Anda di halaman 1dari 21

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala kemudahan sehinnga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kulah pendidikan lingkungan hidup. Dalam makalah ini tersaji serangkaian pembahasan mengenai keanekaragaman hayati mulai dari konsep hingga upaya pelestariannya. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada segenap rekan yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini. Penulis yakin bahwa dalam penulisan makalah ini masih menyimpan banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari Ibu Dosen selaku penguji serta para pembaca, agar di lain kesempatan, penulis dapat menyusun makalah dengan lebih baik. Jakarta, Oktober 2011 Penulis

DAFTAR ISI

PRAKATA DAFTAR ISI

.............................................................................................1 .............................................................................................2

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................3 B. Tujuan Penulisan .............................................................4 C. Manfaat Penulisan ..........................................................4

BAB II

PEMBAHASAN A Konsep Dasar Keanekaragaman Hayati.........................5 B Manfaat Keanekaragaman Hayati...................................7 C. Jenis jenis Keanekaragaman........................................7 D. Peranan Keanekaragaman hayti.....................................8 E. Faktor Penyebab Berkurangnya Keanekaragaman Hayati..............................................................................10 F. Pelestarian Keanekaragaman Hayati...............................13

BAB III

PENUTUP A. Simpulan.......................................................................19 B. Saran.............................................................................20

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi; wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator. Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari miliaran tahun proses evolusi. Asal muasal kehidupan belum diketahui secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu, kehidupan di bumi hanya berupa archaea, bakteri, protozoa, dan organisme uniseluler lainnya sebelum organisme multiseluler muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, iklim, dan luar angkasa. Manusia adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya karena dibekali dengan akal dan pikiran dalam mengarungi kehidupan ini. Sebagai makhluk hidup, manusia pun merupakan komponen dari keanekaragaman hayati. Dalam hal ini manusia bertugas sebagai pemanfaat sekaligus pelindung dari keanekaragaman hayati itu sendiri. Keanekaragaman hayati yang terdiri dari keragaman flora, fauna dan komponen lainnya dalam berbagai ekosistem merupakan penunjang kehidupan manusia. Dengan demikian manusia harus mampu memanfaatkan keanekaragaman hayati yang telah disediakan oleh alam dengan sebaik baiknya melalui pengelolaan yang bijaksana agar keanekaraman hayati tersebut dapat terus menjadi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan hingga anak cucu kita nanti.
3

Faktanya, tidak semua orang memahami konsep keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya secara benar. Hal ini dapat kita lihat dari perlakuan sebagian orang terhadap keanekaragaman hayati sebagai sumber daya alam. Mereka memanfaatkannya tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem. Mereka mengambil seluruh kekayaan alam tanpa peduli untuk memperbaruinya demi hanya untuk kepentingan ekonomi pribadi semata. Kini akibatnya telah mulai kita rasakan. Keanekaragaman hayati di bumi ini telah mengalami degradasi atau penurunan yang tajam karena ulah tangan manusia yang tidak peduli dengan lingkungnnya. Perubahan iklim global adalah dampak nyata yang sangat ekstrem yang kita rasakan. Bila keadaan ini terus dibiarkan, tentunya manusia akan semakin sulit menjalani kehidupan ini karena penopang kehidupan manusia telah banyak yang hilang dan rusak. Harus ada tindakan dalam rangka menyadarkan masyarakat dalam memahami pentingnya peran keanekaragaman hayati dalam kehidupan. Kebutuhan yang mendesak akan peningkatan kesadaran publik mengenai keanekaragaman hayati mendorong penulis untuk mengangkat tema keanekaragaman hayati sebagai materi dalam makalah ini. B. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: 1. Untuk mengetahui konsep dasar keanekaragaman hayati. 2. Untuk mengetahui manfaat mempelajari keanekaragaman hayati. 3. Untuk mengetahui jenis keanekaragaman hayati dan peranannya dalam kehidupan. 4. Untuk mengetahui usaha yang dapat dilakukan dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
C. Manfaat Penulisan

1. Menjadi sumber informasi bagi masyarakat umum mengenai konsep dasar keanekaragaman hayati. 2. Menjadi sumber informasi bagi masyarakat umum mengenai jenis kenekaragaman hayati yang menjadi kekayaan tak ternilai. 3. Menjadi sumber informasi bagi masyarakat umum mengenai upaya pelestarian
4

keanekaragaman hayati.

