Anda di halaman 1dari 8

Mata Kuliah Dosen

: Pengantar Pengetahuan Kebencanaan

: Dr. Ing. T. Budi Aulia JAWABAN SOAL MATA KULIAH PENGANTAR PENGETAHUAN KEBENCANAAN OLEH : AHMAD SANUSI (KELAS B)

1. Tipe gunung api apa dengan tipe erupsi yang bagaimana yang sering berdampak bencana terbesar? Gunungapi merupakan hasil dari letusan magma dan batuan yang keluar ke lapisan permukaan bumi. Berdasarkan sifat mencair di dalam lapisan kerak bumi maupun lapisan mantel bumi dan menerobos erupsinya, gunung api dibagi menjadi 3 jenis yaitu gunung api perisai, maar dan strato. Dari ketiga jenis gunung api ini, gunung api dengan jenis erupsi Strato adalah gunung api yang berdampak bencana terbesar. Gunung api strato terjadi akibat erupsi campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus menerus. Hal ini menyebabkan lerengnya berlapis-lapis dan terdiri dari bermacam-macam batuan. Gunung api dengan jenis erupsi strato ini banyak dijumpai di dunia dan juga di Indonesia seperti Gunung Merapi, Tambora, Merbabu, Kelud dan Semeru. 2. Bagaimana tatanan tektonik dari gunung api tersebut? Gunung api strato berbentuk kerucut yang tinggi, mempunyai banyak lapisan lava yang keras, tephra dan abu vulkanik. Gunung Api ini juga mempunyai kemiringan yang curam, meletusnya secara periodik dan explosif, memiliki lava yang kental dan sangat tebal dan sering timbul pada zona subduksi dimana lempeng samudera menunjam di bawah lempeng benua. Tipe gunung api strato adalah : Morfologi lereng berundak, kerucut simetri dan besar dapat mencapai 3 km. Kawahnya terletak di puncak, lava mengalir melalui zona rekahan pada dinding kawah atau lereng, bersistem konduit. Saat gunung api ini istirahat, maka akan terjadi erosi yang menghancurkan kerucut. 3. Tipe gunung api apa yang dapat berkembang di Indonesia? Mengapa demikian? Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai gunung api aktif terbanyak di dunia, yaitu lebih dari 30 persen dari gunung aktif dunia ada di

Mata Kuliah

: Pengantar Pengetahuan Kebencanaan

Dosen : Dr. Ing. T. Budi Aulia Indonesia. Di Indonesia, gunung api dikelompokkan berdasarkan sejarah letusannya yaitu Tipe A, adalah gunung api yang pernah meletus sejak tahun 1600, tipe B adalah yang diketahui pernah meletus sebelum tahun 1600 dan tipe C adalah lapangan solfatara dan fumarola. Berdasarkan sejarah letusannya yang dikombinasikan dengan karakter fisik, bentang alam puncak, struktur gunung api dan tipe letusannya, gunung api aktif di Indonesia dapat dibedakan menjadi delapan jenis yaitu jenis Tambora 1815 (letusan kaldera), Merapi (Kubah Lava), Agung (kawah terbuka), Papandayan (runtuhan dinding kawah), batur (pasca kaldera), sangenagapi (alian lava) dan anak krakatau (gunung api bawah laut). Di Indonesia, gunung api berjenis erupsi maar terdapat di kompleks gunung api Dieng, Jawa Tengah, gunung api Lamongan Jawa Timur, di kaki gunung api Cerme Jawa Timur dan di kaki gunung api Gamalama di pulau Ternate. Batuan dasar di bawah gunung api Lamongan adalah batuan karbonat yang apabila bersentuhan dengan magma dapat membentuk gas CO2 yang menyebabkan tekanan gas di bawah permukaan. 4. Bagaimana mekanisme pembentukan gunung api bertipe maar? Dapatkah terjadi di Indonesia? Maar adalah suatu cekungan yang umumnya terisi air, berdiameter mencapai 2 km dan dikelilingi oleh endapan hasil letusannya. Gunung api maar kering adalah gunung api maar yang mempunyai cekungan kawahnya kering dan tidak berisi air. Maar juga diartikan sebagai kerucut gunung api monogenesisi yang memotong batuan dasar di bawah permukaan air tanah dan membentuk kerucut berpematang landai yang tersusun oleh rempah guung api berbutir halus hingga kasar mempunyai diameter kawah bervariasi antara 100 3000 m yang sering terisi aor sehingga berbentuk danau. Kebanyakan letusan maar terjadi pada lingkungan geologi gunung api besar bersusunan basal seperti di Fort Rock, Chrismast Lake Valley Oregon. Di Indonesia, gunung api berjenis erupsi maar terdapat di kompleks gunung api Dieng, Jawa Tengah, gunung api Lamongan Jawa Timur, di kaki gunung api Cerme Jawa Timur dan di kaki gunung api Gamalama di pulau Ternate. Batuan dasar di bawah gunung api Lamongan adalah batuan karbonat yang apabila bersentuhan dengan magma dapat membentuk gas CO2 yang menyebabkan tekanan gas di bawah permukaan.

