Anda di halaman 1dari 22

1

http://atophysics.wordpress.com

BAB
MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK


Contoh 4.1 Soal pemahaman konsep

Anda mungkin memperhatikan bahwa permukaan vertikal layar televisi anda sangat berdebu ?

Jawab :
Pengumpulan debu pada permukaan vertikal televisi mungkin menakjubkan anda. Karena lebih
umum bagi kita melihat debu menempel pada permukaan horizontal sebagai akibat gravitasi.
Dalam kasus ini, debu menempel pada layer televise anda adalah karena debu tersebut ditarik
secara listrik. Sebuah layer televise secara konstan ditembaki oleh elektron-elektron yang
dihasilkan oleh bedil electron. Sebagai hasilnya layer TV menjadi bermuatan negatif. Muatan
negatif ini akan mempolarisasi partikel-partikel debu dalam udara di depan kaca, tepat seperti
benda bermuatan mempolarisasi molekul-molekul dalam suatu benda netral.Ini menghasilkan
gaya tarikan pada partikel-parikel debu, sehingga debu menempel pada layer TV anda.


Contoh 4.2 Interaksi muatan-muatan listrik

Ada 4 buah muatan A, B, C, D. A menolak B,A menarik C,C menolak D, dan D bermuatan
positif. Tentukan jenis muatan-muatan lainnya.

Strategi :
Gunakan interaksi antar muatan yang jenisnya diketahui dengan muatan yang jenisnya tak
diketahui. Jika terjadi tarik-menarik maka muatan yang tak diketahui adalah tak sejenis dengan
muatan yang diketahui. Jika terjadi tolak-menolak maka muatan yang tak diketahui sejenis
dengan muatan yang diketahui.

Jawab :
C menolak D berarti C sejenis dengan D. Karena D bermuatan positif, Maka C bermuatan
positif. A menarik C. Karena C bernuatan positif, maka tentu A bermuatan negatif.
A menolak B berarti A sejenis dengan B. Karena A bermuatan negative, Maka tentu B
bermuatan negative.


Contoh 4.3 Muatan total electron dalam sebuah konduktor

Sebuah uang logam tembaga memiliki massa 5 g. Nomor atom tembaga z = 29 dan nomor
massanya adalah 63,5 g/mol. Berapakah muatan total seluruh electron dalam uang logam
tersebut? ( bilanga Avogadro = 6.02 x 10
23
atom/mol).

Strategi :
Tujuan kita adalah mengkonservasi gram menjadi jumlah muatan elmenter e ( ditulis e g
?
).
g jumlah atom mol
g
jumlahe
x
g
atom
x
g
mol
x
e
2

http://atophysics.wordpress.com
Diagram menunjukan bahwa kita memerlukan tiga factor konversi yang bersatuan
atom
e jumlah
dan
mol
atom
g
mol
; ;
Jawab :
Factor konversi
g
mol
dapat diperoleh Dari data nomor massa = 63.5
mol
g
, yang berarti 63,5 g =
1 mol factor konversi =
g
mol
5 , 63
1

Factor konversi
mol
atom
dapat diperoleh dari data bilangan Avogadro = 6,02 x 10
23

mol
atom
, yang
berarti 6,02 x 10
23

mol
atom
= 1 mol factor konversi =
mol
atom x
1
10 02 , 6
23
.
Factor konversi
atom
e jumlah
dapat diperoleh dari data nomor atom = 29
atom
elektron
, yang berarti
29 elektron = 1 atom factor konversi = 29
atom
elektron
. Sekarang kita dapat mengubah gram
ke jumlah e, sesuai dengan diagram skema pada pertimbangan dengan menggunakan ketiga
factor konversi di atas.
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
atom
e
mol
atom x
g
mol
g g
29
1
10 02 , 6
5 , 63
1
5 5
23

5g = 1,37 x 10
23
e
Karena 1 e = 1,6 x 10
-19
C, maka muatan total seluruh electron dalam uang logam adalah:
1,37 x 10
24
(1,6 x 10
-19
C) = 2,19 x 10
5
C


Contoh 4.4 Perbandingan gaya coloumb dan gaya gravitasi antara dua partikel

Sebuah atom hydrogen dimodelkan seperti bola dengan sebuah proton pada pusatnya dikitari
oleh sebuah electron pada kulitnya. Hitunglah nilai perbandingan antara gaya coloumb dan
gaya gravitasi antara proton dan electron ini.

Jawab :
Proton memiliki muatan +e dan electron memiliki muatan e. Besarnya gaya Coloumb ( Gaya
tarik-menarik) antara keduanya adalah

2
2
2 2
2 1
. . .
r
e k
F
r
e e
k
r
q q
k f
e e
= = =
Proton memiliki massa m
p
dan electron memiliki massa m
e
. Besar gaya gravitasi antara
keduanya adalah

2
. .
r
m m G
F
e p
g
=
Perbandingan antara kedua gaya ini tidak bergantung pada jarak pisah r (karena r
2
dapat
disederhanakan).

e p e p g
e
m m G
ke
r m m G
r ke
F
F
. . / . .
/
2
2
2 2
= =
substitusikan nilai-nilai k = 9 x 10
9
N m
2
C
2
; e = 1,6 x 10
-19
C; G = 6,7 x 10
-11
N m
2
kg
-2
, M
p
=
1,7 x 10
-27
kg; dan m
c
= 9,1 x 10
-31
kg, kita peroleh
3

http://atophysics.wordpress.com

( )( )
39
31 27 11
2
19 9
10 22 , 2
) 10 1 , 9 )( 10 7 , 1 )( 10 7 , 6 (
10 6 , 1 10 9
=


=

g
e
F
F

Tampak bahwa gaya gravitasi F
g
jauh lebih kecil dari pada gaya coulomb F
e
, sehingga gaya
gravitasi dapat diabaikan terhadap gaya coulomb.


Contoh 4.5 Gaya Coulomb di udara dan dalam bahan

Dua buah muatan masing-masing 20 C dan 40 C terpisah pada jarak 12 cm. Hitung besar
gaya yang bekerja pada kedua muatan tersebut bila:

Strategi:
Selalulah konsisten menggunakan satuan SI, yaitu muatan q dalam coulomb dan jarak r dalam
meter agar k = 9 x 10
9
N m
2
C
-2
. Untuk kedua muatan berada di udara, gaya coulomb F
dihitung dengan persamaan (4-2). Tetapi untuk kedua muatan dalam bahan, F dihitung dengan
persamaan (4-6):
F
bahan
=
vakum
F
4
1


Jawab:
q
1
= 20 C = 20 x 10
-6
C
q
2
= 24 C = 24 x 10
-6
C
r = 12 cm = 12 x 10
-2
m
k = 9 x 10
9
N m
2
C
-2

(a) Besar gaya Coulomb di udara F
12
= F
21
= F
udara
adalah
F
udara
=
2
2 1
r
q q
k
= (9 x 10
9
N m
2
C
-2
)
) 10 12 (
) 10 24 )( 10 20 (
2
6 6

C C

F
udara
= 300 N
(b) Besar gaya Coulomb dalam bahan, F bahan adalah
F
udara
=
udara
r
F

1

= ) 300 (
3
1
N
= 100 N


Contoh 4.6 Resultan dan gaya Coulomb yang segaris

Sebuah partikel bermuatan +5 C diletak pada garis hubung dan di antara partikel-partikel
bermuatan -9,0 C dan -4,0 C, yang berjarak 0,50 m.
(a) Tentukan besar dan arah gaya pada partikel bermuatan +5,0 C jika diletakkan di
tengah-tengah antara kedua partikel bermuatan negative?
(b) Di mana partikel bermuatan +5,0 C harus diletakkan agar partikel tersebut tidak
merasakan gaya coulomb yang disebabkan oleh kedua partikel bermuatan negative?


+ +
r
q
2
q
1
4

http://atophysics.wordpress.com
Strategi:
Gunakan prinsip superposisi (perhatikan juga strategi pemecahan masalah). Pertama, gambar
kedua vector gaya yang bekerja pada muatan +5,0 C. Lalu, hitung besar tiap gaya ini dengan
persamaan (4-2). Karena kedua gaya adalah segaris, maka besar dan arah gaya dapat ditentukan
melalui penjumlahan aljabar biasa.

Jawab:
Kita namakan ketiga partikel bermuatan q
1
, q
2
, dan q
3
, dengan q
1
= -9,0 C = -9,0 x 10
-6
C; q
2
=
-4,0 x 10
-6
C; q
3
= +5,0 x 10
-6
C; dan k = 9 x 10
9
N m
2
C
-2
.
(a) Gambar gaya-gaya Coulomb yang bekerja pada q
3
ditunjukkan pada gambar 4.9. Disini
muatan q
3
diletakkan di tengah-tengah antara q
1
dan q
2
, sehingga r
31
= r
32
= a = 0,25 m =
25 x 10
-2
m.


Gambar 4.9 Gaya-gaya yang bekerja pada q
3
. F
31
adalah gaya tarik q
1
pada q
3
dan F
32

adalah gaya tarik q
2
pada q
3.

Besar gaya Coulomb F
31
dan F
32
menurut persamaan (4-2) adalah
F
31
= ) (
1
2
3
2
31
1 3
q
a
kq
r
q q
k =
F
32
= ) (
2
2
3
2
32
2 3
q
a
kq
r
q q
k =
Tetapkan arah ke kanan , yaitu F
32
sebagai gaya positif, maka resultan gaya coulomb pada
q
3
, yaitu F
3
, sesuai dengan prinsip superposisi adalah:
F
3
= F
31
+ F
32

F
3
= -F
32
+ F
32
(karena F
31
berarah ke kiri dan F
32
ke kanan)
= ) ( ) (
2
2
3
1
2
3
q
a
kq
q
a
kq
+
F
3
= ) (
2 1
2
3
q q
a
kq
+ (*)
Substitusi nilai-nilai k, q
3
, q
1
, q
2
, dan a kita peroleh
F
3
= ) 10 0 , 4 10 0 , 9 (
) 10 25 (
) 10 0 , 5 )( 10 9 (
6 6
2 2
6 9



=
1
10 36

N = -36 N
Tanda negative menyatakan bahwa resultan gaya pada gaya q
3
berarah ke kiri (atau
mendekati q
1
).






(b) Misalkan muatan q
3
= +5,0 C diletakkan pada jarak x meter dari muatan q
1
= -9,0 C.
Dengan demikian (lihat gambar 4.9),
Catatan : Dalam perhitungan besar gaya coulomb tanda muatan tidak
dimasukkan. Tanda muatan hanya digambarkan pada vector gaya coulomb,
yaitu tarik menarik atau tolak menolak.
5

http://atophysics.wordpress.com
r
31
= x dan r
32
= 0,50 x
Supaya resultan F
3
= 0 maka F
31
harus sama dengan F
32
.
F
31
= F
32

2
32
2 3
2
31
1 3
r
q q
k
r
q q
k =
9
4
10 0 , 9
10 0 , 4
6
6
1
2
2
31
32
=

= =
|
|
.
|

\
|

C
C
q
q
r
r

9
4
31
32
=
r
r
=
32 31
3 2
3
2
r r =
2x = 3(0,50 x)
5x = 1,50 30 , 0 = x
Jadi, supaya partikel bermuatan +5,0 C tidak merasakan gaya coulomb maka partikel itu
harus diletakkan di antara garis hubung kedua muatan lainnya dan pada jarak 0,30 m dari
muatan q
1
= -0,9 C atau pada jarak 0,20 m dari muatan q
2
=
6
10 0 , 4

C.


Contoh 4.7 Resultan dan gaya Coulomb yang saling tegak lurus

muatanQ = 1 C berada di titik awal koordinat (Gambar 4.10). Hitung besar dan arah gaya yang
dikerjakan oleh muatan-muatan q
1
= -0,5 x 10
-6
c pada kedudukan (0,3) dan q
2
= 10
-6
C pada
kedudukan (4,0). Semua jarak dinyatakan dalam meter.