BAB II Pembahasan
5

A. Konsep keanekaragaman hayati


Ketika mendengar kata keanekaragaman, yang akan terbayang dalam pikiran kita adalah kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Sedangkan kata Hayati menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer. Di dunia ini pada dasarnya tidak ada dua makhluk hidup yang sama persis sekalipun pada dua individu yang terlahir kembar identik. Coba perhatikan gambar berikut ini:

Sepintas individu individu tersebut terlihat sama persis. Namun bila kita perhatikan dengan teliti, mereka tidak sama dalam semua hal. Pasti ada hal yang menjadi pembeda diantara mereka dengan kembarannya misalnya sifat yang berbeda diantara keduanya ataupun ukuran tubuh seperti yang terlihat pada gambar 2 dimana keduanya memliki tinggi badan yang berbeda. Perbedaan perbedaan yang terdapat diantara organisme tersebutlah yang menyebabkan munculnya keanekaragaman. Perbedaan ini disebut sebagai konsep keberagaman. Uraian di atas mengarahkan bahwa keanekaragaman hayati merupakan konsep keberagaman pada makhluk hidup. Namun sebenarnya keanekaragaman hayati tidak hanya dibangun dari konsep keberagaman tetapi juga konsep keseragaman. Artinya dalam keanekaragaman hayati, antara individu yang satu dengan undividu yang lain terdapat kesamaan juga perbedaan yang pada akhirnya memunculkan keanekaragaman yang menjadi kekayaan yang tak ternilai harganya. Konsep keseragaman dalam keanekaragaman hayati menjadi dasar untuk mempelajari makhluk hidup yang jumlahnya sangat banyak dan bermacam macam yaitu dengan cara pengelompokkan atau klasifikasi.
6

Berikut adalah beberapa pengertian mengenai keanekaragaman hayati:


1. Wikipedia

menerjemahkan

keanekaragaman

hayati

sebagai

berikut,

"Biodiversity is the variation of life forms within a given ecosystem, biome or for the entire Earth. Biodiversity is often used as a measure of the health of biological systems." 2. Keanekaragaman hayati adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keanekaan bentuk kehidupan di bumi, interaksi diantara berbagai makhluk hidup serta antara mereka dengan lingkungannya. 3. Keanekaragaman hayati mencakup semua bentuk kehidupan di muka bumi, mulai dari makhluk sederhana seperti jamur dan bakteri hingga makhluk yang mampu berpikir seperti manusia. 4. Keanekaragaman hayati ialah fungsi fungsi ekologi atau layanan alam, berupa layanan yang dihasilkan oleh suatu spesies dan/atau suatu ekosistem (ruang hidup) yang memberi manfaat kepada spesies lain termasuk manusia. 5. Keanekaragaman hayati merujuk pada aspek keseluruhan dari sistem penopang kehidupan, yaitu mencakup aspek sosial, ekonomi dan lingkunganserta aspek sistem pengetahuan dan etika, dan kaitan diantara berbagai aspek ini.
6. Menurut UU No 5 Th.1994, "Keanekaragaman hayati" ialah keanekaragaman di

antara mahluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya, daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya; mencakup keanekaragaman didalam species, antara species dan ekosistem. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman makhluk hidup yang mencakup keseluruhan variasi gen, spesies dan ekosistem mulai dari makhluk hidup paling sederhana seperti protista sampai manusia yang mencakup kenaekaragaman gen, spesies dan ekosistem. Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan alam yang menjadi penopang utama bagi kehidupan manusia. Keanekaragaman hayati dolongkan kepada sumber daya alam yang dapat diperbaharui, sehingga selain dimanfaatkan keanekaragaman juga harus dilestarikan. Dalam pengelolaannya harus dilakukan dengan bijak dan berpandangan ke masa yang akan datang. Keanekaragaman hayati disebabkan karena dua faktor, yaitu:
7

1. Faktor genetik, faktor ini bersifat relatif konstan atau relatif stabil pegaruhnya

terhadap morfologi (fenotip) organisme.