Mata Kuliah Dosen

: Pengantar Pengetahuan Kebencanaan

: Dr. Ing. T. Budi Aulia Secara umum aktivitas gunung api maar dapat berupa letusan freatik, freatomagnetik dan magmatik. Letusan freatik terjadi jika pancaran panas magma bersentuhan dengan air tanah di dalam batuan dasar yang kemudia berubah menjadi upa dengan tekanan semakin tinggi karena adanya batuan penudung. Letusan dapat terjadi jika tenakan uap air panas itu sudah lebih besar dari tenakanan batu penudung dan batuan di atasnya. Pada letusan freatomagnetik sebagian kecil komponan magma sudah ikut terlontarkan keluar, sedangkan bahan utama hasil letusan magmatik berasal langsung dari magma yang kemudian membentuk endapan piroklastika.

5. Jelaskan mengapa ada gunung api dipermukaan bumi? Gunung api adalah bentuk timbunan dipermukaan bumi yang dibangun oleh timbunan rempah letusan atau tempat munculnya batuan lelehan (magma/rempah) yang berasal dari bagian dalam bumi. Gunung api terbentuk karena adanya pancaran magma dari dalam bumi yang berasosiasi dengan arus konveksi panas, juga disebabkan adanya proses tektonik dari pergerakan dan pembentukan lempeng/kulit bumi dan juga karena akumulasi tekanan dan temperatur dari fluida magma yang menimbulkan pelepasan energi. Planet bumi mempunyai banyak cairan dan air di permukaan, yang sangat berpengaruh pada pembentukan dan komposisi magma serta lokasi dan kejadian gunung api. Panas bagian dalam bumi merupakan panas yang dibentuk selama pembentukan bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu, bersamaan dengan panas yang timbul dari unsur radioaktif alami, seperti panas, tetapi kemudian mendingin secara berangsur sesuai elemendengan elemen isotop K, U dan Th terhadap waktu. Bumi pada saat terbentuk lebih perkembangan sejarahnya. Pendinginan tersebut terjadi akibat pelepasan panas dan intensitas vulkanisme di permukaan. Perambatan panas dari dalam bumi ke permukaan berupa konveksi, dimana material-material yang terpanaskan pada dasar mantel, kedalaman 2.900 km di bawah muka bumi bergerak menyebar dan menyempit disekitarnya. Pada bagian atas mantel, sekitar 7-35 km di bawah muka bumi, material-material tersebut mendingin dan menjadi padat, kemudian tenggelam lagi ke dalam aliran konveksi tersebut. Litosfir termasuk juga kerak umumnya mempunyai ketebalan 70120 km dan terpecah menjadi beberapa fragmen besar yang disebut

