Anda di halaman 1dari 19

FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN

UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

BED SIDE TEACHING
I. IDENTITAS
Nama : Ny. W
Umur : 72
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Dahromo I RT 07 Segoroyoso Pleret
Pekerjaan :-
Dokter yang merawat : dr. Titiek Riani, Sp. PD Ko Asisten: Kunto Budi Santoso

Tabel Problem Pasien
No Problem AktiI Tanggal Problem PasiI Tanggal
1.







2.

Perut Kembung, terasa mual,
sesak (), perut tampak
membuncit dan mengkilat (),
pusar menonjol (), kaki bengkak
/
bs. edem ec susp
sirosis hati
Sklera Ikterik (), pruritus ()

,
bs. Ikterik ec. dd
4 epatal : Sirosis
hati, KS
4 Post hepatal :
cholelithiasis


20 Maret
2011



8 Maret
2011

20Maret
2011

8 maret
2011
1. riw BAB hitam
lengket dan cair
(), riwayat
muntah darah ()
5 tahun yll

I. IDENTITAS

Nama : Ny. W
Umur : 72 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Dahromo I RT 07 Segoroyoso Pleret
Agama : Islam
Pekerjaan : -
Masuk : 30 Maret 2011
Tanggal Pemeriksaan : 8 April 2011
No. Rekam Medik : 541648
Bangsal : Edelweiss

FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

II. SUB1EKTIF (Anamnesis 8 April 2011)
A. Keluhan Utama: Lemas, Perut masih bengkak
B. Keluhan tambahan: Perut trasa sebah, BAB susah, boyok sakit, gatel - gatel



C. #iwayat Penyakit Sekarang
18 hari yang lalu, pasien merasakan kedua kakinya membengkak, bengkak di
kakinya tersebut tidak memulih justru diikuti bengkak pada perutna. Pasien tidak
segera memeriksakan kondisinya tersebut ke rumah sakit. Pasien kemudian dibawa
keluarganya ke rumah sakit 8 hari yang lalu. Pada saat itu pasien mengeluhkan
perutna kembung dan membengkak sudah 10 hari, perut terasa mual, terasa 2-08080
dan kaki terasa berat. Pasoen kemudian dipondokkan di RS Jogja dan diinapkan di
ruang edelweis. Pada saat diperiksa, pasien mengeluhkan perutnya masih bengkak
tapi sudah agak menyusut, badan terasa lemas (), makan & minum , mual (), BAB
susah keluar, BAK lancar warna jernih, pusing (-), badan gatel gatel ().
Pasien mengatakan pernah mengalami muntah darah () sekitar 5 tahun yang
lalu, pasien juga memiliki riwayat BAB hitam, lengket, cair (). Pasien mengatakan
dulu pernah mengkonsumsi jamu secara rutin(), melakukan olahraga teratur (-)


Anamnesis Sistem
Sistem SSP : Pusing (-), nyeri kepala (-), demam (-), penurunan
kesadaran (-),kejang (-).
Sistem kardiovaskuler : Nyeri dada (-), berdebar-debar (-), pucat (),kebiruan (-)
mimisan (-), gusi berdarah (-),
Sistem respirasi : Sesak naIas (-),batuk (-), pilek (-), bunyi ngik-ngik (-).
Sistem gastrointestinal : Mual (), muntah darah (-), nyeri ulu hati (), nyeri
perut kiri atas (-), diare (-), konstipasi (), riwayat BAB
hitam seperti jenang (), BAB darah (-), BAB seperti
dempul (-).
Sistem urogenital : Anyang-anyangan (-), nyeri saat berkemih (-), sulit
berkemih (-), air kemih menetes (-), warna air kemih
jernih ().
Sistem integumentum : Kuning (), pucat (),kebiruan (-), bengkakpada kedua
tungkai kaki(),sikatrik (-), jaringan mati (-), kulit perut
mengkilat ().
Masuk RSAnamnesis
30 Maret 2011
Muncul gejala
20Maret 2011
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

Sistem muskuloskletal : Gerakan bebas (), nyeri sendi (-), tanda peradangan
sendi (-).

