Anda di halaman 1dari 14

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Indonesia memiliki sebuah badan perstatistikan yang bernama Badan Pusat Statistik atau
BPS.BPS memiliki sejumlah kantor yang tersebaar diseluruh Indonesia,dari Sabang sampai
Marauke telah terdapat kantor-kantor BPS.Dalam hal ini BPS sangat memerlukan jaringan yang
kuat agar mereka bisa saling terhubung dan data yang mereka terima bisa lebih cepat dan akurat
sehingga data yang diterima oleh pusat bisa diolah dengan eIisien sehingga tidak terlalu banyak
menghabiskan waktu untuk hanya sekedar mengirim data hasil sensus, atau seurvei.
Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar computer,
tetapi model ini bukan merupakan metode komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi
menggunakan protocol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah protocol adalah
suatu aturan Iormal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana computer bertukar inIormasi
melewati sebuah media jaringan. Sebuah protocol mengimplementasikan salah satu atau lebih
dari lapisan lapisan OSI. Sebuah variasi yang lebar dari adanya protocol komunikasi, tetapi
semua memelihara pada salah satu aliran group: protocol LAN, protocol WAN, protocol
jaringan dan protocol routing.
Protocol LAN beroprasi pada lapisan Iisik dan data link dari model OSI serta mendeIinisikan
komunikasi dari macam macam media LAN. Protocol WAN beroprasi pada ketiga lapisan
terbawah dari model OSI dan mendiIinisikan dari macam macam WAN. Protocol routing
adalah protocol lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan
pengaturan lalu lintas. Akhirnya protocol jaringan terdiri dari berbagai protocol dari lapisan
teratas yang ada dalam sederetan protocol.

1.2 Batasan Masalah
Dari latar belakang yang muncul maka perlu diberikan suatu batasan masalah, masalah yang
saya angkat yakni tentang protocol dalam sebuah jaringan.
1.3 Tujuan
Adapun penulisan makalah ini ditujukan sebagai sarana pembelajaran mata kuliah jaringan
komputer dan sebagai tugas mata kuliah jaringan komputer.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. DeIinisi Protokol
protocol adalah sekumpulan peraturan atau perjanjian yang menentukan Iormat dan transimi
data. Layer n disebuah computer akan berkomunikasi dengan layer n di computer n yang
lain.Peraturan dan perjanjian yang di pergunakan dalam komunikasi ini sering di sebut dengan
protocol layer n.Selain itu protokol juga berIungsi untuk memungkinkan dua atau lebih
komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.
Hal hal yang harus dipehatikan dalam protokol adalah sebagai berikut:
Syntax, merupakan Iormat data dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekan
sinyal.
Semantix, digunakan untuk mengetahui maksud dari inIomasi yang dikirim dan mengoreksi
kesalahan yang terjadi dari inIormasi tadi.
Timing, digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.
Selama dua decade terakhir,terjadi peningkatan besar dalam jumlah dan ukuran jaringan
computer(network).Banyak diantara network- network ini dibangun berdasarkan implementasi
soItware dan hardware yang berbeda.Sebagai hasilnya,mereka menjadi incompatible dan sulit
berhubungan antara satu dengan yang lain.Untuk mengatasi masalah ini,International
Organization Ior Standarization(ISO)meneliti berbagai pola network. ISO menemukan bahwa
terdapat kebutuhan untuk menciptakan sebuah model network yang dapat berkomunikasi dan
memiliki kemampuan interoperabilyti sehingga dikeluarkannya model reIerensi OSI pada tahun
1984. Agar paket data dapat berjalan dari sumber tujuan dalam sebuah jaringan,maka diperlukan
adanya sebuah bahasa yang di mengerti oleh semua device jaringan atau sebuah protocol.
Untuk mengatasi masalah ketidaksesuaian dalam sebuah jaringan,yang membuat jaringan tidak
dapat berkomunikasi satu dengan yang lain, International Organization Ior Standarization(ISO)
melaukan riset dalam beberapa pola jaringan seperti DECNET,SNA,dan TCP/IP untuk
membuat sekumpulan peraturan. Sebagai hsil dari riset ini,iso membuat sebuah model jaringan
yang membantu vendor-vendor dalam menciptakan jaringan yang kompatibel dan dapat
beroperasi dengan jaringan yang lain.Model reIerensi OSI(open system interconection)
dikeluarkan pada tahun 1984,memberikan standard bagi para vendor untuk memastikan
terjaminnya interooerabilitas dan kompatibilitas antar berbagai teknologi jaringan yang di
produksi oleh berbagai macam perusahaan di seluruh dunia.