2. Faktor luar, faktor ini bersifat relatif labil pengaruhnya terhadap morfologi

(fenotip) organisme. Di alam ini keanekaragaman hayati tidak tersebar secara merata di seluruh tempat. Ada tempat yang kaya dengan keanekaragaman hayati dan ada pula yang miskin dengan keanekaragaman hayati. Pada umumnya, ekosistem ekosistem terestorial tropik dataran rendah mempunyai keanekaragaman terbesar. Keanekaragaman tersebut menurun seiring dengan menurunnya curah ujan dan semakin jauhnya jarak dari khatulistiwa. Hal inilah yang membuat indonesia menjadi negara terkaya ke-2 dalam keanekaragaman hayati sehingga disebut sebagai megabiodiversity.

B. Manfaat Mempelajari Keanekaragaman Hayati


Manfaat dari mempelajari keanekaragaman hayati adalah: 1. mengetahui ciri-ciri setiap jenis 2. mengetahui hubungan kekerabatan antar jenis 3. mengetahui hubungan saling ketergantungan 4. mengetahui manfaat masing-masing jenis bagi kehidupan manusia Semakin beranekaragam jenis mahluk hidup di suatu daerah, semakin stabil tatanan kehidupan di daerah tersebut.

C. Jenis-Jenis Keanekaragaman
1. Keanekaragaman tingkat

Adalah adanya variasi diantara individu dalam satu jenis/species yang sama, disebut juga Keanekaragaman genetik (genetic diversity) yaitu Jumlah total informasi genetik yang terkandung di dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang mendiami bumi, diantaranya; -

Penampilan jenis mahluk hidup didukung oleh variasi sifat/ ciri dimana Jadi keanekaragaman perangkat menentukan keanekaragaman individu Manfaat: Keanekaragaman dalam satu jenis (plasma nutfah) digunakan dalam

masing-masing ciri ditentukan oleh yang berbeda.

menciptakan jenis unggul.


8

Contoh: Kelapa (Cocos nucifera) mempunyai variasi bentuk pohon dan buah sehingga menjadi gading,kopyor, hijau dan hibrida. 2. Keanekaragaman tingkat jenis Adalah kelompok mahluk hidup yang terdiri dari bermacam jenis baik dari kelompok hewan maupun tumbuhan disebut juga Keanekaragaman spesies (species diversity); Keaneraragaman organisme hidup di bumi (diperkirakan berjumlah 5 - 50 juta), hanya 1,4 juta yang baru dipelajari. 3. Keanekaragaman tingkat ekosistem Adalah adanya variasi jenis ekosistem yang menunjukkan ciri berbeda, Keanekaragaman ekosistem (ecosystem diversity); Keanekaragaman habitat, komunitas biotik dan proses ekologi di biosfer ( mis.ekosistem hutan, dataran tinggi dll . Masing2 jenis ekosistem mempunyai perbedaan dalam faktor biotic yaitu jenis dan jumlah jenis mahluk hidup didalamnya dan juga perbedaan faktor abiotik yang menyusunnya.Masing-masing jenis ini mempunyai fungsi ekologis yang berbeda baik dalam daur energi maupun daur materi ( fungsi konsumen, produsen dan pengurai)Totalitas keanekaragaman dan keanekaragaman jenis serta keanekaragaman interaksi jenis dalam lingkungannya (keanekaragaman ekosistem) disebut keanekaragaman hayati. Jadi keanekaragaman hayati menunujukkan adanya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkat ,tingkat jenis dan tingkat ekosistem.

D. Peranan Keanekaragaman Hayati


Keanekaragaman hayati mempengaruhi produktivitas dan jasa yang diberikan oleh suatu ekosistem. Perubahan keanekaragaman spesies dalam ekosistem (mis.adanya kepunahan atau ada spesies baru) akan mempengaruhi kemampuan ekosistem untuk menyerap polusi, memelihara kesuburan tanah, iklim mikro, membersihkan air dsb, yang menyebabkan banyak hal berubah. Keanekaragaman etis yang ditemukan pada tiap spesies tanaman pangan juga mempunyai nilai yang sangat besar. Keanekaragaman etic mempunyai fungsi sebagai perisai dalam perang evolusi yang tiada hentinya antara tanaman pangan dan ternak dalam

