Anda di halaman 1dari 3

BAB V PENUTUP

5.1.

Kesimpulan Selama dalam pelaksanaan kerja praktek dalam kurun waktu dua bulan

pada proyek Pembangunan Gedung Teaching Hospital Tahap III (Lanjutan) Unhas Makassar, yang dilaksanakan oleh PT. WASKITA KARYA kami mendapatkan banyak masukan dan hal-hal yang belum pernah kami dapatkan selama mengikuti perkuliahan. Pengalaman baru tersebut berupa hal-hal mengenai pekerjaan lapangan dan juga mengenai pengawasan serta hubungan kerja. Sebagai akhir dari laporan kami, dapat disimpulkan beberapa hal yang telah kami peroleh : a) Manfaat Kerja Praktek sangat besar bagi setiap calon engineer sebelum terjun ke tengah masyarakat, karena pengalaman yang didapat dari observasi secara langsung di lapangan seringkali berbeda dengan teori yang didapatkan pada saat kuliah, bahkan terkadang lebih kompleks terutama dari segi-segi pelaksanaannya. b) Dalam sebuah proyek keterlambatan sering terjadi, khususnya pada pembangunan Gedung Rumah Sakit Pendidikan pada gedung Power House, terjadi keterlambatan dari waktu perencanaan, hal tersebut karena faktor cuaca/musim hujan. c) Pada pemasangan bekisting harus benar-benar dilakukan dengan teliti, utamanya untuk bekisting yang akan menahan beban yang besar,

74

pemasangan harus dilakukan lebih hati-hati jangan sampai terjadi kerusakan sebelum waktu pembongkaran bekisting. d) Dalam sutu proyek perlu dilakukan suatu quality control untuk mengecek mutu dari bangunan tersebut, pengecekan tersebut dapat dilakukan berupa pengetesan mutu bahan (baja dan beton) ataupun pengontrolan waktu pelaksanaan proyek. e) Perlunya koordinasi dan kerja sama yang baik antar kontraktor dan konsultan pengawas sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana untuk menghindari keterlambatan penyelesaian proyek.

5.2.

Saran Berikut saran yang dapat kami berikan sebagai hasil dari kerja praktek

antara lain : a) Praktikan sedapat mungkin menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. b) Sebaiknya praktikan memanfaatkan kesempatan untuk bertanya kepada pihak yang terlibat mengenai hal-hal yang berkenaan dengan proyek tersebut. c) Diperlukan jalinan komunikasi yang erat antar sesama rekan kerja yang terlibat langsung dalam proses pembangunan suatu proyek mulai dari proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan proyek. d) Diperlukan adanya kerja sama yang lebih luas antara pihak Universitas dalam hal ini Jurusan sipil Fakultas Teknik Unhas dengan Biro Konsultan,

75

Perencana, Pengawas, dan kontraktor pelaksana sehinnga kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja dapat lebih besar.

Adapun saran-saran yang dapat diberikan untuk kelancaran proyek : Agar pelaksanaan proyek berjalan lebih lancar, diperlukan lebih banyak berkonsultasi antara pelaksana dan pengawas sehingga tidak terjadi kesalahan yang akan merugikan pemilik bangunan.
-

Baiknya kontraktor memperhatikan kinerja pekerja, baik dalam segi efisiensi waktu dan kualitas pekerjaan. Pekerja seharusnya bekerja 8 jam per hari (bila tidak lembur) agar proyek selesai sesuai estimasi waktu yang telah disepakati.

Logistic crew sebaiknya memperhatikan dengan baik spesifikasi dan jenis barang yang dipesan agar barang yang datang tidak salah dan proyek tidak over schedule.

76