P. 1
APRESIASI SENI

APRESIASI SENI

|Views: 1,373|Likes:
Dipublikasikan oleh Iriani Lidya

More info:

Published by: Iriani Lidya on Nov 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2014

pdf

text

original

APRESIASI SENI SENIMAN LUKIS D I S U S U U N OLEH : NAMA : GHEISYA AUDITA NIM : 2011 161 419 DOSEN PENGASUH : RION

FEZER S.Pd

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Affandi menikah dengan Maryati. Soekarno. Mohammad Hatta. dan Kyai Haji Mas Mansyur--memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya. Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung. Ki Hajar Dewantara. Pada tahun 1943. dan selanjutnya tamat dari AMS. bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya. Bagi orang-orang segenerasinya. . Koesoema. Dari segi pendidikan. Mereka itu adalah Hendra Gunawan. yaitu Kartika Affandi. Sekitar tahun 30-an. dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug. Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis. yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Cirebon. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis. ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938. melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis. Drs. Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Namun. pada tahun 1933. memperoleh pendidikan HIS.Affandi Biografi Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907. termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Barli. MULO. Empat Serangkai-yang terdiri dari Ir. gadis kelahiran Bogor. putra dari R. Pada umur 26 tahun. Sudarso. Sebelum mulai melukis.

Ketika telah tiba di India. Dalam sidang konstituante. Affandi merupakan seorang pelukis rendah hati yang masih dekat dengan flora. Lahirnya Pancasila. Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno. Bakat melukis yang menonjol pada diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain "Merdeka atau mati!". Pada tahun enampuluhan. dan sebagainya. ada yang mempersoalkan. Juga anti kebudayaan AS yang disebut sebagai 'kebudayaan imperialis'. dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Ir. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah. Ketika sekelompok pelukis Lekra berkumpul. Saat itulah. Karuan saja semua tertawa. Suatu saat. menurut Basuki Resobowo yang teman pelukis juga. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India. . Dan Affandi pun. pameran di sana. Film-film Amerika. Mengapa Affandi yang pimpinan Lekra kok pameran di tempat perwakilan agresor itu. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno. suatu akademi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. biasanya katanya Affandi cuma diam. bukan perikemanusiaan dan dianggap sebagai lelucon pada waktu itu. Affandi dicalonkan oleh PKI untuk mewakili orang-orang tak berpartai dalam pemilihan Konstituante. seperti Prof. diboikot di negeri ini. dan lingkungan walau hidup di era teknologi. ayo bung") merupakan usulan dari penyair Chairil Anwar. India. Kata-kata yang dituliskan di poster itu ("Bung. fauna. Eropa. 1 Juni 1945. kadang-kadang tidur. tapi dia tak bisa membedakan antara Lekra dengan Lepra!" kata teman itu dengan kalem. Dan terpilihlah dia. Ketika Affandi mempersoalkan 'Perikebinatangan' tahun 1955. Ketika republik ini diproklamasikan 1945. Affandi juga termasuk pimpinan pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Affandi angkat bicara. Sepulang dari India. dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan. Saloekoe Poerbodiningrat dsb. ada yang nyeletuk: "Pak Affandi memang pimpinan Lekra. Menanggapi persoalan ini. Waktu itu Affandi mendapat undangan untuk pameran di gedung USIS Jakarta. gerakan anti imperialis AS sedang mengagresi Vietnam cukup gencar. teman dekat Affandi juga sejak sebelum revolusi. banyak pelukis ambil bagian. Tapi ketika sidang komisi. organisasi kebudayaan terbesar yang dibubarkan oleh rezim Suharto. Dia masuk komisi Perikemanusiaan (mungkin sekarang HAM) yang dipimpin Wikana. Poster yang merupakan ide Soekarno itu menggambarkan seseorang yang dirantai tapi rantainya sudah putus. Dia bagian seni rupa Lembaga Seni Rupa) bersama Basuki Resobowo. kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup masih sangat rendah. Henk Ngantung. Affandi mendapat tugas membuat poster. untuk mewakili orang-orang tak berpartai. Topik yang diangkat Affandi adalah tentang perikebinatangan. pada tahun lima puluhan.Soedjojono sebagai penanggung jawab.