melawan hama yang menyerang mereka.Pada system yang sudah mapan beberapa varietas tanaman ditanam secara bersamaan untuk menghindari kegagalan panen. Para peternak dan petani juga memanfaatkan keanekaragaman etic pada tanaman maupun ternak sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas dan menghadapi perubahan lingkungan yang terjadi.Kemungkinan yang diberikan oleh teknologi rekayasa etic akan memperbesar peluang bagi keanekargaman etic dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Contoh: - Sejenis tomat liar di Galapagos (tumbuh di air asin , tangkai buah tidak ada sambungannya) Sifat ini berhasil ditempelkan pada tomat budidaya untuk memudahkan panen menggunakan mesin. - Suatu pelindungpada varietas padi liar di India, berhasil melindungi varietas padi yang berproduksi tinggi di Asia selatan dan tenggara terhadap wereng coklat Nilai keanekaragaman hayati yang terbesar adalah adanya kesempatan pada manusia untuk beradaptasi dengan perubahan yang bersifat global dan lokal. Keanekaragaman etic memberikan kemungkinan kepada petani untuk menciptakan tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim yang baru. Karena keanekaragaman hayati berhubungan erat dengan kebutuhan manusia, maka pelestariannya harus dipertimbangkan sebagai salah satu dasar keamanan nasional. Dimensi ekologis keamanna nasional ini tidak dapat diabaikan misalnya pada saat Negara saling memperebutkan air tawar. Contoh: Terjadinya peledakan populasi hama wereng memusnahkan padi hasil persilangan plasma nutfah satu dengan lain. Hasil persilangan manusia ini tidak tahan menghadapi serangan wereng yang sudah kebal pestisida.Untuk mengatasi hal tsb dibutuhkan yang kuat dan hanya berasal dari alam bebas. Apa yang terjadi apabila alam bebas itu sudah musnah.

E. Faktor Penyebab Berkurangnya Keanekaragaman Hayati


10

Punahnya keanekaragaman hayati diakibatkan mekasnismanya meliputi: - hilangnya dan terkotak-kotaknya habitat - invasi jenis baru - pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan - polusi - perubahan iklim global - industri pertanian dan kehutanan Perubahan iklim global Pemanasan global dalpat merusak organisme hidup . Meningkatnya gas rumah kaca yang diakibatka pemanasan global ini akan menaikkan suhu planet 1-3 C setiap abad dan kenaikan permukan laut 1-2 meter.Mahluk hidup mempunyai daya toleransi yang berbedabeda dalam menghadapi perubahan ini. Di AS perubahan selama 1 abad terhadap pemanasan global beresiko 80 jenis hewan/tumbuhan akan punah. Invasi jenis baru Dalam suatu ekosistem yang terisolasi misalnya pulau, pemangsa, peaing baru akan cepat membahayakan species asli yang tidak dapat beradaptasi dengan pendatang baru. Contoh : di hawai 86 jenis tanaman pendatang telah secara serius mengancam keanekaragaman hayati asli, sauatu jenis pohon ini telah mendesak sebih dari 30 rb ekar(0.46 ha) hutan asli. Industri pertanian Sistem pertanian tradisional tidak mengikis keanekaragaman sumber daya (tuntutan pasar tidak banyak, kombinasi bercocok tanam, pengumpulan hasil hutan sekedar menyambung hidup) mekanisme tersebut berjalan seimbang. Tidak ada satu kelompokpun yang merendahkan arti keanekaragaman hayati secara keseluruhan, bahkan beberapa kelompok memperkayanya. Yang terjadi sekarang adalah tuntutan pasar ekonomi global telah meningkatkan keseragaman dan saling ketergantungan, sehingga saat ini species tanaman yang jumlahnya relative sedikit dan yang laku akan diperdagangkan di pasar dunia.
11

