapat di dalam
sampel, sedangkan kimia analisa kuantitatiI ditujukan untuk mengidentiIikasi
banyaknya unsur yang terdapat dalam sampel. Salah satu contoh dari analisa
kuantitaI adalah analisa air.
Air sangat penting bagi kehiduapan semua makhluk hidup, khususnya
manusia. Dengan meningkatny kegiatan manusia, kebutuhan akan air juga akan
terus meningkat. Seiring dengan kebutuhan yang terus meningkat maka lama
kelamaan air bersih akan menjadi langka. Air menjadi kotor akibat aktivitas
manusia. Dalam industri, pabrik-pabrik biasanya membuang limbah secara
langsung ke aliran air tanpa diolah. Hal ini tentu akan menurunkan kualitas air.
Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu analisa terhadap air untuk mengetahui
kelayakan air suatu perairan untuk dikonsumsi masyrakat sekitarnya. Salah satu
jenis analisa air adalah analisa alkalinitas air.

1.2%::an
%ujuan dari percobaan analisa air adalah:
1. Mengetahui standar air bersih.
2. Menentukan kadar alkalinitas air dengan metode indikator warna.
3. Mempelajari cara penentuan kadar alkalinitas air.

1.3R:2:8an 2a8alah
!ermasalahan yang timbul pada percobaan analisa air ini adalah bagaimana
cara menentukan karakteristik air berupa alkalinitas dari air tersebut
menggunakan analisis alkalinitas dengan metode indikator warna.

1.4Manfaat Percobaan
1. !ratikan memperoleh pemahaman lebih baik mengenai cara menganalisa air.
2. !ratikan mampu menentukan kadar alkalinitas air.
3. !ratikan mengetahui Iaktor-Iaktor yang mempengaruhi alkalinitas air.

1.5R:ang Lingk:5
!ratikum Kimia Analisa KuantitatiI dengan modul percobaan 'Analisa Air
dilakukan di Laboratorium Kimia Analisa, Fakultas %eknik, Departemen %eknik
Kimia, Universitas Sumatera Utara dan dalam kondisi ruangan:
%ekanan udara : 760 mmHg
Suhu : 30
o
C
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah AMDK air
hexagonal, air sungai Babura, air mancur hotel Arya Duta, indikatr metil jingga
(C
14
H
14
N
3
NaO
3
S
3
), dan asam sulIat (H
2
SO
4
) 1,5 N. !eralatan-peralatan yang
digunakan adalah beaker glass, buret, statiI, klem, erlenmeyer, gelas ukur,
corong, dan pipet tetes.