Anda di halaman 1dari 13

LAC8An 8Ak1lkuM

klMlA
LlekLrollsls enyepuhan dan korosl 8esl

!

|~~ ~ |~~ [e|cc| .
+. [.. [e-~:~
z. _|~ _u|~ |.
. .|. _u:J~~
-. |~-. [~|~.-r~ _.
;. [:u J|~
. |. _~--.: _.|.
,. _eqe: |u-q.l~

SMA negerl 8abakan
rakLlkum klmla
$$
rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan l

KATA PENOANTAR

Pertama-tama, penulis mengucapkan puji syukur atas penyertaan Tuhan Yang Maha Esa
karena atas kehendaknya penulis dapat menyelesaikan pembuatan laporan praktikum kimia ini.
Tujuan utama penulisan laporan praktikum kimia ini adalah untuk memenuhi tugas mata
pelajaran kimia mengenai bab elektrokimia. Selain itu juga, pembuatan laporan praktikum kimia
ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kami selaku murid SMA Negeri 1 Babakan kelas
XII IPA 1 mengenai elektrolisis, penyepuhan logam, dan Iaktor-Iaktor penyebab korosi pada
besi.
Dalam proses pembuatan laporan ini, terdapat beberapa hambatan-hambatan seperti
sulitnya mencari inIormasi yang konkrit mengenai hal yang dibahas dalam laporan ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yuyu selaku guru mata pelajaran kimia
dan teman-teman lain yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan praktikum ini.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa laporan ini tidak terlepas dari kekurangan. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan saran dari para pembaca. Semoga laporan ini dapat bermanIaat
bagi pembaca untuk menambah wawasannya mengenai materi yang dibahas dalam laporan ini.

Cirebon, 28 Oktober 2011



Penulis

rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan ll



Dattar Isi

Kata Pengantar ............................. i
DaItar Isi .............................. ii
BAB I. Pendahuluan ........................... 1
A. Latar Belakang ........................... 1
B. Rumusan Masalah ........................ 1
BAB II. Laporan Praktikum Kimia ...................... 2
Elektrolisis ............................. 2
Penyepuhan Logam ......................... 5
Faktor Penyebab Korosi pada Besi ................... 8
BAB III. Penutup ............................. 10
A. DaItar Pustaka ........................... 10









rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan

A I
Pendahuluan

A. atar elakan
Laporan ini disusun guna memenuhi tugas mata pelajaran kimia mengenai bab
elektrokimia. Sub bab yang dibahas dalam laporan praktikum kimia ini adalah
elektrolisis, penyepuhan logam, dan Iaktor penyebab korosi pada paku. Saat ini
banyak sekali penerapan-penerapan elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari seperti
pembuatan reaksi kimia menggunakan arus listrik, pelapisan logam dengan logam
lain, dan pengkaratan pada paku. Namun, masih banyak murid bahkan masyarakat
umum yang belum mengetahui kenapa hal tersebut bisa terjadi. Oleh karena itu,
pembuatan laporan ini selain untuk memenuhi tugas mata pelajaran kimia juga untuk
membantu masyarakat dan murid khususnya murid SMA Negeri 1 Babakan agar lebih
mengetahui dan mengerti bagaimana proses-proses tersebut berlangsung.

. Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses elektrolisis terjadi?
2. Apa itu penyepuhan?
3. Bagaimana bisa terjadi penyepuhan?
4. Kenapa bisa terjadi korosi pada paku?















rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan

A II
aporan Praktikum Kimia
Elektrolisis
I. Tujuan
Mengetahui reaksi yang terjadi di katoda dan anoda pada elektrolisis.
II. Teori Dasar
Sel elektrolisis adalah proses penggunaan arus listrik untuk menghasilkan
reaksi kimia. Arus listrik ini berasal dari sel volta. Sel itu terdiri atas leburan
(lelehan) atau larutan elektrolit yaitu zat yang dapat menghantarkan arus listrik
dan dua elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik seperti battery
atau power supply. Jika arus listrik dialirkan, maka akan terjadi reaksi kimia pada
elektroda-elektrodanya. Dalam peristiwa tersebut, ion-ion positiI dari suatu
senyawa berpindah kearah elektroda negatiI (katoda) yang dihubungkan dengan
kutub negatiI sumber arus dan ion-ion negatiI dari suatu senyawa berpindah
kearah elektroda positiI (anoda) yang dihubungkan dengan kutub positiI sumber
arus. Proses elektrolisis merupakan reaksi redoks tak spontan, sehingga
memerlukan energi.
Jenis elektrode yang digunakan dalam proses elektrolisis sangat berpengaruh
pada hasil elektrolisis. Elektrode dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan
kereaktiIannya, yaitu elektrode tidak aktiI atau tidak ikut bereaksi atau inert,
seperti C, Pt, Au dan elektrode aktiI atau ikut bereaksi selain C, Pt, Au pada
proses elektrolisis.