Bersamaan dengan berkurangnya jenis tanaman pertanian, bakteri pengikat nitro, penyerbuk, penyebar benih dan jenis lain yang berevolusi selama berabad2 dalam system pertanian tradisionalpun ikut musnah.Penggunan pupuk,pestisida dan varietas yang menguntungkan untuk jangka pendek ikut memperburuk keadaan.Begitu pula terjadi pada produksi kehutanan dan perikanan. Dalam bidang pertanian keanekaragaman etic berperan menjaga kestabilan dan meningkatkan produktivitas. Secara teknik berupa upaya perlindungan daerah serapan air, pemelilharaan kesuburan lapisan tanah, kesediaan menerima strategi pengontrolan pendalian hama terpadu bahkan sistem pertanian kini yang berkonsep kembali ke sistem produksi dengan masukan energi yang rendah.Keanekaragaman etik dalam tanaman pangan berperan sebagai: perisai dalam perang evolusi yang tiada henti melawan hama yang menyerang mereka. Global Biodiversity Strategy Semula kerusakan lingkungan dianggap sebagai resiko biaya yang perlu dibayar bagi pencapaian pendapatan/tujuan, karena itu tidak perlu dirisaukan. Kini kerusakan lingkungan mulai dirasakan sebagai ancaman dasar hidup manusia sehingga mengancam kelangsungan hidupnya. Dasar kehidupan manusia bertumpu pada ekosistem yang beranekaragam, yang merupakan system kehidupan yang menopang komponen2 lingkungan yang saling berinteraksi antara , species, ekosistem dan lingkungan fisik.Ragam , spesies dan ekosistem ini mempengaruhi kekuatan daya dukung lingkungan. Semakin kuat daya dukung lingkungan, semakin stabil lingkungan hidup ini mendukung perikehidupan manusia. Daerah sekitar katulistiwa seperti Brazil(Amerika), Indonesia(Asia) dan Zaire (Afrika) memiliki keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Untuk jenis kupu2 dan mamalia Indonesia adalah pusat berkumpulnya spesies ini didunia. Inilah sebabnya pola pembangunan kita tidak bisa meniru mentah-mentah pola eropa ,Amerika atau Negara lain. Dari kekayaan alam ini diharapkan Indonesia memiliki produk yang memiliki potensi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif.
12

Sepuluh Prinsip Pelestarian Keanekaragaman Hayati 1. 2. Setiap bentuk kehidupan adalah unik dan memerlukan penghargaan dari manusia Pelestarian keanekaragaman hayati adalah investasi yang mengsilkan keuntungan penting baik secara likan maupun global 3. Biaya dan keuntungan pelestarian keanekaragaman hayati harus dibagi secara lebih adil kepada bangsa dan penduduk di dalamnya 4. Pelestaian keanekaragaman hayati menuntut perubahan mendasar dalam pola dan praktek pembangunan ekonomi di seluruh dunia 5. Pembaruan kebijakan dan lembaga diperlukan untuk menciptakan kondisi yang dapat mengefektifkan pendanaan yang makin meningkat. 6. Fokus peletarian keanekaragaman hayati tidak boleh terbatas hanya pada beberapa ekosistem dan negara yang kaya akan spesies saja. 7. Pelestarian Keanekaragaman hayati hanya dapat dilakukan jika ada kesadaran dan perhatian masyarakat dan jika informasi yang baik bisa melandasi pilihan2 para pengambil kebijakan 8. Fokus kegiatan haruslah di tempat dimana orang2 hidup dan bekerja dan di daerah liar yang dilindungi 9. 10. Keanekaragaman budaya sangat erat kaitannya dengan keanekaragaman hayati. Meningkatkatnya partisipasi masyarakat, penghargaan terhadap HAM, semakin baiknya tingkat pendidikan dan informasi dalam masyarakat serta makin besarnya tanggung jawab lembaga merupakan unsur2 hakiki dari pelestarian keanekaragaman hayati.

F. Pelestarian Keanekaragaman Hayati


A.

Insitu

13

Adalah konservasi ekosistem dan habitat alami serta pemeliharaan dan pemulihan populasi jenis-jenis berdaya hidup dalam lingkungan alaminya. Metode konservasi in-situ mengutamakan konservasi spesies di habitat alami mereka, dianggap cara yang paling tepat menyelamatkan keanekaragaman hayati. Konservasi daerah dimana populasi spesies ada secara alami adalah kondisi yang mendasarinya untuk konservasi keanekaragaman hayati. Itulah sebabnya kawasan lindung berupa unsur utama dari setiap strategi nasional untuk melestarikan keanekaragaman hayati

B.

