Anda di halaman 1dari 3

sebelum berbicara tentang transfor dan transak, sebaiknya kita paham betul tenta ng arti kepemimpinan : 1.

kepemimpinan merupakan suatu konsep relasi. kepemimpinan hanya ada dalam p roses relasi dengan orang lain (para pengikut) . Apabila tidak ada pengikut, mak a tidak ada pemimpin. tersirat dalam definisi ini adalah premis bahwa pemimpin y ang efektif harus mengetahui bagaimana membangkitkan inspirasi dan berralasi den gan para pengikut mereka. 2. kepemimpinan merupakan suatu proses. agar bisa mempimpin, pemimpin harus m elakukan sesuatu. sprti telah diobservasi oleh john gardner (1986-1988) kepemimp inan lebih dari sekedar menduduki suatu otoritas. Kendati posisi otoritas yang d iformalkan mungkin sangat mendorong suatu proses kepemimpinan, namun sekedar men duduki posisi itu tidak menandai seseorang untuk menjadi pemimpin. 3. kepemimpinan harus membujuk orang2 lain untuk mengambil tindakan. Pemimpin membujuk pengikutnya melalui berbagai cara, seoerti menggunakan otoritas yang t erelegitimasi, menciptakan model (menjadi teladan), penetapan sasaran, memberi i mbalan dan hukum, restrukturisasi organisasi dan mengkomonikasikan visi. Konsep kepemimpinan transformasional dan transaksional didasari oleh teori kebut uhan atau motivasi maslow. Menurut Bass dalam Robbins, (2008) kebutuhan pada tin gkat yang lebih rendah bisa dipenuhi dengan baik oleh pola kepemimpinan transaks ional sedangkan pemuasan kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi hanya bisa dip enuhi oleh pemimpin yang menerapkan pola kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan Transformasional. Menurut Bass dalam Swandari (2003) mendefinisikan bahwa kepemimpinan transformas ional sebagai pemimpin yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi bawahan dengan cara-cara tertentu. Dengan penerapan kepemimpinan transformasional bawahan aka n merasa dipercaya, dihargai, loyal dan tanggap kepada pimpinannya. Kepemimpinan transformasional adalah tipe pemimpin yang menginsprirasi para peng ikutnya untuk mengenyampingkan kepentingan pribadi mereka dan memiliki kemampuan mempengaruhi yang luar biasa, Aspek utama dari kepemimpinan transformasional ad alah penekanan pada pembangunan pengikut, oleh karena itu, ada tiga cara seorang pemimpin transformasional memotivasi karyawannya, yaitu dengan: 1. Mendorong karyawan untuk lebih menyadari arti penting hasil usaha; 2. Mendorong karyawan untuk mendahulukan kepentingan kelompok; dan 3. Meningkatkan kebutuhan karyawan yang lebih tinggi seperti harga diri dan a ktualisasi diri. Bass dalam Robbin dan Judge, (2008) mengemukakan adanya empat ciri karakteristik kepemimpinan transformasional, yaitu: A. Kharisma (Charisma) / Pengaruh yang Ideal

Merupakan proses pemimpin mempengaruhi bawahan dengan menimbulkan emosi-emosi ya ng kuat, Kharisma atau pengaruh yang ideal berkaitan dengan reaksi bawahan terh adap pemimpin. Pemimpin di identifikasikan dengan dijadikan sebagai penutan oleh bawahan, dipercaya, dihormati dan mempunyai misi dan visi yang jelas menurut pe rsepsi bawahan dapat diwujudkan. Pemimpin mendapatkan standard yang tinggi dan s asaran yang menantang bagi bawahan. kharisma dan pengaruh yang ideal dari pemimpin menunjukkan adanya pendirian, men ekankan kebanggan dan kepercayaan, menempatkan isu-isu yang sulit, menunjukkan n ilai yang paling penting dalam visi dan misi yang kuat, menekankan pentingnya tu juan, komitmen dan konsekuen etika dari keputusan serta memiliki sence of missio n. Dengan demikian pemimpin akan diteladani, membangkitkan kebanggaan, loyalitas , hormat, antusiasme, dan kepercayaan bawahan. Selain itu pemimpin akan membuat

bawahan mempunyai kepercayaan diri. Sunarsih, (2001) B. Rangsangan intelektual (intellectual stimulation)

Berarti mengenalkan cara pemecahan masalah secara cerdik dan cermat, rasional da n hati-hati sehingga anggota mampu berpikir tentang masalah dengan cara baru dan menghasilkan pemecahan yang kreatif. Rangsangan intelektual berarti menghargai kecerdasan mengembangkan rasionalitas dan pengambilan keputusan secara hati-hati . Pemimpin yang mendorong bawahan untuk lebih kreatif, menghilangkan keengganan bawahan untuk mengeluarkan ide-idenya dan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada menggunakan pendekatan-pendekatan baru yang lebih menggunakan intelegasi da n alasan-alasan yang rasional dari pada hanya didasarkan pada opini-opini atau p erkiraan-perkiraan semata. Bass dalam Sunarsih, (2001). C. Inspirasi (Inspiration)