III. at dan Bahan
> Power supply > Dua buah karbon sebagai elektroda
> Tabung U > Kabel jepit buaya
> StatiI > Larutan MgSO
4

> Klem > Larutan PhenolItalein
IV. Cara Kerja
1. Pasang tabung U pada statiI dan klem,
2. Masukkan 17,5 ml larutan MgSO
4
kedalam tabung U dan tandai mulut tabung
dengan huruI A dan B,
3. Tambahkan 1 sampai dengan 5 tetes phenolItalein pada kedua mulut tabung U,
4. Siapkan 2 buah elektroda karbon yang bersih dan 2 buah kabel yang masing-
masing panjangnya 50 cm kemudian lilitkan salah satu ujung masing-masing
kabel pada ujung elektroda,
5. Hubungkan ujung kabel yang lain dengan sumber listrik (power supply),
6. Celupkan kedua elektroda di mulut tabung U dan pastikan kabel tidak tercelup
pada larutan,
rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan 3

7. Rangkaian alat untuk melakukan elektrolisis kira-kira seperti pada gambar
dibawah ini;

8. Tekan tombol pada saklar dan reaksi elektrolisis pun berlangsung. Amati apa
yang terjadi!

V. Pertanyaan
1. Gejala apa yang terjadi dimulut A?
2. Gejala apa yang terjadi dimulut B?
3. Seperti apa reaksi yang terjadi di elektroda A?
4. Seperti apa reaksi yang terjadi di elektroda B?
5. Tentukan elektroda mana yang bertindak sebagai katoda dan anoda?

VI. Hasi Pengamatan
1. Gejala yang terjadi dimulut A adalah adanya gelembung-gelembung gas,
2. Gejala yang terjadi dimulut B adalah adanya gelembung-gelembung gas juga,
3. Reaksi yang terjadi di elektroda A adalah;
2H
2
O F 4H

O
2
4e
-

4. Reaksi yang terjadi di elektroda B adalah;
2H
2
O 2e
-
F H
2
2OH
-

5. Elektroda yang bertindak sebagai katoda adalah elektroda B dan elektroda yang
bertindak sebagai anoda adalah elektroda A.



rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan 4

VII. Pembahasan
Larutan MgSO
4
dalam tabung U tersebut terurai menjadi ion Mg
2
, ion SO
4
2-
,
dan H
2
O. Saat saklar dinyalakan, ion Mg
2
dan H
2
O menuju ke elektroda negatiI
(katoda) yaitu elektroda B. Karena unsur Mg berada disebelah kiri H
2
O dalam
deret volta, maka ion Mg
2
di elektroda B tidak akan beraksi, sebaliknya H
2
O
yang akan bereaksi. Sesuai ketentuan, reaksi H
2
O di elektroda negatiI (katoda)
adalah :
2H
2
O 2e
-
F H
2
2OH
-

Sehingga, di elektroda tersebut keluar gelembung-gelembung gas, yaitu gas
H
2
. Setelah diuji oleh kertas lakmus biru dengan mencelupkannya ke dalam
larutan MgSO
4
disekitar elektroda B, warna lakmus tetap biru. Itu berarti sesuai
dengan reaksi diatas bahwa disekitar elektroda B bersiIat basa (mengandung ion
OH
-
). Kemudian pada saat yang sama, ion SO
4
2-
dan H
2
O menuju ke elektroda
positiI (anoda) yaitu elektroda A. Karena ion SO
4
2-
mengandung unsur Oksigen,
maka di elektroda A yang bereaksi adalah H
2
O. Sesuai ketentuan, reaksi H
2
O di
elektroda positiI (anoda) adalah :
2H
2
O F 4H

