Anda di halaman 1dari 3

DASAR2 KONSEP KEBUDAYAAN Oleh: Bachtiar Alam APA ITU KEBUDAYAAN?

*Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia yang terwujud dalam bentuk simbolik, yang digunakan untuk menafsirkan pengalaman dan mengarahkan tindakan. SIFAT2 UTAMA KEBUDAYAAN: *Kebudayaan adalah pengetahuan, bukan benda. Kebudayaan Jepang bukan kimono, tapi pengetahuan untuk membuat kimono . *Simbol adalah segala objek yang mempunyai makna, dapat berupa tanda, benda, suara, tindakan (gerakan tubuh). *Makna dari suatu simbol bersifat mana-suka atau arbitrer (arbitrary). Tidak ada suatu keharusan bahwa suatu simbol harus mempunyai makna tertentu. *Contoh: bunyi bahasa yang mengacu kepada benda tertentu bersifat mana-suka: meja (bahasa Portugis), table, tafel, tsukue Perbedaan antara kebudayaan dan naluri: *Pengetahuan2 simbolik yang terkandung dalam suatu kebudayaan harus dipelajari oleh manusia, dia tidak diwariskan secara genetis. (contoh: cara makan yang sopan) *Pengetahuan2 yang bersifat naluri diwariskan secara genetis; contoh: bayi yang bisa menghirup udara dan menyusu begitu dilahirkan *Kebudayaan demikian digunakan untuk menafsirkan pengalaman, berarti pengalaman kita sehari-hari ditafsirkan berdasarkan pengetahuan yang ada dalam kebudayaan. Pengetahuan ini pula yang mengarahkan tindakan. *Contoh: anda berpapasan dengan seseorang dan dia tidak tersenyum. Apa artinya? Dan bagaimana seharusnya anda merespons itu? Semua itu a.l. diberikan dalam kebudayaan. *Tetapi kebudayaan selalu memberi berbagai pilihan, sehingga si pelaku menentukan pilihannya yang dirasakan sesuai dengan kepentingannya. TEMUAN MUTAKHIR DALAM ANTROPOLOGI: *Simbol2 yang terkandung dalam suatu kebudayaan senantiasa bersifat cair, dinamis, dan sementara, karena keberadaannya tergantung pada praksis para pelakunya yang berada pada konteks sosial tertentu, yang mempunyai kepentingan tertentu. *Kebudayaan dalam arti ini bukan semata-mata merupakan sekumpulan pengetahuan yang diwariskan atau dilestarikan, melainkan merupakan sesuatu yang dibentuk, suatu konstruksi sosial yang berkaitan erat dengan kepentingan maupun kekuasaan si pelaku. POINT PENTING:

*Konstruksi kebudayaan selalu berkaitan erat dengan kepentingan dan kekuasaan POINT2 PENTING: *Kebudayaan berubah. *Walaupun kebudayaan diwariskan dari generasi ke generasi melalui proses belajar, kebudayaan selalu berubah. *Tidak ada kebudayaan yang statis (tidak berubah). *Kebudayaan sebagai pengetahuan simbolik dibentuk atau dikonstruksi oleh pelakunya. Konstruksi kebudayaan tidak bebas sepenuhnya, namun sangat umum. *Contoh: tari kecak, beskap Jawa, konsep Ryosai Kenbo, filsafat wayang, dsb. BAGAIMANA KEBUDAYAAN DI KONSTRUKSI? *Melalui WACANA *Wacana adalah modus komunikasi verbal (kebahasaan) di mana posisi si penutur tampak dengan jelas *Gampangnya, wacana kebudayaan adalah argumen2 tentang kebudayaan. Contoh2 wacana kebudayaan di Indonesia: *P4 *Kepribadian bangsa *Bangsa Indonesia adalah bangsa yang santun *Sistem oposisi tidak sesuai dengan kepribadian bangsa *Tidak sesuai dengan nilai2 ketimuran *Bahkan konsep kebudayaan Timur dan kebudayaan Barat, pada dasarnya merupakan wacana kebudayaan. * Artinya, perbedaan antara Barat dan Timur hanya bersifat imajiner. *Wacana2 pemikir Barat tentang Kebudayaan Timur dikenal dgn nama Orientalisme ORIENTALISME: *Anggapan bahwa kebudayaan barat dan timur mempunyai esensi tertentu yang saling bertolak belakang. CIRI2 ORIENTALISME: BARAT: *Rasional *Materialistik *Demokratis *Modern *Scientific TIMUR: *Emosional *Spiritual *Otoriter

*Tradisional *Mystic POINT PENTING: *Penelitian ilmu2 sosial mutakhir semakin banyak membuktikan bhw dikotomi TimurBarat spt ini SALAH CONTOH: *Angka nol ditemukan di India (Timur) *Masyarakat Timur bisa lebih materialistik *Apa yg dikira barat ternyata berasal dari timur Wacana dan Kekuasaan: *Dalam setiap masyarakat terdapat berbagai macam wacana tentang kebudayaan yang saling bertentangan *Namun dengan mendapat dukungan dari kekuasaan, wacana tertentu menjadi wacana yang dominan sedangkan wacana-wacana lainnya akan terpinggirkan (marginalized) atau terpendam (submerged) . *Contoh: Wacana P4 menjadi dominan dalam era Suharto. P4 merupakan wacana tentang kebudayaan Indonesia. *Wacana2 yang menjadi dominan dalam kajian2 Jepang disebut nihonjinron *Nihonjinron berarti wacana2 tentang kebudayaan dan masyarakat Jepang yang menekankan keunikan Jepang seperti homogenitas, grupisme, hirarki, budaya malu, dll Nihonjinron dan Esensialisme *Wacana2 nihonjinron seperti ini ditandai esensialisme *ESENSIALISME: anggapan bahwa suatu kebudayaan mempunyai esensi yang tidak berubah. *Dalam ilmu sosial dewasa ini, esensialisme dianggap pandangan yang menyesatkan, karena setiap kebudayaan berubah. KESIMPULAN: *Konsep kebudayaan dewasa ini adalah konsep kebudayaan yang lebih dinamis. *Kebudayaan Jepang maupun Indonesia harus dipahami sebagai sesuatu yang dinamis, yang berpotensi untuk berubah mengikuti perubahan sosial, politik, ekonomi.