Anda di halaman 1dari 2

Toksikologi adl ilmu tentang hakikat dan mekanisme efek berbahaya (efek toksik) berbagai bahan kimia terhadap

makhluk hidup dan sistem biologik lainnya. logam


Macam-macam logam beracun yang dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan pada organ tubuh manusia diantaranya zat-zat atau logam berat yang terdapat dalam pestisida. Kasus Pencemaran Pestisida Terhadap Kesehatan Manusia antara lain pencemaran pestisida terhadap kerusakan mulut, kerongkongan, lambung, hati, usus, pankreas, dan anus. Berbagai macam senyawa yang terkandung dalam pestisida yang bersifat toksik (racun) dan menjadikan organ-organ pada sistem pencernaan seperti mulut, kerongkongan, lambung, hati, pankreas, dan anus sebagai sasaran sehingga menyebabkan kerusakan pada organ-organ tersebut antara lain Alumunium (Al), Barium (Ba), Berillium (Be), Merkuri (Hg), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), Arsen (Ar,) Metanil Yellow, dll. Pertolongan pertama pd org yg keracunan pestisida : minum air kelapa muda, susu, vegeta, norit, suntikan pam.

kulit
Tubuh manusia atau hewan hamper semuanya di tutupi oleh kulit. Akibatnya kulit terpapar oleh bbg mcam zat kimia seperti kosmetik, perabotan rumah tangga, obat2 kulit dan pencemar industri. Paparan tersebut mengakibatkan kulit mudah terkena penyakit kulit akibat toksin (racun) akibatnya kulit tumbuh bentol2 yg berisi air, gatal2 karena alergi, dan mer

Toksin (racun) yg ada pd uap asam sulfat pekat.


Jgn menghirup uap asam pekat karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kontak dengan kulit menyebabkan dermatitis, sedangkan kontak dengan mata menyebabkan kebutaan.

Toksikologi ginjal
Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin / air seni yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Salah satu penyakit pada ginjal Uraemia adalah salah satu penyakit yg disebabkan oleh bahan berbhaya yg mengandung logam. uraemia adalah keracunan yang disebabkan oleh akumulasi zat-zat buangan tubuh yang tidak dapat diuraikan oleh ginjal. Pielonefritis adalah infeksi ginjal karena bakteri. Gejala-gejala Mual, muntah Nafsu makan berkurang Sakit kepala, sakit punggung Bengkak di sekitar kelopak mata Susah tidur dan sesak nafas Pingsan mendadak Rasa dingin Pedih pada bagian yang sakit Sering masuk angin dan cegukan Kembung, diare Awalnya sering buang air kecil di malam hari kemudian berhenti sama sekali Dalam keadaan berat menyebabkan penurunan kesadaran kejang.

Paru-paru
Paru-paru merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam darah dan di udara, serta merupakan tempat utama penyerapan toksin (racun) yang terdapat dalam bentuk gas dan uap.

Kanker paru-paru disebabkan oleh asap rokok karena dalam asap rokok terdapat karsinogen dan iritan.dan penyebab kanker paru-paru lain nya adlh arsen, kromat, nikel, uranium, emisi oven batubara, dan dll.

Jantung
Jantung adalah sebuah rongga,organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin.

Pembuluh darah
Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah. Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab stroke Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya. Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat padajunk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).

Gejala terjadinya serangan stroke


Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar , kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya.