Anda di halaman 1dari 20

VIII

Hidrokarbon

Perhatikan gambar di samping. Pernahkah Anda mengamati proses pembakaran kayu? Kayu yang dibakar, selalu menghasilkan arang. Hal ini, karena kayu merupakan senyawa hidrokarbon. Apakah yang dimaksud senyawa hidrokarbon? Sifatsifat apa saja yang dimilikinya dan bagaimana rumus strukturnya? Selain kayu, materi apa yang termasuk senyawa hidrokarbon?

Setelah mempelajari bab ini, Anda akan mampu memahami kekhasan atom karbon dalam membentuk senyawa hidrokarbon serta menggolongkan senyawa hidrokarbon berdasarkan strukturnya. 139

Kimia Kelas X

Hidrokarbon

Kekhasan Atom Karbon

Senyawa Hidrokarbon

Jenis Ikatan

Posisi Atom Karbon

Alkana

Alkena

Alkuna

140

Hidrokarbon

Tahukah Anda bahwa bensin yang selama ini digunakan ternyata merupakan senyawa kimia yang terdiri dari sebuah deret panjang rantai karbon? Begitu juga aspal, lilin, minyak pelumas atau yang sering dikenal dengan nama oli, solar, dan masih banyak lagi bahan alam yang terdiri dari deret panjang sebuah rantai karbon.

A. Kekhasan Atom Karbon


Atom karbon merupakan salah satu atom yang cukup banyak berada di alam. Keberadaannya dalam bentuk karbon, grafit, maupun intan. Atom karbon memiliki nomor atom 6 dengan konfigurasi elektron 6C : 1s2 2s2 2p2. Oleh karena memiliki 4 elektron pada kulit terluar, atom karbon dapat membentuk empat buah ikatan kovalen dengan atom-atom yang lain. Contoh: CH4 H | HCH | H Atom karbon juga dapat berikatan dengan atom karbon yang lain membentuk rantai karbon. Ikatan atom karbon dengan atom karbon yang lain tersebut dapat membentuk rantai panjang lurus, bercabang, maupun melingkar membentuk senyawa siklis. Contoh: 1. Senyawa hidrokarbon rantai lurus H3C CH2 CH2 CH2 CH3 2. Senyawa hidrokarbon rantai bercabang H3C CH2 CH CH2 CH3 | CH3 3. Senyawa hidrokarbon siklis H2 H2 C C H2 C C C H2 H2 CH2

Kimia Kelas X

141

Oleh karena kemampuannya membentuk berbagai jenis rantai ikatan, tidak heran jika senyawa karbon begitu banyak jenis dan jumlahnya di alam.

1. Jenis Ikatan Rantai Karbon


Atom karbon dapat membentuk tiga jenis ikatan, yaitu: a. Ikatan tunggal H3C CH3 b. Ikatan rangkap dua H2C = CH2 c. Ikatan rangkap tiga HC CH

2. Posisi Atom Karbon


Atom karbon memiliki kedudukan yang berbeda-beda dalam sebuah rantai karbon. Berdasarkan kedudukannya tersebut, atom karbon dapat dibedakan menjadi: a. atom C primer (1) : atom C yang terikat pada satu atom C yang lain. b. atom C sekunder (2) : atom C yang terikat pada dua atom C yang lain. c. atom C tersier (3) : atom C yang terikat pada tiga atom C yang lain. d. atom C kuartener (4) : atom C yang terikat pada empat atom C yang lain. CH3 |4 1 2 3 CH3 CH2 CH C CH2 CH3 | | CH3 CH3

Jawablah soal-soal berikut! Tentukan atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuartener pada senyawasenyawa karbon berikut. CH3 | 1. CH3 C CH CH3 | | CH3 CH3

142

Hidrokarbon

2. CH3 CH2 CH CH CH2 CH3 | | CH3 CH2 | CH3 CH3 | CH2 | 3. CH3 CH2 C CH2 CH3 | CH2 | CH3 CH3 CH3 CH3 | | | 4. CH3 C CH2 C CH2 C CH3 | | | CH3 CH3 CH3

B. Senyawa Hidrokarbon
1. Alkana
Senyawa alkana merupakan rantai karbon yang paling sederhana. Alkana merupakan senyawa hidrokarbon jenuh karena memiliki ikatan tunggal. Rumus umum alkana CnH2n+2. Senyawa paling sederhana dari alkana yaitu metana. Metana hanya memiliki satu atom karbon yang mengikat empat atom H. Tabel berikut menyajikan data sepuluh alkana rantai lurus pertama.
Tabel 8.1 Deret Homolog Alkana
Jumlah Karbon 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CH4 CH3 CH3 CH3 CH2 CH3 CH3 (CH2)2 CH3 CH3 (CH2)3 CH3 CH3 (CH2)4 CH3 CH3 (CH2)5 CH3 CH3 (CH2)6 CH3 CH3 (CH2)7 CH3 CH3 (CH2)8 CH3 Struktur Nama Metana Etana Propana Butana Pentana Heksana Heptana Oktana Nonana Dekana

Kimia Kelas X

143

Berdasarkan tabel di depan dapat dilihat bahwa perbedaan kesepuluh senyawa di atas terletak pada jumlah gugus metilena (CH2). Senyawa dengan kondisi demikian disebut homolog. Susunan senyawa yang dibuat sedemikian rupa sehingga perbedaan dengan tetangga dekatnya hanya pada jumlah metilena disebut deret homolog. a. Tata nama alkana Penamaan alkana mengikuti sistem IUPAC, yaitu sistem tata nama yang didasarkan pada gagasan bahwa struktur sebuah senyawa organik dapat digunakan untuk menurunkan namanya dan sebaliknya, bahwa suatu struktur yang unik dapat digambar untuk tiap nama. Dasar sistem IUPAC yaitu alkana rantai lurus. 1) Alkana rantai lurus (tidak bercabang) Alkana rantai lurus diberi nama sesuai dengan jumlah atom karbonnya sebagaimana tercantum dalam tabel di atas. Terkadang ditambahkan normal (n) di depan nama alkana. Contoh: nbutana/butana CH3 CH2 CH2 CH3 npropana/propana CH3 CH2 CH3 2) Alkana siklis (rantai tertutup) Alkana rantai siklis (tertutup) diberi nama menurut banyaknya atom karbon dalam cincin, dengan penambahan awalan siklo-. Contoh: H2C CH2 | | siklobutana H2C CH2 3) Alkana bercabang (memiliki rantai samping) Senyawa alkana terkadang berikatan dengan unsur lain pada salah satu atau beberapa atom karbonnya. Unsur lain dalam rantai alkana tersebut biasa dinamakan substituen. Jenis substituen alkana yang sering dijumpai yaitu gugus alkil. Gugus alkil adalah alkana yang kehilangan 1 atom H. Penamaannya sama dengan alkana, hanya akhirannya diubah menjadi -il. Rumus umumnya CnH2n+1. Tabel 8.2 berikut menyajikan deret gugus alkil.

Substituen Halogen Senyawa Halogen F Cl Br I Nama FluoroKloroBromoIodo-

144

Hidrokarbon

Tabel 8.2 Gugus Alkil


Jumlah Karbon 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Struktur CH3 CH3 CH2 CH3 CH2 CH2 CH3 (CH2)2 CH2 CH3 (CH2)3 CH2 CH3 (CH2)4 CH2 CH3 (CH2)5 CH2 CH3 (CH2)6 CH2 CH3 (CH2)7 CH2 CH3 (CH2)8 CH2 Rumus Molekul CH3 C2H5 C3H7 C4H9 C5H11 C6H13 C7H15 C8H17 C9H19 C10H21 Nama Metil Etil Propil Butil Pentil/amil Heksil Heptil Oktil Nonil Dekil

Jika alkana memiliki rantai samping maka penamaannya mengikuti aturan sebagai berikut. 1) Rantai terpanjang merupakan rantai utama. 2) Rantai utama diberi nomor mulai dari ujung rantai yang memiliki substituen. 3) Urutan penulisan nama : nomor cabang, nama cabang, nama alkana rantai utama. 4) Jika terdapat gugus metil pada atom C nomor 2, nama alkana diberi awalan iso. Contoh: CH3 CH CH2 CH3 | CH3 rantai terpanjang : butana

C1 C2 C3 C4 penomoran diawali dari ujung yang paling dekat dengan substituen/cabang. Jadi, nama senyawa di atas: 2-metil-butana/isobutana. CH3 CH CH2 CH3 | CH2 | CH3 rantai terpanjang: pentana bukan butana

Kimia Kelas X

145

CH3 3CH 4CH2 5CH3 | 2 CH2 | 1 CH3

penomoran

Jadi, nama senyawa di atas: 3-metil-pentana. CH3 CH CH2 CH2 CH3 | Br Nama senyawa di atas: 2-bromo-pentana 5) Jika alkana memiliki cabang yang sama lebih dari satu, nama cabang digabung menjadi satu dan diberi awalan di-(jumlah cabang ada dua), tri-(jumlah cabang ada 3), tetra-(jumlah cabang ada empat). Contoh: CH3 | H3C C CH2 CH2 CH3 2,2-dimetil-pentana | CH3 6) Jika alkana memiliki cabang yang berbeda, penulisan nama diurutkan berdasarkan urutan abjad. Contoh: Br | 3-bromo, 2-metil-pentana H3C CH CH2 CH2 CH3 | CH3 b. Isomer alkana Isomer adalah suatu senyawa yang memiliki rumus molekul sama, namun rumus strukturnya berbeda. Senyawa alkana paling rendah yang dapat memiliki isomer yaitu butana (C4H10). Contoh: 1) Cari isomer yang mungkin dari butana, C4H10. n-butana a) H3C CH2 CH2 CH3 2-metil-propana b) H3C CH CH3 | CH3

146

Hidrokarbon

2) Cari isomer yang mungkin dari heksana, C6H14. n-heksana a) H3C CH2 CH2 CH2 CH2 CH3 b) H3C CH CH2 CH2 CH3 | CH3 c) H3C CH2 CH CH2 CH3 | CH3 2-metil-propana

3-metil-propana

CH3 | d) H3C C CH CH3 | CH3 CH3 | e) H3C CH CH CH3 | CH3 c. Sifat-sifat alkana

2,2-dimetil-butana

2,3-dimetil-butana

1) Sifat fisis a) Alkana merupakan senyawa nonpolar. b) Bentuk alkana rantai lurus pada suhu kamar berbeda-beda.
Alkana C1 C4 C5 C17 > C18 Wujud Gas Cair Padat

Fakta: Bensin mengapung di atas air karena bensin mengandung alkana dan alkana lebih ringan dari air.

c) Semakin banyak jumlah atom karbon, semakin tinggi titik didihnya. d) Adanya rantai cabang pada senyawa alkana menurunkan titik didihnya. e) Larut dalam pelarut nonpolar (CCl4) atau sedikit polar (dietil eter atau benzena) dan tidak larut dalam air. f) Alkana lebih ringan dari air.

atom karbon konfigurasi elektron deret homolog alkana alkena alkuna substituen

Kimia Kelas X

147

2) Sifat kimia a) Alkana dan sikloalkana tidak reaktif, cukup stabil apabila dibandingkan dengan senyawa organik lainnya. Oleh karena kurang reaktif, alkana kadang disebut paraffin (berasal dari bahasa Latin: parum affins, yang artinya "afinitas kecil sekali"). b) Alkana dapat bereaksi dengan halogen, salah satu atom H diganti oleh halogen. Reaksi dengan halogen tersebut dinamakan reaksi halogenasi dan menghasilkan alkil halida. CH3Cl + HCl Contoh: CH4 + Cl2 c) Alkana dapat dibakar sempurna menghasilkan CO2 dan H2O. CO2 + 2H2O Contoh: CH4 + 2O2

Jawablah soal-soal berikut! 1. Tentukan jenis atom karbon di bawah ini berdasarkan kedudukannya! C8 C9 | C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 | | C10 C11 C12 C13 Atom C primer : . Atom C sekunder : . Atom C tersier : . Atom C kuartener : . 2. Berilah nama pada senyawa-senyawa berikut ini! a. CH3 | H3C C CH2 CH CH2 CH2 CH3 | | CH3 C2H5 b. CH3 Cl | | CH3 C CH2 CH CH CH2 CH2 CH3 | | CH3 Br 3. Tuliskan isomer yang mungkin dari senyawa berikut. a. C 5 H 12 b. C 7 H 14 148

