P. 1
sinopsis siti nurbaya

sinopsis siti nurbaya

|Views: 806|Likes:
Dipublikasikan oleh Sinta Siagian

More info:

Published by: Sinta Siagian on Nov 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

sinopsis siti nurbaya

Identitas Buku
Judul Pengarang Penerbit Cetakan Tahun Terbit Seri BP : Siti Nurbaya ( Kasih Tak Sampai ) : Marah Rusli : Balai Pustaka : 20 : 1990 : 575

Tempat Terbit : Jakarta Tebal Buku Pelaku : 271 halaman : Siti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, dan Sultan Mahmud. Sinopsis :

SITI NURBAYA (Kasih Tak Sampai)
Karya Marah Rusli Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih. Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk

sehingga Datuk maringgih berusaha menganiaya Siti Nurbaya. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri. yaitu pendekar lima. Sungguh berat memang. Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya. kepada Datuk Maringgih. namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikan oleh Datuk Maringgih. Pada suatu hari ketika Samsulbahri sedang liburan kembali ke Padang. Cintanya yang menggebu-gebu padanya kandas sudah. Samsulbahri . asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya. ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. Maka dengan seluruh orang suruhanya. pendekar empat serta pendekar tiga. Jakarta. serta yang lainnya Datuk Maringgih memerintahkan untuk membakar toko Baginda Sulaiman. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. kasihnya yang begitu dalam pada Samsulbahri kandas sudah akibat petaka yang menimpa keluarganya. Yaitu menyarahkan puterinya Siti Nurbaya kepada Datuk Maringgih untuk dijadikan istri. puterinya. terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya. Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Dia sangat terpukul oleh kenyataan itu. kekasihnya yang sedang sekolah di stovia.melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. hatinya pun begitu hancur pula. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Datuk Maringgih sangat marah melihat mereka berdua yang sedang duduk bersenda gurau itu. Dan begitupun dengan Siti Nurbaya sendiri.

ia terjatuh kelaut karena ada seseorang yang mendorongnya. Tetapi. Sehingga Samsulbahri diusir dan harus kembali ke Jakarta dan ia benrjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Tetapi Siti Nurbaya diselamatkan oleh seseorang yang telah memegang bajunya hingga dia tidak jadi jatuh ke laut.tidak mau membiarkan kekasihnya dianiaya. tetapi marabahaya berikutnya menunggunya di daratan. oleh karena itu Siti Nurbaya diusirnya. Mendengar teriakan anak yang sangat dicinatianya itu baginda Sulaiman berusaha bangkit. bahwa dia ke Jakarta telah membawa lari emasnya atau hartanya. naumun di tengah perjalanan dia hampir meninggal dunia. walaupun dia selamat dari marabahaya tersebut. tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir. ayah Samsulbahri yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. Siti Nurbaya berteriakteriak keras hingga teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras karena derita beruntun yang menimpanya. Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Sehingga memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi. timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer. maka Datuk Maringgih dia pukul hingga terjerembab jatuh ketanah. Setibanya di Jakarta. karena dianggap telah mencoreng nama baik keluarganya dan adat istiadat. Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya. Sementara itu Samsulbahri yang ada di Jakarta hatinya hancur dan penuh dendam kepada Datuk Maringgih yang telah merebut kekasihnya. . Karena saking kaget dan takut.Karena dengan siasat dan fitnah dari Datuk Mariggih Siti Nurbaya ditangkap polisi. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. karena surat telegram Datuk Maringgih yang memfitnah Siti Nurbaya. Mendengar itu. Siti Nurbaya kembali ke kampunyanya dan tinggal bersama bibinya. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam. malu atas perbuatan anaknya.