Arjuna. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia. dia tidak overacting. ia telah menghasilkan lebih dari 2. Affandi merasa bingung sendiri ketika kritisi Barat menanyakan konsep dan teori lukisannya. Aliran apa itu?. lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya. bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu. Kesederhanaan cara berpikirnya terlihat saat suatu kali. ini dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Namun. [sunting] Affandi dan melukis Semasa hidupnya. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. baik di Asia. Bahkan terhadap bidang yang dipilihnya. huruf-huruf yang kecil dan renik dianggapnya momok besar. bijak. Affandi membutakan diri dengan teori-teori. Mungkin karena kerbau adalah binatang yang dianggap dungu dan bodoh. pemegang gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974. Menurut Helfy Dirix (cucu tertua Affandi) gambar yang digunakan untuk perangko itu adalah lukisan self-portrait Affandi tahun 1974. Gatutkaca. Tokoh wayang itu menurutnya merupakan perwakilan dari dirinya yang jauh dari wajah yang tampan. Baginya. Bahkan hingga saat tuanya. Bima atau Werkudara. saat Affandi masih begitu getol dan produktif melukis di museum sekaligus kediamannya di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta. Bahkan ia dikenal sebagai pelukis yang tidak suka membaca. . Meskipun begitu. Kresna. gagah.000 karya lukis. Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengabadikan wajahnya dengan menerbitkan prangko baru seri tokoh seni/artis Indonesia. Affandi memilih Sokrasana yang wajahnya jelek namun sangat sakti. Affandi dikenal sebagai sosok yang sederhana dan suka merendah. julukan yang diakunya karena dia merasa sebagai pelukis bodoh. ganteng. Tapi ketika itu justru Affandi balik bertanya.Meski sudah melanglangbuana ke berbagai negara. biasanya memilih yang bagus. Bahkan. ia sering mengatakan bahwa dirinya adalah pelukis kerbau. Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini dalam mengerjakan lukisannya. seperti. Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Eropa. Oleh para kritisi Barat. lukisan Affandi dianggap memberikan corak baru aliran ekspresionisme. Sikap sang maestro yang tidak gemar berteori dan lebih suka bekerja secara nyata ini dibuktikan dengan kesungguhan dirinya menjalankan profesi sebagai pelukis yang tidak cuma musiman pameran. Dalam perjalanannya berkarya. Namun bagi pecinta lukisan hal demikianlah yang menambah daya tariknya. Pelukis yang kesukaannya makan nasi dengan tempe bakar ini mempunyai idola yang terbilang tak lazim. Orang-orang lain bila memilih wayang untuk idola. dalam keseharian.

ia tetap menggeluti profesi sebagai pelukis. melukis adalah bekerja. Lebih jauh ia berdalih bahwa dirinya tidak cukup punya kepribadian besar untuk disebut seniman. Fajar Sidik. terdapat sekitar 1. Sedangkan galeri II adalah lukisan teman-teman Affandi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu dalam sejarahnya telah pernah dikunjungi oleh Mantan Presiden Soeharto dan Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Museum ini didirikan tahun 1973 di atas tanah yang menjadi tempat tinggalnya. Bahasa yang saya gunakan adalah bahasa lukisan. saya tidak pandai omong.Misalnya jawaban Affandi setiap kali ditanya kenapa dia melukis. Kegiatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Popo Iskandar. . Ia dimakamkan tidak jauh dari museum yang didirikannya itu. Sampai pada kesan elitis soal sebutan pelukis. Kalau anak saya sakit. Dengan enteng. Hendra. baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal seperti Basuki Abdullah. dia menjawab. saya pun akan berhenti melukis.000-an lebih lukisan di Museum Affandi. Lukisan-lukisan Affandi yang dipajang di galeri I adalah karya restropektif yang punya nilai kesejarahan mulai dari awal kariernya hingga selesai. Sampai ajal menjemputnya pada Mei 1990. sehingga tidak dijual. Mahathir Mohammad pada Juni 1988 kala keduanya masih berkuasa. dan ia tidak meletakkan kesenian di atas kepentingan keluarga. ucapnya. Adapun galeri III berisi lukisan-lukisan keluarga Affandi. dia hanya ingin disebut sebagai tukang gambar. Dia melukis seperti orang lapar. Kopi dari lukisan diri yang dibuat oleh pelukis Affandi sendiri Museum yang diresmikan oleh Fuad Hassan. Rusli. Saat ini. dan lainlain. dan 300-an di antaranya adalah karya Affandi. Bagi Affandi. Saya melukis karena saya tidak bisa mengarang.