Hidrokarbon

2. Alkena
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tidak jenuh dengan ikatan rangkap dua (C=C). Alkena paling sederhana yaitu etena, C2H4. Rumus umum alkena C2H2n. Tabel 8.3 berikut menyajikan deret homolog alkena.
Tabel 8.3 Deret Homolog Alkena
Jumlah C 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rumus Struktur H2C = CH2 H2C = CH CH3 H2C = CH CH2 CH3 H2C = CH (CH2)2 CH3 H2C = CH (CH2)3 CH3 H2C = CH (CH2)4 CH3 H2C = CH (CH2)5 CH3 H2C = CH (CH2)6 CH3 H2C = CH (CH2)7 CH3 Rumus Molekul C2H 4 C3H 6 C4H 8 C5H 10 C6H 12 C7H 14 C8H 16 C9H 18 C10H 20 Nama Kimia Etena Propena 1-butena 1-pentena 1-heksena 1-heptena 1-oktena 1-nonena 1-dekena

a.

Tata nama alkena 1) Alkena rantai lurus Atom karbon yang berikatan rangkap ( C = C ) diberi nomor yang menunjukkan ikatan rangkap tersebut. Penomoran dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap. Contoh: 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 H3C CH2 CH = CH CH3 bukan H3C CH2 CH = CH CH3 Sehingga, nama senyawa di atas yaitu 2 pentena. 2) Alkena dengan rantai bercabang a) Rantai utama yaitu rantai yang terpanjang dan mengandung ikatan rangkap. b) Penomoran rantai utama diawali dari yang paling dekat dengan ikatan rangkap, bukan cabang yang terdekat. c) Urutan penulisan nama: nomor cabang, nama cabang, nomor ikatan rangkap, nama alkena. Contoh: 2pentena a) H3C CH = CH CH2 CH3 4metil 2pentena b) H3C CH = CH CH CH3 | CH3 149

Kimia Kelas X

3) Alkena dengan lebih dari satu ikatan rangkap Jika alkena memiliki lebih dari satu ikatan rangkap, namanya diberi tambahan diena (untuk dua ikatan rangkap) atau triena (untuk tiga ikatan rangkap). Contoh: 1,4heksadiena a) H3C CH = CH CH2 CH = CH2 b) H3C C = CH CH CH = CH2 3-etil 5 metil1,4heksadiena | | CH3 C2H5 b. Isomer alkena Alkena paling rendah yang memiliki isomer yaitu butena (C4H8). Alkena memiliki dua jenis isomer sebagai berikut. 1) Isomer posisi Isomer posisi adalah senyawa-senyawa dengan rumus molekul sama, namun memiliki penataan atom yang berbeda. Alkana hanya memiliki satu jenis isomer posisi, namun alkena memiliki dua jenis perubahan penataan atom, yaitu: a) isomer posisi di mana perubahan posisi dialami oleh ikatan rangkap, b) isomer posisi di mana perubahan posisi dialami oleh rantai cabang. Contoh: a) Berapa isomer posisi yang mungkin dimiliki oleh butena? 1-butena (1) H2C = CH CH2 CH3 2-butena (2) H3C CH = CH CH3 2-metil-propena (3) H2C = C CH3 | CH3 b) Berapa isomer posisi yang mungkin dimiliki oleh pentena? 1-pentena (1) H2C = CH CH2 CH2 CH3 2-pentena (2) H3C CH = CH CH2 CH3 2-metil-1-butena (3) H2C = C CH2 CH3 | CH3 (4) H2C = CH CH CH3 3-metil-1-butena | CH3

150

Hidrokarbon

(5) H2C C = CH CH3 | CH3 (6) H2C - CH = C CH3 | CH3

2-metil-2-butena

3-metil-2-butena

2) Isomer geometri Isomer geometri menjadikan ikatan rangkap sebagai sumbu. Syarat isomer geometri yaitu atom C yang berikatan rangkap harus mengikat dua gugus atom yang berlainan. Contoh: a) Isomer geometri dari 2-pentena H3C CH = CH CH2 CH3 H3C C2H5 H3C H C=C H H Cis 2pentena H C=C C2H5 Trans 2pentena

b) Isomer geometri dari 2-kloro-2-butena H3C C = CH CH3 | Cl Cl C=C H3C H Cis 2-kloro 2-butena CH3 CH3 C=C Cl H Trans 2-kloro 2-butena CH3

