Anda di halaman 1dari 30
Menimbang Mengingat ray uel ny MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTER! PERTANIAN NOMOR ; 08/Permentan/Sk.140/2/2007 “TENTANG SYARAT DAN TATACARA PENDAFTARAN PUPUK AN-ORGANIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, bahwa untuk melindungi petani dan produksi koroditas pertanian, pupuk An-Organik yang akan beredar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus memenuhi standar mutu dan terjamin efektivitasnya serta diberi label; bahwa sebagai tidak lanjut Peraturan Pemerintah Namor & Tahun 2001 tentang Pupuk Bucidaya Tanaman, telah ditetapkan Keputusan Menterl Pertanian Nomor O9/Kpts/TP.260/1/2003 tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pupuk An Groanik; bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Namor 299/Kpts/OT.140/7/2005 telah dibentuk Pusat Perizinan dan Investasi; bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas, dipandang perl mengatur kembali Syarat dan Tatacara Pendatiaran Pupuk An- Organik dengan Peraturan Menteri; Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tarnbahan Lembaran Negara Nemor 3478); Undang-Undang Nemer 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1997 Nornor 6a, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3699); Undang-Undang Nomor @ Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomer 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821); . Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun; . Peraturan Pemerintah Nomer 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Tahun 2000 ‘Nomor 499, Tambahan Lembaran Negara Nomar 4020); 2. 6, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pupuk Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomar 4079}; 7. Peraturan Pemerintah Nomor §8 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4126); 8, Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2002 tentang tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Palak yang Berlaku pada Departemen Pertanian (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor $2, Tambehan Lembaran Negara Nomer 4224) jucto Peraturan Pemerintah Nomor ? Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomer 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4362), 9. Keputusan Presiden Nomer B7/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu; 1 5S .Peraturan Presiden Momor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesla; 4 .Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon | Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Namor 15 Tahun 2005, 12.Peraturan Menteri Pertanian Nomer 299/Kpts/OT.140/7/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian; 14-Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 UK pis/OT. 140/9/2008 fentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertanian; ‘4.Keputusan Menteri Pertanian Nomor 170/Kpts/OT.210/3/2002 tentang Pelaksanaan Standardisasi Nasional di Bidang Pertanian; MEMUTUSKAN ; Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERTANIAN TENTANG SYARAT DAN TATACARA PENDAFTARAN PUPUK AN-ORGANIK BABI KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 4, Formula pupuk adalah kandungan senyawa dasi unsur hara utama dan atau unsur hara mikro dan mikroba. 10. U1} (2) Rekayasa formula pupuk adalah serangkaian kegiatan rekayasa, secara kimia, fisik dan atau biologis untuk menghasilkan formula pupuk. Pupuk An-Organik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia, fisik dan atau biotogis, dan merupakan hasil induste atau pabrik pembuat pupuk, Pengujian mutu adalah analisis komposisi dan kadar hara Pupuk An-Organik, yang dilakukan di laboratorium kimia berdasarkan metode analisis yang ditetapkan. Pengujian efektivitas adalah pengujlan mengenai manfaat penggunaan Pupuk An-Organik terhadap produktifitas tanaman dan analisis ekonominya. Serifikat formula pupuk adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa pupuk hasil rekayasa telah lulus pengujian mutu dan lulus pengujian efektivitas, sehingga layak untuk digunakan pada budidaya tanaman. Pendaftaran adalah kegiatan untuk pemberian nomor pendaftaran agar pupuk yang telah memperoleh sertifikat formula dapat diproduksi dan diedarkan. Surat Keterangan Jaminan Mutu adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa pupuk hasil produksi dan atau impor, setelah diuji mutunya sebelum diedarkan memenuhi standar mutu sesuai dengan pereturan perundang- undangan yang berlaku, Standar Mutu Pupuk An-Organik adalah komposisi dan kadar hara Pupuk An- Organik yang diietapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dalam bentuk SNI, atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dalam bentuk Persyaratan Teknis Minimal Pupuk An-Organik. Formula khusus adalah Formula Pupuk An-Organik yang dipesan secaré khusus gleh pengguna yang disesuaikan dengan kadar hara yang tersedia dalam tanah dan kebutuhan tanaman yang dibudidayakan pengguna. Kepala Pusat adalah Kepala Pusat Perizinan dan Investasi, Pasal2 Peraturan Menteri Pertanian ini dimeksudkan sebagai dasar hukum untuk melaksanakan pendaitaran, termasuk pengujian Pupuk An-Orgarik, Tujuan pengaturan ini agar Pupuk An-Organlk yang beredar di wilayah negara Republik Indonesia memenuhi standar mutu dan terjamin efektivitasnya. Pasal 3 Ruang lingkup pengaturan ini meliputi persyaratan dan tatacara pendaftaran, pengujian, kewajiban para pihak terkait dan sanksi. (1) BABII PERSYARATAN PENDAFTARAN Pasal 4 Formula Pupuk An-Organik yang akan dipergunakan untuk keperiuan sektor Pertanian harus memenuhi standar mutu dan terjamin efektivitasnya serta wajib didaftarkan kepada Kepala Pusat.