D. #iwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat penyakit gula : disangkal
Riwayat penyakit darah tinggi : disangkal
Riwayat penyakit jantung : disangkal
Riwayat penyakit paru : disangkal
Riwayat penyakit asma : disangkal
Riwayat penyakit ginjal : disangkal
Riwayat penyakit kuning : tidak tahu
Riwayat penyakit saluran pencernaan : nyeri pada perut kanan atas (),

E. #iwayat Penyakit Keluarga:
Riwayat penyakit gula : disangkal
Riwayat penyakit darah tinggi : disangkal
Riwayat penyakit jantung : disangkal
Riwayat penyakit paru : disangkal
Riwayat penyakit asma : disangkal
Riwayat penyakit ginjal : disangkal
Riwayat penyakit kuning : disangkal
Riwayat penyakit saluran pencernaan : disangkal

F. #iwayat Sosial, Ekonomi dan Gizi: ubungan dengan keluarga harmonis.
ubungan pasien dengan tetangga baik. Ekonomi keluarga mencukupi. Status gizi
kurang.

G. #iwayat Alergi: Pasien tidak memiliki riwayat alergi.

III. B1EKTIF ( 8 April 2011)
A. Keadaan Umum:Pasien tampak berbaring di atas ranjang dengan inIus terpasang di
tangan kiri, dan terpasang kateter, tampak sesak, lemas dengan badan yang kurus dan
perut membuncit, kesadaran kompos mentis, GCS E4V5M6.

B. 'ital Sign dan Antropometri
Tekanan darah : 110/60 mmg Respirasi : 22kpm
Nadi : 76kpm, ireguler Suhu : 36,7
o
C
3974542097
Berat Badan : 43 Kg
Tinggi Badan : 158 Cm
IMT : 17,22
Status Gizi : Kurang
Interpretasi Gizi : kekurangan gizi
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304


C. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan Kepala
a. Bentuk Kepala : MesoseIal
b. Rambut Kepala : Warna hitam, sudah banyak uban,tidak mudah
dicabut, distribusi merata
. Pemeriksaan Mata
a. Palpebra : Edema -/-, ptosis -/-
b. Konjungtiva : Anemis /, annulus senilis /
c. Sklera : Ikterik /
d. Pupil : isokor, ukuran 3mm, reIlek cahaya /
. Pemeriksaan Telinga : nyeri tekan tragus dan tanda peradangan -/-, ottorea -/-,
serumen /
4. Pemeriksaan Hidung dan Sinus
a. idung: NaIas cuping hidung (-), rhinorea jernih -/-, sumbatan -/-, polip
nasi -/-, deviasi septum -/-
b. Sinus maksilaris dan sinus Irontalis: tanda peradangan -/-

5. Pemeriksaan Mulut
a. Rongga Mulut : Mukosa bucal dan bibir lembab (), stomatitis (-),
lidah kotor (-), uvula simetris (), tonsil dan Iaring dalam batas normal,
suara serak (-), disIagi (-)

b. Gigi dan Gusi : Gigi tidak lengkap (), ginggivitis (-)
. Leher: Pembesaran kelenjar gondok (-), pembesaran limIonodi (-),
pembesaran massa (-), peningkatan JVP (-), kaku kuduk (-).
. Thorak
Pemeriksaan Thorax Anterior
Inspeksi:
Paru
Bentuk dada simetris ()
Statis (emitorax kiri kanan)
Dinamis (emitorax kiri kanan)
Sela iga tidak melebar ()
Retraksi interkostal ()
Tanda peradangan (-)
Perbesaran massa (-)
Retraksi subkostal (-)
1antung
Iktus kordis tampak di SIC V linea midclavicularis sinistra
Palpasi:
Paru
Fremitus suara hemithorak dextra sama dengan sinistra ()
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

Pergerakkan dada simetris
EmIisema subkutis (-)
1antung
Iktus kordis teraba di SIC V linea midclavicularis sinistra
Perkusi:
Paru
Sonor /
Batas paru hepar SIC VI linea mid klavikula dekstra dan SIC VI
lineaaksilaris anterior dekstra.
1antung
Batas Jantung
Kanan atas: SIC II LPS dextra
Kiri atas: SIC II LPS sinistra
Kanan bawah: SIC ' LPS dextra
Kiri bawah: SIC ' LMC sinistra
Auskultasi:
Par]
Suara paru: Suara dasar bronkial, RBK-/-, wheezing -/-
1antung
Suara jantung: bising jantung(-), split (-), gallop (-)



Pemeriksaan Thorax Posterior
Inspeksi:
Paru
Bentuk dada simetris ()
Statis (emitorax kiri kanan)
Dinamis (emitorax kiri kanan)
Sela iga tidak melebar ()
Retraksi interkostal ()
Retraksi subkostal (-)
Tanda peradangan (-)
Perbesaran massa (-)
Palpasi:
Paru
Fremitus suara hemithorak dextra sama dengan sinistra ()
Pergerakkan dada simetris
EmIisema subkutis (-)
Perkusi:
Paru
Sonor /
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