Pemimpin yang inspirasional adalah seorang pemimpin yang bertindak dengan cara m emotivasi dan menginspirasi bawahan yang berarti mampu mengkomunikasikan harapan -harapan yang tinggi dari bawahannya, menggunakan simbol-simbol untuk memfokuska n pada kerja keras, mengekspresikan tujuan dengan cara sederhana. Pemimpin mempunyai visi yang menarik untuk masa depan, menetapkan standar yang t inggi bagi para bawahan, optimis dan antusiasme, memberikan dorongan dan arti te rhadap apa yang perlu dilakukan. Sehingga pemimpin semacam ini akan memperbesar optimisme dan antusiasme bawahan serta motivasi dan menginspirasi bawahannya unt uk melebihi harapan motivasional awal melalui dukungan emosional dan daya tarik emosional. D. Perhatian Individual (Individualized consideration)

Perhatian secara individual merupakan cara yang digunakan oleh pemimpin untuk me mperoleh kekuasaan dengan bertindak sebagai pembimbing, memberi perhatian secara individual dan dukungan secara pribadi kepada bawahannya. Pemimpin mampu memperlakukan orang lain sebagai individu, mempertimbangkan kebut uhan individual dan aspirasi-aspirasi, mendengarkan, mendidik dan melatih bawaha n. Sehingga pemimpin seperti ini memberikan perhatian personal terhadap bawahann ya yang melihat bawahan sebagai individual dan menawarkan perhatian khusus untuk mengembangkan bawahan demi kinerja yang bagus. Pimpinan memberikan perhatian p ribadi kepada bawahannya, seperti memperlakukan mereka sebagai pribadi yang utuh dan menghargai sikap peduli mereka terhadap organisasi. Kepemimpinan Transaksional Bass dalam Yukl, (2007) mengemukakan bahwa hubungan pemimpin transaksional denga n karyawan tercermin dari tiga hal yakni: 1) Pemimpin mengetahui apa yang diinginkan karyawan dan menjelasakan apa yang akan mereka dapatkan apabila kerjanya sesuai dengan harapan; 2) an Pemimpin menukar usaha-usaha yang dilakukan oleh karyawan dengan imbalan; d

3) Pemimpin responsif terhadap kepentingan pribadi karyawan selama kepentingan tersebut sebanding dengan nilai pekerjaan yang telah dilakukan karyawan. Karakteristik kepemimpinan transaksional ditunjukkan dengan prilaku atasan sebag ai berikut (Bass dalam Robbins Judge, 2008) : 1. Imbalan Kontinjen (Contingensi Reward). Pemimpin melakukan kesepakatan

tentang hal-hal apa saja yang dilakukan oleh bawahan dan menjanjikan imbalan apa yang akan diperoleh bila hal tersebut dicapai. 2. Manajemen dengan pengecualian / eksepsi Aktif (Active Manajemen By excep tion). Pada manajemen eksepsi aktif pemimpin memantau deviasi dari standar yang telah ditetapkan dan melakukan tindakan perbaikan, serta melakukan tindakan perbaikan. 3. Manajemen dengan pengecualian / eksepsi pasif (Pasive Manajemen By exce ption). Pada manajemen eksepsi pasif pemimpin melakukan tindakan jika standar t idak tercapai. Kepuasan Kerja Kepuasan kerja adalah sesuatu perasaan yang dimiliki masing2 individu khususnya dalam menilai kerja. Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual, setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Makin tinggi penilaian terhadap kegiatan dirasakan sesuai dengan keinginan individu, maka makin tinggi kepuasannya terhadap kegiatan terse but, dengan demikian kepuasan merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang at as perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam bekerj a. kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pe gawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Perasa an yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upah atau ga ji yang diterima, kesempatan pengembangan karir, hubungan dengan pegawai lainnya , penempatan kerja,jenis pekerjaan, struktur organisasi perusahaan, mutu pengawa san. Sedangkan perasaan yang berhubungan dengan dirinya, antara lain umur, kondi si kesehatan, kemampuan, pendidikan. Hian Chye Koh menyatakan bahwa kepuasan kerja didukung oleh lima faktor yang mel iputi: pekerjaan, rekan kerja, gaji, promosi, dan pemimpin. Berangkat dari penda pat itu, diantara kepuasan kerja yang didapat karyawan, faktor pemimpin mempunya i andil dalam membentuk loyalitas karyawan agar tetap berjalan sesuai dengan apa yang dihapkan oleh perusahaan.