Strategi:
Gambar vector gaya coulomb pada Q yang disebabkan oleh q
1
(disebut F
1
) dan yang disebabkan
oleh q
2
(disebut F
2
). Hitung besar tiap gaya ini dengan persamaan (4-2a). Karena kedua vector
gaya ini saling tegak lurus maka besar resultan dapat dihitung dengan dalil phythagoras F =
2
2
2
1
F F + . Arah vector resultan terhadap sumbu x, yaitu , dapat ditentukan dengan tan =
F
1
/F
2
.

Gambar 4.10

Jawab:
Jarak Q dari q
1
dan q
2
adalah r
1
= 3 m dan r
2
= 4 m, k = 9 x 10
9
N m
2
C
-2
dalam SI
Muatan Q (positif) akan ditarik oleh q
1
(negative) dengan gaya Coulomb F
1
berarah ke atas.
Muatan Q (positif) akan ditolak oleh q
2
(posotif) dengan gaya Coulomb F
2
berarah ke kiri.
Gambar F
1
dan F
2
ditunjukkan pada gambar 4.11.

6

http://atophysics.wordpress.com

Gambar 4.11 Vektor-vektor gaya Coulomb yang bekerja pada muatan Q = 1 C

Besar gaya F
1
dan F
2
menurut persamaan (4-2) adalah
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
= =

9
5 , 0
10
3
10 5 , 0
6
2
6
2
1
1
1
kQ kQ
r
kQq
F
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
= =

16
1
10
4
10
6
2
6
2
2
2
2
kQ kQ
r
kQq
F
Karena F
1
tegak lurus F
2
(lihat gambar 4.11) maka besar gaya resultan yang bekerja pada Q
adalah
2 1
F F F + =
2
6
2
6
16
1
10
9
5 , 0
10
(

|
.
|

\
|
+
(

|
.
|

\
|
=

kQ kQ

2 2
2 2
6
2 2
6
16 9
9 ) 16 ( 25 , 0
10
16
1
9
25 , 0
10

+
= + =

kQ kQ
) 12 (
16 9
10
81 64
16 9
10
6 6

= +

=

kQ kQ

Substitusikan nilai k dan Q kita peroleh
16 9
) 12 ( 10 ). 1 )( 10 9 (
6 9

F
750
4
3000
= = N
Arah resultan tan
9
8
) 16 / 1 ( 10 .
) 9 / 5 , 0 ( 10 .
6
6
2
1
= = =

kQ
kQ
F
F

= 41,6 C (dari kalkulator)
Jadi, resultan gaya yang bekerja pada Q = 1 C adalah besarnya 750 N dan membentuk sudut
4,16 C terhadap sumbu X negative.











Dua bola bermuatan listrik sejenis dan sama besar
diikat pada ujung seutas tali sangat ringan yang
panjangnya 9 cm. bagian tengah tali kemudian
digantung pada suatu titik tetap, seperti pada
gambar disamping. Akibat gaya tolak-menoloak
antara kedua muatan, kedua tali membentuk sudut
60 pada saat seimbang. Tentukan matan partikel
tersebut (g = 10m s
2
)
7

http://atophysics.wordpress.com
Strategi:
Pertama, pisahkan salah satu muatan dan gambar gaya-gaya yang bekerja pada muatan ini.
Kedua, tetapkan arah mendatar sebagai sumbu X dan arah vertical sebagai sumbu Y. kemudian
tentukan komponen X dan Y dari setiap gaya. Ketiga, gunakan syarat keseimbangan partikel:
F
y
= 0. Dari kedua persamaan ini Anda dapat menghitung muatan q.

Jawab:
Kita pisahkan partikel yang kanan. Ada tiga buah gaya yang bekerja pada partikel q yaitu:
berat partikel mg berarah vertical ke bawah, gaya tegangan tali T, dan gaya tolak Coulomb F
q

oleh partikel q lainnya. Ketiga, gaya ini ditunjukkan pada gambar 4.12a. perhatikan segitiga
siku-siku pada gambar 4.12a.


Gambar 4.12 (a) Gaya-gaya yang bekerja pada partikel q. (b) Komponen-komponen tiap gaya
pada sumbu X dan Y. Vektor T diberi tanda silang artinya gaya itu sudah dianggap tidak ada
karena telah digantikan oleh komponen-komponennya (T
x
dan T
y
).

Besar gaya Coulomb pada partikel q oleh partikel q lainnya pada jarak r = 1 (gaya tolak
menolak) adalah

2
2
2
. . .
t
q k
F
r
q q k
F
q q
= =
Komponen gaya tegangan tali T pada sumbu X dan Y (lihat gambar 4.12b) adalah
T T T
x
2
1
60 cos = =
T T T
y
3
2
1
60 sin = =
Gunakan kedua syarat keseimbangan partikel.
0 0 = + = mg T F
y y


3
2
3
2
1 mg
T T =
0 0 = + =
x q x
T F F
T F T F
q x q
2
1
= =

|
|
.
|

\
|
=
3
2
2
1
2
2
mg
t
kq


3
1
3
2
2
k
mg
q
k
mgl
q = =
8

http://atophysics.wordpress.com
Suabstitusikan panjang tali t = 9 cm = 9 x 10
9
m ; massa partikel m =
400 dan s m g kg kg mg ; / 10 ; 10 3 4 10 3 400 3
4 6
= = =

k = 9 x 10
9
N m
2
C
-2
, kita
peroleh

9
10 4
10 9
3 ) 10 9 (
) 10 )( 10 3 4 (
10 9
12
2
9
4
2

= q

8
6
2
10 6
3
10 2
10 9

=
|
|
.
|

\
|
= q Coulomb
Jadi, muatan partikel-partikel tersebut adalah
8
10 6

Coulomb


Contoh 4.9 Kuat medan listrik oleh sebuah muatan sumber

Hitung kuat medan listrik pada jarak 1 cm dari sebuah muatan positif 10
-6
Coulomb
Jawab:
Muatan sumber q = 10
-6
C
Jarak titik A ke muatan sumber
r = 1 cm = 10
-2
m
tetapan k = 9 x 10
9
N m
2
C
-2
Arah kuat medan listrik E adalah menjauhi muatan sumber q karena q positif. Besar
kuat medan listrik dihitung dengan persamaan (4-9)

2
r
q
k E =

7
2 2
6
9
10 9
) 10 (
10
) 10 9 ( = =

NC
-1


Contoh 4.10 Hubungan kuat medan listrik dengan gaya Coulomb

1. Sebuah muatan uji +3,0 x 10
-5
C diletakkan dalam suatu medan listrik. Gaya yang bekerja
pada muatan uji tersebut adalah 0,45 N pada sudut 20 terhadap sumbu X positif. Berapa
besar kuat medan listrik dan arahnya pada lokasi muatan uji? Bagaimana jika muatan uji
adalah negative?