Auskultasi:
Paru
Suara paru: Suara dasar bronkial, RBK -/-, wheezing -/-

8. Abdomen
a. Inspeksi: abdomen membuncit (), tanda peradangan dan perbesaran massa
(-), darm contour dan darm steiIung (-), tampak bekas luka (-), mengkilat
(), pusar menonjol (), venektasi (), spider nevi (-).
b. Auskultasi: Peristaltik usus sukar dinilai
c. Perkusi: Redup ()
d. Palpasi: nyeri tekan ulu hati (), nyeri alih (-), hepatomegali sukar
dinilai(), pekak beralih tidak dilakukan, undulasi (),, splenomegali sukar
dinilai()

. Genitalia:Perempuan

10.Ekstremitas:
Pemeriksaan Superior Inferior
Dex/sin Dex/sin
Lemas / /
Sulit digerakkan -/- -/-
Edema -/- /
PerIusi akral hangat hangat
Palmar Eritem -/-
Pulsasi a. radialis /, kuat
Pertumbuhan rambut / /
Luka/borok/ulkus -/- -/-
emiparese -/- -/-
emiplegia -/- -/-
Peradangan sendi -/- -/-
Clubing Iinger -/- -/-
Kuku sianosis -/- -/-
ReIlek bisep /
ReIlek patella /
Babinski -/-
Chadok -/-

D. Pemeriksaan Penunjang
1. EKG: Tanggal 5 Januari 2011
Frekuensi ireguler
eart Rate: Jumlah komplek QRS dalam 6 detik 8 buah, 8x10
80 kpm,ireguler
Axis aVL (0), aVF (); Kesan: Semi vertikal (60)
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

Perbesaran Ruang
Perbesaran Atrium: P pulmonal dan P mitral (-)
Perbesaran Ventrikel
Ventrikel kanan : V1 cenderung positiI (-)


Ventrikel kiri : RV5 SV1 ~ 35 kotak kecil (-) atau RV5~27
kotak kecil
RV5 SV1 5 9 14 kotak kecil
Kesan: Adaperbesaran ruang pada????
Gangguan Konduksi
AV Block (-): interval PR ~5 kotak kecil (-)
LBBB (): lebar QRS ~ 3 kotak kecil dengan R bertakik di V5
Kesan: Ada gangguan konduksi LBBB
Penyakit Jantung Koroner
Iskemia:
ST depresi (-)
T inversi simetris (-)
Injure
ST elevasi (-)
InIark
Gel Q lebar ~1 kotak kecil (-), dalam ~2 kotak kecil (-), Q patologis
(-)
Kesimpulan Normal Sinus Rhythm
. Darah #utin, Kimia Darah dan Urinalisis
Patohematologis Tanggal 5 Januari 2011
PA#AMETE# HASIL NILAI
N#MAL
UNIT
HEMATLGY AUTMATIC
Leukosit 9,4 4.6-10.6 10e3/ul
Eritrosit 3,92 4.2-5.4 10e3/ul
emoglobin 11,7 12.0-18.0 gr/dl
ematokrit 34,1 37-47
MCV 87,0 81-99 Fl
MC 29,8 27-31 Pg
MCC 34,3 33-37 gr/dl
Trombosit 248 150-450 10e3/ul
ESR 5.0-15.0 mm/r
Differential Telling Mikroskopis
Basophil 0 0
Eosinophil 0 0-5
NetroIil Stab 0 0-3
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

NetroIil
Segmen
79 40-74
Limphosit 18 18-48
Monosit 3 0-8


asil pemeriksaan patobiokimiawi, 5 Januari 2011
PA#AMETE# HASIL NILAI N#MAL UNIT
Glukosa Sewaktu 153 70-140 mg/dl
Ureum 125 10.0-50.0 mg/dl
Kreatinin 1,6 L:1.1; P: 0.9 mg/dl
SGT 277 L:37; P: 31 U/I
SGPT 324 L:42; P: 32 U/I
Asam urat 12,6 L:3,4-7; P: 2,4-5,7 mg/dl
asil pemeriksaan patobiokimiawi, 6 Januari 2011
PA#AMETE# HASIL NILAI N#MAL UNIT
Glukosa Puasa 117 70-140 mg/dl
Kolesterol total 149 200 mg/dl
Trigliserida 96 150 mg/dl
Kolesterol DL 24 ~45 mg/dl
Kolesterol LDL 106 L150 mg/dl
Asam urat 13,8 L:3,4-7; P: 2,4-5,7 mg/dl

. USG
asil:hepatomegali, tak nampak massa/nodul, sisterna bilier tak melebar, ren
sinistra/dekstra ukuran dalam batas normal, echostruktur meningkat.

