Anda di halaman 1dari 7

Mitosis

Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel identik yang
dihasilkan oleh pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang
membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel anak yang identik, yang memiliki
distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis merupakan fasa mitosis
(fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi dua sel anakan yang memiliki genetik yang
sama dengan sel awal.
Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Pada organisme multisel, sel somatik mengalami mitosis,
sedangkan sel kelamin (yang akan menjadi sperma pada jantan atau sel telur pada betina) membelah diri
melalui proses yang berbeda yang disebut meiosis. Sel prokariot yang tidak memiliki nukleus menjalani
pembelahan yang disebut pembelahan biner.
Karena sitokinesis umumnya terjadi setelah mitosis, istilah "mitosis" sering digunakan untuk menyatakan
"fase mitosis". Perlu diketahui bahwa banyak sel yang melakukan mitosis dan sitokinesis secara terpisah,
membentuk sel tunggal dengan beberapa inti. Hal ini dilakukan misalnya oleh fungi dan slime moulds.
Pada hewan, sitokinesis dan mitosis juga dapat terjadi terpisah, misalnya pada tahap tertentu pada
perkembangan embrio lalat buah.
Garis besar
Hasil utama dari mitosis adalah pembagian genom sel awal kepada dua sel anakan. Genom terdiri dari
sejumlah kromosom, yaitu kompleks DNA yang berpilin rapat yang mengandung informasi genetik vital
untuk menjalankan fungsi sel secara benar. Karena tiap sel anakan harus identik secara genetik dengan
sel awal, sel awal harus menggandakan tiap kromosom sebelum melakukan mitosis. Proses penggandaan
DNA terjadi pada pertengahan interfase, yaitu fase sebelum fase mitosis pada siklus sel.
Setelah penggandaan, tiap kromosom memiliki kopi identik yang disebut sister kromatid, yang berlekatan
pada daerah kromosom yang disebut sentromer. Sister kromatid itu sendiri tidak dianggap sebagai
kromosom.



MIOSIS
Miosis (atau myosis , dari Yunani Kuno psiv , mein , "untuk menutup mata")
adalahpenyempitan dari murid dari mata sampai dua milimeter atau kurang.
[ 1 ]
Para respon
pupil(pembesaran atau pengurangan murid) adalah respon normal terhadap perubahan tingkat
cahaya, tapi perubahan ukuran pupil juga dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi
patologis ,microwave paparan radiasi
[ rujukan? ]
, dan beberapa obat ,
terutama opioid . parasimpatisstimulasi otot sfingter iris (otot sfingter pupil) menurun aperture pupil
(ukuran pupil).Penyempitan ini disebut sebagai miosis.
Kondisi sebaliknya, mydriasis , adalah pelebaran pupil.

Fisiologi refleks photomotor
Cahaya yang memasuki mata pemogokan tiga yang berbeda fotoreseptor di retina : yang
akrab batang dan kerucut yang digunakan dalam membentuk dan gambar yang lebih baru
ditemukan sel ganglion fotosensitif . Sel-sel ganglion memberikan informasi tentang tingkat cahaya
ambient, dan bereaksi lamban dibandingkan dengan batang dan kerucut. Sinyal dari sel ganglion
memiliki tiga fungsi: penindasan akut hormon melatonin , entrainment dari tubuh ritme sirkadian dan
regulasi dari ukuran pupil.
Para photoceptors retina mengkonversi cahaya menjadi impuls rangsangan listrik. Saraf yang terlibat
dalam mengubah ukuran murid terhubung ke inti pretectal dari high otak tengah , melewati inti
geniculate lateralis dan primer korteks visual . Dari inti neuron pretectal mengirim axon ke neuron
dari nukleus Edinger-Westphal yang visceromotor akson berlari sepanjang kedua kiri dan kanan saraf
oculomotor .Visceromotor saraf akson (yang merupakan sebagian dari saraf kranial , bersama
dengan bagian somatomotor berasal dari inti Edinger Westphal-) sinaps di ganglion ciliary neuron,
yang parasimpatis mempersarafi otot akson sfingter iris, menghasilkan miosis . Hal ini terjadi karena
aktivitas simpatis dari ganglion ciliary yang ilang sehingga parasympathetics tidak
terhambat. Gambar
Penyebab
&mur
Penyakit
Horner syndrome (satu set kelainan pada pasokan saraf wajah
akibat kerusakan pada sistem saraf simpatik ).
Perdarahan ke dalam pons ( perdarahan intrakranial )
Cluster Sakit kepala dengan ptosis
ridocyclitis
Fatal familial insomnia
Obat
Opioid seperti fentanil , morfin , heroin dan metadon (pengecualian yang Demerol )
Antipsikotik , termasuk haloperidol , Thorazine , olanzapine , quetiapine dan lain-lain
Kolinergik agen seperti asetilkolin
Beberapa kanker kemoterapi obat, termasuk camptothecin derivatif
Mirtazapine , sebuah serotonergik noradrenergik dan spesifik antidepresan ( Nassa )
Trazodone
Beberapa nhibitor MAO .
Dalam beberapa kasus yang jarang, bila terkena gas mustard .
Organofosfat
Miotics
Sebuah miotic substansi menyebabkan penyempitan pupil mata (atau miosis). ni adalah kebalikan
dari mydriatic substansi, yang menyebabkan pelebaran pupil.
Spermatogenesis
Spermatogenesis adalah proses gametogenesis pada pria dengan cara pembelahan meiosis dan mitosis.
Spermatogenesis pada spermabiasa terjadi di epididimis. Sedangkan tempat
menyimpan sperma sementara, terletak di vas deferens.


