Anda di halaman 1dari 3

PROJUSTITIA

Padang, 1 Juli 2008

VISUM ET REPERTUM No: /VII/K/VR/2008


Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Rika Susanti, dokter spesialis forensik di Rumah Sakit dgddadg Padang, berdasarkan surat permintaan visum et repertum Kepala Kepolisian Resor ddfhdf, dengan surat nomor B/VeR/59/VII/2008/Lantas, tertanggal 1 Juli 2008, maka dengan ini menerangkan bahwa pada tanggal satu Juli tahun dua ribu delapan, pukul lima belas Waktu Indonesia Bagian Barat, bertempat di Rumah Sakit dgddadg Padang, telah melakukan pemeriksaan korban dengan nomor registrasi dffhdfh, yang menurut surat permintaan visum et repertum tersebut adalah:---------------------------------------Nama : dfhf.----------------------------Jenis Kelamin : Laki - laki.----------------------Umur : 5 tahun.-------------------------Agama : -.--------------------------------Pekerjaan : Ikut orang tua.-------------------Warga negara : dhfdhfdh.------------------------Alamat : dffh.-----------------------------HASIL PEMERIKSAAN:--------------------------------------1. Korban datang dalam keadaan tidak sadar dengan keadaan umum jelek.--------------------------------2. Menurut keluarga korban, korban mengalami kecelakaan lalu lintas pada tanggal 1 Juli 2008.-------------3. Pada korban ditemukan :----------------------------a. Pada puncak kepala sampai alis mata kanan terdapat luka terbuka tepi tidak rata, dasar tulang tengkorak yang patah dan jaringan otak, bila dirapatkan membentuk huruf s sepanjang dua puluh sentimeter.-------------------------b. Pada kelopak mata kiri atas dan bawah terdapat memar warna kemerahan.------------------------c. Pada kelopak mata kanan atas dan bawah terdapat memar warna kemerahan.------------------------d. Pada pipi kanan, empat sentimeter dari garis pertengahan depan, tiga sentimeter diatas sudut bibir terdapat luka terbuka tepi tidak rata, dasar jaringan bawah kulit, ukuran dua sentimeter kali satu sentimeter.--------------e. Tulang rahang atas patah.---------------------4. Terhadap korban dilakukan :------------------------a. Pemberian obat obatan.----------------------b. Pemasangan infus.-----------------------------c. Penjahitan luka.-------------------------------

5. Pada jam enam belas lebih lima belas menit, tanggal tiga puluh juni tahun dua ribu delapan, korban apnoe dan dinyatakan meninggal.---------------------------KESIMPULAN :--------------------------------------------Pada pemeriksaan korban laki - laki yang menurut surat permintaan visum berumur lima tahun ini ditemukan luka terbuka pada kepala, pipi, dan memar pada kedua mata, serta patah tulang rahang atas dan tulang tengkorak serta jaringan otak yang terburai keluar akibat kekerasan tumpul. Korban meninggal dalam perawatan di rumah sakit.Demikianlah visum et repertum ini dibuat dengan sebenarnya dengan menggunakan keilmuan yang sebaikbaiknya, mengingat sumpah sesuai dengan kitab undangundang hukum acara pidana.------------------------------Padang, 1 Juli 2008 Dokter yang tersebut diatas,

Dr. Rika Susanti, SpF