Jawab:
Muatan uji q
0
= +3,0 C.
F = 0,45 N pada 20. Kuat medan listrik E dihitung dengan Persamaan (4-9),

0
q
F
E =

c
N
5
10 3 , 0
4 , 0

+
=
C N E / 10 5 , 1
4
= membentuk sudut 20 terhadap X+
9

http://atophysics.wordpress.com
Jika muatan uji negative, kuat medan listrik akan memiliki arah yang berlawanan, yaitu E =
1,5 x 10
4
N/C membentuk sudut 20 terhadap X+.

2. Sebuah tetes minyak bermassa 9,4 x 10
-15
kg jatuh di antara dua keeping sejajar yang
bermuatan. Tetes minyak itu seimbangan di antara kedua keping jika kuat medan listrik di
antara kedua keping 2 x 10
5
N/C. Hitung muatan pada tetes minyak itu (g = 10 m/s
2
).

Strategi:





Jawab:
Massa tetes minyak m = 9,4 x 10
-15
kg; g = 10 m/s
2
; kuat medan E = 2 x 10
5
N/C.
Muatan tetes minyak, q, dihitung dari syarat keseimbangan :
mg qE =
q =
19
5
15
10 7 , 4
10 2
) 10 )( 10 4 , 9 (

=
E
mg
C
Muatan minyak ini berasal dari electron. Karena muatan tiap electron adalah 1,6 x 10
-19
C,
maka banyak electron pada tetes minyak ini adalah banyak electron
= 3
10 6 , 1
10 7 , 4
5
19
=


buah


Contoh 4.11 Resultan dua kuat medan listrik yang segaris


Perhatikan gambar di atas, kemudian tentukanlah:
a. Kuat medan listrik di titik P.
b. Gaya pada muatan -4 x 10
-8
C yang diletakkan di P.
c. Letak titik yang kuat medannya nol.

Jawab:
(a) q
1
= +20 x 10
-8
C
q
1
= -5 x 10
-8
C
r
1
= r
2
5 cm = 5 x 10
-2
m
Vektor medan listrik di titik P oleh muatan positif q
1
harus menjauhi q
1
, sehingga E
1
bearah
ke kanan.
Vektor medan listrik di titik P oleh muatan negatif q
2
harus mendekati q
2
, sehingga E
2

bearah ke kanan.
Besar E
1
dan E
2
dihitung dengan persamaan (4-9):
Pada muatan tetes minyak bekerja dua buah gaya, gaya
berat tetes minyak mg dan gaya Coulomb F = qE.
Karena kedua gaya ini saling berlawan arah, maka
keduanya seimbang di antara kedua keping (lihat
gambar) hanya jika kedua gaya ini sama besarnya.
10

http://atophysics.wordpress.com

2
1
1
1
r
q
k E =

9
10 9 = Nm
2
C
-2

2 2
8
) 10 5 (
10 20
m
C


= 7,2 x 10
5
N/C

2
2
2
1
r
q
k E =

9
10 9 = Nm
2
C
-2

2 2
8
) 10 5 (
10 5
m
C


= 1,8 x 10
5
N/C

Kuat medan total di titik P adalh resultan E
1
dan Vektor E
2
.
E
p
= E
1
+ E
2

Oleh karena vektor E
1
dan vektor E
2
searah (keduanya ke kanan), maka resultannya
mengarah ke kanan dan besarnya;


E
p
= E
1
+ E
2

= (7,2 x 10
5
+ 1,8 x 10
5
) N/C
E
p
= 9 x 10
5
N/C

(b) q = -4 x 10
-8
C
Gaya pada q dihitung dengan Persamaan (4-8)
F = qE
p

= (-4 x 10
-8
C)(9 x 10
5
N/C)
= -0,036 N
Tanda negative menyatakan vektor F berlawanan dengan vektor E
p
.
Jadi, vektor F berarah ke kiri.

(C)





Letak titik C haruslah pada perpanjangan garis AB. Di titik C tidak mungkin terletak di
antara titik A dan B (mengapa)? Coba jelaskan dengan melukiskan vektor kuat medan listrik
di C.
Titik C harus diletakkan di sebalah kanan muatan q
2
karena muatan q
2
lebih kecil dari pada
q
1
. jadi, letak titik harus lebih jauh dari q
1
tetapi lebih dekat ke q
2
lihat gambar).
Misalnya jarak BC = d, maka AC = 0,1 + d dalam satuan meter. Kuat medan listrik di C
oleh muatan positif q
1
, yaitu E
1
, berarah ke kanan, dan oleh muatan negative q
2
, yaitu E
2
,
berarah ke kiri. Oleh karena E
1
dan E
2
segaris dan berlawanan arah, maka resultan kuat
medan listrik di C sama dengan nol jika E
1
sama dengan E
2
.
E
1
= E
2

11

http://atophysics.wordpress.com

2
2
2
2
1
1
r
q
k
r
q
k =

1
2
2
1
2
2
q
q
r
r
=

Pada gambar di atas tampak: r
2
= d dan r
1
= 0,1 + d, sehingga

4
1
10 20
10 5
1 , 0
8
8
2
=

= |
.
|

\
|
+

C
C
d
d



Contoh 4.12 Resultan dua madan listrik membentuk sudut

















Jawab:
Kuat medan listrik di P oleh muatan sumber Q di A berarah mendekati muatan Q, diberi
nama E
1
. Kuat medan listrik di P oleh muatan sumber +Q di B berarah menjauhi muatan +Q,
diberi nama E
2
. Karena PO adalah garis sumbu dari AB maka PO AB dan AO = BO
= .
2 2
a AB
=
Tentu saja ABP adalah segitiga sama kaki dengan A = B = (lihat Gambar 4.18).
Panjang sisi AP = BP dapat dihitung dari AOP siku-siku

4
4
4 2
2 2
2
2
2
2
2 2 2
r a
r
a
r
a
PO AO AP
+
= + = + |
.
|

\
|
= + =
sekarang kita dapat menghitung besar E
1
dan E
2
.