2.2. OSI Model
Open Systems Interconnection (OSI) model adalah suatu reIerensi untuk memahami komunikasi
data antara dua buah sistem yang saling terhubung. OSI layer membagi proses komunikasi
menjadi tujuh lapisan. Setiap lapisan berIungsi untuk melakukan Iungsi-Iungsi spesiIik untuk
mendukung lapisan diatasnya dan sekaligus juga menawarkan layanan untuk lapisan yang ada di
bawahnya. Tiga lapisan terbawah akan Iokus pada melewatkan traIik melalui jaringan kepada
suatu sistem yang terakhir. Empat lapisan teratas akan bermain pada sistem terakhir untuk
menyelesaikan proses komunikasinya.
Pembagian tersebut memiliki kelebihan sebagai berikut:
Membuat komunikasi jaringan ke bagian yang lebih sederhana.
Membuat standard untuk komponen jaringan yang memungkinkan pengembangan dan
dukungan multiple-vendor. Memungkinkan hardware dan soItware jaringan yang berbeda untuk
berkomunikasi satu dengan yang lain.
Mencegah eIek perubahan dalam sebuah layer mempengaruhi layer yang lain,sehingga dapat
perkembangan lebih cepat.

Model OSI di buat untuk mengatasi berbagai kendala Internetworking akibat perbedaan
arsitektur dan protokol jaringan. Dahulu, komunikasi antarkomputer dari vendor yang berbeda
sangat sulit dilakukan. Masing-masing vendor menggunakan protokol dan Iormat data yang
berbeda-beda. Sehingga International Organization Ior Standardization (ISO) membuat suatu
arsitektur komunikasi yang di kenal sebagai Open System Interconection (OSI) model yang
mendeIinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor yang berbeda.
OSI ReIerence Model

Application
Presentation
Session
Transport
Network
Data link
Physical


Application layer
BerIungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan Iungsionalitas jaringan, mengatur
bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

Presentation layer
BerIungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam
Iormat yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah
perangkat lunak redirektor (redirector soItware), seperti layanan Workstation (dalam Windows
NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote
Desktop Protocol (RDP)).
Session layer
BerIungsi untuk mendeIinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.
Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Transport layer
BerIungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke
paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain
itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses
(acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah
jalan.
Network layer
BerIungsi untuk mendeIinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan
kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch
layer-3.

Data-link layer
BeIungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi Iormat yang disebut
sebagai Irame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, Ilow control, pengalamatan
perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan
menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch
layer 2 beroperasi. SpesiIikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu
lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

Physical layer
BerIungsi untuk mendeIinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit,
arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan.
Selain itu, level ini juga mendeIinisikan bagaimana Network InterIace Card (NIC) dapat
berinteraksi dengan media kabel atau radio.

2.3. TCP/IP
Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah satu set aturan standar
komunikasi data yang digunakan dalam proses transIer data dari satu komputer ke komputer
lain di jaringan komputer tanpa melihat perbedaan jenis hardware. Protokol TCP/IP
dikembangkan dalam riset pertama kali oleh DeIense Advanced Research Projects Agency
(DARPA) di Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya
dalam bentuk perangkat lunak (soItware) di system operasi. Protokol TCP/IP dikembangkan
dalam riset pertama kali oleh DeIense Advanced Research Projects Agency (DARPA) di
Amerika Serikat dan paling banyak digunakan saat ini yang implementasinya dalam bentuk
perangkat lunak (soItware) di system operasi.

