Anda di halaman 1dari 15

Afina Sabila 160110090016

upaya menggerakkan pegawai Puskesmas sedemikian rupa sehingga pegawai Puskesmas memiliki
komitmen dan tanggung jawab, mendukung dan bekerjasama, memiliki kemauan dan kemampuan kerja, menyukai pekerjaan, menjadi pegawai baik, serta berusaha untuk mencapai tujuan Puskesmas

Faktor organisasi Puskesmas Penentu suksesnya fungsi aktuasi dari faktor ini : Terdapat peraturan Terdapat sumber daya Terdapat sarana komunikasi Terdapat kepemimpinan Faktor pegawai Penentu suksesnya fungsi aktuasi dari faktor ini : Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai Memiliki pandangan bahwa pengabdiannya adalah untuk Puskesmas/Negara bukan untuk pimpinannya Mau dipimpin Terpeliharanya tim kerja

Menciptakan kerjasama yang harmonis, serasi, berdaya guna, dan berhasil guna

Mengembangkan kemauan dan kemampuan kerja pegawai Puskesmas Menumbuhkan rasa memiliki, rasa bertanggug jawab, dan menyukai pekerjaan
Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang kondusif yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi kerja pegawai Puskesmas Membuat organisasi Puskesmas dinamis dan berkembang

Aktuasi tingkat Puskesmas dilakukan melalui

Rapat /dinamisasi staf (1 minggu sekali) Lokakarya Mini Bulanan (pada akhir bulan) Lokakarya Mini Tribulanan (3 bulan sekali) Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kecamatan (sebulan sekali) Rapat Koordinasi (Rakor) Posyandu-Desa ASiaga tingkat Desa (2 hari sebelum posyandu dilakukan) Konsultasi para penanggung jawab program dengan pimpinan Puskesmas (jika diperlukan)

f/ : guna menjamin bahwa semua kegiatan dan program dan fungsi puskesmas yang sedang berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan Usman (2006)
Pengendalian wewenang tindakan mengoreksi Pengawasan wewenang hanya sebatas saran dan

masukan

Azwar (2008)
Pengawasan : melakukan penilaian dan sekaligus koreksi

terhadap setiap penampilan pegawai untuk mencapai tujuan seperti yang telah ditetapkan dalam rencana

Jadi pada dasarnya


Pengawasan : membandingkan kondisi yang ada

dengan yang seharusnya terjadi Pengendalian : membandingkan kondisi yang ada dengan yang seharusnya terjadi

Penilaian menurut APA


suatu proses untuk menentukan nilai atau jumlah

keberhasilan dari pelaksanaan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

pengawasan, pengendalian dan penilaian mempunyai makna dan esensi yang sama yaitu proses pemantauan, penilaian dan pelaporan keberhasilan suatu kegiatan dan program dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, adanya penetapan standar, tolok ukur, dan kriteria, adanya pengukuran hasil kegiatan dan program, adanya perbandingan hasil kinerja pegawai dan organisasi standar, dan adanya pengambilan tindakan korektif bila diperlukan.

teknik atau cara melakukan P3 terhadap obyek P3 Puskesmas yang telah ditetapkan. Metode pengawasan
pengawasan langsung (observasi), wawancara (laporan lisan), dan

laporan tertulis antara lain formulir SOP, data

staatistik, dan computer on line [Sutedja (2005)]

1. Penetapan standar pelaksanaan


Standar masukan
mengukur penyediaan dan penggunaan sumber daya Puskesmas (7M + I)

Standar proses
mengukur proses penyelenggaraan manajemen Puskesmas (P1, P2 dan P3)

Standar keluaran
mengukur hasil kinerja pegawai dan Puskesmas meliputi hasil cakupan kegiatan program serta mutu pelayanan kesehatan dalam aspek kuantitas, kualitas, biaya, dan waktu

Kinerja yang diukur meliputi kinerja pegawai, tim dan organisasi Puskesmas. Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Puskesmas saat ini dilakukan melalui stratifikasi Puskesmas atau penilaian kinerja Puskesmas.

Berulang dan terus menerus Dilakukan dengan cara :


Pengamatan (Observasi) secara pribadi

Laporan lisan
Laporan tertulis Inspeksi Metode otomatis

dibutuhkan standar yang jelas dan pasti perbandingan. Membandingkan kinerja actual dengan kinerja yang diinginkan dimaksudkan u/ tahu ada penyimpangan dianalisis untuk menentukan kenapa standar tidak dapat dicapai.

Hasil analisis

Ditindaklanjuti dalam penyusunan RO Puskesmas tahun yang akan datang

Penyimpangan pimpinan Puskesmas perlu berusaha terlebih dahulu untuk mencari factor tersebut untuk menetapkan langkahlangkah intervensi. 2 langkah intervensi :
Tindakan koreksi segera

Tindakan koreksi mendasar