Venezia. tidak kalah banyak penghargaan yang telah diterimanya. "Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi" (Februari 99). serta Juki Affandi. pada tahun 1977 ia mendapat Hadiah Perdamaian dari International Dag Hammershjoeld. San Paulo. "Tidak Adil" (Juni 99). Italia pun mengangkatnya menjadi anggota Akademi Hak-Hak Azasi Manusia. .Di dalam galeri III yang selesai dibangun tahun 1997. ia telah mengadakan pameran antara lain di London. Rukmini Yusuf. Basuki Abdullah dan lain-lain. Untuk mendekatkan dan memperkenalkan karya-karyanya kepada para pecinta seni lukis. Semuanya Kuserahkan KepadaNya" (Juli 99). Di negara India. Bahkan seorang Penyair Angkatan 45 sebesar Chairil Anwar pun pernah menghadiahkannya sebuah sajak yang khusus untuknya yang berjudul "Kepada Pelukis Affandi". dan Amerika Serikat. dia telah mengadakan pameran keliling ke berbagai kota. Demikian juga di berbagai negara di Eropa. Florence. Hal demikian jugalah yang membuat namanya dikenal di berbagai belahan dunia. Brussels. Dari dalam negeri sendiri. Bahkan Komite Pusat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Castelo San Marzano. Ada pula lukisan Maryati. Di antaranya. Adalah Koran International Herald Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia. Lukisan itu antara lain "Apa yang Harus Kuperbuat" (Januari 99). dan Roma. Dan sejak 1986 ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. di antaranya. Oei Hong Djien. Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro. Paris. pernah memburu lukisan Affandi sampai ke Rio de Janeiro. sementara di Florence. saat ini terpajang lukisan-lukisan terbaru Kartika Affandi yang dibuat pada tahun 1999. "Kembali Pada Realita Kehidupan. Affandi di mata dunia Affandi memang hanyalah salah satu pelukis besar Indonesia bersama pelukis besar lainnya seperti Raden Saleh. Begitu juga di negara-negara benua Amerika seperti di Brasil. Amsterdam. Bahkan kurator terkenal asal Magelang. penghargaan "Bintang Jasa Utama" yang dianugrahkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978. Berbagai penghargaan dan hadiah bagaikan membanjiri perjalanan hidup dari pria yang hampir seluruh hidupnya tercurah pada dunia seni lukis ini. Di Eropa. Affandi sering mengadakan pameran di berbagai tempat. Amerika serta Australia. dan lain-lain. Namun karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karya-karyanya. para pengagumnya sampai menganugerahinya berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro.

S. Rabindranath Tagore. Basoeki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi.Sudjoyono. Basoeki Abdullah pada tahun 1933 memperoleh beasiswa untuk belajar di Akademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag. Di dalam Gerakan Poetra ini Basoeki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis. Otto Djaya dan Basoeki Resobawo. Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya Abdullah Suryosubro yang juga seorang pelukis dan penari. dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA). Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun 1900-an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Ia pernah diangkat menjadi pelukis resmi Istana Merdeka Jakarta dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia. Basoeki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret 1943.Basuki Abdullah Basoeki Abdullah (lahir di Surakarta. Jawa Tengah. Belanda. Yesus Kristus dan Krishnamurti. Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Di masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Sejak umur 4 tahun Basoeki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi. Pendidikan formal Basoeki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan Mulo Katolik di Solo.Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Selain organisasi Poetra. Berkat bantuan Pastur Koch SJ. 25 Januari 1915 – meninggal 5 November 1993 pada umur 78 tahun) adalah salah seorang maestro pelukis Indonesia. Jelasnya pada tanggal 6 September 1948 bertempat di . disamping menjadi barang koleksi dari berbagai penjuru dunia. Pada masa Pemerintahan Jepang.