Spermatozoid manusia dewasa
1|pe Se| kromosom kromat|d roses pembe|ahan
SpermaLogonlum 46 2n MlLosls
SpermaLoslLprlmer 46 4n Melosls
SpermaLoslLsekunder 23 2n Melosls
SpermaLld 23 1n ulferenslasl men[adl Sperma
Penjelasan
Spermatogenesis berasal dari kata sperma dan genesis (pembelahan). Pada spermatogenesis terjadi
pembelahan secara mitosis danmeiosis. Spermatogenesis merupakan tahap atau fase-fase pendewasaan
sperma di epididimis. Setiap satu spermatogonium akan menghasilkan empat sperma matang.
Tahap
Spermatogonium
Spermatogonium merupakan tahap pertama pada spermatogenesis yang dihasilkan oleh testis.
Spermatogoium terbentuk dari 46 kromosomdan 2N kromatid.
Spermatosit primer
Spermatosit primer merupakan mitosis dari spermatogonium. Pada tahap ini tidak terjadi pembelahan.
Spermatosit primer terbentuk dari 46kromosom dan 4N kromatid.
Spermatosit sekunder
Spermatosit sekunder merupakan meiosis dari spermatosit primer. Pada tahap ini terjadi pembelahan
secara meiosis. Spermatosit sekunder terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid.
Spermatid
Spermatid merupakan meiosis dari spermatosit sekunder. Pada tahap ini terjadi pembelahan
secara meiosis yang kedua. Spermatid terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid. y5u876o68roi
Sperma
Sperma merupakan diferensiasi atau pematangan dari spermatid. Pada tahap ini terjadi diferensiasi.
Sperma terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid dan merupakan tahap sperma yang telah matang
dan siap dikeluarkan.
-----------------------------------------------
OOGENESS
Oogenesis adalah pembentukan
ovum. Mekanisme oogenesis sangat
berbeda dengan spermatogenesis,
walaupun memiliki persamaan dalam
pembentukan meiosis. Diantara
kelahiran dan masa pubertas, sel-sel
telur dalam hal ini oosit membesar,
dan folikel di sekitarnya tumbuh.
Selanjutnya oosit primer mereplikasi
DNA dan memasuki profase meiosis
dan tidak berkembang lebih lanjut jika
tidak diaktifkan oleh hormon FSH
( 4llicle stimulating 4rm4ne ).
Di dalam ovarium janin sudah
terkandung sel pemula atau oogonium. Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer. Saat bayi dilahirkan
oosit primer dalam fase profase pada pembelahan meiosis. Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat
hingga masa pubertas.
Pada masa pubertas terjadilah oogenesis. Oosit primer membelah secara meiosis, menghasilkan 2 sel yang
berbeda ukurannya. Sel yang lebih kecil, yaitu badan polar pertama membelah lebih lambat, membentuk 2
badan polar. Sel yang lebih besar yaitu oosit sekunder, melakukan pembelahan meiosis kedua yang
menghasilkan ovum tunggal dan badan polar kedua. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua.
Pengaruh Hormon dalam Oogenesis. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang
pertumbuhan sel-sel folikel di sekeliling ovum. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang disebut
Folikel Graaf, Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen. Hormon estrogen merangsang kelenjar hipofisis
untuk mensekresikan hormon LH, hormon LH merangsang terjadinya ovulasi. Selanjutnya folikel yang sudah
kosong dirangsang oleh LH untuk menjadi badan kuning atau korpus luteum. Korpus luteum kemudian
menghasilkan hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH. Kemudian korpus luteum
mengecil dan hilang, sehingga aklurnya tidak membentuk progesteron lagi, akibatnya FSH mulai terbentuk
kembali, proses oogenesis mulai kembali.
Oogenesis dengan spermatogenesis berbeda dalam tiga hal penting. Pertama, selama pembelahan meiosis
dalam oogenesis, sitokinesis bersifat tidak sama. Sitoplasma hampir dimonopoli oleh satu sel anak, yaitu oosit
primer. Sel yang sempurna dengan sitoplasma tersebut seterusnya akan berkembang menj adi ovum, sementara
sel yang lebih kecil yang disebut sebagai badan polar ( polosit ) akan mengalami degenerasi.
Kedua, saat seorang wanita dilahirkan, ovarium telah mengandung semua sel yang akan berkembang menjadi
telur.
Ketiga, proses oogenesis memiliki siklus hidup yang panjang melalui periode istirahat