Anda di halaman 1dari 1

Ternak dalam sifat alaminya adalah makluk hidup bergerak yang selalu beraktivitas dalam hidupnya.

Seiring dengan perkembangan pemuliaan ternak ternak di manfaatkan secara lebih efisien dengan cara di kandangkan atau di kurung, padahal ternak masih memiliki sifat dan kebutuhan alaminya dalam hal ini oksigen. Oksigen akan sangat berbeda kadar kebutuhnnya pad tiap tiap ternak, hal ini diperngaruhi oleh ukuran, berat, tipe, dan sifat ternak. Pada ternak pekerja kebutuhan akan oksigen akan berbeda dengan ternak yang di kandangkan. Oksigen mutlak diperlukan oleh sebagian besar mahluk hidup. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui sistem respirasi kemudian diangkut oleh hemoglobin di dalam sel darah merah ke jaringan. Di dalam jaringan oksigen akan dilepaskan dan digunakan untuk proses respirasi sel. Agar sampai ke jaringan, darah yang mengangkut oksigen dipompa oleh jantung mulai dari sejak masuk di paru sampai ke jaringan oleh sistem kardiovaskuler. Pengetahuan mengenai sistem kardiovaskuler ini akan dibagi dua yaitu 1. meliputi semua hal yang berkenaan dengan peran jantung, 2. bagian kedua terdiri atas peran sistem vaskuler dan fungsi darah. Proses respirasi sangat penting untuk kelangsungan hidup karena berfungsi sebagai pemasok oksigen untuk metabolisme semua sel aktif dalam tubuh serta menyingkirkan CO2 yang merupakan hasil proses metabolisme dari sel. Sistem respirasi terdiri berbagai struktur yang terlibat dalam proses pertukaran gas antara darah dengan lingkungan eksternal paru-paru, sekelompok pembuluh darah yang menuju ke paru-paru selama bernafas. Sistem respirasi tidak dapat menjalankan keseluruhan proses respirasi sendiri; sistem ini hanya berperan pada ventilasi dan pertukaran O2 dan CO2 antara paru-paru dengan darah. Sel aerobik membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi. CO2 yang merupakan sisa metabolisme sel apabila dibiarkan akan berakumulasi di dalam sel dan cairan jaringan sehingga mengakibatkan asidosis. Dalam hal inilah sistem respirasi dalam hubungannya dengan sistem kardiovaskuler sangat berperan dalam proses pengangkutannya dan eliminiasi bahan-bahan yang tidak terpakai lagi. Selain diperlukan oleh organisme, oksigen dapat pula menyebabkan toksisitas antara lain karena menghasilkan radikal bebas yang berupa senyawa oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS) yang bersifat desruktif bagi sel. Sistem kardiovaskuler merupakan sistem transpor utama untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrisi serta mengeluarkan hasil metabolisme dan CO2. Untuk memelihara homeostasis sistem ini diatur oleh pusat pengaturan kardiovaskuler, pusat respirasi, yang mendapat masukan Dari baroreseptor dan kemoreseptor. Apabila aliran darah atau persediaan oksigen terganggu, misalnya pada perdarahan tubuh berusaha mengatasinya dengan melakukan hemostasis. Akibat lebih lanjut dari rusaknya pembuluh darah ialah terhentinya pasokan oksigen ke dalam jaringan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian sel. Misalnya pada ternak pekerja besar seperi kerbau peningkatan frekuensi nafas pada kerbau terjadi secara umum ketika sedang bekerja menarik bajak atau beraktivitas , karena pada saat tersebut diperlukan lebih banyak oksigen (O2) serta untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan panas. Peningkatan frekuensi panas saat aktivitas tidak begitu besar, sebab pada saat kerbau bergerak dengan cepat (pada karapan kerbau misalnya)terjadi oksidasi anaerob, sedangkan oksidasi aerob terjadi sesudah aktivitas (recovery) yang ditunjukkan dengan meningkatnya frekuensi nafas secara tajam . Oksigen diperlukan lebih banyak pada waktu recovery untuk memenuhi peningkatan aktivitas metabolisme oksidatif (aerobic) di dalam sel-sel otot sehingga dapat menghasilkan ATP sebagai pembayaran kembali ATP yang digunakan untuk kontraksi otot dan mendukung fungsi sel-sel terkait. Lebih-lebih pada oksidasi lemak diperlukan lebih banyak oksigen dibandingkan dengan oksidasi karbohidrat dan asam amino.