flora. Selain sebagai pelukis potret yang ulung.Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana dimana diadakan sayembara melukis. . Basoeki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand dan diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka dan sejak tahun 1974 Basoeki Abdullah menetap di Jakarta. tema-tema perjuangan. Lukisan "Balinese Beauty" karya Basoeki Abdullah yang terjual di tempat pelelangan Christie's di Singapura pada tahun 1996. antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok (Thailand). Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basoeki Abdullah. terutama melukis wanita-wanita cantik. Portugal dan negara-negara lain. keluarga kerajaan dan kepala negara yang cenderung mempercantik atau memperindah seseorang ketimbang wajah aslinya. Malaysia. Basoeki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Belanda. fauna. pembangunan dan sebagainya. putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia. Selama di negeri Belanda Basoeki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Perancis dimana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia. Jepang. Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basoeki Abdullah. Inggris. diapun melukis pemandangan alam. Basoeki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret.

"Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu. diam-diam Raden saleh menyingkir. Krusseman adalah pelukis istana yang kerap menerima pesanan pemerintah Belanda dan keluarga kerajaan. Tiba-tiba mereka saling jerit. Seketika keluar berbagai kalimat ejekan dan cemooh. Sedangkan soal melukis. 23 April 1880) adalah salah seorang pelukis paling terkenal dari Indonesia. beberapa kumbang serta kupu-kupu terkecoh untuk hinggap di atasnya. ujarnya tersenyum.Raden Saleh Raden Saleh Sjarif Boestaman (Semarang. Dalam suasana panik Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. Terbukti. Wajar ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar. Raden Saleh makin mantap memilih seni lukis sebagai jalur hidup. Itulah salah satu pengalaman menarik Raden Saleh sebagai cermin kemampuannya. . masyarakat Belanda terperangah. Segera mereka ke rumahnya dan pintu rumahnya terkunci dari dalam. Ketakmunculannya selama berhari-hari membuat teman-temannya cemas. Merasa panas dan terhina. tetapi gambar saya bisa menipu manusia".Buitenzorg (sekarang Bogor). Ia mulai dikenal. Dua tahun pertama ia pakai untuk memperdalam bahasa Belanda dan belajar teknik mencetak menggunakan batu. malah berkesempatan berpameran di Den Haag dan Amsterdam. 1807[1] . Lukisan bunga yang sangat mirip aslinya itu pun diperlihatkan ke Raden Saleh. Melihat lukisan Raden Saleh. selama lima tahun pertama. pelukis Indonesia itu berbuat nekad karena putus asa. Semasa belajar di Belanda keterampilannya berkembang pesat. Muncul praduga. Pintu pun dibuka paksa dengan didobrak. Para pelukis muda Belanda itu pun kemudian pergi. Para pelukis muda itu mulai melukis bunga. Mereka tidak menyangka seorang pelukis muda dari Hindia dapat menguasai teknik dan menangkap watak seni lukis Barat. "Mayat Raden Saleh" terkapar di lantai berlumuran darah. ia belajar melukis potret dari Cornelis Kruseman dan tema pemandangan dari Andries Schelfhout karena karya mereka memenuhi selera dan mutu rasa seni orang Belanda saat itu.