Mata Kuliah

: Pengantar Pengetahuan Kebencanaan

Dosen : Dr. Ing. T. Budi Aulia lempeng tektonik. Lempeng bergerak satu sama lain dan juga menembus ke arah konveksi mantel. Bagian alas litosfir melengser di atas zona lemah bagian atas mantel, yang disebut juga astenosfir. Bagian lemah astenosfir terjadi pada saat atau dekat suhu dimana mulai terjadi pelelehan, kosekuensinya beberapa bagian astenosfir melebur, walaupun sebagian besar masih padat. Kerak benua mempunyai tebal lk. 35 km, berdensiti rendah dan berumur 1 2 miliar tahun, sedangkan kerak samudera lebih tipis (lk. 7 km), lebih padat dan berumur tidak lebih dari 200 juta tahun. Kerak benua posisinya lebih di atas dari pada kerak samudera karena perbedaan berat jenis, dan keduanya mengapung di atas astenosfir. Pergerakan antara lempeng menimbulkan empar busur gunung api yang berbeda yaitu : a. Pemekaran kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunung api tengah samudera; b. Tumbukan antara kerak dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua yang mengakibatkan gesekan antara kerak tersebut terjadi peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan kemudian membentuk busur gunung api di tepi benua; c. Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal sehingga menimbulkan rekahan atau patahan yang menjadi jalan ke permukaan lelehan batuan atau magma sehingga membentuk busur gunung api tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan; d. Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar permukaan, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunung api perisai.

Mata Kuliah Dosen

: Pengantar Pengetahuan Kebencanaan : Dr. Ing. T. Budi Aulia

Di Indonesia (Jawa dan Sumatera) pembentukan gunung api terjadi akibat tumbukan kerak Samudera Hindia dengan kerak Benua Asia. Si Sumatera penunjamam lebih kuat dan dalam sehingga bagian akresi muncul ke permukaan membentuk pulau-pulau seperti Mentawai dan Nias. 6. Apa pentingnya vulkanologi bagi manusia dan bagi

perkembangan ilmu pengetauan? Vulkanologi merupakan studi tentang gunung berapi, lava, magma dan fenomena geologi yang berhubungan. Seorang ahli vulkanologi adalah orang yang melakukan studi pada bidang ini. Istilah vulkanologi berasal dari Bahasa Latin Vulcano, dewa api Romawi. Para ahli vulkanologi sering mengunjungi gunung berapi, terutama yang masih aktif, untuk mengamati letusan gunung berapi, mengumpulkan produk letusan termasuk contoh tephra (seperti abu, ash atau batu apung, pumice), batuan, dan lava. Tujuan utama dari penyelidikan adalah perkiraan letusan; pada saat ini belum ada cara yang akurat untuk melakukan hal ini, tetapi memperkirakan letusan, seperti halnya memperkirakan gempa bumi, dapat menyelamatkan banyak jiwa. Seorang ahli vulkanologi mempelajari pembentukan gunung berapi dan letusannya saat ini serta sejarah letusannya. Vulkanologi sangat penting bagi manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan. Dikarenakan banyaknya letusan gunung api dengan bencana alam yang ditimbulkannya maka diperlukan adanya ilmu yang mempelajari tentang gunung api tersebut. Hal ini diperlukan guna mengetahui penyebab-penyebab letusan gunung api, sumber terjadinya serta cara penanganan dan mitigasi bencana untuk gunung api. Vulkanologi tektoniknya, juga menjadi hal penting asal dalam perkembangan api yang ilmu proses pengetahuan. Gunung api tersebar di seluruh dunia dengan berbagai tatanan menghasilkan batuan gunung pembentukannya dapat dilihat secara langsung. Banyak hasil batuan yang 5

Mata Kuliah

: Pengantar Pengetahuan Kebencanaan

Dosen : Dr. Ing. T. Budi Aulia berasal dari gunung api yang proses pembentukannya tidak diketahui secara langsung-the past. Vulkanologi ini terus berkembang sesuai perkembangan imu pengetahuan. 7. Apa hubungan gunung api dengan manusia? Gunung api berhubungan erat dengan manusia. Manusia merupakan kelompok yang rentan terhadap bencana gunung api. Manusia juga berfungsi sebagai pengendali dari letusan gunung api. Manusia berpengaruh pada bagaimana penanganan gunung api yang benar, seperti apa yang harus dilaksanakan dalam memantau gunung api, memikirkan solusi terbaik bila suatu saat gunung api meletus serta memikirkan bagaimana proses mitigasi bencana dapat dilaksanakan sebelum bencana gunung api terjadi dan melaksanakan proses tanggap darurat di saat gunung api meletus. Energi gunungapi yang sering dianggap ancaman, dalam beberapa hal justru bermanfaat. Hal ini misalnya terdapat pada pemboran di fumarola Kamojang, sekitar 30 kilometer timur laut Bandung. Salah satu pemboran pada kedalaman 66 m menghasilkan 8.300 kg uap air dengan tekanan 2 atmosfer dengan suhu 123 C. Tekanan tersebut dapat menghasilkan tenaga listrik 200 KW. Sumur yang lain dengan kedalaman 128 m mencapai tekanan 6 atmosfer. Ada banyak fumarol lain yang sebanding dengan Kamojang yang dapat digunakan sebagai sumber energi gunungapi. Batuan gunungapi dan mineral digunakan untuk tujuan industri. Hasil yang didapatkan dalam bentuk belerang. tras, batu apung, pasir batu, roadmetal,potassic, jarosit dan tawas.