TCP/IP Layers

Application
Transport
Internet
Network InterIace

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model reIerensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model
reIerensi DARPA. Seperti diperlihatkan pada gambar, TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur
berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara
langsung) terhadap model reIerensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai
DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang
awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan
Amerika Serikat.Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP
diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP
adalah sebagai berikut:

1. Application Layer
Bertanggung jawab untuk menampilkan semua aplikasi yang menggunakan protocol TCP/IP.
Sebagai contoh adalah Hypertext TransIer Protocol (HTTP), File TransIer Protocol (FTP), dan
Telnet.
2. Transport Layer
Bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi antara dua host/komputer. Ada dua macam
protokol didalamnya, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol
(UDP ).
3. Internet Layer
bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data
jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet
Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP),
dan Internet Group Management Protocol (IGMP)..
4. Network InterIace
Bertanggung jawab untuk meletakkan Irame-Irame jaringan di atas media jaringan yang
digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi
transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti
halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN),
Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous TransIer Mode (ATM)).

2.3.1 Layanan
Berikut ini adalah layanan tradisional yang dapat berjalan di atas protokol TCP/IP:
Pengiriman berkas (Iile transIer). File TransIer Protocol (FTP) memungkinkan pengguna
komputer yang satu untuk dapat mengirim ataupun menerima berkas ke sebuah host di dalam
jaringan. Metode otentikasi yang digunakannya adalah penggunaan nama pengguna (user name)
dan ||password||, meskipun banyak juga FTP yang dapat diakses secara anonim (anonymous),
alias tidak berpassword. (Keterangan lebih lanjut mengenai FTP dapat dilihat pada RFC 959.)

Remote login. Network terminal Protocol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat
melakukan log in ke dalam suatu komputer di dalam suatu jaringan secara jarak jauh. Jadi hal
ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari
komputer jaringan tersebut. (Keterangan lebih lanjut mengenai Telnet dapat dilihat pada RFC
854 dan RFC 855.)
Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem surat elektronik. (Keterangan lebih
lanjut mengenai e-mail dapat dilihat pada RFC 821 RFC 822.)
Network File System (NFS). Pelayanan akses berkas-berkas yang dapat diakses dari jarak jauh
yang memungkinkan klien-klien untuk mengakses berkas pada komputer jaringan, seolah-olah
berkas tersebut disimpan secara lokal. (Keterangan lebih lanjut mengenai NFS dapat dilihat
RFC 1001 dan RFC 1002.)
Remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program
tertentu di dalam komputer yang berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan
komputer yang terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu sistem
komputer. Ada beberapa jenis remote execution, ada yang berupa perintah-perintah dasar saja,
yaitu yang dapat dijalankan dalam system komputer yang sama dan ada pula yg menggunakan
sistem Remote Procedure Call (RPC), yang memungkinkan program untuk memanggil subrutin
yang akan dijalankan di sistem komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX
ada perintah rsh dan rexec.)
Name server yang berguna sebagai penyimpanan basis data nama host yang digunakan pada
Internet (Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada RFC 822 dan RFC 823 yang menjelaskan
mengenai penggunaan protokol name server yang bertujuan untuk menentukan nama host di
Internet.)
Konfigurasi Komputer untuk Akses 1aringan BPS dan JPA
Sejak bulan Maret 2008 BPS memindahkan jalur internet dari Internet Services Provider
(ISP) Wasantara.net.id dan Iptek.net.id ke Lintasarta. Pergantian ISP tersebut tentu saja
membawa pengaruh terhadap konIigurasi komputer di BPS yang mengakses ke jaringan BPS
(LAN atau Local Area Network, VPN atau Jirtual Private Network, internet dan intranet).
Hal ini disebabkan karena semua identitas server-server BPS menggunakan Internet Protocol
( TCP/IP) dari Wasantara maupun Iptek, tentu saja harus diganti. Dari sisi pengguna
komputer di BPS yang perlu dilakukan adalah mengganti isian Domain Name Services atau
DNS yang sebelumnya sudah terisi, dan diganti dengan yang baru. Konsekwensi apabila
komputer tersebut tidak diganti dengan DNS yang baru maka pada waktu melakukan akses
internet atau situs yang kondisi normalnya cepat, misalnya www.detik.com, proses
loadingnya menjadi lama, hal ini disebabkan karena DNS yang Iungsinya menterjemahkan
nomor alamat IP menjadi suatu nama alamat suatu domain tidak ditemukan.
ang harus dilakukan
Komputer-komputer yang terpasang dalam jaringan BPS baik Pusat maupun Daerah yang
sudah terpasang VPN-nya, perlu melakukan perubahan konIigurasi pada Local Area
Connection-nya di setiap komputer. Misalnya untuk komputer dengan Windows XP, cara
melakukannya adalah sebagai berikut:
1. Buka Windows Explorer
2. Klik kanan pada Start, lalu klik pada Explore