Jakarta. Pengamatannya itu membuahkan sejumlah lukisan perkelahian satwa buas dalam bentuk pigura-pigura besar. Beberapa lukisan potret keluarga keraton dan pemandangan menunjukkan ia tetap berkarya. Pengembaraan di Eropa berakhir tahun 1851 ketika ia pulang ke Hindia bersama istrinya. Beberapa tahun kemudian ia dikirim ke luar negeri untuk menambah ilmu. Kini kebun binatang itu menjadi Taman Ismail Marzuki. selain melukis. ia menetap di Bogor sampai wafatnya pada 23 April 1880 siang hari. Horace Vernet. Ia dipercaya menjadi konservator pada "Lembaga Kumpulan Koleksi Benda-benda Seni". Selanjutnya. Dari Perancis ia bersama pelukis Prancis kenamaan. land-. Sebagai tanda cinta terhadap alam dan isinya. untuk menghayati unsur-unsur dramatika yang ia cari. Wawasan seninya pun makin berkembang seiring kekaguman pada karya tokoh romantisme Ferdinand Victor Eugene Delacroix (1798-1863). misalnya Dresden. Raden Saleh mengajukan permohonan agar boleh tinggal lebih lama untuk belajar "wis-. Bogor. Jerman (1843). . ke Aljazair untuk tinggal selama beberapa bulan di tahun 1846. Selanjutnya ia menjadi pelukis istana kerajaan Belanda. yang mau tak mau memengaruhi dirinya. ia bercerai dengan istri terdahulu lalu menikahi gadis keluarga ningrat keturunan Keraton Solo. dan pesawat). meet. Saat pemerintahan Raja Willem II (1792-1849) ia mendapat dukungan serupa. ia menyerahkan sebagian dari halamannya yang sangat luas pada pengurus kebun binatang. Ia kembali ke Belanda tahun 1844. Kembali ke Hindia Tak banyak catatan sepulangnya di Hindia. Raja Willem I (17721843). ia menjadi saksi mata revolusi Februari 1848 di Paris. ia meninggal karena trombosis atau pembekuan darah. Namun dokter membuktikan. Yang lain. pelukis Perancis legendaris. "Raden Saleh Djoeroegambar dari Sri Padoeka Kandjeng Radja Wolanda". Di sini ia tinggal selama lima tahun dengan status tamu kehormatan Kerajaan Jerman.Saat masa belajar di Belanda usai. Dalam perundingan antara Menteri Jajahan. Negeri lain yang ia kunjungi: Austria dan Italia. dan pemerintah Hindia Belanda. Kalimat di nisan itulah yang sering melahirkan banyak tafsir yang memancing perdebatan berkepanjangan tentang visi kebangsaan Raden Saleh. Jerman. Di kawasan inilah lahir ilham untuk melukis kehidupan satwa di padang pasir. Sementara rumahnya menjadi Rumah Sakit Cikini. Tertulis pada nisan makamnya di Bondongan. Saat di Eropa. Ia pun terjun ke dunia pelukisan hewan yang dipertemukan dengan sifat agresif manusia. Gedungnya dibangun sendiri menurut teknik sesuai dengan tugasnya sebagai seorang pelukis. wanita Belanda yang kaya raya. Tapi beasiswa dari kas pemerintah Belanda dihentikan. Mulailah pengembaraannya ke banyak tempat. Di Batavia ia tinggal di rumah di sekitar Cikini. ukur tanah. Tahun 1875 ia berangkat lagi ke Eropa bersama istrinya dan baru kembali ke Jawa tahun 1878. dan diteruskan ke Weimar.en werktuigkunde (ilmu pasti. konon karena diracuni pembantu yang dituduh mencuri lukisannya. ia boleh menangguhkan kepulangan ke Indonesia.