Setelah berhasil betemu dengan ayahnya. tetapi juga mengandung kritik yang tajam terhadap adapt-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. sebelum meninggal dia minta kepada orangtuanya agar nanti di kuburkan di Gunung Padang dekat kekasihnya Siti Nurbaya. Sewaktu di rumah sakit. Ayah Samsulbahri juga sangat menyesal telah mengata-ngatai dia tempo dulu. yang sangat melanggar adat istiadat dan memalukan itu.Sepuluh tahun kemudian. yaitu ketika kejadian Samsulbahri memukul Datuk Maringgih dan mengacau keluarga orang. Namun. Samsulbahripun meninggal dunia. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. Datuk Maringgih jatuh tersungkur. Novel ini pula yang pertama kali menampilkan masalah perkawinan .B. dia dikuburkan di Gunung Padang dekat dengan kuburan kekasihnya Siti Nurbaya. Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Dan di situlah kedua kekasih ini bertemu terakhir dan bersama untuk selama-lamanya. Secara tematik. Ajip Rosidi. Zuber Usman. seperti yang disinggung H. dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. maupun Teeuw. sebelum dia meninggal dunia. Jassin. novel ini tidak hanya menampilkan latar social lebih jelas. Sapardi Djoko Damono. SITI NURBAYA (Kasih Tak Sampai) Pengarang : Marah Rusli (7 Agustus 1889-17 Januari 1968) Penerbit : Balai Pustaka Hampir semua kritikus sastra Indonesia menempatkan novel Sitti Nurbaya ini sebagai karya penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya. dia minta agar dipertemukan dengan ayahnya untuk minta maaf atas segala kesalahannya. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Perminataan itu dikabulkan oleh ayahnya.

yang kemudian banyak diikuti oleh pengarang-pengarang Indonesia sesudahnya. keduanya belajar di sekolah yang sama. Sitti Nurbaya. Penghulu yang sangat disegani dan dihormati penduduk disekitarnya itu. Hingga kini. mempunyai putra bernama Samsulbahri. Untuk pengajaran sastra di tingkat sekolah lanjutan. Inilah ringkasannya. Bersebelahan dengan rumah Sutan Mahmud Syah. Tahun 1991. Sutan Mahmud Syah termasuk salah seorang bangsawan yang cukup terkenal di Padang. Apalagi. Begitu pula hubungan Samsulbahri dan Sitti Nurbaya.kini Hadiah Tahunan Pemerintah ini tidak dilanjutkan lagi. Pada tahun 1969. Hubungan kedua remaja itu berkembang menjadi hubungan cinta. hubungan antara keluarga Sutan Mahmud Syah dan keluarga Baginda Sulaiman. Putrinya. berjalan dengan baik. novel ini terbit pula dalam edisi bahasa Melayu. novel ini merupakan salah satu novel wajib. baik dalam maupun luar negeri. ulasannya masih terus banyak dilakukan. anak tunggal yang berbudi dan berprilaku baik. Pada tahun 1963 saja. maupun dalam konteks social dan emansipasi wanita. Perasaan tersebut baru mereka sadari ketika Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya. TVRI menyiarkan sinetron Sitti Nurbaya dengan pemeran utamanya Novia Kolopaking (sebagai Sitti Nurbaya) dan Gusti Randa (sebagai Samsulbahri).dalam hubungannya dengan persoalan adat. di Malaysia itu. persahabatan mereka makin erat. . novel ini memperoleh hadiah penghargaan dari pemerintah Indonesia sebagai hadiah tahunan yang diberikan setiap tanggal 17 Agustus. Sitti Nurbaya sudah mengalami cetak ulang ke-11. Sebagaimana umumnya kehidupan bertetangga. juga merupakan anak tunggal keluarga kaya-raya itu. tinggal seorang Saudagar kaya bernama Baginda Sulaiman. Di Malaysia. Berbagai artikel maupun makalah yang membahas novel ini sudah banyak ditulis oleh para pengamat sastra Indonesia. baik dalam konteks sejarah kesusastraan Indonesia modern. Sejak anak-anak sampai usia mereka menginjak remaja.