2 2 2
1
4
4
r a
kQ
AP
kQ
E
+
= = dan

2 2 2
1
4
4
r a
kQ
BP
kQ
E
+
= =
Tampak bahwa E
1
= E
2
= E
Dengan demikian E
1x
= E
2x
= E cos dan E
1y
dan
E
2y
= E sin .
E
1y
dan E
2y
sama besar dan saling berlawanan
Tentukan kuat medan listrik di titik P yang memiliki
jarak r dari garis AB dan titik P berada pada garis
sumbu AB (lihat gambar 4.17). Nyatakan jawaban
dalam variable-variabel Q, a, r, dan konstanta
o
.

Strategi: Lukis dahulu masing-masing vektor kuat
medan listrik di P oleh muatan -Q di titik A dan oleh
muatan +Q di titik B. kemudian hitunglah kuat medan
listrik di titik P, yaitu E
p
dengan menggunakan prinsip
Gambar 4.17
Gambar 4.18
12

http://atophysics.wordpress.com
(lihat gambar), sehingga
E
y
= +E
2y
- E
2y
+ E
ty
= 0
Pada sumbu x (gambar 4.18), E
1x
dan E
2x
adalah sama besar
dan searah, sehingga arah E
x
ke sumbu negative, dan besarnya:
cos cos
2 1
E E E E E
x x
+ = + =
cos 2E E
x
=
Dalam AOP siku-siku,
2 2
2 2
2 2
4
4
2
1
2
4
4
2
cos
r a
a
r a
a
r a
a
AP
AO
+
=
+
=
+
= =

Dengan demikian,

|
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+
= =
2 2
2 2
4
4
4
2 cos 2
r a
a
r a
kQ
E E
x

masukkan
0
4
1

= k diperoleh

2 / 3 2 2
2 / 3 2 2
) 4 (
2
) 4 (
) 4 / 1 ( 4 . 2

+ =
+
= r a
Qa
r a
Qa
E
o
o
x


Karena E
y
= 0, maka

x y x p
E E E E = + =
2 2


2 / 3 2 2
) 4 (
2

+ = r a
Qa
E
o
p




Contoh 4.13 Pemahaman kuat medan listrik dengan gaya Coulomb

Gambar berikut menunjukkan garis-garis medan untuk dua muatan titik yang terpisah jarak
dekat..
(a). Tentukan nilai
2
1
q
q

(b). Apakah tanda untuk muatan q
1
dan q
2
?
(c). Manakah yang memilki medan listrik lebih kuat : P atau
Q?Jelaskan.
(d). Gambarlah vektor kuat medan listrik di A dan B.

Jawab :
(a). Pada q
1
masuk 4 garis dan pada q
2
ke luar 10 garis.
Dengan demikian nilai
2
1
q
q
adalah :

2
1
q
q
=
10
4
=
5
2


(b). Pada q
1
garis-garis masuk, berarti q
1
bermuatan negative
13

http://atophysics.wordpress.com
negative. Pada q
2
garis- garis keluar, berarti q
2
bermuatan positif.

(c). Medan listrik di P lebih kuat daripada medan listrik di Q.

(d). Vektor kuat medan listrik pada suatu titik adalah arah
garis singgung dari garis medan yang melalui titik itu.
Vektor kuat medan listrik di titik B dan titik A
diperlihatkan pada gambar di bawah.


Contoh 4.14 Konsep fluks listrik

Hitung jumlah garis medan yang menembus suatu bidang persegi panjang, yang panjangnya 30
cm dan lebarnya 20 cm, bila kuat medan listrik homogen sebesar 200 N/C dan arahnya :
(a). searah dengan bidang
(b). membentuk sudut 20
o
terhadap bidang,
(c). tegak lurus terhadap bidang.

Strategi :
Soal diselesaikan dengan menggunakan persamaan (4-13) : cos EA = . Perhatikan,
adalah sudut antara arah kuat medan E dengan arah normal bidang n adalah arah tegak lurus
terhadap bidang.

Jawab :
Luas persegi panjang, A = 30 cm x 20 cm
A = 60 cm x 10
-4
m
2
= 6 x 10
-2
m
2

Kuat medan, E = 200 N/C.
Gambar setiap kasus ditunjukkan berikut ini.


(a). Sudut antara E dan arah normal n adalah
0 90
0
= =
0 90 cos cos
0
= =
Sesuai Persamaan (4-13) fluks listrik adalah
cos EA =
0 ) 0 ( = = EA

(b). Sudut antara E dan n adalah (lihat gambar b)

2
1
60 cos cos 60 ) 30 90 (
0 0 0
= = = =
cos EA =
weber x 6 ) 1 )( 10 6 )( 200 (
2
= =



(c). Sudut antara E dan n adalah (lihat gambar c)
1 0 cos cos 0
0 0
= = =
14

http://atophysics.wordpress.com
cos EA =

weber x 12 ) 1 )( 10 6 )( 200 (
2
= =



Contoh 4.15 Kuat medan listrik untuk konduktor keping sejajar

Sebuah konduktor dua keping sejajar yang tiap kepingnya berbentuk persegi panjang (panjang =
5 cm, lebar = 4 cm) diberi muatan keping q = 1,77 C yang berlawanan jenis. Hitung :
(a). rapat muatan listrik masing-masing keping.
(b). besar kuat medan listrik dalam ruang di antara kedua keping

Jawab :
Luas keping A = 5 cm x 4 cm = 20x10
-4
cm
-2
; muatan keping q = 1,77 C = 1,77 x 10
-6
C;
0
=
8,85 x 10
-12
dalam SI.

(a). Rapat muatan dihitung dengan persamaan (4-15).

