Anda di halaman 1dari 9

DIKTAT KULIAH SMT.3 KEP.

ANAK Faktor yg mempengaruhi kesehatan anak: Faktor sosial & budaya ( suku tekadang memiliki penilaian khusus, ex/ anak sakit dibawa ke dukun, hub. Sosial dgn keluarga harmoniskah?) Nilai ekonomi Nila dan keyakinan yg dianut Peran perawat anak: Care provider/ pemberi askep (memperhatikan askep yg holistik) Pendidik Koordinator (mengkoordinir semua kebutuhan klien) Peneliti Pembela(advokat klien) Manajer (mengelola askep, hingga mengurus alat, kualitas, kepuasan pasien & eminimalkan komplain) Hospice programs: perawatan paliatif pada klien/ anak penyakit teminal Respite care programs: perawatan anak CV (Program sementara. Ex/. Perawatan selama 1-2 minggu, kemudian kembali ke rumah) Presentasi, selasa-23 feb10. Kawasaki disease Kawasaki d. Merupakan penyakit yang diawali dgn peradangan di pembuluh darah yang disebabkan oleh sepsis bakteri dalam darah. Faktor predisposisi/pencetus adalah aneurisma di pembuluh darah, utamanya a/ pembuluh arteri koroner. Kawasaki d. Ditandai dgn/ gejalanya a/ demam 5 hari hingga 41 derajat tidak turun2 dan dapat berlanjut hingga berminggu- minggu.

Aspirasi Pernafasan anak: pernafasan janin pernafasan saat lahir/ persalinan pernafasan neonatus Aspirasi mekonium: masuknya mekonium ke jalan nafas.

Tetralogi of Fallot. Manifestasi: sesak, kemudian saat anak sesak umumnya mereka jongkok (untuk engurangi tinggi/ jarak ekstremitas ke jantung shgmenurunkan sesak) Tetralogiof fallot dipengaruhi oleh mutifaktor Sirkulasi anak: Sirkulasi janin Sirkulasi setelah lahir Tindakan knee chest berguna untuk meningkatkan CO (Cardiac Output) karena jarak ekstremitas terutama lebih dekat ke jantung (meningkatkan preload) Evaluasi presentasi Asuhan keperawatan holistik: Pengkajian: mengumpulkan data penunjang (subjektif & objektif) Diagnosa menggunakan pola PES. Ex/. Masalah: sesak. Dx: gangguan pola nafas b.d. Karakteristik hasik memenhi pola SMART (Specific, Measurable, Actionable, Reliable,time,).Ex/. suhu normal (salah,belum spesifik), suhu normal menjadi 37 derajat (benar).

Evaluasi memenuhi pola SOAP( Subjektif, Objektif, Analysis, Planing).

Presentasi 2 (slasa, 2 Maret 2010) Asthma Faktor psikis dapat memicu serangan asma.hal ini karena emosi yg naik dapat mengaktifkan saraf simpatis untuk mensekresi histamin,histamin ini kemudian dapat dianggap antigen. Asma merupakan penyakit kronik yang dapat dicegah kekambuhannya dengan menghindari penderita untuk kontak dengan alergen. Saluran nafas penderita asthma mungkin mengalami 2 kondisi, obstruksi dan konstriksi. Obstruksi terjadi jika ada zat alergen yang masuk yg kemudian menyumbat saluran. Sedangkan konstriksi terjadi jika saluran itu sendiri mengalami penyempitan (mungkinkarena proses inflamasi). Namun kedua kondisi ini sama- sama menyebabkan kebutuhan tubuh akan O2 tidak terpenuhi. Pemeriksan asthma dapatdilakukan dgn pemeriksaan darah, khususnya eusinofilia. Pemeriksaan ini guna menguji eusinofil. Eusinofil tinggi menunjukkan adanya respon alergi # diaphores= berkeringat banyak Pneumoni (obstruksi sal. Nafas). Pneumoni dapat merupakan komplikasi asthma. Demam Rheuma Evaluasi/ feedback Perbedaan kawasaki d. Demam rheuma??