Catatan: a) Halida lebih diprioritaskan daripada alkil. b) Atom C yang lebih banyak, lebih diprioritaskan. Misalnya, etil (karena mengandung dua atom C) lebih diprioritaskan daripada metil (karena hanya mengandung satu atom C). c. Sifat alkena 1) Sifat fisika Alkena memiliki sifat fisika yang sama dengan alkana. Perbedaannya yaitu, alkena sedikit larut dalam air. Hal ini disebabkan oleh adanya ikatan rangkap yang membentuk ikatan . Ikatan tersebut akan ditarik oleh hidrogen dari air yang bermuatan positif sebagian.
Kimia Kelas X

151

2) Sifat Kimia a) Oksidasi Sebagaimana hidrokarbon pada umumnya, pembakaran/ oksidasi alkena juga akan menghasilkan CO2 dan H2O. 6CO2 + 6H2O Contoh: 2C3H6 +9O2 b) Adisi H2 Reaksi adisi merupakan reaksi pemutusan ikatan rangkap. Pada adisi alkena, ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal. Contoh: CH2 = CH CH3 + H2 CH3 CH2 CH3 propena propana c) Adisi halogen (F2, Br2, I2) Reaksi adisi oleh halogen akan memutus rantai rangkap alkena membentuk alkana. Selanjutnya halogen tersebut akan menjadi cabang/substituen dari alkana yang terbentuk. Contoh: CH2 = CH CH3 + Cl2 CH2 CH CH3 | | Cl Cl 1,2-dikloro-propana d) Adisi asam halida Adisi dengan asam halida akan memutus ikatan rangkap pada alkena menjadi alkana dengan mengikuti aturan Markovnikof. Atom H dari asam halida akan terikat pada atom karbon dari alkena tidak simetris yang memiliki atom H paling banyak. Jika atom C yang berikatan rangkap memiliki jumlah H yang sama, halida akan terikat pada atom C yang paling panjang. ikatan rangkap membagi sama banyak CH3CH=CHCH3 atom C dan atom H simetris CH 3CH 2CH=CH 2 ikatan rangkap tidak membagi sama banyak atom C dan H tidak simetris Contoh reaksi: CH3CH2CH=CH2 + HBr CH3CH2CH CH3 | Br 2-bromo-butana Keterangan: H terikat pada atom C1 karena C1 mengikat 2 atom H dan C2 mengikat hanya 1 atom H. Sedangkan Br terikat pada atom C2.
...... ......

152

Hidrokarbon

Jawablah soal-soal berikut! 1. Tentukan nama-nama senyawa berikut ini! a. CH3 CH CH2 C = CH CH3 | | CH3 CH3 b. CH2 = C CH2 CH CH3 | | CH2 CH2 | | CH3 CH3

2.

Tentukan semua isomer heksena (C6H12).

3. Selesaikan reaksi-reaksi berikut. a. 2pentena + H2 b. 3metil 1butena + Cl2

3. Alkuna
Alkuna merupakan hidrokarbon tidak jenuh yang memiliki ikatan rangkap tiga ( C C ). Alkuna mempunyai rumus umum CnH2n-2. Alkuna paling sederhana yaitu etuna, C2H2. Deret homolog alkuna sebagai berikut.
Tabel 8.4 Deret Homolog Alkuna
Jumlah C 2 3 4 5 6 7 8 9 10 HC HC HC HC HC HC HC HC HC Rumus Struktur CH C CH3 C CH2 CH3 C (CH2)2 CH3 C (CH2)3 CH3 C (CH2)4 CH3 C (CH2)5 CH3 C (CH2)6 CH3 C (CH2)7 CH3 Rumus Molekul C2H 2 C3 H 4 C4 H 6 C5 H 8 C6H10 C7H12 C8H14 C9H16 C10H18 Nama Kimia Etuna Propuna 1-butuna 1-pentuna 1-heksuna 1-heptuna 1-oktuna 1-nonuna 1-dekuna