perundingan gagal. Berbeda dengan versi Raden Saleh. Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault (17911824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam. karena Jenderal de Kock tahu musuhnya tak siap berperang di bulan Ramadhan. Lukisan Pieneman menekankan peristiwa menyerahnya Pangeran Diponegoro yang berdiri dengan wajah letih dan dua tangan terbentang. Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. dll. banteng. Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Maknanya. di lukisan yang selesai dibuat tahun 1857 itu pengikutnya tak membawa senjata. ia tak sungkan mengkritik politik represif pemerintah Hindia Belanda. Meski serupa dengan karya Nicolaas Pieneman. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas di hadapannya. Di latar belakang Jenderal de Kock berdiri berkacak pinggang menunjuk kereta tahanan seolah memerintahkan penahanan Diponegoro. Konon. peristiwa itu terjadi di bulan Ramadhan.lukisan Tokoh romantisme Delacroix dinilai memengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19. ia memberi interpretasi yang berbeda. meski menjadi pelukis kerajaan Belanda. Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 . Wajar bila muncul pendapat. melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Hamparan senjata berupa sekumpulan tombak adalah tanda kalah perang. ciri khas Diponegoro. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman. pun tak ada. Lukisan "Penyerahan Diri Diponegoro" karya pelukis Belanda Nicolaas Pieneman. Misalnya dengan berburu singa. Ini menunjukkan. Pangeran dan pengikutnya datang dengan niat baik. dan ketegangan kritis antara hidup dan mati. Ini diwujudkannya dalam lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro. rusa. Di lukisan itu Pangeran . Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada idealisme kebebasan dan kemerdekaan. Diponegoro ditangkap dengan mudah. Namun. maka ia menentang penindasan. lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu. cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas).1851). Keris di pinggang.

salah satunya lukisan kepala seekor singa. .5 miliar. Peringatan dan penghargaan Tahun 1883. reputasi karya yang ditunjukkan oleh prestasi artistiknya. salah satu lukisannya yang berukuran besar. Jendral De Kock pun kelihatan sangat segan dan menghormat mengantarkan Pangeran Diponegoro menuju kereta yang akan membawa beliau ke tempat pembuangan. serta Jerman yang mengagumi pelukis yang semasa di mancanegara tampil unik dengan berpakaian adat ningrat Jawa lengkap dengan blangkon. Akhirnya. membuat Raden Saleh dikenang dengan rasa bangga. Dalam lukisan itu tampak Raden Saleh menggambarkan dirinya sendiri dengan sikap menghormat menyaksikan suasana tragis tersebut bersama-sama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain. dan Herman Willem Daendels. tidaklah terlalu berlebihan bila beliau mendapat predikat sebagai Pahlawan Bangsa.500 gulden. Sekadar perbandingan. Pada saat penangkapan itu. Berburu Kerbau di Jawa. di antaranya yang berjudul Hutan Terbakar. Berburu Rusa. Wajahnya yang bergaris keras tampak menahan marah. Lukisan ini dulu dibeli seharga 1. dan Penangkapan Pangeran Diponegoro. kini tersimpan dengan baik di Istana Mangkunegaran. untuk memperingati tiga tahun wafatnya diadakan pameran-pameran lukisannya di Amsterdam. Jean Chrétien Baud. Belgia. Solo. tahun 1996 terjual di Balai Lelang Christie's Singapura seharga Rp 5.Diponegoro tetap digambarkan berdiri dalam pose siaga yang tegang. keluarga Ratu Victoria. dan sejumlah gubernur jenderal seperti Johannes van den Bosch. Dari usaha dan karya tersebut. Lukisan-lukisan itu dikirimkan antara lain oleh Raja Willem III dan Ernst dari Sachsen-Coburg-Gotha. Dari beberapa yang masih ada. beliau berada di Belanda. Berapa nilainya sekarang mungkin susah-susah gampang menghitungnya. Lukisan "Penangkapan Diponegoro" karya Raden Saleh Lukisan tentang peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jendral De Cock pada tahun 1830 yang terjadi di rumah kediaman Residen Magelang. tangan kirinya yang mengepal menggenggam tasbih. Di antara mereka adalah bangsawan Sachsen Coburg-Gotha. Setelah puluhan tahun kemudian kembali ke Indonesia dan mencari informasi mengenai peristiwa tersebut dari kerabat Pangeran Diponegoro. Memang banyak orang kaya dan pejabat Belanda.