Bayi untuk pertama kali bernafas a/saat menangis saat baru lahir (menunjukkan fungsi paru bekerjakarena prubahan tekanan di paru dari dalam rahim ke luar/lahir). Aspirasimekonium terjadi karena fekal distress, mungkin terjadi saat prosess kelahiran (saat ingin menghirup udara, justru mekonium yg terhirup). Pemantapan Asep gangguan sirkulasi anak: Pemeriksaan fisik: Hasil pemeriksaan APGAR Clubbing finger (jari tubuh) karena sianosis Faktor kongenital dapat menjadi CHF,jika jantung samapai tidak mampu memompa sejumlah darah ke sirkulasi sistemik dalam tekanan normal untuk memenuhi kebutuhan normal. Manifestasi klinikyg mengarah kpd CHF: Takikardi Keringat Kardiomegali Hipotensi Denyut nadi lemah Kawasaki D. Dilakukan pemeriksaan EKG untuk komplikasi aneurisma Tatalaksana anak dgn gangguan respirasi Anak bukanlah miniatur org dewasa (meski ukuran tubuh yg sama) Sal.pernafasan anak: atas= hidung- trakea

: bawah= bronkus-alveoli #COSAS: Cardio obstruksi Sleep Apnue Syndrom # Bayi baru lahir memiliki lumen trakeadgn diameter 2 mm. #Pada anak, saluran cerna dekat dgnsal. Nafas sehingga sering menyebabkan aspirasi. Pola penyakit padaanak dan dewasa: Etiologi sama, tapi dampak berbeda. Ex/.virus, pada dewasa hanya menyebabkan demam ringan, pd anak bisa sampai mengancam hidup. Penyakit sama, berbeda gejala utama. Ex/.TB,pada dewasa, batuk= gejala utama. Pada anak, berat badan turun= gejala utama. Gejala sama, mengarah ke penyakit yg berbeda. Ex/. Batuk kronik pdanak= asthma. sedangkan pada dewasa dapat mengarah kpd TB. # Anak dgnTb tidak menularkan kpd org dewasa karena kuman TB pada anak lemah daripada pd org dewasa. Gejala respiratory pada anak: Pilek Nasal obstruction (mampet) bersin stridor Mendengkur Noisy breathing (nafa berisik) Batuk Penyakit respiratory pada anak Non rawat: epistaksis, laringo- trakeomalasia, selesma(flu) Butuh rawat: difteri, bronkiolitis, pneumonia (infeksi akut sal.nafas

bawah/ di parenkim paru), asma kronik, aspirasi benda asing( akut maupun noninfeksi) Tes virus (dilakukan bila penyakit suka disertai diare): dgn kultur sputum Pengkajian: riwayat kesehatan anak:sebelumnya, keluarga,& sekarang (gejala utama, kapan timbul) Pemeriksaan fisis (inspeksi & observasi, auskultasi, perkusi, dan palpasi) RR neonatus(0-28 hari): 30- 60 Bayi (1 bln- 1th): 30-50 Tindakan respiratory: trakeostomi, terapiinhalasi, oksigenasi (Kolaborasi krn o2 bagian dari obat), pungsi pleura. O2 berlebih pada neonatus dapat merusak retina (retinopathy). O2 paling mungkin diberikan 2 lt./ menit,kecuali dengan masker(pemebrian tdk langsung) Anak yg sesak tidak diberikan makanan enteral karena butuh energi untuk mengunyah dan memproses shg energi untuk bernafas bisa saja berkuran Pemeriksaan lab Pem eriksaan penunjang Sirkulasi pada anak/ janin: Vena & arteri lumbilikus= vena &arteri pulmo Vena umbilikus: vena dariplacenta ke anak Vena umbilicus diteruskan ke vena cava lalu masuk ke atrium kanan (darah yg masuk sudah kaya o2/ darah merah) Atrium kanan dan kiri dipisahkan oleh voramen ovale (katup terbuka)

