Anda di halaman 1dari 5

TUGAS DOSEN

: MIDLE TEST ILMU PENDIDIKAN : Drs. H. AHMAD. GAZALI, M.Ag.

Oleh: RISA LISMAYANI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MESJID JAMI

BANJARMASIN 2007 PERTANYAAN DAN JAWABAN

1. Jelaskan perbedaan dan persamaan antara mendidik dan mengajar! Perbedaan antara keduanya di antaranya: a. Mendidik lebih ditekankan pada aspek Afektif dan Psikomotorik, sedangkan mengajar lebih ditekankan pada aspek Kognitif. Maksudnya, mendidik itu pada dasarnya mencakup upaya menanamkan ilmu pengetahuan (kognitif), sikap, penghayatan dan pengalaman (afektif) serta keterampilan

(psikomotorik), namun lebih dominan dalam aspek afektif dan psikomotorik tersebut. Karena itu, mendidik lebih mendalam maknanya dan lebih sulit dilaksanakan daripada mengajar. Mengajar hanya lebih ditekankan pada penyampaian ilmu pengetahuan kepada siswa. Dengan demikian, pengertian mendidik lebih luas dan mendalam daripada mengajar. b. Mendidik bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bisa di rumah, di sekolah di lingkungan sebagainya (tidak terikat ruang tempat dan waktu), baik dalam lembaga formal, non formal maupun informal. Sedangkan mengajar lebih terfokus pada lembaga-lembaga pendidikan formal atau non formal pada waktu dan tempat tertentu. Misalnya di sekolah, dan pusat kursus pada waktu, dan tempat tertentu. c. Mendidik lebih identik dengan tugas orangtua terhadap anaknya, sedangkan mengajar identik dengan tugas guru terhadap muridnya, walaupun guru

pada dasarnya juga adalah seorang pendidik, tapi yang lebih sering disebut orang, guru adalah pengajar. Persamaan antara keduanya di antaranya: a. Keduanya sama-sama merupakan upaya untuk menanamkan norma-norma dan nilai-nilai kepada siswa/anak, dan merupakan proses pembelajaran. b. Keduanya sama-sama mempunyai unsur yaitu adanya tujuan, pendidik/ pengajar, materi yang disampaikan, siswa/anak didik, alat dan lingkungan. 2. Ada beberapa pendapat tentang kapan pendidikan dimulai dan kapan diakhiri. Saudara pilih pendapat yang mana, dan jelaskan alasannya! Menurut saya, Islam sebenarnya mengandung prinsip long life education, yaitu pendidikan seumur hidup, yang dimulai sejak dalam kandungan hingga masuk ke liang lahad, bukan sejak lahir hingga wafat. Inilah yang dimaksud dengan hadis Nabi Saw, Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahad. Pengertian buaian di sini bukanlah ayunan, yakni sejak bayi baru lahir, melainkan buaian dalam perut/rahim ibu, dan liang lahad itu maksudnya bukan sampai wafat, tapi sampai berada di liang / dimasukkan orang ke lahad. Menuntut ilmu sejak dalam rahim ibu maksudnya adalah orangtua harus memberikan hal-hal yang baik kepada anak sejak anak dalam kandungan, dengan melakukan hal-hal yang baik, sebab perilaku orangtua yang tidak baik akan berpengaruh pula terhadap perilaku anak setelah ia lahir dan dewasa. Karena itu, orangtua harus memberikan pendidikan yang baik kepada anaknya. Menuntut ilmu ketika berada di liang lahad maksudnya mendengarkan ucapan-ucapan doa, zikir, talqin dari orang yang masih hidup, sebab menurut

hadis Nabi Saw, ketika mayit telah diletakkan di liang lahad, lalu Allah Swt mengembalikan rohnya ke tubuhnya, sehingga ia dapat mendengar percakapan dan langkah kaki para pengantarnya. Karena itu, hendaknya pengantar mayit mengucapkan doa-doa, zikir, dan sebagainya serta memberikan pendidikan kepada mayit dengan pendidikan yang baik, seperti tentang jawaban atas pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. 3. Tuliskan ayat Alquran yang menurut saudara terkait dengan pendidikan Islam, kemudian jelaskan maksud ayat tersebut! Pada hakikatnya dan sesungguhnya semua ayat Alquran adalah terkait dengan pendidikan Islam, baik secara langsung (implisit) maupun tidak langsung (eksplisit). Di antara ayat yang secara langsung terkait dengan pendidikan Islam adalah surah an-Nisa ayat 9 dan surah at-Tahrim ayat 6: Dalam surah an-Nisa ayat 9, Allah Swt berfirman:


Artinya: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anakanak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Ayat tersebut secara tegas memerintah kepada setiap orang tua agar mengajar dan mendidik anak-anak mereka agar mereka menjadi generasi yang kuat secara fisik (materi),

mental, dan spiritual, sehat jasmani dan rohani, beriman dan bertakwa kepada Allah Swt, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menyongsong masa depan, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam surah at-Tahrim ayat 6, Allah Swt berfirman:


Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Memelihara anak dari api neraka dilakukan dengan mendidik, membimbing dan mengajari ilmu-ilmu agama dengan baik. Selain itu dapat dilakukan dengan menjaga mereka dari pergaulan yang buruk, kebiasaan berfoyafoya, dan tidak menanamkan rasa senang melakukan maksiat. Seharusnya orangtua sejak usia dini mulai mengawasi pertumbuhan anak-anaknya dengan cermat, dengan memberikan pengajaran dan pendidikan agama.