Berkat Raden Saleh. Indonesia boleh berbangga melihat karya anak bangsa menerobos museum akbar seperti Rijkmuseum. PTT mengeluarkan perangko seri Raden Saleh dengan reproduksi dua lukisannya bergambar binatang buas yang sedang berkelahi.W.).). bintang Ridder der Orde van de Eikenkoon (R.V.J. sejumlah lukisannya dipakai untuk ilustrasi benda berharga negara.E. Ironi itu bisa sebatas pada karnaval yang meluapkan berbagai emosi secara absurd. sebuah kawah di planet Merkurius dinamai darinya.). dan dipamerkan di museum bergengsi Louvre. Hal itu mengingat setting sosial tahun pembuatan karya. Sudjojono Jika pada lukisan “Di depan Kelamboe Terbuka” ekspresi Sudjojono terlihat sunyi tetapi mencekam . misalnya akhir tahun 1967. namun lebih jauh lagi bisa mengandung komentar ketimpangan sosial. Ksatria Orde Mahkota Prusia (R.K. S. Amsterdam.Tak sedikit pula yang menganugerahinya tanda penghargaan. Ridder van de Witte Valk (R.P. Belanda. pembangunan ulang makamnya di Bogor yang dilakukan oleh Ir. selain dihadirkan suasana hiruk pikuk muncul nuansa ironi. secara anumerta berupa Piagam Anugerah Seni sebagai Perintis Seni Lukis di Indonesia. dan euphoria menjelang kedatangan Jepang. Wujud perhatian lain adalah. tekanan pemerintah kolonial yang makin keras pada para nasionalis. Paris. Silaban atas perintah Presiden Soekarno. Dalam lukisan karnaval perayaan keagamaan Cina tersebut. Sedangkan penghargaan dari pemerintah Indonesia diberikan tahun 1969 lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. adalah pada masa depresi ekonomi. Perancis. Di antaranya. dll.K. 1940 ini.). maka dalam karya “Tjap Go Meh”. yang kemudian selalu ia sematkan di dada. Commandeur met de ster der Frans Joseph Orde (C.F. ia mengungkapkan emosinya dengan meluap-luap. Pada tahun 2008. .

Deformasi orang-orang dalam arakan dan warna-warnanya yang kuat. Jiwa semangat itu adalah menolak estetika seni lukis Mooi Indie yang hanya mengungkapkan keindahan dan eksotisme saja. Sudjojono dalam masa Persagi dan masa Jepang berusaha merealisir seni lukis Indonesia baru. sedangkan di latar belakang berombak masa yang berarak dan menari dalam kegembiraan. dia ingin membawa nafas baru pengungkapan seni lukis yang jujur dan empati yang dalam dari realitas kehidupan lewat ekpresionisme. seperti yang sangat kuat disuarakan lewat tulisan-tulisan dan karyanya. Di samping itu. banyak pengamat yang menempatkan Sudjojono sebagai Bapak Seni Lukis Indonesia. menempatkan Sudjojono sebagai pemberontak estetika “Mooi Indie” yang telah mapan dalam kultur kolonial feodal.Pada latar depan. diapit oleh seorang ambtenar yang berdasi dan seorang pemusik bertopeng buaya. Lukisan Sudjojono “Di Depan Kelamboe Terbuka” dan “Tjap Go Meh” ini. Dalam “Tjap Go Meh” ini terlihat spontanitas yang meluap tinggi. merupakan implementasi dari perjuangan estetika yang mengandung moral etik kontekstualime dan nasionalisme. . Di sisi lain ada seorang kerdil yang berdiri tegak temangu-mangu. Sudjojono ingin membawa seni lukis Indonesia pada kesadaran tentang realitas sosial yang dihadapi bangsa dalam penjajahan. Kedua masalah yang diperjuangkan tersebut. Dengan semangat nasionalisme. mendukung seluruh ekspresi yang absurd itu. Dengan kapasitas kesadaran dan karya-karya yang diperjuangkan. terlihat seorang wanita dalam tarian dan gandengan seorang bertopeng. namun Sudjojono benar-benar telah mewujudkan kredo jiwo ketoknya dalam melukis. Walaupun lukisan ini berukuran kecil.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->