Eksitu Adalah konservasi atau pelestarian komponen-komponen keanekaragaman hayati diluar habitat alaminya.metode ini melibatkan konservasi sumber daya genetik, serta liar dan dibudidayakan atau spesies, dan menarik pada tubuh beragam teknik dan fasilitas. Beberapa di antaranya adalah:
Gene bank, bank benih misalnya, sperma dan sel telur bank, bank lapangan; Dalam jaringan tanaman in vitro dan koleksi mikroba budaya; Captive pengembangbiakan hewan dan propagasi tanaman buatan, dengan

reintroduksi mungkin ke alam liar, dan


Mengumpulkan organisme hidup untuk kebun binatang, akuarium, dan kebun

botani untuk penelitian dan kesadaran publik. Eksitu tindakan konservasi dapat saling melengkapi insitu metode karena mereka memberikan sebuah "polis asuransi" terhadap kepunahan. Langkah-langkah ini juga memiliki peran yang berharga untuk bermain dalam program pemulihan untuk spesies yang terancam punah. Bank Benih Kew di Inggris memiliki 1,5 persen flora dunia sekitar 4.000 spesies - di deposito. Konservasi eksitu memberikan kesempatan penelitian yang sangat baik pada komponen-komponen keanekaragaman hayati. Beberapa lembaga juga memainkan peran sentral dalam pendidikan publik dan peningkatan kesadaran dengan membawa anggota masyarakat ke dalam kontak dengan tanaman dan hewan mereka mungkin tidak biasanya
14

datang dalam kontak dengan. Diperkirakan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 600 juta orang mengunjungi kebun binatang setiap tahun. Tindakan konservasi eksitu harus mendukung langkah-langkah konservasi insitu (konservasi insitu yang seharusnya menjadi tujuan utama).

Peran Kawasan Lindung dalam menjaga keanekaragaman hayati Sebuah kawasan lindung adalah wilayah geografis didefinisikan yang ditunjuk atau diatur dan dikelola untuk mencapai tujuan konservasi yang spesifik. terkait dan dikelola melalui upaya hukum atau lainnya. Ini termasuk taman nasional dan cagar alam, cagar pemanfaatan berkelanjutan, area hutan belantara dan situs warisan Kawasan lindung (Pas) telah banyak digunakan sebagai alat konservasi dalam rangka mempertahankan sampel yang representatif dari spesies tidak berubah dan ekosistem untuk masa depan, dan untuk membatasi potensi degradasi lingkungan melalui salah urus sumber daya manusia. Saat ini, sekitar 8.500 Personal Assistant ada di seluruh dunia di 169 negara. Ini mencakup sekitar 750 juta hektar ekosistem laut dan darat, yang berjumlah 5,2% dari permukaan tanah di Bumi. World Conservation Union (IUCN) memiliki peran kunci dalam mempromosikan pembentukan kawasan lindung di seluruh dunia. Sejak tahun 1948, IUCN telah mengembangkan standar dan pedoman untuk manajemen PA. Kawasan lindung telah dibentuk mengikuti kategori yang didefinisikan oleh IUCN. (Perlu dicatat bahwa kategori perlindungan yang ketat (kategori I - III) sebagian besar telah diterapkan di negara-negara berkembang, sedangkan kategori V dan VI adalah yang paling umum digunakan di negara maju). Kategori I Perlindungan Ketat. Kadang-kadang disebut cagar alam yang ketat / daerah padang gurun. Kawasan lindung yang dikelola terutama untuk perlindungan ilmu Ini mungkin disisihkan untuk perlindungan keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam dan budaya

15

pengetahuan atau hutan belantara. Umumnya area yang lebih kecil dimana pelestarian nilai-nilai alami penting dengan gangguan manusia minimal ditekankan. Kategori II Ekosistem Konservasi dan Pariwisata. Kadang-kadang disebut taman