Datuk Meringgih pun dating menagih janji. Sitti Nurbaya keluar dari kamarnya dan menyatakan bersedia menjadi istri Datuk Meringgih asalkan ayahnya tidak dipenjarakan. di samping rasa iri hatinya melihat harta kekayaan ayah Sitti Nurbaya itu. Baginda Sulaiman tentu saja tidak mau putrid tunggalnya menjadi korban lelaki hidung belang itu walaupun sbenarnya ia tak dapat berbuat apa-apa. Pada saat itulah. Akal busuk Datuk Meringgih berhasil. Tanpa belas kasihan. “Aku sesungguhnya tidak senang melihat perniagan Baginda Sulaiman. ia meminjam uang kepada orang yang sebenarnya akan mencelakakan Baginda Sulaiman. Oleh karena itu. Ia menganggap Baginda Sulaiman sebagai saingannya yang harus disingkirkan. makin hari makin bertambah maju. Tentu saja Datuk Meringgih tidak mau rugi. Namun.Sementara itu. sehingga berani ia bersaing dengan aku. kejatuhannya akibat perbuatan licik Datuk Meringgih. kemudian meminjamkan uang kepada Baginda Sulaiman dengan syarat harus dapat dilunasi dalam waktu tiga bulan. sejauh itu. karena memang hal itulah yang diharapkannya. salah seorang saudagar kaya di Padang. dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman. Pada saat yang telah ditetapkan. Datuk Meringgih. Ia tak dapat melunasi utangnya. Oleh sebab itu. Maka. Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk membakar dan menghancurkan bangunan. mendengar peristiwa yang menimpa diri kekasihnya itu lewat surat Sitti Nurbaya. hendaklah ia dijatuhkan. Suatu putusan yang kelak akan menceburkan Sitti Nurbaya pada penderitaan yang berkepanjangan. Bagi Datuk Meringgih kedatangan Baginda Sulaiman itu ibarat “Pucuk dicinta ulam tiba”. tanpa prasangka apa-apa.” demikian Datuk Meringgih berkata (hlm. Rentenir kikir yang tamak dan licik itu. Malang bagi Baginda Sulaiman. berusaha untuk menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman. ia akan mengancam akan memenjarakan Baginda Sulaiman jika utangnya tidak segera dilunasi. ketika ia sadar bahwa dirinya tak sanggup untuk membayar utangnya. kecuali apabila Sitti Nurbaya diserahkan untuk dijadikan istri mudanya. Cintanya kepada Sitti Nurbaya tidak mudah begitu saja ia . 92). juga ikut prihatin. ia pasrah saja digiring polisi dan siap menjalsni hukuman. took-toko. Samsulbahri. Baginda Sulaiman kini jatuh miskin. ia belum menyadari bahwa sesungguhnya.

Samsulbahri yang merasa amat berduka. Rupanya. ia jatuh dari tangga hingga menemui ajalnya. Datuk Meringgih masih juga belum puas. Namun. dan menyempatkan diri menengok Baginda Sulaiman yang sedang sakit. sejak ayahnya meninggal merasa dirinya telah bebas dan tidak perlu lagi tunduk dan patuh kepada Datuk Meringgih. Kali ini. Sitti Nurbaya pada saat yang sama sedang menjenguk ayahnya. Sitti Nurbaya bermaksud menyusul kekasihnya ke Jakarta. karena kondisinya yang kurang sehat.lupakan. sampai juga ke Jakarta. Pemuda itu terpaksa kembali ke Jakarta. ketika liburan. akibat tipu muslihat dan akal licik Datuk Meringgih yang menuduhnya telah mencuri harta perhiasan bekas suaminya itu. dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia. perbuatannya berhasil. . Tanpa sengaja. Pertengkaran pun tak dapat dihindarkan. Samsulbahri yang tidak merasa tidak melakukan hal yang tidak patut. Sekali waktu. Sitti Nurbaya terpaksa kembali ke Padang. Ketika mereka sedang asyik mengobrol. Beruntung. Oleh karena Sitti Nurbaya tidak bersalah. berita kematian Sitti Nurbaya membuat sedih ibu Samsulbahri. berusaha membela diri dari tuduhan keji itu. Namun. Ternyata ekor perkelahian itu tak hanya sampai di situ. Kebetulan pula. Sejak saat itu ia tinggal menumpang bersama salah seorang familinya yang bernama Aminah. Oleh karena itu. Ia kemudian menyuruh seseorang untuk meracun Sitti Nurbaya. ia pulang ke Padang. datanglah Datuk Meringgih. Sifat Meringgih yang culas dan selalu berprasangka itu. Berita kematian Sitti Nurbaya dan ibu Samsulbahri. Ia kemudian jatuh sakit. Sitti Nurbaya meninggal karena keracunan. kemudian mengusir Samsulbahri. akhirnya ia bebas dari tuduhan. Pada saat pertengkaran terjadi. ayah Sitti Nurbaya berusaha datang ke tempat kejadian. tentu saja menyangka kedua orang itu telah melakukan perbuatan yang tidak pantas. mula-mula mencoba bunuh diri. Ayah Samsulbahri yang merasa maluatas tuduhan yang ditimpakan kepada anaknya. Sementara Sitti Nurbaya. keduanya pun bertemu lalu saling menceritakan pengalaman masing-masing. Namun.

