Anda di halaman 1dari 2

4.

Gemeinschaft dan Gesellschaft menurut Ferdinand Tonies


1. GemeinschaIt (Paguyuban) adl kehidupan dimana anggotanya diikat oleh hubunga batin yg murni dan bersiIat
alamiah serta bersiIat kekal. Dasarnya adl rasa cinta rasa kesatuan batin yg memeng telah dikodratkan.
Cenderung lebih mementingkan nilai dan norma kebudayaan daripada peraturan individualitas. Ini dapat
ditenukan pada masyarakat desa. Contoh: Keluarga.
2. GesellschaIt (Patembayan) adl ikatan lahir yg bersiIat pokok utk jangka waktu yg pendek, waktunya pendek,
bersiIat pamrih ekonomis. Kehidupan GesellschaIt berhubungan dengan untung ruginya dalam perjanjian
kerjasama. Contoh: Ikatan antara pedagang.
Menurut Ferdinand Tonies hubungan antar manusia yg dimaksud dapat menimbulkan ikatan social yg berasal dari dua
keinginan pokok, yaitu: Wesenwillen (kehidupan yg bersiIat alamiah) dan Kurwillen (yg siIatnya rasional).
Wesenwillen menghasilkan GemeinschaIt, sdgkan Kurwillen mengahasilkan GesellschaIt. Ciri pokok GemeinschaIt :
1. Intimate, hubungan mesra
2. Prvate, hubungan yg bersiIat pribadi
3. Exclusive, hubungan tersebut hanya utk kita saja bukan untuk orang lain.
Tipe-tipe GemeinschaIt:
1. GemeinschaIt oI blood, hubungan darah
2. GemeinschaIt oI place, orang yg berdekatan tempat tinggalnya
3. GemeinschaIt oI mind, Jiwa dan pikiran yg sama.
Membedakan konsep tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial, yaitu
GemeinschaIt (yang diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) danGesellschaIt (yang diartikan sebagai masyarakat atau
masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Setelah sebelumnya Weber menegaskan bahwa ia melihat bahwa
perubahan masyarakat terlihat pada kecenderungan menuju rasionalisasi kehidupan sosial dan organisasi sosial di segala
bidang (pertimbangan instrumental, penekanan eIisiensi, menjauhkan diri dari emosi dan tradisi, impersonalitas,
manajemen birokrasi dan sebaliknya). Senada dengan hal itu, Durkheim menegaskan bahwa perkembangan pembagian
kerja pun akan didikuti integrasi masyarakat melalui 'solidaritas organik yang menimbulkan ikatan yang saling
menguntungkan dan kontribusi anggota masyarakat akan saling melengkapi. Tonnies memasukkan GemeinschaIt dan
GesellschaIt di bukunya (1887) satu diantara beberapa nomor yang dipaparkan, sebagai salah satu teori yang bersiIat
modern. Menurutnya GemeinschaIt adalah sebagai situasi yang berorientasi nilai nilai, aspiratiI, memiliki peran, dan
terkadang sebagai kebiasaan asal. yang mendominasi kekuatan sosial. Jadi baginya secara tidak langsung GemeinschaIt
timbul dari dalam individu dan adanya keinginan untu memiliki hubungan atau relasi yang didasarkan atas kesamaan
dalam keinginan dan tindakan. Individu dalam hal ini diartikan sebagai pelekat/perekat dan pendukung dari kekuatan
sosial yang terhubung dengan teman dan kerabatnya (keluarganya), yang dengannya mereka membangun hubungan
emosional dan interaksi satu individu dengan individu yang lain. Status dianggap berdasarkan atas kelahiran, dan
batasan mobilisasi juga kesatuan individu yang diketahui terhadap tempatnya di masyarakat. Sedangkan GesellschaIt,
sebagai sesuatu yang kontras, menandakan terhadap perubahan yang berkembang, berperilaku rasional dalam suatu
individu dalam kesehariannya, hubungan individu yang bersiIatsuperIicia l (lemah, rendah, dangkal), tidak menyangkut
orang tertentu, dan seringkali antar individu tak mengenal, seperti tergambar dalam berkurangnya peran dan bagian
dalam tataran nilai, latar belakang, norma, dan sikap, bahkan peran pekerja tidak terakomodasi dengan baik seiring
dengan bertambahnya arus urbanisasi dan migrasi juga mobilisasi. Tonnies memaparkan GemeinschaIt adalahwess
enwill7 yaitu bentuk-bentuk kehendak, baik dalam arti positiI maupun negatiI, yang berakar pada manusia dan diperkuat
oleh agama dan kepercayaan, yang berlaku didalam bagian tubuh dan perilaku atau kekuatan naluriah.8 Jadi,wessenwill
itu sudah merupakan kodrat manusia yang timbul dari keseluruhan kehidupan alami. Sedangkan GesselschaIt
adalahKurwille yaitu merupakan bentuk-bentuk kehendak yang mendasarkan pada akal manusia yang ditujukan pada
tujuan-tujuan tertentu dan siIatnya rasional dengan menggunakan alat-alat dari unsur-unsur kehidupan lainnya.9 Atau
dapat pula berupa pertimbangan dan pertolongan.10 Tonnies membedakan GemeinschaIt menjadi 3 jenis, yaitu :
1.GemeinschaIt by blood, yaitu GemeinschaIt yang mendasarkan diri pada ikatan darah atau keturunan. Didalam
pertumbuhannya masyarakat yang semacam ini makin lama makin menipis, contoh : Kekerabatan, masyarakat-
masyarakat daerah yang terdapat di DI. Yogyakarta, Solo, dan sebagainya.
2.GemeinschaIt oI placo (locality), yaitu GemeinschaIt yang mendasarkan diri pada tempat tinggal yang saling
berdekatan sehingga dimungkinkan untuk dapatnya saling menolong, contoh : RT dan RW.
3.GemeinschaIt oI mind, yaitu GemeinschaIt yang mendasarkan diri pada ideology atau pikiran yang sama.
Dimana, dari ketiga bentuk ini dapat ditemui pada masyarakat, baik di kota maupun di desa