2 4
12
6
10 85 , 8
10 20
10 77 , 1

= = = cm x
x
x
A
q


(b). Besar kuat medan E di antara kedua keping dihitung dengan persamaan (4-16).
m N x
x
x
A
q
E / 10 0 , 1
10 85 , 8
10 85 , 8
8
12
4
= = =




Contoh 4.16 kuat medan listrik untuk konduktor bola berongga

Sebuah konduktor bola berongga diberi muatan -50 C . Bola itu memiliki diameter 12 cm.
Hitung kuat medan listrik pada jarak:
(a) 3 cm dari pusat bola
(b) 6 cm dari pusat bola
(c) 9 cm dari pusat bola


Jawab :
Muatan konduktor q = -50 C = -50 x 10
-6
C.
Diameter D = 12 cm
Jari-jari R = m cmx D
2
10 6
2
1

=
15

http://atophysics.wordpress.com

2 2 9
0
10 9
4
1

= = C Nm x k



(a). Titik A terletak didalam bola, sehingga sesuai Persamaan (4-17a),
kuat medan listrik di A sama dengan nol.

(b). Titik B terletak pada kulit bola, dan sesuai Persamaan (4-17b),

2
B
b
r
q
k E = , dengan r
B
= 6 cm = 6 x 10
-2
m

) 10 6 (
) 10 50 (
) 10 9 (
2 2
6
2 2 9
m x
C x
C Nm x


=
m N x E
B
/ 10 25 , 1
8
=
Tanda negatif menyatakan bahwa arah kuat medan listrik adalah radial ke dalam.

(c). Titik C terletak di luar bola, dan sesuai Persamaan (4-17b),

2
c
c
r
q
k E = , dengan r
c
= 9 cm = 9 x 10
-2
m

) 10 9 (
) 10 50 (
) 10 9 (
2 2
6
2 2 9
m x
C x
C Nm x


=
C N x E
C
/ 10 6 , 5
7
=


Contoh 4.17 Perubahan energi dalam suatu medan elektrostatis

Sebuah proton (mautan = 1,6 x 10
-19
C) digerakkan dengan kelajuan teta; melalui suatu daerah
dengan medan listrik homogen 4,0 x 10
5
N/C berarah horizontal. Proton ini mula-mula bergerak
sejajar dengan medan listrik sejauh 7,5 cm, kemudian membelok dengan sudut 53
0
terhadap
arah medan listrik (sin 53
0
= 0,8) sejauh 5,0. Tentukan perubahan energi potensial yang dialami
proton mulai dari titik awal sampai dengan titik akhirnya.

Strategi :
Gambar sketsa perjalanan proton mulai dari awal sampai dengan titik akhir. Dalam kasus ini
proton menempuh dua arah perpindahan. Oleh karena itu, hitunglah perubahan energi potensial
untuk tiap perpndahan, dengan terlebih dahulu menhitung usaha W
12
dan W
23
dengan
persamaan (4-19) kemudian menghitung
12
EP dan
23
EP dengan Persamaan (4-20).

Jawab :
Muatan proton q = 1,6 x 10
-19
; kuat mdan listrik E = 4,0 z 10
5
N/C. Pada gambar 4.32
ditunjukkan sketsa perjalanan proton yang dibagi menjadi 2 perpindahan. Pada perjalanan
pertama, dari titik 1 ke titik 2, perpindahan proton searah dengan gaya. Coulomb F = q E.
Dengan demikian
0
0 = . Usaha yang dilakukan gaya Coulomb dari titik 1 ke titik 2 adalah :
W
12
= cos
12
s F dengan m x s
3
12
10 5 , 7 5 , 7

= =

0
12
0 cos ) ( s qE =
= ) 1 ())( 10 5 , 7 )( 10 0 , 4 )( 10 6 , 1 (
2 5 19
x x z
J x
15
10 8 , 4

=
16

http://atophysics.wordpress.com
Sesuai dengan Persamaan (4-20).
W
12
= ) (
1 2 12
EP EP EP =
J x W EP EP
15
12 1 2
10 8 , 4

= =
Pada perjalanan kedua, dari titik 2 ke titik 3, perpindahan proton
23
s membentuk sudut
0
53 = terhadap gaya. Coulomb F (lihat gambar 4.32).
8 , 0 53 cos cos 6 , 0 53 sin
0 0
= = =

Gambar 4.32 Sketsa perjalanan proton Mula-mula proton berpindah searah dengan gaya
Coulomb F(F=qE searah dengan E sebab q bertanda positif) dari titik awal 1 ke titik 2.
Kemudian proton berpindah membentuk suhu 53
0
terhadap gaya Coulomb, dari titik 2 ke titik
akhir 3.

Sesuai dengan Persamaan (4-20),
W
23
= ) (
2 3 23
EP EP EP =
J x W EP EP
15
23 2 3
10 56 , 2

= =

Perubahan energi potensial total dari titik 1 ke titik melalui titik 2 adalah

1 3 13
EP EP EP =
= ) ( ) (
1 2 1 3
EP EP EP EP +
) 10 56 , 2 ( 10 56 , 2
15 15
+ = x x
J x
15
10 36 , 7

=


Contoh 4.18 Perubahan energi potensial listik

Tentukan perubahan energi listrik sebuah proton (muatan = +e = +1,60 x 10
-19

C) digerakkan
menuju sebuah inti Uranium yang bermuatan +1,47 x 10
-17
C. Jarak pisah awal kedua partikel
adalah 6,00 x 10
-11
m, dan jarak pisah akhirnya adalah 2,00 x 10
-11
m.

Jawab :
Muatan sumber adalah inti Uranium q = +1,47 x 10
-17
C
Muatan uji adalah proton q = +1,60 x 10
-19
C
Jarak pisah awal r
1
= 6,00 x 10
-11
m
Jarak pisah akhir r
2
= 2,00 x 10
-11
m
Perubahan energi potensial listrik
12
EP dihitung dengan Persamaan (4-22).

|
|
.
|

\
|
=
1 2
0 12
1 1
r r
q kq EP
) 10 47 , 1 )( 10 60 , 1 )( 10 9 (
17 19 9
+ + = x x x
17

http://atophysics.wordpress.com

16
12
10 06 , 7

= x EP J


Contoh 4.19 Beda Potensial dan perubahan energi potensial listrik

Sebuah bola kecil dimuati -3,00 x 10
-6
C.
(a). Hitung beda potensial antara kedudukan awal yang jauhnya 0,200 m dari muatan dan
kedudukan awal yang jauhnya 0,800 m.
(b). Berapa perubahan energi potensial yang terjadi jika bola lain yang bermuatan +6,00 x 10
-8

C digerakkan di antara kedua kedudukan ini?