Kimia Kelas X

153

a. Tata nama alkuna Aturan pemberian nama alkuna sama dengan alkena, hanya diakhiri -una. Contoh: 1propuna HC C CH3 H3C C C CH3 2butuna 4etil3oktuna CH3 C C CH CH2 CH2 CH2 CH3 | C2H5 b. Isomer alkuna Sebagaimana alkana, alkuna juga hanya memiliki isomer posisi. Alkuna tidak memiliki isomer geometri. Alkuna paling rendah yang memiliki isomer yaitu butuna, C4H6. Akibat pengaruh ikatan rangkap, isomer posisi alkuna mengalami dua jenis pergeseran penataan atom, yaitu: 1) Isomer posisi di mana perubahan posisi dialami oleh ikatan rangkap, 2) Isomer posisi di mana perubahan posisi dialami oleh rantai cabang. Contoh: 1) Tentukan isomer yang mungkin dari C4H6. 1butuna a) HC C CH2 CH3 C CH3 2butuna b) H3C C 2) Tentukan isomer yang mungkin dari C5H8! 1pentuna a) HC C CH2 CH2 CH3 2pentuna b) H3C C C CH2 CH3 3metil 1pentuna c) HC C CH CH3 | CH3 c. Sifat alkuna 1) Sifat fisika Sifat fisika alkuna sama dengan alkana dan alkena. Alkuna juga sedikit larut dalam air. 2) Sifat kimia a) Oksidasi Sebagaimana hidrokarbon pada umumnya, alkuna jika dibakar sempurna akan menghasilkan CO2 dan H2O. Contoh: C3H4 + 4O2 3CO2 + 2H2O

154

Hidrokarbon

b) Adisi H2 Alkuna mengalami dua kali adisi oleh H2 untuk menghasilkan alkana. Contoh: HC C CH3 + H2 H2C = CH CH3 + H2 H3C CH2 CH3 propuna propena propana c) Adisi Halogen Cl Cl | | HC = C CH3 + Cl2 HC C CH3 HC C CH3 + Cl2 | | | | Cl Cl Cl Cl 1propuna 1,2dikloro-propena 1,1,2,2-tetrakloro-propana

d) Adisi Asam halida Adisi alkuna oleh asam halida mengikuti aturan Markovnikov sebagaimana pada alkena. Contoh: H I | | HC C CH3 + HBr HC = C CH3 + HI HC C CH3 | | | | H Br H Br 1-propuna 2- bromo-propena 2-bromo-2- iodopropana

Jawablah soal-soal berikut! 1. Tuliskan isomer yang mungkin dari: a. C 6 H 10 b. 3-bromo-pentuna 2. Tuliskan reaksi yang terjadi pada: a. adisi 2-butuna dengan Cl2 dilanjutkan dengan HBr, b. oksidasi propuna.

3. Suatu alkuna mengandung 90% massa karbon (Ar:C = 12, H = 1). Apakah nama alkuna tersebut?

Kimia Kelas X

155

1. Atom karbon dapat membentuk ikatan tunggal, ikatan rangkap dua, dan ikatan rangkap tiga dengan sesama atom karbon. 2. Berdasarkan kedudukannya, atom karbon dibedakan menjadi atom karbon primer (1), sekunder (2), tersier (3), dan kuartener (4). 3. Senyawa hidrokarbon dibedakan menjadi alkana, alkena, dan alkuna. 4. Alkana mempunyai rumus umum CnH2n+2, alkena CnH2n, dan alkuna CnH2n-2. Ketiga senyawa hidrokarbon tersebut dapat membentuk isomer, yaitu senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi rumus strukturnya berbeda.

A. Pilihlah jawaban yang tepat! 1. Alkana yang tidak mengandung lima atom karbon yaitu . . . . a. n-pentena b. 2-metil-butana c. isopentana d. 2-metil-pentana e. 2,2-dimetil-propana 2. Di antara senyawa-senyawa berikut yang tergolong alkena yaitu . . . . a. C5H12 b. C6H12 c. C6H10 d. C5H8 e. C4H10

a. b. c. d. e. 4.