O
2
4e
-

Dari reaksi diatas dapat kita ketahui bahwa di elektroda A mengeluarkan
gelembung-gelembung gas, yaitu gas O
2
. Di sekitar elektroda A juga, larutan
MgSO
4
bersiIat asam (mengandung ion H

). Hal ini dibuktikan dengan pengujian


kertas lakmus biru yang dicelupkan kedalam larutan MgSO
4
di sekitar elektroda
A berubah menjadi warna merah. Namun, tetesan phenolItalein sebagai indikator
asam basa yang lain tidak berpengaruh sama sekali terhadap larutan MgSO
4

tersebut.
Di sekitar elektroda A bersiIat asam, maka benar bahwa larutan MgSO
4
di
sekitar elektroda A tidak berubah warna. Di sekitar elektroda B seharusnya
larutan MgSO
4
akan berubah warna menjadi merah karena bersiIat basa setelah
diteteskan beberapa phenolItalein. Namun, warnanya tetap tidak berubah.
Menurut sumber yang saya baca di internet, perubahan warna larutan oleh
phenolItalein dipengaruhi oleh pH larutan antara pH 8,2 sampai dengan pH 12.
Apabila diluar ketentuan pH tersebut, meskipun larutan bersiIat basa tetap tidak
akan berwarna. Dapat disimpulkan bahwa pH larutan MgSO
4
disekitar elektroda
B antara 7 pH 8,2 atau 12 pH 14.
VIII. Kesimpuan
1. Dalam sel elektrolisis, reaksi yang terjadi di elektroda negatiI adalah reaksi
reduksi (sebagai katoda) dan reaksi yang terjadi di elektroda positiI adalah reaksi
oksidasi (sebagai anoda),
2. Dengan mengalirkan arus listrik ke dalam suatu larutan/leburan elektrolit akan
diperoleh reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis.


rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan 3

Penyepuhan oam

I. Tujuan
Memahami prinsip kerja penyepuhan logam.
II. Teori Dasar
Penyepuhan logam dikenal dengan nama elektroplating. Tujuan dari proses ini
adalah untuk melapisi suatu logam dengan logam lain secara elektrolisis agar
tidak mudah berkarat atau untuk memperindah tampilan. Pada penyepuhan,
logam yang dilapisi dijadikan sebagai katoda sedangkan logam penyepuhnya
sebagai anoda. Kedua elektrodanya dicelupkan kedalam larutan garam
penyepuhnya dengan dihubungkan oleh sumber arus (battery atau power supply).
III. at dan Bahan
> Gelas kimia > Kabel jepit buaya
> 50 ml larutan CuSO
4
> Power supply
> Paku > pH paper
> Cu (tembaga) sebagai elektroda
IV. Cara Kerja
1. Masukkan 50 ml larutan CuSO
4
kedalam gelas kimia,
2. Lilitkan kabel pada paku dan hubungkan dengan kutub negatiI dari sumber arus,
3. Lilitkan kabel pada elektroda Cu dan hubungkan dengan kutub positiI dari sumber
arus,
4. Celupkan kedua elektroda tersebut kedalam gelas kimia yang sudah diisi larutan
CuSO
4
tadi,
5. Rangkaian alat untuk melakukan penyepuhan kira-kira seperti pada gambar
dibawah ini;

6. Tekan tombol pada saklar dan lakukan elektrolisis selama 2 menit,
7. Setelah 2 menit, amati apa yang terjadi pada paku dan elektroda Cu dan ukur juga
pH larutan setelah dielektrolisis dengan menggunakan pH paper.

rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan 6

V. Pertanyaan
1. Gejala apa yang terjadi pada paku?
2. Gejala apa yang terjadi pada elektroda Cu?
3. Apakah reaksi yang terjadi pada paku selama elektrolisis berlangsung?
4. Apakah reaksi yang terjadi pada elektroda Cu selama elektrolisis berlangsung?
5. Berapakah pH larutan setelah elektrolisis berlangsung?
6. Tentukan elektroda mana yang bertindak sebagai anoda dan katoda?
7. Hitunglah jumlah Cu yang diendapkan di katoda!
8. Hitunglah jumlah arus yang dipakai selama elektrolisis berlangsung!