3. Pada area Windows Explorer, klik kanan ' Network Places, lalu pilih
Properties, akan terlihat area Network Connections seperti terlihat pada gambar

4. KonIigurasi selanjutnya adalah memastikan dan mengisikan identitas TCP/IP
maupun isian DNS nya sudah sesuai dengan aturan yang sudah di tetapkan seperti
terlihat pada gambar berikut ini, misalnya konIigurasi jaringan gedung 4 lantai 3

5. Untuk menambahkan IP DNS lagi, maupun namanya akan menterjemahkan IP
tersebut adalah hq.bps.go.id dan bps.go.id, klik tombol Advanced dan
pengisiannya adalah sebagai berikut :

6. Untuk pengisian konIigurasi jaringan seperti IP Address, Subnet ask dan Default
Gatewa adalah sebagai berikut: Misalnya Propinsi Banda Aceh dengan identitas
IP: 10.11.0.x, dimana x nilainya mulai angka 1 sampai dengan 253, jangan
menggunakan 200 untuk identitas VOIP dan 254 untuk identitas Gateway, Subnet
Mask 255.255.0.0 dan Gateway 10.11.0.254. Misalnya Sibolga dengan identitas IP:
10.212.71.x, dimana x nilainya mulai angka 1 sampai dengan 253, jangan
menggunakan 200 untuk identitas VOIP dan 254 untuk identitas Gateway, Subnet
Mask 255.255.255.0 dan Gateway 10.212.71.254 dan sebagainya. Sedangkan
pengisian DNS ada tiga yaitu 10.0.0.1, 10.0.0.3 dan 203.123.60.134, pengisian DNS
ini tidak harus urut, tetapi harus ada ke tiga IP tersebut. Bisa dilihat seperti dalam
tabel berikut ini:
4
%,-0 Konfigur,8i 1,ring,n BPS Pu8,9 d,n D,0r, y,ng 90ru-ung k0 VPN
N,2,
G0dung
D0f,u9
G,90,y
Su-n09
M,8k DNS
Gedung 1 10.1.0.254 255.255.0.0
Gedung 2 10.2.0.254 255.255.0.0
Gedung 3 10.3.0.254 255.255.0.0
Gedung 4 10.4.0.254 255.255.0.0
Gedung 5 10.5.0.254 255.255.0.0
Gedung 6 10.6.0.254 255.255.0.0
Banda Aceh 10.11.0.254 255.255.0.0
Lhokseumawe 10.211.74.254 255.255.255.0
Medan(kota) 10.212.75.254 255.255.255.0
Pem.Siantar 10.212.73.254 255.255.255.0
Sibolga 10.212.71.254 255.255.255.0
Pdg.Sidempuan 10.212.77.254 255.255.255.0
Pekan Baru 10.14.0.254 255.255.0.0
Dumai 10.214.73.254 255.255.255.0
Tandjung Pinang 10.21.0.254 255.255.0.0
Batam 10.221.71.254 255.255.255.0
Padang 10.13.0.254 255.255.0.0
Jambi 10.15.0.254 255.255.0.0
Palembang 10.16.0.254 255.255.0.0
Pangkal Pinang 10.19.0.254 255.255.0.0
Bengkulu 10.17.0.254 255.255.0.0
Bandar Lampung 10.18.0.254 255.255.0.0
Serang 10.36.0.254 255.255.0.0
Tangerang 10.136.72.254 255.255.255.0
Cilegon 10.136.71.254 255.255.255.0
Bandung 10.132.73.254 255.255.255.0
Bogor 10.132.71.254 255.255.255.0
Sukabumi 10.132.72.254 255.255.255.0
Bekasi 10.132.75.254 255.255.255.0
Depok 10.132.76.254 255.255.255.0
TasikMalaya 10.132.78.254 255.255.255.0
Cirebon 10.132.74.254 255.255.255.0