begitu tahu bahwa Samsulbahri yang dikiranya telah meninggal beberapa tahun lamanya tiba-tiba kini tergolek kaku menjadi mayat akhirnya pun meninggal dunia pada keesokan harinya. Rupanya. Samsulbahri kini telah menjadi serdadu kompeni dengan pangkat letnan. termasuk juga menembak Datuk Meringgih. Ia juga sekarang lebih dikenal dengan nama Letnan Mas. Namun. Ternyata. . Sepuluh tahun berlalu. Bagaimanapun. Ternyata pemberontakan yang terjadi di Padang itu didalangi oleh Datuk Meringgih. ia tak dapat begitu saja melupakan tanah leluhurnya itu. Adapun Sutan Mahmud Syah. hingga dalang pemberontak itu tewas. Arifin. Namun. Oleh karena itu. lain lagi berita yang sampai ke Padang. Letnan Mas luka parah terkena sabetan pedang Datuk Meringgih. ia mengembuskan napas di depan ayahnya sendiri.temannya. Letnan Mas mendapat perlawanan cukup sengit.awan pemberontak itu. akhirnya ia berhasil menumpasnya. kepala Letnan Mas yang terluka itu. Pada saat itulah timbul keinginan Letnan Mas untuk berjumpa dengan ayahnya. Di kota ini. ia sempat bimbang juga ketika mendapat tugas harus memimpin pasukannya memadamkan pemberontakan yang terjadi di Padang. Dalam pertempuran me. Oleh karena setelah Letnan Mas menyatakan bahwa ia Samsulbahri. ia menjadi serdadu kompeni bukan karena ia ingin mengabdi kepada kompeni. melainkan terdorong oleh rasa frustasinya mendengar orang-orang yang dicintainya telah meninggal. dapat menggagalkan tindakan nekat Samsulbahri. Samsulbahri dikabarkan telah meninggal dunia. cukup parah. Sebenarnya. Namun. pertemuan yang mengharukan antara “Si anak yang hilang” dan ayahnya itu merupakan pertemuan terakhir sekaligus akhir hayat kedua orang itu. Ia terpaksa dirawat dirumah sakit.

Sejak itu. Dalam . namun ternyata ia tak dapat menghilangkan rasa rindunya kepada Maria. Watak Tuti yang selalu serius dan cenderung pendiam sangat berbeda dengan adiknya Maria. mereka bertemu dengan seorang pemuda. Pemuda itu bernama Yusuf. seorang Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta. Yusuf pun kemudian dengan senang hati menemani keduanya berjalan-jalan. Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan.Layar Terkembang sulung Raden Wiriatmadja. Dalam kongres Putri Sedar yang berlangsung di Jakarta. keduanya pergi ke pasar ikan. Cukup hangat mereka bercakap-cakap mengenai berbagai hal. tinggap di Martapura. Ayahnya adalah Demang Munaf. Suatu hari. Kepada gadis lincah inilah perhatian Yusuf lebih banyak tertumpah. Bagi yusuf. Dia dikenal sebagai seorang gadis yang pendiam teguh dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi wanita. ketika Yusuf pergi ke sekolah. Sementara itu Tuti dan ayahnya melihat hubungan kedua remaja itu tampak sudah bukan lagi hubungan persahabatan biasa. memancarkan semangat hidup yang dinamis. Ia selal teringat kepada kedua gadis itu. ia sempat berpidato yang isinya membicarakan emansipasi wanita. Perkenalan yang tiba-tiba itu menjadi semakin akrab dengan diantarnya Tuti dan Maria pulang. Menurutnya wajah Maria yang cerah dan berseri-seri serta bibirnya yang selalu tersenyum itu. Ia seorang gadis yang lincah dan periang. Pada masa liburan. Sumatra Selatan. dan terutama Maria. Yusuf pulang ke rumah orang tuanya di Martapura. tanpa disangka-sangka ia bertemu lagi dengan Tuti dan Maria di depan Hotel Des Indes. perteman itu ternyata berkesan cukup mendalam. pertemuan antara Yusuf dan Maria berlangsung lebih kerap. Esok harinya. Tuti sendiri terus disibuki oleh berbagai kegiatannya. Suatu petunjuk yang memperlihatkan cita-cita Tuti untuk memajukan kaumnya. Sesungguhnya ia bermaksud menghabiskan masa liburannya bersama keindahan tanah leluhurnya. Ketika sedang asyik melihat-lihat akuarium.