KESIMPULAN
1. Anamnesis
S, seorang laki-laki berumur 68 tahun, datang ke rumah sakit tanggal 5
Januari 2011 dengan keluhan sesak napas yang bertambah berat saat melakukan
aktivitas, berbaring, dan pada malam hari. Selain itu, pasien mengeluh nyeri dada,
batuk, pusing, mual, dan nyeri pada ulu hati. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung
sebelumnya.
2. Pemeriksaan
Keadaan Umum: Pasien tampak berbaring di atas ranjang dengan terpasang inIus
pada tangan kiri, nasal kanul, dan terpasang kateter, terlihat lemas dengan badan yang
kurus, kesadaran kompos mentis, GCS E4V5M6.

'ital Sign dan Antropometri
Tekanan darah : 140/100 mmg Respirasi : 28 kpm
Nadi : 80 kpm, ireguler Suhu : 36,4
o
C
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304


3974542097
Berat Badan : 50 Kg

Tinggi Badan : 160 Cm
IMT : 19,5
Status Gizi : Normal
Interpretasi Gizi : tidak kekurangan gizi

Pemeriksan Fisik
1. Kepala : mesoseIal
2. Mata : konjungtiva anemis (), arkus senilis (),
reIlek cahaya ()
3. Telinga : serumen ()
4. idung dan sinus : dalam batas normal
5. Mulut : gigi tidak lengkap
6. Leher : JVP meningkat
7. Thorax :
Inspeksi; bentuk dada simetris (),
Palpasi; pergerakkan simetris (),
Perkusi; sonor/
Auskultasi; Suara paru: Suara dasar bronkial, RBK/, wheezing -/-,
Suara jantung: bising jantung sistolik ()derajat 4, gallop (-)
8. Abdomen : dalam batas normal
9. Genital : wanita
10.Ekstremitas : lemas, terdapat edema pada kedua tungkai kaki
Pemeriksaan penunjang
1. EKG: NSR (normal sinus rhythm), LBBB, VES
2. Darah rutin, kimia darah dan urinalisis :
Eritrosit 3,92
b 11,7
ematokrit 34,1
Glukosa sewaktu 153
Ureum 125
Kreatinin 1,6
SGT 277
SGPT 324
Asam urat 12,6 -~ 13,8
Kolesterol DL 24
3. USG: hepatomegali, tak nampak massa/nodul, sisterna bilier tak melebar, ren
sinistra/dekstra ukuran dalam batas normal, echostruktur meningkat.
I'. ASSESMENT
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

A. Problem Sementara
1. Sesak nyeri dada
2. Nyeri dada
3. Batuk Sindrom CF NYA III
4. Bengkak kedua tungkai kaki
5. Pusing ipertensi grade 2
6. Tekanan darah tinggi 140/100
7. Lemah dan lesu
8. Berat badan turun bservasi hiperglikemia
9. Tampak kurus
10.Gula darah sewaktu meningkat~140
11.Mual
12.Muntah Dispepsia
13.Nyeri ulu hati
14.Pucat
15.Konjungtiva anemis
16.Lemah dan lesu
17.Eritrosit dibawah normal Anemia normositik normokromik
18.emoglobin dibawah normal
19.ematokrit dibawah normal
20.MCV normal
21.MC normal
22.Ureum darah meningkat
23.Kreatinin darah meningkat Sindrom Penyakit Ginjal Kronik
24.itung CCT 31,25
B. Problem Permanen
CF NYA III
ipertensi grade 2
iperglikemia
Dyspepsia
Anemia normositik normokromik
Penyakit Ginjal Kronik/CKD

C. Planning
1. Problem: CHF NYHA III
Assesment
DD Etiologi
Aritmia (misalnya Iibrilasi atrium)
bat-obatan nonsteroid (NSAIDS)
Anemia
InIeksi
Penyakit tiroid
DD Komplikasi
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

Tromboemboli
Fibrilasi atrium
Kegagalan pompa progresiI
Aritmia ventrikel

IP Diagnosis
ElektrokardiograIi
EkokardiograIi
Foto thoraks
Elektrolit
Fungsi ginjal (ureum, kreatinin)
Darah rutin
Fungsi tiroid