nasional. Umumnya lebih besar daerah dengan berbagai fitur luar biasa dan ekosistem bahwa orang dapat mengunjungi untuk pendidikan, rekreasi, dan inspirasi selama mereka tidak mengancam nilai-nilai di daerah itu. Kategori III Konservasi Alam Fitur. Kadang-kadang disebut monumen alam. Serupa dengan area Taman Nasional, tetapi biasanya lebih kecil melindungi fitur alami tunggal spektakuler atau situs bersejarah. Kategori IV Konservasi melalui Active Management. Kadang-kadang disebut habitat dan satwa liar (spesies) bidang manajemen. Kawasan yang dikelola untuk melindungi dan memanfaatkan spesies satwa liar. Kategori V Lanskap / Seascape Konservasi dan Rekreasi. lanskap yang dilindungi / bentang laut. Kategori VI Penggunaan Berkelanjutan Ekosistem Alam. Kadang-kadang disebut area sumber daya dikelola dilindungi. Kawasan lindung yang dikelola terutama untuk pemanfaatan berkelanjutan dari ekosistem alamiah. Di masa lalu, diasumsikan bahwa cara terbaik untuk melestarikan keanekaragaman hayati adalah untuk melestarikan kawasan lindung melalui dengan mengurangi aktivitas manusia atau sama sekali tidak termasuk manusia. Pertumbuhan penduduk dan Dengan kemiskinan dipandang sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan hidup; orang dianggap sebagai masalah dari yang dibutuhkan melindungi lingkungan. demikian, kawasan lindung dan taman-taman dipagari dari orang-orang lokal, praktekpraktek tradisional yang dilarang, dan orang ditahan di bawah hukuman denda atau pemenjaraan untuk memanfaatkan sumber daya taman. Namun, ada masalah ilmiah dan sosial yang sangat kontroversial dengan pendekatan ini, yang ditandai dengan konflik yang serius antara masyarakat lokal dan negara. Oleh karena itu ini menyebabkan transformasi dalam berpikir dan pengakuan bahwa: Kadang-kadang disebut

16

1. Masyarakat setempat memahami lingkungan mereka dan memiliki pengetahuan luas tentang sumber daya dalam lingkungan lokal mereka 2. sosial 3. Praktek-praktek tradisional memungkinkan orang untuk hidup dengan alam dengan cara yang saling menguntungkan. Sebagai contoh, bukannya melarang sama sekali berburu, serangkaian peraturan bisa diletakkan di tempat untuk mengatur berburu, yaitu, larangan membunuh remaja, atau wanita hamil 4. Banyak komunitas masih tidak melihat satwa liar dan lingkungan sebagai milik mereka sendiri karena mereka tidak terlibat dalam pengambilan keputusan dan memiliki sedikit tanggung jawab dalam proyek-proyek konservasi Pengecualian masyarakat lokal dari daerah yang dilindungi sebenarnya dapat

mengakibatkan pemiskinan keanekaragaman hayati mereka, dengan biaya ekologi dan

Kawasan Lindung di Jamaika I. Biru dan Yohanes Gagak Mountains National Park II. Para Montego Bay Marine Park Pada tahun 1990, Biru dan John Gagak Mountains National Park adalah taman dinyatakan Jamaika pertama terestrial nasional. hutan alam. Taman, yang mengukur 58 km oleh 19 km, berisi area terbesar hutan alam yang tersisa di Jamaika, dan keanekaragaman hayati tinggi - memiliki salah satu tingkat tertinggi endemisme di Belahan Barat. Tentang 40% dari tumbuhan dan hewan yang ditemukan ada endemik ke Jamaika, atau hanya ditemukan di ekosistem Taman Nasional. Pada daerah Blue Mountain, dari 240 spesies tanaman yang lebih tinggi, 47 persen adalah endemik. Di Pegunungan Gagak Yohanes, 32 persen dari 278 spesies tanaman berbunga endemik.
17

Terletak di ujung timur pulau itu,

melindungi sepertiga dari sekitar 30 persen dari Jamaika yang masih di bawah tutupan

Ini adalah rumah bagi Butterfly Swallowtail Raksasa (spesies endemik yang kupu-kupu terbesar kedua di dunia). Beberapa hewan endemik lebih luas diakui adalah Tody Jamaika, Blackbird Jamaika dan suite hummingbirds lokal, Hutia Jamaika (Coney), Boa Jamaika (ular kuning) dan banyak spesies katak pohon. Peraturan Perundangan yang telah dikeluarkan pemerintah terkait keanekaragaman hayati Berikut ini adalah peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah mengenai peraturan keanekaragaman hayati : Undang Undang Nomor 5 Tahun 1994 Tentang Pengesahan United Nations Convention On Biological Diversity; Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya; Undang Undang Nomor. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah; Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan; Undang Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup; Undang Undang Nomor 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman ; dan Undang Undang Nomor 24 Tahun 1992 Tentang Penataan Ruang.