VI. Hasi Pengamatan
1. Gejala yang terjadi pada paku adalah adanya endapan merah,
2. Gejala yang terjadi pada elektroda Cu adalah warna memudar dan adanya
gelembung gas,
3. Reaksi yang terjadi pada paku selama elektrolisis berlangsung adalah;
Cu
2
2e
-
F Cu
4. Reaksi yang terjadi pada elektroda Cu selama elektrolisis berlangsung adalah;
2H
2
O F 4H

O
2
4e
-

5. pH larutannya adalah 2,
6. Elektroda yang bertindak sebagai katoda adalah paku dan elektroda yang
bertindak sebagai anoda adalah Cu.
7. Perhitungan jumlah Cu yang diendapkan di katoda;
Karena pH 2, maka |H

| 10
-2

' 50ml 5.10
-2
L
Mol |H

|.' 10
-2
x 5.10
-2
5.10
-4
mol
Mol |H

| mol e
-
5.10
-4
mol
Maka, mol e
-
di Cu juga 5.10
-4
mol. Sehingga;
mol Cu
1
2
(
-4
) = ,.
-4

W Cu mol Cu . Ar Cu ,.
-4
x 63,5 0,015875 gram
8. Perhitungan jumlah arus yang dipakai selama elektrolisis berlangsung;
F mol e
-
5.10
-4

t 2 menit 120 detik
=
9

=
.
-4
x 9

= ,8 pr





rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan 7

VII. Pembahasan
Pada saat saklar dinyalakan, reaksi elektrolisis berlangsung. Larutan CuSO
4

berubah membentuk ion Cu
2
, ion SO
4
2-
, dan H
2
O dalam reaksi tersebut. Ion
SO
4
2-
dari larutan CuSO
4
tersebut bereaksi di elektroda Cu karena bermuatan
positiI. Karena SO
4
2-
mengandung unsur O, maka senyawa H
2
O lah yang akan
bereaksi di elektroda Cu menurut reaksi yang sudah dituliskan pada hasil
pengamatan. Gelembung gas yang terlihat adalah gas O
2
. Logam Cu sebagai
anoda teroksidasi dan berubah membentuk ion Cu
2
. Cu
2
dari elektroda Cu yang
sudah teroksidasi tadi bergabung dengan ion Cu
2
dari larutan CuSO
4
dan
bersama-sama mengalir menuju katoda, yaitu elektroda paku (Fe). Kemudian ion
Cu
2
di katoda direduksi membentuk endapan Cu dengan reaksi yang sudah
disebutkan pada hasil pengamatan. Karena di katoda menggunakan paku (Fe),
maka endapan Cu (tembaga) akan melapisi besi tersebut sedangkan di anoda
yaitu elektroda Cu akan larut terus menerus. Hal itu menjelaskan bahwa warna
logam Cu terus memudar karena larut.
VIII. Kesimpuan
1. Tujuan penyepuhan untuk melindungi logam terhadap korosi atau untuk
memperindah tampilan,
2. Pada proses penyepuhan, logam yang dilapisi dijadikan katoda dan logam
penyepuhnya sebagai anoda,
3. Kedua elektroda dicelupkan pada larutan garam penyepuhnya,
4. Pada katoda akan terjadi pengendapan logam penyepuhnya sedangkan logam
anoda larut terus menerus.



















rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan 8

aktor Penyebab Korosi pada esi
I. Tujuan
Mengetahui Iaktor-Iaktor penyebab korosi pada besi.
II. Teori Dasar
Korosi atau perkaratan sangat lazim terjadi pada besi. Besi merupakan logam
yang mudah berkarat. Karat besi merupakan zat yang dihasilkan pada peristiwa
korosi, yaitu berupa zat padat berwarna coklat kemerahan yang bersiIat rapuh
serta berpori. Rumus kimia dari karat besi adalah Fe
2
O
3
.xH
2
O. Bila dibiarkan,
lama kelamaan besi akan habis menjadi karat. Peristiwa korosi sendiri merupakan
proses elektrokimia, yaitu proses (perubahan / reaksi kimia) yang melibatkan
adanya aliran listrik. Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatiI
(elektroda negatiI, anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positiI
(elektroda positiI, katoda). Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga
terjadilah peristiwa korosi.
III. at dan Bahan
> Empat buah tabung reaksi > Isolasi
> Empat buah paku > Kristal NiSO
4