Semarang (Prop) 10.33.0.254 255.255.0.0
Semarang (kota) 10.133.74.254 255.255.255.0
Tegal 10.133.76.254 255.255.255.0
Banyumas 10.133.2.254 255.255.255.0
Surakarta 10.133.72.254 255.255.255.0
Yogyakarta 10.34.0.254 255.255.0.0
Surabaya (Prop) 10.33.0.254 255.255.0.0
Surabaya (Kota) 10.135.78.254 255.255.255.0
Malang 10.135.73.254 255.255.255.0
Probolinggo 10.135.74.254 255.255.255.0
Madiun 10.135.77.254 255.255.255.0
Kediri 10.135.71.254 255.255.255.0
Jember 10.135.9.254 255.255.255.0
Sumenep 10.135.29.254 255.255.255.0
Denpasar 10.51.0.254 255.255.0.0
Pontianak 10.61.0.254 255.255.0.0
Singkawang 10.161.72.254 255.255.255.0
Samarinda 10.64.0.254 255.255.0.0
Balikpapan 10.164.71.254 255.255.255.0
Tarakan 10.164.73.254 255.255.255.0
Waringin Timur 10.162.2.254 255.255.255.0
Banjarmasin 10.63.0.254 255.255.0.0
Untuk mengisikan Pr0ff0r0d DNS
S0rv0r dan A90rn,90 DNS S0rv0r
bisa dilakukan dengan urutan yang
berbeda-beda, misalnya: 10.0.0.3,
203.123.60.134, 10.0.0.1
atau 10.0.0.1, 203.123.60.134,
10.0.0.3, atau 10.0.0.1, 10.0.0.3,
203.123.60.134
5
Manado (Prop) 10.71.0.254 255.255.0.0
Gorontalo 10.75.0.254 255.255.0.0
Palu 10.72.0.254 255.255.0.0
Mamuju 10.76.0.254 255.255.0.0
Kendari 10.74.0.254 255.255.0.0
Pare Pare 10.173.72.254 255.255.255.0
Palopo 10.173.73.254 255.255.255.0
Bone 10.173.11.254 255.255.255.0
Bima 10.152.72.254 255.255.255.0
Kupang 10.53.0.254 255.255.0.0
Sikka 10.153.10.254 255.255.255.0
Ambon 10.81.0.254 255.255.0.0
Ternate 10.82.0.254 255.255.0.0
Jayapura 10.94.0.254 255.255.0.0
Mano kwari 10.91.0.254 255.255.0.0
Sorong 10.191.71.254 255.255.255.0
7. Kalau sudah selesai klik Ok, lakukan restart pada komputer tersebut.
8. Selesai.
9. Jika masih ada pertanyaan yang belum jelas, bisa hubungi SubDit. Jaringan
Komunikasi Data pesawat 3321-3322 atau 021-3519746 atau 91-0000-0000, 91-
0000-1000 (VOIP)

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Setelah menyelesaikan penulisan makalah ini, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal, antara
lain :
Pemahaman terhadap teori dasar tentang jaringan computer, khususnya pada protocol jaringan,
sangat diperlukan guna kelancaran dalam praktek jaringan computer.
Secara umum protocol mempunyai Iungsi untuk menghubungkan sisi pengirim dan penerima
dalam berkomunikasi serta bertukar inIormasi.



DAFTAR PUSTAKA

SoIana, iwan. (2008).Membangun Jaringan Komputer, Penerbit InIormatika, Bandung
http://id.wikipedia.org/wiki/TransmissionControlProtocol/InternetProtocol
http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?optioncomcontent&viewarticle&id69:dasar-
tcpip&catid6:internet&Itemid15
http://one.indoskripsi.com/node/6594