Jawab :
k = 9 x 10
9
dalam SI; muatan sumber q = -3,00 x 10
-6
C; kedudukan awal r
1
= 0,200 m;
kedudukan akhir r
2
= 0,800 m.
(a). Beda potensial
12
V dihitung dengan menggunakan Persamaan (4-24). Perhatikan bahwa
tanda muatan dimasukkan seperti tanda aljabar biasa.

|
|
.
|

\
|
=
1 2
12
1 1
r r
kq EP

= |
.
|

\
|

200 , 0
1
800 , 0
1
) 10 x -3,00 )( 10 9 (
6 - 9
x
V x x
3
10
0,800
4 - 1
) -3,00 ( 9 =
V x V x
5 3
10 01 , 1 10 25 , 101 = = (dinyatakan dalam tiga angka penting)

(b). Perubahan energi potensial EP jika muatan uji q
1
= +6,00 x 10
-8
C digerakkan di antara
kedua titik dihitung dengan menggunakan Persamaan (4-20)

1
0
12
q
EP
V

=

12
1
0
V q EP =
J x V x C x
3 5 8
10 06 , 6 ) 10 01 , 1 )( 10 00 , 6 (

= + =


Contoh 4.20 Konsep potensial mutlak dan beda potensial

Sebuah bola dimuati +4,00 x 10
-6
C. Hitung :
(a). Potensial pada titik yang berjarak 0,200 m dari muatan (beri label titik A) dan titik yang
berjarak 0,400 m dari muatan (beri label titik B).
(b). Beda potensial antara A dan B.
(c). Beda potensial Antara B dan A.
(d). Usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan +1,6 x 10
-19
C (proton); (i) dari A ke
B, (ii) dari B ke A.

Jawab :
k = 9 x 10
-9
dalam SI; muatan sumber q = +1,444 x 10
-6
C.
(a). Potensia (mutlak) dihitung dengan menggunakan Persamaan (4-27).
18

http://atophysics.wordpress.com

A
A A
r
kq
V m r = = 200 , 0

200 , 0
) 10 00 , 4 )( 10 9 (
6 9
+
=
x x

V x
5
10 80 , 1 =

B
B B
r
kq
V m r = = 200 , 0

400 , 0
) 10 00 , 4 )( 10 9 (
6 9
+
=
x x

V x
5
10 9 , 0 =

(b). Beda potensial dihitung dengan persamaan (4-23)

A B AB
V V V =
V x x ) 10 80 , 1 10 9 , 0 (
5 5
=
V x
5
10 9 , 0 =
V x
4
10 9 =

(c).
B A BA
V V V =
V x x ) 10 9 , 0 10 80 , 1 (
5 5
=
V x
5
10 9 , 0 + =
V x
4
10 9 + =

Tamoak bahwa

AB BA
V V = (4-28a)

(d). Untuk dapat menghitung usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan dari A ke B
atau dari B ke A, kita hitung dahulu usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif medan
listrik. Mengapa? Karena usaha luar yang diperlukan berlawanan dengan usaha oleh gaya
konservatif atau ditulis.

f konservati luar
W W = (4-28b)
Usaha oleh gaya konservatif medan listrik. Mengapa? Karena usaha luar yang diperlukan
berlawanan dengan usaha oleh gaya konservatif atau ditulis,
) (
A B AB AB
EP EP EP W =
Sedang energi potensial di suatu titik dihitung dengan menggunakan persamaan,
V q E
P 0
= (4-28c)
Jadi,
) (
A B AB
EP EP W =
) (
0 0 A B
V q V q =
) (
0 A B
V V q =
) 10 9 )( 10 x 6 , 1 (
4 -19
x =
J x
14
10 44 , 1

+ =

19

http://atophysics.wordpress.com
Usaha luar yang harus dilakukan untuk memindahkan muatan q
0
dari A ke adalah :
J x W W W
AB f konservati luar
14
10 44 , 1

= = =

Tanda negatif pada W
luar
menyatakan bahwa untuk memindahkan muatan q
0
; bahkan muatan q
0
lah yang melakukan usaha.

Dengan cara yang sama, usaha oleh gaya konservatif coulomb untuk memidahkan muatan q
0
=
+1,6 x 10
-19
C dari A ke B adalah:
) (
B A BA
EP EP W =
) (
0 0 B A
V q V q =
) (
0 B A
V V q =
) 10 9 )( 10 x 6 , 1 (
4 -19
x + =
J x
14
10 44 , 1

=
J x W W
BA luar
14
10 44 , 1

= =

Tanda positif pada W
luar
menyatakan bahwa untuk memindahkan muatan q
0
dari A ke B perlu
dilakukan usaha luar.


Contoh 4.21. Potensial oleh beberapa muatan sumber listrik

Hitung potensial listrik dititik B yang ditimbulkan oleh ketiga muatan sumber yang ada di dekat
titik ini, seperti ditunjukkan pada gambar.

Jawab :
K= 9 x 10
9
dalam SI.
Besaran masing-masing muatan sumber adalah:

. 10 8
; 10 40
; 10 5
8
3
8
2
8
1
C q
dan C q
C q

=
=
=

Jarak titik B dari masing-masing muatan sumber adalah :

m cm r
dan cm cm r
m cm r
1
3
1
2
1
1
10 10
; 10 2 20
10 10

= =
= =
= =


Potensial listrik di titik B yang diakibatkan oleh ketiga muatan sumber dihitung dengan jumlah
aljabar biasa seperti pada persamaan (4-29). Perhatikan, tanda muatan sumber positif, tanda
muatan sumber positif atau negatif harus dimasukkan.

volt V
V
r
q
r
q
r
q
V
2
1
8
1
8
1
8
9
3
3
2
2
1
1
10 63
10
10 8
10 2
10 4
10
10 5
10 9
=
|
|
.
|

\
|
+

=
|
|
.
|

\
|
+ + =


= -6300 volt
20

http://atophysics.wordpress.com


Contoh 4.22 Hukum kekkekalan energi mekanik dalam medan listrik

Beda potensial di antara dua keping sejajar pada gambar di samping
adalah 200 volt. Sebuah proton mula-mula terletak di keping B. jika
medium di antara dua keping vakum, hitung kecepatan proton
sebelum menumbuk keping A.
Massa proton = 1,6 x 10
-27
kg;
Muatan proton = 1,6 x 10
-19
C.