Duktur arteriosus (antara aorta dan arteri pulmo) Arteri umbilikus terdapat 2 buah Vena umbilikus berjumlah 1 buah Darah tetap masuk ke pulmo untuk memperdarai paru (namun paru belum berfungsi). Difusi o2 dan CO2 terjadi di placenta.kemudian sirkulasi janin terpisah menjadi sirkulasi atrium kiri dan ventrikel kiri. Sirkulasi transisidipengaruhi oleh proses kelahiran Duktus venosus (terdapat di vena yg menuju hepar) Duktus venosus menutup saat kelahiran dan berubah nama menjadi igamentum venosum/ligamen vena. Voramen ovale menutup saat kelahiran dan berganti nama menjadi vorsa ovalis Duktus arteriosus menutup menjadi ligamentum arterium atau ligamen arteri Faktor yang mempengaruhi menutupnya duktus: proses kelahiran, prostaglandin, dan keadaan respirasi (asidosis metabolik) Gangguan sirkulasi anak: Gangguan hemodinamik: adanya pirau, ada defek.kedua hal ini dapat mempengaruhi: Volume Tekanan Kedua hal diatas kemudian mempengaruhi resistensi pulmonal dan sistemik. Resistensi tekanan pulmo: tekanan arteri pulmo > ventrikel kanan(darah sulit mengalir ke pulmo). Resistensi tekanan sistemik: tekanan aorta> ventrikel kiri (darah sukar mengalir ke tubuh).

Masalah kongenital: Asianotik (komplikasi beratnya adalah CHF): Terjadi peningkatan aliran darah ke paru: ASD(Atrio Septal Defect), faktor penyebab a/. Tekanan atrium kiri> atrium kanan VSD (Ventrikel Septal Defect) PDA (Paten Ductus Arteriosus) Sianotik From liNAS Book (6 april) Postural drainage- mencetak sekret- auskultasi pada lobus (guna mengetahui lokasi sekret terbanyak).Lokasi sekret harus diberi gravitasi tinggi . Untuk membantu menarik sekret , posisikan klien sesuai dengan lokasi sekret berada. Fisioterapi dada: 1.perkusi: memberi tepukan pada lokasi sekret , hal ini dilakukan 3-10menit. Vibrasi: - inspirasi salah: rongga dadamengembang sehingga sesak Ekspirasi benar: rongga dada mengempis shg sekret keluar Inhalasi,dapat dilakukan dgn menggunakan nebulizer= NaClBrotex (bronkodilator).inhalasi dilakukan selama 15 menit, setiap 2xsehari(1/2 jam sebelum makan)karena kalao sesudah makan,anak bisa muntah karena mual yang isebabkan oleh uap. Suction: nasal dan oral Selang kateter masuk selama 15 detik,maksimal pemasukannya diukur dari ujung telinga ke ujung cuping. Suction dilakukan dgn prinsip steril, berikan O2 dan sesudah tidakan buka tutup kateter suction untuk membuang sekret. EKG dipasang di sela iga ke 6 di dekat sternum. Denyut nadi bayi normal adalah120 .LP: PROSEDUR EKG manual, frekuensi denyut jantung, tekanan darah. CVP harus sesuai,nilai yg terlalu kecil dapat mengindikasikan tinggi tekanan

darah. Capillaring refill time / CRT normal < 2 s. Persenatse O2 yg berikatan dgn Hb Saturasi. Perifer pengisian nadi kuat Warna kulit: -sianosis di perifer, sentral, periordital, dan sirkumoral. -pucat (anemia) - pink -kuning

Status kesadaran : Sadar:Compus mentis (GCS 15) Apatis: tdk terorientasi- ngigau Sornolen (tidur,tp dikasih rangsang bangun) Sopor/ stuper; Tidur dlm rangsangan kuat Koma: tidur dalam Keadaan akral, dingin- syok:ex.pd DBD MAP/ midatrial pressure-alirandarah di arteri suplai darah bagus: (sistole +2 diastole)/ 3 Obat TB BERWARNA URIN ORANGE, dan bisa membuat kerja ginjal terasa berat Kedinginan= mOTTLED MEDIKASI: Dosis yg didapat x dosis /dosis yg tersedia