Anda di halaman 1dari 3

PENINGKATAN KEMAMPUAN PERENCANAAN TEKNIS AIR BAKU Air merupakan anugerah dari bagi tinggal pentingnya Tuhan yang

tak terhingga, tidak hanya

manusia melainkan di air bumi untuk

untuk semua elemen yang membutuhkan air. Begitu manusia, sehingga negara memiliki kewajiban untuk menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari guna memenuhi kebutuhan akan air yang bersih, sehat dan produktif. Namun, di sisi lain keberadaannya semakin lama sangat mengkhawatirkan. Adapun faktor yang berpengaruh akan terjadinya penurunan kualitas, kuantitas dan kontinuitas adalah pertambahan jumlah penduduk dan kegiatan ekonomi yang dalam dekade terakhir meningkat dengan pesat. Hal tersebut disampaikan oleh Imam Agus Nugroho, Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pembukaan acara Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bidang Perencanaan Teknis Air Baku Tahun 2011 (4/7), di Manado. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dan Kepala Dinas SDA Pekerjaan Umum. Dalam menangani masalah ini, yang paling penting adalah pembangunan prasarana penyediaan air baku untuk memastikan pemenuhan komitmen terhadap Millenium

Development Goals (MDGs) yang dikhususkan pada Goal ke-7, yaitu Memastikan
Kelestarian Lingkungan, dan Target C, yaitu Mengurangi hingga setengahnya proporsi

rumah

tangga

tanpa

akses

berkelanjutan terhadap air minum layak dan sanitasi dasar hingga tahun 2015. Untuk itu pemerintah Indonesia telah guna menetapkan mengurangi target tingkat pembangunan untuk tahun 2014 kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui program lain untuk ketahanan pangan dan air, jelas Imam Agus Nugroho Dalam hal ini Direktorat Jenderal SDA juga memberikan dukungan untuk Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang diprioritaskan kepada pembangunan nasional yang diarahkan pada pengembangan infrastruktur untuk koridor utama yakni ekonomi yang memiliki daya dukung dan daya gerak yang efektif dan memiliki manfaat yang tinggi serta berantai terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan. Imam Agus menambahkan, Bentuk dukungan itu berupa penyedian air baku untuk air bersih, air industri, serta air irigasi pertanian di beberapa cluster yang sudah disiapkan di semua koridor. Ini semua tidak lepas dari bagaimana pengelolaan sumber daya air dan pemanfaatan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat, termasuk penyediaan air minum dengan akses yang aman dan layak bagi masyarakat. Di samping itu, Kepala Dinas SDA Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara mengatakan Provinsi Sulawesi Utara di tahun 2010 melalui dana APBN telah dibangun sebanyak 7 sarana dan prasarana air baku untuk air minum sebesar 91 liter per detik. Sedangkan pada tahun ini ada 6 paket yang sedang dikerjakan dengan total outcome sebesar 200 liter per detik.

Kami berharap dengan dilaksanakannya pelatihan ini akan dapat lebih mendorong peningkatan SDM dalam Bidang Perencanaan Teknis Air Baku sehingga nantinya dapat memenuhi harapan dan memberi hasil yang maksimal bagi instansi masing-masing. (anj/ech - datin SDA)