IP Terapi
Edukasi:
4 Kurangi asupan garam dan air, pantau terapi dengan mengukur
berat badan setiap hari
Farmakologi:
4 Diuretik, untuk terapi simtomatik, dosisnya harus cukup besaruntuk
menghilangkan edema paru dan/atau periIer
4 Inhibitor ACE, menimbulkan vasodilatasi dan menurunkan tekanan
darah
4 Antagonis reseptor angiotensin II, misalnya losartan.
4 Bloker , seperti bisoprolol, metoprolol, tetapi hanya diberikan
pada pasien yang stabil.
4 Digoksin, memiliki eIek inotropik positiI, menyebabkan perbaikan
simtomatik

. Problem: Hipertensi grade
Assesment
DD Etiologi
Primer : Belum diketahui penyebabnya. Genetik
Sekunder : Sudah diketahui penyebabnya. Sindrom Conn, iperplasia
adrenal, Sindrom Cushing, terapi steroid iatrogenic, bruit ginjal,
Feokromositom
DD Komplikasi
Penyakit cerebrovaskular : Stroke trombotik dan hemoragik
Penyakit vascular : penyakit jantung koroner
Penyakit ginjal (hipertensi renal)
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304


IP Diagnosis
Pemeriksaan tekanan darah berulang
Urinalisis
Fungsi ginjal (ureum, kreatinin)
EKG
USG Jantung

IP Terapi
Edukasi
4 Menghindari Iactor resiko, seperti merokok, diet rendah kolesterol,
diet rendah lemak
4 Mengurangi konsumsi garam dan alcohol
4 lahraga yang teratur
4 Pemantauan rutin tekanan darah

Farmakologi
4 Bloker, seperti atenolol, metoprolol
4 Diuretik, seperti bendroIluazid
4 Antagonis kanal kalsium, seperti diltiazem, verapamil
4 ACE inhibitor, seperti kaptopril, enalapril
4 Antagonis reseptor angiotensin II, seperti losartan, valsartan
4 Antagonis u, seperti doksazosin


. Problem: Hiperglikemia
Assesment
DD Etiologi
Gangguan sekresi insulin
Gangguan sensitiIitas reseptor insulin (resistensi insulin)
Campuran:
O Predominan resistensi insulin disertai deIisiensi insulinrelatiI.
O Predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin

DD Komplikasi
S (iperglikemik iperosmolar State)
ipoglikemia
Makroangiopati : pembuluh darah jantung
Mikroangiopati: retinopati diabetic, neIropati diabetic
Neuropati diabetic
Kaki Diabetik
IP diagnosis
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

Gejala klinis: Polidipsi, Poliuri, PoliIagi, lemas, berat badan menurun
Laboratorium:
4 Cek gula darah
a. kadar glukosa darah sewaktu _ 200 mg/dl
b. kadar glukosa darah puasa _ 126 mg/dl
c. kadar glukosa plasma 2 jam PP _ 200 mg/dl
4 bA1c (glycosilated haemoglobin)

IP Terapi
a. Edukasi
4 Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi:
Karbohidrat60 70 , Protein10 15 , Lemak20 25 .
4 Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, stutus gizi, umur,
ada tidaknya stress akut, dan kegiatan jasmani. Jumlah kalori basal
per hari laki-laki: 30 kal/kgBB idaman.
Rumus Broca: Bb idaman (160-100) 10 54 kg.
30kal x 54 1620 kalori/ hari.
4 lahraga dilakukan minimal 30 menit,3-4kali/minggu

b. Farmakologis
4 Glipizid dan glicazid. Mempunyai waktu paruh yang pendek. Dosis
2,5 5 mg sehari sebelum makan pagi atau siang.
4 SulIonilurea. Contoh obat: Glibenclamid. Waktu paruh lebih
panjang dan diberikan satu kali sehari. Dosis awal pemberian 5 mg
sehari satu kali. Diberikan setelah makan pagi. Penderita lanjut usia
dosis 2.5 mg. Dosis maksimal 15 mg sehari.
4 Biguanid. Contoh obat : metIormin. Dosis dewasa 500 mg pada
waktu makan pagi selama 1 minggu. Kemudian 500 mg pada
waktu makan pagi dan makan malam untuk minggu berikutnya.
Kemudian 500 mg pada saat makan pagi, siang dan malam.
4 Insulin. Pengobatan dengan insulin berdasarkan kondisi masing-
masing penderita dan hanya dokter yang berkompeten memilih
jenisserta dosisnya.

