Anda di halaman 1dari 3

Dipublikasikan kembali oleh

indonesia-aikikai.com

PRINSIP TEKNIK AIKIDO: TEKNIK BERPUTAR (TENKAN)1


Oleh : Reza Fahrurozi Kauzar Seigi Dojo Muscledome – Jakarta

1. Latar Belakang Prinsip Tehnik Aikido


Aikido adalah bela diri yang secara prinsip mencari harmoni dengan penyerang atau
lawan. Oleh karena itu secara strategi tehnik, aikido menghindari konfrontasi dengan
tenaga lawan secara frontal. Ada beberapa alasan yang mendasari strategi ini,
pertama adalah bahwa konfrontasi tenaga dengan penyerang secara langsung akan
mengadu semua potensi pembelaan diri dengan penyerangnya, sehingga siapa yang
kuat maka ia yang akan unggul. Kedua, dari segi penggunaan tenaga, meskipun jika
pembela diri memiliki kekuatan dan tehnik yang superior dibanding penyerangnya,
maka adu kekuatan lebih merupakan pemborosan tenaga baik berupa kekuatan fisik
maupun mental. Yang ketiga, adu tenaga jelas merupakan kompetisi untuk
mendapatkan kemenangan, dan lebih cenderung menghancurkan lawan. Aikido
bukan bela diri yang berinisiatif menghancurkan lawan. Karena secara filosofis, aikido
bertujuan untuk memecahkan konflik fisik dengan sangat menghindari cidera pada
lawan, maka aikido cenderung mencari cara yang lebih efektif untuk melumpuhkan
lawan, bukan menghancurkan. (Utomo,2001). Di dalam aikido, dikenal teknik berputar
seperti tenkan, dimana gerakan tersebut termasuk dalam tai sabaki atau olah gerak
tubuh. Praktisi aikido banyak menggunakan teknik ini dalam mengeksekusi teknik
mereka. Paper ini akan mengulas prinsip di balik gerakan tenkan, kegunaan teknik ini
dan kaitannya dengan prinsip ai di dalam aikido.
2. Prinsip Tehnik Aikido; Tenkan
”Melihat saya dengan matanya, musuh menyerang,
Tapi saat itu juga saya sudah berdiri dengan aman dibelakangnya.”
- Morihei Ueshiba –

Perkataan O’Sensei ini adalah maksud dari gerakan tenkan. Untuk memahami tenkan
sebelumnya harus dipahami tentang sudut mati (shikaku) dari manusia. Shikaku terletak
pada kira-kira dua puluh derajat sudut penglihatan yang tak terjangkau oleh mata
manusia baik kiri maupun kanan bila seseorang sedang memandang ke depan, dan
daerah belakang tubuh penyerang (Utomo,2001). Sudut mati ini sangat berguna bagi
pembela diri bila dia bermaksud bukan hanya untuk menghindari serangan, tapi juga
bila dia bermaksud untuk menempatkan diri pada posisi yang teramat sulit untuk

1
Karya tulis ini telah diajukan kepad Bpk. Jozef I. Poetiray, Ir [Ketua Dewan Guru Aikido – Indonesia Aikikai]
untuk memenuhi persyaratan mengikuti Ujian Shodan – 2008 Indonesia Aikikai, dan penullis telah lulus
tingkat Dan-1 Aikido
Dipublikasikan kembali oleh
indonesia-aikikai.com

diserang dan mempunyai peluang untuk menetralisasi serangan dimana penyerangnya


sendiri sudah tidak berkutik,
Dalam mengeksekusi gerakan tenkan, perlu diperhatikan bahwa dalam bergerak
pembela diri harus bergerak masuk ke dalam sudut mati penyerang dengan spontan
dan secepat datangnya serangan sehingga penyerang tidak menyadari bahwa target
serangnya sudah berpindah tempat. Biasanya kalau sudah begini penyerang akan
kehilangan orientasi target serangan selama beberapa saat, saat inilah waktu yang
tepat bagi pembela diri untuk menetralkan serangan.
Kegunaan kedua dari tenkan adalah untuk menghindari serangan beruntun, dimana
bila pembela diri melakukan tenkan, dia memasuki sudut mati penyerang. Membuat
penyerang kehilangan jarak efektif untuk menyerang maupun menemukan celah
penyerangan. Lain halnya bila pembela diri menghindar sambil mundur ataupun
melakukan tangkisan, dimana bila pembela diri berhasil mentralisir serangan pertama,
serangan kedua,ketiga dan seterusnya akan datang sepanjang jarak serangnya
memungkinkan. Jadi, kegunaan tenkan juga adalah untuk menghentikan gelombang
serangan dengan membuat jarak serang sang penyerang menjadi tidak efektif.

3. Kaitan tenkan dengan prinsip ai dalam Aikido


Ai dalam Aikido berarti harmoni, dalam pegertiannya adalah pembela diri bergerak
dengan arah yang sama dengan penyerang. Gerakan Tenkan memerlukan pembela
diri untuk memosisikan dirinya sejajar dengan penyerang, seperti gerakan katate dori
irimi tenkan-undo atau shomen uchi irimi-nage. Menurut Shifflett (2000), Tenkan
membantu kita untuk mengatur kembali posisi kita, sekaligus menjadikan kita pusat
lingkaran dalam rotasi kita bersama penyerang. Jadi prinsip harmoni disini adalah kita
menjadikan diri kita pusat lingkaran dan membawa penyerang untuk berputar bersama.

4. Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, Tenkan berfungsi untuk membantu pembela diri memasuki sudut
mati penyerang, sehingga berguna untuk merusak orientasi si penyerang, walau hanya
beberapa saat sehingga pembela diri mempunyai waktu untuk mengaplikasikan
tekniknya. Selain itu, Tenkan juga berguna untuk membuat jarak efektif penyerang
mengecil atau bahkan tiada sama sekali, membantu pembela diri dalam menghadapi
serangan beruntun. Tenkan adalah salah satu gerakan yang mengandung prinsip
harmoni dalam aikido karena Tenkan akan membuat badan penyerang dan pembela
diri minimal berposisi sejajar.
Dipublikasikan kembali oleh
indonesia-aikikai.com

BIBLIOGRAPHY

• Matsuda, R. and Fujiwara, Y. (1988) “Kenji 3”. Shogakukan, Inc, Tokyo, Japan.
Indonesian translation rights: PT. Elex Media Komputindo (1993), Jakarta.

• Shifflett, C.M. (2000) ”Aikido Exercises for Teaching and Training”. Round Earth
Publishing, Virginia.
• Utomo, Bambang A. (2001). “Aikido: Seni Bela Diri dan Filosofi”. PT. Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta.
• Westbrook, A. and Ratti, O. (2001). “Aikido and the Dynamic Sphere”. Tuttle
Publishing, Boston.