BAB III PENUTUP


A. SIMPULAN

18

keanekaragaman hayati merupakan konsep keberagaman pada makhluk hidup. Namun sebenarnya keanekaragaman hayati tidak hanya dibangun dari konsep keberagaman tetapi juga konsep keseragaman. Artinya dalam keanekaragaman hayati, antara individu yang satu dengan undividu yang lain terdapat kesamaan juga perbedaan yang pada akhirnya memunculkan keanekaragaman yang menjadi kekayaan yang tak ternilai harganya. Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan alam yang tak ternilai harganya yang sangat bermanfaat sebagai penopang kehidupan manusia. Keanekaragaman hayati merupakan ssumber daya alam yang dapat diperbaharui. Kekayaan ini dapat kita manfaatkan dengan syarat memerhatikan kelangsungan hidup dari kenekaragaman hayati itu sendiri. Keanekaragaman hayati dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor genetik dan faktor luar. Hal ini yang menyebabkan setiap tempat di dunia ini memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang berbeda, semakin jauh dari ekuator maka tingkat keanekaragamannya semakin berkurang. Keanekaragaman hayati terdiri dari 3 jenis yaitu keanekaragaman tingkat gen, jenis dan ekosistem. Setiap tingkat memiliki ciri tertentu. Keanekaragaman hayati memiliki peranan dan nilai yang sangat besar dalam kehidupan diantaranya nilai ekonomis, nilai budaya, dan nilai sosial. Dalam pemanfaatannya, kita tidak boleh mengeksploitasi mereka sesuka hati, kita pun harus melakukan pelestarian terhadap keanekaragaman hayati. Pelestarian yang sering dilakukan adalah melalui cara insitu dan eksitu. Selain dengan cara tersebut, peranan pemerintah adalah hal yang utama dalam pelestarian ini. Tidak sedikit perundangan yang telah dikeluarkan pemerintah mengenai kenaekaragaman hayati. Tentunya perundangan tersebut harus dijalankan dengan tepat demi kepentingan bersama.

B. SARAN Penyadaran publik terhadap keanekaragaman hayati adalah sesuatu yang kini sangat mendesak. Oleh karena itu, diharapkan seluruh lapisan masyarakat selalu berusaha untuk menambah informasi mengenai keanekaragaman hayati dan lingkungan.

19

Keaktifan pemerintah dan jajarannya sangat dinantikan seperti penyuluhan dan penegakkan peraturan yang telah dibuat. Tentunya hal ini dapat memperlambat penurunan jumlah keanekaragaman hayati yang kini kian hari semakin cepat penurunannya.

DAFTAR PUSTAKA
McNeely, Jeffrey A. 1992. Ekonomi dan Keanekaragaman Hayati. IUCN: Switzerland.
20

Soegiarto, Apriliani. 1985. Pengantar Ekologi. BKKBN: Jakarta. Sudjino. 2004. Biologi 1a. Sunda Kelapa Pustaka: jakarta. http://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati http://www.indonesianchm.or.id/index.php? option=com_content&view=article&id=105&Itemid=109&lang=in http://gomes.smamda.org/2009/12/28/keanekaragaman-hayati/ http://translate.google.co.id/translate? hl=id&sl=en&u=http://www.jamaicachm.org.jm/BHS/conservation.htm&ei=I PCjTumGCMmSiQfE9oSyDg&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=8&ve d=0CEkQ7gEwBw&prev=/search%3Fq%3Dinsitu%2Bdan%2Beksitu%26hl %3Did%26biw%3D1366%26bih%3D525%26prmd%3Dimvns http://translate.google.co.id/translate? hl=id&sl=en&u=http://www.jamaicachm.org.jm/BHS/conservation.htm&ei=I PCjTumGCMmSiQfE9oSyDg&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=8&ve d=0CEkQ7gEwBw&prev=/search%3Fq%3Dinsitu%2Bdan%2Beksitu%26hl %3Did%26biw%3D1366%26bih%3D525%26prmd%3Dimvns

21

Beri Nilai