4. Problem: Dispepsia
Assesment
DD Etiologi:
Menelan udara (aeroIagi)
Regurgitasi (alir balik, reIluks) asam dari lambung
Iritasi lambung (gastritis)
Peradangan kandung empedu (kolesistitis)
Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya
Kelainan gerakan usus
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

Stress psikologis, kecemasan, atau depresi
InIeksi elicobacter pylory
DD komplikasi:
Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis
Kanker lambung
IP Diagnosis
Pemeriksaan laboratorium biasanya meliputi hitung jenis sel darah yang
lengkap dan pemeriksaan darah dalam tinja, dan urine. Dari hasil
pemeriksaan darah bila ditemukan lekositosis berarti ada tanda-tanda
inIeksi. Pada pemeriksaan tinja, jika tampak cair berlendir atau banyak
mengandung lemak berarti kemungkinan menderita malabsorpsi.
Seseorang yang diduga menderita dispepsia tukak, sebaiknya diperiksa
asam lambung. Pada karsinoma saluran pencernaan perlu diperiksa
petanda tumor, misalnya dugaan karsinoma kolon perlu diperiksa CEA,
dugaan karsinoma pankreas perlu diperiksa CA 19-9.
Barium enema untuk memeriksa kerongkongan, lambung atau usus halus
dapat dilakukan pada orang yang mengalami kesulitan menelan atau
muntah, penurunan berat badan atau mengalami nyeri yang membaik atau
memburuk bila penderita makan.
Endoskopi bisa digunakan untuk memeriksa kerongkongan, lambung atau
usus kecil dan untuk mendapatkan contoh jaringan untuk biopsi dari
lapisan lambung. Contoh tersebut kemudian diperiksa dibawah mikroskop
untuk mengetahui apakah lambung terinIeksi oleh elicobacter pylori.
Endoskopi merupakan pemeriksaan baku emas, selain sebagai diagnostik
sekaligus terapeutik. Pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan endoskopi
adalah:
4 CL (rapid urea test)
4 Patologi anatomi (PA)
4 Kultur mikroorgsanisme (M) jaringan
4 PCR (polymerase chain reaction), hanya dalam rangka penelitian
Pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan radiologi, yaitu MD
dengan kontras ganda, serologi elicobacter pylori, dan urea breath test
(belum tersedia di Indonesia). Pemeriksaan radiologis dilakukan terhadap
saluran makan bagian atas dan sebaiknya dengan kontras ganda. Pada
reIluks gastroesoIageal akan tampak peristaltik di esoIagusnyang menurun
terutama di bagian distal, tampak anti-peristaltik di antrum yang meninggi
serta sering menutupnya pilorus, sehingga sedikit barium yang masuk ke
intestine. Pada tukak baik di lambung, maupun di duodenum akan terlihat
gambar yang disebut niche, yaitu suatu kawah dari tukak yang terisi
kontras media. Bentuk niche dari tukak yang jinak umumnya reguler,
semisirkuler, dengan dasar licin. Kanker di lambung secara radiologis,
akan tampak massa yang ireguler tidak terlihat peristaltik di daerah kanker,
bentuk dari lambung. Pankreatitis akuta perlu dibuat Ioto polos
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

abdomen, yang akan terlihat tanda seperti terpotongnya usus besar (colon
cut oII sign), atau tampak dilatasi dari intestin terutama di jejunum yang
disebut sentina l loops.
Kadang dilakukan pemeriksaan lain, seperti pengukuran kontraksi
kerongkongan atau respon kerongkongan terhadap asam