3,5,6-trimetil-oktana 3,4,6-trimetil-oktana 6-etil-3,4-dimetil-heptana 2-etil-4,5-dimetil-heptana 2,5-dietil-3 metil-heksana

Nama yang tepat untuk senyawa berikut yaitu . . . . CH3 | CH3 C = CH CH2 CH | | CH3 CH2 | CH3 a. b. c. d. e. 2,5-dimetil-5 etil-2-pentena 2-metil-5 etil-2-heksena 2-etil-5 metil-2-heksena 2,5-dimetil-2-heptena 3,6-dimetil-5-heptena

3. Nama yang tepat untuk senyawa di bawah ini yaitu . . . . CH3 | CH3 CH CH CH2 CH CH3 | | C2H5 C2H5 156
Hidrokarbon

5. Senyawa yang bukan isomer dari oktana yaitu . . . . a. 2-metil-heptana b. 2,3-dimetil-heksana c. 2,3,4-trimetil-pentana d. 2,2-trimetil-pentana e. 2,2,3,3-tetrametil-butana 6. Homolog tertinggi berikutnya dari C7H16 yaitu . . . . a. C6H14 b. C7H12 c. C7H10 d. C7H14 e. C8H18

10. CH3 CH2 CH2 CH2 CH3 Sifat yang tidak benar mengenai senyawa di atas yaitu . . . . a. dalam suhu kamar berbentuk cair b. tidak larut dalam air c. titik didihnya lebih tinggi dari 2 metilpropana d. tidak larut dalam dietil eter e. larut dalam dietil eter 11. Jika suatu senyawa hidrokarbon dibakar secara sempurna dan tiap mol senyawa tersebut menghasilkan 5 mol CO2 dan 6 mol H2O, senyawa tersebut yaitu . . . . a. 2-metil-pentana b. 3-metil-butana c. 2,4-pentadiena d. 2,3-dimetil-butana e. 3-metil-pentadiena 12. Berikut merupakan sifat-sifat dari alkuna, kecuali . . . a. Untuk menghasilkan alkana, harus mengalami 2x adisi oleh H2 . b. Sedikit larut di dalam air. c. Jika dibakar sempurna menghasilkan H2O dan CO2. d. Tidak larut dalam dietil eter. e. Adisi oleh halida maupun asam halida akan menghasilkan haloalkana. 13. Dari senyawa hidrokarbon berikut yang tidak mengalami reaksi adisi yaitu . . . . a. 2-metil-4-heksena b. 2,3-pentadiena c. 2-metil-pentana d. 3-pentuna e. 2-heksena

7. Senyawa berikut yang mempunyai isomer lebih dari satu yaitu . . . . a. C6H14 b. C6H14 c. C2F6 d. C2H4F2 e. C2H5F 8. Di antara senyawa hidrokarbon berikut yang paling rendah titik didihnya yaitu . . . . a. n-pentana b. n-oktana c. n-butana d. n-heptana e. heksana 9. Di antara senyawa hidrokarbon berikut yang sedikit larut dalam air yaitu . . . . a. 3-metil-pentana b. 3-metil-1-pentena c. 2,2-dimetil-pentana d. n-oktana e. 4-etil-2-metil-oktana

Kimia Kelas X

157

14. Berikut merupakan isomer-isomer dari n-heptana, kecuali . . . . a. 2,4-dimetil-pentana b. 2,2,3-trimetil-butana c. 2,3-dimetil-butana d. 3-metil-heksana e. 3,3-dimetil-pentana 15. Dari senyawa alkana berikut yang berwujud gas pada suhu kamar yaitu .... a. n-butana b. n-pentana c. n-heksana d. n-heptana e. n-oktana

B. Jawablah dengan singkat dan jelas! 1. Tulislah isomer-isomer dari C5H10 dan beri nama! 2. Tulislah pasangan isomer geometri dari: a. 2-heksena, b. 2-kloro-2-pentena! Selesaikan reaksi berikut! a. 2-pentena + HBr b. 2-metil-1-pentena + HBr Apa yang harus Anda lakukan untuk membedakan propana dan propena secara eksperimen? Diketahui reaksi sebagai berikut. A + HBr 2- bromo-2-metil-butana Jika 10 mol zat A dibakar secara sempurna, berapa mol uap air yang akan dihasilkan?

3.

4.

5.

158

Hidrokarbon