Jawab:
Menurut hukum kekekalan energi mekanik dalam medan listrik.
Energi mekanik di B = energi mekanik di A
EP
B
+ EK
B
= EP
A
+ EK
A
qV
B
+
2
1
mv
2
B
= qV
A
+
2
2
1
A
mv

2 2
2
1
2
1
B A
mv mv = qV
B
- qV
A
) (
2
1
2 2
B A
v v m
= q (V
B
V
A
)
v
2 2
B A
v = ) (
2
A B
V V
m
q


Dengan mensubstitusikan besaran-besaran yang diberikan pada soal, kita peroleh,
v 0
2

A
=
27
19
10 6 , 1
) 10 6 , 1 ( 2

x
x
(200)
v
2
A
= 400 x 10
8

v
A
= 20 x 10
4
m/s = 2,0 x 10
5
m/s
Jadi, kecepatan proton sebelum menumbuk keping A adalah 2,0 x 10
5
m/s.


Contoh 4.23 Beda potensial dan kuat medan listrik di antara dua keping sejajar

Gambar di samping menunjukkan konduktor dua keping sejajar
yang dimuati oleh baterai 240 V. Kedua keping berada dalam
vakum.
(a) Tentukan besar dan arah kuat medan listrik di antara kedua
keping tersebut.
(b) Tentukan beda potensial antara titik C yang berjarak 2 m dari
B dengan titik B.

Strategi:
Untuk konduktor keping sejajar, kuat medan listrik, E, dalam ruang antara kedua keping selalu
berarah dari keping bermuatan + ke keping bermuatan - . Besar E dalam ruang antara kedua
keping adalah homogen (serbasama) dan dihitung dengan menggunakan Persamaan (4.35b).
Sedangkan beda potensial antara suatu titik dalam ruang antar keping terhadap keping negative
dapat dihitung dengan Persamaan (4.36a): V =Er, dengan jarak r = jarak antara titik itu terhadap
keping negative.

21

http://atophysics.wordpress.com
Jawab:
Beda potensial baterai V
BA
= 240 volt; jarak keping AB,
d = 4 cm = 4 x 10
-2
m.
(a) Keping A bertanda + karena dihubungkan dengan kutub + baterai.
Keping B bertanta karena dihubungan dengan kutub baterai. Dengan demikian, arah
kuat medan listrik dalam ruang antar keping adalah dari keping A menuju ke
keping B (kea rah kanan). Besar kuat medan E antarkeping adalah homogen dan
dihitung dengan Persamaan (4.35b),
E =
d
V
AB


=
2
10 4
240

x
E = 6 000 V/m
(b) Beda potensial antara titik C dan B, V
BC
, dihitung dengan Persamaan (4.36a),
V
BC
= E . r dengan r = 2 cm = 2 x 10
-2
m
= (6 000)(2 x 10
-2
)
= 120 volt


Contoh 4.24 Potensial dan medan listrik untuk konduktor bola berongga

1. Sebuah konduktor bola berongga dengan jari-jari 4 cm diberi muatan 0,2 C. Titik A,B dan
C berturut-turut jaraknya 2 cm, 4 cm, dan 6 cm dari pusat bola (lihat gambar). Tentukan
potensial di A,B, dan C.
Jawab:
Jari-jari bola R = 4 cm = 4 x 10
-2
m
Muatan bola q = 0,2 C = 0,2 x 10
-6
C

r
A=
2 cm = 2 x 10
-2
m;
r
B=
4 cm = 4 x 10
-2
m;
r
C=
6 cm = 6 x 10
-2
m.
Untuk titik A (di dalam bola) dan B (pada kulit bola), potensialnya dihitung dengan
persamaan (4.37a).
V
B =
V
B
= k
R
q

= (9 x 10
9
)
) 10 6 (
) 10 2 , 0 (
2
6

x
x

= 4,5 x 10
4
V = 45 000 V
Untuk titik C (di luar bola), potensialnya dihitung dengan persamaan (4.37b).
V
C
= k
C
r
q

= (9 x 10
9
)
) 10 4 (
) 10 2 , 0 (
2
6

x
x

= 3 x 10
4
V = 30 000 V

2. Potensial suatu titik yang berjarak 3 cm dari pusat bola
konduktor berongga bermuatan yang memiliki jari-jari 5 cm
adalah 72 volt. Hitung kuat medan listrik di titik yang berjarak
8 cm dari pusat bola.
22

http://atophysics.wordpress.com

Strategi :
Untuk titik A berjarak 3 cm dari pusat, berarti A terletak di dalam bola, guna persamaan
(4.37a), V
A =
R
kq

untuk menghitung kq.
Kemudian, tentukan kuat medan listrik di titik B berjarak 8 cm dari pusat, berarti B terletak
di luar bola, dengan mengunakan persamaan E
B =
2
r
kq
.
Jawab :
Jari-jari bola R = 5 cm = 5 x 10
-2
m.
Jarak A dari pusat, r
A
= 3 cm = 3 x 10
-2
m A di dalam bola,
V
A
= 72 volt.
Jarak B dari pusat, r
B
= 8 cm = 8 x 10
-2
m B di luar bola.
Potensial A (r
A
< R ) dapat dihitung dari Persamaan (4.37a),

V
A
=
R
kq
kq = R V
A

= ( 5 x 10
-2
) (72)

Kuat medan listrik B ( r
B
> R ) dihitung dengan Persamaan

E
B
=
2
B
r
kq
=
2 2
2
) 10 8 (
) 72 10 5 (

x
x x

E
B
= 562,5 V/m