Cemeinschaft adalah pola masyarakat yang ditandai dengan hubungan anggota-anggotanya bersiIat pribadi,
sehingga menimbulkan ikatan yang sangat mendalam dan batiniah, misalnya pola kehidupan masyarakat
pertanian umumnya bersiIat komunal yang ditandai dengan ciri-ciri masyarakat yang homogen, hubungan
sosioalnya bersiIat personal, saling mengenal, seta adanya kedekatan hubungan yang lebih intim.
lawan dari gemeinschaft adalah Cesselschaft, yaitu masyarakat yang kehidupan anggotanya lebih
mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan, serta memperhitungkan untung rugi.
emeinschaft dan essellschaft dalam masyarakat multikultural
Kontak sosial di desa yang masih rendah dan juga struktur sosialnya yang tidak terlalu rumit bisa jadi merupakan Iaktor
yang membentuk desa menjadi daerah yang gemeinschaIt. Mereka masih memiliki cukup waktu untuk dihabiskan
bersama-sama. Lagipula, masing-masing penduduknya masih bisa membaur dengan linkungannya tidak peduli status
sosialnya, semua masih bisa dilakukan bersama-sama. Satu orang saja yang punya gawe bisa saja satu kampung ikut
cawe-cawe turun membantu terlaksanannya hajat tersebut.
Bila dibandingkan dengn kehidupan di kota tentu saja hal ini berbeda jauh sekali. Kontak sosial yang cukup padat
menyebabkan masyarakat kota kurang memiliki cukup waktu untuk berkumpu dengan masyarakat di sekitar rumahnya.
Bukannya saya mengatakan masyarakat kota enggan berkumpul dan berorganisasi. Justru masyarakat kota lebih terbuka
terhadap kegigatan berkumpul dan berorganisasi. Tapi tetap saja mereka tergolong gesellschaIt bukannya gemeinschaIt.
Hal ini terjadi karena mereka lebih sering berkumpul dan berorganisasi dengan kelompok masyarakat lain di luar
lingkungan tempat tinggalnya.
Struktur sosial di kota yang sangat rumit juga membuat masyarakat kota lebih susah membaur. Hal ini terjadi karena di
kota memang ada aktiIitas yang hanya bisa dinikmati oleh orang yang berada dalam lapisan masyarakat tertentu.
Katakanlah tempat-tempat clubbing mewah yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang berduit sahaja. Intinya orang
miskin tidak selalu bisa mengikuti aktivitas masyarakat, bukan karena tidak mau mengikuti tapi karena memang tidak
memiliki akses untuk mengikuti.
Menurut Ferdinan Tonnies Kelompok sosial dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu gemeinschaIt dan gesellschaII.
GemeinschaIt atau paguyuban dapat disamakan dengan kelompok primer, yaitu bentuk kehidupan bersama di mana
anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang mureni dan bersiIat alamiah serta bersiIat kekal. Bentuk
paguyuban dapat dijumpai di dalam keluarga,kelompok kekerabatan, rukun tetangga dan sebagainya
GesellschaIt atau petembayan dapat disamakan dengan kelompok sekunder, yaitu merupakan ikatan secara lahir
yangbersiIat pokok untuk jangka waktu yang pendek . Bentuk petembayan terdapat di dalam hubungan perjanjian
yangbersiIat hubungan timbal-balik seperti, ikatan antar pedagang, organisasi dalam suatu perusahaan.