IP Terapi
O Edukasi
4 Berikan istirahat dengan posisi semiIowler
4 Anjurkan untuk menghindari makanan yang dapat meningkatkan
kerja asam lambung
4 Anjurkan untuk tetap mengatur waktu makannya
4 Anjurkan cukup istirahat untuk menghindari stres
O Farmakologi
4 Antasid 20-150 ml/hari. Golongan obat ini mudah didapat dan
murah. Antasid akan menetralisir sekresi asam lambung. Antasid
biasanya mengandung Na bikarbonat, Al()3, Mg()2, dan Mg
triksilat. Pemberian antasid jangan terus-menerus, siIatnya hanya
simtomatis, unutk mengurangi rasa nyeri. Mgtriksilat dapat dipakai
dalam waktu lebih lama, juga berkhasiat sebagai adsorben sehingga
bersiIat nontoksik, namun dalam dosis besar akan menyebabkan
diare karena terbentuk senyawa MgCl2.
4 Antikolinergik. Perlu diperhatikan, karena kerja obat ini tidak
spesiIik. bat yang agak selektiI yaitu pirenzepin bekerja sebagai
anti reseptor muskarinik yangdapat menekan seksresi asama
lambung sekitar 28-43. Pirenzepin juga memiliki eIek
sitoprotektiI.
4 Antagonis reseptor 2. Golongan obat ini banyak digunakan untuk
mengobati dispepsia organic atau esensial seperti tukak peptik.
bat yang termasuk golongan antagonis respetor 2 antara lain
simetidin, roksatidin, ranitidin, dan Iamotidin.
4 Penghambat pompa asam (proton pump inhibitor PPI). Golongan
obat ini mengatur sekresi asam lambung pada stadium akhir dari
proses sekresi asam lambung. bat-obat yang termasuk golongan
PPI adalah omeperazol, lansoprazol, dan pantoprazol.
4 SitoprotektiI . Prostoglandin sintetik seperti misoprostol (PGE1)
dan enprostil (PGE2). Selain bersiIat sitoprotektiI, juga menekan
sekresi asam lambung oleh sel parietal. SukralIat berIungsi
meningkatkan sekresi prostoglandin endogen,
yang selanjutnya memperbaiki mikrosirkulasi, meningkatkan
produksi mukus dan meningkatkan sekresi bikarbonat mukosa,
serta membentuk lapisan protektiI (site protective), yang
bersenyawa dengan protein sekitar lesi mukosa saluran cerna
bagian atas (SCBA).
4 Golongan prokinetik. bat yang termasuk golongan ini, yaitu
sisaprid, domperidon, dan metoklopramid. Golongan ini cukup
eIektiI untuk mengobati dyspepsia Iungsional (dyspepsia non
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

ulkus) dan reIluks esoIagitis dengan mencegah reIluks dan
memperbaiki bersihan asam lambung (acid clearance).
4 Kadang kala juga dibutuhkan psikoterapi dan psikoIarmaka (obat
anti-depresi dan cemas) pada pasien dengan dispepsia Iungsional,
karena tidakjarang keluhan yang muncul berhubungan dengan
Iaktor kejiwaan seperticemas dan depres

5. Problem: Anemia normositik normokromik
Assesment
DD etiologi:
Penurunan produksi: anemia deIisiensi, anemia aplastik, dll
Peningkatan penghancuran: anemia karena perdarahan, anemia hemolitik,
dll
IP Diagnosis
Gejala klinis: lemas, anemis/pucat
Laboratorium:
4 Darah rutin
4 Urinalisis

IP Terapi
Edukasi:
4 Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi disarankan
bagi setiap orang, Zat besi yang paling mudah diserap bersumber
dari daging, ayam dan ikan
4 Mengkonsumsi buah-buahan kaya vitamin C seperti jambu, jeruk,
sirsak, pepaya, dan anggur dapat membantu tubuh menyerap zat
besi.
Farmakologi:
4 Mengatasi penyebab anemia (contohnya jika anemia karena
perdarahan kronis)
4 Pemberian preparat Fe:
Fero sulIat 3 x 325 mg secara oral dalam keadaan perut
kosong, dapat dimulai dengan dosis yang rendah dan
dinaikkan bertahap. Pada pasien yang tidak kuat, dapat
diberikan bersama makanan.
Fero glukonat 3 x 200 mg secara oral sehabis makan. Bila
terdapat intoleransi terhadap pemberian preparat Fe oral
atau gangguan pencernaan sehingga tidak dapat diberikan
oral, dapat diberikan secara perenteral dengan dosis 250 mg
Fe (3 mg/kg BB) untuk tiap g penurunan kadar b
dibawah normal.
Iron dekstran mengandung Fe 50 mg/ml, diberikan secara
intramuskuler mula-mula 50 mg, kemudian 100-250 mg
tiap 1-2 hari sampai dosis total sesuai perhitungan. Dapat
pula diberikan intravena, mula-mula 0,5 ml sebagai dosis
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

percobaan. Bila dalam 3-5 menit tidak menimbulkan reaksi,
boleh diberikan 250-500 mg.
4TransIusi PRC jika b 5 mg/dl atau keadaan umum pasien buruk.