8. Apa hubungan gunung api dan komponen fisik bumi? Gunung api berhubungan erat dengan komponen fisik bumi, hal ini disebabkan karena setiap gunung api selalu mengandung magma yang terus memanas. Pada saat gunung api meletus maka akan megeluarkan lava yang berasal dari komponen fisik bumi. Jenis aktifitas gunung api dapat ditentukan dari kandungan fisik bumi antara lain : aktifitas solfatara dan fumarol yang mencerminkan kenaikan kandungan gas ke permukaan. Kemudian aktifitas letusan freatik yaitu letusan yang terjadi karena adanya penambahan material gas yang mudah menguap (air, gas, sulfur, karbondioksida dan semacamnya) yang berada di atas tubuh batuan beku yang panas tetapi tidak diekstruksi oleh batuan tersebut. Seterusnya gunung api dengan

Mata Kuliah

: Pengantar Pengetahuan Kebencanaan

Dosen : Dr. Ing. T. Budi Aulia aktifitas gunung api Orogon yaitu gunung api yang memproduksi material magmatik alkali kapur. Jenis aktifitas gunung api terutama tergantung pada dua faktor : 1). Sifat alamiah magma dan dinamika gas di dalamnya dan 2). Komposisi kimia batuan dan hubungannya dengan kandungan gas. 9. Apa hubungan gunung api dan tektonika? Aktivitas gunung api berhubungan erat dengan tektonika lempeng yang dapat digambarkan sebagai berikut : api api. Batuan gunung api yang dihasilkan setelah letusan juga berkaitan erat dengan tatanan tektonik Proses kompresi pada tektonik lempeng menghasilkan jalur penunjaman (subduksi) Subduksi membentuk pelelehan sebagian di sepanjang zona benni Magma selalu terakumulasi di bawah permukaan bumi di depan Sebagian magma yang menjangkai sampai ke permukaan off membentuk magma jalur subduksi membentuk gugusan gunung api Jalur di sepanjang zona subduksi dan jalur gunung api disebut cincin Proses pelelehan sebagian pada proses penunjaman tektonik Magma bersifat selalu bergerak Dalam tektonika lempeng ada lempeng yang saling mendekat (gaya Proses kompresi dan ekstensi membentuk rekahan dan rifting pada Jika ada rekahan yang membuka sehingga di permukaan maka Akumulasi aliran magma ke permukaan membangun tubuh gunung lempeng menghasilkan magma

kompresi) dan ada yang saling menjauh (gaya ekstensi) bagian lempeng yang lain akan dilalui magma

Mata Kuliah Dosen 10.

: Pengantar Pengetahuan Kebencanaan ahli-ahli

: Dr. Ing. T. Budi Aulia Mengapa dalam perkumpulan/organisasi

vulkanologi sedunia terdapat juga di dalamnya ahli kimia dan interior bumi? Di dalam perkumpulan ahli-ahli vulkanologi sedunia terdapat juga ahli kimia dan ahli interior bumi, hal ini dikarenakan vulkanologi sangat terkait dengan ilmu-ilmu geologi lainnya seperti petrologi (magmatis), Geokimia (Kimia Bumi), Geofisika (Interior bumi), teknonika (geologi struktur), sedimentologi (stratigrafi), Gelologi lingkungan dan ilmu manajemen bencana geologi. Vulkanologi berasal dari bahasa Italia yaitu kata vulcano yang berarti dewa api yang dalam bahasa Belanda disebut vulkaan yang berarti gunung api. Organisasi seprofesi pada ahli vulkanologi sedunia bernaung di bawah IVCEI (International Volcanologists, Chemistrists and Earth Interior). Anggota dari organisasi ini meliputi ahli vulkanologi, geokimia (kimia bumi) dan geofisika (interior bumi).