Lebih daripada itu. Sesungguhpun gadis itu sebenarnya sedang merindukan cinta kasih seorang. Sementara hari-hari Maria penuh dengan kehangatan bersama Yusuf. ternyata juga mampu membimbing masyarakat sekitarnya menjadi sadar akan . pemuda itu pun segera meninggalkan Martapura. Maria mengidap penyakit TBC. Ingat pula ia pada teman sejawatnya. Tuti menjaganya dengan sabar. Berikutnya. Kehidupan suami istri yang melewati hari-harinya dengan bercocok tanam itu. Kali ini mengabarkan perihal perjalannya bersama Rukamah. Setelah mendapat restu ibunya. Namun keadaannya tidak juga mengalami perubahan. Kedatangan Yusuf tentu saja disambut hangat oleh Maria dan Tuti. Dokter yang merawatnya menyarankan agar Maria dibawa ke rumah sakit TBC di Pacet. Saat itulah tiba adik Supomo yang ternyata disuruh Supomo untuk meminta jawaban Tuti perihal keinginandsnya untuk menjalin cinta dengannya. Sesungguhpun demikian pikiran Tuti tidak urung diganggu oleh keinginannya untuk merasakan kemesraan cinta. Sindanglaya Jawa Barat. kemudian menyusul sang kekasih ke Bandung. Sementara itu. Dalam kesempatan itulah. Ketika Maria mendadak terkena demam malaria. Kedua sejoli itu pun melepas rindu masing-masing dengan berjalan-jalan di sekitar air terjun di Dago. Tuti sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku.keadaan demikian. disitulah mata Tuti mulai terbuka dalam memandang kehidupan di pedesaan. Maka segera ia menulis surat penolakannya. Tampaknya ia sudah pasrah menerima kenyataan. Supomo dipandangnya sebagai bukan lelaki idamannya. Yusuf memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Pada suatu kesempatan. surat Maria datang lagi. Maria mulai merasakan kondisi kesehatan yang makin lemah. Supomo. saudara sepupunya yang tinggal di Bandung. Yusuf menyatakan cintanya kepada Maria. Kemudian diputuskan untuk merawatnya di rumah sakit. keadaan Maria makin bertambah parah. Ternyata menurut keterangan dokter. Perawatan terhadap Maria sudah berjalan sebulan lebih lamanya. datang pula kartu pos dari Maria yang justru membuatnya makin diserbu rindu. disaat Tuti dan Yusuf berlibur di rumah Ratna dan Saleh di Sindanglaya. Lelaki itu pernah mengirimkan surat cintanya kepada Tuti. Setelah membaca surat itu.

pentingnya pendidikan. Ia menyadari bahwa kehidupan mulia. . Keadaan tersebut benar-benar telah menggugah alam pikiran Tuti. Sejalan dengan keadaan hubungan Yusuf dan Tuti yang belakangan ini tampak makin akrab. kalau saya tahu. Dokter yang merawatnya pun rupanya sudah tak dapat berbuat lebih banyak lagi. sebagaimana yang selama ini ia lakukan. Lalu sesuai dengan pesan tersebut Yusuf dan Tuti akhirnya tidak dapat berbuat lain. Kemudian setelah Maria sempat berpesan kepada Tuti dan Yusuf agar keduanya tetap bersatu dan menjalin hubungan rumah tangga. bahwa kakandaku berdua hidup rukun dan berkasih-kasihan seperti kelihatan kepada saya dalam beberapa hari ini. pengabdian itu dapat dilakukan. kecuali melangsungkan perkawinan karena cinta keduanya memang sudah tumbuh bersemi. Demikianlah pesan terakhir almarhum Maria. tetapi juga di desa atau di masyarakat mana pun. saya tidak rela selama-lamanya kalau kakandaku masing-masing mencari peruntungan pada orang lain”. Inilah permintaan saya yang penghabisan dan saya. “Alangkah bahagianya saya di akhirat nanti. kondisi kesehatan Maria sendiri justru kian mengkhawatirkan. Maria mengjhembuskan napasnya yang terakhir. mengabdi kepada masyarakat tidak hanya dapat dilakukan di kota atau dalam kegiatan-kegiatan organisasi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->