. Problem: Penyakit Ginjal Kronis/CKD
Assesment
DD Etiologi:
Penyakit parenkim ginjal
4 Penyakit ginjal primer : GlomeruloneIritis, MieloneIritis, Ginjal
polikistik, Tbc ginjal
4 Penyakit ginjal sekunder : NeIritis lupus, NeIropati, Amilordosis
ginjal, Poliarteritis nodasa, Sclerosis sistemik progresiI, Gout, Dm
Penyakit ginjal obstruktiI : pembesaran prostat,Batu saluran kemih,
ReIluks ureter.
Secara garis besar penyebab gagal ginjal dapat dikategorikan
InIeksi yang berulang dan neIron yang memburuk
bstruksi saluran kemih
Destruksi pembuluh darah akibat diabetes dan hipertensi yang lama
Scar pada jaringan dan trauma langsung pada ginjal
DD Komplikasi:
Jantung : edema paru, aritmia, eIusi pericardium
Gangguan elektrolit : hiperkalemia, hiponatremia, asidosis
Neurologi : koma, gangguan kesadaran, kejang
Gastrointestinal : ulkus peptikum, perdarahan gastrointestinal
ematologi : anemia
InIeksi : pneumonia, sepsis

IP Diagnosis
Urine :
Volume
Warna
Sedimen
Berat jenis
Kreatinin
Protein
Darah :
Bun / kreatinin
itung darah lengkap
Sel darah merah
Natrium serum
Kalium
Magnesium IosIat
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

Protein
smolaritas serum
Pielografi intravena
Menunjukkan abnormalitas pelvis ginjal dan ureter
PielograIi retrograd
Dilakukan bila dicurigai ada obstruksi yang reversibel
Arteriogram ginjal
Mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentiIikasi ekstravaskular, massa.
Sistouretrogram berkemih
Menunjukkan ukuran kandung kemih, reIluks kedalam ureter, retensi.
Ultrasono ginjal
Menunjukkan ukuran kandung kemih, dan adanya massa, kista, obstruksi
pada saluran perkemihan bagian atas.
Biopsi ginjal
Mungkin dilakukan secara endoskopi untuk menentukan sel jaringan untuk
diagnosis histologist
Endoskopi ginjal nefroskopi
Dilakukan untuk menentukan pelvis ginjal ; keluar batu, hematuria dan
pengangkatan tumor selektiI
EKG
Mungkin abnormal menunjukkan ketidakseimbangan elektrolit dan asam
basa, aritmia, hipertroIi ventrikel dan tanda tanda perikarditis
IP Terapi
O Edukasi:
4 ptimalisasi dan pertahankan keseimbangan cairan dan garam.
4 Diet tinggi kalori, dan rendah protein (20-40g/hari).
4 Kontrol hipertensi

O Farmakologi:
4 Penanganan hiperkalemia
Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan masalah
utama pada gagal ginjal akut ; hiperkalemia merupakan kondisi
yang paling mengancam jiwa pada gangguan ini. leh karena itu
pasien dipantau akan adanya hiperkalemia melalui serangkaian
pemeriksaan kadar elektrolit serum ( nilai kalium ~ 5.5 mEq/L ; SI
: 5.5 mmol/L), perubahan EKG (tinggi puncak gelombang T rendah
atau sangat tinggi), dan perubahan status klinis. Pningkatan kadar
kalium dapat dikurangi dengan pemberian ion pengganti resin
(Natrium polistriren sulIonat |kayexalatel|), secara oral atau
melalui retensi enema
O SuportiI:
FAKULTAS KLDCKTLRAN DAN ILMU KLSLHATAN
UNIVLRSITAS MUHAMMADIYAH
YCCYAKARTA
BST ILMU PENYAKIT DALAM NC.RM : 497304

4 Dialisis
Dialisis dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal
akut yang serius, seperti hiperkalemia, perikarditis dan kejang.
Perikarditis memperbaiki abnormalitas biokimia ; menyebabkan
caiarn, protein dan natrium dapat dikonsumsi secara bebas ;
menghilangkan kecendurungan perdarahan ; dan membantu
penyembuhan luka.
4 Mempertahankan keseimbangan cairan
Penatalaksanaan keseimbanagan cairan didasarkan pada berat
badan harian, pengukuran tekanan vena sentral, konsentrasi urin
dan serum, cairan yang hilang, tekanan darah dan status klinis
pasien. Masukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine,
drainase lambung, Ieses, drainase luka dan perspirasi dihitung dan
digunakan sebagai dasar untuk terapi penggantian cairan.











Yogyakarta, 19 Januari 2011
Dokter Pembimbing,




Dr. Titiek #iani, Sp.PD