> Air suling > Minyak sayur
> Kompor listrik > Kapas

IV. Cara Kerja
1. Siapkan empat buah tabung reaksi kecil dan tandai dengan huruI A, B, C, dan D
sebagai pembeda,
2. Tambahkan sesuatu kedalam masing-masing tabung dengan ketentuan;
A. Tabung A : air suling ditambahkan paku;
B. Tabung B : air suling yang dipanaskan dahulu dengan kompor listrik diisi
penuh dalam tabung kemudian ditambahkan paku, segera tutup rapat dengan
isolasi;
C. Tabung C : Kristal NiSO
4
ditambahkan kapas dan paku, kemudian tutp rapat
dengan isolasi;
D. Tabung D : Minyak sayur ditambahkan paku.
3. Rangkaian alatnya kira-kira seperti pada gambar dibawah ini;

4. Simpan keempat tabung tersebut selama satu minggu,
5. Setelah satu minggu, amati apa yang terjadi pada paku di masing-masing tabung.

rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan 9

V. Hasi pengamatan
F Pada tabung A, banyak terjadi karat/korosi pada besi;
F Pada tabung B, adanya pengkaratan pada paku;
F Pada tabung C, tidak terjadi korosi pada paku;
F Pada tabung D, tidak terjadi korosi pada paku.

VI. Pembahasan
1. Pada tabung A, banyak terjadi karat pada besi dikarenakan banyaknya oksigen
(O
2
) dari lingkungan dan air (H
2
O).
2. Pada tabung B, adanya pengkaratan pada paku. Seharusnya pada paku tidak
terjadi korosi. Pengkaratan pada paku disebabkan karena air sulingnya kurang
mendidih pada saat dipanaskan sehingga masih memiliki kadar O
2
yang sedikit.
Meskipun peristiwa korosinya terhambat, tapi terjadilah korosi/pengkaratan pada
paku tersebut.
3. Pada tabung C, tidak terjadi korosi pada paku. Hal ini disebabkan oleh siIat kristal
NiSO
4
mengikat oksigen sehingga membuat sistem tertutup ini tidak memiliki
kadar oksigen.
4. Pada tabung D, tidak terjadi korosi. Hal ini disebabkan oleh minyak yang
memisahkan air dengan paku sehingga paku tidak tersentuh dengan air dan
oksigen secara langsung.

Bagian tertentu dari besi berlaku sebagai kutub negatiI (elektroda negatiI,
anoda), sementara bagian yang lain sebagai kutub positiI (elektroda positiI, katoda).
Elektron mengalir dari anoda ke katoda, sehingga terjadilah peristiwa korosi. Ion besi
(II) yang terbentuk pada anoda selanjutnya teroksidasi menjadi ion besi (III) yang
kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi (karat besi), Fe
2
O
3
.xH
2
O. Dari reaksi
terlihat bahwa korosi melibatkan adanya gas oksigen dan air. Karena itu, besi yang
disimpan dalam udara yang kering akan lebih awet bila dibandingkan ditempat yang
lembab. Korosi pada besi ternyata dipercepat oleh beberapa Iaktor, seperti tingkat
keasaman, kontak dengan elektrolit, kontak dengan pengotor, kontak dengan logam
lain yang kurang aktiI (logam nikel, timah, tembaga), serta keadaan logam besi itu
sendiri (kerapatan atau kasar halusnya permukaan).
VII. Kesimpuan
1. Korosi pada besi ternyata dipercepat oleh beberapa Iaktor, seperti tingkat
keasaman, kontak dengan elektrolit, kontak dengan zat pengotor, kontak dengan
logam lain yang kurang aktiI (logam nikel, timah, tembaga), serta keadaan logam
besi itu sendiri (kerapatan atau kasar halusnya permukaan).


rakLlkum klmla | SMA negerl 8abakan

A III
Penutup

A. Dattar Pustaka

> http://en.wikipedia.org/wiki/Phenolphthalein
> http://kimia123sma.wordpress.com/2010/04/20/korosi-dan-cara-pencegahannya/